Anda di halaman 1dari 14

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Akuntansi merupakan suatu sistem untuk menghasilkan informasi keuangan yang
digunakan oleh para pemakainya dalam proses pengambilan keputusan bisnis.
Pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis terkait erat dengan aspek-aspek
keperilakuan dari para pengambil keputusan. Hal inimenunjukkan adanya aspek
keperilakuan pada akuntansi, yang pada perkembangannya bidang ini dikenal dengan
akuntansi keperilakuan (Arfan dan Muhammad, 2005: 1). Sebagai bagain dari ilmu
keperilakuan (behavioural science), teori-teori akuntansi keperilakuan dikembangkan
melalui riset empiris atas perilaku manusia dalam organisasi (Hudayati dalam Arfan
dan Muhammad, 2005: 13). Argyris pada tahun 1952 memulai mengadakan riset yang
menghubungkan akuntansi dengan aspek perilaku. Perkembangan yang pesat
akuntansi keperilakuan lebih disebabkan karena akuntansi secara simultan dihadapkan
dengan ilmu-ilmu sosial secara menyeluruh. Binberg dan Shields (1989)
mengklasifikasikan riset akuntansi keperilakuan kedalam lima aliran:
(1) pengendalian manajemen (management control),
(2) pemrosesan informasi akuntansi (accounting information processing),
(3) desain sistem informasi (information system design), (4) riset audit (audit
research), dan
(5) sosiologi organisasional (organizational sosiology).

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

I.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan dari penulisan latar belakang di atas yang menjadi permasalahan pada
makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Laba ?


Apa yang dimaksud dengan Anggaran ?
Apa kaitan antara Aspek Keperilakuan dengan perencanaan Laba
Apa kaitan antara Aspek Keperilakuan dengan Anggaran?
Bagaimana Aspek Keperilakuan di terapkan pada Perencanaan Laba dan
Anggaran?

I.3 TUJUAN PENULISAN


Tujuan penulisan makalah ini tidak lain adalah sebagai sarana edukasi baik
bagi kami selaku penyusun maupun bagi pembaca secara luas untuk dapat menjadi
lebih terfasilitasi dalam proses pembelajaran lebih dalam tentang segala hal mengenai
Aspek keperilakuan yang sudah seharusnya diimplementasikan. kemudian juga
semoga dapat menambah wawasan bagi pembaca serta dapat dijadikan referensi bagi
para penulis berikutnya.

BAB II
PEMBAHASAN
2

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

A. PENGERTIAN PERENCANAAN LABA


Salah satu tujuan pendirian perusahaan adalah memperoleh laba yang
maksimal. Hal ini merupakan tugas manajemen untuk mencapai laba yang
diinginkan yaitu dengan menyusun perencanaan laba agar semua sumber daya
yang ada dalam perusahaan dapat diarahkan secara terorganisir dan terkendali.
Perencanaan merupakan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil
yang

diinginkan.

Pada dasarnya

perencanaan

itu

merupakan

fungsi

manajemen yang berhubungan dengan pemilihan berbagai alternatif tindakan


dan perumusan kebijakan. Suatu perencanaan bisa terealisir apabila
manajemen berhasil dalam menjalankan perusahaan yang diukur dengan
besarnya laba (profitability).
Pengertian perencanaan laba menurut Machfoedz (1996: 289) adalah sebagai
berikut :
Perencanaan laba (profit planning) sering disebut budget perencanaan
(planning budget) atau rencana operasi (plan operation) adalah rencana
dari manajemen yang meliputi seluruh tahap dari operasi di masa yang
akan datang untuk mencapai tujuan perusahaan dibagi ke dalam dua
jenis rencana yaitu rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang

Menurut Supriyono (2002: 331)


Perencanaan

laba

(profit

planning)

adalah perencanaan yang digambarkan secara kuantitatif dalam keuangan dan


ukuran kuantitatif lainnya. Didalamnya juga ditentukan tujuan laba yang
dicapai oleh perusahaan

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan laba adalah rencana
kerja yang telah diperhitungkan dengan cermat dan digambarkan secara
kuantitatif dalam bentuk laporan keuangan untuk jangka pendek dan jangka
panjang.

