Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK I

2014

MATERI DOKTER KECIL

MATERI DOKTER KECIL


I.

Materi Dasar
1. Program UKS
2. Program Dokter Kecil

II.

Materi Inti
1. Kesehatan Lingkungan
2. Kebersihan dan Kesehatan Perorangan
3. Gizi
4. Kesehatan Gigi dan Mulut
5. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
6. Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P), Pengenalan
Penyakit Menular dan Penyakit Berbasis Lingkungan
7. Imunisasi
8. Kesehatan Mata
9. Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif (NAPZA)
10.PHBS di Institusi Pendidikan

III. Materi Penunjang


1. Praktek Pemeriksaan Kesehatan
2. Praktek P3K dan P3P
3. Test-test dan Praktek Penyuluhan

MATERI DASAR
1. PROGRAM UKS
A. PENGERTIAN
UKS = Usaha Kesehatan Sekolah
Bagian program kesehatan anak usia sekolah
Umur 6 21 tahun : praremaja (6-9 tahun), remaja (10-19 tahun),
dewasa muda (di atas 19 tahun)
Lintas program dan lintas sektor
Membentuk prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
B. LANDASAN HUKUM
Undang-undang RI (UU RI) No. 36/2009 tentang kesehatan, ditekankan bahwa siswa
sebagai sumber daya yang berkualitas.
C. TUJUAN
UMUM
Meningkatkan kemampuan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
Menciptakan lingkungan sehat
Sehingga perkembangan siswa menjadi harmonis dan optimal
KHUSUS
Memiliki ketrampilan dan dapat mempraktekkan
Sehat
Berdaya hayat dan berdaya tangkal
D. SASARAN
Dari SD hingga Perguruan Tinggi beserta lingkungannya
E. RUANG LINGKUP
Tri Program UKS (TRIAS UKS)
1. Pendidikan Kesehatan
2. Pelayanan Kesehatan
3. Lingkungan Sekolah Sehat
PENDIDIKAN KESEHATAN
a. Kegiatan Kurikuler
Pada jam pelajaran
b. Kegiatan Ekstra Kurikuler
Di luar jam pelajaran :
Kegiatan kesehatan
Bimbingan hidup bersih sehat
Penyuluhan dan partisipasi kegiatan kesehatan
PELAYANAN KESEHATAN
1. Peningkatan kesehatan (Promotif) seperti penyuluhan
2. Pencegahan penyakit (Preventif) seperti imunisasi
3. Penyembuhan penyakit (Kuratif) seperti berobat
4. Pemulihan (Rehabilitatif) seperti istirahat setelah sakit
LINGKUNGAN SEKOLAH SEHAT
1. Bina Lingkungan Fisik seperti Sekolah, kantin/warung dan WC
2. Bina Lingkungan Mental seperti pergaulan yang baik dengan teman, guru dan
masyarakat

MAKNA LOGO UKS

SEGITIGA SAMA SISI


Menggambarkan tiga program pokok UKS, yaitu :
1. Pendidikan Kesehatan
2. Pelayanan Kesehatan
3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat.
LINGKARAN
Menggambarkan bahwa Program UKS dilaksanakan secara terpadu oleh seluruh sektor
terkait.
TULISAN UKS, YANG DITULIS SECARA VERTIKAL & HORIZONTAL
Menggambarkan bahwa UKS dilaksanakan mulai dari TK/RA sampai SLTA/MA,
serta dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah/ madrasah sampai pusat secara
terkoordinasi baik antara sekolah dengan Tim Pembina, Tim Pembina UKS
dibawahnya dengan yang diatasnya maupun antar sesama Tim Pembina UKS yang
sejajar.

Mars UKS
Satukan langkah menggapai cita
Usaha Kesehatan Sekolah
Kebersihan diri dan lingkungan dijaga
Buang segala sampah pada tempatnya

Berolahraga dengan teratur


Berbadan sehat dan berbudi luhur
Demi menatap masa depan bangsa
Galakkan U K S sepanjang masa

Triprogram U K S jadi landasan


Pendidikan kesehatan dilaksanakan
Pelayanan kesehatan kita terapkan
Lingkungan sekolah sehat ayo
diwujudkan

U K S tumbuhkan siswa cerdas kuat


Berjiwa tangguh bergaya hidup sehat
Sikap hormat pada guru dan orangtua
Beriman dan cinta sesama kita

2. PROGRAM DOKTER KECIL


Dokter = Orang yang menjalankan keahlian di bidang medis (profesi)
Kecil = Paham tentang ilmu kedokteran dan dapat mempraktekkan secara sederhana
Pengertian
Dokcil (Dokter Kecil) adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah dilatih UKS

