Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH

KEPERAWATAN GERONTIK
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
ARTHRITIS REUMATOID

OLEH :

Steffy Marliani Safitri . Y .

0826010332

JURUSAN KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
TRI MANDIRI SAKTI
BENGKULU
2010/2011
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT atas rahmat dan taufikNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini yang berjudul Asuhan Keperawatan
keluarga pada lansia.
Penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan yang belum
terjangkau oleh penulis, maka penulis mengharapkan kritik dan saran serta masukan
yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Ibu Ns. Neni Triana S. Kep selaku dosen mata kuliah Komunitas II
dan beberapa pihak yang membantu dalam penulisan makalah ini.
Semoga amal baik yang telah diberikan kepada kami mendapat imbalan yang
setimpal dari Allah SWT, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bengkulu,

Juni 2013

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................

KATA PENGANTAR...........................................................................................

ii

DAFTAR ISI........................................................................................................

iii

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang............................................................................

1.2. Batasan Masalah..........................................................................

1.3. Tujuan..........................................................................................

1.4. Metode Penulisan........................................................................

BAB II

TINJAUAN TEORITIS.....................................................................

BAB III

TINJAUAN KASUS..........................................................................

3.1. Pengkajian .................................................................................

3.2. Analisa Data ..............................................................................

12

3.3. Prioritas Masalah........................................................................

14

3.4. Rencana Asuhan Keperawatan...................................................

15

BAB IV

PENUTUP
4.1. Kesimpulan................................................................................

23

4.2. Saran .........................................................................................

24

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Arthritis rheumatoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian
(biasanya tangan dan kaki) secara sistematis mengalami peradangan sehingga
menjadi pembengkakan dan nyeri pada sendi.
Penderita arthritis rheumatoid di seluruh dunia telah mencapai angka 355
juta jiwa, artinya 1 dari 6 orang di dunia ini menderita rheumatoid. Diperkirakan
angka ini terus meningkat hingga tahun 2025 dengan indikasi lebih dari 25%
akan mengalami kelumpuhan (http://www.tempo.co.id). Organisasi kesehatan
dunia (WHO) melaporkan bahwa 20%, penduduk dunia terserang penyakit
arthritis rheumatoid. Dimana 5-10% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan
20% mereka yang berusia 55 tahun (Taja, 1996).
Arthritis rheumatoid kira-kira 2,5 kali lebih sering menyerang wanita
dari pada pria. Insiden meningkat dengan bertambahnya usia, terutama pada
wanita. Insiden puncak adalah antara usia 40-60 tahun. Penyakit ini menyerang
orang-orang di seluruh dunia dari berbagai suku bangsa. Sekitar 1% orang
dewasa menderita arthritis rheumatoid yang jelas dan dilaporkan bahwa di
Amerika Serikat setiap tahun kira-kira 750 kasus baru per satu juta penduduk.

1.2. Batasan Masalah


Kelompok 2 hanya membahas tentang konsep teori dan asuhan
keperawatan dari arthritis rheumatoid.

1.3. Tujuan
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui tentang konsep teori dan asuhan keperawatan pada
lansia yang menderita arthritis rheumatoid.
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui definisi arthritis rheumatoid ?
2. Untuk mengetahui etiologi arthritis rheumatoid ?
3. Untuk mengetahui tanda dan gejala arthritis rheumatoid ?
4. Untuk mengetahui patofisiologi arthritis rheumatoid ?
5. Untuk mengetahui akibat lanjut arthritis rheumatoid ?
6. Untuk mengetahui cara pencegahan arthritis rheumatoid ?
7. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada arthritis rheumatoid ?

1.4. Metode Penulisan


Penulisan makalah ini menggunakan metode penulisan yang berdasarkan
literatur dan metode pustaka.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1. Definisi
Rematik atau arthritis (radang seni) adalah penyakit yang mengenai otot
skelet, tulang, ligamentum, tendon dan persendian baik pada laki-laki maupun
wanita dengan segala usia. Hal ini bisa disebabkan oleh stress mekanis,
perubahan pelumasan dan imobilitas (Brunner dan Suddarth, 2001).