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

B. PENGERTIAN ANGGARAN
Anggaran dan akuntansi memiliki hubungan yang sangat erat dimana
akuntansi menyajikan data historis yang sangat bermanfaat untuk mengadakan
estimasi-estimasi yang akan dituangkan dalam anggaran yang nantinya akan
dijadikan sebagai pedoman kerja di waktu mendatang. Anggaran merupakan
suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan
perusahaan dan dinyatakan dalam unit (satuan) moneter dan berlaku untuk
jangka waktu (periode) mendatang. Orang yang berwenang dan bertanggung
jawab terhadap penyusunann anggaran serta pelaksanaannya adalah pemimpin
perusahaan. Namum siapa atau bagian apa yang ditugaskan untuk
mempersiapkan dan menyusun anggaran tersebut sangat tergantung pada
struktur organisasi dari setiap perusahaan.
Anggaran merupakan implementasi dari rencana strategi yang
telah

ditetapkan.

Penyusunan

anggaran

adalah

proses

pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian,


biasanya dalam bentuk unit moneter, untuk kurun waktu
tertentu (Abdul Halim dkk, 2000: 172). Proses penyusunan
anggaran pada dasarnya merupakan suatu proses negosiasi
antara manajer pusat pertanggungjawaban dan atasannya.
Dengan demikian anggaran mempunyai dua peran penting di
dalam suatu perusahaan. Pertama, anggaran sebagai alat
untuk perencanaan (planning), dan yang kedua, anggaran
berperan sebagai alat untuk pengendalian (control) (Abdul
Halim dkk, 2000: 173). Anggaran merupakan rencana laba
jangka pendek yang komprehensif, yang membuat tujuan dan
target

manajemen

manajerial

yang

dilaksanakan.
memastikan

Anggaran

adalah

pencapaian

alat

target

organisasional dan memberikan pedoman yang rinci untuk


operasi harian (Arfan dan Muhammad, 2005: 160). Anggaran

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

memiliki beberapa fungsi, yaitu (Arfan danMuhammad, 2005:

160-161):
Anggaran

merupakan

perencanaan
anggota

hasil

perusahaan.

Sebagai

perusahaan

konsesus/kesepakatan

akhir
maka

organisasi

dari
hasil

suatu

proses

negosiasi

ia

antar

mengandung

tentang

operasionalisasi

tujuan perusahaan dimasa depan.


Anggaran merupakan cetak biru bagi pelaksanaan tindakan,
yang

merefleksikan

apa

yang

menjadi

prioritas-prioritas

manajemen dalam mengalokasikan sumber daya-sumber


daya

perusahaan.

Anggaran

juga

memberikan

indikasi

mengenai bagaimana unit-unit kecil organisasi diarahkan


secara bersama-sama untuk mencapai tujuan perusahaan

secara menyeluruh.
Anggaran
berfungsi

sebagai

alat

komunikasi

internalperusahaan, yang menghubungkan satu departemen

atau divisi dengan lainnya dan dengan manajemen puncak.


Anggaran menyatakan sasaran dalam kriteria kinerja atau
standar yang dapat diukur dan dibandingkan dengan hasil
operasi yang dicapai. Dengan demikian dapat dijadikan dasar
bagi evaluasi/penilaian kinerja bagi manajer pusat laba dan
biaya. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 10, No. 1, April

2010 : 59 65
Anggaran berfungsi

sebagai

alat

kontrol

yang

dapat

menunjukkan secara nyata kepada manajemen mengenai


bagian-bagian

yang

menjadi

kekuatan

atau

kelemahan

perusahaan. Hal ini memungkinkan manajemen menentukan

tindakan-tindakan perbaikan yang tepat.


Anggaran mencoba untuk mempengaruhi dan memotivasi
baik manajer maupun karyawan untuk terus bertindak dengan
cara yang konsisten dengan operasi yang efektif dan efisien
serta selaras dengan tujuan organisasi. Penyusunan anggaran
adalah pekerjaan teknis. Secara garis besar, terdapat tiga
tahap utama proses penyusunan anggaran:
5

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

(1) penetapan tujuan,


(2) implementasi, dan
(3) pengendalian dan evaluasi kinerja (Arfan dan Muhammad,
2005:161).