Kriteria :
1. Kelas 4 5
2. Berprestasi
3. Berbadan Sehat
4. Watak pemimpin dan tanggung jawab
5. Penampilan bersih dan perilaku sehat
6. Budi pekerti baik dan suka menolong
7. Izin Orang Tua
Tujuan Dokcil:
o Umum : partisiasi siswa dalam UKS
o Khusus : 1. Siswa menjadi penggerak hidup sehat
2. Siswa dapat menjadi penolong dalam masalah kesehatan
Tugas dan kewajiban Dokcil:
1. Sikap dan perilaku sehat
2. Menggerakkan teman untuk melaksanakan usaha kesehatan
3. Usaha Kesehatan Lingkungan
4. Membentu guru dan petugas kesehatan
5. Peran aktif peningkatan kesehatan
Kegiatan Dokcil:
1. Menggerakkan teman melaksanakan:
Kesehatan pribadi
Mengukur tinggi badan dan berat badan
Penyuluhan kesehatan
2. Membentu petugas kesehatan dalam :
Distribusi obat
P3K
P3P
3. Pengenalan dini tanda-tanda penyakit
4. Pengamatan kebersihan lingkungan sekolah
5. Pengamatan kebersihan ruangan sekolah
6. Mencatat dan melaporkan pada buku harian Dokcil
7. Melaporkan hal-hal khusus pada guru
Hasil yang diharapkan :
1. Pada Dokcil : sikap, perilaku, keterampilan dan rasa kesetiakawanan
2. Pada siwa lain : ikut tergerak hidup sehat
3. Pada Guru : kerjasama yang baik
4. Pada Orang Tua siswa : kesadaran
5. Pada masyarakat dan lingkungan : tergerak dan meningkatnya hidup sehat

MATERI INTI
1. Kesehatan Lingkungan
Mencakup;
a. Lingkungan yang sehat
Lingkungan yang sehat : sampah, air limbah dan tinja dibuang secara benar
b. Rumah sehat
Kriteria secara sederhana :
memiliki ruang terpisah
tersedianya air bersih, penampungan air limbah, tempat sampah dan saluran
pembuangan air
kamar berjendela dan ada lubang angina (ventilasi)
sinar matahari dapat masuk kedalam rumah
dinding dan lantai kering tidak lembab
4

c.

d.

e.

f.

ada jalan keluar asap di dapur


halaman rumah harus bersih
jika ada kandang ternak harus berjarak lebih dari 10 meter dari rumah
tidak terdapat jentik nyamuk, kecoa dan tikus
Air bersih
Syarat :
jernih
tidak berbau
tidak berwarna
tidak berasa (tawar)
Sumber :
Sumur pompa tangan\
Sumur gali tertutup
Mata air
Penampungan air hujan
Untuk bisa diminum :
air harus sehat yaitu air bersih yang tidak mengandung bibit/kuman penyakit
dengan cara dimasak sampai mendidih
Pembuangan air bekas atau limbah
Syarat :
Tidak mengotori sumber air
Tidak menjadi tempat berkembang biak hewan sumber penyakit (nyamuk,kecoa
dan tikus)
Jamban keluarga
Bentuk ada tiga jenis:
Leher angsa
Cemplung
Plengsengan
Penggunaan:
Selalu disiram
Selali dibersihkan
Pemeliharaan : dibersihkan sekali dalam satu minggu
Sampah
Adalah benda-benda yang dibuang.
Jenis sampah:
Sampah kering, misalnya botol, kertas, kayu dan lain-lainnya
Sampah basah, misalnya kulit buah, daun, bagian-bagian hewan yang tidak
digunakan
Penyakit-penyakit yang ditimbukan oleh sampah yang dibuang sembarangan:
diare, disentri dan typus
Sampah yang dibuang sembarangan pada saluran air dapat menyebabkan banjir

2. Kebersihan dan Kesehatan Perorangan


a. Mandi, sikat gigi dan cuci tangan
Mandi adalah membersihkan badan dengan air secara merata, dapat memakai
pembersih seperti sabun dan sampo
Sikat gigi adalah membersihkan gigi secara benar
Cuci tangan dilakukan sebelum makan, sehabis bekerja dan sesudah buang air.
b. Pakaian
Pakaian yang sehat adalah :
sesuai dengan postur tubuh (tidak ketat atau longgar)
sopan (sesuai dengan budaya)
bersih (diutamakan sudah dicuci dan disetrika)
Pakaian terdiri atas :
Pakaian Luar, diganti setiap hari
5

