Anda di halaman 1dari 31

PENDIDIKAN DI NEGARA-NEGARA MAJU

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah


Pendidikan Komparatif
Dosen Pengampu :Ch.Ismaniati. Dr.

Disusun Oleh :
EHA JULAEHA

13105241027

MUKHIBUL KHOIRI

13105241028

ASEP IRPAN NUGRAHA

13105241046

UBAIDILAH FATAWI

13105241054

KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN


TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan hal yang penting baik negara yang sudah maju maupun negara-

negara yang sedang berkembang. Bagi negara maju, pendidikan digunakan sebagai upaya untuk
terus meningkatkan kualitas hidup para warga negaranya. Sedangkan bagi negara-negara yang
sedang berkembang pendidikan dilaksanakan sebagai upaya untuk mengejar ketertinggalan
mereka di kancah internasional sehingga mereka dapat disejajarkan dengan negara-negara maju.
Namun, pendidikan baik di negara maju maupun di negara berkembang bukanlah tanpa
masalah. Negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Jepang, yang tergolong maju juga
masih memiliki masalah mengenai pendidikan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Apalagi
dengan negara yang sedang berkembang. Dengan segala kekurangannya, negara yang sedang
berkembang juga memiliki masalah pendidikan yang semakin kompleks.
Dengan masih banyaknya kelemahan dan kekurangan pendidikan nasional, berbagai
pihak perlu segera membenahi dan mereformasi dunia pendidikan sebagai bentuk investasi
sumber daya manusia yang diharapkan dapat bersaing dalam era global. Pendidikan sains dan
teknologi memegang peran besar untuk mempersiapkan bangsa ini menuju masa depan yang
semakin sarat dengan permasalahan-permasalahan baru dan muncul silih berganti. Sebagaimana
uraian yang telah dijelaskan di atas, dalam pembahasan kali ini kita akan mengetahui seperti apa
pendidikan di negara maju dan apa saja permasalahan yang sering di hadapi di beberapa negara
terkait tentang pendidikan.
1.2

Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat di simpulkan rumusan masalah sebagai berikut :
A. Apa pengertian negara maju?
B. Bagaimana pendidikan di Indonesia?
C. Bagaimana pendidikan di negara-negara maju?

1.3

Tujuan
Untuk mengetahui pengertian dari
A. Pengertian Negara maju
B. Kondisi pendidikan di Indonesia

C. Kondisi pendidikan di negara-negara maju

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Negara Maju
Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif
tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Kebanyakan negara dengan
GDP per kapita tinggi dianggap negara berkembang. Namun beberapa negara telah
mencapai GDP tinggi melalui eksploitasi sumber daya alam (seperti Nauru melalui
pengambilan fosfor dan Brunei Darussalam melalui pengambilan minyak bumi) tanpa
mengembangkan industri yang beragam, dan ekonomi berdasarkan-jasa tidak dianggap
memiliki status 'negara maju'.
Pengamat dan teoritis melihat alasan yang berbeda mengapa beberapa negara (dan
lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi yang tinggi. Banyak alasan
menyatakan perkembangan ekonomi membutuhkan kombinasi perwakilan pemerintah
(atau demokrasi), sebuah model ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan
korupsi. Beberapa memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari negara
miskin pada masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme, atau pada masa sekarang,
melalui proses globalisasi.
2.2 Kondisi Pendidikan di Indonesia
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas dan jelas mengatakan bahwa
mencerdaskan kehidupan bangsa mendapatkan porsi yang sangat penting dan strategis.
Terlihat jelas bahwa salah satu tujuan kebijakan pendidikan nasional sejatinya
membentuk kapasitas belajar bangsa dan kemampuan berinovasi yang tinggi. Sebagai
bangsa yang menganut sila Ketuhanan Yang Maha Esa, tentu saja membentuk manusia
yang kepribadian dan kecerdasan spiritualitas yang tinggi, juga mutlak dilakukan sebagai
fondasi dari kapasitas belajar dan kemampuan inovasi yang disebutkan sebelumnya.
Persoalan yang dihadapi oleh negara Indonesia adalah bagaimana meningkatkan
kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan umumnya dikaitkan dengan tinggi rendahnya
prestasi yang ditunjukkan dengan kemampuan siswa mencapai skore dalam tes dan

kemampuan lulusan mendapatkan dan melaksanakan pekerjaan. Kualitas pendidikan


penting karena sangat menentukan gerak laju pembangunan. Oleh karenanya, tantangan
yang ada adalah melaksanakan pembaharuan pendidikan sebagai upaya untuk
meningkatkan kualitas pendidikan.
Sistem pendidikan nasional yang tertuang dalam UU Sistem Pendidikan Nasional
tahun 2003 ternyata belum mampu menciptakan kapasitas belajar yang berkualitas bangsa
ini. Sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan bangsa hanya
akan lahir dari sistem pendidikan yang berdasarkan filosofis bangsa itu sendiri. Sistem
pendidikan cangkokan dari luar tidak akan mampu memecahkan problem yang dihadapi
bangsa sendiri. Karena memang memiliki latara belakang sosial dan udaya yang berbeda.
Yang bisa kita lakukan adalah mencoba mengambil semangat atau nilai nilai pendidikan
yang bisa membantu kita dalam memperbaiki kualitas pendidikan. Oleh karena itu, upaya
untuk melahirkan suatu sistem pendidikan nasional yang berwajah Indonesia dan
berdasarkan Pancasila harus terus dilaksanakan dengan semangat yang harus
diperbaharui.
2.3 Pendidikan di Negara maju
1. Finlandia
Sistem Pendidikan di Finlandia
Republik Finlandia adalah sebuah negara Skandinavia yang juga termasuk
negara Nordik. Karena terletak di Eropa Utara, Finlandia menjadi anggota dari Uni
Eropa. Finlandia memiliki perbatasan darat dengan Swedia, Norwegia, dan Rusia
sedangkan batas lautnya adalah Laut Baltik di barat daya, Teluk Finlandia di selatan,
dan Teluk Bothnia di barat.
Ibukota negara penghasil telepon genggam Nokia (dulunya) dan negeri
kelahiran Angry Birds ini adalah Helsinki. Penduduknya sebesar lima juta jiwa
mendiami lebih dari 330.000 km sehingga negara ini terdapat dalam urutan ke-162
dalam kepadatan penduduk di dunia. Finlandia dikenal sebagai salah satu negara
dengan pendidikan terbaik di dunia. Ada banyak sekali sumber yang membahas
tentang kehebatan sistem pendidikan mereka, namun masih sangat sedikit yang
mengkaji pendidikan kejuruan disana. Sistem pendidikan Finlandia adalah sistem

yang egaliter, tanpa biaya sekolah dan disediakan makanan gratis di sekolah untuk
siswa full-time. Anggaran pendidikan Finlandia pada tahun 2009 adalah Euro 11,1
milyar atau Euro 2100 per kapita (sekitar Rp 25 juta per kapita per tahun).
Di Finlandia, pendidikan kejuruan dimulai di level pendidikan menengah.
Setelah sembilan tahun sekolah umum yang komprehensif, siswa dapat memilih
untuk melanjutkan ke salah satu "lukio" (sekolah menengah atas), suatu lembaga
pendidikan yang mempersiapkan siswa untuk masuk pendidikan tinggi, atau bisa
pula masuk ke "ammattikoulu" (sekolah menengah kejuruan/vokasional). Kedua
bentuk pendidikan menengah ini berdurasi tiga tahun, dan memberikan kualifikasi
formal bagi lulusannya. Lulusan pendidikan umum bisa melanjutkan ke universitas
umum dan politeknik, namun lulusan pendidikan kejuruan hanya bisa masuk ke
politeknik atau langsung bekerja. Sertifikat kelulusan diperlukan untuk masuk
universitas atau "ammattikorkeakoulu" (politeknik di Finlandia).
Pendidikan di sekolah menengah kejuruan adalah gratis, dan mahasiswa dari
keluarga berpenghasilan rendah bisa mendapatkan beasiswa dari negara untuk
jenjang yang lebih tinggi. Kurikulum ditekankan pada materi kejuruan dan selalu
disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Sekolah-sekolah kejuruan sebagian besar
dikelola oleh pemerintah kota. Dalam bidang-bidang tertentu (misalnya sekolah
polisi, pelatihan personil untuk kontrol lalu lintas udara), persyaratan masuk sekolah
kejuruan seperti ini adalah harus lulus dari "lukio" (sekolah menengah umum), hal
ini menyebabkan siswa lulusan sekolah menengah kejuruan terpaksa harus
menyelesaikan pendidikan menengah mereka dua kali jika ingin masuk ke
pendidikan khusus seperti ini. Struktur sistem pendidikan di Finlandia, digambarkan
seperti berikut ini.

Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah atas dimulai pada umur 16 atau 17 dan berlangsung selama
tiga sampai empat tahun. Pendidikan tingkat ini sudah tidak wajib. Siswa pada tingkat ini
dapat memilih untuk menjalani pendidikan dan pelatihan kerja pada sekolah menengah
kejuruan untuk mengembangkan kompetensi kejuruan dan untuk mempersiapkan mereka
masuk politeknik dan bekerja. Sekolah menengah atas kejuruan akan mendapatkan
kualifikasi kejuruan (dalam bahasa Finlandia: ammatillinen perustutkinto, bahasa Swedia:
yrkesinriktad grundexamen). Penyelesaian kualifikasi kejuruan ini memakan waktu 3
tahun dan lulusannya akan dinyatakan layak untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi
kejuruan (disebut sebagai AMK atau politeknik) atau bekerja.
Pendidikan ini dapat dilaksanakan dalam sekolah kejuruan multi-bidang (memiliki
banyak jurusan) atau khusus (hanya jurusan tertentu), dapat juga diselenggarakan dalam
bentuk pelatihan magang yang menggabungkan pembelajaran di tempat kerja dan studi
teoritis di lembaga pendidikan kejuruan. Kualifikasi kejuruan ini juga dapat diambil
sebagai kualifikasi berbasis kompetensi, dimana keterampilan kejuruan dan persyaratan
pengetahuannya sama tetapi independen (dilakukan diluar) dari pendidikan formal dan
pelatihan. Pendidikan dan pelatihan kejuruan diatur oleh Undang-Undang Pendidikan
Kejuruan (630/1998) dan Surat Keputusan (811/1998). Untuk mendapatkan hak
penyelenggaraan dan pemberian kualifikasi kejuruan, penyelenggara pendidikan harus

memiliki lisensi yang diberikan oleh Kementrian Pendidikan, yang menentukan bidang
studi, jumlah siswa, kewajiban penyelenggara, dan lain-lain. Pendidikan dan pelatihan
kejuruan pada tingkatan ini memiliki delapan sektor yaitu Humaniora dan Pendidikan,
Budaya, Ilmu Alam, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Pariwisata, Katering
dan Jasa Domestik, Pelayanan Sosial, Kesehatan dan Olahraga, Teknologi, Komunikasi
dan Transportasi, Ilmu Sosial, Bisnis dan Administrasi. Secara keseluruhan, ada 52
kualifikasi kejuruan terbagi dalam 113 program studi.
Kementrian Pendidikan yang memutuskan bentuk struktur kualifikasi kejuruan.
Dewan Nasional Pendidikan yang menyusun kurikulum inti nasional dan pedoman
kualifikasi, menentukan tujuan, isi, dan kriteria penilaian studi. Kurikulum inti ditangani
oleh komite pelatihan tripartit (pemerintah, dunia industri dan penyelenggara
pendidikan/pelatihan), yang berupa badan terdiri dari para ahli yang didirikan di bawah
Kementrian

Pendidikan

untuk

memberikan

saran

dalam

merencanakan

dan

mengembangkan pendidikan kejuruan dan pelatihan.


Pada level ini siswa bisa memilih pendidikan umum dengan masuk sekolah
menengah atas akademik yang fokus pada persiapan untuk studi lanjutan. Lulusan
pendidikan menengah atas umum dapat melanjutkan ke universitas dan/atau AMK tingkat
pasca sarjana dengan gelar profesional di bidang-bidang seperti hukum, kedokteran,
sains, pendidikan, dan humaniora. Penerimaan ke sekolah-sekolah tinggi akademik
didasarkan pada IPK, dan dalam beberapa kasus dengan tes akademis dan wawancara.
Setelah lulus dari sekolah kejuruan, para lulusan menerima sertifikat sekolah kejuruan.

Pendidikan Tinggi
"Ammattikorkeakoulu" ("yrkeshgskola" dalam Bahasa Swedia, polytechnic atau
university of applied sciences dalam Bahasa Inggris, sekolah tinggi ilmu terapan dalam
Bahasa Indonesia), disingkat AMK, adalah sebuah lembaga pendidikan tinggi vokasional
di Finlandia. Istilah ini secara harfiah berarti "sekolah tinggi pendidikan kejuruan".
Meskipun Kementerian Pendidikan Finlandia merekomendasikan istilah bahasa Inggris
"politeknik", namun Konferensi Rektor dari Universitas-universitas Finlandia bidang
Ilmu Terapan telah memutuskan untuk menggunakan istilah "universitas ilmu terapan".

Finlandia menduduki peringkat pertama di dunia sebagai negara yang memiliki


kualitas pendidikan terbaik? Negara Skandinavia ini selalu menempati urutan pertama
dalam penilaian yang dilakukan oleh Program for International Student Assestment
(PISA) sejak tahun 2003. Anggaran pendidikan di negara yang beribu kota di Helsinski
ini paling unggul dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Selain unggul secara
kualitas pendidikan, Finlandia juga juara dalam pendidikan anak-anak lemah mental.
Sistem pendidikan Finlandia merupakan kerja keras dari Profesor Reuven
Feuerstein. Konsep pendidikan Feuerstein telah digunakan Finlandia selama lebih dari 20
tahun. Sistem Feuerstein berfokus pada konsep bahwa setiap orang mempunyai
kemampuan yang berbeda untuk mengubah diri. Kuncinya adalah identifikasi faktor
penghambat dan lebih fokus pada kelebihan untuk mengembangkan kemampuan belajar
setiap orang.
Sistem pendidikan Feuerstein ini pertama kali diimplementasikan tahun 1952
pada anak-anak yang selamat dari pembunuhan massal dengan cara membakar
(Holocaust). Rahasia konsep pendidikan yang dibuat Feuerstein terletak pada penanaman
pembelajaran dan strategi berpikir kognitif, bukannya fokus pada penghafalan konten.
Beberapa konsep pendidikan yang diterapkan di Negara Finlandia adalah sebagai berikut:

Konsep pendidikan Finlandia adalah Test less, Learn more


Biaya pendidikan di Finlandia gratis hingga jenjang Universitas. Pemerintah menilai

performa siswa dengan mengambil 10 persen dari pekerjaan selama di sekolah.


Jam sekolah siswa Finlandia jauh lebih sedikit dibandingkan jam sekolah di banyak
negara. Siswa mulai sekolah pada usia 7 tahun dan hanya menghabiskan 30 jam per

minggu.
Sistem pendidikan Finlandia tidak membebankan banyak tugas pada siswa.
Homework doesnt make you smart. Berbeda dengan sistem pendidikan Amerika yang
memberikan PR (pekerjaan rumah) selama 2 3 jam per hari, Finlandia hanya

memberlakukan homework maksimal 30 menit per hari.


Finlandia tidak memiliki sistem Ujian Nasional. Satu-satunya mata pelajaran yang
wajib diikuti oleh siswa adalah bahasa Finlandia (Finnish).

Jumlah siswa di setiap kelas sangat terbatas, hanya 20 orang per kelas pada tahun
pertama sekolah serta tahun keenam dan ketujuh. Jika ada siswa yang tertinggal kelas,

ada satu guru yang ditugaskan untuk membantu siswa mengejar ketinggalan.
Semua guru pengajar di Finlandia harus memiliki gelar master sebelum mengajar.
Guru pengajar yang bergelar S2 bertindak sebagai guru mata pelajaran, sedangkan
guru kedua yang bergelar S1 menjadi pengawas atau pembimbing setiap siswa dalam

memahami bidang studi.


Pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujian mata pelajaran yang

menurutnya sudah dikuasai.


Anak Finlandia tidak diijinkan untuk bersekolah sebelum usia tujuh tahun. TK di
Finlandia tidak membebankan pelajaran pada anak-anak karena menghormati masa

kecil dan hak mereka untuk bermain.


Setiap siswa diwajibkan membaca 1 buku setiap minggunya.
Bahasa asing mulai diajarkan sejak tahun pertama sekolah. Alasan kebijakan ini adalah
untuk memenangkan persaingan ekonomi Eropa, mengembangkan wawasan dalam

menghargai keragaman kultur.


Metode pembelajaran bukan ceramah, melainkan dengan penerapan belajar aktif.
Suasana proses belajar menyenangkan, metode dikte atau menyuruh dihilangkan

karena akan membuat siswa tertekan.


Guru tidak memberikan kritik terhadap pekerjaan siswa dengan kata Kamu salah
karena hal tersebut akan membuat siswa malu sehingga menghambat proses

pemahamannya.
Tidak ada sistem rangking dalam metode pembelajaran Finlandia. Siswa diminta
membandingkan pekerjaannya sendiri dengan hasil sebelumnya. Siswa juga tidak
dituntut untuk bisa menjawab dengan benar, namun dihargai karena sudah berusaha

sebaik mungkin.
Siswa tidak perlu memakai sepatu ketika sedang belajar di kelas. Siswa juga tidak
perlu memakai seragam saat bersekolah, bahkan kepala sekolah mengenakan kemeja

krah terbuka dan celana jeans.


Sekolah tingkat dasar dan menengah digabung, sehingga siswa tidak perlu berganti
sekolah saat usia 13. Pergantian sekolah juga tidak memerlukan ijazah seperti
Indonesia, namun hanya dengan nilai rapor.

Stasiun Televisi yang menyiarkan program berbahasa asing wajib menyertakan teks
terjemahan dalam bahasa Finnish agar anak-anak dapat belajar ketika menonton
Televisi.

Beberapa Perbedaan Sistem Pendidikan di Finlandia dan Indonesia


Finlandia : Anak-anak baru bersekolah setelah mereka berusia 7 tahun.
Indonesia : ada playgroup, TK A, TK B, bahkan sebelum umur 3 tahun pun sudah
ada yang menyekolahkan anaknya, meskipun memang cuma satu jam dengan
tujuan anaknya bersosialisasi. Masalahnya lagi, untuk masuk SD pun sekarang anakanak diharuskan sudah bisa membaca. Ada tes masuknya juga, jadi yang stres bukan

hanya anaknya, tetapi orang tuanya juga.


Finlandia : sebelum mencapai usia remaja, anak-anak ini jarang sekali diminta
mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak pernah disuruh mengikuti ujian.
Indonesia : TK pun sekarang sudah punya pekerjaan rumah, meskipun hanya sekedar

menebalkan garis dan menulis angka.


Finlandia : hanya ada satu tes yang wajib diikuti oleh pelajar, dan saat itu mereka

berusia 16 tahun.
Indonesia : like I mentioned before, masuk SD pun ada tesnya. Terutama SD favorit.
Finlandia : sekolah tidak membedakan anak yang pintar dan kurang pintar.
Seluruhnya

ditempatkan

di

dalam

ruang

kelas

yang

sama.

Indonesia : ada beberapa sekolah yang memberlakukan pembagian kelas berdasarkan


tingkat intelejensi anak. Contoh : peringkat 1-10 masuk ke kelas A, 1120 kelas B dan

seteruanya.
Finlandia : Kesenjangan antara murid terpintar dan murid paling tidak pintar di
Finlandia adalah yang terkecil di dunia. Artinya, murid paling tidak pintar pun masih
terhitung

pintar.

Indonesia : kesenjangan begitu terlihat, banyak siswa pintar, yang kurang pun

banyak.
Finlandia : Setiap guru hanya menghabiskan waktu 4 jam sehari di kelas dan punya
waktu 2 jam per minggu yang didedikasikan untuk professional development.
Indonesia : para guru di Indonesia yang bisa mengajar mulai jam 7 pagi sampai jam 3
sore non stop.

Finlandia : Jumlah guru yang dimiliki oleh Finlandia sama dengan jumlah guru di
New York, namun

jumlah

murid

yang

ditangani jauh lebih

sedikit.

Indonesia : Jumlah guru dibandingkan murid sangat jauh, dalam 1 kelas biasa

terdapat 32 murid, dan 1 guru.


Finlandia : Seluruh sistem pendidikan didanai oleh negara (semua gratis).
Indonesia : meskipun sudah ada beberapa wilayah yang menetapkan pendidikan
gratis, masih banyak pungutan-pungutan yang harus dibayar siswa kepada sekolah,

seperti uang Lab komputer, Lab bahasa dan lain sebagainya.


Finlandia : Seluruh guru harus memiliki gelar Master/S2 yang didanai seluruhnya
oleh

pemerintah.

Indonesia : guru harus mencari biaya untuk melanjutkan pendidikan sendiri, tak

semua gutu memperoleh bantuan pemerintah untuk studi lanjut.


Finlandia : Kurikulum nasional hanya berlaku umum. Setiap guru diberikan
kebebasan

untuk

mengembangkan

metode

pengajarannya.

Indonesia : Guru wajib mengikuti kurikulum dari pemerintah yang hampir setiap 5

tahun berubah-ubah.
Finlandia : yang menjadi guru hanyalah 10 lulusan teratas di universitas. Indonesia :
para lulusan terbaik kebanyakan berprofesi sebagai Dokter, pengacara, direktur,

investasi dan saham, pegawai Pajak dan lain sebagainya.


Finlandia : Status guru di masyarakat setara dengan status pengacara dan dokter.
Indonesia : Status guru (apalagi non-pns) masih sering diremehkan, dan dianggap
pekerjaan yang kurang mencukupi kebutuhan hidupnya.

2. Inggris
Setiap negara di Britania Raya memiliki sistem pendidikan tersendiri.
Pendidikan di Inggris merupakan tanggung jawab dari Sekretaris Negara
untuk Pendidikan, sedangkan pengelolaan harian dan pembiayaan sekolah-sekolah
negeri merupakan kewajiban dari pemerintah daerah yang bersangkutan. Sistem
pendidikan universal diperkenalkan di seluruh Inggris dan Wales untuk jenjang
pendidikan dasar pada tahun 1870, diikuti oleh pendidikan menengah pada tahun

1900. Pendidikan diwajibkan bagi penduduk yang berusia 5 hingga 16 tahun (15
tahun bagi yang lahir pada akhir Juli atau Agustus). Mayoritas anak-anak dididik di
sekolah-sekolah negeri, hanya sebagian kecil saja dari sekolah-sekolah tersebut yang
memilih

siswa

berdasarkan

kemampuan

akademik.

