Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Kemampuan Bahasa anak merupakan salah satu unsur
yang

dikembangkan

di

Taman

Kanak-

Kanak.

Metode

penyampaian di kelas tidak mengalami perubahan maka dari itu


guru memiliki salah satu metode atau gabungan metode yang
sesuai

dengan

kemampuannya,

fasilitas,

kegiatan

belajar

mengajar yang dapat disajikan, disesuaikan pula dengan bahan


bahan pengembangan dan kebutuhan, minat, kemampuan
anak serta lingkungannya.
Percakapan merupakan salah satu bentuk komunikasi
antar pribadi dalam berkomunikasi merupakan proses dua arah.
Untuk terjadinya komunikasi dalam percakapan diperlukan
keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara. Dalam
bercakap- cakap tiap anak yang terlibat dalam kegiatan itu
ingin membicarakan segala sesuatu yang diketahui, dimiliki
yang dialami kepada anak lain atau guru.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,
dirumuskan suatu masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah peningkatan hasil metode

maka

dapat

percakapan

terhadap kemampuan bahasa anak kelompok B pada Taman


Kanak Kanak Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak Larangan
Pamekasan Tahun Pelajaran 2012-2013.

2. Bagaimana

pengaruh

penggunaan

metode

percakapan

terhadap kemampuan bahasa anak pada Kelompok B pada


Taman Kanak- Kanak Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak Larangan
Pamekasan Tahun Pelajaran 2012-2013.
C. Tujuan penelitian
Sesuai dengan permasalahan diatas, penelitian ini ber tujuan
untuk :
1. Mengetahui peningkatan hasil belajar anak didik Taman
Kanak- Kanak Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak Larangan
Pamekasan Tahun Pelajaran 2012-2013.
2. Mengetahui pengaruh metode percakapan

terhadap

kemampuan bahasa anak.


D. Hipotesa
Berdasarkan

pada

permasalahan

dalam

penelitian

tindakan yang berjudul Pengaruh Metode Percakapan Terhadap


Kemampuan Bahasa Anak Pada Kelompok B Taman KanakKanak Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak Larangan Pamekasan
Tahun Pelajaran 2012-2013. Yang dilakukan oleh peneliti, dapat
dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut :
Jika proses belajar mengajar anak didik Taman Kanak
Kanak Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak Larangan Pamekasan
menggunakan

metode

percakapan

dalam

menyampaikan

materi pembelajaran, maka dimungkinkan hasil belajar anak


didik Taman Kanak Kanak Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak
Larangan Pamekasan akan lebih baik dibandingkan dengan

proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru sebelumnya


.
E. Manfaat Penelitian
Peneliti ini diharapkan bermanfaat :
1. Bagi anak didik untuk meningkatkan pemahaman materi
berbahasa dengan metode percakapan.
2. Dengan seringnya kegiatan bercakap-cakap diadkan semakin
banyak informasi baru yang diperoleh anak yang bersumber
dari guru atau dari anak lain.
3. Bagi guru dapat memberikan tambahan kegayaan mengajar
dengan

bantuan

metode

percakapan

sehingga

tujuan

pembelajaran dapat tercapai dengan baik.


F. Batasan Masalah
Untuk memudahkan pembahasan, penulis membatasi
permasalahan sebagai berikut :
Tentang metode percakapan.
Tentang kemampuan bahasa anak.
Pengaruh penggunaan metode percakapan
kemampuan anak.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Metode Percakapan
1. Metode Percakapan Sangatlah Penting di TK

terhadap

Percakapan adalah kegiatan yang mempunyai arti


saling mengkomunikasi pikiran, perasaan, dan kebutuhan
secara verbal mewujudkan kemapuan bahasa resepsif dan
bahasa ekspresif. Menurut Hetherington dan Park dan 3
(tiga) hal yang dilakukan dalam bentuk percakapan :
a. Mengukur pemahaman yang didengarnya secara pasti
b. Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak
jelas ia dapat memberikan kepada si pembaca.
c. Ia dapat menentukan informasi tambahan

yang

dibutuhkan agar dapat menerima.


