Anda di halaman 1dari 8

Proposal Kerja Praktek pada PT.

RPP CONTRACTORS INDONESIA


USULAN KERJA PRAKTEK / MAGANG MAHASISWA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
TAHUN AJARAN 2014/2015 PADA
PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA (RCI)

I. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam.
Dalam perkembangannya, telah berbagai macam teknik dan teknologi yang
dipergunakan oleh manusia untuk dapat mengelolahnya semaksimal mungkin.
Perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan merupakan salah satu
perusahaan

yang

memanfaatkan

sumber

daya

alam

tersebut.

Dalam

pemanfaatannya, tentu saja menggunakan berbagai metode dan teknologi


sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal dengan keuntungan yang besar, biaya
produksi yang relatif kecil serta ramah lingkungan.
Sumber daya manusia merupakan salah satu elemen organisasi yang paling
dinamis dan kompleks. Hal ini terlihat dari usaha yang dilakukan oleh manusia
dari waktu ke waktu untuk menanggapi lingkungannya dan mempertahankan
eksistensinya. Manusia merupakan suatu subyek pengguna teknologi yang utama.
Oleh karena itu perlu adanya suatu usaha peningkatan kualitas sumber daya
manusia sebagai salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kemampuan manusia sebagai pengguna
serta keberadaan sumber daya alam sebagai objek yang dimanfaatkan.
Melihat potensi perkembangan perusahaan pertambangan di Sulawesi
Selatan terkhusus di Sorowako yang sebagian besar mengolah bahan galian
golongan B yaitu nikel jenis laterit, maka sangatlah memungkinkan bagi
mahasiswa teknik pertambangan mendapatkan suatu peluang untuk menambah
pengetahuan di bidang pertambangan serta memberi pengalaman kerja di sebuah
perusahaan pertambangan yang pada akhirnya dapat menjadi penunjang
pengetahuan sebagai calon sarjana pertambangan.
1

Proposal Kerja Praktek pada PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA


Oleh karena itu maka perlu dilakukannya suatu kegiatan Kerja Praktek
pada perusahaan yang bergerak dan berkaitan dengan bidang pertambangan. Kerja
praktek ini diharapakan dapat menjadi sarana untuk menimba pengalaman kerja
serta dapat terjun langsung ke lapangan melihat bagaimana mekanisme kerja
dalam perusahaan pertambangan yang profesional.
Disamping itu, kurikulum pendidikan yang berlaku pada Program Studi
Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi nasional, dimana kegiatan kerja
praktek merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi setiap mahasiswanya
pada suatu perusahaan pertambangan ataupun industri, kemudian hasil dari kerja
praktek tersebut dapat digunakan sebagai suatu studi kasus khusus (spesifikasi),
yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana program
pendidikan Strata I dalam bidang pertambangan.
Berdasarkan atas berbagai pertimbangan yang telah dikemukakan diatas,
dengan ini saya bermaksud untuk melaksanakan Kerja Praktek pada PT. INCO
SOROWAKO. Oleh karena itu saya sangat berharap kiranya perusahaan dapat
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman khususnya dibidang
pertambangan.

II.

SASARAN PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK


Sasaran yang diharapkan dapat tercapai dari pelaksanaan kerja praktek ini

yaitu mahasiswa kerja praktek dapat mengetahui dan memahami secara langsung
proses perencanaan tambang khususnya untuk mengetahui jalan angkut yang
berada di daerah penambanan dan menevaluasi jalan angkut yang telah ada.
Setelah melakukan Kerja Praktek (KP) ini, maka secara tidak langsung
menjadikan mahasiswa KP lebih berpengalaman dan percaya diri dalam
menerapkan teori di lapangan, serta mampu menghadapi persaingan dunia kerja.
Selain itu juga terciptanya suatu kerjasama yang baik antara pihak perusahaan,
lingkungan pendidikan, dan masyarakat umum.

Proposal Kerja Praktek pada PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA


III. MATERI KERJA PRAKTEK

Materi kerja praktek ini berhubungan dengan studi perencanaan tambang


dalam proses pembuatan jalan angkut di daerah penambangan.

IV.

LANDASAN TEORI
Fungsi utama jalan angkut secara umum adalah untuk menunjang

kelancaran operasi penambangan terutama dalam kegiatan pengangkutan. Medan


berat yang mungkin terdapat disepanjang rute jalan tambang harus diatasi dengan
mengubah rancangan jalan untuk meningkatkan aspek manfaat dan keselamatan
kerja. Apabila perlu dibuat terowongan (tunnel) atau jembatan, maka cara
pembuatan dan konstruksinya harus mengikuti aturan-aturan teknik sipil yang
berlaku. Lajur jalan di dalam terowongan atau jembatan umumnya cukup satu
dan alat angkut atau kendaraan yang akan melewatinya masuk secara bergantian.
Pada kedua pintu terowongan ditugaskan penjaga (Satpam) yang mengatur
kendaraan masuk secara bergiliran, terutama bila terowongan cukup panjang.
Geometri jalan angkut yang harus diperhatikansama seperti jalan raya pada
umumnya, yaitu: (1) lebar jalan angkut, (2) jari-jari tikungan dan super- elevasi,
(3) kemiringan jalan, dan (4) cross slope. Alat angkut atau truk-truk tambang
umumnya berdimensi lebih lebar, panjang dan lebih berat dibanding kendaraan
angkut yang bergerak di jalan raya. Oleh sebab itu, geometri jalan harus sesuai
dengan dimensi alat angkut yang digunakan agar alat angkut tersebut dapat
bergerak leluasa pada kecepatan normal dan aman.
LEBAR JALAN ANGKUT