2.2. Etiologi
1. Proses Menua
Seiring dengan bertambahnya usia, struktur anatomis dan fungsi organ
mulai mengalami kemunduran. Pada lansia cairan sinovial pada sendi mulai
berkurang sehingga pada saat pergerakan terjadi gesekan pada tulang yang
menyebabkan nyeri.
2. Inflamasi
Inflamasi meliputi serangkaian tahapan yang saling berkaitan.
Antibodi immunoglobulin membentuk kompleks imun dengan antigen.
Fagositosis kompleks imun akan dimulai dengan menghasilkan reaksi
inflamasi (pembengkakan, nyeri, serta oedema pada sendi).

3. Degenerasi
Degenerasi

kartilago

artikuler

disebabkan

oleh

gangguan

keseimbangan fisiologis antara stress mekanis dan kemampuan jaringan


sendi untuk bertahan terhadap stress tersebut. Kartilago artikuler maupun
tulang yang normal tetapi beban (gaya yang dihasilkan oleh berat tubuh)
yang berlebihan pada sendi secara fisiologis masih layak tetapi kartilago
artikuler atau tulangnya tidak normal.
4. Perubahan Pelumasan
Di samping perubahan pada kartilago artikuler dan tulang subkondrial,
pelumasan juga merupakan faktor degenerasi, bersama dengan beban sendi
(gaya yang dipikul lewat sendi), pelumasan bergantung pada lapisan tipis
cairan interstisial yang terpecah dari kartilago ketika terjadi kompresi antar
permukaan sendi yang berlawanan.
5. Imobilitas
Degenerasi kartilago akibat mobilitas sendi dapat terjadi akibat
gangguan pemompaan lubrikasi yang terjadi pada gerakan sendi.
6. Kegemukan (obesitas)
Menyebabkan beban yang berlebihan pada sendi dan tulang.
7. Cidera/trauma yang menyebabkan kerusakan tulang ataupun sendi.
8. Faktor hormonal.

2.3. Tanda dan Gejala


Gejala klinis penyakit ini sangat bervariasi. Hal ini bergantung pada sendi
yang terkena, lama dan intensitasnya. Gejala biasanya berkembang secara
berangsur-angsur dengan progresif.
1. Nyeri
Nyeri merupakan gejala yang umum pada penyakit ini. Biasanya
bersifat kambuhan, tumpul dan pegal-pegal dan akan terasa bila sendi yang
bersangkutan digerakkan terlalu lama. Nyeri biasanya timbul pada waktu
dingin di pagi hari.
2. Spasme otot dan kekakuan
Terjadi di pagi hari, aktivitas ringan biasanya dapat menghilangkan
kekakuan.
3. Pergerakan terbatas
Dapat terjadi karena pengaruh nyeri atau sebagai akibat dari kurang
digunakannya sendi yang bersangkutan.
4. Pembengkakan sendi
5. Sendi berbunyi
6. Rasa lelah dan lesu
7. Kesulitan tidur yang bisa terjadi akibat dari nyeri
8. Susah berjalan
9. Rasa kesemutan pada kaki/tangan
10. Berat badan menurun dan nafsu makan berkurang.
5

2.4. Patofisiologi
Arthritis rheumatoid adalah suatu penyakit peradangan kronik yang
menyebabkan degeneratif jaringan ikat. Biasanya jaringan ikat yang pertama kali
mengalami kerusakan adalah jaringan ikat yang membentuk lapisan sendi yaitu
membran sinovial.
Pada arthritis rheumatoid, peradangan berlangsung terus menerus dan
menyebar ke struktur-struktur sendi di sekitarnya termasuk tulang rawan sendi
dan kapsul fibrosa sendi, akhirnya ligamentum dan tendon ikut meradang.
Peradangan ditandai oleh penimbunan sel darah putih, pengaktifan komplemen,
fagositosis ekstensif, dan pembentukan jaringan parut.
Pada peradangan kronik, membran sinovial mengalami hipertrofi dan
menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel
dan respon peradangan berlanjut. Sinovial yang menebal kemudian dilapisi oleh
jaringan granular yang disebut panus. Panus dapat menyebar ke seluruh sendi
sehingga semakin merangsang pandangan dan pembentukan jaringan parut.
Proses ini secara lambat merusak sendi dan menimbulkan nyeri hebat serta
deformitas (Elizabeth J. Corwin, 2000).

2.5. Akibat Lanjut


1. Nyeri pada sendi yang dapat mengganggu aktivitas.
2. Tulang mudah patah
3. Tulang keropos
6

4. Demam terus menerus


5. Daya tahan tubuh menurun
6. Berat badan menurun
7. Anemia

2.6. Pencegahan
1. Istirahat yang cukup
2. Hindari kerja berat
3. Makan makanan tinggi kalsium
4. Olah raga yang teratur
5. Berjemur di pagi hari
6. Kurangi makanan yang mengandung asam urat seperti hati-limpa.
7. Bayam, kangkung, kol, keju, makanan kaleng, dll.

