Anda di halaman 1dari 139

BAB I

MASA KERAJAAN-KERAJAAN HINDU-BUDHA DAN


KERAJAAN ISLAM

Standar Kompetensi :

Memahami Perkembangan Masyarakat Sejak Masa Hindu-Buddha

Kompetensi dasar :

A.

Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa HinduBuddha di Indonesia serta peninggalan-peninggalannya

Peranan Perdagangan Internasional


Hubungan internasional antara Indonesia dengan bangsa-bangsa di Asia

Barat,

Asia

Selatan,

dan

Cina

sudah

tercipta

sejak

lama.

Hubungan

internasional itu terjadi karena Indonesia memiliki posisi yang strategis dalam
jalur perdagangan internasional. Karena posisinya yang strategis, Indonesia
memiliki bandar-bandar perdagangan yang disinggahi kaum pedagang. Mereka
inilah yang berperan dalam menyebarkan ajaran agama dan kebudayaan,
seperti Hindu-Buddha, Islam, dan Kristen. Jalur perdagangan yang digunakan
ialah jalur perdagangan melalui laut (dikenal sebagai Jalur Emas), dan jalur
perdagangan melalui darat (dikenal sebagai Jalur Sutra). Adapun jalur laut
melalui Maluku - Malaka - Gujarat (India) - Persia atau ke Laut Merah, kemudian
dibawa oleh pedagang melalui gurun pasir ke pantai Laut Tengah (Mediternia),

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

dari sini dibawa oleh bangsa Eropa dengan kapal ke Venesia dan pelabuhan
Lisabon di Spanyol.

Jalur darat melalui Malaka - daratan China dibawa oleh pedagang dengan
kendaraan darat seperti onta, kuda, dan keledai menuju ke Persia. Dari Persia,
barang dagangan dibawa ke pantai Laut Tengah dan selanjutnya oleh bangsa
Eropa dibawa dengan kapal ke Venesia dan Lisabon di Spanyol. Kedua jalur itu
merupakan jalur perjalanan pedagang dan barang dagangannya yang berasal
dari Barat dibawa ke Timur, dan sebaliknya. Perdagangan melalui jalur itu juga
dipengaruhi oleh adanya Angin Muson Barat Laut dan Angin Muson Tenggara.
Pergantian kedua jenis angin tersebut memakan waktu 6 bulan sekali sehingga
memengaruhi perjalanan kapal maupun darat.

B. Hindu-Budha dan Perkembangannya di Indonesia


Hindu-Buddha merupakan dua agama yang berasal dari satu negara
berpenduduk padat di dunia, India. Dari India, agama ini kemudian menyebar
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

ke berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, kedua agama ini masih hidup dan
berkembang sampai saat ini. Sebelum kita melihat lebih jauh tentang
persebaran

agama

Hindu-Buddha,

kita

akan

meninjau

sejenak

sejarah

berdirinya kedua agama tersebut.

1. Agama Hindu
Agama Hindu berasal dari India. Agama ini merupakan perpaduan antara
agama yang dianut oleh bangsa Arya dan bangsa Dravida. Bangsa Arya yang
berasal dari Asia Tengah berhasil mendesak bangsa asli India, Dravida. Terjadi
pembauran antara bangsa Arya dan bangsa Dravida yang selanjutnya
menurunkan generasi yang disebut bangsa Hindu. Kata hindu berasal dari kata
sindhu (bahasa Sanskerta) yang berarti sungai. Kata ini mengacu pada Sungai
Indus yang menjadi sumber air bagi kehidupan di sekitarnya. Sumber ajaran
agama Hindu terdapat dalam kitab suci Weda (terdiri atas empat kitab),
Brahmana (merupakan tafsir dari kitab Weda), dan Upanisad (memuat
dasardasar filsafat hubungan antara manusia dan TUHAN). Kata weda berasal
dari kata vid artinya tahu. Weda atau veda berarti pengetahuan suci. Kitab ini
ditulis ketika bangsa Arya menduduki Punjam, 3.000 tahun sebelum Masehi.

Dewa-dewa utama dalam ajaran Hindu ialah Dewa Trimurti (kesatuan dari tiga
dewa). Ketiga dewa tersebut ialah:
(1) Dewa Brahma. Brahma bertugas menciptakan alam semesta dan mengatur
segala peristiwa di dunia. Kendaraannya berupa angsa.
(2) Dewa Wisnu. Wisnu bertugas memelihara alam semesta. Kendaraannya
berupa seekor burung
garuda.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

(3) Dewa Syiwa. Syiwa bertugas sebagai perusak semua yang tidak lagi
berguna di alam. Kendaraannya seekor lembu.

Pemujaan terhadap para dewa dipimpin oleh seorang pendeta yang


disebut brahmana. Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan
yang disebut dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar
umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:
1. Widhi Tattwa: percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya
2. Atma Tattwa: percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk
3. Karmaphala Tattwa: percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam
setiap perbuatan
4. Punarbhawa Tattwa: percaya dengan adanya proses kelahiran kembali
(reinkarnasi)
5. Moksa Tattwa: percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir
manusia

Omkara, simbol suci bagi umat Hindu yang melambangkan Brahman (Tuhan)
Yang Mahakuasa. Sumber: www.wikipedia.org
Dalam masyarakat Hindu, dikenal lima kasta atau kelas, yaitu:
(1) Brahmana: terdiri atas pemimpin agama atau pendeta
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

(2) Ksatria: terdiri atas para bangsawan, raja dan keturunannya, serta
prajuritprajuritnya
(3) Waisya: terdiri atas pengusaha dan pedagang
(4) Sudra: terdiri atas para petani dan pekerja kasar
(5) Paria: terdiri atas gelandangan (orang yang haram untuk disentuh)
Tempat suci umat Hindu antara lain kota Benares yang dianggap sebagai
tempat bersemayamnya Dewa Syiwa. Sungai Gangga dianggap keramat dan
suci karena air Sungai Gangga dianggap dapat mensucikan abu jenazah yang
dibuang ke dalamnya. Hari raya umat Hindu ialah Galungan, Kuningan,
Saraswati, Pagerwesi, Nyepi, dan Siwaratri.

2. Agama Buddha
Agama Buddha juga berasal dari India. Agama ini timbul sebagai reaksi
masyarakat terhadap peran kaum Brahmana yang dianggap terlalu berlebihan
dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka. Agama ini didasarkan pada
ajaran Sidharta Gautama. Sidharta Gautama digelari Sang Buddha (orang yang
mendapat pencerahan) karena ia mendapat penerangan yang sempurna
setelah bertapa di tengah hutan.

Sang Buddha dan arca Buddha di Candi Borobudur

Agama Buddha tidak mengakui pembagian kasta dalam masyarakat.


Menurut ajaran Buddha, setiap orang punya hak dan kesempatan yang sama
untuk mencapai kesempurnaan asalkan ia mampu mengendalikan dirinya
sehingga bebas dari samsara. Penderitaan dapat dihentikan dengan cara
menindas

trisna

(nafsu).

Nafsu

dapat

ditindas

melalui

delapan

jalan

(astavidha), yaitu pandangan (ajaran) yang benar, niat atau sikap yang benar,
berbicara yang benar, berbuat atau bertingkah laku yang benar, penghidupan
yang benar, berusaha yang benar, memerhatikan hal-hal yang benar, dan
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

bersemedi yang benar. Pemeluk agama Buddha wajib melaksanakan tiga ikrar
(Tri Ratna), yaitu: berlindung kepada Buddha, berlindung kepada Dharma
(ajaran) agama Buddha, dan berlindung kepada Sanggha (perkumpulan)
masyarakat pemeluk agama Buddha. Kitab suci agama Buddha ialah Tripitaka
(Tiga Keranjang) yang terdiri atas Vinayapitaka (berisi tentang bermacammacam

aturan

hidup

dan

hukum

penentu

cara

hidup

pemeluknya),

Sutrantapitaka (berisi tentang pokok-pokok wejangan Sang Buddha), dan


Abdhidharmapitaka (berisi tentang penjelasan dan kupasan mengenai sosial
beragama atau falsafah agama). Umat Buddha merayakan Hari Raya Triwaisak,
yang merupakan peringatan kelahiran, menerima bodhi, dan wafatnya Sang
Buddha yang bertepatan dengan saat bulan purnama pada bulan Mei.

Vihara, tempat beribadah umat Buddha

Agama Buddha terbagi atas dua aliran. Pertama, Mahayana yang


mengajarkan

bahwa

untuk

mencapai

Nirwana,

setiap

orang

harus

mengembangkan sikap kebijaksanaan dan sifat welas asih. Kedua, Hinayana


yang mengajarkan bahwa untuk mencapai Nirwana, sangat bergantung pada
usaha diri melakukan meditasi. Agama Buddha mencapai puncak kejayaannya
pada zaman kekuasaan Raja Asoka (273-232 SM) yang menetapkan agama
Buddha sebagai agama resmi negara. Tempattempat suci umat Buddha antara
lain Bodh-Gaya, tempat bersemedi Sidharta Gautama.

3. Proses dan Jalur Masuknya Hindhu-Budha di Indonesia

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

Untuk memahami bagaimana proses masuk dan berkembangnya agama


dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, kita perlu mengkaji pendapat
yang dikemukakan oleh para ahli. Pendapat yang dikemukakan oleh para ahli
tersebut merupakan sebuah hipotesis (dugaan sementara) yang masih
memerlukan pembuktian yang akurat. Akan tetapi hipotesis-hipotesis tersebut
sangat berguna dalam memberikan pemahaman pada kita tentang bagaimana
proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di
Indonesia. Tugas kamu untuk menganalisis lebih lanjut hipotesis-hipotesis
tersebut, sehingga kamu dapat memilih salah satu hipotesis yang menurut
kamu paling mendekati kebenaran. Tentu saja pilihan kamu harus dilandaskan
pada argumentasi dan logika yang kuat disertai dengan data, fakta dan buktibukti yang akurat.
Berikut ini adalah hipotesis-hipotesis yang dikemukakan oleh beberapa
ahli tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan HinduBuddha di Indonesia. Hipotesis-hipotesis tersebut dibagi ke dalam dua
kelompok besar yaitu teori kolonisasi dan teori arus balik.
1. Teori kolonisasi.
Teori ini berusaha menjelaskan proses masuk dan berkembangnya
agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia dengan menekankan pada
peran aktif dari orang-orang India dalam menyebarkan pengaruhnya di
Indonesia. Berdasarkan teori ini, orang Indonesia sendiri sangat pasif, artinya
mereka hanya menjadi objek penerima pengaruh kebudayaan India tersebut.
Teori kolonisasi ini terbagi dalam beberapa hipotesis, yaitu sebagai berikut.
a. Hipotesis Waisya
Menurut NJ. Krom, proses terjadinya hubungan antara India dan
Indonesia karena adanya hubungan perdagangan, sehingga orang-orang India
yang datang ke Indonesia sebagian besar adalah para pedagang. Perdagangan
yang terjadi pada saat itu menggunakan jalur laut dan teknologi perkapalan
yang masih banyak tergantung pada angin musim. Hal ini mengakibatkan
dalam proses tersebut, para pedagang India harus menetap dalam kurun waktu
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

tertentu sampai datangnya angin musim yang memungkinkan mereka untuk


melanjutkan perjalanan. Selama mereka menetap, memungkinkan terjadinya
perkawinan dengan perempuan-perempuan pribumi. Mulai dari sini pengaruh
kebudayaan India menyebar dan menyerap dalam kehidupan masyarakat
Indonesia.
Pendapat Krom tersebut didasarkan penelaahan dia pada proses Islamisasi di
Indonesia yang dilakukan oleh para pedagang Gujarat. Bukan hal yang
mustahil, proses masuknya budaya Hindu-Buddha di Indonesia dilakukan
dengan cara yang sama. Namun, teori ini memiliki kelemahan, yaitu para
pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak menguasai bahasa
Sanskerta dan huruf Pallawa yang umumnya hanya dikuasai oleh kasta
Brahmana. Namun bila menilik peninggalan prasasti yang dikeluarkan oleh
negara-negara

kerajaan

Hindu-Buddha

di

Indonesia,

sebagian

besar

menggunakan bahasa Sanskerta dan berhuruf Pallawa. Dengan demikian,


timbul pertanyaan: Mungkinkah para pedagang India mampu membawa
pengaruh kebudayaan yang sangat tinggi ke Indonesia, sedangkan di
daerahnya sendiri kebudayaan tersebut hanya milik kaum Brahmana? Selain
itu, terdapat kelemahan lain dalam hipotesis ini yaitu dengan melihat peta
persebaran kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang lebih banyak
berada di pedalaman. Namun apabila pengaruh tersebut dibawa oleh para
pedagang India, tentunya pusat kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha akan lebih
banyak berada di daerah pesisir pantai.
b. Hipotesis Ksatria
Ada tiga ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai proses
penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Buddha dilakukan oleh golongan
ksatria, yaitu sebagai berikut.
1) C.C Berg
C.C. Berg mengemukakan bahwa golongan yang turut menyebarkan
kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia adalah para petualang yang sebagian
besar berasal dari golongan Ksatria. Para Ksatria ini ada yang terlibat konflik
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

dalam masalah perebutan kekuasaan di Indonesia. Bantuan yang diberikan


oleh para Ksatria ini sedikit banyak membantu kemenangan bagi salah satu
kelompok atau suku yang bertikai. Sebagai hadiah atas kemenangan itu, ada di
antara mereka yang dinikahkan dengan salah seorang putri dari kepala suku
yang dibantunya. Dari perkawinannya ini memudahkan bagi para Kesatrian
untuk menyebarkan tradisi Hindu Buddha kepada keluarga yang dinikahinya
tadi. Berkembanglah tradisi Hindu-Buddha dalam masyarakat Indonesia.

2) Mookerji
Dia mengatakan bahwa golongan Ksatria (tentara) dari India yang
membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. Para Ksatria ini
kemudian membangun koloni-koloni yang akhirnya berkembang menjadi
sebuah kerajaan. Para koloni ini kemudian mengadakan hubungan
perdagangan dengan kerajaan-kerajaan di India dan mendatangkan para
seniman yang berasal dari India untuk membangun candi-candi di Indonesia.
3) J.L Moens
Dia mencoba menghubungkan proses terbentuknya kerajaan-kerajaan di
Indonesia pada awal abad ke-5 dengan situasi yang terjadi di India pada abad
yang sama. Perlu diketahui bahwa sekitar abad ke-5, banyak kerajaan-kerajaan
di India Selatan yang mengalami kehancuran. Ada di antara para keluarga
kerajaan tersebut, yaitu para Ksatrianya yang melarikan diri ke Indonesia.
Mereka ini selanjutnya mendirikan kerajaan di kepulauan Nusantara.
Kekuatan hipotesis Ksatria terletak pada kenyataan bahwa semangat
berpetualang pada saat itu umumnya dimiliki oleh para Ksatria (keluarga
kerajaan). Sementara itu, kelemahan hipotesis yang dikemukakan oleh Berg,
Moens, dan Mookerji yang menekankan pada peran para Ksatria India dalam
proses masuknya kebudayaan India ke Indonesia terletak pada hal-hal sebagai
berikut, yaitu:

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

1) Para Ksatria tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa.


2) Apabila

daerah

Indonesia

pernah

menjadi

daerah

taklukkan

kerajaankerajaan India, tentunya ada bukti prasasti (jaya prasasti) yang


menggambarkan penaklukkan tersebut. Akan tetapi, baik di India maupun
Indonesia tidak ditemukan prasasti semacam itu. Adapun prasasti Tanjore
yang menceritakan tentang penaklukkan kerajaan Sriwijaya oleh salah satu
kerajaan Cola di India, tidak dapat dipakai sebagai bukti yang memperkuat
hipotesis ini. Hal ini disebabkan penaklukkan tersebut terjadi pada abad ke11 sedangkan bukti-bukti yang diperlukan harus menunjukkan pada kurun
waktu yang lebih awal.
c. Hipotesis Brahmana
Hipotesis ini menyatakan bahwa tradisi India yang menyebar ke
Indonesia

dibawa

oleh JC.Van Leur.

oleh

golongan

Berdasarkan

pada

Brahmana.

Pendapat

pengamatannya

ini

dikemukan

terhadap

sisa-sisa

peninggalan kerajaankerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia,


terutama pada prasastiprasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta dan
huruf Pallawa, maka sangat jelas itu adalah pengaruh Brahmana. Oleh karena
itu, dia berpendapat bahwa kaum Brahmanalah yang menguasai bahasa dan
huruf itu, sehingga pantas jika mereka yang memegang peranan penting
dalam proses penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Akan tetapi, bagaimana mungkin para Brahmana bisa sampai ke Indonesia
yang terpisahkan dengan India oleh lautan. Dalam tradisi agama Hindu
terdapat pantangan bagi kaum Brahmana untuk menyeberangi lautan,
sehingga hal ini menjadi kelemahan hipotesis ini.

2. Teori Arus Balik


Pendapat yang dikemukakan tersebut di atas mendapat kritikan dari
F.D.K Bosch. Adapun kritikan yang dikemukakannya adalah sebagai berikut.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10

a. Berdasarkan pada peninggalan-peninggalan yang ada, ternyata teori


kolonisasi tidak mempunyai bukti yang kuat. Untuk hipotesa Waisya, tidak
terbukti bahwa kerajaan awal di Indonesia yang bercorak Hindu-Buddha
ditemukan di pesisir pantai, melainkan terletak di pedalaman. Kritikan untuk
hipotesa Ksatria, ternyata tidak ada jaya prasasti yang menyatakan daerah
atau kerajaan yang ada di Indonesia pernah ditaklukkan atau dikuasai oleh
para Ksatria dari India.
b. Bila ada perkawinan antara golongan Ksatria dengan putri pribumi dari
Indonesia, seharusnya ada keturunan dari mereka yang ditemukan di
Indonesia. Pada kenyataannya, hal itu tidak ditemukan.
c. Dilihat dari hasil karya seni, terdapat perbedaan pembangunan antara
candi-candi yang dibangun di Indonesia dengan candi-candi yang dibangun
di India.
d. Kritikan yang lain adalah dilihat dari sudut bahasa. Bahasa Sanskerta hanya
dikuasai oleh para Brahmana, tetapi kenapa bahasa yang digunakan oleh
masyarakat pada waktu itu adalah bahasa yang digunakan oleh kebanyakan
orang India.
Selanjutnya, F.D.K Bosch punya pendapat lain. Teori yang dikemukakan
oleh Bosch ini dikenal dengan teori Arus Balik. Menurut teori ini, yang pertama
kali datang ke Indonesia adalah mereka yang memiliki semangat untuk
menyebarkan Hindu-Buddha, yaitu para intelektual yang ikut menumpang
kapal-kapal dagang. Setelah tiba di Indonesia, mereka menyebarkan ajarannya.
Karena pengaruhnya itu, ada di antara tokoh masyarakat yang tertarik untuk
mengikuti ajarannya tersebut. Pada perkembangan selanjutnya banyak orang
Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berkunjung dan belajar agama
Hindu-Buddha

di

India.

Sekembalinya

di

Indonesia,

merekalah

yang

mengajarkannya kepada masyarakat Indonesia yang lain.


Bukti-bukti dari pendapat di atas adalah adanya prasasti Nalanda yang
menyebutkan bahwa Balaputradewa (raja Sriwijaya) telah meminta kepada raja
di India untuk membangun wihara di Nalanda sebagai tempat untuk menimba
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11

ilmu para tokoh dari Sriwijaya. Permintaan raja Sriwijaya itu ternyata
dikabulkan. Dengan demikian, setelah para tokoh atau pelajar itu menuntut
ilmu di sana, mereka balik ke Indonesia. Merekalah yang selanjutnya
menyebarkan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia.

4. Pengaruh Agama Hindhu-Buddha di Indonesia


Pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Buddha terjadi pada berbagai
aspek kehidupan masyarakat. Aspek-aspek tersebut meliputi bidang sosial,
teknologi, kesenian, juga pendidikan.
a. Bidang Sosial
Di bidang sosial, tradisi Hindu-Buddha berpengaruh terhadap sistem
kemasyarakatan dan pemerintahan. Dalam sistem pemerintahan asli
Indonesia, masyarakat Indonesia tersusun dalam kelompok-kelompok desa
yang dipimpin oleh kepala suku. Sistem itu kemudian terpengaruh oleh ajaran
Hindu-Buddha. Timbul kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
b. Bidang Teknologi
Perhatikanlah Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Dapatkah kamu
bayangkan bahwa ratusan tahun yang lalu, telah ada teknologi yang mampu
digunakan untuk membuat bangunan begitu indah? Peninggalan Hindu-Buddha
dalam bidang seni bangunan (arsitektur) yang berkembang di Indonesia adalah
yang berupa candi, yupa, dan prasasti. Candi di Indonesia berbentuk punden
bertingkat yang digunakan sebagai makam raja dan bagian atas punden
bertingkat itu dibuatkan patung rajanya. Adapun candi di India berbentuk stupa
bulat yang digunakan sebagai tempat sembahyang atau memuja dewa. Candi
yang bercorak Hindu antara lain Candi Prambanan dan Candi Dieng. Candi
yang bercorak Buddha antara lain Candi Borobudur dan Candi Kalasan.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12

c. Kesenian
Kamu pernah melihat tarian Bali atau menyaksikan seni beladiri Kongfu?
Itulah contoh pengaruh tradisi kebudayaan Hindu-Buddha yang masih kita
temui saat ini. Pengaruh tradisi Hindu-Buddha di Indonesia tampak juga pada
bidang kesenian, khususnya seni rupa dan seni sastra. Dalam bidang seni rupa,
banyak kita ditemui hiasan-hiasan pada dinding candi (relief) yang sesuai
dengan unsur India. Di bidang seni sastra, pengaruh tradisi Hindu Buddha
terlihat pada penggunaan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta pada prasastiprasasti. Ada juga hasil kesusastraan Indonesia yang sumbernya dari India,
yaitu cerita Ramayana dan Mahabrata yang dijadikan lakon wayang. Banyak
kitab Hindu-Buddha yang menjadi aset bangsa saat ini. Di antaranya
Negarakertagama dan Barathayudha.
d. Bidang Pendidikan
Di bidang pendidikan, pengaruh tradisi Hindu-Buddha dapat kita lihat bahwa
sampai akhir abad ke-15, ilmu pengetahuan berkembang pesat, khususnya di
bidang sastra, bahasa, dan hukum. Kaum Brahmana adalah kelompok yang
berwewenang memberikan pendidikan dan pengajaran dalam masyarakat
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13

Hindu-Buddha. Salah satu hasil dari perkembangan pendidikan, dikemukakan


oleh I-Tsing, bahwa di Sriwijaya terdapat "universitas" yang dapat menampung
ratusan mahasiswa biarawan Buddha untuk belajar agama.

5. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha dan Peninggalannya


Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha yang berasal dari India menyebar ke Asia termasuk
Indonesia. Di Indonesia, pengaruh Hindu-Buddha sangat besar sehingga muncul kerajaan-kerajaan
bercorak Hindu-Buddha. Banyak kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. Kerajaan-kerajaan
tersebut ialah Kutai, Tarumanegara, Holing, Sriwijaya, Mataram Kuno, Kanjuruhan, Singosari,
Kediri, Sunda, Bali, dan Majapahit. Beberapa di antaranya akan dijelaskan berikut ini.
A. Kerajaan Kutai
Perhatikan peta pada Gambar 6.10. Di manakah letak
Kerajaan Kutai? Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur,
daerah Muara Kaman di tepi Sungai Mahakam. Berdasarkan
informasi yang ditemukan pada tujuh prasasti berupa yupa
yang

ditulis

dengan

huruf

Pallawa,

dengan

bahasa

Sanskerta, diketahui bahwa Kutai merupakan kerajaan Hindu


tertua di Indonesia. Kerajaan yang dikenal juga dengan
sebutan Negeri Tujuh Yupa diperkirakan berdiri pada tahun
400 M. Dalam prasasti tersebut terdapat informasi yang
menyangkut

kehidupan

politik,

pemerintahan,

sosial,

budaya, dan ekonomi Kerajaan Kutai seperti berikut.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

14

Raja pertama yang memerintah Kutai bernama


Kudungga. Raja Kudungga memiliki putra bernama
Aswawarman.

Aswawarman

memiliki

putra

Mulawarman. Dilihat dari nama, Kudungga bukanlah


nama Hindu, tetapi nama Indonesia asli. Nama
Aswawarman dan Mulawarman adalah nama-nama
berbau

Hindu.

warman

berarti

pakaian

perang.

Penambahan nama itu diberikan dalam upacara penobatan raja secara agama
Hindu. Keluarga Kudungga pernah melakukan upacara Vratyastoma, yaitu
upacara Hindu untuk penyucian diri sebagai syarat masuk pada kasta Ksatria.
Berdasarkan nama dan gelar yang disandangnya, Kerajaan Kutai yang bercorak
Hindu berawal dari pemerintahan Aswawarman. Setelah Raja Aswawarman,
Kutai diperintah oleh Mulawarman, putranya pada abad ke-4. Raja Mulawarman
disebutkan sebagai seorang raja besar yang sangat mulia dan baik budinya.
Pada masa pemerintahan Mulawarman, Kutai merupakan kerajaan yang kaya
dan makmur. Sang Raja memberikan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.
B. Kerajaan Tarumanegara
Pada pertengahan abad ke-5 M, di daerah lembah Sungai Citarum, Jawa
Barat

terdapat

kerajaan

bernama

Tarumanegara

(Kerajaan

Taruma).

Tarumanegara merupakan kerajaan tertua di Jawa. Jika berita tentang Kutai kita
peroleh dari yupa, berita tentang Tarumanegara kita peroleh dari prasasti dan
berita Cina. Ada tujuh prasasti yang memuat tentang Kerajaan Tarumanegara.
Perhatikan tabel prasasti berikut ini.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

15

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

16

Dari catatan seorang musafir Cina, FaHien, diperoleh keterangan bahwa pada
tahun 414, terdapat kerajaan bernama Tolo-mo. Fa-Hien yang sedang melakukan
perjalanan menuju India dan singgah di Yepo-ti (Jawa) di To-lo-mo banyak terdapat
orang Hindu, ada juga orang Buddha.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

17

Dikatakan juga bahwa raja mempunyai kekuasaan sangat besar karena raja
dianggap sebagai keturunan dewa.
C. Kerajaan Holing
Pada abad ke-7 berdiri suatu kerajaan yang bernama Kalingga / Holing.
Letak kerajaan kalingga hingga kini belum dapat di pastikan. Hal itu di
sebabkan karena adanya beberapa pendapat yang yang berbeda dalam
membahas letak kerajaan tersebut, di antaranya :
a)

Menurut berita Cina yang berasal dari Dinasti Tang menyebutkan bahwa

letak kerajaan kalingga berbatasan dengan laut sebelah selatan, Tan-Hen-La


(Kamboja) di sebelah utara, Po-Li (Bali) di sebelah timur, dan To-Po-Teng di
sebelah barat. Nama lain dari Holing adalah Cho-Po (jawa) sehingga
berdasarkan berita cina tersebut dapat di simpulkan bahwa kerajaan kalingga /
holing terletak di pulau jawa, khususnya jawa tengah.
b)

Dalam menentukan letak kerjaan kalingga / holing, J.L. Moens meninjau

dari segi perekonomian, yaitu pelayaran dan perdagangan. Alasannya, selat


malaka merupakan selat yang sangat ramai dalam aktivitas pelayaran
perdagangan. Pendapat J.L. Moens ini di perkuat dengan di pertemukannya
sebuah daerah di Semenanjung Malaya yang bernama Keling.
1. Aspek Kehidupan Pemerintahan Kerajaan Holing
a) Kehidupan Politik
Berdasarkan berita cina di sebutkan bahwa kerajaan kalingga / holing di
perintah oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Pemerintahan
Ratu Sima sangat keras namun adil dan bijaksana. Kepada setiap pelanggar,
Ratu Sima selalu memberikan sanksi yang tegas. Rakyat tunduk dan patuh
terhadap segala perintah Ratu Sima bahkan tidak seorang pun rakyat
maupun pejabat kerajaan yang melanggar segala perintahnya.
b) Kehidupan Ekonomi
Kehidupan perekonomian masyarakat kerajaan kalingga / holing
berkembang pesat. Masyarakat kerajaan kalingga telah mengenal hubungan
perdagangan. Mereka menjalin hubungan perdagangan pada suatu tempat
yang di sebut dengan pasar. Pada pasar itu, mereka mengadakan hubungan
dengan teratur. Selain itu, kegiatan ekonomi masyarakat lainnya, di
antaranya bercocok tanam, menghasilkan kulit, penyu, emas, perak, cula
badak, dan gading serta membuat garam. Kehidupan masyarakat holing
tentram. Hal itu di sebabkan karena di Holing tidak ada kejahatan dan
kebohongan. Berkat kondisi itu, rakyat Holing memperhatikan pendidikan.
Hal itu terbukti dengan adanya rakyat Holing telah mengenal tulisan dan
ilmu perbintangan.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

18

c) Kehidupan Agama
Kerajaan kalingga merupakan kerajaan yang sangat terpengaruh oleh
ajaran Budha. Oleh karena itu, Holing menjadi pusat pendidikan agama
Budha. Holing memiliki seorang pendeta yang bernama Jnanabhadra. Hal itu
menyebabkan masyarakat Holing mayoritas beragama Budha.
Pada suatu hari, seorang pendeta Budha dari Cina berkeinginan
menuntut ilmu di Holing. Pendeta itu bernama Hou-ei-Ning. Ia pergi Holing
untuk menerjemahkan kitab Hinayana dari bahasa sansekerta ke bahasa
Cina.
2. Sumber sejarah
1) Berita Dari Cina
Pendeta I-Tsing menyatakan bahwa pendeta Hwining dan Yunki
(pembantu pendeta Hwining) pergi ke Holing pada tahun 664 untuk
mempelajari ajaran agama Budha. Ia juga menerjemahkan kitab suci
agama Budha dari bahasa sansekerta ke bahasa Cina. Kitab yang ia
terjemahkan merupakan bagian terakhir dari kitab Varinirvana yang
mengisahkan tentang pembukaan jenazah sang Budha.
2) Prasasti Tukmas
3. Hubungan Kerajaan Holing dengan Kerajaan di Luar Negeri

Pada masa Chen-kuang, raja holing bersama raja To-ho-lo To-po-teng


menyerahkan upeti ke Cina. Upeti tersebut disambut baik oleh kaisar Chenkuang. Oleh karena itu, kaisar cina mengirimkan balasan yang dibubuhi cap
kerajaan kepada mereka. Selain itu, kaisar cina juga memberikan kuda-kuda
terbaik kepada raja To-ho-lo.
Pada tahun 813 Masehi, raja holing mengirim upeti lagi ke cina. Utusan
tersebut mempersembahkan empat budak sheng-chih, burung kakatua, dan
burung pin- chiat serta benda-benda lainnya. Kaisar amat berkenan hatinya
sehingga ia memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. Tetapi
utusan tersebut memohon agar gelar kehormatan itu diberikan kepada adiknya
saja. Kaisar sangat terkesan dengan sikap utusan tersebut sehingga ia
memberikan gelar kehormatan kepada keduanya.
4. Masa Kejayaan
Pada tahun 674 Masehi, kerajaan kalingga/holing diperintah oleh seorang
raja putri yang bernama Ratu Sima. Ratu sima merupakan raja yang terkenal di
pemerintahan kerajaan holing. Dibawah kekuasaan Ratu sima ini, kerajaan
kalingga/holing mengalami masa kejayaan. Pada saat itu, semua rakyat hidup
dengan tenteram dan makmur. Mereka tunduk dan patuh terhadap segala
perintah ratu sima bahkan tidak ada seorang pun rakyat atau pejabat kerajaan
yang berani melanggarnya.
Pada suatu hari, ada seorang raja yang sangat penasaran dengan kejujuran
rakyat holing. Raja itu bernama Raja Tache. Ia berkeinginan untuk menguji
kejujuran rakyat holing. Untuk membuktikannya, raja Tache mengirim utusan
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

19

ke holing. Utusan tersebut diperintahkan untuk meletakkan pundi-pundi emas


secara diam-diam di tengah jalan dekat keramaian pasar. Tetapi tidak ada
seorang pun yang berani menyentuh pundi-pundi emas tersebut hingga 3
tahun lamanya. Namun, pada suatu hari sang putera mahkota sedang berjalanjalan melewati pasar tersebut. Ketika berjalan, kaki putera mahkota tidak
sengaja menyenggol pundi-pundi emas. Salah seorang warga melihat kejadian
itu dan ia melaporkan kepada pemerintah kerajaan. Laporan tersebut
terdengar oleh ratu sima. Ia langsung memerintahkan kepada hakim untuk
membunuh anaknya sendiri. Ratu sima menganggap itu merupakan tindakan
kejahatan pencurian. Beberapa patih kerajaan tidak setuju dengan keputusan
yang diambil oleh ratu sima. Mereka mengajukan pembelaan untuk putera
mahkota kepda ratu sima. Mereka meminta agar putera mahkota tidak dibunuh
melainkan hanya dipotong kakinya saja. Pembelaan patih kerajaan disetujui
oleh ratu sima. Oleh karena itu, untuk menebus kesalahan kaki putera mahkota
dipotong.

5. Peniggalan Kerajaan Holing


Salah satu peninggalan kerajaan kalingga / holing adalah prasasti tukmas.
Prasasti ini di temukan di Desa Dakwu tepatnya di daerah Grobogan Purwodadi
di Lereng gunung merbabu di jawa tengah. Prasasti ini bertuliskan huruf
pallawa berbahasa sansekerta yang menceritakan tentang mata air yang
bersih dan jernih. Selain itu, prasasti ini juga memiliki gambar- gambar seperti
kendi, trisula, kapak, kelasangka, cakra, dan bunga teratai yang merupakan
lambing keeratan hubungan manusia dengan para dewa.

D. Kerajaaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim dan melayu kuno yang
berkembang di Sumatra yang merupakan perkembangan lanjutan dari
kerajaan-kerajaan yang lebih kecil di Sumatra Selatan yang berdiri pada abad
ke-7. Dalam bahasa Sansekerta, Sri artinya `bercahaya`, sedangkan wijaya
artinya `kemenangan`.
Bukti awal mengenai keberadaan Kerajaan Sriwijaya adalah seorang
pendeta Tiongkok, I-tsing menuliskan bahwa Ia mengunjungi Kerajaan Sriwijaya
pada tahun 671 selama 6 bulan. Juga, dapat dilihat dari Prasasti Kedukan Bukit
yang ditemukan di Palembang pada tahun 682, yang merupakan sumber
sejarah dari seorang tokoh, dikenal sebagai Dapunta Hyang.
Sekitar tahun 1992-1993, seorang sejarawan, Pierre-Yves Manguin
membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit
Siguntang dan Sabokingking, Sumatra Selatan.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

20

Dalam Prasasti Kedukan Bukit, terdapat kalimat "Dapunta hyang berangkat


dari Minanga Tangwan dengan membawa bala tentara dalam dua kelompok,
yaitu 200 orang dengan jalan air (naik perahu) dan 1312 dengan jalan darat".
Dari pernyataan tersebut, dapat diambil kesimpulan yaitu Dapunta hyang
sudah memiliki tentara yang siap bertempur demi keselamatan Sriwijaya dan
sudah terbentuk organisasi kerajaan pada masa itu. Kemungkinan, Prasasti
Kedukan Bukit ini menjadi tanda berpindahnya ibukota Kerajaan Sriwijaya.

Gambar Bandar Sriwijaya


Sriwijaya disebut dengan berbagai macam nama. Kaum Tionghoa
menyebutnya San Fo Si atau San Fo Qi. Di dalam bahasa Sansekerta disebut
Yavadesh, dalam bahasa Pali disebut Javadesh. Orang Arab menyebutnya
Zabag sedangkan orang Khmer menyebutnya Melayu.