Pembahasan

aspek

keperilakuan

pada

penganggaran laba dan penganggaran dikaitkan dengan


proses penyusunan anggaran tersebut.

C. KAITAN

ANTARA

AKUNTANSI

PERILAKU

DENGAN

PERENCANAAN LABA
Aspek keperilakuan dari perencanaan laba mengacu pada perilaku manusia
yang muncul dalam proses perencanaan laba dan perilaku manusia yang
didorong ketika manusia mencoba untuk hidup dengan perencanaan laba.
Perencanaan laba mempunyai dampak langsung terhadap perilaku manusia
karena dapat menimbulkan perasaan lega jika dapat menjelaskan pada pihak
lain apa yang sudah kita rencanakan ,berapa besarnya dan dapat terpenuhi
dengan tepat sesuai tujuan yang kita harapkan,atau merasa gelisah, tertekan
jika perencanaan laba yang dibuat tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam
perusahaan perencanaan laba dapat digunakan untuk m e m a n t a u k i n e r j a
manajer
adalah

keuangan.Adapun

tujuan

perencanaan

laba

m e m b e r i k a n informasi yang dapat meningkatkan kualitas

pengambilan

keputusan

sebagai

standar

bagi

evaluasi

kinerja

dan

meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar bagian.


Manfaat perencanaan laba
Menurut Adolph Matz dkk. (1993: 6-7), adanya

perencanaan laba

memiliki manfaat sebagai berikut :


1) Memberikan pendekatan yang terarah dalam pemecahan masalah.
2) Memaksa pihak manajemen untuk secara dini mengadakan penelaahan
terhadap masalah yang dihadapinya dan menanamkan kebiasaan pada
organisasi

untuk

mengadakan telaah

yang

seksama

sebelum

mengambil keputusan.
3) Menciptakan suasana organisasi yang mengarah pada pencapaian laba
dan mendorong timbulnya perilaku yang sadar akan penghematan
biaya dan pemanfaatan sumber daya yang maksimum.

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

4) Merangsang peran serta dan mengkoordinasi rencana operasi berbagai


segmen dari keseluruhan organisasi manajemen sehingga keputusan
akhir dan rencana yang saling terkait dapat menggambarkan
keseluruhan organisasi dalam bentuk rencana yang terpadu dan
menyeluruh.
5) Menawarkan kesempatan untuk menilai secara sistematik setiap segi
atau aspek organisasi maupun untuk memeriksa serta memperbarui
kebijakan dan pedoman dasar secara berkala.
6) Mengkoordinasikan serta mempertemukan semua upaya perusahaan ke
dalam suatu prosedur perencanaan anggaran yang terarah karena inilah
satu-satunya cara yang paling tepat mengungkapkan keselamatan
kegiatan manajemen.
7) Mengarahkan penggunaan modal dan daya upaya pada kegiatan yang
paling menguntungkan.
8) Mendorong standar prestasi yang

tinggi

dengan merangsang

kegairahan untuk bersaing menanamkan hasrat untuk mencapai tujuan,


dan menumbuhkan minat untuk melaksanakan kegiatan secara lebih
efektif.
9) Berperan sebagai standar untuk mengukur kegiatan dan menilai
kebijakan manajemen dan tingkat kemampuan dari setiap pelaksana.
Keterbatasan Perencanaan Laba
Selain memiliki manfaat, perencanaan laba juga memiliki beberapa keterbatasan.
Menurut Adolph

Matz

dkk. (1993:7-8), perencanaan

laba memiliki beberapa

keterbatasan, yaitu:
a. Peramalan atau perencanaan bukanlah ilmu pasti. Jadi dalam setiap perencanaan
akan terdapat sejumlah pertimbangan. Apabila ada penyimpangan dari estimasi
maka harus dilakukan perbaikan atau modifikasi.
b. Anggaran dapat mengikat perhatian manajer pada sasaran tertentu yang tidak
selaras dengan tujuan organisasi secara keseluruhan. Jadi diperlukan kecermatan
untuk menyalurkan upaya manajer setepat mungkin.
c. Perencanaan laba memerlukan kerja sama dan peran serta dari seluruh anggota
manajemen. Dasar keberhasilan perencanaan adalah ketaatan dan kegairahan pelaksana
terhadap rencana laba.

