Anda di halaman 1dari 37

TUGAS MAKALAH

NYAMUK
Dr. Firman Budi S

Nama : Theresia Octari Utami Sidauruk


NPM : 212 210 220

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
MEDAN
2014/2015

Daftar Isi
Kata Pengantar
Bagian I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Metode
Bagian II Isi
2.1 Pengenalan nyamuk
2.1.1 Jenis-jenis nyamuk
2.1.2 Ciri-ciri nyamuk
2.1.3 Habitat nyamuk
2.1.4 Siklus hidup nyamuk
2.1.5 Identifikasi Nyamuk
2.1.6 Bionomi
2.2 Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk
2.3 Cara membasmi nyamuk
2.3.1 Cara memberantas jentik nyamuk
Bagian III Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Daftar Pustaka

Bagian I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Saya mengambil tema Nyamuk agar kita mengetahui jenis-jenis
nyamuk dan karena nyamuk adalah hewan yang selalu ada di sekitar
kita, entah itu rumah, sekolah, tempat les, dan tempat lainnya yang tidak
menutup kemungkinan sebagai sarang atau tempat perkembang-biakan
nyamuk. Kurangnya sosialisasi tentang wabah penyakit yang dibawa
nyamuk menyebabkan naik turunnya angka kematian akibat gigitan
nyamuk. Maka dari itu, saya membuat artikel ini untuk mengingatkan
kembali bahaya gigitan nyamuk.
1.2 Metode
Menjelajahi google, mengambil beberapa artikel, dan buku tentang
nyamuk lalu menyimpulkannya.

Bagian II ISI
2.1 Pengenalan nyamuk
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengenalan Nyamuk
Ada lebih dari 2500 spesies nyamuk di seluruh dunia. Semua nyamuk
memerlukan air untuk melengkapi siklus hidupnya. Jenis air di mana
larva nyamuk ditemukan dapat menjadi bantuan untuk identifikasi
spesiesnya. Nyamuk dewasa meletakan telurnya pada tempat yang
sesuai dengan habitat larvanya. Mereka bertelur di tempat seperti lubang
pohon yang secara berkala menahan air, genangan air pasang di rawarawa garam, genangan limbah buangan, irigasi padang rumput,
genangan air hujan. Setiap spesies memiliki persyaratan lingkungan
yang unik untuk pemeliharaan siklus hidupnya.
Kebiasaan cara makan nyamuk cukup unik karena hanya betina dewasa
yang menghisap darah manusia dan hewan. Nyamuk jantan tidak
menghisap darah tetapi menghisap madu tanaman. Nyamuk betina
memerlukan darah yang cukup untuk bertelur. Jauh atau dekatnya jarak
terbang nyamuk tergantung dari spesiesnya. Sebagian besar spesies

domestik terbang cukup dekat dengan titik asal. Ada beberapa spesies
yang dapat terbang jauh dari tempat perkembangbiakannya. Jarak
terbang betina biasanya lebih jauh daripada jantan. Kekuatan dan arah
angin berpengaruh dalam penyebaran atau migrasi nyamuk. Kebanyakan
nyamuk tetap dalam satu atau dua kilometer dari sumber makan mereka.
Ada nyamuk bisa terbang jarak jauh, lebih 30 kilometer dari tempat
mereka menjadi dewasa. Nyamuk tidak dapat terbang cepat, hanya
sekitar 4 kilometer per jam.
Umur nyamuk dewasa biasanya tergantung pada beberapa faktor seperti
suhu, kelembapan, jenis kelamin nyamuk dan habitat. Kebanyakan
jantan berumur pendek yaitu sekitar seminggu dan betina tinggal sekitar
satu bulan tergantung pada faktor di atas.
Berbagai petunjuk memungkinkan nyamuk untuk menghisap darah
manusia atau hewan. Mereka dapat mendeteksi karbon dioksida yang
dihembuskan oleh tuan rumah mereka walaupun berada jauh. Nyamuk
juga merasakan bahan kimia tubuh, seperti asam laktat dalam keringat.
Beberapa orang lebih menarik perhatian nyamuk dibandingkan yang
lain. Seseorang tidur diruangan yang dipenuhi nyamuk mungkin bangun
dengan puluhan gigitan nyamuk, sementara orang tidur di samping
mereka tidak ada.
Demikian pula, orang bereaksi berbeda terhadap gigitan nyamuk,
beberapa menunjukkan tanda yang sangat sedikit digigit, sementara yang
lain menunjukkan kemerahan besar, bengkak dan gatal. Ini adalah reaksi
alergi terhadap air liur nyamuk Setiap orang mempunyai reaksi berbeda
bagi gigitannyamuk. Nyamuk terbang lebih dekat dengan target yang
gelap. Setelah menemukan mangsa nyamuk menyuntikkan air liur ke
luka.

2.1.1 Jenis-jenis nyamuk

Jenis Jenis Nyamuk

Jenis-jenis nyamuk di bawah ini adalah sebagian kecil nyamuk yang ada
disekitar
kita;
1. Nyamuk Aedes aegypti, nyamuk ini adalah jenis nyamuk
yang dapat menyebarkan virus berbahaya dengue yang menyebabkan
penyakit demam berdarah. Selain pembawa virus dengue, nyamuk
Aedes aegypti juga dapat menyebarkan virus demam kuning dan
chikungunya
Morfologi

Nyamuk Aedes merupakan sejenis nyamuk yang biasanya ditemui di


kawasan tropis. Namanya diperoleh dari perkataan Yunani ads, yang
berarti "tidak menyenangkan", karena nyamuk ini menyebarkan
beberapa penyakit berbahaya seperti demam berdarah dan demam
kuning.Aedes yang berperan sebagai vector penyakit semuanya
tergolong stegomya dengan ciri-ciri tubuh bercorak belang hitam putih
pada dada, perut, tungkai. Corak ini merupakan sisi yang menempel di
luar tubuh nyamuk. Corak putih pada dorsal dada (punggung) nyamuk
berbentuk seperti siku yang berhadapan.
Klasifikasi

Klasifikasi Aedes sp adalah sebagai berikut:


Golongan : Animalia
Filum : Arthropoda
Klas : Insekta
Ordo : Diptera
Familly : Culicidae
Genus : Aedes
Siklus Hidup

Aedes seperti juga serangga lainnya yang termasuk ordo diptera,


mengalami metamorfosis lengkap. Stadium-stadiumnya terdiri dari telur,
larva (Jentik), pupa (kepompong) dan nyamuk dewasa. Waktu yang
diperlukan untuk pertumbuhan dari telur menjadi dewasa di
laboratorium
yang bersuhu 270C dankelembaban udaranya 80%, kurang lebih 10 hari.
Waktu 10 hari tersebut juga diperkirakan untuk keperluan pertumbuhan
Ae.aegypti dari telur sampai dewasadi alam bebas.