Puncak kejayaan Sriwijaya adalah pada abad ke 8-9 Masehi, terutama


pada saat pemerintahan Raja Balaputeradewa pada 850 M. Pada masa itu,
Balaputeradewa membangun Sriwijaya menjadi kerajaan terbesar di
Nusantara, bahkan Balaputeradewa memperluas wilayah Kerajaan Sriwijaya
hingga ke Jawa Tengah Selatan yaitu tanah yang mempunyai kenangan pahit
bagi Balaputeradewa.
Berikut ini adalah beberapa sumber sejarah yang diketahui berkaitan
dengan Sriwijaya :
(Berbahasa Sansekerta atau Tamil)

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

21

Prasasti Kanton di Kanton

Prasasti Talang Tuwo

Prasasti Telaga Batu di Palembang

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

22

Prasasti Padang Roco

Prasasti Siwagraha

Prasasti Nalanda di India

Sebagai pusat pengajaran Buddha Vajrayana, Sriwijaya menarik banyak


peziarah dan sarjana dari negara-negara Asia, salah satunya adalah I-tsing
yang melakukan kunjungan ke Sumatra dalam perjalanan pembelajarannya di
Nalanda, India pada tahun 671 dan 695. Ia melaporkan bahwa Sriwijaya
menjadi rumah bagi ribuan sarjana Buddha. Pengunjung yang datang ke pulau
ini menyebutkan bahwa koin emas sudah digunakan di pesisir kerajaan.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

23

koin emas quarter

Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim yang mengandalkan


perdagangan. Kerajaan ini mengembangkan pelabuhannya sebagai pusat
perdagangan internasional. Barang dagangnya meliputi: emas, perak, penyu,
gading gajah, kemenyan, kapulaga, kapur barus, pinang, kayu gaharu,
cendana, kayu hitam, lada, dan damar. Biasanya barang-barang yang
didagangkan ini ditukar dengan aneka porselin, tembikar, kain katun, dan jain
sutra.
Kerajaan Sriwijaya mengembangkan sistem hukum bersifat nasional.
Beberapa prasasti yang ditemukan mencatat dengan lengkap perincian sanksi
bagi mereka yang melanggar dan hadiah bagi mereka yang menaatinya.
Hukum tersebut berlaku secara universal, tidak terkecuali kalangan keluarga
istana.
Kerajaan Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat pendidikan berskala
internasional. Salah satu tujuan I-tsing datang ke Kerajaan Sriwijaya adalah
untuk menuntut ilmu. Dalam catatan perjalanan yang Ia buat, ditujukan bahwa
banyak orang Cina yang datang ke Sriwijaya untuk belajar. Mereka mempelajari
bahasa Sansekerta dan berlatih menyalin kitab agama Buddha.
Sayakitri adalah seorang guru mahir di bidang kesusastraan Buddha, Ia
merupakan pengarang kitab Hastadandasastra. Maka dari itu, Kerajaan
Sriwijaya cukup terkenal sebagai pusat pendidikan karena terkait dengan tokoh
tersebut.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

24

Menurut catatan I Tsing, Sriwijaya berperan sebagai pusat


pengembangan ilmu pengetahuan dan agama Buddha di Asia Tenggara. I Tsing
belajar tata bahasa Sanskerta dan teologi Buddha di Sriwijaya. I Tsing
menerjemahkan kitab kitab suci agama Buddha ke dalam bahasa Cina.
Sriwijaya juga terkenal sebagai kerajaan maritim dan memiliki armada laut.
Perhatikanlah Peta Kerajaan Sriwijaya. Sebagai kerajaan maritim, Sriwijaya
merupakan pusat perdagangan di Asia Tenggara karena menguasai dua selat
besar yang penting dalam perdagangan, Selat Malaka dan Selat Sunda.
Sriwijaya mulai mengalami kemunduran setelah mendapat serangan dari
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

25

Dharmawangsa
(992),
Rajendra
Coladewa
dari
Kerajaan
Colamandala
(1023, 1030, dan
tahun
1060),
Kertanegara
(1275), dan Gajah
Mada
(1377).
Sriwijaya akhirnya
hancur
ketika
Majapahit
mulai
berkembang
di
Jawa.

E. Kerajaan
Mataram Kuno
Kerajaan
Mataram
Kuno terletak
di
Jawa
Tengah
dengan
intinya
yang sering disebut Bumi Mataram. Daerah ini dikelilingi oleh pegunungan dan
gununggunung, seperti Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Sindoro, Gunung
Sumbing, Gunung Merapi-Merbabu, Gunung Lawu, dan Pegunungan Sewu.
Daerah ini juga dialiri oleh banyak sungai, seperti Sungai Bogowonto, Sungai
Progo, Sungai Elo dan Sungai Bengawan Solo. Itulah sebabnya daerah ini
sangat subur.
Kerajaan Mataram Kuno atau juga yang sering disebut Kerajaan Medang
merupakan kerajaan yang bercorak agraris. Tercatat terdapat 3 Wangsa
(dinasti) yang pernah menguasai Kerjaan Mataram Kuno yaitu Wangsa Sanjaya,
Wangsa Syailendra dan Wangsa Isana. Wangsa Sanjaya merupakan pemuluk
Agama Hindu beraliran Syiwa sedangkan Wangsa Syailendra merupakan
pengikut agama Budah, Wangsa Isana sendiri merupakan Wangsa baru yang
didirikan oleh Mpu Sindok.

Raja pertama Kerajaan Mataram Kuno adalah Sanjaya yang juga merupakan
pendiri Wangsa Sanjya yang menganut agama Hindu. Setelah wafat, Sanjaya
digantikan oleh Rakai Panangkaran yang kemudian berpindah agama Budha
beraliran Mahayana. Saat itulah Wangsa Sayilendra berkuasa. Pada saat itu
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

26

baik agama Hindu dan Budha berkembang bersama di Kerajaan Mataram Kuno.
Mereka yang beragama Hindu tinggal di Jawa Tengah bagian utara, dan mereka
yang menganut agama Buddha berada di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Wangsa Sanjaya kembali memegang tangku kepemerintahan setelah anak
Raja Samaratungga, Pramodawardhani menikah dengan Rakai Pikatan yang
menganut agama Hindu. Pernikahan tersebut membuat Rakai Pikatan maju
sebagai Raja dan memulai kembali Wangsa Sanjaya. Rakai Pikatan juga
berhasil menyingkirkan seorang anggota Wangsa Sailendra bernama
Balaputradewa yang merupakan saudara Pramodawardhani. Balaputradewa
kemudian mengungsi ke Kerajaan Sriwijaya yang kemduian menjadi Raja
disana.
Wangsa Sanjaya berakhir pada masa Rakai Sumba Dyah Wawa. Berakhirnya
Kepemerintahan Sumba Dyah Wawa masih diperdebatkan. Terdapat teori yang
mengatakan bahwa pada saat itu terjadi becana alam yang membuat pusat
Kerajaan Mataram Hancur. Mpu Sindok pun tampil menggantikan Rakai Sumba
Dyah Wawa sebagai raja dan memindahkan pusat Kerajaan Mataram Kuno di
Jawa Timur dan membangun wangsa baru bernama Wangsa Isana.
Pusat Kerajaan Mataram Kuno pada awal berdirinya diperkirakan terletak di
daerah Mataram (dekat Yogyakarta sekarang). Kemudian pada masa
pemerintahan Rakai Pikatan dipindah ke Mamrati (daerah Kedu). Lalu, pada
masa pemerintahan Dyah Balitung sudah pindah lagi ke Poh Pitu (masih di
sekitar Kedu). Kemudian pada zaman Dyah Wawa diperkirakan kembali ke
daerah Mataram. Mpu Sindok kemudian memindahkan istana Medang ke
wilayah Jawa Timur sekarang.
1. Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno
Kapan tepatnya berdirinya Kerajaan Mataram Kuno masih belum jelas,
namun menurut Prasasti Mantyasih (907) menyebutkan Raja pertama Kerajaan
Mataram Kuno adalah Sanjaya. Sanjaya sendiri mengeluarkan Prasasti Canggal
(732) tanpa menyebut jelas apa nama kerajaannya. Dalam prasasti itu, Sanjaya
menyebutkan terdapat raja yang memerintah di pulau Jawa sebelum dirinya.
Raja tersebut bernama Sanna atau yang dikenal dengan Bratasena yang
merupakan raja dari Kerajaan Galuh yang memisahkan diri dari Kerajaan Sunda
(akhir dari Kerajaan Tarumanegara).
Kekuasaan Sanna digulingkan dari tahta Kerajaan Galuh oleh Purbasora dan
kemudian melarikan diri ke Kerjaan Sunda untuk memperoleh perlindungan
dari Tarusbawa, Raja Sunda. Tarusbawa kemudian mengambil Sanjaya yang
merupakan keponakan dari Sanna sebagai menantunya. Setelah naik tahta,
Sanjaya pun berniat untuk menguasai Kerajaan Galuh kembali. Setelah berhasil
menguasai Kerajaan Sunda, Galuh dan Kalingga, Sanjaya memutuskan untuk
membuat kerajaan baru yaitu Kerajaan Mataram Kuno.
Dari prasasti yang dikeluarkan oleh Sanjaya pada yaitu Prasasti Canggal,
bisa dipastikan Kerajaan Mataram Kuno telah berdiri dan berkembang sejak
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

27

abad ke-7 dengan rajanya yang pertama adalah Sanjaya dengan gelar Rakai
Mataram Sang Ratu Sanjaya.
2. Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno
Hancurnya Kerajaan Mataram Kuno dipicu permusuhan antara Jawa dan
Sumatra yang dimulai saat pengusiaran Balaputradewa oleh Rakai Pikatan.
Balaputradewa yang kemudian menjadi Raka Sriwijaya menyimpan dendam
terhadap Rakai Pikatan. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi
permusuhan turun-temurun pada generasi selanjutnya. Selain itu, Medang dan
Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia
Tenggara.
Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan
ketika Wangsa Isana berkuasa. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa
Timur, pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Pertempuran terjadi di daerah
Anjukladang (sekarang Nganjuk, Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak
Mpu Sindok.
Runtuhnya Kerajaan Mataram ketika Raja Dharmawangsa Teguh yang
merupakan cicit Mpu Sindok memimpin. Waktu itu permusuhan antara
Mataram Kuno dan Sriwijaya sedang memanas. Tercatat Sriwijaya pernah
menggempur Mataram Kuno tetapi pertempuran tersebut dimenangkan oleh
Dharmawangsa. Dharmawangsa juga pernah melayangkan serangan ke ibu
kota Sriwijaya. Pada tahun 1006 (atau 1016) Dharmawangsa lengah. Ketika ia
mengadakan pesta perkawinan putrinya, istana Medang di Wwatan diserbu
oleh Aji Wurawari dari Lwaram yang diperkirakan sebagai sekutu Kerajaan
Sriwijaya. Dalam peristiwa tersebut, Dharmawangsa tewas.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

28

Borobudur ~ Salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

1.

2.

3.

4.

3. Sumber Sejarah Kerajaan Mataram Kuno


Terdapat dua sumber utama yang menunjukan berdirnya Kerajaan Mataram
Kuno, yaiut berbentuk Prasasti dan Candi-candi yang dapat kita temui samapi
sekarang ini. Adapun untuk Prasasti, Kerajaan Mataram Kuno meninggalkan
beberapa prasasti, diantaranya:
Prasasti Canggal, ditemukan di halaman Candi Guning Wukir di desa
Canggal berangka tahun 732 M. Prasasti Canggal menggunakan huruf pallawa
dan bahasa Sansekerta yang isinya menceritakan tentang pendirian Lingga
(lambang Syiwa) di desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya dan disamping itu
juga diceritakan bawa yang menjadi raja sebelumnya adalah Sanna yang
digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha (saudara perempuan Sanna).
Prasasti Kalasan, ditemukan di desa Kalasan Yogyakarta berangka
tahun 778M, ditulis dalam huruf Pranagari (India Utara) dan bahasa
Sansekerta. Isinya menceritakan pendirian bangunan suci untuk dewi Tara dan
biara untuk pendeta oleh Raja Pangkaran atas permintaan keluarga Syaelendra
dan Panangkaran juga menghadiahkan desa Kalasan untuk para Sanggha
(umat Budha).
Prasasti Mantyasih, ditemukan di Mantyasih Kedu, Jawa Tengah
berangka 907M yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. Isi dari prasasti
tersebut adalah daftar silsilah raja-raja Mataram yang mendahului Rakai
Watukura Dyah Balitung yaitu Raja Sanjaya, Rakai Panangkaran, Rakai
Panunggalan, Rakai Warak, Rakai Garung, Rakai Pikatan, rakai Kayuwangi dan
Rakai Watuhumalang.
Prasasti Klurak, ditemukan di desa Prambanan berangka 782M ditulis
dalam huruf Pranagari dan bahasa Sansekerta isinya menceritakan pembuatan
Acra Manjusri oleh Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadananjaya.
Selain Prasasti, Kerajaan Mataram Kuno juga banyak meninggalkan
bangunan candi yang masih ada hingga sekarang. Candi-candi peninggalan
Kerajaan Medang antara lain, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Prambanan,
Candi Sewu, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Sambisari, Candi Sari, Candi
Kedulan, Candi Morangan, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Sojiwan, dan tentu
saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur.
4. Raja-raja Kerajaan Mataram Kuno
Selama berdiri, Kerajaan Mataram Kuno pernah dipimpin oleh raja-raja
dinataranya sebagai berikut:
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

29

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sanjaya, pendiri Kerajaan Mataram Kuno


Rakai Panangkaran, awal berkuasanya Wangsa Sailendra
Rakai Panunggalan alias Dharanindra
Rakai Warak alias Samaragrawira
Rakai Garung alias Samaratungga
Rakai Pikatan suami Pramodawardhani, awal kebangkitan Wangsa
Sanjaya

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala


Rakai Watuhumalang
Rakai Watukura Dyah Balitung
Mpu Daksa
Rakai Layang Dyah Tulodong
Rakai Sumba Dyah Wawa
Mpu Sindok, awal periode Jawa Timur
Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya
Makuthawangsawardhana
Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Mataram Kuno berakhir

5. Kehidupan Sosial-Ekonomi dan Kebudayaan Kerajaan Mataram Kuno


Kehidupan ekonomi masyarakat bertumpu pada pertanian. Kondisi alam
bumi Mataram yang tertutup dari dunia luar sulit untuk mengembangkan
aktivitas perekonominan dengan pesat.
Bumi Mataram diperintah oleh dua dinasti, yakni Dinasti Sanjaya dan Dinasti
Syailendra. Dinasti Sanjaya beragama Hindu dengan pusat kekuasaannya di
utara dengan hasil budayanya berupa candi-candi seperti Gedong Songo dan
Dieng. Dinasti Syailendra beragama Bundha dengan pusat kekuasaannya di
daerah selatan, dan hasil budayanya dengan mendirikan candi-candi seperti
candi Borobudur, Mendut, dan Pawon.
Semula terjadi perebutan kekuasan namun kemudian terjalin persatuan
ketika terjadi perkawinan antara Pikatan (Sanjaya) yang beragama Hindu
dengan Pramodhawardhani (Syailendra) yang beragama Buddha. Sejak itu
agama Hindu dan Buddha hidup berdampingn secara damai.
F. Kerajaan Kediri

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

30

Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di


Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12.
Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan
Mataram Kuno. Pusat kerajaanya terletak di tepi
S. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur
pelayaran yang ramai.

1. Berdirinya Kerajaan Kediri


Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007, yang diyakini sebagai
peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih
banyak informasi tentang kerajaan tersebut. Beberapa arca kuno peninggalan
Kerajaan Kediri. Arca yang ditemukan di desa Gayam, Kediri itu tergolong
langka karena untuk pertama kalinya ditemukan patung Dewa Syiwa Catur
Muka atau bermuka empat.
Pada tahun 1041 atau 963 M Raja Airlangga memerintahkan membagi
kerajaan menjadi dua bagian. Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh
seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Mpu Bharada.
Kedua kerajaan tersebut dikenal dengan Kahuripan menjadi Jenggala
(Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai
Brantas dikisahkan
dalam
prasasti
Mahaksubya
(1289
M), kitab
Negarakertagama (1365 M), dan kitab Calon Arang (1540 M). Tujuan
pembagian kerajaan menjadi dua agar tidak terjadi pertikaian.
Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas dengan
pelabuhannya Surabaya, Rembang, dan Pasuruhan, ibu kotanya Kahuripan,
sedangkan Panjalu kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri,
Madiun, dan ibu kotanya Daha. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan
masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga
sehingga terjadilah peperangan.
Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah
kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra
yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu
yang berpusat di kota baru, yaitu Daha. Sedangkan putra yang
bernama Mapanji
Garasakan mendapatkan
kerajaan
timur
bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan. Panjalu dapat
dikuasai Jenggala dan diabadikanlah nama Raja Mapanji Garasakan (1042
1052 M) dalam prasasti Malenga. Ia tetap memakai lambang Kerajaan
Airlangga, yaitu Garuda Mukha.

Pada awalnya perang saudara tersebut, dimenangkan oleh Jenggala tetapi


pada perkembangan selanjutnya Panjalu/Kediri yang memenangkan
peperangan dan menguasai seluruh tahta Airlangga. Dengan demikian di Jawa
Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan
tersebut, selain ditemukannya prasasti-prasasti juga melalui kitab-kitab sastra.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

31

Dan yang banyak menjelaskan tentang kerajaan Kediri adalah hasil karya
berupa kitab sastra. Hasil karya sastra tersebut adalah kitab Kakawin
Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan
tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala.

2. Perkembangan Kerajaan Kediri


Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh
menjadi besar, sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. Diduga
Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala
mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau
belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. Kejayaan
Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (1185-1222) berselisih
dengan golongan pendeta. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel
Tunggul Ametung.
Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. Diatas bekas
Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari, dan
Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari. Ketika Singasari berada di bawah
pemerintahan Kertanegara (1268 1292), terjadilah pergolakan di dalam
kerajaan. Jayakatwang, raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari
bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara.
Akhirnya pada tahun 1292 Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan
membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri.

3. Perkembangan politik kerajaan Kediri


Mapanji Garasakan memerintah tidak lama. Ia digantikan Raja Mapanji
Alanjung(1052 1059 M). Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri
MaharajaSamarotsaha. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan
Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai
kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116
1135 M) dari Kediri.
Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri
sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Raja
Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas
bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. Setelah Bameswara turun
takhta, ia digantikan Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil
mengalahkan Jenggala. Berturut-turut raja-raja Kediri sejak Jayabaya sebagai
berikut.
Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan.
Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan,
setelah kewibawaan kerajaan berahasil dipulihkan, Airlangga memindahkan
pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Berkat jerih payahnya
, Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Menjelang akhir
hayatnya , Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan
menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. Airlangga meninggal pada
tahun 1049 M.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

32

Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri
Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. Namun karena memilih
menjadi pertapa, tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir. Untuk
menghindari perang saudara, Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu
kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan, dan kerajaan Kediri (Panjalu)
dengan ibu kota Dhaha. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. Hal ini
dapat terlihat hingga abad ke 12 , dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang
subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan
dibayang- bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. Hal itu
menjadikan suasana gelap, penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung
terhadap pangeran dan raja raja antar kedua negara. Namun perseteruan ini
berakhir dengan kekalahan jenggala, kerajaan kembali dipersatukandi bawah
kekuasaan Kediri.

4. Sistem Pemerintahan Kerajaan Kediri


Sistem pemerintahan kerajaan Kediri terjadi beberapa kali pergantian
kekuasaan , adapun raja raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan
Kediri adalah:
Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu
Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang
berangka tahun 1104. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu.
Kameshwara
Raja ke dua kerajaan Kediri yang bergelar Sri Maharajarake Sirikan Shri
Kameshwara Sakalabhuwanatushtikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama
Digjayottunggadewa, yang lebih dikenal sebagai kameshwara I (1115 1130 ).
Lancana kerajaanya adalah tengkorak yang bertaring disebut Candrakapala.
Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab
samaradana. Dalam kitab ini sang raja di pujipuji sebagai titisan dewa Kama,
dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Dahana.
Permaisurinya bernama Shri Kirana, yang berasal dari Janggala.
Jayabaya
Raja kediri ketiga yang bergelar Shri Maharaja Shri Kroncarryadipa
Handabhuwanapalaka Parakramanindita Digjayotunggadewanama Shri Gandra.
Dengan prasatinya pada tahun 1181. Raja Kediri paling terkenal adalah Prabu
Jayabaya, di bawah pemerintahannya Kediri mencapai kejayaan. Keahlian
sebagai pemimpin politik yang ulung Jayabaya termasyur dengan ramalannya.
Ramalanramalan itu dikumpulkan dalam satu kitab yang berjudul jongko
Joyoboyo. Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dan hal budaya
dan kesusastraan tidak tanggungtanggung. Sikap merakyat dan visinya yang
jauh kedepan menjadikan prabu Jayabaya layak dikenang.
Prabu Sarwaswera
Sebagai raja yang taat beragama dan budaya, prabu Sarwaswera memegang
teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu, , dikaulah (semua) itu ,
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

33

semua makhluk adalah engkau . Tujuan hidup manusia menurut prabu


Sarwaswera yang terakhir adalah mooksa, yaitu pemanunggalan jiwatma
dengan paramatma. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah
kesatuan , segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar.
Prabu Kroncharyadipa
Namanya yang berarti beteng kebenaran, sang prabu memang senantiasa
berbuat adil pada masyarakatnya. Sebagai plemeluk agama yang taat
mengendalikan diri dari pemerintahannya dengan prinsip , sad kama murka,
yakni enam macam musuh dalam diri manusia. Keenam itu adalah kroda
(marah), moha (kebingungan), kama (hawa nafsu),loba (rakus),mada (mabuk),
masarya (iri hati).
Srengga Kertajaya
Srengga Kertajaya tak hentihentinya bekerja keras demi bangsa negaranya.
Masyarakat yang aman dan tentram sangat dia harapkan. Prinsip kesucian
prabu Srengga menurut para dalang wayang dilukiskan oleh prapanca.

Pemerintahan Kertajaya
Raja terakhir pada masa Kediri. Kertajaya raja yang mulia serta sangat peduli
dengan rakyat. Kertajaya dikenal dengan catur marganya yang berarti empat
jalan yaitu darma, arta, kama, moksa.
5. Kehidupan sosial masyarakat kerajaan Kediri
Kehidupan sosial masyarakat Kediri cukup baik karena kesejahteraan rakyat
meningkat masyarakat hidup tenang, hal ini terlihat dari rumah-rumah
rakyatnya yang baik, bersih, dan rapi, dan berlantai ubin yang berwarna
kuning, dan hijau serta orang-orang Kediri telah memakai kain sampai di
bawah lutut. Dengan kehidupan masyarakatnya yang aman dan damai maka
seni dapat berkembang antara lain kesusastraan yang paling maju adalah seni
sastra. Hal ini terlihat dari banyaknya hasil sastra yang dapat Anda ketahui
sampai sekarang.
Hasil sastra tersebut, selain seperti yang telah dijelaskan pada uraian materi
sebelumnya juga masih banyak kitab sastra yang lain yaitu seperti kitab
Hariwangsa dan Gatotkacasraya yang ditulis Mpu Panuluh pada masa
Jayabaya, kitab Simaradahana karya Mpu Darmaja, kitab Lubdaka dan
Wertasancaya karya Mpu Tan Akung, kitab Kresnayana karya Mpu Triguna dan
kitab Sumanasantaka karya Mpu Monaguna. Semuanya itu dihasilkan pada
masa pemerintahan Kameswara.
Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007, yang diyakini sebagai
peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih
banyak informasi tentang kerajaan tersebut. Beberapa arca kuno peninggalan
Kerajaan Kediri. Arca yang ditemukan di desa Gayam, Kediri itu tergolong
langka karena untuk pertama kalinya ditemukan patung Dewa Syiwa Catur
Muka atau bermuka empat.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

34

Kehidupan sosial kemasyarakatan pada zaman Kerajaan Kediri dapat kita


lihat dalam kitab Ling-Wai-Tai-Ta yang disusun oleh Chou Ku-Fei pada tahun
1178 M. Kitab tersebut menyatakan bahwa masyarakat Kediri memakai kain
sampai bawah lutut dan rambutnya diurai. Rumah-rumahnya rata-rata sangat
bersih dan rapi. Lantainya dibuat dari ubin yang berwarna kuning dan hijau.
Pemerintahannya sangat memerhatikan keadaan rakyatnya sehingga
pertanian, peternakan, dan perdagangan mengalami kemajuan yang cukup
pesat. Golongan-golongan dalam masyarakat Kediri dibedakan menjadi tiga
berdasarkan kedudukan dalam pemerintahan kerajaan.
1. Golongan masyarakat pusat (kerajaan), yaitu masyarakat yang terdapat
dalam lingkungan raja dan beberapa kaum kerabatnya serta kelompok
pelayannya.
2. Golongan masyarakat thani (daerah), yaitu golongan masyarakat yang
terdiri atas para pejabat atau petugas pemerintahan di wilayah thani (daerah).
3. Golongan masyarakat nonpemerintah, yaitu golongan masyarakat yang
tidak mempunyai kedudukan dan hubungan dengan pemerintah secara resmi
atau masyarakat wiraswasta. Kediri memiliki 300 lebih pejabat yang bertugas
mengurus dan mencatat semua penghasilan kerajaan. Di samping itu, ada
1.000 pegawai rendahan yang bertugas mengurusi benteng dan parit kota,
perbendaharaan kerajaan, dan gedung persediaan makanan.
Kerajaan Kediri lahir dari pembagian Kerajaan Mataram oleh Raja
Airlangga (1000-1049). Pemecahan ini dilakukan agar tidak terjadi perselisihan
di antara anak-anak selirnya. Tidak ada bukti yang jelas bagaimana kerajaan
tersebut dipecah dan menjadi beberapa bagian. Dalam babad disebutkan
bahwa
kerajaan dibagi
empat atau lima
bagian. Tetapi dalam
perkembangannya hanya dua kerajaan yang sering disebut, yaitu Kediri
(Pangjalu) dan Jenggala. Samarawijaya sebagai pewaris sah kerajaan mendapat
ibukota lama, yaitu Dahanaputra, dan nama kerajaannya diubah menjadi
Pangjalu atau dikenal juga sebagai Kerajaan Kediri.

6. Kondisi Ekonomi pada Zaman Kerajaan Kadiri


Perekonomian Kediri bersumber atas usaha perdagangan, peternakan, dan
pertanian. Kediri terkenal sebagai penghasil beras, kapas dan ulat sutra.
Dengan demikian dipandang dari aspek ekonomi, kerajaan Kediri cukup
makmur. Hal ini terlihat dari kemampuan kerajaan memberikan penghasilan
tetap kepada para pegawainya dibayar dengan hasil bumi. Keterangan ini
diperoleh berdasarkan kitab Chi-Fan-Chi dan kitab Ling-wai-tai-ta.

Karya Sastra dan Prasasti pada Jaman Kerajaan Kadiri


Prasasti pada Jaman Kerajaan Kadiri diantaranya yaitu:
a. Prasasti Banjaran yang berangka tahun 1052 M menjelaskan kemenangan
Panjalu atau Kadiri atas Jenggala
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

35

b. Prasasti Hantang tahun 1135 atau 1052 M menjelaskan Panjalu atau Kadiri
pada masa Raja Jayabaya.Pada prasasti ini terdapat semboyan Panjalu Jayati
yang artinya Kadiri Menang.Prasasti ini di keluarkan sebagai piagam
pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada
Kadiri selama perang dengan Jenggala.Dan dari Prasasti tersebut dapat di
ketahui kalau Raja Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan
Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kadiri.
c. Prasasti Jepun 1144 M
d. Prasasti Talan 1136 M Seni sastra juga mendapat banyak perhatian pada
zaman Kerajaan Kadiri. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh
Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Kitab ini bersumber dari
Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa, sebagai
kiasan,kemenangan.
Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan PanjaluKadiri. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan
diselesaikan Mpu Panuluh. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi
kemenangan Pandawa atasKorawa,
sebagai
kiasan
kemenangan Sri
Jayabhaya atas Janggala.
Selain
itu, Mpu
Panuluh juga
menulis Kakawin
Hariwangsa dan Ghatotkachasraya.
Terdapat
pula
pujangga
zaman
pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmajayang menulis Kakawin
Smaradahana. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajayaterdapat
pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu
Triguna yang menulis Kresnayana.
Di samping kitab sastra maupun prasasti tersebut di atas, juga ditemukan
berita Cina yang banyak memberikan gambaran tentang kehidupan
masyarakat dan pemerintahan Kediri yang tidak ditemukan dari sumber yang
lain. Berita Cina tersebut disusun melalui kitab yang berjudul Ling-mai-tai-ta
yang ditulis oleh Cho-ku-Fei tahun 1178 M dan kitab Chu-Fan-Chi yang ditulis
oleh Chau-Ju-Kua tahun 1225 M. Dengan demikian melalui prasasti, kitab sastra
maupun kitab yang ditulis orang-orang Cina tersebut perkembangan Kediri.

7. Runtuhnya Kediri
Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya ,
terjadi pertentangan dengan kaum Brahmana. Mereka menggangap Kertajaya
telah melanggar agama dan memaksa meyembahnya sebagai dewa. Kemudian
kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok , akuwu Tumapel.
Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter, pada tahun 1222
M. Dalam pertempuarn itu Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya, pada masa
itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri.
Setelah berhasil mengalah kan Kertanegara, Kerajaan Kediri bangkit kembali
di bawah pemerintahan Jayakatwang. Salah seorang pemimpin pasukan
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

36

Singasari, Raden Wijaya, berhasil meloloskan diri ke Madura. Karena


perilakunya yang baik, Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk
membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. Pada tahun 1293,
datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas
dendam terhadap Kertanegara. Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk
menyerang Jayakatwang. Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan
Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. Dalam
perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. Setelah itu tidak ada
lagi berita tentang Kerajaan Kediri.

G. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari,
adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun
1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari,
Malang.
1. Nama Ibu Kota
Berdasarkan prasasti Kudadu, nama resmi Kerajaan Singhasari yang
sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Menurut Nagarakretagama, ketika
pertama kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama
Kutaraja.
Pada tahun 1253, Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang
bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi
Singhasari. Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru
lebih terkenal daripada nama Tumapel. Maka, Kerajaan Tumapel pun terkenal
pula dengan nama Kerajaan Singhasari.
Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan
ejaan Tu-ma-pan.
2. Awal Berdiri
Menurut Pararaton, Tumapel semula hanya
sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang
menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel
saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh
dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri
yang bernama Ken Arok, yang kemudian menjadi
akuwu baru. Ken Arok juga yang mengawini istri
Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Ken
Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri.
Pada tahun 1254 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan
kaum brahmana. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok
yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa
Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang
dimenangkan oleh pihak Tumapel.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

37

Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian


Kerajaan Tumapel, namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Dalam
naskah itu, pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang
Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kadiri.
Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menyebutkan
kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa. Mungkin nama ini adalah
gelar anumerta dari Ranggah Rajasa, karena dalam Nagarakretagama arwah
pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Selain itu, Pararaton
juga menyebutkan bahwa, sebelum maju perang melawan Kadiri, Ken Arok
lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa.
3. Silsilah Wangsarajasa
Wangsa Rajasa yang didirikan oleh Ken Arok. Keluarga kerajaan ini menjadi
penguasa Singhasari, dan berlanjut pada kerajaan Majapahit. Terdapat
perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan
raja-raja Singhasari.
Versi Pararaton adalah:
1. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 - 1247)
2. Anusapati (1247 - 1249)
3. Tohjaya (1249 - 1250)
4. Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 - 1272)
5. Kertanagara (1272 - 1292)
Versi Nagarakretagama adalah:
1. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 - 1227)
2. Anusapati (1227 - 1248)
3. Wisnuwardhana (1248 - 1254)
4. Kertanagara (1254 - 1292)
Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan
darah yang dilatari balas dendam. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak
tirinya). Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Tohjaya
mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). Hanya Ranggawuni
yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai. Sementara itu versi
Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja
pengganti terhadap raja sebelumnya. Hal ini dapat dimaklumi karena
Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit.
Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap
sebagai aib.
Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja
yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. Dalam
Prasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah
Wisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kadiri, bukan raja
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

38

Tumapel. Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama.


Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku raja
bawahan di Kadiri. Dengan demikian, pemberitaan kalau Kertanagara naik
takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan. Kemungkinannya adalah bahwa
Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu, baru pada tahun 1268 ia
bertakhta di Singhasari. Diagram silsilah di samping ini adalah urutan
penguasa dari Wangsa Rajasa, yang bersumber dari Pararaton.
Prasasti Mula Malurung
Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang
berbeda dengan versi Pararaton yang selama ini dikenal mengenai sejarah
Tumapel.
Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara
Siwa", setelah menaklukkan Kadiri. Sepeninggalnya, kerajaan terpecah menjadi
dua, Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiri dipimpin Bhatara
Parameswara (alias Mahisa Wonga Teleng). Parameswara digantikan oleh
Guningbhaya, kemudian Tohjaya. Sementara itu, Anusapati digantikan oleh
Seminingrat yang bergelar Wisnuwardhana. Prasasti Mula Malurung juga
menyebutkan bahwa sepeninggal Tohjaya, Kerajaan Tumapel dan Kadiri
dipersatukan kembali oleh Seminingrat. Kadiri kemudian menjadi kerajaan
bawahan yang dipimpin oleh putranya, yaitu Kertanagara.
Pemerintahan Bersama
Pararaton dan Nagarakretagama menyebutkan adanya pemerintahan
bersama antara Wisnuwardhana dan Narasingamurti. Dalam Pararaton
disebutkan
nama
asli
Narasingamurti
adalah
Mahisa
Campaka.
Apabila kisah kudeta berdarah dalam Pararaton benar-benar terjadi,
maka dapat dipahami maksud dari pemerintahan bersama ini adalah suatu
upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang bersaing. Wisnuwardhana
merupakan cucu Tunggul Ametung sedangkan Narasingamurti adalah cucu Ken
Arok.
Masa Kejayaan
Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah
Singhasari (1272 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan
wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi
Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam
menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Saat itu penguasa Sumatra adalah
Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Kerajaan ini akhirnya
dianggap telah ditundukkan, dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa
yang dari Kertanagara, sebagai tanda persahabatan kedua negara.
Pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan
Bali. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari
meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Namun permintaan itu
ditolak tegas oleh Kertanagara. Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

39

bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, Melayu,
Bali, Pahang, Gurun, dan Bakulapura.
Masa Keruntuhan
Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar
Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi
pemberontakan Jayakatwang bupati Gelanggelang, yang merupakan sepupu,
sekaligus ipar, sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Dalam serangan itu
Kertanagara mati terbunuh.
Setelah runtuhnya Singhasari, Jayakatwang menjadi raja dan
membangun ibu kota baru di Kadiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun
berakhir.

H. Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit Didirikan tahun 1294 oleh Raden Wijaya yang bergelar
Kertarajasa Jayawardana yang merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari.
Kerajaan Majapahit ini mencapai puncak kejayaannya di masa pemerintahan
Raja Hayam Wuruk (1350-1389). Kebesaran kerajaan ditunjang oleh pertanian
sudah teratur, perdagangan lancar dan maju, memiliki armada angkutan laut
yang kuat serta dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada.
Di bawah patih Gajah Mada Majapahit banyak menaklukkan daerah lain.
Dengan semangat persatuan yang dimilikinya, dan membuatkan Sumpah
Palapa yang berbunyi Ia tidak akan makan buah palapa sebelum
berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara.
Mpu Prapanca dalam bukunya Negara Kertagama menceritakan tentang
zaman gemilang kerajaan di masa Hayam Wuruk dan juga silsilah raja
sebelumnya tahun 1364 Gajah Mada meninggal disusun oleh Hayam Wuruk di
tahun 1389 dan kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran.
1. MASA KEJAYAAN MAJAPAHIT
Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan ketika dipimpin oleh Hayam
Wuruk dengan patihnya Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa.
Majapahit menaklukkan hampir seluruh Nusantara dan melebarkan sayapnya
hingga ke seluruh Asia Tenggara. Pada masa ini daerah Malang tidak lagi
menjadi pusat kekuasaan karena diduga telah pindah ke daerah Nganjuk.
Menurut para ahli di Malang ditempatkan seorang penguasa yang disebut Raja
pula.
Dalam Negara Kertagama dikisahkan Hayam Wuruk sebagai Raja Majapahit
melakukan ziarah ke makam leluhurnya (yang berada disekitar daerah
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

40

Malang), salah satunya di dekat makam Ken Arok. Ini


menunjukkan bahwa walaupun bukan pusat pemerintahan
namun Malang adalah kawasan yang disucikan karena
merupakan tanah makam para leluhur yang dipuja
sebagai Dewa. Beberapa prasasti dan arca peninggalan
Majapahit dikawasan puncak Gunung Semeru dan juga di
Gunung Arjuna menunjukkan bahwa kawasan Gunung
tersebut adalah tempat bersemayam para Dewa dan
hanya keturunan Raja yang boleh menginjakkan kaki di
wilayah tersebut. Bisa disimpulkan bahwa berbagai
peninggalan tersebut merupakan rangkaian yang saling
berhubungan walaupun terpisah oleh masa yang berbeda sepanjang 7 abad.

