Anda di halaman 1dari 180

SNI yang ter

SDA (A)

No.

SNI

Judul SNI

No.

SNI 03-2527-1991

Metode pengujian karakteristik akifer tertekan dengan


uji pemompaan jacob

SNI 03-2528-1991

Metode eksplorasi awal air tanah dengan cara


geolistrik wenner

SNI 03-2817-1992

Metode pengujian akifer tertekan dengan


pemompaan papadopulos cooper

SNI 03-2818-1992

Metode eksplorasi air tanah dengan geolistrik


susunan schlumberger

SNI 03-3969-1995

Metode pemboran air tanah dengan geolistrik


susunan schlumberger

SNI 03-3970-1995

Metode pengukuran tinggi muka air tanah bebas di


sumur

SNI 03-1965.1-2000

Metode pengujian kadar air tanah dengan alat


speedy

SNI 03-6436-2000

Metode pengujian sumur injeksi den pemompaan


untuk penentuan sifat hidraulik

SNI 03-6454-2000

Metode pengujian ketegaklurusan sumur

10

SNI 19-6739-2002

Metode pengujian untuk penentuan kapasitas jenis


dan penaksiran transmisivitas

10

11

SNI 19-6740-2002

Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas


akuifer tertekan

11

12

SNI 19-6471-2002

Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas


akuifer tertekan

12

13

SNI 19-6742-2002

Metode pengujian kolom air di lapangan untuk


penentuan sifat-sifat hidraulik akuifer

13

14

SNI 19-6473-2002

Metode pengujian sifat hidraulik akuifer dengan cara


theis

14

15

SNI 03-6376-2000

Tata cara pembuatan sumur uji dan paritan uji secara


manual

15

16

SNI 03-6377-2000

Tata cara pencucian sumur

16

17

SNI 03-6496-2000

Tata cara pembangunan sumur produksi

17

18

SNI 19-6744-2002

Tata cara pemilihan metode uji sifat hidraulik akuifer


dengan teknik sumur

18

19

SNI 03-2835-2002

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah

19

20

SNI 03-2401-1991

Tata cara perencanaan umum bendung

20

21

SNI 03-2851-1991

Tata cara perencanaan teknis bendung penahan


sedimen

21

22

SNI 03-6432-1994

Tata cara penetapan banjir desain dan kapasitas


pelimpah untuk bendung

22

23

SNI 03-7043-2004

Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap


dengan peredam energi tipe MDL

23

24

SNI 03-6737-2002

Metode perhitungan awal laju sedimentasi waduk

24

25

SNI 03-6381-2000

Spesifikasi bangunan ukur debit cippoletti

25

SNI 03-6416.1-2000

Spesifikasi bahan sambungan pada bendungan


beton bagian 1: Pemilihan Bahan Penahan Air

26

27

SNI 03-6416.2-2000

Spesifikasi Bahan Sambungan pada Bendungan


Beton Bagian 2 : Pelaksanaan, Pemasangan
Penahan Air untuk Sambungan

27

28

SNI 03-6720.1-2002

Tata Cara Desain Geotekstil sebagai Filter dan


Transisi dalam Bendungan Urugan

28

29

SNI 03-6720.2-2002

Tata Cara Pengukuran Lubang dan Permeabilitas


Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam
Bendungan Urugan

29

30

SNI 03-6720.3-2002

Tata Cara Pemasangan Geotekstil sebagai Filter dan


Transisi dalam Bendungan Urugan

30

31

SNI 03-1731-1989

Tata Cara Keamanan Bendungan

31

32

SNI 19-6459-2000

Tata Cara Pengontrolan Sedimentasi pada Waduk

32

33

SNI 03-6460.1-2000

Tata Cara Keamanan Penerowongan untuk


Konstruksi Sipil Bagian 1 : Perencanaan dan
Organisasi

33

34

SNI 03-6460.2-2000

Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian 2 :


Bahaya Darurat dan Lingkungan Kerja

34

35

SNI 03-6460.3-2000

Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian : 3


Komunikasi, Kebisingan dan Transportasi

35

36

SNI 03-6465-2000

Tata Cara pengujian kualitas Bendungan Urugan

36

37

SNI 03-6455.1-2000

Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka


dengan Bangunan ukur Parshall Flum dan Saniiri
Flum

37

38

SNI 03-6455.2-2000

Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka


Bangunan ukur Ambang V-rata

38

39

SNI 03-6455.3-2000

Metode Pengujian Aliran pada Saluran Terbuka


dengan Bangunan Ukur Empat Persegi

39

26

SNI 03-6455.4-2000

Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka


dengan Ambang Tajam Segi Tiga

40

41

SNI 03-6455.5-2000

Metode Pengukuran Debit Saluran Terbuka dengan


Ambang Tajam Persegi Panjang judul direvisi
menjadi:Tata cara pengukuran debit pada saluran
terbuka menggunakan bangunan ukur tipe pelimpah
atas

41

42

SNI 03-6395-2000

Spesifikasi Alat Ukur Debit Orifice

42

43

SNI 03-2402-1991

Tata Cara Perencanaan Umum Irigasi Tambak Udang

43

44

SNI 3417:2008

45

SNI 19-6745-2002

Tata cara penentian titik perum menggunakan alat


sipat ruang
Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan
Dua Buah Sextant

46

SNI 19-6471.1-2000

Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai


Bagian 1 : Survei Lokasi dan Investigasi

46

47

SNI 19-6471.2-2000

Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai


Bagian 2 : Pertimbangan yang Mem-pengaruhi
Pekerjaan Pengerukan

47

48

SNI 19-6471.3-2000

Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai


Bagian 3 : Pemilihan Peralatan

48

49

SNI 19-6471.4-2000

Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai


Bagian 4 : Pelaksanaan dan Pengawasan

49

SNI 03-2414-1991

Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran


Terbuka. Judul direvisi menjadi: Tata cara
pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka
menggunakan alat ukur arus dan pelampung

50

SNI 03-2526-1991

Metode Pemilihan Lokasi Pos Duga Air di Sungai.


Judul direvisi menjadi: Tata cara pemilihan lokasi pos
duga arus air di sungai

51

SNI 03-2829-1992

Metode perhitungan tiang pancang beton pada krib di


sungai. judul direvisi menjadi : Tata cara perhitungan
krib tiang pancang beton di sungai

52

40

50

51

52

44
45

SNI 3404:2008

Tata cara pemasangan inklinometer dan pemantauan


pergerakan horizontal tanah

53

54

SNI 03-3408-1994

Metode Pengukuran Kecepatan Aliran pada Model


Fisik dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling. judul
direvisi menjadi:Tata cara pengukuran kecepatan
aliran pada uji model hidraulik fisik (umh-fisik) dengan
alat ukur arus tipe baling-baling

54

55

SNI 3409:2008

Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji


model hidraulik fisik (umh-fisik)

55

56

SNI 3410:2008

Tata cara pengukuran pola aliran pada model fisik

56

57

SNI 3411:2008

Tata cara pengukuran tinggi muka air pada model


fisik

57

58

SNI 03-3412-1994

Metode Perhitungan Debit Sungai Harian

58

59

SNI 03-3413-1994

Metode Pengukuran Debit Puncak Sungai dengan


Cara Tidak Langsung

59

60

SNI 3965-2008

Tata cara pembuatan model fisik sungai dengan


dasar tetap

60

SNI 03-6456.1-2000

Metode Pengontrolan Sungai selama Pelaksanaan


Konstruksi Bendungan Bagian 1 : Pengendalian
Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan

61

SNI 03-6456.2-2000

Metode Pengontrolan Sungai Selama Pelaksanaan


Kons-truksi Bendungan Bagian 2 : Penutupan Alir
Sungai dan Bendungan Pengelak

62

SNI 19-6738-2002

Metode Perhitungan Debit Andal Air Sungai Dengan


Analisis Lengkung Kekerapan. Judul direvisi
menjadi :Tata cara perhitungan debit andalan air
sungai dengan analisis lengkung kekerapan

63

64

SNI 03-1724-1989

Tata Cara Perencanaann Hidrologi dan Hidraulik


untuk Bangunan di Sungai. Judul direvisi menjadi
:Tata cara perhitungan debit andalan air sungai
dengan analisis lengkung kekerapan

64

65

SNI 03-2400-1991

Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai

65

53

61

62

63

66

SNI 03-3441-1994

Tata Cara Perencanaan Teknik Pelindung Tebing


Sungai Dari Pasangan batu

66

67

SNI 2830:2008

Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai dengan


cara pias

67

SNI 03-6467.1-2000

Tata Cara Pengukuran Aliran Benda Cair pada


Saluran Terbuka dengan Bangunan Ukur Ambang
Lebar Horizontal dan Ujung Hulu Bulat

68

69

SNI 03-6467.2-2000

Tata Cara Pengukuran Aliran Air pada Saluran


Terbuka secara Tidak Langsung dengan Metode
Kemiringan Luas

69

70

SNI 03-2415-1991

Metode Perhitungan Debit Banjir. Judul direvisi


menjadi Tata cara perhitungan debit banjir

70

71

SNI 03-2819-1992

Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran


Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling

71

72

SNI 03-2820-1992

Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran


Terbuka dengan Pelampung Permukaan.

72

68

73

74
75
76
77

78

79

80

81
82

83
84
85

86
87
88

89

90
91
92

93
94
95

96

97

98
99

100

101
102
103
104
105

106

107
108
109

110
111
112

113
114

115
116

117
118

119
120
121
122
123

124
125
126
127

128

129

130
131
132
133
134

135
136
137

138
139
140
141

142
143

144

145
146
147

148
149
150

151

152
153
154

155

156
157
158

159

REKAP D
SNI yang tercantum dalam dokumen Kontrak

(B) Binamarga

SNI

(C)Ci

Judul SNI

No.

SNI 06-4825-1998

Spesifikasi Campuran Cat Marka Jalan Siap Pakai


Warna Putih dan Kuning

SNI 06-4826-1998

Spesifikasi Cat Termoplastik Pemantul warna putih


dan warna kuning untuk marka jalan (bentuk padat)

SNI 15-4839-1998

Spesifikasi Manik-Manik Kaca (glass bead) untuk


marka jalan

SNI 03-1968-1990

Metode pengujian tentang analisis saringan agregat


halus dan kasar.

SNI 03-1972-1990

metode pengujian slump beton

SNI 03-1973-1990

metode pengujian berat isi beton

SNI 03-2460-1991

spesifikasi abu terbang sebagai bahan tambahan


untuk campuran beton

SNI 03-2491-1991

metode pengujian kuat tarik beton

SNI 03-2495-1991

spesifikasi bahan tambahan untuk beton

SNI 03-3403-1994

metode pengujian kuat tekan beton inti pemboran

10

SNI 03-3418-1994

metode pengujian kandungan udara pada beton


segar

11

SNI 03-3976-1995

tata cara pengadukan dan pengecoran beton

12

SNI 03-4142-1996

metode pengujian jumlah bahan dalam agregat yang


lolos saringan No.200 (0,075mm)

13

SNI 03-4156-1996

metode pengujian bilding dari beton segar

14

SNI 03-4433-1997

spesifikasi beton siap pakai

15

SNI 03-4806-1998

metode pengujian kadar semen portland dalam beton


segar dengan cara titrasi volumetri

16

SNI 03-4807-1998

metode pengujian untuk menentukan suhu beton


segar semen portland

17

SNI 03-4808-1998

metode pengujian kadar air dalam beton segar


dengan cara titrasi volumetri

18

SNI 03-2834-2000

tata cara pembuatan rencana campuran beton


normal

19

SNI 03-6429-2000

metode pengujian kuat tekan beton silinder dengan


cetakan silinder di dalam tempat cetakan

20

SNI 03-2492-2002

metode pengambilan dan pengujian beton inti

21

SNI 03-6817-2002

metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam


beton

22

SNI 03-6889-2002

tata cara pengambilan contoh agregat

23

SNI 15-2049-2004

semen portland

24

SNI 15-7064-2004

semen portland komposit

25

SNI 15-0302-2004

semen portland pozzolan

26

SNI 2417:2008

metode pengujian keausan agregat dengan mesin


Los Angeles

27

SNI 2458:2008

metode pengambilan contoh untuk campuran beton


segar

28

SNI 3407:2008

metode pengujian sifat kekekalan bentuk agregat


terhadap larutan natrium sulfat dan magnesium sulfat

29

SNI 07-1154-1989

jalinan tujuh kawat baja tanpa lapisan bebas


tegangan untuk konstruksi beton praktekan

30

SNI 07-1155-1989

kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk


konstruksi beton praktekan

31

SNI 03-6764-2002

Spesifikasi Baja Struktural

32

SNI 07-6401-2000

spesifikasi kawat baja dengan proses canay dingin


untuk tulangan beton

33

SNI 03-6812-2002

spesifikasi anyaman kawat baja polos yang dilas


untuk tulangan beton

34

SNI 03-6816-2002

tata cara pendetailan penulangan beton

35

SNI 07-0722-1989

baja canai panas untuk konstruksi umum

36

SNI 07-3015-1992

beja canai panas untuk konstruksi dengan


pengelasan

37

SNI 05-3065-1992

baut kepala segi enam untuk konstruksi dengan


kekuatan tinggi, mempunyai ukuran lebar kunci besar
dan panjang ulir metrik nominal - kelas c untuk
tingkat 8.8 dan 10.9

38

SNI 03-3448-1994

tata cara penyambung tiang pancang beton pracetak


penampang persegi dengan sistem monolit bahan
epoxy

39

SNI 03-4434-1997

spesifikasi tiang pancang beton pracetak untuk


fondasi jembatan ukuran (300x300,35x350,400x400)
mm2, panjang 10-20 meter dengan baja tulangan BJ
24 an BJ 40

40

SNI 07-6443-2000

Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan


seng paling tipis dengan cara dreece pada besi atau
baja digalvins

41

SNI 07-6892-2002

Spesifikasi pagar anyaman kawat baja berlapis seng

42

SNI 2417 : 2008

Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi los


angeles

43

SNI 03-4814-1998

spesifikasi karet spon sebagai bahan pengisi siar


muai pada perkerasan beton dan konstruksi
bangunan
bahan penutup sambungan beton tipe elasos tuang
panas.

SNI 03-4815-1998

Spesifikasi pengisi siar muai siap pakai untuk


perkerasan bangunan beton

46

SNI 3967:2008

Spesifikasi bantalan elastomer tipe polos dan tipe


berlapis untuk perletakan jembatan

47

SNI 03-2816-1992

metode pengujian kotoran organik adlam pasir untuk


campuran mortar dan beton

48

SNI 03-1974-1990

metode pengujian kuat tekan beton

49

SNI 03-4810-1998

metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di


lapangan

50

SNI 03-6877-2002

metode pengujian kadar rongga agregat halus yang


tidak dipadatkan

51

SNI 06-2433-1991

metode pengujian titik nyala dan titik bakar dengan


cleveland open cup

52

SNI 03-4432-1997

44
45

SNI 06-2456-1991

cara uji penetrasi aspal

53

SNI 03-6834-2002

metode pengujian konsistensi aspal dengan cara


apung

54

SNI 06-2432-1991

metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal.

