Anda di halaman 1dari 12

KASUS XI : MENDESAIN PENGUJIAN AUDIT SUBTANTIF:

AKUN LIABILITAS DAN EKUITAS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Auditing

KASUS XI : MENDESAIN PENGUJIAN AUDIT SUBTANTIF: AKUN LIABILITAS DAN EKUITAS Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata

Kelas CE

Oleh:

Bena Johanna 115020307111005

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2014

Pertanyaan Diskusi

  • 1. Bagaimana bisa seorang auditor mentoleransi pekerjaan diketahuinya tidak benar? Mengapa asisten controller Ratih Wualndari dapat melakukan kesalahan? Auditor mentoleransi pekerjaan yang diketahuinya tidak benar karena bisa jadi auditor tersebut menganggap bahwa kesalahan itu masih berada di bawah batas materialitas yang telah ditentukan sebelumnya. Ratih Wulandari melakukan kesalahan perhitungan dan penyesuaian karena mungkin ingin menurunkan beban bunga yang ditanggung perusahaan. Perusahaan cenderung mencatat kewajibannya lebih rendah dari yang sebenarnya (understatement of liabilities) dengan tujuan untuk melaporkan laba lebih besar dari jumlah yang sebenarnya (praktek income smoothing/earning management).

  • 2. Mengapa kewajiban yang tidak tercatat menjadi permasalahan khusus bagi seorang auditor independen? Kewajiban yang tidak tercatat menjadi permasalahan khusus bagi auditor independen karena berkaitan dengan asersi kelengkapan serta asersi hak dan kewajiban. Kewajiban yang tidak dicatat dapat menyebabkan salah saji material dalam laporan keuangan. Kewajiban adalah tanggungjawab perusahaan kepada pihak eksternal dan bila saldo tersebut tidak dicatat oleh perusahaan akan menyebabkan pengguna laporan keuangan dapat keliru dalam pengambilan keputusan yang dapat berakibat pada kerugian pihak eksternal perusahaan dan keyakinan yang menurun terhadap fungsi auditor.

  • 3. Faktor- faktor apa saja yang mungkin mempengaruhi pertimbangan manajemen? Informasi apa yang harus digunakan oleh manajemen dalam melakukan estimasi? Apa dampak dan resiko yang mungkin dihadapi oleh manajemen dalam melakukan estimasi? Apa dampak dan resiko yang mungkin dihadapi oleh auditor terkait dengan munculnya kewajiban garansi di PT Maju Makmur? Faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan manajemen dalam melakukan penaksiran kewajiban garansi yaitu: (berdasarkan PSA nomor 37 SA Seksi 342)

    • a. Identifikasi situasi yang mengharuskan estimasi akuntansi.

    • b. Identifikasi faktor relevan yang mungkin berpengaruh terhadap estimasi akuntansi.

    • c. Pengumpulan data yang relevan, cukup, dan andal yang dipakai sebagai dasar estimasi.

    • d. Pengembangan asumsi yang mencerminkan pertimbangan manajemen tentang keadaan dan peristiwa yang mempunyai kemungkinan terbesar akan terjadi yang berkaitan dengan faktor relevan tersebut.

    • e. Penentuan jumlah yang diestimasi berdasarkan asumsi dan faktor relevan tersebut.

    • f. Penentuan bahwa estimasi akuntansi disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang dan pengungkapan memadai.

Berdasarkan PSAK 57 tentang KEWAJIBAN DIESTIMASI DAN KEWAJIBAN KONTIJENSI maka informasi yang harus digunakan oleh manajemen dalam melakukan estimasi tersebut:

  • a. Jumlah yang diakui adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal neraca.

  • b. Estimasi terbaik adalah jumlah yang secara rasional akan dibayar perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya.

  • c. Estimasi ini ditentukan berdasarkan pertimbangan manajemen, pengalaman mengenai transaksi serupa dan bila diperlukan dilengkapi dengan laporan ahli independen.

