Anda di halaman 1dari 15

METODE PELAKSANAAN

Nama Penawar

: ..................................................

Nama Kegiatan

: Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Aceh

Nama Paket

: PEMBANGUNAN/RELOKASI JEMBATAN LAE IKAN 2

No. Paket Kontrak : WIL.II-13.2


Provinsi/Kab

: Aceh/ACEH SELATAN

WAKTU PELAKSANAAN : ........................................... Hari Kalender

1. PENDAHULUAN
Tahap Pelaksanaan Pekerjaan adalah tahap realisasi desain rencana menjadi sebuah
bangunan yang utuh. Pada tahap ini dibutuhkan metodologi yang efektif dalam
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan shop drawing. Metode yang dipakai dalam
pelaksanaan pekerjaan dapat berbeda meskipun untuk pekerjaan yang sama, hal ini
tergantung dari sumber daya dan kondisi lingkungan yang dihadapi
Perencanaan yang matang mengenai tahapan-tahapan dalam menyelesaikan pekerjaan
dilapangan mutlak diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan spesifikasi
yang disyaratkan. Selain menjamin mutu yang dihasilkan, perencanaan juga harus
memperhitungkan keselamatan kerja semua yang terlibat dalam proses pelaksanaan
pekerjaan sehingga tercapai ZERO ACCIDENT sesuai dengan standar OHSAS dalam
proyek.
2. LATAR BELAKANG
Pekerjaan Pembangunan/Relokasi Jembatan Lae Ikan 2 berlokasi di daerah dengan
kondisi lingkungan yang cukup padat dengan mobilisasi masyarakat, untuk itu maka harus
diperhatikan mengenai dampak lingkungan yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan
terutama lalu lintas kendaraan.
3. PEKERJAAN ADMINISTRASI
a. PASCA LELANG
Setelah diputuskan pemenang lelang dalam paket pekerjaan Pembangunan/Relokasi
Jembatan Lae Ikan 2 Tahun Anggaran 2013 maka selaku pemenang lelang hal pertama
yang kami lakukan adalah menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan sebagai syarat
keluarnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan dilanjutkan dengan melengkapi
dokumen yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut antara lain:
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Permanen yang berbentuk Barchat dan Kurva S
serta Network Planning;
Jadwal penugasan personil inti;

Jadwal pengiriman peralatan proyek (mobilisasi/demobilisasi);


Jadwal Pengiriman bahan-bahan material proyek;
Rincian metode pelaksanaan masing-masing bagian pekerjaan secara lebih
mendetail;
Menyerahkan surat pemberitahuan secara tertulis, bahwa pekerjaan tersebut akan
segera kami laksanakan dengan tembusan kepada Instansi yang terkait; dan
Koordinasi dengan petugas terkait dan instansi terkait, baik dengan konsultan
perencana, wakil dari pengguna jasa maupun dengan konsultan pengawas dan
bersosialisasi dengan lingkungan setempat, untuk dapat mengantisipasi hal-hal
yang dapat mengganggu dan menghambat aktifitas pada saat pelaksanaan
pekerjaan.

b. ADMINISTRASI LAPANGAN
Selama masa pelaksanaan pekerjaan dilapangan juga dilakukan proses administrasi
untuk tertib laporan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan pekerjaan
Pembangunan/Relokasi Jembatan Lae Ikan 2 tahun anggaran 2013. Dokumen yang
dipersiapkan selama masa pelaksanaan pekerjaan meliputi:
Laporan kegiatan;
Laporan Surat-menyurat;
Laporan hasil pertemuan rapat koordinasi dengan pihak yang terkait; dan
Foto-foto terkait dengan pelaksanaan pekerjaan.
4. PEKERJAAN FISIK LAPANGAN
a. PEKERJAAN UMUM
Mobilisasi
Tahap awal pelaksanaan pekerjaan dimulai dengan memobilisasi semua
keperluan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan seperti
tenaga kerja lapangan, personil inti dan alat kerja. Proses mobilisasi alat berat
dilakukan secara betahap sesuai keperluannya sehingga tidak ada alat yang
menumpuk tidak terpakai sehingga berpotensi menghambat pelaksanaan
dilapangan.
Proses mobilisasi pada kegiatan Pembangunan/Relokasi Jembatan Lae Ikan 2
meliputi:
Tenaga kerja:
Personil inti lapangan; dan
Tenaga kerja harian.
Bahan:
Papan nama proyek;
Direksi keet;
Pagar sementara;
Tenda pengecoran;
Rambu lalu lintas; dan
Lampu pengaman.
Peralatan:
Concrete mixer;
Truck mixer (Agitator);

Pile driver + hammer; dan


Crane on track.

Manajemen dan keselamatan lalu lintas


Tahap awal pelaksanaan pekerjaan dimulai dengan penyediaan perlengkapan
meliputi:
Rambu lalu lintas;
Barikade;
Bendera; dan
Rencana Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas; dan
Lampu.
Selain itu, juga menyediakan tenaga koordinator manajemen dan keselamatan
lalu lintas.

Relokasi utilitas dan pelayanan PDAM yang ada


Melaksanakan pemindahan dan pemeliharaan Jaringan Pipa PDAM dengan
berkoordinasi dengan instansi terkait setempat. Pekerjaan relokasi utilitas akan
dilaksanakan secepat mungkin sehingga gangguan yang terjadi terhadap pelayanan
utilitas tersebut dapat diminimalkan.