55

SNI 06-2434-1991

cara uji titik lembek aspal dengan alat cicin dan bola
ring and ball)

56

SNI 2490:2008

cara uji kadar air dalam produk minyak dan bahan


mengandung aspal dengan cara penyulingan

57

SNI 06-2488-1991

metode pengujian fraksi aspal cair dengan cara


penyulingan

58

SNI 1969:2008

cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar

59

SNI 03-1975-1990

metode mempersiapkan contoh tanah dan tanah


mengandung agregat

60

SNI 3423:2008

cara uji analisis ukuran butir tanah

61

SNI 1967:2008

cara uji penentuan batas cair untuk tanah

62

SNI 1966:2008

caar uji penentuan batas plastis dan indeks


plastisitas tanah

63

SNI 03-4431-1997

metode pengujian kuat lentur beton normal dengan


dua titik pembebanan

64

SNI 1742:2008

cara uji kepadatan ringan untuk tanah

65

SNI 03-6825-2002

metode pengujian kekuatan tekan mortar semen


portland untuk pekerjaan sipil

66

SNI 03-4141-1996

metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir


mudah pecah dalam agregat

67

SNI 1972:2008

cara uji slump beton

68

SNI 03-2493-1991

metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di


laboratorium

69

SNI 15-2530-1991

metode pengujian kehalusan semen portland

70

SNI 03-6826-2002

metode pengujian konsistensi normal semen portland


dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil

71

SNI 03-6827-2002

metode pengujian waktu ikat awal semen portland


dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil

72

SNI 15-2531-1991

metode pengujian berat jenis semen portland

73

SNI 03-6886-2002

metode pengujian hubungan antara kadar air dan


kepadatan pada campuran tanah semen

74

SNI 13-6427-2000

metode pengujian uji basah dan kering campuran


tanah semen dipadatkan

75

SNI 03-6412-2000

metode pengujian kadar semen pada campuran


segar semen tanah

76

SNI 03-6797-2002

tata cara klasifikasi tanah dan campuran tanah


agregat untuk konstruksi jalan

77

SNI 03-6388-2000

spesifikasi agregat lapis fondasi bawah, lapis fondasi


atas dan lapis permukaan

78

SNI 03-6894-2002

metode pengujian kadar aspal dan campuran


beraspal cara sentrifius

79

SNI 6753 : 2008

cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap


kerusakan akibat rendaman

80

SNI 03-6756-2002

metode pengujian untuk menentukan tingkat


kepadatan perkerasan beraspal

81

SNI 03-6758-2002

metode pengujian kuat tekan campuran beraspal

82

SNI 03-6399-2000

tata cara pengambilan contoh aspal

83

SNI 03-4797-1998

metode pengujian pemulihan aspal dengan alat


penguap putar

84

SNI 03-4478-1997

metode pengujian agregat halus atau pasir yang


mengandung bahan plastis dengan cara setara pasir

85

SNI 06-2440-1991

metode pengujian kehilangan berat minyak dan aspal


dengan cara A

86

SNI 1743:2008

cara uji kepadat berat untuk tanah

87

SNI 03-2439-1991

cara uji penyelimutan dan pengelupasan pada


campuran agregat-aspal

88

SNI03-2828-1992

metode pengujian kepadatan lapangan dengan alat


konus pasir

89

SNI 19-6413-2000

metode pengujian kepadatan berat isi tanah di


lapangan balon karet

90

SNI 03-6893-2002

metode pengujian berat jenis maksimum campuran


beraspal

91

SNI 06-2441-1991

metode pengujian berat jenis aspal padat

92

RSNI M-01-2003

metode pengujian campuran aspal dengan alat


marshall

93

SNI 13-6717-2002

tata cara penyimpanan benda uji dari contoh agregat

94

SNI 03-1971-1990

metode pengujian kadar air agregat

95

SNI 03-6795-2002

metode pengujian untuk menentukan tanah ekspansif

96

SNI 03-6820-2002

spesifikasi agregat halsu utnuk pekerjaan adukan


dan plesteran dengan bahan dasar semen

97

SNI 03-6732-2002

spesifikasi bahan pengisi utnuk campuran aspal

98

RSNI S-01-2003

spesifikasi aspal keras berdasarkan penetrasi

99

SNI 03-6819-2002

spesifikasi agregat halus utnuk campuran perkerasan


aspal

100

SNI 03-6719-2002

spesifikasi pipa baja bergelombang dengan lapis


pelindung logam untuk pembuangan air dan
drainase bawah tanah

101

SNI 03-4800-1998

spesifikasi aspal cair tipe penguapan cepat

102

SNI 4799:2008

spesifikasi aspal cair tipe penguapan sedang

103

SNI 0013-81

semen portland

104

SNI 03-6832-2002

Spesifikasi aspal emulsi anionik

105

SNI 03-6799-2002

spesifikasi pipa saluran dari tanah lempung

106

SNI 03-1154-1989

kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk


konstruksi beton, jalinan tujuh

107

SNI 03-1155-1989

kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk


konstruksi beton

108

SNI 03-4798-1998

spesifikasi aspal emulsi kationik

109

RSNI S-01-2004

spesifikasi aspal keras berdasarkan kekentalan

110

SNI 03-2442-1991

spesfikasi kerb beton untuk jalan

111

SNI 07-0242.1-2000

spesifikasi pipa baja yang dilas dan tanpa


sambungan dengan lapis hitam dan galvinis

112

SNI 06-6443-2000

Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan


seng paling tipis dengan cara dreece pada besi atau
baja digalvins

113

SNI 03-6798-2002

tata cara pembuatan dan perawatan benda uji kuat


tekan dan lentur tanah semen di laboratorium

114

SNI 03-6887-2002

metode pengujian kuat tekan bebas tanah semen

115

RSNI T-01-2005

cara uji butiran agregat ksar berbentuk pipih, lonjong


atau pipih dan lonjong

116

RSNI M-06-2004

cara uji campuran beraspal panas untuk ukuran


agregat maksimum dari 25,4 mm (1 inci) sampai
dengan 38 mm (1,5 inci) dengan alat marshall

117

SNI 03-6721-2002

metode pengujian kekentalan aspal cair dengan alat


saybolt

118

SNI 03-6818-2002

tata cara pendetailan penulangan beton

119

SNI 03-6869-2002

metode pengambilan contoh uji,bentuk,ukuran, dan


klasifikasi

120

SNI 19-6426-2000

metode pengujian pengukuran pH pasta tanah


semen untuk stabilisasi

121

SNI 03-1966-1990

Metode pengujian batas plastis tanah

122

SNI 03-1967-1990

Metode pengujian batas cair tanah dengan alat


Cassagrande

123

SNI 03-6371-2000

tata cara pengklasifikasikan tanah dengan cara


unifikasi tanah

124

SNI 3422:2008

cara uji analisis ukuran butir tanah

125

SNI 03-3422-1994

Metode pengujian batas susut tanah

126

SNI 03-1742-1989

Panduan pengujian kepadatan ringan untuk tanah

127

SNI 03-2828-1992

Metode Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Alat


Konus Pasir Judul direvisi menjadi :Cara uji
kepadatan lapangan dengan alat konus pasir

128

SNI 03-4141-96

metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir


mudah pecah dalam agregat

129

SNI 2827:2008

cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir

130
131

SNI 1743 : 2008


SNI 03-4804-1998

metode pengujian berat isi dan rongga udara dalam


agregat

132

SNI 03-6969-2003

metode pengujian untuk pengukuran panjang beton


inti hasil pengorbanan

133

SNI 1970: 2008

cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus.

134

SNI 1970:2008

Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus

135

SNI 03-2432-1991

metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal.

136

SNI 03-2434-1991

metode pengujian titik lembek aspal dan ter

137

SNI 03-3642-1994

metode pengujian kadar residu aspal emulsi dengan


penyulingan

138

SNI 03-3643-1994

aspal emulsi tertahan saringan No.20

139

SNI 03-3644-1994

metode pengujian jenis muatan partikel aspal emulsi

140

SNI 06-6832-2002

Spesifikasi aspal emulsi anionik

141

SNI 03-4428-1997

metode pengujian agregat halus atau pasir yang


mengandung bahan plastis dengan cara setara pasir

142

SNI 03-4137-1996

metode pengujian tebal dan panjang rata-rata


agregat

143

SNI 03-6441-2000

metode pengujian viskositas aspal minyak dengan


alat brookfield thermosel

144

SNI 03-3639-2002

metode penentuan kadar parafin dalam aspal

145

SNI 06-6890-2002

tata cara pengambilan contoh aspal

146

SNI 06 2456-1991

metode pengujian penetrasi bahan-bahan bitumen

147

SNI-06-2489-1991

pengujian campuran beraspal dengan alat marshall

148

SNI 03-3426-1994

survai kerataan permukaan perkerasaan jalan


dengan alat ukur NAASRA

149

SNI 03-3640-1994

metode pengujian kadar aspal denganc ara ekstraksi


menggunakan alat soklet

150

SNI 03-6723-2002

spesifikasi bahan pengisi utnuk campuran aspal

151

SNI 03-6757-2002

metode pengujian berat jenis nyata campuran


beraspal dipadatkan menggunakan benda uji kering
permukaan jenuh

152

SNI 03-6835-2002

metode pengujian pengaruh panas dan uadra


terhadap lapisan tipis aspal yang diputar

153

SNI 03-6868-2002

tata cara pengambilan contoh uji secara acak untuk


bahan konstruksi

154

SNI 3432:2008

cara uji analisis ukuran butir tanah

155

SNI 06-6441-2000

Metode Pengujian Viskositas Aspal Minyak dengan


Alat Brookfield Termosel

156

SNI 06-2489-1991

157
Campuran beraspal, Metode pengujian dengan alat Marshall

SNI 6753:2008

cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap


kerusakan akibat rendaman

158

SNI 03-4799-1998

spesifikasi aspal cair penguapan sedang

159
160
161
162
163
164
165

166
167
168

169

170
171

172
173
174
175
176

177
178
179

180
181

REKAP DATA SNI HASIL MONITORING DAN EVALUASI PENE

(C)Cipta Karya

SNI

Judul SNI

No.

SNI 2418.2:2009

Pengukuran Aliran air dalam saluran tertutup untuk


meter air minum bagian 2

SNI 2418.3:2009

Pengukuran Aliran air dalam saluran tertutup untuk


meter air minum bagian 3

SNI 065-2419-1991

Metode pengambilan contoh meter air bersih ( ukuran


13 sampai dengan 40 mm

SNI 06-2548-1991

Metode pengujian kekuatan pipa pvc untuk air minum


dengan jangka sorong

SNI 06-2549-1991

Metode pengujian kekuatan pipa pvc untuk air minum


terhadap tekanan hidrolik

SNI 06-2550-1991

Metode Pengujian Ketebalan Dinding Pipa PVC


Untuk Air Minum

SNI 06-2551-1991

Metode pengujian bentuk dan sifat tampak pipa untuk


air minum

SNI 06-2552-1991

Metode pengambilan contoh uji pipa pvc untuk air


mimum

SNI 06-2553-1991

Metode pengujian perubahan panjang pipa pvc untuk


air minum dengan uji tungku

SNI 06-2554-1991

Metode pengujian perubahan panjang pipa pvc untuk


air minum terhadap methilen klorida

10

SNI 06-2555-1991

Metode pengujian kadar pvc pada pipa pvc untuk air


minum dengan thf

11

SNI 06-2556-1991

Metode pengujian diameter luar pipa pvc untuk air


minum pada pipa meter

12

SNI 06-4821-1991

Metode pengujian dimensi pipa polietilen (pe) untuk


air minum

13

SNI 05-6437-2000

Metode Pengujian kinerja pompa dengan


menggunakan model

14

SNI 19-6449-2000

Metode pengujian koagulasi flokulasi dengan cara jar

15

Sni 19-6777-2002

Metode pengujian kinerja untuk paket instalasi


penjernihan air kapasitas dibawah 51

16

SNI 19-6778-2002

Metode pengujian tekanan internal rendah


sambungan mekanik pipa polietilena (pe)

17

SNI 19-6779-2002

Metode pengujian perubahan panjang pipa


polietilena (pe)

18

SNI 19-6780-2002

Metode penentuan densitas referensi polietilena (pe)


hitam dan pe berwarna

19

SNI 19-6781-2002

Metode pengujian kehilangan tekanan pada sistem


sambungan mekanik pipa polietilena

20

SNI 19-6784-2002

Metode pengujian koaguilasi dan filtrasi bertekanan

21

SNI 2547: 2008

Spesifikasi meter air

22

SNI 03-2916-1992

Spesifikasi sumur gali untuk sumber air bersih

23

SNI 03-2917-1992

Spesifikasi instalasi air minum tipe cikapayang 5

24

SNI 16-4828-1998

Spesifikasi cincin karet sambungan pipa air minum,


sir limbah dan air hujan

25

SNI 06-4829-1998

Spesifikasi pipa polietilen (pe) dan sambungan air


minum

26

SNI 06-3822.1-2000

Spesifikasi poli-aluminium khlorida cair untuk


pengolahan air

27

SNI 06-6396-2000

Spesifikasi soda abu untuk pengolahan air bersih

28

SNI 07-6404-2000

Spesifikasi fiensa pipa baja untuk penyedian air


bersih ukuran *110-366) mm

29

SNI 03-6419-2000

Spesifikasi pipa pvc bertekanan berdiameter 110-315


untuk air brersih

30

SNI 03-6481-2000

Sistem plambing

31

SNI 03-7065-2005

Tata cara perencanaan sistem plambing

32

SNI 03-6719-2002

Spesifikasi pipa baja bergelombang dengan lapis


pelindung logam untuk pembuang

33

SNI 6773:2008

Spesifikasi unit paket instalasi pengolahan air

34

SNI 19-6783-2002

Spesifikasi desinfeksi perpipaan air bersih

35

SNI 03-6785-2002

Spesifikasi pipa resin termoseting bertekanan


berpenguat fiber glass

36

SNI 19-6786-2002

Spesifikasi simbol gambar sistem penyediaan air dan


sistem drainase didalam tanah

37

SNI 3981 : 2008

Perencanaan instalasi saringan pasir lambat

38

SNI 03-3982-1995

Tata cara pengoperasian dan perawatan instalasi


saringan pasir lambat

39

SNI 00004 : 2008

Tata cara commisioning instalasi pengolahan air

40

SNI 03-6405-2000

Tata cara Pengelasan pipa baja untuk air dilapangan

41

SNI 05-6375-2000

Tata cara pengambilan contoh air dari saluran


tertutup

42

SNI 07-6398-2000

Tata cara pelapisan epoksi cair untuk bagian dalam


dan luar pada perpipaan air dar.

43

SNI 6775-2008

Tata cara perencanaan uunit paket instalasi


pengolahan air
Tata cara pengoperasian danpemeliharaan unit paket
instalasi pengolahan air

SNI 19-6776-2002

Tata cara pengawasan pemasangan perpipaan besi


daktif dan perlengkapannya

46

SNI 19-6782-2002

Tata Cara Pemasangan Perpipaan Besi Daktil dan


Perlengkapannya

47

SNI 03-2916-1992

Spesifikasi Sumur Gali Untuk Sumber Air Bersih

48

SNI 03-6419-2000

Spesifikasi Pipa PVC Bertekanan Berdiameter 110315 mm untuk Air Bersih

49

SNI 1739:2008

Cara uji jalar api pada permukaan bahan bangunan


untuk pencegahan bahaya keba..

50

SNI 1740:2008

Cara uji bakar bahan bangunan untuk pencegahan


bahaya kebakaran pada bangu

51

SNI 1741:2008

Cara uji ketahanan api komponen struktur bangunan


untuk pencegahan bahaya ke..

52

SNI 6774 : 2008

44
45

SNI 03-6770-2002

Metode pengujian cat penghambat api

SNI 03-6771-2002

Metode pengujian sifat penyalaan bahan bangunan

SNI 03-7566-202

Metode pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu


kebakaa=ran pada bangunan..

SNI 03-3989-2000

Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem


prinkle otomatis untuk pencegahan

SNI 03-1746-2000

Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana


jalan keluar untuk penyelamatan terhadap bahaya
kebakaran pada bangunan gedung

SNI 03-6382-2000

Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah

SNI 03-6415-2000

Spesifikasi Proteksi untuk Bukaan pada Konstruksi


Tahan Api

SNI 03-6420-2000

Spesifikasi Sistem Pengolahan Udara di Dapur dan


Ruang Parkir sebagai Pengendali Asap Kebakaran
Dalam Bangunan

SNI 03-6570-2001

Instalasi Pompa yang Dipasang Tetap untuk Proteksi


Kebakaran

SNI 19-6718-2002

Spesifikasi Damper Kebakaran

SNI 03-6767-2002

Spesifikasi Umum Sistem Ventilasi Mekanis dan


Sistem Tata Udara sebagai Pengendali Asap
Kebakaran Dalam Bangunan (Damper Kebakaran)

SNI 03-6768-2002

Spesifikasi Umum Sistem Pengolahan Udara


sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam
Bangunan

SNI 03-6769-2002

Spesifikasi Sistem Pengolahan Udara Sentral


Sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam
Bangunan

SNI 03-6765-2002

Spesifikasi bahan bangunan untuk pencegahan


bahaya kebakaran pada bangunan

SNI 03-7011-2004

Keselamatan pada Bangunan Fasiltas Pelayanan


Kesehatan

SNI 03-7012-2004

Sistem manajemen asap di dalam mal atrium dan


ruangan bervolume besar

SNI 03-7015-2004

Sistem proteksi petir pada bangunan

SNI 03-1735-2000

Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses


Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran
Pada Bangunan Rumah dan Gedung.

SNI 03-1736-2000

Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk


Pencegahan Bahaya Kebaka-ran pada Bangunan
Rumah dan Gedung

SNI 03-1745-2000

Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran untuk


Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan
Rumah dan Gedung.

SNI 03-3985-2000

Tata Cara Perencanaan Pemasangan dan Pengujian


Sistem-Deteksi dan Alarm untuk Pencegahan Bahaya
Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung

SNI 19-6411-2000

Tata Cara Pemeliharaan Keselamatan dan


Kesehatan Kerja pada Fasilitas Pengolahan Sampah

SNI 03-6462-200

Tata Cara Pemasangan Damper Kebakaran

SNI 03-6464-2000

Tata Cara Penanggulangan Keadaan Darurat untuk


Bangunan

SNI 03-6470-2000

Tata Cara perencanaan sistem udara bertekanan


untuk sarana jalan keluar kedap api

SNI 03-2396-2001

Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami


pada Bangunan Gedung

SNI 03-6572-2001

Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan


Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung

SNI 03-6573-2001

Tata Cara Perancangan Sistem Transportasi Vertikal


dalam Gedung (lif)

SNI 03-6574-2001

Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat,


Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada
Bangunan Gedung

SNI 03-6575-2001

Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan


Pada Bangunan Gedung

SNI 03-6652-2002

Tata Cara Perencanaan Proteksi Bangunan dan


Peralatan terhadap Sambaran Petir

SNI 19-6772-2002

Tata Cara Perencanaan Sistem Pemadam Api FM


200 (hfc-227ea)

SNI 03-2396-2001

Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami


pada Bangunan Gedung

SNI 19-3964-1994

Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh


Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan.

SNI 19-3983-1995

Spesifikasi Timbulan Sampah Untuk Kota Kecil dan


Sedang di Indonesia

SNI 19-7029-2004

Spesifikasi komposter rumah tangga individual dan


komunal

SNI 19-7030-2004

Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik

SNI 03-3214-1994

Tata cara pemilihan lokasi tempat pembuangan air


bersih

SNI 3242:2008

Pengolahan sampah di permukaan

SNI 19-2454-2004

Tata cara teknik operasional teknik sampah


perkotaan

SNI 19-3964-1994

Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh


Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan.