1.Aedes aegypti
Ae. aegypti merupakan spesies nyamuk yang hidup dan
ditemukan di negara-negara yang terletak antara 350 Lintang Utara
dan 350 Lintang Selatan pada temperatur udara paling rendah sekitar
100 C. Pada musim panas, spesies ini kadang-kadang ditemukan di
daerah yang terletak sampai sekitar 450 Lintang Selatan. Selain itu
ketahanan spesies ini juga tergantung pada ketinggian daerah yang
bersangkutan dari permukaan laut. Biasanya spesies ini tidak
ditemukan di daerah dengan ketinggian lebih dari 1000 meter diatas
permukaan laut. Dengan ciri highly anthropophilic dan kebiasaan hidup
di dekat manusia. Ae. Aegypti dewasa menyukai tempat gelap yang
tersembunyi di dalam rumah sebagai tempat beristirahatnya, nyamuk
ini merupakan vektor efisien bagi arbovirus. Ae.Aegypti juga
mempunyai kebiasaan mencari makan (menggigit manusia untuk
dihisap darahnya) sepanjang hari terutama antara jam 08.00-13.00
dan antara jam 15.00-17.00. Sebagai nyamuk domestik di daerah
urban, nyamuk ini merupakan vektor utama (95%) bagi penyebaran
penyakit DBD. Jarak terbangspontan nyamuk betina jenis ini terbatas
sekitar 30-50 meter per hari. Jarak terbang jauh biasanya terjadi
secara pasif melalui semua jenis kendaraan termasuk kereta api, kapal
laut dan pesawat udara. Nyamuk Ae. aegypti hidup dan berkembang
biak pada tempat tempat penampungan air bersih yang tidak
langsung berhubungan dengan tanah seperti bak mandi, tempayan,
kaleng bekas, tempat minum burung dan lain sebagainya.Umur
nyamuk Ae. aegypti berkisar 2 minggu sampai 3 bulan atau rata rata
1,5 bulan tergantung dari suhu, kelembaban sekitarnya. Kepadatan
nyamuk akan meningkat pada waktu musim hujan dimana terdapat
genangan air bersih yang dapat menjadi tempat untuk berkembang.
Selain nyamuk Ae. aegypti, penyakit demam berdarah juga
dapat ditularkan oleh nyamuk Ae. albopictus.Tetapi peranan nyamuk
ini dalam menyebarkan penyakit demam berdarah kurang jika
dibandingkan nyamuk Ae. aegypti. Ae. aegypti suka beristirahat di
tempat yang gelap, lembab, dan tersembunyi di dalam rumah atau
bangunan termasuk di kamar tidur, kamar mandi, kamar kecil maupun
dapur. Di dalam ruangan, nyamuk suka beristirahat pada benda
benda yang tergantung seperti pakaian, kelambu, gordyn di kamar

yang gelap dan lembab. Pada umumnya Ae. aegypti lebih menyukai
tempat perindukan berupa air bersih tetapi dari hasil studi oleh
beberapa peneliti menguatkan bahwa telur nyamuk lebih banyak pada
ovitrap dengan rendaman jerami dari pada dengan air bersih biasa.
Penelitian Karen A Polson menyebutkan adanya perbedaan jumlah
telur pada ovitrap menggunakan 10% air rendaman jerami dengan
ovitrap yang menggunakan air biasa. Jumlah telur yang dihasilakan
lebih banyak pada 10% air rendaman jerami dari pada menggunakan
air biasa.
2. Nyamuk Anopheles Quadrimaculatus, adalah nyamuk berbahaya
yang dapat menyebarkan parasit penyebab Malaria. Jenis nyamuk ini
senang keluar baik pada siang maupun malam hari, hanya nyamuk
betinalah yang diketahui dapat menyebarkan penyakit mematikan
Malaria.
Nyamuk Anopheles sp dapat berbiak dalam kolam air tawar yang
bersih, air kotor, air payau, maupun air yang tergenang di pinggiran laut.
Nyamuk-nyamuk ini ada yang senang hidup di dalam rumah dan ada
yang aktif di luar rumah. Ada yang aktif terbang pada waktu pagi, siang,
sore, ataupun malam. Nyamuk Anopheles sp sering disebut nyamuk
malaria karena banyak dari spesies nyamuk ini menularkan malaria.
Jenis nyamuk ini juga dilaporkan menularkan penyakit chikungunya.
Spesies Anopheles sp yang berbeda sering menunjukkan tingkah
laku yang berbeda dan kemampuan menularkan penyakit yang berbeda
pula. Oleh sebab itu, jenis nyamuk Anopheles sp yang menularkan
penyakit di satu daerah sering berbeda dengan Anopheles sp yang
menularkan penyakit malaria atau chikungunya di daerah lain.
3. Nyamuk Adedes Albopictus, atau lebih dikenal dengan nyamuk
harimau. Nyamuk jenis ini keluar pada siang hari dan bisa menyebarkan
berbagai penyakit berbahaya, jenis nyamuk ini banyak ditemukan di
Asia.
Nyamuk Aedes albopiktus biasanya aktif di luar rumah dan banyak
terdapat di kebun ( pekarangan rumah) misalnya pada
kaleng-kaleng bekas,botol plastik, ban mobil bekas, tempurung dan
pelepah kelapa,

bambu pagar dan lain nya yang menampung air hujan di halaman rumah.
Morfologi dari nyamuk Aedes Albopictus, secara umum baik dalam
ukuran maupun bentuknya mirip dengan aedesaegypty, tetapi dengan
sedikit perbedaan yang menciri yang dapat dipakai untuk
mengidentifikasi.
Morfologi dari Ae. Albopictus secara umum dalam ukuran maupun
bentuknya mirip dengan Ae. aegypti, tetapi dengan sedikit perbedaan yang
menciri yang dapat dipakai untuk identifikasi.

Gambar 1. Nyamuk Aedes albopictus stadium telur, larva, kepompong dan


dewasa
4. Nyamuk Culex Pipiens, adalah nyamuk yang dianggap tidak
berbahaya. Memiliki ukuran tubuh kecil dan biasa kita temukan disekitar
kebun maupun rumah.
Kepala Culex umumnya bulat atau sferik dan memiliki sepasang mata,
sepasang antena, sepasang palpi yang terdiri atas 5 segmen dan 1
probosis antena yang terdiri atas 15 segmen. Berbeda dengan Aedes,
pada genus Culex tidak terdapat rambut pada spiracular maupun pada
postspiracular. Panjang palpus maxillaries nyamuk jantan sama dengan
proboscis.

Bagian toraks nyamuk terdiri atas 3 bagian yaitu protoraks, mesotoraks


dan metatoraks. Bagian metatoraks mengecil dan terdapat sepasang
sayap yang mengalami modifikasi menjadi halter. Abdomen terdiri atas
8 segmen tanpa bintik putih di tiap segmen. Ciri lain dari nyamuk Culex
adalah posisi yang sejajar dengan bidang permukaan yang dihinggapi
saat istirahat atau saat menusuk dengan kaki belakang yang sedikit
terangkat .
Genus Culex dikenali dengan struktur sketelumnya yang trilobus, ujung
abdomen yang tumpul dan badannya yang penuh dengan sisik-sisik.
Selain itu,struktur yang membedakan genus ini dengan genus yang lain
adalah struktur yang disebut pulvilus yang berdekatan dengan kuku
diujung kaki nyamuk.
Nyamuk Culex quinquefasciatus berwarna coklat, berukuran sedang,
dengan bintik-bintik putih di bagian dorsal abdomen. Sedangkan kaki
dan proboscis berwarna hitam polos tanpa bintik-bintik putih. Spesies ini
sulit dibedakan dengan nyamuk genus Culex lainnya.
Siklus Hidup Nyamuk Culex quinquefasciatus
Seluruh siklus hidup Culex quinquefasciatus mulai dari telur hingga
dewasa
membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Untuk bertelur, nyamuk betina
akan mencari
tempat yang sesuai seperti genangan air yang lembab.

