Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.

N B
DENGAN KADAR KOLESTEROL TINGGI
DI KELURAHAN BANGETAYU KULON RW VI RT 1

DISUSUN OLEH:
SUIS PRIYATI

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2014

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


A. Pengkajian Keluarga
I. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga
2. Usia
3. Pendidikan
4. Pekerjaan
5. Alamat
6. Komposisi Keluarga

:
:
:
:

Tn. N B
53 tahun
D3
Buruh
: Bangetayu Kulon RT 1 RW VI
: 6.1 Tabel Komposisi Keluarga

N
o.
1.
2.
3.

Nama
Tn.
B
Ny.
S
Sdr.V

JK

N L
P
L
T

Umu Pen

Hub
Suam
i
Istri
Anak

53
52
18

D3
D3
SMA

BCG

Status Imunisasi
Hepatit
Polio
DPT
is
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
- - - - - - - - - - - - - - - -

Ket
Camp
ak

P
6.2 Status Imunisasi
Ny.T mengatakan tidak tahu beliau ataupun suaminya
dulu diimunisasi atau tidak tetapi ada bekas di lengan
kiri yang menandakan pernah diimunisasi campak, anak
laki-lakinya

diimunisasi

lengkap

hanya

saja

anak

perempuannya tidak di imunisasi hepatitis karena dulu


masih mahal.
6.3 Genogram

Ket :
= Laki laki

= Klien

= Perempuan

Hub.

dengan

= Meninggal

Tinggal

keluarga
satu

rumah

6. Tipe Keluarga
Keluarga klien termasuk dalam tipe keluarga The Nuclear
Family dimana dalam keluarga terdiri dari suami, istri, dan
anak. Anak pertama klien sudah menikah dan tidak tinggal
bersama dalam satu rumah.
7. Suku dan Bangsa
Keluarga mempunyai suku bangsa yang sama baik dari suami maupun istri,
mereka sama sama berasal dari suku jawa,keluarga mengatakan bahwa
tidak mempunyai keyakinan- keyakinan yang khusus yang tidak sesuai
dengan norma kesehatan. Keluarga juga tidak

menggunakan jasa-jasa

pelayanan keluarga secara tradisiona, biasanya kalau ada anggota keluarga


yang menderita sakit suami atau istri langsung membawa ke klinik dokter
atau puskesmas terdekat. Keluarga menggunakan bahasa jawa untuk
percakapan sehari-hari dan tidak ada perilaku ataupun kebiasaan yang
mengakibatkan masalah kesehatan.
8. Agama
Seluruh anggota keluarga klien beragama Islam. Klien rutin
mengikuti kegiatan pengajian yang diadakan setiap malam
Jumat. Klien rutin melakukan shalat 5 waktu setiap hari.
Klien tidak mengalami kesulitan apapun dalam menjalankan
ibadah keagamaannya.
9. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Pendapatan keluarga diperoleh dari penghasilan suami dan
istri. Pengeluaran kebutuhan sehari hari untuk hidup
keluarga sudah cukup dan tidak kekurangan.
10. Aktifitas Rekreasi Keluarga
Ny. T mengatakan jika hari libur sering pergi jalan-jalan
sekeluarga untuk sekedar refreshing.

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


11. Tahap Perkembangan Saat Ini
Tahap perkembangan yang sedang dilalui oleh keluarga
klien saat ini berada dalam tahap VI yaitu Keluarga Anak
Dewasa dimana dalam tahap ini dimulai saat anak pertama
meninggalkan rumah dan berakhir saat anak terakhir
meninggalkan rumah. Oleh karena itu, anak pertama dalam
keluarga tersebut tidak tinggal dalam satu rumah bersama
keluarga.
12. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Tidak ada tahap perkembangan yang belum terpenuhi, Ny.T
merasa sudah memenuhi semua tahap perkembangan yang
disebutkan.
13. Riwayat Keluarga Inti
Riwayat Kesehatan KK (Tn. N B) : Ny.T mengatakan
suaminya tidak pernah sakit parah ataupun opname di
rumah sakit, sakit suaminya hanya saat terlalu lelah setelah
bekerja (kecapekan).
Riwayat Kesehatan Istri (Ny. T S) mengatakan saat usia SD
pernah terkena malaria akibat sering pindah tempat tinggal,
Ny. T juga memiliki riwayat asma 14 tahun yang lalu tetapi
sudah tidak pernah kambuh lagi karena Ny.T selalu minum
air putih dalam jumlah yang banyak. Pernah periksa
kolesterol 3 bulan yang lalu dan hasilnya 220.
Riwayat Kesehatan Anak : anak pertama tidak punya
riwayat penyakit kronis tetapi anak bungsu (An. V P) pernah
menderita TBC saat usia 2 tahun dan mengikuti pengobatan
selama 8 bulan rutin.
14. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Riwayat Kesehatan keluarga asal KK : Ny.T mengatakan
keluarga suami tidak pernah ada yang sakit sampai di
opname
sekarang.