SNI 19-3983-1995

Spesifikasi Timbulan Sampah Untuk Kota Kecil dan


Sedang di Indonesia

SNI 19-7029-2004

Spesifikasi komposter rumah tangga individual dan


komunal

SNI 19-7030-2004

Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik

SNI 03-3214: 2008

Tata cara pemilihan lokasi tempat pembungan air


sampah

SNI 3242 : 2008

Pengolaan sampah dipermukaan

SNI 19-2454-2002

Tata Cara Pengelolaan Teknik Sampah Perkotaan

SNI 19-6457-2000

Metode Dasar Pengukuran Tubuh Manusia untuk


Rancangan Teknologi

SNI 03-1977-1990

Spesifikasi Koordinasi Modular Bangunan Rumah


dan Gedung

SNI 03-1978-1990

Spesifikasi Ukuran Terpilih Untuk Bangunan Rumah


dan Gedung

SNI 03-2447-1991

Spesifikasi Rumah Tumbuh Rangka Beratap dengan


Komponen Beton

SNI 03-2448-1991

Spesifikasi Komponen Beton Pracetak untuk Rumah


Tumbuh Rangka Beratap

SNI 03-2452-1991

Spesifikasi Rumah Tumbuh Rangka Beratap RTRB


Kayu

SNI 03-2855-1992

Spesifikasi satuan rumah susun modular

SNI 03-6386-2000

Spesifikasi Tingkat Bunyi dan Waktu Dengung dalam


Bangunan Gedung dan Perumahan (Kriteria Desain
yang Direkomendasikan)

SNI 03-6839-2002

Spesifikasi kayu awet untuk perumahan dan gedung

SNI 04-7018-2004

Sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga

SNI 04-7019-2004

Sistem pasokan daya listrik darurat menggunakan


energi tersimpan (SPDDT)

SNI 03-1727-1989

Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah


dan Gedung

SNI 03-1728-1989

Tata cara pelaksanaan mendirikan bangunan gedung

SNI 03-1963-1990

Tata cara dasar koordinasi modular untuk


perancangan rumah dan gedung

SNI 03-2394-1991

Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan


Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit

SNI 03-2395-1991

Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan


Radiologi di Rumah Sakit

SNI 03-2397-1991

Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana Tahan


Angin

SNI 03-2404-1991

Tata Cara Pencegahan Rayap Pada Pembuatan


Bangunan Rumah dan Gedung

SNI 03-2405-1991

Tata Cara Penanggulangan Rayap Pada Bangunan


Rumah dan Gedung dengan Termitisida

SNI 03-2840-1992

Tata cara pengerjaan lembaran asbes semen untuk


penutup atap pada bangunan

SNI 03-2841-1992

Tata Cara Pengerjaan Lembaran Asbes Semen


Untuk Dinding Pada Bangunan Rumah dan Gedung

SNI 03-2845-1992

Tata Cara Perencanaan Rumah Susun Modular

SNI 03-2846-1992

Tata Cara Perencanaan Kepadatan Bangunan


Lingkungan Bangunan Rumah Susun Hunian

SNI 03-3427-1994

Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Kolam


Renang

SNI 03-2410-1994

Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok Dengan Cat


Emulsi

SNI 03-3435-1994

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan


Penutup Langit-langit Untuk Bangunan dan Gedung

SNI 03-3436-1994

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Atap


Untuk Bangunan dan Gedung

SNI 03-3646-1994

Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Stadion

SNI 03-3647-1994

Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Gedung


Olah Raga

SNI 06-6373-2000

Tata Cara Pemilihan dan Pemasangan Ven pada


sistem Plumbing

SNI 03-1726-2002

Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk


Rumah dan Gedung

SNI 03-1729-2002

Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk


Gedung

SNI 03-1730-2002

Tata Cara Perencanaan Gedung Sekolah Menengah


Umum

SNI 03-6896-2002

Tata Cara Pengecatan Genteng Beton

SNI 2835:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah


untuk konstruksi bangunan gedung

SNI 2836:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan


pondasi untuk konstruksi bangunan

SNI 2837:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan


plesteran untuk konstruksi bangunan

SNI 03-3433-2002

Tata Cara Pengecatan Genteng Keramik

SNI 3434:2002

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu


untuk bangunan gedung

SNI 03-6759-2002

Tata Cara Perencanaan Teknis Konservasi Energi


Pada Bangunan Rumah dan Gedung

SNI 6897:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan


dinding untuk konstruksi bangunan

SNI 7395:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan


penutup lantai dan dinding

SNI 7394:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton


untuk konstruksi bangunan gedung

SNI 7393:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi


dan alumunium untuk konstruksi

SNI 03-7017.1-2004

Pemeriksaan dan pengujian lift traksi listrik pada


bangunan gedung - Bagian 1: Pemeriksaan dan
pengujian serah terima

SNI 03-7017.2-2004

Tata Cara Pemeriksaan dan Pengujian Lift traksi


listrik pada bangunan gedung - bagian 2:
Pemeriksaan dan Pengujian berkala

SNI 2839:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langitlangit untuk konstruksi

SNI 2839:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langitlangit untuk konstruksi bangunan

SNI 2837:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan


plesteran untuk konstruksi bangunan

SNI 03-3433-2002

Tata Cara Pengecatan Genteng Keramik

SNI 3434-2002

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu


untuk bangunan gedung

SNI 03-6759-2002

Tata Cara Perencanaan Teknis Konservasi Energi


Pada Bangunan Rumah dan Gedung

SNI 6897:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan


dinding untuk konstruksi bangunan gedung

SNI 7395:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan


penutup lantai dan dinding untuk konstruksi
bangunan gedung

SNI 7393:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi


dan alumunium untuk konstruksi bangunan gedung

SNI 03-7017.1-2004

Pemeriksaan dan pengujian lift traksi listrik pada


bangunan gedung - Bagian 1: Pemeriksaan dan
pengujian serah terima

SNI 03-7017.2-2004

Tata Cara Pemeriksaan dan Pengujian Lift traksi


listrik pada bangunan gedung - bagian 2:
Pemeriksaan dan Pengujian berkala

SNI 03-1728-1989

Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan


Gedung

SNI 03-1728-1989

Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan


Gedung

SNI 2835-2008

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan


Tanah untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan
Perumahan

SNI 2836-2008

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan


Pondasi untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan
Perumahan

SNI 7394-2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton


untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

SNI 03-4164-1996

Metode Pengujian Kuat Tekan Dinding Pasangan


Bata Merah di Laboratorium

SNI 04-4165-1996

Metode Pengujian Kuat Lentur Dinding Pasangan


Bata Merah di Laboratorium

SNI 03-4166-1996

Metode Pengujian Kuat Geser Dinding Pasangan


Bata Merah di Laboratoriu

SNI 03-6435-2000

Metode Pengujian Kedataran dan Kerataan Lantai


Menggunakan Sistem Bilangan F

SNI 03-6760-2002

Metode Pengujian Pembebanan Lantai Beton


Bertulang Pada Bangunan Bertingkat dengan Beban
Air

SNI 03-6761-2002

Metode Pengujian untuk Tiang Tunggal terhadap


Beban Tarik Aksial Statis

SNI 03-6762-2002

Metode pengujian beban lateral pada pondasi tiang

SNI 07-0242.1-2000

Spesifikasi Pipa Baja yang Dilas dan Tanpa


Sambungan dengan Lapis Hitam dan Galvanis Panas

SNI 07-6402-2000

Spesifikasi Tabung Baja Karbon Struktural Berbentuk


Bulat dan Lainnya yang Dibentuk Dalam Keadaan
Dingin dengan Dilas Tanpa Kampuh

SNI 07-6403-2000

Spesifikasi Pelat Baja Karbon dengan Kuat Tarik


Rendah dan Medium

SNI 03-6763-2000

Spesifikasi tabung baja karbon struktural yang


dibentuk dalam keadaan panas

SNI 03-6764-2000

Spesifikasi baja strukturalo

SNI 03-6880-2002

Spesifikasi beton struktural

SNI 03-1734-1989

Tata Cara Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur


Dinding Bertulang Untuk Rumah dan Gedung

SNI 03-2847-1992

Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk


Bangunan Gedung

SNI 03-3430-1994

Tata Cara Perencanaan Dinding Struktur Pasangan


Blok Beton Berongga Bertulang Untuk Bangunan
Rumah dan Gedung

SNI 03-3445-1994

Tata Cara Pemasangan Panel Beton Ringan Berserat

SNI 7392:2008

Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan


gedung menggunakan panel

SNI 2835:2008

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah


untuk konstruksi bangunan

SNI 07-0242.1-2000

Spesifikasi Pipa Baja yang Dilas dan Tanpa


Sambungan dengan Lapis Hitam dan Galvanis Panas

ING DAN EVALUASI PENERAPAN SEMESTER I (JAN-JUN) TAHUN 2013

SNI yang telah tercantum dalam Regulasi

SNI

Judul SNI

SNI 03-1727-1989

Pedoman Perencanaan pembebanan untuk


rumah dan gedung

SNI 03-3976-1995

Tata Cara Pengadukan dan pengecoran beton

SNI 03-2834-2000

Tata cara pembuatan rencana campuran beton


normal

SNI 03-3449-2002

Tata cara perancangan campuran beton


ringan dengan agregat

SNI 03-1729-2002

Tata cara perencanaan struktur baja untuk


bangunan gedung

SNI 04-0225-2000

Persyaratan Umum instalasi listrik 2000 (PUIL


2000)

SNI 06-0084-2002

Pipa PVC untuk saluran Air Minum

SNI 03-1733-2004

tata cara perencanaan lingkungan perumahan


di perkotaan

SNI 03-1726-2002

tata cara perencanaan ketahanan gempa


untuk rumah dan gedung

SNI 03-1734-1989

tata perencanaan beton dan struktur dinding


bertulangan untuk rumah dan gedung

SNI 03-2847-1992

tata cara perencanaan perhitungan struktur


beton untuk bangunan gedung

SNI 03-3430-1994

tata cara perencanaan dinding struktur


pasangan balok beton berongga bertulangan
untuk bangunan rumah dan gedung

SNI 03-2407-1994

tata cara pengecatan kayu untuk rumah dan


gedung

SNI 03-1736-1989

tata cara perencanaan struktur bangunan


untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung

SNI 03-1745-1989

tata cara pemasangan sistem hidran untuk


pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung

SNI 03-1977-1990

tata cara dasar koordinasi modular untuk


perancangan bangunan rumah dan gedung

SNI 03-2394-1991

tata cara perencanaan dan perancangan


bangunan kedokteran nuklir di rumah sakit

SNI 03-2395-1991

tata cara perencanaan bangunan radiologi di


rumah sakit

SNI 03-2397-1991

tata cara perancangan bangunan sederhana


tahan angin

SNI 03-2404-1991

tata cara pencegahan rayap pada pembuatan


bangunan rumah dan gedung

SNI 03-2405-1991

tata cara penanggulangan rayap pada


bangunan rumah dan gedung dengan
termitisida

SNI 03-1735-2000

tata cara perencanaan bangunan dan


lingkungan untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan rumah dan gedung

SNI 03-1746-2000

tata cara perencanaan dan pemasangan


sarana jalan ke luar untuk penyelamatan
terhadap bahaya kebakaran pada bangunan
gedung

SNI 03-3985-2000

tata cara perencanaan, pemasangan dan


pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran
untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan gedung

SNI 03-3989-2000

tata cara perencanaan dan pemasangan


sistem sprinkler otomatik untuk pencegahan
bahaya kebakaran pada bangunan gedung

SNI 03-6571-2001

sistem pengendalian asap kebakaran pada


bangunan gedung

SNI 03-0712-2004

sistem manajemen asap dalam mal, atrium


dan ruangan bervolume besar

SNI 03-6573-2001

tata cara perancangan pencahayaan daruratm


tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada
bangunan gedung

SNI 03-7015-2004

sistem proteksi petir pada bangunan gedung

SNI 04-0227-1994

tegangan standar

SNI 04-7018-2004

sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga

SNI 04-7019-2004

sistem pasokan daya listrik darurat


menggunakan energi tersimpan

SNI 03-6390-2000

konservasi energi sistem tata udara pada


bangunan gedung

SNI 03-6572-2001

tata cara perancangan sistem ventilasi dan


pengkondisian udara pada bangunan gedung

SNI 03-6197-2000

konservasi energi sistem pencahayaan buatan


pada bangunan gedung

SNI03-2396-2001

tata cara perancangan sistem pencahayaan


alami pada bangunan gedung

SNI03-6575-2001

tata cara perancangan sistem pencahayaan


buatan pada bangunan gedung

SNI 03-6481-2000

sistem plambing 2000

SNI 03-2398-2002

tata cara perencanaan tangki septic dengan


sistem resapan

SNI 03-6379-2000

spesifikasi dan pemasangan perangkap bau

SNI 03-7011-2004

keselamatan pada bangunan fasilitas


pelayanan kesehatan

SNI 03-2453-2002

tata cara perencanaan sumur resapan air


hujan untuk lahan pekarangan

SNI 03-2459-2002

spesifikasi sumur resapan air hujan untuk


lahan pekarangan

SNI 03-6389-2000

konservasi energi selubung bangunan pada


bangunan gedung

SNI 03-6196-1994

prosedur audit energi pada bangunan gedung

SNI 1301-1304 atau edisi


terakhir

Spe bahan bangunan

SNI '03-3986

instalasi alarm kebakaran otomatis

SNI 03-3987

tata cara perencanaan pemasangan


pemadaman api ringan untuk pencegahan
bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan
gedung

SNI '03-3988

pengujian kemampuan pemadaman dan


penilaian alat pemadam api ringan

SNI 03-3986

instalasi alarm kebakaran otomatis

SNI 03-3988

pengujian kemampuan pemadaman dan


penilaian alat pemadam api ringan

R I (JAN-JUN) TAHUN 2013

dalam Regulasi

SNI yang digunakan dalam Pengujian

Regulasi

No.

SNI

Bina Marga

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

SNI 03-1968-1990

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

SNI 03-1972-1990

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

SNI 03-1973-1990

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

SNI 03-2491-1991

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006
KEPMEN PU No. 10/KPTS/2000

SNI 03-3403-1994

KU.08.08/P2AT-L/2004/2005

SNI 03-3418-1994

PERMEN PU No.06/PRT/M/2007

SNI 03-4142-1996

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

SNI 03-4156-1996

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

SNI 03-4806-1998

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

10

SNI 03-4807-1998

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

11

SNI 03-4808-1998

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

12

SNI 03-6429-2000

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

13

SNI 03-2492-2002

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

14

SNI 03-6817-2002

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

15

SNI 2417:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

16

SNI 2458:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

17

SNI 3407:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

18

SNI 07-6443-2000

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

19

SNI 2417 : 2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

20

SNI 03-2816-1992

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

21

SNI 03-1974-1990

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

22

SNI 03-4810-1998

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

23

SNI 03-6877-2002

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006
KEPMEN PU No. 10/KPTS/2000

24

SNI 06-2433-1991

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

25

SNI 06-2456-1991

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

26

SNI 03-6834-2002

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

27

SNI 06-2432-1991

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

28

SNI 06-2434-1991

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

29

SNI 2490:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

30

SNI 06-2488-1991

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

31

SNI 1969:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

32

SNI 03-1975-1990

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

33

SNI 3423:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

34

SNI 1967:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

35

SNI 1966:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

36

SNI 03-4431-1997

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

37

SNI 1742:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

38

SNI 03-6825-2002

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

39

SNI 03-4141-1996

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

40

SNI 1972:2008

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

41

SNI 03-2493-1991

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

42

SNI 15-2530-1991

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

43

SNI 03-6826-2002

PERMEN PU No.29/PRT/M/2006

44

SNI 03-6827-2002

KEPMEN PU No. 10/KPTS/2000

45

SNI 15-2531-1991

KEPMEN PU No. 10/KPTS/2000

46

SNI 03-6886-2002

KEPMEN PU No. 10/KPTS/2000

47

SNI 13-6427-2000

KEPMEN PU No. 10/KPTS/2000

48

SNI 03-6412-2000

KEPMEN PU No. 10/KPTS/2000

49

SNI 03-6894-2002

KEPMEN PU No. 10/KPTS/2000

50

SNI 6753 : 2008

51

SNI 03-6756-2002

52

SNI 03-6758-2002

53

SNI 03-4797-1998

54

SNI 03-4478-1997

55

SNI 06-2440-1991

56

SNI 1743:2008

57

SNI 03-2439-1991

58

SNI 03-2828-1992

59

SNI 19-6413-2000

60

SNI 03-6893-2002

61

SNI 06-2441-1991

62

RSNI M-01-2003

63

SNI 03-1971-1990

64

SNI 03-6795-2002

65

SNI 06-6443-2000

66

SNI 03-6887-2002

67

RSNI T-01-2005

68

RSNI M-06-2004

69

SNI 03-6721-2002

70

SNI 03-6869-2002

71

SNI 19-6426-2000

72

SNI 03-1966-1990

73

SNI 03-1967-1990

74

SNI 3422:2008

75

SNI 03-3422-1994

76

SNI 03-1742-1989

77

SNI 03-2828-1992

78

SNI 03-4141-96

79

SNI 2827:2008

80

SNI 03-4804-1998

81

SNI 03-6969-2003

82

SNI 1970: 2008

83

SNI 1970:2008

84

SNI 03-2432-1991

85

SNI 03-2434-1991

86

SNI 03-3642-1994

87

SNI 03-3644-1994

88

SNI 03-4428-1997

89

SNI 03-4137-1996

90

SNI 03-6441-2000

91

SNI 03-3639-2002

92

SNI 06 2456-1991

93

SNI-06-2489-1991

94

SNI 03-3640-1994

95

SNI 03-6757-2002

96

SNI 03-6835-2002

97

SNI 3432:2008

98

SNI 06-6441-2000

99

SNI 6753:2008

Sumber Daya Air

100 SNI 03-2527-1991


101 SNI 03-2817-1992
102 SNI 03-1965.1-2000
103 SNI 03-6436-2000
104 SNI 03-6454-2000

105 SNI 19-6739-2002

106 SNI 19-6740-2002


107 SNI 19-6471-2002
108 SNI 19-6742-2002

109 SNI 19-6473-2002


110 SNI 03-6465-2000
111 SNI 03-6455.3-2000

Cipta Karya
112 SNI 06-2548-1991

113 SNI 06-2549-1991


114 SNI 06-2550-1991

115 SNI 06-2551-1991


116 SNI 06-2552-1991

117 SNI 06-2553-1991


118 SNI 06-2554-1991
119 SNI 06-2555-1991
120 SNI 06-2556-1991
121 SNI 06-4821-1991

122 SNI 05-6437-2000


123 SNI 19-6449-2000
124 SNI 19-6777-2002
125 SNI 19-6778-2002

126 SNI 19-6779-2002

127 SNI 19-6781-2002

128 SNI 19-6784-2002


129 SNI 03-6770-2002
130 SNI 03-6771-2002
131 SNI 03-7566-202
132 SNI 03-4164-1996

133 SNI 04-4165-1996


134 SNI 03-4166-1996
135 SNI 03-6435-2000

136 SNI 03-6760-2002


137 SNI 03-6761-2002
138 SNI 03-6762-2002

SNI yang digunakan dalam Pengujian

Judul SNI

Bina Marga

SNI yang dipergunakan di Perguruan Tinggi seb

No.