Gambar 1. Siklus hidup nyamuk Culex quinquefasciatus Say

5. Toxorhynchites, nyamuk yang satu ini tidak pernah menghisap


darah. Larva nyamuk besar ini merupakan pemangsa jentik-jentik
nyamuk yang lain. Jadi nyamuk ini sangat membantu untuk membasmi
jentik-jentik nyamuk lainnya.
2.1.2 Ciri-ciri nyamuk

Ciri-ciri Nyamuk
Arthropoda sebagai penular penyakit ada 2 yaitu: Arthropoda sebagai
vektor penyakit dan Arthropoda sebagai penyebab penyakit.
Arthropoda yang bertindak sebagai vektor penyakit salah satunya yaitu
nyamuk. Ada 3 jenis penularan secara biologic yaitu:
1. Propagative: hama penyakit berkembang biak dengan cara
membagi dirinya tanpa siklus hidup.
2. Cyclo propagative: hama penyakit yang berkembang biak selain
dengan cara membagi diri juga mengalami siklus hidup ( penyakit
malaria )
3. Development: hama penyakit berkembang dengan cara membesar
tanpa membagi-bagi dirinya ( penyakit filariasis )
4. Hereditaria: hama penyakit yang ditularkan kepada penderita lain
dengan melalui telurnya (tungau)
Adapun ciri-ciri dari jentik nyamuk dan nyamuk dewasa diantaranya :
Ciri-ciri jentik Aedes aegypti
1. Bentuk siphon besar dan pendek yang terdapat pada abdomen
terakhir
2 Bentuk comb seperti sisir
3. Pada bagian thoraks terdapat stroot spine
Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bentuk tubuh kecil dan dibagian abdomen terdapat bintik-bintik


serta berwarna hitam.
Tidak membentuk sudut 90
Penyebaran penyakitnya yaitu pagi atau sore
Hidup di air bersih serta ditempat-tempat lain yaitu kaleng-kaleng
bekas yang bisa menampung air hujan
Penularan penyakit dengan cara membagi diri.
Menyebabkan penyakit DBD.

Ciri-ciri jentik nyamuk anopheles


1.
Tidak memiliki siphon
2.
Jentik nyamuk anopheles akan sejajar dipermukaan air kotor
3.
Pada bagian thoraks terdapat stoot spine

Ciri-ciri nyamuk anopheles


1.
Bentuk tubuh kecil dan pendek
2.
Antara palpi dan proboscis sama panjang
3.
Menyebabkan penyakit malaria
4.
Pada saat hinggap membentu sudut 90
5.
Warna tubuhnya coklat kehitam
6.
Bentuk sayap simetris
7.
Berkembang biak di air kotor atau tumpukan sampah
Ciri-ciri jentik nyamuk Mansonia
1.
Bentuk siphon seperti tanduk
2.
Jentik nyamuk mansonia menempel pada akar tumbuhan air.

3.

Pada bagian toraks terdapat stoot spine.

Ciri-ciri nyamuk Mansonia


1.
Pada saat hinggap tidak membentuk sudut 90
2.
Bentuk tubuh besar dan panjang
3.
Bentuk sayap asimetris.
4.
Menyebabkan penyakit filariasis
5.
Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya.
6.
Warna tubuhnya coklat kehitaman.

Ciri-ciri jentik nyamuk Culex


1.
Bentuk siphon langsing dan kecil yang terdapat pada abdomen
terakhir.
2.
Bentuk comb tidak beraturan.
3.
Jentik nyamuk culex membentuk sudut di tumbuhan
air(menggantung).
Ciri-ciri nyamuk Culex
1.
Palpi lebih pendek dari pada probocis.
2.
Bentuk sayap simetris.
3.
Berkembang biak di tempat kotor atau di rawa-rawa.
4.
Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya.
5.
Menyebabkan penyakit filariasis
6.
Warna tubuhnya coklat kehitaman
Ciri-ciri nyamuk Toxorhynchites
1. Termasuk Tribus Megarrhini

2. Probosis bagian depan membengkok ke ventral


3. Termasuk paling besar ukurannya d.p nyamuk lainnya (Anophelini
dan Culicini).
4. Nyamuk jantan dan betina bersifat fitofagik, eksofagik,dan eksofilik..
5. Larvanya sebagai predator dan musuh alami larva nyamuk Aedes.
6. Toxorhynchites sebagai polinator bunga
2.1.3 Habitat
Nyamuk Aedes Aegypti, hasil penelitian menunjukkan bahwa Ae.
aegypti dapat bertelur pada berbagai media yang mengandung air
terpolusi. Jumlah telur Ae. aegypti yang diletakkan paling banyak
ditemukan pada media air tanah dan paling sedikit pada media air
kaporit. Pada media berisi berbagai campuran polutan Ae. aegypti
bertelur lebih banyak daripada media yang hanya berisi air sumur.
Perkembangan pradewasa Ae. aegypti yang cukup baik terdapat pada
media berisi polutan feses ayam dan campuran polutan tanah, detergen,
kaporit dan feses ayam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa air
yang terpolusi dapat menjadi tempat perindukan dan
berkembangbiaknya nyamuk Ae. aegypti.
Nyamuk Anopheles, betina bersifat hematofagik, zoofilik/antropofilik,
eksofagik, eksofilik, aktivitas nokturnal, memilih tempat
perkembangbiakan air relatif jernih, tawar(sawah, rawa, tepian sungai,
dll) atau payau (laguna); larvae umumnya berasosiasi dengan tumbuhan
air yang kecil-kecil, tanaman padi yang masih muda, ganggang air,
Nyamuk Mansonia, berasosiasi dengan rawa-rawa, sungai besar di tepi
hutan atau dalam hutan; larvae dan pupa melekat dengan sifonnya pada
akar-akar atau ranting tanaman air, spt enceng gondok, teratai,
kangkung, dsb.
Bersifat zoofilik/antropofilik, eksofagik, eksofilik, nokturnal
Nyamuk Cullex, adalah salah satu anggota kelompok nyamuk rumah.
Sifatnya: hematofagik, nokturnal, endofilik, endofagik, memilih air
kotor seperti, air selokan yang kotor dan mampat, di sawah dll. Sebagai
tempat bertelur dan tempat perkembangbiakan (breeding places)

