Anda di halaman 1dari 20

1

Eksperimen 01/EXP/2014
SPAN OF IMMEDIATE MEMORY (CHUNKING)

I.

Nama Eksperimenter

: Topan Jaya

Nomor Mahasiswa

: 4511021091

Nama subjek

: Martha

Jenis kelamin

: Perempuan

Umur

: 20 tahun

Pendidikan

: SMA

No. Eksperimen

: 01/EXP/2014

Tanggal Eksperimen

: 09 Desember 2014

Waktu Eksperimen

: 09.15 am

Tempat Eksperimen

: Kampus Pascasarjana

PROBLEM
Apakah ada pengaruh chunking (pengelompokan huruf) terhadap jumlah
huruf yang dapat di ingat oleh subjek ?

II.

DASAR TEORI
Secara keseluruhan, psikolog memandang memori sebagai proses dimana
kita mengodekan, menyimpan, dan menarik kembali informasi. Setiap bagian dari
definisi ini pengodean, penyimpanan, dan penarikan kembali-mewakili proses
yang berbeda. Anda dapat memikirkan proses-proses dengan analogi keyboard
(papan ketik), computer (pengodean), hard drive (penyimpanan), dan software

(perangkat lunak) yang mengakses informasi yang tersimpan untuk ditampilkan


ke layar (penarikan kembali).
Memori dibangun dari tiga proses dasar yaitu; pengodean, penyimpanan,
dan pengambilan yang dapat dianalogikan melalui papan ketik (keyboard), hard
drive, dan perangkat lunak pada computer untuk mengakses informasi untuk
dimunculkan pada layar. Analogi tersebut tidaklah sempurna karena memori
1
manusia kurang tepat dibandingkan dengan computer.
Atkinson & Shiffrin ( Ling dan Catling, 2012 ) mengemukakan bahwa dalam
model memori tiga tahap ini, informasi awalnya dicatat oleh system sensori
seseorang dan dan memasuki memori sensori, yang untuk sesaat menyimpan
informasi tersebut. Informasi kemudian diteruskan ke memori jangka pendek yang
menyimpannya selama 15 hingga 25 detik.
Terakhir, informasi tersebut dapat berpindah ke memory jangka panjang yang
relative permanen.Apakah informasi tersebut bergerak dari memori jangka
pendek ke memori jangka panjang tergantung pada macam dan jumlah dari
latihan terhadap materi yang dibawa.Pendekatan tiga system untuk memori yang
mendominasi penelitian memori selama beberapa decade, terdapat system
penyimpanan memori yang berbeda atau langkah-langkah dimana informasi
harus berjalan jika ingin diingat.
Dalam sejarahnya, pendekatan ini telah sangat berpengaruh dalam
perkembangan pemahaman kita tentang memori, dan meskipun teori-teori baru
telah membuat beberapa perkembangan dari teori ini-namun teori-teori baru
masih memberikan sebuah kerangka piker yang berguna untuk memahami
bagaimana informasi diingat.Teori tiga system memori ini mengajukan eksistensi
dari tiga penyimpanan memori yang berbeda sebagaimana terlihat pada Memori

sensori. Memori sensori merujuk pada penyimpanan informasi awal dan bersifat
sangat sebentar, sehingga hanya bertahan sangat singkat.
Pada tahap kedua, memori jangka pendek menahan informasi selama 15
hingga 25 detik dan menyimpannya berdasarkan arti dan bukan sekedar stimulus
sensori. Tipe penyimpanan yang ketiga adalah memori jangka panjang. Informasi
disimpan dalam meori jangka panjang dalam bentuk yang relative permanen,
meskipun mungkin akan sukar untuk ditarik kembali.Informasi sensori dapat
menyimpan informasi dalam waktu yang sangat singkat.
Jika informasi tidak masuk ke memori jangka pendek, maka informasi
tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Misalnya, memori iconic sepertinya
bertahan kurang dari satu detik, sementara memori echoic biasanya menghilang
antara dua hingga tiga detik. Meskipun demikian, terlepas dari durasi yang sangat
singkat dari memori sensori, presisi dari memori ini tinggi: memori sensori dapat
menyimpan replica yang hamper persis dari setiap stimulus yang muncul (Darwin,
2006).
Secara