SNI

SNI 03-2394-1991

Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus


dan kasar.

SNI 03-2397-1991

metode pengujian slump beton

SNI 03-2404-1991

metode pengujian berat isi beton

SNI 03-2405-1991

metode pengujian kuat tarik beton

SNI 03-1735-2000

metode pengujian kuat tekan beton inti pemboran

SNI 03-1736-2000

metode pengujian kandungan udara pada beton segar

SNI 03-1746-2000

metode pengujian jumlah bahan dalam agregat yang lolos


saringan No.200 (0,075mm)

SNI 03-1745-2000

metode pengujian bilding dari beton segar

SNI 03-3985-2000

metode pengujian kadar semen portland dalam beton


segar dengan cara titrasi volumetri

10 SNI 03-3989-2000

metode pengujian untuk menentukan suhu beton segar


semen portland

11 SNI 03-6571-2001

metode pengujian kadar air dalam beton segar dengan


cara titrasi volumetri

12 SNI 03-7012-2004

metode pengujian kuat tekan beton silinder dengan


cetakan silinder di dalam tempat cetakan

13 SNI 03-1735-2000

metode pengambilan dan pengujian beton inti

14 SNI 03-1736-2000

metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton

15 SNI 03-6573-2001

metode pengujian keausan agregat dengan mesin Los


Angeles

16 SNI 03-7015-2004

metode pengambilan contoh untuk campuran beton segar

17 SNI 03-6390-2000

metode pengujian sifat kekekalan bentuk agregat


terhadap larutan natrium sulfat dan magnesium sulfat

18 SNI 03-6572-2001

Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan


seng paling tipis dengan cara dreece pada besi atau baja
digalvins

19 SNI 03-6197-2000

Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi los


angeles

20 SNI 03-2396-2001

metode pengujian kotoran organik adlam pasir untuk


campuran mortar dan beton

21 SNI 03-6575-2001

metode pengujian kuat tekan beton

22 SNI 03-6481-2000

metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di


lapangan

23 SNI 03-2398-2002

metode pengujian kadar rongga agregat halus yang tidak


dipadatkan

24 SNI 03-6379-2000

metode pengujian titik nyala dan titik bakar dengan


cleveland open cup

25 SNI 03-7011-2004

cara uji penetrasi aspal

26 SNI 03-2453-2002

metode pengujian konsistensi aspal dengan cara apung

27 SNI 03-2459-2002

metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal.

28 SNI 03-6389-2000

cara uji titik lembek aspal dengan alat cicin dan bola ring
and ball)

29 SNI 03-6390-2000

cara uji kadar air dalam produk minyak dan bahan


mengandung aspal dengan cara penyulingan

30 SNI 03-6196-1994

metode pengujian fraksi aspal cair dengan cara


penyulingan

31 SNI 03-6572-2001

cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar

32 SNI 03-1735-2000

metode mempersiapkan contoh tanah dan tanah


mengandung agregat

33 SNI 03-1746-2000

cara uji analisis ukuran butir tanah

34 SNI 03-6573-2001

cara uji penentuan batas cair untuk tanah

35 SNI 03-1744-1989

cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas


tanah

36 SNI 03-1742-1989

metode pengujian kuat lentur beton normal dengan dua


titik pembebanan

37 SNI 03-1964-1990

cara uji kepadatan ringan untuk tanah

38 SNI 03-1965-1990

metode pengujian kekuatan tekan mortar semen portland


untuk pekerjaan sipil

39 SNI 03-1966-1990

metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir


mudah pecah dalam agregat

40 SNI 03-1967-1990

cara uji slump beton

41 SNI 03-2827-1992

metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di


laboratorium

42 SNI 03-2832-1992

metode pengujian kehalusan semen portland

43 SNI 03-1972-1990

metode pengujian konsistensi normal semen portland


dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil
metode pengujian waktu ikat awal semen portland
dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil

44 SNI 03-1973-1990
45 SNI 03-6429-2000

metode pengujian berat jenis semen portland

46 SNI 03-1974-1990

metode pengujian hubungan antara kadar air dan


kepadatan pada campuran tanah semen

47 SNI 03-2491-1991

metode pengujian uji basah dan kering campuran tanah


semen dipadatkan

48 SNI 03-3402-1994

metode pengujian kadar semen pada campuran segar


semen tanah

49 SNI 03-3419-1994

metode pengujian kadar aspal dan campuran beraspal


cara sentrifius

50 SNI 06-2432-1991

cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap


kerusakan akibat rendaman

51 SNI 06-2434-1991

metode pengujian untuk menentukan tingkat kepadatan


perkerasan beraspal

52 SNI 03-2439-1991

metode pengujian kuat tekan campuran beraspal

53 SNI 06-2440-1991

metode pengujian pemulihan aspal dengan alat penguap


putar

54 SNI 03-1972-1990

metode pengujian agregat halus atau pasir yang


mengandung bahan plastis dengan cara setara pasir

55 SNI 03-1973-1990

metode pengujian kehilangan berat minyak dan aspal


dengan cara A

56 SNI 03-6429-2000

cara uji kepadat berat untuk tanah

57 SNI 03-1974-1990

cara uji penyelimutan dan pengelupasan pada campuran


agregat-aspal

58 SNI 03-2491-1991

metode pengujian kepadatan lapangan dengan alat


konus pasir

59 SNI 03-2823-1992

metode pengujian kepadatan berat isi tanah di lapangan


balon karet

60 SNI 03-3402-1994

metode pengujian berat jenis maksimum campuran


beraspal

metode pengujian berat jenis aspal padat

metode pengujian campuran aspal dengan alat marshall

metode pengujian kadar air agregat

metode pengujian untuk menentukan tanah ekspansif

Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan


seng paling tipis dengan cara dreece pada besi atau baja
digalvins

metode pengujian kuat tekan bebas tanah semen

cara uji butiran agregat ksar berbentuk pipih, lonjong atau


pipih dan lonjong
cara uji campuran beraspal panas untuk ukuran agregat
maksimum dari 25,4 mm (1 inci) sampai dengan 38 mm
(1,5 inci) dengan alat marshall

metode pengujian kekentalan aspal cair dengan alat


saybolt

metode pengambilan contoh uji,bentuk,ukuran, dan


klasifikasi
metode pengujian pengukuran pH pasta tanah semen
untuk stabilisasi

Metode pengujian batas plastis tanah


Metode pengujian batas cair tanah dengan alat
Cassagrande
cara uji analisis ukuran butir tanah
Metode pengujian batas susut tanah

Panduan pengujian kepadatan ringan untuk tanah


Metode Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Alat
Konus Pasir Judul direvisi menjadi :Cara uji kepadatan
lapangan dengan alat konus pasir

metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir


mudah pecah dalam agregat

cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir

metode pengujian berat isi dan rongga udara dalam


agregat
metode pengujian untuk pengukuran panjang beton inti
hasil pengorbanan

cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus.


Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus

metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal.

metode pengujian titik lembek aspal dan ter


metode pengujian kadar residu aspal emulsi dengan
penyulingan

metode pengujian jenis muatan partikel aspal emulsi

metode pengujian agregat halus atau pasir yang


mengandung bahan plastis dengan cara setara pasir

metode pengujian tebal dan panjang rata-rata agregat


metode pengujian viskositas aspal minyak dengan alat
brookfield thermosel
metode penentuan kadar parafin dalam aspal

metode pengujian penetrasi bahan-bahan bitumen


pengujian campuran beraspal dengan alat marshall
metode pengujian kadar aspal denganc ara ekstraksi
menggunakan alat soklet
metode pengujian berat jenis nyata campuran beraspal
dipadatkan menggunakan benda uji kering permukaan
jenuh

metode pengujian pengaruh panas dan uadra terhadap


lapisan tipis aspal yang diputar

cara uji analisis ukuran butir tanah


Metode Pengujian Viskositas Aspal Minyak dengan Alat
Brookfield Termosel
cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap
kerusakan akibat rendaman

Sumber Daya Air

Metode pengujian karakteristik akifer tertekan dengan uji


pemompaan jacob
Metode pengujian akifer tertekan dengan pemompaan
papadopulos cooper
Metode pengujian kadar air tanah dengan alat speedy
Metode pengujian sumur injeksi den pemompaan untuk
penentuan sifat hidraulik
Metode pengujian ketegaklurusan sumur
Metode pengujian untuk penentuan kapasitas jenis dan
penaksiran transmisivitas

Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer


tertekan
Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer
tertekan
Metode pengujian kolom air di lapangan untuk penentuan
sifat-sifat hidraulik akuifer

Metode pengujian sifat hidraulik akuifer dengan cara theis

Tata Cara pengujian kualitas Bendungan Urugan


Metode Pengujian Aliran pada Saluran Terbuka dengan
Bangunan Ukur Empat Persegi

Cipta Karya
Metode pengujian kekuatan pipa pvc untuk air minum
dengan jangka sorong
Metode pengujian kekuatan pipa pvc untuk air minum
terhadap tekanan hidrolik
Metode Pengujian Ketebalan Dinding Pipa PVC Untuk Air
Minum

Metode pengujian bentuk dan sifat tampak pipa untuk air


minum

Metode pengambilan contoh uji pipa pvc untuk air mimum


Metode pengujian perubahan panjang pipa pvc untuk air
minum dengan uji tungku
Metode pengujian perubahan panjang pipa pvc untuk air
minum terhadap methilen klorida
Metode pengujian kadar pvc pada pipa pvc untuk air
minum dengan thf
Metode pengujian diameter luar pipa pvc untuk air
minum pada pipa meter
Metode pengujian dimensi pipa polietilen (pe) untuk air
minum
Metode Pengujian kinerja pompa dengan menggunakan
model

Metode pengujian koagulasi flokulasi dengan cara jar


Metode pengujian kinerja untuk paket instalasi
penjernihan air kapasitas dibawah 51
Metode pengujian tekanan internal rendah sambungan
mekanik pipa polietilena (pe)

Metode pengujian perubahan panjang pipa polietilena


(pe)
Metode pengujian kehilangan tekanan pada sistem
sambungan mekanik pipa polietilena

Metode pengujian koaguilasi dan filtrasi bertekanan


Metode pengujian cat penghambat api
Metode pengujian sifat penyalaan bahan bangunan
Metode pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu
kebakaa=ran pada bangunan..
Metode Pengujian Kuat Tekan Dinding Pasangan Bata
Merah di Laboratorium
Metode Pengujian Kuat Lentur Dinding Pasangan Bata
Merah di Laboratorium
Metode Pengujian Kuat Geser Dinding Pasangan Bata
Merah di Laboratoriu
Metode Pengujian Kedataran dan Kerataan Lantai
Menggunakan Sistem Bilangan F
Metode Pengujian Pembebanan Lantai Beton Bertulang
Pada Bangunan Bertingkat dengan Beban Air
Metode Pengujian untuk Tiang Tunggal terhadap Beban
Tarik Aksial Statis

Metode pengujian beban lateral pada pondasi tiang

SNI yang mendukung Lingk


(terkait KBI, AMDAL, TBRL d

*KBI = Konstruksi Berkelanjutan


*AMDAL = Analisis Mengenai Dampa
*TBRL = Teknologi dan Bangunan Ram
*MAPI = Mitigasi dan Adaptasi Peru

g dipergunakan di Perguruan Tinggi sebagai kurikulum

Judul SNI

No.

SNI

Tata cara perencanaan dan perancangan bangunan kedokteran


nuklir di rumah sakit

Bidang Sumber Da

Tata cara perancangan bangunan sederhana tahan angin

SNI 02-2406-1991

Tata cara pencegahan rayap pada pembuatan bangunan rumah


dan gedung

SNI 03-1724-1989

Tata cara penanggulangan rayap pada bangunan rumah dan


gedung dengan termitisida

SNI 03-2851-1991

Tata cara perencanaan bangunan dan lingkungan untuk


pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan
gedung

SNI 03-3432-1994

Tata cara perencanaan sistem proteksi pasif untuk pencegahan


bahaya kebakaran pada bangunan gedung

SNI 03-2401-1991

Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan ke luar


untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada
bangunan gedung

SNI 03- 2402-1991

Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan


slang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan
gedung

SNI 03-2400-1991

Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem


deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung

SNI 03-3441-1994

Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem springkler


otomatik untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan
gedung

SNI 03-1962-1990

Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung

10

SNI 03-6456.1-2000

Sistem manajemen asap dalam mal, atrium dan ruangan


bervolume besar

11

SNI 03-6456.2-2000

Tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan


untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah
dan gedung

12

SNI 03-1731-1989

Tata cara pencegahan dan pemasangan sarana jalan keluar


untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada gedung

13

SNI 03-6465-2000

Tata cara perancangan pencahayaan darurat, tanda arah dan


sistem peringatan bahaya pada bangunan gedung

14

SNI 03-6460.2-2000

Sistem proteksi petir pada bangunan gedung

15

SNI 03-6460.3-2000

Konservasi energi sistem tata udara pada bangunan gedung *

16

SNI 19-6459-2000

Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian


udara pada bangunan gedung

Bidang Jalan dan Je

Konservasi energi sistem pencahayaan buatan pada bangunan


gedung *

17

SNI 03-3437-1994/SNI 03-3438-1994

Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada


bangunan gedung

18

SNI 2444;2008

Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada


bangunan gedung

19

SNI 2442;2008

Sistem plambing 2000

20

SNI 1724-1989-F

Tata cara perencanaan tangki septic dengan sistem resapan

21

SNI 1942-1989-F

Spesifikasi dan pemasangan perangkap bau

22

SNI 1942-1989-F

Keselamatan pada bangunan fasilitas pelayanan kesehatan

23

SNI 03-3440-1994/SNI 03-3439-1994

Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan


pekarangan

24

SNI 739;2008 (RSNI S-01-2006)

Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan

25

SNI 03-6879-2002

Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung *

26

SNI 19-6878-2002

Konservasi energi sistem tata udara pada bangunan gedung *

Bidang Permukim

Prosedur audit energi pada bangunan gedung *

27

SNI 03-4164-1996

Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian


udara pada bangunan gedung

28

SNI 03-4165-1996

Tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan


untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung

29

SNI 03-4166-1996

Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar


untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada
bangunan gedung

30

SNI 03-6435-2000

Tata cara perancangan sistem transportasi vertical dalam


gedung (lif)

31

SNI 03-6760-2002

Pengujian CBR Laboratorium

32

SNI 03-6761-2002

Pengujian Kepadatan Ringan Pada Tanah

33

SNI 03-6762-2002

Pengujian Berat Jenis Tanah

34

SNI 03-1734-1989

Pengujian Kadar Air Tanah

35

SNI 03-2847-1992

Pengujian Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah

36

SNI 03-3430-1994

Pengujian Batas Cair Tanah

37

SNI 03-3445-1994

Pengujian Penetrasi Lapangan Dengan Alat Sondir

38

SNI 7392 : 2008

Pengujian Untuk Mendapatkan Kepadatan Tanah Maksimum


Dengan Kadar Air Optimum

39

RSNI S-10-2002

Pengujian Slump Beton

39

RSNI T-11-2002

Pengujian Berat Isi Beton, Volume Produksi Campuran Dan


Kadar Udara Beton
Pengujian Kuat Tekan Beton Silinder Dengan Cetakan Silinder
Di Dalam Tempat Cetakan