Relokasi utilitas dan pelayanan PLN yang ada


Melaksanakan pemindahan dan pemeliharaan Jaringan Listrik PLN dengan
berkoordinasi dengan instansi terkait setempat. Pekerjaan relokasi utilitas akan
dilaksanakan secepat mungkin sehingga gangguan yang terjadi terhadap pelayanan
utilitas tersebut dapat diminimalkan.

b. PEKERJAAN DRAINASE
Galian untuk selokan drainase dan saluran air
Pekerjaan Drainase akan dimulai dengan melakukan pengukuran situasi dan
elevasi dasar saluran, khususnya outlet dari existing saluran untuk menentukan
ketinggian (arah dan kelandaian) saluran rencana dengan menggunakan titik ikat
yang disetujui dan diikuti dengan pemasangan patok serta profil kemiringan galian.
Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan galian untuk selokan drainase dan
saluran air. Penggalian dilakukan sebagaimana yang diperlukan untuk membentuk
selokan sehingga memenuhi kelandaian yang ditunjukkan pada gambar dan
memenuhi profil jenis selokan yang ditunjukkan dalam Gambar atau bilamana
diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan.
Seluruh bahan hasil galian dibuang dan diratakan sedemikian rupa sehingga
tidak menimbulkan dampak lingkungan yang mungkin terjadi.

Beton K250 (fc 20) untuk struktur drainase beton minor


Sesuai gambar dalam dokumen tender, maka volume pekerjaan beton K-250
akan digunakan sesuai gambar atau petunjuk Direksi dan atau pekerjaan lainnya
sesuai hasil field engineering yang telah disetujui Direksi Pekerjaan. Beton K-250
di produksi secara manual (concrete mixer). Material berupa pasir, semen dan

agregat kasar diterima di lokasi pekerjaan. Secara umum tahapan pelaksanaan


pekerjaan beton K-250 dapat diuraikan secara berikut:
a. Pekerjaan akan dimulai dengan pembuatan shop drawings untuk kemudian
dimintakan persetujuannya dari Direksi Pekerjaan;
b. Baja Tulangan yang telah dirakit (cutting and bending) di base camp akan
dibawa kelokasi pekerjaan untuk dipasangkan sesuai shop drawings. Baja
tulangan akan dipasangkan/diikat dengan menggunakan kawat beton;
c. Pekerjaan dilanjutkan dengan pembuatan dan pemasangan bekisting yang
terbuat dari balok kayu dan multiplex untuk membentuk dimensi struktur sesuai
shop drawings;
d. Sebelum dilakukan pengecoran beton, maka semua hasil rakitan penulangan dan
bekisting akan dibersihkan terlebih dahulu dan dimintakan persetujuannya dari
Direksi Pekerjaan;
e. Untuk menjaga agar tidak terjadi pemisahan agregat (segredasi) dari beton,
maka pengecoran beton akan dilakukan dengan menggunakan luncuran manual;
f. Selama proses pengecoran, beton akan diperiksa kekentalannya dengan uji
slump;
g. Untuk mengetahui kondisi kekuatan beton, maka atas persetujuan Direksi
Pekerjaan, akan dilakukan pengambilan dan pembuatan benda uji
kubus/silinder; dan
h. Pembongkaran bekisting kemudian akan dilakukan setelah beton mengeras dan
sesuai dengan persyaratan spesifikasi.

Baja tulangan untuk struktur drainase beton minor


Baja tulangan U-24 akan distock dan dipisahkan sesuai ukuran diameternya.
Perakitan (cuting dan bending) akan dilakukan dengan menggunakan alat
pemotong (bar cutting) dan alat pembengkok (bar bending) sesuai dengan ukuran
yang ada didalam shop drawing yang disetujui. Baja tulangan yang telah dipotong
dan dibentuk, kemudian diangkut ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan dump
truck akan dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia (manual).
Untuk tetap menjaga mutu baja tulangan sebelum digunakan di lapangan,
maka semua stock yang ada di base camp ataupun yang belum terpasang di lokasi
pekerjaan akan dilindungi dengan penutup agar terhindar dari pengkaratan.

c. PEKERJAAN TANAH
Galian biasa
Pekerjaan galian disini adalah galian tanah untuk pondasi maupun pekerjaan
konstruksi lainnya, dimensi galian tanah sesuai dengan gambar rencana kerja
ataupun menurut petunjuk Direksi Teknik. Pada saat melakukan galian tumpukan
material hasil galian sedapat mungkin ditempatkan diluar areal yang akan
dikonstruksi. Dan jika areal penampungan hasil galian tidak dapat mencukupi,
dibuang ke lokasi yang ditentukan oleh direksi teknik. Pelaksanaan galian ini
secara mekanik maupun manual dengan peralatan bantu.

Galian Struktur dengan kedalaman 0 2 meter


Mencakup galian pada segala jenis tanah dalam batas pekerjaan yang disebut
atau ditunjukkan dalam gambar untuk struktur. Selama pelaksanaan pekerjaan
galian, lereng sementara galian yang stabil dan mampu menahan pekerjaan,
struktur atau mesin di sekitarnya, dipertahankan sepanjang waktu, penyokong

(shoring) dan pengaku (bracing) yang memadai harus dipasang bilamana


permukaan lereng galian mungkin tidak stabil. Bilamana diperlukan, disokong
struktur di sekitarnya, yang jika tidak dilaksanakan dapat menjadi tidak stabil atau
rusak oleh pekerjaan galian tersebut.