2. Keruntuhan Majapahit
Tersebutlah kisah, Adipati Terung meminta Sultan Bintara alias Raden Patah
yang masih kapernah kakaknya, untuk menghadap Prabu Brawijaya. Tapi
Sultan Demak itu tidak mau karena ayahnya dianggap masih kafir.Brawijaya
adalah raja Majapahit, kerajaan Hindu yang pernah jaya ditanah Jawa. Bahkan
kemudian Raden Patah lalu mengumpulkan para bupati pesisir seperti Tuban,
Madura dan Surabaya serta para Sunan untuk bersama-sama menyerbu
Majapahit yang kafir itu.
Prajurit Islam dikerahkan mengepung ibu kota kerajaan, karena segan
berperang dengan puteranya sendiri, Prabu Brawijaya meloloskan diri dari
istana bersama pengikut yang masih setia. Sehingga ketika Raden Patah dan
rombongannya (termasuk para Sunan) tiba, istana itu kosong. Atas nasihat
Sunan Ampel, untuk menawarkan segala pengaruh raja kafir, diangkatlah
Sunan Gresik jadi raja Majapahit selama 40 hari. Sesudah itu baru diserahkan
kepada Sultan Bintara untuk diboyong ke Demak.
Cerita ini masih dibumbui lagi, yaitu setelah Majapahit jatuh, Adipati Terung
ditugasi mengusung paseban raja Majapahit ke Demak untuk kemudian
dijadikan serambi masjid. Adipati Bintara itu kemudian bergelar Senapati
Jinbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidina Panatagama.
Cerita mengenai serbuan tentara Majapahit itu dapat ditemui dalam
BABAD TANAH JAWI. Tapi cerita senada juga terdapat dalam Serat Kanda.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

41

Disebutkan, Adipati Bintara bersama pengikutnya memberontak pada Prabu


Brawijaya. Bala tentara Majapahit dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada, Adipati
Terung dan Andayaningrat (Bupati Pengging). Karena takut kepada Syekh
Lemah Abang, gurunya, Kebo Kenanga (Putra Bupati Pengging) membelot ikut
musuh. Sementara itu Kebo Kanigara saudaranya tetap setia kepada Sang
Prabu Brawijaya.
Tentara Demak dibawah pimpinan Raden Imam diperlengkapi dengan
senjata sakti Keris Makripat pemberian Sunan Giri yang bisa mengeluarkan
hama kumbang dan Badhong anugerah Sunan Cirebon yang bisa
mendatangkan angin ribut. Tentara Majapahit berhasil dipukul mundur sampai
keibukota, cuma rumah adipati Terung yang selamat karena ia memeluk Islam.
Karena terdesak, Prabu Brawijaya mengungsi ke (Tanjung) sengguruh
beserta keluarganya diiringi Patih gajah Mada. Itu terjadi tahun 1399 Saka atau
1477 Masehi. Setelah dinobatkan menjadi Sultan Demak bergelar
Panembahan Jinbun, adipati Bintara mengutus Lembu Peteng dan jaran
panoleh ke sengguruh meminta sang Prabu masuk agama Islam. tapi beliau
tetap menolak. Akhirnya Sengguruh diserbu dan Prabu Brawijaya lari kepulau
Bali.
Cerita versi BABAD TANAH JAWI dan SERAT KANDA itulah yang selama ini
populer dikalangan masyarakat Jawa, bahkan pernah juga diajarkan disebagian
sekolah dasar dimasa lalu. Secara garis besar, cerita itu boleh dibilang
menunjukkan kemenangan Islam. Padahal sebenarnya sebaliknya, bisa
memberi kesan yang merugikan, sebab seakan-akan Islam berkembang di Jawa
dengan kekerasan dan darah. Padahal kenyataannya tidak begitu.
Selain fakta lain banyak menungkap bahwa masuknya Islam dan berkembang
ditanah Jawa dengan jalan damai. Juga fakta keruntuhan Majapahit juga
menunjukkan bukan disebabkan serbuan tentara Islam demak.
Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya Pemugaran Persada Sejarah
Leluhur Majapahit secara panjang lebar membantah isi cerita itu berdasarkan
bukti-bukti sejarah. Dikatakan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda yang ditulis
abad XVII dijaman Mataram itu tanpa konsultasi sumber sejarah yang dapat
dipercaya. Sumber sejarah itu antara lain beberapa prasasti dan karya sejarah
tentang Majapahit, seperti Negara Kertagama dan Pararaton. Karena itu tidak
mengherankan jika uraiannya tentang Majapahit banyak yang cacat.
Prasasti Petak dan Trailokyapuri menerangkan, raja Majapahit
terakhir adalah Dyah Suraprahawa, runtuh akibat serangan tentara keling
pimpinan Girindrawardhana pada tahun 1478 masehi, sesuai Pararaton. Sejak
itu Majapahit telah berhenti sebagai ibu kota kerajaan. Dengan demikian tak
mungkin Majapahit runtuh karena serbuan Demak. Sumber sejarah Portugis
tulisan Tome Pires juga menyebutkan bahwa Kerajaan Demak sudah berdiri
dijaman pemerintahan Girindrawardhana di Keling.
Saat itu Tuban, Gresik, Surabaya dan Madura serta beberapa kota lain
dipesisir utara Jawa berada dalam wilayah kerajaan Kediri, sehingga tidak
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

42

mungkin seperti diceritakan dalam Babad Jawa, Raden Patah mengumpulkan


para bupati itu untuk menggempur Majapahit.
Penggubah Babad Tanah Jawi tampaknya mencampur adukkan antara
pembentukan kerajaan Demak pada tahun 1478 dengan runtuhnya Kediri oleh
serbuan Demak dijaman pemerintahan Sultan Trenggano 1527. Penyerbuan
Sultan Trenggano ini dilakukan karena Kediri mengadakan hubungan dengan
Portugis di Malaka seperti yang dilaporkan Tome Pires. Demak yang memang
memusuhi Portugis hingga menggempurnya ke Malaka tidak rela Kediri
menjalin hubungan dengan bangsa penjajah itu.
Setelah Kediri jatuh (Bukan Majapahit !) diserang Demak, bukan lari
kepulau Bali seperti disebutkan dalam uraian Serat Kanda, melainkan ke
Panarukan, Situbondo setelah dari Sengguruh, Malang. Bisa saja sebagian lari
ke Bali sehingga sampai sekarang penduduk Bali berkebudayaaan Hindu, tetapi
itu bukan pelarian raja terakhir Majapahit seperti disebutkan Babad itu. Lebih
jelasnya lagi raden Patah bukanlah putra Raja Majapahit terakhir seperti
disebutkan dalam Buku Babad dan Serat Kanda itu, demikian Dr. Slamet
Muljana.
Sejarawan Mr. Moh. Yamin dalam bukunya Gajah Mada juga
menyebutkan bahwa runtuhnya Brawijaya V raja Majapahit terakhir, akibat
serangan Ranawijaya dari kerajaan Keling, jadi bukan serangan dari Demak.
Uraian tentang keterlibatan Mahapatih Gajah Mada memimpin pasukan
Majapahit ketika diserang Demak 1478 itu sudah bertentangan dengan sejarah.
Gajah Mada sudah meninggal tahun 1364 Masehi atau 1286 Saka.
Penuturan buku Dari Panggung Sejarah terjemahan IP Simanjuntak yang
bersumber dari tulisan H.J. Van Den Berg ternyata juga runtuhnya Majapahit
bukan akibat serangan Demak atau tentara Islam. Ma Huan, penulis Tionghoa
Muslim, dalam bukunya Ying Yai Sheng Lan menyebutkan, ketika mendatangi
Majapahit tahun 1413 Masehi sudah menyebutkan masyarakat Islam yang
bermukim di Majapahit berasal dari Gujarat dan Malaka. Disebutkannya, tahun
1400 Masehi saudagar Islam dari Gujarat dan Parsi sudah bermukim di pantai
utara Jawa.
Salah satunya adalah Maulana Malik Ibrahim yang dimakamkan di
Pasarean Gapura Wetan Kab. Gresik dengan angka tahun 12 Rabiul Awwal 882
H atau 8 April 1419 Masehi, berarti pada jaman pemerintahan
Wikramawardhana (1389-1429) yaitu Raja Majapahit IV setelah Hayam Wuruk.
Batu nisan yang berpahat kaligrafi Arab itu menurut Tjokrosujono (Mantan
kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Mojokerto), nisan itu asli
bukan buatan baru.
Salah satu bukti bahwa sejak jaman Majapahit sudah ada pemukiman Muslim
diibu kota, adalah situs Kuna Makam Troloyo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto,
JATIM. Makam-makam Islam disitus Troloyo Desa Sentonorejo itu beragam
angka tahunnya, mulai dari tahun 1369 (abad XIV Masehi) hingga tahun 1611
(abad XVII Masehi).
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

43

Nisan-nisan makam petilasan di Troloyo ini penuh tulisan Arab hingga


mirip prasati. Lafalnya diambil dari bacaan Doa, kalimah Thayibah dan petikan
ayat-ayat AlQuran dengan bentuk huruf sedikit kaku. Tampaknya pembuatnya
seorang mualaf dalam Islam. Isinya pun bukan bersifat data kelahiran dan
kematian tokoh yang dimakamkan, melainkan lebih banyak bersifat dakwah
antara lain kutipan Surat Ar-Rahman ayat 26-27.
P.J. Veth adalah sarjana Belanda yang pertama kali meneliti dan menulis
makam Troloyo dalam buku JAVA II tahun 1873.
L.C. Damais peneliti dari Prancis yang mengikutinya menyebutkan angka
tahun pada nisan mulai abad XIV hingga XVI. Soeyono Wisnoewhardono, Staf
Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala di Trowulan mengatakan, nisan-nisan
itu membuktikan ketika kerajaan Majapahit masih berdiri, orang-orang Islam
sudah bermukim secara damai disekitar ibu kota.
Tampak jelas disini agama Islam masuk kebumi Majapahit penuh kedamaian
dan toleransi.
Satu situs kepurbakalaan lagi dikecamatan trowulan yakni diDesa dan
kecamatan Trowulan adalah Makam Putri Cempa. Menurut Babad Tanah jawi,
Putri Cempa (Jeumpa, bahasa Aceh) adalah istri Prabu Brawijaya yang
beragama Islam. Dua nisan yang ditemukan dikompleks kekunaan ini berangka
tahun 1370 Saka (1448 Masehi) dan 1313 Saka (1391 Masehi).
Dalam legenda rakyat disebutkan dengan memperistri Putri Cempa itu,
sang Prabu sebenarnya sudah memeluk agama Islam. Ketika wafat ia
dimakamkan secara Islam dimakam panjang (Kubur Dawa). Dusun Unggahunggahan jarak 300 meter dari makam Putri Cempa bangsawan Islam itu.
Dari fakta dan situs sejarah itu, tampak bukti otentik tentang betapa
tidak benarnya bahwa Islam dikembangkan dengan peperangan. Justru
beberapa situs kesejarahan lain membuktikan Islam sangat toleran terhadap
agama lain (termasuk Hindu) saat Islam sudah berkembang pesat ditanah
Jawa.
Dikompleks Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur misalnya, berdiri tegak
Candi Siwa Budha dengan angka tahun 1400 Saka (1478 masehi) yang kini
letaknya berada dibelakang kantor Pemda tuban. Padahal, saat itu sudah
berdiri pondok pesantren asuhan Sunan Bonang. Pondok pesantren dan candi
yang berdekatan letaknya ini dilestarikan dalam sebuah maket kecil dari kayu
tua yang kini tersimpan di Museum Kambang Putih, Tuban.
Di Kudus, Jawa Tengah, ketika Sunan Kudus Jafar Sodiq menyebarkan
ajaran Islam disana, ia melarang umat Islam menyembelih sapi untuk dimakan.
Walau daging sapi halal menurut Islam tetapi dilarang menyembelihnya untuk
menghormati kepercayaan umat Hindu yang memuliakan sapi.
Untuk menunjukkan rasa toleransinya kepada umat Hindu, Sunan Kudus
menambatkan sapi dihalaman masjid yang tempatnya masih dilestarikan
sampai sekarang. Bahkan menara Masjid Kudus dibangun dengan gaya
arsitektur candi Hindu.
ketika kerajaan Majapahit berdiri sebagai bagian dari perjalanan bangsa
Indonesia. Sejak didirikan Raden Wijaya yang bergelar Kertanegara
Dharmawangsa, kerajaan ini senantiasa diliputi fenomena pemberontakan.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

44

Pewaris
tahta
Raden
Wijaya,
yakni
masa
pemerintahan
Kalagemet/Jayanegara (1309-1328), yang dalam sebuah prasasti dianggap
sebagai titisan Wisnu dengan Lencana negara Minadwaya (dua ekor ikan)
dalam memerintah banyak menghadapi pemberontakan-pemberontakan
terhadap Majapahit dari mereka yang masih setia kepada Kertarajasa.
Pemberontakan pertama sebetulnya sudah dimulai sejak Kertarajasa
masih hidup, yaitu oleh Rangga Lawe yang berkedudukan di Tuban, akibat tidak
puas karena bukan dia yang menjadi patih Majapahit tetapi Nambi, anak
Wiraraja. Tetapi usahanya (1309) dapat digagalkan.
Pemberontakan kedua di tahun 1311 oleh Sora, seorang rakryan di
Majapahit, tapi gagal. Lalu yang ketiga dalam tahun 1316, oleh patihnya sendiri
yaitu Nambi, dari daerah Lumajang dan benteng di Pajarakan. Ia pun
sekeluarga ditumpas.
Pemberontakan selanjutnya oleh Kuti di tahun 1319, dimana Ibukota
Majapahit sempat diduduki, sang raja melarikan diri dibawah lindungan
penjaga-penjaga istana yang disebut Bhayangkari sebanyak 15 orang dibawah
pimpinan Gajah Mada.
Namun dengan bantuan pasukan-pasukan Majapahit yang masih setia,
Gajah Mada dengan Bhayangkarinya menggempur Kuti, dan akhirnya
Jayanegara dapat melanjutkan pemerintahannya.
Berhenti pemberontakan Kuti, tahun 1331 muncul pemberontakan di
Sadeng dan Keta (daerah Besuki). Maka patih Majapahit Pu Naga digantikan
patih Daha yaitu Gajah Mada, sehingga pemberontakan dapat ditumpas.
Keberhasilan Gajah Mada memadamkan pemberontakan Sadeng membawanya
meraih karier diangkat sebagai mahapatih kerajaan.
Namun pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pada tahun 1350-1389,
berkali-kali sang patih Gajah Mada yang juga panglima ahli perang di masa
itu harus menguras energi untuk memadamkan pemberontakan di beberapa
daerah. Pemberontakan Ronggolawe sampai serangan kerajaan Dhaha, Kediri.
Bahkan salah satu penyebab kemunduran dan hancurnya kerajaan
Majapahit adalah ketika meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406
merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan, daerah bawahan
mulai melepaskan diri dan berkembangnya Islam di daerah pesisir
Kerajaan Majapahit yang pernah mengalami masa keemasan dan
kejayaan harus runtuh terpecah-pecah setelah kehilangan tokoh besar seperti
Hayam Wuruk dan Gajah Mada.
Raja-Raja yang pernah memerintah Kerajaan Majapahit:
1. Raden Wijaya 1273 1309
2. Jayanegara 1309-1328
3. Tribhuwanatunggaldewi 1328-1350
4. Hayam Wuruk 1350-1389
5. Wikramawardana 1389-1429
6. Kertabhumi 1429-1478

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

45

Penyebab kemunduran
Majapahit kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada
meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara
memperebutkan kekuasaan daerah bawahan mulai melepaskan diri.
Peninggalan kerajaan Majapahit
Bangunan: Candi Panataran, Sawentar, Tiga Wangi, Muara Takus
Kitab: Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca, Sitosoma oleh Mpu Tantular yang
memuat slogan Bhinneka Tunggal Ika.
Paraton Kidung Sundayana dan Sorandaka R Wijaya Mendapat Wangsit
Mendirikan Kerajaan Majapahit.
Dua pohon beringin di pintu masuk Pendopo Agung di Trowulan,
Mojokerto. Dua pohon beringin itu ditanam pada 22 Desemebr 1973 oleh

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

46

Pangdam

Widjojo

Soejono

dan

Gubernur

Moehammad

Noer.

Di belakang bangunan Pendopo Agung yang memampang foto para


Pangdam Brawijaya, terdapat bangunan mungil yang dikelilingi kuburan umum.
Bangunan bernama Petilasan Panggung itu diyakini Petilasan Raden Wijaya dan
tempat Patih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa.
Begitu memasuki bangunan Petilasan Panggung, yang memiliki pendopo
mini sebagai latarnya, tampak beberapa bebatuan yang dibentuk layaknya
kuburan, dinding di sekitar kuburan itu diselimuti kelambu putih transparan
yang mampu menambah kesakralan tempat itu.
Menurut Sajadu ( 53 ) penjaga Petilasan Panggung, disinilah dulu Raden
Wijaya bertapa sampai akhirnya mendapat wangsit mendirikan kerajaan
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

47

Majapahit. Selain itu, ditempat ini pula Patih Gajah Mada mengumandangkan
Sumpah Palapa. Tempat ini dikeramatkan karena dianggap sebagai Asnya
Kerajaan Majapahit katanya.
Pada waktu tertentu khususnya bertepatan dengan malam jumat legi,
banyak orang datang untuk berdoa dan mengharapkan berkah. orang
berdatangan untuk berdoa, agar tujuannya tercapai kata Sajadu yang
menyatakan pekerjaan menjaga Petilasan Panggung sudah dilakukan turuntemurun sejak leluhurnya.
Sembari menghisap rokok kreteknya, pria yang mewarisi sebagai penjaga
petilasan dari ayahnya sejak 1985 juga menceritakan, dulunya tempat itu
hanya berupa tumpukkan bebatuan. Sampai sekarang, batu tersebut masih
ada di dalam, katanya.
Kemudian pada 1964, dilakukan pemugaran pertama kali oleh Ibu
Sudarijah atau yang dikenal dengan Ibu Dar Moeriar dari Surabaya. Baru pada
tahun 1995 dilakukan pemugaran kembali oleh Pangdam Brawijaya yang saat
itu dijabat oleh Utomo.
Memasuki kawasan Petilasan Panggung, terpampang gambar Gajah Mada
tepat disamping pintu masuk. Sedangkan dibagian depan pintu bergantung
sebuah papan kecil dengan tulisan Lima Pedoman yang merupakan
pedoman suri teladan bagi warga.
Selengkapnya Ponco Waliko itu bertuliskan Kudutrisno Marang
Sepadane Urip, Ora Pareng Ngilik Sing Dudu Semestine, Ora Pareng Sepatah
Nyepatani dan Ora Pareng Eidra Hing Ubaya
Dikisahkan Sajadu pula, Petilasan Panggung ini sempat dinyatakan
tertutup bagi umum pada tahun 1985 hingga 1995. Baru setelah itu dibuka lagi
untuk umum, sejak dinyatakan dibuka lagi, pintu depan tidak lagi tertutup dan
siangpun boleh masuk.
I. Kerajaan Padjajaran
Pajajaran adalah sebuah kerajaan Hindu. Kerajaan ini diperkirakan beribu
kota di Pakuan (Bogor) di Jawa Barat. Dalam naskah-naskah kuno Nusantara,
kerajaan ini sering pula disebut dengan nama Negeri Sunda, Pasundan, atau
berdasarkan nama ibu kotanya, yaitu Pakuan Pajajaran. Beberapa catatan
menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan pada tahun 923 oleh Sri
Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam prasasti Sanghyang Tapak. Sejarah
kerajaan ini tidak dapat terlepas dari kerajaan-kerajaan pendahulunya di
daerah Jawa Barat, yaitu Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda dan Kerajaan
Galuh, dan Kawali. Hal ini karena pemerintahan Kerajaan Pajajaran merupakan
kelanjutan dari kerajaan-kerajaan tersebut.
Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan
sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti: Prasasti Batu Tulis, Bogor ;
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

48

Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi; Prasasti Kawali, Ciamis; Tugu Perjanjian


Portugis (padra), Kampung Tugu, Jakarta; dan Taman perburuan, yang
sekarang menjadi Kebun Raya Bogor. Adapun raja-raja yang pernah
memerintah Kerajaan Pajajaran ialah Sri Baduga Maharaja (1482 1521),
Surawisesa (1521 1535), Ratu Dewata (1535 1543), Ratu Sakti (1543
1551), Raga Mulya (1567 1579).
Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda
lainnya, yaitu Kesultanan Banten. Berakhirnya Zaman Pajajaran ditandai
dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgahsana raja), dari
Pakuan ke Surasowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf. Palangka Sriman
Sriwacana diboyong ke Banten agar di Pakuan tidak mungkin lagi dinobatkan
raja baru. Pemindahan singgasana itu juga menandakan bahwa Maulana Yusuf
adalah penerus kekuasaan Pajajaran yang sah karena buyut perempuannya
adalah puteri Sri Baduga Maharaja. Singgasana raja Pajajaran tersebut saat ini
bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surasowan di Banten. Orang Banten
menyebutnya Watu Gigilang, berarti mengkilap atau berseri. Ketika Banten
menyerang Pajajaran, diperkirakan terdapat sejumlah punggawa istana yang
meninggalkan kraton lalu menetap di daerah Lebak. Mereka menerapkan tata
cara kehidupan lama yang ketat. Mereka inilah yang sekarang dikenal sebagai
orang Baduy.

C.Perkembangan Islam di Indonesia


Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia. Indonesia bahkan menjadi
negara berpenduduk dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia.
Bagaimana asal mula perkembangan Islam dari tempat asalnya sampai tiba di
tanah air? Bagaimana pengaruh kebudayaan Islam terhadap kebudayaan
Indonesia? Dalam bidang apa saja kita dapat menemukan pengaruh
kebudayaan Islam? Berikut adalah penjelasannya.
1. Sejarah Lahirnya Islam di Indonesia
Islam merupakan salah satu agama besar di dunia saat ini. Agama ini lahir
dan berkembang di Tanah Arab. Pendirinya ialah Muhammad. Agama ini lahir
sebagai reaksi atas rendahnya moral manusia pada saat itu. Manusia pada
saat itu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan kebodohan (jahiliah).
Mereka sudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya.
Hal itu menyebabkan manusia berada pada titik terendah. Penyembahan
berhala, pembunuhan, perzinahan, dan tindakan rendah lainnya merajalela.
Islam mulai disiarkan sekitar tahun 612 di Mekkah. Karena penyebaran agama
baru ini mendapat tantangan dari lingkungannya, Muhammad kemudian
pindah (hijrah) ke Madinah pada tahun 622. Dari sinilah Islam berkembang ke
seluruh dunia. Muhammad mendirikan wilayah kekuasaannya di Madinah.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

49

Pemerintahannya didasarkan pada pemerintahan Islam. Muhammad kemudian


berusaha menyebarluaskan Islam dengan memperluas wilayahnya. Setelah
Muhammad wafat pada tahun 632, proses menyebarluaskan Islam dilanjutkan
oleh para kalifah yang ditunjuk Muhammad. Sampai tahun 750, wilayah Islam
telah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Afrika Utara, Irak, Suriah, Persia, Mesir,
Sisilia, Spanyol, Asia Kecil, Rusia, Afganistan, dan daerah-daerah di Asia
Tengah. Pada masa ini yang memerintah ialah Bani Umayyah dengan ibu kota
Damaskus.
Pada tahun 750, Bani Umayyah dikalahkan oleh Bani Abbasiyah yang
kemudian memerintah sampai tahun 1258 dengan ibu kota di Baghdad. Pada
masa ini, tidak banyak dilakukan perluasan wilayah kekuasaan. Konsentrasi
lebih pada pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban
Islam.

Baghdad

pengetahuan.

menjadi

Setelah

pusat

perdagangan,

pemerintahan

Bani

kebudayaan

Abbasiyah,

dan

kekuasaan

ilmu
Islam

terpecah. Perpecahan ini mengakibatkan banyak wilayah yang memisahkan


diri. Akibatnya, penyebaran Islam dilakukan secara perorangan. Agama ini
dapat berkembang dengan cepat karena Islam mengatur hubungan manusia
dan TUHAN. Islam disebarluaskan tanpa paksaan kepada setiap orang untuk
memeluknya.
2. Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia
Bagaimana cara persebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia?
Sejarah mencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam
persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis
menyebabkan timbulnya bandar-bandar perdagangan yang turut membantu
mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut
berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

50

a. Peranan Kaum Pedagang


Seperti

halnya

penyebaran

agama

Hindu-Buddha,

kaum

pedagang

memegang peranan penting dalam proses penyebaran agama Islam, baik


pedagang dari luar Indonesia maupun para pedagang Indonesia. Para
pedagang itu datang dan berdagang di pusat-pusat perdagangan di daerah
pesisir. Malaka merupakan pusat transit para pedagang. Di samping itu,
bandar-bandar di sekitar Malaka seperti Perlak dan Samudra Pasai juga
didatangi para pedagang. Mereka tinggal di tempat-tempat tersebut dalam
waktu yang lama, untuk menunggu datangnya angin musim. Pada saat
menunggu inilah, terjadi pembauran antarpedagang dari berbagai bangsa
serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling
memperkenalkan

adat-istiadat,

budaya

bahkan

agama.

Bukan

hanya

melakukan perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melalui perkawinan. Di


antara para pedagang tersebut, terdapat pedagang Arab, Persia, dan Gujarat
yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya
Islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka,
mulailah ada penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Lama-kelamaan
penganut

agama

Islam

makin

banyak.

Bahkan

kemudian

berkembang

perkampungan para pedagang Islam di daerah pesisir.


MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

51

Penduduk

setempat

yang

telah

memeluk

agama

Islam

kemudian

menyebarkan Islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak familinya.


Akhirnya, Islam mulai berkembang di masyarakat Indonesia. Di samping itu
para pedagang dan pelayar tersebut juga ada yang menikah dengan penduduk
setempat sehingga lahirlah keluarga dan anak-anak yang Islam. Hal ini
berlangsung terus selama bertahun-tahun sehingga akhirnya muncul sebuah
komunitas

Islam,

yang

setelah

kuat

akhirnya

membentuk

sebuah

pemerintahaan Islam. Dari situlah lahir kesultanan-kesultanan Islam di


Nusantara.
b. Peranan Bandar-Bandar di Indonesia
Bandar merupakan tempat berlabuh kapal-kapal atau persinggahan kapalkapal dagang. Bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga
digunakan sebagai tempat tinggal para pengusaha perkapalan. Sebagai negara
kepulauan yang terletak pada jalur perdagangan internasional, Indonesia
memiliki banyak bandar. Bandar-bandar ini memiliki peranan dan arti yang
penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia. Di bandar-bandar inilah
para pedagang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada para pedagang
lain ataupun kepada penduduk setempat. Dengan demikian, bandar menjadi
pintu masuk dan pusat penyebaran agama Islam ke Indonesia. Kalau kita lihat
letak geografis kota-kota pusat kerajaan yang bercorak Islam pada umunya
terletak di pesisir-pesisir dan muara sungai. Dalam perkembangannya, bandarbandar tersebut umumnya tumbuh menjadi kota bahkan ada yang menjadi
kerajaan, seperti Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa,
Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan
Tidore. Banyak pemimpin bandar yang memeluk agama Islam. Akibatnya,
rakyatnya pun kemudian banyak memeluk agama Islam.
Peranan bandar-bandar sebagai pusat perdagangan dapat kita lihat
jejaknya. Para pedagang di dalam kota mempunyai perkampungan sendirisendiri yang penempatannya ditentukan atas persetujuan dari penguasa kota
tersebut, misalnya di Aceh, terdapat perkampungan orang Portugis, Benggalu
Cina, Gujarat, Arab, dan Pegu. Begitu juga di Banten dan kota-kota pasar
kerajaan lainnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kota-kota pada
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

52

masa pertumbuhan dan perkembangan Islam memiliki ciri-ciri yang hampir


sama

antara

lain

letaknya

di

pesisir,

ada

pasar,

ada

masjid,

ada

perkampungan, dan ada tempat para penguasa (sultan).

c. Peranan Para Wali dan Ulama


Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Di
samping sebagai pedagang, para pedagang Islam juga berperan sebagai
mubaligh. Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan
misi agamanya. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara
para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan
pendekatan

sosial

budaya.

Pola

ini

memakai

bentuk

akulturasi,

yaitu

menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di


dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren
sebagai sarana pendidikan Islam. Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam
dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai
tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat
dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas
sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan.
Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan
atau susuhunan (yang dijunjung tinggi).
Kesembilan wali tersebut adalah seperti berikut.
1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke
Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan
di Gresik, Jawa Timur.
2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa
Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di
sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

53

4) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam
5)

di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.


Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang.
Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof.
Menyiarkan

agama

dengan

cara

menyesuaikan

dengan

lingkungan

setempat.
6) Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura,
Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode
bermain.
7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah.
Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria,
terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat
jelata.
9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda
Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.
3. Kapan dan dari mana Islam Masuk Indonesia
Kapan sebenarnya Islam masuk ke Indonesia? Lalu dari mana asal Islam di
Indonesia itu? Sejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, pedagangpedagang dari India dan Cina sudah memiliki hubungan dagang dengan
penduduk Indonesia. Namun demikian, kapan tepatnya Islam hadir di
Nusantara? Seperti halnya proses masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia,
masuknya Islam ke Indonesia pun menimbulkan berbagai teori. Meski terdapat
beberapa pendapat mengenai kedatangan agama Islam di Indonesia, banyak
ahli sejarah cenderung percaya bahwa masuknya Islam ke Indonesia pada
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

54

abad ke-7 berdasarkan Berita Cina zaman Dinasti Tang. Berita itu mencatat
bahwa pada abad ke-7, terdapat permukiman pedagang muslim dari Arab di
Desa Baros, daerah pantai barat Sumatra Utara. Abad ke-13 Masehi lebih
menunjuk pada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya kerajaankerajaan Islam di Indonesia. Pendapat ini berdasarkan catatan perjalanan
Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun
1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.
Bukti yang turut memperkuat pendapat ini ialah ditemukannya nisan makam
Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297. Jika
diurutkan dari barat ke timur, Islam pertama kali masuk di Perlak, bagian utara
Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letak Perlak, yaitu di daerah Selat
Malaka, jalur laut perdagangan internasional dari barat ke timur. Berikutnya
ialah Kerajaan Samudra Pasai.
Di Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa ditandai dengan
ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada
tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik.
Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah, salah
satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam Malik
Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H
atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan kubur
Islam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makammakam ini ialah makam keluarga istana Majapahit. Di Kalimantan, Islam masuk
melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif
Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan
Barat ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua pada
makam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Jadi, Islam telah
ada sebelum abad ke-15 dan diperkirakan berasal dari Majapahit karena
bentuk makam bergaya Majapahit dan berangka tahun Jawa kuno. Di
Kalimantan Timur, Islam masuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua
orang penyiar agama dari Minangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan
Tuan Haji Tunggangparangan. Di Kalimantan Selatan, Islam masuk melalui
Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

55

Demak. Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan pada masjid


Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.

Di Sulawesi, Islam masuk melalui raja dan masyarakat Gowa-Tallo. Hal


masuknya Islam ke Sulawesi ini tercatat pada Lontara Bilang. Menurut catatan
tersebut, raja pertama yang memeluk Islam ialah Kanjeng Matoaya, raja
keempat dari Tallo yang memeluk Islam pada tahun 1603. Adapun penyiar
agama Islam di daerah ini berasal antara lain dari Demak, Tuban, Gresik,
Minangkabau, bahkan dari Campa. Di Maluku, Islam masuk melalui bagian
utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Diperkirakan Islam di daerah ini
disiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur,
Syekh Umar, dan Syekh Yakub pada abad ke-8.

4. Kerajaan-Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia


Ada banyak kerajaan bercorak Islam yang terdapat mulai dari Sumatra
sampai Maluku. Beberapa di antaranya akan dikemukakan berikut ini.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

56

a. Kerajaan Perlak
Perlak adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Perlak adalah sebuah
kerajaan dengan masa pemerintahan cukup panjang. Kerajaan yang berdiri
pada tahun 840 ini berakhir pada tahun 1292 karena bergabung dengan
Kerajaan Samudra Pasai. Sejak berdiri sampai bergabungnya Perlak dengan
Samudrar Pasai, terdapat 19 orang raja yang memerintah. Raja yang pertama
ialah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah (225 - 249 H / 840 - 964 M).
Sultan bernama asli Saiyid Abdul Aziz pada tanggal 1 Muhharam 225 H
dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Perlak. Setelah pengangkatan ini, Bandar
Perlak diubah menjadi Bandar Khalifah.
Kerajaan ini mengalami masa jaya pada masa pemerintahan Sultan
Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (622-662
H/1225-1263 M). Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Perlak mengalami
kemajuan pesat terutama dalam bidang pendidikan Islam dan perluasan
dakwah Islamiah. Sultan mengawinkan dua putrinya: Putri Ganggang Sari (Putri
Raihani) dengan Sultan Malikul Saleh dari Samudra Pasai serta Putri Ratna
Kumala dengan Raja Tumasik (Singapura sekarang). Perkawinan ini dengan
parameswara Iskandar Syah yang kemudian bergelar Sultan Muhammad Syah.
Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat
kemudian digantikan oleh Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdul Aziz Syah Johan
Berdaulat (662-692 H/1263-1292 M). Inilah sultan terakhir Perlak. Setelah
beliau wafat, Perlak disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai dengan raja
Muhammad Malikul Dhahir yang adalah Putra Sultan Malikul Saleh dengan Putri
Ganggang Sari. Perlak merupakan kerajaan yang sudah maju. Hal ini terlihat
dari adanya mata uang sendiri. Mata uang Perlak yang ditemukan terbuat dari
emas (dirham), dari perak (kupang), dan dari tembaga atau kuningan.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

57

b. Kerajaan Samudera Pasai


Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al-saleh dan sekaligus sebagai raja
pertama pada abad ke-13. Kerajaan Samudera Pasai terletak di sebelah utara
Perlak di daerah Lhok Semawe sekarang (pantai timur Aceh). Sebagai sebuah
kerajaan, raja silih berganti memerintah di Samudra Pasai. Rajaraja yang
pernah

memerintah

Samudra

Pasai

adalah

seperti

berikut.

(1) Sultan Malik Al-saleh berusaha meletakkan dasar-dasar kekuasaan Islam


dan berusaha mengembangkan kerajaannya antara lain melalui perdagangan
dan memperkuat angkatan perang. Samudra Pasai berkembang menjadi
negara

maritim

yang

kuat

di

Selat

Malaka.

(2) Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir I) yang memerintah sejak 12971326. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Perlak kemudian disatukan
dengan

Kerajaan

Samudra

Pasai.

(3) Sultan Malik al Tahir II (1326 - 1348 M). Raja yang bernama asli Ahmad ini
sangat teguh memegang ajaran Islam dan aktif menyiarkan Islam ke negerinegeri sekitarnya.
Akibatnya, Samudra Pasai berkembang sebagai pusat penyebaran Islam.
Pada masa pemerintahannya, Samudra Pasai memiliki armada laut yang kuat
sehingga para pedagang merasa aman singgah dan berdagang di sekitar
Samudra Pasai. Namun, setelah muncul Kerajaan Malaka, Samudra Pasai mulai
memudar. Pada tahun 1522 Samudra Pasai diduduki oleh Portugis. Keberadaan
Samudra Pasai sebagai kerajaan maritim digantikan oleh Kerajaan Aceh yang
muncul kemudian. Catatan lain mengenai kerajaan ini dapat diketahui dari
tulisan Ibnu Battuta, seorang pengelana dari Maroko. Menurut Battuta, pada
tahun 1345, Samudera Pasai merupakan kerajaan dagang yang makmur.
Banyak pedagang dari Jawa, Cina, dan India yang datang ke sana. Hal ini
mengingat letak Samudera Pasai yang strategis di Selat Malaka. Mata uangnya
uang emas yang disebur deureuham (dirham). Di bidang agama, Samudera
Pasai menjadi pusat studi Islam. Kerajaan ini menyiarkan Islam sampai ke
Minangkabau, Jambi, Malaka, Jawa, bahkan ke Thailand. Dari Kerajaan Samudra
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

58

Pasai inilah kader-kader Islam dipersiapkan untuk mengembangkan Islam ke


berbagai daerah. Salah satunya ialah Fatahillah. Ia adalah putra Pasai yang
kemudian menjadi panglima di Demak kemudian menjadi penguasa di Banten.
c. Kerajaan Aceh
Kerajaan Islam berikutnya di Sumatra ialah Kerajaan Aceh. Kerajaan yang
didirikan oleh Sultan Ibrahim yang bergelar Ali Mughayat Syah (1514-1528),
menjadi

penting

karena

mundurnya

Kerajaan

Samudera

Pasai

dan

berkembangnya Kerajaan Malaka. Para pedagang kemudian lebih sering datang


ke Aceh. Pusat pemerintahan Kerajaan Aceh ada di Kutaraja (Banda Acah
sekarang). Corak pemerintahan di Aceh terdiri atas dua sistem: pemerintahan
sipil di bawah kaum bangsawan, disebut golongan teuku; dan pemerintahan
atas dasar agama di bawah kaum ulama, disebut golongan tengku atau
teungku. Sebagai sebuah kerajaan, Aceh mengalami masa maju dan mundur.
Aceh mengalami kemajuan pesat pada masa pemerintahan Sultan Iskandar
Muda (1607-1636). Pada masa pemerintahannya, Aceh mencapai zaman
keemasan. Aceh bahkan dapat menguasai Johor, Pahang, Kedah, Perak di
Semenanjung Melayu dan Indragiri, Pulau Bintan, dan Nias. Di samping itu,
Iskandar Muda juga menyusun undang-undang tata pemerintahan yang disebut
Adat Mahkota Alam.