Proposal Kerja Praktek pada PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA


Jalan angkut yang lebar diharapkan akan membuat lalulintas
pengangkutan lancar dan aman. Namun, karena keterbatasan dan kesulitan yang
muncul di lapangan, maka lebar jalan minimum harus diperhitungan dengan
cermat. Perhitungan lebar jalan angkut yang lurus dan belok (tikungan) berbeda,
karena pada posisi membelok kendaraan akan membutuhkan ruang gerak yang
lebih lebar akibat jejak ban depan dan belakang yang ditinggalkan di atas jalan
melebar.
Di samping itu, perhitungan lebar jalan pun harus mempertimbangkan
jumlah lajur, yaitu lajur tunggal untuk jalan satu arah atau lajur ganda untuk jalan
dua arah.
Lebar jalan angkut pada jalan lurus
Lebar jalan minimum pada jalan lurus dengan lajur ganda atau lebih,
menurut Aasho Manual Rural High Way Design,harus ditambah dengan setengah
lebar alat angkut pada bagian tepi kiri dan kanan jalan. Dari ketentuan
tersebutdapat digunakan cara sederhana untuk menentukan lebar jalan angkut
minimum, yaitu menggunakan

rule of thumb atau angka perkiraan, dengan

pengertian bahwa lebar alat angkut sama dengan lebar lajur.


Lebar jalan angkut pada belokan
Lebar jalan angkut pada belokan atau tikungan selalu lebih besar daripada
lebar jalan lurus.
Untuk lajur ganda, maka lebar jalan minimum pada belokan didasarkan atas:
Lebar jejak ban;
Lebar juntai atau tonjolan (overhang) alat angkut bagian depan dan
belakang pada saat
membelok;
Jarak antar alat angkut atau kendaraan pada saat bersimpangan;
Jarak dari kedua tepi jalan.
V. MATA KULIAH PENUNJANG

Proposal Kerja Praktek pada PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA


Materi kerja praktek ini ditunjang oleh beberapa mata kuliah yang telah
diambil sebelumnya oleh mahasiswa yang bersangkutan, yaitu perencanaan
tambang.
VI. RENCANA KEGIATAN
Pelaksanaan kerja praktek ini di rencanakan dilakukan selama kurang lebih 2
(dua) bulan tidak terhitung dari tahap persiapan, yaitu sekitar bulan Februari
sampai Maret 2008, dengan pentahapan kegiatan sebagai berikut :
1. Persiapan
2. Kajian pustaka
3. Kegiatan lapangan, pengolahan dan analisis data
4. Penyusunan laporan dan seminar
Persiapan
Tahapan ini merupakan tahapan paling awal, sebelum dilaksanakannya kerja
praktek di lapangan, yang meliputi :

Persiapan administrasi dan pengurusan surat-surat izin di kampus

Konsultasi dengan pembimbing akademik

Pengumpulan berbagai literatur

Pengiriman proposal kerja praktek


Kegiatan ini dilakukan selama 4 (empat) minggu.

Kajian Pustaka
Pada tahapan ini akan dilakukan kajian terhadap buku-buku teks, jurnal,
yang relevan dengan materi kerja praktek ini. Kegiatan ini dilakukan selama
berlangsungnya kegiatan kerja praktek ini, baik itu di lapangan maupun saat
melakukan analisis data.
Kegiatan Lapangan dan Analisis Data

Proposal Kerja Praktek pada PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA


Kegiatan lapangan meliputi kegiatan ikut langsung di lapangan dalam proses
pengerjaan suatu perencanaan tambang dan pengambilan data-data lapangan yang
relevan, yang untuk selanjutnya diolah dan di analisis di kantor.
Kegiatan ini dilakukan selama 2 (dua) bulan.
Pembuatan laporan dan Seminar laporan
Kegiatan ini merupakan tahap akhir, semua hasil penelitian akan disajikan
dalam bentuk laporan tertulis yang disusun secara sistematis dan teratur sesuai
dengan acuan/ kode etik tulisan ilmiah. Kegiatan penyusunan laporan dan seminar
laporan dilakukan selama 4 (empat) minggu di lingkup perusahaan tambang, yang
selanjutnya akan dipresentasikan di lingkup akademik Program Studi Teknik
Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional, Yogyakarta.
RENCANA DAN JADWAL KEGIATAN
Kegiatan

Bulan
Februari
Maret
April
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Persiapan
Kajian Pustaka
Kegiatan lapangan
Penyusunan Laporan
Penyusunan laporan dan Seminar
Catatan : Jadwal dapat disesuaikan dengan kesepakatan dan ketentuan pihak
perusahaan PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA (RCI

VII.PENUTUP

Demikian proposal permohonan kerja praktek ini sebagai salah satu


pertimbangan bagi pihak Human Resources Development (HRD) PT. RPP
CONTRACTORS INDONESIA (RCI). Besar harapan kami agar kiranya proposal

Proposal Kerja Praktek pada PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA


ini disambut dengan senang hati, kesempatan yang diberikan oleh pihak
perusahaan tentunya akan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Proposal Kerja Praktek pada PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA

DAFTAR PUSTAKA

Shirley L.H., 2000,

Perencanaan Teknik Jalan Raya (Penuntun Praktis),

Politeknik Negeri Bandung-Jurusan Teknik Sipil, Bandung, 377 p.


Sunggono, K.H., 1995, Buku Teknik Sipil, Penerbit Nova, Bandung, pp 363
386.