Anda di halaman 1dari 132

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

BAB I
PENDAHULUAN

I.1

LATAR BELAKANG
Tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin hari semakin meningkat,

hal ini dapat dilihat dari data yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan tahun 20002025 yang menunjukkan bahwa untuk Indonesia secara umum, jumlah penduduk akan
mengalami peningkatan dari 205,1 juta di tahun 2000 menjadi 273,1 juta di tahun
2025. Dan untuk wilayah DKI Jakarta khususnya, pertumbuhan penduduk akan
meningkat dari sebesar 8,361 juta pada tahun 2000 menjadi 9,259 juta pada tahun
2025.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kita membutuhkan
adanya fasilitas dan sarana yang dapat melayani kelahiran yang akan terjadi. Salah
satu fasilitas tersebut diwujudkan dalam bentuk sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak
yang khusus menangani ibu hamil, bersalin dan bayi baru lahir, sampai anak hingga
menjadi dewasa.
Secara harfiah, pengertian Rumah sakit (hospital) adalah sebuah institusi
perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter,
perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Sedangkan Rumah Sakit Ibu dan Anak
adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan pemeriksaan
kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada dibawah pengawasan dokter dan
atau bidan senior.
Masalah kesehatan ibu dan anak kini terus berkembang. Ini menuntut
kemampuan dan profesionalisme kalangan medis untuk mengatasinya. Layanan medis
yang tepat, cepat, dan akurat, sangat diharapkan masyarakat. Sebab kesehatan
menjadi salah satu hal terpenting yang tengah menjadi sorotan sekaligus kebutuhan
masyarakat.
Maka diharapkan dengan dibangunnya sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak
dengan fasilitas yang cukup lengkap dan disertai tenaga medis handal akan menjawab
sebagian tuntutan masyarakat untuk mendapatkan penanganan kesehatan terbaik.
Untuk menjawab permintaan tersebut maka RSIA Healthy mencoba untuk
memberikan pelayanan khusus kepada ibu dan anak dengan menggunakan fasilitas

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


terbaik dan selalu menjaga kualitas rumah sakit. Diantara fasilitas yang ditawarkan,
terdapat program unggulan diantaranya adalah program bayi tabung dan teknologi
water birth.
Pembangunan RSIA Healthy ini ditujukan untuk masyarakat Jakarta dan
sekitarnya, terutama untuk masyarakat Jakarta Selatan dengan kelas menengah
keatas. Hal ini berkaitan dengan tingkat perekonomian masyarakat pada daerah
Pejaten dan sekitarnya yang pada umumnya merupakan masyarakat dengan tingkat
pendapatan yang cukup tinggi sehingga menginginkan tingkat pelayanan dan
kenyamanan yang lebih untuk berbagai hal. Namun, selain itu, tidak menutup
kemungkinan masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk berobat ke RSIA
Healthy.
Pada akhirnya diharapkan RSIA Healthy dapat memberikan pelayanan yang
maksimal kepada seluruh masyarakat terutama kaum ibu dan anak dengan
memanfaatkan teknologi yang tersedia sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

I.2

TUJUAN DAN SASARAN


Tujuan dari pelaksanaan feasibility study adalah untuk menentukan kelayakan

suatu proyek, dalam hal ini untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan
Rumah Sakit Ibu Dan Anak di daerah Pejaten. Didalam studi kelayakan terdapat
berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada
studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis
layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.
Bila dilihat dari segi proyek, studi kelayakan merupakan suatu cara dari
owner/investor terkait dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari
investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang
diberikan dan kelancaran pengembaliannya.
Sedangkan dari sisi stakeholder, hasil studi diharapkan bermanfaat untuk
menetapkan
pelaksanaan

kebijaksanaan,
proyek

perencanaan,

pembangunan

RSIA

pengambilan

Healthy

keputusan

dikemudian

hari,

dalam
sehingga

diharapkan target pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


I.3

RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dalam studi kelayakan rumah sakit ini adalah:
1. Identifikasi aspek pasar dan pemasaran dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Healthy
yang mencakup poin-poin seperti proyeksi permintaan dan penawaran, produk
yang ditawarkan, harga, promosi, distribusi dan analisa SWOT
2. Identifikasi aspek teknis dan teknologis seperti deskripsi dan desain produk,
mesin dan teknologi yang digunakan, lokasi dan layout produk.
3. Identifikasi aspek manajemen dan organisasi, seperti analisis stakeholder,
struktur organisasi perusahaan, job analysis dan job description, proses
rekrutmen dan seleksi, sistem kompensasi dan pengembangan dan sistem
informasi manajemen
4. Identifikasi aspek hukum dan legalitas seperti bentuk perusahaan, rencana
anggaan dasar perusahaan dan prosedur perizinan
5. Identifikasi aspek ekonomi dan keuangan, seperti perkiraan modal kerja,
perkiraan biaya investasi, proyeksi laporan keuangan dan penilaian investasi
6. Rekomendasi hasil analisa kelayakan

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


Pada aspek pasar dan pemasaran calon pebisnis perlu meninjau beberapa hal
penting. Tinjauan mengenai latar belakang bisa menjelaskan mengenai kronologis
produk dan alasan mengapa objek tersebut dipilih, serta kondisi pasar atas produk
secara umum.
Sementara pada bagian penawaran menjelaskan tentang jumlah produk sejenis
yang ditawarkan oleh perusahaan lain, atau jumlah produk sejenis yang ada di
pasaran, volume produksi perusahaan perusahaan sejenis, sumber data lainnya yang
dapat dimanfaatkan adalah data dari pengguna produk sejenis. Berdasarkan hasil
analisis sebelumnya yaitu permintaan dan penawaran , maka dapat dilakukan analisis
peluang yaitu selisih antara permintaan dan penawaran.
Perlu

juga

mendefinisikan

produk

yang

menjelaskan

tentang

kualitas,

spesifikasi, kemasan, bentuk fisik, material yang digunakan, dan nama produk
(brand), disamping harga yang menjelaskan tentang metode penetapan harga yang

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


digunakan, dan berapa harga yang ditetapkan untuk produk yang akan dilaunching.
Tak kalah penting di bagian pasar dan pemasaran ini yang dilihat adalah jalur
distribusi ke konsumen. Dalam hal promosi, ditentukan media apa yang akan
digunakan untuk mempromosikan produk, berapa biayanya dan dalam waktu berapa
lama.
Selain juga strategi pemasaran yang digunakan untuk menentukan kebijakan
yang akan diambil oleh calon pebisnis berdasarkan data-data sebelumnya. Calon
pebisnis juga perlu menentukan posisi yang tepat, apa saja kekuatan dan kelemahan
perusahaan saat ini, dan peluang serta ancaman apa yang akan dihadapi oleh
perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT.
Menentukan langkah dan strategi yang tepat atau keputusan strategi, sehingga
produk dan perusahaan akan berhasil dalam persaingan. Dari penulusuranpenulusuran tersebut barulah calon pebisnis bisa melakukan penilaian kelayakan,
apakah objek studi berdasarkan aspek pasar dan pemasaran ini dapat dinilai layak
atau tidak.
II.1

GAMBARAN UMUM PROSPEK PASAR PRODUK


Rumah Sakit Ibu dan Anak Healthy merupakan penyedia jasa dalam kelahiran,

kesehatan ibu pra / pasca melahirkan dan anak pada usia 0 12 tahun. Selain itu RSIA
Health juga menyediakan beberapa terobosan program kesehatan yang didukung
dengan peralatan yang modern. Diantaranya adalah program bayi tabung yang saat
ini masih sangat jarang pada rumah sakit rumah sakit di Indonesia. Tentunya
dengan demikian target dari RSIA Healthy adalah ibu (wanita usia produktif) dan
anak-anak.
Namun, selain itu RSIA Healthy juga menyediakan fasilitas lain seperti CheckUp dan pelayanan poliklinik yang terbuka untuk seluruh masyarakat. Untuk
pelayanan-pelayanan lain tersebut pihak RSIA Healthya akan menjalin kerjasama
dengan berbagai instansi seperti asuransi dan perusahaan-perusahaan lain.
II.2

PRODUK
RSIA Healthy merupakan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memiliki berbagai

pelayanan medis dan alat penunjang medis yang memadai yang akan menunjang
kesehatan ibu dan anak.
Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat diantaranya adalah :

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pelayanan Rawat Inap


Pelayanan rawat inap di RSIA Healthy dibagi menjadi beberapa kelas sesuai

dengan fasilitas yang diberikan. Pembagian kelasnya adalah sebagai berikut :

R. Rawat VVIP (1 orang) :

R. Rawat VIP (1 orang) :

R. Rawat Kelas 1 (2 orang) :

R. Rawat Inap Kelas 2 (3 orang):

R. Rawat Inap Kelas 3 (5 Orang) :

Pelayanan Medis
Pelayanan medis yang diberikan oleh RSIA Healthy ini kepada masyarakat

diantaranya :

Poliklinik Anak (2 ruangan)

Poliklinik Gigi

Poliklinik Obgyn (2 ruangan)

Poliklinik THT

Poliklinik Internis

Poliklinik USG 3D/4D

Poliklinik Bayi Tabung

General Check Up

Unit Gawat Darurat

Unit Bedah Sentral

Unit Kebidanan

Unit Gawat Darurat, dilengkapi dengan 2 unit ambulance

Penunjang Medis
Penunjang medis yang diberikan oleh RSIA Healthy ini kepada masyarakat,

diantaranya :

Laboratorium

Radiologi

Farmasi

General Check-Up

Pelayanan Lain-lain
Pelayanan lain-lain ini, meliputi :

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pelayanan Kebugaran, meliputi :

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

II.3

Senam Hamil

Pijat Bayi

Senam Nifas

Senam Yoga

Cafetaria

Retail

Children Playground

Roof Garden

PROYEKSI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

II.3.1 PERMINTAAN
Berdasarkan pengamatan dan data yang telah diperoleh, didapatkan
gambaran pasar total dan potensial yang ada terutama di daerah Jakarta.
Tabel 2.1. Penduduk menurut rasio dan jenis kelamin per-kotamadya (2006)
KOTAMADYA

Laki-laki

Perempuan

Jumlah Total

Sex Ratio

Jakarta Selatan

1,020,828

1,032,856

2,053,684

98.84

Jakarta Timur

1,234,020

1,179,855

2,413,875

104.59

Jakarta Pusat

434,970

456,808

891,778

95.22

Jakarta Barat

1,061,308

1,069,388

2,130,696

99.24

Jakarta Utara

721,865

730,420

1,452,285

98.83

Kepulauan Seribu

10,010

9,352

19,362

107.04

Jumlah

4,483,001

4,478,679

8,961,680

100.6

2005

4,401,377

4,463,142

8,864,519

98.62

2004

4,372,337

4,353,293

8,725,630

100.44

2003

4,312,158

4,291,918

8,604,076

100.47

2002

4,173,408

4,205,661

8,379,069

99.23

Tabel 2.2. Jumlah luas wilayah, penduduk, dan kepadatan menurut kotamadya (2006)
KOTAMADYA

I-7

Luas (km2)

Penduduk

Kepadatan Penduduk

(orang)

(orang/km2)

Jakarta Selatan

145.73

2053684.00

14092.39

Jakarta Timur

187.73

2413875.00

12858.23

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Jakarta Pusat

47.90

891778.00

18617.49

Jakarta Barat

126.15

2130696.00

16890.18

Jakarta Utara

142.20

1452285.00

10212.97

Kepulauan Seribu

11.80

19362.00

1640.85

Jumlah

661.51

8961680.00

13547.31

Sumber:Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Dari data pada tabel 2.1 dan 2.2 terlihat bahwa terjadi pertambahan jumlah
penduduk di wilayah Jakarta Selatan dan jumlah penduduk perempuan di Jakarta
Selatan lebih tinggi dari jumlah penduduk laki-laki, dimana dari faktor ini dapat
diambil kesimpulan bahwa kemungkinan terjadinya kelahiran lebih besar.
Tingginya tingkat kelahiran pada kotamadya Jakarta Selatan yang hampir
mencapai 25% dari tingkat kelahiran di Jakarta, sehingga di daerah ini
memungkinkan untuk dibentuk sebuah usaha pelayanan masyarakat dalam bentuk
rumah sakit ibu dan anak.

Laju
Pertumbuhan Penduduk

3
2.5
2
1.5
1
1990-2000

0.5
0
-0.5

2000-2006
Jaksel

Jaktim

Jakpus

Jakbar

Jakut

-1
-1.5
-2
-2.5

Grafik 2.1 Laju Pertumbuhan Penduduk DKI Jakarta


Dioleh berdasarkan : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta 2006

Berdasarkan Grafik 2.1, diketahui bahwa sejak tahun 2000-2006 laju


pertumbuhan penduduk di daerah Jakarta Selatan adalah sebesar 2,33 %, paling
tinggi dibandingkan wilayah lainnya di Jakarta. Dengan laju pertumbuhan sebesar
ini, sudah pasti dibutuhkan pelayanan kesehatan dan kebidanan yang memadai.
Tabel 2.3. Jumlah Pelayanan Masyarakat yang Tercatat pada Dinas Kependudukan (2006)

I-8

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Kelahiran
KOTAMADYA

Umum

Istimewa

Kematian

Pernikahan

Perceraian

Jakarta Selatan

29,694

7,310

875

57

Jakarta Timur

22,952

10,767

1,189

48

Jakarta Pusat

10,386

6,299

645

15

Jakarta Barat

38,765

7,105

339

25

Jakarta Utara

16,960

6,936

456

20

Jumlah

118,757

38,417

3,504

165

2005

125,873

69,273

5,669

3,269

192

2004

222,088

3,344

6,261

9,250

653

2003

217,951

3,246

5,069

9,786

648

2002

223,945

2,228

4,947

9,305

555

Sumber:Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, 2006

Total angka kelahiran di daerah Jakarta Selatan seperti yang ditunjukkan


Tabel 2.3 diatas merupakan peringkat kedua di Jakarta yang memberikan situasi
dimana tingkat penyediaan akan rumah bersalin lebih besar dibanding kotamadya
lainnya. RSIA Healthy, Pejaten yang mengkhususkan pelayanan kesehatan kepada
ibu pasca dan pra persalinan serta anak-anak berumur 0-12 tahun mendapatkan
memperkiran bahwa jumlah kelahiran yang terjadi di rumah sakit ini sebesar 6 %
dari jumlah kelahiran Jakarta Selatan.
Dari Tabel 2.3 pula dapat diketahui bahwa tingkat kelahiran secara
istimewa (bukan normal) meningkat sebesar 2071% pada tahun 2005 dibandingkan
pada tahun 2004. Hal ini tentu saja membutuhkan pelayanan medis tingkat tinggi
yang dapat tersedia di RSIA Healthy.
II.3.2 PENAWARAN
Jumlah penduduk di Jakarta selatan dalam kurun waktu 2000-2006
mengalami peningkatan yang paling besar diantara kotamadya DKI Jakarta yang
lainnya. Bila kita analisa jumlah pertambahan penduduk dengan kebutuhan akan
rumah sakit saat ini, maka akan terjadi ketidakseimbangan pada nantinya.
Kenaikan jumlah penduduk ini harusnya diimbangi dengan fasilitas pelayanan yang
memadai.

I-9

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Jakarta
Pusat
20%

Jakarta
Timur
16%

Jakarta
Utara
20%
Jakarta
Selatan
14%

jakarta
Barat
30%

Jakarta Utara

Jakarta Selatan

Jakarta Timur

Jakarta Pusat

jakarta Barat

Grafik 2.2. Presentase ketersediaan rumah sakit per kepadatan penduduk

Pada tahun 2000 dengan jumlah penduduk sebesar 1.789.006 jiwa, Jakarta
Selatan hanya memiliki 27 rumah sakit dengan kapasitas sekitar 2400 tempat tidur
yang melengkapinya. Pada tahun 2006 jumlah penduduk Jakarta Selatan sebesar
2.053.684 jiwa dengan fasilitas rumah sakit yang bertambah, yaitu sebanyak 32
rumah sakit dengan kapasitas 3024 tempat tidur. Jadi pada tahun 2000 rumah sakit
di Jakarta Selatan menyediakan satu tempat tidur untuk 745 orang nya, sedangkan
pada tahun 2006 rumah sakit di Jakarta Selatan menyediakan satu tempat tidur
untuk 679 orang.
Dari perbandingan ini kita bisa melihat bahwa tingginya tingkat kebutuhan
penduduk akan rumah sakit dalam jangka waktu 6 tahun sensus terakhir tidak
diimbangi dengan fasilitas rumah sakit yang bisa mengimbanginya. Karena hal ini
perlu adanya pertambahan rumah sakit di daerah Jakarta Selatan untuk dapat
mengatasi pemenuhan jasa kesehatan.
Banyaknya rumah sakit di DKI Jakarta tahun 2006 berjumlah 122 buah
dengan rincian rumah sakit umum sebanyak 73 buah dan 49 rumah sakit khusus.
Dari jumlah rumah sakit tersebut 94 dikelola oleh pihak swasta sedangkan rumah
sakit pemerintah sebanyak 28 buah.

I-10

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 2.4 Jumlah Fasilitas Kesehatan DKI Jakarta 2002-2006

I-11

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 2.5 Jumlah Rumah Sakit dan Tempat Tidur menurut Kotamadya
UMUM
KOTAMADYA

Khusus

Tempat
RS

Total

Tempat
RS

Tidur

Tempat
RS

Tidur

Tidur

Jakarta Selatan

16

2,348

16

706

32

3,054

Jakarta Timur

19

3,273

494

26

3,767

Jakarta Pusat

15

4,323

15

618

30

4,941

Jakarta Barat

10

1,506

1,064

18

2,570

Jakarta Utara

13

1,723

234

16

1,957

Jumlah

73

13,173

49

3,116

122

16,289

2,005

71

13,014

38

2,673

109

15,687

2,004

71

12,726

36

2,547

107

15,273

2,003

75

12,984

38

2,648

113

15,632

2,002

69

12,895

32

2,622

101

15,517

Sumber : Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2006

Dari jumlah fasilitas rumah sakit, terutama dari jumlah tempat tidur yang ada
di Jakarta Selatan dapat terlihat bahwa jumlah tersebut belum memadai dan
sebanding dengan kotamadya lain. Maka dari itulah, RSIA Healthy mengutamakan
aspek kenyamanan dengan menyediakan ruangan luas dan 84 tempat tidur.
Tabel 2.6 Jumlah tenaga kesehatan menurut kotamadya

I-12

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Berdasarkan tabel tenaga kesehatan tersebut maka disimpulkan bahwa di


wilayah Jakarta Selatan memiliki potensi tenaga kesehatan yang lebih besar
dibandingkan kotamadya lainnya. Maka diharapkan RSIA Healthy ini dapat
memanfaatkan peluang ini sehingga menghasilkan tenaga medis yang berkualitas.
II.4

ANALISIS PELUANG
Pada daerah Jakarta Selatan ini hanya terdapat sedikit rumah sakit yang

mengkhususkan pelayanannya pada kelahiran dan kesehatan ibu-anak, diantaranya


adalah RSIA Zahirah, RSIA Kemang, dan RSIA Brawijaya. Keseluruhannya dikelola
oleh pihak swasta, sehingga kesempatan masih terbuka lebar untuk RSIA Healthy.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya terhadap kondisi
penawaran dan permintaan atas kebutuhan RSIA dengan kualitas baik, diketahui
bahwa pasar yang begitu besar baru dikelola oleh sebagian kecil RS yang bergerak
khusus melayani kebutuhan ibu dan anak. Sehingga peluang untuk RSIA Healthy ini
mampu menjalankan usaha kesehatannya dengan baik masih begitu besar.
II.5

PERSAINGAN
Dalam peninjauan aspek pasar, kita juga perlu membandingkan adanya

pesaing ataupun pembanding dalam penentuan penjualan jasa. Di daerah Jakarta


Selatan sudah terdapat 16 rumah sakit besar yang sudah berjalan saat ini. Namun,

I-13

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


yang memfokuskan pelayanannya kepada ibu dan anak hanya ada tiga buah, yaitu
RSIA Duren Tiga, RSIA Kemang, dan RSIA Brawijaya. Sehingga pada proyek ini
memiliki pangsa pasar yang masih luas di lingkup Jakarta Selatan.
Tabel 2.7 Daftar Rumah Sakit Di Jakarta Selatan

Rumah Sakit
RS. JAKARTA
RS. MEDISTRA
RS. METROPOLITAN MEDICAL CENTER
RS. PUSAT PERTAMINA
RS. PONDOK INDAH
RS. SETIA MITRA
RS. TEBET
RS. TRIA DIPA
RS. AGUNG
RS. MEDIKA PERMATA HIJAU
RS. PRIKASIH
RS. JAKARTA MEDICAL CENTER
RS. SIAGA RAYA
RSAL. MARINIR CILANDAK
RS. GANDARIA
RSIA. ZAHIRAH
RSIA KEMANG
RSIA BRAWIJAYA

Dari daftar rumah sakit tersebut fasilitas-fasilitas yang bisa dibandingkan


dengan RSIA Healthy adalah fasilitas yang ada pada proyek sebanding yaitu pada
RSIA Zahirah, RSIA Kemang, dan RSU Jakarta. Dan perbandingan ini akan dibahas
pada analisa Benchmarking.