Setelah Sultan Iskandar Muda, tidak ada lagi sultan yang mampu
mengendalikan Aceh. Aceh mengalami kemunduran di bawah pimpinan Sultan
Iskandar Thani (1636-1641). Dia kemudian digantikan oleh permaisurinya, Putri
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

59

Sri Alam Permaisuri (1641-1675). Sejarah mencatat Aceh makin hari makin
lemah akibat pertikaian antara golongan teuku dan teungku, serta antara
golongan aliran syiah dan sunnah sal jama'ah. Akhirnya, Belanda berhasil
menguasai Aceh pada tahun 1904. Dalam bidang sosial, letaknya yang
strategis di titik sentral jalur perdagangan internasional di Selat Malaka
menjadikan Aceh makin ramai dikunjungi pedangang Islam. Terjadilah asimilasi
baik di bidang sosial maupun ekonomi. Dalam kehidupan bermasyarakat,
terjadi perpaduan antara adat istiadat dan ajaran agama Islam. Pada sekitar
abad ke-16 dan 17 terdapat empat orang ahli tasawuf di Aceh, yaitu Hamzah
Fansuri, Syamsuddin as-Sumtrani, Nuruddin ar-Raniri, dan Abdurrauf dari
Singkil. Keempat ulama ini sangat berpengaruh bukan hanya di Aceh tetapi
juga sampai ke Jawa. Dalam kehidupan ekonomi, Aceh berkembang dengan
pesat pada masa kejayaannya. Dengan menguasai daerah pantai barat dan
timur Sumatra, Aceh menjadi kerajaan yang kaya akan sumber daya alam,
seperti beras, emas, perak dan timah serta rempah-rempah.

d. Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang dengan Peninggalannya


Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan yang didirikan
oleh Raden Patah ini pada awalnya adalah sebuah wilayah dengan nama
Glagah atau Bintoro yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Majapahit
mengalami kemunduran pada akhir abad ke-15. Kemunduran ini memberi
peluang bagi Demak untuk berkembang menjadi kota besar dan pusat
perdagangan. Dengan bantuan para ulama Walisongo, Demak berkembang
menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa dan wilayah timur Nusantara.
Sebagai kerajaan, Demak diperintah silih berganti oleh raja-raja. Demak
didirikan oleh Raden Patah (1500-1518) yang bergelar Sultan Alam Akhbar al
Fatah. Raden Patah sebenarnya adalah Pangeran Jimbun, putra raja Majapahit.
Pada

masa

pemerintahannya,

Demak

berkembang

pesat.

Daerah

kekuasaannya meliputi daerah Demak sendiri, Semarang, Tegal, Jepara dan


sekitarnya, dan cukup berpengaruh di Palembang dan Jambi di Sumatera, serta
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

60

beberapa wilayah di Kalimantan. Karena memiliki bandar-bandar penting


seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik, Raden Patah memperkuat armada
lautnya sehingga Demak berkembang menjadi negara maritim yang kuat.
Dengan kekuatannya itu, Demak mencoba menyerang Portugis yang pada saat
itu menguasai Malaka. Demak membantu Malaka karena kepentingan Demak
turut terganggu dengan hadirnya Portugis di Malaka. Namun, serangan itu
gagal.

Raden Patah kemudian digantikan oleh Adipati Unus (1518-1521). Walau


ia tidak memerintah lama, tetapi namanya cukup terkenal sebagai panglima
perang yang berani. Ia berusaha membendung pengaruh Portugis jangan
sampai meluas ke Jawa. Karena mati muda, Adipati Unus kemudian digantikan
oleh adiknya, Sultan Trenggono (1521-1546). Di bawah pemerintahannya,
Demak mengalami masa kejayaan. Trenggono berhasil membawa Demak
memperluas wilayah kekuasaannya. Pada tahun 1522, pasukan Demak di
bawah pimpinan Fatahillah menyerang Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon.
Baru pada tahun 1527, Sunda Kelapa berhasil direbut. Dalam penyerangan ke
Pasuruan pada tahun 1546, Sultan Trenggono gugur.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

61

Sepeninggal Sultan Trenggono, Demak mengalami kemunduran. Terjadi


perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar Sedolepen, saudara Sultan
Trenggono yang seharusnya menjadi raja dan Sunan Prawoto, putra sulung
Sultan Trenggono. Sunan Prawoto kemudian dikalahkan oleh Arya Penangsang,
anak Pengeran Sekar Sedolepen. Namun, Arya Penangsang pun kemudian
dibunuh oleh Joko Tingkir, menantu Sultan Trenggono yang menjadi Adipati di
Pajang. Joko Tingkir (1549-1587) yang kemudian bergelar Sultan Hadiwijaya
memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang. Kerajaannya kemudian dikenal
dengan nama Kerajaan Pajang. Sultan Hadiwijaya kemudian membalas jasa
para pembantunya yang telah berjasa dalam pertempuran melawan Arya
Penangsang. Mereka adalah Ki Ageng Pemanahan menerima hadiah berupa
tanah di daerah Mataram (Alas Mentaok), Ki Penjawi dihadiahi wilayah di
daerah Pati, dan keduanya sekaligus diangkat sebagai bupati di daerahnya
masing-masing. Bupati Surabaya yang banyak berjasa menundukkan daerahdaerah di Jawa Timur diangkat sebagai wakil raja dengan daerah kekuasaan
Sedayu, Gresik, Surabaya, dan Panarukan.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

62

Ketika Sultan Hadiwijaya meninggal, beliau digantikan oleh putranya


Sultan Benowo. Pada masa pemerintahannya, Arya Pangiri, anak dari Sultan
Prawoto melakukan pemberontakan. Namun, pemberontakan tersebut dapat
dipadamkan oleh Pangeran Benowo dengan bantuan Sutawijaya, anak angkat
Sultan Hadiwijaya. Tahta Kerajaan Pajang kemudian diserahkan Pangeran
Benowo

kepada

Sutawijaya.

Sutawijaya

kemudian

memindahkan

pusat

Kerajaan Pajang ke Mataram. Di bidang keagamaan, Raden Patah dan dibantu


para wali, Demak tampil sebagai pusat penyebaran Islam. Raden Patah
kemudian membangun sebuah masjid yang megah, yaitu Masjid Demak.
Dalam

bidang

perekonomian,

Demak

merupakan

pelabuhan

transito

(penghubung) yang penting. Sebagai pusat perdagangan Demak memiliki


pelabuhan-pelabuhan penting, seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik. Bandarbandar tersebut menjadi penghubung daerah penghasil rempah-rempah dan
pembelinya. Demak juga memiliki penghasilan besar dari hasil pertaniannya
yang cukup besar. Akibatnya, perekonomian Demak berkembang degan pesat.
e. Kerajaan Mataram dan Peninggalannya
Sutawijaya yang mendapat limpahan Kerajaan Pajang dari Sutan Benowo
kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke daerah kekuasaan ayahnya, Ki
Ageng Pemanahan, di Mataram. Sutawijaya kemudian menjadi raja Kerajaan
Mataram dengan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama.
Pemerintahan Panembahan Senopati (1586-1601) tidak berjalan dengan mulus
karena diwarnai oleh pemberontakan-pemberontakan. Kerajaan yang berpusat
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

63

di Kotagede (sebelah tenggara kota Yogyakarta sekarang) ini selalu terjadi


perang untuk menundukkan para bupati yang ingin melepaskan diri dari
kekuasaan Mataram, seperti Bupati Ponorogo, Madiun, Kediri, Pasuruan bahkan
Demak. Namun, semua daerah itu dapat ditundukkan. Daerah yang terakhir
dikuasainya ialah Surabaya dengan bantuan Sunan Giri. Setelah Senopati
wafat, putranya Mas Jolang (1601-1613) naik tahta dan bergelar Sultan
Anyakrawati. Dia berhasil menguasai Kertosono, Kediri, dan Mojoagung. Ia
wafat dalam pertempuran di daerah Krapyak sehingga kemudian dikenal
dengan Pangeran Sedo Krapyak. Mas Jolang kemudian digantikan oleh Mas
Rangsang (1613-1645). Raja Mataram yang bergelar Sultan Agung Senopati ing
Alogo Ngabdurracham ini kemudian lebih dikenal dengan nama Sultan Agung.
Pada masa pemerintahannya, Mataram mencapai masa keemasan. Pusat
pemerintahan dipindahkan ke Plered. Wilayah kekuasaannya meliputi Jawa
Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Sultan Agung bercita-cita
mempersatukan Jawa. Karena merasa sebagai penerus Kerajaan Demak, Sultan
Agung menganggap Banten adalah bagian dari Kerajaan Mataram. Namun,
Banten tidak mau tunduk kepada Mataram. Sultan Agung kemudian berniat
untuk merebut Banten. Namun, niatnya itu terhambat karena ada VOC yang
menguasai Sunda Kelapa. VOC juga tidak menyukai Mataram. Akibatnya,
Sultan Agung harus berhadapan dulu dengan VOC. Sultan Agung dua kali
berusaha menyerang VOC: tahun 1628 dan 1629. Penyerangan tersebut tidak
berhasil, tetapi dapat membendung pengaruh VOC di Jawa. Sultan Agung
membagi sistem pemerintahan Kerajaan Mataram seperti berikut.
1) Kutanegara, daerah pusat keraton. Pelaksanaan pemerintahan dipegang
oleh Patih Lebet (Patih Dalam) yang dibantu Wedana Lebet (Wedana Dalam).
2) Negara Agung, daerah sekitar Kutanegara. Pelaksanaan pemerintahan
dipegang Patih Jawi (Patih Luar) yang dibantu Wedana Jawi (Wedana Luar).
3) Mancanegara, daerah di luar Negara Agung. Pelaksanaan pemerintahan
dipegang oleh para Bupati.
4) Pesisir, daerah pesisir. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para
Bupati atau syahbandar.
Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan digantikan oleh Amangkurat I
(1645-1677). Amangkurat I menjalin hubungan dengan Belanda. Pada masa
pemerintahannya. Mataram diserang oleh Trunojaya dari Madura, tetapi dapat
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

64

digagalkan karena dibantu Belanda. Amangkurat I kemudian digantikan oleh


Amangkurat II (1677-1703). Pada masa pemerintahannya, wilayah Kerajaan
Mataram makin menyempit karena diambil oleh Belanda. Setelah Amangkurat
II, raja-raja yang memerintah Mataram sudah tidak lagi berkuasa penuh karena
pengaruh Belanda yang sangat kuat. Bahkan pada tahun 1755, Mataram
terpecah menjadi dua akibat Perjanjian Giyanti: Ngayogyakarta Hadiningrat
(Kesultanan Yogyakarta) yang berpusat di Yogyakarta dengan raja Mangkubumi
yang bergelar Hamengku Buwono I dan Kesuhunan Surakarta yang berpusat di
Surakarta

dengan

raja

Susuhunan

Pakubuwono

III.

Dengan

demikian,

berakhirlah Kerajaan Mataram.

Kehidupan sosial ekonomi Mataram cukup maju. Sebagai kerajaan besar,


Mataram maju hampir dalam segala bidang, pertanian, agama, budaya. Pada
zaman Kerajaan Majapahit, muncul kebudayaan Kejawen, gabungan antara
kebudayaan asli Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam, misalnya upacara Grebeg,
Sekaten. Karya kesusastraan yang terkenal adalah Sastra Gading karya Sultan
Agung. Pada tahun 1633, Sultan Agung mengganti perhitungan tahun Hindu
yang berdasarkan perhitungan matahari dengan tahun Islam yang berdasarkan
perhitungan bulan.
f. Kerajaan Banten

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

65

Kerajaan yang terletak di barat Pulau Jawa ini pada awalnya merupakan
bagian dari Kerajaan Demak. Banten direbut oleh pasukan Demak di bawah
pimpinan Fatahillah. Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. Syarif
Hidayatullah adalah salah seorang wali yang diberi kekuasaan oleh Kerajaan
Demak untuk memerintah di Cirebon. Syarif Hidayatullah memiliki 2 putra lakilaki, pangeran Pasarean dan Pangeran Sabakingkin. Pangeran Pasareaan
berkuasa di Cirebon. Pada tahun 1522, Pangeran Saba Kingkin yang kemudian
lebih dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat menjadi Raja Banten.
Setelah

Kerajaan

Demak

mengalami

kemunduran,

Banten

kemudian

melepaskan diri dari Demak. Berdirilah Kerajaan Banten dengan rajanya Sultan
Hasanudin (1522-1570). Pada masa pemerintahannya, pengaruh Banten
sampai ke Lampung. Artinya, Bantenlah yang menguasai jalur perdagangan di
Selat Sunda. Para pedagang dari Cina, Persia, Gujarat, Turki banyak yang
mendatangi bandar-bandar di Banten. Kerajaan Banten berkembang menjadi
pusat perdagangan selain karena letaknya sangat strategis, Banten juga
didukung oleh beberapa faktor di antaranya jatuhnya Malaka ke tangan
Portugis (1511) sehingga para pedagang muslim berpindah jalur pelayarannya
melalui Selat Sunda. Faktor lainnya, Banten merupakan penghasil lada dan
beras, komoditi yang laku di pasaran dunia. Sultan Hasanudin kemudian
digantikan

putranya,

Pangeran

Yusuf

(1570-1580).

Pada

masa

pemerintahannya, Banten berhasil merebut Pajajaran dan Pakuan. Pangeran


Yusuf kemudian digantikan oleh Maulana Muhammad. Raja yang bergelar
Kanjeng Ratu Banten ini baru berusia sembilan tahun ketika diangkat menjadi
raja. Oleh sebab itu, dalam menjalankan roda pemerintahan, Maulana
Muhammad dibantu oleh Mangkubumi. Dalam tahun 1595, dia memimpin
ekspedisi menyerang Palembang. Dalam pertempuran itu, Maulana Muhammad
gugur. Maulana Muhammad kemudian digantikan oleh putranya Abu'lmufakhir
yang baru berusia lima bulan. Dalam menjalankan roda pemerintahan,
Abu'lmufakhir dibantu oleh Jayanegara. Abu'lmufakhir kemudian digantikan
oleh Abu'ma'ali Ahmad Rahmatullah. Abu'ma'ali Ahmad Rahmatullah kemudian
digantikan oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692).
Sultan Ageng Tirtayasa menjadikan Banten sebagai sebuah kerajaan yang
maju dengan pesat. Untuk membantunya, Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

66

1671 mengangkat purtanya, Sultan Abdulkahar, sebagi raja pembantu. Namun,


sultan yang bergelar Sultan Haji berhubungan dengan Belanda. Sultan Ageng
Tirtayasa yang tidak menyukai hal itu berusaha mengambil alih kontrol
pemerintahan, tetapi tidak berhasil karena Sultan Haji didukung Belanda.
Akhirnya, pecahlah perang saudara. Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap dan
dipenjarakan. Dengan demikian, lambat laun Banten mengalami kemunduran
karena tersisih oleh Batavia yang berada di bawah kekuasaan Belanda.
g. Kerajaan Cirebon
Kerajaan yang terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah
didirikan oleh salah seorang anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati dengan
gelar Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah membawa kemajuan bagi
Cirebon.

Ketika

Demak

mengirimkan

pasukannya

di

bawah

Fatahilah

(Faletehan) untuk menyerang Portugis di Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah


memberikan bantuan sepenuhnya. Bahkan pada tahun 1524, Fatahillah diambil
menantu oleh Syarif Hidayatullah. Setelah Fatahillah berhasil mengusir Portugis
dari Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah meminta Fatahillah untuk menjadi
Bupati di Jayakarta. Syarif Hidayatullah kemudian digantikan oleh putranya
yang bernama Pangeran Pasarean. Inilah raja yang menurunkan raja-raja
Cirebon selanjutnya. Pada tahun 1679, Cirebon terpaksa dibagi dua, yaitu
Kasepuhan dan Kanoman. Dengan politik de vide at impera yang dilancarkan
Belanda yang pada saat itu sudah berpengaruh di Cirebon, kasultanan
Kanoman dibagi dua menjadi Kasultanan Kanoman dan Kacirebonan. Dengan
demikian, kekuasaan Cirebon terbagi menjadi 3, yakni Kasepuhan, Kanoman,
dan Kacirebonan. Cirebon berhasil dikuasai VOC pada akhir abad ke-17.
h. Kerajaan Gowa-Tallo
Kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan sebenarnya terdiri atas dua
kerjaan: Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini kemudian bersatu. Raja Gowa,
Daeng Manrabia, menjadi raja bergelar Sultan Alauddin dan Raja Tallo, Karaeng
Mantoaya, menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah. Karena pusat
pemerintahannya terdapat di Makassar, Kerajaan Gowa dan Tallo sering disebut
sebagai Kerajaan Makassar. Karena posisinya yang strategis di antara wilayah
barat dan timur Nusantara, Kerajaan Gowa dan Tallo menjadi bandar utama
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

67

untuk memasuki Indonesia Timur yang kaya rempah-rempah. Kerajaan


Makassar memiliki pelaut-pelaut yang tangguh terutama dari daerah Bugis.
Mereka inilah yang memperkuat barisan pertahanan laut Makassar.
Raja yang terkenal dari kerajaan ini ialah Sultan Hasanuddin (1653-1669).
Hasanuddin berhasil memperluas wilayah kekuasaan Makassar baik ke atas
sampai ke Sumbawa dan sebagian Flores di selatan. Karena merupakan bandar
utama untuk memasuki Indonesia Timur, Hasanuddin bercita-cita menjadikan
Makassar sebagai pusat kegiatan perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal
ini merupakan ancaman bagi Belanda sehingga sering terjadi pertempuran dan
perampokan

terhadap

armada

Belanda.

Belanda

kemudian

menyerang

Makassar dengan bantuan Aru Palaka, raja Bone. Belanda berhasil memaksa
Hasanuddin, Si Ayam Jantan dari Timur itu menyepakati Perjanjian Bongaya
pada tahun 1667. Isi perjanjian itu ialah: Belanda mendapat monopoli dagang
di Makassar, Belanda boleh mendirikan benteng di Makassar, Makassar harus
melepaskan jajahannya, dan Aru Palaka harus diakui sebagai Raja Bone. Sultan
Hasanuddin kemudian digantikan oleh Mapasomba. Namun, Mapasomba tidak
berkuasa lama karena Makassar kemudian dikuasai Belanda, bahkan seluruh
Sulawesi Selatan.

Gambar 6.34 Peta Wilayah Kerajaan Makassar dan Si Ayam Jantan dari Timur
Sumber: Atlas Sejarah Indonesia dan Atlas Lukisan Sejarah
Tata kehidupan yang tumbuh di Makassar dipengaruhi oleh hukum Islam.
Kehidupan perekonomiannya berdasarkan pada ekonomi maritim: perdagangan
dan pelayaran. Sulawesi Selatan sendiri merupakan daerah pertanian yang
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

68

subur. Daerah-daerah taklukkannya di tenggara seperti Selayar dan Buton


serta di selatan seperti Lombok, Sumbawa, dan Flores juga merupakan daerah
yang kaya dengan sumber daya alam. Semua itu membuat Makassar mampu
memenuhi semua kebutuhannya bahkan mampu mengekspor. Karena memiliki
pelaut-pelaut yang tangguh dan terletak di pintu masuk jalur perdagangan
Indonesia Timur, disusunlah Ade'Allapialing Bicarana Pabbalri'e, sebuah tata
hukum niaga dan perniagaan dan sebuah naskah lontar yang ditulis oleh
Amanna Gappa.
i. Kerajaan Ternate dan Tidore
Ternate merupakan kerajaan Islam di timur yang berdiri pada abad ke-13
dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Zainal Abidin adalah murid dari Sunan
Giri di Kerajaan Demak. Kerajaan Tidore berdiri di pulau lainnya dengan Sultan
Mansur sebagai raja. Kerajaan yang terletak di Indonesia Timur menjadi incaran
para pedagang karena Maluku kaya akan rempah-rempah. Kezrajaan Ternate
cepat berkembang berkat hasil rempah-rempah terutama cengkih. Ternate dan
Tidore hidup berdampingan secara damai. Namun, kedamaian itu tidak
berlangsung selamanya. Setelah Portugis dan Spanyol datang ke Maluku,
kedua kerajaan berhasil diadu domba. Akibatnya, antara kedua kerajaan
tersebut terjadi persaingan. Portugis yang masuk Maluku pada tahun 1512
menjadikan Ternate sebagai sekutunya dengan membangun benteng Sao
Paulo. Spanyol yang masuk Maluku pada tahun 1521 menjadikan Tidore
sebagai sekutunya.
Dengan berkuasanya kedua bangsa Eropa itu di Tidore dan Ternate, terjadi
pertikaian terus-menerus. Hal itu terjadi karena kedua bangsa itu sama-sama
ingin memonopoli hasil bumi dari kedua kerajaan tersebut. Di lain pihak,
ternyata bangsa Eropa itu bukan hanya berdagang tetapi juga berusaha
menyebarkan ajaran agama mereka. Penyebaran agama ini mendapat
tantangan dari Raja Ternate, Sultan Khairun (1550-1570). Ketika diajak
berunding oleh Belanda di benteng Sao Paulo, Sultan Khairun dibunuh oleh
Portugis. Setelah sadar bahwa mereka diadu domba, hubungan kedua kerajaan
membaik kembali. Sultan Khairun kemudian digantikan oleh Sultan Baabullah
(1570-1583). Pada masa pemerintahannya, Portugis berhasil diusir dari
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

69

Ternate. Keberhasilan itu tidak terlepas dari bantuan Sultan Tidore. Sultan
Khairun juga berhasil memperluas daerah kekuasaan Ternate sampai ke
Filipina. Sementara itu, Kerajaan Tidore mengalami kemajuan pada masa
pemerintahan Sultan Nuku. Sultan Nuku berhasil memperluas pengaruh Tidore
sampai ke Halmahera, Seram, bahkan Kai di selatan dan Misol di Irian.
Dengan masuknya Spanyol dan Portugis ke Maluku, kehidupan beragama
dan bermasyarakat di Maluku jadi beragam: ada Katolik, Protestan, dan Islam.
Pengaruh Islam sangat terasa di Ternate dan Tidore. Pengaruh Protestan sangat
terasa di Maluku bagian tengah dan pengaruh Katolik sangat terasa di sekitar
Maluku bagian selatan. Maluku adalah daerah penghasil rempah-rempah yang
sangat terkenal bahkan sampai ke Eropa. Itulah komoditi yang menarik orangorang Eropa dan Asia datang ke Nusantara. Para pedagang itu membawa
barang-barangnya

dan

menukarkannya

dengan

rempah-rempah.

Proses

perdagangan ini pada awalnya menguntungkan masyarakat setempat. Namun,


dengan berlakunya politik monopoli perdagangan, terjadi kemunduran di
berbagai bidang, termasuk kesejahteraan masyarakat.

Latihan Soal Bab I


Petunjuk:
1. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda menjawab!
2. Dahulukan menjawab soal yang Anda anggap mudah!
3. Bentuk soal terdiri dari:
a. pilihan berganda 40 soal

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

70

b. essay berstruktur 5 soal

A. Pilihan Ganda
1.

2.

3.

4.

5.

Bukti yang menyebutkan bahwa masuknya agama Hindu adalh dari teori arus balik
yaitu dari prasasti .....
a.

Nalanda

b.

Talangtuo

c.

Yupa

d.

Kebon

e.

Ciareteun

Teori persebaran agama Hindu dimana teori dari salah satu kasta yang mampu
menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa adalah dari kasta .....
a.

Waisya

b.

Ksatria

c.

Sudra

d.

Brahmana

e.

Arus balik

Teori masuknya Hindu ke Indonesia yang menyebutkan seorang musafir pernah


singgah di To Lo Mo pada sekitar abad ke 5 M adalah sumber dari
a.

Catatan Dinasti Han, Dinasti Sung, Dinasti Yuan dan Dinasti Ming

b.

Fa-Hien

c.

I-Tsing

d.

Berita dari India

e.

Berita dari arab

Terdapat beberapa hipotesis masuknya Hindu di Indonesia, berikut ini manakah teori
yang dianut oleh J.C. van Leur
a.

Hipotesis Waisya

b.

Hipotesis Kesatria

c.

Hipotesis Brahmana

d.

Hipotesia Sudra

e.

Teori arus balik

Bosch mengemukakan bahwa yang pertama kali menyebarkan agama Hindu adalah
para intelektual yang ikut menumpang kapal kapal dagang ke India, setelah lama
disana mereka kembali ke Indonesia dan menyebarkan agama Hindu, teori ini disebut
juga .....
a.

Hipotesis Waisya

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

71

6.

7.

8.

9.

b.

Hipotesis Kesatria

c.

Hipotesis Brahmana

d.

Hipotesia Sudra

e.

Teori arus balik

Proses masuk dan berkembangnya pengaruh kebudayaan dan agama Hindu ke


Indonesia disebut ...
a.

Hinduisme

b.

Indianisme

c.

Asimilasi

d.

Akulturasi

e.

Sinkretisme

Hipotesis yang menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dibawa


oleh para prajurit adalah penjelasan dari teori ...
a.

Ksatria

b.

Sudra

c.

Waisya

d.

Brahmana

e.

Arus balik

Dalam bidang sosial, pengaruh India terhadap Indonesia terlihat pada ....
a.

Timbulnya dinasti dalam kerajaan

b.

Timbulnya stratifikasi sosial dalam masyarakat

c.

Golongan pedagang mendapat berkah dari penguasa

d.

Meningkatnya pengaruh para pegawai kerajaan

e.

Munculnya bentuk kebudayaan baru

Candi dalam agama Hindu umumya berfungsi sebagai ......


a.

Makam

b.

Pemujaan

c.

Makam dan pemujaan

d.

Upacara keagamaan

e.

Bukti adanya agama Hindu

10. Kecakapan suatu bangsa menerima unsur budaya asing dan mengolahnya sesuai
dengan kepribadian bangsa disebut ....
a.

Akulturasi

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

72

b.

Adopsi kebudayaan

c.

Lingua franca

d.

Local genius

e.

Adat istiadat

11. Berkat masuknya ajaran Budha di Kutai terdapat banyak peruahan pada kerajaan
tersebut, berikut yang termasuk pada aspek kehidupan budaya adalah...
a.

Berubahnya kerajaan kutai dari yang sebelumnya berupa kelompok kelompok


menjadi kerajaan

b.

Berubahnya nama nama pemimpin kutai menjadi berakhiran man

c.

Kutai bersifat terbuka dan mau menerima pengaruh dari luar

d.

e.

Kutai berubah menjadi kerajaan yang meletakkan ekonominya pada bidang


perdagangan sesuai posisinya yang strategis dalam lalulintas pelayaran
perdagangan
Adanya yupa, menhir, serta waprakeswara

12. Berikut adalah prasasti yang ditemukan sebagai bukti adanya kerajaan Tarumanegara
kecuali ...
a.

Ciareteun

b.

Kebon kopi

c.

Muara Cianten

d.

Prasasti Tugu

e.

Prasasti Talang Tuo

13. Kerajaan Mataram dahulu terpecah menjadi 2 yaitu Mataram Hindhu dan Mataram
Budha, peninggalan Mataram Budha yang terkenal sampai sekarang adalah ....
a.

Candi Mendut

b.

Candi Pramanan

c.

Candi Borobudur

d.

Candi Dieng

e.

Candi Muara Takus

14. Berikut adalah faktor runtuhnya kerajaan Majapahit kecuali


a.

Perang saudara

b.

Daerah daerah melepaskan diri

c.

Kelemahan pemerintah pusat akibat perang saudara

d.

Masuknya ajaran agama Islam

e.

Adanya pemberontakan

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

73

15. Berikut adalah ciri candi candi yang berasal dari Jawa Tengah kecuali ....
a.

Bentuk bangunan tambun

b.

Merupakan perpaduan tingkatan

c.

Candi induk di tengah halaman

d.

Erahan batu andesit

e.

Kebanyakan menghadap ke timur

16. Pengaruh Hindu yang masuk ke Indonesia mengakibatkan perubahan perubahan


yang besar pada tata kehidupan bangsa Indonesia, tetapi tidak sampai menimbulkan
perubahan yang mendasar sebab ....
a.

Pengaruh Hindu semakin kuat

b.

Bangsa Indonesia juga memliki kebudayaan yang tinggi

c.

Kurang cakapnya penyebaran agama Hindu

d.

Kebudayaan Hindu bersifat ekslusif

e.

Kesulitan komunikasi bagi penyebar Hindu dengan masyarakat Indonesia

17. Kata candi berasal dari kata candika graha yang berarti ....
a.

Patung

b.

Pemujaan

c.

Makam

d.

Dewi maut

e.

Animisme

18. Berikut adalah beberapa faktor runtuhnya kerajaan majapahit, kecuali ......
a.

terdesaknya kerajaan majapahit sebagai akibat munculnya kerajaan yg lebih


besar dan lebih kuat

b.

tidak ada peralihan kepemimpinan atau kaderisasi seperti yang terjadi pada
masa kekuasaan majapahit

c.
d.
e.

berlangsungnya perang saudara yang justru melemahkan kekuasaan kerajaan


adanya bencana alam yang mengharuskan kerajaan majapahit untuk berpindah
tempat
kemunduran ekonomi dan perdagangan

19. Faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan mataram hindu adalah ....
a.

Adanya perang saudara

b.

Adanya berbagai pemberontakan

c.

Terjadi bencana letusan gunung berapi

d.
e.

Tergerusnya agama hindu pada mataram kuno yang disebabkan adanya agama
islam
Adanya dualisme kepemimpinan

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

74

20. Di kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Tribhuwnatunggadewi yaitu tepatnya


pada tahun 1328 - 1350 pernah terjadi pemberontakan, pemberontakan tersebut
sering disebut dengan pemberontakan ......
a.

Pemberontakan ranggalawe

b.

Pemberontakan kuti

c.

Pemberontakan sadeng

d.

Pemberontakan nambi

e.

Pemberontakan sora

21. Tokoh yang berasumsi bahwa penyebaran agama Islam berasal dari Gujarat (India)
adalah .....
a.

Snouck Hurgronjte

b.

S.Q. Fatimah

c.

Eugene Dubois

d.

N.J Krom

e.

F.D.K Bosch

22. Sumber penyebaran agama islam yang menyebutkan penyebaran agama Islam di
Indonesia didapat dari catatan perjalan Marco Polo adalah sumber berita dari .....
a.

Arab

b.

India

c.

Italia

d.

Cina

e.

Inggris

23. Dari Indonesia sendiri juga terdapat bukti sumber berita tentang penyebaran dan
perkembangan agama Islam di Indonesia. Bukti yang berasal dari Nisan makam yang
ditemukan di daerah Leran, Gresik adalah makam dari ......
a.

Makam Sultan Malik Al Saleh

b.

Makam Maulana Malik Ibrahim

c.

Makam Fatimah Binti Maimun

d.

Makam Iskandar Malik

e.

Sunan Gresik

24. Awalnya islamisasi di Indonesia dilakukan oleh .....


a.

Ksatria

b.

Ulama

c.

Musafir Cina

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

75

d.

Pedagang

e.

Penjajah dari barat

25. Penyebaran agama Islam berasal dari berbagai saluran salah satunya dari
pendidikan, berikut adalah tempat yang dilakukan penyebaran Islam
a.

Surau

b.

Langgar

c.

Masjid

d.

Pesantren

e.

Sekolahan

26. Islam cepat diterima masyarakat Indonesia karena .....


a.

Tidak mengenal kasta

b.

Penyebarannya melalui jalan peperangan

c.

Dilakukan dengan menaklukkan kerajaan kerajaan besar

d.

Dalam membangun hubungan lebih bersifat politik

e.

Kepercayaannya sama dengan animisme

27. Berikut ini bukan sumber berita tentang persebaran dan perkembangan Islam di
Indonesia untuk pertama kali adalah .....
a.

Berita dari bangsa Arab

b.

Berita dari bangsa india

c.

Berita dari bangsa Prancis

d.

Berita dari bangsa Italia

e.

Berita dari bangsa Cina

28. Akibat masuknya agama dan kebudayaan Islam menyebabkan terjadinya perubahan
sistem dan struktur sosial masyarakat di kerajaan bercorak Islam, Kecuali ...
a.

Sistem sosial masyarakat yang merujuk nilai nilai egalitarianisme

b.

Stratifikasi sosial masyarakat bersifat oligarkis

c.

Mobilitas bisa terjadi secara horisontal dan vertikal yang sangat jauh berbeda dari
masa sebelumnya

d.

Adanya kasta yang memisahkan antar satu golongan

e.

Terentuknya pusat pusat kebudayaan di masjid masjid

29. Berikut ini merupakan faktor yang membuat Islam dapat secara cepat diterima oleh
masyarakat,kecuali.......
a.

Islam merupakan agama yang mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan


dan antar sesama manusia

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

76

b.

Islam mengajarkan pentingnya pola dakwah untuk menyebarluaskan ajaran dan


nilai nilainya

c.

Islam datang dengan sikap simpatik dan toleran

d.

Islam datang dengan kekerasan dan teror

e.

Islam tidak pernah memaksa masyarakat untuk memeluk agama Islam

30. Karya sastra zaman Islam dapat dibedakan atas berikut ini, Keculi ......
a.

Pantun

b.

Hikayat

c.

Babad

d.

Suluk

e.

Syair

31. kerajaan samudra pasai disebut sebagai kerajaan yang makmur, faktor utama
penyebab makmurnya kerajaan ini ialah ......
a.

memiliki wilayah yang luas

b.

keadaan alam yang subur

c.

berada pada letak strategis jalur perdangan

d.

memiliki armada perang yang tangguh

e.

sektor pertanian kerajaan samudra pasai maju

32. Berikut ini yang bukan merupakan faktor alam yang mendorong kemajuan Demak
adalah .....
a.

Letaknya strategis di daerah pantai

b.

Mempunyai pelabuhan penting untuk ekspor impor

c.

Mempunyai sungai sebagai sarana penghubung ke daerah pedalaman

d.

Mempunyai lahan pertanian subur

e.

Letaknya di pedalaman sehingga jauh dari musuh

33. Runtuhnya kerajaan Banten disebabkan oleh ...


a.

Penaklukan oleh pasukan VOC

b.

Kematian mendadak Sultan Agung Tirtayasa

c.

Serangan Kerajaan Pajajaran

d.

Pengunduran diri Sultan Agung Tirtayasa

e.

Perang keluarga antara Sultan Ageng dan Sultan Haji

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

77

34. Pada masa kerajaan Islam maka hukum yang berlaku umumnya berlandaskan
pada ....
a.

Perintah raja

b.

Adat istiadat

c.

Melanjutkan corak Hindu Budha

d.

Al-Quran dan Hadis

e.

Perpaduan hukum Islam dan adat

35. Kehidupan sosial penduduk di kerajaan berikut mempunyai kemiripan dengan


kehidupan sosial masyarakat di Mekkah sehingga disebut Serambi Mekkah adalah .....
a.

Kerajaan Samudra Pasai

b.

Kerajaan Mataram Islam

c.

Kerajaan Demak

d.