Nyamuk Toxorhynchites, habitat larvanya di tonggak-tonggak bambu


atau lubang-lubang pohon yang terisi air hujan, dan nyamuknya sendiri
biasanya bisa di temukan di hutan.
2.1.4 Siklus hidup nyamuk

Gambar .Siklus Nyamuk

Siklus Hidup
Nyamuk termasuk serangga yang mengalami metamorfosis sempurna
(holometabola) karena mengalami empat tahap dalam masa
pertumbuhan dan perkembangan. Tahapan yanag dialami oleh nyamuk
yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Telur nyamuk akan menetas menjadi
larva dalam waktu 1-2 hari pada suhu 20-40C. Kecepatan pertumbuhan
dan perkembangan larva dipengaruhi oleh suhu, tempat, keadaan air dan
kandungan zat makanan yang ada di tempat perindukan. Pada kondisi
optimum, larva berkembang menjadi pupa dalam waktu 4-9 hari dan
pada kondisi ini nyamuk tidak makan tapi tetap membutuhkan oksigen
yang diambilnya melalui tabung pernafasan (breathing trumpet) ,
kemudian pupa menjadi nyamuk dewasa dalam waktu 2-3 hari sehingga
waktu yang dibutuhkan dari telur hingga dewasa yaitu 7-14 hari .
Suhu udara merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi
perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypti. Pada umumnya nyamuk
akan meletakkan telurnya pada temperatur sekitar 20 30C. Toleransi
terhadap suhu tergantung pada spesies nyamuk. telur nyamuk tampak
telah mengalami embriosasi lengkap dalam waktu 72 jam dalam

temperatur udara 25 30C. Rata-rata suhu optimum untuk pertumbuhan


nyamuk adalah 25 27C dan pertumbuhan nyamuk akan berhenti sama
sekali bila suhu kurang dari 10C atau lebih dari 40C.
Kelembaban udara juga merupakan salah satu kondisi lingkungan yang
dapat mempengaruhi perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypti.
kelembaban udara yang berkisar 81,5 89,5% merupakan kelembaban
yang optimal untuk proses embriosasi dan ketahanan hidup embrio
nyamuk. Sedangkan tempat perindukan yang paling potensial dalam
siklus hidup nyamuk adalah di kontainer atau tempat perindukan yang
digunakan untuk keperluan sehari hari seperti drum, tempayan, bak
mandi, bak WC, ember, dan sejenisnya .
Nyamuk lebih menyukai tempat perindukan yang berwarna gelap,
terlindung dari sinar matahari, permukaan terbuka lebar, berisi air tawar
jernih dan tenang. Tempat perindukan nyamuk (tempat nyamuk
meletakkan telur) terletak di dalam maupun di luar rumah. Tempat
perindukan di dalam rumah yaitu tempat-tempat penampungan air antara
lain bak air mandi, bak air WC, tandon air minum, tempayan, gentong
air, ember, dan lainlain. Tempat perindukan di luar rumah antara lain
dapat ditemukan di drum, kaleng bekas, botol bekas, pot bekas, pot
tanaman hias yang terisi air hujan dan lain-lain. Tempat perindukan
nyamuk juga dapat ditemukan pada tempat penampungan air alami
misalnya pada lubang pohon dan pelepah-pelepah daun.
Ae albopictus berkembang biak pada kontainer temporer tetapi lebih
suka pada kontainer alamiah di hutan-hutan, seperti lubang pohon,
ketiak daun, lubang batu dan batok kelapa, serta berkembang biak lebih
sering di luar rumah di kebun dan jarang ditemukan di dalam rumah
pada kontainer buatan seperti gentong dan ban mobil. Spesies ini
memiliki telur yang dapat bertahan pada kondisi kering tetapi tetap
hidup.
Nyamuk Aedes betina menghisap darah untuk mematangkan telurnya.
Waktu mencari makan (menghisap darah) adalah pada pagi atau petang
hari. Kebanyakan spesies menggigit dan beristirahat di luar rumah tetapi
di kota-kota daerah tropis, Ae aegypti berkembang biak, menghisap
darah dan beristirahat di dalam dan sekitar rumah. Ada pula yang
menemukan Aedes menghisap darah di dalam rumah dan beristirahat
sebelum dan sesudah makan di luar rumah

Telur Nyamuk
Telur nyamuk biasanya memanjang dan berukuran sekitar satu
milimeter. Seekor nyamuk dapat menghasilkan 50 ke 300 telur. Nyamuk
menghisap darah untuk menghasilkan telur. Telur dapat menetas dalam
1-3 hari jika diletakkan di air. Telur nyamuk tidak menetas seluruhnya,
tetapi menetas bertahap. Sekitar 80% dari telur menetas selama barisan
pertama dengan penetasan 5% menyusul seterusnya. Banyak spesies
telur yang tetap dorman dalam tanah selama bertahun-tahun sebelum
menetas. Adaptasi ini menjamin kelangsungan hidup nyamuk meskipun
kondisi cuaca yang tidak menguntungkan atau usaha manusia untuk
membasmi mereka.
Larva Nyamuk
Perkembangan stadium larva bertingkatan pula, antara tingkatan yang
satu dengan tingkatan lainnya bentuk dasarnya sama. Sepanjang stadium
larva dikenal empat tingkatan yang tingkatan masing - masing
dinamakan instar. Untuk larva nyamuk instar pertama, kedua, ketiga
Universitas Sumatera Utara
dan keempat bulu - bulu sudah lengkap sehingga untuk identifikasi larva
diambil larva instar keempat. Stadium larva memerlukan waktu kurang
lebih satu minggu. Pertumbuhan dan perkembangan larva dipengaruhi

beberapa faktor, diantaranya adalah temperatur, cukup tidaknya bahan


makanan, ada tidaknya pemangsa dalam air dan lain sebagainya .

Pupa Nyamuk
Pupa adalah stadium akhir dari nyamuk yang berada di dalam air.
Stadium pupa tidak memerlukan makanan dan merupakan stadium
dalam keadaan inaktif. Pada stadium ini terjadi pembentukan sayap
sehingga setelah cukup waktunya nyamuk yang keluar dari pupa dapat
terbang. Meskipun stadium pupa dalam keadaan inaktif, bukan berarti
tidak ada proses kehidupan. Pupa tetap memerlukan oksigen, oksigen
masuk ke dalam tubuh melalui corong nafas. Stadium ini mengambil
waktu 12 hari .
Nyamuk Dewasa
Nyamuk dapat dibedakan antara nyamuk jantan dan betina. Nyamuk
jantan keluar dari pupa terlebih dahulu sebelum nyamuk betina. Setelah
nyamuk jantan keluar, maka jantan tersebut tetap tinggal di dekat sarang.
Kemudian setelah jenis betina keluar, maka jantan kemudian akan
kahwin dengan betina sebelum betina tersebut mencari darah. Betina
yang telah kahwin akan beristirahat untuk sementara waktu (1-2 hari)
kemudian baru mencari darah. Setelah perut dipenuhi oleh darah, betina
akan beristirahat lagi untuk menunggu proses pematangan dan
pertumbuhan telurnya. Selama hidupnya nyamuk betina hanya kahwin
sekali. Nyamuk betina menghisap darah untuk memenuhi kebutuhan zat
bagi telur. Waktu proses perkembangan telurnya berbeda - beda
tergantung pada temperatur dan kelembapan serta spesies nyamuk.