keseluruhan,

memori

sensori

bekerja

seperti

kamera

yang

menyimpan informasi yang mungkin berupa informasi visual, auditori, atau jenis
sensori lain-untuk waktu yang sangat singkat. Namun sebagaimana setiap hasil
tangkapan kamera, segera setelah diambil akan rusak dan digantikan dengan hal
baru. Kecuali informasi dalam kamera tersebut ditransfer ke beberapa tipe
memori yang lain, maka informasi tersebut akan hilang.
Memori jangka pendek adalah memori yang disimpan dimana informasi
untuk pertama kalinya memiliki arti, meskipun panjang maksimum dari
penyimpanan disini relative singkat. Proses spesifik dimana memori sensori
ditransformasikan ke dalam memori jangka pendek adalah tidak jelas. Pada

kenyataanya, jumlah spesifik dari informasi yang dapat disimpan dalam memori
jangka pendek telah diidentifikasikan sebanyak tujuh item, atau bongkahan
(chunks) informasi, dengan berbagai variasi sehingga dua bungkahan informasi
lebih sedikit ataupun lebih banyak. Bongkahan adalah sekelompok stimulus yang
berarti yang dapat disimpan sebagai unit dalam memori jangka pendek.
Dalam pandangan ini, memori
jangka pendek menyerupai system
pemrosesan informasi yang mengatur materi baru yang didapatkan dari memori
sensori ataupun materi lama yang telah ditarik dari memori jangka panjang.
Dalam pandangan yang sangat berpengaruh ini, memori jangka pendek disebut
dengan memori kerja dan didefinisikan sebagai seperangkat penyimpanan
memori sementara yang secara aktif memanipulasi dan mengulangi informasi
(Bayliss,et al., 2005a, 2005b; Unsworth& Eagle, 2005). Memori kerja yaitu
seperangkat penyimpanan memori yang aktif dan bersifat sementara secara aktif
memanipulasi dan mengulang informasi.
Bukti adanya memori jangka panjang, sebagai memori yang berbeda
dengan memori jangka pendek, datang dari sejumlah sumber. Misalnya,
orang dengan kerusakan otak tertentu tidak dapat mengingat informasi baru
yang diterima setelah kerusakan terjadi, meskipun orang dan kejadian yang
telah tersimpan didalam memori sebelum kerusakan tatap dapat diingat.
Perbedaan antara memori jangka panjang dan memori jangka pendek juga
didukung oleh efek posisi serial, dimana kemampuan untuk mengingat
informasi dalam sebuah daftar tergantung pada posisi item tersebutdi dalam
daftar.
Misalnya, sering kali efek dominansi/primancy muncul, dimana itemitem yang terlebih dahulu disebutkan dalam daftar lebih diingat dibandingkan

item yang disebutkan belakangan. Terdapat juga efek resensi, yaitu item-item
yang disebutkan pada bagian akhir daftar adalah item yang paling baik
diingat. Banyak ahli psikolog yang membedakan ingatan jangka pendek
(short-term memory) dengan ingatan jangka panjang (long-term memory).
Ingatan jangka pendek adalah tempat kita menyimpan informasi yang
baru saja kita pikirkan. Eysenck ( Ling dan Catling, 2012 ) berpendapat
bahwa ingatan jangka pendek berisi informasi dalam kondisi psikologis
terbaru. Kebalikannya, ingatan jangka panjang berisi informasi dalam kondisi
psikologis masa lampau, yaitu semua informasi yang telah disimpan, tetapi
saat ini tidak sedang dipikirkan.
Lupa adalah persoalansehari-hari yang bias dialami siapa saja. Kita
lupa sesuatu dari ingatan jangka panjang maupun ingatan jangka pendek,
karena sejumlah alasan. Berikut ini ada dua alas an kita lupa sesuatu dari
ingatan jangka panjang, ketergantungan petunjuk adalah alas an paling
umum untuk melupakan sesuatu.
Sebaliknya, represi jauh lebih controversial dan mungkin lebih jarang
terjadi. Sejumlah studi menunjukkan pentingnya petunjuk dalam mengingat.
para penyelam untuk mempelajari empat puluh kata, diatas dan dibawah
permukaan air.
Mereka menemukan bahwa penyelam yang mempelajari kata-kata itu
diatas permukaan air mengingat lebih banyak kata ketika kembali berada
dibawah permukaan air. Masih ada alasan lain ahli psikologi kognitif segan
menerima teori represi. Banyak contoh ingatan yang diperoleh kembali
(recovered memori ) dimana suatu kejadian traumatis tiba-tiba teringat

kembali setelah tampaknya terlupakan ternyata menjadi ingatan yang salah.


