Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL

SEDIAAN INJEKSI THIAMIN HCL 1% DALAM AMPUL @2mL

KELOMPOK F-6:
Vani Oktavia Sugiharto 1110118
Hana Listiyana Vinthea 1110127
Ni Luh Putu Riyan Dini 1110135
Christvin Hotama
1110140

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SURABAYA


SURABAYA
2013
Topik : Pembuatan Sediaan injeksi Thiamin HCl 1 % dalam ampul @2mL (2 ampul)
Tujuan :
1. Memahami metode sterilisasi dengan pemanasan basah (otoklaf) dan pemanasan
kering (oven)
2. Melakukan sterilisasi alat dan bahan dengan pemanasan basah (otoklaf) dan
pemanasan kering (oven)
3. Mempelajari dan memahami cara perhitungan isotonisitas
4. Mempelajari cara pembuatan sediaan injeksi steril yang isotonis dengan cairan
tubuh
I.

PRAFORMULASI

1. Tinjauan farmakologi bahan obat

Efek Utama
1. Pengobatan dan pencegahan defisiensi thiamin (Martindale 36, p. 1976).
2. Digunakan untuk mengobati beri-beri dan juga defisiensi vitamin B secara
umum (Remmington 21st, p. 1711).
3. Thiamin diindikasikan untuk pencegahan dan pengobatan defisiensi thiamin.
Defisiensi dapat terjadi karena kurangnya nutrisi dan intestinal malabsorbsi

(USP DI 8th Edition, p. 2077).


Efek Samping
1. Dapat menimbulkan syok anafilaktik (Martindale 36, p. 1976).
2. Vitamin yang larut air terkadang menyebabkan toksisitas pada seseorang
dengan fungsi ginjal normal (USP DI Edition 8th, p. 1976).
3. Efek samping thiamin jarang terjadi, namun reaksi hipersensitivitas dapat
terjadi terutama setelah pemberian dosis secara parenteral. Tingkat keparahan

sedang hingga fatal anafilaksis (Martindale 36, p. 1976).


Indikasi
1. Mengobati beri-beri (Martindale 36, p. 1976)
2. Syndrom Wenicke-Korsakoff (Martindale 36, p. 1976)
3. Antineuritikum (FI III halaman 599)
Kontra indikasi :
1. Pasien yang hipersensitivitas terhadap bahan obat (Martindale 36, p. 1976)
2. Ibu menyusui: ditemukan adanya methyl glyxal yang beracun pada ASI
(BNF 56th, p. 851)
3. Anafilaktik shock dapat menyertai pemberian thiamin secara injeksi (BNF

2.

56th, p. 539)
Tinjauan sifat fisikokimia bahan obat
a.
Kelarutan:
1 gram dalam 1 mL air atau 1 gram dalam 170 mL alkohol; larut dalam gliserin;
tidak larut dalam eter/benzena (Remmington 19th, p. 1128).
b.
Stabilitas:
Terhadap cahaya
:
tidak

stabil

terhadap

cahaya, disimpan dalam wadah tertutup rapat dan


terlindung cahaya (Martindale 36, p. 1976).
Terhadap suhu
:
tidak stabil

terhadap

pemanasan tinggi, melebur pada suhu sekitar 248oC (FI


IV halaman 784).
Terhadap pH :

pH stabil larutan steril Thiamin

HCl = 4,0 (Martindale 36 p. 1976) ; Dalam larutan air


2,5% memiliki pH 2,7-3,3 (Martindale 36, p. 1976).

Terhadap oksigen

Adanya

udara

akan

membuat produk anhydrous yang menyerap air 4%


c.

dari udara (USP DI Edition 8th, p. 2077).


Cara Sterilisasi Masing-Masing Bahan
Aqua pro injection
Sterilisasi dengan otoklaf pada suhu 121C selama 15 menit.
Thiamin HCl
i.
Dalam bentuk larutan, sterilisasi dengan filtrasi (dengan membran filter).
ii.
Untuk sediaan injeksi, dilakukan proses sterilisasi akhir dengan metode
pemanasan basah menggunakan otoklaf pada suhu 115C selama 30

d.

menit.
OTT (Inkompatibilitas) (Remmington Edition 21st, p. 1711)
Sensitif dengan zat atau substansi pengoksidasi & pereduksi; reagents
alkaloidal (seperti merkuri klorida, Iodine, Picric acid, tannin, dan reagen

Mayer.
Dapat menyebabkan pengendapan Phenobarbital dan juga penurunan
keasaman parsial pada campuran dengan consequent deterioration vitamin.

II.

