Anda di halaman 1dari 7

PENGELOLAAN KAS

ROSANNA WULANDARI, SE,MM

PENGELOLAAN KAS
Aliran Kas Dalam Perusahaan
Didalam perusahaan terdapat kas, baik yang bersaifat kontinyu maupun yang tidak bersifat
kontinyu. Ditinjau dari segi perputarannya pola kas meliputi aliran kas keluar (cash out flows)
dan aliran kas masuk (cash in flows).
Perubahan aliran kas, baik yang disebabkan adanya kenaikan maupun penurunan pemasukan
dan pengeluaran akan mempengaruhi posisi kas.
Perimbangan antara kas masuk dan kas keluar akan menentukan besarnya saldo kas pada suatu
saat.Aliaran kas dapat dibedakan:
Aliran kas bersifat operasi (operating flows). Aliran operasi bersangkutan dengan perputaran
produksi dan penjualan seperti pembelian bahan baku, pengeluaran biaya-biaya untuk proses
produksi dan penjualan barang jadi.
Aliran kas yang bersifat financial (financial flows). Berkaitan langsung dengan pembelanjaan
yang meliputi pinjaman modal, penjualan saham, pembayaran pajak dan lain-lain.

Untuk menjaga likuiditas, perlu membuat perkiraan atau estimasi mengenai aliran kas dalam
perusahaan. Dalam hal ini perusahaan menyusun suatu cash budget atau anggaran kas.
Buget kas atau cash forecast (ramalan kas), menunjukan kebutuhan-kebutuhan kas dalam
jangka pendek yang merupakan bagian dari financial planning perusahaan. Periode budget kas
umumnya disusun untuk jangka waktu satu tahun, yang dibagi dalam interval tertentu seperti
bulanan, semesteran .
Namun demikian jarang sekali budget kas disusun untuk lebih dari waktu satu tahun, walaupun
dengan interval bulanan.
Masukan kunci dari budget kas adalah ramalan penjualan atau sales forecast yang diberikan
oleh bagian penjualan. Berdasarkan ramalan tersebut, manajer financial dapat
mengestimasikan cash flow bulanan yang dihasilkan dari proyeksi penerimaan dari penjualan
tunai maupun dari penjualan kredit dan pengeluaran.

Kegunaan Budget Kas


Budget kas merupakan dokumen finansial yang penting dalam perusahaan karena budget kas
berfungsi mengawasi cash in flows dan cash out flows perusahaan.
Selain itu budget kas juga digunakan sebagai suatu dokumen perencanaan termasuk
mekanisme untuk pengawasan kegiatan perusahaan.
Secara umum kegunaan budget kas adalah:
Dapat digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan dana karena defisit dan surplus
Dapat digunakan untuk mencapai target dan mengukur keberhasilan
Dapat dipergunakan sbagai alat untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan
kegiatan.
Namun demikian budget kas juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan seperti :
Menyebabkan perusahaan terfokus pada target yang mungkin kurang fleksibel.
Menghambat tanggapan terhadap perubahan situasi eksternal yang dapat menganggu
estimasi penerimaan dan pengeluaran kas, karena manajer terfokus pada budget kas.
Ada beberapa variasi cara menyusun budget kas walaupun pada prinsipnya mempunyai inti
yang sama memuat tiga bagian yaitu :

Bagian 1. Cash In Flows


Bagian pertama ini mengidentifikasikan sumber-sumber penerimaan, jumlah dan waktu dari
semua cash in flows yang diantisipasikan dalam setiap periode.
Periode dapat disusun dalam hari, bulan atau tahun.
Penerimaan kas dihasilkan dari penjualan tunai dan kredit. Khusus untuk penjualan kredit
karena bulan penerimaan tidak sama dengan saat penjualan dapat disusun target pengumpulan
piutang atau receivable collection budget dalam periode yang sama dengan periode budget
kas. Penerimaan kas lainnya mungkin berasal dari penjualan aktiva tetap, pendapatan bunga,
sewa dll.

Bagian 2. Cash Out Flows


Bagian kedua dari budget kas berkenaan dengan pengidentifikasian semua cash out flows yang
diantisipasikan, antara lain :
Pembelian pembelian tunai atau kredit material
Pembayaran hutang-hutang dan bunga
Pembayaran gaji dan upah
Pembayaran asuransi, pajak dan biaya operasi
Pembayaran deviden
Pengeluaran jangka pendek lainnya

Bagian 3. Financing
Pada bagian ini ditunjukan besarnya net cash flows, dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi
defisit.

Berdasarkan inti budget kas dapat disusun beberapa bentuk atau format budget kas.