Pakain Dalam, diganti setiap hari, dan jika basah atau berkeringat
Kaos kaki minimal diganti dua kali sehari kecuali jika basah atau berkeringat
Sepatu, setiap hari dijemur dan di cuci seminggu sekali

c. Makanan dan Minuman


Makanan harus mengandung zat gizi seimbang, minum sekurang-kurang 1,5 liter
sehari
d. Istirahat, rekreasi, olahraga dan kesehatan rohani
Istirahat sekurang-kurangya tidur 8 jam sehari
Rekreasi dibutuhkan minimal seminggu sekali
Olahraga dilaksanakan secukupnya dengan keadaan gembira atau senang.
Kesehatan Rohani, beribadah sesuai dengan agama atau kepercayaan.
3. Gizi
Adalah zat yang diperlukan untuk kesehatan tubuh, dan biasanya berasal dari makanan.
Fungsi Makanan :
o Zat Pembangun
o Zat Tenaga
o Zat Pengatur
Zat gizi terdiri atas :
o Karbohidrat (hidrat arang), merupakan zat tenaga misalnya terdapat pada gula,
nasi,singkong
o Protein, merupakan zat pembangun yang terdapat pada telur, temped an kacangkacangan
o Lemak merupakan zat tenaga yang terdapat pada dagung dan minyak
o Vitamin sebagai zat pengetur, terdapat pada buah-buahan, terdiri atas vitamin A, B, C,
D E dan K.
o Mineral adalah zat pengatur yang paling penting diantaranya Fe (besi) dan Ca(kalsium)
Uraian :
o Vitamin A : Untuk penglihatan dan pertumbuhan
o Vitamin B : membantu berlangsungnya pertumbuhan tubuh
o Vitamin C : memelihara jaringan dan daya tahan tubuh
o Vitamin D : membantu berlangsungnya pertumbuhan tulang dan gigi
o Vitamin E : anti oksidan/anti penuaan dan untuk hormone
o Vitamin K : untuk pembekuan darah
o Mineral : Fe, berperan dalam pembentukkan sel darah merah.
Ca, berfungsi dalam pembentukkan gigi dan tulang
Warung Sekolah
1. Perencanaan dan pengelolaan dengan baik memenuhi kebutuhan energi siswa
2. Bersih, aman dan sehat
3. Menyediakan makanan bergizi
Aspek pengelolaan warung sekolah
1. Tenaga, harus sehat, bersih, rapi, dan mengerti tentang kesehatan dan gizi
2. Dana, sumber bisa berasal dari sekoleh atau lain-lain
3. Lokasi, paling baik dekat dengan sekolah dan jauh dari tempat pembuangan sampah
4. Peralatan, sesuai dengan menu makanan dan bersih
Makanan di warung sekolah memenuhi kriteria :
1. Fungsi makanan ( 3 zat )
2. Campuran dari 3 zat tersebut
Memilih makanan bergizi :
1. Hindari makanan yang merusak gigi
2. Kebersihan terjamin
3. Hindari makanan berpengawet, memakai zat pewarna buatan dan penyedap/pemanis
buatan
6

4. Kesehatan Gigi dan Mulut


a. bagian terpenting dari mulut :
bibir, yang berfungsi untuk :
1. menjaga jangan sampai makanan dan minuman tercecer keluar dari mulut
2. merasakan panas dinginnya makanan dan minuman
3. berbicara dengan jelas
lidah, yang berfungsi untuk :
1.
mengecap
2.
menelan
3.
menjilat
4.
berbicara
gigi, yang berfungsi untuk :
1. memotong, mencabut dan menghaluskan makanan
2. mengucapkan kata-kata dengan jelas
3. mendorong pertumbuhan rahang, sehingga bentuk wajah harmonis
gusi, yang berfungsi untuk melindungi akar gigi pada tulang rahan
b. Penyakit gigi dan mulut :
gigi berlubang / kropos (caries)
radang gusi (gingivitis)
c. Cara pencegahan penyakit gigi dan mulut :
sikatlah gigi secara terartur dan benar
pakailah pasta gigi yang mengandung fluor
sikatlah gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari ( pagi sehabis sarapan dan malam
sebelum tidur )
pilihlah sikat gigi yang berbulu halus dan kepala sikat kecil
hindari kebiasaan makan-makanan yang merusak gigi
periksakan gigi secara rutin 6 bulan sekali
hindari kebiasaan menggigit jari dan membuka tutup botol dengan gigi
5. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
1. Pengertian
Memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan dangan cepat dan tepat
sebelum dibawa ketempat rujukan
2. Tujuan
Mencegah cedera bertambah parah
Meunjang upaya penyembuhan
3. Pedoman P3K, PATUT:
P =
Penolong mengamankan diri sendiri lebih dahulu sebelum bertindak
A =
Amankan korban dari gangguan di tempat kejadian sehingga bebas dari bahaya
T =
Tandai tempat kejadian sehingga orang lain tahu bahwa di tempat tersebut ada
kecelakaan
U =
Usahakan menghubungi ambulan, dokter, puskesmas, rumah sakit atau petugas
yang berwajib (polisi/petugas keamanan)
T =
Tindakan pertolongan terhadap korban dalam urutan yang paling tepat
4. Tanggung jawab Penolong
a. penolong dapat menilai situasi
7

