Anda di halaman 1dari 9

PERJANJIAN PEKERJAAN

PENGADAAN MATERIAL BATU SPLIT

ANTARA
PT. MACRO PETRO ENERGY
DENGAN
CV. BERSAMA KITA BAHAGIA

No. [ * ]
Tanggal 23 OKTOBER 2014

PERJANJIAN PEKERJAAN
PENGADAAN MATERIAL BATU SPLIT

Pada hari ini, Kamis, tanggal 23 bulan Oktober tahun 2014, telah dibuat dan ditandatangani
Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Material Batu Split (selanjutnya disebut Perjanjian), oleh dan
antara :

I. Azharianda Syaibi , dalam hal ini bertindak dalam jabatannya selaku Direktur Utama
dari dan oleh karena itu untuk dan atas nama PT. MACRO PETRO ENERGY,
berkedudukan di Gedung Gedung Equity Tower Lt. 35, Unit D, G & H SCBD, Lot 9,
Kav 52-53, 12190, Jakarta Selatan, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

II. Triono, dalam hal ini bertindak dalam jabatannya selaku Direktur Utama dari dan oleh
karena itu sah bertindak untuk dan atas nama CV. BERSAMA KITA BAHAGIA,
berkedudukan di Jalan Lintas Timur Palembang Jambi, KM 239, Bayung Lencir,
Musi Banyuasin, Sumsel, 30756, untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
Untuk selanjutnya PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA masing-masing disebut sebagai PIHAK
dan secara bersama-sama disebut sebagai PARA PIHAK.
PARA PIHAK dalam kedudukannya sebagaimana diatas menerangkan terlebih dahulu sebagai
berikut :

A.

Bahwa PIHAK PERTAMA memiliki kontrak pekerjaan pengadaan Gravel (batu pecah),
20 30 mm and 50 70 mm, Clean, High Quality dengan PT Conoco Phillips Grissik
dan menunjuk supplier untuk merealisasikan pekerjaan tersebut.

B.

Bahwa PIHAK KEDUA adalah perusahaan yang memiliki pengalaman dan kemampuan
dalam pekerjaan pengadaan material Gravel (batu pecah) sebagaimana maksud PIHAK
PERTAMA.

C.

Bahwa PARA PIHAK telah melakukan klarifikasi dan negosiasi terhadap penawaran
PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk melaksanakan
PEKERJAAN berdasarkan spesifikasi yang telah disepakati dan PIHAK KEDUA menyatakan
bersedia menerima dan melaksanakan PEKERJAAN dari PIHAK PERTAMA sesuai jadwal
yang diajukan oleh PIHAK KEDUA.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka Para Pihak sepakat untuk Perjanjian dengan syaratsyarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
PASAL 1
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup Pekerjaan yang dalam Perjanjian ini adalah sebagai berikut:

1. Produksi batu pecah ukuran 20 30 mm dan ukuran 50 70 mm.


2. Melakukan Uji Lab di Laboratoriun Independen untuk Uji Hardeness Test dan Sieve Analysis
3. Pengiriman material batu pecah ke Site atau Warehouse Conoco Philllip Grissik, Ltd yang
berlokasi di Rawa, Grisik, Dayung dan Suban.

4. Melakukan koordinasi di lapangan dengan pihak-pihak terkait untuk kepentingan keamanan


dan kelancaran aktifitas pekerjaan.

Page 2

selanjutnya pekerjaan sebagaiman dimaksud angka 1, 2, 3 dan 4 Pasal ini disebut Pekerjaan
PASAL 2
DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN
Pekerjaan sebagaimana dimaksud Pasal 1 Perjanjian ini harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA
berdasarkan kepada:

1. Standar mutu material dan ketentuan pelaksanaan yang ditetapkan oleh Conoco Phillips
Grissik, Ltd.

2. Kesepakatan harga sebagaimana harga Penawaran yang terlampir dalam Lampiran 1


Perjanjian ini.

3. Jadwal pelaksanaan pekerjaan sebagaimana terlampir dalam Lampiran 2 Perjanjian ini.


4. PIHAK KEDUA tidak bertanggung jawab atas perijinan memasuki area Conoco Phillips
Grissik, Ltd

PASAL 3
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA
PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk melaksanakan pembayaran atas Harga Pekerjaan
sebagaimana diatur dalam Pasal 12 Perjanjian ini kepada PIHAK KEDUA.

PASAL 4
HAK-HAK PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak untuk mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan
oleh PIHAK KEDUA.