Keputusan Menteri Permukiman dan


Prasarana Wilayah
Nomor :11/KPTS/M/2003

Pengujian Kuat Tekan Beton

40

RSNI T-20-2004

Pengujian Kuat Tarik Belah Beton

41

RSNI S-07-2004

Pengujian Berat Isi Beton Ringan Struktural

42

RSNI
M-08-2004
Keputusan
Menteri Permukiman dan
Prasarana Wilayah Nomor :
360/KPTS/M/2004

Pengujian Daktilitas Bahan-Bahan Aspal

43

SNI 1739 : 2008

Pengujian Titik Lembek Aspal Dengan Alat Cincin Dan Bola


(Ring And Ball)

44

SNI 1740 : 2008

Pengujian Kelekatan Agregat Terhadap Aspal

45

SNI 1741 : 2008

Pengujian Abrasi Beton Di Laboratorium

Pengujian Kehilangan Berat Minyak Dan Aspal

46

SNI 06-6770-2002

Pengujian Slump Beton

47

SNI 03-6771-2002

Pengujian Berat Isi Beton, Volume Produksi Campuran Dan


Kadar Udara Beton

48

SNI 03-6766-2002

49

SNI 03-3989-2000

Pengujian Kuat Lentur Beton Memakai Gelagar Seder-Hana


Dengan Sistem Beban Titik Di Tengah

50

SNI 03-1746-2000

Pengujian Berat Isi Beton Ringan Struktural

51

SNI 03-6382-2000

52

SNI 03-6383-2000

53

SNI 03-6415-2000

54

SNI 03-6420-2000

55

SNI 03-6570-2001

56

SNI 03-6571-2001

Pengujian Kuat Tekan Beton Silinder Dengan Cetakan Silinder


Di Dalam Tempat Cetakan

Pengujian Kuat Tekan Beton


Pengujian Kuat Tarik Belah Beton

57

SNI 19-6718-2002

58

SNI 03-6767-2002

59

SNI 03-6768-2002

60

SNI 03-6769-2002

61

SNI 03-6765-2002

62

SNI 03-7011-2004

63

SNI 03-7012-2004

64

SNI 03-7015-2004

65

SNI 06-2459-2002

66

SNI 03-6968-2003

67

SNI 03-1735-2000

68

SNI 03-1736-2000

69

SNI 03-1745-2000

70

SNI 03-3985-2000

71

SNI 19-6411-2000

72

SNI 03-6462-2000

73

SNI 03-6464-2000

74

SNI 19-6470-2000

75

SNI 03-2396-2001

76

SNI 03-6572-2001

77

SNI 03-6573-2001

78

SNI 03-6574-2001

79

SNI 03-6575-2001

80

SNI 19-6772-2002

81

SNI 03-1733-2004

82

SNI 03-2406-1991

83

SNI 03-1733-2004

84

SNI 03-2453-2002

85

SNI 03-7013-2004

86

SNI 03-6981-2004

87

SNI 2418.3:2009

88

SNI 19-6777-2002

89

SNI 19-6778-2002

90

SNI 19-6779-2002

91

SNI 05-6437-2000

92

SNI 06-4829-2005

93

SNI 07-6405-2000

94

SNI 03-6375-2000

95

SNI 6774 : 2008

96

SNI 6775 : 2008

97

SNI 19-6776-2002

98

SNI 19-6782-2002

99

SNI 07-6405-2000

100

SNI 19-3964-1994

101

SNI 19-3983-1995

102

SNI 19-7029-2004

103

SNI 19-7030-2004

104

SNI 19-3241-1994

105

SNI 3242 : 2008

106

SNI 19-2454-2002

107

SNI 03-6368-2000

108

SNI 03-6379-2000

109

SNI 03-6966-2003

110

SNI 03-2398-2002

111

SNI 03-2399-2002

112

SNI 19-6409-2000

113

SNI 19-6410-2000

114

SNI 19-6466-2000

115

SNI 03-3986-1995

yang mendukung Lingkungan


t KBI, AMDAL, TBRL dan MAPI)

Konstruksi Berkelanjutan Indonesia


Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
nologi dan Bangunan Ramah Lingkungan
Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Judul SNI

Bidang Sumber Daya Air

Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan


Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik
untuk Bangunan di Sungai.
Tata Cara Perencanaan Teknis Bendung Penahan
Sedimen.
Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan Kapasitas
Pelimpah Untuk Bendung.

Tata Cara Perencanaan Umum Bendung.

Tata Cara Perencanaan Umum Irigasi Tambak


Udang.

Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai

Tata Cara Perencanaan Teknik Pelindung Tebing


Sungai Dari Pasangan batu.
Tata Cara Perencanaan Penanggulangan
Longsoran

Metode Pengontrolan Sungai selama Pelaksanaan


Konstruksi Bendungan Bagian 1 : Pengendalian
Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan

Metode Pengontrolan Sungai Selama Pelaksanaan


Konstruksi Bendungan Bagian 2 : Penutupan Alir
Sungai dan Bendungan Pengelak

Tata Cara Keamanan Bendungan.

Tata Cara Pengendalian Mutu Bendungan Urugan

Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian 2 :


Bahaya Darurat dan Lingkungan Kerja
Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian : 3
Komunikasi, Kebisingan dan Transportasi

Tata Cara Pengontrolan Sedimentasi pada Waduk

Bidang Jalan dan Jembatan


Perencanaan stabilisasi tanah dengan bahan
serbuk pengikat untuk konstruksi jalan

Spesifikasi bukaan pemisah jalur

Spesifikasi Kereb beton untuk jalan

Tata cara Drainase Perencanaan Permukaan Jalan

Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan


kapur untuk Jalan

Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan


Semen Portland untuk Jalan Raya

Pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung di


tempat dengan bahan serbuk pengikat

Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan

Metode Uji pH tanah untuk pengujian korosi logam

Metode Uji Tingkat Kebisingan Jalan L10 dan Leq

Bidang Permukiman
Metode pengujian kuat tekan dinding pasangan
bata merah dilaboratorium
Metode pengujian kuat lentur dinding pasangan
bata merah di laboratorium
Metode pengujian kuat geser dinding pasangan
bata merah di laboratorium

Metode pengujian kedataran dan kerataan lantai


menggunakan sistem bilangan f
Metode pengujian pembebanan lantai beton
bertulang pada bangunan bertingkat dengan beban
air
Metode pengujian untuk tiang tunggal terhadap
beban tarik aksial statis
Metode pengujian tiang pancang terhadap barang
lateral
Tata cara perencanaan beton bertulang dan struktur
dinding bertulang untuk rumah dan gedung

Tata cara penghitungan struktur beton untuk


bangunan gedung
Tata cara perencanaan dinding struktur pasangan
blok beton berongga bertulang untuk bangunan
rumah dan gedung

Tata cara pemasangan panel beton ringan berserat.

Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan


gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga
dimensi ( PJKB-3D) las pabrikan
Standar pasokan air untuk pemadam kebakaran di
permukiman kota dan sekitarnya

Tata cara pengklasifikasian jenis penggunaan


bangunan berdasarkan peringkat ancaman bahaya
kebakaran
Tata cara perencanaan ruang dan aksesibilitas
bangunan bagi pengguna kursi roda

Proteksi pada peralatan komputer, elektronik/


pengolah data

Metode uji ketahanan api pintu rakitan

Cara uji jalar api pada permukaan bahan bangunan


untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung
Cara uji bakar bahan bangunan untuk pencegahan
bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan
gedung
Cara uji ketahanan api komponen struktur
bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran
pada bangunan rumah dan gedung

Metode pengujian cat penghambat api

Metode pengujian sifat penyalaan bahan bangunan


Metode pengujian proteksi kebakaran terhadap
pintu kebakaran pada bangunan.

Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem


sprinkle otomatis untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung.

Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana


jalan keluar untuk penyelamatan terhadap bahaya
kebakaran pada bangunan gedung

Spesifikasi hidran kebakaran tabung basah

Spesifikasi peralatan pengolah udara individual


sebagai sistem pengendalian asap terzona dalam
bangunan gedung

Spesifikasi proteksi untuk bukaan pada konstruksi


tahan api

Spesifikasi sistem pengolahan udara di dapur dan


ruang parkir sebagai pengendali asap kebakaran
dalam bangunan

Instalasi pompa yang dipasang tetap untuk proteksi


kebakaran
Sistem pengendalian asap kebakaran pada
bangunan gedung

Spesifikasi damper kebakaran


Spesifikasi umum sistem ventilasi mekanis dan
sistem tata udara sebagai

pengendali asap kebakaran dalam bangunan


Spesifikasi umum sistem pengo-lahan udara
sebagai pengendali asap kebakaran dalam
bangunan
Spesifikasi sistem pengolahan udara sentral
sebagai pengendali asap kebakaran dalam
bangunan
Spesifikasi bahan bangunan untuk pencegahan
bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan
gedung

Keselamatan pada bangunan

Fasiltas pelayanan kesehatan


Sistem manajemen asap di dalam mal atrium dan
ruangan bervolume besar
Sistem proteksi petir pada bangunan
Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan
pekarangan
Spesifikasi fasilitas tempat bermain di ruang
terbuka lingkungan rumah susun sederhana
Tata cara perencanaan akses bangunan dan akses
lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran
pada bangunan rumah dan gedung.
Tata cara perencanaan struktur bangunan untuk
pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan
rumah dan gedung

Tata cara perencanaan pemasangan sistem pipa


tegak dan slang untuk pencega-han bahaya
kebakaran pada bangunan gedung.
Tata cara perencanaan dan pemasangan sistemdeteksi kebakaran untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung
Tata cara pencatatan pemeliharaan keselamatan
dan kesehatan kerja pada fasilitas pengolahan
sampah

Tata cara pemasangan damper kebakaran


Tata cara penanggulangan keadaan darurat untuk
bangunan
Tata cara sistem udara bertekanan untuk sarana
jalan keluar kedap api
Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami
pada bangunan gedung
Tata cara perancangan sistem ventilasi dan
pengkondisian udara pada bangunan gedung
Tata cara perancangan sistem transportasi vertikal
dalam gedung (lif)
Tata cara perancangan pencahayaan darurat, tanda
arah dan sistem peringatan bahaya pada bangunan
gedung
Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan
pada bangunan gedung
Tata Cara Perencanaan Sistem Pemadam Api FM
200 (Hfc-227ea)
Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di
perkotaan

Tata cara perencanaan umum drainase perkotaan


Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di
perkotaan
Tata cara perencanaan teknik sumur resapan air
hujan untuk lahan pekarangan

Tata cara perencanaan fasilitas lingkungan rumah


susun sederhana

Tata cara perencanaan lingkungan perumahan


sederhana tidak bersusun di daerah perkotaan.
Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk
meter air minum bagian 3: metode dan peralatan
pengujian meter air minum
(ISO 4064-3 : 2005, MOD)
Metode pengujian kinerja unit paket instalasi
penjernihan air kapasitas di bawah 5 liter/ detik
Metode pengujian tekanan internal rendah
sambungan mekanik pipa polietilena (pe)

Metode pengujian perubahan panjang pipa


polietilena (pe)
Metode pengujian kinerja pompa dengan
menggunakan model
Pipa polietilena untuk air minum
Tata cara pengelasan pipa baja untuk air di
lapangan
Tata cara pengambilan contoh air dari saluran
tertutup
Tata cara perencanaan unit paket instalasi
pengolahan air

Tata cara pengoperasian dan pemeliharaan unit


paket instalasi pengolahan air
Tata cara pengawasan pemasangan unit paket
instalasi penjernihan air
Tata cara pemasangan perpipaan besi daktil dan
perlengkapannya
Tata cara pengelasan pipa baja untuk air di
lapangan
Metode pengambilan dan pengukuran contoh
timbulan dan komposisi sampah perkotaan
Spesifikasi timbulan sampah untuk kota kecil dan
sedang di indonesia

Spesifikasi komposter rumah tangga individual dan


komunal

Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik


Tata cara pemilihan lokasi tempat pembuangan
akhir sampah
Pengelolaan sampah di permukiman

Tata cara teknik operasional pengelolaan teknik


sampah perkotaan
Spesifikasi pipa beton untuk saluran air limbah,
saluran air hujan dan gorong-gorong
Spesifikasi dan tata cara pemasangan perangkap
bau
Spesifikasi saluran air huijan pracetak berlubang
untuk lingkungan permukiman
Tata cara perencanaan tangki septik dengan sistem
resapan

Tata cara perencanaan bangunan mck umum


Tata cara pengambilan contoh limbah tanpa
pemadatan dari truk
Tata cara penimbunan tanah untuk bidang resapan
pada pengolahan air limbah rumah tangga.
Tata cara evaluasi lapangan untuk sistem
peresapan pembuangan air limbah rumah tangga.

Instalasi Alarm kebakaran otomatik

SNI YANG TERKAIT PADA M


No.

SNI

SNI 03-2527-1991

SNI 03-2817-1992

SNI 03-1965.1-2000

SNI 03-6436-2000

SNI 03-6454-2000

SNI 19-6739-2002

SNI 19-6739-2002

SNI 19-6740-2002

SNI 19-6471-2002

10

SNI 19-6742-2002

11

SNI 19-6473-2002

12

SNI 03-1731-1989

13

SNI 19-6459-2000

14

SNI 03-6460.2-2000

15

SNI 03-6460.3-2000

16

SNI 03-6465-2000

17

SNI 03-6455.3-2000

18

SNI 03-1724-1989

19

SNI 03-1968-1990

20

SNI 03-1972-1990

21

SNI 03-1973-1990

22

SNI 03-2491-1991

23

SNI 03-3403-1994

24

SNI 03-3418-1994

25

SNI 03-4142-1996

26

SNI 03-4156-1996

27

SNI 03-4806-1998

28

SNI 03-4807-1998

29

SNI 03-4808-1998

30

SNI 03-6429-2000

31

SNI 03-2492-2002

32

SNI 03-6817-2002

33

SNI 2417:2008

34

SNI 2458:2008

35

SNI 3407:2008

36

SNI 07-6443-2000

37

SNI 2417 : 2008

38

SNI 03-2816-1992

39

SNI 03-1974-1990

40

SNI 03-4810-1998

41

SNI 03-6877-2002

42

SNI 06-2433-1991

43

SNI 06-2456-1991

44

SNI 03-6834-2002

45

SNI 06-2432-1991

46

SNI 06-2434-1991

47

SNI 2490:2008

48

SNI 06-2488-1991

49

SNI 1969:2008

50

SNI 03-1975-1990

51

SNI 3423:2008

52

SNI 1967:2008

53

SNI 1966:2008

54

SNI 1742:2008

55

SNI 03-6825-2002

56

SNI 03-4141-1996

57

SNI 03-2493-1991

58

SNI 15-2530-1991

59

SNI 03-6826-2002

60

SNI 03-6827-2002

61

SNI 15-2531-1991

62

SNI 03-6886-2002

63

SNI 13-6427-2000

64

SNI 03-6412-2000

65

SNI 03-6894-2002

66

SNI 6753 : 2008

67

SNI 03-6756-2002

68

SNI 03-6758-2002

69

SNI 03-6399-2000

70

SNI 03-4797-1998

71

SNI 03-4478-1997

72

SNI 06-2440-1991

73

SNI 1743:2008

74

SNI 03-2439-1991

75

SNI03-2828-1992

76

SNI 19-6413-2000

77

SNI 03-6893-2002

78

SNI 06-2441-1991

79

RSNI M-01-2003

80

SNI 03-1971-1990

81

SNI 03-6795-2002

82

SNI 03-6719-2002

83

SNI 07-0242.1-2000

84

SNI 06-6443-2000

85

SNI 03-6887-2002

86

RSNI T-01-2005

87

RSNI M-06-2004

88

SNI 03-6721-2002

89

SNI 03-6818-2002

90

SNI 03-6869-2002

91

SNI 19-6426-2000

92

SNI 03-1966-1990

93

SNI 3422:2008

94

SNI 03-3422-1994

95

SNI 03-1742-1989

96

SNI 03-2828-1992

97

SNI 03-4141-96

98

SNI 2827:2008

99

SNI 03-4804-1998

100 SNI 03-6969-2003


101 SNI 1970: 2008
102 SNI 1970:2008
103 SNI 03-2432-1991
104 SNI 03-2434-1991
105 SNI 03-3642-1994
106 SNI 03-3644-1994
107 SNI 03-4428-1997
108 SNI 03-4137-1996
109 SNI 03-6441-2000
110 SNI 03-3639-2002
111 SNI 06 2456-1991
112 SNI-06-2489-1991
113 SNI 03-3640-1994
114 SNI 03-6757-2002
115 SNI 03-6835-2002
116 SNI 3432:2008
117 SNI 06-6441-2000
118 SNI 6753:2008
119 SNI 03-1727-1989
120 SNI 03-3976-1995
121 SNI 03-2834-2000
122 SNI 03-1729-2002
123 SNI 03-1733-2004
124 SNI 03-1726-2002
125 SNI 03-1734-1989

126 SNI 03-2847-1992


127 SNI 03-3430-1994
128 SNI 03-1977-1990
129 SNI 03-2394-1991
130 SNI 03-2395-1991
131 SNI 03-2397-1991
132 SNI 03-2404-1991
133 SNI 03-2405-1991
134 SNI 03-1735-2000
135 SNI 03-1746-2000
136 SNI 03-3985-2000
137 SNI 03-3989-2000
138 SNI 03-6571-2001
139 SNI 03-6573-2001
140 SNI 03-7015-2004
141 SNI 04-7018-2004
142 SNI 04-7019-2004
143 SNI 03-6390-2000
144 SNI 03-6572-2001
145 SNI 03-6197-2000
146 SNI 03-6481-2000
147 SNI 03-2398-2002
148 SNI 03-6379-2000
149 SNI 03-7011-2004
150 SNI 03-2453-2002
151 SNI 03-2459-2002
152 SNI 03-6389-2000
153 SNI 03-6196-1994
154 SNI 03-6719-2002
155 SNI 07-0242.1-2000