FORMULASI
a. Permasalahan dan penyelesaian
Tidak stabil terhadap udara (Martindale 36, p. 1976)
Penyelesaian : Disimpan dalam wadah tertutup rapat, kedap udara dan dalam
pembuatannya dialiri gas inert/dapat juga ditambah chelating

agent (EDTA, senyawa nitrat) maupun antioksidan.


Tidak stabil terhadap cahaya (Martindale 36, p. 1976)
Penyelesaian : Dikemas dengan menggunakan wadah coklat (ampul coklat)
pH stabil Thiamin HCl dalam sediaan adalah 2,7-3,3 tidak sesuai dengan pH
cairan tubuh
Penyelesaian : Ditambah NaCl 0,9% agar pH sediaan Thiamin HCl isotonis

dengan pH cairan tubuh.


b. Formulasi yang akan dibuat
1. Scovilles The Art of Compounding Jenkins p. 219
R/
Tiamin HCl
11,0 g
Metil paraben
1,8 g
Propilen paraben
0,2 g
Water for injection ad 100 mL
2. Formularium Indonesia 1966, p. 88
R/
Tiaminhidroklorida
1%
NaCl
0,65%
Air q.s ad
100 mL
3. Drug Formulary Manual p. 312
R/
Tiamin HCl
50 mg
Phenol
0,5%
Thioglikol
0,35%

Usual packing
2 mL ampoules
Formula yang digunakan adalah formula nomor 2 Formularium Indonesia
1966, p.88
c. Perhitungan bobot dan dosis
i.
Sediaan yang diminta
Sediaan Injeksi Thiamin HCl 1% sebanyak 2 ampul (@ 2 mL)
Ampul = Volume

= (n+2) V
= (2+2) 2,15
= 8,16 ~ 20 mL

Dosis Thiamin HCl 1% =


ii.

1 gram
x 20 mL=0,2 gram=200 mg
100 mL

NaCl 0,9%
Volume total sediaan 20 mL
0,9 gram
x 20 mL=0,18 gram=180 mg
NaCl 0,9% =
100 mL
Kesetaraan Thiamin HCl dengan NaCl 0,9% adalah 0,25.
Maka NaCl yang dibutuhkan adalah = 0,18 gram(0,2 x 0,25) gram
= 0,18 gram0,05 gram
= 0,13 gram 130 mg
Apakah sudah isotonis?
Sediaan tersebut belum isotonis sehingga perlu penambahan NaCl 130 mg
agar menjadi isotonis. Jadi, dengan penambahan NaCl 130 mg, sediaan injeksi
Thiamin HCl ini sudah isotonis dengan pH cairan tubuh.

d. Tabel Bahan
No
Komponen obat
1.
Thiamin HCl
2.

NaCl 0,9%

3.

Aqua pro injeksi

Bobot/volume
200 mg

Fungsi
Bahan aktif

Cara sterilisasi
Radiasi

130 mg

Pengisotonis

Oven 180C, 30 menit

Ad 20 mL

Pelarut

Otoklaf 121C, 15 mnt

e. Cara Sterilisasi Sediaan yang dibuat


Sterilisasi dengan menggunakan metode pemanasan basah (otoklaf) pada suhu
115C selama 30 menit (FI III, p. 18).

III.

PELAKSANAAN
a. Penyiapan alat
No

Nama alat

Ukuran

Jumlah

Cara sterilisasi

Waktu
(menit)
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Kaca arloji
Kaca arloji
Beaker glass
Beaker gelas
Erlenmeyer
Erlenmeyer
Pengaduk kaca
Pinset
Tara & wadah
Anak Timbangan
Sendok Stainless
Ampul
Anak timbangan
Kantong sampah
Corong & kertas

5 cm
7 cm
50 mL
100 mL
50 mL
100 mL
Standart
Standart
Standart
Standart
Standart
2 ml
Standart
2 x modul
5 cm

3
1
2
2
1
1
2
4
1
1 set
2
4
1 set
1
2

dan suhu
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Oven 180oC
Otoklaf 115oC

16
17
18
19
20

saring
Pipet tetes
Pipet tetes
Gelas ukur
Gelas ukur
Aqua pro injection

Panjang
Pendek
10 ml
25 ml
50 ml

4
4
2
2
1

Otoklaf 115oC
Otoklaf 115C
Otoklaf 115oC
Otoklaf 115oC
Otoklaf 121oC

30
30
30
30
15

3 ml

Sudah disteril

dalam botol bertutup


21

karet
Spuit injeksi

b.