2.7. Perawatan Rematik


1. Kompres hangat pada sendi yang nyeri.
2. Olah raga teratur
3. Mengatur keseimbangan antara istirahat dan aktivitas
4. Tidak bekerja terlalu berat
5. Makanan tinggi protein, vitamin C dan zat besi
6. Mengatur diet untuk menurunkan berat badan terutama pada penderita.

2.8. WOC
Stress mekanik
Elastisitas kartilago
menurun
Kartilago atrofi
Klasifikasi dengan
ligamentum

Proses penuaan
sendi

Imobilitas

Perubahan
pelumasan

Gangguan
pemompaan
lubrikasi

Kompresi antara
permukaan sendi
meningkat

Efusi sendi

Pelumasan
menurun

Sinovitis Skunder

Degenerasi sendi

REMATIK

Peradangan pada
sendi

Kompleks antibodi
dan antigen

Komplek antibodi
dan antigen

Pembentukan leukoisien dan


prostaglandin

Reaksi inflamasi

Rusaknya
muskuloskeletal

Bengkak, oedema,
nyeri

Kekuatan otot
menurun

MK : Nyeri
gangguan
mobilitas

Kelemahan
MK : Intoleransi
aktivitas kurang
perawatan diri
8

Pembentukan pennus
penghancuran kartilago
Erosi tulang
Deformitas
Patah
MK : Gangguan
mobilitas fisik

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KASUS

3.1. Pengkajian
1. Identitas Klien
Nama

: Ny. A

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 69 Tahun

Agama

: Islam

Status Perkawinan

: Menikah

Pendidikan Terakhir

: Tidak pernah sekolah (buta aksara)

Pekerjaan

: Tani

Alamat

: Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu

Tanggal Masuk Panti

: 17 Agustus 2008

2. Alasan Masuk Panti


Klien masuk panti karena klien tidak punya rumah. Rumah klien
dikontrakkan dengan orang lain, anak klien pergi meninggalkan klien
sebelum klien masuk panti.
3. Riwayat Kesehatan Dahulu
Ny. A sudah lama terserang arthritis rheumatoid, jika terserang arthritis
rheumatoid Ny. A tidak dapat berjalan.

4. Riwayat kesehatan sekarang


Ny. A mengatakan saat ini ia mengalami arthritis rheumatoid, Ny. A sudah
menggerakan kakinya, lutut Ny. A terlihat bengkak dan merah.
5. Riwayat kesehatan keluarga
Ny. A mengatakan keluarganya tidak ada yang mengalai arthritis rheumatoid
dan penyakit keturunan lainnya.
6. Kebiasaan Sehari-hari
N
Jenis Kebutuhan
o
1 Pola Nutrisi
a.

Sebelum Sakit

Sesudah Sakit

Mak
an

Nasi + lauk pauk

Nasi + lauk pauk

3 x sehari

3 x sehari

Jenis

1 porsi

1 porsi

Frekuensi

Air putih

Air putih

Bila haus

Bila haus

Porsi

7-8 gelas/hari

7-8 gelas/hari

b.

Min
um

Jenis

Frekuensi

Banyaknya
2 Pola Eliminasi

10

a. BAB

Lembek

Lembek

Konsistensi

2 x sehari

2 x sehari

Khas

Khas

Kuning jernih

Kuning jernih

Bau

5 x sehari

4 x sehari

Khas

Khas

8 jam / hari

6-7 jam / hari

Waktu

2 jam

1 jam

6 jam

5 jam

Siang

Tidak ada

Ada (insomnia)

Frekuensi

b. BAK

Konsisten

Frekuensi

Bau
3 Pola Tidur dan Istirahat

Malam

Gangguan Tidur
7. Hubungan Sosial
a. Hubungan antar keluarga
Ny. A sering dikunjungi keluarga setiap satu minggu sekali.