Kondisi Sosial Ekonomi Wilayah Jakarta Selatan

I-14

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Jakarta Selatan terletak pada 1062242 Bujur Timur (BT)-1065818 BT dan
51912 Lintang Selatan (LS). Luas wilayah sesuai dengan keputusan Gubernur DKI
Jakarta nomor 1815 tahun 1989, adalah 145,73 Km2 atau 22,41% dari luas DKI
Jakarta terbagi 10 Kecamatan dan 65 Kelurahan, berada dibelahan selatan banjir
kanal dengan batas-batas wilayah :

Sebelah Utara

Banjir Kanal Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan


Tanah Abang,

Jl. Kebayoran Lama dan Kebun

Jeruk

Sebelah Timur

Kali Ciliwung

Sebelah Selatan

Berbatasan dengan Kotamadya Depok

Sebelah Barat

Berbatasan dengan Kecamatan Ciledug


Kotamadya Tangerang

Tabel 2.8. Pembagian Kelurahan Jakarta Selatan


Kelurahan/
Village

Luas
Wilayah/
Area (Km2)

Rumah
Tangga/
House hold

Penduduk/
Population

Kepadatan Penduduk
per Km2/Population
Density per Km2

1. Cilandak Timur

3,52

7.030

30.071

8.543

2. Ragunan

5,05

7.929

37.074

7.342

3. Kebagusan

2,26

10.260

37.142

16.435

4. Pasar Minggu

2,79

5.425

28.841

10.337

5. Jati Padang

2,50

5.280

33.256

13.302

6. Pejaten Barat

2,90

8.710

33.218

11.454

7. Pejaten Timur

2,88

8.283

45.518

15.805

52.917

245.120

Jumlah / Total

21,90

11.193

Dalam menghadapi era globalisasi yang sangat pesat, pertumbuhan ekonomi


Kotamadya Jakarta Selatan tahun 2002 berdasarkan Produksi Domestik Regional
Bruto (PDRB) atas dasar Harga Konstan sebesar Rp.6.199.427,40. Sedangkan PDRB
Jakarta Selatan menurut Lapangan Usaha atas Dasar Harga Berlaku dan Harga
Konstan selama tahun 2006-2007 adalah sebagai berikut :

I-15

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Tabel 2.9. Nilai PDRB Jakarta Selatan atas Dasar Harga Berlaku
Nilai PDRB Jakarta Selatan atas dasar Harga Berlaku
Tahun 2006 dan 2007 (Juta Rupiah)
No

Lapangan Usaha

Pertanian

Perindustrian

Listrik, Gas & Air Minum

Pembangunan

Perdagangan, Hotel & Restoran

Angkutan & Komunikasi


Keuangan,

Persewaan

Perusahaan

Jasa-Jasa

&

2006

2007

PDRB

PDRB

91,046.55

94,111.67

2,883,144.67

3,231,656.70

541,161.88

643.943,22

6,850,178.02

7,726,028.82

11,182,499.74

12,009,879.10

2,677,743.77

3,084,845.40

10,907,425.29

12,491,899.19

6,068,500.51

6,853,126.75

41,201,700.42

46,135,490.86

jasa

PDRB

Nilai PDRB Jakarta Selatan (juta rupiah)


14,000,000.00
12,000,000.00
10,000,000.00
8,000,000.00

2006
2007

6,000,000.00
4,000,000.00
2,000,000.00
0.00
1

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2007


Grafik 2.3. Nilai PDRB Jakarta Selatan

I-16

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Dari tabel dan grafik PDRB, nilai dari lapangan usaha jasa dan pembangunan
menempati posisi 3 dan 4 dalam 2 tahun terakhir. Hal ini bisa dijadikan acuan
untuk melaksanakan proyek pembangunan rumah sakit di daerah Jakarta Selatan
ini.
Tabel 2.10. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Propinsi DKI Jakarta Selatan Berdasarkan
PDRB Riil, Periode 1999-2005 (Dalam % / Tahun)

Sumber : jakartainvestment.com
Tabel 2.11. Perkembangan Produktivitas Lapangan Usaha di Propinsi DKI Jakarta Selatan,
Periode 1999-2005

Sumber : jakartainvestment.com

Dari sajian tabel 2.6, kita bisa melihat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi
dan produktivitas lapangan usaha di Jakarta Selatan pada sektor jasa terus
mengalami kenaikan tiap tahunnya. Sehingga bidang ini menjadi bidang yang aktif
dan produktif selama pengembangannya dari tahun ke tahun.

I-17

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Sumbangan PDRB Jakarta Selatan atas Dasar


Harga Konstan Terhadap Perekonomian DKI
Jakarta
70
60
50
40
30
20
10
0

Jakarta Selatan
DKI Jakarta
1999

2001

2003

2005

2007

Tahun

Grafik 2.4. Sumbangan PDRB Jakarta Selatan terhadap perekonomian DKI Jakarta

\
Tahun

Tabel 2.12. Perbandingan PDRB Jakarta Selatan terhadap DKI Jakarta


Jakarta Selatan
DKI Jakarta
% Distribusi

Nilai PDRB

Pertumbuhan

Nilai PDRB

Pertumbuhan

(trilyun Rp)

(%)

(trilyun Rp)

(%)

1999

10.46

1,49

57.22

-0,29

18.28032157

2001

10.83

3,60

59.7

4,33

18.14070352

2003

11.22

3,57

64.87

3,64

17.29613072

2005

11.64

3,79

64.34

3,99

18.09138949

2007

12.15

4,34

67.16

4,39

18.09112567

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan


pembangunan di Kotamadya Jakarta Selatan dalam kurun satu dasawarsa
belakangan ini terus mengalami peningkatan yang sangat pesat. Berbagai sarana
dan prasarana yang dapat menunjang berbagai aktifitas pelayanan masyarakat
telah berhasil dibangun untuk menjaga kesinambungan di Ibukota.

I-18

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Dengan semakin meningkatnya PDRB tersebut dari tahun ke tahun, maka
prasarana yang akan dibangun pula diharapkan mampu menyerap peningkatan
PDRB. Sehingga proyek RSIA Healthy ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang
menggunakan jasa dan layanannya.

Kondisi Ekonomi Makro Indonesia


Berdasarkan perkembangan indikator-indikator yang ada, perekonomian

Indonesia menunjukan perkembangan yang semakin mantap, pertumbuhan dan


aktivitas ekonomi yang meningkat, serta stabilitas yang semakin kuat dan terjaga.
Perkembangan tersebut antara lain ditunjukkan oleh tren pertumbuhan ekonomi
yang terus meningkat, inflasi yang terjaga, nilai tukar yang stabil, cadangan devisa
yang terus meningkat.
Kondisi makro perekonomian Indonesia secara umum digambarkan sebagai
berikut :
1. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I mencapai 6%. Peningkatan laju
pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh perbaikan kinerja investasi,
ekspor barang dan jasa, serta konsumsi masyarakat. Di sisi sektor industri,
laju pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan pertumbuhan sektor
jasa, terutama sektor transportasi dan komunikasi, dan diikuti oleh sektor
perdangangan, hotel, dan restoran, serta konstruksi.
2. Perbaikan

kondisi

perekonomian

mendorong

membaiknya

daya

beli

masyarakat dan aktivitas ekonomi yang antara lain diindikasikan oleh


indikator-indikator pajak (PPn), konsumsi listrik, pertumbuhan penjualan
kendaraan bermotor, dan kredit konsumsi perbankan.
3. Kinerja investasi hingga bulan April 2007 menunjukan tren yang semakin
membaik sebagaimana tercermin dalam berbagai indikator investasi, antara
lain: realisasi penanaman modal dalam negeri dan asing (PMDN dan PMA)
serta

laju

pertumbuhan

impor

barang

modal

semakin

meningkat,

peningkatan laba BUMN dan swasta yang akan mendorong peningkatan laba
di tahan untuk diinvestasikan kembali.
4. Di bidang perdagangan internasional, perbaikan kinerja ekspor tercermin
dalam peningkatan pertumbuhan ekspor, khususnya di sektor ekspor non
migas. Perbaikan kinerja ekspor tersebut akan berlanjut seiring dengan
perbaikan investasi, peningkatan harga komoditi (khususnya komoditi
primer) di pasar global, dan peningkatan trade volume dengan mitra dagang

I-19

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Indonesia. Di sisi lain, impor juga mengalami peningkatan sejalan dengan
membaiknya daya beli masyarakat.
5. Indikator lainnya juga menunjukan kondisi perekonomian yang cukup
kondusif di mana nilai tukar Rupiah terhadap US dolar berkisar pada
Rp.9096/US$ dengan kecenderungan penguatan Rupiah. Di samping itu,
cadangan devisa terus meningkat dan mencapai US$49,3 miliar di bulan
April 2007 atau meningkat sebesar US$2, 1 miliar dari bulan Maret 2007.

Untuk suku bunga Bank Indonesia, digambarkan sebagai berikut :


Jangka Waktu

Suku Bunga

1 Bulan

7.94%
Dikeluarkan Tanggal : 2/20/2008

Jangka Waktu

Suku Bunga

3 Bulan

7.99%
Dikeluarkan Tanggal : 2/20/2008

Dengan beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan bahwa perekonomian


Indonesia secara umum, berada dalam posisi yang cukup kuat dan didukung oleh
daya beli masyarakat yang semakin tinggi.

Benchmarking
Benchmarking adalah melakukan identifikasi terhadap fasilitas eksternal
yang mempunyai fungsi sama dengan proyek yang akan dijalankan ataupun
terhadap fasilitas internal yang memiliki fungsi yang hampir sama. Penting bagi
owner untuk mengadakan studi banding dengan rumah sakit lain yang mempunyai
hal-hal tertentu yang lebih baik. Misalnya, diketahui ada rumah sakit yang bias
menekan cost yang rendah dengan mutu layanan tetap baik.
Untuk membuat benchmarking pada RSIA ini dilakukan survey ke rumah
sakit yang mempunyai praktik-praktik (hal-hal) yang lebih baik dengan lokasi yang
tidak jauh dari lokasi rencana. Adapun hal-hal tersebut anatara lain:

Quality : laboratorium, isi dan servis medis termasuk klinik, servis


perawatan, dan lainnya.

I-20

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Biaya : Bagaimana rumah sakit tersebut menekan biaya baik biaya langsung
ataupun biaya overhead.

Delivery: bagaimana lead time dari barang-barang yang dibeli dan juga stok
inventaris yang tersedia

Inovasi : Inovasi-inovasi apa yang menyebabkan rumah sakit tersebut unggul.

Maka dari itu dilakukan benchmarking dengan rumah sakit lain dengan lokasi
yang tidak terlalu jauh, yaitu RSU Jakarta Medical Centre, RSIA Kemang, dan RSIA
Duren Tiga. Adapun alasan pemilihan benchmarking dengan rumah sakit tersebut
didasari dari peruntukan rumah sakit yang sejenis (melayani masalah ibu dan anak).
Adapun hasil benchmarking dapat dilihat pada tabel berikut:

I-21

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 2.13. Benchmarking

Aspek Penilaian
Akses jalan

RSIA Healthy
Jalan arteri 4

RSU Zahirah
(Jagakarsa)
Jalan lokal 2 lajur

lajur
Tingkat bangunan

RSIA Duren Tiga

RSU JMC
(Mampang)

Jalan lokal 2

Jalan arteri 4

lajur

lajur

RSIA Kemang
Jalan lokal 2 lajur

5 lantai

3 lantai

3 lantai

3 lantai

5 lantai

VVIP

8 kamar

1 kamar

4 kamar

VIP

12 kamar

1 kamar

9 kamar

4 kamar

8 kamar

Kls 1

16 kamar

4 kamar

2 kamar

9 kamar

12 kamar

Kls 2

4 kamar

6 kamar

1 kamar

2 kamar

4 kamar

Kls 3

4 kamar

6 kamar

3 kamar

2 kamar

4 kamar

R. bayi sehat:

1 kamar

1 kamar

1 kamar

1 kamar

1 kamar

R. bayi sakit:

1 kamar

1 kamar

1 kamar

1 kamar

1 kamar

R. ICU:

R. NICU:

Fasilitas rawat inap:

I-22

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tarif

persalinan

normal (per hari):


VVIP

Rp 3,500,000

Rp 3,750,000

VIP

Rp 3,200,000

Rp 3,600,000

Rp 2,100,000

Rp 3,500,000

Kls 1

Rp 2,500,000

Rp 3,000,000

Rp 1,600,000

Rp 2,500,000

Kls 2

Rp 2,000,000

Rp 1,700,000

Rp 1,300,000

Rp 1,750,000

Kls 3

Rp 1,500,000

Rp1,300,000

Rp 1,100,000

Rp1,500,000

Belum terdaftar

Pelayanan khusus:

Poly kebidanan

Poly USG

Poly Gigi

Poly Spesialis

Poly Anak

Tabel 2.13. Benchmarking (lanjutan)


RSIA Healthy

I-23

RSU Zahirah
(Jagakarsa)

RSIA Duren Tiga

RSU JMC (Mampang)

RSIA Kemang

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Lain-lain

Klinik THT, Klinik internis,


Konsultasi
Fertilitas
Klinik

Gizi,

Klinik

dan

Endokrin,

Allergi,

Imunisasi,

khitanan,

Pelayanan

KB,

Bayi tabung, water birth


Pelayanan 24 jam

Klinik

THT,

Klinik

syaraf, Klinik internis,


Klinik

Ortopedi,

Konsultasi Gizi, Klinik


Kulit & Kecantikan

Klinik

Fertilitas

Endokrin,
Klinik

Klinik

internis,

dan

Klinik THT, Klinik kulit,

water

THT,

Klinik internis, Klinik

tabung

Klinik

birth,

Syaraf

Jantung, Klinik Allergi,


Imunisasi, Pelayanan KB,
Sirkumsisi

(2 buah)

(1 buah)

(1 buah)

(2 buah)

(1 buah)

Radiologi

Inkubator

Fisioterapi

Farmasi

Ambulance

bayi

Penunjang medis:

Electro

Kardio

Graphy (EKG)
Laboratorium
Standar

Rumah

Sakit
Program Edukasi

I-24

Lokal, Nasional,

Lokal, Nasional,

Internasional

Lokal, Nasional

Lokal, Nasional

Lokal, Nasional

Internasional

Senam hamil

Senam hamil

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Senam nifas
Pijat bayi
Senam yoga
Fasilitas lain-lain

Roof Garden(lt.2)

Kolam Renang

Children Playground

Gift Shop

Gift Shop
Children Playground

Children Playground
Keamanan
kenyamanan

I-25

dan
Satpam dan CCTV

Satpam

Satpam

Satpam

Satpam

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Berdasarkan penjabaran yang seperti tersebut diatas, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. RSIA Healthy memberikan fasilitas yang paling lengkap untuk standar RSIA dan
sudah memenuhi standar lokal, nasional, maupun internasional.
2. RSIA Healthy terletak di tempat yang paling strategis dan mudah dijangkau (di
Jalan Warung Jati Barat, Pejaten)
3. RSIA Healthy memiliki jumlah kamar 44 kamar (80 tempat tidur) yang mampu
melayani kesehatan ibu dan anak
4. RSIA Healthy menawarkan tarif yang sesuai dengan fasilitas dan pelayanan yang
diberikan dimana menggunakan teknologi dan peralatan terbaru
5. RSIA Healthy menyediakan fasilitas unggulan berupa program Bayi Tabung dan
water birth yang masih jarang ditemui di RSIA lain
6. Dengan pelayanan 24 jam dan unit ambulance yang tersedia sebanyak 2 unit maka
diharapkan dapat meningkatkan pelayanan RSIA ini.
7. RSIA Healthy menawarkan program-program edukasi yang dapat menunjang
kesehatan ibu dan anak (sebelum dan setelah melahirkan) seperti senam hamil,
senam nifas, pijat bayi, dan senam yoga
8. Fasilitas lain-lain (roof garden, gift shop, dan children playground) yang
disediakan di RSIA Healthy dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung
9. RSIA Healthy mampu memberikan keamanan dan kenyamanan dengan adanya
satpam dan fasilitas CCTV yang beroperasi selama 24 jam
II.6

HARGA
Penentuan harga dari berbagai pelayanan medis yang dilakukan oleh RSIA

Healthy ini berdasarkan biaya dasar yang dikeluarkan, serta menyesuaikan dengan
kemampuan

rata-rata

konsumen

pada

umumnya,

sehingga

harganya

dapat

terjangkau.
Harga untuk setiap produk perawatan pada RSIA Healthy ini adalah sebagai
berikut :

Pelayanan Rawat Inap

Tabel 2.14 Biaya Pelayanan Rawat Inap


KELAS RAWAT INAP

26

TARIF RAWAT / HARI

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

R. Rawat Inap Ibu (VVIP)

Rp

750,000.00

R. Rawat Inap Anak (VVIP)

Rp

750,000.00

R. Rawat Inap Ibu (VIP)

Rp

650,000.00

R. Rawat Inap Anak (VIP)

Rp

650,000.00

R. Rawat Inap Ibu (Kelas 1)

Rp

375,000.00

R. Rawat Inap Anak (Kelas 1)

Rp

375,000.00

R. Rawat Inap Ibu (Kelas 2)

Rp

225,000.00

R. Rawat Inap Anak (Kelas 2)

Rp

225,000.00

R. Rawat Inap Ibu (Kelas 3)

Rp

100,000.00

10

R. Rawat Inap Anak (Kelas 3)

Rp

100,000.00

11

Perawatan ICU

Rp

1,500,000.00

12

Perawatan NICU

Rp

1,750,000.00

13

Perawatan Bayi Sehat

Rp

100,000.00

14

Perawatan Bayi Sakit

Rp

250,000.00

Pelayanan Medis
Tabel 2.15 Biaya Perawatan Pelayanan Medis
No.

Tarif

Poliklinik Anak

Rp

90,000.00

Poliklinik Gigi

Rp

110,000.00

Poliklinik Obgyn

Rp

100,000.00

Poliklinik THT

Rp

110,000.00

Poliklinik Internis

Rp

110,000.00

Poliklinik USG
- Cetak

Rp

50,000.00

- Tidak Dicetak

Rp

25,000.00

27

PELAYANAN MEDIS

Poliklinik Bayi Tabung

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

- Pembuatan Bayi Tabung


8

Rp 150,000,000.00

General Check Up
- Paket 1

Rp

1,500,000.00

- Paket 2

Rp

900,000.00

- Non-Paket

Rp

150,000.00

Unit Gawat Darurat

Rp

150,000.00

10

Unit Bedah Sentral

Rp

4,500,000.00

11

Unit Kebidanan
- Normal

Rp

3,000,000.00

- Operasi (caesar)

Rp

6,000,000.00

Penunjang Medis
Tabel 2.16 Biaya Perawatan Penunjang Medis
No.

Rata-rata Tarif

Laboratorium

Rp 125,000.00

Radiologi

Rp 110,000.00

Unit Farmasi

28

PENUNJANG MEDIS

- Poliklinik

Rp

80,000.00

- Rawat Inap

Rp

80,000.00

Lain-lain (per paket)


- Senam Hamil

Rp 250,000.00

- Senam Nifas

Rp 250,000.00

- Pijat Bayi

Rp 300,000.00

- Senam Yoga

Rp 450,000.00

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


II.7

DISTRIBUSI
RSIA Healthy merupakan rumah sakit baru yang memiliki segmen pasar khusus

yang cukup jelas yaitu ibu dan anak, namun tetap membuka diri terhadap adanya
pasien diluar target pasar tersebut pada fasilitas dan pelayanan tertentu. Kami ingin
memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan sehingga mereka nyaman
untuk terus melanjutkan perawatan di RSIA Healthy.
II.8

PROMOSI
Untuk memperkenalkan RSIA Healthy kepada masyarakat luas, maka dilakukan

tindakan promosi sebagai berikut :


Memasang pemberitahuan di surat kabar terkemuka atas dibukanya RSIA
Healthy
Memasang papan nama rumah sakit dengan jelas agar para pengguna jalan
disekitar mengetahui keberadaan rumah sakit
Membuat situs khusus RSIA Healthy agar informasi tentang RSIA Healthy dapat
diketahui oleh orang banyak
II.9

STRATEGI PEMASARAN
Produk
Produk yang ditawarkan RSIA Healthy ini adalah perawatan kesehatan yang
ditujukan khusus kepada ibu dan anak, dengan kualitas bertaraf internasional.
Selain itu, kami juga menyediakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh
yang ditujukan bagi seluruh kalangan masyarakat.
Harga
Pelayanan kesehatan dengan kualitas bertaraf internasional dan memiliki
standar mutu yang tinggi dengan harga yang masih relatif terjangkau
merupakan tujuan kami sebagai penyelenggara fasilitas kesehatan.
Tempat
Lokasi yang berada di jalan arteri utama Jakarta Selatan merupakan tempat
yang strategis untuk mendirikan usaha kesehatan.