Sekolah

negeri

yang

diperbolehkan untuk memilih siswa berdasarkan kemampuan akademik mampu


mencapai prestasi yang sebanding dengan sekolah swasta yang paling selektif
sekalipun; dua dari dua puluh sekolah unggul berdasarkan kriteria GSCE pada tahun
2006 adalah sekolah menengah negeri. Meskipun jumlahnya menurun, namun
jumlah anak-anak yang menghadiri sekolah swasta di Inggris meningkat lebih dari
7%. Patut dicatat bahwa lebih dari setengah jumlah mahasiswa di dua universitas
terkemuka; Cambridge dan Oxford berasal dari sekolah negeri. Inggris memiliki
beberapa universitas yang menjadi universitas terbaik di dunia. Di antaranya adalah
Universitas Cambridge, Universitas Oxford, Imperial College London dan University
College London. Universitas-universitas ini merupakan universitas teratas di dunia
berdasarkan peringkat yang dirilis oleh THE-QS pada tahun 2010, dengan
Cambridge yang menempati posisi pertama. Kajian Sains dan Matematika
Internasional (TIMSS) menempatkan para pelajar Inggris di posisi ke-7 dalam
matematika dan di posisi ke-6 untuk sains di seluruh dunia. Hasil ini menunjukkan
bahwa pelajar Inggris mengungguli pelajar di negara-negara Eropa lainnya, termasuk
Jerman dan negara-negara Skandinavia.
Queen's University Belfast, dibangun pada tahun 1849. Pendidikan di
Skotlandia adalah tanggung jawab dari Sekretaris Kabinet untuk Pendidikan dan
Pembelajaran Seumur Hidup (Cabinet Secretary for Education and Lifelong
Learning), sedangkan pengelolaan harian dan pembiayaan sekolah-sekolah negeri
merupakan kewajiban dari pemerintah daerah yang bersangkutan. Dua lembaga
publik nondepartemen memainkan peranan penting dalam pendidikan Skotlandia:
Otoritas Kualifikasi Skotlandia (Scottish Qualifications Authority) bertanggung
jawab atas pembangunan, akreditasi, penilaian dan sertifikasi kelayakan selain ijazah
yang diberikan oleh sekolah menengah, sekolah tingkat atas institusi-institusi sejenis.
Badan Learning and Teaching Scotland bertugas untuk memberikan nasihat, sumber
daya dan pengembangan staf untuk komunitas pendidikan untuk mempromosikan

pengembangan kurikulum dan menciptakan budaya inovasi, cita-cita, dan


keunggulan. Skotlandia pertama kali mengesahkan kebijakan pendidikan wajib pada
tahun 1496. Proporsi anak-anak yang menghadiri sekolah swasta di Skotlandia hanya
sekitar 4%, namun dalam beberapa tahun terakhir jumlah tersebut berangsur-angsur
meningkat. Pelajar di Skotlandia yang menghadiri universitas di Skotlandia tidak
membayar uang kuliah ataupun biaya wisuda, karena biaya-biaya tersebut
dihapuskan pada pada tahun 2001 dan 2008 masing-masingnya.
Pendidikan di Irlandia Utara merupakan tanggung jawab dari Menteri
Pendidikan dan Menteri Pekerjaan dan Pembelajaran, sedangkan tanggung jawab
pada tingkat lokal dikelola oleh lima dewan pendidikan dan perpustakaan yang
meliputi wilayah geografis yang berbeda. Dewan Kurikulum, Pemeriksaan dan
Penilaian (Council for the Curriculum, Examinations & Assessment, CCEA) adalah
badan yang bertanggung jawab untuk memberikan saran kepada pemerintah
mengenai apa yang harus diajarkan di sekolah, memantau, serta memberikan
kualifikasi pada sekolah-sekolah di Irlandia Utara.
Pemerintah Wales bertanggung jawab atas pendidikan di Wales. Sebagian
besar pelajar di Wales diajarkan sebagian atau seluruhnya mata pelajaran dalam
bahasa Wales, pembelajaran dalam bahasa Wales diwajibkan untuk semua siswa
hingga usia 16 tahun. Rencana untuk meningkatkan jumlah sekolah menengah
berbahasa Wales turut dilakukan sejalan dengan kebijakan untuk membentuk
masyarakat Wales yang dwi-bahasa sepenuhnya.

3. Australia
Sistem pendidikan di Australia
Di Australia, pendidikan dimulai pada tingkat sekolah dasar dan berlanjut hingga
pendidikan tinggi di universitas atau TAFE. Terlepas dari apapun jenjang pendidikan
atau minat Anda, Anda akan menemukan pendidikan berkelas dunia di sini.

Sistem pendidikan di Melbourne dan Victoria terkenal di dunia. Menciptakan


dan menyediakan pendidikan yang luar biasa dengan perspektif multikultural kepada
seluruh pelajar sangat diutamakan di sini.
Sistem pendidikan Australia menawarkan:
Staf pengajar berkualitas tinggi
Ruang kelas dan fasilitas yang memenangkan penghargaan
Kurikulum seimbang yang melayani segala jenis pembelajaran siswa
Berbagai jenis kualifikasi pendidikan
Bahasa Pengantar
Bahasa Inggris adalah bahasa resmi dan bahasa pengantar di Australia.
Beberapa sekolah menawarkan program dwibahasa atau program dalam bahasa lain
seperti Mandarin, Vietnam, Indonesia dan Jerman.
Pendidikan Sekolah
Pendidikan sekolah di Negara Bagian Victoria meliputi:
Tahun persiapan sebelum Kelas satu (tidak wajib)
Sekolah dasar, Kelas satu-enam
Sekolah menengah, Kelas tujuh sampai dua belas

Pelajar sekolah menengah memiliki kesempatan untuk mendapatkan Senior


Secondary Certificate of Education. Sertifikat ini, atau yang setara, adalah kualifikasi
yang Anda butuhkan untuk masuk pendidikan tinggi dan program pelatihan kejuruan.
Beberapa college pendidikan dan pelatihan kejuruan (VET) juga menawarkan
kualifikasi Senior Secondary Certificate of Education.
Pendidikan Pasca Sekolah
Setelah sekolah menengah, jalur pelatihan biasanya berkembang menjadi
pendidikan tinggi (Universitas) dan pendidikan dan pelatihan kejuruan / Vocational
Education Training (VET). Program sertifikat di VET dapat berlanjut ke jenjang
yang lebih tinggi seperti Diploma, Advanced Diploma (Diploma Lanjutan), dan
Bachelor Degree (Gelar S1). Program level Diploma, Associate dan Bachelor Degree
(Gelar S1) di Universitas (atau VET) dapat berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi
seperti Graduate Certificate (Sertifikat Pascasarjana), Graduate Diploma (Diploma
Pascasarjana), Masters (Magister) dan Doctoral (Doktor).
Master Degree (Gelar Magister)
Australia memiliki tiga jenis program Masters Degree:
Coursework (kuliah)
Research (riset)
Extended (perluasan).
Kebanyakan Masters degree membutuhkan delapan belas bulan hingga dua
tahun studi penuh waktu. Program ini ditempuh setelah menyelesaikan Bachelor atau
Honours Degree. Program research Masters Degree berisi setidaknya dua per tiga
riset dengan tesis substansial yang diperiksa secara eksternal. Program ini
membutuhkan setidaknya satu tahun studi penuh waktu. Research Masters Degree
sering berlanjut ke program Doctoral.
Doctoral Degree (Gelar Doktor)
Australia memiliki tiga jenis program Doctoral Degree:
Research Doctorate (Doktor Riset)
Professional Doctorate (Doktor Profesional)
Higher Doctorate (Doktor Tinggi)

Program ini biasanya membutuhkan tiga sampai empat tahun studi penuh
waktu. Mahasiswa diharapkan memberikan kontribusi asli yang substansial untuk
pengetahuan dalam bentuk pengetahuan baru atau adaptasi asli dan signifikan,
ataupun penerapan dan penafsiran pengetahuan yang ada. Semua Doctoral degree
membutuhkan penyelesaian tesis, disertasi, tafsiran kritis atau sejenisnya, yang
biasanya diperiksa oleh dua atau tiga pakar akademik dengan reputasi internasional,
dimana dua di antaranya harus eksternal.
4. Korea Selatan
Sistem Pendidikan Korea Selatan
A. Latar Belakang
Republik Korea Selatan yang didirikan pada tahun 1948 terletak di
semenanjung daratan Asia Timur, dengan batas-batas wilayah sebelah timur
berbatasan dengan lautan pasifik, sebelah selatan berbatasan dengan selat Jepang,
disebelah barat berbatasan dengan demarkasi militer (garis lintang 380) yang
memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara.
Penduduk Korea Selatan kurang lebih 47 juta jiwa dengan angka pertumbuhan
penduduk rata-rata 1,7% per tahun dengan kondisi penduduk yang homogen
(etnik Korea), dengan angka literasi 98% (World Almanac 2000).
Adapun sistem pemerintahan Korea Selatan bersifat sentralistik. Dengan
sistem sentralistik ini, maka kebijakan-kebijakan pemerintah termasuk di bidang
pendidikan dapat dijalankan tanpa harus mendapat persetujuan badan legislatif
daerah, seperti yang terdapat pada pemerintahan sistem desentralisasi.
B. Tujuan Pendidikan Korea Selatan
Salah satu keputusan Dewan Nasional Republik Korea tahun 1948 adalah
menyusun undang-undang pendidikan. Sehubungan dengan hal ini, maka tujuan
pendidikan Korea Selatan adalah untuk menanamkan pada setiap orang rasa
Identitas