b. penolong dapat mengenal kondisi korban dan prioritasnya


c. penolong harus segera memberi pertolongan sesuai keadaan korban
d. penolong mengatur dan merencanakan transportasi

5. Peralatan P3K
1. Bahan minimal yang harus tersedia
a. Bahan untuk membersihkan tangan : air, sabun, alkohol
b. Obat pencuci luka : air bersih, boorwater, povidone iodine
c. Obat untuk mengurangi rasa nyeri : parasetamol
d. Bahan untuk menyadarkan : amoniak, eau de cologne
2. Alat minimal yang disediakan
a. Pembalut cepat 10 buah
b. Pembalut gulung
c. Pembalut segitiga
d. Kapas
e. Plester
f. Kassa steril
g. Gunting
h. Pinset
Pelaksanaan P3K
Langkah-langkah pemeriksaan korban kecelakaan :
a. Periksa kesadaran
Hilangkan penyebab gangguan kesadaran, istirahtkan dan tenangkan korban yang
gelisah, bila korban tidak sadar selama 30 menit, angkutlah ke
dokter/puskesmas/rumah sakit
b. Periksa pernafasan
Bebaskan jalan nafas dan pertahankan saluran pernafasannya. Bila pernafasan berhenti
maka lakukan pernafasan buatan
c. Periksa tanda perdarahan dari peredaran darah
Hentikan segera perdarahan
d. Periksa keadaan lokal (patah tulang, luk-luka) dan perhatikan keluhannya
e. Tanyakan pada korban apakah ada rasa nyeri, linu, sakit. Perhatikan dan periksa luka
lainnya.
f. Beritahu korban bahwa ia akan ditolong dan ajaklah bercakap-cakap
6. Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P), Pengenalan Penyakit Menular dan
Penyakit Berbasis Lingkungan

Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P)


Pengertian :
Penyakit-penyakit yang ringan mungkin bisa ditangani sendiri pertolongan awal pada
penyakit sebelum ke petugas/pelayan medis
Penyakit adalah
Suatu keadaan dimana terdapat gangguan terhadap bentuk dan fungsi tubuh sehingga
berada dalam keadaan yang tidak normal (definisi menurut FK UI)
Menurut Gordon dan Le richt penyakit itu muncul karena 3 hal
yaitu :
1. Diri manusia disebut host (h)
2. Bibit penyakit disebut agent (a)
3. Lingkungan disebut environtment (e)
Pertolongan Penyakit
Pertolongan penyakit adalah mengobati penyakit itu sendiri
8

Tapi harus ingat bahwa lebih baik mencegah dari pada mengobati
Cara Mengobati Penyakit
Pengobatan penyebab penyakit (causatif)
Pengobatan gejala penyakit (simptomatik)
Paling utama adalah mengobati penyebab bukan gejalanya
Obat-obatan : (contoh)
Obat untuk mengobati gejala
o Obat panas (parasetamol)
o Obat batuk, pilek (Anti influenza, OBH, OBP dan CTM)
o Obat diare (Diatab, diapet dan Oralit)
o Obat kejang
o Dll
Obat untuk mengobati penyebab
o Antibiotika (Amoksisilin)
o Obat darah tinggi (Captopril)
o Obat gula darah (Glibenclamid)
o Obat jantung
o Dll
Contoh beberapa penyakit
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Flu Burung
TBC (Tuberculosis)
Uraian :
DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
Adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk
Aedes Aegypti
Gejala
Panas badan terus menerus, lemah dan lesu
Sakit uluhati
Bintik-bintik merah di kulit
Mimisan/muntah darah
Hari ke 3, demam turun tetapi menjadi parah, timbul keadaan gelisah, keringat dingin,
lemas
Pertolongan Pertama
Minum Banyak, dengan air matang, teh, susu
Kompres air dengan air dingin
Cepat bawa ke dokter/Puskesmas
Pencegahan
Melakukan 3 M Plus (menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang dapat
menampung air dan plus mencegah gigitan nyamuk)
Menjaga kebersihan lingkungan
Menjaga kesehatan tubuh
FLU BURUNG
Penyakit Menular melalui udara yang tercemar virus Avian Influenza (H5N1)
Penularan bisa melalui kotoran/cairan mulut/hidung unggas yang menderita Flu Burung
Tidak menular melalui makan daging unggas/ayam