II.10

ANALISIS SWOT
Analisa

SWOT

(Strengths,

Weaknesses,

Opportunities,

dan

Threats)

merupakan suatu kegiatan menganalisa kelebihan dan kekurangan yang ada bila
proyek RSIA Healthy ini jadi dilaksanakan. Hal-hal kelebihan ataupun kekurangan

29

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


yang berpotensi datang dari Internal disebut dengan Strength dan Weakness.
Sedangkan yang berpotensi dari Lingkungan atau External biasa disebut dengan
Opportunities, dan Threats. Berdasarkan analisa terhadap tapak, maka dapat
dilakukan analisa SWOT untuk menilai faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap
pengembangan suatu lahan. Faktor yang menjadi keunggulan tapak harus dapat
dioptimalkan, sedangkan faktor yang menjadi kelemahan tapak harus dapat
dieliminsai sehingga tidak memberikan pengaruh buruk.
Hasil analisis SWOT akan diuraikan dalam tabel berikut:
Tabel 2.17. Analisis SWOT
STRENGTH (S)

WEAKNESS (W)

Kemudahan akses dari jalan utama (strategis)

Kurangnya informasi tentang RSIA

Peralatan modern dan terbaru

Lahan parkir terbatas

Tidak melayani klinik penyakit umum

Fasilitas dan pelayanan lengkap untuk Ibu dan


3

Anak (jumlah kamar 44 buah, fasilitas bayi tabung,


water birth)

5
6
7

Dukungan jaringan dengan perusahaan rekanan


dan asuransi

30

gaji dokter malam kurang lebih sama

Dokter dan tenaga ahli medis mengenai ib dan


anak yang memadai
Kredibilitas RSIA diakui internasional
Dokter spesialis stand by 24 jam, tersedia 2 unit
ambulance
Menawarkan program edukasi yang menunjang
kesehatan ibu dan anak
Memberikan keamanan dan kenyamanan dengan
CCTV dan roof garden, children playground
OPPORTUNITY (O)

Motivasi sulit, misalnya karena peraturan

Terdapat di daerah pemukiman padat (rumah dan


apartemen)
Pangsa pasar luas

THREATS (T)
1
2

Memiliki banyak pesaing dengan fasilitas


lebih banyak (RSU)
Tarif perawatan RS sejenis lain relatif lebih

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

murah
3

Kemampuan ekonomi masyarakat sekitar cukup


tinggi
Adanya pertumbuhan jumlah penduduk
Mendapat dukungan pemerintah karena bertaraf
internasional (misal dari segi promosi atau dana)

Masih banyak warga yang pergi ke bidan


Dalam waktu dekat akan muncul RSIA baru
(RSIA Kemang) dengan fasilitas sejenis
Inflasi akan mempengaruhi pengeluaran
RSIA

Setelah dilakukan identifikasi pada masing-masing faktor (internal dan


eksternal) dan dilakukan strategi untuk mengoptimalkan faktor Strength dan
Opportunities, serta mereduksi faktor Weakness dan Threats, langkah selanjutnya
adalah menghitung nilai dari faktor-faktor tersebut supaya dapat diketahui posisi
RSIA Healthy ini. Berikut adalah hasil perhitungannya:

Tabel 2.18. Penilaian Analisis SWOT (Strength)

STRENGTH (S)

Weight (%)

Score

WxS

Kemudahan akses dari jalan utama (strategis)

20

0.8

Peralatan modern dan terbaru

10

0.4

Fasilitas dan pelayanan lengkap untuk Ibu dan Anak (jumlah


3

kamar 44 buah, fasilitas bayi tabung, water birth)

20

0.8

Dukungan jaringan dengan perusahaan rekanan dan asuransi

10

0.3

Dokter dan tenaga ahli medis mengenai ib dan anak yang


5

memadai

10

0.4

Kredibilitas RSIA diakui internasional

0.15

Dokter spesialis stand by 24 jam, tersedia 2 unit ambulance

10

0.3

10

0.4

0.2

Menawarkan program edukasi yang menunjang kesehatan


8

ibu dan anak


Memberikan keamanan dan kenyamanan dengan CCTV dan

31

roof garden, children playground

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Total

100

3.75

Tabel 2.19. Penilaian Analisis SWOT (Weakness)

WEAKNESS (W)

Weight (%)

Score

WxS

Kurangnya informasi tentang RSIA

25

0.5

Lahan parkir terbatas

20

0.4

Tidak melayani klinik penyakit umum

30

0.9

malam kurang lebih sama

25

0.75

Total

100

Motivasi sulit, misalnya karena peraturan gaji dokter


4

2.55

Tabel 2.20. Penilaian Analisis SWOT (Opportunity)

OPPORTUNITY (O)
1

Terdapat di daerah pemukiman padat (rumah dan


apartemen)

Weight (%)

Score

WxS

20

0.8

Pangsa pasar luas

20

0.6

Kemampuan ekonomi masyarakat sekitar cukup tinggi

20

0.8

Adanya pertumbuhan jumlah penduduk

20

0.6

20

0.4

Mendapat dukungan pemerintah karena bertaraf


internasional (misal dari segi promosi atau dana)
Total

32

100

3.2

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Tabel 2.21. Penilaian Analisis SWOT (Threats)

THREATS (T)
1

Weight (%)

Score

WxS

25

0.75

Memiliki banyak pesaing dengan fasilitas lebih banyak


(RSU)

Tarif perawatan RS sejenis lain relatif lebih murah

30

0.9

Masih banyak warga yang pergi ke bidan

20

0.4

15

0.3

Inflasi akan mempengaruhi pengeluaran RSIA

10

0.2

Total

100

4
5

Dalam waktu dekat akan muncul RSIA baru (RSIA Kemang)


dengan fasilitas sejenis

2.55

Dari penilaian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa RSIA Healthy
termasuk dalam kategori S-O, dengan grafik seperti berikut:

Grafik 2.5 Matriks SWOT RSIA Healthy

33

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Pada matriks terlihat bahwa posisi RSIA Healthy berada pada angka 1.2 pada
Strength dan 0.65 pada Opportunity. Maka RSIA Healthy cukup layak untuk dibangun
dan diharapkan dapat memberikan keuntungan jika faktor Strength dioptimalkan dan
dapat memanfaatkan faktor Opportunity secara maksimal.

34

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


II.11

KEPUTUSAN STRATEGI
Dari analisa SWOT yang telah dibuat sebelumnya, dirancang sejumlah strategi

atas masing-masing poinnya, seperti sebagai berikut :


Tabel 2.22 Strategi dari Hasil Analisis SWOT
S-O Strategies :

W-O Strategies :

Melakukan tindakan promosi terkait dengan


tingkat pelayanan terbaru kepada seluruh
1

warga Jakarta (S1-S3-S5-S8-O2-O4)

Melakukan promosi kepada warga tentang RSIA


1

Menjalin kerjasama dengan perusahaan


2

rekanan dan asuransi (S4-O2)

Menyewa lahan kosong disekitar lokasi sebagai


2

Meningkatkan pelayanan dengan fasilitas


3

yang telah tersedia (S2-S3-S7-S9-O3)


Meningkatkan

mutu

pelayanan

proses

audit

lahan parkir (bila diperlukan) (W2-O2-O4)


Bersedia melayani klinik gigi, THT, bayi tabung

(W3-O2)

Gaji disesuaikan dengan prestasi (W4-O5)

secara

berkesinambungan (S8-S5-O1-O2)
Melakukan

(W1-O1-O3)

terhadap

pengelolaan manajemen rumah sakit secara


5

rutin (S6-O6)
S-T Strategies :

W-T Strategies :

Melakukan kerjasama dengan perusahaan


1

rekanan dan asuransi (S4-T1-T2)

Menambah fasilitas klinik selain ibu dan anak


1

(W3-T1)
Melakukan tindakan promosi terkait dengan

Memberikan
2

pelayanan

sesuai

dengan

fasilitas yang ada (S2-S3-S6-S9-T2)

tingkat pelayanan terbaru kepada seluruh warga


2

Jakarta (W1-T1-T2-T3)

Melakukan promosi kepada warga tentang


RSIA di tempat yang mudah terlihat (S1-S23

S5-S10-T1-T3)

Diadakan sistem motivasi, reward, dan hukuman


3

yang jelas untuk setiap pegawai (W4-W6-T4)

Mengadakan training secara rutin untuk


tenaga
4
5

35

medis

untuk

meng-update

pengetahuan (S5-T1)

Mengoptimalkan
4

pengoperasian

ambulance

(W2-T1-T5)

Melakukan efisiensi biaya pengeluaran (S2-

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

T5)
Meningkatkan

layanan

bermutu,

baik

perawatan, mutu dokter, menggunakan


sistem manajemen ke arah perbaikan mutu
6

(S2-S3-S5-S8-T1-T4-T6)
Melakukan sistem subsidi silang bagi pasien

kurang mampu (S4-T2)

Berdasarkan analisa SWOT yang telah dilakukan sebelumnya, strategi yang


bisa digunakan adalah strategi Strength Opportunity, yaitu :

Melakukan tindakan promosi terkait dengan tingkat pelayanan terbaru kepada


seluruh warga Jakarta

Menjalin kerjasama dengan perusahaan rekanan dan asuransi

Meningkatkan pelayanan dengan fasilitas yang telah tersedia

Melakukan proses audit terhadap pengelolaan manajemen rumah sakit secara


rutin

II.12

Meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan


REKOMENDASI
Berdasarkan analisa aspek pasar dan pemasaran yang telah dilakukan, ditinjau

dari sisi proyeksi permintaan dan penawaran, analisis peluang, persaingan, produk,
harga, distribusi, promosi dan analisa SWOT, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
pembangunan RSIA Healthy ini layak.

ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI

36

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


III.1

DESKRIPSI PRODUK
RSIA Healthy merupakan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memiliki berbagai

pelayanan medis dan alat penunjang medis yang memadai yang akan menunjang
kesehatan ibu dan anak.
Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat diantaranya adalah :

Pelayanan Rawat Inap


Fasilitas yang ditawarkan RSIA Healthy dalam pelayanan rawat inap

diantaranya:

37

R. Rawat VVIP (1 orang) :


o

Tempat tidur elektrik (1)

side table

extra sofa bed

TV 21"

ruangan full AC

KM shower (water heater)

Lemari Pakaian

Kulkas

Minibar

Microvawe

meja kursi makan

R. Rawat VIP (1 orang) :


o

Tempat tidur elektrik (1)

side table

extra sofa bed

TV 14"

ruangan full AC

KM shower (water heater)

Lemari Pakaian

Kulkas

R. Rawat Kelas 1 (2 orang) :


o

Tempat tidur elektrik (2)

side table

TV 14"

ruangan full AC
Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

KM shower (water heater)

Lemari Pakaian

R. Rawat Inap Kelas 2 (3 orang):


o

Tempat tidur elektrik (3)

side table

TV 14"

ruangan full AC

KM shower

Lemari Pakaian

R. Rawat Inap Kelas 3 (5 Orang) :


o

Tempat tidur elektrik (5)

side table

TV 14"

ruangan full AC

KM shower

Lemari Pakaian

Pelayanan Medis

Pelayanan medis yang diberikan oleh RSIA Healthy ini kepada masyarakat
diantaranya :

Poliklinik Anak (2 ruangan)

o Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak


Klinik Tumbuh Kembang Anak siap membantu para orang tua yang
memiliki anak bermasalah seperti: gangguan kemampuan belajar, perilaku
yang

sulit

dikendalikan,

interaksi

sosial

yang

terbatas,

gangguan

berkomunikasi, autisme, dan deteksi bentuk gangguan lain untuk dapat


ditangani secara dini.

o Diagnosa dan Perawatan Kesehatan secara umum seperti alergi, dll


o Imunisasi
o Neonatal ICU (NICU), dll

Poliklinik Gigi

o Pemeriksaan Gigi
o Orthodenti, dll

38

Poliklinik Obgyn (2 ruangan)


Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

o Klinik ini didukung oleh dokter-dokter ahli kebidanan dan penyakit


kandungan serta konsultan seperti : ahli sitologi, infertilitas, endokrin
/menopause, onkologi, fetomaternal dan dokter ahli genetika klinik.

o Pemeriksaan kehamilan
o Keluarga Berencana
o Kehamilan normal dan resiko tinggi
o Pemeriksaan dini kesehatan reproduksi
o Pemeriksaan gejala menopouse dan permasalahannya, dll

Poliklinik THT

o Pemeriksaan kesehatan THT

Poliklinik Internis

Poliklinik USG 3D/4D

Poliklinik Bayi Tabung

o Pemeriksaan Bayi Tabung


o Pembuatan Bayi Tabung

General Check Up

Unit Gawat Darurat

Unit Bedah Sentral

Unit Kebidanan

o Normal
o Operasi (caesar)

Unit Gawat Darurat

o Ambulance
Unit Gawat Darutat ini dilengkapi dengan ambulance yang lengkap dengan
fasilitas peralatan dan obat-obat life saving/evakuasi lengkap dengan SDM
yang kompeten. Tersedia layanan ambulan untuk menjemput pasien yang
gawat dari rumah untuk mendapatkan pelayanan pre-hospital oleh dokter
dan perawat yang kompeten

o Ruang IGD

Penunjang Medis
Penunjang medis yang diberikan oleh RSIA Healthy ini kepada masyarakat,

diantaranya :

39

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Laboratorium

Radiologi

Farmasi

General Check-Up
RSIA Healthy menyediakan layanan Health Check-Up atau cek kesehatan
terpadu. Dalam waktu kurang dari 6 jam pasien bisa menyelesaikan
pemeriksaan dengan paket terlengkap. Pada hari yang sama, pasien
mendapatkan hasil pemeriksaan dan dapat berkonsultasi langsung dengan
dokter secara lebih mendalam. Bila diperlukan, pasien dapat berkonsultasi
dengan dokter spesialis pada hari yang sama.Pemeriksaan yang cepat dan
akurat hasil quality control yang baik, dikemas dalam beberapa pilihan paket
kesehatan yang memungkinkan pelanggan mendapatkan layanan prima dengan
biaya efisien sesuai kebutuhan masing-masing. Juga tersedia paket bagi
perusahaan dimana jenis pemeriksaan dapat disesuaikan.

Pelayanan Lain-lain

Pelayanan lain-lain ini, meliputi :

Pelayanan Kebugaran
o

Senam Hamil

Senam Nifas

Pijat Bayi

Senam Yoga

Pelayanan kebugaran ini dilaksanakan di ruang senam di lantai 4, dan


pelaksanaan kelas senam ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan sebelumnya. Senam kebugaran yang ditujukan terutama untuk ibu
hamil maupun pasca melahirkan ini, memiliki instruktur berserfitikat yang
terjamin kemampuannya, dan jelas aman bagi kesehatan ibu maupun
anaknya.

Cafetaria
Disaat berada di rumah sakit, anda dapat bersantai sejenak bersama teman
keluarga atau handai taulan lainnya dengan menikmati berbagai hidangan
yang tersedia di cafetaria kami yang berlokasi di lantai dasar.

40

Retail
Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


RSIA Healthy memiliki 2 ruangan retail yang disewakan kepada masyarakat
yang berminat. Namun, diutamakan bagi peminat yang akan menjual
produknya berupa bunga atau pun buah yang akan diberikan kepada pasien
RSIA Healthy ini sebagai tanda cinta kepada mereka.

Children Playground
Areal children playgound ini dibuat untuk membuat suasana rumah sakit tidak
begitu menyeramkan bagi anak-anak. Dengan adanya children playgound ini
diharapkan anak-anak sesaat bisa merasakan relaks atas sakit yang mereka
alami dan merasa nyaman untuk bermain bersama anak-anak lainnya.

Roof Garden
Roof garden ini berguna bagi pasien yang ingin sekedar berjalan-jalan
melepaskan lelah atau melihat kesejukan dari tanaman-tanaman yang ada.

III.2

MESIN DAN TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN


Dalam mendukung pelaksanaan pelayanan medis kepada masyarakat, RSIA

Healthy menggunakan mesin-mesin dan alat operasional medis yang diproduksi


dengan menggunakan teknologi terkini. Alat-alat yang digunakan diantaranya adalah :
o

Hospital Electrical bed


Produsen

: PT Dharma Healthcare

Umur Ekonomis

: 8 tahun

Harga

:-

Quantity

: 90 unit

Tempat tidur khusus yang dirancang untuk penggunaan pada rumah sakit

(terutama rawat inap) dengan keterangan sebagai berikut :

41

Konstruksi

: Steel Square Pipes & Sheets

Finishing

: Powder Coating

Mattress Deck

: ABS (Plastik Ringan&Kuat)

Back, Knee Raise

: Adjustable by Electric Actuator DC 24 V

Dimension

: 2000Lx900Wx1000H mm

Castor/Roda

: 4", 2 buah dilengkapi pengunci

Side Guard

: Alumunium

Head & Foot Panels

: ABS (Plastik Kuat)

Tinggi Bed

: 60 cm
Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Complement

: Infusion Stand

Mobil Ambulance
Mobil ambulance ini sangat bergunan untuk menjemput pasien yang
gawat dari rumah untuk mendapatkan pelayanan pre-hospital oleh dokter dan
perawat yang kompeten. Didalam ambulance itu sendiri tersedia peralatan
yang lengkap untuk menopang kesehatan dan keselamatan pasien.

Umur Ekonomis

: 10 tahun

Harga

:-

Quantity

: 2 unit

Auto Steam Sterilizer


Alat sterilizer ini berguna untuk mensterilisasi alat-alat medis yang
telah digunakan hingga siap digunakan kembali. Contoh alat-alat yang dapat
disterilisasi adalah aneka gunting, dll. Alat ini dilengkapi juga keterangan
suhu pemanasan, tekanan dan records of the cycles time.

Umur Ekonomis

: 10 tahun

Harga

:-

Quantity

: 2 unit

Dental Chair Unit


Peralatan khusus dokter gigi ini berguna dalam hal perawatan kesehatan gigi
dan mulut dari pasien. Dilengkapi dengan menggunakan peralatan yang
modern dan lengkap seperti kursi pasien, lampu periksa, tempat kumur yang
terhubung secara elektrik.

42

Umur Ekonomis

: 7 tahun

Harga

: Rp. 250.000

Quantity

: 1 unit

EKG/ECG
Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Elektro Cardio Graph, alat ini digunakan untuk mengetahui dengan jelas
perilaku dari jantung untuk kemudian dianalisa oleh dokter ahli. Alat ini
disambungkan dengan tubuh dengan menggunakan elektroda. Hasil dari alat
ini dapat ditampilkan melalui monitor atau dapat pula di print langsung.

Umur Ekonomis

: 10 tahun

Harga

: $ 2100

Quantity

: 4 unit

Ultrasound
Merupakan alat yang dapat mencitrakan gambaran bagian dalam tubuh
terutama perut dan payudara. Dibaca dengan menggunakan gel elektrodes
yang diusapkan ke bagian yang ingin dilihat.

Umur Ekonomis

: 7 tahun

Harga

: $ 2540

Quantity

: 1 unit

Fetal Doppler
Doppler dengan layar LCD+lampu untuk mendeteksi detak jantung
janin melalui speaker dan menampilkan detak jantung/menit di layar. Alat ini
digunakan untuk para ibu yang ingin mendengar suara detak jantung buah
hatinya di dalam kandungan.

43

Umur Ekonomis

: 3 tahun

Harga

: Rp.1.320.000,-

Quantity

: 2 unit

Penyaring Udara
Umur Ekonomis

: 3 tahun

Harga

: Rp.905.000,-

Quantity

: 2 unit
Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Penyaring udara dengan yang digunakan memiliki 5 tingkatan, menangkap
partikel, mengurangi bau, membunuh kuman dan menyegarkan udara cocok
untuk ruangan 20m2.

Menangkap

Partikel

semua

ukuran

tanpa

hambatan

Teknologi Filter Nanofotokatalis (TiO2), Lampu


UV pembunuh kuman serta penghasil Ion negatif
serat karbon

Kipas 2 (dua) kecepatan yang tenang nyaris tanpa


suara

Filter yang dapat dibersihkan tanpa penggantian filter

Hemat listrik hanya 10 watt

Timbangan & Tinggi Badan


Umur Ekonomis

: 15 tahun

Harga

: Rp.595.000,-

Quantity

: 3 unit

Timbangan berat badan dan tinggi badan dalam satu produk. Sangat sesuai
untuk digunakan di klinik atau pusat kebugaran. Penunjuk berat badan berupa
mekanisme putaran jarum.

Rentang Pengukuran Berat 0-120kg

Sub-divisi berat 0.5kg

Rentang Pengukuran Tinggi 70-190cm

Sub-divisi tinggi 0.5cm

Ukuran pijakan timbangan 38.5 x 28cm

Dimensi keseluruhan 90x35x30.5cm

Berat produk 24kg

Timbangan Bayi Digital


Timbangan bayi digital ini digunakan untuk mengetahui berat bayi secara
akurat, serta mengetahui tumbuh kembang bayi dengan baik. Dengan
kapasitas berat maksimum sebesar 20 kg, alat timbang digital ini mampu
digunakan hingga anak bisa berdiri dan ditimbang tanpa pan seperti
timbangan pada umumnya.