(A)

(D)

(B)

(C)

(E)
(F)

(G)
(H)

(J)

(I)

(J1)
Gambar 2 Morfologi nyamuk dewasa yang diperoleh di Cikaniki dan Bodogol: (a).
Ae. albolineatus, (b). Ae. albolateralis, (c). Ae. albotaeniatus, (d). Ae.(Finlaya) sp.,
(e). Armigeres (Leicesteria ) sp., (f). He. communis, (g). Tr. aranoides, (h).
Tripteroides sp., (i). Tx. kempi dan (j & j1). Uranotaenia bimaculata (tanda panah
menunjukkan bercak hitam).

2.1.5 Identifikasi Larva Nyamuk


Anatomi Larva Nyamuk
Setelah menetas, telur akan berkembang menjadi larva. Pada stadium
ini, kelangsungan hidup larva dipengaruhi suhu, pH air, perindukan,
ketersediaan makanan, cahaya, kepadatan larva, lingkungan hidup, serta
adanya predator di tempat menetas .

Gambar . Anatomi Larva Nyamuk

Berikut ini adalah ciri-ciri dari larva:


1. Adanya corong udara (siphon) pada segmen terakhir. Pada corong
udara tersebut memiliki gigi pecten serta sepasang rambut dan jumbai.
2. Pada segmen-segmen abdomen tidak dijumpai adanya rambut-rambut
berbentuk kipas (palmate hairs).
3. Pada setiap sisi abdomen segmen kedelapan ada comb scale sebanyak
8-21 atau berjejer 1-3.
4. Bentuk individu dari comb scale seperti duri. Pada sisi thorax terdapat
duri yang panjang dengan bentuk kurva dan adanya sepasang rambut di
kepala.
Morfologi Larva Nyamuk
Larva nyamuk memerlukan empat tahap perkembangan. Waktu
perkembangan larva tergantung pada suhu, ketersediaan makanan dan
keberadaan larva dalam sebuah kontainer. Dalam kondisi optimal, waktu
yang dibutuhkan dari telur menetas hingga menjadi nyamuk dewasa
adalah tujuh hari, termasuk dua hari dalam masa pupa. Sedangkan pada
suhu rendah dibutuhkan waktu beberapa minggu Larva ini dalam
pertumbuhan dan perkembangannya mengalami 4 kali pergantian kulit
(ecdysis) dan larva yang terbentuk berturut-turut disebut instar I, II, III dan IV.
(Depkes RI, 2003).
(Depkes RI, 2005)

(a) Larva instar I, tubuhnya sangat kecil, warna transparan, panjang 1-2
mm, duri-duri (spinae) pada dada (thorax) belum begitu jelas dan corong
pernapasan (siphon) belum menghitam.
(b) Larva instar II bertambah besar, ukuran 2,5-3,9 mm, duri dada belum
jelas, dan corong pernapasan sudah berwarna hitam.Larva instar II
mengambil oksigen dari udara, dengan menempatkan corong udara
(siphon) pada permukaan air seolah-olah badan larva berada pada posisi
membentuk sudut dengan suhu permukaan air sekitar 30C, larva instar
II dalam bergerak tidak terlalu aktif.

(c) Larva Instar III lebih besar sedikit dari larva instar II dan lebih aktif
bergerak.
(d) Larva instar IV telah lengkap struktur anatominya dan jelas tubuh
dapat dibagi jelas menjadi bagian kepala (chepal), dada (thorax) dan
perut (abdomen). Larva ini berukuran paling besar 5 mm. Larva ini
tubuhnya langsing dan bergerak sangat lincah, bersifat fototaksis negatif
dan waktu. Temperatur optimal untuk perkembangan larva ini adalah
25C 30C.

Gambar. Morfologi Larva Nyamuk

Cara Hidup Larva Nyamuk


Larva nyamuk juga disebut sebagai "wrigglers", larva yang baru menetas
dapat dilihat menggeliat naik dan turun dari permukaan air. Untuk
menjaga diri mereka aman, mereka segera menyelam ke dasar air. Larva
Aedes aegypti biasa bergerak-gerak lincah dan aktif. Larva mengambil
makanan di dasar wadah, oleh karena itu larva Aedes aegypti disebut
pemakan makanan di dasar (bottomfeeder). Makanannya terdiri dari
mikroorganisme, detritus, alga, protista,daun dan invertebrata hidup dan
mati (Barry, 1996). Pada saat larva mengambil oksigen dari udara, larva
menempatkan corong udara (siphon) pada permukaan air seolah-olah
badan larva berada pada posisi membentuk sudut dengan permukaan air
sekitar 30C-45C .
Habitat Larva Nyamuk
Larva - larva nyamuk ini mulai ditemukan di kebun kira-kira pada
berumur 2 - 3 minggu setelah dan paling banyak ditemukan pada saat
tanaman padi mulai berbunga sampai menjelang panen. Di daerah yang
musim tanamnya tidak sama dan sepanjang tahun ditemukan tanaman
pada berbagai umur, maka nyamuk ini ditemukan sepanjang tahun
dengan dua puncak kepadatan yang terjadi sekitar bulan Pebruari - April
dan sekitar bulan Juli - Agustus. Anopheles balabacencis dan An.
maculatus adalah dua spesies nyamuk yang banyak ditemukan di daerah
- daerah pegunungan dekat hutan. Kedua spesies ini banyak dijumpai
pada peralihan musim hujan ke musim kemarau dan sepanjang musim
kemarau. Tempat perkembangbiakannya di genangan - genangan air
yang terkena sinar matahari langsung seperti genangan air di sepanjang
sungai, pada kobakan - kobakan air di tanah, di mata air-mata air dan
alirannya dan pada air di lubang batu-batu.
Larva-larva ditemukan di genangan air yang berasal dari mata air seperti
penampungan air yang dibuat untuk mengairi kolam, untuk merendam
bambu/kayu, mata air, bekas telapak kaki kerbau dan kebun salak. Pada
umumnya kehidupan larva dapat hidup secara optimal pada genangan air
yang terlindung dari sinar matahari langsung, diantara tanaman/vegetasi
yang homogen seperti kebun salak, kebun kapulaga dan lain-lain. Ada
yang umumnya ditemukan di daerah pegunungan, ditemukan pula di