Gejala :
Panas, pilek dan batuk seperti Influenza
Sesak Napas tiba-tiba
Panas yang mendadak tinggi
Badan lemas dan tidak bergairah

Pengobatan
Apabila menemukan gejala seperti yang telah diterangkan sebelumnya, segera berobat
ke sarana pelayanan kesehatan (dokter, puskesmas atau rumah sakit terdekat)
Berikan obat penurun panas, obat batuk, obat anti nyeri dan vitamin, jika ragu
konsultasikan dengan tenaga medis
Pencegahan
Jaga kebersihan badan dan lingkungan
Jaga kebersihan hewan yang dipelihara atau diternakkan
Usahakan selalu memakai pelindung, jika bensentuhan dengan hewan ternak
Selalu mencuci tangan setelah berhubungan atau bersentuhan dengan hewan ternak,
terutama yang diduga sakit
Mengawasi semua semua pekerja yang berhubungan dengan hewan ternak, terutama
unggas
Jika ada gangguan kesehatan (gejala flu) segera berobat ke dokter atau puskesmas
terdekat
TUBERCULOSIS
Adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobakterium Tuberculosa, bisa
menyerang organ-organ tubuh seperti kelnjar, pernapasan, pencernaan dan jaringan lain,
paling sering menyerang paru-paru sehingga disebut TB paru
Penularan melalui percikan ludah orang yang menderita TB Paru.
Gejala :
Batuk lama lebih dari 3 bulan tanpa penyembuhan
Berat badan turun
Berkeringat pada malam hari
Sering menderita diare
Kadang diserta pembengkakan kelenjar
Pengobatan
Diberikan antituberkulosa seperti Rifampicin, INH, Streptomisin dan Etambutol
Pemberian vitamin B6
Perbaikan gizi
Pencegahan
Hindari percikan ludah penderita TB Paru
Menjaga kebersihan badan
7. Imunisasi
Imunisasi adalah tindakan untuk memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin
ke dalam tubuh.
Vaksin adalah suatu produk biologik yang terbuat dari kuman, kmponen kuman atau
racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan ynag berguna untuk merangsang
kekebalan tubuh seseorang.

10

Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi :


- TBC
- Difteri
- Pertusis
- Tetanus
- Campak
- Polio
- Hepatitis B
Jenis Vaksin dalam program Imunisasi
1. Vaksin BCG ( Bacillus Calmethe Guerine)
Diberikan 1 kali pada usia 1 bln
2. Vaksin DPT ( Dipteri Pertussis Tetanus)
Diberikan 3 kali dengan selang waktu pemberian minimal 4 minggu mulai usia 2 bln
3. Vaksin TT ( Tetanus Toksoid)
Diberikan pada ibu hamil sebanyak 2X selama kehamilan, anak sekolah dasar kelas 2
dan 3 sebanyak 2 kali dengan selang waktu pemberian minimal 4 minggu.
4. Vaksin DT (Dipteri Tetanus)
Diberikan sebanyak 2 kali dengan selang waktu pemberian minimal 4 minggu pada
anak kelas 1 SD
5. Vaksin Polio
Diberikan sebanyak 3 kali dengan selang waktu pemberian minimal 4 minggu pada
bayi mulai usia 0 bln
6. Vaksin Campak
Diberikan 1 kali pada usia bayi 9 bln dan anak SD kelas 1, 2 dan 3.
7. Vaksin Hepatitis B uniject
Pertama diberikan pada usia 0 7 hari
8. Vaksin DPT-HB
Diberikan usia mulai 2 bln
Manfaat Imunisasi
1. Bayi/anak menjadi tahan/kebal terhadap penyakit TBC, pertusis, difteri, tetanus, polio,
campak dan Hepatitis B, sehingga akan tumbuh dan berkembang menjadi manusia sehat
2. Anak sekolah akan memperoleh perlindungan jangka panjang terhadap penyakit difteri
dan tetanus
Tempat Pelayanan Imunisasi
1. Puskesmas : Posyandu, Puskesmas Pembantu
2. Non Puskesmas
a. Rumah sakit
b. Rumah Bersalin
c. Dokter Praktek Swasta
d. Bidan Praktek
e. Sekolah pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Pemberian Imunisasi
Bayi (0-11 bln)
: BCG, DPT, Polio, Hepatitis B, Campak
Siswa SD/MI kls 1
: DT
Siswa SD/MI kls 2&3
: TT
Calon Pengantin wanita
: TT
Ibu Hamil
: TT
8. Kesehatan Mata
a. Mata Sehat
Tanda-tanda mata sehat :
- Bagian yang putih benar-benar putih
- Selaput bening (kornea) benar-benar jernih
- Pupil (orang-orangan mata) benar-benar mata
11