11

b. Hubungan dengan orang lain


Ny. A termasuk orang yang ramah namun Ny. A sering marah dengan
anggota wisma Kenanga karena anggota Wisma kenangan ada yang tidak
bisa menjaga kebersihan.
8. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan

Hasil Pemeriksaan

Keadaan Umum

140/90 mmHg

TD

88 x / menit

Nadi

37,5oC

Suhu

25 x / menit

Respirasi

Tidak ada benjolan, rata, keadaan rambut bersih, tidak

ada ketombe, rambut putih

Kepala

Simetris ka/ki konjungtiva tidak anemis, reflek pupil


(+) tidak ikterik
Simetris ka/ki, tidak ada sekret, dan pernah terjadi popil

Sistem
penglihatan

Mukosa mulut basah


Kering

Sistem penciuman Gigi ompong bagian bawah geraham dan seri, caries
tidak ada.

Mulut

Bersih

Simetris

ka/ki,

serumen

tidak

Bibir

pendengaran tidak ada

Ada pembesaran kelenjar typoid.

Gigi

I : Simetris
P : Fremitus ki/ka

P : Sonor kedua paru


A : Suara napas kadang wheezing
12

ada,

gangguan

Lidah

Volume : 8 l/menit

Bunyi vaskuler, TD : 140/90 mmHg, N : 88 x / menit

Telinga

Tidak ada pembengkakan, bising usus normal (80


x/menit)

Atas : Simetris ka/ki, tidak terdapat gangguan

Leher

Bawah : simetris, ada bengkak dan merah pada bagian

sendi lutut

Thorak

Bercak pada kulit, lesi pada bagian kulit.

Jantung

Abdomen

Ekstremitas

Kulit
3.2. Analisa Data
No
1 DS :

Data Senjang

Penyebab
Masalah
Ketidakmampuan
Nyeri akut
klien dalam merawat pada Ny. A
dirinya
dengan
penyakit
arthritis

Klien

mengatakan nyeri pada kakinya.

13

Klien

rheumatoid

mengatakan bahwa kakinya bengkak dan


merah

Klien
mengatakan nyerinya datang secara tibatiba.
DO :

Klien

tampak

Klien

tampak

gelisah

meringis ketika dilakukan pemeriksaan


Palpasi pada kaki

Kaki
klien
nampak bengkak dan merah

Skala Nyeri (67)


TTV :

TD : 140/90 mmHg
N : 88 x / menit
RR : 25 x / menit
S : 37,5oC
2 DS :

Ketidakmampuan
Klien
klien dalam merawat
dengan
mengatakan kalau banyak beraktivitas dirinya
penyakit
arthritis
kakinya terasa nyeri.
rheumatoid

Klien
mengatakan
digerakkan

kakinya

sulit

untuk

Klien
mengatakan kakinya terasa kaku

14

Gangguan
mobilitas
fisik pada
Ny. A

DO :

Klien

tampak

Klien

tampak

Klien

tampak

sering tidak bergerak

diam

banyak istirahat
TTV :

TD : 140/90 mmHg
N : 88 x / menit
RR : 25 x / menit
S : 37,5oC

Klien nampak

dibantu oleh perawat panti ketika ingin


BAB dan BAK

3.3. Prioritas Masalah


1. Nyeri akut pada Ny. A berhubungan dengan ketidakmampuan klien dalam
merawat dirinya akibat arthritis rheumatoid.
No

Kriteria

1 Sifat masalah aktual


2 Kemungkinan masalah
dapat diatasi = sebagian
3 Potensial untuk dicegah
= cukup
4 Menonjol
masalah
(masalah dirasakan)

Skor

Pembenaran

3/3 x 1 = 1 Masalah bersifat aktual karena Ny. A


mengalami gangguan mobilisasi
1/2 x 2 = 1 Adanya keinginan klien untuk merubah
gangguan rasa nyaman = nyeri
2/3 x 1 = Masalah sudah terjadi dan sudah
2/3
berlangsung lama
2/2 x 1 = 1 Klien merasakan ada masalah

15

Total Skor

3 2/3

2. Gangguan mobilisasi fisik pada Ny. A berhubungan dengan ketidakmampuan


klien merawat dirinya dengan penyakit arthritis rheumatoid
No

Kriteria

Skor

Pembenaran

1 Sifat masalah aktual

3/3 x 1 = 1 Masalah bersifat aktual karena Ny. A


mengalami gangguan mobilisasi
2 Kemungkinan masalah 1/2 x 2 = 1 Adanya keinginan sebagian klien untuk
dapat diatasi sebagian
merubah gangguan rasa nyaman
3 Potensial untuk dicegah 2/3 x 1 = Masalah sudah terjadi dan sudah
= cukup
2/3
berlangsung lama
4 Menonjol
masalah 2/2 x 1 = 1 Klien merasakan ada masalah
(masalah
yang
dirasakan)
Total Skor
3 2/3