44

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Umur Ekonomis

: 15 tahun

Harga

: Rp.690.000,-

Quantity

: 3 unit

Wheelchair Kursi Roda


Kursi roda dengan kenyamanan maksimal bagi penggunanya. Sandaran
punggung dapat diatur untuk menyesuaikan posisi yang diinginkan sampai
dengan posisi tidur horizontal. Tersedia sandaran kepala untuk kenyamanan
maksimal pada posisi tidur horizontal.

Umur Ekonomis

: 15 tahun

Harga

: Rp.2.303.000,-

Quantity

: 10 unit

Body Thermometer
Digunakan untuk mengukur suhu badan dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Tampilan layar digital memudahkan melakukan pembacaan alat oleh
siapapun.

Umur Ekonomis

: 10 tahun

Harga

: Rp.45.000,-

Quantity

: 15 unit

Tensimeter
Digunakan untuk mengukur tekanan darah dengan model air raksa

45

Umur Ekonomis

: 15 tahun

Harga

: Rp 1.050.000,-

Quantity

: 10 unit

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Lampu Kepala
Merupakan lampu standar yang digunakan di kepala, memudahkan dokter
untuk melakukan pemeriksaan kepada pasien dengan kebebasan bergerak
pada kedua tangan.

Umur Ekonomis

: 15 tahun

Harga

: Rp.183.000,

Quantity

: 3 unit

Obgyn Lito
Merupakan perlengkapan khusus yang dibutuhkan pada klinik Obstetric
Gynecology. Perlengkapan ini berupa tempat tidur yang sangat penting untuk
kenyamanan pasien dan kemudahanan pemeriksaan oleh dokter yang
bersangkutan.

Umur Ekonomis

: 10 tahun

Harga

:-

Quantity

: 2 unit

Incubator
Merupakan alat khusus untuk tempat perawatan bayi tidak sehat, dilengkapi
dengan alat pengatur suhu yang memberi kenyamanan pada bayi dan
membantu kesembuhannya.

46

Umur Ekonomis

: 10 tahun

Harga

:-

Quantity

: 10 unit

Peralatan Medis Lainnya, seperti :

Resusitasi

Dental tools

Table Top Centrifuge

Baby Tray

Stetoskop

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.1. Peralatan di RSIA Healthy

III.3

LOKASI RUMAH SAKIT


Lokasi proyek pembangunan RSIA Healthy terletak di Jl. Warung Jati Barat,

Jakarta Selatan. Tanah yang akan digunakan adalah sebesar 3750 m2 dan luas
bangunan sebesar 5652 m2.
RSIA ini direncakan akan dibangun dalam 5 (lima) lantai. Bangunan atau objek
berdekatan yang mudah dikenal dan dapat dijadikan petunjuk antara lain:

Republika

Gedung Philips

Apartemen Pejaten Indah

Gedung Lembaga Ilmu Saudi Arabia

Batas-batas lokasi proyek RSIA Healthy adalah sebagai berikut:

47

Utara : Jl. Pejaten Raya

Timur : Tanah milik PT.AIS

Selatan: Tanah milik HERO Swalayan

Barat : Jl. Warung Jati Barat

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Lokasi Proyek

Gambar 3.2. Lokasi Proyek

Kondisi lingkungan objek pada saat dilakukan survey adalah daerah aman
dan cukup ramai karena sepanjang jalan ini banyak ditemukan apartemen,
perumahan, kawasan bisnis, dan perdagangan.

Gambar 3.3 Lokasi Proyek dari udara

48

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Baik jalan maupun fasilitas penerangan memiliki kondisi yang baik dan
cukup terpelihara. Dari hasil survey, kami memberikan argumen bahwa lokasi
tapak merupakan lokasi yang strategis.

Penggunaan Lahan Eksisting


Kegunaan lahan eksisting sebelum pembangunan RSIA ini adalah berupa
lahan kosong yang hanya ditanami berbagai tumbuhan liar. Adapun maksud dari
pembangunan rumah sakit ibu dan anak ini adalah untuk pemanfaatan lahan
karena lokasi yang strategis sehingga diharapkan dapat menghasilkan keuntungan
yang lebih.

Aksesibilitas dan Transportasi


Lokasi RSIA ini mempunyai aksesibilitas yang cukup tinggi (mudah dijangkau).

Objek ini terletak di lokasi yang strategis, pada kelas jalan arteri sekunder dengan 4
lajur. Jalan tersebut dibuat dengan konstruksi lapisan aspal.

Gambar 3.4 Kondisi Jalan Warung Jati Barat

49

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Akses masuk dapat ditempuh melalui Jl. Mampang bila dari arah utara, Jl.
Kemang bila dari arah barat, dan Jl. Pejaten Raya bila dari arah timur. Sedangkan
sarana tranportasi untuk menuju lokasi dapat ditempuh melalui angkutan umum yang
beroperasi dalam wilayah tersebut seperti bus, angkutan kota, taksi, dan
transjakarta. Adapun untuk angkutan bus transjakarta dapat berhenti di halte
Republika yang terletak di seberang proyek. Letak rumah sakit yang berada di hook
perempatan lampu merah menambah kemudahan akses masuk RSIA ini.

Harga Tanah
Mengingat daerah ini merupakan daerah yang cukup berkembang, maka harga

jual tanah daerah sepanjang Jl. Warung Jati Barat ini cenderung dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil survey serta Nilai Jual Objek Pajak
(NJOP), maka harga jual tanah di kawasan Pasar Minggu sebesar Rp. 4.000.000 per
m2. Oleh karena itu maka pengembangan propertinya harus disesuaikan dengan nilai
lahannya agar diperoleh pengembalian investasi yang optimal.

Peruntukan lahan & Ketentuan Bangunan


Lokasi tanah terletak pada daerah industri dan perumahan yang cukup

strategis yang dapat dicapai melalui berbagai akses jalan yang ada. Proyek
pembangunan RSIA Healthy Pejaten ini menempati lahan seluas 3750 m2 dengan
parameter pembangunan yang ditetapkan Dinas Tata Kota Jakarta Selatan adalah
sebagai berikut:

50

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Tabel 3.1 Intensitas Ruang untuk Pemanfaatan Bangunan Umum Campuran

Peruntukan lahan: Rumah Sakit Ibu dan Anak

KDB (Koefisien Dasar Bangunan)

: 60%

KLB (Koefisien Lantai Bangunan)

: 3,5

GSB

: 6,0 m

Jumlah Lantai Maksimum

: 5 lantai

Perhitungan kelayakan berdasarkan KDB adalah:

51

Luas tanah

= 3750 m2

Luas bangunan (lantai dasar) rencana

= 1491 m2

Luas bangunan (lantai 1) rencana

= 1361 m2

Luas bangunan (lantai dua + roof garden) rencana = 1361 m2

Luas bangunan (lantai tiga) rencana

= 687 m2
Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Luas bangunan (lantai empat) rencana

= 687 m2

Luas bangunan (lantai atap) rencana

= 65 m2

Total luas bangunan (5 lantai)

= 5652 m2

Luas bangunan (1 lantai) maksimum berdasarkan Koefisien Dasar Bangunan :


= 0.6 x 3750
= 2250 m2
Luas bangunan maksimum berdasarkan Koefisien Lantai Bangunan :
= 3.5 x 3750
= 13,125 m2

Mengacu pada kondisi tersebut, terlihat bahwa luas bangunan maksimum


perlantai yang telah direncanakan tidak melebihi batas maksimum/KDB yaitu 2250
m2. Dan jika ditinjau dari KLB, luas bangunan maksimum yang diperbolehkan adalah
sebesar 13,125 m2, sedangkan luas bangunan yang ada di RSIA Healthy adalah sebesar
5652 m2. Maka secara teknis (intensitas dan kepadatan bangunan) rencana
pembangunan RSIA Healthy Pejaten tersebut telah sesuai (tidak melanggar
batas/ketentuan) dengan regulasi Suku Dinas Tata Kota Jakarta Selatan.

III.4

AMDAL
Dampak lingkungan adalah perubahan lingkungan yang disebabkan oleh suatu

kegiatan (pembangunan), yang ditimbulkan oleh proses alamiah ataupun yang


dilakukan oleh manusia. Dampak yang terjadi dapat bersifat positif maupun negatif.
Pembangunan

adalah

suatu

jenis

kegiatan

yang

bertujuan

meningkatkan

kesejahteraan hidup rakyat dengan pendayagunaan sumber alam, yang pada


kenyataanya disamping menghasilkan hal-hal yang positif juga mengahasilkan dampak
negatif terhadap lingkungan.

Kegunaan AMDAL
Aspek Teknis:

Untuk menghindari & meminimalisasi dampak lingkungan sehingga terwujud


pembangunan yang berkelanjutan

52

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Survei,

prakiraan,

dan

evaluasi

dampak

berupa

polusi,

gangguan

keanekaragaman ekosistem, hubungan manusia alam dan lingkungan global


(nir emisi, efek rumah kaca dll).
Alat Komunikasi:

Untuk mendapatkan konsensus dengan masyarakat (terkena dampak),


akuntabilitas pemrakarsa dan pemerintah, dan keterlibatan masyarakat
dalam pembangunan

AMDAL merupakan alat pengelolaan lingkungan hidup untuk:

Menghindari dampak
1. Apakah proyek dibutuhkan?
2. Apakah proyek harus dilaksanakan saat ini?
3. Apakah ada alternatif lokasi?

Meminimalisasi dampak
1. Mengurangi skala, besaran, ukuran
2. Apakah ada alternatif untuk proses, desain, bahan baku, bahan bantu?

Melakukan mitigasi/kompensasi dampak


1. Memberikan kompensasi atau ganti rugi terhadap lingkungan yang
rusak

Berikut ini merupakan gambaran alur penerapan AMDAL pada RSIA Healthy:

53

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.5. Cara Penerapan AMDAL

Manfaat AMDAL:

Sebagai environmental safe guard

Pengembangan wilayah

Sebagai pedoman pengelolaan lingkungan

Pemenuhan persyaratan utang

Rekomendasi dalam proses perijinan

Tabel 3.2 Dampak Terhadap Lingkungan Proyek RSIA Healthy


DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN
Jenis Kegiatan
Pembebasan &

Engineering &

Penyiapan Tanah

Konstruksi

SOSIAL BUDAYA

Demografi

Nilai
Keresahan Sosial

54

Produksi
4

X
X

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Keserasian Lingkungan

EKONOMI
Struktur Ekonomi

Lapangan Kerja

Mata Pencaharian

Pendapatan

PENCEMARAN AIR
Kekeruhan

Konsentrasi Bahan Kimia

Suhu

BOD

COD

X
X

PENCEMARAN UDARA
Kebisingan

Suhu

Kelembaban

Partikel

Bahan Kimia

Keterangan tabel:
Jenis kegiatan

1: Tidak ada 2: Sedikit

Khusus dalam aspek Ekonomi:

1: Turun

3: Sedang

4: Banyak

2: Sedang

3: Banyak

Dari tabel penilaian diatas maka terlihat bahwa pembangunan proyek RSIA ini
masih memenuhi syarat Analisa terhadap Dampak Lingkungan karena masih berada
dalam batas aman (dampak paling tinggi adalah sedang untuk segi ekonomi). Yang
menjadi perhatian utama dalam analisa dampak lingkungan untuk rumah sakit adalah
limbah rumah sakitnya. Berikut adalah uraian dari analisa dampak terhadap limbah
RSIA Healthy:

55

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Kegiatan operasional RSIA Healthy diperkirakan di samping berpotensi


menimbulkan dampak positif, kemungkinan juga dapat menimbulkan dampak negatif.
Berdasarkan perkiraan dampak yang akan terjadi maka RSIA Healthy telah membuat
dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL dan
UPL). Sebagai implementasi dari dokumen tersebut, maka pihak rumah sakit telah
memulai untuk membangun sarana pengolahan limbah cair (IPAL) rumah sakit, yang
dimulai dengan tahap perencanaan dan disain IPAL bekerjasama dengan BPPT.
Kapasitas pengolahan IPAL yang direncanakan disesuaikan dengan jumlah
limbah cair yang akan dihasilkan. Secara detail jumlah limbah cair yang dihasilkan
rumah sakit dan rencana IPAL yang akan dibangun adalah sebagai berikut :
KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR RSIA Healthy
Sebagai pembanding hasil analisa kimia terhadap berberapa contoh air limbah
rumah sakit yang ada di DKI Jakarta menunjukkan bahwa konsentrasi senyawa
pencemar sangat bervariasi misalnya, BOD 31,52 - 675,33 mg/l, ammonia 10,79 158,73 mg/l, deterjen (MBAS) 1,66 - 9,79 mg/l. Hal ini mungkin disebabkan karena
sumber air limbah juga bervarisi sehingga faktor waktu dan metode pengambilan
contoh sangat mempengaruhi besarnya konsentrasi.
Dengan dasar hasil analisa tersebut diatas, maka ditetapkan angka-angka
untuk perencanaan IPAL sebagai berikut:
Kapasitas Rencana

= 40 m3 per hari.

BOD Masuk

= 350 mg/lt.

SS Masuk

= 200 mg/lt

Efisiensi Pengolahan Total

= 90 95 %

BOD keluar
SS keluar

= 20 mg/lt
= 20 mg/lt

BAKU MUTU LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT


Baku mutu air limbah rumah sakit adalah ukuran batas atau kadar unsur
pencemar dan atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam
air limbah rumah sakit yang akan dibuang atau dilepas ke air permukaan. Jadi semua

56

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


air limbah rumah sakit sebelum dibuang ke perairan/ saluran umum harus diolah
terlebih dahulu sampai memenuhi baku mutu seperti tersebut.
Sesuai dengan keputusan Meneg Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor :
Kep-58/MENLH/12/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan rumah sakit
maka semua rumah sakit yang menghasilkan limbah harus mengolah limbahnya
sampai memenuhi baku mutu yang berlaku.
SISTEM IPAL RSIA HEALTHY
Sistem IPAL RSIA HEALTHY menggunakan teknologi proses biologis biofilter
anaerob-aerob yang dilengkapi dengan proses reuse air hasil olahan IPAL. Yang
dimaksud teknologi proses biologis adalah teknologi pengolahan air limbah yang
memanfaatkan kinerja dari bakteri pemakan limbah.
PROSES PENGOLAHAN
Seluruh air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit, yakni yang
berasal dari limbah domestik maupun air limbah yang berasal dari kegiatan klinis
rumah sakit dikumpulkan melalui saluran pipa pengumpul. Selanjutnya dialirkan ke
bak pengumpul. Fungsi bak pengumpul adalah untuk mencegah sampah padat
misalnya plastik, kaleng, kayu agar tidak masuk ke dalam unit pengolahan limbah,
serta mencegah padatan yang tidak bisa terurai misalnya lumpur, pasir, abu gosok
dan lainnya agar tidak masuk kedalam unit pengolahan limbah. Selain itu juga untuk
menampung sementara air limbah agar dapat dipompa menuju IPAL.
Dari bak pengumpul, selanjutnya air limbah dipompa menuju bak equalisasi
atau

bak

penampung

air

limbah.

Fungsi

dari

equalisasi

adalah

untuk

menghomogenkan air limbah agar kualitas air limbah yang masuk ke IPAL tidak
fluktuatif. Selain itu juga equalisasi dapat berfungsi sebagai bak pengurai anaerobik.
Di bak equalisasi limbah dilengkapi dengan bak pemisah lemak agar
pemisahan lemak dapat lebih sempurna agar limbah masuk ke IPAL sudah bersih dari
lemak dan minyak. Selanjutnya limpasan dari bak pemisak lemak dialirkan ke bak
ekualisasi (Sum Pit) yang berfungsi sebagai bak penampung limbah dan bak kontrol
aliran. Air limbah di dalam bak ekualisasi selanjutnya dipompa ke unit IPAL.
Diperkirakan BOD air keluar equalisasi dapat turun 60% yaitu dari 350 menjadi
160 mg per liter. Selanjutnya dari bak equalisasi dialirkan dengan pompa menuju ke
sistem IPAL. Sistem IPAL terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah bak pengurai
anaerob. Yang kedua adalah pengurai lanjut yang terdiri dari pengendap awal, bak

57

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


anoxic bak aerobic dan pengendap akhir. Air limbah dari equalisasi dipompa ke bak
anaerob sehingga limbah akan terurai secara anaerob. Kemudian dari bak anaerob
dialirkan secara gravitasi ke pengendap awal kemudian menuju ke anoxic dan aerobic
dan selanjutnya ke pengendapan akhir, lalu ditampung untuk selanjutnya di
khlorinasi dan direuse.
PENGURAIAN ANAEROB
Dalam proses peruraian secara anaerob, bakteri yang bekerja adalah bakteri
anaerob seperti methanothrix dan methanosarcinae. Bakteri ini dalam menguraikan
polutan di air limbah, tidak memerlukan suplai dan bahkan harus tidak ada udara.
Bakteri ini tinggal dan berada dalam media tumbuh bakteri dalam bak anaerob.
Polutan organic yang diuraikan oleh bakteri anaerob akan berubah menjadi gas
metan dan CO2 dan juga H2S. Dengan proses anaerob ini tahap pertama konsentrasi
BOD akan turun sekitar 60-70% yaitu dari 400 mg/l menjadi sekitar 140 mg/lt. Air
olahan tahap awal ini selanjutnya diolah dengan proses pengolahan lanjut dengan
biofilter anoxic-aerob.
PROSES PENGOLAHAN LANJUT
Proses pengolahan lanjut ini dilakukan dengan sistem biofilter anoxic-aerob.
Pengolahan air limbah dengan proses biofilter anoxic-aerob terdiri dari beberapa
bagian yakni bak pengendap awal, biofilter anoxic, biofilter aerob, bak pengendap
akhir, dan jika perlu dilengkapi dengan bak kontaktor khlor. Air limbah yang berasal
dari

proses

penguraian

anaerob

dialirkan

ke

bak

pengendap

awal,

untuk

mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran lainnya. Selain sebagai bak
pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengontrol aliran, serta bak pengurai
senyawa organik yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan
penampung lumpur.
Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan ke bak anoxic
dengan arah aliran dari atas ke bawah dan bawah ke atas. Di dalam bak kontaktor
anoxic tersebut diisi dengan media tempat tumbuh bakteri. Penguraian zat-zat
organik yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri fakultatif aerobik setelah
beberapa hari operasi, pada permukaan media filter akan tumbuh lapisan film
mikroorganisme. Mikroorganisme inilah yang akan menguraikan zat organik yang
belum sempat terurai pada bak pengendap.

58

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Air limpasan dari bak anoxic dialirkan ke bak kontaktor aerob. Di dalam bak
aerob ini diisi juga dengan media tempat tumbuh bakteri sambil diaerasi atau
dihembus dengan udara sehingga mikroorganisme yang ada akan menguraikan zat
organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan
media. Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikroorganisme yang
tersuspensi dalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal
tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian zat organik, deterjen serta
mempercepat proses nitrifikasi (peruraian ammonia menjadi nitrat dan nitrit),
sehingga efisiensi penghilangan ammonia menjadi lebih besar. Proses ini sering di
namakan Aerasi.
Kontak (Contact Aeration). Dari bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap
akhir. Di dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa mikroorganisme
diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet bak aerasi dengan pompa sirkulasi
lumpur. Sedangkan air limpasan (over flow) dialirkan ke bak khlorinasi. Di dalam bak
kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh
mikroorganisme patogen. Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi
dapat langsung di proses reuse atau dibuang ke sungai atau saluran umum. Dengan
kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan zat organik
(BOD, COD), ammonia, deterjen, padatan tersuspensi (SS), phospat dan lainnya.
Dengan adanya proses pengolahan lanjut tersebut konsentrasi BOD dalam air olahan
yang dihasilkan relatif rendah yakni sekitar 20-40 ppm.
SKENARIO PENURUNAN POLUTAN ORGANIK DI IPAL
Unit alat ini dirancang untuk dapat mengolah air limbah sebesar 40 m3/hari.
Skenario proses IPAL serta reduksi polutan organik (BOD).
PROSES PEMBANGUNAN
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang AKAN dibangun menggunakan
sistem Anaerob Aerob dengan kapasitas terpasang 40 m3 perhari. IPAL tersebut
menggunakan konstruksi gabungan beton dengan reinforced fiber plastic. Bak-bak
pengumpul, bak pemisah lemak dan bak equalisasi dari IPAL tersebut menggunakan
konstruksi beton bertulang sedangkan tangki Biofill (septic tank) dan reaktor Anaerob
- Aerob menggunakan konstruksi Reinforced Fiber Plastic (RFP) yang diperkuat
dengan beton bertulang.

59

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Dari uraian diatas terbukti bahwa pihak RSIA Healthy juga menyediakan unit
pengolahan limbah yang memadai, sehingga limbah hasil olahan yang akan dibuang
sudah dapat memenuhi syarat pembuangan limbah dalam batas normal sehingga
proyek dapat dianggap layak.

