Anda di halaman 1dari 17

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA
I.

Definisi
Dermatitis seboroik (DS) atau Seborrheic eczema adalah peradangan kulit
kronis yang ditandai dengan kemerahan dan skuama dan terjadi pada daerah yang
banyak mengandung kelenjar sebasea seperti wajah dan kulit kepala, presternal
dada, dan pada lipatan kulit. 1
Dermatitis seboroik infantil merupakan erupsi eritematosa, berskuama atau
krusta, utamanya pada area seboroik (area yang mengandung banyak kelenjar
sebasea). Pada bayi biasanya muncul usia 3-14 minggu, membaik kembali secara
spontan usia 8-12 bulan.3

II.

Epidemiologi
Data pasti mengenai insiden dan prevalensi dermatitis seboroik di Indonesia

tidak ditemukan, tetapi penyakit ini diyakini lebih banyak ditemukan daripada
psoriasis. Insidensinya diperkirakan antara 2% - 5% dari populasi. Prevalensinya
40-80% pada pasien dengan acquired immunodeficiency syndrome.3 Sedangkan
di Amerika Serikat prevalensi dari dermatitis seboroik adalah sekitar 1-3% dari
jumlah populasi umum, dan 3-5% terjadi pada dewasa muda. 4 Dermatitis seboroik
lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.1
Prevalensi tertinggi pada anak usia tiga bulan, semakin bertambah umur
anaknya prevalensinya semakin berkurang. Prevalensi semakin berkurang pada
setahun berikutnya dan sedikit menurun apabila umur lebih dari 4 tahun.
Kebanyakan pasien (72%) terserang minimal atau dermatitis seboroik ringan.6
Ketombe yang merupakan bentuk ringan dari dermatitis ini lebih umum dan
mengenai 15 - 20% populasi.4
III.

ETIOLOGI
Penyebab pasti Dermatitis seboroik pada bayi belum diketahui, walaupun

banyak faktor dianggap berperan, termasuk faktor hormonal, genetik dan


lingkungan. Ada yang berpendapat bahwa kesembuhan tipe awal dari dermatitis
seboroik infantil ini disebabkan oleh menurunnya produksi kelenjar sebasea pada
bayi berusia enam bulan.5
1

Selain itu, DS juga dapat dipengaruhi faktor predisposisi. Beberapa


diantaranya yaitu:
a. Hormon
Dermatitis seboroik dijumpai pada bayi dan pada usia pubertas. Pada bayi
dijumpai hormon transplasenta meninggi beberapa bulan setelah lahir dan
penyakitnya akan membaik bila kadar hormon ini menurun. Hormon
yang menstimulasi adalah hormon androgen dari ibu.2
b. Jamur Pityrosporum ovale
Penelitian menunjukkan bahwa Pityrosporum ovale (Malassezia ovale),
jamur lipofilik, banyak jumlahnya pada penderita dermatitis seboroik.
Pityrosporum ovale merupakan flora normal pada kulit orang dewasa,
namun jarang pada anak-anak. Pada anak yang mengalami dermatitis
seboroik, Pityrosporum ovale

jumlahnya meningkat pada beberapa

bagian tubuh.5
c. Perbandingan komposisi lipid di kulit berubah, jumlah kolesterol,
trigliserida, paraffin meningkat dan kadar squelen, asam lemak bebas dan
wax ester menurun.
d. Iklim
e. Genetik status seboroik yang diturunkan
f. Lingkungan
g. Hormon
h. Neurologik (stress).2,7
IV.

PATOFISIOLOGI
Dermatitis seboroik dihubungkan dengan jumlah normal Pityrosporum

ovale (Malassezia ovale) tetapi memiliki respon imun yang abnormal. Sel T
helper, phytohemagglutinin, dan stimulasi concanavalin, dan titer antibodi
menurun dibandingkan dengan orang normal. Kontribusi Malassezia mungkin
akibat aktivitas lipasenyamelepaskan asam lemak bebas inflamasidan asam
lemak tersebut menimbulkan terjadinya inflamasi.4
Gambar 1.1 Malassezia ovale salah satu penyebab dermatitis seboroik