Nasional

dan

penghargaan

terhadap

kedaulatan

Nasional;

(menyempurnakan kepribadian setiap warga Negara, mengemban cita-cita

persaudaraan yang universal mengembangkan kemampuan untuk hidup mandiri


dan berbuat untuk Negara yang demokratis dan kemakmuran seluruh umat
manusia; dan menanamkan sifat patriotisme.
C. Struktur dan jenis Pendidikan
Secara umum sistem pendidikan di Korea Selatan terdiri dari empat
jenjang yaitu : Sekolah dasar, Sekolah Menengah Tingkat Pertama, SLTA dan
pendidikan tinggi. Keempat jenjang pendidikan ini sejalan dengan grade 1 - 6
(SD), grade 7 - 9 (SLTP), 10 -12 (SLTA), dan grade 13 - 16 (pendidikan
tinggi/program S1) serta program pasca sarjana (S2/S3). Berikut visualisasi grade
pendidikan yang dimaksud.
Sekolah dasar merupakan pendidikan wajib selama 6 tahun bagi anak usia 6
sampai 12 tahun, dengan jumlah Angka Partisipasi Murni (APM) SD mencapai
99,8%, putus sekolah SD 0%. SMP merupakan kelanjutan SD bagi anak usia 1215 tahun, selama 3 tahun pendidikan, yang kemudian melanjutkan ke SLTA pada
grade 15-18, dengan dua pilihan yaitu: umum dan sekolah kejuruan. Sekolah
kejuruan meliputi pertanian, perdagangan, perikanan dan teknik. Selain itu ada
sekolah komperhensif yang merupakan gabungan antara sekolah umum dan
sekolah kejuruan yang merupakan bekal untuk melanjutkan ke akademik (yunior
college) atau universitas (senior college) yang kemudian dapat melanjutkan ke
program pasca sarjana (graduate school) gelar master/dokter.

D. Manajemen Pendidikan Korea Selatan


Kekuasaan dan kewenangan dilimpahkan kepada menteri pendidikan. Di
daerah terdapat dewan pendidikan (board of education). Pada setiap propinsi dan
daerah khusus (Seoul dn Busam), masing-masing dewan pendidikan terdiri dari
tujuh orang anggota, yang mana lima orang dipilih oleh daerah otonom dan dua
orang lainnya merupakan jabatan ex officio yang dipegang oleh walikota daerah
khusus atau gubernur propinsi dan super intendent, Dewan pendidikan diketuai
oleh walikota atau gubernur.

1)

Anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan Korea Selatan berasal dari anggaran


Negara, dengan total anggaran 18,9% dari Anggaran Negara. Pada tahun 1995 ada
kebijakan wajib belajar 9 tahun, sehingga porsi anggaran terbesar diperuntukan
untuk ini, adapun sumber biaya pendidikan, bersumber dari GNP untuk
pendidikan, pajak pendidikan, keuangan pendidikan daerah, dunia industri khusus
bagi pendidikan kejuruan.

2)

Guru/Personalia. Terdapat dua jenis pendidikan guru, yaitu tingkat academic


(grade 13-14) untuk guru SD, dan pendidikan guru empat tahun untuk guru
sekolah menengah. Dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah untuk pendidikan
guru negeri. Kemudian guru mendapat sertifikat yaitu : sertifikat guru pra sekolah,
guru SD, dan guru sekolah menengah, sertifikat ini diberikan oleh kepala sekolah
dengan kategori guru magang, guru biasa dua (yang telah diselesaikan on-job
training) dan lesensi bagi guru magang dikeluarkan bagi mereka yang telah lulus
ujian kualifikasi lulusan program empat tahun dalam bidang engineering,
perikanan, perdagangan, dan pertanian. Sedangkan untuk menjadi dosen yunior
college (D2), harus berkualifikasi master (S2) dengan pengalaman dua tahun dan
untuk menjadi dosen di senior college harus berkualifikasi doktor (S3).

3)

Kurikulum. Reformasi kurikulum pendidikan di korea, dilaksanakan sejak tahun


1970-an dengan mengkoordinasikan pembelajaran teknik dalam kelas dan
pemanfaatan teknologi, adapun yang dikerjakan oleh guru, meliputi lima langkah
yaitu (1) perencanaan pengajaran, (2) Diagnosis murid (3) membimbing siswa
belajar dengan berbagai program, (4) test dan menilai hasil belajar. Di sekolah
tingkat menengah tidak diadakan saringan masuk, hal ini dikarenakan adanya
kebijakan equal accessibility ke sekolah menengah di daerahnya.

5. Jerman
Sistem pendidikan di jerman
Struktur sistem pendidikan Jerman secara formal meliputi : pendidikan dasar
(primary education),

pendidikan menengah (lower secondary education), dan

pendidikan tinggi. Wajib sekolah / belajar di Jerman berlaku Sembilan atau sepuluh

tahun, dengan normal anak masuk sekolah pada usia enam tahun. Namun demikian,
sebagian anakanak Jerman ada yang mengikuti pendidikan pra-sekolah (Kindergarten)
secara sukarela pada usia 3-5 tahun. Pendidikan dasar (primary school) dengan lama
pendidikan umumnya 4 tahun (usia 69 tahun) kecuali ibu kota Negara (Berlin)
melaksanakan system 6 tahun, sementara beberapa Negara bagian yang lain
melaksanakan pengajaran tambahan 2 tahun pada grade 5 dan 6 dalam suatu lembaga
perantara yang memberikan berbagai jenis pelajaran sebagai persiapan masuk ke
program-program sekolah menengah. Negara bagian lain menyediakan bentuk yang
lain pula dengan memberikan pelajaranpelajaran khusus pada grade 5 dan 6, dan siswa
dapat dengan mudah pindah dari sekolah satu ke sekolah yang lainnya sesuai dengan
program yang diinginkan. Sekolah menengah (lower secondary education) di Jerman
dapat

dibedakan

menjadi

jenis,

yaitu

Hauptschule/Restschule,

Realschule/Mittelsvhule, Gymnasium dan Gesamt-schule.


Haupschule/Restschule merupakan jenis sekolah menengah yang memberikan
pengajaran yang diarahkan untuk memasuki pemagangan setelah 4 siswa menerima
sertifikat tamat belajar. Program ini memberikan pelajaran khusus untuk
mempersiapkan siswa menghadapi kariernya di masa mendatang, dan juga
mengajarkan bahasa asing (biasanya bahasa Inggris). Program Hauptschule
dikategorikan sebagai program yang paling ringan tuntutan akademiknya di Jerman
pada grade 7 sampai 9.
Realschule merupakan program sekolah yang mempersiapkan siswa untuk
memasuki karier sebagai pegawai atau buruh kelas menengah. Program ini memiliki
tuntutan akademik yang lebih tinggi daripada houpschule. Semenjak tahun 1970-an,
tamatan sekolah ini telah menjadi persyaratan untuk memasuki program-program
pemagangan. Sertifikat dari sekolah ini juga menjadi kunci untuk memasuki berbagai
jalur pendidikan yang lebih tinggi.
Gymnasium, bertujuan untuk mempersiapkan siswa ke pendidikan tinggi,
walaupun tidak semua lulusannya melanjutkan ke perguruan tinggi. Pada grade 5
sampai 10, isi kurikulum bervariasi sesuai dengan jenis sekolah yang dimasuki. Mulai