Kerajaan Makassar

e.

Kerajaan Banten

36. Kedudukan Raja kerajaan Islam dalam suatu kerajaan adalah ....
a.

Titisan dewa

b.

Wakil Allah

c.

Utusan Allah

d.

Makhluk Individu

e.

Utusan dewa

37. Berikut ini yang bukan termasuk local genius bangsa Indonesia adalah ......
a.

Kemampuan berlayar

b.

Kemampuan baca tulis

c.

Kemampuan membatik

d.

Mengenal astronomi

e.

Punya seni pertunjukan berupa wayang dan gamelan

38. Ciri ciri bangunan masjid sebagai hasil akulturasi adalah ......
a.

Beratap tumpang

b.

Beratap kubah

c.

Memiliki menara untuk azan

d.

Terbuat dari kayu

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

78

e.

Menjadi satu dengan kompleks makam

39. Pengislaman melalui seni tidak akan meninggalkan seni yang ada sebelumnya karena
seni Islam ......
a.

Menyesuaikan diri

b.

Mendesak seni sebelumnya

c.

Sejajar dengan seni sebelumnya

d.

Berasimilasi dengan seni sebelumnya

e.

Lebih tinggi dari seni sebelumnya

40. Unsur unsur budaya Hindu dan Buddha mempengaruhi berbagai bidang kehidupan
bangsa Indonesia, kecuali ........
a.

Bentuk bangunan

b.

Bidang ekonomi

c.

Bidang seni budaya

d.

Bidang pemerintahan

e.

Bidang kepercayaan filsafat

B. Essay

1.
2.
3.
4.

Sebutkan hak-hak istimewa yang dimiliki VOC!


Sebutkan nama-nama wali songo!
Tuliskan wangsaraja versi Nagarakertagama dan Pararaton!
Apakah nama sumpah yang di kumandangkan oleh Gajah Mada dan apa
isi sumpah tersebut?
5. Tuliskan teori-teori masuknya agama Hindu-Buddha dan sebutkan nama
tokoh yang menjelaskan tentang teori tersebut!

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

79

BAB 2
PERKEMBANGAN PENGARUH BARAT DAN MASA
PENDUDUKAN JEPANG
DI INDONESIA

Standar Kompetensi :

Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak datang pengaruh dari Barat

Kompetensi Dasar :

Menganalisis perkembangan masyarakat Indonesia dibawah penjajahan, dari masa VOC,


pemerintahan Hindia Belanda, Inggris sampai pemerintahan Pendudukan Jepang
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

80

A.
1.

BERKEMBANGNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA


VOC
VOC merupakan kongsi dagang Belanda yang mempunyai wilayah di Hindia Timur.
Pengurusnya terdiri dari 6 orang yang disebut Bewindhebbers der VOC, ditambah 17 orang
pengurus harian yang disebut Heeren XVII. VOC juga memiliki hak khusus yang diberikan
parlemen Belanda:
-Membuat perjanjian dengan raja2 setempat
-Menyatakan perang dan perdamaian
-Membuat senjata & benteng
-Mencetak uang
-Mengangkat & memberhentikan pegawai
-Mengadili perkara
Pada tahun 1609, Pieter Both ditugaskan sebagai Gubernur Jendral VOC di Ambon. Misi
utamanya adalah untuk memimpin VOC menghadapi persaingan dengan pedagang Eropa. Ketika
Jan Pietersoon Coen diangkat sebagai gubernur jenderal, pusat kekuasaan dipindahkan ke Jayakarta.
Selain melakukan monopoli, VOC juga menjalankan system pemerintahan tidak langsung (indirect
rule). Tidak berlangsung lama, VOC akhirnya dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. Dengan
factor-faktor berikut:
-Banyak pegawai VOC korupsi karena gajinya rendah
-VOC tidak mampu bersaing dengan inggris (EIC) dan Perancis (FIC)
-Walaupun rugi, pemegang saham tetap diberi dividen
-Perang Belanda melawan Inggris
-Jatuhnya kongsi dagang VOC di India & adanya kebebasan pelayaran Inggris ke
Indonesia

2. Penjajahan Prancis-Belanda
Di Eropa sedang dalam suasana Perang Koalisi satu (1792-1797). Belanda pun kalah
sehingga membuat rajanya, Willem V, meminta perlindungan dari Inggris. Napoleon Bonaparte,
pemimpin Prancis kemudian menempatkan Louis Napoleon untuk memimpin Belanda. Louis
kemudian mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda
sejak 1808. Tugas utamanya adalah untuk mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Pada masa
pemerintahannya, Daendels banyak mengeluarkan kebijakan kebijakan yang condong kepada
kediktatoran. Contohnya, pembangunan jalan Raya Pos (Groete Postweg) antara Anyer-Panarukan.
Pembangunan jalan raya itu melibatkan banyak tenaga dengan system rodi.
Kekuasaan sewenang-wenang yang diterapkan Daendels membuatnya ditarik kembali agar
citra Hindia Belanda tidak bertambah buruk. Tetapi penarikan Daendels membuat dampak buruk.
Belandapun berhasil dikuasai Inggris. Dengan demikian berakhirlah penjajahan Prancis-Belanda
dengan ditandai oleh Kapitulasi Tuntang.
3. Penjajahan Iggris
Tahun 1811-1816, Indonesia berada di bawah kekuasaan Inggris. Thomas Stamford Raffles
diangkat sebagai wakil gubernur di Jawa dan bawahannya. Tujuan utama pemerintahan Raffles
adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu tindakannya yang popular adalah
mencetuskan system sewa tanah (landrent). Hal tersebut tidak membebani rakyat, namun kondisi di
Eropa membuat Thomas Stamford Raffles harus mengakhiri masa jabatannya di Indonesia. Perang
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

81

koalisi berakhir dengan kekalahan Prancis. Negara-negara yang menjadi lawan Prancis mengambil
keputusan bahwa sebagai benteng untuk menghadapi Prancis, Belanda harus kuat. Maka dari itu,
dalam Traktat London tahun 1824, ditetapkan bahwa Indonesia dikembalikan kepada Belanda.
4. Belanda
Untuk menangani berbagai persoalan di Indonesia yang baru saja dikembalikan ke Inggris,
pemerintah belanda mengirimkan sebuah komisi. Komisi tersebut terdiri dari Cornelis
Th.Elout sebagai ketua, dan A.A. Buyskes dan van der Capellen sebagai anggota. Setelah komisi
dibubarkan, van der Capellen diangkat sebagai gubernur jenderal. Dia melaksanakan pola
konservatif, dalam arti menerapkan kebijakan monopoli seperti VOC:
a. Masa Tanam Paksa
Ketika van den Bosch menjabat sebagai gubernur jenderal, pada tahun 1830 dia
menciptakan peraturan baru yang bernama tanam paksa / cultuur stelsel. Tujuannya untuk
mendapatkan untung guna menutup deficit keuangan negri Belanda. Kemudian, latar belakang
dilakukannya Tanam paksa adalah:
Defisit anggaran belanja negri Belanda akibat Perang kemerdekaan Belgia dan perang
diponegoro
Keadaan di Jawa yang tidak menguntungkan saat itu
Perdagangan dan perusahaan belanda mengalami kemunduran
Pokok-pokok ketentuan Tanam paksa:
Penduduk wajib menanami 1/5 tanahnya dengan tanaman yang ditentukan
pemerintah
Tanah tersebut dibebaskan dari pajak
Tanah tersebut dikerjakan selama 1/5 tahun
Risiko penanaman ada pada pemerintah
Hasil tanaman yang diwajibkan harus diangkat sendiri ke pabrik dan mendapat ganti
rugi
Kelebihan hasil panen akan diganti oleh pemerintah
Waktu yang digunakan untuk menanam tanaman wajib tidak melebihi waktu menanam padi Tanam
Paksa:
Tanah yang ditanami lebih dari 1/5 lahan
Tanah yang ditanami tanaman wajib masih terkena pajak
Banyak petugas yang curang, berusaha mendapatkan hasil sebanyak-banyaknya
Tanah yang ditanami tanaman wajib cenderung memilih tanah yang subur
Akibat penyimpangan:
1.
Bagi Bangsa Indonesia
Menimbulkan kesengsaraan
Pemerintahan Belanda memberikan sanksi kepada petani yang meninggalkan tanahnya
sehingga makin sengsara
2.
Bagi Belanda
Memperoleh keuntungan yang sangat besar
Timbul penentangan tanam paksa yang dicetuskan oleh golongan liberal dan golongan etis
b. Politik Liberal Kolonial
Golongan liberal berhasil menguasai parlemen sehingga mereka mempunyai peluang untuk
menciptakan undang-undang dasar guna membatasi kekuasaan raja. Pada tahun 1870 keluar
undang-undang de Waal:
1. Undang-undang Gula yang menyebutkan bahwa penanaman tebu harus dilakukan oleh
pengusaha swasta, tidak dengan system tanam paksa.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

82

2. Undang-undang Agraria, isinya menerangkan bahwa gubernur jenderal dan rakyat dilarang
menjual tanah kepada orang asing, tetapi dapat menyewakannya selama 75 tahun
Ini merupakan awal yang baik walaupun dalam kenyataannya semuanya untuk kepentingan
Pemerintahan Hindia Belanda.
B. PERUBAHAN POLITIK , EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA AKIBAT PERLUASAN
KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA.
Masuknya kekuasaan bangsa Asing di Indonesia telah menyebabkan perubahan tatanan
politik, sosial, ekonomi dan budaya bagi bangsa Indonesia sebagai berikut:
a. Politik
Baik Daendels maupun Raffles telah meletakkan dasar pemerintahan modern. Para Bupati
dijadikan pegawai negeri dan diberi gaji, padahal menurut adat, kedudukan bupati adalah turun
temurun dan mendapat upeti dari rakyat.Bupati telah menjadi alat kekuasaan pemerintah kolonial.
Belanda dan Inggris juga melakukan intervensi terhadap persoalan kerajaan, misalnya soal
pergantian tahta kerajaan sehingga imperialis mendominasi politik di Indonesia.Akibatnya peranan
elite kerajaan berkurang dalam bidang politik, bahkan kekuasaan pribumi mulai runtuh.
b. Sosial Ekonomi
Eksploitasi ekonomi yang dilakukan bangsa Barat membawa berbagai dampak bagi bangsa
Indonesia. Munculnya monopoli dagang VOC menyebabkan mundurnya perdagangan nusantara di
panggung perdagangan internasional.Peranan syahbandar digantikan oleh para pejabat
Belanda.Kebijakan tanam paksa sampai sistem ekonomi liberal menjadikan Indonesia sebagai
penghasil bahan mentah.Eksportirnya dilakukan oleh bangsa Belanda, pedagang perantara dipegang
oleh orang timur asing terutama bangsa Cina dan bangsa Indoensia hanya menjadi pengecer,
sehingga tidak memiliki jiwa wiraswasta jenis tanaman baru serta cara memeliharanya.
c. Budaya
- Tindakan pemerintah Belanda untuk menghapus kedudukan menurut adat penguasa pribumi dan
menjadikan mereka pegawai pemerintah, merutuhkan kewibawaan tradisional penguasa pribumi.
- Upacara dan tatacara yang berlaku di istana kerajaan juga disederhanakan dengan demikian ikatan
tradisi dalam kehidupan pribumi menjadi lemah.
- Dengan merosotnya peranan politik maka para elit politik baik raja maupun bangsawan
mengalihkan perhatiannya ke bidang senibudaya. Contoh Paku Buwono V memerintahkan
penulisan serat Centhini, R.Ng Ronggo Warsito manyusun Kitab Pustakaraya Purwa,
Mangkunegara IV menyusun kitab Wedatama dan lain-lain.
C. PERLAWANAN DI BERBAGAI DAERAH DALAM MENENTANG DOMINASI ASING
Perlawanan Rakyat Maluku
Upaya rakyat Ternate yang dipimpin Sultan Hairun maupun Sultan Baabulah(1575), sejak
kedatangan bangsa Portugis pada 1512 tidak berhasil, penyebabnya adalah tidak ada kerja sama
antara kerajaan Ternate, Tidore, dan Nuku. Kekuatan Portugis hanya dapat diusir oleh kekuatan
bangsa Belanda yang lebih kuat.
Pelawanan Rakyat Mataram
Sultan Agung yang memiliki cita cita mempersatukan pulau Jawa, berusaha mengalahkan
VOC di Batavia. Penyerangan yang dilakukan pada 1628 & 1629 mengalami kegagalan, karena

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

83

selain persiapan pasukannya yang belum matang, juga tidak mampu membuat blok perlawanan
bersama kerajaan lainnya.
Perlawanan Rakyat Makasar
Konflik antara Sultan Hasanuddin dari Makasar dan Arupalaka dari Bone, memberi jalan
bagi Belanda untuk menguasai kerajaan kerajaan Sulawesi tersebut. Untuk memperkuat
kedudukannya di Sulawesi, Sultan Hasanuddin menduduki Sumbawa, sehingga jalur perdagangan
Nusantara bagian timur dapat dikuasai.Hal ini dianggap oleh Belanda sebagai penghalang dalam
perdagangan. Pertempuran antara Sultan Hasnuddin dengan Belanda yang dipimpin Cornelis
Speelman selalu dapat dihalau pasukan Sultan Hasanuddin. Lalu Belanda meminta bantuan
Arupalaka yang menyebabkan Makasar jatuh ke tangan Belanda, dan Sultan Hasanuddin harus
menandatangani perjanjian Bongaya pada 1667, yang berisi :
a. Sultan Hasanuddin harus memberikan kebebasan kepada VOC berdagang di Makasar dan
Maluku.
b. VOC memegang monopoli perdagangan di Indonesia bagian timur, dengan pusat Makasar.
c. Wilayah kerajaan Bone yang diserang dan diduduki Sultan Hasanuddin dikembalikan kepada
Arupalaka, dan dia diangkat menjadi Raja Bone.

Perlawanan Rakyat Banten


Setelah Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putranya yang bergelar Sultan Haji sebagai
Sultan Banten, Belanda ikut campur dalam urusan Banten dengan mendekati Sultan Haji.Sultan
Agung yang sangat anti VOC, segera menarik kembali tahta putranya. Putranya yang tidak terima,
segera meminta bantuan VOC di Batavia untuk membantu mengembalikan tahtanya, akhirnya
dengan bantuan VOC, dia memperoleh tahtanya kembali dengan imbalan menyerahkan sebagian
wilayah Banten kepada VOC.
Perang Paderi (1821 1837)
Dilatar belakangi konflik antara kaum agama dan tokoh tokoh adat Sumatera Barat. Kaum
agama (Pembaru/Paderi) berusaha untuk mengajarkan Islam kepada warga sambil menghapus adat
istiadat yang bertentangan dengan Islam, yang bertujuan untuk memurnikan Islam di wilayah
Sumatra Barat serta menentang aspek aspek budaya yang bertentangan dengan aqidah Islam.
Tujuan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena kaum adat yang tidak ingin kehilangan
kedudukannya, serta adat istiadatnya menentang ajaran kaum Paderi, perbedaan pandangan ini
menyebabkan perang saudara serta mengundang kekuatan Inggris dan Belanda.
Kaum adat yang terdesak saat perang kemudian meminta bantuan kepada Inggris yang sejak 1795
telah menguasai Padang, dan beberapa daerah di pesisir barat setelah direbut dari Belanda.
Golongan agama pada saat itu telah menguasai daerah pedalaman Sumatra Barat dan menjalankan
pemerintahan berdasarkan agama.
Pada tahun 1819, Belanda menerima Padang dan daerah sekitarnya dari Inggris.Golongan
adat meminta bantuan kepada Belanda dalam menghadapi golongan Paderi. Pada Februari 1821,
kedua belah pihak menandatangani perjanjian.Sesuai perjanjian tersebut Belanda mulai
mengerahkan pasukannya untuk menyerang kaum Paderi.
Perang Diponegoro (1825 1830)
Penyebab perang ini adalah rasa tidak puas masyarakat terhadap kebijakan kebijakan yang
dijalankan pemerintah Belanda di kesultanan Yogyakarta. Belanda seenaknya mencampuri urusan
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

84

intern kesultanan. Akibatnya, di Keraton Mataram terbentuk 2 kelompok, pro dan anti Belanda.
Pada pemerintahan Sultan HB V, Pangeran Diponegoro diangkat menjadi anggota Dewan
Perwalian. Namun dia jarang diajak bicara karena sikapnya yang kritis terhadap kehidupan keraton
yang dianggapnya terpengaruh budaya barat dan intervensi Belanda. Oleh karena itu, dia pergi dari
keraton dan menetap di Tegalrejo.
Di mata Belanda, Diponegoro adalah orang yang berbahaya. Suatu ketika, Belanda akan
membuat jalan Yogyakarta Magelang. Jalan tersebut menembus makam leluhur Diponegoro di
Tegalrejo. Dia marah dan mengganti patok penanda jalan dengan tombak. Belanda menjawab
dengan mengirim pasukan ke Tegalrejo pada 25 Juni 1825.
Diponegoro dan pasukannya membangun pertahanan di Selarong. Dia mendapat berbagai
dukungan dari daerah daerah. Tokoh tokoh yang bergabung antara lain : Pangeran Mangkubumi,
Sentot Alibasha Prawirodirjo, dan Kyai Maja. Oleh karena itu Belanda mendatangkan pasukan dari
Sumatra Barat dan Sulawesi Utara yang dipimpin Jendral Marcus de Kock.
Perang Aceh
Aceh dihormati oleh Inggris dan Belanda melalui Traktat London pada 1824, karena Terusan
Suez diuka, yang menyebabkan kedudukan Aceh menjadi Strategis di Selat Malaka dan menjadi
incaran bangsa barat. Untuk mengantisipasi hal itu, Belanda dan Inggris menandatangani Traktat
Sumatra pada 1871.
Melihat gelagat ini, Aceh mencari bantuan ke luar negeri.Belanda yang merasa takut
disaingi menuntut Aceh untuk mengakui kedaulatannya di Nusantara.Namun Aceh menolaknya,
sehingga Belanda mengirim pasukannya ke Kutaraja yang dipimpin oleh Mayor Jendral J.H.R
Kohler. Penyerangan tersebut gagal dan Jendral J.H.R Kohler tewas di depan Masjid Raya Aceh.
Serangan ke 2 dilakukan pada Desember 1873 dan berhasil merebut Istana kerajaan Aceh di
bawah pimpinan Letnan Jendral Van Swieten.Walaupun telah dikuasai secara militer, Aceh secara
keseluruhan belum dapat ditaklukkan.Oleh karena itu, Belanda mengirim Snouck Hurgronye untuk
menyelidiki masyarakat Aceh.
Perang Bali
Pulau Bali dikuasai oleh kerajaan Klungkung yang mengadakan perjanjian dengan Belanda
pada 1841 yang menyatakan bahwa kerajaan Klungkung di bawah pemerintahan Raja Dewa Agung
Putera adalah suatu negara yang bebas dari kekuasaan Belanda.
Pada 1844, perhu dagang Belanda terdampar di Prancak, wilayah kerajaan Buleleng dan
terkena hukum Tawan Karang yang memihak penguasa kerajaan untuk menguasai kapal dan isinya.
Pada 1848, Belanda menyerang kerajaan Buleleng, namun gagal.
Serangan ke 2 pada 1849, di bawah pimpinan Jendral Mayor A.V Michies dan Van
Swieeten berhasil merbut benteng kerajaan Buleleng di Jagaraga. Pertempuran ini diberi nama
Puputan Jagaraga.
Setelah Buleleng ditaklukkan, banyak terjadi perang puputan antara kerajaan kerajaan Bali
dengan Belanda untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan. Diantaranya Puputan Badung
(1906), Puputan Kusamba (1908), dan Puputan Klungkung (1908).
Perang Banjarmasin
Sultan Adam menyatakan secara resmi hubungan kerajaan Banjarmasin Belanda pada
1826 sampai beliau meninggal pada tahun 1857. Sepeninggal Sultan Adam, terjadi perebutan
kekuasaan oleh 3 kelompok :
Kelompok Pangeran Tamjid Illah, cucu Sultan Adam.
Kelompok Pangeran Anom, Putra Sultan Adam.
Kelompok Pangeran Hidayatullah, cucu Sultan Adam.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

85

Di tengah kekacauan tersebut, terjadi perang Banjarmasin pada 1859 yang dipimpin
Pangeran Antasari, seorang putra Sultan Muhammad yang anti Belanda. Dalam melawan Belanda,
Pangeran Antasari dibantu oleh Pangeran Hidayatullah.
Pada 1862, Pangeran Hidayatullah ditangkap dan dibuang ke Cianjur. Dalam pertempuran
dengan Belanda pada tahun tersebut, Pangeran Antasari tewas.
D. PERANG DUNIA II DI KAWASAN ASIA PASIFIK
Perang Pasifik, yang dikenal di Jepang dengan nama Perang Asia Timur Raya dan di
Tiongkok sebagai Perang Perlawanan Terhadap Agresi Jepang) (kang-Ri zhanzheng), terjadi di
Samudra Pasifik, pulau-pulaunya, dan di Asia. Konflik ini terjadi antara tahun 1937 dan 1945,
namun peristiwa-peristiwa yang lebih penting terjadi setelah 7 Desember 1941, ketika Jepang
menyerang Amerika Serikat serta wilayah-wilayah yang dikuasai Britania Raya dan banyak negara
lainnya.
Perang ini dimulai lebih awal dari Perang Dunia II yaitu pada tanggal 8 Juli 1937 oleh
sebuah insiden yang disebut Insiden Jembatan Marco Polo Peristiwa tersebut menyulut peperangan
antara Tiongkok dengan Jepang.Konflik antara Jepang dan Tiongkok dan beberapa dari peristiwa
dan serangannya yang penting juga merupakan bagian dari perang tersebut. Perang ini terjadi antara
Jepang dan pihak Sekutu (yang termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, Britania Raya, Filipina,
Australia, Belanda dan Selandia Baru). Uni Soviet berhasil memukul mundur Jepang pada 1939,
dan tetap netral hingga 1945, saat ia memainkan pernanan penting di pihak Sekutu pada masa-masa
akhir perang.

E. PERGERAKAN NASIONAL PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG


Perlawanan secara Legal
Gerakan Tiga A :
Gerakan ini disebut Tiga A karena semboyannya yang terdiri atas tiga macam :
Nippon pelindung Asia
Nippon cahaya Asia
Nipppon pemimpin Asia
Gerakan ini diketuai Oleh Mr. Syamsuddin, tokoh Parindra Jawa Barat. Gerakan ini tidak banyak
menarik rakyat.Oleh karena itu pemerintah Jepang membubarkan gerakan ini pada tahun 1943
sebagai gantinya dibentuk Putera.
Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
Organisasi ini dibentuk pada 1 Maret 1943 dibawah pimpinan empat serangkai, yaitu Ir. Soekarno,
Dr. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH. Mas Mansyur.
Mereka dinggap mewakili aliran-aliran yang terdapat dalam masyarakat Indonesia. Karena
organisasi ini terlalu bersifat nasional, maka pada tahun 1944 dibubarkan oleh pemerintah Jepang
dan kemudian membentuk Jawa Hokokai.
Perhimpunan Kebangkitan Jawa (Jawa Hokokai)
Pimpinan dari organisasi ini di bawah komando militer Jepang.Organisasi ini tersusun dari tingkat
pusat sampai ke tingkat daerah.Jawa Hokokai dibentuk karena perang sudah semakin

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

86

meningkat.Rakyat dituntut agar memberikan pengabdin yang maksimal dan bersedia mengorbankan
diri serta mempertebal rasa persaudaraan.
Pembela Tanah Air (Peta)
Pembela Tanah Air (Peta) dibentuk pada tahun 1943, yang merupakan kesatuan militer bersenjata
yang dibentuk atas inisatif Gatot Mangkupraja.Di sini pemuda-pemuda Indonesia dilatih
kemiliteran Jepang untuk keperluannya.Ternyata Peta inilah nantinya merupakan tenaga inti untuk
membela Republik Indonesia.Jepang memanfaatkan pendirian PETA untuk mengerahkan tenaga
dalam rangka menghancurkan Sekutu, yang dianggap merupakan kemenangan terakhir.
Masyumi (Majelis Syuro Muslimin)
Meskipun Jepang mengekang aktivitas semua kaum nasionalis, namun golongan nasionalis Islam
mendapat perlakuan lain. golongan ini memperoleh kelonggaran, karena dinilai paling anti Barat.
Jepang menduga bahwa golongan ini akan mudah dirangkul. Sampai bulan November 1943, Jepang
masih memperkenankan berdirinya Majelis Islam Ala Indonesia (MIAI) yang dibentuk pada zaman
Hindia Belanda. Para pemuka agama diundang ke jakarta oleh Gunseikan Mayor Jendela Okazaki,
untuk mengadakan penukaran pikiran. Hasilnya adalah MIAI diakui sebagai organisasi resmi Umat
Islam, dengan syarat harus mengubah asas dan tujuannya.
Chou Singi-In
Memsuki awal tahun 1943 Jepang mulai melemah.Mereka mengalami kekalahan beruntun di
berbagi front pertempuran. Pada tanggal 8 Januari 1943, Perdana Menteri Tojo mengumumkan
secara resmi bahwa Filipina dan Birma akan memperoleh kemerdekaannya pada tahun itu juga,
sedangkan mengenai Indonesia tidak disinggung sama sekali. Pernyataan itu dapat menyinggung
perasaan kaum nasionalis dan rakyat Indonesia umumnya.Oleh karena itu, Perdana Menteri Tojo
menganggap perlu mengirim Menteri Urusan Asia Timur Raya, Aoki, ke Jakarta awal bulan Mei
1943.Aoki
adalah
Menteri
Jepang
pertama
kali
yang
ada
di
Indonesia.
Sehubungan dengan pertemuan tokoh-tokoh empat serangkai dengan Menteri Aoki itulah, maka
pada tanggal 7 Juli 1943, Tojo datang ke Jakarta.
F. DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DALAM BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN
a.

b.

c.

Bidang Politik
Sejak masuknya Jepang di Indonesia, organisasi yang berkembang pada saat itu dihapuskan
dan diganti dengan organisasi buatan Jepang. Tetapi, pemerintah Jepang masih membiarkan
kesempatan pada golongan nasionalis islam karena dinilainya sangat anti-barat, sehingga organisasi
MIAI masih diperbolehkan tetap berdiri, tetapi karena perkembangannya dianggap membahayakan
Jepang, akhirnya MIAI dibubarkan dan diganti dengan Masyumi.
Bidang Pendidikan
Pendidikan zaman Jepang mengalami perubahan secara drastis. Dimana sistem pengajaran
dan kurikulum disesuaikan dengan kepentingan perang. Siswa wajib mengikuti latihan dasar
kemiliteran. Jepang juga menanamkan semangat Jepang dan siswa wajib menghapal lagu
kebangsaan Jepang. Para guru diharuskan mengikuti kursus bahasa Jepang. Juga diwajibkannya
menggunakan bahasa Jepang dan Indonesia sebagai bahasa pengantar disekolah untuk
menggantikan bahasa Belanda. Melalui pendidikan, Jepang bermaksud mencetak kader-kader yang
akan mempelopori dan merealisasikan konsepsi Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.
Bidang Ekonomi
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

87

Pada pendudukan Jepang, kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang Jepang.
Jepang berusaha menguasai sumber bahan mentah untuk industri Jepang. Sebagian hasil panen
harus diserahkan kepada pemerintah. Rakyat diperbolehkan memiliki 40% hasil panen mereka,
30%disetor kekoperasi dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan sisa 30% disediakan untuk
bibit dan harus disimpan dilumbung desa. Kadang-kadang semua itu dirampas oleh Jepang sehingga
rakyat hanya makan keladi yang gatal, ubi jalar atau bekicot serta makanan lain yang tidak layak.
Selain itu, Jepang juga mengharuskan kaum pria yang muda dan sehat serta produktif untuk
menjadi serdadu pekerja (Romusha). Akibatnya tidak sedikit nyawa yang terenggut saat itu.
d.
Bidang Budaya
Jepang sebagai negara fasis selalu berusaha untuk dapat menanamkan kebudayaannya. Salah
satu cara Jepang adalah kebiasaan menghormat kearah matahari terbit. Hal ini berarti bahwa cara
menghormat tersebut merupakan salah satu tradisi Jepang untuk menghormati kaisarnya yang
dianggap keturunan Dewa Matahari.
f. Militer
Demi untuk memenuhi kepentingan perang Asia Timur Raya yang memerlukan banyak
tentara. Pemerintah Jepang berusaha mengerahkan porensi rakyat Indonesia dengan membentuk
pendidikan semi-militer dan militer, seperti : Seinendan, Keobodan, Heiho dan PETA. Meskipun
pengerahan tersebut dilaksanakan untu kepentingan Jepang, namun bangsa Indonesia mendapat
keuntungan besar dari proses pendidikan militer ini. Hal ini terasa gunanya, kelak pada saat bangsa
Indonesia menghadapi sekutu dan Belanda yang akan menjajah kembali Indonesia tahun 1945
1949.
g. Bahasa Indonesia
Jepang berusaha menghapus pengaruh barat di Indonesia. Antara lain dengan pelarangan
penggunaan Bahasa Belanda disekolah-sekolah dan pertemuan resmi. Bahasa yang dboleh
digunakan adalah bahasa Indonesia disamping bahasa Jepang. Demikian pula buku-buku pelajaran
maupun yang berbentuk sastra, menggunakan bahasa Indonesia.

G. AKTIVITAS PERJUANGAN DALAM MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN


1. Sidang pertama (29 mei 1 Juni 1945)
Dalam sidang pertama ini, pembicaraan dipusatkan pada usaha merumuskan dasar filsafat
bagi negara Indonesia merdeka dengan membahas berbagai usul dari peserta sidang.
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan buah pikirannya tentang dasar negara
Indonesia merdeka :
1.
Kebangsaan Indonesia
2.
Internasionalisme
3.
Mufakat atau Demokrasi
4.
Kesejahteraan Sosial
5.
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kelima asas yang diusulkan Ir. Soekarno sesuai dengan petunjuk seorang ahli bahasa diberi
nama Pancasila. Oleh karena itu setiap tanggal 1 Juni dikenal sebagi hari lahirnya Pancasila.
Kemudian tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk panitia perumus yang tugasnya untuk
membahas dan merumuskan hasil sidang pertama. Panitia perumus tersebut dikenal dengan
nama panitia kecil atau panitia 9, karena beranggotakan 9 orang :
1.
Ir. Soekarno (Ketua)
2.
Drs. M. Hatta (Wakil)
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

88

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

K.H. Wachid Hasyim (Anggota)


Kahar Muzakir (Anggota)
Mr. A.A. Maramis (Anggota)
Abikusno Tjokrosurojo (Anggota)
H. Agus Salim (Anggota)
Mr. Achmad Subarjo (Anggota)
Mr. Moh. Yamin (Anggota).
Sebagai tindak lanjut dari sidang pertama maka direkomendasikan Piagam Jakarta (Jakarta
Charter) tanggal 22 Juni 1945 yang berisi rumusan dasar negara dan rancangan Pembukaan UUD.
Adapun rumusan dasar negara berdasarkan piagam Jakarta adalah :
1.
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya
2.
Kemanusian yang adil dan beradab
3.
Persatuan Indonesia
4.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2.

Sidang Kedua ( 10 Juli 16 Juli 1945 )


Pada sidang yang kedua BPUPKI berhasil membentuk tiga panitia :
1.
Panitia perancang UUD yang diketuai Ir. Soekarno
2.
Panitia Pembela Tanah Air yang diketuai Abi Kusno
3.
Panitia keuangan dan perekonomian yang diketuai Moh. Hatta
Panitia perancang dalam sidangnya tanggal 11 Juli 1945 menerima konsep naskah
pembukaan UUD yang diambil dari piagam Jakarta. Panitia perancang kemudian membentuk
panitia kecil perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai Mr. Supomo. Ia bertugas
menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang telah disepakati.
Tanggal 13 Juli 1945, pembentuk Tim Panitia Kecil yang diketuai Ir. Soekarno mengadakan
sidang untuk membahas laporan hasil kerja Panitia Kecil Perancang UUD yang diketuai Mr.
Supomo. Dalam rapat Pleno tanggal 14 Juli 1945, BPUPKI menerima laporan Panitia Perancang
UUD yang dibacakan Ir. Soekarno :
1.
Pernyataan Indonesia merdeka
2.
Pembukaan UUD
3.
Batang Tubuh UUD
Setelah melalui sidang yang alot, hasil kerja Panitia Perancang UUD akhirnya diterima
BPUPKI. Hal itu merupakan momentum penting dalam menentukan masa depan bangsa dan negara
Indonesia. Rumusan yang telah disempurnakan dan diterima secara bulat oleh sidang tersebut
kemudian dikenal dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Latihan Soal Bab II


Petunjuk:
1. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda menjawab!
4. Dahulukan menjawab soal yang Anda anggap mudah!
5. Bentuk soal terdiri dari: pilihan berganda 10 soal

A. Pilihan Ganda
1. Berikut ini yang merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh imperialisme modern adalah .
A. mencari dan mendapatkan daerah penanaman modal
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

89

B. mencari dan mendapatkan logam mulia atau kekayaan


C. mendapatkan nama baik dan kejayaan bangsa
D. mencapai tujuan suci untuk menyebarkan agama nasrani
E. mencari daerah-daerah baru untuk ditaklukkan dan dieksploitasi
2. Gubernur Jenderal VOC yang pertama adalah .
A. Johan van Olderbarnevelt
B. JP. Coen
C. Pieter Both
D. Johannes Van den Bosch
E. John Fendall
3. Faktor- faktor yang mendorong didirikannya VOC adalah .
A. menghindari persaingan antarpedagang Belanda dan pedagang lain
B. menyeragamkan komoditi dagang di Hindia Timur
C. berusaha mengisi kekosongan kas Belanda
D. mempererat hubungan antarpedagang Belanda
E. membantu pemerintah Belanda dalam menjual hasil industrinya
4. Tujuan pemerintah kolonial Belanda melaksanakan sistem tanam paksa adalah .
A. mengisi kekosongan kas negara Indonesia
B. meningkakan produksi barang ekspor
C. mengatasi kesulitan keuangan kerajaan Belanda
D. membiayai perang yang dilakukan oleh Belanda
E. mengenalkan tanaman ekspor di Indonesia
5. Orang Belanda pertama yang melakukan pelayaran ke Indonesia dan mendarat di Banten adalah
.
A. Cornelis de Houtman
B. Johan van Olderbarnevelt
C. H.W. daendels
D. Van den Bosch
E. Baron Van Hoevel
6. Di Eropa sekitar abad ke-15 berlaku sistem ekonomi yang mendorong pemerintah ikut campur
dalam perekonomian sehingga muncullah kongsi-kongsi dagang di Eropa. Sistem perekonomian itu
dikenal sebagai.
A. merkantilisme
B. kapitalisme
C. renaissance
D. kolonialisme
E. humanisme
7. Raja daeri Banten yang gigih menentang VOC adalah .
A. Sultan Haji
B. Sultan Abdul Mufakir
C. Sultan Ageng Tirtayasa
D. Sultan Maulana Muhammad
E. Sultan Hasanudin
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

90

8. Penyebab utama pecahnya Perang Diponegoro adalah .


A. rakyat Mataram dihasut oleh para Bupati untuk memihak penjajah Belanda
B. Belanda mengusik makam leluhur Diponegoro di Tegalrejo
C. Pangeran Diponegoro tidak menyukai tingkah laku Belanda
D. Pangeran Diponegoro bertikai dengan Sentot Prawirodirjo
E. campur tangan Belanda dalam urusan Keraton Yogyakarta
9. Perang Pattimura disebabkan oleh .
A. campur tangan Belanda dalam pemerintahan Maluku
B. rakyat menentang penyebaran Agama Kristen
C. rakyat menolak pemberlakuan penyerahan wajib
D. Belanda melaksanakan politik monopoli
E. rakyat tidak menyukai tingkah laku Belanda
10. Mundurnya perlawanan Mataram terhadap Belanda di Batavia disebabkan oleh .
A. pasukan Belanda membakar cadangan makanan pasukan Mataram
B. adanya penghianat di dalam pasukan Mataram
C. kendornya semangat pasukan Mataram
D. kuatnya persatuan dalam pasukan Belanda
E. persenjataan pasukan Mataram kalah jauh dari pasukan Belanda

BAB 3
PERKEMBANGAN PAHAM-PAHAM BARU DAN MUNCULNYA
PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

91

Standar Kompetensi :
Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan
pendudukan Jepang

Kompetensi Dasar :
Menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan
kesadaran dan pergerakan kebangsaan

A. PAHAM-PAHAM BARU DARI BARAT


1.