2. PIHAK PERTAMA berhak untuk memberi teguran-teguran, peringatan-peringatan terhadap


pelaksanaan kewajiban PIHAK KEDUA apabila ada kelalaian keterlambatan, kekurangan dan
kesalahan lain yang dinilai tidak memuaskan atau tidak sesuai dengan kesepakatan dalam
standar kualitas, mutu dan waktu kerja.

3. PIHAK PERTAMA berhak meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan


pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA.

4. PIHAK PERTAMA berhak merekomendasikan sub-kontraktor pelaksana proyek kepada


PIHAK KEDUA sebagai referensi, dan pemilihan sub-kontraktor adalah kewenangan PIHAK
KEDUA yang dapat diputuskan secara musyawarah.
PASAL 5
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berkewajiban melaporkan pelaksanaan Pekerjaan secara periodik kepada


PIHAK PERTAMA.

Page 3

2. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan Pekerjaan sesuai dengan


jadwal pelaksanaan Pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak dan atau Addendum
Waktu yang disetujui.

3. PIHAK KEDUA berkewajiban melaksanakan dan menyelesaikan Pekerjaan secara cermat,


akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala Pekerjaan permanen maupun
sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan Pekerjaan yang
dirinci dalam kontrak.

4. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk


pemeriksaan pelaksanaan Pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA.

5. PIHAK KEDUA berkewajiban mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk


melindungi lingkungan tempat kerja akibat kegiatan pelakasanaan Pekerjaan PIHAK KEDUA.
PASAL 6
HAK-HAK PIHAK KEDUA
PIHAK KEDUA berhak menerima pembayaran untuk pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan
harga yang telah ditentukan dalam Perjanjian ini berdasarkan isi Pasal 12.
PASAL 7
SPESIFIKASI MATERIAL

1.

Material batu pecah (gravel) yang disediakan dan dikirim oleh PIHAK KEDUA adalah yang
berukuran 20 30 mm dan 50 70 mm.

2.

Material batu pecah (gravel) yang disediakan dan dikirim oleh PIHAK KEDUA adalah yang
kondisi bersih dan berkualitas tinggi yang di lengkapi dengan Sertifikat Uji Labor untuk Uji
Hardeness dan Sieve Analysis.

3.

PIHAK KEDUA harus menyiapkan sample material batu pecah yang cukup untuk
mendapatkan persetujuan dari user Conoco Phillips Grissik, Ltd.

4.

PIHAK PERTAMA berhak menolak material batu pecah yang dikirimkan oleh PIHAK
KEDUA, jika kualitas dan spesifikasi tidak memenuhi persyaratan, dan material yang
dikirimkan dari sumber yang berbeda dari sample.
PASAL 8
PERALATAN KERJA

1.

Peralatan kerja dan segala sesuatunya yang diperlukan untuk melaksanakan Pekerjaan
tersebut disediakan dan menjadi tanggungjawab PIHAK KEDUA.

2.

PIHAK PERTAMA berhak menolak peralatan kerja yang disediakan oleh PIHAK KEDUA,
jika kualitasnya tidak memenuhi persyaratan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
PASAL 9
TENAGA KERJA DAN UPAH

1.

Agar Pekerjaan dapat berjalan seperti yang direncanakan, PIHAK KEDUA wajib untuk

Page 4

menyediakan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup dan mempunyai keahlian serta
keterampilan yang baik.

2.

PIHAK PERTAMA dapat mengajukan untuk penggantian tenaga kerja kepada PIHAK
KEDUA apabila dinilai kurang baik dalam melakukan Pekerjaan.

3.

Semua upah tenaga kerja untuk melaksanakan Pekerjaan tersebut ditanggung oleh
sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.

4.

PIHAK KEDUA berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan tenaga kerjanya
pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan.

5.

PIHAK KEDUA berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan tenaga kerjanya untuk
mematuhi peraturan keselamatan kerja.

6.

PIHAK KEDUA berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan kepada setiap tenaga
kerjanya perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai.
PASAL 10
ASURANSI

1. PIHAK KEDUA wajib menyediakan asuransi sejak awal mulainya Pekerjaan sampai dengan
tanggal selesainya pemeliharaan untuk:

a. Semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan,
pelaksanaan Pekerjaan, serta pekerja untuk pelaksanaan Pekerjaan, atas segala risiko
terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang tidak dapat diduga,

b. Pihak Ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya,


PASAL 11
JANGKA WAKTU PENYELESAIAN
PIHAK KEDUA akan menyelesaikan Pekerjaan selama 18 hari kalender (23 Oktober 2014 sampai
dengan 10 November 2014).
PASAL 12
SERAH TERIMA PEKERJAAN