Pencucian, pengeringan dan pembungkusan alat


Pencucian alat/wadah gelas serta peralatan laboratorium lain (Huizinga)
1. Sikat dengan larutan tepol
2. Bilas dengan air kran
3. Bilas dengan air suling yang baru dibuat (steril dan bebas pirogen)
4. Keringkan dengan posisi terbalik dalam oven
Pengeringan
1. Keringkan dalam oven dalam keadaan terbalik pada suhu 100 oC, tidak boleh
terlalu lama kira-kira 15 menit (terutama gelas ukur, bahan yang terbuat dari

karet dan plastik)


2. Wadah kecil harus benarbenar kering
Pencucian karet
1. Didihkan dalam larutan HCl 2% selama 2 hari
2. Rendam dalam larutan tepol 1% & Natrium Karbonat 0,5% selama 1 hari
3. Didihkan dalam larutan tersebut selama 15 menit, kemudian bilas dengan
aquadem
4. Ulangi dengan larutan yang baru sampai larutan jernih
5. Rendam dalam aquadest (dalam beaker glass yang ditutup kertas perkamen)
dan dicuci dengan otoklaf pada suhu 110oC selama 20 menit (1 atau 2 kali)
sampai air rendaman jernih
Tahap-tahap pencucian karet dengan otoklaf pada suhu 110C selama 20 menit
adalah sebagai berikut:
a. Waktu pemanasan
: pkl 13.39 13.40 (1 menit)
b. Waktu pengeluaran udara
: pkl 13.40 13.47 (7 menit)
c. Waktu menaik
: pkl 13.47 13.57 (10 menit)
d. Waktu suhu dipertahankan
: pkl 13.57 14.17 (20 menit)
e. Waktu menurun
: pkl 14.17 14.18 (1 menit)
f. Waktu pendinginan
: pkl 14.18 14.33 (15 menit)
================================================
Proses sterilisasi berlangsung dari : pkl 13.39 14.33 (54 menit)

6. Bilas dengan spiritus dilutus (etanol 70%) air aa sampai jernih


7. Masukkan kantong perkamen dan disterilkan dalam otoklaf
Pembungkusan : Masing-masing alat dibungkus dalam kantong perkamen.
c. 1. Sterilisasi alat-alat dengan oven pada suhu 180C selama 30 menit
(kaca arloji, beaker glass, erlenmeyer, pengaduk kaca, pinset, tara & wadah, anak
timbangan, sendok stainless, ampul, kantong sampah)
Tahap-tahap sterilisasi adalah sebagai berikut
Waktu pemanasan
: pkl 14.00 14.28
Waktu kesetimbangan
: pkl 14.28 14.28
Waktu pembinasaan
: pkl 14.28 14.58
Waktu tambahan jaminan sterilitas : pkl 14.58 14.58
Waktu pendinginan
: pkl 14.58 15.13

(28 menit)
(0 menit)
(30 menit)
(0 menit)
(15menit)

======================================================
Proses sterilisasi berlangsung dari

: pkl 14.00 15.13 (73 menit)

2. Sterilisasi alat-alat dengan otoklaf pada suhu 115C selama 30 menit


(corong & kertas saring, pipet tetes, gelas ukur)
Tahap-tahap sterilisasi adalah sebagai berikut
Waktu pemanasan
: pkl 14.40 14.45 (5 menit)
Waktu pengeluaran udara
: pkl 14.45 14.59 (14 menit)
Waktu menaik
: pkl 14.59 15.00 (1 menit)
Waktu kesetimbangan
: pkl 15.00 15.00 (0 menit)
Waktu pembinasaan
: pkl 15.00 15.30 (30 menit)
Waktu tambahan jaminan sterilitas : pkl 15.30 15.30 (0 menit)
Waktu menurun
: pkl 15.30 15.35 (5 menit)
Waktu pendinginan
: pkl 15.35 15.50 (15 menit)
=====================================================
Proses sterilisasi berlangsung dari
: pkl 14.40 15.50 (70 menit)

3. Sterilisasi pelarut aqua pro injection dengan otoklaf pada suhu 121C selama
15 menit
Tahap-tahap sterilisasi adalah sebagai berikut

Waktu pemanasan
Waktu pengeluaran udara
Waktu menaik
Waktu kesetimbangan
Waktu pembinasaan
Waktu tambahan jaminan sterilitas
Waktu menurun
Waktu pendinginan

: pkl 14.51 14.52


: pkl 14.52 14.59
: pkl 14.59 15.06
: pkl 15.06 15.26
: pkl 15.26 15.41
: pkl 15.41 15.51
: pkl 15.51 15.55
: pkl 15.55 16.10

(1 menit)
(7 menit)
(7 menit)
(20 menit)
(15 menit)
(10 menit)
(4 menit)
(15 menit)

=====================================================
Proses sterilisasi berlangsung dari
: pkl 14.51 16.10 (79 menit)
d.

