Anda di halaman 1dari 8

Page | 1

BUPATI MAGELANG
SAMBUTAN BUPATI MAGELANG
PADA ACARA
KHAUL ALMARHUM K.H. R CHOZIN DAN
PERINGATAN
MAULUD NABI MUHAMMAD SAW 1436 H
Tempuran, 10 Januari 2015
Assalaamualaikum Wr. Wb.
Yang kami takdzimi,
-

Para

alim-ulama,

wa

bil

khusus

Almukarom Bapak Kyai Haji Ali Qoisor dan


Bapak Dr. Arjai Imroni;
-

Sesepuh dan pinisepuh,


Yang kami hormati,

Camat dan Muspika Tempuran;

Kepala Desa beserta Perangkat Desa


Meteseh;

Page | 2

Tokoh masyarakat; serta

Hadirin yang berbahagia.


Mengawali sambutan ini, marilah

sejenak kita memanjatkan puji dan syukur ke


hadirat Allah SWT, karena atas limpahan
Rahmat, Nikmat, Taufiq dan Hidayah-Nya,
pada malam ini kita dapat bertemu pada
acara Peringatan Maulud Nabi Muhammad
SAW dan Khaul Almaghfurloh Bapak KH R.
Chozin dalam keadaan

sehat wal afiat dan

tanpa halangan suatu apapun.


Shalawat serta salam semoga selalu
tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar
Muhammad shalallohu alaihi wa salam, yang
kita harapkan syafaatnya sejak kita hidup di
dunia ini hingga sampai kehidupan kita di
akherat kelak.

Page | 3

Selanjutnya perkenankanlah saya atas


nama pribadi dan atas nama Pemerintah
Kabupaten

Magelang

meyampaikan

terimakasih kepada Panitia Pengajian dalam


rangka menyemarakkan peringatan Maulud
Nabi

Besar

Muhammad

SAW

dan

Khaul

Almaghfurloh Bapak KH R. Chozin.

Hadirin yang berbahagia,


Sebagaimana
bersama

bahwa

telah

kita

peringatan

ketahui

Maulud

Nabi

merupakan wujud penghormatan yang dalam


dari segenap masyarakat di negara kita
kepada Nabi Muhammad SAW, karena beliau
bukan saja seorang Nabi dan seorang Rasul,
tetapi juga

pemimpin umat manusia. Ajaran

Islam yang beliau sampaikan telah menjadi


rahmat

bagi

seluruh

alam

dan

telah

mengubah wajah dunia dan peradaban ke

Page | 4

arah yang lebih baik, lebih manusiawi dan


lebih beradab dibandingkan dengan waktuwaktu sebelumnya. Begitu pula dalam kita
mengadakan Khaul terhadap Almaghfurloh
Bapak KH Chozin yang sudah bersama-sama
kita ketahui kesalehan dan perjuangannya
dalam syiar agama Islam sehingga bisa
menjadi suri tauladan dan panutan bagi kita
semua.

Hadirin yang berbahagia,


Ada jarak waktu yang terbentang cukup
panjang, antara zaman di mana kita hidup
sekarang,

dengan

zaman

ketika

Nabi

Muhammad SAW menjalani kehidupannya.


Meskipun Beliau Nabi hidup hampir 15
abad yang lalu sebelum kita namun jarak
waktu

yang

begitu

panjang

tidaklah

Page | 5

menyebabkan

kita

merasa

jauh

dari

perikehidupan beliau.
Setiap kita memperingati Maulid Nabi,
beliau seolah hadir kembali di tengah-tengah
kita. Allah SWT dalam salah satu firmannya
menyatakan

bahwa,

Nabi

Muhammad

adalah teladan yang terbaik bagi umat


manusia.
Karena

itu

saya

mengajak

kaum

Muslimin, khususnya di Kabupaten Magelang,


marilah

kita

berusaha

meneladani

peri

kehidupan Nabi sesuai dengan kemampuan


kita masing-masing. Dengan meneladani peri
kehidupan Rasulullah, saya yakin banyak
masalah yang di hadapi umat Islam sekarang
ini akan dapat di selesaikan dengan sebaikbaiknya.
Hadirin yang berbahagia,

Page | 6

Zaman memang akan terus berubah,


musim akan terus berganti, dunia terasa
makin menua, generasi dalam sejarah umat
manusia akan datang dan pergi silih berganti,
namun

jika

kehidupan
sesungguhnya

kita

melihat

umat

kepada

manusia,

tidak

banyak

esensi
maka

hal

yang

berubah. Jika kita mempelajari sejarah Nabi,


dan

mengambil

esensinya,

kita

akan

mengetahui bahwa banyak hal yang terjadi di


zaman Nabi, terjadi juga di zaman sekarang.
Oleh karena itu, meskipun risalah yang
beliau

bawa

adalah

respon

terhadap

zamannya, namun karena esensi masalah


sebenarnya tidak berubah, maka risalah itu
akan tetap relevan dan aktual sepanjang
masa, termasuk zaman sekarang ini.

Page | 7

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW


merupakan peringatan akan kelahiran sosok
Nabi

yang membawa ajaran agama yang

bersifat
peringatan

universal.
Maulid

Secara

substansif,

Nabi

merupakan

momentum yang sangat tepat bagi kita untuk


melakukan

refleksi

dan

kajian

tentang

berbagai aspek kehidupan, baik sosial, politik,


budaya, ekonomi, dan lain-lain.
Berangkat

dari

hal

tersebut,

maka

konteks peringatan Maulid Nabi serta Khaul


terhadap orang-orang yang saleh seperti
Almaghfurloh Bapak K.H. R. Chozin, kita
harapkan

jangan hanya bersifat seremonial

semata, namun harus dimaknai secara lebih


luas, yaitu sebagai peringatan akan kelahiran
sosok pemimpin yang menjadi teladan bagi
seluruh umat manusia sepanjang zaman.
Beliau Nabi juga telah mampu dan berhasil

Page | 8

menerapkan sistem dan tatanan kehidupan


masyarakat yang paling ideal.
Hadirin yang berbahagia,
Kiranya

demikian

yang

dapat

saya

sampaikan. Semoga Alloh SWT memberikan


ridlo-Nya

dalam

kita

menyelenggarakan

peringatan Maulud Nabi dan Khaul pada


malam hari ini. Amin.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
BUPATI MAGELANG

ZAENAL ARIFIN, S.IP