Ini sangat berbahaya.
Banyak terjadi kasus ketika orang dewasa memperoleh kembali
ingatan tentang pelecehan seksual yang kelihatannya telah deitekan selama
masa kanak-kanak, juga ingatan tentang keretakan keluarga, dan ternyata
ingatan itu seluruhnya keliru. Memori merujuk pada kemampuan kita memiliki
dan mengambil kembali suatu informasi dan juga struktur yang mendukung
kemampuan ini. Saat melakukan rekonstruksi memori, orang akan
melengkapi gambaran yang mereka miliki melalui berbagai sumber.
Roger ( Ling dan Catling, 2012 ) mengatakan bahwa memberikan
istilah flashbulbmemories ( memori bola lampu ) terhadap memori yang
sangat nyata terkait peristiwa-peristiwa emopsional. Istilah

flashbulb

memories merujuk pada kemampuan kita mengingat peristiwa-peristiwa


khusus bak rekaman fotografis, dengan detail dan emosi yang jelas
sebagaimana saat peristiwa sesungguhnya terjadi. Brown dan Kulik (Ling
dan Catling, 2012 ) berpendapat bahwa kemampuan flashbulb memories
berkembang melalui evolusi karena jenis ingatan ini memiliki fungsi
mempertahankan hidup, yakni mengingat detail-detail peristiwa yang
mengejutkan atau pengalaman yang membahayakan, yang pada masa lalu
telah membantu nenek moyang kita menghindari peristiwa yang mengejutkan
atau pengalaman membahayakan tersebut.
Mengingat adalah proses aktif yang tidak hanya melibatkan proses
menggabungkan dua atau tiga informasi sekaligus untuk merekonstruksi
peristiwa pada masa lalu.Setelah kita mengetahui bahwa ingatan kita tidak
bekerja seperti sebuah rekaman kaset yang tidak mungkin salah, atau seperti

sebuah jurnal yang ditulis dengan tinta yang tidak bias dihapus, kita sekarang
akan

mempelajari

bagaimana

sesungguhnya

ingatan

kita

bekerja.

Kemampuan untuk mengingat bukanlah bakat yang absolute; kemampuan


tersebut bergantung pada jenis kinerja yang dibutuhkan.
Pemanggilan kembali informasi terkait suatu peristiwa atau suatu
objek secara sadar disebut sebagai memori eksplisit, yang dapat diukur
melalui dua metode. Metode yang

pertama mengukur recall, yakni

kemampuan menggali kemampuan menggali kembali dan memproduksi


informasi telah dimiliki sebelumnya. Metode kedua mengukur kemampuan
recognition (pengenalan), yakni kemampuan mengenali informasi yang telah
diobservasi, dibaca, atau didengar sebelumnya.
Memori eksplisit yaitu pemanggilan kembali suatu peristiwa atau
suatu item informasi yang dilakukan dengan sengaja dan secara sadar.
Pemanggilan kembali ( recall ) yaitu kemampuan memperoleh kembali dan
mereproduksi suatu materi yang telah tersimpan dalam memori. Untuk dapat
mengingat suatu informasi, kita harus melakukan proses encoding terhadap
informasi itu lebih dahulu.
Mengulang-ulang suatu informasi menyebabkan informasi tersebut
menetap lebih lama dalam memori jangka pendek dan memperbesar
kemungkinan informasi tersebut tersimpan dalam memori jangka panjang.
Memori atau ingatan adalah retensi informasi. Para psikolog pendidikan
mempelajari bagaimana informasi diletakkan atau disimpan dalam memori,
bagaimana

ia

dipertahankan

atau

disimpan

setelah

disandikandan

bagaimana ditemukan atau diungkap kembali untuk tujuan tertentu


dikemudian hari. Memori membuat diri kita terasa berkesinambungan, tanpa

memori, anda tidak mampu menghubungkan apa yg terjadi kemarin dengan


apa yg anda alami sekarang.bagian utama akan difokuskan pada encoding
(penyandian), penyimpanan, dan pengambilan (retrieval).
Agar memori bekerja, anak harus mengambil

informasi,

menyimpannya, dan kemudian mengambilnya kembali untuk suatu tujuan di


kemudian hari. Encoding adalah proses memasukkan informasi ke dalam
memori. Penyimpanan ( storage ) adalah retensi informasi dari waktu ke
waktu. Pengambilan kembali ( retrival ) adalah mengambil informasi dari
simpanan memori.
Chunking (pengemasan) adalah strategi penataan memori yang
baik, yakni dengan mengelompokkan atau mengepak informasi menjadi
unit-unit higher-order yang dapat diingat sebagai satu unit tunggal.
Penyimpanan, diantara aspek yang menonjol dari penyimpanan memori
adalah tiga simpanan utama, yang berhubungan dengan tiga kerangka waktu
yang berbeda: memori sensoris, working memory (atau memori jangka
pendek, bertahan selama 30 detik), dan memori jangka panjang (bertahan
sampai

seumur

hidup).