Galian Struktur dengan kedalaman 2 4 meter


Pekerjaan ini dilaksanakan pada pekerjaan abutmen. Seluruh galian dijaga agar
bebas dari air dan disediakan semua bahan, perlengkapan dan pekerja yang
diperlukan untuk pengeringan (pemompaan), pengalihan saluran air dan pembuatan
drainase sementara, dinding penahan rembesan (cut-off wall) dan cofferdam.
Pompa siap pakai di lapangan senantiasa dipelihara sepanjang waktu untuk
menjamin bahwa tak akan terjadi gangguan dalam pengeringan dengan pompa.

Timbunan biasa
Pelaksanaan Timbunan badan jalan dikerjakan setengah lebar jalan sehingga
setiap saat jalan tetap terbuka untuk lalu lintas. Material timbunan biasa diambil
dari lokasi quarry dengan jarak yang tidak terlalu jauh ke lokasi pekerjaan. Semua
pekerjaan penimbunan akan dilakukan dengan penghamparan dan pemadatan lapis
per lapis, dengan ketebalan gembur setiap lapisan tidak lebih dari 20 cm.

Timbunan pilihan
Pelaksanaan Timbunan badan jalan dikerjakan setengah lebar jalan sehingga
setiap saat jalan tetap terbuka untuk lalu lintas. Sebelum pekerjaan penimbunan
dengan timbunan pilihan dimulai, akan dilakukan trial section (penghamparan dan
pemadatan) untuk mendapatkan persetujuan terhadap metode kerja penimbunan
yang akan dilaksanakan. Bahan timbunan pilihan yang digunakan akan diangkut
dengan dump truck dari quarry dengan jarak yang tidak terlalu jauh ke lokasi
pekerjaan. Semua pekerjaan penimbunan akan dilakukan dengan penghamparan
dan pemadatan lapis per lapis, dengan ketebalan gembur setiap lapisan tidak
lebih dari 20 cm.

Timbunan pilihan berbutir


Pelaksanaan Timbunan badan jalan dikerjakan setengah lebar jalan sehingga
setiap saat jalan tetap terbuka untuk lalu lintas. Sebelum pekerjaan penimbunan
dengan timbunan pilihan berbutir dimulai, akan dilakukan trial section
(penghamparan dan pemadatan) untuk mendapatkan persetujuan terhadap metode
kerja penimbunan yang akan dilaksanakan. Bahan timbunan pilihan yang
digunakan akan diangkut dengan dump truck dari quarry dengan jarak yang tidak
terlalu jauh ke lokasi pekerjaan. Semua pekerjaan penimbunan akan dilakukan
dengan penghamparan dan pemadatan lapis per lapis, dengan ketebalan gembur
setiap lapisan tidak lebih dari 20 cm.

d. PEKERJAAN PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN


Lapis pondasi agregat kelas A
Pencampuran bahan dilaksanakan pada unit mesin pemecah batu secara
mekanis dengan proporsi bahan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan pengamparan bahan diatur sedemikian rupa sehingga tidak
mempunyai ketebalan lebih besar dari 15 cm kecuali ketentuan lain oleh direksi
teknik. Alat penghamparan yang digunakan disesuaikan dengan kondisi tempat

kerja. Penghamparan diatur sedemikian rupa sehingga permukaan akhir dari lapis
pondasi bawah mempunyai kelandaian sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Segera setelah penghamparan selesai dilakukan pemadatan dengan
menggunakan alat pemadat yang digunakan sesuai dengan kondisi lokasi tempat
kerja dengan persetujuan direksi teknik. Pemadatan dilakukan lapis demi lapis.
Pemadatan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga didapatkan kepadatan yang
baik sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

Lapis pondasi agregat kelas B


Secara umum methode pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi agregat B adalah
sebagai berikut :
1. Persiapan Pelaksanaan
a) Memobilisasi dan setting peralatan di lapangan yang diperlukan untuk
penghamparan dan pemadatan lapis pondasi aggregate base;
b) Pembersihan lokasi permukaan yang akan dihampar aggregate base yang
sudah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan;
c) Lokasi pekerjaan merupakan daerah pelebaran yang sebelum nya telah digali
dan dihampar timbunan pilihan dan sudah berada pada elevasi sesuai gambar
kerja serta telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan;
d) Pencampuran untuk aggregat B dilakukan di base camp dan setelah disetujui
direksi, lalu material tersebut diangkut ke lokasi pekerjaan dengan
menggunakan dump truck; dan
e) Melakukan trial compaction untuk mengetahui jumlah lintasan alat pemadat
yang digunakan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
2. Proses Pelaksanaan
a) Pemasangan rambu-rambu pengaman lalu lintas;
b) Material pondasi agregat diproduksi di base camp sesuai JMF yang disetujui
diangkut ke lokasi penghamparan dengan menggunakan dump truck;
c) Material dihampar sesuai tebal dan elevasi rencana yang terlihat di dalam
shop drawing;
d) Material dihampar kemudian dipadatkan; dan
e) Water tanker disediakan untuk menjaga kadar air agar pemadatan dilakukan
pada kadar air optimum.
3. Pengendalian Kualitas
Pengujian kepadatan lapisan dengan metode sand cone dilakukan untuk
mengetahui nilai kepadatan lapangan, dimana nilai kepadatan lapangan harus
100% dari nilai kepadatan hasil pengujian di lab.

