Anda di halaman 1dari 2

Deskripsi Buah dan Benih

Tanaman melinjo termasuk tumbuhan berbiji


terbuka, tidak terbungkus daging tetapi
terbungkus kulit luar. Pada tumbuhan melinjo
buah yang kita lihat bukan buah sejati yang
dianggap sebagai buah sebenarnya adalah biji
yang terbungkus oleh selapis aril yang berdaging.
Daging ini terasa pahit, mempunyai kulit yang
berwarna kuning, kemerah-merahan atau
lembayung.

membengkak.Tumbuhnya perakaran berlangsung


2 bulan atau lebih. Cangkokan itu harus
dipelihara selama beberapa waktu setelah
dipisahkan dari pohon induknya sebelum ditanam
di lapangan. Cangkokan hendaknya dipangkas
untuk menjadikan seimbang antara bagian atas
dan perakarannya, dan ditanam dalam pot besar,
serta disimpan di bawah naungan.

Gambar Biji Melinjo (Foto: BPTH Sulawesi)

Gambar Batang Melinjo (Foto: BPTH Sulawesi)

Perbanyakan dan Penanaman

Tanaman melinjo dapat diperbanyak dengan cara


generatif (biji) atau vegetatif (cangkokan,
okulasi, penyambungan dan stek).
Untuk memperoleh bibitnya, buah-buah matang
yang berukuran besar yang telah berjatuhan dari
pohonnya, dikumpulkan. Kulit buahnya dibuang
dan bijinya dikering-anginkan serta disimpan.
Benih yang akan ditumbuhkan diprasemaikan
(pre-germinated) dalam kotak yang diisi dengan
beberapa lapis pasir yang letaknya berselangseling dengan lapisan benih.
Setelah 3 bulan disirami setiap hari, kecambah
sudah mulai tumbuh, benih dapat dipindahkan ke
persemaian. Semai-semai dipelihara lebih lanjut,
mula-mula di bawah naungan selama 6 bulan
atau lebih, kemudian dipindahtanamkan ke
lapangan pada awal musim hujan.
Penggunaan cangkokan memiliki keuntungan,
bahwa kita dapat memilih pohon induk terbaik,
juga tanaman mudanya dapat berbuah dalam 2-3
tahun secelah penanaman, dan hanya pohon
betina (yang mampu menghasilkan biji) yang
akan diperoleh. Keberhasilan pencangkokan
bergantung kepada letak tempat pengirisan,
bagian atas dari cincin kulit luar yang akan
dibuang harus berada di ujung buku yang

Pembiakan dan Pemeliharaan


Lahan yang akan ditanami melinjo harus terbuka
atau terkena sinar matahari, lubang tanam
berukuran 60x60x75 cm dengan jarak tanam 6 8 m. Pemeliharaan tanaman melinjo terdiri dari
pemupukan,
penyiraman,
penyiangan,
pemberantasan hama/penyakit dan pemangkasan.
Pohon melinjo harus sering dipangkas untuk
membatasi tinggi pohon, dengan maksud untuk
merangsang terjadinya pucuk secara serempak,
yang akan dimanfaatkan sebagai sayuran, atau
untuk memperbaiki bentuk pohon setelah
berulang-ulang dipanen pucuknya.
Daftar Pustaka
Hatta Sunarto, Ir., Budidaya Melinjo dan Usaha
Produksi Emping. 1991. Yogyakarta : Kanisius.
Mulyanto, Joko. Budidaya Melinjo. 1995. Yogyakarta
: Kanisius.
DISIAPKAN OLEH BPTH SULAWESI
Penulis: Wanti Tampubolon (BPTH Sulawesi)
BPTH SULAWESI
Jl.Perintis Kemerdekaan Km.17,5 Makassar
Telepon/Fax : (0411) 550076/554501
Website : www.bpthsulawesi.net

Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan

INFORMASI SINGKAT BENIH


No. 169. November 2013

Gnetum gnemon Linn.