grade 11, siswa dapat memilih spesialisasi dalam susunan yang agak rumit. Setelah
berhasil menyelesaikan ujian pada grade 13 siswa berhak memasuki perguruan tinggi.
Gesamtschule

merupakan sekolah yang menekankan program secara

komprehensif bagi semua anak dalam suatu bidang, dan anak-anak akan memperoleh
sertifikat yang berbeda sesuai dengan bidang yang dipilihnya. Namun karena terjadi
banyak kontroversi pada program sekolah jenis ini, maka tidak semua daerah yang
membuka sekolah ini (hanya dibuka di daerah yang beraliran sosial demokrat).
Selanjutnya, lembaga pendidikan tinggi di Jerman terdiri dari dua jenis, yaitu:
Pertama, akademi / politeknik / Fachhoschulen yang ditempuh selama 12 tahun
pendidikan lengkap); Kedua, Universitas. Tidak ada persyaratan program tertentu
untuk memasuki universitas, dan tidak ada perbedaan yang jelas antara program
sarjana dan program pascasarjana. Sertifikat Pertama dapat diperoleh setelah 4 atau
enam tahun pelajaran. Selain pendidikan formal, di Jerman juga berkembang
pendidikan non formal yang berupa pendidikan vokasional, teknik, dan bisnis yang
diwajibkan bagi anak-anak yang tamat dengan ijasah pendidikan umum pada
tingkat \Hoptschule atau Realschule dan juga yang tidak dapat ijasah setelah tamat
belajar 9 tahun. Pendidikan ini merupakan prasyarat untuk mendapatkan pekerjaan,
dan pelaksanaannya dapat diikuti secara paruh waktu atau purna waktu. Pendidikan
non formal yang lain yaitu berupa pendidikan orang dewasa yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, sesuai dengan tuntuntan zaman dan
perubahan ekonomi, sosial, dan politik yang sangat cepat. Program pendidikan orang
dewasa dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu umum, vokasional (termasuk teknik
dan keuangan) dan politik.
Perguruan Tinggi
Dalam peguruan tinggi di Jerman ada dua jenis pendidikan tinggi di Jerman,
yaitu Universitt (universit, selanjutnya disingkat UNI) dan Fachhochschule (applied
university, selanjutnya disingkat FH). Secara umum, pendidikan tinggi di Jerman
digolongkan menjadi Universitas (Universitaet), Institut Teknologi (Technische
Universitaet/Hochschule), Sekolah Tinggi Pendidikan (Padagogische Hochschule),
Sekolah Tinggi Seni (Kunsthochschule), Sekolah Tinggi Musik (Musikhochschule),

semacam politeknik tetapi sampai ke jenjang S3 (Fachhochschule), dan semacam


Intitut Pendidikan Dalam Negeri (Verwaltungsfachhochschule).
Walaupun terdapat banyak jenis pendidikan tinggi di Jerman, kebanyakan
mahasiswa

Indonesia

kuliah

di

Universitas,

Technische

Hochschule

atau

Fachhochschule. Institusi pendidikan tinggi ini menawarkan jenjang pendidikan S1


dengan jangka waktu 6 sampai 7 semester, S2 selama 4 semester dan S3 selama 8
semester. Pemilihan jenis pendidikan tinggi ini harus didasari keinginan dan rencana
setelah nantinya selesai kuliah. Jika saudara/saudari ingin menjadi peneliti atau
pengajar (dosen) maka universitas atau technische Hochschule menjadi pilihan,
walaupun tidak menutup kemungkinan anda bekerja sebagai praktisi. Universitas dan
technische Hochschule banyak memberikan pendidikan dengan porsi yang lebih besar
di teori daripada praktek. Sedangkan jika ingin menjadi praktisi seperti bekerja di
pabrik atau perusahaan, maka Fachhochschule menjadi pilihan yang tepat karena
Fachhocschule memberikan porsi yang besar pada praktek. Akan tetapi jika anda tamat
dari Fachhochschule, anda tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di
Universitas.
Program Yang Ditawarkan
A. Program klasik
Berbeda dengan di Indonesia dan sistem 3 jenjang (Sarjana-Magister-Doktor),
sampai saat ini Jerman masih menganut pendidikan tinggi dengan dua jenjang, yaitu
Diploma (Dipl.) dan Doktor (Dr). Dalam jenjang Diploma ini, pada tahun-tahun
pertama mahasiswa diwajibkan mengikuti serangkaian mata kuliah dasar (dikenal
dengan nama Grundstudium). Setelah menyelesaikan semua mata kuliah di
Grundstudium mahasiswa diberi sertifikat Vordiplom, akan tetapi sertifikat ini bukanlah
gelar kesarjanaan. Untuk menyelesaikan Vordiplom, mahasiswa memerlukan waktu
sekitar 2,5 tahun. Setelah mendapatkan Vordiplom, barulah mahasiswa diijinkan
mengambil mata kuliah keahlian pada level yang lebih tinggi (dikenal dengan
Hauptstudium). Setelah menyelesaikan semua mata kuliah Hauptstudium, barulah
mahasiswa diijinkan menulis tugas akhir (dikenal dengan nama Diplomarbeit) sebagai

syarat kelulusan Diploma. Jadi, Diploma adalah gelar resmi pertama yang diperoleh
setelah seseorang menyelesaikan studinya di UNI atau FH.

Antara Diplom UNI dan Diplom FH memiliki perbedaan-perbedaan, diantaranya:


Diplom FH bisa diselesaikan dalam waktu 4,5 tahun sedangkan Diplom UNI baru bisa

diselesaikan dalam waktu 5 tahun.


Diplom FH memiliki muatan terapan yang lebih besar (60% perkuliahan) dibandingkan

dengan Diplom UNI (40% perkuliahan).


Diplom FH tidak dirancang untuk melanjutkan ke jengang Doktor. Apabila pemegang
Diplom UNI ingin melanjutkan ke program Doktor, maka yang bersangkutan harus
mengikuti proses persamaan terlebih dahulu. Dalam fase ini, kepadanya diwajibkan
mengikuti serangkaian mata kuliah pada level Hauptstudium. Bisa juga ia mengikuti
program Master terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke program Doktor. Sebaliknya,
pemilik gelar Diplom UNI bisa langsung melanjutkan studi ke jenjang Doktor.
B. Program Baru
Berdasarkan Kesepakatan Bologna tahun 1999, semua negara EU bersepakat
untuk menyesuakan sistem pendidikan antara satu negara dengan negara lainnya di
kawasan EU. Hal ini perlu dilakukan karena Kesepakatan Maastricht tahun 1992
menjamin bahwa semua negara EU harus mengakui kesamaan gelar dan keprofesian
yang diberikan oleh Universitas maupun lembaga profesi di negara-negara EU lainny
Dari Kesepakatan Bologna 1999 tersebut, salah satu isinya adalah semua negara EU
akan mengkonversi sistem pendidikan tingginya menjadi tiga jenjang BachelorMasterDoktor. Disepakati pula bahwa Bachelor (dengan waktu tempuh 3-4 tahun)
adalah gelar kesatjanaan pertama yang diberikan oleh Universitas, dimana pemilik gelar
tersebut diyakini telah siap memasuki dunia kerja. Program pendidikan Master adalah
pendidikan lanjutan setelah bachelor dan diberikan selama 2 tahun. Berdasarkan
kesepakatan Bologna 1999 tersebut, UNI dan FH di Jerman telah mulai mengkonversi
sistem lamanya Diplom-Doktor ke sistem baru Bachelor-Master-Doktor. Oleh
karenanya, tidak mengherankan jika saat ini telah ada jengang Bachelor-Master di
ahmpir semua UNI dan FH. Paling lambat tahun 2010 semua UNI dan FH di Jerman
harus sudah mengadopsi sistem Bachelor-Master-Doktor seratus persen. Di Feie