1. Setelah Pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), PIHAK KEDUA mengajukan Berita
Acara Penyelesaian Pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK PERTAMA melakukan pemeriksaan untuk penilaian hasil Pekerjaan yang dilakukan
PIHAK KEDUA apabila terdapat kekurangan hasil Pekerjaan, PIHAK KEDUA wajib
menyelesaikannya.
PASAL 13
HARGA PEKERJAAN DAN CARA PEMBAYARAN

1. Harga Pekerjaan sebagai berikut :


Page 5

- Batu Pecah 20 30 mm
a. Delivery Point Site/Warehouse Grisik
b. Delivery Point Site/Warehouse Dayung

: Rp. 455.000,- per m3


: Rp. 465.000,- per m3

- Batu Pecah 50 70 mm
c. Delivery Point Site/Warehouse Grisik
d. Delivery Point Site/Warehouse Dayung

: Rp. 455.000,- per m3


: Rp. 465.000,- per m3

- Metode Pembayaran yang disepakati PARA PIHAK adalah :


a. Pembayaran pertama (Down Payment) sebesar 30% dari harga di Purchase Order
(PO) akan dibayarkan setelah stok material yang disebutkan di PO disediakan
PIHAK KEDUA.

b. Pembayaran kedua (Pelunasan) sebesar 70% dari harga di Purchase Order (PO) akan
dibayarkan setelah seluruh material yang disebutkan di PO diterima di
Site/Warehouse Conoco Phillips Grissik, Ltd dan disetujui oleh Conoco Phillips
Grissik, Ltd.

2. Pembayaran seluruh PEKERJAAN didasarkan atas Berita Acara Penyelesaian PEKERJAAN


yang ditandatangani Para Pihak

3. Pembayaran akan dilakukan 7 (tujuh) hari setelah dokumen penagihan diterima secara
lengkap dan benar oleh PIHAK PERTAMA
PASAL 14
KENAIKAN HARGA

1.

Kenaikan harga bahan-bahan, alat-alat dan upah selama pelaksanaan Pekerjaan ini,
ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA,

2.

Dalam hal terjadinya kenaikan harga seperti yang tersebut pada ayat 1 pasal ini, maka
dari sisa Pekerjaan yang belum dikerjakan akan diperhitungkan kemudian secara
musyawarah mufakat antara kedua belah pihak.
PASAL 15
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Bilamana karena satu dan lain hal, salah satu Pihak dalam Perjanjian ini tidak dapat
memenuhi kewajibannya yang disebabkan hal-hal diluar kekuasaan manusia (Force
Majeure) seperti banjir, gempa bumi, perang, kebakaran, tsunami, epidemi, dan/atau hal-hal
lain di luar kekuasaan manusia sehingga mengakibatkan Para Pihak tidak dapat
melaksanakan kewajibannya masing-masing, maka Pihak yang satu tidak dapat menuntut
tanggung jawab atau ganti rugi dari Pihak lainnya;

2. Jika terjadi keadaan memaksa sebagaimana diuraikan dalam ayat (1) diatas, pihak yang
terlibat harus memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak lainnya dalam waktu 7 x 24
(tujuh kali dua puluh empat) jam sejak kejadian tersebut dinyatakan timbul dan akan
memberikan bukti-bukti yang sah dari pihak yang berwenang. Kedua belah Pihak wajib untuk
mengadakan perundingan, dan menyelesaikan atas dasar itikad baik dengan memperhatikan
asas-asas hukum yang berlaku.

Page 6

3. Dalam waktu 7 ( tujuh ) hari setelah menerima laporan dari PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA
berhak menyetujui atau menolak laporan tersebut, dan persetujuan atau penolakan PIHAK
PERTAMA tersebut harus disampaikan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA.
PASAL 16
DENDA SANKSI-SANKSI DAN PEMUTUSAN KONTRAK

1.

Kecuali karena keadaan force majeure seperti tersebut dalam Pasal 15 ayat 1, pekerjaan
tidak dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya, maka PIHAK KEDUA dikenakan Denda.

2.

Denda yang diakibatkan keterlambatan seperti tersebut dalam ayat 1 pasal ini, adalah
sebesar 1 (satu perseribu) untuk setiap hari keterlambatan dengan denda maksimal 5 %
(lima perseratus) dari Harga Pekerjaan.

3.

Dalam hal PIHAK PERTAMA terlambat melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA,
seperti yang diatur dalam Pasal 12, maka PIHAK PERTAMA dikenakan Denda.

4.

Denda yang diakibatkan keterlambatan seperti tersebut dalam ayat 3 pasal ini, adalah
sama seperti yang tersebut pada ayat 2 pasal ini.

5.