e. PEKERJAAN PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON


SEMEN
Lapis pondasi agregat kelas A
Pencampuran bahan dilaksanakan pada unit mesin pemecah batu secara
mekanis dengan proporsi bahan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan pengamparan bahan diatur sedemikian rupa sehingga tidak
mempunyai ketebalan lebih besar dari 15 cm kecuali ketentuan lain oleh direksi
teknik. Alat penghamparan yang digunakan disesuaikan dengan kondisi tempat

kerja. Penghamparan diatur sedemikian rupa sehingga permukaan akhir dari lapis
pondasi bawah mempunyai kelandaian sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Segera setelah penghamparan selesai dilakukan pemadatan dengan
menggunakan alat pemadat yang digunakan sesuai dengan kondisi lokasi tempat
kerja dengan persetujuan direksi teknik. Pemadatan dilakukan lapis demi lapis.
Pemadatan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga didapatkan kepadatan yang
baik sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

Lapis pondasi agregat kelas B


Secara umum methode pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi agregat B adalah
sebagai berikut :
1. Persiapan Pelaksanaan
a) Memobilisasi dan setting peralatan di lapangan yang diperlukan untuk
penghamparan dan pemadatan lapis pondasi aggregate base;
b) Pembersihan lokasi permukaan yang akan dihampar aggregate base yang
sudah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan;
c) Lokasi pekerjaan merupakan daerah pelebaran yang sebelum nya telah digali
dan dihampar timbunan pilihan dan sudah berada pada elevasi sesuai gambar
kerja serta telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan;
d) Pencampuran untuk aggregat B dilakukan di base camp dan setelah disetujui
direksi, lalu material tersebut diangkut ke lokasi pekerjaan dengan
menggunakan dump truck; dan
e) Melakukan trial compaction untuk mengetahui jumlah lintasan alat pemadat
yang digunakan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
2. Proses Pelaksanaan
a) Pemasangan rambu-rambu pengaman lalu lintas;
b) Material pondasi agregat diproduksi di base camp sesuai JMF yang disetujui
diangkut ke lokasi penghamparan dengan menggunakan dump truck;
c) Material dihampar sesuai tebal dan elevasi rencana yang terlihat di dalam
shop drawing;
d) Material dihampar kemudian dipadatkan; dan
e) Water tanker disediakan untuk menjaga kadar air agar pemadatan dilakukan
pada kadar air optimum.
3. Pengendalian Kualitas
Pengujian kepadatan lapisan dengan metode sand cone dilakukan untuk
mengetahui nilai kepadatan lapangan, dimana nilai kepadatan lapangan harus
100% dari nilai kepadatan hasil pengujian di lab.

f. PEKERJAAN STRUKTUR
Beton mutu sedang dengan fc = 30 Mpa (K-350)
Pekerjaan beton untuk pembuatan pondasi jembatan dilaksanakan dengan cor
ditempat, proses pengerjaan dimulai dengan pembuatan bekisting mengunakan
bekisting berat. Karena pembuatan struktur dinding penutup dan pondasi jembatan
menggunakan volume beton yang cukup besar maka akan diperhatikan suhu beton
agar tidak berbeda terlalu jauh waktu pegecoran berlangsung, oleh karena itu
pengecoran dilakukan secara berkelanjutan dan dilakukan perawatan selama masa
curing time dengan menggunakan karung basah. Selain itu juga akan dilakukan

penyemprotan secara berkala untuk menurunkan suhu beton yang ada pada pondasi
jembatan selama masa curing.
Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, tulangan dan benda lain
yang harus dimasukkan ke dalam beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah
dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran. Waktu
pengecoran dilaksanakan pada siang dan malam hari secara menerus untuk
mempercepat pelaksanaan pekerjaan berikutnya.

Beton mutu sedang dengan fc = 20 Mpa


Pekerjaan beton untuk pembuatan pondasi jembatan dilaksanakan dengan cor
ditempat, proses pengerjaan dimulai dengan pembuatan bekisting mengunakan
bekisting berat. Karena pembuatan struktur dinding penutup dan pondasi jembatan
menggunakan volume beton yang cukup besar maka akan diperhatikan suhu beton
agar tidak berbeda terlalu jauh waktu pegecoran berlangsung, oleh karena itu
pengecoran dilakukan secara berkelanjutan dan dilakukan perawatan selama masa
curing time dengan menggunakan karung basah. Selain itu juga akan dilakukan
penyemprotan secara berkala untuk menurunkan suhu beton yang ada pada pondasi
jembatan selama masa curing.
Segera sebelum pengecoran beton dimulai, acuan dibasahi dengan air atau
diolesi minyak di sisi dalamnya dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas.
Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang
harus dimasukkan ke dalam beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah
dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.