Pertumbuhan P ovale yang berlebihan dapat mengakibatkan reaksi


inflamasi, baik akibat produk metabolitnya yang masuk ke dalam epidermis,
maupun karena sel jamur itu sendiri, melalui aktivasi sel limfosit T dan sel
Langerhans. Selain sebum, dermatitis ini juga dihubungkan dengan Malassezia,
abnormalitas imunologi, dan aktivasi komplemen. 4
Glandula sebasea tersebut aktif pada bayi baru lahir, kemudian menjadi
tidak aktif selama 912 tahun akibat stimulasi hormon androgen dari ibu
berhenti. Meskipun kematangan kelenjar sebasea rupanya merupakan faktor
timbulnya DS, tetapi tidak ada hubungan langsung secara kuantitatif antara
keaktifan kelenjar tersebut dengan suseptibilitas untuk memperoleh DS. 2
Dermatitis Sseboroik dapat diakibatkan oleh proliferasi epidermis yang
meningkat seperti pada psoriasis. Hal ini dapat menerangkan mengapa terapi
dengan sitostatik dapat memperbaikinya. Pada orang yang telah mempunyai
faktor predisposisi, timbulnya DS dapat disebabkan oleh faktor kelelahan, stres
emosional, infeksi, atau defisiensi imun.2 Biasanya juga didukung oleh kondisi
kelembaban udara, perubahan musim, trauma (contoh, digaruk). Derajat
keparahannya bervariasi, dari ketombe ringan sampai eritroderma eksfoliatif.
Dermatitis seboroik bisa memburuk pada penyakit Parkinson dan AIDS.4
V.

MANIFESTASI KLINIS
Kelainan kulit terdiri atas eritema dan skuama yang berminyak dan agak

kekuningan, batasnya agak kurang tegas. Pada bayi, skuama-skuama yang


kekuningan dan kumpulan debris-debris epitel yang lekat pada kulit kepala
disebut cradle cap. Pada daerah supraorbital, skuama-skuama halus dapat terlihat
di alis mata, kulit di bawahnya eritematosa dan gatal, disertai bercak-bercak
skuama kekuningan.2

Dermatitis seboroik yang ringan hanya mengenai kulit kepala berupa


skuama-skuama yang halus, mulai sebagai bercak kecil yang kemudian mengenai
seluruh kulit kepala dengan skuama-skuama yang halus dan kasar. Kelainan
tersebut disebut pitiriasis sika (ketombe, dandruff). Bentuk yang berminyak
disebut pitiriasis steatoides yang dapat disertai eritema dan krusta-krusta yang
tebal. Rambut pada tempat tersebut mempunyai kecenderungan rontok, mulai di
bagian verteks dan frontal. 2
Bentuk yang berat ditandai dengan adanya bercak-bercak yang berskuama
dan berminyak disertai eksudasi dan krusta tebal. Sering meluas ke dahi, glabela,
telinga postaurikular, dan leher. Pada daerah dahi tersebut, batasnya lebih
cembung. Pada bentuk yang lebih berat lagi, seluruh kepala tertutup oleh krustakrusta yang kotor, dan berbau tidak sedap. 2
Menurut usia dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Pada bayi
Pada bayi, dermatitis seboroik dengan skuama yang tebal, berminyak
pada verteks kulit kepala (cradle cap). Kondisi ini tidak menyebabkan
gatal pada bayi sebagaimana pada anak-anak atau dewasa. Pada
umumnya tidak terdapat dermatitis akut (dengan dicirikan oleh oozing
dan weeping). Skuama dapat bervariasi warnanya, putih atau kuning.
Gejala klinik pada bayi dan berkembang pada minggu ke tiga atau ke
empat setelah kelahiran.6
Dermatitis dapat menjadi general. Dermatitis seboroik general pada
bayi dan anak-anak tidak umum terjadi, dan biasanya berhubungan
dengan defisiensi sistem imun. Anak dengan defisiensi sistem imun
yang menderita dermatitis seboroik general sering disertai dengan diare
dan failure to thrive (Leiners disese). Sehingga apabila bayi
menunjukkan gejala tersebut harus dievaluasi sistem imunnya.6
2. Pada remaja dan dewasa
Dermatitis seboroik pada remaja dan dewasa dimulai sebagai skuama
berminyak ringan pada kulit kepala dengan eritema dan skuama pada
lipatan nasolabial atau pada belakang telinga. Pada masa remaja dan
dewasa manifestasi kliniknya biasanya sebagai scalp scaling (ketombe)
atau eritema ringan pada lipatan
VI.