Apabila PIHAK KEDUA memutuskan Perjanjian ini secara sepihak, tanpa adanya alasanalasan yang diterima oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA dikenakan denda 5 %
(lima perseratus) dari Harga Pekerjaan dan akibat pemutusan ini, PIHAK PERTAMA
mempunyai wewenang untuk melanjutkan sisa Pekerjaan dengan menunjuk kontraktor lain

6.

Dalam hal PIHAK PERTAMA memutuskan Perjanjian ini secara sepihak, tanpa alasanalasan yang dapat diterima oleh PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA dikenakan denda 5
% (lima perseratus) dari Harga Pekerjaan dan akibat dari pemutusan ini, PIHAK KEDUA tidak
diwajibkan untuk melanjutkan sisa Pekerjaan.
PASAL 17
RESIKO

1. Jika hasil Pekerjaan PIHAK KEDUA musnah, hilang, rusak, tidak memenuhi spesifikasi teknik
dengan cara apapun sebelum diserahkan kepada PIHAK PERTAMA, kecuali keadaan force
majeure, maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kerugian yang
timbul.

2. Jika pada waktu pelaksanaan Pekerjaan terjadi keterlambatan yang diakibatkan tidak
masuknya atau tidak tersedianya bahan-bahan dan alat-alat karena semata-mata kesalahan
PIHAK KEDUA, maka segala resiko akibat keterlambatan penyelesaian Pekerjaan tersebut
menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

3. Segala persoalan dan tuntutan tenaga kerja menjadi beban dan tanggung jawab sepenuhnya
dari PIHAK KEDUA, dengan kata lain bahwa PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK
PERTAMA dari segala tuntutan para tenaga kerja yang berkenaan dengan pelaksanaan
Perjanjian ini baik didalam maupun diluar pengadilan.

4. Bilamana selama PIHAK KEDUA melaksanakan Perjanjian ini menimbulkan kerugian bagi
PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dalam Perjanjian ini) maka
kerugian sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA
PASAL 18

Page 7

PENGAMANAN TEMPAT KERJA DAN TENAGA KERJA

1.

PIHAK KEDUA wajib bertanggung jawab atas keamanan tempat dan tenaga kerja selama
Pekerjaan berlangsung.

2.

PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas penyediaan sarana untuk menjaga keselamatan
tenaga kerjanya, guna menghindari bahaya yang mungkin terjadi pada saat melaksanakan
Pekerjaan.

3.

Jika terjadi kecelakaan pada saat melaksanakan Pekerjaan, maka PIHAK KEDUA
diwajibkan memberikan pertolongan kepada korban dan segala biaya yang dikeluarkan
menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA
PASAL 19
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan diantara Para Pihak maka perselisihan tersebut akan diselesaikan
secara musyawarah mufakat. Dalam hal musyawarah mufakat tidak menyelesaikan perselisihan
yang terjadi, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk memilih domisili pada
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
PASAL 20
HAL-HAL LAIN

1.

Hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh Para Pihak atas kekuatan
Perjanjian ini tidak akan berakhir karena bubarnya badan hukum salah satu Pihak atau
terjadi perubahan pengurus/pemegang saham, akan tetapi wajib diteruskan dan ditaati para
penggantinya.

2.

Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian ini bila dianggap perlu oleh Para
Pihak dapat ditambahkan sebagai addendum Perjanjian ini dan merupakan satu kesatuan
dan tidak terpisahkan dari Perjanjian ini serta mempunyai sifat mengikat sama kuatnya
dengan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini.

3.

Perjanjian ini merupakan keseluruhan kesepakatan diantara Para Pihak di dalam


Perjanjian dan semua pernyataan atau perjanjian tertulis, komitmen, kesepakatan ataupun
komunikasi terdahulu sehubungan dengan hal-hal tersebut dalam Perjanjian ini selama
tidak bertentangan dengan Perjanjian dinyatakan tetap berlaku.

4.

Segala perubahan ataupun penambahan dalam bentuk apapun terhadap syarat-syarat


dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini hanya dapat dilakukan dan berlaku sah dan
mengikat Para Pihak berdasarkan suatu persetujuan tertulis terlebih dahulu oleh Para
Pihak.

Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada waktu dan tempat sebagaimana telah
disebutkan dalam bagian awal dari Perjanjian ini, dibuat dalam rangkap 2 (dua), bermaterai cukup
dan masing-masing memiliki kekuatan hukum yang sama dan ditandatangani oleh Para Pihak
atas kehendak bebas dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

PIHAK PERTAMA
PT. MACRO PETRO ENERGY

PIHAK KEDUA
CV. BERSAMA KITA BAHAGIA

Page 8

AZHARIANDA SYAIBI
Direktur Utama

TRIONO
Direktur

Page 9