Memori

sensoris

adalah

memori

yang

mempertahankan informasi dari dunia dalam bentuk sensoris aslinya hanya


selama beberapa saat.
Memori jangka pendek adalah sistem memori berkapasitas terbatas
dimana informasi dipertahankan sekitar 30 detik, kecuali informasi itu diulang
atau diproses lebih lanjut, dimana dalam kasus itu daya tahan simpanannya
bisa lebih lama. Memori jangka panjang adalah tipe memori yang menyimpan
banyak informasi selama periode waktu yang lama secara relatif permanen.

Konsiderasi lain dalam memahami pengambilan informasi adalah


prinsip spesifitas penyandian (encoding specifity principle), yaitu bahwa
asosiasi yang dibentuk saat penyandian atau pembelajaran cenderung akan
menjadi petunjuk yang efektif untuk pengambilan kembali.Craik ( Ling dan
Catling, 2012 ) mengatakan bahwa masih ada aspek pengambilan lain, yakni
sifat dari tugas pengambilan itu sendiri. Mengingat (recall) adalah tugas
memori di mana individu harus mengambil informasi yang telah dipelajari.
Rekognisi atau pengenalan (recognition) adalah tugas memori dimana
individu hanya harus mengidentifikasi (mengenali) informasi yang telah
dipelajari.
Tahap-Tahap Mengingat
Atkinson dkk. (1989)mengemukaan tiga tahap memori , yaitu :
1. Tahap penyandian adalah proses pengodean terhadap apa yang
dipersepsikan dengan cara mengubah simbol-simbol tertentu.
2. Tahap penyimpanan adalah retensi informasi dari waktu ke waktu.
Bagaimana penyimpanan terhadap informasi yang telah dip roses pada
tahap penyandian.
3. Tahap pengambilan adalah proses mengingat yang berkaitan dengan
menimbulkan kembali sebuah informasi yang telah tersimpan.
III.

HIPOTESIS
A. Individu
Ada perbedaan ketepatan individu dalam mengingat huruf jika dalam
bentuk kata (chunking) tetapi hasilnya tidak signifikan
B. Kelompok
Ada perbedaan ketepatan kelompok dalam mengingat huruf jika
dalam bentuk kata (chunking) sehingga hasilnya signifikan

10

IV. METODE PENELITIAN


Metode : Quasi Eksperimental
Desain : The one shot case study
V. PROSEDUR
A. Material
Seperangkat komputer / laptop
B. Prosedur pelaksanaan
1. Cara mengaktifkan program :
a. Aktifkan INTPSYCH dengan menekannya dua kali (double click).
b. Masukan nama depan anda, tekan ENTER masukan nama belakang
tekan ENTER. Tekan NO. jika nama anda sudah benar, dan Yes jika
anda ingin menulis ulang nama anda, setelah itu tampilan layar
berubah tekan click to continue dua kali.
c. Setelah itu, anda akan masuk dalam menu pilihan. Tekan span of
immediate memory: chunking akan tampil tulisan are you ready to
begin this program ( apakah anda siap memulai program ini ?)
tekan YES.
d. Tekan tanda panah kanan (
)
2. Dudukkan subjek di kursi yang telah di siapkan.
3. Beri instruksi, pada layar akan tampil beberapa huruf berturut-turut dalam
jangka waktu tertentu. Tugas anda adalah menghafalkan huruf tersebut
dan menuliskannya kembali ke computer tanpa spasi setelah huruf
terakhir tampil. Jika anda sudah siap untuk memulai tekan OK.
4. Bagian pertama adalah kelompok huruf yang tidak bermakna yang terdiri
atas 3, 5, 7, dan 9 huruf.
5. Pada bagian pertama ini terdiri atas 2 bagian. Bagian pertama adalah
latihan. Anda harus melewati bagian ini dulu. Kemudian bagian kedua
adalah soal sebenarnya. Bagian kedua (soal sebenarnya) akan terdiri
atas masing masing 5 soal. Tugas anda adalah mengetikan kembali
huruf tersebut dan setelah selesai menekankan tanda panah kanan.