bahkan

ibu

mertuanya

masih

sehat

sampai

Riwayat Kesehatan keluarga asal Istri : Ny.T mengatakan


kakak

laki-lakinya

menderita

diabetes

melitus,

dan

almarhum ayahnya pun dulunya menderita asma.


III. Lingkungan
15. Karakteristik Rumah :
15.1 Denah Rumah
Dapur/WC
5M

Kamar
Ruang Tamu

Ruang Keluarga

Tetangga
Kamar
7M
15.2 Karakteristik Lingkungan Rumah
Data Objektif : Lantai rumah keramik, dinding rumah
sudah bertembok, penerangan di rumah klien sudah
menggunakan listrik yang aman, dan anggota keluarga
tidak ada yang merokok. Ny.T mengatakan setiap 2
minggu sekali sprei dikamarnya selalu diganti.. Dirumah
tidak memiliki hewan peliharaan yang dapat membawa
virus penyakit. Lingkungan sekitar rumah bersih dan
rapi. Saat dilakukan pengkajian banyak

nyamuk

berterbangan karena pintu ataupun jendela jarang


dibuka sehingga banyak nyamuk yang bersarang di
ruang tamu.
Data
Subjektif

Ny.T

mengatakan

untuk

membersihkan rumah dikerjakan oleh klien sendiri saat


tidak lelah.
16. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW
Tipe lingkungan disekitar rumah klien adalah perumahan di
kelurahan. Tipe tempat tinggal klien adalah hunian milik

pribadi. Jalan disekitar lingkungan rumah klien baik, berupa


paving,

dan

tidak

banjir.

Pelayanan

kesehatan

dasar

terdekat yang ada disekitar lingkungan rumah klien adalah


Puskesmas. Terdapat pasar didepan kompleks perumahan
klien.
17. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga sudah tinggal di perumahan korpri bangetayu
Kulon ini sejak tahun 1996. Mobilitas sehari hari keluarga
menggunakan sepeda motor untuk bepergian.
18. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Keluarga memandang komunitas di sekitar rumah sangat
nyaman, menyenangkan dan aman. Antar tentangga rukun
dan bisa hidup damai dengan berdampingan satu sama
lain. Saling tolong menolong antar tetangga.
19. Sistem Pendukung Keluarga
Ny.T mengatakan saat ada anggota keluarga yang sakit
langsung

di

bawa

ke

pelayanan

kesehatan

terdekat

biasanya diantar anak ataupun suami.


IV. Struktur Keluarga
20. Pola Komunikasi Keluarga
Interaksi dalam keluarga paling sering dilakukan pada malam hari saat
seluruh anggota keluarga berkumpul. Pola komunikasi antar anggota
keluarga cukup terbuka. Ny.T mengatakan apabila ada masalah keluarga
biasanya selalu diselesaikan dengan cara diskusi dan bermusyawarah.
21. Struktur Kekuatan Keluarga
Keluarga Ny.T saling mendukung satu dengan yang lainnya. Respon
keluarga bila ada anggota keluarga yang bermasalah selalu mencari jalan
keluarnya secara bersama sama. Berkaitan jika adanya keluarga yang
sedang sakit selalu diusahakan oleh keluarga untuk berobat dan
mendapatkan perawatan semampu yang mereka lakukan.
22. Struktur Peran (Formal & Informal)
Tn. N B adalah sebagai kepala keluarga, pencari nafkah yang menjadi
buruh serabutan yang belum tentu jam kerjanya. Anak pertama dari Tuan
NB sudah berkeluarga dan sudah tidak tinggal satu rumah, sementara anak