nasolabial pada saat stres atau

kekurangan tidur.6
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Walaupun temuan dermatopatologi tidak spesifik, pemeriksaan KOH 1020% bisa digunakan untuk menyingkirkan tinea kapitis.3
Ciri yang paling membedakan antara dermatitis atopik dan dermatitis
seboroik adalah peningkatan jumlah lesi pada lengan serta di bagian aksila,
dermatitis seboroik infantil didiagnosis dengan menggunakan uji skrining tes
alergi, pada keadaan akut kadar imunoglobulin Ig E mungkin berguna dalam
mendiagnosis dermatitis atopik dan membedakannya dari dermatitis seboroik
infantil.(5)
VII. Diagnosis banding
Diagnosis banding dari penyakit ini beragam di setiap tempatnya, antara
lain:
-

Kepala
: Psoriasis, Dermatitis atopik infantil, tinea kapitis
Saluran telinga
: Psoriasis atau Dermatitis kontak iritan/ alergi
Wajah
: Rosasea, dermatitis kontak, psoriasis, impetigo
Dada dan punggung : Pityriasis versicolor, Pityriasis rosea, Psoriasis
Kelopak mata
: Dermatitis atopik, Psoriasis, Demodex

folliculorum (Demodicosis)
- Daerah intertriginosa: Psoriasis dan Candidiasis
Diagnosis pada dermatitis seboroik dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis
dan gejala klinis. Diagnosis banding dapat ditegakkan berdasarkan keluhan dan
gejala klinis, umur, dan ras. Gambaran klinis yang khas pada dermatitis seboroik
ialah skuama yang berminyak dan kekuningan dan berlokasi di tempat-tempat
seboroik.
Dermatitis seboroik yang menyerang saluran telinga luar mirip otomikiosis
dan otitis eksterna. Pada otomikosis akan terlihat elemen jamur pada sediaan
langsung. Otitis eksterna menyebabkan tanda-tanda radang, jika terdapat pus.
Pada lipatan paha dan perianal dapat menyerupai kandidosis. Pada kandidosis
terdapat eritema berwarna merah cerah berbatas tegas dengan satelit-satelit di
sekitarnya. Kondisi yang menyerupai dermatitis seboroik pada daerah kepala
adalah psoriasis, dermatitis atopi (infantil) dan tinea kapitis pada anak-anak.7.
Psoriasis
Terdapat skuama-skuama yang tebal, kasar, berlapis-lapis, putih seperti
mutiara, dan tidak berminyak disertai tanda tetesan lilin dan Auspitz. Tempat
predileksinya di kulit kepala hingga perbatasan daerah tersebut dengan muka,
umbilicus, daerah ekstensor terutama lutut dan siku, punggung, telapak tangan

dan telapak kaki.2,7 Psoariasis inversa yang mengenai daerah fleksor juga dapat
menyerupai dermatitis seboroik.
Dermatitis atopik infantil (menyerupai dermatitis seboroik muka)
Dermatitis atopik adalah keadaan peradangan kulit kronis dan residif
disertai gatal. Biasanya terjadi pada bayi atau anak-anak. Skuama kering dan
difus, berbeda dengan DS yang skuamanya berminyak dan kekuningan. Selain itu
pada dermatitis atopic dapat terjadi likenifikasi. 7
Tinea kapitis
Tampak eritem dengan tepi yang lebih aktif daripada bagian tengah dan rasa
gatal juga nyeri. Pada tinea kapitis juga dapat ditemukan hifa pada pemeriksaan
sitologik dengan potassium hydroksida (KOH). 7,8
VIII. Pengobatan
Kasus-kasus yang telah mempunyai faktor konstitusi agak sukar
disembuhkan, meskipun penyakitnya dapat terkontrol. Faktor predisposisi
hendaknya diperhatikan, misalnya stres emosional dan kurang tidur. Mengenai
diet, dianjurkan miskin lemak.
Tatalaksana umum
1. Ajari pasien tentang pengendalian daripada pengobatan dermatitis
seboroik
2. Tekankan tentang pentingnya membiarkan sampo medikasi sedikitnya 515 menit sebelum membilas
3. Ajari tentang menggunakan kortikosteroid topikal seperlunya untuk
mengendalikan eritema, skuama, atau rasa gatal
Tatalaksana khusus
Pengobatan sistemik
1. Kortikosteroid
Digunakan pada bentuk yang berat, dosis prednisone 20-30 mg sehari.
Jika telah ada perbaikan, dosis diturunkan perlahan-lahan. Kalau disertai
infeksi sekunder diberi antibiotik.
2. Isotretinoin
Dapat digunakan pada kasus yang rekalsitran. Efeknya mengurangi
aktivitas kelenjar sebasea. Ukuran kelenjar tersebut dapat dikurangi
sampai 90%, akibatnya terjadi pengurangan produksi sebum. Dosisnya
0,1-0,3 mg/kgBB/hari, perbaikan tampak setelah 4 minggu. Sesudah itu
diberikan dosis pemeliharaan 5-10 mg/ hari selama beberapa tahun yang
ternyata efektif untuk mengontrol penyakitnya.
6