  • d. Jika dampak nilai waktu uang cukup material, jumlah kewajiban diestimasi adalah nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban.

  • e. Dan yang terakhir untuk Utang Garansi harus jelas metode pencatatan apa yang digunakan oleh PT Maju Makmur. Ada dua metode pencatatan kewajiban garansi yaitu:

    • 1. Metode Tunai/Kas Beban garansi diakui pada periode terjadinya pengeluaran garansi Tidak ada kewajiban diestimasi yang diakui Diterapkan bila besarnya beban garansi immaterial dan periode garansi sangat pendek

    • 2. Metode Akrual Beban garansi diakui dalam periode yang sama dengan penjualan yang menyebabkan timbulnya beban tersebut (prinsip Matching). Diakui kewajiban diestimasi pada setiap akhir periode akuntansi Beban Garansi ………………………… xx

..

(Taksiran) Hutang Garansi ………………xx

Pengeluaran beban garansi yang sesungguhnya terjadi pada periode akuntansi berikutnya

dicatat:

(Taksiran) Hutang Garansi……………… xx ..

Kas/Persediaan/Hutang……………………xx

Dampak dan resiko yang mungkin dihadapi auditor terkait kewajiban garansi tersebut:

Kewajiban garansi adalah akun yang tergolong sebagai accrued expenses artinya

angkanya didasarkan pada estimasi. Jumlah tersebut kurang pasti dibandingkan account

payable karena angka account payable dicatat berdasarkan invoice yang diterimanya dari

supplier. Bukti audit yang menyertai account payable dan bukti audit yang tidak

menyertai kewajiban garansi akan menambah risiko bagi auditor dalam melakukan audit

atas kewajiban garansi.

Auditor bertanggung jawab untuk mengevaluasi kepantasan estimasi akuntansi yang

dibuat oleh manajemen dalam konteks laporan keuangan secara keseluruhan. Karena

estimasi didasarkan atas faktor-faktor subjektif dan objektif, sulit bagi manajemen untuk

menetapkan cara pengendalian untuk itu. Meskipun di dalam proses estimasi manajemen

melibatkan karyawan kompeten yang menggunakan data relevan dan andal, terdapat

kemungkinan masuknya faktor subjektif dalam estimasi tersebut. Oleh karena itu, pada

waktu merencanakan dan melaksanakan prosedur untuk mengevaluasi estimasi akuntansi,

auditor harus mempertimbangkan, baik faktor subjektif maupun objektif, dengan suatu

sikap skeptisme professional.

LATIHAN

PROSEDUR AUDIT UNTUK PENGUJIAN SUBSTANTIF AKUN

Tick

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

mark

Pelajari dan evaluasi internal control kewajiban jangka panjang

v

Dapatkan dan periksa ringkasan perubahan kewajiban jangka panjang berikut

v

discount, premium dan bunga selama periode yang diperiksa

Kirim konfirmasi kepada Bank

v

Minta copy perjanjian kredit (permanent file)

v

Periksa otorisasi perolehan/penambahan kewajiban jangka panjang

v

Periksa perhitungan bunga, pembayaran bunga dan amortisasi discount/premium dari

obligasi

v

Tie-up jumlah beban bunga dan amortisasi discount/ premium obligasi dengan

jumlah yang tercantum pada laporan laba rugi

v

Periksa keberadaan kewajiban jangka panjang dan wesel bayar yang direnewed

 

(diperpanjang) setelah tanggal neraca, untuk mengetahui penyajian kewajiban

sebagai kewajiban jangka panjang atau kewajiban lancar.

v

Periksa keberadaan kewajiban jangka panjang atau wesel bayar yang (telah) dilunasi

 

setelah tanggal neraca (walaupun belum jatuh tempo), untuk mengetahui perlu

tidaknya reklasifikasi sebagai kewajiban jangka pendek

v

Kewajiban dari pemegang saham atau direksi dari perusahaan afiliasi, harus dikirim

konfirmasi dan periksa pembebanan bunga atas pinjaman tsb.

