Anda di halaman 1dari 8

SIFAT FISIK DAN MEKANIK BATUAN

DALAM DUNIA PERTAMBANGAN

Mekanika batuan adalah salah cabang disiplin ilmu geomekanika.


Mekanika batuan merupakan ilmu yang mempelajari sifat-sifat mekanik batuan
dan massa batuan. Hal ini menyebabkan mekanika batuan memiliki peran yang
dominan dalam operasi penambangan, seperti pekerjaan penerowongan,
pemboran, penggalian, peledakan dan pekerjaan lainnya.
Sehingga untuk mengetahui sifat mekanik batuan dan massa batuan
dilakukan berbagai macam uji coba baik itu dilaboratorium maupun dilapangan
langsung atau secara insitu.

1.

Sifat Fisik Batuan


Batuan merupakan suatu bahan padat yang terbentuk dari hasil kumpulan

mineral-mineral, sedangkan mineral sendiri merupakan bahan padat anorganik


yang terbentuk di alam dengan mempunyai susunan kimia tertentu dan sifaksifat fisiknya dan terbentuk oleh susunan kristal yang teratur. Dalam resume ini
dijelaskan tentang sifat - sifat fisik dari batuan yang meliputi :
a.

Porositas Batuan
Porositas didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori (yaitu

volume yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total batuan. Ada dua jenis
porositas yaitu porositas antar butir dan porositas rekahan. Besar kecilnya
porositas dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ukuran butir, susunan butir,
sudut kemiringan dan komposisi mineral pembentuk batuan. atau bisa
didefinisikan bahwa porositas adalah ruang yang terdapat diantara fragmen
butiran yang ada pada batuan yang akan menyarangkan air.
Berdasarkan waktu dan cara terjadinya, maka porositas dapat juga
diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
1)

Porositas primer, yaitu porositas yang terbentuk pada waktu yang


bersamaan dengan proses pengendapan berlangsung.

2)

Porositas sekunder, yaitu porositas batuan yang terbentuk setelah proses


pengendapan.

b.

Permeabilitas
Permeabilitas merupakan besaran yang digunakan untuk menunjukkan

seberapa besar kemampuan suatu batuan untuk mengalirkan fluida yang


terkandung didalamnya. Permeabilitas merupakan properti suatu batuan berpori
dan

merupakan

besaran

yang

menunjukkan

kapasitas

medium

dalam

mengalirkan fluida. Jenis-jenis Permeabilitas :


1)

Permeabilitas absolut (ka).


Yaitu pengukuran pada medium berpori untuk fluida satu fasa ketika
medium tersebut dialiri oleh satu jenis fluida, dimana saturasi fluida yang
mengalir bernilai satu.

2)

Permeabilitas efektif (k).


Yaitu pengukuran pada medium berpori untuk fluida satu fasa ketika
medium tersebut dialiri oleh lebih dari satu jenis fluida.

3)

Permeabilitas relatif (kr).


Yaitu perbandingan antara permeabilitas efektif fluida pada nilai saturasi
tertentu, terhadap permeabilitas absolut pada saturasi 100%.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permeabilitas.

1)

Distribusi ukuran butir.


Ukuran butiran yang semakin beragam dalam suatu batuan, maka pori-pori
akan semakin kecil dan permeabilitas juga akan semakin kecil.

2)

Susunan (packing) butiran.


Susunan

butiran

yang

semakin

rapi,

maka

makin

besar

harga

permeabilitasnya.
3)

Geometri butiran.
Semakin menyudut geometri butiran, maka permeabilitasnya semakin kecil.

4)

Jaringan antar pori (pore network).


Semakin bagus jaringan antar pori, maka permeabilitasnya semakin besar.

5)

Sementasi.
Semakin banyak semen dalam suatu batuan, maka harga permeabilitas
akan semakin kecil.

6)

Clays content.
Semakin banyak mengandung lempung, maka semakin kecil permeabilitas
batuan tersebut.

c.

Densitas Batuan
Densitas batuan dari batuan berpori adalah perbandingan antara berat

terhadap volume (rata-rata dari material tersebut). Densitas spesifik adalah


perbandingan antara densitas material tersebut terhadap densitas air pada
tekanan dan temperatur yang normal, yaitu kurang lebih 103 kg/m3.
d.

Void Ratio
Merupakan perbandingan antara volume rongga dalam batuan dengan volume

butiran batuan.

Penentuan sifat fisik batuan berkaitan dengan :

Rancangan peledakan

Perencanaan penambangan

Perhitungan beban

Analisis regangan

Analisis kemantapan lereng

2.

Sifat Mekanik Batuan


Dalam menentukan sifat mekanik dari batuan, perlu dilakukan dengan

pengujian di laboratorium dengan bantuan alat-alat yang akan menentukan


bagaimana karakteristik dari setiap sifat mekanik batuan. dalam pengujian di
laboratorium ada beberapa pengujian yang dilakukan, diantaranya :
Sifat mekanika batuan seperti kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas
dan (Poisson `s Ratio).

a.

Pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compressive Strength)


Pengujian ini menggunakan mesin tekan untuk menekan percontoh batu yang
berbentuk silinder, balok atau prisma dari satu arah (uniaksial). Perbandingan
antara tinggi dan fiameter percontoh (l/D) mempengaruhi nilai kuat tekan
batuan. Untuk perbandingan l/D = 1 kondisi tegangan triaksial saling bertemu
sehingga akan memperbesar nilai kuat tekan batuan untuk pengujian kuat
tekan digunakan 2 < l/D < 2,5. Makin besar l/D maka kuat tekan akan
bertambah kecil.

Gambar 1
Penyebaran tegangan didalam percontoh batu (a) teoritis dan (b) eksperimental, (c)
Bentuk pecahan teoritis dan (d) Bentuk pecahan eksperimental

Gambar 2
Kodisi tegangan didalam percontoh untuk l/D berbeda (a) l/D = 1 (b) l/D = 2

b.

Pengujian Kuat Tarik (Indirect Tensile Strength Test)


Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kuat tarik (tensile strength) dari

percontoh batu berbentuk silinder secara tidak langsung. Alat yang digunakan
adalah mesin tekan seperti pada pengujian kuat tekan.

Gambar 3
Pengujian kuat tarik

c.

Modulus Elastisitas
Dalam penentuan elastisitas pada batuan, biasanya digunakan beberapa

konsep percobaan untuk regangan yang dihasilkan, tegangan dan perbandingan


antara keduanya atau sering disebut sebagai modulus young.
1)

Regangan
Didefinisikan sebagai perbandingan antara pertambahan panjang dengan
panjang awalnya. Pertambahan panjang ini tidak hanya terjadi pada
ujungnya saja, tetapi pada setiap bagian batang yang terentang dengan
perbandingan

yang

sama.

Atau

bisa

dikatakan

bahwa

regangan

merupakan besarnya deformasi dibandingkan dengan kondisi awalnya.

Gambar 4
Regangan yang dihasilkan dari pengujian kuat tekan batuan
(a) regangan aksial, (b) regangan lateral dan (c) regangan volumik

2)

Tegangan
Tegangan didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya tarik yang
dikerjakan pada benda dengan luas penampangnya. Atau tegangan
merupakan besarnya gaya yang dialami suatu luasan batuan. Apabila gaya
yang bekerja tegak lurus terhadap permukaan, maka stress yang demikian
dikatakan tegangan normal (normal stress). Sedangkan gaya yang bekerja
sejajar dengan permukaan dikatakan sebagai tegangan geser (shear
stress).

3)

Modulus Young
Modulus Elastisitas didefinisikan sebagai perbandingan antara tegangan,
dengan regangan suatu bahan selama gaya yang bekerja tidak melampaui
batas elastisitasnya. Modulus Young atau modulus elastisitas merupakan
faktor penting dalam mengevaluasi deformasi batuan pada kondisi
pembebanan yang bervariasi. Nilai modulus elastisitas batuan bervariasi
dari satu contoh batuan dari satu daerah geologi ke daerah geologi lainnya
karena adanya perbedaan dalam hal formasi batuan dan genesa atau
mineral pembentuknya. Modulus elastisitas dipengaruhi oleh tipe batuan,
porositas, ukuran partikel, dan kandungan air.

4).

Nisbah Poisson (Poisson Ratio)


Nisbah Poisson didefinisikan sebagai perbandingan negatif antara
regangan lateral dan regangan aksial. Nisbah Poisson menunjukkan
adanya pemanjangan ke arah lateral (lateral expansion) akibat adanya
tegangan dalam arah aksial.

Gambar 5
Ilustrasi Poissons Ratio

KESIMPULAN

Dari resume ini yaitu tentang Sifat Fisik dan Sifat Mekanik Batuan Dalam
Dunia pertambangan, dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat ini merupakan hal
yang utama dalam pemebelajaran geomekanika, karena pada konsepnya,
penentuan sifat-sifat ini dapat diketahui dengan cara pengujian di laboratorium
dengan bantuan alat-alat sesuai dengan kebutuhan dan sifat fisik yang akan
diketahui dari sebuah sampel batuan yang diambil dari lapangan secara
langsung.
Dalam aplikasinya dilapangan, hasil dari pengujian di laboratorium untuk
sifat fisik dan mekanik batuan ini akan dipakai sebagai acuan untuk sebuah
proyek pekerjaan yang berhubungan dengan kontruksi maupun pemboran dan
lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

Utomo, Prabowo, Hardiansyah, 2012. Sifat Fisik Dan Mekanik Batuan.


http://id.scribd.com/doc/95499867/Sifat-Fisik-Dan-Mekanik-Batuan.
Diakses tanggal 22 Februari 2014 (pdf, online).
Parisi, Daus, 2011. Sifat Fisik Batuan.
http://id.scribd.com/doc/30259483/SIFAT-FISIK-BATUAN. Diakses
tanggal 22 Februari 2014 (pdf, online).