Anda di halaman 1dari 2

IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSI

Latar Belakang teori


Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa organic yang hanya mengandung
karbon dan hydrogen yang dapat dibedakan atas hidrokarbon jenuh dan tidak
jenuh. Alkana digolongkan sebagai senyawa hidrokarbon jenuh, sedangkan
alkena, alkuna, dan senyawa aromatik termasuk senyawa tak jenuh. Alkana tidak
mudah bahkan tidak bereaksi sama sekali dengan brom pada suhu kamar dan
dalam keadaan gelap, tetapi bila ada cahaya dapat terjadi reaksi substitusi
dengan cepat :
R-CH2 + Br2 cahaya R-CH2 + HBr2
H
H
Berbeda dengan alkana, alkena, mudah sekali bereaksi dengan brom melalui
reaksi adisi pada suhu kamar sekalipun tanpa cahaya :
H
H
R-CH = CH2
Br2
RCCH
Br Br
( Anonim, 2010 ).

a. Senyawa jenuh dan tidak jenuh


Reaksi hidrokarbon dengan KMnO4
Pada pengujian senyawa jenuh dan tidak jenuh dilakukan deanga mereaksikan senyawa
hdrokarbon dengan larutan permanganat. Pada percobaan ini diberikan perlakuan terhadap
dua sampel yaitu sikloheksena dan benzena. Larutan permanganat yang ditambahkan
sikloheksena dapat bereaksi yang ditandai dengan perubahan warna, sebelum ditambahkan
sikloheksena berwarna ungu dan setelah ditambahkan berwana hitam. Akan tetapi seharusnya
terbentuk 3 lapisan yaitu bawah endapan hitam, tengah bening dan atas minyak. Hal ini
disebabkan kurangnya ketlitian praktikan dalam melakukan pengamatan terhadap perubahan
warna yang terjadi. Kendatipun demikian, hasil yang diperoleh ini telah member gambaran
bahwa sikloheksena ( alkena ) mudah teroksidasi pada suhu kamar, karena mengandung iktan
rangkap ( tidak jenuh ) sehingga terjadi reaksi adisi, sesuai dengan reaksi :
OH
+ 2 KMnO4 H2O
+2 MnO2 + 2 KOH
OH
{sikloheksena}
{ungu}
{1,2 heksadiol} {mangan dioksida}
{kalium hidrosida}
Sedangkan benzena yang direaksiakan dengan KMnO4 menghasilkan larutan yang tetap
ungu. Hal ini menandakan tidak terjadi reaksi antara benzena dan KMnO4 karena warna ungu
tersebut merupakan warna dari KMnO4 itu sendiri. Hal ini sesuai dengan teori bahwa
benzena yang merupakan senyawa tak jenuh tidak mengalami oksidasi.
+

KMnO4

{ benzena }
b. Alkohol primer, sekunder, dan tersier.
Uji kelarutan.
Pada percobaan ini dilakukan uji kelarutan terhadap etilen glikol, sikloheksanol, tert-butilalkohol,dan etanol. Kecuali, sikloheksanol jika bahan-bahan yang lainnya dilarutkan dalam
air akan menghasilkan laruta yang bening menandakan jenis-jenis alkohol tersebut dapat larut
dalam air. Hal ini sesuai dengan teori bahwa alkohol dengan bobot molekul rendah dapat

larut dalam air dengan mengganti molekul-molekul air dalam jaringan ikatan
hydrogen.
H-O
H-O
H
H-O
R
H
Hal ini menyebabkan alkohol dengan berat molekul rendah, bercampur baik dengan air. Beda
halnya dengan sikloheksanol, meskipun memilik gugus-OH namun, rantai hidrokarbon jenuh
dan panjang sehingga sukar larut dalam air.

Anda mungkin juga menyukai