daerah persawahan dan daerah pantai yang ada sungai kecil-kecil dan
berbatu-batu.
Puncak kepadatan dipengaruhi oleh musim. Pada musim kemarau
kepadatan meningkat, hal ini disebabkan banyak terbentuk tempat
perindukan berupa genangan air di pinggir sungai dengan aliran lambat
atau tergenang. Perkembang biakan nyamuk cenderung menurun bila
aliran sungai menjadi deras (flushing) yang tidak memungkinkan adanya
genangan di pinggir sungai sebagai tempat perindukan
2.2.1. Malaria
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit jenis.
Plasmodium ditandai demam berkala, menggigil dan berkeringat, yang
ditularkan oleh nyamuk genus Anopheles, juga penyakit ini dapat
mengakibatkan kematian.
Malaria ditularkan ke penderita dengan masuknya sporozoit plasmodium
melalui gigitan nyamuk betina Anopheles yang spesiesnya dapat berbeda
dari satu daerah dengan daerah lainnya. Terdapat lebih dari 15 spesies
nyamuk Anopheles yang dilaporkan merupakan vektor malaria di
Indonesia. Penularan malaria dapat juga terjadi dengan masuknya parasit
bentuk aseksual (tropozoit) melalui transfusi darah, suntikan atau
melalui plasenta (malaria congenital).
Dikenal adanya berbagai cara penularan malaria:
Penularan secara alamiah (natural infection)
Penularan ini terjadi melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang
infektif. Nyamuk menggigit orang sakit malaria maka parasit akan ikut
terhisap bersama darah penderita malaria. Di dalam tubuh nyamuk
parasit akan berkembang dan bertambah banyak, kemudian nyamuk
menggigit orang sehat, maka melalui gigitan tersebut parasit ditularkan
ke orang lain.
Penularan yang tidak alamiah
a. Malaria bawaan (congenital)
Terjadi pada bayi yang baru dilahirkan karena ibunya menderita malaria.
Disebabkan adanya kelainan pada sawar plasenta sehingga tidak ada
penghalang
infeksi dari ibu kepada bayi yang dikandungnya.

b. Secara mekanik
Penularan terjadi melalui transfusi darah atau melalui jarum suntik.
Penularan melalui jarum suntik banyak terjadi pada para pecandu obat
bius yang menggunakan jarum suntik yang tidak steril.
c. Secara oral (melalui mulut)
Cara penularan ini pernah dibuktikan pada burung, ayam (P.gallinasium)
burung dara (P.Relection) dan monyet (P.Knowlesi).
2.2.2 Demam Berdarah Denggi
Demam Berdarah Dengaue adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes
albopictus, yang ditandai demam mendadak 2-7 hari tanpa penyebab
yang jelas, lemah, gelisah, nyeri ulu hati, disertai bintik perdarahan di
kulit, kadang mimisan, muntah darah, bahkan dapat mengakibatkan
kematian.
Mekanisme Penularan
Demam berdarah dengue tidak menular melalui kontak manusia dengan
manusia. Virus dengue sebagai penyebab demam berdarah hanya dapat
ditularkan melalui nyamuk.
Oleh karena itu, penyakit ini termasuk kedalam kelompok arthropod
borne diseases. Virus dengue berukuran 35-45 nm.
Virus ini dapat terus tumbuh dan berkembang dalam tubuh manusia dan
nyamuk.
Terdapat tiga faktor yang memegang peran pada penularan infeksi
dengue, yaitu manusia, virus, dan vektor perantara. Virus dengue masuk
ke dalam tubuh nyamuk pada saat menggigit manusia yang sedang
mengalami viremia, kemudian virus dengue ditularkan kepada manusia
melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang
infeksius.

2.2.3. Filarasis
Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria,
yang mengakibatkan gejala akut dan kronis (kaki membesar seperti kaki
gajah) yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Di Indonesia telah
ditemukan sebanyak 27 jenis nyamuk yang disebabkan oleh genus
Culex, Anopheles, Aedes dan Mansonia.
Cacing jantan dan betina hidup di saluran dan kelenjar limfe; bentuknya
halus seperti benang dan berwarna putih susu. Cacing betina
mengeluarkan mikrofilaria yang bersarung. Microfilaria ini hidup di
dalam darah dan terdapat di aliran darah tepi pada waktu-waktu tertentu
saja, jadi mempunyai periodisitas. Pada umumnya, microfilaria W.
bancrofti bersifat periodisitas nokturna, artinya microfilaria hanya
terdapat di dalam darah tepi pada waktu malam. Pada siang hari,
microfilaria terdapat di kapiler alat dalam paru, jantung, ginjal dan
sebagainya (Medical Microbiology And Immunology, 1992).
2.2.4. Chikungunya
Chikungunya adalah penyakit menular sejenis demam disertai nyeri otot
yang bersifat epidemik dan endemic yang disebabkan oleh Alvavirus
yang ditularkan oleh beberapa jenis nyamuk yaitu Aedes Aegypti, Aedes
albopictus, Culex fatigans dan Mansonia sp. Meskipun penyakit ini
tidak mengakibatkan kematian namun dapat menimbulkan rasa nyeri
yang hebat di persendian tubuh bahkan seperti kelumpuhan dan dapat
berlangsung selama 2 bulan.
MEKANISME TRANSMISI DAN EPIDEMIOLOGI
Demam chikungunya disebabkan oleh CHIK virus (CHIKV), virus ini
termasuk famili Alphavirus. Fakta sejarahmenyatakan bahwa virus
chikungunya terjadi pertama di negara Afrika dan selanjutnya
menyebar ke Asia. Chikungunya telah menyebar ke beberapa daerah
seperti wilayah Afrika dan Asia, termasuk India, Srilanka, Myanmar,
Thailand,Indonesia, dan Malaysia.
Studi secara filogenetik melaporkan bahwa strain viruschikungunya
termasuk dalam tiga genotype berdasarkan kasus di Afrika,
Afrika tengah/timur dan Asia, dan selanjutnya termasuk ke dalam grup
yang diisolasi dari Klang di Malaysia

Gambar 1. Family Alphavirus (CHIKV)

2.2.5. Encephalitis
Encephalitis.Salah satu jenis penyakit Encephalitis adalah Japenese
Encephalitis (JE). Encephalitis adalah suatu penyakit yang menyerang
susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh
nyamuk genus Culex sp.
Penyakit encephalitis atau radang otak masih
banyak diternukan terutama pada anak-anak.
Penyakit ini dapat disebabkan karena infeksi
dari bakteri, jarnur atau virus. Apabils penyebabnya
adalah bakteri, rnaka pada urnurnnya cairan
otak penderita akan berwarna keruh dan rnengandung
banyak lekosit. Sedangkan kalau disebabkan
oleh virus atau jarnur, rnaka cairan
otak akan tetap jernih dengan jurnlah lekosit
rnasih dalan~ batas normal. Sekarang ini diduga
penyakit encephalitis disebabkan oleh virus
lebih ban yak dibandingkan dengan yang disebabkan
oleh bakteri, karena telah banyak
digunakan obat antibiotika berkhasiat tinggi.
Secara klinis saja, sukar mernbedakan encephalitis
karena bakteri atau virus, karena keduanya
mernpunyai gejala yang sangat mirip.
2.1.6 Bionomi

