Anda di halaman 1dari 17

PERCOBAAN IV

DAYA HANTAR LISTRIK LARUTAN ELEKTROLIT

I.

Tujuan
1. Mengukur daya hantar listrik berbagai jenis senyawa dan larutan pada
berbagai konsentrasi
2. Mempelajari pengaruh jenis senyawa dan konsentrasi suatu larutan
terhadap daya hantar listrik

II.

Teori
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan larutan elektrolit
dan non elektrolit contohnya:
a. Oralit diminum oleh penderita diare supaya tidak dehidrasi. Cairan tubuh
mengandung komponen larutan elektrolit yang memungkinkan terjadinya
daya hantar listrik yang dibutuhkan impuls syaraf bekerja
b. Air sungai dan air tanah mengandung ion sifat ini digunakan untuk
menangkap ikatan dengan menggunakan setrum listrik
c. Air suling akan membuat larutan menjadi non elektrolit sehingga hanya
membutuhkan sedikit ion
d. Aki digunakan untuk menstater kendaraan karena menggandung asam
sulfat
e. Baterai untuk jam karena mengandung larutan amonium klorida(NH4Cl)
(Maryanti,2008:125)
Bagaimana larutan menghantarkan listrik apabila alat-alat

konduktivitas disusun akan digunakan arus bawah searah yang berasal dari
bantuan sel-sel kering dan elektron yang digunakan oleh tembaga klorida, CuCl2
yang dilarutkan pada air. Bila arus dialirkan aliran muatan lewat rangkaian
ditunjukkan oleh penyimpangan jarum amperemeter akan tampak pula bahwa
suatu gas kuning akan kelar bergelembung dari larutan pada elektrode
positif(Anode) dan bahwa tembaga logam mulai mengalut elektrode
negatif(Katode). Bila baterai tersebut diputuskan hubungannya. Perubahan kimia
akan terhenti dan bila batrai dihubungan kembali, akan nampak saluran tembaga
yang lebih banyak gelembung klor. Jika baterai dibiarkan terhubung terlalu lama

maka perlu menganti sel yang lama dengan sel yang baru. Reaksi utama yang
terjadi adalah elektrolisis tembaga klorida
CuCl2 Cu +Cl2
Jadi suatu elektrolit mengadung ion-ion yang menarik ataupun yang melepas
elektron-elektron. Arus cairan elektron memasuki larutan. Pada katode, elektron
yang masuk itu diambil oleh ion-ion positif. Bila semua ion yang semula berada
dalam larutan telah diubah menjadi partikel-partikel yang netral, memberikan atau
menerima elektron, arus tidak dapat mengalir
(Keenan, 1991:392)
Ditinjau dari keseimbangan pelarutnya atau drajat ionisasinya elektrolit
dibagi menjadi elektrolit kuat yaitu zat yang didalam larutannya terionisasi secara
sempurna atau sebagian besar menjadi ion-ion. Elektrolit lemah hanya
sebagiankecil zat terionisasi menjadi ion-ion, zat ini sukar terionisasi sebab drajat
ionisasinya mendekati nol. Zat yang tidak dapat menghantarkan listrik seperti air
disebut larutan non eletrolit
(Keenan Wood, 1992:338)
Jika dalam larutan elektrolit dihubungkan tegangan melalui kedua
elektroda, maka akan timbul medan listrik antara kedua elektroda tersebut
akibatnya ion positif akan menuju elektrode negatif untuk mengambil elektron
positif ini (oksidasi) sedangkan ion negatif akan bergerak menuju elektroda positif
untuk menyerahkan elektron negatif(reduksi). Ini berarti pada larutan elektrolit ini
terjadi penghantaran muatan dari elektroda yang satu menuju elektroda lain
dengan jalan diangkut oleh ion-ion. Arus listrik dapat ditafsirkan sebagai arus
elektron yang membawa muatan negatif melalui suatu penghantar. Perpindahan
muatan ini dapat terjadi bila ada potensial tegangan antara dua elektroda/ arus
listrik akan mengalir dari elektroda yang berpotensial tinggi ke potensial rendah.
Jika suatu elektrode yang dialiri listrik dengan potensial yang sama maka arus
yang dihasilkan tergantung pada besarnya tekanan, semakin besar tekanan maka
semakin besar arus yang dihasilkan. Dalam larutan elektrolit, tahan tergantung
pada jenis dan konsentrasi.
(Bird,1987:180)

Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik sedangkan


larutan non elektrolit tidak? Penjelasan tentang hal tersebut telah ditemukan oleh
Arrhenius(1859-1927) dari swedia saat peresentasi disertai Ph-Dnya di
Universitas Uppsata tahun 188. Menurut zat elektrolit dalam larutannya akan
terurai menjadi partikel yang berupa atom atau gugus atom yang bermuatan
listrik(ion) peristiwa itu terjadi penguraian larutan elektrolit menjadi ion-ionnya
disebut ionisasi. Ion-ion zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion
inilah yang sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Sedangkan
larutan non elektrolit jika dilarutkan dalam air tidak terurai menjadi ion-ion tetapi
dalam bentuk molekul tanpa muatan-muatannya. Hal itulah yang menyebabkan
larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.
(Supriyana, 2004: 22)
Larutan adalah campuran yang homogeny dari dua atau lebih zat. Zat yang
jumlahnya lebih sedikit disebut zat terlarut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih
banyak disebut pelarut.
Semua zat terlarut yang larut dalam air termasuk kedalam salah satu dari
dua golongan yaitu elektrolit dan non elektrolit. Elektrolit adalah suatu zat yang
ketika dilarutkan kedalam air akan menghasilkan larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik sedangkan non elektrolit tidak menghantarkan arus
listrik ketika dilarutkan kedalam air. Air murni merupakan penghantar listrik yang
sangat buruk, air murni hanya mengandung sedikit ion, sehingga tidak dapat
mengahantar arus listrik. Dengan membandingkan cahaya bola lampu pijar dari
zat zat terlarut dengan jumlah molar yang sama dapat membantu kita untuk
membedakan antara eletrolit kuat dan elektrolit lemah.
Ciri ciri elektrolit kuat adalah apabila zat terlarut dianggap telah 100%
terionisasi menjadi ion ionnya dalam larutan. Asam dan basa juga merupakan
elektrolit. Contoh larutan non elektrolit yaitu larutan urea,glukosa, glikol, dan
alkohol.
(Raymond Chang, 2004 : 90 91)

III. Prosedur Percobaan


3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat :

Beker gelas 100 ml


Batang pengaduk
Rangkaian alat multimeter
Gelas ukur 100 ml
Gelas ukur 50 ml
Kaca arloji
Pipet tetes
Spatula

3.1.2 Bahan :

Akuades
NaCl
Air jeruk nipis
NH4OH
NaOH
HCl
NaBr
NaI
NH4Cl
Minyak tanah

3.2 Skema Kerja


3.2.1 Menentukan daya hantar listrik berbagai senyawa
Minyak tanah, H2O,larutan NaCl,kristal
NaCl

Disediakan 5 buah gelas beker 100 ml


Diisi dengan 25 ml minyak tanah, H2O, larutan NaCl,Kristal

NaCl
Diukur daya hantar listrik setiap larutan menggunakan alat

multimeter
Ditentukan sifat zat terhadap arus listrik (konduktor kuat,
konduktor lemah, atau isolator)

Hasil
3.2.1 Mempelajari pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik larutan
elektrolit
Larutan
-

Disediakan masing masing larutan dengan volume 25 ml dan

konsentrasi 0,05 ; 0,1 ; 0,5 ; dan 1,0 M


Diukur daya hantar listriknya, pengukuran dilakukan dari larutan

terencer
Digambar grafik daya hantar listrik larutan kelompok 1 terhadap

konsentrasi
Ditentukan senyawa mana yang merupakan elektrolit kuat dan mana

yang elektrolit lemah


Diterangkan perbedaan pengaruh pengenceran terhadap elektrolit kuat

dan lemah
Digambar grafik daya hantar listrik kelompok 2 terhadap konsentrasi
Dibandingkan daya hantar listrik kation dan anion segolongan antara
Cl-, Br-, I-, dan antara Na+ dan NH4+