Cara Kerja
1. Bersihkan meja dengan alkohol 70%, kemudian lap dengan kasa steril secara
searah
2. Nyalakan api spiritus
3. Tara kaca arloji, timbang tiamin HCl 200 mg (kelarutan dalam air 1:1)
(Remmington 19, p. 1128)
4. Ukur pelarut aqua pro injeksi sebanyak 2 mL dengan gelas ukur 10 mL
5. 3 + 4 aduk ad larut di beaker glass 50 mL
6. Tara kaca arloji, timbang NaCl 130 mg (kelarutan NaCl 1:3) (Martindale 28, p.
635)
7. Diukur aqua pro injeksi sebanyak 3 mL dengan gelas ukur 10 mL
8. 6 + 7 aduk ad larut dibeaker glass 50 mL
9. 5 + 8 aduk ad homogen + aqua pro injeksi 3 mL
10. Cek pH dengan indikator universal; ambil sedikit dengan pengaduk, kemudian
oleskan pada indikator. pH = 4,0
11. 9 dipindah ke gelas ukur 25 mL, ditambah aqua pro injeksi ad 20 mL
12. 11 disaring dengan membran filter 0,8 m (corong+kertas saring) tampung dalam
Erlenmeyer 50 mL
13. Dipindahkan ke beaker glass 100 mL
14. 13 dimasukkan ke dalam ampul sebanyak 2,15 mL dengan spuit injeksi 3 mL dari
beaker glass masukkan sediaan ke dalam ampul
15. Dorong jarum suntuk injeksi lurus sampai dasar ampul supaya tidak ada larutan
yang menempel di dinding ampul, karena pada saat pemanasan untuk menyegel
sediaan, dapat terbentuk bintik-bintik hitam (arang) disebabkan ada reaksi

penyaringan.
16. Ampul ditutup dengan metode pull seal (segel tarik)
Panaskan leher ampul dengan api bunsen sampai kemerahan
Lalu ujung ampul tersebut ditarik dengan pinset hingga mulut ampul tertutup rapat

17. Lakukan perlakuan 14-16 sampai ampul ke-4


18. Lakukan tes uji kebocoran sekaligus sterilisasi sediaan
Letakkan ampul dalam posisi terbalik pada beaker glass yang telah diberi kasa steril,

lalu ditutup mulut beaker dengan kertas perkamen 2 rangkap dan diikat dengan tali
Sterilisasi otoklaf 115C selama 30 menit
19. Pilih 2 ampul yang tidak bocor dari 4 ampul tersebut
20. Beri etiket dan masukkan ke dalam wadah sekunder

e. Sterilisasi Akhir Sediaan Thiamin HCl 1% yang dikemas dalam ampul pada
suhu 115C selama 30 menit
Tahap-tahap sterilisasi adalah sebagai berikut

Waktu pemanasan
Waktu pengeluaran udara
Waktu manaik
Waktu kesetimbangan
Waktu pembinasaan
Waktu tambahan jaminan sterilitas
Waktu menurun
Waktu pendinginan

: pkl 17.05 17.06


: pkl 17.06 17.13
: pkl 17.13 17.16
: pkl 17.16 17.26
: pkl 17.26 17.56
: pkl 17.56 18.01
: pkl 18.01 18.04
: pkl 18.04 18.19

(1 menit)
(7 menit)
(3 menit)
(10 menit)
(30 menit)
(5 menit)
(3 menit)
(15 menit)

===================================================
Proses sterilisasi berlangsung dari
: pkl 17.05 18.19 (74 menit)
IV.

PEMBAHASAN

Pada saat proses sterilisasi alat-alat, lebih banyak memakan waktu yang lama.
Dikarenakan tiap-tiap kelompok masih belum mengetahui apa yang harus dikerjakan

terlebih dahulu dan praktikum ini baru pertama kali dilakukan.


Pada saat pengisian sediaan injeksi ke dalam ampul, sudah dilakukan dengan
hati-hati. Sehingga cairannya tidak ada yang menempel pada dinding ampul. Apabila
sampai ada cairan yang menempel pada dinding ampul, akan terbentuk bintik-bintik
berwarna hitam (arang) saat dilakukan pembakaran dengan api bunsen pada proses

pengemasan.
Setelah selesai sterilisasi akhir sediaan, tidak ditemukan kebocoran pada
ampul. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada waktu pengemasan, dilakukan dengan
baik.

V.

KESIMPULAN
Sediaan yang diperoleh sudah baik dan layak untuk diproduksi.

VI.

WADAH
Ampul kering @2 mL, terlindung cahaya, tertutup rapat (kedap udara) + etiket + brosur +
kemasan sekunder.

VII.

LABEL DAN BROSUR

Gambar 1. Etiket

Gambar 2. Brosur

Gambar 3. Kemasan Luar