Contoh :
Budget kas PT. XXX Januari-Maret 2005
Januari

Februari

Maret

Rp. 24.000

Rp. 24.000

Rp. 24.000

Pembelian

Rp. 28.000

Rp. 30.000

Rp. 40.000

Upah dan gaji

Rp. 3.000

Rp. 4.000

Rp. 5.000

Lain-lain

Rp. 1.200

Rp. 22.200

Rp. 1.200

Total pengeluaran

Rp. 32.200

Rp. 56.200

Rp. 46.200

Surplus (defisit)

(8.200)

(14.200)

15.800

Surplus (defisit)

(8.200)

(22.400)

(6.600)

4.000

4.000

4.000

Bagian 1
Penerimaan
Penjualan

Bagian 2
Pengeluaran

Bagian 3
Financing

Kumulatif
Saldo kas Awal 20.000
Minimum kas

16.000

Tersedia kas

4.000

Surplus ( pinjaman )

Rp. (4.200)

Rp. (18.400)

Rp.(2.600)

Contoh :
Budget kas PT. XXX Januari-Maret 2005
Januari

Februari

Maret

Penerimaan

Rp. 24.000

Rp. 42.000

Rp. 62.000

Pengeluaran

Rp. 32.000

Rp. 56.200

Rp. 46.200

Kelebihan(kekurangan)

Rp. 8.200

Rp. 14.200

Rp. 15.800

Saldo awal Rp. 20.000

Rp. 11.800

Rp. 2.400

Rp. 13.400

Saldo awal

Rp. 20.000

Rp. 16.000

Rp. 16.000

Terima (bayar) kredit

Rp. 4.200

Rp. 14.200

Rp. 15.800

Alat-alat likuid yang tersedia Rp. 24.000

Rp. 30.200

Rp.

Kelebihan (kekurangan)

Rp. 8.200

Rp. 14.200

Rp. 15.800

SCB

Rp. 16.000

Rp. 16.000

Rp. 16.000

Hutang kumulatif

Rp. 4.200

Rp. 18.400

Rp. 2.600

- transaksi usaha

- transaksi finansial

200

Contoh :
Perusahaan X akan menyusun anggaran kas untuk enam bulan pertama tahun 2008.
Data estimasi yang telah dikumpulkan adalah sebagai berikut:
Estimasi penerimaan :
1. Penerimaan dari penjulan tunai :
Januari

Rp. 240.000

Februari Rp. 250.000

April

Rp. 400.000

Mei

Rp. 400.000

Maret

Rp. 310.000

Juni

Rp. 450.000

2. Penerimaan dari pengumpulan Piutang setap bulan:


Januari

Rp. 230.000

Februari Rp. 250.000


Maret

April

Rp. 350.000

Mei

Rp. 330.000

Rp. 320.000

Juni

Rp. 335.000

3. Penerimaan penerimaan lainnya :


Januari

Rp. 120.000

April

Rp. 90.000

Februari Rp. 130.000

Mei

Rp. 70.000

Maret

Juni

Rp. 65.000

April

Rp. 225.000

Februari Rp. 260.000

Mei

Rp. 300.000

Maret

Juni

Rp. 300.000

Rp. 110.000

Estimasi Pengeluaran :
1. Pembelian bahan baku tunai:
Januari

Rp. 240.000

Rp. 250.000

2. Pembayaran gaji dan upah perbulan:


Januari

Rp. 120.000

April

Rp. 125.000

Februari Rp. 120.000

Mei

Rp. 125.000

Maret

Juni

Rp. 150.000

Rp. 100.000

3. Pembayaran untuk biaya pemasaran :


Januari

Rp. 100.000

April

Rp. 150.000

Februari Rp. 150.000

Mei

Rp. 125.000

Maret

Juni

Rp. 115.000

Rp. 100.000

4. Pembayaran untuk biaya administrasi dan umum :


Januari

5.

Rp. 160.000

April

Rp. 200.000

Februari Rp. 170.000

Mei

Rp. 200.000

Maret

Juni

Rp. 210.000

Rp. 200.000

Pembayaran pajak perusahaan pada bulan maret sebesar Rp.50.000 :

X =Defisit + SKM saldo kas awal + bunga

Tambahan data :
1. Saldo kas minimum yang harus dipertahankan Rp. 10.000
2. Saldo kas awal tahun diperkirakan 15.000
3. Pinjaman dari dari salah satu bank yang diterima awal bulan dan pembayaran bunganya
akhir bulan. Pembayaran kembali pokok pinjaman dilakukan pada permulaan bulan.
Bunga di tetapkan 2% per bulan. Pinjaman dibulatkan puluhan ribu keatas, bungan
dibulatkan puluhan ribu penuh keatas.