Hasil
IV. Hasil dan Pembahasan
4.1 Data dan Perhitungan
4.1.1 Data Hasil Pengamatan
4.1.1.1 Menentukan daya hantar berbagai senyawa
Senyawa
Minyak tanah

I (mA)

V (Volt)

L = 1/R (ohm-1)

H2O

Larutan NaCl
30
3
10
4.1.1.2 Pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik larutan elektrolit
kelompok 1
Air Jeruk Nipis
[M]

NH4OH

HCl

NaOH

V
vol
t
3

L
Oh
m
4,3

I
m
A
11

V
vol
t
3

L
Oh
m
3,7

I
m
A
13

V
vol
t
3

L
Oh
m
4,3

I
m
A
10

V
vol
t
3

L
Ohm

0,05

I
m
A
13

0,1

11

3,7

15

11

3,7

0,5

12

20

6,7

1
Kelompok II

[M]

NaCl
I
m
A
-

NaBr
V
Volt

NaI

L
I
V
ohm mA vol
t
-

0,0
5
0,1 0,5 12 3
4
1
30 3
10
4.1.2 Data Perhitungan

Minyak Tanah
V = 3 volt
0
I=
100 = 0 mA
20
v
3
R=
=
=
I
0
1
1
L=
=
= 0 ohm-1
R
Larutan NaCl (1 M)
V = 3 volt
6
I=
100 = 30 mA
20

NH4Cl

L
I
ohm m
A
-

V
vol
t
-

L
I
ohm m
A
-

V
vol
t
-

L
ohm-

--

4.1.2.1 Menentukan daya hantar berbagai senyawa

3,3

ohm

R=
L=

v
I
1
R

3
= 0,1 ohm
30
1
=
= 10 ohm-1
0,1

Keterangan :
I = kuat arus (mA)
V = tegangan (volt)
R = hambatan (ohm-1 )

4.1.2.2 Pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik larutan elektrolit


kelompok 1

NH4OH (0,05 M)
V = 3 volt
2,2
I=
100 = 11 mA
20
v
3
R=
=
= 0,27 ohm
I
11
1
1
L=
=
= 3,70 ohm-1
R
0,27

NH4OH (0,5 M)
V = 3 volt
0
I=
100 = 0 mA
20
v
3
R=
=
=
I
0
1
1
L=
=
= 0 ohm-1
R
NH4OH (1 M)
V = 3 volt
0
I=
100 = 0 mA
20
v
3
R=
=
=
I
0
1
1
L=
=
= 0 ohm-1
R
NaOH (0,1 M)
V = 3 volt

ohm

ohm

2,2
100 = 11 mA
20
v
3
R=
=
= 0,27 ohm
I
11
1
1
L=
=
= 3,7 ohm-1
R
0,27
HCl (0,05 M)
V = 3 volt
2,6
I=
100 = 13 mA
20
v
3
R=
=
= 0,23 ohm
I
13
1
1
L=
=
= 4,3 ohm-1
R
0,23
Jeruk Nipis
V = 3 volt
2,6
I=
100 = 13 mA
20
v
3
R=
=
= 0,23 ohm
I
13
1
1
L=
=
= 4,3 ohm-1
R
0,23
I=