156 SNI 06-6443-2000


157 SNI 03-6887-2002
158 RSNI T-01-2005
159 RSNI M-06-2004
160 SNI 03-6721-2002
161 SNI 03-6818-2002
162 SNI 03-6869-2002
163 SNI 19-6426-2000
164 SNI 03-1966-1990
165 SNI 3422:2008
166 SNI 03-3422-1994
167 SNI 03-1742-1989
168 SNI 03-2828-1992
169 SNI 03-4141-96
170 SNI 2827:2008
171 SNI 03-4804-1998
172 SNI 03-6969-2003
173 SNI 1970: 2008
174 SNI 1970:2008
175 SNI 03-2432-1991
176 SNI 03-2434-1991
177 SNI 03-3642-1994
178 SNI 03-3644-1994
179 SNI 03-4428-1997
180 SNI 03-4137-1996
181 SNI 03-6441-2000
182 SNI 03-3639-2002
183 SNI 06 2456-1991
184 SNI-06-2489-1991
185 SNI 03-3640-1994
186 SNI 03-6757-2002
187 SNI 03-6835-2002

188 SNI 3432:2008


189 SNI 06-6441-2000
190 SNI 6753:2008
191 SNI 03-1727-1989
192 SNI 03-3976-1995
193 SNI 03-2834-2000
194 SNI 03-1729-2002
195 SNI 03-1733-2004
196 SNI 03-1726-2002
197 SNI 03-1734-1989
198 SNI 03-2847-1992
199 SNI 03-3430-1994
200 SNI 03-1977-1990
201 SNI 03-2394-1991
202 SNI 03-2395-1991
203 SNI 03-2397-1991
204 SNI 03-2404-1991
205 SNI 03-2405-1991
206 SNI 03-1735-2000
207 SNI 03-1746-2000
208 SNI 03-3985-2000
209 SNI 03-3989-2000
210 SNI 03-6571-2001
211 SNI 03-6573-2001
212 SNI 03-7015-2004
213 SNI 04-7018-2004
214 SNI 04-7019-2004
215 SNI 03-6390-2000
216 SNI 03-6572-2001
217 SNI 03-6197-2000

218 SNI 03-6481-2000


219 SNI 03-2398-2002
220 SNI 03-6379-2000
221 SNI 03-7011-2004
222 SNI 03-2453-2002
223 SNI 03-2459-2002
224 SNI 03-6389-2000
225 SNI 03-6196-1994
226
227
228

SNI 2418.3:2009
SNI 06-2548-1991
SNI 06-2549-1991

229 SNI 06-2550-1991


230 SNI 06-2551-1991
231 SNI 06-2552-1991
232
233

SNI 06-2553-1991
SNI 06-2554-1991

234 SNI 06-2555-1991


235

SNI 06-2556-1991

236 SNI 06-4821-1991


237 SNI 05-6437-2000
238 SNI 19-6449-2000
239
240

SNI 19-6777-2002
SNI 19-6778-2002

241 SNI 19-6779-2002


242

SNI 19-6781-2002

243 SNI 19-6784-2002


244 SNI 03-6481-2000
245

SNI 03-6719-2002

246 SNI 6774 : 2008


247

SNI 19-6776-2002

248 SNI 19-6782-2002


249 SNI 03-6770-2002
250 SNI 03-6771-2002

251
252
253

SNI 03-7566-202
SNI 03-3989-2000
SNI 03-1746-2000

254 SNI 03-6382-2000


255 SNI 03-6415-2000
256

SNI 03-6420-2000

257 SNI 03-6570-2001


258 SNI 19-6718-2002
SNI 03-6767-2002

259
260
261
262

SNI 03-6768-2002
SNI 03-6769-2002
SNI 03-6765-2002

263 SNI 03-7011-2004


264

SNI 03-7012-2004

265 SNI 03-7015-2004


266
267
268

SNI 03-1735-2000
SNI 03-1736-2000
SNI 03-1745-2000
SNI 03-3985-2000

269
270

SNI 19-6411-2000

271 SNI 03-6462-2000


272 SNI 03-6464-2000
273
274

SNI 03-2396-2001
SNI 03-6572-2001

275 SNI 03-6573-2001


276
277

SNI 03-6574-2001
SNI 03-6575-2001

278 SNI 19-6772-2002

279
280

SNI 03-2396-2001
SNI 03-6572-2001

281 SNI 03-6573-2001


282
283

SNI 03-6574-2001
SNI 03-6575-2001

284 SNI 19-6772-2002


285
286

SNI 03-2396-2001
SNI 03-6572-2001

287 SNI 03-6573-2001


288
289

SNI 03-6574-2001
SNI 03-6575-2001

290 SNI 19-6772-2002


291
292
293

SNI 03-2396-2001
SNI 19-3964-1994
SNI 19-3983-1995

294 SNI 19-7029-2004


295 SNI 19-7030-2004
296
297

SNI 19-3964-1994
SNI 19-3983-1995

298 SNI 19-7029-2004


299 SNI 3242 : 2008
300 SNI 19-2454-2002
301 SNI 03-1977-1990
302 SNI 04-7018-2004
303

SNI 04-7019-2004

304 SNI 03-1727-1989


305
306

SNI 03-2394-1991
SNI 03-2395-1991

307 SNI 03-2397-1991


308

SNI 03-2404-1991

309

SNI 03-2405-1991

310 SNI 03-1726-2002


311 SNI 03-1729-2002
312
313
314
315
316
317

SNI 03-4164-1996
SNI 04-4165-1996
SNI 03-4166-1996
SNI 03-6435-2000
SNI 03-6760-2002
SNI 03-6761-2002

318 SNI 03-6762-2002


319

SNI 03-1734-1989

320 SNI 03-2847-1992


321

SNI 03-3430-1994

322 SNI 03-3445-1994


323 SNI 02-2406-1991
324 SNI 03-1724-1989
325 SNI 03-2851-1991
326 SNI 03-3432-1994
327 SNI 03-2401-1991
328 SNI 03-2402-1991
329 SNI 03-2400-1991
330 SNI 03-3441-1994
331 SNI 03-6456.1-2000
332 SNI 03-6456.2-2000
333 SNI 03-1731-1989
334 SNI 03-6465-2000
335 SNI 03-6460.2-2000
336 SNI 03-6460.3-2000
337 SNI 19-6459-2000

338 SNI 03-4164-1996


339 SNI 03-4166-1996
340 SNI 03-6435-2000
341 SNI 03-6760-2002
342 SNI 03-6761-2002
343 SNI 03-6762-2002
344 SNI 03-1734-1989
345 SNI 03-2847-1992
346 SNI 03-3430-1994
347 SNI 1739 : 2008
348 SNI 03-6771-2002

349
350 SNI 03-3989-2000
351

352 SNI 03-1746-2000


353 SNI 03-6382-2000
354 SNI 03-6415-2000
355 SNI 03-6420-2000
356 SNI 03-6570-2001
357 SNI 03-6571-2001
358 SNI 19-6718-2002
359
360 SNI 03-6767-2002
361 SNI 03-6768-2002
362 SNI 03-6769-2002
363 SNI 03-6765-2002

364 SNI 03-7011-2004


365
366 SNI 03-7012-2004
367 SNI 03-7015-2004
368 SNI 03-1735-2000
369 SNI 03-1736-2000
370 SNI 03-3985-2000
371 SNI 19-6411-2000
372 SNI 03-6462-2000
373 SNI 03-6464-2000
374 SNI 03-6572-2001
375 SNI 03-6573-2001
376 SNI 03-6575-2001
377 SNI 03-1733-2004
378 SNI 03-1733-2004
379 SNI 03-2453-2002
380 SNI 2418.3:2009
381
382 SNI 19-6777-2002
383 SNI 19-6779-2002
384 SNI 05-6437-2000
385 SNI 6774 : 2008
386 SNI 19-6776-2002
387 SNI 19-6782-2002
388 SNI 03-6379-2000
389 SNI 03-2398-2002
390 SNI 03-1968-1990
391 SNI 03-1972-1990
392 SNI 03-1973-1990
393 SNI 03-2491-1991
394 SNI 03-3403-1994
395 SNI 03-3418-1994

396 SNI 03-4142-1996


397 SNI 03-4156-1996
398 SNI 03-4806-1998
399 SNI 03-4807-1998
400 SNI 03-4808-1998
401 SNI 03-6429-2000
402 SNI 03-2492-2002
403 SNI 03-6817-2002
404 SNI 2417:2008
405 SNI 2458:2008
406 SNI 3407:2008
407 SNI 07-6443-2000
408 SNI 2417 : 2008
409 SNI 03-2816-1992
410 SNI 03-1974-1990
411 SNI 03-4810-1998
412 SNI 03-6877-2002
413 SNI 06-2433-1991
414 SNI 06-2456-1991
415 SNI 03-6834-2002
416 SNI 06-2432-1991
417 SNI 06-2434-1991
418 SNI 2490:2008
419 SNI 06-2488-1991
420 SNI 1969:2008
421 SNI 03-1975-1990
422 SNI 3423:2008
423 SNI 1967:2008
424 SNI 1966:2008
425 SNI 03-4431-1997
426 SNI 1742:2008
427 SNI 03-6825-2002
428 SNI 03-4141-1996

429 SNI 1972:2008


430 SNI 03-2493-1991
431 SNI 15-2530-1991
432 SNI 03-6826-2002
433 SNI 03-6827-2002
434 SNI 15-2531-1991
435 SNI 03-6886-2002
436 SNI 13-6427-2000
437 SNI 03-6412-2000
438 SNI 03-6894-2002
439 SNI 6753 : 2008
440 SNI 03-6756-2002
441 SNI 03-6758-2002
442 SNI 03-4797-1998
443 SNI 03-4478-1997
444 SNI 06-2440-1991
445 SNI 1743:2008
446 SNI 03-2439-1991
447 SNI 03-2828-1992
448 SNI 19-6413-2000
449 SNI 03-6893-2002
450 SNI 06-2441-1991
451 RSNI M-01-2003
452 SNI 03-1971-1990
453 SNI 03-6795-2002
454 SNI 06-6443-2000
455 SNI 03-6887-2002
456 RSNI T-01-2005
457 RSNI M-06-2004
458 SNI 03-6721-2002
459 SNI 03-6869-2002
460 SNI 19-6426-2000
461 SNI 03-1966-1990

462 SNI 03-1967-1990


463 SNI 3422:2008
464 SNI 03-3422-1994
465 SNI 03-1742-1989
466 SNI 03-2828-1992
467 SNI 19-6413-2000
468 SNI 03-6893-2002
469 SNI 06-2441-1991
470 RSNI M-01-2003
471 SNI 03-1971-1990
472 SNI 03-6795-2002
473 SNI 06-6443-2000
474 SNI 03-6887-2002
475 RSNI T-01-2005
476 RSNI M-06-2004
477 SNI 03-6721-2002
478 SNI 03-6869-2002
479 SNI 19-6426-2000
480 SNI 03-1966-1990
481 SNI 03-1967-1990
482 SNI 3422:2008
483 SNI 03-3422-1994
484 SNI 03-1742-1989
485 SNI 03-2828-1992
486 SNI 19-6413-2000
487 SNI 03-6893-2002
488 SNI 06-2441-1991
489 RSNI M-01-2003
490 SNI 03-1971-1990
491 SNI 03-6795-2002
492 SNI 06-6443-2000
493 SNI 03-6887-2002
494 RSNI T-01-2005
495 RSNI M-06-2004
496 SNI 03-6721-2002

497 SNI 03-6869-2002


498 SNI 19-6426-2000
499 SNI 03-1966-1990
500 SNI 03-1967-1990
501 SNI 3422:2008
502 SNI 03-3422-1994
503 SNI 03-1742-1989
504 SNI 03-2828-1992
505 SNI 03-4141-96
506 SNI 2827:2008
507 SNI 03-4804-1998
508 SNI 03-6969-2003
509 SNI 1970: 2008
510 SNI 1970:2008
511 SNI 03-2432-1991
512 SNI 03-2434-1991
513 SNI 03-3642-1994
514 SNI 03-3644-1994
515 SNI 03-4428-1997
516 SNI 03-4137-1996
517 SNI 03-6441-2000
518 SNI 03-3639-2002
519 SNI 06 2456-1991
520 SNI-06-2489-1991
521 SNI 03-3640-1994
522 SNI 03-6757-2002
523 SNI 03-6835-2002
524 SNI 3432:2008
525 SNI 06-6441-2000
526 SNI 6753:2008
527 SNI 03-2527-1991
528 SNI 03-2817-1992

529 SNI 03-1965.1-2000


530 SNI 03-6436-2000
531 SNI 03-6454-2000
532 SNI 19-6739-2002
533 SNI 19-6740-2002
534 SNI 19-6471-2002
535 SNI 19-6742-2002
536 SNI 19-6473-2002
537 SNI 03-6465-2000
538 SNI 03-6455.3-2000
539
540

SNI 06-2548-1991
SNI 06-2549-1991

541 SNI 06-2550-1991


542 SNI 06-2551-1991
543 SNI 06-2552-1991
544
545

SNI 06-2553-1991
SNI 06-2554-1991

546 SNI 06-2555-1991


547

SNI 06-2556-1991

548 SNI 06-4821-1991


549 SNI 05-6437-2000
550 SNI 19-6449-2000
551
552

SNI 19-6777-2002
SNI 19-6778-2002

553 SNI 19-6779-2002


554

SNI 19-6781-2002

555 SNI 19-6784-2002


556 SNI 03-6770-2002
557 SNI 03-6771-2002
558
559

SNI 03-7566-202
SNI 03-4164-1996

560
561
562
563
564

SNI 04-4165-1996
SNI 03-4166-1996
SNI 03-6435-2000
SNI 03-6760-2002
SNI 03-6761-2002

565 SNI 03-6762-2002


566

SNI 03-2394-1991

567 SNI 03-2397-1991


568 SNI 03-2404-1991
569 SNI 03-2405-1991
570 SNI 03-1735-2000
571 SNI 03-1736-2000
572 SNI 03-1746-2000
573 SNI 03-1745-2000
574 SNI 03-3985-2000
575 SNI 03-3989-2000
576 SNI 03-6571-2001
577 SNI 03-7012-2004
578 SNI 03-1735-2000
579 SNI 03-1736-2000
580 SNI 03-1746-2000
581 SNI 03-1745-2000
582 SNI 03-3985-2000
583 SNI 03-3989-2000
584 SNI 03-6571-2001
585 SNI 03-7012-2004

586 SNI 03-1735-2000


587 SNI 03-1736-2000
588 SNI 03-6573-2001
589 SNI 03-6390-2000
590 SNI 03-6572-2001
591 SNI 03-6197-2000
592 SNI 03-2396-2001
593 SNI 03-6575-2001
594 SNI 03-6481-2000
595 SNI 03-2398-2002
596 SNI 03-6379-2000
597 SNI 03-7011-2004
598 SNI 03-2453-2002
599 SNI 03-2459-2002
600 SNI 03-6389-2000
601 SNI 03-6390-2000
602 SNI 03-6196-1994
603 SNI 03-6572-2001
604 SNI 03-1735-2000
605 SNI 03-1746-2000
606 SNI 03-6573-2001
607 SNI 03-1744-1989
608 SNI 03-1742-1989
609 SNI 03-1964-1990
610 SNI 03-1965-1990
611 SNI 03-1966-1990
612 SNI 03-1967-1990
613 SNI 03-2827-1992
614 SNI 03-2832-1992
615 SNI 03-1972-1990
616 SNI 03-1973-1990
617 SNI 03-6429-2000

618 SNI 03-1974-1990


619 SNI 03-2491-1991
620 SNI 03-3402-1994
621 SNI 03-3419-1994
622 SNI 06-2432-1991
623 SNI 03-2439-1991
624 SNI 06-2440-1991
625 SNI 03-1972-1990
626 SNI 03-1973-1990
627 SNI 03-6429-2000
628 SNI 03-1974-1990
629 SNI 03-2491-1991
630 SNI 03-2823-1992
631 SNI 03-3402-1994

SNI YANG TERKAIT PADA MASING-MASING ASP


Judul SNI

SDA

Metode pengujian karakteristik akifer tertekan dengan uji pemompaan jacob

Metode pengujian akifer tertekan dengan pemompaan papadopulos cooper

Metode pengujian kadar air tanah dengan alat speedy

Metode pengujian ketegaklurusan sumur

Metode pengujian untuk penentuan kapasitas jenis dan penaksiran transmisivitas

Metode pengujian untuk penentuan kapasitas jenis dan penaksiran transmisivitas

Metode pengujian sumur injeksi den pemompaan untuk penentuan sifat hidraulik

Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan


Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan

Tata Cara Pengontrolan Sedimentasi pada Waduk

Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian 2 : Bahaya Darurat dan Lingkungan Kerja

Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian : 3 Komunikasi, Kebisingan dan Transportasi