ke 2 masih mahasiswa semester 3. Sedangkan Ny. T sebagai pengatur


rumah tangga, mampu bekerja sebagai seorang PNS di kelurahan
Bangetayu Wetan.
23. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga menerapkan nilai nilai agama pada setiap anggota keluarganya.
Tn. N menekankan kepada anaknya bila akan pulang terlambat ke rumah
harus memberitahukan kepada orang tua terlebih dahulu. Selain itu setiap
anggota harus saling memberitahu jika menghadapi masalah kepada
anggota keluarga yang lainnya. Nilai kesopanan dan nilai kejujuran
juga diutamakan oleh seluruh anggota keluarga terhadap
anggota keluarga yang lebih tua.

V. Fungsi Keluarga
24. Fungsi Afektif
Keluarga selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan
anggota keluarga yang lain. Dalam anggota keluarga
terjalin keakraban dan kasih sayang antara satu dengan
lainnya.
25. Fungsi Sosial
Sekitar lingkungan rumah klien nyaman dan aman untuk
bermain anak anak. Pola asuh dalam keluarga klien baik,
tidak mengekang keinginan anak dan selalu mengarahkan
anak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
26. Fungsi Perawatan Keluarga
26.1 Tugas Keluarga dalam Bidang Kesehatan
1) Kemampuan keluarga mengenal masalah
Ny.T
mengatakan
mengetahui
bahwa
anak
keduanya pernah menderita penyakit TBC atau
dalam bahasa awamnya plek dan sudah mengikuti
pengobatan selama 8 bulan.
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Tn.NB sebagai kepala rumah tangga dan imam didalam rumah
menjadi panutan.Setiap ada masalah dalam keluarga selalu Tn.NB

yang mengambil keputusan meskipun sebelumnya dilakukan


musyawarah antara anggota dalam rumah.
3) Kemampuan keluarga merawat anggota yang sakit
Ketika terdapat keluarga yang sakit, baik Tn. N ataupun Ny. T
selalu berusaha mengobati sakit tersebut dengan membawa ke
pelayanan kesehatan terdekat agar penyakitnya dapat segera di
sembuhkan dan anggota keluarga yang sakit dapat kembali sehat
seperti sedia kala.
4) Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan
yang sehat
Keluarga setiap

hari

membersihkan

lingkungan

tempat

tinggalnya. Ny. T mengatakan selama ia berada di rumah ia akan


selalu membersihkan rumahnya, dan membuang sampah pada
tempatnya. Tetapi saat dilakukan observasi banyak nyamuk yang
berterbangan di dalam rumah saat pintu ruang tamu terbuka.
5) Kemampuan
keluarga
menggunakan
fasilitas
kesehatan
Ny.T mengatakan bahwa apabila ada salah satu anggota keluarga
yang sakit maka keluarga akan membawa anggota keluarga
tersebut untuk berobat ke tempat pelayanan kesehatan.
26.2 Kebutuhan Nutrisi Keluarga
Ny. T mengatakan suami ataupun anaknya tidak
memilih-milih

makanan.

Tidak

ada

pantangan

makanan dalam keluarganya, karena suami tidak ada


riwayat penyakit.
26.3 Kebiasaan Tidur, Istirahat dan Latihan
Ny.T mengatakan biasa tidur malam pukul 00.00 dan
bangun pagi pukul 04.00, tidak ada gangguan tidur di
keluarga. Ny. T mengetahui maksimal tidur 8 jam
sehari.
27. Fungsi Reproduksi
Ny. T mengatakan melahirkan kedua anaknya dengan
normal dan sekarang Ny. T sudah berhenti menggunakan
KB karena sudah masuk usia menopause.
28. Fungsi Ekonomi