3. Ketokonazole
Bila pada sediaan langsung terdapat P. ovale yang banyak dapat diberikan
ketokonazol, dosisnya 200 mg per hari.
4. Narrow band UVB (TL-01)
Pada dermatitis seboroik yang parah juga dapat diobati dengan narrow
band UVB (TL-01) yang cukup aman dan efektif. Setelah pemberian
terapi 3x/minggu selama 8 minggu, sebagian besar penderita mengalami
perbaikan.
Pengobatan topikal
Pada pitiriasis sika dan oleosa, seminggu 2 3 kali scalp dikeramasi selama
5 15 menit, misalnya dengan selenium sufida (selsun). Jika terdapat skuama dan
krusta diberi emolien, misalnya krim urea 10%. Obat lain yang dapat dipakai
untuk dermatitis seboroik ialah:
- ter, misalnya likuor karbonas detergens 2-5% atau krim pragmatar
-

resorsin krim 1-3%

sulfur praesipitatum 4 20%, dapat digabung dengan asam salisilat 3 - 6%

Kortikosteroid, misalnya krim hidrokortison 2,5%.


Pada kasus dengan inflamasi yang berat dapat dipakai kostikosteroid yang
lebih kuat, misalnya betametason valerat, asalkan jangan dipakai terlalu
lama karena efek sampingnya.

Krim ketokonazol 2% dapat diaplikasikan, bila pada sediaan langsung


terdapat banyak P. ovale.

IX.

PROGNOSIS
Dermatitis seboroik dapat sembuh sendiri dan merespon pengobatan topikal

dengan baik. Namun pada sebagian kasus yang mempunyai faktor konstitusi,
penyakit ini agak sukar untuk disembuhkan, meskipun terkontrol. 6 Bisa juga baik
bila faktor-faktor pencetus dapat dihilangkan.3

Pada dermatitis infantil meskipun tanpa pengobatan prognosanya adalah


baik dan kesembuhan dapat diperkirakan dalam beberapa minggu pada kasuskasus yang berat. Setelah sembuh, serangan ulang sangat jarang terjadi.5

BAB II
LAPORAN KASUS
Identitas
Nama
Jenis kelamin
Umur
Alamat
Pendidikan
Agama
Suku
Tinggi badan
Berat badan
Tanggal pemeriksaan

: Nn.D
: Perempuan
: 7 tahun
: Siteba
: Siswi SD Kelas 1
: Islam
: Minang
: 105 cm
: 25 Kg
: 16 januari 2015

Anamnesis
Alloanamnesis dengan ibu pasien
Keluhan Utama
Timbul bercak-bercak putih bersisik di kulit kepala yang terasa gatal sejak
6 bulan yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang
Timbul bercak-bercak putih bersisik di kulit kepala yang terasa gatal sejak
6 bulan yang lalu
Awalnya saat umur tiga bulan timbul bercak putih di kulit kepala seukuran
uang logam,terasa gatal,namun gatal menghilang jika digaruk, gatal hilang
timbul dan sering muncul jika berkeringat, bercak putih tidak nyeri dan
tidak menyebar ke dahi atau ke leher,
Enam bulan terakhir bercak putih di kulit kepala semakin banyak dan
tertutup sisik putih yang tebal
Gatal ada, bila berkeringat, bila gatal pasien menggaruk kepalanya, gatal
berkurang
Bercak-bercak putih juga ditemukan di belakang telinga pasien, gatal ada
jika berkeringat, bila gatal pasien menggaruk kepalanya gatal berkurang
Riwayat sering bermain di luar rumah dan berpanas-panasan ada