11

6. Bagian kedua adalah kelompok huruf yang bermakna yang terdiri atas 3,
5, 7, dan 9 kata yang terdiri atas masing masing 3 huruf.
7. Pada bagian kedua ini terdiri atas 2 bagian. Bagian pertama adalah
latihan. Anda harus melewati bagian ini dulu. Kemudia bagian kedua
adalah soal sebenarnya yang terdiri atas masing masing 5 soal. Tugas
anda adalah mengetikan kembali huruf huruf tersebut dan setelah
selesai menekan tanda panah kanan.
8. Di akhir akan diberikan table jumlah kata yang dapat di ingat dengan
benar untuk masing masing kelompok huruf.
9. Ekperimentel mencatat hasil percobaan yang telah dilakukan subjek.
VI.PENCATATAN HASIL
A. Individu
List leght
3
5
7
9
keterangan

A
15
16
22
15

A= Huruf tak dikelempokkan (total Letter corrects)


B= Huruf yang di kelompokkan (total letters corrects)

B. Kelompok
Subjek
Tia

A
95

B
54

Ruri

65

37

Reni

71

40

Yuti

55

45

Nunik

61

35

B
15
17
9
8

12

Ainun

101

59

Linda

88

48

Marta

68

49

keterangan

A= Huruf tak dikelempokkan (total Letters corrects)


B= Huruf yang di kelompokkan (total letters corrects)

VII. PENGOLAHAN HASIL


A. Individu
List length
3
5
7
9

SD

A
15
16
22
15

nn -D1

219 _ 22,5625

B
15
17
9
8

D
0
-1
13
7
D= 19
D=4,75

D2
0
1
169
49
D2 = 219

13

4
3

10,729

th =

= 3, 275

D
SD

4,75
3,275

= 1,450
Tt 5 % = 2,353

dk = n-1 = 4 1 = 3

Th < Tt 5 %

tidak signifikan

Th < Tt 5 % (1,450 < 2,353 ) Maka hipotesis di tolak

Keterangan :

A = Huruf tak dikelompokkan (total letters corrects)


B = Huruf yang dikelompokkan (total letters correct)

B. Kelompok

14

List Length
Reny
Tia
Ruri
Nunik
Linda
Sri
Ainun
Martha

A
71
95
65
61
88
55
101
68

B
40
54
37
35
48
45
59
49

D
31
41
28
26
40
10
42
19

D = 237

D
= 33

SD =

=
=

7,927
8
877,640
8

990,875877,641
7

113,234
7

16,176

= 4,021
Th =
=

D
SD

29,625
4,021

= 7,367
Tt 5%= 1,895
Th > Tt maka hipotesis diterima.
VII.

KESIMPULAN

D
961
1681
784
676
1600
100
1764
361

D
367,966

15

A. Individu
Tidak ada perbedaan ketepatan individu dalam mengingat huruf jika dalam
bentuk kata (chunking). Di lihat dari hasil t hitung = 1,450, t table = 2,353
jadi Th < Tt tidak signifikan maka hipotesis di tolak.
B. Kelompok
Ada perbedaan ketepatan individu dalam mengingat huruf jika dalam
bentuk kata ( chunking ) t hitung = 7.367, t table = 1.895 jadi hipotesis
diterima.
VIII.

PEMBAHASAN
A. Individu
Tidak ada perbedaan ketepatan individu dalam mengingat huruf jika dalam
bentuk kata (chunking). di lihat dari hasil t hitung = 1,450, t table = 2,353
jadi th < tt tidak signifikan maka hipotesis di tolak. kemungkinan dari hasil
ini karena ada faktor variabel yang lain dari subjek yang mungkin bisa
mempengaruhi hasil individu ini.
B. Kelompok
Setelah semua data terkumpul, maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan
ketepatan individu dalam mengingat huruf jika dalam bentuk kata (chunking).
Hal tersebut dapat dilihat dari pengolahan hasil yang menunjukkan hasil yang
signifikan dimana th = 7,367 dan tt = 1,895 jadi th>tt sehingga hipotesis
tersebut diterima. Sehingga pendapat Carlson, Kincaid, Lance, dan Hodgson
(Djiwandono,

2002:164)

yang

menyatakan

bahwa

mahasiswa

yang

menerapkan metode mnemonic dalam belajar mencapai nilai yang lebih


tinggi dibanding mahasiswa yang tidak menggunakannya. Chunking adalah
salah satu sistem mnemonic, sehingga dapat disimpulkan bahwa chunking
dapat membantu mahasiswa dalam mengingat. Kemampuan subjek pada

16

bagian

kedua

yang

menggunakan

metode

chunking

lebih

dibaik

dibandingkan pada bagian pertama.