v

Sesuaikan pencatatan dan penyajian di Neraca tentang hutang leasing dengan PSAK

No. 30 (sewa guna usaha).

v

Periksa kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun y.a.d,

sehingga harus di reklasifikasi sebagai kewajiban jangka pendek

v

Konversi kewajiban jangka panjang dalam valas per tanggal neraca kedalam kurs

tengah BI dan selisih kurs dibebankan/dikreditkan pada Laba Rugi tahun berjalan

v

Lakukan penelaahan analitis (Analytical Review Procedure) kewajiban jangka

 

panjang dan biaya bunga, untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan pencatatan

biaya bunga

v

Sesuaikan penyajian kewajiban jangka panjang dalam laporan keuangan dengan

SAK yang berlaku di Indonesia

v

PROSEDUR AUDIT UNTUK PENGUJIAN SUBSTANTIF AKUN

Tick

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

mark

Pelajari dan evaluasi internal control kewajiban jangka pendek

v

Minta perincian kewajiban jangka pendek,periksa penjumlahannya (footing) serta

v

cocokkan saldonya dengan saldo hutang di buku besar (controlling account)

Untuk hutang dagang, cocokkan saldo masing-masing supplier dengan saldo

v

menurut subsidiary ledger hutang dagang

Secara test basis (sampling) periksa kecocokkan bukti pendukung saldo hutang

v

kepada supplier (purchase requisition, purchase order, receiving report dan supplier

invoice) perhitungan matematis (mathematical accuracy) dan otorisasi

Jika terdapat monthly statement of account dari supplier, lakukan rekonsiliasi saldo

v

hutang menurut dokumen tersebut dengan saldo subsidiary ledger hutang

Kirim konfirmasi ke beberapa supplier baik yang saldonya besar maupun yang

v

saldonya tidak berubah sejak tahun sebelumnya

Periksa pembayaran sesudah tanggal neraca (subsequent payment), apakah ada

v

kewajiban yang belum dicatat (unrecorded liabilities) dan kewajaran saldo hutang

 

per tanggal neraca

Jika ada hutang dari bank/pemegang saham/direksi/ perusahaan afiliasi kirimkan

v

 

konfirmasi, periksa pembebanan bunga atas pinjaman dan surat perjanjiannya,

buatkan excerpt perjanjian kredit dan periksa otorisasinya

Pencatatan hutang leasing harus sesuai dengan PSAK No. 30 (sewa guna usaha), dan

v

pencatatan bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun yang akan datang

 

(reklasifikasi)

Periksa perhitungan dan pembayaran bunga (keakuratan dan tie up beban bunga

v

dengan yang tercantum pada laporan laba rugi) dan aspek pajaknya.

Telusuri asal saldo debit hutang dagang (apakah dari uang muka pembelian atau

v

 

pengembalian barang yang dibeli tapi sudah dilunasi sebelumnya). Reklasifikasi

sebagai piutang jika jumlahnya besar (material)

Periksa bukti pendukung uang muka penjualan per tanggal neraca dan apakah sudah

v

diselesaikan diperiode berikutnya (subsequent clearance).

Periksa kredit jangka panjang dan apakah bagian yang jatuh tempo 1 tahun yang

v

akan datang sudah di reklasifikasi sebagai kewajiban jangka pendek

Periksa kewajiban dalam mata uang asing, apakah sudah dikonversikan kedalam

v

 

rupiah dengan menggunakan kurs tengan BI per tanggal neraca dan selisih kurs

dibebankan/di kreditkan pada laba rugi tahun berjalan

Periksa pelunasan hutang PPh 21 dan PPN periode berikutnya (hutang PPh 21 dan

v

PPN per 31 Desember harus dilunasi bulan Januari tahun berikutnya)