Anggota rumah tangga tidak mengalami kesulitan dalam


pemenuhan kebutuhan sehari hari karena sudah cukup.
VI. Stres dan Koping Keluarga
29. Stresor Jangka Pendek dan Panjang
Keluarga tidak mengalami stresor jangka pendek ataupun
jangka panjang.
30. Kemampuan Keluarga dalam Merespon terhadap Situasi
dan Stresor
Ny.T mengatakan jika mengalami stres dengan refreshing
jalan-jalan keluar kemana pun yang bisa menenangkan
pikiran sejenak dan jika pikiran sudah tenang kemudian
bermusyawarah tentang masalah yang sedang dihadapi
dalam keluarga.
31. Strategi Koping yang Digunakan
Ny.T mengatakan jika di dalam keluarga mendapati sebuah masalah maka
mereka mencoba untuk diskusi bersama anggota keluarga yang lain untuk
mencari jalan keluarnya. Ny.T mengatakan selama ini semua masalah yang
dihadapi bisa terpecahkan dengan musyawarah bersama angota keluarga.
32. Strategi Adaptasi Disfungsional
Dalam pengkajian keluarga tidak ditemukan perilaku atau cara cara keluarga
dalam mengatasi masalah secara maladaptif.

VII.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan

Nama anggota keluarga


Ny. T S
110/70
80x/menit
36
20x/menit
63kg
155cm
Mesochepal
Bersih, beruban
Kering
Sklera tidak ikterik,

fisik
Tekanan darah
Nadi
Suhu
RR
BB
TB
Kepala
Rambut
Kulit

Tn. N B
130/100
88x/menit
36
22x/menit
60kg
166cm
Mesochepal
Bersih, beruban
Kering
Sklera tidak ikterik,

Sdr. V P
110/80
90x/menit
36
18x/menit
71kg
167cm
Mesochepal
Bersih
Kering
Sklera tidak ikterik,

Mata

tidak terdapat kotaran

tidak terdapat kotaran

tidak terdapat kotoran

Hidung

mata.
Bersih, tidak sinusitis

mata.
Bersih, tidak sinusitis

mata.
Bersih, tidak sinusitis

Mulut &
tenggorokan

Mukosa bibir kering,

Mukosa bibir kering,

Mukosa bibir lembab,

gigi tidak lengkap,

gigi tidak lengkap,

gigi lengkap, tidak ada

tidak ada stomatitis


Tidak terdapat

tidak ada stomatitis

stomatitis

Tidak terdapat serumen,

Tidak terdapat serumen,

tidak mengalami

tidak mengalami

gangguan pendengaran,

gangguan pendengaran,

tidak menggunakan alat

tidak menggunakan alat

serumen, tidak
Telinga

mengalami gangguan
pendengaran, tidak
menggunakan alat

Leher

Dada

Perut

bantu dengar
Tidak terdapat

bantu dengar

bantu dengar

Tidak terdapat

Tidak terdapat

pembesaran kelenjar

pembesaran kelenjar

pembesaran kelenjar

limfe dan tiroid


Pengembangan dada

limfe dan tiroid

limfe dan tiroid

Pengembangan dada

Pengembangan dada

simetris, tidak terdapat

simetris, tidak terdapat

suara tambahan

suara tambahan

Simetris, tidak ada

Simetris, tidak ada

nyeri tekan

nyeri tekan

Buang air besar 3 hari

Buang air besar 1 hari

sekali konsistensi

sekali konsistensi

lembek, buang air kecil

lembek, buang air kecil

lebih dari 3 kali sehari

lebih dari 3 kali sehari

simetris, tidak
terdapat suara
tambahan
Simetris, tidak ada
nyeri tekan
Buang air besar 2 hari
sekali konsistensi

Eliminasi

lembek, buang air


kecil lebih dari 5 kali
sehari
Tangan kiri sering

Ekstremitas

Tangan kanan sering

kesemutan, tidak ada

kesemutan, tidak ada

Tidak ada varises tidak

varises tidak ada

varises tidak ada

ada oedem.

oedem.

oedem.