HCl (0,1 M)
V = 3 volt
3
I=
100 = 15 mA
20
v
3
R=
=
= 0,2 ohm
I
15
L=

1
0,2

= 5 ohm-1

HCl (0,5 M)
V = 3 volt
2,4
I=
100 = 12 mA
20
v
3
R=
=
= 0,25 ohm
I
12
L=

1
R

1
R

1
0,25

NaOH (0,05 M)
V = 3 volt

= 4 ohm-1

2
100 = 10 mA
20
v
3
R=
=
= 0,3 ohm
I
10
I=

L=

1
0,3

= 3, 3 ohm-1

NaOH (0,1 M)
V = 3 volt
2,2
I=
100 = 11 mA
20
v
3
R=
=
= 0,27 ohm
I
11
L=

1
R

1
R

1
0,27

= 3,7 ohm-1

NaOH (0,5 M)
V = 3 volt
4
I=
100 = 20 mA
20
v
3
R=
=
= 0,15 ohm
I
20
L=

1
R

1
0,15

= 6,7 ohm-1

4.1.2.3 Pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik larutan elektrolit


kelompok 2

NaCl (0,5 M)
V = 3 volt
2,4
I=
100 = 12 mA
20
v
3
R=
=
= 0,25 ohm
I
12
1
1
L=
=
= 4 ohm-1
R
0,25
NaCl (1,0 M)
V = 3 volt
6
I=
100 = 30 mA
20
v
3
R=
=
= 0,1 ohm
I
30

L=

1
R

1
0,1

= 10 ohm-1

4.2 Pembahasan
Pada percobaan kali ini praktikan melakukan percobaan tentang daya
hantar listrik beberapa larutan seperti NaOH, HCl, NaCl dan lain sebagainya.
Berdasarkan percobaan ini praktikan memperoleh hasil sebagai berikut.
Larutan dapat dibedakan menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan non
elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya. Larutan elektrolit lemah dan larutan
elektrolit kuat. Elektrolit kuat adalah larutan yang dapat terionisasi secara
sempurna dan listrik dapat mengalir pada larutan elektronik yang terionisasi
dengan baik.
Larutan elektrolit lemah juga dapat menghantarkan listrik namun kekuatan
hantarannya tidak terlalu baik karena senyawa tidak terionisasi secara sempurna.
Sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang sama sekali tidak dapat
terionisasi dalam air sehingga tidak dapat meneruskan aliran listrik.

a) Daya hantar pada minyak tanah


Alat pengukur pada multimeter dicelupkan kedalam minyak tanah,
namun jarum penunjuk tidak menunjukkan pergerakan. Hal ini
membuktikan bahwa minyak tanah tidak dapat terionisasi.
b) Larutan HCl
Larutan HCl dapat menghantarkan listrik berdasarkan reaksi
HCl H+ + ClTerionisasi secara sempurna sehingga arus listrik yang dihasilkan kuat.
c) Larutan H2O
Larutan ini tidak dapat menghantarkan listrik sebab air termasuk
larutan non elektrolit
d) Larutan NaCl
Larutan NaCl dapat menghantarkan arus listrik sebab semua
molekul NaCl dapat terionisasi secara sempurna menjadi ion Na+ dan
OH- sehingga arus listrik yang dihasilkan kuat. Berdasarkan hal
tersebut maka larutan NaCl termasuk larutan penghantar listrik yang
baik.
e) Larutan NaOH
Pada percobaan ini ditinjau dari konsentrasi larutannya dapat
dikeahui bahwa semakin tinggi konsentrasinya maka semakin besar
kuat arus dan daya hantarnya. Hal ini sesuai dengan literatur. Pada
percobaan NaOH dengan konsentrasi 0,05M dapat menghasilkan kuat
arus sebesar 10mA dan pada konsentrasi NaOH 0,5M menghasilkan
kuat arus 20mA.
Dalam proses ionisasinya elektrolit kuat menghasilkan banyak ion. Pada
persamaan reaksi ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke
kanan. Proses ionisasinya adalah sebagai berikut:
NaCl(aq)
NaOH(aq)

Na+(aq) + Cl-(aq)
Na+(aq) + OH-(aq)

Kation dan anion yang dapat membentuk elektrolit kuat yaitu :

Kation : Na+, K+, Mg2+,Ca2+,Sr2+, Ba2+, NH4+


2
Anion : Cl-, Br-, I- , SO ,
4

NO3 , ClO4 , HSO4 , CO 3 ,

Pada percobaan ini banyak hasil yang tidak sesuai dengan teori-teori yang
berkenan pada materi ini. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan pada saat
praktikum seperti alat multimeter yang digunakan dalam keadaan yang kurang
baik dan alat yang digunakan tidak dijaga kebersihan jarum multimeter sehingga
masih kemungkinan terkontaminsi larutan sebelumnya.