Dapat disimpulkan bahwa metode percakapan ialah
kegiatan percakapan antara guru dengan murid atau murid
dengan murid tentang suatu topik tertentu yang bertujuan
untuk

mengembangkan

kemampuan

berbicara

dan

mendengarkan anak.
2. Langkah-langkah
Percakapan
a. Percakapan bebas
Tidak ada pokok

Dalam

tertentu

Pelaksanaan

yang

harus

Metode

dibicarakan

sehingga banyak kemungkinan bahwa percakapan dari


satu objek ke objek lain.
b. Percakapan merupakan pokok
Kegiatan yang dimaksud untuk memberikan tentang
suatu pokok. Maka pernyataan-pernyataan guru tentunya
pada sekitar pokok untuk itu perlu alat peraga.
Percakapan gambar seri

Dalam kegiatan ini anak-anak bercakap-cakap dengan


dipimpin oleh guru mengenai isi gambar seri yang dipakai
sebagai pokok pembicaraan itu.
B. Tinjauan Tentang Kemampuan Bahasa Anak
1. Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting
dalam kehidupan manusia

karena

disamping berfungsi

sebagai alat untuk menyatakan pikiran dan perasaan kepada


orang lain juga sekaligus berfungsi sebag alat untuk
memahami

perasaan

dan

pikiran

orang

lain.

Tujuan

percakapan dapat diarahkan pada pengembangan aspekaspek perkembangan anak TK yang sesuai. Hakikatnya
percakapan merupakan salah satu bentuk komunikasi dalam
percakapan perlu keterampilan mendengar dan keterampilan
berbicara.
2. Aspek-aspek percakapan
a. Perkembangan kognitif
Ialah kemampuan penalaran,

pemecahan

masalah,

mengenal lingkungan fisik dan sebagainya.


b. Perkembangan bahasa
Ialah kemampuan menangkap makna bicra orang lain dan
kemampuan menanggapi pembicaraan orang lain secara
lisan.
c. Perkembangan emosi
Ialah kemampuan perasaan

menyatkan

perasaan

senang/tidak senang, mengenai oarang lain, beban,


situasi, keindahan dan pekerjaan tertentu.
d. Perkembangan sosial

Ialah mengatur tingkah laku terhadap orang lain. Cinta


kasih dan minat kepada anggota keluarga di rumah dan
sebagainya.
e. Perkembangan konsep diri
Ialah daya kreatif yang berkembang, menyebabkan anak
mampu menginterpretasi dan menanggapi sesuatu yang
dihadapi.
C. Pengaruh Metode Percakapan Terhadap Kemampuan
Bahasa Anak
Kemampuan

bahas

anak

adalah

merupakan

alat

komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia


karena di samping berfungsi sebagai alat untuk menyatakan
pikiran. Jadi baik secara langsung atau tidak langsung dalam
percakapan. Di mana pada awalnya beralih pada percakapan.
Semakimluas percapakapan, bertambahnya usia dan semakin
banyak anak mendengar bertambah pula kosakata anak yang
berakibat

pada

meningkatnya

keterampilan

anak

dalam

percakapan, walaupun struktur bahasa anak masih sangat


sederhana sekali.
Tujuan metode percakapan adalah siswa berinteraksi
dengan lingkungannya yang telah diatur guru melalui proses
pengajaran. Penggunaan metode percakapan adaah yang
sesuai dengan prosedurnya itu merupakan salah satu uapaya
guru untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak, denga
menggunakan metode maka belajar siswa akan lebih meningkat

dan siswa tidak cepat bosan, karena tidak hanya percakapan


tetapi juga diberi suatu permainan.
BAB III
METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action


rearch),

karena

penelitian

dilakukan

untuk

memecahkan

masalah pembelajaran dikelas. Penelitian ini juga termasuk


penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu
teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang
diinginkan dapat dicapai.
A. Tempat, Waktu, dan Subyek Penelitian
1. Tempat penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan
dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang
diinginkan. Penelitian ini bertempat di Taman Kanak
Kanak

Muslimat

NU

Al-

Jufri

XI

Trasak

Larangan

Pamekasan.
2. Waktu penelitian
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya
penelitian atau saat penelitian ini berlangsung. Penelitian
ini dilaksanakan pada bulan Oktober tahun pelajaran
2012-2013
3. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah anak didik kelompok B Taman
Kanak Kanak Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak Larangan
Pamekasan.
7

Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan Peneliatian Tindakan Kelas
(PTK). Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM, PTK adalah suatu
bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan untuk
meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka
dalam

melaksanakan

terhadap

tugas,

tindakan-tindakan

memperdalam
yang

dilakukan

pemahaman
itu,

serta

memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut


dilakukan (dalam Mukhlas,2000;3).
Sedangkan menurut Mukhlis (2000; 5) PTK adalah suatu
bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku
tindakan

untuk

memperbaiki

kondisi

pembelajaran

yang

dilakukan.
Adapun

tujuan

utama

memperbaiki/meningkatkan

dari

praktek

PTK

adalah

pembelajaran

untuk
secara

berkesinambungan, sedangkan tujuan penyetaannya adalah


menumbuhkan budaya meneliti dikalangan guru (Muklis, 2000;
5).