Beton mutu sedang dengan fc = 20 Mpa yang dilaksanakan di air


Pekerjaan beton untuk pembuatan pondasi jembatan dilaksanakan dengan cor
ditempat, proses pengerjaan dimulai dengan pembuatan bekisting mengunakan
bekisting berat. Karena pembuatan struktur dinding penutup dan pondasi jembatan
menggunakan volume beton yang cukup besar maka akan diperhatikan suhu beton
agar tidak berbeda terlalu jauh waktu pegecoran berlangsung, oleh karena itu
pengecoran dilakukan secara berkelanjutan dan dilakukan perawatan selama masa
curing time dengan menggunakan karung basah. Selain itu juga akan dilakukan
penyemprotan secara berkala untuk menurunkan suhu beton yang ada pada pondasi
jembatan selama masa curing.
Untuk pengecoran di dalam air dan tidak dapat dilakukan pemompaan dalam
waktu 48 jam setelah pengecoran, maka beton akan dicor dengan metode tremi.
Dalam hal pengecoran di bawah air dengan menggunakan beton tremi maka
campuran beton tremi tersebut dijaga sedemikian rupa agar campuran tersebut
mempunyai slump tertentu, kelecakan yang baik dan pengecoran secara
keseluruhan dari bagian dasar sampai atas tiang pancang selesai dalam masa
setting time beton. Untuk penuangan beton atau pengecoran beton dalam air, dapat
ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat
penuangan.
Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa
tremi, kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir.
Untuk itu dilakukan campuran percobaan dengan menggunakan bahan tambahan
(retarder) untuk memperlambat pengikatan awal beton, yang lamanya tergantung
dari lokasi pengecoran beton, pemasangan dan penghentian pipa tremi serta
volume beton yang dicor. Pipa tremi dan sambungannya kedap air dan mempunyai
ukuran yang cukup sehingga memungkinkan beton mengalir dengan baik.

Beton mutu rendah dengan fc = 10 Mpa (K-125)


Pekerjaan beton untuk pembuatan pondasi jembatan dilaksanakan dengan cor
ditempat, proses pengerjaan dimulai dengan pembuatan bekisting mengunakan
bekisting berat. Karena pembuatan struktur dinding penutup dan pondasi jembatan
menggunakan volume beton yang cukup besar maka akan diperhatikan suhu beton
agar tidak berbeda terlalu jauh waktu pegecoran berlangsung, oleh karena itu
pengecoran dilakukan secara berkelanjutan dan dilakukan perawatan selama masa
curing time dengan menggunakan karung basah. Selain itu juga akan dilakukan
penyemprotan secara berkala untuk menurunkan suhu beton yang ada pada pondasi
jembatan selama masa curing.

Bentang 13,6 meter (2 bentang)


PCI Girder didatangkan ke lokasi kerja dalam bentuk potongan. Launching
PCI Girder dilaksanakan menggunakan truss crane dimana pada prosesnya
diperlukan 2 (dua) tahap dalam memasang PCI girder pada tempatnya.
Tahap 1; Instal Steel Truss Crane; dan
Tahap 2; Launching PCI Girder.
Sebelum dilaksanakan pemasangan PCI Girder maka dilakukan terlebih
dahulu pemasangan truss crane. Truss crane di pasang membentuk Box Balance
Cantilever dimana tumpuannya berada pada titik kaki jembatan yang sudah selesai
dibangun sebelumnya.
Setelah truss selesai diinstal maka dilanjutkan dengan pemasangan PCI Girder
tapi terlebih dahulu apakah elastomerik terpasang dengan sempurna. Setelah
mendapat persetujuan dari konsultan pengawas maka pelaksanaan launching girder
dapat dilanjutkan. PCI Girder di masukan ke lokasi kerja dan diposisikan pada
tempat yang dapat dijangkau oleh hook crane yang terpasang pada steel truss.
Setelah PCI girder terkait dengan kuat pada truss crane selanjutnya dengan
perlahan PCI Girder diluncurkan keposisinya pada elastomerik di kedua sisi kepala
jembatan.
Proses launching dilaksanakan secara simultan, untuk menghindari kesalahan
pemasangan maka ditempatkan personil untuk memandu posisi PCI Girder
sehingga tepat pada tempat yang diinginkan.

Bentang 33,60 meter


PCI Girder didatangkan ke lokasi kerja dalam bentuk potongan, hal ini karena
panjang bentang yang mencapai 33,60 m, setelah PCI Girder sampai dilokasi maka
dilanjutkan dengan penyatuan dengan cara stressing. Hal yang diperhatikan dalam
proses stressing ini adalah elevasi stressing bed. Lokasi post tensioning diusahakan
sedatar mungkin agar tidak menyebabkan girder mengalami perpindahan dalam
arah lateral. Pemotongan kabel strand dilakukan seminimal mungkin agar tidak ada
kabel yang terbuang. Launching PCI Girder dilaksanakan menggunakan truss
crane dimana pada prosesnya diperlukan 2 (dua) tahap dalam memasang PCI
girder pada tempatnya.
Tahap 1; Instal Steel Truss Crane; dan
Tahap 2; Launching PCI Girder.