Riwayat menggunakan kerudung di sekolah ada


Riwayat rambut rontok ada sedikit, jika rambut disisir
Riwayat kepala berminyak tidak ada
Riwayat kepala berbau tidak ada
Riwayat berobat sebelumnya ada ke bidan 3 bulan yang lalu, di beri obat
minum berupa puyer 1x/ hari, dan sirup 2x/hari namun ibu pasien tidak
tahu isi obatnya apa,keluhan tidak berkurang
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat timbul bercak putih bersisik sebelumnya ada sejak usia 3 bulan
Riwayat berkeringat banyak hingga kulit tampak berminyak disangkal
Riwayat Penyakit keluarga/atopi
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti pasien
Riwayat alergi makanan tidak ada
Riwayat bersin-bersin pagi hari tidak ada
Riwayat sesak nafas jika terkena debu tidak ada
Riwayat alergi pada keluarga tidak ada
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan umum
Kesadaran
Suhu
Tinggi
Berat badan
BMI
Status gizi
Pemeriksaan thorak
Pemeriksaan abdomen
Pemeriksaan ekstremitas

: tampak sakit ringan


: composmentis cooperatif
: afebris
: 105 cm
: 25 kg
: 22 kg/m2
: baik
: diharapkan dalam batas normal
: diharapkan dalam batas normal
: diharapkan dalam batas normal

10

Status Dermatologikus
Lokasi
Distribusi
Bentuk
Susunan
Batas
Ukuran
Effloresensi

: kulit kepala
: terlokalisir
: tidak khas
: tidak khas
: tegas
: plakat
: plak eritem, skuama keputihan halus dan
kasar

11

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan KOH

Timbul bercak-bercak putih

Resume

bersisik di kulit kepala yang terasa gatal sejak 6 bulan yang lalu
Awalnya saat umur tiga bulan timbul bercak putih di kulit kepala seukuran
uang logam,terasa gatal,namun gatal menghilang jika digaruk, gatal hilang
timbul dan sering muncul jika berkeringat, bercak putih tidak nyeri dan
tidak menyebar ke dahi atau ke leher
Enam bulan terakhir bercak putih di kulit kepala semakin banyak dan
tertutup sisik putih yang tebal
Gatal ada, bila berkeringat, bila gatal pasien menggaruk kepalanya, gatal
berkurang
Bercak-bercak putih juga ditemukan di belakang telinga pasien, gatal ada
jika berkeringat, bila gatal pasien menggaruk kepalanya gatal berkurang
Riwayat sering bermain di luar rumah dan berpanas-panasan ada
Riwayat menggunakan kerudung di sekolah ada
12

Riwayat rambut rontok ada sedikit, jika rambut disisir


Riwayat berobat sebelumnya ke bidan 3 bulan yang lalu, di beri obat
minum berupa puyer 1x/ hari, dan sirup 2x/hari namun ibu pasien tidak
tahu isi obatnya apa,keluhan tidak berkurang
Riwayat timbul bercak putih bersisik sebelumnya ada sejak usia 3 bulan
Dari pemeriksaan fisik ditemukan lesi di kulit kepala, terlokalisir, bentuk
dan susunan tidak khas, batas tegas, ukuran plakat, effloresensi plak
eritema disertai skuama keputihan halus dan kasar.
Diagnosis Kerja
Dermatitis seboroik
Diagnosis Banding
Psoriasis
Tinea Kapitis
Penatalaksanaan
1. Umum
Menjelaskan kepada ibu pasien bahwa penyakit ini merupakan penyakit
yang berhubungan dengan peningkatan produksi keringat, bisa disebabkan
multifaktor, seperti stress, kelembaban yang meningkat, faktor fisik.
Menjaga kulit kepala tetap kering, dengan tidak berpanas-panasan
Mencuci rambut setiap dua hari sekali,
Mengurangi konsumsi makanan berlemak
Kontrol 1 minggu lagi
2. Khusus

13

Sistemik:
Tablet cetirizine 10 mg 1x1 hari
Tablet isotretinoin 10 mg x1 hari
Topikal:
Krim Hidrokortison 2,5% setelah mandi
Selenium sulfide 3x/minggu, dipakai sebelum mencuci rambut, didiamkan
5-15 menit, kemudian bilas

Prognosis
Quo ad sanationam

: bonam

Quo ad vitam

: bonam

Quo ad kosmetikum : bonam


Quo ad functionam

: bonam

Resep
dr. Dewi Fitri
Praktek Umum
SIP : 0910312104
Setiap hari Senin-Jumat
Pukul 19.00-21.00
Jln. Perintis Kemerdekaan no. 41 Padang (07519911123)
Padang, 22 januari 2015
14