- Kelopak mata dapat membuka dan menutup dengan baik


- Bulu mata teratur dan mengarah keluar
b. Bagian-bagian Mata dan kegunaannya :
1. kelopak mata
2. selaput lender mata
3. Kornea
4. Orang-orangan mata (pupil dan lensa mata)
5. Iris (selaput pelangi)
6. Bulu mata
c. Kegunaannya :
1. Kelopak mata :
- kelopak mata terdiri dari kelopak mata atas dan bawah yang pada setiap tepinya
terdapat bulu mata.
- gunanya untuk melindungi bola mata terhadap gangguan dari luar
2. Selaput lendir mata :
- terdiri dari selaput lendir yang tipis yang menutupi bagian depan bola mata dan
bagian dalam kelopak mata
- gunanya untuk melindungi bola mata
3. Kornea :
- merupakan bagian bening bola mata yang dapat dilalui cahaya dari luar
- gunanya sebagai tempat masuknya cahaya ke dalam bola mata, sehingga kita
dapat melihat
4. Lensa mata
- merupakan bagian mata yang bening, tembus cahaya, berbentuk cembung,
terletak tepat di belakang orang-orang mata (pupil). Dalam keadaan baik lensa
tidak tampak dari luar sehingga orang-orangan mata tampak benar-benar hitam
- gunanya untuk memusatkan cahaya memasuki mata melalui kornea hingga kita
dapat melihat benda-benda dengan jelas
d. Kebiasaan yang benar :
- duduklah dengan sikap badan tegak waktu membaca
- sinar lampu yang baik untuk membaca adalah yang datang dari sebelah kiri
belakang
- letak lampu hendaknya cukup jauh dari sisi meja, sehingga tidak terjadi
bayangan dari tubuh
- bacaan terletak kira-kira 40 cm dari mata dengan sudut antara 40-70 derajat
dari permukaan meja.
e. Kebiasaan yang salah :
- Membaca sambil tidur
- Sinar yang disorotkan langsung ke bacaan yang sedang kita baca
- Memaksakan diri secara berlebihan untuk membaca, istirahatlah sejenak
setelah terasa lelah.

PEMERIKSAAN VISUS
Alat :
- Snellen Chart
Cara :
1. Pilih ruangan yang bersih dan tenang, dan mendapat cahaya yang cukup baik
2. Gantungkan snellen chart setinggi mata pasien pada posisi duduk atau berdiri
3. Pasien dipersilahkan untuk duduk atau berdiri sejauh 6 meter dari tempat
snellen chart
4. Pasien diminta untuk menutup sebelah mata dengan telapak tangan secara
bergantian kiri dan kanan
5. Tunjukkan tiap huruf di masing-masing lajur dimulai dari huruf paling besar
atau paling atas, bergerak ke bawah ke huruf yang lebih kecil, kemudian pasien