Nasionalisme
a.
Pengertian
Menurut Otto Bouer, nasionalisme muncul karena adanya persamaan sikap dan tingkah laku
dalam memperjuangkan nasib yang sama, sedangkan
Hans Kohn berpendapat bahwa nasionalisme adalah suatu paham yang menempatkan
kesetiaan tertinggi individu kepada Negara dan bangsa. Semen
Ernest Renant menyatakan, nasionalisme ada ketika muncul keinginan untuk bersatu

2.

Demokrasi
Demokrasi berasal dari kata demos yang artinya rakyat, dan kratos yang berarti .Jadi,
demokrasi berarti pemerintahan dari rakyat untuk rakyat. Prinsip-prinsip yang mendasari ide
demokrasi adalah konstitusionalisme, kedaulatan rakyat, aparat yang bertanggungjawab, jaminan
kewajiban sipil, pemerintah berdasarkan undang-undang, dan asas mayoritas Demokrasi sudah ada
pada jaman Yunani kuno, yang dikenal dengan demokrasi langsung, dimana rakyat seluruhnya bias
langsung atau memutuskan suatu perkara. Hal ini dimungkinkan karena saat itu di Yunani masih
berbentuk negara-kota (polis) yang penduduknya sekitar 30 orang per polis. Pada Revolusi Amerika
tahun 1776 dalam Declaration of Independence, menyatakan bahwa tidak ada kekuasaan yang adil
tanpa persetujuan rakyat

3.

Liberalisme

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

92

Liberal berasal dari kata liberty, yang berarti kebebasan.Kebebasan dalam arti
kemerdekaan pribadi, hak untuk mendapatkan perlindungan, dan kebebasan dalam menentukan
sikap. Liberalisme adalah suatu aliran pemikiran yang mengharapkan kemajuan dalam berbagai
bidang atas dasar kebebasan individu yang dapat mengembangkan bakat dan kemampuannya
sebebas mungkin, Beberapa tokoh yang bisa dianggap sebagai penganut dan yang mengembangkan
paham liberalisme, yaitu:
a. John Locke. Menurut pendapatnya, negara terbentuk dari perjanjiann sosial antara individu
dengan yang hidup bebas dengan penguasa.
b. Montesquieu. Dalam bukunya spirit the law, terdapat pemisahan kekuasaan dalam pemerintahan
yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Tujuannya agar terdapat pengawasan antar lembaga agar
tidak terjadi penyalahgunaan wewenang
4. Sosialisme
Sosialisme ialah paham yang menghendaki suatu masyarakat dibentuk secara kolektif (oleh
kita, untuk kita).Titik berat dari paham ini ada pada masyarakat, bukan individu.Dan dalam hal ini
sosialisme merupakan lawan dari liberalisme.Pada awalnya sosialisme muncul sebagai reaksi atas
liberalisme abad ke-19.Pendukung liberalisme adalah kelas menengah (middle class), yang oleh
Karl Marx disebut kaum borjuis.Kelas menengah ini adalah memiliki industri, perdagangan dan
memiliki pengaruh dalam masyarakat dan pemerintah.Ketertindasan kaum buruh oleh para pemilik
modal (kapital) menimbulkan reaksi golongan kelas menengah, yang sampai sekarang dikenal
dengan istilah gerakan sosialisme.Tujuannya menghilangkan pertentangan antar kelas, kelas buruh
dan pemodal. Oleh Marx, sosialisme dikembangkan menjadi komunisme.
B. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN NASIONALISME DI ASIA DAN AFRIKA
Ciri-ciri umum sistem birokrasi Barat yang diperkenalkan di Negara-negara Asia Tenggara
-Kuasa barat menubuhkan kerajaan pusat
-Barat melantik Gabenor Jeneral sebagai ketua pentadbir
-Mereka melaksanakan pentadbiran melalui biro(jabatan)
-Pegawai barat dilantik sebagai ketua biro
-Kuasa barat memperkenalkan undang-undang barat.

Ciri-ciri birokrasi yang diperkenalkan oleh Sepanyol di Filipina.


-Sepanyol memperkenalkan sistem pentadbiran berpusat
-Gabenor Jeneral menjadi pemerintah tertinggi di peringkat pusat
-Datuk Bandar menjadi pentadbir wilayah
-Gabenor kecil menjadi pentadbir Bandar
-Encomiendero menjadi pemerintah Encomienda

Maksud Sistem Encomienda


-Sistem pentadbiran Sepanyol diperingkat tempatan
-pemerintahnya diketuai encomiendero

Tugas-tugas Encomiendero yang diperkenalkan Sepanyol di Filipina.


-menjaga keamanan
-mengutip cukai
-mengkristiankan penduduk barangay

Sebab sistem Encomienda dibenci oleh penduduk Filipina.


-mengenakan cukai yang tinggi
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

93

-mengenakan kerahan tenaga terhadap penduduk

Perubahan sistem pentadbiran yang diperkenalkan oleh Belanda di Indonesia.


-pentadbiran dibahagikan kepada pentadbiran pusat dan tempatan
-pentadbiran pusat diketuai oleh Gabenor Jeneral
-pentadbiran tempatan diketuai dikendalikan oleh pembesar tempatan
-pentadbiran tempatan menjalankan tugas dengan pengawasan pegawai Belanda
-Belanda menubuhkan jabatan kerajaan seperti Jabatan Pelajaran dan Pertanian
-Belanda menubuhkan dewan tempatan
-dewan tempatan berfungsi sebagai penasihat pentadbiran Belanda
-dewan tempatan tiada kuasa perundangan
-Belanda menubuhkan Volksraad
-Volksraad merupakan majlis rakyat

Bentuk sistem pemerintahan di Burma sebelum kedatangan British


-Burma mengamalkan sistem pemerintahan beraja di bawah dinasti Konbaung
pemerintahan dan pentadbiran diketuai oleh raja
-raja dibantu oleh Hluttaw(majlis diraja) dan Wun(pegawai tinggi kerajaan)
-Myothugyi menjadi ketua Bandar
-Ahmudan menjadi pegawai diraja
-Athi merupakan pembesar-pembesar tradisional
-raja menjadi penaung kepada sami Buddha.

C. LAHIRNYA PRGERAKAN NASIONAL INDONESIA


1. Budi Utomo.
Pada tahun 1906 di Yogyakarta dr. Wahidin Sudirohusodo mempunyai gagasan untuk
mendirikan studiefonds atau dana pelajar. Tujuannya adalah mengumpulkan dana untuk
membiayaai pemuda-pemuda bumi putra yang pandai, tetapi miskin agar dapat memneruskan ke
sekolah yang lebih tinggi. Untuk mewujudkan gagasan nya tersebut, beliau mengadakan perjalanan
keliling jawa. Ketika sampai di Jakarta, dr. Wahidin Sudirohusodo bertemu dengan mahasiswamahasiswa STOVIA. STOVIA adalah sekolah untuk mendidik dokter-dokter pribumi.Mahasiswamahasiswa tersebut antara lain Sutomo, Cipto Mangunkusumo, Gunawan Mangunkusumo, Suraji,
dan Gumbrek.Dr. Wahidin Sudirohusodo memberikan dorongan kepada mereka agar membentuk
suatu
organisasi.Dorongan
tersebut
mendapat
sambutan
baik
dari
para
mahasiswa
STOVIA.
Pada tanggal 20 Mei 1908 bertempat di Gedung STOVIA. Para mahasiswa STOVIA
mendirikan organisasi yang diberi nama Budi Utomo. Budi Utomo artinya budi yang utama.Tanggal
berdirinya Budi Utomo yaitu 20 Mei dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
2. Serikat Dagang Islam.
Revolusi Nasional Cina yang dipelopori oleh dr. Sun Yat Sen pada tanggal 10 Oktober 1911
telah berpengaruh terhadap orang-orang Cina perantauan di Indonesia. Mereka segera mendirikan
ikatan-ikatan yang bercorak nasionalis Cina. Kedudukan mereka dibidang ekonomi sangat kuat.
Mereka menguasai penjualan bahan-bahan batik.Para pedagang batik pribumi merasa terdesak atau
dirugikan.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

94

Untuk menghadapi para pedagang Cina itu, pada tahun 1911 para pedagang batik Solo
dibawah pimpinan H. Samanhudi mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI). Tujuan berdirinya
Sarikat Dagang Islam adalah :
a. Memajukan perdagangan.
b. Melawan monopoli pedagang tionghoa, dan
c. Memajukan agama Islam.
Serikat Dagang Islam mengalami perkembangan pesat karena bersifat nasionalis, religius,
dan ekonomis.
3. Indische Partij.
Indische Partij didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912 . Pendirinya adalah dr.
E.F.E Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara.
IP bertujuan mempersatukan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Tokoh-tokoh IP
menyebarluaskan tujuannya melalui surat kabar. Dalam waktu singkat IP mempunyai banyak
anggota.Cabang-cabangnya tersebar diseluruh Indonesia.Pemerintah Hindia Belanda menganggap
organisasi ini membahayakan kedudukannya.Pada bulan Maret 1913 Pemerintah Hindia Belanda
melarang kegitan IP. Pada bulan Agustus tahun yang sama para pemimpin IP dijatuhi hukuman
pengasingan.
4. Partai Nasional Indonesia.
Pada tanggal 4 Juli 1927 para pengurus Algemeene Studie Club (Kelompok Belajar Umum) di
Bandung mendirikan perkumpulan baru yang dinamakan Perserikatan Nasional Indonesia. Mereka
adalah Ir. Soekarno, Mr. Sartono, dr. Samsi, Mr. Iskaq Cokrohadisuryo, Mr. Budiarto, Mr. Ali
Sastroamijoyo, Mr. Sunario, dan Ir. Anwari. Perkumpulan ini kemudian berganti nama menjadi
Partai Nasional Indonesia (PNI), dll.
Latihan Soal Bab III
Petunjuk:

2. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda menjawab!


3. Dahulukan menjawab soal yang Anda anggap mudah!
4. Bentuk soal terdiri dari: pilihan berganda 10 soal
A. Pilihan Ganda
1. Tujuan pergerakan nasional di Indonesia adalah untuk.......
a. Mencapai kemerdekaan tanah air dari penindasan penjajah
b. Menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu berorganisasi
c. Mencapai kemerdekaan tiap-tiap daerah
d. Merebut kekuasaan di bidang politik
e. Mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan
2. Faktor intern yang membantu bertambah suburnya rasa dan paham kebangsaan Indonesia,
adalah.......
a. Makin membaiknya taraf hidup pribumi
b. Liberalisme yang dianut oleh pemerintah Belanda
c. Lahirnya sikap patriotisme
d. Kemenangan Jepang dalam perang dengan Rusia tahun 1905
e. Munculnya golongan cendikiawan di kalangan rakyat Indonesia
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

95

3.
a.
b.
c.
d.
e.

Pada mulanya pergerakan kebangsaan di Indonesia bersifat.......


Sosial Politik
Sosial Ekonomis
Sosial Budaya
Sosial Religius Budaya
Sosial Ekonomis Politis

4.
a.
b.
c.
d.
e.

Ciri perjuangan melalui pergerakan nasional (1908 1945), yaitu......


Mengedepankan kekerasan senjata
Mengutamakan kepemimpinan sosial
Perjuangannya bersifat kedaerahan
Menggunakan organisasi modern yang teratur
Kemerdekaan nasional bukan merupakan tujuan.

5. Di bawah ini pernyataan bahwa tanggal 20 Mei 1908 dengan pelopornya adalah para
mahasiswa......
a. RHS di Jakarta
b. MOSVIA di Jakarta
c. NIAS di Surabaya
d. STOVIA di Jakarta
e. OSVIA di Surabaya
6.
a.
b.
c.
d.
e.

Sejarah mencatat Budi Utomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa dari......
Dr Wahidin Sudirohusodo
Ki Hajar Dewantoro
Ir. Sikarno
K.H. Ahmad Dahlan
Dr. Douwes Dekker

7.
a.
b.
c.
d.
e.

Organisasi Sarekat Dagang Islam didirikan pada tahun 1911 oleh....


HOS Cokroaminoto
Haji Samanhudi
R.T Tirtokusumo
Dr. Wahidin Sudirohusodo
Dr. Radjiman Wedyodiningrat

8. SI dalam perkembangannya pecah menjadi dua kelompok, yakni SI Putih dan SI Merah. SI Putih
adalah......
a. Kelompok religius
b. Kelompok ekonomis
c. Kelompok ekonomi-liberalis
d. Kelompok nasionalis-religius
e. Kelompok ekonomis-dogmatis
9. Sarekat Islam merupakan gerakan nasionalis, demokratis, dan ekonomis serta berasaskan Islam
dengan haluan....
a. Kooperatif
b. Moderat
c. Low profil
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

96

d. Non-kooperatif
e. Radikal
10. Indische Partij merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis Indo-Belanda di masa
pergerakan kebangsaan. Organisasi ini antara lain bertujuan......
a. Memajukan kebudayaan Jawa, Madura dan Bali
b. Menyatukan seluruh warga negara Indonesia yang berada di negeri Belanda
c. Mengusahakan kemajuan yang selaras bagi bangsa dan tanah air
d. Menggalang persatuan semua orang Indonesia untuk berjuang demi kemerdekaan RI
e. Mengusahakan kerja sama antara orang Indonesia yang seagama

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

97

SEMESTER 2
BAB 4
TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Standar Kompetensi :

Memahami usaha persiapan kemerdekaan Indonesia

Kompetensi Dasar :

Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya Negara


Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

A. KRONOLOGI PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA


6 Agustus 1945
Sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima di Jepang, oleh Amerika Serikat.
7 Agustus 1945
BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
9 Agustus 1945
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

98

Bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki dan akhirnya menyebabkan Jepang menyerah
kepada Amerika Serikat dan sekutunya.Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk
memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua
BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu
Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan
akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.
10 Agustus 1945
Sementara itu, di Indonesia, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang
telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan
kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.Syahrir
memberitahu penyair Chairil Anwar tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa
Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah.Syahrir mengetahui hal itu melalui
siaran radio luar negeri, yang ketika itu terlarang.Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para
pemuda terutama para pendukung Syahrir.
12 Agustus 1945
Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta
dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia
dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.
[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
14 Agustus 1945
Saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Syahrir mendesak agar
Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat
sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan
demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta
menceritakan
kepada
Syahrir
tentang
hasil
pertemuan
di
Dalat.
Sementara itu Syahrir menyiapkan pengikutnya yang bakal berdemonstrasi dan bahkan mungkin
harus siap menghadapi bala tentara Jepang dalam hal mereka akan menggunakan kekerasan. Syahrir
telah menyusun teks proklamasi dan telah dikirimkan ke seluruh Jawa untuk dicetak dan dibagibagikan.
Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi
kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat
sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap.Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir
tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan
Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang.
15 Agustus 1945
Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di
Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan
Belanda. Sutan Sjahrir, salah satu tokoh pemuda mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah
mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk
segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.Namun golongan tua tidak ingin terburuburu.Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi.Konsultasi
pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI.Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat
PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang.Mereka menginginkan kemerdekaan atas
usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

99

Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh
konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Maeda, di Jalan
Imam Bonjol. Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan
mereka di Dalat.
16 Agustus 1945
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari.Teks proklamasi ditulis di ruang
makan di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta.Para penyusun teks proklamasi itu
adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh.Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo.Konsep teks proklamasi ditulis oleh
Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni
mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh.
Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi
harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain
Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00
dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian
bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan
oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan
pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief
Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut.Seorang pemudi
muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih),
yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya.Setelah bendera berkibar, hadirin
menyanyikan lagu Indonesia Raya.Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di
Museum Tugu Monumen Nasional.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang
dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak
dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun
ditolak.Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar
negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian
terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan
kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat
(MPR) yang akan dibentuk kemudian.
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari otto iskandardinata dan persetujuan
dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan
wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
Isi teks proklamasi :
Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain-lain, diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
0

Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun
2605.
Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang
tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.
Sementara naskah yang sebenarnya hasil gubahan Muh. Hatta, A. Soebardjo, dan dibantu oleh Ir.
Soekarno sebagai pencatat. Adapun bunyi teks naskah otentik itu sebagai berikut:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, hari 17, bulan 8, tahun 45
Wakil2 bangsa Indonesia.
B.

PERBEDAAN PANDANGAN ANTAR KELOMPOK DI SEKITAR PROKLAMASI


Berita tentang kekalahan Jepang, diketahui oleh sebagian golongan muda melalui radio
siaran luar negeri.Pada malam harinya Sutan syahrir menyampaikan berita itu kepada
Moh.Hatta.Syahrir juga menanyakan mengenai kemerdekaan Indonesia sehubungan dengan
peristiwa tersebut.Moh. Hatta berjanji akan menanyakan hal itu kepada Gunseikanbu. Setelah yakin
bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, Moh.Hatta mengambil keputusan untuk segera
mengundang anggota PPKI.
Selanjutnya golongan muda mengadakan rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi
di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta.Rapat dilaksanakan pada tanggal 15 agustus 1945, pukul 20.30
waktu Jawa. Rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh itu menghasilkan keputusan
kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, tak dapat
digantungkan pada orang dan negara lain. Segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan
dari Jepang harus diputuskan dan sebaliknya diharapkan diadakan perundingan dengan golongan
muda agar mereka diikutsertakan dalam pernyataan proklamasi.
Keputusan rapat itu disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada pukul 22.30 waktu Jawa
kepada Ir. Sukarno di rumahnya, Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Kedua utusan tersebut segera
menyampaikan keputusan golongan muda agar Ir. Sukarno segera memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia tanpa menunggu hadiah dari Jepang. Tuntutan Wikana yang disertai ancaman bahwa akan
terjadi pertumpahan darah jika Ir. Sukarno tidak menyatakan proklamasi keesokan harinya telah
menimbulkan ketegangan. Ir. Sukarno marah dan berkata Ini leher saya, seretlah saya ke pojok itu
dan sudahilah nyawa saya malam ini juga, jangan menunggu sampai besok. Saya tidak bisa
melepaskan tanggungjawab saya sebagai ketua PPKI. Karena itu saya tanyakan kepada wakil-wakil
PPKI besok. Ketegangan itu juga disaksikan oleh golongan tua lainnya seperti : Drs. Moh. Hatta,
dr. Buntaran, dr. Samsi, Mr. Ahmad Subardjo dan Iwa Kusumasumantri.

C.

PENYEBARLUASAN BERITA PROKLAMASI DAN SAMBUTAN RAKYAT INDONESIA


TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Ketika Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia, pemimpin
Domei Indonesia Adam Malik dari tempat persembunyiannya di Bungur Besar menelepon Asa
Bafagih dan mendiktekan bunyi teks proklamasi.
Adam Malik minta agar berita tersebut diteruskan kepada Pangulu Lubis untuk segera
disiarkan tanpa izin Hodohan (sensor Jepang) sebagaimana biasanya. Perintah Adam Malik itu
dilaksanakan Pangulu Lubis dengan menyelipkan berita proklamasi diantara berita-berita yang telah
disetujui Hodohan yang kemudian disiarkan melalui kawat (morce cast) oleh teknisi Indonesia,
Markonis Wua, dengan diawasi Markonis Soegiarin.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
1

Berita tersebut segera menyebar, dapat ditangkap di San Fransisco (AS) maupun di
Australia.Pemerintah pendudukan Jepang gempar setelah mengetahui tersiarnya berita kemerdekaan
RI. Semua pagawai Jepang di Domei dimintai pertanggungjawaban.Domei segera membuat berita
bantahan proklamasi dengan menyebutnya "salah".Mereka yang ditugaskan membuat bantahan
adalah Sjamsuddin Sutan Makmur dan Rinto Alwi dibantu seorang Jepang bernama Tanabe.Dua
orang Indonesia itu karena ditentang teman-temannya tidak bersedia membuat berita bantahan
sehingga hanya Tanabe sendiri yang membuatnya dan Markonis Wau menyiarkan melalui kawat.
Berita proklamasi kemerdekaan itu kemudian diteruskan ke Radio Republik Indonesia (RRI) yang
ketika itu juga dikuasai Jepang dengan nama Hoso Kyoku. Jumat petang 17 Agustus 1945 seorang
dari Domei masuk ke RRI dengan cara meloncat dari tembok belakang - karena di depan dijaga
ketat oleh serdadu Jepang Kempetai. Ia memberikan secarik kertas dari Adam Malik kepada penyiar
Jusuf Ronodipuro. Jusuf Ronodipuro menyiarkan teks proklamasi itu pada pukul 19:00 WIB dari
studio siaran luar negeri yang tidak dijaga Kempetai.Sama seperti di Antara, berita tersebut
diselundupkan tanpa sepengetahuan Jepang disiarkan sehingga berita kemerdekaan tersebut
semakin meluas jangkauannya, terbukti kemudian berita itu menjadi bahan percakapan dari mulut
ke mulut.
Kantor Domei Cabang Surabaya merupakan kantor cabang pertama yang melepaskan diri
dari ikatan Domei Pusat Jakarta.Di Semarang, berita proklamasi dari Domei Jakarta diteruskan
kepada penguasa tertinggi Indonesia di sana, Mr. Wongsonegoro yang saat itu menjabat Fuku
Shuchookan (Wakil Residen Semarang). Berita itu dibacakan Wongsonegoro dalam sidang pleno
dan mendapat tanggapan meriah lalu disebarluaskan kepada masyarakat sampai ada berita bantahan
dari Domei.
Menyerahnya Jepang kepada Sekutu membuat orang-orang Jepang di Domei Semarang
kehilangan gairah kerja. Sebaliknya orang-orang Indonesia sangat bergairah bahkan mengambil alih
dan menguasai kantor berita Domei..
Jepang melarang penyebarannya karena berita tersebut dikirim dari Jakarta tanpa melalui
izin Sendenbucho atau Kepala Barisan Propaganda Jepang. Meski Jepang lebih ketat melakukan
pengawasan terhadap penyebaran berita tersebut, berita proklamasi tetap dapat sampai ke meja
redaksi surat kabar dan radio Jepang Bandung Hoso Kyoku atau Radio Nirom pada zaman Belanda,
Harian Tjahaja dan Soeara Merdeka. Kejadian serupa juga terjadi di Yogyakarta maupun di daerahdaerah lainnya.Semua merupakan perjuangan Antara dalam menyiarkan teks proklamasi.
D.

PROSES TERBENTUKNYA NEGARA DAN PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA


Pada tanggal 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
menyelenggarakan siding untuk pertama kali yang dipimpin oleh Ir. Soekarno.Dalam sidang PPKI
itu dibahas berbagai persoalan untuk melengkapi keberadaan negara Republik Indonesia yang baru
diproklamasikan.Bahkan materi yang dibahas dalam sidang PPKI itu merupakan kelanjutan dari
sidang BPUPKI tanggal 10 16 Juli 1945. Dalam sidang PPKI itu berhasil diambil suatu keputusan
yang sangat penting bagi pemerintahan negara Republik Indonesia yang baru berdiri. Keputusan
yang berhasil dicapai dalam sidang PPKI adalah sebagai berikut.
a. Mengesahkan rancangan undang-undang dasar negara yang dibahas dalam sidang BPUPKI
menjadi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Selanjutnya Undang-Undang Dasar itu
lebih dikenal dengan istilah Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945).
b. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden sebagai pelaksana pemerintahan yang sah
dari Negara Republik Indonesia yang baru berdiri. Selanjutnya PPKI memilih dan mengangkat Ir.
Soekarno sebagai Presiden serta Drs. Moh.Hatta sebagai Wakil Presiden.
c. Membentuk Komite Nasional Indonesia sebagai lembaga yang membantu Presiden dalam
melaksanakan tugas-tugasnya sebelum terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui
pemilihan umum (pemilu).
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
2

Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 berjalan dengan lancar dan berhasil membentuk serta
mengesahkan UUD 1945, memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden serta membentuk
Komite Nasional Indonesia (KNI). Dengan demikian, sejak tanggal 18 Agustus 1945, yaitu sehari
setelah Indonesia merdeka, negara Republik Indonesia telah memiliki system pemerintahan yang
sah dan diakui oleh seluruh rakyat Indonesia.

Latihan Soal Bab IV


Petunjuk:

1. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda menjawab!


2. Dahulukan menjawab soal yang Anda anggap mudah!
3. Bentuk soal terdiri dari: pilihan berganda 10 soal
A. Pilihan Ganda
1. Munculnya Peristiwa Rengasdengklok menjelang dilaksanakannya Proklamasi Indonesiaadalah
sebagai akibat adanya
A. Perbedaan Pendapat antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Indonesia
B. Perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda
C. Gerakan rakyat Indonesia menentang pemerintahan pendudukan Jepang
D. Keinginan pasukan Belanda untuk menguasai wilayah Indonesia
E. Keinginan pasukan sekutu menduduki wilayah Indonesia
2. Di bawah ini adalah rancangan dasar negara yang diajukan oleh Prof. Soepomo padasidang
tanggal 31 Mei 1945, kecuali
A. Persatuan
B. Kekeluargaan
C. Mufakat dan demokrasi
D. Musyawarah
E. Kesejahteraan rakyat
3. Alasan tidak jadinnya Lapangan Ikada digunakan sebagai tempat pembacaan Proklamasi,tetapi
pembacaan teks proklamasi berlangsung di depan rumah Ir. Soekarno di jalanPegangsaan timur
No.16, adalah
A. Dikhawatirkan akan mengalami bentrokan antara rakyat Indonesia dan pihak Jepang
B. Lapangan ikada tidak memadai dijadikan tempat pembacaan teks proklamasi
C. Lapangan ikada letaknya terlalu jauh dari pusat kota
D. Kurangnya informasi tentang pembacaan teks proklamasi di Lapangan Ikada
E. Rakyat tidak menyetujui Lapangan Ikada dijadikan tempat pembacaan teks proklamasi karena
merupakan simbol Jepang
4. Nama tokoh Indonesia yang ditunjuk sebagai ketua Badan Penyelidik Usaha-UsahaPersiapan
Kemerdekaan Indonesia adalah..
A. R. Surono
B. Ir. Soekarno
C. Mr. Muh. Yamin
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
3

D. Radjiman Widyoningrat
E. Prof. Dr. Soepomo
5. Tokoh pergerakan Bangsa Indonesia yang bekerja pada stasiun radio milik pemerintahJepang
adalah
A. Yusuf Kunto
B. Ahmad Subardjo
C. A.K Pringgodigdo
D. Dr. Muywardi
E. Yusuf Ronodipuro

6. Arti penting surat pernyataan yang ditandatangani oleh Sri Sultan Hamengku BuwonoIX, 1
September 1945, adalah..
A. Sultan Hamengku Buwono IX secara resmi menjadi raja di Yogyakarta
B. Yogyakarta secara resmi menjadi daerah merdeka
C. Negeri Ngayogyakarta Hadinigrat secara resmi menjai bagian wilayah kekuasaan
RI berkedudukan sebagai daerah istimewa
D. Yogyakarta tidak mendukung proklamasi RI tanggal 17 Agustus 1945
E. Sultan Hamengku Buwono IX ingin menjadi presiden RI
7. Di bawah ini merupakan propinsi yang termasuk ke dalam wilayah Republik Indonesia pada
awal-awal proklamasi, kecuali
A. Propinsi Sumatera
B. Propinsi Jawa Barat
C. Propinsi Jawa Tengah
D. Propinsi Irian Jaya
E. Propinsi Sulawesi
8. Nama tokoh yang diangkat menjadi gubernur Provinsi Jawa Barat pada awal-awalterbentuknya
Republik Indonesia, adalah..
A. Teuku Muhammad Hasan
B. Sutardjo Kartohadikusumo
C. R.M Suroso
D. R. Panji Suroso
E. Mr. I Gusti Ketut Pudja
9. Fungsi dari dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) adalah
A. Sebagai dewan perwakilan rakyat sebelum dilaksankannya pemilihan umum
B. Sebagai suatu partai tunggal negara
C. Sebagai penjaga keamanan umum pada tiap-tiap daerah
D. Sebagai badan eksekutif negara yang berfungsi menjalankan pemerintahan
E. Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan di bidang hukum atau peradilan
10. Salah satu surat kabar yang menyebarluaskan berita bahwa Proklamasi Indonesia telah
dilaksanakan adalah surat kabar Tjahaja yang terbit di kota
A. Jakarta
B. Semarang
C. Bandung
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
4

D. Surabaya
E. Yogyakarta

BAB 5
PEMERINTAHAN INDONESIA SEJAK PROKLAMASI
HINGGA DEMOKRASI TERPIMPIN

Standar Kompetensi :

Merekonstruksi perjuangan bangsa Indonesia sejak masa Proklamasi hingga lahirnya Orde
Baru

Kompetensi Dasar :
Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia sejak proklamasi hingga Demokrasi
Terpimpin
Menganalisis pergantian pemerintahan dari Demokrasi Terpimpin sampai lahirnya Orde Baru

A. Masa-masa Pra-Proklamasi dan Pasca Proklamasi


Permusuhan dengan bangsa Indonesia. Tindakan Jepang antaralain memperkenankan
bendera merah putih berkibar di kantor-kantor dan berjajar dengan bendera jepang. Selain itu pada
tanggal
1 Maret 1945, Kumakici Harada membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai). Dengan janji tersebut diharapkan
rakyat Indonesia tetap bersedia membantu Jepang dalam perang Asia Timur Raya melawan Sekutu.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
5

Sebagai ketua BPUPKI adalah KRT Dr Rajiman Widyodiningrat dibantu oleh RP Suroso dan Ichi
Bangase (Jepang) jumlah anggotanya 67 orang, tujuh orang Jepang, tetapi mreka tidak punya hak
suara. BPUPKI dilantik tanggal 28 Mei 1945 dengan tugas :
1) menyelidiki dan mengumpulkan bahan-bahan pentingtentang ekonomi, politik dan tata
pemerintahan sebagai persiapan kemerdekaan Indonesia.
2) Menyediakan segala sesuatu yang diperlukan untuk persiapan kemerdekaan Indonesia.
Untuk melaksanakan tugasnya BPUPKI melaksanakan sidang sebagai berikut :
a) Sidang BPUPKI I tangga 29 Mei 1 Juni 1945
Pada tanggal 29 Mei 1945 dalam sidang BPUPKI tersebut,Moh. Yamin mengemukakan
pidatonya yang berjudul Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia yang meliputi
lima asas antara lain :
(1) peri kebangsaan
(2) peri kemanusiaan
(3) peri ketuhanan
(4) peri kerakyatan
(5) kesejahteraan rakyat
Pada sidang tanggal 31 Mei 1945, Prof Dr Supomo mengajukan lima rancangan dasar
negara Indonesia merdeka yaitu :
a. Persatuan
b. Kekeluargaan
c. Mufakat dan Demokrasi
d. Musyawarah
e. Keadilan sosial
Kemudian Ir Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 menyampaikan pidatonya yang berjudul
Dasar Indonesia Merdeka yang oleh ahli bahasa dinamakan pancasila antara lain:
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

kebangsaan Indonesia
internasionalisme atau peri kemanusiaan
mufakat atau demokrasi
kesejahteraan sosial
ketuhanan yang Maha Esa

Setelah masa sidang BPUPKI tahap pertama selesai masa reses, sambil menunggu sidang
berikutnya, anggota BPUPKI membentuk panitia kecil yang terdiri dari :
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

Ir. Soekarno
Moh. Hatta
Ahmad Soebardjo
A.A. Maramis
K.H. Agus Salim
Abikusno Cokrosuyoso

(7) Abdul Kahar Muzakir


(8) Wahid Hasyim
(9) Moh. Yamin

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
6

Setelah sidang BPUPKI I selesai, maka anggota BPUPKI yang lain meninggalkan kota
Jakarta, sedangkan panitia kecil bekerjakeras untuk menyumbangkan sesuatu yang penting kepada
negara. Panitia kecil mengadakan rapat pada tanggal 22 Juni 1945 yang menghasilkan dokumen
yang berisi asas dan tujuanIndonesia Merdeka yang disebut dengan Piagam Jakarta. Dasar filsafat
dalam piagam Jakarta sebagai berikut :
a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya.
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Piagam Jakarta kemudian menjadi mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, yang disertai
perubahan pada sila pertama,yaitu dari Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan
syariat Islam bagi para pemeluk- pemeluknya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa .
Perubahan seperti ini disesuaikan dengan keadaanbangsa Indonesia yang beraneka ragam agama.
b) Sidang BPUPKI II tanggal 10-17 Juli 1945
Sidang BPUPKI II ini membahas rancangan UUD dan Pembukaan UUD . Untuk tugas ini
dibentuk panitia perancangyang diketuai oleh Ir. Soekarno yang anggotanya 18 orang.Selain
dibentuk panitia kecil yang diketuai oleh Mr. Soepomo dengan menjalankan tugas merancang UUD.
Pada tanggal 14Juli 1945, Panitia Perancang yang diketuai Ir. Soekarno melaporkan hasil
pekerjaanya sebagai berikut :
(1) Pernyataan Indonesia merdeka
(2) Pembukaan UUD yang akan diambil dari piagam Jakarta
(3) Batang tubuh.
Setelah selesai sidang BPUPKI II, maka pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan
diganti dengan PPKI .
b. PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) /Dokuritsu Junbi Inkai
PPKI dibentuk oleh Jepang tanggal 7 Agustus 1945 , anggotanya berjumlah 21 orang yang meliputi
wakil-wakil dari seluruh Indonesia. Selanjutnya tanpa izin dari penguasa Jepang anggota
PPKI ditambah 7 orang, sehingga menjadi 28 orang.Dengan demikian PPKI secara tidak langsung
telah diambil alih olehpemimpin-pemimpin bangsa Indonesia.
Pada saat kota Hirosima dan Nagasaki dijatuhi bom atom olehsekutu pada tanggal 6 Agustus 1945
dan 9 Agustus 1945, makaJepang akan segera mewujudkan janjinya kepada bangsa Indonesia yaitu
memberikan kemerdekaan. Untuk itu, pada tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Drs Moh. Hatta,
Dr RajimanWidyodiningrat dipanggil ke Dalath, Saigon Vietnam olehMarsekal Terauci Untuk
menerima pengumuman yang berisitentang Pemberian Kemerdekaan bagi Indonesia mengenai
Pelaksanaanya diserahkan kepada bangsa Indonesia.
B. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
1. Peristiwa Rengasdengklok

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
7

Pada tanggal 14 Agustus 1945, pasukan jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Berita
ini diketahui kalngan pemudatanggal 15 Agustus 1945 melalui siaran berita BBC (British
Broadcasting Corporation ) di London.
Para pemuda yang tergabung dalam Angkatan Baru segeramengadakan pertemuan setelah
mendengar berita kekalahanJepang. Pada tanggal 15 Agustus 1945 pukul 08.00 malam, para
pemuda berkumpul di ruang belakang laboratorium bakteriologijalan Pegangsaan Timur No.13
Jakarta di bawah pimpinan Chaerul Saleh. Para pemuda sepakat , bahwa kemerdekaan Indonesia
merupakan hak dan tanggung jawab bangsa Indonesiayang tidak tergantung pada negara lain.
Segala ikatan dan hubungan janji kemerdekaan dari Jepangharus diputuskan dan sebaliknya
diharapkan diadakan perundingan dengan golongan muda agar mereka diikutsertakan
dalam pernyataan proklamasi.
Keputusan rapat disampaikan oleh Wikana dan Darwis padapada pukul 22.30 kepada
Ir.Soekarno di rumahnya, Jln. Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Dengan harapan, Ir.Soekarno segera
memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu hadiah dan intervensi dari Jepang. Tuntutan
Wikana yang disertai ancaman bahwa akan terjadi pertumpahan darah jikaIr.Soekarno tidak
menyatakan proklamasi kemerdekaan keesokan harinya. Tuntutan ini menimbulkan ketegangan,
Ir. Soekarno marah dan berkata, Ini leher saya seretlah saya kepojok itu dan sudahilah nyawa saya
malam ini juga,jangan sampai besok. Saya tidak bisa melepaskan tanggung jawab saya.
Sebagai ketua PPKI. Karena itu, saya tanyakan kepada wakil-wakil PPKI besok. Ketegangan ini
disaksikan golongan tua yang lain, seperti Drs.Moh.Hatta, dr.Buntaran,dr.Samsi, Mr.Ahmad
Soebarjo dan Iwa Kusumasumantri. Utusan itu menjawab, Kalau begitu pendirian Saudara, kami
pemuda-pemuda tidak bertanggung jawab, jika besok siang proklamasi belum diumumkan. Kami
pemuda-pemuda akan bertindaksesuai dengan yang dikehendaki saudara.
Sekitar pukul 24.00,kedua utusan meninggalkan halaman rumah Ir.Soekarno. Mereka
melaporkan kejadian ini pada golongan pemuda yang lain. Menanggapi hal ini, golongan muda
mengadakanrapat dini hari tanggall 16 Agustus 1945 di asramaBaperpi, jalan Cikini 71, Jakarta.
Rapat juga dihadiri Soekarni,Yusuf Kunto, dr Moewardi dari Barisan Pelopor dan shudanco
Singgih dari Daidan Peta Jakarta.Rapat ini memutuskanmenyingkirkan Ir. Soekarno dan
Drs.Moh.Hatta keluar kota dengan tujuan untuk menjauhkan segala pengaruh Jepang Untuk
menghindari kecurigaan dari pihak Jepang.Shudanco Singgihmendapatkan kepercayaan untuk
melaksanakan
rencanatersebut
dibantu
oleh
Soekarni
dan
yusuf
Kunto.
Rencana itu berjalan lancar karena mendapatkan dukungan perlengkapan tentara peta dari
Cudanco Latief Hendraningrat yang pada saat itu menggantikan Daidanco Kasman Singodimejo
yang sedang bertugas di Bandung. Pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30, sekelompok pemuda
membawa Ir. Soekarno dan DrsMoh.Hatta keluar kota menuju Rengasdengklok, sebuah
kotakawedanan di pantai utara kabupaten Karawang. Agar jauh daripengaruh pendudukan
Jepang.Rengasdengklok dipilih karenaberada jauh dari jalan raya utama Jakarta-Cirebon.
Disamping itu,mereka dengan mudah mengawasi tentara Jepang yang hendakdatang ke
Rengasdengklok.
Soekarno dan Hatta di Rengasdengklok sehari penuh, denganRumah seorang keturunan
Tiong Hoa Jo Ki Song ,yang dijadikanMarkas Kedudukan Cudan(kompi)tentara peta
Rengasdengklok
dengan komandanya Cudanco Subeno.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
8

Sehari penuh Soekarno dan Hatta berada di Rengasdengklok.Namun dalam pembicaraan,


pada akhirnya Ir. Soekarno bersediamenyatakan Proklamasi setelah mereka kembali dari
Jakarta.Pada tengah hari Singgih kembali ke Jakarta untukmenyampaikan berita tersebut kepada
kawan-kawanya.Sedangkan di Jakarta Ahmad Soebarjo dan Wikana telahtercapai kesepakatan
bahwa Proklamasi akan dilaksanakan diJakarta dan nyawanya menjadi taruhanya. Laksamana
Tadashi Maeda juga memberikan jaminan keselamatan di rumahnyaaman dipakai sebagai tempat
perumusan Proklamasi.
Pada pukul 16.00 Ahmad Subarjo diantar Yusuf Kuntomenjemput Ir. Soekarno dan Drs.
Moh.Hatta yang berada di Rengasdengklok. Rombongan tiba di Jakarta pukul 17.30.