V. Kesimpulan dan Saran


5.1 Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Jika diperhatikan berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dibedakan
menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit. Yang termasuk
dalam elektrolit kuat yaitu NaOH, NaCl, NaI, NH4Cl, elektrolit lemah
yaitu jeruk nipis dan NH4OH, dan non elektrolit yaitu H2O, minyak tanah,
dan Kristal NaCl.
2. Perbedaan konsentrasi pada suatu senyawa dapat mempengaruhi daya
hantar listriknya.
3. Praktikan dapat menghitung berbagai jenis senyawa dan larutan pada
berbagai konsentrasi dengan cara:

V
x
V
R=
I
I
L=
R
Keterangan :
I

I = kuat arus (mA)


V = tegangan (volt)
R = hambatan (ohm-1)
5.2 Saran
Berdasarkan praktikum ini diharapkan agar alat yang digunakan sebaiknya
disiapkan terlebih dahulu sehingga tidak terjadi pemborosan waktu saat praktikum
dan susasana laboratorium dihimbau supaya menjaga suasana laboratorium agar
tetap kondusif dan aman.

Daftar Pustaka
Bird, Tony. 1987. Kimia Fisika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Jilid I. Jakarta: Erlangga
Keenan. 1991. Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga
Keenan.1992 Kimia Untuk Unviversitas Edisi 6. Jakarta: Erlangga
Meri, Maryanti.2008. Kimia Dasar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Supriyana. 2004. Kimia Dasar Jilid I. Jakarta: Erlangga

Lampiran
Pertanyaan prapraktek
1. Apa yang dimaksud dengan daya hantar listrik ?
Jawab : daya hantar listrik yaitu kemampuan suatu pengantar
memindahkan muatan listrik, daya hantar listrik juga merupakan
kemampuan dari air untuk menghantarkan arus listrik yang dipengaruhi
oleh jenis ion,valensi, dan konsentrasi.
2. Bagaimana suatu larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik ?
Jawab : larutan elektrolit merupakan larutan yang dapat menghantarkan
listrik karena senyawa dari zat terlarut dapat terurai menjadi ion ion yang
bergerak bebas. Penguaraian zat elektrolit dalam larutan menjadi ion ion
yang bergerak bebas tersebut dinamakan ionisasi.
3. Jelaskan cara kerja pengukuran daya hantar listrik dengan menggunakan
alat multimeter!

Jawab : perpindahan muatan dapat terjadi bila terdapat beda potensial


antara satu tempat dengan tempat yang lain dan arus listrik akan mengalir
dari potensial tinggi ke potensial rendah, dalam sebuah larutan
perpindahan

muatan

dari

tinggi

kerendahlah

yang

digunakan

menggunakan alat multimeter.

Pertanyaan pascapraktek
1. Apa yang dimaksud dengan larutan elekrtrolit ?
Jawab : larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus
listrik.
2. Bagaimana sifat dari larutan yang bersifat elektrolit kuat, elektrolit lemah,
dan non elektrolit ?
Jawab :
- Elektrolit kuat : zat elektrolit yang terurai sempurna didalam air
- Elektrolit lemah : zat elektrolit yang terurai hanya sebagian
-

didalam air
Non elektrolit : tidak larut dalam air dan tidak terurai menjadi ion

ion
3. Berikan masing masing 3 buah contoh senyawa yang bersifat elektrolit
kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit !
Jawab :
- Elektrolit kuat : NaOH, NaI, NH4Cl
- Elektrolit lemah : NH4OH, CH3COOH
- Non elektrolit : H2O, minyak tanah, Kristal NaCl

4. Jelaskan pengaruh jenis senyawa dan konsentrasi suatu larutan terhadap


daya hantar listrik!
Jawab : pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar lisrtrik yaitu semakin
besar konsentrasi suatu larutan maka daya hantarnya juga semakin besar,
begitu pula sebaliknya. Sedangkan pengaruh jenis senyawa terhadap daya
hantar listrik yaitu jika suatu senyawa mudah untuk terisolasi (terpisahkan)
maka daya hantar listriknya semakin tinggi.

Y-Values
1
0.86

0.8

NH4OH
2.2

0.73

NaOH
1.33

0.67

0.73