60

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


III.5

LAY OUT RUMAH SAKIT


Rencana pemanfaatan lahan adalah akan dibangun Rumah Sakit Ibu dan Anak

dengan luas lantai bangunan 5652 m2. Luas lahan ini cukup ideal untuk pembangunan
rumah sakit ibu dan anak mengingat rumah sakit lain di sekitar kawasan tersebut
cukup jauh (daerah mampang untuk RSU, daerah duren tiga dan kemang untuk RSIA),
sehingga diasumsikan lokasi pembangunan RSIA cukup potensial.
Tapak memiliki lahan yang persegi panjang dengan kontur yang sejajar dan
terletak pada daerah perempatan yang dapat mengembangkan proyek ini. Selain itu,
bila dilihat traffic analysis daerah sepanjang Jl. Warung Jati Barat selalu padat akan
aktivitas masyarakat sehingga mampu meningkatkan potensi pasar dan ekonomi yang
dimiliki tapak tersebut.

Tata ruang
Secara garis besar ada dua fungsi ruang yang digunakan dalam RSIA ini. Yang

utama adalah ruang yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang sangat
menunjang bagi kesehatan ibu dan anak, seperti poliklinik, farmasi, ruang operasi
dan lainnya. Selain itu, RSIA ini juga menyediakan fasilitas rawat inap untuk ibu dan
anak dengan tingkat pelayanan kesehatan yang tinggi.
Untuk lengkapnya, seluruh fasilitas yang tersedia di RSIA Healthy, dapat
dilihat pada tabel berikut ini:

61

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.5 Layout Bangunan (Lantai Dasar)

62

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

WC

\
Gambar 3.6 Layout Bangunan (Lantai Satu

63

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

JAN

Gambar 3.7 Layout Bangunan (Lantai Dua)

64

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.8 Layout Bangunan (Lantai Tiga)

R.ME

Gambar 3.9 Layout Bangunan (Lantai Empat)

65

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Tabel 3.2. Tata Ruang RSIA Healhty
No.

Nama ruang/bangunan

Jumlah

Luas (m2)

LANTAI DASAR

66

VIP

76

VVIP

70

Kelas III

40

Kelas II

27.5

Kelas I

90

R.perawat

31.5

R.Bayi Tabung

40.3

R.pompa + hydrant

12

R.panel ME

12.65

10

Playground + Lobby lift

121.5

11

Cafetaria

37.5

12

Pantry

11.5

13

Musholla

24

14

Tempat Wudhu

15

Toilet

30.25

16

Poly THT

17

17

Poly Internis

17

18

Poly Anak

50.4

19

Poly Kebidanan

30.25

20

Poly USG

16

21

Poly Gigi

16

22

Apotik

12

23

R.racik

7.5

24

Lobi masuk

64

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

67

25

R.Tunggu

17.6

26

Informasi dan registrasi

21.5

27

R.IGD

35.75

28

R.KA Administrasi

10

29

R.Timbang

8.5

30

Medical Record

18.5

31

Radiologi

28

32

Laboratorium

22

33

Retail

20.4

34

Tangga

30.25

35

Lift pasien dan pengunjung

30.25

36

R.Central gas

12.4

37

KM/WC

13

35.1

38

Teras

40

39

Entrance area

56

40

Reflectif Pool

20

41

Koridor

224.9

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Tabel 3.2. Tata Ruang RSIA Healhty (Lanjutan)
No.

Nama ruang/bangunan

Jumlah

Luas (m2)

LANTAI SATU

68

VIP

76

VVIP

70

Kelas III

40

Kelas II

27.5

Kelas I

90

R.Dokter

23.5

R.perawat

52

R.linen

31.5

R.panel ME

12.65

10

Tangga

30.25

11

Lift pasien dan pengunjung

30.25

12

KM/WC

17

59.5

13

Toilet

30.25

14

R.recovery

44.4

15

R.kala

101

16

R.operasi

82.7

17

R.ICU

30.25

18

R.NICU

22.2

19

R.Bayi Sakit

37.3

20

R.Bayi Sehat

47.4

21

R.Sterilisasi alat

22

11

Lounge

96.53

13

Koridor

86.2

14

R. ME

11.55

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

15

Balkon

27.13

16

Void

67.5

17

Atap Dak Beton

131.5

LANTAI DUA

69

VIP

76

VVIP

70

Kelas III

40

Kelas II

27.5

Kelas I

90

R.perawat

17.2

Toilet

30.25

Tangga

30.25

Lift pasien dan pengunjung

30.25

10

KM/WC

12

32.4

11

Lounge

96.525

12

Roof Garden

688.25

13

Koridor

86.2

14

R. ME

11.55

15

Balkon

27.125

16

Void

27.5

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Tabel 3.2. Tata Ruang RSIA Healhty (Lanjutan)
No.

Nama ruang/bangunan

Jumlah

Luas (m2)

LANTAI TIGA
1

VIP

76

VVIP

70

Kelas III

40

Kelas II

27.5

Kelas I

90

R.perawat

17.2

Toilet

30.25

R.linen

6.25

Tangga

30.25

10

Lift pasien dan pengunjung

30.25

11

KM/WC

12

32.4

12

Koridor

86.2

13

Lounge

96.525

14

R. ME

11.55

15

Balkon

15.125

16

Void

27.5

LANTAI EMPAT

70

Toilet

30.25

R.Pimpinan

25.2

R.Staff

55.5

Dapur

30.25

Pantry

15

R. Makan Bersama

47.5

R. Fitness

54.06

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

R. Ganti

15

R. Perpustakaan

17.2

10

R. Rapat

29.14

11

Gudang

27.5

12

Laundry Kering

24.6

13

Laundry Basah

13

14

KM/WC

5.4

15

Tangga

30.25

16

Lift pasien dan pengunjung

30.25

12

Koridor

86.2

13

Lounge

96.525

14

R. ME

11.55

15

Balkon

15.125

16

Void

27.5

Meningkatnya intensitas persaingan pada industri rumah sakit, khususnya


Rumah Sakit Ibu dan Anak, maka RSIA Healty berupaya melakukan inovasi terbaru
untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pasien. Dengan penataan ruang
disertai teknologi yang dikembangkan oleh RSIA Healthy maka diharapkan mutu RSIA
dimata masyarakat lebih memudahkan dalam pelayanan kesehatan.

71

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


III.6

DESAIN PRODUK
Konsep desain ruangan yang direncanakan RSIA Healthy adalah rumah sakit

yang memberikan kehangatan dan kenyamanan sehingga pasien ataupun keluarganya


tidak merasa seperti di rumah sakit.
Dengan target utama ibu dan anak, maka desain ruangannya dibuat ceria,
sesuai dengan peruntukkannya, misalnya, di rawat inap untuk anak diberikan seprai
dan perlengkapan dengan warna dan motif yang ceria, sehingga anak-anak tidak
merasa tertekan apabila harus tinggal lama di dalam ruangan rumah sakit.

Pelayanan Rawat Inap


Fasilitas pada pelayanan rawat inap ini disesuaikan dengan kelasnya, dengan

pembedaan pada rawat inap ibu (dewasa) dan rawat inap anak. Perbedaan utama
terletak pada desain ruangan, pemilihan warna, pemilihan seprai, motif dinding
kamar mandi dimana untuk anak-anak dipilih keramik dengan motif ceria seperti
hewan ataupun alat transportasi.

Gambar 3.10 Rawat Inap Ibu (VIP), Rawat Inap Anak (VIP), R.ICU, R VVIP

72

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


(searah jarum jam)

Pelayanan Medis dan Penunjang Medis

Desain pada pelayanan medis, direncanakan dengan mempertimbangkan


kenyamanan dari pasien dan keluarganya. Pemilihan warna penutup dinding yang
terang membuat ruangan terlihat lebih luas dan lebih bersih. Pada ruang operasi,
penutup lantai merupakan lapisan vinyl yang lebih steril dibandingkan dengan
keramik biasa, sedangkan plafondnya merupakan plafond gypsum waterproof untuk
menghindari kebocoran dari atas. Cat yang digunakan pada sebagian besar daerah
rumah sakit adalah cat anti bakteri (terutama daerah steril seperti ruang operasi).

Gambar 3.11 R. Periksa Dokter, R. Pelayanan Farmasi, R. Operasi


(searah jarum jam)

Fasilitas Lainnya
Desain pada fasilitas lainnya seperti cafetaria mempertimbangkan fungsi dan

kenyamanan pengunjung, pemilihan warna yang terang memberikan kesan bersih.


Pada area children playground, pemilihan permainan yang aman bagi anak serta
warna yang cerah membuat anak betah untuk bermain disana, serta merasa gembira,
sesaat melupakan sakit yang dirasakan. Pada area rooftop garden, pemilihan
tanaman yang rindang tapi ringan, dan tempat duduk berpayung memberikan kesan
nyaman dan ramah lingkungan, membuat tempat ini menjadi spot utama untuk
tempat melepas lelah sejenak.

73

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.12 Cafetaria, Children PlayGround, Rooftop Garden


(searah jarum jam)

III.7

REKOMENDASI
Berdasarkan pertimbangan pada aspek teknis dan teknologi diatas, ditinjau

dari sisi deskripsi produk, mesin dan teknologi yang digunakan, lokasi, lay out RSIA
serta desain dari RSIA itu sendiri, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
pembangunan RSIA Healthy adalah layak dari aspek teknis dan teknologi.

ASPEK MANAJEMEN DAN SDM

III.8 ANALISIS STAKEHOLDER

74

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Pihak-pihak yang terlibat dalam Proyek Rumah Sakit Ibu dan Anak Healthy ini
adalah :
1. Owner / Equity Investor (Pemilik Proyek)
2. Pemerintah
3. Lender / Bank
4. Insurance Company
5. Manajemen RS
6. Costumer / Pasien
7. Kontraktor Utama
8. Subkontraktor
9. Konsultan
10. Supplier Medis
11. Perusahaan Asuransi Kesehatan
12. Dokter Tamu
13. Supplier Farmasi

Setiap pihak dalam proyek RSIA Healthy ini memiliki tugas, hak dan kewajiban
atas perannya didalam proyek. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat didalam diagram
keterkaitan stakeholder sebagai berikut .

75

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

OWNER /
EQUITY INVESTOR

PEMERINTAH
Pajak

Equity

Barang

Dividen

Profit
SUPPLIER ALATALAT MEDIS

Perijinan
Pembayaran
+ Bunga
LENDERS / BANK
Pinjaman

Hak
Pengelolaa
n

Premi
ASURANSI
Jaminan
Asuransi

Barang
SUPPLIER FARMASI

B
K iay
on
an t a
gu rak
na ,
n

Biaya
Jasa
Konsultasi

Fee
Pengelolaan

Realisasi

Persyaratan
Teknis

KONSULTAN ARS,
STRUKTUR, ME, MK,dll

PROYEK
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK
HEALTHY

SUB-KONTRAKTOR/
SUPPLIER

I-76

Tarif

MANAJEMEN
RUMAH SAKIT

Pelayanan

Barang

Profit

KONTRAKTOR
UTAMA

COSTUMER /
PASIEN

Profit

Fasilitas
DOKTER TAMU
Fee

Jaminan
Asuransi
Premi

ASURANSI
KESEHATAN

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Gambar 4.1 Stakeholder Analysis

I-77

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


1. Owner / Equity Investor (Pemilik Proyek)
Pemilik proyek dapat berupa perorangan atau badan usaha dan bertindak
sebagai pihak pemrakarsa proyek (pemilik ide), dimana pada dasarnya pemberi
tugas sebagai pihak yang awam menyampaikan maksud dan kehendaknya untuk
membangun kepada mereka yang terpercaya dan dikenal memiliki keahlian
dibidang konstruksi. Ahli konstruksi yang dipercaya tersebut ditugaskan untuk
menuangkan prakarsa pemberi tugas kedalam bentuk gagasan rancangan (desain)
dan kemudian sekaligus membangunnya (diwujudkan secara fisik). Dengan
didasarkan atas asas saling pecaya secara profesional (trust worthy) mereka
membentuk kesepakatan. Ahli konstruksi memberikan pelayanan jasa melalui
keahliannya sedangkan pemberi tugas menyediakan imbalan tertentu atas
pelayanan yang diberikan tersebut.

Tugas dan wewenang owner / equity investor antara lain :


mengurus administrasi dan perijinan pelaksanaan proyek pada pihak-pihak
yang berkesesuaian, baik kepada pemerintah maupun kepada pihak yang
terkait lainnya.
memilih tim pembangunan proyek
bertanggung jawab dalam pendanaan proyek sesuai dengan kesepakatan
kontrak
memberikan data-data yang dibutuhkan kepada konsultan
mempersiapkan dokumen lelang dan kelengkapan lelang lainnya
menentukan pemenang lelang
memberikan keputusan terhadap perubahan waktu pelaksanaan
menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap perubahan pekerjaan

Sedangkan hak dari pihak owner adalah :


menerima laporan pertanggungjawaban dari pihak-pihak lain yang terkait
dengan proyek ini
menerima pembagian keuntungan (bagi hasil / dividen) dari proyek ini

2. Pemerintah

78

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Pemerintah dalam hal ini merupakan pihak yang bertugas sebagai regulator,
pihak yang mengeluarkan peraturan atas tata guna lahan, perpajakan dan
perizinan. Seluruh kegiatan proyek harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dalam kegiatan proyek pembangunan RSIA Healthy ini, pemerintah terkait adalah
Dinas Tata Kota DKI Jakarta yang mengeluarkan peraturan tentang Intensitas
Ruang untuk Pemanfaatan Bangunan Campuran yang berisikan KLB, KDB, KDH, dll
yang menuntun pihak perencana agar dapat merencanakan bangunan sesuai
dengan

peruntukkannya.

Selain

itu

juga

terlibat

Dinas

Kesehatan

yang

mengeluarkan perizinan tentang pembangunan rumah sakit ini. Pada saat


pengoperasian rumah sakit juga terlibat Dinas Kebersihan yang berkewajiban
untuk melakukan pengangkutan atas sampah rumah sakit (bukan berbahaya)
maupun sampah berbahaya yang telah mengalami pengolahan sebelumnya.
Kewajiban dari pemerintah adalah :
Mengeluarkan perizinan yang menjamin bahwa peruntukkan bangunan sesuai

dengan rencana tata ruang


Menjamin bahwa bangunan yang didirikan memiliki fasilitas yang sesuai

dengan kebutuhan bangunan itu sendiri (misalnya : rumah sakit memiliki


fasilitas pengolahan limbah, dll)

Hak dari pemerintah adalah :


Menerima pembayaran pajak atas objek yang dikenai pajak
Mengeluarkan surat penyegelan atas bangunan apabila ditemukan bangunan

tidak sesuai dengan rencana awal dan peraturan yang berlaku sesuai dengan
hukum yang berlaku

3. Lender
Merupakan badan atau lembaga yang dapat meminjamkan dana kepada proyek
dalam proses pembangunan sebagai tambahan dana selain ekuitas pemilik proyek.
Lender ini biasanya berupa bank, asuransi, leasing company atau lembaga
keuangan lainnya.
Kewajiban dari lender adalah :
Memberikan sejumlah uang sesuai dengan kontrak yang ada

79

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Membuat surat perjanjian di atas materai tentang perjanjian pinjaman agar

tidak menimbulkan masalah dikemudian hari


Hak dari lender adalah :
Mendapatkan pembayaran atas uang yang dipinjam sesuai dengan perjanjian

diawal
Mendapatkan bunga atau keuntungan atas uang yang dipinjamkan sesuai

dengan perjanjian
Mendapatkan jaminan bahwa uang yang dipinjam akan kembali sesuai dengan

perjanjian
Proyek

yang

meminjam

dana

kepada

lender

berkewajiban

untuk

membayarkan

4. Insurance Company
Perusahaan asuransi disini adalah pihak yang diberikan kepercayaan oleh
owner atas investasi yang dimilikinya yaitu bangunan dan alat-alat medisnya.
Kewajiban dari perusahaan asurasi ini adalah :
Memberikan jaminan atas bangunan dan alat-alat medis
Memberikan penggantian kerugian apabila bangunan ataupun alat-alat medis

mengalami gangguan fungsi / kerusakan sesuai dengan perjanjian yang telah


ditetapkan
Hak dari perusahaan asuransi adalah :
Mendapatkan pembayaran premi atas perlindungan yang diberikan kepada

aset yang dimiliki oleh rumah sakit


Menolak membayarkan pengganti atas kerugian apabila tidak sesuai dengan

perjanjian

5. Manajemen Rumah Sakit


Manajemen Rumah Sakit merupakan pihak yang melakukan pengelolaan dan
kegiatan operasional atas proyek RSIA Healthy ini. Untuk mendukung kegiatan
manajemen rumah sakit diperlukan perangkat organisasi yang terdiri dari
departemen-departemen yang bertanggung jawab atas bagiannya masing-masing.
Kewajiban dari Manajemen Rumah Sakit adalah :

80

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Mengelola, mengoperasikan melakukan tindakan yang dapat memberikan

keuntungan kepada Proyek RSIA Healthy


Membuat peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak di RSIA Healthy

selama masa operasional


Membuat laporan bulanan yang dapat dipertanggung jawabkan kepada pihak

owner / pemilik modal


Menjaga kualitas, mutu dan nama baik RSIA Healthy
Membuat program-program untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan

program
Membuat program pendidikan dan pelatihan bagi para dokter maupun pekerja

medis lainnya untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kualitas


medis
Memberikan pelayanan kesehatan yang memuaskan bagi pasien
Memberikan informasi pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat untuk

meningkatkan jumlah pasien


Hak dari pihak Manajemen Rumah Sakit adalah :
Menerima pembayaran atas pelayanan medis yang diterima dari pasien
Melakukan pengelolaan dan pengoperasian atas RSIA Healthy secara penuh
Menerima pembayaran dari dokter tamu sesuai dengan perjanjian yang telah

ditetapkan

6. Customer / Pasien
Dalam sebuah rumah sakit, pasien merupakan konsumen utama. Pasien ini
dapat merujuk untuk berobat rawat inap, rawat jalan, poliklinik, atau sekedar
menebus obat di apotik. Dengan kondisi keuangan yang berbeda-beda, pasien
diberikan kebebasan untuk memilih kelas rawat inap sesuai dengan kemampuan.
Kewajiban dari pasien adalah :
Mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan oleh Manajemen RSIA
Menyelesaikan segala urusan administrasi (keuangan)

Hak dari pasien adalah :

81

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Mendapatkan

pelayanan medis yang memadai sesuai dengan standar

pelayanan rumah sakit


Mendapatkan informasi tentang pelayanan medis yang ada
Mendapatkan kemudahan pembayaran dengan asuransi (bila memiliki)

7. Kontraktor Utama
Setelah tersusun dokumen perencanaan yang terdiri dari gambar arsitektur
dan gambar detail teknis, spesifikasi teknis serta administratif barulah kemudian
dilaksanakan pembangunan fisik. Sehingga peran utama kontraktor adalah sebagai
pengelola sumber daya yang bertugas untuk mengubah dokumen perencanaan
menjadi keluaran-keluaran berupa bangunan fisik.
Oleh pihak kontraktor gambar perencanaan sebagai bagian dari dokumen
perencanaan kemudian diperjelas dan diterjemahkan menjadi gambar-gambar
kerja untuk keperluan operasi dan pelaksanaan. Melalui gambar kerja tersebut
kontraktor harus mengarahkan para mandor dan pekerjanya untuk dapat
memasang komponen-komponen dengan sebaik-baiknya dan setepat mungkin.
Dengan semakin kompleksnya kegiatan dalam proses konstruksi, pekerjaan
kontraktor utama dapat dibantu oleh sub kontraktor.

8. Subkontraktor
Merupakan pihak yang ditunjuk oleh kontraktor utama dengan tujuan untuk
meringankan tugas kontraktor utama. Pekerjaan yang dapat dilimpahkan
tanggung-jawabnya kepada subkontraktor misalnya adalah pekerjaan yang cukup
spesial, yang membutuhkan spesialis untuk mengerjakannya, misalnya adalah
pekerjaan

instalasi

subkontraktor

gas

medis

atau

bertanggungjawab

pekerjaan

kepada

M/E.