2. Perumusan Teks Proklamasi


Rombongan tiba di Jakarta pada pukul 23.30, kemudian menuju rumah Laksamana Maeda
di jalan Imam Bonjol no. 1Jakarta. Hal ini disebabkan laksamana Maeda telah menyampaikan
kepada Ahmad Subarjo bahwa Ia menjamin keselamatanmereka selama berada di rumahnya, dari
kemungkinan serangan Angkatan darat Jepang.
Sebelum mereka memulai merumuskan naskah proklamasiterlebih dahulu menemui
Somubuco(Kepala Pemerintahan Umum) Mayor Jendral Nishimura untuk menjajaki sikapnya
mengenai Proklamasi kemerdekaan. Pertemuan tidak mencapaikata sepakat .Nishimura menegaskan
bahwa Jepang diberi tanggung jawab penuh untuk mempertahankan status quo yang
kemudian diserahkan kepada sekutu. Dengan demikian, Proklamasi dilaksanakan lepas dari campur
tangan Jepang.
Akhirnya, mereka hanya mengharapkan pihak Jepang tidak menghalangi pelaksanaan
proklamasi yang akan dilaksanakanoleh rakyat Indonesia sendiri. Pada akhirnya mereka kembali ke
rumah laksamana Maeda.
Naskah Proklamasi dirumuskan tiga tokoh golongan tua,yaituIr.Soekarno, Drs.Moh.Hatta
dan Mr. Ahmad Subarjo. Peristiwa itudisaksikan oleh Miyoshi sebagai kepercayaan Nishimura,
bersama tokoh pemuda Sukarni, Sudiro dan B.M.Diah, Sayuti Melik.Sementara itu, tokoh-tokoh
lainya, baik golongan muda maupungolongan tua di serambi depan.
Ir.Soekarno menuliskan konsep naskah proklamasi, sedangkanDrs. Moh.Hatta dan Ahmad
Subarjo menyumbangkan pikiran secara lisan.Pada pukul 04.30 konsep naskah proklamasi telah
selesai disusun. Selanjutnya mereka menuju ke serambi depanmenemui hadirin yang menunggu. Ir
Soekarno membacakankonsep naskah proklamasi . Ir. Soekarno meminta kepada seluruh hadirin
untuk menandatangani naskah Proklamasi selakuWakil-wakil bangsa Indonesia. Usulan ini
ditentang oleh tokohpemuda.Karena sebagian tokoh-tokoh tua yang hadir dianggapkepanjangan
tangan dari Jepang. Selanjutnya Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani adalah
Soekarno-Hattaatas nama bangsa Indonesia. Setelah naskah disetujui, kemudiandiketik oleh Sayuti
Melik disertai perubahan-perubahan. Ada tigaperubahan, yaitu kata tempoh diganti dengan
tempo, sedangkanwakil-wakil bangsa Indonesia diganti dengan atas nama bangsa
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

10
9

Indonesia. Cara menuliskan tanggal juga berubah, yaitu Djakarta,17-8-05 menjadi "Djakarta,
hari 17 boelan 8 tahoen 05. Kemudian,timbul persoalan tempat Proklamasi akan diselenggarakan.
Sukarni mengusulkan lapangan Ikada.Tetapi, lapangan Ikada tempat umum rawan terjadinya
bentrokan baik kepada rakyat maupun pendudukan militer Jepang.Ir. Soekarno mengusulkan
dilaksanakan di rumahnya, Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta.
3. Pelaksanaan Proklamasi
Pada pukul 05.00 tanggal 17 Agustus 1945, para pemimpinbangsa Indonesia dari golongan
tua dan golongan muda keluardari rumah.Mereka pulang ke rumah masing-masing setelahberhasil
merumuskan naskah proklamasi. Mereka telah sepakatuntuk memproklamasikan tepat pukul 10.00.
Sebelum pulang,Bung Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor berita dan
pers,terutama B.M Diah untuk memperbanyakteks proklamasi dan menyiarkan ke seluruh dunia.
Pagi hari itu, rumah Ir.Soekarno dipadati oleh massa yangberbaris dengan tertib. Untuk
menjaga keamanan upacara pembacaan Proklamasi, dr Muwardi(kepala keamanan Ir. Soekarno
meminta kepada Cudanco Latif Hendraningrat untukmenugaskan anak buahnya berjaga-jaga di
sekitar rumahIr. Soekarno.
Menjelang pukul 10.30, para pemimpin bangsa Indonesia telah berdatangan ke jalan
Pegangsaan Timur No.56 Jakarta,antara lain Mr.A.A.Maramis, Ki Hajar Dewantoro, Sam Ratulangi,
K.H.Mas Mansur, Mr. Sartono. M. Tabrani dan A.G Pringgodigdo.Adapun susunan acara yang telah
dipersiapkan adalah sebagaiberikut :
a. Pembacaan Proklamasi
b. Pengibaran Bendera Merah Putih
c. Sambutan Walikota Suwiryo dan Dr.Muwardi
Pengibaran bendera merah putih oleh Suhud dan Latif Hendraningrat. Diiringi dengan
menyanyikan lagu Indonesia Raya.
4. Penyebarluasan Berita Proklamasi
Berita Proklamasi yang meluas di seluruh Jakarta disebarkan ke seluruh Indonesia, bahkan
seluruh dunia. Dalam usaha menyiarkan berita proklamsi ke seluruh dunia, teks proklamasi berhasil
diselundupkan ke kantor pusat pemberitaan Jepang Domei
C. PEMBACAAN TEKS PROKLAMASI
Para pejuang yang berada di kantor tersebut di antaranya AdamMalik, Rinto Alwi, Asa
Bafaqih, Marconis Wuz dan P.Lubis. Padatanggal 17 Agustus 1945 pukul 18.30 WIB. Wartawan
kantor berita Syarifudin berhasil memasuki gedung siaran radio HosoKanri Kyoku(RRI) untuk
menyampaikan teks Proklamasi. Para pejuang seperti Yusuf Ronodipuro, bachtiar Lubis dan
Supraptoberhasil menyiarkan berita proklamasi pada pukul 19.00 WIB.
Disamping itu, para wartawan sangat besar perananya dalammenyiarkan berita proklamasi
melalui surat kabar, diantaranya suara Asia yang terbit di Surabaya dan Cahaya yang terbit di
Bandung. Di lain pihak pemerintah RI menugaskan kepada parayang telah diangkat pada tanggal 2
September 1945 untuk kembali ke daerah masing-masing guna menyampaikan beritaProklamasi di
wilayahnya. Tokoh-tokoh tersebut antara lain:
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
0

1. Teuku Moh. Hassan untuk daerah Sumatra


2. Sam Ratulangi untuk Sulawesi
3. Ketut Puja untuk Nusa Tenggara
4. P.Moh. Noer untuk daerah Kalimantan
Makna Proklamasi Republik Indonesia:
1. Lahirnya negara dan bangsa Indonesia
2. Sebagai puncak pergerakan anti penjajahan
3. Dimulainya revolusi Indonesia sebab dengan proklamasi akan terjadi perubahan
pemindahan kekuasaan dari penjajah ke pemerintahan bangsa Indonesia sendiri.
4. Sebagai sumber hukum sebab dengan proklamasi berakhirlah
hukum kolonial dan lahirlah hukum nasional.

3. Sambutan Terhadap Adanya Proklamasi


Sambutan Proklamasi di ibukota
Para Pemuda mulai membentuk barisan-barisan muda untukmengambil alih kekuasaan dari
tangan Jepang. Para pemuda yangtergabung dalam komite Van Aksi mengadakan pengerahan massa
untuk rapat raksasa menyambut Proklamasi di lapangan Ikada Jakarta pada tanggal 19 September
1945. Kehadiran Soekarno yang memberikan pidato secara singkat Proklamasi
KemerdekaanIndonesia disambut oleh rakyat.Melihat gejala tersebut Jepang melarang dengan
menjaga ketat, maka presiden Soekarno menyampaikan pesan agar rakyat percaya kepada pimpinan
danpulang ke rumah masing-masing secara tertib.
Sambutan Proklamasi di berbagai daerah di Indonesia
1. Di Jawa Tengah, berita proklamasi diterima melalui radio Domei, sementara itu Syarief Sulaiman
dan MS. Mintarjo membawanya ke gedung Jawa Hokokai yang pada saat itu sedang dilaksanakan
sidang di bawah pimpinan Mr. Wongso Negoro. Dalam sidang itu dibacakan teks Proklamasi serta
menyanyikanlagu Indonesia Raya dan menyerukan Hidup Bung Karno dan Hidup Bung Hatta
serta Hidup Bangsa Indonesia. Dengan demikianBerita proklamasi disiarkan melalui radio
Semarang pada tanggal 19 Agustus 1945.
2. Peristiwa Tiga Daerah(Brebes, Pekalongan, Tegal). SambutanProklamasi di tiga daerah
tersebut diwarnai oleh keributan rakyatterhadap pegawai pamong praja dan pegawai pemerintahan,
sebab mereka dianggap sebagai alat Jepang. Peristiwa ini salahpenafsiran yang merugikan bangsa
Indonesia.
3. Di Medan berita proklamasi dibawa Teuku Muhammad Hasan dan rakyat menyambutnya dengan
membentuk Barisan PemudaIndonesia di bawah pimpinan Ahmad Tahir, yang kemudian mengambil
alih gedung pemerintahan dan menyerang Jepang pada tanggal 4 Oktober 1945 dengan semangat
juangnya.
4. Di Gorontalo penyambutan Proklamasi dengan merebut kekuasaan dari tangan Jepang dan
menyita berbagai senjata milik Jepang.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
1

5. Di Sulawesi Utara para pemuda yang tergabung dalam pasukanPemuda Indonesia mengadakan
gerakan Tangsi Putih dan TangsiHitam di Teling Menado untuk membebaskan tawanan yang pro
Republik Indonesia.
6. Insiden Bendera 19 September 1945. Peristiwa ini terjadi dihotel Yamato, yang berpangkal pada
tindakan beberapa orangBelanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru, hal ini menimbulkan
kemarahan rakyat Surabaya.Rakyat menyerbu hotel tersebut untuk menurunkan bendera serta
merobek warna biru dan mengibarkan kembali sebagai Merah Putih.
Oleh karena itu, Ir.Soekarno hanya mengumumkan 6 anggota baru, yaitu Wiranatakusumah, Ki
Hajar Dewantoro, Mr.KasmanSingodimejo, Sayuti Melik, Mr.Iwa Kusuma Sumantri, dan
Mr.Ahmad Subarjo. Adapun, rapat PPKI yang pertama ini menghasilkan :
a. Mengesahkan rancangan Undang-Undang Dasar negara yang dibahas dalam sidang BPUPKI
menjadi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yang dikenal UUD 1945.
Rapat PPKI yang pertama dilakukan di gedung Cuo Sangi In, Jln.Pejambon. Sebelum rapat
dimulai, Soekarno-Hatta meminta kepada Ki Bagus Hadikusumo,K.H.Wachid Hasjim, Mr.
Kasman
Singodimejo dan Mr. Teuku Moh. Hasan untuk membahas kembali Piagam Jakarta, khususnya
mengenai kalimat Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan menjalankan syariat islam bagi
pemeluk-pemeluknya . Hal ini disebabkan pemelukPemeluk agama lain merasa keberatan
terhadap kalimat tersebut.Akhirnya rapat yang dipimpin oleh Bung Hatta, dalam waktu 15
menit, berhasil mencapai kesepakatan dan mengubahnya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa .
b. Pengngkatan presiden dan wakil presiden
Dalam pemilihan presiden dan wakil presiden Otto IskandarDinata mengusulkan agar
pemilihan presiden dan wakil presidendilakukan secara aklamasi. Ia mengusulkan Ir. Soekarno
sebagai presiden dan Drs.Moh. Hatta sebagai wakil presiden.Usul tersebut disetujui oleh hadirin
yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
c. Pembentukan Komite Nasional
Rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 juga berhasil memutuskanPembentukan Komite
Nasional untuk membantu presiden selamaMPR dan DPR belum terbentuk.
Sidang PPKI yang kedua tanggal 19 Agustus 1945, menghasilkan keputusan :
a. Menetapkan pembagian wilayah Indonesia menjadi 8 Propinsi
Sidang PPKI dilanjutkan keesokan harinya tanggal 19 Agustus1945 pada pukul 10.00 pagi di
gedung Cuo Sangi In. Rapat inimembahas hasil kerja panitia kecil yang dipimpin oleh Oto Iskandar
Dinata, yang menghasilkan keputusan sebagai berikut :
1) Pembagian wilayah Indonesia menjadi 8 propinsi beserta
calon gubernurnya.
a) Jawa Barat
: Sutarjo Kartohadikusumo
b) Jawa Tengah
: R.P Suroso
c) Jawa Timur
: R.A Suryo
d) Kalimantan(Borneo)
: Ir Moch. Noer
e) Sulawesi
: Sam Ratulangi
f) Maluku
: Mr. J Latuharhary
g) Sunda Kecil (Nusa Tenggara)
: Mr I Gusti Ketut Puja
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
2

h) Sumatra

: Mr.Teuku.Moh. Hasan

b. Menetapkan Kementrian dalam lingkungan pemerintahan.


Dalam sidang PPKI ini juga mendengar laporan dari panitia kecil yang diketuai oleh Ahmad
Subarjo. Panitia itumengusulkan dibentuknya 13 kementrian.Setelah dilakukan pembahasan,
sidang memutuskan 12 kementrianyang dibantu oleh menteri negara.Susunan kementrian yang
pertama yang berhasil disusun sesuai dengan ketentuan UUD 1945 ditetapkan pada tanggal 2
September1945 dipimpin oleh presiden Soekarno. Presiden berperan sebagai pemimpin kabinet dan
kabinet bertanggung jawab kepada presiden. Susunan kabinet pertama RI sebagai berikut.
Menteri Dalam Negeri
: R.A.A Wiranata Kusumah
Menteri Luar Negeri
: Mr.Ahmad Subarjo
Menteri Kehakiman
: Prof Dr Supomo
Menteri Kemakmuran
: Ir Surahman Cokroadisuryo
Menteri Keuangan
: Mr. A.A Maramis
Menteri Kesehatan
: Dr. Buntaran Martoatmojo
Menteri Pengajaran
: Ki Hajar Dewantoro
Menteri Sosial
: Mr.Iwa Kusuma Sumantri
Menteri Penerangan
: Mr. Amir Syarifudin
Menteri Perhubungan
: Abikusno Cokrosuyoso
Menteri Keamanan Rakyat : Supriyadi
Menteri Pekerjaan Umum : Abikusno Cokrosuyoso
Menteri Negara
: Otto Iskandardinata
Menteri Negara
: Wahid Hasyim
Menteri Negara
: Dr.M.Amir
Menteri Negara
: Mr. Sartono
Disamping itu juga diangkat sejumlah pejabat tinggi negara,yaitu :
Ketua Mahkamah Agung : Mr. Kusumaatmaja
Jaksa Agung
: Mr.Gatot Tarunamiharja
Sekretaris Negara
: Mr.A.G Pringgodigdo
Juru Bicara Negara
: Sukarjo Wiryopranoto
Sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945
Rapat PPKI tanggal 22 Agustus 1945 memiliki agenda utamamembahas Komite Nasional
Indonesia Pusat(KNIP), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan pembentukan Badan Keamanan
Rakyat(BKR).
a. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat
Inti dari anggota KNIP adalah anggota PPKI. Di samping itu, anggotaKNIP juga berasal dari
tokoh-tokoh golongan muda dan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai daerah sehingga jumlahnya
mencapai137 orang.Anggota KNIP secara resmi dilantik pada tanggal 29Agustus 1945 di gedung
Kesenian Pasar Baru.Sebagai ketua KNIPKasman Singodinejo.
Pada bulan Oktober 1945, kelompok kiri (sosialis) dalam KNIPyang dipimpin oleh Sutan
Syahrir berhasil menyusun kekuatan dan mendorong dibentuknya Badan Pekerja Komite Nasional
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
3

Indonesia Pusat (BP-KNIP).Langkah berikutnya dari kelompoksosialis adalah mendorong


terbentuknya kabinet parlementer.Sebagai langkah awal pembentukan pemerintahan Parlementer
adalah mengubah fungsi KNIP dari sekedar hanya badan penasehat menjadi badan legislatif yang
sebenarnya.Denganalasan :
1) Adanya kesan politik bahwa kekuasaan presiden terlalu besarsehingga dikawatirkan menjadi
pemerintahan yang bersifa diktator.
2) Adanya propaganda Belanda melalui NICA yang menyiarkan isu politik bahwa pemerintah RI
adalah pemerintahan yang bersifat fasis, yang menganut sistem pemerintahan Jepang sebelum
perang dunia II. Oleh karena itu, Belanda menganjurkan kepada dunia internasional agar
tidak mengakui kedaulatan RI.
3. Untuk menunjukan kepada dunia internasional,khususnyapihak sekutu , bahwa Indonesia baru
merdeka adalah demokratis, bukan negara fasis buatan Jepang.
Maklumat Pemerintah No.X tanggal 16 Oktober 1945.Maklumat tersebut ditandatangani
oleh wakil presiden Moh.Hatta dalam konggres KNIP tanggal 16 Oktober 1945. Isimaklumat
tersebut terdiri dari dua materi pokok berikut ini .
1) Sebelum terbentuknya MPR dan DPR, KNIP diserahikekuasaan legislatif dan ikut menetapkan
Garis-Garis Besar Haluan Negara
2) Berhubung gentingnya keadaan, pekerjaan KNIP sehari-haridijalankan oleh suatu Badan Pekerja
yang dipilih diantara mereka dan bertanggung jawab kepada KNIP.
Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945
Pada tanggal 30 Oktober 1945, BP-KNIP mengusulkan kepadapemerintah agar memberikan
kesempatan kepada rakyat seluas-luasnya untuk mendirikan partai-partai politik sebagai sarana
penyaluran aspirasi dan paham yang berkembang di masyarakat.Selain itu, pembentukan partaipartai politik juga merupakanpersiapan bagi pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat yang
diselenggarakan pada bulan Januari 1946.Pemerintah menyetujui hal tersebut jika keberadaan
partai-partai politik itudapat memperkuat perjuangan bangsa Indonesia mempertahahkan
kemerdekaan dan menjamin keamanan masyarakat.Persetujuan pemerintah itu diwujudkan dengan
dikeluarkan Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 yang ditandatangani oleh wakil
presiden. Isinya antara lain menyatakan.Pemerintah menyukai timbulnya partai-partai
politik, dengan adanya partai-partai itulah dapat dipimpin kejalan yang teratur segala aliran paham
yang ada dalammasyarakat.
Sehubungan dengan hal itu, pada bulan November dan Desember 1945 para pemimpin
rakyat sibuk membentuk partai-partai politik.Partai Politik Pada Awal KemerdekaanBerate partai
politik yang muncul setelah dikeluarkannyamaklumat pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 sebagai
berikut:
1) Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) berdiri tanggal7 november 1945, dipimpin
oleh Dr.Sukiman Wiryosanjoyo.
2) PKI (Partai Komunis Indonesia) berdiri tanggal 7 November 1945, dipimpin oleh
Moh.Yusuf.
3) PBI (Partai Buruh Indonesia) berdiri pada tanggal 8Nopember 1945, dipimpin oleh Nyono
4) PRJ (Partai Rakyat Jelata) berdiri tanggal 8 Nopember 1945 oleh Sutan Dewanis.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
4

5) Parkindo (Partai Kristen Indonesia) berdiri tanggal 10 Nopember 1945 dipimpin oleh
Probowinoto.
6) Parsi (Partai Sosialis Indonesia) berdiri 10 Nopember 1945 dipimpin oleh Amir Syarifudin
7) Paras (Partai Rakyat Sosialis) berdiri pada tanggal 20 Nopember 1945 dipimpin oleh Sutan
Syahrir. Parsi dan Paras bergabung menjadi satu menja di Partai Sosialis dipimpin
oleh Sutan Syahrir,Amir Syarifudin dan Oei Hwee Goat.
8) PKRI (Partai Katolik Republik Indonesia) berdiri tanggal8 Desember 1945 dipimpin oleh I.J
Kasimo.
9) Permai (Persatuan Rakyat Marhaen) berdiri tanggal 17 Desember 1945 didirikan oleh J.B
Assa.
10) PNI (Partai Nasional Indonesia) berdiri pada tanggal 29 Januari 1946 dipimpin oleh Sidik
Joyosukarto.Maklumat Pemerintah Tanggal 14 Nopember 1945 sejak permulaan bulan
Oktober 1945, beberapa tokohseperti Supeno, Sukarni, Ir.Sukirman dan
Mangunsarkorobersama anggota KNIP lainya sudah berencana mengubah sistem
pemerintahan sistem presidentil menjadi sistem parlementer sehingga kabinet
bertanggungjawab kepada KNIP sebagai pemegang kekuasaan legislatif.
Pembentukan pemerintahan parlementer juga diharapkan dapat mengurangi kekuasaan
presiden yangdianggap terlalu besar.Selanjutnya BP-KNIP secara resmi mengajukan usul
tersebut kepada pemerintah mengenaipertanggungjawaban menteri-menteri kepada suatu
Perwakilan Rakyat (KNIP).Pada tanggal 14 Nopember1945, pemerintah menyetujui usulan
BP-KNIP untukmengubah bentuk kabinet presidentil menjadi parlementer.Persetujuan
pemerintah tersebut diumumkan melaluimaklumat pemerintah tanggal 14 Nopember 1945yang
berbunyi.
Pemerintah Republik Indonesia setelah mengalami ujian-ujian yang hebat dengan selamat,
dalam tingkatanpertama usahanya menegakan diri, merasa bahwa saatsekarang sudah tepat
untuk menjalankan macam-macamtindakan darurat guna menyempurnakan tata usaha negara
kepada susunan demokrasi.Yang terpenting dalam perubahan-perubahan susunan kabinet baru
itu ialah, tanggung jawab adalah di dalam tangan menteri.KNIP dalam sidang ketiga tanggal 2527 November 1945menyetujui pula adanya pertanggungjawaban menteri tersebut dengan katakata ....membenarkan kebijakan presiden perihal mendudukan perdana menteri dan menterimenteri yang bertanggung jawab kepada Komite NasionalIndonesia Pusat sebagai suatu langkah
yang tidak dilarangoleh Undang-Undang Dasar dan perlu dalam keadaansekarang.Sistem
kabinet parlementer berlaku sejak 14 Nopember1945 hingga 27 Desember 1949. Selama
berlakunya UUD 45 tahap pertama, terdapat sembilan kali pergantian cabinet
1) kabinet presidentil pertama,2-9-1945 s/d 14-11-1945
2) kabinet Syahrir I, 14-11-1945 s/d 12 -3- 1945
3) kabinet Syahrir II, 12 -3 194-6 s/d 20-10-1946
4) kabinet Syahrir III, 20-10-1946 s/d 27-6-1947
5) kabinet Amir Syarifudin I, 3-7-1947 s/d 11-11-1947
6) kabinet Amir SyarifudinII, 11-11-1947 s/d 29-1-1948
7) kabinet Hatta I, 29-1-1948 s/d 4-8-1948
8) kabinet darurat (PDRI), 19-12-1948 s/d 13-7-1949
9) kabinet Hatta II, 4-8-1949 s/d 20-8-1949
c. Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanaan Negara
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
5

Pada tanggal 22 Agustus 1945, presiden Soekarnodalam pidato di radio menyatakan


pembentukan tigabadan baru, yaitu sebagai berikut :
1) Komite Nasional Indonesia (KNIP)
2) Partai Nasional Indonesia (PNI)
3) Badan Keamanan Rakyat
BKR bertugas menjaga keamanan umum di daerah-daerah di bawah koordinasi KNI Daerah.
Sebagian golongan muda menyambut dengan kecewa pidato presiden tersebut karena mereka
menghendaki agar pemerintah segera membentuk tentara nasional, bukansekedar BKR. Akan
tetapi,sebagian lain terutama mantantentara PETA, KNIL, dan Heiho menanggapinya dengan
segera membentuk BKR di daerahnya masing-masing danmemanfaatkanya sebagai wadah
perjuangan.
Di Jakarta, bekas tentara PETA membentuk BKR pusatagar BKR di daerah di daerah dapat
dikoordinasikan secara terpusat. Tokoh yang terpilih secara terpusat.Tokoh yang terpilih sebagai
pimpinan BKR pusat adalah Kasman Singodimejo, bekas Daidanco Jakarta. Setelah Kasman
diangkat sebagai ketua KNIP, kedudukanya sebagai ketua BKR digantikan oleh Kaprawi, bekas
Daidanco Sukabumi, selengkapnya pengurus BKR pusat, Yaitu Kaprawi (ketua umum),
Sutalaksana (ketua I), Latif Hendraningrat (ketua II), dan dibantu oleh Arifin Abdurahman,
Mahmud, dan Zulkifli Lubis. Mereka melakukan kontak dengan bekas perwira KNIL di Jakarta,
Bandung dan pimpinan BKR di daerah-daerah seperti diJawa Timur (drg. Moestopo), di Jawa
Tengah (Soedirman ) dan Jawa Barat(Arudji Kartawinata).

Pembentukan Tentara Nasional


Sebagian pemuda yang tidak puas dengan pembentukan BKR, yang pada umumhya telah
membentuk organisasi-organisasi perjuangan pada zamanjepang.Organisasi itu besar perananya
bagi tercetusnya proklamasi kemerdekaan. Setelah usulan mereka mengenai pembentukan
tentara nasional ditolak presiden dan wakil presiden, mereka menempuh jalan lain. Mereka
menempuh jalan lain. Mereka membentuk badan-badan perjuangan perjuangan sendiri yang
kemudian menyatukan diri dalam sebuah Komite Van Aksi yang bermarkas di jalan Menteng 31
Jakarta. Organisasi inidipimpin oleh Adam Malik, Chaerul Saleh, dan MarutoNitimiharjo.
Badan-badan perjuangan yang tergabungdalam Komite Van Aksi, yaitu Angkatan Pemuda
Indonesia (API), Barisan Rakyat Indonesia (BARA, danBarisan Buruh Indonesia(BBI).
Kemudian, muncul pula badan-badan perjuangan laindi jawa, sperti Barisan Banteng,
Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi(KRIS), Pemuda Indonesia Maluku(PIM), Hizbullah,
Sabilillah, Pemuda Sosialis Indonesia(Pesindo), Barisan Pembrontakan Rakyat Indonesia
(BPRI). Ada pula badan perjuangan yang bersifat khusus seperti Tentara Pelajar (TP), Tentara
Genie Pelajar(TGP) dan Tentara Republik Indonesia (TRIP). Pembentukan badan-badan
perjuangan juga dilakukan di Sumatra, Sulawesi dan pulau-pulau lainnya. Di Aceh dibentuk
Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan Barisan Pemuda Indonesia (BPI) yang kemudian
berubah menjadi Pemuda Republik Indonesia (PRI) di Sumatra Utara dibentuk Pemuda
Republik Andalas. Di Sumatra Barat dibentuk Pemuda Andalas dan Pemuda Indonesia Andalas
Barat. Di Sulawesi Selatan dibentuk Pusat Pemuda Indonesia (PPI) dipimpin oleh Manai
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
6

Sophian. Sementara itu, tentara sekutu terus berupaya membebaskan dan memepersenjatai
kembali pasukan-pasukan Belanda yang menjadi tawanan Jepang. Menghadapi reaksi tersebut
pemerintah RI berencana membentuk Tentara Nasional.Pemerintah memanggil pensiunan KNIL
Oerip Soemohardjo untuk segera membentuk Tentara Nasional.

Latihan Soal Bab V


Petunjuk:

1. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda menjawab!


2. Dahulukan menjawab soal yang Anda anggap mudah!
3. Bentuk soal terdiri dari: pilihan berganda 10 soal
A.

Pilihan Ganda

1. Bentuk pemerintahan RIS tidak dapat bertahan lama. Hal ini disebabkan oleh hal-hal sebagai
berikut, kecuali ...
A. Bentuk pemerintahan RIS dianggap sebagai alat pemerintah kolonial Belanda untuk
memecah belah Indonesia.
B. Bentuk pemerintahan RIS tidak memiliki landasan yang kuat
C. Dengan pemerintahan RIS, maka kekuasaan pemerintah pusat terlalu besar terhadap daerahdaerah.
D. Bentuk pemerintahan RIS tidak mendapat dukungan dari rakyat Indonesia.
E. Bentuk pemerintahan RIS tidak sesuai dengan konsep negara kesatuan Indonesia
2. Berlakunya UUDS 1950 sebagai pengganti UUD RIS diresmikan oleh Presiden Soekarno pada
tanggal ...
A. 13 Agustus 1950
B. 14 Agustus 1950
C. 15 Agustus 1950
D. 16 Agustus 1950
E. 17 Agustus 1950
3. Bentuk pemerintahan RI pada masa berlakunya UUDS 1950 adalah ...
A. Federal Parlementer
B. Federal Presidentil
C. Demokratis Presidentil
D. Liberal Presidentil
E. Liberal Parlementer
4. Kabinet Sukiman tidak berlangsung lama. Pada tahun1952 kabinet ini runtuh disebabkan ...
A. Tidak mampu menyelesaikan masalah Irian Barat
B. Menerima bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika
C. Terjadi kerusuhan di Tanjung Morawa
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
7

D. Terlibat Korupsi
E. Terjadi inflasi yang cukup tinggi
5. Tujuan dilaksanakan pemilu pertama pada tahun 1955 adalah untuk memilih ...
A. Anggota DPR dan DPRD
B. Anggota MPR dan DPR
C. Anggota KNIP dan DPR
D. Anggota DPR dan Konstituante
E. Anggota MPR dan Konstituante
6. Penggagas kebijakan Sistem Ekonomi Gerakan Benteng adalah Menteri Perdagangan dalam
Kabinet Natsir, yaitu...
A. Syafruddin Prawiranegara
B. Sumitro Joyohadikusumo
C. Iskaq Cokrohadisuryo
D. Burhanuddin harahap
E. Ir. Juanda
7. Tugas kostituante setelah dilantik 10 Nopember 1956 adalah ...
A. Melakukan amandemen terhadap UUD 1945
B. Melakukan revisi terhadap UUDS 1950
C. Menyusun UUD baru pengganti UUDS 1950
D. Menyusun UUD baru pengganti konstitusi RIS
E. Melakukan evaluasi terhadap UUD yang pernah berlaku di Indonesia
8. Berikut ini adalah aktifitas-aktifitas politik luar negeri pemerintah RI pada masa Demokrasi
Terpimpin, kecuali...
A. Pengiriman Pasukan Garuda II ke kongo
B. Ikut memprakasai berdirinya Gerakan Non Blok
C. Melaksanakan ASIAN GAMES IV, di Jakarta
D. Bekerjasama dengan Inggris dan Jepang untuk mengganyang Malaysia
E. Menjalin hubungan dekat dengan negara-negara Blok Timur seperti Uni Soviet dan Cina
9. Presiden membubarkan DPR hasil pemilu pertama 1955 disebabkan...
A. DPR hanya mementingkan kepentingan golongan
B. DPR tidak mampu menghasilkan produk perundangan yang baru sesuai semangat
Demokrasi terpimpin
C. Presiden menganggap bahwa DPR hasil pemilu tidak sah
D. DPR menolak Rancangan Anggaran Belanja tahun 1960
E. DPR menolak kebijakan konfrontasi dengan Malaysia
10. OLDEFO menurut konsep Presiden Soekarno adalah ...
A. Negara-negara yang tertindas oleh negara-negara imperialis
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
8

B. Negara-negara imperialis Barat


C. Negara-negara Blok Timur
D. Negara-negara terbelakang
E. Negara-negara yang tergabung dalam GNB

BAB 6
PERGANTIAN PEMERINTAHAN DARI DEMOKRASI TERPIMPIN
SAMPAI LAHIRNYA ORDE BARU

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

11
9

Standar Kompetensi :

Merekonstruksi perjuangan bangsa Indonesia sejak masa Proklamasi hingga lahirnya Orde
Baru

Kompetensi Dasar :
Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia sejak proklamasi hingga Demokrasi
Terpimpin
Menganalisis pergantian pemerintahan dari Demokrasi Terpimpin sampai lahirnya Orde Baru
A. MUNCULNYA PERISTIWA G30S/PKI
PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia, di luarTiongkok dan Uni Soviet.
Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga
mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan
petani Barisan Tani Indonesiayang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita
(Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20
juta anggota dan pendukung.
Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit
presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI.Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata
dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem
"Demokrasi Terpimpin".PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan
anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis,
Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis
nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
0

memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang


menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus meningkat.

mendesak.Pendapatan

ekspor

1. SEBAB-SEBAB MUNCULNYA G30S/PKI


Sejak D.N. Aidit terpilih menjadi ketua PKI 1951, ia dengan cepat membangun kembali PKI
yang porak poranda akibat kegagalan pemberontakan tahun 1948. Usaha yang dilakukan D.N.
Aidit berhasil dengan baik sehingga dalam pemilihan umum tahun 1955, PKI berhasil meraih
dukungan rakyat dan menempatkan diri mejadi satu dari empat partai besar di Indonesia, disamping
PNI, Masyumi, dan NU.PKI berkeinginan merebut kekuasaan melalui parlemen pada masa
demokrasi terpimpin.Untuk itu dibentuk biro khusus yang secara rahasia bertugas mempersiapkan
kader kader diberbagai organisasi politik, termasuk ditubuh ABRI.PKI juga berusaha
mempengaruhi presiden soekarno untuk menyingkirkan dan melenyapkan lawan lawan
politiknya.Dan ini tampak dengan dibubarkannya partai Masyumi, PSI, dan partai Murba oleh
presiden.
Tujuan pemberontakan itu adalah meruntuhkan negara indonesia dan menggantinya dengan
negara komunis. Sebelum melancarkan Gerakan 30 September, PKI mempergunakan berbagai cara
seperti mengadu domba antara aparat Pemerintah, ABRI dan ORPOL, serta memfitnah mereka yang
dianggap lawan-lawannya serta menyebarkan berbagai isyu yang tidak benar seperti KABIR, setan
desa dan lain-lain. Semua tindakan tersebut sesuai dengan prinsip PKI yang menghalalkan segala
cara untuk mencapai tujuannya yaitu mengkomuniskan Indonesia dan mengganti Pancasila dengan
ideologi mereka. Bahkan menjelang saat-saat meletusnya pemberontakan G 30 S /PKI, maka PKI di
tahun 1965 melontarkan isyu bahwa Angkatan Darat akan mengadakan kup terhadap Pemerintah RI
dan di dalam TNI AD terdapatDewan Jenderal.
Jelaslah isyu-isyu tersebut merupakan kebohongan dan fitnah PKI, yang terbukti bahwa PKI
sendiri yang ternyata melakukan kup dan mengadakan pemberontakan terhadap Pemerintah RI yang
syah dengan mengadakan pembunuhan terhadap Pejabat Teras TNI AD yang setia kepada Pancasila
dan Negara. Di samping itu, PKI memantapkan situasi revolusioner dikalangan anggotaanggotanya dan massa rakyat. Semua ini dimungkinkan karena PKI mendompleng dan berhasil
mempengaruhi presiden Sukarno, dengan berbagai aspek politiknya seperti MANIPOL, USDEK,
NASAKOM dan lain-lain. Semua kegiatan ini pada hakekatnya merupakan persiapan PKI untuk
merebut kekuasaan negara dan sesuai dengan cita-cita atau ideologi mereka yang akan membentuk
pemerintah komunis sebagai alat untuk mewujudkan masyarakat komunis.
Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung
Karno.Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno
meninggal dunia.Namun menurut Subandrio, Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit
ringan saja, jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut. Tahunya Aidit
akan jenis sakitnya Sukarno membuktikan bahwa hal tersebut sengaja dihembuskan PKI untuk
memicu ketidakpastian di masyarakat. D.N. Aidit langsung mengambil keputusan untuk memulai
gerakan.Rencana gerakan diserahkan kepada Kamaruzaman (alias syam) yang diangkat sebagai
ketua Biro Khusus PKI. Biro khusus itu menghubungi kadernya dikalangan ABRI, sepertiBrigjen
Supardjo, Letnan Kolonel Untung dari Cakrabirawa, Kolonel Sunardi dari TNI-AL, sebagai
pemimpin dari gerakan 30 september 1965.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
1

2.