Periksa dasar perhitungan accrued expenses perusahaan, apakah reasonable dan

v

 

konsisten dengan dasar perhitungan tahun sebelumnya dan periksa pembayaran

sesudah tanggal neraca

Periksa notulen rapat direksi, pemegang saham, dan perjanjian yang dibuat dengan

v

pihak ketiga, untuk mengatahui pencatatan per tanggal neraca semua kewajiban yang

tercantum dalam notulen dan perjanjian tersebut

Kirim konfirmasi ke penasihat hukum perusahaan

v

Periksa kesesuaian penyajian kewajiban jangka pendek dengan SAK yang berlaku di

v

 

Indonesia

 

PROSEDUR AUDIT UNTUK PENGUJIAN SUBSTANTIF AKUN EKUITAS

a.

Prosedur Awal

  • - Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri klien

 
  • - Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan ekuitas pemegang saham yang akan mendapat pengujian l

b.

Prosedur Analitis

Menghitung rasio :

·

Pengembalian atas ekuitas pemegang saham biasa

·

Ekuitas terhadap total kewajiban ekuitas

·

Pembayaran dividen

·

Laba per saham

·

Tingkat pertumbuhan yang dapat dipertahankan

  • c. Pengujian Rincian Transaksi

Memvouching ayat jurnal ke dalam akun modal disetor

Memvouching ayat jurnal ke dalam laba ditahan

Verifikasikan bahwa transaksi saham dan dividen sesuai dengan anggaran perusahaan (keterjadian).

Verifikasikan bahwa transaksi saham dan dividen telah dibukukan dan diikhtisarkan dengan tepat dalam catatan

Verifikasikan bahwa transaksi saham dan dividen telah disetujui dengan layak (otorisasi).

Verifikasikan bahwa transaksi saham dan dividen telah dinili dengan tepat (valuasi/penilaian).

  • d. Pengujian Rincian Saldo

    • - Mereview anggaran dasar dan anggaran rumah tangga

    • - Menelaah otorisasi dan syarat penerbitan saham

    • - Mengkonfirmasi saham yang beredar dengan registrar dan agen transfer

    • - Memeriksa buku sertifikat saham

    • - Memeriksa sertifikat saham yang ditahan sebagai treasury stock

      • e. Penyajian dan Pengungkapan

Membandingkan penyajian laporan dengan SAK yang berlaku di Indonesia

Top Schedule PT Maju Makmur

c. Pengujian Rincian Transaksi Memvouching ayat jurnal ke dalam akun modal disetor Memvouching ayat jurnal ke

Keterangan:

v : telah ditelusuri dan dihitung sesuai dengan laporan keuangan PT Maju Makmur 31 Desember 2010

" : telah dihitung kembali dalam supporting schedule shg membutuhkan penyesuaian

^ : telah dilakukan perhitungan kesamping dan kebawah antara saldo di laporan keuangan dengan di saldo penyesuaian terkait

Kesimpulan:

Terdapat selisih yang dapat dikatakan material untuk saldo utang jangka panjang, utang bunga, beban bunga, modal saham dan saldo laba PT Maju Makmur

Saldo tersebut memerlukan penyesuaian agar sesuai dengan hasil audit KAP Adi Susilo dan Rekan, apabila PT Maju Makmur tidak melakukan penyesuaian terkait maka

hal tersebut dapat mempengaruhi pemberian opini atas laporan keuangan PT Maju Makmur menjadi TIDAK WAJAR

Supporting Schedule PT Maju Makmur

" : telah dihitung kembali dalam supporting schedule shg membutuhkan penyesuaian ^ : telah dilakukan perhitungan

Nilai nominal

wesel

500,000,000

Suku bunga

2%

30

Tanggal

Desember

perolehan

2006

Angsuran pokok

 

50,000,000

 

Tahun

Kas

Beban Bunga

Pelunasan Utang Wesel

Nilai Buku

Tahun ke-n

  • 30 Desember

2006

500,000,000

  • 26 Desember

2007

60,000,000

10,000,000

50,000,000

450,000,000

1

  • 26 Desember

2008

59,000,000

9,000,000

50,000,000

400,000,000

2

  • 26 Desember

2009

58,000,000

8,000,000

50,000,000

350,000,000

3

  • 26 Desember

 