12

diminta untuk menyebutkan huruf-huruf yang ditunjuk sampai batas huruf yang
masih dapat dilihat
6. Ulangi pemeriksaan ini pada mata lainnya dengan cara yang sama
7. Lihat/baca sampai lajur manakah pasien masih dapat melihat
8. Tuliskan nomor lajur huruf yang masih dapat dilihat oleh pasien (mata
kanan : ........., mata kiri : ............)
9. Bila huruf yang terbaca terdapat pada garis dengan tanda 30 dikatakan tajam
penglihatan 6/30. Bila yang terbaca terdapat pada baris dengan tanda 10,
dikatakan tajam penglihatan 6/10, sedangkan tajam penglihatan normal 6/6.
Informasikan kepada pasien, guru atau petugas kesehatan.
9. Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif (NAPZA)
NAPZA : Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, masyarakat lebih mengenalnya
dengan istilah NARKOBA (narkotika dan bahan/obat berbahaya)
NAPZA menimbulkan efek depresan (ngantuk), stimulan (merangsang fungsi tubuh) dan
halusinogen ( menimbulkan halusinasi). Efek inilah yang diharapkan para pengguna
NAPZA, namun mendatangkan bahaya karena efek ketergantungannya
Bahaya NAPZA
1. Gangguan fisik : dapat mengakibatkan kematian.
2. Mental emosional : perubahan pikiran, perasaan dan tingkah laku ( tidak dapat lagi
mempertimbangkan tata nilai, etika, dan moral)
3. Kehidupan sosial : gangguan fisik dan perubahan mental emosional menyebabkan
memburuknya kehidupan sosial yang memahayakan diri sendiri maupun orang lain
Jenis-jenis NAPZA
1. Narkotika (heroin/putaw, kokain, ganja, morfin, codein)
2. Psikotropika (Psikotropika (ekstasi, LSD, amfetamin/shabu, diazepam)
3. Zat adiktif lainnya (alcohol, rokok)
Tahapan penyalahgunaan NAPZA
1. Coba-coba, agar diakui kelompoknya
2. Pemakaian sosial atau rekreasi untuk bersenang-senang, umumnya dilakukan dalam
kelompok
3. Situsional : menghilangkan perasaan tegang, sedih, kecewa
4. Ketergantungan
5. Pengguna nekat, melakukan apa saja untuk mendapatkan NAPZA
Pengaruh Sosial
1. Dikucilkan dari pergaulan luar karena membentuk kelompok sendiri di antara mereka.
2. Hubungan sosial dengan keluarga dan teman-teman di lingkungan sekolah atau tempat
tinggalnya menjadi renggang.
3. Kebutuhan akibat NAPZA : mencuri, berbohong, menjual barang yang ada di dalam
rumahnya, hubungan dengan keluarga makin buruk

10. PHBS di Institusi Pendidikan


A. PENGERTIAN
PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekan atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran yang menjadikan seseorang/keluarga/kelompok dapat menolong dirinya
sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat
kesehatan masyarakat.

13

PHBS disekolah berarti : anak sekolah harus diberdayakan agar sadar,mau dan mampu
melaksanakan PHBS di sekolah
PHBS di sekolah berarti : ketersediaan sarana lingkungan sekolah yang sehat harus
diupayakan

dan

menjadi

urusan

pemerintah

kota

dan

jajarannya

(sektor

pendidikan,kesehatan,dll)
PHBS disekolah berarti : jajaran pendidikan dan kesehatan harus dapat menjadi teladan
danm berperilaku hidup bersih dan sehat serta memberikan pelayanan kesehatan
preventif dan promotif di sekolah.
B.

TUJUAN
a.Tujuan Umum
Meningkatnya sekolah yang ber-PHBS di Kota Sukabumi
b.Tujuan Khusus
1. Meningkatkan kesadaran,pengetahuan dan kemampuan anak sekolah untuk
melaksanakan PHBS.
2.Meningklatkan peran serta masyarakat sekolah (guru,anak sekolah,persatuan orang
tua murid,penjaga sekolah dan penjual makanan) untuk menggerakkan dan
mewujudkan PHBS di sekolah.

C. MANFAAT
1.Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat, sehingga anak sekolah dan guru dilindungi
dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit
2.Semakin meningkatnya semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada
prestasi belajar anak sekolah.
3. Citra sekolah sebagai sarana pendidikan semakin meningkat, sehingga mampu
menarik minat orang tua / masyarakat
4. Semakin meningkatnya cita Pemerintah Daerah di bidang pendidikan.
5. Dapat menjadi percontohan sekolah ber-PHBS bagi daerah lain
D. INDIKATOR PHBS
Memelihara

1.

rambut

agar bersih dan rapih


Memaki pakaian bersih

2.

dan rapih
Memelihara kuku agar

3.

selalu pendek dan bersih

STRATA

Memakai sepatu bersih

4.

dan rapih

PRATAMA

Berolahraga teratur dan

5.

terukur
Tidak

6.

sekolah

merokok

di

STRATA

14

Tidak

7.

napza

menggunakan

MADYA

Memberantas

8.

nyamuk

jentik

STRATA

Menggunakan jamban

9.

yang bersih dan sehat

UTAMA

Menggunakan

10.

air

bersih
Mencuci tangandengan

11.

air mengalir dan sabun


12.