16

3.4. Rencana Asuhan Keperawatan Arthritis Rheumatoid


N
Diagnosa
o
Keperawatan
1 Nyeri akut pada Ny. A
berhubungan dengan
ketidakmampuan klien
merawat dirinya akibat
penyakit
arthritis
rheumatoid

Tujuan
Kriteria
Standar
Intervensi
Tupan
Tupen
Selama perawatan 3 x Setelah 1 x 30 menit
24 jam diharapkan diharapkan klien mampu
nyeri akut pada klien :
berkurang/hilang
1. Mengenal masalah
arthritis rheumatoid
Menyebutkan definisi Respon Arthritis
rheumatoid
adalah 1.1.1. Kaji pengetahuan klien
dari
arthritis verbal
penyakit infeksi menahun yang
tentang arthritis rheumatoid
rheumatoid
tidak diketahui penyebabnya, 1.1.2. Beri reinforcement (+) atas
ditandai dengan kerusakan dan
jawaban yang benar.
gangguan sendi yang menyebabkan 1.1.3. Diskusikan bersama klien
perubahan bentuk sendi
tentang arthritis rheumatoid.
1.1.4. Beri kesempatan untuk
bertanya.
Menyebutkan
penyebab arthritis Respon Penyebab arthritis rheumatoid 1.2.1.
Kaji pengetahuan klien
rheumatoid
verbal
adalah :
tentang penyebab arthritis
a.
Proses menua
rheumatoid
b.
Keturunan
1.2.2.
Beri reinforcement (+)
c.
Cidera
atas jawaban yang benar.
d.
Infeksi tulang
1.2.3.
Diskusikan bersama klien
e.
Kegemukan
tentang penyebab arthritis
(obesitas)
rheumatoid
1.2.4.
Beri reinforcement (+)
Menyebutkan tanda
atas jawaban yang benar.
17

dan gejala arthritis Respon


rheumatoid
verbal

2. Mengambil
keputusan yang tepat
untuk merawat klien
dengan
Mengetahui
akibat
lanjut
dari Respon
penyakit arthritis verbal
rheumatoid

Memutuskan untuk
merawat
klien Respon
dengan penyakit verbal
18

1.3.1.

Kaji pengetahuan klien


Tanda
dan
gejala
arthritis
tentang tanda dan gejala
rheumatoid adalah :
arthritis rheumatoid
a. Nyeri sendi dan kaku
1.3.2.
Beri reinforcement (+)
b. Rasa kesemutan pada kaki/
atas jawaban yang benar.
tangan
1.3.3.
Diskusikan bersama klien
c. Persendian
bengkak,
tentang tanda dan gejala
pergerakan terbatas
arthritis rheumatoid
d. Sendi berbunyi
1.3.4.
Beri reinforcement (+)
e. Berat badan menurun
atas jawaban yang benar.
f. Nafsu makan berkurang
g. Demam

2.1.1.

Kaji pengetahuan klien


Klien dapat menyebutkan akibat
tentang akibat lanjut dari
lanjut dari penyakit arthritis
arthritis rheumatoid
rheumatoid pada Ny. A adalah 2.1.2.
Beri reinforcement (+)
ketidakmampuan beraktivitas.
atas jawaban yang benar.
2.1.3.
Motivasi klien untuk
mengulang kembali akibat
lanjut dari arthritis rheumatoid
2.1.4.
Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar.
2.2.1.
Klien memutuskan untuk merawat

Motivasi klien untuk


merawat dirinya dengan

arthritis
rheumatoid
3.

dirinya dengan penyakit arthritis


penyakit arthritis rheumatoid
rheumatoid
2.2.2.
Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar.

