Anda di halaman 1dari 4

METODE PELAKSANAAN

PAKET PEKERJAAN PEMBANGUNAN EMBUNG


I.

PEKERJAAN PERSIAPAN
a) Pengukuran MC 0% & MC 100%
Pengukuran MC 0% dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa dan diawasi
serta diarahkan oleh Direksi / Pengawas Lapangan yang ditetapkan oleh
Pengguna Barang/Jasa.
Pekerjaan MC 0% adalah sebagai berikut :
Pengecekan titik BM (Titik Referensi)
Kalibrasi alat ukur
Pemasangan patok / bowplank untuk panduan dalam bekerja
Pengukuran profil memanjang dan melintang
Pengukuran panjang jembatan yang akan dikerjakan
Membuat gambar MC 0%, (pekerjaan talud dan pekerjaan
bronjong)
Membuat perhitungan volume MC 0%.
Mengambil foto-foto 0%.
Pekerjaan Pengukuran MC 100% dilakukan setelah pekerjaan selesai
100%.
b) Dokumentasi dan Administrasi
Untuk mendukung kelengkapan data administrasi teknik disiapkan foto
dokumentasi pelaksanaan pekerjaan. Foto dokumentasi dilakukan pada
saat pekerjaan mencapai bobot 0 %, 50 % dan 100 %.utnuk suatu titik
atau lokasi pengambilan gambar /foto yang sama.
Untuk kelengkapan pelaksanaan pekerjaan administrasi proyek
diperlukan laporan- laporan yang mencakup laporan harian, mingguan
dan bulanan.
Lokasi pekerjaan dipasang papan nama proyek sebagai identitas bahwa
pada lokasi ini telah berlangsung pelaksanaan pekerjaan. Identitas ini
meliputi nama proyek, jenis pekerjaan, besar biaya, sumber dana,
jangka waktu pelaksanaan serta tercantum nama pelaksana pekerjaan.
c) Mobilisasi & Demobilisasi
Pekerjaan mobilisasi adalah :
Memobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan dokumen /
kontrak
Pengiriman personil / tenaga manusia sesuai jadwal.
Pembuatan papan nama
Pembuatan Direksi Keet dan perlengkapan lapangan lainnya
Pekerjaan Demobilisasi dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% atau
disesuaikan dengan keadaan dilapangan.

II.

PEKERJAAN EMBUNG
1. Pekerjaan Galian Biasa
Galian tanah pada pekerjaan saluran ini menggunakan alat bantu
sederhana Pada pekerjaan galian diperhatikan ukuran-ukuran galian
sesuai dengan gambar rencana/bestek dan atas petunjuk direksi
lapangan. Pada saat pekerjaan galian dilaksanakan penempatan
material

yang

akan digunakan

seperti

batu gunung/batu

kali

ditempatkan sedemikian rupa dan diatur. Hasil galian yang tidak


terpakai diangkut keluar lokasi pekerjaan pada tempat yang ditunjuk
oleh direksi.

2. Timbunan Tanah Hasil Galian Dirapikan


Pekerjaan galian yang telah selesai diberi pasangan diuruk
kembali. Tanah yang telah diurug dirapihkan dan dipadatkan dengan
alat Stamper.
3. Pasangan Batu 1 : 4
Setelah pelaksanaan galian, maka dilanjutkan dengan pekerjaan
pasangan batu. Pada pekerjaan pasangan batu hal-hal yang harus
diperhatikan :
-

Material batu yang dipakai harus bersih, keras dan tahan lama.

Material pasir yang digunakan dari sungai yang mempunyai


gradasi yang baik.

Material semen adalah semen Portland produksi dalam negeri


yang sesuai dengan PBI -1971.dan N1-2 atau sesuai petunjuk
petnjuk direksi lapangan.

Pasangan

batu

menggunakan

campuran

4.dan

pencampurannya dengan mesin molen.


-

Pasangan batu pada saluran/bangunan tidak ada ruang yang


kosong (berongga).

4. Plesteran 1 : 3

Pasangan yang akan diplester terlebih dahulu dibersihkan dari


kotoran.yang bisa mempengaruhi daya rekat adukan. Kemudian
disiram

dengan

air

bersih.

Pekerjaan

Plesteran

menggunakan

campuran dengan perbandingan adukan 1 : 3 atau sesuai dengan


spesifikasi yang ditentukan. Selama proses pengeringan plesteran
harus disiram air agar tidak retak-retak akibat pengeringan yang
terlalu cepat. Tebal plesteran sesuai dengan spesifikasi teknik.

5. Siaran
- Permukaan pasangan batu seperti yang ditunjukkan dalam
gambar atau menurut perintah Direksi atau Pengawas Lapangan
harus disiar. Pekerjaan siarandalam pekerjaan ini dilakukan yakni
timbul 1 cm dengan lebar tidak kurang dari 2 cm.
-

Dalam

pelaksanaannya,

celah

tersebut

terlebih

dahulu

dibersihkan, kemudian diberi perekat campuran semen dan pasir


dengan perbandingan 1 : 2.
6. Pekerjaan Beton 1 : 2 : 3
Bahan Yang digunakan : Batu pecah , Pasir beton, semen PC ,Kayu
cetakan,paku dan air kerja.
Alat yang digunakan : Beton Molen, tempat adukan dan kotak ukuran
campuran
Sebelum bahan

digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari segala

macam kotoran yang dapat mengakibatkan hasil beton tidak sesuai


dengan rencana.
Bahan yang akan digunakan dicampur

pada beton molen sesuai

dengan ukuran 1 : 2 : 3 dan dicampur dengan air sesuai dengan


slump yang diinginkan kemudian dimasukkan pada cetakan yang
telah disediakan.Setelah itu beton dipelihara setiap hari dengan jalan
menyiram air.
7. Pekerjaan Pintu Air
Pintu pintu air yang rusak segera dibongkar kemudian dibuatkan
dengann pintu yang baru. Pintu sebelum dibuat diukur dimensinya
pada bendung dengan tepat kemudian dipabrikasi ditempat pembuat

pintu. Setelah pintu selesai diangkut kelokasi pekerjaan dan dipasang


dengan menggunakan alat bantu. Pintu air dipasang dengan baik dan
rapi