Putaran 1
Sesuai

dengan

jenis

penelitian

yang

dipilih,

yaitu

Putaran
Putaran23

penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model


penelitian tindakan dari kemmis dab Teggart (dalam Sugiarti,
1997; 6), yaitu berbentuk spiral dan siklus yan kesatu siklus ke
Rencana yang direvisi
siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi Planning
(rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan
reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah
Rencana awal/rancangan
perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan dan
rekleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan
pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan.

Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat


dilihat pada gambar berikut :

Gambar 3.1 Alur PTK

Rekleksi
Tinadakan/ observasi
Rekleksi
Penjelasan alur diatas adalah :
Tinadakan/ observasi
1. Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian
peneliti menyusun
Rekleksi rumusan masalah, tujuan dan membuat
rencana tindakan, termasuk di dalamnya instrumen
Tinadakan/ observasi
penelitian dan perangkat pembelajaran.
2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan
oleh

peneliti

sebagai

upaya

membangun

pemahaman

konsep anak didik serta mengamati hasil atau dampak dari


diterapkannya metode pembelajran percakapan.
3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan
hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasrkan
lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat.
4. Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan refleksi dari
pengamat

membuat

rancangan

yang

direvisi

untuk

dilaksanakan pada siklus berikutnya.


Observasi dibagi dalam tiga putaran yaitu putaran 1, 2, 3,
dimana masing-masing putaran dikenai perlakukan yang
sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub
kelompok yang diakhiri dengan tes formatif diakhiri masing
putaran dibuat dalam tiga putaran dimaksudkan untuk
memperbaiki sistem pengajaran yang telah dilaksanakan.
B. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari :
1. Silabus
Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang
kegiatan pembelajaran mengolah kelas.
10

2. Rencana Kegiatan Harian (RKH)


Yaitu berisi lingkup perkembangan, TTP (Tingkat Pencapaian
Perkembangan),
pencapaian

CP

(Capaian

perkembangan,

Perkembangan)
KBM

Indikator

(Kegiatan

Belajar

Mengajar).
C. Metode Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian indi diperoleh
melalui

observasi

pengolahan

belajar

dengan

metode

percakapan, obsevasi aktifitas ank didik dan guru.

D. Teknik Analisa Data


Untuk mengetahui

keefektifan

suatu

metode

dalam

kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada


penelitian

ini

menggunakan

teknik

analisa

deskriptif

kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat


menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan yang
diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar
yang dicapai anak didik juga memperoleh respon anak didik
terhadap kegiatan pembelajaran serta aktifitas anak didik
selama proses pembelajaran.
Ada dua kategori ketuntasan

belajar

perorangan

Berdasarkan

dan

secara

klasikal.

yaitu

secara
petunjuk

pelaksanaan belajar mengajar kurikuum mengacu pada


Permen 58 tahun 2009, yaitu seorang anak telah tuntas
belajar apabila mencapai skor 65% atau nilai 65 dan kelas
tersebut tuntas belajar bila dikelas tersebut terdapat 85%

11

yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama


dengan 65%. Untuk menghitung persentase ketuntasan
belajar digunakan rumus sebagai berikut :

P=

siswa yang tuntas belajar


X 100%
siswa

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Data

observasi

dengan

metode

percakapan

berupa

pengamatan aktivitas anak didik TK Muslimat NU Al- Jufri XI


Trasak Larangan Pamekasan Tahun Pelajaran 2012-2013 dalam
proses pembelajaran
A. Analisa Data Penelitian persiklus
1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Pada
tahap
ini
peneliti

mempersiapkan

perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana


pelajaran 1, alat-alat pengajaran yang mendukung.
b. Tahap Penelitian dan Pelaksanaan

12

Pelaksanan kegiatan belajar mengajar untuk


siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 04 Oktober 2012 di
TK

Muslimat

NU

Al-

Jufri

XI

Trasak

Larangan

Pamekasan Tahun Pelajaran 2012-2013 dengan jumlah


anak didik 24 anak didik. Adapun proses belajar
mengajar mengacu pada rencana pelajaran seperti
biasa

yang

(observasi)

telah

dipersiapkan.

dilaksanakan

Pengamatan

bersamaan

dengan

pelaksanaan belajar mengajar.