Sebelum dilaksanakan pemasangan PCI Girder maka dilakukan terlebih


dahulu pemasangan truss crane. Truss crane di pasang membentuk Box Balance
Cantilever dimana tumpuannya berada pada titik kaki jembatan yang sudah selesai
dibangun sebelumnya.
Setelah truss selesai diinstal maka dilanjutkan dengan pemasangan PCI Girder
tapi terlebih dahulu apakah elastomerik terpasang dengan sempurna. Setelah
mendapat persetujuan dari konsultan pengawas maka pelaksanaan launching girder
dapat dilanjutkan. PCI Girder di masukan ke lokasi kerja dan diposisikan pada
tempat yang dapat dijangkau oleh hook crane yang terpasang pada steel truss.
Setelah PCI girder terkait dengan kuat pada truss crane selanjutnya dengan
perlahan PCI Girder diluncurkan keposisinya pada elastomerik di kedua sisi kepala
jembatan.
Proses launching dilaksanakan secara simultan, untuk menghindari kesalahan
pemasangan maka ditempatkan personil untuk memandu posisi PCI Girder
sehingga tepat pada tempat yang diinginkan.

Baja tulangan BJ 24 polos


Pekerjaan mencakup pengadaan, pemasangan baja tulangan sesuai dengan
spesifikasi dan gambar kerja. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan
bekesting telah selesai. Baja tulangan dipasang sedemikian sehingga selimut beton
yang menutup bagian luar baja tulangan adalah 2,5 cm yang tidak tereksposa,
tulangan dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan kotoran,
lumpur, oli, cat, karat dan kerak, percikan adukan atau lapisan lain yang dapat
mengurangi atau merusak pelekatan dengan beton.
Baja tulangan dibengkokkan secara dingin dan sesuai dengan prosedur,
menggunakan batang yang pada awalnya lurus dan bebas dari lekukan. Batang
tulangan diikat dengan kencang dengan menggunakan kawat pengikat.

Baja tulangan BJ 32 ulir


Pekerjaan ini dilaksanakan pada struk atas jembatan atau bagian beton yang
melayang. Tulangan ditempatkan akurat sesuai dengan gambar dan dengan kebutuhan selimut beton minimum yang disyaratkan. Batang tulangan diikat kencang
dengan menggunakan kawat pengikat sehingga tidak tergeser pada saat
pengecoran. Pengelasan tulangan pembagi atau pengikat (stirrup) terhadap
tulangan baja tarik utama tidak diperkenankan.
Tulangan ditempatkan dengan teliti pada posisi sesuai rencana dan dijaga
jarak antara tulangan dan bekisting untuk mendapatkan tebal selimut beton
(beton deking) minimal sesuai persyaratan. Untuk itu dipergunakan penyekat
(spacer), dudukan (chairs) dari balok-balok beton dengan mutu minimal sama
dengan beton yang bersangkutan. Semua tulangan diikat dengan baik
dan kokoh sehingga dijamin tidak bergeser pada waktu pengecoran. Kawat
pengikat yang berlebih dibengkokkan ke arah dalam beton.
Sebelum melakukan pengecoran, semua tulangan terlebih dahulu diperiksa
untuk memastikan jumlah dan ukurannya, ketelitian untuk penempatannya,
kebersihan, dan untuk mendapatkan perbaikan bilamana perlu. Tulang yang
berkarat dibersihkan atau diganti bilamana dianggap Pengawas Lapangan akan
merugikan atau melemahkan konstruksi.

Tiang bor beton ukuran diameter 500 mm


Lubang-lubang dibor sampai kedalaman seperti yang ditunjukkan dalam
gambar atau ditentukan berdasarkan pengujian hasil sondir.
Sebelum pengecoran beton, semua lubang tersebut ditutup sedemikian rupa
hingga keutuhan lubang dapat terjamin. Dasar selubung (casing) dipertahankan
tidak lebih dari 150 cm dan tidak kurang dari 30 cm di bawah permukaan beton
selama penarikan dan operasi penempatan, kecuali ditentukan lain oleh Direksi
Pekerjaan.
Sampai kedalaman 3 m dari permukaan beton yang dicor harus digetarkan
dengan alat penggetar. Sebelum pengecoran, semua bahan lepas yang terdapat
lubang bor dibersihkan. Air bekas pengeboran tidak diperbolehkan masuk ke dalam
lubang.
Sebelum pengecoran, semua air yang terdapat dalam lubang bor dipompa
keluar. Selubung (casing) digetarkan pada saat pencabutan untuk menghindari
menempelnya beton pada dinding casing. Pengaliran diarahkan sedemikian rupa
hingga beton tidak menimpa baja tulangan atau sisi-sisi lubang. Beton dicor
secepat mungkin setelah pengeboran dimana kondisi tanah kemungkinan besar
akan memburuk akibat terekspos. Bilamana elevasi akhir pemotongan berada di
bawah elevasi muka air tanah, tekanan dipertahankan pada beton yang belum
mengeras, sama dengan atau lebih besar dari tekanan air tanah, sampai beton
tersebut selesai mengeras.
Bilamana pengecoran beton di dalam air atau pengeboran lumpur, semua
bahan lunak dan bahan lepas pada dasar lubang dihilangkan dan cara tremie yang
telah disetujui harus digunakan. Cara tremie mencakup sebuah pipa yang diisi
dari sebuah corong diatasnya. Pipa diperpanjang sedikit di bawah permukaan beton
baru dalam tiang bor sampai di atas elevasi air/lumpur.
Bilamana beton mengalir keluar dari dasar pipa, maka corong diisi lagi dengan
beton sehingga pipa selalu penuh dengan beton baru. Pipa tremie kedap air, dan
berdiameter paling sedikit 15 cm. Sebuah sumbat ditempatkan di depan beton yang
dimasukkan pertama kali dalam pipa untuk mencegah pencampuran beton dan air.
Tiang bor dicor sampai kira-kira satu meter di atas elevasi yang akan dipotong.
Semua beton yang lepas, kelebihan dan lemah dikupas dari bagian puncak tiang
bor dan baja tulangan yang tertinggal mempunyai panjang yang cukup sehingga
memungkinkan pengikatan yang sempurna kedalam pur atau struktur di atasnya.
Tiang bor dibentuk dengan cara dan urutan sedemikian rupa hingga dapat
dipastikan bahwa tidak terdapat kerusakan yang terjadi pada tiang bor yang
dibentuk sebelumnya. Tiang bor yang cacat dan di luar toleransi diperbaiki.