Membuang sampah ke

13.

tempat sampah (Sampah basah,sampah kering,sampah bahaya)


Mengkonsumsi jajanan
sehat dari kantin sekolah
Menimbang

14.

berat

badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan

15

MATERI PENUNJANG
PRAKTEK PEMERIKSAAN DAN P3K
Gangguan yang diderita Korban Kecelakaan
Gangguan Umum
Gangguan pada keadaan umum dan kesehatan korban yang dalam waktu singkat akan
mengancam jiwa korban
1. Gangguan Pernafasan
1. Kesulitan bernafas sampai henti nafas
2. Disebabkan karena :
- sumbatan jalan nafas
- kelemahan atau kejang otot pernafasan
- menghisap asap atau gas beracun
3. Penggolongan
- korban sadar
- korban tidak sadar
4. Prioritas pertolongan dilakukan pada korban yang tidak sadar
5. Lokasi gangguan : rongga hidung, keronggongan, paru-paru
6. Tindakan P3K : pemberian nafas buatan
2. Gangguan Kesadaran
1. Keadaan dimana kesadaran berkurang atau hilang sama sekali
2. Disebabkan oleh :
- benturan/pukulan pada kepala
- sinar terik matahari langsung mengenai kepala
- berada dalam ruangan penuh orang, sehingga kekurangan zat asam
3. Penggolongan
- kesadaran kurang
- kesadaran hilang
4. Prioritas pertolongan
- korban tidak sadar dengan gangguan pernafasan
- korban dengan kesadaran berkurang
5. Lokasi pertolongan : Susunan Saraf Pusat (SSP)
6. Tindakan P3K :
- angkat penderita ke tempat teduh dan baik sirkulasi udaranya
- tidurkan terlentang tanpa bantal
- longgarkan semua pakaian yang mengikat
- bila korban sadar, beri minum
- beri selimut agar badannya hangat
- jika perlu kirim ke dokter/puskesmas/rumah sakit
3. Gangguan Peredaran darah Berat (shock)
1. Keadaan yang dapat mengancam kehidupan dimana otak dan alat vital lain
kekurangan darah karena berbagai sebab
2. Disebabkan oleh :
- kekurangan darah/cairan
- luka bakar yang luas
- nyeri yang hebat
- tidak tahan terhadap obat atau bahan kimia tertentu (alergi)
3. Penggolongan
- ringan, dengan tanda-tanda : pucat, kulit dingin, nadi lemah dan cepat
(100x/mnt), korban gelisah, haus, kadang-kadang ngacau
- berat, dengan tanda-tanda : sangat pucat, mata cekung, pernafasan cepat
dan tidak teratur, nadi susah teraba dan apabila teraba sangat cepat (150
x/mnt)

16

4. Lokasi gangguan
- kulit (luka/luka bakar)
- saluran pencernaan (diare)
- patah tulang
5. Tindakan P3K
Usahakan korban secepatnya dibawa ke dokter/puskesmas/rumah sakit sambil
dilakukan tindakan :
- bawa korban ke tempat teduh dan aman, bila tidak terdapat perdarahan
di kepala tidurkan terlentang tanpa bantal, kepala lebih rendah dari kaki,
bila tidak ada patah tulang dan perdarahan pada anggota badan, kaki
dan tangan diluruskan
- pakaian korban dilonggarkan
- tenangkan korban dan usahakan agar badan tetap hangat
- bila ada luka atau perdarahan, rawat lukanya dan hentikan
perdarahannya
- bila ada patah tulang lakukan pembidaian
- bila diare dan muntah berikan oralit
4. Pendarahan
1. Keluarnya darah dari pembuluh darah yang rusak
Ada 2 macam perdarahan :
- Perdarahan keluar tuhuh
- Pedarahan ke dalam tubuh
2. Disebabkan oleh putusnya pembuluh darah atau perlukaan pada pembuluh
darah
3. Penggolongan
- Perdarahan pembuluh nadi/arteri
- Perdarahan pembuluh darah balik/vena
- Perdarahan pembuluh darah rambut/kapiler
4. Prioritas pertolongan : pembuluh darah nadi
5. Tindakan P3K
- Bagian anggota badan yang berdarah ditinggikan
- Tekan pembuluh darah yang terletak diantara tempat perdarahan
5. Pembalutan
1. Guna pembalutan
- menutup luka
- melakukan penekanan misalnya pada bagian tubuh yang sakit
- membatasi pergerakan
- mengikat bidai
- menghentikan/mengurangi perdarahan
macam pembalutan

17

2. Cara pembalutan
- pemakaian kain segitiga untuk pembalutan kepala

pemakaian kain segitiga utnuk menggendong tangan

pemakaian kain segitiga untuk pembalutan di siku

pemakaian kain segitiga untuk pembalutan di tangan dan kaki

18

PRAKTEK PENYULUHAN
Dalam memberikan penyuluhan harus diperhatikan :
1. Tema yang akan diangkat
2. Penguasaan materi sesuai tema
3. Masyarakat yang akan diberikan penyuluhan
Sikap dalam memberikan penyuluhan
1. Selalu sopan dan dengan gaya mengajak bukan menggurui
2. Penyampaian secara jelas dan dapat dipahami
3. Tidak boleh memarahi atau menjelekkan sesuatu

19