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

d. Penggunaan

anggaran

yang

berlebihan

sebagai

alat

S1Akuntansi

evaluasi

dapat

mengakibatkan terjadinya penyimpangan fungsi (dysfunctional behavior). Yang


dimaksud dysfunctional behavior adalah perilaku individu yang bertentangan
dengan tujuan organisasi. Manajer akan berusaha dengan segala cara untuk
meminimalisasi atau mengeliminasi adanya perbedaan dengan anggaran agar terlihat
baik saat dievaluasi.
e. Perencanaan laba tidak menghapus maupun mengambil alih peranan bagian
administrasi. Para pelaksana tidak boleh merasa dibatasi oleh anggaran. Sebaliknya
rencana laba disusun guna memberikan penjelasan terinci yang memungkinkan
pihak pelaksana menjalankan kegiatannya dengan mengerahkan kemampuan dan
hasrat untuk mencapai sasaran organisasi.
f. Pelaksanaan rencana memerlukan waktu.
Pendekataan dalam perencanaan laba
Perencanaan laba bukan merupakan hal yang mudah, karena penerapannya
harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan keadaan intern maupun ekstern
perusahaan baik yang langsung maupun tidak langsung mempengaruhi penetapan
laba itu sendiri. Faktor ekstern yang perlu dipertimbangkan manajemen dalam
perencanaan laba ini adalah kondisi perekonomian pada umumnya, tingkat populasi
penduduk, pendapatan dan daya beli masyarakat, kemajuan teknologi, kebijaksanaan
pemerintah dan lain-lain, yang kesemuanya ini sulit diramalkan secara baik.
Sedangkan faktor intern yang perlu dipertimbangkan yaitu keadaan perusahaan
itu sendiri berupa besarnya volume penjualan yang diinginkan untuk mencapai
laba tertentu, bagaimana kemampuan kapasitas yang ada baik peralatan maupun
personil yang ada, kemampuan keuangan dan sebagainya
Menurut Krismiaji

(2002: 163) dalam penetapan laba terdapat pendekatan yang

berbeda, yaitu :
a.

Didasarkan pada masa kembali modal yang diinvestasikan. Metode ini

menghendaki penetapan tingkat keuntungan menjadi titik tolak penyusunan


rencana.
b. Didasarkan kepada produk yang akan dijual. Metode ini menghendaki perencanaan
yang diformulasikan akan diperoleh berupa keuntungan.
8

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

c. Didasarkan pada perhitungan menurut standar. Metode ini melakukan perhitungan


dari proses perencanaan yang diukur dengan standar yang ada. Manajemen
memperhitungkan relatif keuntungan menurut standar yang dianggap memuaskan
perusahaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan laba
a. Laba atau rugi yang dialami dari volume penjualan tertentu.
b. Volume penjualan yang harus dicapai untuk menutup seluruh biaya yang terpakai
guna memperoleh laba yang memadai.
c. Titik impas.
d. Volume penjualan yang dapat dihasilkan oleh kapasitas operasi saat ini.
C. KAITAN ANTARA AKUNTANSI PERILAKU DENGAN ANGGARAN
Pada dasarnya aspek keperilakuan dari penganggaran mengacu pada perilaku manusia
yang muncul dalam penyusunan anggaran dan perilaku manusia yang didorong ketika
manusia mencoba untuk hidup dengan anggaran. Beberapa fungsi anggaran yaitu:
a.
Anggaran merupakan hasil akhir dari proses perencanaan perusahaan.
b.
Anggaran merupakan cetak biru perusahaan untuk bertindak, yang
c.

mencerminkan prioritas manajemen dalam alokasi sumber daya organisasi.