Pasangan batu
Adukan untuk spesi digunakan campuran 1 PC berbanding 4 Pasir. Di dalam
pengadukan benar-benar merata aduknya sehingga tidak terjadi kelemahan
disuatu sisi spesi nantinya. Adukan yang akan dipasang telah mendapat
persetujuan Direksi dan dibuatkan bak takaran agar tidak terjadi kekurangan
atau kelebihan semen;

Air yang digunakan air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak
ikatan semen; dan
Adukan diaduk sebanyak yang diperlukan sehingga tidak terjadi adukan terletak
selama lebih dari 30 menit.

Expansion joint tipe asphaltic plug


Pemotongan Lapisan Aspal dan Pembongkaran
Pemotongan dilakukan dengan menggunakan alat cutter concrate yang
memiliki mata pisau yang sangat tajam. Pelaksanaan pemotongan dan
pembongkaran lapisan aspal dilakukan minimal selebar disain yang telah
direncanakan. Pembongkaran dapat dilakukan dengan menggunakan alat jack
hammer. Setelah dilaksanakan pemotongan dan pembongkaran bagian tersebut
dibersihkan dari kotoran dan sisa-sisa aspal. Pembersihan dilakukan dari debu
dan kotoran-kotoran dimaksudkan agar aspal bitumen dapat menempel pada
sisi-sisi lapis permukaan lama sehingga membuat ikatan atara aspal lama
dengan aspal baru menjadi sangat kuat dan juga lentur sehingga dapat menerima
beban yang bekerja secara bersamaan.
Pemasangan Tali dan Plat Baja
Setelah sambungan yang dibongkar dalam kondisi siap, maka pada bagian
celah dalam 30 mm dari bagian dasar dimasukkan tali tambang. Seluruh sisi
yang dibongkar dilapisi dengan menggunakan aspal bitumen yang berfungsi
sebagai pengikat antara bagian aspal lama dengan aspal baru. Baja dipasang
dalam kondisi datar, tidak ada beda tinggi antara sisi-sisinya, ini dimaksudkan
agar pada saat menerima beban dari atas plat baja tidak bergerak yang
menyebabkan siar muai retak.
Pemasangan Agregat
Agregat sebelum digelar dipanaskan terlebih dahulu sampai suhu 200
derajat dengan alat pemanas tertentu (indirect heating) dimana suhu dapat
terkontrol dengan baik dan dapat menghasilkan panas yang merata pada seluruh
agregat. Penghamparan lapis pertama setebal 40 mm yang kemudian dicor
dengan aspal karet yang sudah dipanaskan dengan cara indirect heating sampai
suhu 200 derajat agar aspal karet tersebut dapat berpenetrasi ke dalam semua
rongga antar agregat. Proses ini diulangi untuk ketebalan selanjutnya, sampai
elevasi yang ditentukan. Setelah penghamparan agregat selesai selanjutnya
dipadatkan dengan menggunakan alat compector sampai agregat saling
mengunci dan padat.
Penghamparan aspal bitumen
Setelah semua agregat padan selanjutnya dicor kembali dengan aspal
bitumen yang berfungsi sebagai waterproofing agar air tidak masuk kedalam
bagian agregat.

Sandaran (railling)
Sandaran difabrikasi sesuai gambar rencana, disertai sertifikat pabrik yang
menunjukkan mutu baja. Pengelasan dilaksanakan oleh tenaga trampil.

Papan nama jembatan

Letak, ukuran, dan bahan sesuai dengan ketentuan dan dipasang pada parapet
Isi tulisan :
Nomor jembatan
Nama jembatan
Lokasi
Data teknis
Tahun pembangunan

Pipa penyalur PVC


Pemasangan pipa penyalur PVC dipasang pada landasan yang disiapkan dan
diletakkan dengan cermat sesuai dengan alinyemen dan kelandaiannya. Pipa
disambung dan dibungkus tanpa lidah dan alur dengan celah di antara 1-5 mm.