VIII. Harapan Keluarga


Keluarga berharap seluruh anggota terhindar dari segala jenis
penyakit.
B. Analisa Data
NO DATA FOKUS

DIAGNOSA

KEPERAWATAN

Ds:

Ny.

menderita

KELUARGA
pernah Kesiapan Meningkatkan

mengatakan
asma

tetapi

beliau Manajemen Kesehatan

menggunakan terapi air putih setiap Diri


hari dan akhirnya sampai sekarang
asmanya tidak kambuh lagi. Ny. T dan
keluarga

juga

sering

mengontrol

tekanan darahnya melalui anaknya


yang seorang bidan.
Ny.T mengatakan 3 bulan yang lalu
cek kolesterol hasilnya 220.
Do:
Tn. N B
120/90
88x/menit
36
22x/menit
Kolesterol 109

Ny. T S
100/80
80x/menit
36
20x/menit
Kolesterol 206
GDS 99
IMT
26,25

(overweight)
Sdr. V P
110/80
90x/menit
36
18x/menit
Ds: Ny.T mengatakan membersihkan Hambatan
rumah jika tidak lelah setelah bekerja.
Do: saat dilakukan pengkajian banyak
nyamuk berterbangan karena pintu
ataupun

jendela

jarang

dibuka

sehingga

banyak

nyamuk

yang

bersarang di ruang tamu.


Pintu ruang tamu jarang dibuka dan
sinar matahari kurang masuk kedalam
rumah

sehingga

rumah

terkesan

Pemeliharaan Rumah

lembab.
C. Diagnosa Keperawatan
1. Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan diri
2. Hambatan pemeliharaan rumah
D. Prioritas Masalah
Masalah
keperawatan
Kesiapan
Meningkatkan
Manajemen

Kriteria

Bobot

Ny.T mengatakan sudah


Sifat masalah :
Wellness

1/3 X 1 =
0,33

Kemungkinan
masalah

2/2 X 2= 2

diubah :
Mudah

3/3 X 1 = 1

dirasakan
Total skor
Hambatan
Sifat masalah :
Resiko
pemeliharaan rumah
(00098)

tetap sehat baik dirinya sendiri


maupun anggota keluarga

memeriksa tekanan darah nya


rutin dan selalu minum air
putih lebih banyak.
Ny. T sudah tidak merasakan

Menonjolnya
masalah :
Masalah tidak

untuk menyembuhkan

lainnya.
Ny.T mengatakan selalu

Potensi masalah
untuk dicegah :
Tinggi

mengikuti terapi air putih


asmanya.
Ny.T memiliki kemauan untuk

Kesehatan Diri
(00162)

Pembenaran

0/2 x 1 = 0

masalah asmanya hanya


khawatir dengan kadar
kolesterolnya

3,33
2/3 X 1 =
0,67

Kondisi rumah yang baik


adalah dengan sirkulasi udara
dan penerangan serta sanitasi
yang baik tetapi rumah
keluarga Ny.T cahaya
matahari tidak masuk ke
rumah sehingga terkesan

lembab.
Kemungkinan
masalah
diubah :
Sebagian
Potensi masalah
untuk dicegah :
Tinggi
Menonjolnya
masalah :
Masalah
dirasakan tidak
harus ditangani
Total skor

1/2 X 2 = 1

3/3 X 1 =
0,67

Ny. T mengatakan pintu ruang


tamu jarang dibuka
Ny.T memiliki kesadaran akan
pentingnya pencahayaan dan
ventilasi dalam rumah
Ny.T tampak tidak menjadikan

1/2 X 1 =

masalah yang berat dengan

0,5

adanya banyak nyamuk di


ruang tamunya

2,84

E. Rencana Keperawatan
No

Diagnosa

1. Hambatan

Tujuan Umum
Setelah

Tujuan Khusus

dilakukan Setelah

dilakukan

Evaluasi
Kriteria
Standart
tindakan Kognitif
Keluarga

pemeliharaan

tindakan

keperawatan selama 3 kali

rumah

keperawatan

pertemuan diharapkan keluarga

1. Diskusikan tentang rumah

dapat

sehat
2. Jelaskan tentang sanitasi
menyebutkan
3. Jelaskan tentang penyakit
ciri-ciri
yang mungkin timbul dari
rumah sehat
kondisi rumah
4. Anjurkan untuk membuka

diharapkan keluarga mampu :