PERISTIWA G30S/PKI
Letnan Kolonel Untung mengambil suatu keputusan dan memerintahkan kepada seluruh anggota
gerakan untuk siap dan mulai bergerak pada dini hari 1 Oktober 1965.Pada dinihari itu, mereka
melakukan serangkaian penculikan dan pembunuhan terhadap enam perwira tinggi dan seorang
perwira pertama angkatan darat.Para perwira angkatan darat disiksa dan selanjutnya dibunuh.Mereka
dibawa kelubang buaya, yaitu sebuah tempat yang terletak sebelah selatan pangkalan udara utama
halim perdana kusuma.Selanjutnya para korban itu dimasukkan kedalam sebuah sumur tua,
kemudian ditimbun dengan sampah dan tanah.
Ketujuh korban dari TNI-AD adalah sebagai berikut :
1) Letnan Jenderal Ahmad Yani (Mentri / Panglima AD atau Menpangad)
2) Mayor Jenderal R.Soeprapto (Deputi II Pangad)
3) Mayor Jenderal Haryono Mas Tirtodarmo (Deputi III Pangad)
4) Mayor Jenderal Suwondo Parman (Asisten I Pangad)
5) Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan (Asisten IV Pangad)
6) Brigadir Jenderal Soetojo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur)
7) Letnan Satu Pierre Andreas Tendean (Ajudan Jenderal A.H. Nasution)
Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan
tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas
Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:

Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J.
lllllllllllLeimena)

Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)

Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)


Pengangkatan Jenazah di Lubang Buaya
Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal
sebagai Lubang Buaya.Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.
Pasca pembunuhan beberapa perwira TNI AD, PKI mampu menguasai dua sarana komunikasi
vital, yaitu studio RRI di Jalan Merdeka Barat dan Kantor Telekomunikasi yang terletak di Jalan
Merdeka Selatan. Melalui RRI, PKI menyiarkan pengumuman tentang Gerakan 30 September yang
ditujukan kepada para perwira tinggi anggota Dewan Jenderal yang akan mengadakan kudeta
terhadap pemerintah. Diumumkan pula terbentuknya Dewan Revolusi yang diketuai oleh Letkol
Untung Sutopo.
Di Jawa Tengah dan DI.Yogyakarta, PKI melakukan pembunuhan terhadap Kolonel Katamso
(Komandan Korem 072/Yogyakarta) dan Letnan Kolonel Sugiyono (Kepala Staf Korem
072/Yogyakarta).Mereka diculik PKI pada sore hari 1 Oktober 1965.Kedua perwira ini dibunuh
karena secara tegas menolak berhubungan dengan Dewan Revolusi. Pada tanggal 1
Oktober 1965Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
2

Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di
Jakarta untuk mencari perlindungan.
Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional",
yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro
Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi
massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata.
Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune".
Pada
tanggal 12
Oktober 1965,
pemimpin-pemimpin
UnivyetBrezhnev, Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekanrekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik. Kita mendengar
dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap
tenang dan menghindari kekacauan.Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam."
3.

Akhir G30S/PKI
Operasi penumpasan G30S/PKI 1965 yang dilancarkan pada tanggal 1 Oktober 1965 diusulkan
sedapat mungkin tidak menimbulkan bentrokan senjata. Langkah yang pertama kali dilakukan
adalah menetralisasi pasukan yang berada disekitar medan merdeka yang dimanfaatkan /
dipergunakan oleh kaum G30S/PKI. Pasukan tersebut berasal dari anggota pasukan bataliyon
503/Brawijaya dan anggota pasukan batalion 545/diponegoro.Anggota pasukan batalion
503/Brawijaya berhasil disadarkan dari keterlibatan G30S/PKI tersebut dan kemudian mereka
ditarik kemarkas kostrad dimedan merdeka timur.Sedangkan anggota pasukan batalion
545/Diponegoro berhasil ditarik mundur sekitar pukul 17.00 WIB oleh pihak G30S/PKI kelapangan
halim perdana kusuma.
Operasi militer tentang penumpasan G30S/PKI dilakukan sore hari, tanggal 1 Oktober 1965
pukul 19.15 WIB. Pasukan RPKAD berhasil menduduki kembali gedung RRI pusat, Gedung
Telekomunikasi dan mengamankan seluruh wilayah medan merdeka tanpa terjadi bentrokan
bersenjata atau pertumpahan darah. Juga pasukan bataliyon 238 Kujang/Siliwangi berhasil
menguasai lapangan banteng dan mengamankan markas Kodam V atau Jaya dan
sekitarnya.Bataliyon I Kavaleri berhasil mengamankan BNI Unit I dan percetakan Uang Negara
didaerah Kebayoran. Dengan demikian, dalam waktu yang sangat singkat, yaitu pada tanggal 1
Oktober 1965 itu juga kota jakarta telah berhasil dikuasai kembali oleh ABRI dan kekuatan
G30S/PKI 1965 yang memberontak telah berhasil dilumpuhkan.

4.

DAMPAK SOSIAL POLITIK PERISTIWA G 30 S/ PKI 1965

Situasi nasional sangat menyedihkan, kehidupan ideologi nasional belum mapan, sementara PKI
ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan dasar komunisme.Kondisi politik juga belum stabil,
karena sering terjadi konflik antar partai politik.Demokrasi Terpimpin justru mengalah ke system
pemerintahan diktator. Kehidupan ekonomi semakin suram, sehingga kemelaratan dan kekurangan
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
3

makanan terjadi dimana-mana.Untuk mendapatkan bahan-bahan pokok, orang harus antri lebih dulu.
Keamanan nasional juga sulit dikendalikan.Itulah gambaran suram situasi nasional menjelang tahun
1965. Kenyataan ini sangat memprihatinkan putra-putri bangsa Indonesia yang berpandangan maju,
sehingga mereka berpendapat bahwa keadaan seperti itu harus cepat diakhiri. Setelah peristiwa
G30S/PKI, mahasiswa yang didukung kekuatan ABRI menuntut pemerintah untuk membubarkan PKI.
Namun, bagaimana tanggapan Presiden Soekarno terhadap peristiwa itu? Presiden Soekarno
menyalahkan orang-orang yang terlibat di dalam perbuatan keji yang berakhir dengan gugurnya para
jenderal dan rakyat yang tidak berdosa. Akan tetapi, Presiden Soekarno menyatakan bahwa hal
semacam itu dapat saja terjadi dalam suatu revolusi. Peristiwa satu Oktober itu merupakan riak kecil
di dalam gelombang besar. Presiden Soekarno belum dapat mengambil keputusan yang tepat, namun
menyetujui pembentukan Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) untuk mengadili tokoh-tokoh
yang terlibat dalam G30S/PKI. Presiden tetap tidak mau mengutuk PKI. Oleh karena sikap presiden
seperti itulah, rakyat, mahasiswa, dan ABRI mengartikan lain, yaitu Presiden Soekarno dianggap telah
membela PKI. Akibatnya popularitas dan kewibawaan Presiden Soekarno menurun di mata rakyat
Indonesia. Sementara itu, keadaan ekonomi, politik dan keamanan semakin bertambah kacau.Harga
barang-barang menjadi naik dan inflasi sangat tinggi, bahkan melebihi 600 persen setahun. Untuk
mengatasinya, pada akhir tahun 1965 pemerintah mengadakan devaluasi rupiah lama menjadi rupiah
baru, yaitu dari Rp. 1000,- menjadi Rp.100,- uang baru. Kebijakan lainnya adalah menaikkan bahan
bakar menjadi empat kali lipat sejak 1 Januari 1966. Kenaikan bahan bakar itu menyebabkan naiknya
harga secara tidak terkendali dan keresahan terjadi dimana-mana. Sikap pemerintahan yang belum
dapat mengambil keputusan untuk membubarkan PKI, ditambah lagi situasi politik, ekonomi, dan
keamanan yang semakin bertambah kacau, mengakibatkan kemarahan rakyat tidak dapat terbendung
lagi.Rakyat dan mahasiswa menuntut pemerintah untuk membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya.
Demonstrasi besar-besaran terjadi pada tanggal 10 Januari 1966. Para demonstrasi mengajukan tiga
tuntutan yang terkenal dengan sebutan TRITURA (Tri atau Tiga Tuntutan Rakyat) yang meliputi
sebagai berikut :
Pembubaran PKI.
Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsure-unsur PKI.
Penurunan harga-harga (perbaikan ekonomi).
Aksi semacam ini semakin meluas dan berlangsung cukup lama yaitu sekitar 60 hari dan
berakhir dengan keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Tindakan pemerintah
lainnya adalah mengadakan reshuffle (pembaharuan) terhadap cabinet Dwikora, yang terjadi pada
tanggal 21 Februari 1966. Kabinet baru itu tidak dapat diterima oleh rakyat, karena lenyapnya
kedudukan Jenderal A.H. Nasution (orang yang anti PKI) dan masuknya beberapa tokoh yang
terindikasi mendukung PKI seperti Sumarjo dan Letkol Syafei serta Subandrio dan Ir. Surachman.
Mengingat jumlah anggotanya hampir mencapai seratus orang, maka kabinet itu sering disebut
Kabinet Seratus Menteri. Menjelang pelantikan Kabinet Seratus Menteri itu pada tanggal 24
Februari 1966, KAMI melakukan aksi serentak turun ke jalan dengan mengempeskan ban-ban
mobil para calon menteri di seluruh ibukota yang mengakibatkan kemacetan lalu-lintas. Dalam
demonstrasi itu gugur seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tertembus peluru
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
4

Pasukan Pengawal Presiden. Dengan gugurnya seorang mahasiswa itu berpengaruh besar terhadap
maraknya gelombang aksi demonstrasi yang bukan hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di berbagai
daerah yang juga menimbulkan jatuhnya banyak korban.Oleh pemerintah Orde Baru, korbankorban yang berjatuhan dari kalangan mahasiswa itu di angkat menjadi Pahlawan Ampera dan di
kukuhkan oleh ketetapan MPRS No.XXIX/MPRS/1996. Setelah supersemar diumumkan,
perjalanan politik di Indonesia mengalami masa transisi. Kepemimpinan Soekarno kehilangan
supermasinya.MPRS kemudian meminta Presiden Soekarno untuk mempertanggungjawabkan hasil
pemerintahannya, terutama berkaitan dengan G30S/PKI.Dalam Sidang Umum MPRS tahun 1966,
Presiden Soekarno memberikan pertanggungjawaban pemerintahannya, khususnya mengenai
masalah yang menyangkut peristiwa G30S/PKI.Sidang Istimewa MPRS dilakukan pada tanggal 7
sampai 12 Maret 1967.Dengan demikian, munculnya peristiwa G30S/PKI telah mengakibatkan
terjadinya instabilisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.Oleh karena itu, bangsa
Indonesia mengutuk tragedi G30S/PKI itu dengan penuh harapan agar kelak kemudian hari tidak
terulang kembali.
5. PROSES PERALIHAN KEKUASAAN POLITIK SETELAH PERISTIWA G30S/PKI
Proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G30S PKI merupakan momen penting
yang menandai tumbangnya rezim orde lama yang akan digantikan oleh orde baru. proses
perlaihan kekuasaan politik setelah persistiwa G30S pki ini juga menimbulkan kemarahan dan juga
harapan. kemarahan karena dianggap pemerintah orde lama tidak bisa mengatasi carut-marut
kondidi keamanan politik dalam negeri yang direpresentasikan oleh keadaan di Jakarta. namun
tetap mengandung harapan, yakni adanya perubahan yang menyeluruh setelah terjadinya proses
peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G30S pki itu. namun tidak ada yang bisa menjamin
semuanya akan bisa dikendalikan dengan baik bahkan pada saat itu sudah bisa dikatakan di luar
kendali. pasca proses peralihan kekuasaan setelah peristiwa G30S PKI, keadaan justru menjadi
semakin rumit dan sulit untuk ditebak. dan keadaan inilah yang membuat masyarakat Jakarta saat
itu dan umumnya rakyat Indonesia semakin marah.
Proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G30S PKI, bagi bangsa Indonesia
sendiri seperti mengulang kondisi pra kemerdekaan yang genting dan serba sulit. namun bagi
militer, proses peralihan ini merupakan momentum untuk atas nama rakyat kemudian membangun
citra baru, menjadi pihak yang secara emosional sama-sama merasa disakiti dan dikhianati.
disinilah kealpaan soekarno. aksi-aksi massa yang terjadi pasca peralihan kekuasaan tersebut, tidak
dihadapi secara cerdas melainkan dianggap sebagai musuh yang harus dihadapi secara berhadaphadapan. secara emosionla soekarno membekukan organisasi massa dan bahkan membekukan
Universitas Insonesia, yang justru menunjukan wujud bagaimana paniknya pemerintha pasca
proses perlaiahan kekuasaan tersebut terjadi. Pergolakan, Pasca G30S PKI berhasil ditumpas dan
telah diketahui bahwa PKI diindikasikan terlibat dalam peristiwa tersebut, yang enimbulkan rasa
marah dalam diri masyarakat.akhirnya, masyarakat kala itu menuntut pemerintah untuk
membubarkan PKI dan menyeret para tokoh yang terlibat di balik peristiwa tersebut. ini yang
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
5

kemudian menimbulkan kondisi chaos di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia. Masyarakat dan
partai-partai yang tidak sepaham dengan PKI, secara spontan, mulai bersatu membentuk pelbagai
kelompok yang menuntut pertanggungjawaban PKI dan simpatisannya.pada 8 Oktober 1965,
massa mulai melakukan demonstrasi menuntut pertanggungjawaban PKI. namunketidak tegasan
soekarno saat itu dianggap sebagai sikap menunda, sehingga setelah peralihan ekuasaan politik
setelah perisstiwa G30S PKI itu terjadi, masyarakat berhadap-hadapan dengan soekarno dengan
penuh kemarahan. kondisi yang sangat tidak kondusif sebenarnya untuk memulihkan keadaan.
Beberapa kelompok kesatuan aksi yang terbentuk saat itu, antara lain Kesatuan Aksi
Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indoneisa (KAPI),Kesatuan Aksi Pemuda
Pelajar Indoneisa (KAPPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Guru Indoneisa
(KAGI), dan lain-lain. Kesatuan aksi itu membentuk Front Pancasila yang bekerja sama dengan
organisasi yang menentang PKI. mereka mengadakan rapat akbar pada tanggal 26 Oktober 1965 di
Lapangan Banteng.
Menghadapi arus demonstarsi yang kian deras, presiden soekarno berjanji akan mengadakan
penyelesaian politik terhadap pembrontakan G30S PKI. akan tetapi, janji tersebut belum ditepati.
hal inimenyebabkan para mahsasiswa, pelajar dan kelompok lainnya yang didukung oleh
masyarakat luas dan ABRI, mulai melakukan tindakan yang langsung mengarah kepada PKI dan
simpatisannya.
Sementara itu dengan dasar pertimbangan kemelut kondisi politik indonesia yang tidak
menentu dan membumbungnya harga-harga kebutuhan pokok rakyat, pada tanggal 10 Januari 1966,
KAMI, KAPPI mengajukan Tiga Tuntutan Rakyat (TRITURA) di hadapan gedung DPRGR.
1. Bubarkan PKI dan Ormas-ormasnya
2.Bersihkan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
3. Turunkan harga dan perbaiki ekonomi
Kebijakan Soekarno :
Menghadapi situasi politik yang semakin memanas, presiden Soekarno memanggil seluruh
menterinya untuk mengadakan sidang kabinet di Istana Bogor. dalam sidang tersebut, terdapat
banyak tokoh dari KAMI yang diundang. akan tetapi di luar Istana Bogor, masyarakat yang
berdemonstrasi bertambah banyak dan menuntut dilaksanakannya TRITURA. menghadapi situasi
politik yang sulit dan serba tidak menentu tersebut, Soekarno menjadi terpancing dan masuk ke
dalam pusaran yang sebenarnya tidak menguntungkan. inilah langkah yang akan menyebabkan
Soekarno menjadi semakin sulit pada pekan-pekan kedepan, setelah terjadinya proses peralihan
kekuasaan politik setelah peristiwa G 30 S PKI itu terjadi. Dalam sidang kabinet, Presiden Soekarno
kembali berjanji akan memberikan penyelesaian politik. janji politik tersebut ia wujudkan dengan
me-reshuffle susunan Kabinet Dwikora menjadi Kabinet Dwikora yang Disempurnakan. Rakyat
sangat marah melihat penyelesaian politik yang dilakukan Presiden Soekarno tidak sesuai denagn
kehendak rakyat.kemudian, terjadilah gelombang demonstrasi yang semakin besar dan ditujukan
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
6

langsung kepada Presiden Soekarno. melihat demonstrasi besar-besaran tersebut, Presiden Soekarno
merasa tersinggung. Beliau segera membalas dengan membubarkan KAMI pada 26 Februari 1966
dan menutup kampus Universitas Indonesia pada 3 Maret 1966.
Tindakan presiden itu semakin memperuncing suasana politik.arus demonstrasi semakin
deras membanjiri jakarta sehingga keadaan kota semakin tidak menentu. ada yang mengira inilah
akhir dari kecemerlangan karir politik Presiden Soekarno yang dibesarkan oleh suasana revolusi,
namun tak berhasil mengerucutkan masalah yang terjadi di dalam negeri sendiri pasca terjadinya
proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G 30 S PKI tersebut. Supersemar, Letjen
Soeharto memberikan izin kepada ketiga perwira TNI-AD, yaitu Mayjen Basuki Rahmat, Brigjen
M. yusuf, dan Brigjen Amir Mahmud, untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor. ketiga
perwira TNI-AD tersebut menyampaikan pesan dari Letjen Soeharto bahwa beliau sanggup
menyelesaikan kemelut politik dan memulihkan keamanan dan ketertiban di ibukota. inilah langkah
strategis yang dilakukan Letjen Soeharto pada situasi pasca G 30 S PKI terjadi. Kecerdasan
Soeharto yang terkenal sebagai ahli strategi itu tidak terbantahkan di sini.dan rupanya Soekarno
juga lalai menghadapi strategi yang sedang dikembangkan oleh prajurit yang pernah dimakimakinya itu.
Setelah melakukan pembicaraan dengan ketiga perwira tersebut, akhirnya Presiden
Soekarno setuju untuk memberikan perintah kepada Letjen Soeharto untuk memilihkan keadaan
dan wibawa pemerintah pada 11 Maret 1966.dalam menjalankan tugasnya, Letjen Soeharto harus
melaporkan segala sesuatunya kepada Presiden Soekarno. Surat yang dibuat pada tanggal 11 maret
itu hingga sekarang terkenal dengan sebutan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).
Dengansurat perintah itu, Letjen Soeharto memiliki kekuatan hukum untuk memenuhi
tuntutan rakyat. oleh karena itu, Letjen Soeharto mengambil tindakan membubarkan PKI pada
tanggal 12 Maret 1966 dan mengamankan 15 menteri Kabinet Dwikora yang Disempurnakan
karena terdapat indikasi keterlibatan dengan G 30 S PKI. Langkah penting bagi Letjen Soeharto
untuk memuluskan jalan menggenggam kekuasaan. Dari sini pula langkah itu dimulai, kemudian
Orde Lama tumbang dan Orde Baru mulai tumbuh. Tapi siapa yang akan mengira, denagn cara yang
hampir sama pula sejarah negeri ini mencatat, kekuasaan Orde Baru kelak akan berakhir.
Turunnya Supersemar merupakan jawaban terhadap berbagai macam tuntutan mahasiswa
dan rakyat yang menginginkan pembubaran PKI.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
7

Latihan Soal Bab VI


Petunjuk:

1. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda menjawab!


2. Dahulukan menjawab soal yang Anda anggap mudah!
3. Bentuk soal terdiri dari: pilihan berganda 10 soal
A. Pilihan Ganda
1. Berikut sisi positif dari berlakunya Dekret Presiden 5 Juli 1959 adalah . . .
A. Menyelamatkan negara dari perpecahan dan krisis politik yang berkepanjangan
B. Memberi kekuasaan yang besar kepada presiden, MPR, dan lembaga tinggi negara
C. Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik
D. Memperburuk negara dari perpecahan dan krisis politik yang berkepanjangan
E. Menciptakan stabilitas politik yang demokratis
2. Berikut tugas Front Nasional adalah . . . .
A. Mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan dengan pembentukan
negara Indonesia merdeka
B. Menyiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak Jepang kepada bangsa Indonesia
C. Memberi jawaban atas pertanyaan presiden
D. Mengajukan usul kepada pemerintah
E. Menyelesaikan revolusi nasional dan Mengembalikan Irian Barat
3. Pada masa Demokrasi Terpimpin juga dijalankan politik Mercusuar, maksudnya . . .
A. Indonesia dapat menerangi jalan bagi Nefo
B. Indonesia dapat menghalangi jalan bagi Nefo
C. Indonesia dapat memecah jalan bagi Nefo
D. Indonesia dapat menghambat jalan bagi Nefo
E. Indonesia dapat mencampuri jalan bagi Nefo
4. Prinsip kerja dari kabinet Ampera adalah ...
A. Eka Dharma
B. Dwi Dharma
C. Tri Dharma
D. Catur Dharma
E. Panca Dharma
5. Dua partai hasil penyederhanaan partai pada masa orde baru adalah ...
A. PPP dan PNI
B. PPP dan PDI
C. PDI dan Masyumi
D. Golkar dan PPP
E. Golkar dan PDI

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
8

6. Salah satu tindakan yang dilakukan oleh pemerintah orde baru dalam mengekangkebebasan pers
adalah ...
A. Pembredelan media
B. Penangkapan terhadap wartawan
C. Pembubaran aliansi jurnalis
D. Mempersulit pendirian stasiun televisi swasta
E. Penyaringan berita
7. Tanggapan Men/Pangad Letnan Jendral Ahmad Yani terhadap adanya isu Dewan Jendraladalah . .
.
A. Menerima pembentukkan Angkatan Kelima
B. Mensetujui secara tegas pembentukan Angkatan Kelima
C. Pembentukkan Angkatan Kelima tidak efisien dan merugikan revolusi Indonesia
D. Pembentukkan Angkatan Kelima sangat efisien
E. Pembentukkan Angkatan Kelima menguntungkan revolusi Indonesia
8. Berikut ini enam perwira Angkatan Darat yang menjadi korban G-30-S/PKI adalah . . .
A. Jendral A.H. Nasution
B. Ade Irma Suryani
C. Letnan Jendral Ahmad Yani
D. Brigjen. M. Yusuf
E. Brigjen. Amir Mahmud
9. Berikut Isi Tritura yaitu . . . .
A. Pembubaran PKI
B. Menyingkirkan lawan-lawan politik PKI
C. Mengadakan latihan kemiliteran bagi ormas
D. Kenaikan harga
E. Pembebasan diri dari neokolim Inggris
10. Presiden membubarkan DPR hasil pemilu pertama 1955 disebabkan...
A. DPR hanya mementingkan kepentingan golongan
B. DPR tidak mampu menghasilkan produk perundangan yang baru sesuai semangat
Demokrasi terpimpin
C. Presiden menganggap bahwa DPR hasil pemilu tidak sah
D. DPR menolak Rancangan Anggaran Belanja tahun 1960
E.
DPR menolak kebijakan konfrontasi dengan Malaysia

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

12
9

KUNCI JAWABAN
LATIHAN BAB I
1. A
2. D
3. C
4. C
5. E
6. A
7. A
8. B
9. A
10. D
11. E
12. E
13. C
14. E
15. E
16. B
17. C
18. D
19. E
20. C
21. A
22. C
23. C
24. D
25. E
26. A
27. C
28. D
29. D
30. A
31. C
32. E
33. E
34. D
35. A
36. B
37. E
38. A
39. A
40. B

1. Hak oktroi VOC :


-hak memonopoli perdagangan
-hak mengadakan perjanjian dengan negeri
lain
-hak memerintah jajahan
-hak memelihara dan membentuk angkatan
perang,berperang,serta mendirikan bentengbenteng.
-hak untuk mengangkat pegawai pegawainya
-hak untuk memberi pengadilan
-hak untuk mencetak dan mengedarkan uang
sendir
2. Nama Wali Songo
1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah
wali yang pertama datang ke Jawa pada abad
ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik.
Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan
Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau
merupakan perancang pembangunan Masjid
Demak.
3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan
Ampel.

Menyiarkan

agama

di

sekitar

Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa


sosial.
4) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari
Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban,
Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat
bijaksana.
5) Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said).
Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di
MODUL SEJARAH KELAS XI

13

Jawa Tengah.
Seorang
pemimpin,
MUHAMMAD
FACHRUR
ROZI
0 pujangga,

7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah.


Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung
Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat
dengan rakyat jelata.
9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten,
Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.
3.Wangsaraja kerajaan singasari
Versi Pararaton adalah:
1. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 - 1247)
2. Anusapati (1247 - 1249)
3. Tohjaya (1249 - 1250)
4. Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 - 1272)
5. Kertanagara (1272 - 1292)
Versi Nagarakretagama adalah:
1. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 - 1227)
2. Anusapati (1227 - 1248)
3. Wisnuwardhana (1248 - 1254)
4. Kertanagara (1254 - 1292)
4. Sumpah Palapa yang berbunyi Ia tidak akan makan buah palapa
sebelum berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara.
5. a. Teori waisya dikemukakan oleh NJ. Krom
b. Teori Ksatri dikemukakan oleh C.C. Berg, Mookerji, J.L. Moens.
c. Teori Brahmana dikemukakan oleh J.C. Van Leur.
d. Teori Arus Balik dikemukakan oleh F.D.K Bosch

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13
1

LATIHAN BAB II

LATIHAN BAB III

1.

1. A

2.

2. E

3.

3. D

4.

4. D

5.

5. D

6.

6. A

7.

7. A

8.

8. D

9.

9. D

10.

10. D

Latihan BAB IV

Latihan BAB V

1.

1.

2.

2.

3.

3.

4.

4.

5.

5.

6.

6.

7.

7.

8.

8.

9.

9.

10.

10.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13
2

Latihan BAB VI
1. A
2. E
3. A
4. B
5. B
6. A
7. C
8. C
9. A
10.

GLOSARIUM
Agama :
ajaran/sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang
Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta
lingkungannya.
Akulturasi :
proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan memengaruhi atau proses
masuknya pengaruh kebudayaan asing ke dalam suatu masyarakat secara selektif sedikit atau
banyak unsure kebudayaan asing tersebut sebagian berusaha untuk menolaknya.
Animisme :
kepercayaan terhadap roh-roh yang mendiami semua benda.
Asimilasi :
Proses penyesuaian sifat-sifat asli yang dimiliki oleh budaya yang saling berbeda sehingga sifat asli
mereka hilang dan muncul budaya yang sudah berkembang (beradab, maju).
Candi :
bangunan kuno yang dibuat dari batu atau bata (sebagai tempat pemujaan, penyimpanan abu
jenazah raja-raja, pendeta-pendeta HinduBuddha (pada zaman dahulu).

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13
3

Dakwah :
penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat.
Demografi :
Ilmu tentang susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk.
Demokrasi :
gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan
yang sama bagi semua warga negara.
Ekstern :
bersangkutan dengan hal-hal luar.
Ekonomi :
tata kehidupan perekonomian suatu negara
Filsafat :
pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan
hukumnya.
Hipotesis :
sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau mengu-tarakan pendapat.
Hindu :
agama yang berkitab suci Weda
Ideologi :
kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan
tujuan untuk kelangsungan hidup.
Imperialisme :
sistem politik bertujuan untuk menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan
yang lebih besar.
Kebudayaan :
hasil cipta, rasa, karsa, yang dijadikan milik pribadi seseorang melalui proses belajar.
Kolonialisme :
paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk
memperluas negara itu.
Kerajaan :
bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh seorang raja.
Kongsi :
persekutuan dagang.
Liberalisme :
aliran ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi untuk
berusaha dan berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur).
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13
4

Masjid :
bangunan tempat sembahyang orang Islam.
Militer :
tentara; anggota tentara.
Nasionalisme :
paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan Negara sendiri.
Peta :
gambar yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai yang menyatakan sifat.
Prasasti :
tulisan pada batu, tembaga, dan sebagainya yang memberitakan tentang sesuatu hal.
Revolusi :
perubahan ketatanegaraan (pemerintahan) yang dilakukan dengan kekerasan.
Sosialisme :
ajaran (paham) kenegaraan dan berekonomi yang berusaha supaya harta, benda, industri, dan
perusahaan menjadi milik negara.
Sinkretisme :
percampuran dua budaya asing (khususnya agama), di mana budaya asli menyesuaikan diri dengan
budaya asing sehingga muncul budaya baru.
Akulturasi
adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih, yang saling bertemu dan saling memengaruhi.
Autentisitas
adalah bersifat autentik.
Babad
adalah kisahan berbahasa Jawa, Bali, atau Sunda yang berisi cerita sejarah.
Borjuis
adalah kelas masyarakat dari golongan menengah ke atas.
Ekstirpasi
adalah kebijakan Belanda untuk membatasi jumlah tanaman rempah-rempah dengan tujuan
memperlancar monopoli tanaman rempah-rempah.
Epigrafi
adalah kajian tentang tulisan kuno pada prasasti.
Fasisme
adalah paham golongan nasionalis ekstrem yang menganjurkan pemerintahan otoriter.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13
5

Fecundation
adalah penyuburan kebudayaan menurut istilah F.D.K. Bosch.
Feodalisme
adalah sistem sosial politik yang memberikan kekuasaan besar kepada bangsawan.
Fonetis
adalah bersangkutan dengan bunyi.
Fusi
adalah penggabungan.
Grote Postweg
adalah jalan raya pos antara AnyerPanarukan sejauh 1.000 km.
Hakko Ichiu
adalah semangat bangsa Jepang untuk menyatukan seluruh wilayah Asia Timur Raya di bawah
kekuasaan Jepang.
Hikayat
adalah karya sastra Melayu lama yang berbentuk prosa yang berisi cerita keagamaan, historis,
biografi yang dibacakan untuk pelipur lara.
Hipotesis
adalah anggapan dasar yang masuk dan harus dibuktikan kebenarannya.
Historiografi
adalah penulisan sejarah.
Imperialisme
adalah sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan
keuntungan yang lebih besar.
Indirect rule
adalah pemerintahan secara tidak langsung, dengan menggunakan kekuasaan penguasa lokal.
Intensif
adalah melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan terusmenerus sehingga memperoleh hasil
yang optimal.
Interaksi
adalah saling berhubungan.
Interpretasi
adalah pendapat atau tafsiran.
Intervensi
adalah campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak.
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13
6

Kakawin
adalah jenis puisi Jawa Kuno.
Kapitulasi
adalah penyerahan kekuasaan sebagai akibat kekalahan dalam peperangan kepada pihak pemenang.
Klan
adalah kelompok kekerabatan yang besar.
Komoditas
adalah barang dagangan utama.
Kongsi
adalah persekutuan dagang.
Landrente
adalah pajak tanah.
Liberalisme
adalah aliran ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi.
Manifesto
adalah pernyataan terbuka.
Mare liberium
adalah laut bebas.
Maritim
adalah berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan laut.
Merkantilisme
adalah paham yang berpendapat bahwa kemakmuran suatu bangsa dapat bertambah dengan lebih
banyak mengekspor daripada mengimpor barang, sehingga neraca perdagangan menguntungkan
bagi negara.
Mite
adalah cerita yang mempunyai latar belakang sejarah yang banyak mengandung hal-hal ajaib.
Mitologi
adalah bentuk sastra yang mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan
makhluk halus dalam suatu kebudayaan.
Mobilisasi
adalah pergerakan tenaga manusia untuk dijadikan tentara.
Moderat
adalah menghindari perilaku yang bersifat ekstrem.
Ongkek
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13
7

adalah sesaji dari hasil pertanian.


Pakraman
adalah sebuah tatanan masyarakat yang hidup dalam tradisi India.
Paternalistik
adalah sistem kepemimpinan yang berdasarkan hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin.
Plural
adalah jamak, lebih dari satu.
Poten
adalah sebidang lahan di lautan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasadha.
Prasasti persumpahan
adalah prasasti yang memuat kata persumpahan yang dikeluarkan oleh raja Sriwijaya.
Primordialisme
adalah perasaan kesukuan yang berlebihan.
Propaganda
adalah penjelasan yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan seseorang agar menganut aliran,
sikap, atau arah tindakan tertentu.
Pujangga
adalah pengarang hasil-hasil sastra.
Radikal
adalah kemajuan dalam berpikir dan bertindak untuk menuntut perubahan.
Rasionalisme
adalah paham yang mengatakan bahwa sumber dari segala kebenaran adalah pikiran manusia.
Reconguesta
adalah semangat menaklukkan kekuasaan Islam di mana pun pusat perkembangan Islam berada,
sebagai upaya pembalasan.
Renaisans
adalah kebangkitan kembali hasrat manusia yang selama abad pertengahan terbelenggu.
Ritual
adalah berkenaan dengan tata cara dalam upacara keagamaan.
Romusha
adalah pekerja paksa pada zaman Jepang.
Tarekat
adalah persekutuan para penganut ilmu tasawuf.
Tetenger
MODUL SEJARAH KELAS XI
MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13
8

adalah penanda atau pengingat.


Verplichte leveranties
adalah penyerahan wajib.
Volksraad
adalah Dewan Perwakilan Rakyat pada masa penjajahan Belanda.
Wangsakerta
adalah pendiri keluarga raja.
Waprakeswara
adalah tempat suci untuk memuja Dewa Syiwa.
Wratyastoma
adalah pelaksanaan upacara pemberkatan bagi seseorang yang akan memeluk agama Hindu.

MODUL SEJARAH KELAS XI


MUHAMMAD FACHRUR ROZI

13
9