Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS
Identitas Pasien
Nama : Ny. I
Usia : 26 tahun
Alamat : Kampung Nangewer Kel. Suku Jaya RT 13 RW 05 Kota Sukabumi
Pendidikan terkahir : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Suku : Sunda
Tanggal masuk : 13-06-2014
Identitas Suami
Nama : Tn. N
Usia : 32 tahun
Alamat : Kampung Nangewer Kel. Suku Jaya RT 13 RW 05 Kota Sukabumi
Pendidikan terkahir : SMP
Pekerjaan : Buruh
Agama : Islam
Suku : Sunda
B. ANAMNESA
Keluhan Utama
Os mengeluh sering mulas-mulas dan keluar air.
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien G2P1A0 parturien aterm menurut HPHT, datang ke IGD RSUD R. Syamsudin. OS
diantar oleh suaminya dengan keluhan sering mulas-mulas mulai jam 02.00 WIB dan keluar

air pada jam 04.00 WIB, keluarnya lendir campur darah disangkal dan gerakan janin masih
dirasakan.
Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Hipertensi : disangkal

Riwayat DM : disangkal

Riwayat Asma : disangkal

Riwayat Penyakit Jantung : disangkal

Riwayat Operasi : disangkal

Riwayat Alergi : disangkal

Riwayat Penyakit keluarga : Tidak ada


Riwayat Menstruasi

Menarche : 13 tahun

Siklus : 28 hari

Durasi Haid : 7 hari

Dismenorea : +

HPHT : 20-08-2013

Taksiran Persalinan : 27-05-2014

Riwayat Pernikahan

Menikah : menikah pertama kali.

Usia saat awal menikah 21 tahun.

Hamil saat usia 21 tahun

Riwayat Kontrasepsi :

Pasien pernah menggunakan KB suntik selama 6 bulan.

Tidak ada keluhan selama menggunakan KB

Riwayat Obstetri

Pasien memiliki riwayat anemia dalam kehamilan (Hb: 8 gr/dl)


Hamil
ke
1

L/P
P

Hamil

Umur/abortus Tempat

Penolong

Cara

Catatan

7 bulan

lahir
RS.

Bidan

Persalinan
Spontan

(gram)
3300 kg

Syamsudin
RS.

Bidan

Spontan

3200 kg

ini

Syamsudin

C. STATUS GENERALIS

Keadaan umum : Tampak tenang

Kesadaran : Compos Mentis

Tekanan darah : 110/70 mmHg

Frekuensi nadi : 86x/menit

Frekuensi napas : 20 x/menit

Suhu : 36.7oC

Berat badan : 64 kg

Tinggi badan : -

D. PEMERIKSAAN FISIK UMUM

Kepala : normocephali, deformitas (-)


Wajah : Simetris
Mata : konjungtiva anemis -/-, sclera -/ Mulut : mukosa oral basah
Leher : tidak teraba massa, pembesaran KGB -

Thorax
Jantung : Bunyi jantung I&II regular, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing -/ Mammae : hiperpigmentasi areola +/+, retraksi putting -/-, ASI-/-

Abdomen
Inspeksi : cembung

Palpasi : lembut
Perkusi : Auskultasi : BU (+) normal

Ekstremitas
Superior

Inferior

Edema -/-

Edema -/-

Sianosis -/-

Sianosis -/-

Capillary Refill Time <2 dtk

Capillary Refill Time <2 dtk

E. PEMERIKSAAN OBSTETRIK

Inspeksi : membuncit, sriae graviradum +,

Palpasi :
Leopold 1 : TFU 33cm, teraba lunak
Leopold 2 : teraba bagian yang memanjang dank eras di sebelah kanan, dan
bagian yang kecil-kecil dan terpisah disebelah kiri.
Leopold 3 : teraba bagian yang bundar, keras dan melenting.
Leopold 4 : konvergen

Auskultasi :
BJA : 140x/menit, reguler

Kontraksi uterus : 4-5x/ 10 menit. Durasinya 60-90 detik.

Pemeriksaan dalam :
Vulva dan vagina : tidak ada kelainan
Portio : tidak teraba
Pembukaan : lengkap
Ketuban : (-) hijau
Presentasi : kepala hodge III

F. PERJALANAN PERSALINAN

Pukul 04.40 lahir bayi spontan dengan jenis kelamin perempuan dan BB 3200 gr.
10 menit setelah itu, lahir placenta. Os mengalami ruptur jalan lahir dan kemudian
di lakukan hecting.

Perdarahan post partum : 500cc

G. PEMERIKSAAN POST PARTUM


Tanggal 13-06-2014
Pukul 05.30

2 Jam Post Partum

Hb : 6.5 gr/dl

Keadaan umum : baik

Ht: 22.4%

Fundus uteri : sepusat

Leukosit : 7.700

Kontraksi Uterus : keras

Trombosit : 210.000

Tekanan Darah : 110/70 mmHg


Perdarahan : 30 cc

H. FOLLOW UP
Tanggal
14 Juni 2014

Hasil Pemeriksaan
S : tidak ada keluhan

Terapi
Transfusi PCR

O : TTV TD:110/70 mmhg,N:104x/menit, Cefadroxil 2x


R : 20x/menit, S : 370C

Asam mefenamat 3x500

Mata KA +/+

Hemafort 1x1

Abdomen TFU 2 jari dibawah pusat,


kontraksi uterus keras
15 Juni 2014

Lokia rubra 20cc


S : tidak ada keluhan

Perbaikan KU

O : TTV TD:130/80 mmHg, N:80x/m, Transfusi s/d Hb>8


S:Aff, R: 20x/m
Mata KA+/+
Abdomen : TFU 2 jari dibawah pusat,
kontraksi uterus keras
Lokia rubra 20cc
Hb : 6.6 gr/dl, Ht : 20,6 %, Leukosit :