N

Aspek Yang Dinilai

o
1
2
3
4

Nilai
1
3
4
3
3

Mengungkapkan perasaan
Mengenal kosakata
Menjawab pertanyaan guru
Argumentasi / penalaran
Jumlah

2
3
2
3
3

3
3
3
3
3

13 11 12

Skor Maksimum

4
15
15
15
15
6
0

15

Keterangan penilaian :
1=

: Belum mampu

2=

: Mampu dengan bantuan

3=

: Mampu

4=

: Mampu tanpa Bantuan


Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dengan

menerapkan

metode

percakapan

diperoleh

nilai

ketuntasan belajar mencapai 62,5% atau ada 15 anak


didik dari 24 anak didik sudah tuntas belajar. Hasil
tersebutmenunjukkan bahwa pada siklus pertama secara
klasikal

siswa

belum
13

tuntas

belajar,

karena

siswa

memperoleh nilai 65 hanya sebesar 62,5% lebih kecil


dari

persentase

ketuntasan

yang

dikehendaki

yaitu

sebesar 85%. Hal disebabkan karen murid-murid masih


merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan
guru dengan menerapkan metode percakapan.
2. Siklus II
a. Tahap perencanaan
Pada
tahap

ini

peneliti

mempersiapkan

perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana 2,


dan alat-alat pengajaran yang mendukung.
b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk
siklus II dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2012 di
kelas B di TK Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak Larangan
Pamekasan Tahun Pelajaran 2012-2013 dengan jumlah
anak didik 24 anak didik. Adapun proses belajar
mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan
pemperharikan revisi pada siklus I supaya tidak
terulang lagi pada siklus.

Pengamatan

(observasi)

dilaksanakan

bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.


N
o
1
2
3
4

Aspek Yang Dinilai

Nilai

Mengungkapkan perasaan
Mengenal kosakata
Menjawab pertanyaan guru
Argumentasi / penalaran

1
2
2
3
2

2
2
3
2
2

3
3
2
2
3

Jumlah

10

Skor Maksimum

14

17

4
17
17
17
17
6
8

Keterangan penilaian :
1=

: Belum mampu

2=

: Mampu dengan bantuan

3=

: Mampu

4=

: Mampu tanpa Bantuan


Dari tabel diatas diperoleh nilai ketuntasan belajar

mencapai 70,83% atau ada 17 anak didik dar 24 anak


didik sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa pada siklus II ketuntasan belajar secara klasikal
mengalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I.
Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah
guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran
akan selalu diadakan test sehingga pada pertemuan
berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu
siswa juga mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan
diinginkan oleh guru

dengan menggunakan metode

percakapan.
3. Siklus III
a. Tahap Perencanaan
Pada

tahap

ini

peneliti

mempersiapkan

perangkat pembelajarab yang sudah dipersiapkan


yang terdiri dari rencana pembelajaran berupa lembar
kerja siswa yang berisi pertanyaan guna mengukur
kemampuan bahasa anak dikelas B Taman KanakKanak Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak Larangan
Pamekasan Tahun Pelajaran 2012-2013.

15

b. Tahap kegiatan Dan Pengamatan


Pelaksanaan kegiatan dan pengamatan ini untuk
siklus III dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober
Nopember 2012 dikelas B dengan jumlah siswa 24
anak didik. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai
guru. Adapun proses belajar menggunakan rencana
pembelajaran yang telah direvisi dari siklus yang ke II,
sehingga

kesalahan dan kekurangan pada

siklus

sebelumnya tidak terulang pada siklus III. Pengamatan


(observasi)

dilaksanakan

bersamaan

dengan

pelaksanaan belajar mengajar.


N
o
1
2
3
4

Aspek Yang Dinilai

Nilai

Mengungkapkan perasaan
Mengenal kosakata
Menjawab pertanyaan guru
Argumentasi / penalaran

1
1
2
1
1

2
1
0
1
2

3
1
1
1
0

Jumlah

Skor Maksimum
Keterangan penilaian :
1=

: Belum mampu

2=

: Mampu dengan bantuan

3=

: Mampu

4=

: Mampu tanpa Bantuan

4
21
21
21
21
8
4

21

Dari hasil analisa tabel diatas dapat diperoleh


nilai dari 24 siswa telah tunta belajar sebanyak 21
dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar.