Secara

kontraktor

struktural,

utama

yang

mempekerjakannya.
Kewajiban dari subkontraktor adalah :
Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kualitas yang diharapkan sesuai

dengan kontrak
Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
Menyelesaikan pekerjaan tanpa melibatkan adanya kecelakaan
Membuat laporan atas pekerjaan yang diterima oleh kontraktor

82

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Hak dari subkontraktor :
Menerima pembayaran atas pekerjaan yang dikerjakan sesuai dengan kontrak

9. Konsultan
Konsultan
merencanakan

perencana
dan

merupakan

mendesain

pihak

bangunan.

yang

ditunjuk

Pekerjaan

owner

konsultan

untuk
adalah

memberikan dan menuangkan pemikiran, gagasan, atau ide yang lebih bersifat
perangkat lunak (software). Konsultan mendapatkan tugas atas penunjukkan
langsung oleh pihak owner dan terkait dalam perjanjian yang telah dibuat
diantara keduanya.
Tugas dan wewenang konsultan perencana bidang arsitektur antara lain :
melaksanakan desain arsitektur proyek secara lengkap beserta gambargambar yang dibutuhkan, berdasarkan keinginan owner
memberikan saran atau konsultansi mengenai bidang arsitektur kepada owner
Tugas dan wewenang konsultan perencana bidang struktur antara lain :
melakukan penyelidikan yang diperlukan dalam perencanaan struktur
bertanggung jawab atas perencanaan struktur lengkap dengan detail material
yang dibutuhkan termasuk perhitungan-perhitungan struktur
melakukan perhitungan tambahan perubahan desain atas permintaan owner
(sesuai kesepakatan keduanya)
Tugas dan wewenang konsultan bidang Mekanikal dan Elektrikal (M/E) yaitu
merencanakan dan memasang instalasi mekanikal dan listrik.
Hak dari konsultan adalah mendapatkan pembayaran sesuai dengan jasa
konsultasi yang diberikan.

10. Supplier alat-alat medis


Supplier alat-alat medis adalah supplier yang ditunjuk untuk melakukan
pengadaan atas alat-alat medis seperti meja operasi, tempat tidur elektrik, dll.
Kewajiban dari supplier adalah untuk menyediakan barang-barang sesuai dengan
spesifikasi yang telah ditentukan dengan tepat waktu dan sesuai budget.
Sedangkan hak dari supplier adalah mendapatkan pembayaran atas hasil
pengadaan barang.

83

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

11. Perusahaan Asuransi Kesehatan


Perusahaan asuransi ini merupakan pihak yang terkait dengan kebutuhan
pendanaan terkait dengan kesehatan pasien dimana pasien sebagai costumer dari
RSIA Healthy. Kewajiban dari perusahaan asuransi adalah memberikan jaminan
asuransi kesehatan yang memadai kepada pasien sesuai dengan premi yang
dibayarkan. Hak dari perusahaan asuransi kesehatan adalah untuk mendapatkan
pembayaran premi asuransi oleh pelanggan (pasien).

12. Dokter Tamu


Dokter tamu adalah pihak yang memberikan pelayanan kesehatan kepada
pasien terkait dengan profesinya sebagai dokter yang terikat dengan kode etik
kedokteran.
Kewajiban dari dokter tamu adalah :
Memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya

secara maksimal untuk meningkatkan pelayanan RSIA


Memberikan pembayaran atas setiap pasien yang dilayani sesuai dengan

perjanjian dengan Manajemen RS (70: 30)


Hak dari dokter tamu adalah :
Dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia
Menerima pembayaran atas pasien yang dilayaninya

13. Supplier Farmasi


Supplier farmasi merupakan supplier yang menjalin kerjasama dengan pihak
manajemen rumah sakit terkait dengan pengadaan farmasi atau obat-obatan
maupun peralatan medis untuk operasional misalnya autoclave, dll. Kewajiban
dari supplier adalah untuk menyediakan barang-barang sesuai dengan spesifikasi
yang telah ditentukan dengan tepat waktu dan sesuai budget. Sedangkan hak dari
supplier adalah mendapatkan pembayaran atas hasil pengadaan barang.

Dari keterkaitan yang terjadi antar stakeholder maka suatu proyek rumah sakit
dikatakan layak jika semua stakeholder bersedia untuk memenuhi kewajibannya

84

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


sehingga mendapatkan hak yang sesuai dengan perjanjian awal yang telah disepakati.
Sehingga terjadi suatu hubungan mutualisme yang saling menguntungkan baik antar
pihak yang terlibat atau dengan kata lain semua ekspektasi stakeholder telah
terpenuhi.

III.9 MANAJEMEN WAKTU


Aspek

manajemen

terdiri

dari

manajemen

waktu

serta

manajemen

operasional. Manajemen waktu untuk proyek RSIA Healthy terdiri dari beberapa
tahapan proyek, yaitu :

Tahapan Inisiasi
Menetapkan sebuah proyek kapan akan dilaksanakan, membentuk tim proyek
yang akan melaksanakan, dan menentukan benchmarking dari proyek
tersebut. Pada tahap inisiasi akan berlangsung pada awal tahun 2008.

Tahapan Perencanaan
Mendefinisikan sasaran dari proyek dan merencanakan kegiatan-kegiatan
untuk mencapai sasaran proyek. Tahapan ini berlangsung pada awal tahun
2008.

Tahapan Pelaksanaan
Mengkoordinasikan sumber daya yang akan digunakan untuk menjalankan
rencana manajemen proyek. Pada tahap pelaksanaan akan berlangsung
selama 20 tahun, disesuaikan dengan umur rencana proyek RSIA Kemang ini.

Tahapan Monitoring
Mengukur dan memonitor progres untuk mengidentifikasi penyimpangan dari
rencana manajemen proyek, sehingga tindakan koreksi dapat dilakukan bila
diperlukan

dalam

mencapai

tujuan

proyek.

Tahapan

monitoring

ini

berlangsung mulai dari tahap perencanaan hingga akhir pelaksanaan proyek.

Tahapan Penutupan
Menutup proyek dengan menerima produk atau hasil dan membuat berita
acara serah terima proyek. Tahapan penutupan ini berlangsung pada akhir
masa proyek yaitu pada akhir tahun 2028.

Tabel 4.1. Rencana Jadwal Proyek Secara umum

85

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Setelah melewati masa 20 tahun yang telah direncanakan (umur proyek),


selanjutnya proyek akan mengalami evaluasi dan perencanaan ulang terhadap nilai
investasi dari proyek itu sendiri. Bila diperlukan, akan mengalami penambahan serta
perbaikan di segala bidang.

III.10 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN


Dalam menjalankan operasionalnya, RSIA Healthy ini membutuhkan tenaga
kerja agar dapat beroperasi dengan baik. Didalamnya, terdapat pihak-pihak yang
terkait dan mendukung pelaksanaan proyek agar tercapai sasaran dari proyek
tersebut. Berikut adalah gambaran pihak-pihak yang terkait berupa struktur
organisasi pada Gambar 4.2 dan Tabel 4.2.

86

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

2028

2027

2026

2025

2024

2023

2022

2021

2020

2019

2018

2017

Penutupan Proyek

2016

2015

Monitoring Proyek

2014

2013

Pelaksanaan Proyek

2012

2011

Perencanaan Proyek

Awal

2010

Inisiasi

Awal

2009

Tahapan Proyek

2008

No

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

DIREKTUR
RUMAH SAKIT

Internal
Audit

Staff Ahli

Departemen
MEDIS

Bid.Pelayanan
Medis

Bid.
Penunjang
Medis

Departemen
SDM dan Umum

Bid. SDM dan


Umum

Bid.
Pendidikan
dan Latihan

Bid. SDM dan


Umum

Bid.
Procurement
dan Logistik

Departemen
KEPERAWATAN

Bid.
Farmasi

Bid. Keperawatan
dan Kebidanan

Bid. Keperawatan
Fungsional

Bid.
Humas

Departemen
KEUANGAN dan
SISTEM INFORMASI

Bid.
Perbendaharaan

Bid. Perencana
dan Lap
Keuangan

Bid. Akun dan


Keuangan

Bid. Sistem
Informasi

Gambar 4.2. Struktur Organisasi RSIA Healthy

Tabel 4.2 Jumlah Kebutuhan Personil RSIA Healthy


No.

87

STAFF DGN FUNGSINYA

Jumlah

Kepala Rumah Sakit

Satuan Pengawas dan Audit

Staff Ahli

Sekretaris Perusahaan dan Staff

Bagian Sekretariat / Tata Usaha

Ka. Departemen Medis

Staff Medis Fungsional

30

Bidang Pelayanan Medis

15

Bidang Penunjang Medis

16

10

Ka. Departemen Keperawatan

11

Bidang Perawatan dan Kebidanan

24

12

Kelompok Perawat Fungsional

120

13

Kepala Departemen Keuangan & SI

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


14

Staff Kadep Keuangan & SI

15

Bidang Perbendaharaan

16

Bidang Akutansi dan Keuangan

17

Bidang Perencana dan Lap Keuangan

18

Bidang Sistem Informasi

19

Kepala Departemen SDM & Umum

20

Staff Departemen SDM & Umum

21

Bidang SDM

22

Bidang Procurement dan Logistik

23

Bidang Farmasi

24

Bidang Penunjang Umum

25

Bidang Pendidikan dan Latihan

26

Bidang Humas

III.11 JOB ANALYSIS DAN JOB DESCRIPTION


III.11.1

Job Analysis

RSIA Healthy telah membuat suatu pembagian tugas dan tanggung jawab untuk
masing-masing jabatan yang disebut sebagai segregation of duties matrix yang dapat dilihat
pada Tabel IV.2

Kepala Rumah Sakit

88

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Inventori

Sistem Informasi

Pendidikan & Pelatihan

Pemasaran

Transaksi

Pengadaan Barang

Personalia

Pelayanan Medis

Registrasi

I = Inform

Memberikan Masukan

C = Consult

Decision Making

A = Accountable

Perencanaan

JABATAN

R = Responsible

Melayani Pasien

Pada tabel IV.2 terdapat keterangan tentang RACI yaitu :

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Satuan Pengawas dan Audit


Staff Ahli

A
C

Sekretaris Perusahaan dan Staff


Bagian Sekretariat / Tata Usaha
Ka. Departemen Medis

I
C

I
I

Bidang Perawatan dan Kebidanan

Kelompok Perawat Fungsional

Staff Medis Fungsional


Bidang Pelayanan Medis

Bidang Penunjang Medis


Ka. Departemen Keperawatan

Kepala Departemen Keuangan & SI

Staff Kadep Keuangan & SI

Bidang Perbendaharaan

Bidang Akutansi dan Keuangan

Bidang Perencana dan Lap Keuangan

Bidang Sistem Informasi


Kepala Departemen SDM & Umum

R, I
C

Staff Departemen SDM & Umum

Bidang SDM

Bidang Procurement dan Logistik

Bidang Farmasi

Bidang Penunjang Umum

Bidang Pendidikan dan Latihan

Bidang Humas

Tabel 4.3. Responsibility Assignment Matrix

89

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


III.11.2

Job Description

Peran dan Tanggung Jawab dari masing-masing personel digambarkan sebagai berikut
:
1.

Direktur Rumah Sakit (D. RS)

Bertanggung jawab dalam perencanaan, keputusan, monitoring proyek, dan


membuat laporan review dan evaluasi.

Memilih personel, membentuk dan mengkoordinasikan tim proyek.

Melakukan kontrol pelaksanaan proyek sehingga berjalan sesuai dengan


rencana dan mencapai sasaran proyek.

2.

Bertanggung jawab terhadap deliverable selama tahapan proyek.


Staff Ahli (SA)

Memberikan masukan dan pertimbangan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan


proyek.

Memberikan penjelasan dan jawaban yang berkaitan dengan permasalahan


yang diketemui dalam pelaksanaan proyek.

3.

Menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek.


Departemen Medis (D. M)

Bertanggung jawab dalam pelayanan medis

Menyediakan semua kebutuhan penunjang medis.

Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan


dengan bidang medis kepada direktur rumah sakit.

4.

Departemen SDM dan Umum (D. SDM)

Bertanggung jawab dalam Pembelian kebutuhan proyek, penentuan staff dan


karyawan yang dibutuhkan.

Melakukan penyebaran informasi mengenai perkembangan dan permasalahan


proyek..

Mengadakan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan

Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan


dengan bidang SDM dan umum kepada direktur rumah sakit.

5.

Departemen Keperawatan (D. Kep)

Menyediakan semua kebutuhan keperawatan

Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan


dengan bidang keperawatan kepada direktur rumah sakit.

6.

90

Departemen Keuangan (D. Keu)

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Bertanggung jawab dalam hal keuangan proyek, pengelolaan dana dan


pengawasan pemakaian dana.

Melakukan analisa keuangan untuk semua hal yang berkaitan dengan proyek.

Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan


dengan keuangan proyek kepada direktur rumah sakit.

7.

Departemen Sistem Informasi (D. SI)

Bertanggung jawab dalam mempersiapkan sistem informasi agar dapat


mendukung proyek.

Melakukan sosialisasi informasi.yang berkaitan dengan progres proyek.

Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan


dengan bidang sistem informasi kepada direktur rumah sakit.

III.12 PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI


Tahapan rekrutmen dan seleksi secara umum yang akan diberlakukan di RSIA
Healthy ini antara lain :
1. Penyampaian informasi lowongan kerja melalui media
2. Menyampaikan pelamaran
3. Seleksi Administratif
4. Pemanggilan untuk wawancara
5. Seleksi kompetensi untuk pekerja non-administratif
6. Keputusan diterima atau tidak berdasarkan seleksi
7. Registrasi pegaawai pasca seleksi
8. Penempatan pada unit-unit kerja
9. Form evaluasi kerja
10. Pengembangan SDM / Pelatihan
11. Sistem Kompensasi
12. Ketentuan tentang Pemutusan Hubungan Kerja

III.13 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Untuk mengorganisir antar bagian agar dapat menghasilkan kinerja yang lebih
efektif dan efisien, manajemen perlu menyiapkan sistem aplikasi pembantu
komputer (software), diantaranya :
1. Aplikasi cash register

91

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


2. Inventory control
3. Sistem penggajian karyawan dan data karyawan
4. Aplikasi keuangan
5. Office automation
6. Email system
Selain peralatan yang telah disebutkan sebelumya, RSIA Healhty juga
menggunakan Hospital Management System (HMS) yang sangat banyak manfaatnya
dalam operasional rumah sakit. Software yang digunakan adalah ELECTRA yang
diproduksi oleh ACG Infotech Limited.
Beberapa keuntungan menggunakan software ELECTRA ini adalah :
o

Meningkatkan pelayanan rumah sakit dan dokter kepada pasien

Meningkatkan kualitas perhatian kepada pasien

Meningkatkan produktifitas perawat

Mengontrol biaya yang dibutuhkan

III.14 REKOMENDASI
Berdasarkan analisa pada aspek managemen dan sumber daya manusia.
Ditinjau dari sisi analisis stakeholder, manajemen waktu, struktur organisasi
perusahaan, job analysis dan job description, proses rekrutmen dan seleksi, sistem
informasi manajemen dapat ditarik kesimpulah bahwa proyek RSIA Healthy ini layak
dan dapat diteruskan untuk dianalisa berdasarkan aspek hukum dan legalitas.

ASPEK HUKUM DAN LEGALITAS


V.1 BADAN HUKUM ORGANISASI
Status badan hukum Perseroan Terbatas (PT) merupakan bentuk badan hukum
yang sesuai dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Healthy. Lebih dipilihnya PT sebagai
bentuk perusahaan dibandingkan dengan bentuk yang lain ini dikarenakan oleh dua
hal, pertama, PT merupakan asosiasi modal, dan kedua, PT merupakan badan hukum
yang mandiri. Sebagai asosiasi modal maka ada kemudahan bagi pemegang saham PT
untuk mengalihkan sahamnya kepada orang lain, sedangkan sebagai badan hukum
yang mandiri berdasarkan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995

92

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Tentang Perseroan Terbatas (UUPT) menentukan bahwa pertanggungjawaban
pemegang saham PT hanya terbatas pada nilai saham yang dimiliki dalam PT. Secara
ekonomis, unsur pertanggungjawaban terbatas dari pemegang saham PT tersebut
merupakan faktor yang penting sebagai umpan pendorong bagi kesediaan para calon
penanam modal untuk menanamkan modalnya dalam PT. Pendapat senada juga
disampaikan oleh Kenny Wiston (pengarang buku Piercing Corporate Veil, Jurnal
Hukum Bisnis, Vol. 15, Tahun 2001), generally, people prefer to choose limited
liability company as a corporate body for their new established company since they
confide that shareholders have not personally hold responsibilities for the companys
financial loss, except what are stated in their nominal shares.

V.2 ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGGA (AD/ART)


Untuk mengatur kehidupan organisasi pada masa yang akan datang maka perlu
disusun suatu anggaran dasar atau anggaran rumah tangga. Contoh AD/ART yang
dimaksud antara lain:
Nama perusahaan

PT. Try Engineering

Tempat & Kedudukan

Pasar Minggu Jakarta Selatan

Landasan Hukum

Pancasila / UUD 45

Tujuan

Memberikan jasa pelayanan dalam jasa pelayanan


kesehatan

Fungsi

Memberikan

kontribusi

yang

positif

dalam

perekonomian Indonesia dan memajukan kesehatan


masyarakat
Bidang Usaha

Pelayanan Kesehatan

Perlengkapan Organisasi

RUPS

Kepengurusan

Jajaran Direksi dan Manajemen

Tahun Buku

Berlangsung dari 1 Jan 31 Des

Modal Usaha

Saham (terdiri dari modal pribadi dan pinjaman

Deviden

bank)
Pembagian keuntungan

93

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Jangka Waktu Berdiri

Tidak Terbatas

Pembubaran Organisasi

Mengadakan RUPS lalu dibubarkan secara resmi

V.3 JENIS JENIS PERIJINAN YANG DIPERLUKAN


Untuk mendapatkan legalitas usaha, maka organisasi harus mendapatkan
perijinan dalam melakukan operasinya. Prosedur pendirian Perseroan Terbatas adalah
sbb:
1. Membuat Akta Notaris di Notaris yang berkantor di wilayah setempat
Persyaratan untuk membuat Akta Notaris antara lain.
a. Fotokopi KTP para pendiri perseroan
b. Draft anggaran dasar yang sudah ditandatangani pendiri
2. Menyampaikan pendaftaran ke Pengadilan Negeri dengan membawa Akta
Notaris yang sudah ditandatangani oleh para pendiri.
3. Menyampaikan permohonan untuk menjadi Wajib Pajak Badan di Kantor Pajak
setempat dengan menyerahkan Akta Notaris yang dilegalisasi oleh Pengadilan
Negeri setempat.
4. Melakukan

pendaftaran

ke

Dinas

Perdagangan/Perindustrian

dengan

membawa Akta Notaris yang dilegalisasi oleh pengadilan.


5. Mendatangi kantor Departemen Kehakiman dan HAM RI di Jakarta untuk
membuat ijin penggunaan nama dan pengesahan oleh Menteri Kehakiman dan
HAM RI dengan membawa persyaratan sbb:
a. Akta Notaris
b. NPWP
c. Fotokopi KTP pendiri
Sedangkan bentuk perijinan yang dibutuhkan antara lain:
1. Akta Notaris
2. Surat Keterangan Domisili dari Kantor Kelurahan/Kecamatan setempat
3. Surat Ijin Tempat Usaha (SITU)
4. Ijin lokasi berupa Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) oleh kepala daerah setempat
5. Ijin Gangguan (HO) dari kepala daerah
6. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Ijin penggunaan Gedung

94

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


V.4

PERATURAN-PERATURAN TERKAIT DENGAN PENDIRIAN RUMAH SAKIT

Peraturan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

No.1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit di


Lingkungan Departemen Kesehatan

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.159b/Menkes/Per/II/1988


tentang Rumah Sakit

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.920/Menkes/Per/XII/1986


tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik

Keputusan Direktur jenderal Pelayanan Medik Depkes RI No. 00.06.1.5.787


Tahun 1999 tentang Perubahan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik
Depkes RI No.HK.00.06.3.5.5797.

Kode Etik Rumah Sakit Indonesia (KODERSI), yang memuat rangkuman nilainilai dan norma-norma perumahsakitan guna dijadikan pedoman bagi semua
pihak yang

terlibat dan berkepentingan

dalam penyelenggaraan dan

pengelolaan perumahsakitan di Indonesia.

V.5

PERIJINAN YANG DIPERLUKAN DALAM PENDIRIAN RUMAH SAKIT


Perijinan yang diperlukan dalam pendirian Rumah Sakit berbeda-beda

tergantung keputusan Pemerintah daerah setempat. Pada dasarnya ada 2 ijin yang
harus dimiliki oleh Rumah Sakit yang beroperasi, yaitu :

Ijin Mendirikan Rumah Sakit

Ijin Menyelenggarakan Rumah Sakit atau Ijin Sementara (Ijin Operasional


Rumah Sakit)

Secara umum, persyaratan yang diperlukan dalam pembuatan perijinan


tersebut adalah :
1. Surat Permohonan
2. Studi Kelayakan dan Master Plan
3. FC Akte Pendirian Badan Hukum Pemohon
4. FC sertifikat tanah/ surat penunjukan penggunaan
5. Ijin Lokasi dari Pemda setempat
6. FC Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB )
7. Daftar Isian Pendirian Rumah Sakit

95

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


8. Dokumen UKL-UPL
9. Surat Pernyataan tunduk pada peraturan yang berlaku
10. Rekomendasi PERSI
V.6

REKOMENDASI
Berdasarkan analisis pada aspek hukum dan legalitas, ditinjau dari sisi badan

hukum organisasi, AD/ART Perusahaan, Jenis Perijinan maka Proyek RSIA Healthy ini
dapat dikatakan layak.

ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN


Dalam aspek keuangan ini yang ditinjau adalah aspek-aspek saja yang
mempengaruhi kegiatan finansial proyek RSIA Healthy ini. Aspek-aspek yang
diperlukan adalah :
Jadwal rencana proyek
Asumsi ekonomi yang digunakan
Struktur Pendanaan
Asumsi konsumen

Data-data tersebur nantinya akan diperlukan untuk analisa keuangan.


Sedangkan dalam analisa keuangan yang akan menentukan apakah proyek ini layak
atau tidak ditinjau dari sisi ekonomi.

VI.1

PERKIRAAN MODAL KERJA


Project Overview
Lokasi
Luas Lahan

96

Pejaten, Jakarta Selatan


3750 m2

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


5652 m2

Luas Bangunan

Jadwal Rencana Proyek


Awal Tahap Perencanaan

Awal 2008

Masa Pembangunan

1 tahun

Awal Tahap Operasional

Triwulan Kedua 2009

Umur Rencana Proyek

20 tahun

Asumsi Ekonomi yang Digunakan


Kenaikan Penerimaan per tahun

5%

Kenaikan Biaya Operasional per tahun

6%

Pajak

10%

Depresiasi & Amortisasi

straight line

Keterangan Pinjaman
Suku Bunga Pinjaman

12%

Saldo Minimum

Rp. 2,000,000,000.00

Harga tanah di lokasi

Rp. 4,000,000.00

SBI (Suku Bunga Bank Indonesia)

8%

Struktur Pendanaan
Equity investor

30%

Pinjaman Bank

70%

Asumsi Pasien yang menggunakan Jasa RSIA Healthy


Pada proyek RSIA Healthy ini, pendapatan utamanya adalah pasien sebagai
pengguna jasanya. Untuk dapat memperkirakan jumlah pendapatan RSIA Healthy ini

97

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


pertahun, tentu perlu ditentukan dulu berapa besar pasar yang akan diserap oleh
proyek ini.
Asumsi yang digunakan adalah adalah sebagai berikut :
1. Jumlah kelahiran di Jakarta Selatan pada tahun 2007 adalah sebesar 29.694
kelahiran.
Bila persentase yang diserap oleh RSIA Healthy ini sebesar 6%, maka jumlah
kelahiran di RSIA Healthy adalah sebesar
= 6% x 29.694 kelahiran
= 1782 1800 kelahiran
2. Jumlah tempat tidur yang tersedia adalah 84 tempat tidur dari berbagai kelas
yang tersedia.
Asumsi Bed Occupancy Ratio (BOR) sebesar 80 % atau rata-rata tingkat
keterisian tempat tidur perharinya adalah sebesar 67,2 70 tempat tidur
3. Poliklinik
Dalam RSIA Healthy ini terdapat 9 ruangan poliklinik yang diasumsikan jumlah
kunjungan pasiennya adalah sebagai berikut :

Tabel 6.1 Jumlah Kunjungan Pasien Poliklinik


No.

Jumlah Pasien / hari

Poliklinik Anak (3 ruang)

50

Poliklinik Gigi

16

Poliklinik Obgyn (2 ruangan)

15

Poliklinik THT

12

Poliklinik Internis

Poliklinik USG

98

Poliklinik

` Cetak

` Tidak Dicetak

Poliklinik Bayi Tabung

20 ( /tahun )

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Sedangkan untuk pelayanan medis lainnya seperti farmasi, perinciannya


adalah sebagai berikut :
Tabel 6.2 Jumlah Kunjungan Pasien Penunjang Medis
No.

Unit Pelayanan

Jumlah

Satuan

Laboratorium

22

Pasien/hari

Radiologi

12

Pasien/hari

Unit Farmasi
- Poliklinik

100

Pasien/hari

- Rawat Inap

70

Pasien/hari

- Senam Hamil

1100

Paket

- Senam Nifas

700

Paket

- Pijat Bayi

300

Paket

- Senam Yoga

500

Paket

Pelayanan Lain-lain

VI.2

PERKIRAAN BIAYA INVESTASI

Biaya Pembelian Lahan


Berdasarkan informasi pada tahapan aspek pasar, diketahui bahwa harga

tanah pada daerah Pejaten adalah Rp. 4.000.000,Biaya Konstruksi Bangunan

Untuk Perkiraan Biaya Konstruksi Ini Digunakan Estimasi Pada Tahapan


Konseptual (Keputusan Menteri Permukiman Dan Prasarana Wilayah Nomor:
332/Kpts/M/2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara).
Informasi penting yang perlu diketahui adalah :
o

Koefisien pengali gedung 5 lantai

Harga Satuan Konstruksi Gedung Standard (Tidak sederhana) di Jakarta Thn


2008

99

= 1,162
= Rp. 2.250.000 / m2

Kemudian ditambah dengan konstruksi fisik non-standar seperti :


Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pekerjaan Arsitektur :

Pekerjaan Desain Interior

Pekerjaan Lansekap & Parkir

Pekerjaan Struktur :

Pekerjaan Rangka Atap (baja)

Pekerjaan Dak Beton

Pekerjaan Pondasi Dalam

Pekerjaan Bangunan Genset, PLN, TPS, dll

Pekerjaan STP

Pekerjaan Anti rayap

Pekerjaan Elektrikal & Mekanikal :

Elektrikal :

Generator Set = 300 kVA lengkap dengan alat bantu

Pekerjaan jaringan telepon/PABX

Penangkal Petir Khusus

Lift (2 unit) @ kapasitas 15 orang

Mekanikal :

Tata Udara/AC

Instalasi pemadam kebakaran

Instalasi Gas Medis

Dari perhitungan tersebut kemudian didapat biaya pembanguan gedung


Rumah Sakit Healthy adalah sebesar Rp 4,150,000.00

Biaya Konsultasi
Dalam pembangunan rumah sakit ini, banyak pihak yang terlibat dalam hal

konsultasi, diantaranya adalah :


Tabel 6.3 Biaya Konsultasi

No

100

Unit Konsultasi

Konsultan Amdal

Konsultan Teknik

Satuan Jumlah

Biaya

LS

Rp

100,000,000.00

Studi Kelayakan

LS

Rp

120,000,000.00

Pemetaan / Pengukuran Tanah

LS

Rp

30,000,000.00

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Penyelidikan Tanah

LS

Rp

150,000,000.00

Arsitektur, Interior, Planner

LS

Rp

450,000,000.00

Sipil dan Struktur

LS

Rp

120,000,000.00

Mekanikal / Elektrikal

LS

Rp

90,000,000.00

Manajemen Konstruksi

LS

Rp

100,000,000.00

Lingkungan

LS

Rp

75,000,000.00

LS

Rp

400,000,000.00

Konsultan Rumah Sakit


Total

Rp 1,635,000,000.00

Biaya Sistem Informasi (Hospital Management System)


Biaya sistem informasi ini terdiri dari pembelian software, hardware yang

melengkapi, serta jaringannya.

Mobil Ambulance
Untuk melengkapi pelayanan medis kepada masyarakat, RSIA Healthy

dilengkapi dengan mobil ambulance yang

didalamnya berisi peralatan dengan

kualitas terbaik.

Biaya Investasi Alat


Pada tahapan aspek teknis dan teknologi, diketahui peralatan apa saja yang

dibutuhkan oleh RSIA Healthy ini. Untuk lebih jelasnya, dapat diketahui pada Tabel
6.4 berikut :

101

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Tabel 6.4 Biaya Investasi Alat
No.

Item Investasi

Satuan

Vol.

Harga Satuan

Total Harga

R. Rawat Inap Ibu (VVIP)

Unit (TT)

Rp

36,000,000

Rp

144,000,000

R. Rawat Inap Anak (VVIP)

Unit (TT)

Rp

36,000,000

Rp

144,000,000

R. Rawat Inap Ibu (VIP)

Unit (TT)

Rp

28,000,000

Rp

168,000,000

R. Rawat Inap Anak (VIP)

Unit (TT)

Rp

28,000,000

Rp

168,000,000

R. Rawat Inap Ibu (Kelas 1)

Unit (TT)

16

Rp

18,000,000

Rp

288,000,000

R. Rawat Inap Anak (Kelas 1)

Unit (TT)

16

Rp

18,000,000

Rp

288,000,000

R. Rawat Inap Ibu (Kelas 2)

Unit (TT)

Rp

14,000,000

Rp

84,000,000

R. Rawat Inap Anak (Kelas 2)

Unit (TT)

Rp

14,000,000

Rp

84,000,000

R. Rawat Inap Ibu (Kelas 3)

Unit (TT)

10

Rp

11,000,000

Rp

110,000,000

10

R. Rawat Inap Anak (Kelas 3)

Unit (TT)

10

Rp

11,000,000

Rp

110,000,000

11

R. ICU

Unit (TT)

Rp

130,000,000

Rp

780,000,000

12

R. NICU

Unit (TT)

Rp

110,000,000

Rp

660,000,000

13

R. Operasi

Rp

Meja Operasi

Unit

Rp

75,000,000

Rp

225,000,000

Peralatan Medis

Unit

Rp 1,050,000,000

Rp

3,150,000,000

14

R. Kala / R. Bersalin

Unit

Rp

Rp

2,040,000,000

15

R. Bayi Sehat

Rp

Rp

16,800,000

Rp

Baby Tray
16

Unit

12

Rp

680,000,000

1,400,000

R. Bayi Sakit
Baby Tray

Unit

Rp

1,400,000

Rp

5,600,000

Incubator

Unit

Rp

3,200,000

Rp

25,600,000

17

Unit Gawat Darurat

Unit (TT)

Rp

21,000,000

Rp

63,000,000

18

Poliklinik Anak

Unit (TT)

Rp

75,000,000

Rp

225,000,000

19

Poliklinik Gigi

Unit

Rp

950,000,000

Rp

950,000,000

20

Poliklinik Obgyn

Unit (TT)

Rp

525,000,000

Rp

1,050,000,000

21

Poliklinik THT

Unit

Rp

75,000,000

Rp

75,000,000

22

Poliklinik Internis

Unit (TT)

Rp

75,000,000

Rp

75,000,000

102

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

23

Poliklinik USG

Unit

Rp 1,200,000,000

Rp

1,200,000,000

24

Poliklinik Bayi Tabung

Unit

Rp 2,300,000,000

Rp

2,300,000,000

25

Nurse Station R. Rawat Inap

Unit

Rp

90,000,000

Rp

360,000,000

Unit

Rp

100,000,000

Rp

100,000,000

26

Nurse

Station

R.

Tindakan/ICU/Operasi

27

R. Radiologi

Unit

Rp 1,600,000,000

Rp

1,600,000,000

28

R. Laboratorium

Unit

Rp 1,200,000,000

Rp

1,200,000,000

29

R. Locker

Unit

Rp

85,000,000

Rp

85,000,000

30

R. Sterilisasi Alat

Unit

Rp

40,000,000

Rp

80,000,000

31

R. Fitness / Senam

Unit

Rp

600,000,000

Rp

600,000,000

32

Farmasi

Unit

Rp

45,000,000

Rp

45,000,000

33

R. Pendaftaran Rawat Jalan/Kasir

Unit

Rp

90,000,000

Rp

90,000,000

34

Lobby/Bagian Informasi

Unit

Rp

100,000,000

Rp

100,000,000

35

R. Dokter

Unit

Rp

100,000,000

Rp

100,000,000

36

R. Tunggu Rawat Jalan

Unit

Rp

145,000,000

Rp

145,000,000

37

Kasir / Bagian Admission

Unit

Rp

60,000,000

Rp

60,000,000

Unit

Rp 1,250,000,000

Rp

1,250,000,000

38

Laundry (CSSD-Central Sterilization


and Supply Dept)

39

Dapur

Unit

Rp

800,000,000

Rp

800,000,000

40

R. Linen

Unit

Rp

250,000,000

Rp

250,000,000

TOTAL

Rp 21,294,000,000

Untuk lebih mudahnya, rekapitulasi hasil perhitungan biaya investasi pada


Proyek RSIA Healthy ini dapat dilihat pada Tabel 6.5 sebagai berikut :

Tabel 6.5 Rekapitulasi Biaya Investasi


No.

103

Item Pekerjaan

Satuan

Harga Satuan

Total Harga

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Biaya Pembelian Lahan

m2

Rp

4,000,000.00

Rp 15,000,000,000.00

Biaya Konstruksi Bangunan


- Biaya Konstruksi Bangunan

m2

Rp

4,150,000.00

Rp 23,455,800,000.00

-Biaya Konsultasi

LS

Rp

-Sub-Total
3

1,560,000,000.00

Rp 25,015,800,000.00

Biaya Sistem Informasi (HIS)


-Software

ls

Rp

105,600,000.00

Rp

105,600,000.00

-Hardware

ls

Rp

400,000,000.00

Rp

400,000,000.00

-Network

ls

Rp

350,000,000.00

Rp

350,000,000.00

Rp

855,600,000.00

Rp

1,200,000,000.00

-Sub-Total
4

Mobil Ambulance

Investasi Alat

unit

Rp

600,000,000.00

LS

Sub-Total

Rp 21,294,000,000.00

Biaya Pelelangan
6

LS

Rp

TOTAL

75,000,000.00

Rp 63,440,400,000.00

Investasi pada Proyek RSIA Healthy


Dari total investasi sebesar Rp 63,440,400,000.00 tersebut, besarnya dana
ditanggung oleh dua pihak yaitu :
equity investor dalam hal ini merangkap sebagai owner
lender,

Struktur pemodalan dalam proyek RSIA Healthy dapat dilihat sebagai berikut :

Struktur Pendanaan

104

Equity

30%

Rp 19,032,120,000.00

Pinjaman Bank

70%

Rp 44,408,280,000.00

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


:

105

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

VI.3

PERKIRAAN PENDAPATAN DAN BIAYA OPERASIONAL

Pendapatan Proyek RSIA Healthy

Pendapatan Rawat Inap


Tabel 6.6 Pendapatan Rawat Inap

No.

Bisnis Item

Jumlah TT

Rata2 jml
pasien / hari

Jml Hari / Tahun

Tarif / hari

Total Rev / Tahun

RAWAT INAP

I-106

R. Rawat Inap Ibu (VVIP)

360

Rp

750,000.00

Rp

810,000,000.00

R. Rawat Inap Anak (VVIP)

360

Rp

750,000.00

Rp

1,080,000,000.00

R. Rawat Inap Ibu (VIP)

360

Rp

650,000.00

Rp

936,000,000.00

R. Rawat Inap Anak (VIP)

360

Rp

650,000.00

Rp

1,170,000,000.00

R. Rawat Inap Ibu (Kelas 1)

16

13

360

Rp

375,000.00

Rp

1,755,000,000.00

R. Rawat Inap Anak (Kelas 1)

16

13

360

Rp

375,000.00

Rp

1,755,000,000.00

R. Rawat Inap Ibu (Kelas 2)

360

Rp

225,000.00

Rp

405,000,000.00

R. Rawat Inap Anak (Kelas 2)

360

Rp

225,000.00

Rp

405,000,000.00

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

R. Rawat Inap Ibu (Kelas 3)

10

360

Rp

100,000.00

Rp

324,000,000.00

10

R. Rawat Inap Anak (Kelas 3)

10

360

Rp

100,000.00

Rp

288,000,000.00

11

Perawatan ICU

360

Rp

1,500,000.00

Rp

2,160,000,000.00

12

Perawatan NICU

360

Rp

1,750,000.00

Rp

1,890,000,000.00

13

Perawatan Bayi Sehat

12

360

Rp

100,000.00

Rp

252,000,000.00

14

Perawatan Bayi Sakit

12

360

Rp

250,000.00

Rp

450,000,000.00

SUB TOTAL

I-107

69

Rp 13,680,000,000.00

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pendapatan Pelayanan Medis


Tabel 6.7 Pendapatan Pelayanan Medis

Jml Hari /

pasien / hari

Tahun

50

300

Rp

90,000.00

Rp

27,000.00

Rp

405,000,000.00

16

300

Rp

110,000.00

Rp

33,000.00

Rp

158,400,000.00

Pemeriksaan

15

300

Rp

100,000.00

Rp

30,000.00

Rp

135,000,000.00

Poliklinik THT

12

300

Rp

110,000.00

Rp

33,000.00

Rp

118,800,000.00

Poliklinik Internis

300

Rp

110,000.00

Rp

33,000.00

Rp

89,100,000.00

Poliklinik USG

Pelayanan Medis

Total Rev / Tahun


(per pasien) = 30%

Poliklinik Gigi
Pemeriksaan Gigi

Tarif Konsultasi

Poliklinik Anak
Pemeriksaan Anak

I-108

Konsesi Untuk RS

Rata2 jml

No.

Poliklinik Obgyn

102

Cetak

300

Rp

50,000.00

Rp

105,000,000.00

Tidak Dicetak

300

Rp

25,000.00

Rp

37,500,000.00

Poliklinik Bayi Tabung

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pembuatan Bayi Tabung


8

Rp 150,000,000.00

Rp

3,000,000,000.00

General Check Up
Paket 1

360

Rp

1,500,000.00

Rp

540,000,000.00

Paket 2

360

Rp

900,000.00

Rp

972,000,000.00

Non-Paket

360

Rp

150,000.00

Rp

216,000,000.00

Unit Gawat Darurat

365

Rp

150,000.00

Rp

438,000,000.00

10

Unit Bedah Sentral

365

Rp

4,500,000.00

Rp

8,212,500,000.00

11

Unit Kebidanan
Normal

365

Rp

3,000,000.00

Rp

3,285,000,000.00

Operasi (caesar)

365

Rp

6,000,000.00

Rp

4,380,000,000.00

SUB TOTAL

I-109

20

Rp 22,092,300,000.00

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Pelayanan Penunjang Medis

Tabel 6.8 Pendapatan Penunjang Medis

PENUNJANG

No

MEDIS

Rata2 jml
Satuan

pasien /
hari

Jml Hari

Rata2 Tarif

/ Tahun

Total Rev / Tahun

Laboratorium

Unit

22

300

Rp

125,000.00

Rp

825,000,000.00

Radiologi

Unit

12

300

Rp

110,000.00

Rp

396,000,000.00

Unit Farmasi
Poliklinik

Unit

100

300

Rp

80,000.00

Rp

2,400,000,000.00

Rawat Inap

Unit

70

360

Rp

80,000.00

Rp

2,016,000,000.00

Senam Hamil

Paket

1100

Rp

250,000.00

Rp

275,000,000.00

Senam Nifas

Paket

700

Rp

250,000.00

Rp

175,000,000.00

Pijat Bayi

Paket

300

Rp

300,000.00

Rp

90,000,000.00

Senam Yoga

Paket

500

Rp

450,000.00

Rp

225,000,000.00

Rp

6,402,000,000.00

Lain-lain

SUB TOTAL

Rekapitulasi Pendapatan RSIA Healty Per-tahun

Tabel 6.9 Pendapatan Pelayanan Medis

Tipe Pelayanan
Rawat Inap

Rp 13,680,000,000.00

Pelayanan Medis

Rp 22,092,300,000.00

Penunjang Medis

Rp 6,402,000,000.00

Total

I-110

Total

Rp 42,174,300,000.00

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Biaya Operasional

Perincian Biaya Operasional

Tabel 6.10 Perincian Biaya Operasional


BIAYA VARIABEL
1

Biaya Obat Unit/Farmasi

Rp

3,532,800,000.00

Biaya Jasa Medis & Insentif

Rp

2,345,000,000.00

Biaya Bahan & Alat Medis Unit

Rp

833,250,000.00

Biaya Makan Pasien

Rp

1,511,100,000.00

Sub Total

Rp

8,222,150,000.00

BIAYA TETAP
Satuan

Vol.