IX.

KESAN-KESAN SELAMA EKSPERIMEN


A. Kondisi Fisik
1. Ruangan kelas yang di gunakan cukup memadai. namun terlalu banyak
2. Pendingin ruangan dinyalakan.
3. Kursi-kursi berserakan sehingga menggangu proses eksperimen
.
B. Kondisi Psikologis
1. Subjek tampak santai melewati tahap uji coba dan tahap 3 dengan
wajah ceria
2. Subjek melipat tangan pada tahap ke 5 non chunking seperti orang
kebingungan
3. Subjek menghembuskan nafas panjang ketika ingin mengerjakan

X.

bagian tujuh dan sembilan dan menggaruk kepala


KEGUNAAN SEHARI-HARI

1. Dengan eksperimen ini dapat berguna Untuk mengetahui kapasitas memori yang
dimiliki seseorang dan melatih konsentrasi pada saat memasukkan dan menyimpan
stimulus atau kata-kata dalam memori.
2. Dengan eksperimen ini dapat Berguna bagi pelajar untuk menghafal
materimateri yang di berikan oleh pengajar.
3. Dengan eksperimen ini dapat berguna Untuk mengingat pengalamanpengalaman terdahulu yang telah dialami.
4. Dengan eksperimen ini dapat berguna menghapalkan rumus-rumus.
5. Dengan eksperimen ini dapat berguna menghafal cepat.
Makassar,09 Desember 2014
Asisten

Eksperimenter,

17

Nurhikmah

Topan jaya

DAFTAR PUSTAKA
Atkinson, R. C., &Shiffrin, R. M. (1968). Human memory: A Proposed System and its
control processes. Dalam K. W. Spence dan motivation: Vol.2 (hal. 89-195).
New York: Academic Press.
Darwin, Turvey,7 Crowder, 1972; Long & Beaton, 1982; Sams, et al, 1993; Deouell,
Parnes, & Pickard, 2006.
Feldman, R. S. (2012). Pengantar Psikologi. Jakarta: Salembahumanika.
Fieldman,R. S.(2012). Pengantar Psikologi.Jakarta : SalembaHumanika
Ling, J. &Catiling, J. (2012). Psikologi Kognitif. Jakarta Ciracas.

Rogers, T. B., Kuiper, N. A., &Kirker, W. S. (1977). Self-reference and the encoding
of personal information Journal of Personality and Social Psychology, 4, 328350).

Rogers, T. B., Kulper, N. A., &Kirker , W. S. (1977). Self reference and the encoding
of personal information Journal of Personality and Social Psychology,
35,677-688

Stenberg, J. Robert. 2008. Psikologi kognitif. Yogyakarta : Pustaka belajar.


Santrock, J., W. (2004). Psikologi Pendidikan Edisi kedua University of Texas at
Dallas: Penerbit kencana.

18

Wade, C., &Tarvis. C (2007). Psikologi. Jilid 2 edisi kesembilan. Jakarta: Penerbit
Erlangga

19

Fakultas Psikologi
Universitas Bosowa 45 Makassar
CHUNKING
01/EXP/2014
Nama subjek
Umur
Pendidikan
Seks
Tanggal/Jam

:Martha
: 20 Tahun
: SMA
: Perempuan
: 09 / 09 :15

A. Huruf tak di kelompokan


Keterangan
Lists Presented

3
5

5
5

7
5

9
5

Jumlah
20

List Corrected

Total Letters Presented

15

25

35

45

120

Total Letters Corrected

15

16

22

15

68

3
5
5
15
15

5
5
2
25
17

7
5
0
35
9

9
5
0
45
8

Jumlah
20
7
120
39

A. Huruf Dikelompokkan
Keterangan
Lists Presented
List Corrected
Total Letters Presented
Total Letters Corrected

Makassar , 09 November 2014

Nama Tester

:Topan Jaya

Tanda tangan Tester,

20

No. Mhs

: 4511091021