16

Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah


mencapai
tuntas).

sebesar
Hasil

87,5%

pada

(termasuk

siklus

III

ini

katagori

mengalami

peningkatan yang sangat signifikan daripada siklus


II. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus ke
III

ini

dipengaruhi

kemampuan

guru

oleh
dalam

adanya

peningkatan

menerapkan

metode

percakapan sehingga siswa lebih terbiasa dengan


pembelajaran

seperti

ini

sehingga

siswa

lebih

mudah memahami dan menerima materi yang


diberikan oleh guru.
c. Refleksi
Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah
dilaksanakan dengan baik maupun yang masih kurang
baik

dalam

metode

proses

percakapan.

belajar
Dari

dengan
data-data

menerapkan
yang

telah

diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut :


1. Dalam kegiatan pembelajaran di TK Muslimat NU AlJufri XI Trasak Larangan Pamekasan selama ini telah
melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik
meskipun masih ada beberapa aspek yang belum
dibenahi.
2. Kegiatan para pengembangan. Kegiatan penyiapan
bahan dan peralatan yang disiapkan dipergunkan
untuk membantu anak meningkatkan keberanian

17

mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan, dan


sikap dalm kaitan tema yang diperbincangkan dan
mendekatkan hubungan antar pribadi, kelompok
anak dalam kegiatan percakapan.
3. Kegiatan pengembangan. Guru membimbing anak
untuk mengungkapkan kegiatan keadaan, ciri-ciri
yang disediakan bahaya, menyampaikan hal-hal
yang diketahui sikap keinginannya.
4. Kegiatan penutup. Bagaimana anak memandang
dirinya dan memandang anak lain perlu pendapat,
bimbingan

guru,

agar

anak

menjadi pribadi yang sehat.

18

dapat

bertumbuh

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada bagian akhir dari penulisan laporan ini penulis
menarik kesimpulan sebagai berikut :
- Metode
percakapan
dapat
pengembangan

aspek

diarahkan

pada

perkembangan

anak

kelompok B TK Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak


-

Larangan Pamekasan Tahun Pelajaran 2012-2013.


Metode
percakapan
untuk
pengembangan
kemampuan bahasa, sosial dan konsep diri pada
anak di TK Muslimat NU Al- Jufri XI Trasak Larangan

Pamekasan Tahun Pelajaran 2012-2013.


Metode percakapan memerlukan penampilan fisik,
kemampuan psikologis yang dapat berdampak pada
pergaulan

dengan

anak

lain

belajar

dan

melaksanakan tujuan sekolah.


B. Saran
Adapun saran- saran yang dapat penulis kemukakan disini
adalah :
Metode

percakapan

meningkatkan
kemampuan

merupakan

kemampuan
berbahasa,

19

metode

pendengaran

kecakapan

anak

untuk
dan
dalam

membangun

kemampuan

dalan

berinteraksi

dan

berkomunikasi anatar guru dan sesama siswa, sehingga


metode percakapan perlu terus diterapkan di TK Muslimat

NU Al- Jufri XI Trasak Larangan Pamekasan.


Guru sering memberi kesempatan pada anak untuk
berdialog dan antar sesama siswa dan guru dalam
kaitannya meteri pembelajaran.

C. Penutup
Syukur Alhmdulillah, kami telah dapat menyelesaikan
tugas PTK ini yang judulnya Pengaruh Metode Percakapan
Terhadap Kemampuan Bahasa Anak Pada Kelompok B Taman
Kanak-Kanak
Pamekasan

Muslimat
Tahun

NU

Al-

Pelajaran

Jufri

XI

Trasak

2012-2013

ditulis

Larangan
sangat

sederhana namun penulis berharap agar isi PTK ini dapat


belajar mengajar di sekolah dengan baik.
Akhirnya dari kami ucapkan banyak terima kasih kepada
guru pembimbing kami juga kepada teman-teman sekalian
serta pihak-[ihak lain yang telah berkenan membantu dalam
menyelesaikan PTK yang diberikan kepada kami.

20

DAFTAR PUSTAKA

Dra. Moslichatoen, R. M.Pd. (1996). Metode Pengajaran di Taman


Kanak-kanak. Malang:IKIP Malang.
Horlock, Elizabeth. B.(1994). Perkebangan Bahasa Anak. Jakarta:
Erlangga.
Miftaul Asror. Mencetak Anak Berbakat : Surabaya :Jawara Surabaya
Moeleong, L.J.2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja
Rosdakarya
Moeslichatoen, 2004. Metode Pengajaran Di Taman Kanak- Kanak.
Jakarta : Reineka Cipta.

21