Tata Cara pengujian kualitas Bendungan Urugan

Metode Pengujian Aliran pada Saluran Terbuka dengan Bangunan Ukur Empat Persegi

Tata Cara Perencanaann Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Judul direvisi menjadi
:Tata cara perhitungan debit andalan air sungai dengan analisis lengkung kekerapan

Metode pengujian kolom air di lapangan untuk penentuan sifat-sifat hidraulik akuifer
Metode pengujian sifat hidraulik akuifer dengan cara theis
Tata Cara Keamanan Bendungan

Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar.


metode pengujian slump beton
metode pengujian berat isi beton
metode pengujian kuat tarik beton
metode pengujian kuat tekan beton inti pemboran
metode pengujian kandungan udara pada beton segar
metode pengujian jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No.200 (0,075mm)
metode pengujian bilding dari beton segar
metode pengujian kadar semen portland dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri

SNI
kontrak

metode pengujian untuk menentukan suhu beton segar semen portland


metode pengujian kadar air dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri
metode pengujian kuat tekan beton silinder dengan cetakan silinder di dalam tempat cetakan
metode pengambilan dan pengujian beton inti
metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton
metode pengujian keausan agregat dengan mesin Los Angeles
metode pengambilan contoh untuk campuran beton segar
metode pengujian sifat kekekalan bentuk agregat terhadap larutan natrium sulfat dan magnesium
sulfat
Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara dreece pada
besi atau baja digalvins
Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles
metode pengujian kotoran organik adlam pasir untuk campuran mortar dan beton
metode pengujian kuat tekan beton
metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di lapangan
metode pengujian kadar rongga agregat halus yang tidak dipadatkan
metode pengujian titik nyala dan titik bakar dengan cleveland open cup
cara uji penetrasi aspal
metode pengujian konsistensi aspal dengan cara apung
metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal.
cara uji titik lembek aspal dengan alat cicin dan bola ring and ball)
cara uji kadar air dalam produk minyak dan bahan mengandung aspal dengan cara penyulingan
metode pengujian fraksi aspal cair dengan cara penyulingan
cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar
metode mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat
cara uji analisis ukuran butir tanah
cara uji penentuan batas cair untuk tanah
caar uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah
cara uji kepadatan ringan untuk tanah
metode pengujian kekuatan tekan mortar semen portland untuk pekerjaan sipil
metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat
metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium
metode pengujian kehalusan semen portland
metode pengujian konsistensi normal semen portland dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil
metode pengujian waktu ikat awal semen portland dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil

metode pengujian berat jenis semen portland


metode pengujian hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah semen
metode pengujian uji basah dan kering campuran tanah semen dipadatkan
metode pengujian kadar semen pada campuran segar semen tanah
metode pengujian kadar aspal dan campuran beraspal cara sentrifius
cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap kerusakan akibat rendaman
metode pengujian untuk menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal
metode pengujian kuat tekan campuran beraspal
tata cara pengambilan contoh aspal
metode pengujian pemulihan aspal dengan alat penguap putar
metode pengujian agregat halus atau pasir yang mengandung bahan plastis dengan cara setara
pasir
metode pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara A
cara uji kepadat berat untuk tanah
cara uji penyelimutan dan pengelupasan pada campuran agregat-aspal
metode pengujian kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
metode pengujian kepadatan berat isi tanah di lapangan balon karet
metode pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal
metode pengujian berat jenis aspal padat
metode pengujian campuran aspal dengan alat marshall
metode pengujian kadar air agregat
metode pengujian untuk menentukan tanah ekspansif
spesifikasi pipa baja bergelombang dengan lapis pelindung logam untuk pembuangan air dan
drainase bawah tanah
spesifikasi pipa baja yang dilas dan tanpa sambungan dengan lapis hitam dan galvinis
Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara dreece pada
besi atau baja digalvins
metode pengujian kuat tekan bebas tanah semen
cara uji butiran agregat ksar berbentuk pipih, lonjong atau pipih dan lonjong
cara uji campuran beraspal panas untuk ukuran agregat maksimum dari 25,4 mm (1 inci) sampai
dengan 38 mm (1,5 inci) dengan alat marshall
metode pengujian kekentalan aspal cair dengan alat saybolt
tata cara pendetailan penulangan beton
metode pengambilan contoh uji,bentuk,ukuran, dan klasifikasi
metode pengujian pengukuran pH pasta tanah semen untuk stabilisasi
Metode pengujian batas plastis tanah
cara uji analisis ukuran butir tanah

Metode pengujian batas susut tanah


Panduan pengujian kepadatan ringan untuk tanah
Metode Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Alat Konus Pasir Judul direvisi menjadi :Cara uji
kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat
cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir
metode pengujian berat isi dan rongga udara dalam agregat
metode pengujian untuk pengukuran panjang beton inti hasil pengorbanan
cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus.
Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus
metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal.
metode pengujian titik lembek aspal dan ter
metode pengujian kadar residu aspal emulsi dengan penyulingan
metode pengujian jenis muatan partikel aspal emulsi
metode pengujian agregat halus atau pasir yang mengandung bahan plastis dengan cara setara
pasir
metode pengujian tebal dan panjang rata-rata agregat
metode pengujian viskositas aspal minyak dengan alat brookfield thermosel
metode penentuan kadar parafin dalam aspal
metode pengujian penetrasi bahan-bahan bitumen
pengujian campuran beraspal dengan alat marshall
metode pengujian kadar aspal denganc ara ekstraksi menggunakan alat soklet
metode pengujian berat jenis nyata campuran beraspal dipadatkan menggunakan benda uji kering
permukaan jenuh
metode pengujian pengaruh panas dan uadra terhadap lapisan tipis aspal yang diputar
cara uji analisis ukuran butir tanah
Metode Pengujian Viskositas Aspal Minyak dengan Alat Brookfield Termosel
cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap kerusakan akibat rendaman
Pedoman Perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung
Tata Cara Pengadukan dan pengecoran beton
Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal
Tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung
tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan
tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk rumah dan gedung
tata perencanaan beton dan struktur dinding bertulangan untuk rumah dan gedung

tata cara perencanaan perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung


tata cara perencanaan dinding struktur pasangan balok beton berongga bertulangan untuk
bangunan rumah dan gedung
tata cara dasar koordinasi modular untuk perancangan bangunan rumah dan gedung
tata cara perencanaan dan perancangan bangunan kedokteran nuklir di rumah sakit
tata cara perencanaan bangunan radiologi di rumah sakit
tata cara perancangan bangunan sederhana tahan angin
tata cara pencegahan rayap pada pembuatan bangunan rumah dan gedung
tata cara penanggulangan rayap pada bangunan rumah dan gedung dengan termitisida
tata cara perencanaan bangunan dan lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung
tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan ke luar untuk penyelamatan terhadap
bahaya kebakaran pada bangunan gedung
tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk
pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung
tata cara perencanaan dan pemasangan sistem sprinkler otomatik untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung
sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung
tata cara perancangan pencahayaan daruratm tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada
bangunan gedung
sistem proteksi petir pada bangunan gedung
sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga
sistem pasokan daya listrik darurat menggunakan energi tersimpan
konservasi energi sistem tata udara pada bangunan gedung
tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung
konservasi energi sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung
sistem plambing 2000
tata cara perencanaan tangki septic dengan sistem resapan
spesifikasi dan pemasangan perangkap bau
keselamatan pada bangunan fasilitas pelayanan kesehatan
tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan
spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan
konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung
prosedur audit energi pada bangunan gedung
spesifikasi pipa baja bergelombang dengan lapis pelindung logam untuk pembuangan air dan
drainase bawah tanah
spesifikasi pipa baja yang dilas dan tanpa sambungan dengan lapis hitam dan galvinis

Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara dreece pada
besi atau baja digalvins
metode pengujian kuat tekan bebas tanah semen
cara uji butiran agregat ksar berbentuk pipih, lonjong atau pipih dan lonjong
cara uji campuran beraspal panas untuk ukuran agregat maksimum dari 25,4 mm (1 inci) sampai
dengan 38 mm (1,5 inci) dengan alat marshall
metode pengujian kekentalan aspal cair dengan alat saybolt
tata cara pendetailan penulangan beton
metode pengambilan contoh uji,bentuk,ukuran, dan klasifikasi
metode pengujian pengukuran pH pasta tanah semen untuk stabilisasi
Metode pengujian batas plastis tanah
cara uji analisis ukuran butir tanah
Metode pengujian batas susut tanah
Panduan pengujian kepadatan ringan untuk tanah
Metode Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Alat Konus Pasir Judul direvisi menjadi :Cara uji
kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat
cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir
metode pengujian berat isi dan rongga udara dalam agregat
metode pengujian untuk pengukuran panjang beton inti hasil pengorbanan
cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus.
Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus
metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal.
metode pengujian titik lembek aspal dan ter
metode pengujian kadar residu aspal emulsi dengan penyulingan
metode pengujian jenis muatan partikel aspal emulsi
metode pengujian agregat halus atau pasir yang mengandung bahan plastis dengan cara setara
pasir
metode pengujian tebal dan panjang rata-rata agregat
metode pengujian viskositas aspal minyak dengan alat brookfield thermosel
metode penentuan kadar parafin dalam aspal
metode pengujian penetrasi bahan-bahan bitumen
pengujian campuran beraspal dengan alat marshall
metode pengujian kadar aspal denganc ara ekstraksi menggunakan alat soklet
metode pengujian berat jenis nyata campuran beraspal dipadatkan menggunakan benda uji kering
permukaan jenuh
metode pengujian pengaruh panas dan uadra terhadap lapisan tipis aspal yang diputar

cara uji analisis ukuran butir tanah


Metode Pengujian Viskositas Aspal Minyak dengan Alat Brookfield Termosel
cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap kerusakan akibat rendaman
Pedoman Perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung
Tata Cara Pengadukan dan pengecoran beton
Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal
Tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung
tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan
tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk rumah dan gedung
tata perencanaan beton dan struktur dinding bertulangan untuk rumah dan gedung
tata cara perencanaan perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung
tata cara perencanaan dinding struktur pasangan balok beton berongga bertulangan untuk
bangunan rumah dan gedung
tata cara dasar koordinasi modular untuk perancangan bangunan rumah dan gedung
tata cara perencanaan dan perancangan bangunan kedokteran nuklir di rumah sakit
tata cara perencanaan bangunan radiologi di rumah sakit
tata cara perancangan bangunan sederhana tahan angin
tata cara pencegahan rayap pada pembuatan bangunan rumah dan gedung
tata cara penanggulangan rayap pada bangunan rumah dan gedung dengan termitisida
tata cara perencanaan bangunan dan lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung
tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan ke luar untuk penyelamatan terhadap
bahaya kebakaran pada bangunan gedung
tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk
pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung
tata cara perencanaan dan pemasangan sistem sprinkler otomatik untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung
sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung
tata cara perancangan pencahayaan daruratm tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada
bangunan gedung
sistem proteksi petir pada bangunan gedung
sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga
sistem pasokan daya listrik darurat menggunakan energi tersimpan
konservasi energi sistem tata udara pada bangunan gedung
tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung
konservasi energi sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung

sistem plambing 2000


tata cara perencanaan tangki septic dengan sistem resapan
spesifikasi dan pemasangan perangkap bau
keselamatan pada bangunan fasilitas pelayanan kesehatan
tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan
spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan
konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung
prosedur audit energi pada bangunan gedung
Pengukuran Aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum bagian 3
Metode pengujian kekuatan pipa pvc untuk air minum dengan jangka sorong
Metode pengujian kekuatan pipa pvc untuk air minum terhadap tekanan hidrolik
Metode Pengujian Ketebalan Dinding Pipa PVC Untuk Air Minum
Metode pengujian bentuk dan sifat tampak pipa untuk air minum
Metode pengambilan contoh uji pipa pvc untuk air mimum
Metode pengujian perubahan panjang pipa pvc untuk air minum dengan uji tungku
Metode pengujian perubahan panjang pipa pvc untuk air minum terhadap methilen klorida
Metode pengujian kadar pvc pada pipa pvc untuk air minum dengan thf
Metode pengujian diameter luar pipa pvc untuk air minum pada pipa meter
Metode pengujian dimensi pipa polietilen (pe) untuk air minum
Metode Pengujian kinerja pompa dengan menggunakan model
Metode pengujian koagulasi flokulasi dengan cara jar
Metode pengujian kinerja untuk paket instalasi penjernihan air kapasitas dibawah 51
Metode pengujian tekanan internal rendah sambungan mekanik pipa polietilena (pe)
Metode pengujian perubahan panjang pipa polietilena (pe)
Metode pengujian kehilangan tekanan pada sistem sambungan mekanik pipa polietilena
Metode pengujian koaguilasi dan filtrasi bertekanan
Sistem plambing
Spesifikasi pipa baja bergelombang dengan lapis pelindung logam untuk pembuang
Tata cara perencanaan uunit paket instalasi pengolahan air
Tata cara pengawasan pemasangan perpipaan besi daktif dan perlengkapannya
Tata Cara Pemasangan Perpipaan Besi Daktil dan Perlengkapannya
Metode pengujian cat penghambat api
Metode pengujian sifat penyalaan bahan bangunan

Metode pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu kebakaa=ran pada bangunan..


Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem prinkle otomatis untuk pencegahan
Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar untuk penyelamatan terhadap
bahaya kebakaran pada bangunan gedung
Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah
Spesifikasi Proteksi untuk Bukaan pada Konstruksi Tahan Api
Spesifikasi Sistem Pengolahan Udara di Dapur dan Ruang Parkir sebagai Pengendali Asap
Kebakaran Dalam Bangunan
Instalasi Pompa yang Dipasang Tetap untuk Proteksi Kebakaran
Spesifikasi Damper Kebakaran
Spesifikasi Umum Sistem Ventilasi Mekanis dan Sistem Tata Udara sebagai Pengendali Asap
Kebakaran Dalam Bangunan (Damper Kebakaran)
Spesifikasi Umum Sistem Pengolahan Udara sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam
Bangunan
Spesifikasi Sistem Pengolahan Udara Sentral Sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam
Bangunan
Spesifikasi bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan
Keselamatan pada Bangunan Fasiltas Pelayanan Kesehatan
Sistem manajemen asap di dalam mal atrium dan ruangan bervolume besar
Sistem proteksi petir pada bangunan
Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya
Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung.
Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebaka-ran pada
Bangunan Rumah dan Gedung
Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan
Rumah dan Gedung.
Tata Cara Perencanaan Pemasangan dan Pengujian Sistem-Deteksi dan Alarm untuk
Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung
Tata Cara Pemeliharaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Fasilitas Pengolahan Sampah
Tata Cara Pemasangan Damper Kebakaran
Tata Cara Penanggulangan Keadaan Darurat untuk Bangunan
Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung
Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung
Tata Cara Perancangan Sistem Transportasi Vertikal dalam Gedung (lif)
Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada
Bangunan Gedung
Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung
Tata Cara Perencanaan Sistem Pemadam Api FM 200 (hfc-227ea)

Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung


Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung
Tata Cara Perancangan Sistem Transportasi Vertikal dalam Gedung (lif)
Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada
Bangunan Gedung
Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung
Tata Cara Perencanaan Sistem Pemadam Api FM 200 (hfc-227ea)
Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung
Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung
Tata Cara Perancangan Sistem Transportasi Vertikal dalam Gedung (lif)
Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada
Bangunan Gedung
Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung
Tata Cara Perencanaan Sistem Pemadam Api FM 200 (hfc-227ea)
Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung
Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan.
Spesifikasi Timbulan Sampah Untuk Kota Kecil dan Sedang di Indonesia
Spesifikasi komposter rumah tangga individual dan komunal
Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik
Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan.
Spesifikasi Timbulan Sampah Untuk Kota Kecil dan Sedang di Indonesia
Spesifikasi komposter rumah tangga individual dan komunal
Pengolaan sampah dipermukaan
Tata Cara Pengelolaan Teknik Sampah Perkotaan
Spesifikasi Koordinasi Modular Bangunan Rumah dan Gedung
Sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga
Sistem pasokan daya listrik darurat menggunakan energi tersimpan (SPDDT)
Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung
Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit
Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Radiologi di Rumah Sakit
Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana Tahan Angin
Tata Cara Pencegahan Rayap Pada Pembuatan Bangunan Rumah dan Gedung

Tata Cara Penanggulangan Rayap Pada Bangunan Rumah dan Gedung dengan Termitisida
Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung
Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung
Metode Pengujian Kuat Tekan Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium
Metode Pengujian Kuat Lentur Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium
Metode Pengujian Kuat Geser Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratoriu
Metode Pengujian Kedataran dan Kerataan Lantai Menggunakan Sistem Bilangan F
Metode Pengujian Pembebanan Lantai Beton Bertulang Pada Bangunan Bertingkat dengan
Beban Air
Metode Pengujian untuk Tiang Tunggal terhadap Beban Tarik Aksial Statis
Metode pengujian beban lateral pada pondasi tiang
Tata Cara Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang Untuk Rumah dan
Gedung
Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung
Tata Cara Perencanaan Dinding Struktur Pasangan Blok Beton Berongga Bertulang Untuk
Bangunan Rumah dan Gedung
Tata Cara Pemasangan Panel Beton Ringan Berserat
Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan

Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai.

Tata Cara Perencanaan Teknis Bendung Penahan Sedimen.

Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai

Tata Cara Perencanaan Teknik Pelindung Tebing Sungai Dari Pasangan batu.

Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan Kapasitas Pelimpah Untuk Bendung.
Tata Cara Perencanaan Umum Bendung.
Tata Cara Perencanaan Umum Irigasi Tambak Udang.

Metode Pengontrolan Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Bagian 1 :


Pengendalian Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan
Metode Pengontrolan Sungai Selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Bagian 2 : Penutupan
Alir Sungai dan Bendungan Pengelak

Tata Cara Pengendalian Mutu Bendungan Urugan

Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian 2 : Bahaya Darurat dan Lingkungan Kerja

Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian : 3 Komunikasi, Kebisingan dan Transportasi

Tata Cara Keamanan Bendungan.

Tata Cara Pengontrolan Sedimentasi pada Waduk

Metode pengujian kuat tekan dinding pasangan bata merah dilaboratorium


Metode pengujian kuat geser dinding pasangan bata merah di laboratorium
Metode pengujian kedataran dan kerataan lantai menggunakan sistem bilangan f
Metode pengujian pembebanan lantai beton bertulang pada bangunan bertingkat dengan beban
air
Metode pengujian untuk tiang tunggal terhadap beban tarik aksial statis
Metode pengujian tiang pancang terhadap barang lateral
Tata cara perencanaan beton bertulang dan struktur dinding bertulang untuk rumah dan gedung
Tata cara penghitungan struktur beton untuk bangunan gedung
Tata cara perencanaan dinding struktur pasangan blok beton berongga bertulang untuk bangunan
rumah dan gedung
Cara uji jalar api pada permukaan bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung
Metode pengujian sifat penyalaan bahan bangunan

Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem sprinkle otomatis untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung.

Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar untuk penyelamatan terhadap
bahaya kebakaran pada bangunan gedung

Spesifikasi hidran kebakaran tabung basah


Spesifikasi proteksi untuk bukaan pada konstruksi tahan api
Spesifikasi sistem pengolahan udara di dapur dan ruang parkir sebagai pengendali asap
kebakaran dalam bangunan
Instalasi pompa yang dipasang tetap untuk proteksi kebakaran
Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung
Spesifikasi damper kebakaran
Spesifikasi umum sistem ventilasi mekanis dan sistem tata udara sebagai pengendali asap
kebakaran dalam bangunan

Spesifikasi umum sistem pengo-lahan udara sebagai pengendali asap kebakaran dalam
bangunan
Spesifikasi sistem pengolahan udara sentral sebagai pengendali asap kebakaran dalam
bangunan
Spesifikasi bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan
gedung

Keselamatan pada bangunan fasiltas pelayanan kesehatan

Sistem manajemen asap di dalam mal atrium dan ruangan bervolume besar
Sistem proteksi petir pada bangunan
Tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan rumah dan gedung.
Tata cara perencanaan struktur bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan
rumah dan gedung
Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem-deteksi kebakaran untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung
Tata cara pencatatan pemeliharaan keselamatan dan kesehatan kerja pada fasilitas pengolahan
sampah
Tata cara pemasangan damper kebakaran
Tata cara penanggulangan keadaan darurat untuk bangunan
Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung
Tata cara perancangan sistem transportasi vertikal dalam gedung (lif)
Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung
Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan
Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan
Tata cara perencanaan teknik sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan
Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum bagian 3: metode dan
peralatan pengujian meter air minum
(ISO 4064-3 : 2005, MOD)
Metode pengujian kinerja unit paket instalasi penjernihan air kapasitas di bawah 5 liter/ detik
Metode pengujian perubahan panjang pipa polietilena (pe)
Metode pengujian kinerja pompa dengan menggunakan model
Tata cara perencanaan unit paket instalasi pengolahan air
Tata cara pengawasan pemasangan unit paket instalasi penjernihan air
Tata cara pemasangan perpipaan besi daktil dan perlengkapannya
Spesifikasi dan tata cara pemasangan perangkap bau
Tata cara perencanaan tangki septik dengan sistem resapan
Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar.
metode pengujian slump beton
metode pengujian berat isi beton
metode pengujian kuat tarik beton
metode pengujian kuat tekan beton inti pemboran
metode pengujian kandungan udara pada beton segar

metode pengujian jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No.200 (0,075mm)
metode pengujian bilding dari beton segar
metode pengujian kadar semen portland dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri
metode pengujian untuk menentukan suhu beton segar semen portland
metode pengujian kadar air dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri
metode pengujian kuat tekan beton silinder dengan cetakan silinder di dalam tempat cetakan
metode pengambilan dan pengujian beton inti
metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton
metode pengujian keausan agregat dengan mesin Los Angeles
metode pengambilan contoh untuk campuran beton segar
metode pengujian sifat kekekalan bentuk agregat terhadap larutan natrium sulfat dan magnesium
sulfat
Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara dreece pada
besi atau baja digalvins
Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles
metode pengujian kotoran organik adlam pasir untuk campuran mortar dan beton
metode pengujian kuat tekan beton
metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di lapangan
metode pengujian kadar rongga agregat halus yang tidak dipadatkan
metode pengujian titik nyala dan titik bakar dengan cleveland open cup
cara uji penetrasi aspal
metode pengujian konsistensi aspal dengan cara apung
metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal.
cara uji titik lembek aspal dengan alat cicin dan bola ring and ball)
cara uji kadar air dalam produk minyak dan bahan mengandung aspal dengan cara penyulingan
metode pengujian fraksi aspal cair dengan cara penyulingan
cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar
metode mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat
cara uji analisis ukuran butir tanah
cara uji penentuan batas cair untuk tanah
cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah
metode pengujian kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan
cara uji kepadatan ringan untuk tanah
metode pengujian kekuatan tekan mortar semen portland untuk pekerjaan sipil
metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat

cara uji slump beton


metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium
metode pengujian kehalusan semen portland
metode pengujian konsistensi normal semen portland dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil
metode pengujian waktu ikat awal semen portland dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil
SNI 03-1966-1990
metode pengujian hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah semen
metode pengujian uji basah dan kering campuran tanah semen dipadatkan
metode pengujian kadar semen pada campuran segar semen tanah
metode pengujian kadar aspal dan campuran beraspal cara sentrifius
cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap kerusakan akibat rendaman
metode pengujian untuk menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal
metode pengujian kuat tekan campuran beraspal
metode pengujian pemulihan aspal dengan alat penguap putar
metode pengujian agregat halus atau pasir yang mengandung bahan plastis dengan cara setara
pasir
metode pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara A
cara uji kepadat berat untuk tanah
cara uji penyelimutan dan pengelupasan pada campuran agregat-aspal
metode pengujian kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
metode pengujian kepadatan berat isi tanah di lapangan balon karet
metode pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal
metode pengujian berat jenis aspal padat
metode pengujian campuran aspal dengan alat marshall
metode pengujian kadar air agregat
metode pengujian untuk menentukan tanah ekspansif
Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara dreece pada
besi atau baja digalvins
metode pengujian kuat tekan bebas tanah semen
cara uji butiran agregat ksar berbentuk pipih, lonjong atau pipih dan lonjong
cara uji campuran beraspal panas untuk ukuran agregat maksimum dari 25,4 mm (1 inci) sampai
dengan 38 mm (1,5 inci) dengan alat marshall
metode pengujian kekentalan aspal cair dengan alat saybolt
metode pengambilan contoh uji,bentuk,ukuran, dan klasifikasi
metode pengujian pengukuran pH pasta tanah semen untuk stabilisasi
Metode pengujian batas plastis tanah

Metode pengujian batas cair tanah dengan alat Cassagrande


cara uji analisis ukuran butir tanah
Metode pengujian batas susut tanah
Panduan pengujian kepadatan ringan untuk tanah
metode pengujian kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
metode pengujian kepadatan berat isi tanah di lapangan balon karet
metode pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal
metode pengujian berat jenis aspal padat
metode pengujian campuran aspal dengan alat marshall
metode pengujian kadar air agregat
metode pengujian untuk menentukan tanah ekspansif
Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara dreece pada
besi atau baja digalvins
metode pengujian kuat tekan bebas tanah semen
cara uji butiran agregat ksar berbentuk pipih, lonjong atau pipih dan lonjong
cara uji campuran beraspal panas untuk ukuran agregat maksimum dari 25,4 mm (1 inci) sampai
dengan 38 mm (1,5 inci) dengan alat marshall
metode pengujian kekentalan aspal cair dengan alat saybolt
metode pengambilan contoh uji,bentuk,ukuran, dan klasifikasi
metode pengujian pengukuran pH pasta tanah semen untuk stabilisasi
Metode pengujian batas plastis tanah
Metode pengujian batas cair tanah dengan alat Cassagrande
cara uji analisis ukuran butir tanah
Metode pengujian batas susut tanah
Panduan pengujian kepadatan ringan untuk tanah
metode pengujian kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
metode pengujian kepadatan berat isi tanah di lapangan balon karet
metode pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal
metode pengujian berat jenis aspal padat
metode pengujian campuran aspal dengan alat marshall
metode pengujian kadar air agregat
metode pengujian untuk menentukan tanah ekspansif
Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara dreece pada
besi atau baja digalvins
metode pengujian kuat tekan bebas tanah semen
cara uji butiran agregat ksar berbentuk pipih, lonjong atau pipih dan lonjong
cara uji campuran beraspal panas untuk ukuran agregat maksimum dari 25,4 mm (1 inci) sampai
dengan 38 mm (1,5 inci) dengan alat marshall
metode pengujian kekentalan aspal cair dengan alat saybolt

metode pengambilan contoh uji,bentuk,ukuran, dan klasifikasi


metode pengujian pengukuran pH pasta tanah semen untuk stabilisasi
Metode pengujian batas plastis tanah
Metode pengujian batas cair tanah dengan alat Cassagrande
cara uji analisis ukuran butir tanah
Metode pengujian batas susut tanah
Panduan pengujian kepadatan ringan untuk tanah
Metode Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Alat Konus Pasir Judul direvisi menjadi :Cara uji
kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat
cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir
metode pengujian berat isi dan rongga udara dalam agregat
metode pengujian untuk pengukuran panjang beton inti hasil pengorbanan
cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus.
Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus
metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal.
metode pengujian titik lembek aspal dan ter
metode pengujian kadar residu aspal emulsi dengan penyulingan
metode pengujian jenis muatan partikel aspal emulsi
metode pengujian agregat halus atau pasir yang mengandung bahan plastis dengan cara setara
pasir
metode pengujian tebal dan panjang rata-rata agregat
metode pengujian viskositas aspal minyak dengan alat brookfield thermosel
metode penentuan kadar parafin dalam aspal
metode pengujian penetrasi bahan-bahan bitumen
pengujian campuran beraspal dengan alat marshall
metode pengujian kadar aspal denganc ara ekstraksi menggunakan alat soklet
metode pengujian berat jenis nyata campuran beraspal dipadatkan menggunakan benda uji kering
permukaan jenuh
metode pengujian pengaruh panas dan uadra terhadap lapisan tipis aspal yang diputar
cara uji analisis ukuran butir tanah
Metode Pengujian Viskositas Aspal Minyak dengan Alat Brookfield Termosel
cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap kerusakan akibat rendaman
Metode pengujian karakteristik akifer tertekan dengan uji pemompaan jacob

Metode pengujian akifer tertekan dengan pemompaan papadopulos cooper

Metode pengujian kadar air tanah dengan alat speedy

Metode pengujian sumur injeksi den pemompaan untuk penentuan sifat hidraulik

Metode pengujian ketegaklurusan sumur


Metode pengujian untuk penentuan kapasitas jenis dan penaksiran transmisivitas
Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan
Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan

Tata Cara pengujian kualitas Bendungan Urugan

Metode Pengujian Aliran pada Saluran Terbuka dengan Bangunan Ukur Empat Persegi

Metode pengujian kolom air di lapangan untuk penentuan sifat-sifat hidraulik akuifer
Metode pengujian sifat hidraulik akuifer dengan cara theis

Metode pengujian kekuatan pipa pvc untuk air minum dengan jangka sorong
Metode pengujian kekuatan pipa pvc untuk air minum terhadap tekanan hidrolik
Metode Pengujian Ketebalan Dinding Pipa PVC Untuk Air Minum
Metode pengujian bentuk dan sifat tampak pipa untuk air minum
Metode pengambilan contoh uji pipa pvc untuk air mimum
Metode pengujian perubahan panjang pipa pvc untuk air minum dengan uji tungku
Metode pengujian perubahan panjang pipa pvc untuk air minum terhadap methilen klorida
Metode pengujian kadar pvc pada pipa pvc untuk air minum dengan thf
Metode pengujian diameter luar pipa pvc untuk air minum pada pipa meter
Metode pengujian dimensi pipa polietilen (pe) untuk air minum
Metode Pengujian kinerja pompa dengan menggunakan model
Metode pengujian koagulasi flokulasi dengan cara jar
Metode pengujian kinerja untuk paket instalasi penjernihan air kapasitas dibawah 51
Metode pengujian tekanan internal rendah sambungan mekanik pipa polietilena (pe)
Metode pengujian perubahan panjang pipa polietilena (pe)
Metode pengujian kehilangan tekanan pada sistem sambungan mekanik pipa polietilena
Metode pengujian koaguilasi dan filtrasi bertekanan
Metode pengujian cat penghambat api
Metode pengujian sifat penyalaan bahan bangunan
Metode pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu kebakaa=ran pada bangunan..
Metode Pengujian Kuat Tekan Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium

Metode Pengujian Kuat Lentur Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium


Metode Pengujian Kuat Geser Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratoriu
Metode Pengujian Kedataran dan Kerataan Lantai Menggunakan Sistem Bilangan F
Metode Pengujian Pembebanan Lantai Beton Bertulang Pada Bangunan Bertingkat dengan
Beban Air
Metode Pengujian untuk Tiang Tunggal terhadap Beban Tarik Aksial Statis
Metode pengujian beban lateral pada pondasi tiang
Tata cara perencanaan dan perancangan bangunan kedokteran nuklir di rumah sakit
Tata cara perancangan bangunan sederhana tahan angin
Tata cara pencegahan rayap pada pembuatan bangunan rumah dan gedung
Tata cara penanggulangan rayap pada bangunan rumah dan gedung dengan termitisida
Tata cara perencanaan bangunan dan lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung
Tata cara perencanaan sistem proteksi pasif untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan gedung
Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan ke luar untuk penyelamatan terhadap
bahaya kebakaran pada bangunan gedung
Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan slang untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung
Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk
pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung
Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem springkler otomatik untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung
Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung
Sistem manajemen asap dalam mal, atrium dan ruangan bervolume besar
Tata cara perencanaan bangunan dan lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung
Tata cara perencanaan sistem proteksi pasif untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan gedung
Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan ke luar untuk penyelamatan terhadap
bahaya kebakaran pada bangunan gedung
Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan slang untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung
Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk
pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung
Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem springkler otomatik untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung
Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung
Sistem manajemen asap dalam mal, atrium dan ruangan bervolume besar

Tata cara perencanaan bangunan dan lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung
Tata cara perencanaan sistem proteksi pasif untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan gedung
Tata cara perancangan pencahayaan darurat, tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada
bangunan gedung
Konservasi energi sistem tata udara pada bangunan gedung *
Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung
Konservasi energi sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung *
Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung
Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung
Sistem plambing 2000
Tata cara perencanaan tangki septic dengan sistem resapan
Spesifikasi dan pemasangan perangkap bau
Keselamatan pada bangunan fasilitas pelayanan kesehatan
Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan
Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan
Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung *
Konservasi energi sistem tata udara pada bangunan gedung *
Prosedur audit energi pada bangunan gedung *
Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung
Tata cara perencanaan bangunan dan lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan rumah dan gedung
Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar untuk penyelamatan terhadap
bahaya kebakaran pada bangunan gedung
Tata cara perancangan pencahayaan darurat, tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada
bangunan gedung
Pengujian CBR Laboratorium
Pengujian Kepadatan Ringan Pada Tanah
Pengujian Berat Jenis Tanah
Pengujian Kadar Air Tanah
Pengujian Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah
Pengujian Batas Cair Tanah
Pengujian Penetrasi Lapangan Dengan Alat Sondir
Pengujian Untuk Mendapatkan Kepadatan Tanah Maksimum Dengan Kadar Air Optimum
metode pengujian slump beton
Pengujian Berat Isi Beton, Volume Produksi Campuran Dan Kadar Udara Beton
Pengujian Kuat Tekan Beton Silinder Dengan Cetakan Silinder Di Dalam Tempat Cetakan

Pengujian Kuat Tekan Beton


Pengujian Kuat Tarik Belah Beton
Pengujian Berat Isi Beton Ringan Struktural
Pengujian Abrasi Beton Di Laboratorium
Pengujian Daktilitas Bahan-Bahan Aspal
Pengujian Kelekatan Agregat Terhadap Aspal
Pengujian Kehilangan Berat Minyak Dan Aspal
Pengujian Slump Beton
Pengujian Berat Isi Beton, Volume Produksi Campuran Dan Kadar Udara Beton
Pengujian Kuat Tekan Beton Silinder Dengan Cetakan Silinder Di Dalam Tempat Cetakan
Pengujian Kuat Tekan Beton
SNI 03-2491-1991
SNI 03-2823-1992
Pengujian Berat Isi Beton Ringan Struktural

G-MASING ASPEK
SNI
kontrak
BM

CK

SNI
Regulasi

SNI
Lab uji

SNI
PT

SNI
Lingkungan

SNI 06-2440-1991