Bionomi
Bionomik vektor meliputi kesenangan tempat perindukan nyamuk,
kesenangan nyamuk menggigit, kesenangan nyamuk istirahat, lama
hidup dan jarak terbang :
1) Kesenangan tempat perindukan nyamuk.
Tempat perindukan nyamuk biasanya berupa genangan air yang
tertampung disuatu tempat atau bejana. Nyamuk Aedes tidak dapat
berkembangbiak digenangan air yang langsung bersentuhan dengan
tanah. Genangannya yang disukai sebagai tempat perindukan nyamuk ini
berupa genangan air yang tertampung di suatu wadah yang biasanya
disebut kontainer atau tempat penampungan air bukan genangan air di
tanah.Survei yang telah dilakukan di beberapa kota di Indonesia
menunjukkan bahwa tempat perindukan yang paling potensial adalah
TPA yang digunakan sehari hari seperti drum, tempayan, bak mandi,
bak WC, ember dan sejenisnya. Tempat perindukan tambahan adalah
disebut non-TPA, seperti tempat minuman hewan, vasbunga, perangkap
semut dan lain-lainnya, sedangkan TPA alamiah seperti lubang pohon,
lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, kulit kerang, pangkal
pohon pisang, potongan bambu, dan lain-lainnya.
Nyamuk Aedes aegypti lebih tertarik untuk meletakkan telurnya pada
TPA berair yang berwarna gelap, paling menyukai warna hitam, terbuka
lebar, dan terutama yang terletak di tempat-tempat terlindungsinar
matahari langsung.Tempat perindukan nyamuk Aedes yaitu tempat di
mana nyamuk Aedes meletakkan telurnya terdapat di dalam rumah
(indoor) maupun di luar rumah(outdoor). Tempat perindukan yang ada di
dalam rumah yang paling utama adalah tempat-tempat penampungan air:
bak mandi, bak air WC, tandon air minum,tempayan, gentong tanah liat,
gentong plastik, ember, drum, vas tanaman hias,perangkap semut, dan
lain-lain. Sedangkan tempat perindukan yang ada di luar rumah
(halaman): drum, kaleng bekas, botol bekas, ban bekas, pot bekas,
pottanaman hias yang terisi oleh air hujan, tandon air minum, dan lainlain.
2) Kesenangan nyamuk menggigit
Nyamuk Aedes hidup di dalam dan di sekitar rumah sehingga makanan
yang diperoleh semuanya tersedia di situ. Boleh dikatakan bahwa

nyamuk Aedes aegypti betina sangat menyukai darah manusia


(antropofilik). Kebiasaan menghisap darah terutama pada pagi hari jam
08.00-12.00 dan sore hari jam 15.00-17.00. Nyamuk betina mempunyai
kebiasaan menghisap darah berpindah-pindah berkali-klali dari satu
individu ke individu yang lain. Hal ini disebabkan karena pada siang
harimanusia yang menjadi sumber makanan darah utamanya dalam
keadaan aktif bekerja/bergerak sehingga nyamuk tidak dapat menghisap
darah dengan tenang sampai kenyang pada satu individu. Keadaan inilah
yang menyebabkan penularan penyakit DBD menjadi lebih mudah
terjadi.Waktu mencari makanan, selain terdorong oleh rasa lapar,
nyamuk Aedes juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu bau yang
dipancarkan oleh inang,temperatur, kelembaban, kadar karbon dioksida
dan warna. Untuk jarak yang lebih jauh, faktor bau memegang peranan
penting bila dibandingkan dengan faktor lainnya.
Sedangkan nyamuk Aedes Albopictus betina aktif di luar ruangan yang
teduh dan terhindar dari angin. Nyamuk iniaktif menggigit pada siang
hari. Puncak aktivitas menggigit ini bervariasi tergantung habitat
nyamuk meskipun diketahui pada pagi hari dan petang hari
3) Kesenangan nyamuk istirahat
Kebiasaan istirahat nyamuk Aedes aegypti lebih banyak di dalam rumah
pada benda-benda yang bergantung, berwarna gelap, dan di tempattempat lain yangterlindung. Di tempat-tempat tersebut nyamuk
menunggu proses pematangan telur. Setelah beristirahat dan proses
pematangan telur selesai, nyamuk betina akanmeletakan telurnya di
dinding tempat perkembangbiakannya, sedikit di ataspermukaan air.
Pada umumnya telur akan menetas menjadi jentik dalam waktu 2 hari
setelah telur terendam air. Setiap kali bertelur nyamuk betina dapat
mengeluarkan telur sebanyak 100 butir. Telur tersebut dapat bertahan
sampai berbulan-bulan bila berada di tempat kering dengan suhu -2C
sampai 42C, danbila di tempat tersebut tergenang air atau
kelembabannya tinggi maka telur dapat menetas lebih cepat.
4) Jarak terbang
Penyebaran nyamuk Aedes Aegypti betina dewasa dipengaruhi oleh
beberapa faktor termasuk ketersediaan tempat bertelur dan darah, tetapi

tampaknya terbatas sampai jarak 100 meter dari lokasi


kemunculan.Akan tetapi penelitian terbaru di Puerto Rico menunjukkan
bahwa nyamuk ini dapat menyebar sampai lebih dari 400 meter terutama
untuk mencari tempat bertelur.Transportasi pasif dapat berlangsung
melalui telur dan larva yang ada di dalam penampung.
5) Lama hidup
Nyamuk Aedes Aegypti dewasa memiliki rata-rata lama hidup 8 hari.
Selama musim hujan, saat masa bertahan hidup lebih panjang, risiko
penyebaran virus semakin besar.Dengan demikian, diperlukan lebih
banyak penelitian untuk mengkaji survival alami Aedes Aegypti dalam
berbagai kondisi.( Anonim, 2009 )
Untuk dapat memberantas nyamuk Aedes Aegypti secara efektif
diperlukan pengetahuan tentang pola perilaku nyamuk tersebut yaitu
perilaku mencari darah, istirahat dan berkembang biak, sehingga
diharapkan akan dicapai Pemberantasan Sarang Nyamuk dan jentik
Nyamuk Aedes Aegypti yang tepat ( Depkes, 2004 ). Perilaku tersebut
meliputi :
a) Perilaku Mencari Darah
1. Setelah kawin, nyamuk betina memerlukan darah untuk bertelur
2. Nyamuk betina menghisap darah manusia setiap 2 3 hari sekali
3. Menghisap darah pada pagi hari sampai sore hari, dan lebih suka pada
jam 08.00 12.00 dan jam 15.00 17.00
4. Untuk mendapatkan darah yang cukup, nyamuk betina sering
menggigigt lebih dari satu orang
5. Jarak terbang nyamuk sekitar 100 meter
6. Umur nyamuk betina dapat mencapai sekitar 1 bulan.
b) Perilaku Istirahat
Setelah kenyang menghisap darah, nyamuk betina perlu istirahat sekitar
2 3 hari untuk mematangkan telur. Tempat istirahat yang disukai :
1. Tempat-tempat yang lembab dan kurang terang, seperti kamar mandi,
dapur, WC
2. Di dalam rumah seperti baju yang digantung, kelambu, tirai.
3. Di luar rumah seperti pada tanaman hias di halaman rumah.
c) Perilaku berkembangbiak