Universitt Berlin dan Humboldt Universitt zu Berlin bahkan sistem ini sudah akan
diadopsi penuh paling lambat tahun 2007.
Pendidikan Pra Perguruan Tinggi
Berbeda dengan di Indonesia yang menganut sistem pendidikan tiga jenjang
SDSLTP-SLTA, Jerman hanya memiliki dua jenjang pendidikan Pra Perguruan Tinggi,
yaitu pendidikan dasar (Grundschule) dan pendidikan lanjutan (Gymnasium, Realschule
atau Berufschule). Jenjang Pendidikan Pra Perguruan Tinggi di Jerman memerlukan
waktu tempuh normal selama 13 tahun (berbeda dengan di Indonesia, dimana
pendidikan SD-SLTPSLTA bisa diselesaikan hanya dalam waktu 12 tahun). Pendidikan
sekolah dasar (Grundschule) diberikan dari kelas 1 - 6, dan setelah itu siswa diberikan
kesempatan untuk memilih melanjutkan ke Gymnasium, Realschule atau Berufschule.
Gymnasium diperuntukkan bagi siswa-siswa pandai yang dianggap mampu melanjutkan
pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi. Jenjang ini ditempuh mulai dari kelas 7
13, dan setelah lulus mereka diberi ijazah yang dikenal sebagai Abitur. Jadi sebelum
masuk ke perguruan tinggi, seorang siswa menyelesaikan pendidikan dasar dan
menengah selama 13 tahun. Berufschule diperuntukkan bagi siswa-siswa yang langsung
dipersiapkan memasuki dunia kerja dan tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.
Sedangkan Realschule ada di tengah-tengah keduanya. Kalau dianggap bagus, siswa
dari Realschule bisa meneruskan ke Gymnasium untuk mendapatkan Abitur, atau bisa
juga langsung memasuki dunia kerja.
Pendidikan Tinggi
Setelah mendapatkan Abitur, siswa langsung bisa mendaftarkan diri ke
Perguruan Tinggi. Berbeda dengan calon mahasiswa di Indonesia yang harus mengikuti
ujian tertulis (UMPTN), disini calon siswa sama sekali tidak perlu mengikuti ujian
seleksi. Calon mahasiswa tinggal mengirimkan berkas lamarannya, dan universitas akan
langsung memutuskan berdasarkan nilai Abitur. Hal tersebut bisa dilakukan karena
pendidikan di seluruh Jerman, baik pendidikan dasar maupun pendidikan tinggi,
memiliki kualitas yang bisa dikatakan sama. Untuk menjamin kualitas yang merata di
semua sekolah, setiap anak wajib masuk ke sekolah terdekat yang telah ditunjuk oleh

pemerintah. Sebaliknya, pemerintah pun menyediakan guru-guru dan fasilitas


pendidikan yang merata di semua sekolah, baik di kota besar maupun di pelosok yang
jauh dari kota.
Tujuan Pendidikan di Jerman
Sesuai dengan Konstitusi (Grundgesetz), Republik Federasi Jerman adalah
sebuah 'republik, sebuah demokrasi, sebuah federal, secara sosial dan konstitutional
adalah negara bagian yang bertanggungjawab. Dengan konstitusi pendidikan yang
menjamin : 'kebebasan untuk seni dan ilmu pengetahuan, penelitian dan mengajar,
kebebasan untuk percaya, menyakini (conscience) dan menyatakan suatu agama,
kebebasan untuk memilih sebuah tempat tinggal dan tempat belajar atau pelatihan,
persamaan hukum dan hak asasi dasar dari orang tua untuk memperhatikan dan
mendidik anakanak mereka'.

Manajemen Pendidikan di Jerman


Sistem pendidikan di Jerman adalah desentralisasi, mulai dari level SD sampai
dengan sekolah menengah. Beberapa Lander (penguasa daerah) membuat berbagai
ketentuan konstitusi mereka masing-masing mengenai pengaturan masalah-masalah
pendidikan, dan seluruhnya melalui proses legislative. Pengaturan ini meliputi
penetapan tujuan pendidikan, struktur, isi pengajaran, dan prosedur dalam system
daerah mereka masing-masing. Adapun yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
pendidikan di dalam Negara bagian adalah kementrian kabinet atau Kementrian
Kebudayaan (Kultusministerium). Pada Negara-negara bagian yang luas daerahnya,
sekolah tidak dikontrol secara langsung oleh kementrian Negara bagian, tetapi melalui
badan administrasi regional yang merupakan bagian dari badan ekskutif. Masyarakat
setempat biasanya juga punya tanggung jawab menyediakan infrastruktur yang
diperlukan dan adakalanya juga terlibat dalam pengangkatan staf.
1) Biaya Pendidikan.
Alokasi biaya pendidikan

sepenuhnya bersumber dari Lander (Daerah) dan

masyarakat setempat, kecuali untuk pendidikan tinggi. Menjadi tanggung jawab

pemerintah federal. Hampir semua program pendidikan di jerman bersifat gratis


(termasuk pembebasan uang kuliah di pendidikan tinggi). Pemerintah federal juga
memberikan bantuan uang kepada sebagian siswa sekolah menengah dan mahasiswa
perguruan tinggi. Kebanyakan sekolah-sekolah swasta yang kecil, kira-kira 90% dari
biaya operasional sekolah dibantu oleh pemerintah federal Pengeluaran pemerintah
federal pada tahun 1990 untuk anggaran pendidikan mencapai total 9,3% dari GNP. 2)
Personalia.
2) Guru
Hanya guru-guru Gymnasium dan sebagian guru-guru specialis untuk bidang
keuangan yang dididik di tingkat Universitas (S1), dengan tekanan utama bidang
keahlian daripada bidang keguruan. Namun demikian. sejak tahun 1960, telah mulai
dicanangkan persyaratan kualifikasi yang sama untuk semua guru, minimal telah di
didik di Universitas. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan metode
mengajar ditempuh melalui in-service training.
3)

Kurikulum.
Kurikulum dirumuskan oleh

Kementrian Pendidikan sesuai Negara bagian

masingmasing dibawah kendali Lander (pemerintah daerah). Sebagian besar Lander


mewajibkan mata pelajaran di

primary education sebagai berikut: German;

mathematics; social studies (usually taught as Sachunterricht); history (usually taught as


Sachunterricht ) geography (usually taught as Sachunterricht); biology (aspects of
biology are taught within science, which is usually taught as Sachunterricht ); physics
(aspects of physics are taught within science, which is usually taught as Sachunterricht);
chemistry (aspects of chemistry are taught within science, which is usually taught as
Sachunterricht); art; music; sport; and modern foreign languages. Sedangkan untuk
sekolah menengah, kurikulum berbeda-beda penekannannya, sesuai jenis sekolah.
Namun paling tidak pada setiap jenis sekolah menengah tersebut memuat materi
pelajaran sebagai berikut: German; mathematics; on foreign language (usually English);
natural and social sciences; music; art; and sport.
4)

Sistem Ujian dan Sertifikasi.


Penilaian akhir tahun siswa di dasarkan pada hasil analisis terhadap kinerja siswa.

Dari Grade 2 (primer, umur tujuh) dan seterusnya, hanya terdapat laporan
setengahtahunan meliputi komentar terhadap kemajuan dan nilai yang diperoleh dengan

membandingkan kinerja mereka dengan apa ada pada selain dalam sebuah kelompok
pengajaran. Terdapat satu kecenderungan ke arah pelaporan proses belajar dan kinerja,
dan terhadap keikutsertaan kelas serta perilaku sosial di sekolah. Anak-anak yang
nilainya dan hal lainnya tidak cukup harus (dapat memilih) untuk mengulang kembali
di awal tahun baru. Tidak ada nilai ujian atau ijasah di sekolah dasar, yang ada hanya
sebuah laporan kinerja siswa pada akhir tahun. Ujian nasional di selenggarakan pada
grade 10 dan 12.