Taksonomi dan Tatanama
Famili : Gnetaceae
Sinonim : Gnetum acutatum Miq. (1860),

Gnetum vinosum Elmer (1915).


Nama Indonesia : Melinjo
Nama lokal/daerah : Ki tangkil, Maninjo,
Tangkil sake (Sunda), Bagu (JaTim), Batang
baguak (Minangkabau), wit grintul (Jawa);
mulieng (Aceh), manenjo (Belitung).
Penyebaran dan Habitat

Tanaman melinjo dapat tumbuh pada tanahtanah liat/lempung, berpasir dan berkapur,
tetapi tidak tahan terhadap tanah yang
tergenang air atau yang berkadar asam tinggi
dan dapat tumbuh dari ketinggian 0 1.200 m.
Melinjo dapat ditemukan di daerah yang kering
sampai tropis. Untuk tumbuh dan berkembang,
melinjo tidak memerlukan tanah yang
bernutrisi tinggi atau iklim khusus.
Kegunaan
Melinjo banyak ditanam di pekarangan sebagai
peneduh atau pembatas pekarangan dan terutama
dimanfaatkan buah dan daunnya. Kayunya dapat
dipakai sebagai bahan papan dan alat rumah tangga
sederhana. Daun mudanya (disebut sebagai so dalam
bahasa Jawa) digunakan sebagai bahan sayuran
(misalnya pada sayur asem).
Daun-daun muda, bunga dan buah (muda dan tua)
biasa diolah menjadi sayur. Bagian paling penting dari
Melinjo adalah biji. Biji Melinjo dapat dimakan
kering, dimasak, atau diawetkan menjadi kerupuk
(Emping). Pohon Melinjo memiliki perakaran kuat
sehingga baik ditanam untuk pemulihan kembali areal
kritis sehingga direkomendasikan sebagai tanaman
penghijauan. Banyak mitos yang mengatakan bahwa
melinjo dapat menyebabkan kenaikan asam urat
(Hiperurisemia) yang signifikan. Hal ini benar karena

melinjo mengandung purin. Peningkatan asam


urat terjadi karena gangguan metabolisme purin
dan asupan purin tinggi dari makanan yang
dikonsumsi secara berlebihan. Melinjo adalah
sumber protein fungsional yang cocok untuk
dijadikan sebagai suplemen makanan, substansi
yang punya manfaat bagi kesehatan, termasuk

mencegah dan mengobati penyakit. Manfaat


melinjo yaitu bisa mengusir radikal bebas,
pemicu kanker dan melancarkan proses
persalinan.
Deskripsi Pohon
Melinjo berperawakan pohon yang ramping,
berkelamin dua dan selalu hijau, dengan batang yang
lurus sekali, tingginya 5-10 m; kulit batangnya
berwarna kelabu, ditandai oleh gelang-gelang
menonjol secara nyata; cabang-cabangnya berbagai
ukuran dan letaknya melingkari batang, terus sampai
di pangkal batang. Cabang itu menebal di pangkalnya.
Daun-daunnya berhadapan, berbentuk jorong,
berukuran (7,5-20) cm x (2,5-10) cm; tulang daun
sekunder melengkung dan bersatu di ujungnya.
Perbungaannya menyendiri dan keluar dari ketiak
daun, juga dari batang yang celah tua, panjangnya 3-6
cm, dengan bunga-bunganya tersusun dalam bentuk
lingkaran di buku-bukunya. Bunga betina sebanyak 58 kuntum pada setiap buku perbungaan, bentuknya
bundar dan melancip ke ujungnya. Buahnya mirip
buah geluk, berbentuk jorong, panjangnya 1-3>5 cm,
apiculate pendek, berbulu halus, mula-mula berwarna
kuning, kemudian berubah menjadi merah sampai
lembayung jika matang.

Gambar Pohon Melinjo (Foto: BPTH Sulawesi)

Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan