Anda di halaman 1dari 13

I

LATAR BELAKANG PROYEK

Kemajuan teknologi informasi saat ini telash mengubah pemikran


masyrakat menuju pemikiran secara global. Informasi yang dulunya banyak
didapat dari media cetak dan media elektronik kini bisa didpat melalui
pengoperasian jaringan telekomunikasi dengan menggunakan jalur modem dan
telepon, lebih tepatnya disebut internet atau cyberspace atau word wide web.
Internet adalah kumpulan kumputer yang terkait satu dengan yang lainnya
dalam jaringan. Jaringan tercipta melalui saluran seperti telepon. Setiap kumputer
pribadi yang tergabung dalam jaringan dapat berkomikasi dalam bentuk
pertukaran data lateral, citra dan suara. Dan hal ini dapat dilakukan secara
langsung seketika itu dan dalam dua arah.
Internet merupakan milik masyarakat dunia. Tidak ada orang atau lembaga
yang dapat mengklaim internet sebagai miliknya sendiri. Sebagai warga internet,
anda dapat melakukan pertukaran teks dan berbagai pesan dengan berjuta manusia
dalam bisnis, akademi, pemerintahan dan organisasi lain, mengakses perangkat
lunak, dokumen tentang seni, politik, kebudayaan, gambar, peta, cuaca, katalog
perpustakaan dan berbagai informasi dari beberapa tempat di seluruh dunia.
Internet diibaratkan juga sebagai suatu kota elektronik berukuran raksasa,
dimana setiap penduduk memiliki alamat (internet address) yang dapat digunakan
untuk berkirim surat. Jka penduduk ingin berkeliling kota, cukup dengan
menggunakan kumputer sebagai kendaraan.
Internet sebagai jaringan kumputer global telah terbukti dapat
mempermudah pemakaiannya untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi.
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki internet antara lain 1. surat elektronik / E-mail 2.
kelompok diskusi/mailing list 3. file server / transfer 4. web 5. video dan suara.
Dengan uraian singkat diatas maka dapat saya identifikasi bahwa aspek
usaha warung internet (warnet) merupakan suatu bisnis yang menjanjikan, karena
kebutuhan akan informasi saat ini dengan diperlukan bagi kaula muda, orang

1
dewasa, wiraswasta, pemerintah, maupun organisasi-organisasi lainnya.
Adapun suatu faktor yang menyebabkan usaha warnet ini bisa menjanjikan
prospeknya karena mahalnya biaya pemakaian internet pada personal komputer
(kumputer pribadi). Karena pemkaian internet personal komputer ditetapkan tarif
oleh PT TELKOM sebesar Rp50,-/menit atau Rp3.000,-/jam. Maka dibandingkan
mengakses internet pada personal komputer, orang akan lebih cenderung
mengakses internet pada warung internet. Karena tarif pada warung internet pada
umumnya sekitar Rp.2.000 – 3.000,-/jam. Disini terdapat selisih biaya yang cukup
besar antara tarif pemakaian / jam pada personil kumputer dengan warung
internet.
Berdasarkan hal diatas maka dalam pemilihan rencana usaha untuk mata
kuliah studi kelayakan usaha, penulis memilih usaha penyewaan internet dalam
bentuk warung internet / warnet sebagai alternatif usaha yang disiapkan.

II

2
ASPEK TEKNIS DAN OPERASIONAL

Dalam menentukan aspek teknis dan operasional ini perlu dipertimbangkan


hal-hal relevan yang berkaitan dengan proses pendirian proyek secara teknikal dan
proses berlandaskan atas beberapa pengalaman pada proyek sejenis di daerah lain
dengan tenologi dan penerapan teknik yang sama.
1. Penentuan Lokasi Usaha
Lokasi usaha yang di pilih adalah izah komputer jalan M. jamil yang
merupakan sebuah rental komputer yang nantinya kan di gabung dengan usaha
tambahan berupa warnet. Di daerah ini merupakan daerah ramai yaitu berada
di pasar yang di lalui oleh banyaknya kendaraan baik kendaraan pribadi
maupun angkutan umum.
2. Pemilihan Peralatan Yang Di Gunakan
a. 10 set komputer
b. 1 printer
c. 4 kipas angin
d. 2 kursi plastik
e. 10 stabilizer
f. 1 karpet
g. 10 meja duduk
h. 10 headset

3. Penenutan Kapasitas Produksi


Kapasitas maksimal : 17 jam komputer perhari.

4. Penentuan Jam Kerja


Pemilik modal bertuagas menjaga dari jam 07.00-24.00.

Rekomendasi
Warnet ini di tinjau dari aspek teknis operasional layak untuk di lanjutkan

3
karena
a. Dengan di bukanya warnet di tempat yang strategis maka akan
memudahkan sehingga menjadi perhatian dari pemakai.
b. Mengingat bahwa warnet akan mendatangkan profit yang cukup besar
dan dapat meningkatkan income pemda setempat, hal ini dapat di
lakukan dengan adanya jalinan kerja sama secara teknis yang baik
antara warnet dan telkom.

III

4
ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI

1. Managemen Dalam Tahap Pembangunan


Kajian terhadap tahap pembangunan rencana usaha ini di lakukan dalam
usaha merekonstruksi rencana usaha agar kegiatan-kegiatan yang telah
direncanakan dapat selesai tepat waktu.
Tahap perencanaan pembangunan merupakan periode yang sangat
berpengaruh bagi keberhasilan pembangunan proyek karena rencana yang di
lakukan ini berhubungan erat dengan ketersediaan berbagai sumber daya.
Untuk itu terlebih dahulu perlu di lakukan identifikasi atas beberapa hal yang
relevan, yaitu kegiatan-kegiatan yang di lakukan, urutan-urutan prasyarat
persyaratan kegiatan serta jangka waktu pelaksanaan masing-masing kegiatan
tersebut.
Identifikasi atas hal-hal relevan dengan proyek pembangunan warnet
dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini.
Disini terdapat tujuh kegiatan yang di rencanakan dalam tahap
pembangunan proyek aktifitas tersebut di mulai dengan “mengurus perizinan”
( aktifitas A ), yang akan mengawali pelaksanaan aktifitas-aktifitas
pembangunan lainnya. Setelah izin keluar, yang di perkirakan akan memakan
waktu kurang lebih 112 hari, kegiatan B dapat segera di realisasikan. Instalasi
listrik dan line telepon ( aktifitas C ) dikakukan bersamaan dengan kegiatan B.
sedangkan kegiatan D dapat di lakukan setelah kegiatan C selesai. Setelah
kegiatan pemesanan peralatan dan dekorasi ditunaskan, pemasangan furniture
dapat segera dimulai, dan kemudian di lanjutkan dengan instalasi komputer.
Uji coba peralatan merupakan kegiatan akhir yang di lakukan, dengan syarat
seluruh kegiatan yang, mendahului ( aktifitas A – F ) dapat di selesaikan.
Untuk menyelesaikan semua aktifitas ini di butuhkan waktu normal kurang
lebih 154 hari.

2. Manajemen Dalam Tahap Operasional


Kajian terhadap aspek manajemen dalam tahap operasional ini

5
mencakup pemilihan bentuk badan usaha, struktur organisasi , pembagian
tugas, wewenang, tanggung jawab, serta koordinasi kegiatan usaha yang
didirikan.
Bentuk badan usaha yang di pilih
Usaha yang di rencanakan akan berbentuk CV bengan alasan sebagai berikut :
1. Kepemilikan terdiri dari beberapa orang sehingga prosedur dan
perhitungannya akan lebih mudah.
2. Usaha yang di rencanakan masih berada dalam skala menengah.
3. Kriteria dan syarat-syarat untuk mendirikan CV relatif lebih murah di
bandingkan dengan usaha lain.
a. Struktur organisasi.
Pada usaha ini jumlah karyawan relatif kecil dan spesialisasi kerja
masih belum begitu tinggi, maka struktur organisasi ini banyak berbentuk
garis. Pemilihan organisasi berbentuk garis ini cukup beralasan karena
struktur yang sederhana ini menyebabkan :
1. Kesatuan komando terjamin dengan baik karena pimpinan berada pada
satu tangan.
2. Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang
yang di ajak berkonsultasi tidak benyak.
3. Rasa solidaritas antar karyawan dab pimpinan relatif tinggi karena telah
saling kenal.
b. Pembagian tugas, werwenang dan tanggungjawab
Karena usaha ini relatif kecil, maka pembagian tugas, wewenang
dan tanggungjawabnya juga tidak begitu kompleks. Rincian pembagian
tugas ini adalah sebagai berikut :
1. Pimpinan sebagai sekutu komplementer bertanggungjawab penuh atas
koordinasi semua aspek yang terdapat daam unit usaha, memberikan
wewenang kepada semua bawahan sesuai dengan tanggungjawab dan
batasan-batasan tertentu.
2. Pemilik modal lainnya merupakan sekutu komanditer dan sekaligus
berfungsi sebagai “petugas barisan khusus” yang bertanggungjawab untuk

6
melakukan kegiatan sehari-hari usaha seperti pemberian pelayanan kepada
konsumen serta bertanggungjawab atas laporan keuangan harian
berdasarkan sistem shift.
3. Petugas harian seperti halnya bertugas harian khusus juga
bertanggungjawab untuk melakukan kegiatan harian usaha, melakukan
kegiatan-kegiatan rutin lainnya ( seperti memelihara kebersihan tempat
usaha ) serta sekaligus berpungsi sebagai petugas jaga malam yang
bertanggungjawab atas keamanan harta perusahaan.

IV

7
ASPEK KEUANGAN

Dalam asapek keuangan ini akan di bicarakan mengenai kebutuhan dana


untuk investasi aktifitas tetap, kebutuhanh dana untuk modal kerja, sumber dana,
estimasi pendapatan dan biaya, dan proyeksi laba rugi. Disamping itu juga akan di
bahas mengenai kriteria penilaian infestasi dan analisis break even point ( BEP ).
1. Kebutuhan Dana Untuk Infestasi Aktiva Tetap :
a. 10 set komputer Rp. 50.000.000
b. 1 printer Rp. 1.000.000
c. 4 kipas angin Rp. 1.200.000
d. 2 kursi plastic Rp. 70.000
e. 10 stabilizer Rp. 100.000
f. 1 karpet Rp. 300.000
g. 10 meja duduk Rp. 1.000.000
h. 10 headset Rp. 350.000

Total Rp. 54.020.000

2. Sumber Dana
Pemenuhan kebutuhan dana investasi ini sebagian dibiayai dengan
mengunakan sumber dana dari modal sendiri (berasal dari pemilik) serta
tambahan dana modal kerja dengan patnership.
3. Estimasi Pendapatan
Pendapatan dari penyewa internet ini berasal dari penerimaan sewa
internet. Perhitungan pendapatan yang akan diterima.
Proyeksi Pendapatan Selama 3 Tahun
 Pendapatan selama satu bulan (Rp. 3.000,-/ jam × 17 jam/hari × 30 hari)
= Rp. 1.530.000
 Pendapatan selama satu tahun (Rp. 1.530.000 × 12 bulan)

8
= Rp. 18.360.000
 Pendapatan selama tiga tahun (Rp. 18.360.000 × 3 tahun)
= Rp. 55.080.000
 Ditambah keuntungan tambahan selama 3 tahun ( jasa ketik, print )
= Rp. 10.000.000
Jadi proyeksi pendapata selama 3 tahun diperkirakan ± Rp. 65.080.000

9
ASPEK EKONOMI

1. Penyerapan Tenaga Kerja


Penyerapan tenaga kerja dilakukan melalui seleksi keterampilan dan
calon tenaga kerja dalam menggunakan komputer. Tenaga kerja yang dipilih
bisa berasal dari mahasiswa jurusan komputer atau individu yang memiliki
kemampuan untuk mengelola data, instal, pemograman serta dalam perbaikan
kesalahan yang terjadi.
2. Nasional Income Benefit
Adanya keuntungan dalam melaksanakan proyek ini, maka secara
otomatis adanya peningkatan pendapatan nasional.
3. Aspek Pasar
Permintaan tenaga kerja bagi calon tenaga kerja akan meningkatkan
kesejahteraan bagi tenaga kerja, pada aspek pasar ini berhubungan dengan
demand dan supply.
4. Keuntungan Transfer Pengetahuan
a. Manfaat sosial
Transfer pengetahuan akan memberikan manfaat sosial seperti
meningkatnya ilmu pengetahuan, dengan berdirinya proyek ini akan
memperbanyak relasi bisnis sehingga dengan cepat bisnis ini akan dapat
berkembang.
b. Manfaat benefit
Dari perhitungan melalui beberapa pendekatan sebelum mengenai
estimasi biaya dan pendapatan yang di terima dari balas jasa konsumen
maka akan di dapat manfaat benefit.

VI

10
KESIMPULAN

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa aspek usaha warnet di masa
sekarang ini merupakan suatu prospek usaha yang cukup baik. Karena
berdasarkan uraian di atas dapat di gambarkan keuntungan / profil usaha yang
menguntungkan baik hitungan perbulan maupun pertahun kalau dilihat dari
perubahan teknologi kedepan, internet masih tetap merupakan connection dalam
telekomunikasi dunia.

DAFTAR ISI

11
I LATAR BELAKANG PROYEK 1
II ASPEK TENIS DAN OPERSIONAL 3
1.Penentuan Lokasi Usaha 3
2.Pemilihan Peralatan Yang Digunakan 3
3.Penentuan Kapasitas Produksi 3
4.Penentuan Skedul Kerja 3
III ASPEK MANAGEMENT DAN ORGANISASI 5
1. Management Dalam Tahap
i Pembangunan
5
2. Management Dan Organisasi
6
IV ASPEK KEUANGAN 8
1. Kebutuhan Dana Untuk
Aktiva Tetap
8
2. Sumber Dana
8
3. Estimasi Pendapatan
8
V ASPEK EKONOMI 10
1. Penyerapan Tenaga Kerja
10
2. National Income Benefit
10
3. Aspek Pasar
10
4. Keuntungan Transfer
Pengetahuan
10
VI KESIMPULAN 11

12
13