Anggaran bertindak sebagai suatu alat komunikasi internal yang
menghubungkan beragam departemen atau divisi organisasi yang satu dengan

d.

lainnya.
Dengan menetapkan tujuan dalam kriteria kinerja yang dapat diukur, anggaran
berfungsi sebagai standar terhadap mana hasil operasi aktual yang dapat

e.

dibandingkan.
Anggaran berfungsi sebagai alat

pengendalian yang

memungkinkan

manajemen untuk menemukan bidang-bidang yang menjadi kekuatan atau


f.

kelemahan perusahaan.
Anggaran mencoba untuk mempengaruhi dan memotivasi baik manajer
maupun karyawan untuk terus bertindak dengan cara yang konsisten dengan
operasi yang efektif dan efisien serta selaras dengan tujuan organisasi.

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

E. BAGAIMANA ASPEK KEPERILAKUAN

S1Akuntansi

DITERAPKAN

PADA

PERENCANAAN LABA DAN ANGGARAN.


Untuk menyusun suatu anggaran atau rencana laba, terdapat langkah-langkah
tertentu yang harus diambil:
1.

Manajemen puncak harus memutuskan apa yang menjadi tujuan jangka

pendek perusahan dan strategi mana yang akan digunakan untuk mencapainya.
2. Tujuan harus ditetapkan dan sumber daya dialokasikan.
3. Suatu anggaran atau rencana laba yang komprehensif harus disusun,
kemudian disetujui oleh manajemen puncak.
4. Anggaran digunakan untuk mengendalikan biaya dan menentukan bidang
masalah dalam organisasi tersebut dengan membandingkan hasil kinerja aktual
dengan tujuan yang telah dianggarkan secara periodik.
RELEVANSI

KONSEP

ILMU

KEPRILAKUAN

DALAM

LINGKUNGAN

PERENCANAAN

Dampak dari lingkungan perencanaan.


Pada dasarnya lingkungan perencanaan mengacu pada struktur, proses,
pola-pola interaksi dalam penetapan kerja. Hal tersebut kadang kala

disebut dengan budaya atauu iklim organisasi.


Ukuran dan struktur organisasi
Ukuran dan strutur pada organisasi mempengaruhi prilaku manusia dan
pola interaksi dalam tahap penetapan tujuan, implementasi, dann

pengendalian serta evaluasi terhadap proses perencanaan.


Gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan juga dapat mempengaruhi

lingkungan

perencanaan organisas. Teori X dari McGregor menjelaskan gaya


kepemimpinan yang otoriter dan dikendalikan secara ketat, dimana
kebutuhan efisiensi dan pengendalian mengharuskan pendekatan
manajerial tersebut untuk berurusan dengan bawahannya. Berbeda
dengan Teori Y yang

dikemukakan

oleh McCregor dan gaya

kepemimpinan Likert mendorong tingkat keterlibatan dan partisipasi

karyawan dalam penentuan tujuan dan pengembilan keputusan.


Stabilitas lingkungan organisasi
Faktor lingkungan eksternal juga mempengaruhi lingkungan
perencanaan yang meliputi iklim politik dan ekonomi, ketersediaan
10

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

pasokan,

struktur

industri

yang

melayani

S1Akuntansi

organisasi,

hakikat

persaingan, dll.
Ada tiga tahapan utama dalam proses penyusunan anggaran yaitu;
Penetapan tujuan
Aktivitas perencanaan dimulai dengan menerjemahkan tujuan organisasi yang
luas ke dalam tujuan-tujuan aktivitas yang khusus. Untuk menyusun rencana
yang realistis dan menciptakan anggaran yang praktis, interaksi yang ekstensif
diperlukan antara manajer lini dan manajer staf organisasi. Pengontrol dan
direktur perencanaan memainkan peranan kunci dalam proses manusia dari
penyusunan anggaran ini. Namun jika sesuai dengan struktur organisasi dan
gaya kepemimpinan, maka manajer tingkat bawah dan para karyawan
sebaiknya diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses penetapan
tujuan karena mereka akan lebih mungkin menerima tujuan yang turut mereka

formulasikan.
Implementasi
Pada tahap implementasi, rencana formal tersebut digunakan untuk
mengkomunikasikan tujuan dan strategi organisasi, serta untuk memotivasi
orang secara positif dalam organisasi. Hal ini dicapai dengan menyediakan
target kinerja terperinci bagi mereka yang bertanggung jawab mengambil
tindakan. Agar rencana tersebut berhasil, rencana itu harus dikomunikasikan

secara efektif.
Pengendalian dan evaluasi kinerja
Setelah diimplementasikan, anggaran tersebut berfungsi sebagai elemen kunci
dalam sistem pengendalian. Anggaran menjadi tolok ukur terhadap kinera
aktual dibandingkan dan berfungsi sebagai suatu dasar untuk melakukan
manajemen berdasarkan pengecualian.
KONSEKUENSI DISFUNGSIONAL DARI PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN

Berbagai fungsi anggaran seperti penetapan suatu tujuan, pengedalian, dan


mekanisme

evaluasi

kinerja

dapat

memicu

berbagai

konsekuensi

disfungsional, seperti :
Rasa Tidak Percaya
Suatu anggaran terdiri atas seperangkat tujuan-tujuan tertentu. Walaupun
anggaran tersebut dapat disesuaikan untuk kejadian-kejadian yang tidak

11

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

diantisipasi, anggaran menampilkan rasa tidak percaya, rasa pertumbuhan, dan

mengarah pada kinerja yang menurun.


Resistensi
Pada proses anggaran memerlukan waktu dan perhatian yang besar. Manajer
atau penyelia mungkin merasa terlalu terbebani dengan permintaan yang
ekstensif atas waktu dan tanggung jawab rutin mereka. Oleh karena itu,

mereka tidak ingin terlibat dalam proses penyusunan anggaran.


Konflik Internal
Konflik internal dapat berkembang sebagai akibat dari interaksi ini, atau
sebagai akibat dari laporan kinerja yang membandingkan satu departemen
dengan

departemen

lain.

Gejala-gejala

umum

dari

konflik

adalah

ketidakmampuan mencapai kerja sama antar-pribadi dan antar-kelompok

selama prosesn penyusunan anggaran.


Efek Samping Lain yang Tidak Diinginkan
Anggaran akan menghasilkan pengaruh lain yang tidak diinginkan. Salah satu
pengaruh lainnya adalah terbentuknya kelompok-kelompok informal kecil
yang menentang tujuan anggaran. Kelompok-kelompok ini biasanya dibentuk
untuk melawan konflik internal dan tekanan yang diciptakan oleh anggaran
tersebut. Pengaruh lainnya adalah penekanan yang berlebihan pada kinerja
departemental dan kurang menekankan pada kinerja organisasi secara
keseluruhan. Dengan memfokuskan perhatian secara eksklusif pada kinerja
departemental, ketergantungan dan ekonomi antar-departemen yang penting
dapat terabaikan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adalah penting mennggunakan aspek perilaku dalam menyusun suatu anggaran atau
rencana laba, seperti halnya manajemen puncak harus memutuskan apa yang menjadi
tujuan jangka pendek perusahan dan strategi mana yang akan digunakan untuk
mencapainya. Suatu anggaran atau rencana laba yang komprehensif harus disusun,
kemudian

disetujui

oleh

manajemen

puncak.

12

Anggaran

digunakan

untuk

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

mengendalikan biaya dan menentukan bidang masalah dalam organisasi tersebut


dengan membandingkan hasil kinerja aktual dengan tujuan yang telah dianggarkan
secara periodik. Karena pada dasarnya lingkungan perencanaan mengacu pada
struktur, proses, pola-pola interaksi dalam penetapan kerja.

DAFTAR PUSTAKA
Brotodiharjo S.H, R.Santoso, Akuntansi Keuangan:Edisi keempa t,P.T. Refika
Aditama, Bandung,2003.
Mansur.Muhammad.BAP,Hadi Wardoyo.T,SE,Ak,Aspek Perilaku Penganggaran.
buku II,2007.
Mardiasmo,Prof.Dr.MBA.,Ak,Akuntansi Perilaku: Edisi Revisi 2006,C.V.Andi Offset,
Yogyakarta,2006.

13

Aspek Keperilakuan pada Perencanaan Laba dan Anggaran

S1Akuntansi

Pelatihan Keuangan, Departemen Keuangan Republik Indonesia,Jakarta, 2003.


www.google.co.id
www.ortax.org
www.pajak.go.id
www.wikipedia.co.id
www.depkeu.go.id

14