Nyamuk aedes aegypti bertelur dan berkembang biak di tempat


penampungan air bersih seperti:
1. Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari :bak mandi,
WC, tempayan, drum air, bak menara( tower air) yang tidak tertutup,
sumur gali.
2. Wadah yang berisi air bersih atau air hujan: tempat minum burung,
vas bunga, pot bunga, potongan bambu yang dapat menampung air,
kaleng, botol, tempat pembuangan air di kulkas dan barang bekas
lainnya yang dapat menampung air meskipun dalam volume kecil.
2.3 Cara membasmi nyamuk
Seperti dilansir naturalnews, berikut cara membasmi nyamuk yang lebih
aman dari penggunaan pestisida:
1. Gunakan Bacillus thuringiensis v. israelensis (BT) pada genangan air
Pilihan lain untuk membatasi perkembangan nyamuk pada genangan air
adalah dengan mencelupkan Bacillus thuringiensis v. israelensis (BT)
yang mengapung di air dan perlahan-lahan melepaskan racun yang
ampuh membunuh nyamuk dan telurnya. Selain itu, BT ini dianggap
aman bagi manusia.
2. Hindari berada di luar rumah selama jam senja dan fajar saat nyamuk
paling aktif
3. Gunakan pakaian yang tepat
Jika Anda akan berada di luar ruangan untuk jangka waktu yang lama,
pakailah pakaian yang menutupi seluruh kulit tubuh dan berwarna
terang. Pakaian yang bertekstur anyaman rapat adalah pakaian yang
terbaik untuk menghalau nyamuk.
3. Hindari memakai parfum

Nyamuk tertarik pada wewangian seperti parfum, sehingga hindari


pemakaian parfum atau produk beraroma saat berada di luar rumah.
4. Makan bawang putih
Bawang putih melepaskan aroma khas melalui pori-pori kulit yang
membuat nyamuk kebingungan untuk menemukan sasaran pada kulit
tubuh Anda.
5. Memakai minyak alami pencegah gigitan nyamuk
Berikut 4 jenis minyak alami yang efektif melindungi kulit dari gigitan
nyamuk:
1. Minyak lemon Eucalyptus
Minyak ini dianggap sebagai salah satu pembasmi nyamuk alami yang
paling efektif. Minyak lemon Eucalyptus terbukti aman dan memberikan
perlindungan yang sama efektifnya dengan konsentrasi rendah dari
pestisida pengusir nyamuk yang beracun beracun.
2. Minyak Citronella (serai)
Minyak dari serai ini biasanya ditemukan pada lapisan luar lilin dan
produk kecantikan untuk kulit yang dapat menjadi alternatif yang alami
untuk mencegah gigitan nyamuk. Tetapi ada kemungkinan bahwa serai
dapat menyebabkan iritasi kulit pada anak-anak dan orang-orang dengan
kulit sensitif, terutama jika diterapkan secara tidak benar.
3. Minyak kedelai
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam The New England
Journal of Medicine menemukan bahwa minyak kedelai melindungi
seseorang dari gigitan nyamuk lebih lama dari semua jenis perlindungan
yang terbuat dari tanaman.
4. Minyak lavender

Wangi minyak lavender tidak disukai oleh nyamuk dan dapat ditemukan
dalam berbagai produk perawatan kulit alami.
Cara membrantas jentik nyamuk
Pasti anda sudah tahu atau pernah mendengar 3M (Menguras, Menutup,
Mengubur), apakah anda sudah melakukan 3M? Atau anda hanya
mengetahuinya saja tetapi belum menjalankannya? Berikut saya akan
membahas sedikit tentang 3M.

Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3


M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan
nyamuk).

PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan


kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti Demam Berdarah
Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah)di tempat-tempat
perkembang biakannya.

3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN
yaitu:
Menguras dan menyikat tempat-tempat penampunganair seperti bak
mandi, tatakan kulkas, tatakan potkembang dan tempat air minum
burung.
Menutup rapat-rapat tempat penampungan air sepertilubang bak
kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yangdapat menampung air
hujan.
Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang
dapatmenampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastikplastikyang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua,
plastikkresek,dll)
Langkah-langkah perlindungan pribadi

Rumah
Pasang kasa nyamuk pada semua pintu dan
jendela.
Semua pintu mesti tutup sendiri dan dibuka ke
luar.

Kegiatan di luar rumah


Pakai kasa nyamuk pada tenda

Pakai penolak nyamuk


Pakai pakaian longgar berwarna muda dengan
lengan panjang, celana panjang dan kaus kaki.

Lokasi
Sadarilah dan hindarilah keterpaparan pada
waktu dan lokasi kegiatan nyamuk, misalnya rawa
bertanaman yang dangkal dan luas.

Buang semua wadah yang menyimpan


air (kaleng, ban, botol) atau simpan di
tempat yang tidak kena hujan.

Perhatikan agar kolam ikan penuh


dengan ikan. Perhatikan agar pinggir
kolam dan saluran pembuangan air
bebas rumput .

Perhatikan agar kolam renang penuh


dan dipelihara dengan baik. Perbaiki
keran yang bocor.

Timbun atau keluarkan air dari tempat


tanah rendah yang digenangi air.
Perhatikan agar got selalu bersih.

Pasang kasa nyamuk pada lubang


ventilasi tangki septik. Tutup semua
celah. Bilas toilet yang tidak terpakai
seminggu sekali.

Pasang kasa nyamuk pada tangki air


hujan. Perhatikan agar air tidak
tergenang di talang. Obati tangki
dengan briket methoprene.

Kosongkan tatakan pot seminggu sekali

atau isi dengan pasir, atau obati


sebulan sekali dengan butiran
methoprene.
Kosongkan dan lap tempat air binatang
peliharaan/burung seminggu sekali.

Pakailah butiran atau briket methoprene


untuk pengendalian jentik jangka
pendek.
Pakai penyemprotan bifenthrin yang
sisanya bertahan lama di lingkungan
untuk pengendalian jangka pendek
terhadap nyamuk dewasa yang
membawa penyakit

Bagian III Penutup


3.1 Kesimpulan
Nyamuk bisa menjadi hewan mematikan karena ia membawa bibit
penyakit yang ditularkan lewat gigitannya. Pelajari baik-baik jenis, ciri,
dan habitat nyamuk agar kita lebih tau nyamuk-nyamuk mana saja yang
ada di sekitar kita, serta pelajari juga cara membasmi nyamuk dan
mencegah perkembang-biakan jentik nyamuk. Mencegah pertumbuhan
jentik nyamuk berpengaruh besar dalam perkembang-biakan nyamuk.
Oleh karena itu lebih baik mencegah dari pada mengobati.

3.2 Daftar Pustaka


http://id.wikipedia.org/wiki/Nyamuk
http://mediaonlinenews.com/aneh-unik/fakta-menarik-tentang-nyamuk
http://narunilif1.wordpress.com/materi-entomology/ciri-ciri-nyamuk/
http://kesehatanlingkungansby.blogspot.com/2011/01/nyamuk-dipteraculicidae.html
http://kesmas-unsoed.com/2011/04/makalah-nyamuk-aedes-danpengendaliannya.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16366/2/Chapter
%20II.pdf