Dalam 30 menit
klien mampu merawat
dirinya sendiri dengan
penyakit
arthritis
rheumatoid
Menyebutkan
cara
menanggulangi
Respon
penyakit arthritis verbal
rheumatoid

4. Setelah 1x30 menit


pertemuan
klien
mampu
memodifikasikan
lingkungan
untuk
dirinya
dengan
arthritis rheumatoid
Mempertahankan
19

Klien dapat menyebutkan cara


merawat dirinya sendiri, yaitu :
1. Membiasakan
diri
untuk
melatih gerakan aktif dan pasif.
2. Kompres hangat pada sendi
yang sakit dan bengkak.
3. Olahraga teratur
4. Tidak bekerja terlalu berat
5. Makanan
tinggi
protein,
vitamin C dan zat besi
6. Mengatur diet

Kaji pengetahuan klien tentang


perawatan diri.
Beri reinforcement (+) atas jawaban
yang benar.
Diskusikan dengan klien tentang
perawatan dirinya.
Beri reinforcement (+) atas jawaban
yang benar.

lingkungan yang Respon


kondusif.
verbal

5. Setelah 1x30 menit


pertemuan
klien
mampu menggunakan
yankes (klinik panti)
Menjelaskan yankes,
manfaat
dan Respon
jadwal
verbal

Mengunjungi yankes
Psiko
motor

20

4.1.1.

Kaji pengetahuan klien


Lingkungan yang kondusif untuk
tentang lingkungan yang
klien dengan arthritis rheumatoid
bersih, aman dan nyaman.
adalah :
4.1.2.
Motivasi klien untuk
1. Lingkungan yang bersih
mempertahankan
kondisi
2. Lingkungan yang aman
lingkungannya yang bersih
3. Lingkungan yang nyaman
aman dan nyaman.
4.1.3.
Beri reinforcement (+)
atas ungkapan klien yang
benar.

Klinik panti setiap hari senin-rabu 5.1.1. Menjelaskan yankes dan


jam 08.00-11.00 Wib
manfaatnya.
5.1.2. Jelaskan jadwal yankes
5.1.3. Beri kesempatan klien
untuk bertanya
5.1.4. Beri reinforcement (+) atas
tanggapan klien yang benar/
baik.
Motivasi klien untuk
menggunakan yankes
jukkan kartu berobat
Beri reinforcement (+)

Menun 5.2.2.
jukkan obat-obatan yang dipakai.

Menun 5.2.1.

2 Resiko
Gangguan
mobilisasi fisik pada
Nnk. U berhubungan
dengan
ketidakmampuan
Keluarga merawat nnk
U anggaota keluarga
Tn H dengan masalah
arthritis rheumatoid

Setelah 4 x 45 menit
diharapkan
klien
mampu:
1. Mengenal masalah Respon
gangguan mobilisasi verbal
1.1.
Menyebutkan
pengertian
dari
mobilisasi.

Mobilisasi adalah kemampuan 1.1.1. Kaji pengetahuan keluarga


seseorang bergerak secara bebas
tentang arthritis rheumatoid
mudah teratur dan mempunyai 1.1.2. Beri reinforcement (+) atas
tujuan dalam rangka pemenuhan
jawaban yang benar
kebutuhan hidup sehat
1.1.3. Diskusikan bersama klien
tentang mobilisasi
1.1.4. Beri reinforcement (+) atas
jawaban yang benar

1.2.

Menyebutkan Respon
faktor-faktor
verbal
penyebab
gangguan
mobilisasi

Faktor-faktor penyebab gangguan 1.2.1.


Kaji
pengetahuan
mobilisasi adalah :
keluarga dan klien tentang
1. Gaya hidup
faktor-faktor
penyebab
2. Ketidakmampuan
gangguan mobilisasi.
3. Tingkat energi
1.2.2.
Beri reinforcement (+)
4. Usia
atas jawaban yang benar
1.2.3.
Diskusikan
bersama
keluarga dan klien tentang
faktor-faktor
penyebab
gangguan mobilisasi
1.2.4.
Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar

1.3.

Menyebutkan Respon
tanda dan gejala verbal

Tanda dan gejala


mobilisasi adalah :

21

gangguan 1.3.1.

Kaji pengetahuan klien


tentang tanda dan gejala

gangguan
mobilisasi

1.
2.
3.
4.

2. Mengambil
keputusan yang tepat
untuk merawat klien
dengan
Respon
2.1. Akibat lanjut dari verbal
gangguan
mobilisasi

Respon
2.2.
Memutuskan verbal
untuk
merawat
klien
dengan
gangguan
22

Nyeri pada saat bergerak


Terjadi pembengkakan
Kesulitan bergerak
Otot-otot kram

gangguan mobilisasi.
1.3.2.
Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar
1.3.3.
Diskusikan bersama dan
klien mengenai tanda dan
gejala gangguan mobilisasi
1.3.4.
Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar

Akibat lanjut dari gangguan 2.1.1.