R/ cetirizine tab 10 mg No X
S 1dd tab 1 (bila gatal)
R/ tab isotretinoin 10 mg No. X
S
1dd tab
R/ Hidrocortison cr 2,5% tube No. I
S ue (oles tipis sesudah mandi)
R/ selenium sulfida shampoo 1,8 % No.I
S ue (3x seminggu, sebelum mandi, diamkan) selama 5-15 menit
Pro
: Nn. D
Umur : 7 tahun
Alamat : Siteba

DISKUSI
Telah dilaporkan suatu kasus seorang pasien perempuan usia 7 tahun
dengan diagnosis kerja dermatitis seboroik. Diagnosis ditegakkan berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Dari anamnesis didapatkan bercak-bercak putih bersisik yang disertai gatal
sejak 6 bulan yang lalu, Timbul bercak-bercak putih bersisik di kulit kepala yang
terasa gatal sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya saat umur tiga bulan timbul bercak
putih di kulit kepala seukuran uang logam,terasa gatal,namun gatal menghilang
jika digaruk, gatal hilang timbul dan sering muncul jika berkeringat, bercak putih
tidak nyeri dan tidak menyebar ke dahi atau ke leher. Enam bulan terakhir bercak
putih di kulit kepala semakin banyak dan tertutup sisik putih yang tebal. Gatal
ada, bila berkeringat, bila gatal pasien menggaruk kepalanya, gatal berkurang.
Bercak-bercak putih juga ditemukan di belakang telinga pasien, gatal ada jika
berkeringat, bila gatal pasien menggaruk kepalanya gatal berkurang. Riwayat
15

sering bermain di luar rumah dan berpanas-panasan ada. Riwayat menggunakan


kerudung di sekolah ada. Riwayat rambut rontok ada sedikit, jika rambut disisir.
Riwayat kepala berminyak tidak ada. Riwayat kepala berbau tidak ada. Riwayat
berobat sebelumnya ada ke bidan 3 bulan yang lalu, di beri obat minum berupa
puyer 1x/ hari, dan sirup 2x/hari namun ibu pasien tidak tahu isi obatnya
apa,keluhan tidak berkurang. Riwayat timbul bercak putih bersisik sebelumnya
ada sejak usia 3 bulan. Riwayat berkeringat banyak hingga kulit tampak
berminyak disangkal.
Dari pemeriksaan fisik ditemukan lesi di kulit kepala, terlokalisir, bentuk
dan susunan tidak khas, batas tegas, ukuran plakat, effloresensi plak
hipopigmentasi disertai skuama halus yang tebal. Dari anamnesis dan pemeriksaa
fisik dapat kita tegakkan diagnosis dermatitis seboroik dan bisa didiagnosis
banding dengan tinea kapitis.
Pasien diberikan terapi umum dengan menjelaskan kepada ibu pasien
penyebab penyakit pasien akibat peningktan kerja dari kelenjer keringat, yang
disebabkan oleh berbagai faktor, menjaga kulit kepala tetap kering, mencuci
rambut dua kali per hari. Tepai khusus diberikan cetirizine tablet 1x per hari dan
shampoo selenium sulfida 1,8% dipakai 3x seminggu sebelum mencuci rambut 515 menit.

16

DAFTAR PUSTAKA
1. Juanda A, Dermatosis eritroskuamosa. Dalam Juanda A, Hamzah M, Aisah
S, Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi keempat. Cetakan kedua. Jakarta
: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ; 2005 : 200-2.
2. Williams H, Bigby M.. Dermatology an Illustrated colour text. Ed3th.
Edinburgh London,2002. P.34.
3. Hatmoko. Dermatitis seboroik. [online] 2010 Sep 09 [cited 20011 Okt 20];
Available from; URL: http://www.emedicine.com.
4. Plewig G. Seborrheic dermatitis. In Fitzpatrick TB, Eisen AZ, Wolff K,
Freedberg IM, Austen KF. Dermatology in general medicine. Volume 1.
Fourth edition. United States of America : Mc Grow Hill ; 1993 : 1569-73.
5. Goldstein BG, Goldstein AO. Dalam Dematologi praktis. Cetakan
pertama. Jakarta : Hipokrates ; 1998 : 188-90
6. Barakbah J, Pohan SS, Sukanto H, Martodihardjo S, Agusni I, Lumintang
H, et al. Dermatitis seboroik. Atlas penyakit kulit dan kelamin. Cetakan
ketiga. Surabaya : Airlangga University Press ; 2007 : 112-6
7. Reeves JRT, Maibach H. Dermatitis seboroika. Atlas dermatologi klinik.
Cetakan pertama. Jakarta : Hipokrates ; 1990 : 1-3

17