6. Belanda
Pendidikan di Belanda telah dikenal reputasinya di dunia karena standar
kualitasnya yang tinggi. Hal tersebut diperoleh melalui sistem regulasi dan manajemen
mutu yang ada. Kementrian Pendidikan, Budaya dan Ilmu Pengetahuan merupakan
departemen yang bertanggung jawab atas pembuatan undang-undang yang berkaitan
dengan pendidikan.
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang pernah studi di universitas atau
institusi pendidikan tinggi Belanda memiliki kinerja yang sangat baik di manapun
mereka berada. Untuk negara kecil seperti Belanda, orientasi internasional, termasuk
pendidikan dan pelatihan merupakan keharusan untuk dapat bertahan di tengah arus
dunia yang semakin mengglobal.
Dalam bidang pendidikan tinggi, negara Belanda terdepan di beberapa bidang
seperti business administration, agricultural studies, civil engineering, medicine,
remote sensing and, arts & design. Hasi riset yang berkualitas tinggi di Belanda
menempati peringkat atas. Kenyataannya, riset ilmiah internasional Belanda menjadi
yang terdepan di Eropa. Belanda menduduki peringkat ke-lima di dunia untuk jumlah
jurnal-jurnal per kapita.
Belanda merupakan negara non berbahasa Inggris pertama yang menawarkan
program studi berbahasa Inggris bagi pendidikan tinggi. Lebih dari 1300 program
studi internasional untuk berbagai bidang ditawarkan oleh pendidikan tinggi Belanda.

Kurikulumnya intensif pada level yang lebih tinggi, lebih maju, berorientasi pada
praktek dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan sesuai harapan mahasiswa
yang mencari pengetahuan khusus. Program-program studi ini menggantikan teori
dengan praktek di dunia kerja yang sebenarnya atau situasi simulasi kerja.
Pendidikan tinggi di Belanda menyediakan jenis pendidikan : universitas dan
University of Applied Sciences. Universitas melatih para mahasiswanya untuk
menggunakan ilmunya secara mandiri. University of Applied Sciences, yang di
Belanda dikenal dengan sebutan Hogeschool, lebih berorientasi ke praktek; para
mahasiswa langsung diarahkan untuk meraih jenjang karir di bidangnya. Belanda juga
memiliki lembaga Institut untuk Pendidikan Internasional yang sudah sejak lama
menawarkan program-program yang dirancang khusus bagi mahasiswa asing.
7. Amerika Serikat
Pendidikan umum di Amerika Serikat dikelola oleh negara bagian dan
pemerintah daerah, serta diregulasikan oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat
dengan anggaran dari pemerintah federal. Di sebagian besar negara bagian, anak-anak
diwajibkan bersekolah ketika berusia enam atau tujuh tahun (taman kanak-kanak atau
kelas satu) sampai mereka berusia delapan belas tahun (kira-kira kelas dua belas, akhir
dari sekolah menengah atas). Beberapa negara bagian memperbolehkan siswa untuk
meninggalkan sekolah pada usia 16 atau 17 tahun. Sekitar 12% anak-anak terdaftar di
sekolah swasta keagamaan ataupun nonkeagamaan. Hanya 2% anak-anak yang yang
mengikuti sekolah rumah (homeschooling).
Amerika Serikat memiliki banyak institusi sekolah tinggi yang kompetitif, baik
yang berstatus negeri maupun swasta. Menurut sebuah pemeringkatan internasional,
13 dari 15 sekolah tinggi dan universitas di Amerika menempati daftar 20 universitas
terkemuka di dunia. Ada juga kolese komunitas lokal yang menawarkan kebijakan
yang lebih terbuka, program akademik yang lebih singkat, dan biaya pendidikan yang
lebih murah. Dari keseluruhan warga Amerika yang berusia di atas 25 tahun, 84,6% di
antaranya adalah lulusan sekolah menengah atas, dengan rincian 52,6% sedang kuliah
di universitas, 27,2% telah menyandang gelar sarjana, dan 9,6% selebihnya telah

meraih ijazah pascasarjana. Angka melek huruf di AS diperkirakan sebesar 99%,


dengan artian hanya 1% warga AS yang tidak bisa membaca. Pada 2006, PBB
memberikan Indeks Pendidikan 0,97 kepada Amerika Serikat; yang tertinggi ke-12 di
dunia.
8. Jepang
Sistem pendidikan Jepang berjenjang mulai dari SD selama 6 tahun, SMP 3
tahun, SMA 3 tahun, universitas 4 tahun (lembaga pendidikan 2 tahun). Negara Jepang
mengenal wajib belajar dari SD sampai SMP. Untuk masuk SMA dan universitas harus
mengikuti ujian masuk. Terdapat sekolah kejuruan atau sekolah khusus yang
menampung lulusan SD atau SMP. Skeolah ini mengajarkan ketrampilan khusus.
Sekolah negeri di Jepang adalah sekolah yang dikelola pemerintah. Selain itu ada
sekolah propinsi yang dikelola pemerintah daerah, dan sekolah swasta yang dikelola
badan hukum.
Sistem pendidikan Jepang bisa dikategorikan sebagai suatu sistem pendidikan
tradisional. Pemerintah pusat memegang kontrol pendidikan, termasuk menentukan
kurikulum yang berlaku secara nasional baik bagi sekolah negeri ataupun sekolah
swasta. Pengajaran menekankan hafalan dan daya ingat untuk menguasai materi
pelajaran yang diberikan. Materi pelajaran diarahkan agar murid bisa lulus ujian akhir
atau test masuk ke sekolah lebih tinggi, tidak mengembangkan daya kritis dan
kemandirian murid. Semua murid diperlakukan sama, tidak ada treatment khusus
untuk murid yang tertinggal. Sekolah menekankan pada diri murid sikap hormat dan
patuh kepada guru dan sekolah.
Sistem pendidikan Jepang dapat dikatakan suatu sistem pendidikan yang
"kaku, seragam dan tiada pilihan bagi anak didik". Namun dibalik sistem pendidikan
di Jepang yang kaku dan seragam tersebut sebenarnya ada beberapa hal yang patut
dicatat. Menurut hasil penelitian Tim Jepang dan USA yang mengevaluasi sistem
pendidikan Jepang dan USA tahun 1983 (Newsweek, 12 Januari 1987) mengatakan
ada beberapa kebaikan sistem pendidikan Jepang. Pertama, dengan menegakkan
disiplin patuh terhadap guru dan sekolah menyebabkan anak didik di Jepang secara riil

menggunakan waktu sekolah lebih besar dari pada anak-anak sekolah di Amerika
Serikat. Kedua, sistem pendidikan di Jepang telah berhasil melibatkan orang tua anak
didik dalam pendidikan anak-anaknya. lbu, khususnya senantiasa memperhatikan,
memberikan pengawasan dan bantuan belajar kepada anak-anaknya. Tambahan lagi,
lbu-ibu ini terus secara berkesinambungan membuat kontak dengan para guru. Ketiga,
di luar sekolah berkembang kursus-kursus yang membantu anak didik untuk
mempersiapkan ujian atau mendalami mata pelajaran yang dirasa kurang. Keempat,
status guru dihargai dan gaji guru relatif tinggi. Hal ini mengakibatkan pekerjaan guru
mempunyai daya tarik.

BAB III
Kesimpulan
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih harus banyak
belajar pada negara lain, terutama pada bidang pendidikan. Adanya studi tentang
perkembangan pendidikan di negara negara mau adalah sebagai upaya kita untuk
mencoba melihat pendidikan kita dari sisi lain. Memang, tidak semua konsep
pendidikan di negara negara maju bisa di terapkan di indonesia, karean memang
kita memliki perbedaan sejarah dan latar belakang sosial budaya dan ekonomi.
Namun tidak ada yang salah jika kita mencoba menggali nilai nilai positif atau
semangat yang di kandungnya. Nilai nilai positif inilah yang bisa kita ambil dan
kemudian diaplikasi kan dalam program program pendidikan yang nantinya akan
kita pakai sebagai upaya kaderisasi bibit unggu generasi masa depan Indonesia.

Saran
Sudah saatnya kita terbuka dan mau berlapang dada untuk mengakui bahawa
pendidikan kita masih jauh dari kata membanggakan. Adanya studi pendididikan di
negara negara maju semoga menjadi bahan pertimbangan kita untuk lebih
mengevaluasi diri. Semoga apa yang kami tuliskan dapat bermanfaat untuk anda yang
membacanya.