2010

57,000,000

7,000,000

50,000,000

300,000,000

4

  • 26 Desember

2011

56,000,000

6,000,000

50,000,000

250,000,000

5

  • 26 Desember

2012

55,000,000

5,000,000

50,000,000

200,000,000

6

  • 26 Desember

2013

54,000,000

4,000,000

50,000,000

150,000,000

7

  • 26 Desember

2014

53,000,000

3,000,000

50,000,000

100,000,000

8

  • 26 Desember

2015

52,000,000

2,000,000

50,000,000

50,000,000

9

  • 26 Desember

2016

51,000,000

1,000,000

50,000,000

-

10

Tanggal 30 Desember 2006

 

Kas

500,000,000

Utang wesel

500,000,000

 

Tanggal 26 Desember 2010

 

Utang wesel

50,000,000

Beban bunga

7,000,000

Kas

57,000,000

57,000,000
 
 

JURNAL PENYESUAIAN 31 Desember 2010

JURNAL PENYESUAIAN 31 Desember 2010 Tick Mark

Tick Mark

Utang wesel

694,444.44

v

Beban bunga

83,333.33

v

Utang bunga

 

777,777.78

v

asumsi 1 tahun =360 hari
asumsi 1 tahun =360
hari

Nilai nominal

obligasi

200,000,000

Suku bunga

1.8%

30 Desember

Tanggal perolehan

2006

Angsuran pokok

20,000,000

Tahun

 

Pelunasan Utang

Kas

Beban Bunga

Obligasi

Nilai Buku

  • 20 Desember 2008

200,000,000

Desember 2009

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

180,000,000

Desember 2010

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

160,000,000

Desember 2011

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

140,000,000

Desember 2012

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

120,000,000

Desember 2013

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

100,000,000

Desember 2014

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

80,000,000

Desember 2015

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

60,000,000

Desember 2016

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

40,000,000

Desember 2017

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

20,000,000

Desember 2018

  • 21 23,600,000

3,600,000

20,000,000

-

Tahun ke-n

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Tanggal 20

Desember 2008

Kas

200,000,000

 

Utang

obligasi

200,000,000

 

Tanggal 21

Desember 2010

Utang obligasi

20,000,000

 

Beban bunga

3,600,000

Kas

23,600,000

23,600,000

JURNAL PENYESUAIAN 31 Desember 2010

JURNAL PENYESUAIAN 31 Desember 2010 tick mark

tick mark

Utang obligasi

555,555.56

 

v

Beban bunga

100,000

 

v

Utang bunga

655,555.56

v

asumsi 1 tahun =360 hari

 
Tanggal 20 Desember 2008 Kas 200,000,000 Utang obligasi 200,000,000 Tanggal 21 Desember 2010 Utang obligasi 20,000,000
 

15,00

Nilai nominal

0

22,50

Saham yg diotorisasi

100000

Saham yg terjual dan beredar

75000

Saham yg dimiliki Langgeng Santoso

50000

Saham yg dimiliki Adam Suseno

25000

Penjualan lembar saham 25

November

25000

27,00

Harga jual

0

JURNAL OLEH PT MAJU

MAKMUR

Kas

675,000,000

Modal Saham

675,000,000

 

JURNAL SEHARUSNYA

Tahun 2009

Kas

1,687,500,000

   

1,125,000,00

 

Modal Saham

0

Tambahan modal disetor

562,500,000

 

Pada November 2010

Kas

675,000,000

Modal Saham

375,000,000

Tambahan modal disetor

300,000,000

 
Saham yg diotorisasi 100000 Saham yg terjual dan beredar 75000 Saham yg dimiliki Langgeng Santoso 50000

JURNAL KOREKSI

JURNAL KOREKSI Tick Mark

Tick Mark

Modal Saham

300,000,000

v

Tambahan modal disetor

300,000,000

v