16 Juni 2014

7.100, trombosit : 20.9000/ul


S : tidak ada keluhan

Transfusi PCR

O : TTV 130/90 mmHg, N:84x/menit,

Cefadroxil 2x1

S : Aff, R: 28x/menit

Asam mefenamat 3x1

Mata : KA+/+

Hemafort 2x1

Abdomen TFU 2 jari dibawah pusat


17 Juni 2014

Lochia rubra minimal


S : tidak ada keluhan
O : TTV 150/100 mmHg, N:92x/menit,
S : Aff, R: 24x/menit
Mata : KA-/Abdomen TFU 3 jari dibawah pusat
Hb : 8,5 gr/dl, Ht : 25,1 %, leukosit :
7.300, trombosit : 261.000/ul

I. RESUME
Pasien G2P1A0 parturien aterm menurut HPHT, datang ke IGD RSUD R. Syamsudin
dengan keluhan sering mulas-mulas dan keluar air dari jalan lahir. Pada pemeriksaan fisik
pasien tampak compos mentis dengan tekanan darah 110/70 mmHg. Pada pemeriksaan dalam
ditemukan pembukaan sudah lengkap dengan portio tidak teraba, ketuban (-) hijau dan
presentasi kepala hodge III. Os kemudian partus spontan dengan robekan jalan lahir dan
dilakukan hecting. Perdarahan post partum sekitar 500cc.
J. DIAGNOSIS KERJA
Anemia ec perdarahan post partum dini
Perdarahan post partum dini e.c robekan jalan lahir + anemia dalam kehamilan
K. TATALKASANA

Transfusi PRC

Observasi keadaan umum

Observasi masa nifas

Observasi perdarahan

Cek Hb

PEMBAHASAN
Permasalahan :
1. Bagaimana diagnosis kasus bisa ditegakkan ?
2. Apa faktor penyebab kasus ini ?
3. Bagiamana tatalaksana pasien ini dibandingkan dengan keilmuannya ?
Pembahasan :
1. Bagaimana diagnosis kasus bisa ditegakkan ?
Anemia adalah kekurangan hemoglobin yang dapat dapat menyebabkan penurunan
jumlah sel darah merah. Karena kemampuan darah untuk membawa oksigen berkurang,
maka individu akan terlihat pucat dan lemas.
Dua penyebab tersering anemia selama kehamilan dan nifas adalah defisiensi zat besi dan
kehilangan darah akut. Tidak jarang keduanya berkaitan erat karena kehilangan darah
dalam jumlah besar disertai hilangnya zat besi hemoglobin serta habisnya simpanan zat
besi.
Perdarahan (akut atau kronik, interna atau eksterna, jelas atau samar)
Perdarahan yang jelas (dari perdarahan per vaginam) menjadi suatu keterangan yang
nyata untuk anemia.

Perdarahan post partum adalah perdarahan yang melebihi 500 ml setelah janin lahir.
Perdarahan post partum diklasifikasikan menjadi :

Perdarahan post partum dini yaitu perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama
sesudah janin lahir.
Perdarahan pos partum lambat yaitu perdarahan yang terjadi setelah 24 jam setelah
janin lahir.
Pada kasus ini, Os mengalami perdarahan 500 cc setelah janin lahir dan terjadi
kurang dari 24 jam pertama setelah persalinan, maka perdarahan yang dialami Os
merupakan perdarahan post partum dini. Os juga mengalami robekan jalan lahir.

2. Apa faktor penyebab kasus ini ?


Dalam kasus ini, Os mengalami anemia diakibatkan perdarahan post partum yang
disebabkan oleh robekan jalan lahir. Perdarahan postpartum secara etiologi disebabkan
oleh :
Tonus, misalnya hipotoni sampai atonia uteri
Trauma, misalnya episiotomi yang melebar, rupture uteri, robekan pada perineum,
vagina, dan serviks.
Tissue, misalnya sisa plasenta
Trombin, misalnya kelainan koagulasi
Penyebab perdarahan pada kasus ini yang akhirnya menyebabkan anemia adalah robekan
jalan lahir. Perdarahan yang terjadi saat kontraksi uterus baik, biasanya, karena ada
robekan atau sisa plasenta.
Pada umumnya robekan jalan lahir terjadi pada persalinan dengan trauma. Pertolongan
persalinan yang semakin manipulatif dan traumatik akan memudahkan robekan jalan
lahir. Robekan jalan lahir bianya akibat episiotomi, robekan perineum, trauma forseps
atau vakum ekstraksi.
Robekan yang terjadi bisa ringan (lecet, laserasi), luka episiotomi, robekan
perineum spontan derajat ringan sampai ruptur totalis (sfingter ani terputus), robekan
pada dinding vagina, forniks uteri, serviks, daerah sekitar klitoris dan uretra dan bahkan
yang terberat rupture uteri.

Selain itu, pasien selama kehamilan juga mengalami anemia sehingga dapat
memperberat anemia post partum. Anemia dalam kehamilan.
4. Bagiamana tatalaksana pasien ini dibandingkan dengan keilmuannya ?

Tatalaksana perdarahan
1). Terhadap perlukaan jalan lahir dilakukan penjahitan luka.
Macam2 hecting..
2). Berikan cairan intravena dan transfusi darah
3). Berikan Oksitosin
4) Obat-obatan
Tatalksana Anemia
1). Transfusi darah