Harga Satuan

Biaya / Tahun

Gaji Karyawan Tetap

LS

Rp 13,780,000,000.00

Kesejahteraan Karyawan

LS

Rp

5,512,000,000.00

Listerik/Air

/ bulan

12

Rp 65,000,000.00

Rp

780,000,000.00

Pos/Telekom

/ bulan

12

Rp 12,000,000.00

Rp

144,000,000.00

Transportasi/Angkutan(SPD)

/ bulan

12

Rp 11,500,000.00

Rp

138,000,000.00

Kebersihan

/ bulan

12

Rp

5,000,000.00

Rp

60,000,000.00

Reparasi dan Perawatan

/ bulan

12

Rp 10,000,000.00

Rp

120,000,000.00

Pemasaran & Promosi

/ bulan

12

Rp

6,000,000.00

Rp

72,000,000.00

Administrasi dan Umum

/ bulan

12

Rp

9,000,000.00

Rp

108,000,000.00

10

Tenaga Ahli & Diklat

/ bulan

12

Rp 21,000,000.00

Rp

252,000,000.00

11

Kontrak Labour

/ bulan

12

Rp 20,000,000.00

Rp

240,000,000.00

12

Biaya Umum

/ bulan

12

Rp

7,500,000.00

Rp

90,000,000.00

13

Premi Asuransi

/ bulan

12

Rp 26,433,500.00

Rp

317,202,000.00

14

Subkontraktor Cleaning Service

/ bulan

12

Rp 15,000,000.00

Rp

180,000,000.00

15

Subkontraktor Keamanan & Parkir

/ bulan

12

Rp 15,000,000.00

Rp

180,000,000.00

Sub Total

Rp 21,973,202,000.00
TOTAL

I-111

Rp 30,195,352,000.00

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

I-112

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Perincian Gaji Management dan Staff

Tabel 6.11 Rekapitulasi Biaya Operasional pada Proyek RSIA Healthy


MANAGEMENT AND STAFF COST
No

STAFF DGN FUNGSINYA

Satuan

Jml

Durasi/
Thn

Rp/Orang/bln

Total Biaya

Kepala Rumah Sakit

bulan

13

Rp 15,000,000.00

Rp

195,000,000.00

Satuan Pengawas dan Audit

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

91,000,000.00

Staff Ahli

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

45,500,000.00

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

91,000,000.00

Sekretaris
4

Perusahaan

dan

Staff
Bagian Sekretariat / Tata

Usaha

bulan

13

Rp 2,500,000.00

Rp

65,000,000.00

Ka. Departemen Medis

bulan

13

Rp 12,000,000.00

Rp

156,000,000.00

Staff Medis Fungsional

bulan

30

13

Rp 2,500,000.00

Rp

975,000,000.00

Bidang Pelayanan Medis

bulan

15

13

Rp 4,500,000.00

Rp

877,500,000.00

Bidang Penunjang Medis

bulan

16

13

Rp 4,500,000.00

Rp

936,000,000.00

10

Ka. Departemen Keperawatan

bulan

13

Rp 12,000,000.00

Rp

156,000,000.00

Bidang

Perawatan

dan

11

Kebidanan

bulan

24

13

Rp 4,500,000.00

Rp

1,404,000,000.00

12

Kelompok Perawat Fungsional

bulan

120

13

Rp 3,500,000.00

Rp

5,460,000,000.00

Kepala

Departemen

13

Keuangan & SI

bulan

13

Rp 12,000,000.00

Rp

156,000,000.00

14

Staff Kadep Keuangan & SI

bulan

13

Rp 2,500,000.00

Rp

195,000,000.00

15

Bidang Perbendaharaan

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

136,500,000.00

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

91,000,000.00

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

91,000,000.00

Bidang
16
17

Akutansi

dan

Keuangan
Bidang Perencana dan Lap

I-113

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Keuangan
18

Bidang Sistem Informasi

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

182,000,000.00

bulan

13

Rp 12,000,000.00

Rp

156,000,000.00

Kepala Departemen SDM &


19

Umum
Staff Departemen SDM &

20

Umum

bulan

13

Rp 2,500,000.00

Rp

130,000,000.00

21

Bidang SDM

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

91,000,000.00

Bidang

Procurement

dan

22

Logistik

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

91,000,000.00

23

Bidang Farmasi

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

182,000,000.00

24

Bidang Penunjang Umum

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

91,000,000.00

Bidang

Pendidikan

dan

25

Latihan

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

45,500,000.00

26

Bidang Humas

bulan

13

Rp 3,500,000.00

Rp

91,000,000.00

SUB-TOTAL

I-114

Rp 12,181,000,000.00

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Tabel 6.11 Rekapitulasi Biaya Operasional pada Proyek RSIA Healthy (lanjutan)
MANAGEMENT DGN

No.

FUNGSINYA

Satuan

Jml

Durasi/
Thn

Rp/Orang/bln

Total Biaya

Komisaris

bulan

13

Rp 12,000,000.00

Rp

468,000,000.00

Direktur Utama

bulan

13

Rp 21,000,000.00

Rp

273,000,000.00

Direktur

bulan

13

Rp 18,000,000.00

Rp

468,000,000.00

Konsultan MIS/Finance

bulan

13

Rp 15,000,000.00

Rp

195,000,000.00

Konsultan Pemasaran

bulan

13

Rp 15,000,000.00

Rp

195,000,000.00

Rp

1,599,000,000.00

SUB-TOTAL
TOTAL

VI.4

Rp 13,780,000,000.00

PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

Proyeksi Keuangan Tahunan RSIA Healthy


120,000,000,000.00

100,000,000,000.00

80,000,000,000.00

60,000,000,000.00

40,000,000,000.00

20,000,000,000.00

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

tahun
Biaya Operasional
Pajak
Laba

Bunga Pinjaman
Pengembalian Pinjaman

Grafik 6.1 Proyeksi Keuangan Tahunan RSIA Healthy

I-115

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


Dari proyeksi keuangan tahunan pada Grafik 6.1 dapat diketahui bahwa
terjadi kenaikan arus uang pada setiap tahunnya. Termasuk pada peningkatan laba
dan biaya operasional.

Untuk mengetahui arus kas Proyek pertahunnya dapat

dilihat pada Tabel 6.12 sebagai berikut :

I-116

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 6.12 Laporan Arus Keuangan (Cashflow) RSIA Healthy

Tahun

42,174,300,000.00

44,283,015,000.00

46,497,165,750.00

48,822,024,037.50

65,440,400,000.00

42,174,300,000.00

44,283,015,000.00

46,497,165,750.00

48,822,024,037.50

(63,440,400,000.00)

Biaya Operasional

(30,195,352,000.00)

(32,007,073,120.00)

(33,927,497,507.20)

(35,963,147,357.63)

Total Pengeluaran

(63,440,400,000.00)

(30,195,352,000.00)

(32,007,073,120.00)

(33,927,497,507.20)

(35,963,147,357.63)

2,000,000,000.00

11,978,948,000.00

12,275,941,880.00

12,569,668,242.80

12,858,876,679.87

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

2,000,000,000.00

8,806,928,000.00

9,103,921,880.00

9,397,648,242.80

9,686,856,679.87

PENERIMAAN
Equity

21,032,120,000.00

Pinjaman

44,408,280,000.00

Penerimaan Operasional
Total Penerimaan
PENGELUARAN
Biaya Investasi

EBITDA
Depresiasi dan Amortisasi

EBIT

I-117

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Bunga Pinjaman

(5,328,993,600.00)

(4,812,734,284.80)

(4,208,643,624.52)

(3,507,588,725.74)

2,000,000,000.00

3,477,934,400.00

4,291,187,595.20

5,189,004,618.28

6,179,267,954.12

(347,793,440.00)

(429,118,759.52)

(518,900,461.83)

(617,926,795.41)

2,000,000,000.00

3,130,140,960.00

3,862,068,835.68

4,670,104,156.45

5,561,341,158.71

Penyesuaian Depresiasi

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

Pengembalian Pinjaman

(4,302,160,960.00)

(5,034,088,835.68)

(5,842,124,156.45)

(6,733,361,158.71)

2,000,000,000.00

2,000,000,000.00

2,000,000,000.00

2,000,000,000.00

2,000,000,000.00

EBT
Pajak

EAT

Penyesuaian

SALDO AKHIR

Tabel 6.12 Laporan Arus Keuangan (Cashflow) RSIA Healthy (Lanjutan)

Tahun

I-118

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

PENERIMAAN
Equity
Pinjaman
Penerimaan Operasional

51,263,125,239.38

53,826,281,501.34

56,517,595,576.41

59,343,475,355.23

62,310,649,122.99

51,263,125,239.38

53,826,281,501.34

56,517,595,576.41

59,343,475,355.23

62,310,649,122.99

Biaya Operasional

(38,120,936,199.09)

(40,408,192,371.04)

(42,832,683,913.30)

(45,402,644,948.10)

(48,126,803,644.98)

Total Pengeluaran

(38,120,936,199.09)

(40,408,192,371.04)

(42,832,683,913.30)

(45,402,644,948.10)

(48,126,803,644.98)

EBITDA

13,142,189,040.29

13,418,089,130.31

13,684,911,663.11

13,940,830,407.14

14,183,845,478.01

Depresiasi dan Amortisasi

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

EBIT

9,970,169,040.29

10,246,069,130.31

10,512,891,663.11

10,768,810,407.14

11,011,825,478.01

Bunga Pinjaman

(2,699,585,386.70)

(1,773,719,952.11)

(718,063,840.87)

EBT

7,270,583,653.59

8,472,349,178.20

9,794,827,822.25

10,768,810,407.14

11,011,825,478.01

Total Penerimaan
PENGELUARAN
Biaya Investasi

I-119

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pajak

(727,058,365.36)

(847,234,917.82)

(979,482,782.22)

(1,076,881,040.71)

(1,101,182,547.80)

EAT

6,543,525,288.23

7,625,114,260.38

8,815,345,040.02

9,691,929,366.42

9,910,642,930.21

Penyesuaian Depresiasi

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

Pengembalian Pinjaman

(7,715,545,288.23)

(8,797,134,260.38)

(5,983,865,340.55)

2,000,000,000.00

2,000,000,000.00

6,003,499,699.47

12,863,949,366.42

13,082,662,930.21

Penyesuaian

SALDO AKHIR

I-120

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 6.12 Laporan Arus Keuangan (Cashflow) RSIA Healthy (Lanjutan)


Tahun

10

11

12

13

14

65,426,181,579.14

68,697,490,658.10

72,132,365,191.00

75,738,983,450.56

79,525,932,623.08

65,426,181,579.14

68,697,490,658.10

72,132,365,191.00

75,738,983,450.56

79,525,932,623.08

Biaya Operasional

(51,014,411,863.68)

(54,075,276,575.50)

(57,319,793,170.03)

(60,758,980,760.23)

(64,404,519,605.85)

Total Pengeluaran

(51,014,411,863.68)

(54,075,276,575.50)

(57,319,793,170.03)

(60,758,980,760.23)

(64,404,519,605.85)

EBITDA

14,411,769,715.46

14,622,214,082.60

14,812,572,020.97

14,980,002,690.32

15,121,413,017.24

Depresiasi dan Amortisasi

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

EBIT

11,239,749,715.46

11,450,194,082.60

11,640,552,020.97

11,807,982,690.32

11,949,393,017.24

PENERIMAAN
Equity
Pinjaman
Penerimaan Operasional
Total Penerimaan
PENGELUARAN
Biaya Investasi

Bunga Pinjaman

I-121

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

EBT

11,239,749,715.46

11,450,194,082.60

11,640,552,020.97

11,807,982,690.32

11,949,393,017.24

Pajak

(1,123,974,971.55)

(1,145,019,408.26)

(1,164,055,202.10)

(1,180,798,269.03)

(1,194,939,301.72)

EAT

10,115,774,743.92

10,305,174,674.34

10,476,496,818.88

10,627,184,421.29

10,754,453,715.51

Penyesuaian Depresiasi

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

Pengembalian Pinjaman

13,287,794,743.92

13,477,194,674.34

13,648,516,818.88

13,799,204,421.29

13,926,473,715.51

Penyesuaian

SALDO AKHIR

I-122

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 6.12 Laporan Arus Keuangan (Cashflow) RSIA Healthy (Lanjutan)


Tahun

15

16

17

18

19

20

83,502,229,254.24

87,677,340,716.95

92,061,207,752.80

96,664,268,140.44

101,497,481,547.46

106,572,355,624.83

83,502,229,254.24

87,677,340,716.95

92,061,207,752.80

96,664,268,140.44

101,497,481,547.46

106,572,355,624.83

Biaya Operasional

(68,268,790,782.20)

(72,364,918,229.13)

(76,706,813,322.88)

(81,309,222,122.25)

(86,187,775,449.58)

(91,359,041,976.56)

Total Pengeluaran

(68,268,790,782.20)

(72,364,918,229.13)

(76,706,813,322.88)

(81,309,222,122.25)

(86,187,775,449.58)

(91,359,041,976.56)

EBITDA

15,233,438,472.04

15,312,422,487.82

15,354,394,429.92

15,355,046,018.19

15,309,706,097.87

15,213,313,648.27

Depresiasi dan Amortisasi

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

(3,172,020,000.00)

EBIT

12,061,418,472.04

12,140,402,487.82

12,182,374,429.92

12,183,026,018.19

12,137,686,097.87

12,041,293,648.27

PENERIMAAN
Equity
Pinjaman
Penerimaan Operasional
Total Penerimaan
PENGELUARAN
Biaya Investasi

Bunga Pinjaman

I-123

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

EBT

12,061,418,472.04

12,140,402,487.82

12,182,374,429.92

12,183,026,018.19

12,137,686,097.87

12,041,293,648.27

Pajak

(1,206,141,847.20)

(1,214,040,248.78)

(1,218,237,442.99)

(1,218,302,601.82)

(1,213,768,609.79)

(1,204,129,364.83)

EAT

10,855,276,624.84

10,926,362,239.04

10,964,136,986.93

10,964,723,416.37

10,923,917,488.09

10,837,164,283.44

Penyesuaian Depresiasi

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

3,172,020,000.00

Pengembalian Pinjaman

14,027,296,624.84

14,098,382,239.04

14,136,156,986.93

14,136,743,416.37

14,095,937,488.09

14,009,184,283.44

Penyesuaian

SALDO AKHIR

I-124

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


VI.5

PENILAIAN INVESTASI
Dari perkiraan laporan keuangan pada sub-bab sebelumnya, maka akan

dilakukan penilaian investasi dengan menggunakan metode yang cukup populer di


bidang keuangan, yaitu :

Net Present Value

Payback Period

Interest Rate of Return

Sensitivity Analysis

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel 6.12 berikut :

Tabel 6.13 Rekapitulasi Hasil Penilaian Investasi Proyek RSIA Healthy

IRR

14.98%

NPV

44,313,118,549.29

Payback Period

8 tahun

IRR Investor per Tahun


30%

10%

20

18

16

14

12

10

-10%

0%

Persentase IRR

20%

-20%
-30%
-40%
Tahun

SBI (8%)

IRR Tahunan

Grafik 6.2 IRR Investor per Tahun

125

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

IRR Proyek Per Tahun

Persentase IRR

20%
15%

14.98%

10%
5%
0%
-5%

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

-10%
-15%
-20%
-25%
-30%
Tahun

SBI (8%)

IRR Tahunan

Grafik 6.3 IRR proyek per Tahun

Sensitivity Analysis
Sensitivity analysis merupakan sebuah sarana untuk menganalisa simulasi
cashflow apabila terjadi perubahan-perubahan pada asumsi yang telah dibuat di
awal. Tujuannya adalah untuk dapat mempersiapkan tindakan-tindakan yang sesuai
dengan perubahan yang diramalkan akan terjadi pada kondisi finansial.

Asumsi perubahan yang dianalisa adalah :

Suku Bunga Pinjaman 10%, 15%, 18% (Current Value : 12 %)

Kenaikan Penerimaan 4%, 6%, 7%, 8% (Current Value : 5 %)

Berdasarkan sensitivity analysis yang dilakukan, diketahui perubahan atas aspek


yang ditinjau (IRR, NPV dan Payback Period) adalah sebagai berikut.

126

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Skenario Perubahan " Suku Bunga "


20.00%

% IRR

15.00%
15.71%

14.98%

10.00%

13.73%
12.19%

5.00%
0.00%
10%

12%

15%

18%

% Suku Bunga
Grafik 6.4 Skenario Perubahan Suku Bunga (terhadap IRR)

Skenario Perubahan " Suku Bunga "

NPV

6.00E+10
5.00E+10
4.00E+10

48,034,676,933.42
37,478,832,274.04
44,313,118,549.29

3.00E+10
2.00E+10

28,208,278,883.01

1.00E+10
0.00E+00
10%

12%

15%

18%

% Suku Bunga
Grafik 6.5 Skenario Perubahan Suku Bunga (terhadap NPV)

127

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Payback Period

Skenario Perubahan " Suku Bunga "


10
8
6

4
2
0
10%

12%

15%

18%

% Suku Bunga

Grafik 6.6 Skenario Perubahan Suku Bunga (terhadap Payback Period)

Skenario Perubahan " Kenaikan Penerimaan "

Perubahan IRR

30.00%
25.00%
22.48%

20.00%

25.31%

19.19%

15.00%

14.98%

10.00%
5.00%

8.16%

0.00%
4%

5%

6%

7%

8%

% Perubahan Penerimaan

Grafik 6.7 Skenario Perubahan Kenaikan Penerimaan (terhadap IRR)

128

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Skenario Perubahan " Kenaikan Penerimaan "


2.5E+11
204,561,026,750.65

Nilai NPV

2E+11
1.5E+11

145,376,064,798.96

1E+11

92,312,449,269.02

5E+10

44,313,118,549.29

638,375,451.46

4%

5%

6%

7%

8%

% Perubahan Penerimaan

Grafik 6.8 Skenario Perubahan Kenaikan Penerimaan (terhadap NPV)

Skenario Perubahan " Kenaikan Penerimaan "

Payback Period

10
8

9
8

7%

8%

4
2
0
4%

5%

6%

% Perubahan Penerimaan
Grafik 6.9 Skenario Perubahan Kenaikan Penerimaan (terhadap Payback Period)

Dari hasil analisa tersebut diketahui bahwa skema pendanaan seperti yang telah
dilakukan diatas tetap mampu mempertahankan kelayakannya terhadap perubahan
persentase kenaikan penerimaan dan suku bunga pinjaman.

129

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

VI.6

REKOMENDASI
Berdasarkan analisis pada aspek ekonomi dan keuangan, ditinjau dari

perkiraan modal kerja, perkiraan biaya investasi, proyeksi laporan keuangan dan
penilaian atas investasi, maka Proyek RSIA Healthy ini dapat dikatakan layak.

KESIMPULAN
VII.1

HASIL ANALISIS ASPEK KELAYAKAN


Berdasarkan uraian dan analisa studi kelayakan yang telah dijabarkan pada

bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :


1. Segi Pasar, diketahui pasar yang begitu besar terhadap kebutuhan kesehatan
ibu dan anak baru dikelola bahwa oleh sebagian kecil RS yang bergerak khusus
melayani kebutuhan ibu dan anak. Sehingga peluang untuk RSIA Healthy ini
mampu menjalankan usaha kesehatannya dengan baik masih begitu besar.
2. Segi

Perekonomian,

pembukaan

RSIA

Healthy

ini

dapat

membantu

meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak. Dan


apabila tingkat kesehatan ibu dan anak meningkat, maka akan meningkatkan
kemampuan serta daya saing bangsa secara keseluruhan.
3. Segi hukum, RSIA Healthy memiliki dasar hukum yang kuat dan diakui sebagai
Perseroan Terbatas dan telah memenuhi seluruh prosedur perijinan pendirian
dan penyelenggaraan Rumah Sakit.

130

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


4. Segi

produk,

RSIA

Healthy

menyediakan

fasilitas

kesehatan

secara

menyeluruh kepada pasiennya terutama ibu dan anak. Terdiri dari tiga produk
utama yaitu rawat inap, pelayanan medis (poliklinik) dan penunjang medis.
Untuk pelayanan medical check-up dan poliklinik RSIA Healthy membuka diri
terhadap pasien diluar target pasar utama.
5. Segi teknologi, RSIA Healthy menggunakan alat-alat medis dengan teknologi
terkini yang menghasilkan perawatan kesehatan dengan kualitas tinggi. Selain
mesin peralatan medis, RSIA Healthy juga menggunakan Hospital Management
System dimana tingkat kenyamanan dan kemudahan perawatan kepada pasien
sangatlah tinggi.
6. Segi lokasi, lokasi tempat RSIA Healthy ini berdiri merupakan lokasi yang
sangat strategis. Terletak di salah satu sisi jalan arteri yang merupakan jalur
utama di Jakarta Selatan, dekat dengan daerah perumahan dan kawasan
perkantoran.
7. Segi manajemen SDM, memperkerjakan tenaga medis yang ahli dibidangnya
dengan gaji yang ditawarkan telah disesuaikan dengan latar belakang,
pengalaman dan budget perusahaan.
8. Segi penawaran, tingkat permintaan masih lebih tinggi dibandingkan dengan
tingkat penawaran yang ada, terutama di Jakarta Selatan.
9. Segi promosi dan service yang ditawarkan. RSIA Healthy menawarkan
pelayanan kesehatan yang memuaskan dengan harga yang relatif terjangkau,
desain interior yang membuat pasiennya tidak merasa berada di rumah sakit
membuat tingkat kenyamanan semakin tinggi.
10. Segi keuangan, biaya-biaya, kewajiban dan harta yang digunakan sebanding
dengan modal yang ada. Modal yang digunakan adalah modal sendiri (30%) dan
modal pinjaman (70%).
11. Segi penilaian investasi, berdasarkan parameter penilaian investasi, RSIA
Healthy memiliki tingkat pengembalian investasi yang cukup menguntungkan
dan relatif aman dari analisa sensitivitas.

VII.2

PENUTUP
Feasibility study adalah untuk menentukan kelayakan suatu proyek, dalam hal

ini untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan Rumah Sakit Ibu Dan Anak di
daerah Pejaten. Dalam prosesnya terdapat beberapa aspek yang dinilai diantaranya

131

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy


aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen dan
organisasi, aspek hukum dan legalitas serta aspek ekonomi dan keuangan.
Dari analisis pada masing-masing aspek kemudian diketahui bahwa RSIA
Healthy memenuhi syarat kelayakan.

132

Kelompok 3
Adecya Indah M. Arif - Sondy

Anda mungkin juga menyukai