1. Menjelaskan tentang rumah
dapat
memelihara
sehat
rumah dengan baik
2. Menyebutkan
ciri-ciri
rumah sehat
3. Menjelaskan sanitasi
4. Menjelaskan penyakit yang

Intervensi

Psikomotor

pintu dan jendela pada


Keluarga
mampu

mungkin timbul

membersihka

pagi hari

agar cahaya

matahari masuk ke dalam


rumah.

n rumah dan
lingkungan
2. Kesiapan

Setelah

dilakukan Setelah

dilakukan

tindakan Kognitif

sekitar
Keluarga

1. Jelaskan tentang penyakit

Meningkatkan

tindakan

keperawatan selama 3 kali

dapat

yang

Manajemen

keperawatan

pertemuan diharapkan keluarga

memahami

keluarga (kolesterol)

diharapkan keluarga mampu:

penyakit

diderita

dalam

Kesehatan Diri siap

meningkatkan 1. Menjelaskan

manajemen
kesehatan diri

penyakit

apa

yang

saja
diderita

keluarganya
Afektif
2. Menjelaskan cara mencegah
penyakit
3. Menjelaskan
penyakit

yang
diderita(koles
terol)
2.
Keluarga

penanganan

yang

keluarga

diderita

dapat

Anjurkan

membuat rebusan daun


salam.

mengetahui
cara
menurunkan
kadar
kolesterol

F.

Implementasi

Tgl/Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi

Selasa, 16 Hambatan pemeliharaan Mendiskusikan tentang rumah sehat


September rumah

keluarga

Respon Klien
S: Ny.T mengatakan akan membuka pintu dan jendela
setiap hari terutama pagi hari.

2014

Menjelaskan tentang sanitasi


Menjelaskan

tentang

penyakit

yang

mungkin timbul dari kondisi rumah

O: Ny.T nampak mengerti dan mampu menjelaskan


kembali dari apa yang telah di sampaikan oleh
mahasiswa.

Menganjurkan untuk membuka pintu dan


jendela pada pagi hari agar cahaya
matahari masuk ke dalam rumah.
Selasa, 16 Kesiapan
September Meningkatkan
2014
Manajemen
Kesehatan Diri

Menjelaskan

tentang

penyakit

yang

diderita dalam keluarga (kolesterol)


Menganjurkan keluarga membuat rebusan
daun salam.

S: Ny. T dapat menjelaskan kembali tentang penyebab


kadar kolesterol tinggi, gejala dan larangan makanan
bagi yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Beliau
mengatakan bahwa ia sudah mulai menjaga pola
makannya, seperti menghindari gorengan, dan
jeroan.
O: Ny. M nampak mengerti dan mampu menjelaskan
kembali dari apa yang telah di sampaikan oleh
mahasiswa.
Kadar kolesterol:
Tn N : 109 mg/dl
Ny T : 206 mg/dl -> IMT 26,25 (overweight) BB
63kg TB 155cm

G.

Evaluasi

Tgl jam
Minggu, 21
September
2014

Diagnosa Keperawatan

Catatan Perkembangan

Hambatan pemeliharaan rumah S: Ny.T mengatakan akan membuka pintu dan jendela setiap hari terutama pagi hari.
pada keluarga.

O: Ny.T nampak mengerti dan mampu menjelaskan kembali dari apa yang telah di
sampaikan oleh mahasiswa.
A: Masalah mulai teratasi

Minggu, 28
September
2014

P: Maksimalkan intervensi 2, dan 4


Kesiapan
Meningkatkan S: Ny. T dapat menjelaskan kembali tentang penyebab kadar kolesterol tinggi, gejala
dan larangan makanan bagi yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Beliau
Manajemen Kesehatan Diri
mengatakan bahwa ia sudah mulai menjaga pola makannya, seperti menghindari
gorengan, dan jeroan.
O: Ny. M nampak mengerti dan mampu menjelaskan kembali dari apa yang telah di
sampaikan oleh mahasiswa. Kadar kolesterol Ny T : 189 mg/dl
A: Masalah mulai teratasi
P: Maksimalkan intervensi 2