g. PEKERJAAN PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR


Marka jalan termoplastik
a) Penyiapan Permukaan Perkerasan
Sebelum penandaan marka jalan atau pengecatan dilaksanakan, permukaan perkerasan
jalan yang akan diberi marka jalan sudah bersih, kering dan bebas dari bahan yang
bergemuk dan debu. Setiap marka jalan lama, yang akan menghalangi kelekatan
lapisan cat baru, dihilangkan dengan grit blasting (pengausan dengan bahan berbutir
halus);
b) Pelaksanaan Pengecatan Marka Jalan
Pengecatan dilaksanakan setelah 3 bulan setelah pelaksanaan lapis permukaan, kecuali
diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan. Selama masa tunggu yang disebutkan di
atas, pengecatan marka jalan sementara (pre-marking) pada permukaan beraspal
dilaksanakan segera setelah pelapisan.
Semua marka jalan pada permukaan perkerasan dengan dimensi dan penempatan yang
presisi sebelum pelaksanaan pengecatan marka jalan diatur dan ditandai.
Pengecatan marka jalan dilaksanakan pada garis sumbu, garis lajur, garis tepi dan
zebra cross dengan bantuan sebuah mesin mekanis yang disetujui, bergerak dengan
mesin sendiri, jenis penyemprotan atau penghamparan otomatis dengan katup mekanis
yang mampu membuat garis putus-putus dalam pengoperasian yang menerus (tanpa
berhenti dan mulai berjalan lagi) dengan hasil yang dapat diterima Direksi Pekerjaan.
Mesin yang digunakan tersebut menghasilkan suatu lapisan yang rata dan seragam
dengan tebal basah minimum 1,50 belum termasuk butiran kaca yang juga ditaburkan
secara11 13 mekanis, dengan garis tepi yang bersih (tidak bergerigi) pada lebar rancangan yang sesuai. Bilamana tidak disyaratkan oleh pabrik pembuatnya, maka cat
termoplastik harus dilaksanakan pada temperatur 204C - 218C.
Butiran kaca ditaburkan di atas permukaan cat segera setelah pelaksanaan
penyemprotan atau penghamparan cat.
Semua marka jalan dilindungi dari lalu lintas sampai marka jalan ini dapat dilalui oleh
lalu lintas tanpa adanya bintik-bintik atau bekas jejak roda serta kerusakannya lainnya.

Rambu jalan tunggal dengan permukaan pemantul engineer grade


Kesatuan pondasi, pelat & tiang rambu disiapkan dan dipasang di tempat yang
telah ditentukan dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. Lembaran pemantul

merupakan "Scotchlite" jenis Engineering Grade dan dari bahan pemantul tahan
lentur yang disetujui. Permukaan dari tiap rambu diberi bahan pemantul sesuai
dengan ketentuan.

Patok pengarah
Semua patok pengarah diberi satu lapis cat dasar (primer), satu lapis cat bawah
permukaan dan satu lapis akhir sebagai lapis permukaan sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam Gambar. Sebelum melakukan pekerjaan dibuat request dan
diserahkan kepada direksi untuk disetujui. Areal patok pengarah di gali sampai
kedalaman tertentu sesuai dengan rencana kedalaman patok. Patok yang telah jadi
dan diterima dilokasi pekerjaan, untuk pemasangannya dilakukan dengan menggali
tanah lalu memasang patok dan menimbunkan kembali tanah agar patok dapat
berdiri dengan benar. Pengecatan patok dapat dilakukan sebelum atau sesudah
patok pengarah dipasang.

Mata kucing
Penggalian perkerasan jalan untuk membentuk sebuah lubang bagi setiap mata
kucing dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya. Perhatian
khusus diberikan untuk menjamin dasar lubang yang cukup rata dan dindingdindingnya tegak lurus satu sama lain dan untuk menjamin bahwa semua
bahan lepas yang dihasilkan dari penggalian lubang tersebut telah dibersihkan.
Sebuah lapisan dari batu yang disetujui (6 mm sampai debu batu pecah)
dihamparkan dan dipadatkan rata pada lantai lubang tersebut. Mata kucing
tersebut dipersiapkan sesuai dengan petunjuk pabrik dan dibenamkan dengan
kuat pada lapis perata sedemikian rupa hingga dicapai tonjolan bagian atas
paku jalan atau mata kucing tersebut tepat di atas permukaan jalan. Suatu pola
digunakan untuk mengecek memeriksa arah dan elevasi permukaan mata
kucing yang dipasang.
Dinding lubang dilabur dengan lapis perekat dan keseluruhan rongga yang
tersisa diisi dengan adukan aspal panas encer sesuai dengan petunjuk pabrik
sampai serata permukaan jalan. Perhatian khusus diberikan untuk menjamin
bahwa tidak terdapat aspal yang tercecer pada tonjolan mata kucing tersebut.
Setiap aspal yang tercecer karena kurang hati-hati dibersihkan, sehingga
diperoleh pekerjaan yang bersih.
Lalu lintas tak diperkenankan melintas di atas mata kucing sebelum bahan
yang diisikan ke dalam lubang galian untuk mata kucing mengeras.
Pemasangan Jenis Deliniator disiapkan sesuai dengan petunjuk pabrik.
Unit lampu penerangan jalan (PLTS)
Semua bahan dan peralatan yang diperlukan diperiksa kelaikannya dan sudah
siap dilapangan sebelum pelaksanaan dimulai. Sebelum pelaksanaan diperhatikan
atau dipertimbangkan kondisi cuaca yang memungkinkan untuk bekerja dan
melakukan pengendalian lalu lintas sesuai dengan ketentuan. Kegiatan yang
diperlukan dalam pekerjaan pemasangan tiang penerangan adalah pembuatan
fondasi dan pemasangan tiang, baik tipe tiang penerang jalan biasa ataupun tipe
tiang menara. Pemasangan tiang penerangan dan panel penerangan sesuai dengan
gambar rencana. Instalasi penerangan adalah mencakup kabel, ground, sambungan

dan pipa saluran kabel. Pemasangan instalasi penerangan sesuai dengan gambar
rencana.