Kaji pengetahuan klien
mobilisasi, yaitu :
tentang akibat lanjut dari

Pengeroposan
gangguan mobilisasi.
2.1.2.
Beri reinforcement (+)

Kelumpuhan
atas jawaban yang benar

Patah
2.1.3.
Diskusikan
bersama

Anemia
keluarga klien tentang akibat
lanjut
dari
gangguan
mobilisasi
2.1.4.
Beri reinforcement (+)
atas jawaban yang benar
Klien memutuskan untuk merawat
dirinya sendiri dengan gangguan 2.2.1. Motivasi klien dan keluarga
untuk
merawat
dirinya
mobilitas fisik
dengan gangguan mobilisasi
fisik.

mobilitas fisik

2.2.2. Beri reinforcement (+) atas


jawaban yang benar

3. Dalam 30 menit
klien mampu merawat
dirinya
dengan
gangguan mobilitas
fisik
Respon
3.1. Menyebutkan cara verbal
menanggulangi
gangguan
mobilitas fisik.

4. Setelah 1 x 30 menit
pertemuan
klien
mampu memodifikasi
lingkungan
untuk
dirinya dengan
4.1.
gangguan Respon
mobilitas
verbal
Mempertahankan
lingkungan yang
kondusif.
23

Cara menanggulangi gangguan


mobilitas fisik :

Dengan aktivitas ROM 3.1.1. Kaji pengetahuan klien


tentang cara menanggulangi

Tidak bekerja terlalu


mobilitas fisik.
berat

Makanan
tinggi 3.1.2.Beri reinforcement (+) atas
jawaban yang benar
protein, vitamin C, zat besi

Melakukan
senam 3.1.3.Diskusikan bersama klien
tentang cara menanggulangi
lansia
gangguan mobilitas fisik
3.1.4Beri reinforcement (+) atas
jawaban yang benar

Lingkungan yang kondusif untuk 4.1.1. Motivasi klien untuk


mempertahankan
kondisi
klien dengan gangguan mobilitas
lingkungan yang bersih,
fisik, yaitu :

5. Setelah 1x30 menit


pertemuan
klien
mampu menggunakan
yankes (klinik panti)
Menjelaskan
5.1 yankes, manfaat Respon
dan jadwal.
verbal

5.2Mengunjungi
yankes

Psiko
motor

1. Lingkungan yang bersih.


2. Lingkungan yang aman
3. Lingkungan yang nyaman

Klinik panti setiap hari senin-rabu 5.1.1. Menjelaskan yankes dan


jam 08.00-11.00 Wib
manfaatnya.
5.1.2. Jelaskan jadwal yankes
5.1.3. Beri kesempatan klien
untuk bertanya
5.1.4. Beri reinforcement (+) atas
tanggapan
klien
yang
benar/baik
Menunjukkan

berobat

24

aman dan nyaman.


4.1.2. Beri reinforcement (+) atas
jawaban yang benar

Menunjukkan
obatan yang dipakai.

kartu 5.2.1. Motivasi


klien
untuk
menggunakan yankes
obat- 5.2.2. Beri reinforcement (+)

PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Arthritis rheumatoid adalah penyakit yang mengenai otot skelet, tulang,
ligamentum, tendon dan persendian baik pada laki-laki maupun wanita dengan
segala usia. Hal ini bisa disebabkan oleh stress mekanis, perubahan pelumasan
dan immobilitas (Brunner dan Suddarth, 2001), salah satu penyebabnya adalah
proses menua.
Tanda dan gejala rematik antara lain : Nyeri sendi dan kaku,Rasa kesemutan
pada kaki/tangan, Persendian bengkak, pergerakan terbatas
Perawatan rematik yang bias kita ajarkan pada keluarga yaitu

Kompres hangat pada sendi yang sakit

Olahraga teratur

Mengatur keseimbangan antara istirahat dan aktifias

Melakukan senam rematik

Jaga keamanan lingkungan rumah

4.2. Saran
Diharapkan kepada pembaca dapat memahami konsep teori asuhan
keperawatan arthritis rheumatoid, dapat mencegah terjadinya penyakit arthritis
rheumatoid serta dapat melakukan pengobatan penyakit ini.

25

DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilyn, dkk. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi Ketiga. Jakarta :
Buku Kedokteran EGC.
Mansjoer, Arif, dkk. 1999. Kapita Selekta Edisi Ketiga. Jilid I. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC.
.

26