Anda di halaman 1dari 3

Overdenture

Definisi
Adalah gigi tiruan sebagian atau lengkap lepasan yang menutupi dan
bersandar pada satu atau lebih gigi asli, akar-akar gigi, dan atau dental
implants. Overdenture sering digunakan karena perawatan periodontik,
endodontic dan teknik-teknik pengontrolan karies dapat diandalkan
(Soesetijo A, 2012)
Indikasi
Overdenture dapat dikonstruksi pada hampir semua kasus yang rencana
perawatannya menunjukkan bahwa beberapa/semua gigi asli yang tersisa
akan dicabut. Biasanya berapa gigi yang masih ada dapat dipertahankan
untuk mendukung OD, khususnya apabila OD tersebut mempunyai
antagonis gigi asli atau gigi tiruan sebagian lepasan. Bila mobilitas gigi
pendukung gigi tiruan sebagian lepasan meningkat akibat rasio mahkota :
akar kurang menguntungkan atau pada kasus atrisi yang parah,
perawatan endodontic harus dilakukan dan tinggi mahkota kurangi, serta
dibuatkan overdenture untuk menutupi gigi-gigi penyangga agar prognosis
gigi-gigi dibawah overdenture menjadi lebih baik (Soesetijo A, 2012).
Kontraindikasi
Bila kesehatan pasien jelek, untuk mencegah komplikasi pencabutan
misalnya pasien dengan penyakit sistemik. Pada pencabutan yang sukar
dapat diketahui dari : pasien sendiri tentang pengalamannya dengan
pencabutan yang sukar dan foto radiologi terlihat bentuk akar yang
bengkok, hipersementosis, impaksi dan kista
Keuntungan
Overdenture dengan dukungan kombinasi antara periodontal dan mukosa
mempunyai sejumlah keuntungan yang berarti bila dibandingkan dengan
gigi tiruan lengkap. Yang paling penting adalah:
Fungsi stabilitas yang lebih besar untuk menjaga bentuk linggir tersisa
yang dekat dengan gigi sandaran (dengan atau tidak menggunakan
kaitan).
Retensi yang lebih baik, khususnya bila kaitan digunakan pada protesa
di rahang bawah.
Peningkatan efisiensi pengunyahan karena stabilitas dan retensi yang
lebih baik.
Tekanan pada mukosa berkurang.
Mudah beradaptasi.
Merupakan latihan bagi penggunaan gigi tiruan lengkap di kemudian hari
dengan menyiapkan lintasan pola refleks yang tepat (Damayanti L, 2009)
Kerugian
Biaya yang lebih besar, hal ini berhubungan langsung dengan luasanya
perawatan sebelum pembuatan protesa, penggunaan kaitan retentif dan
usaha setelah pemasangan. Penghematan mungkin dilakukan dengan

menggunakan elemen perlekatan yang dipasang secara langsung atau


menyalurkan semuanya ke perlekatan-perlekatan.
Dibutuhkan usaha yang lebih besar dari pasien dan dokter giginya untuk
merawat protesa.
Terdapat sejumlah faktor non klinis yang perlu diperhatikan dalam seleksi
untuk overdenture. Di antaranya adalah sikap pasien terhadap kesehatan
giginya, penggunaan gigi tiruan lepasan, kemampuan dan keinginan untuk
bekerja sama serta situasi keuangannya (Damayanti L, 2009)
Penatalaksanaan Pembuatan
Konstruksi OD dapat diaplikasikan baik pada rahang atas dan bawah
dalam bentuk POD ataupun COD. Untuk kepuasan dan kenyamanan
pemakaian, pada basis dan permukaan gigi penyangga dapat ditambahkan alat magnet ataupun diberi perluasan logam tuang (coping).
Pada kasus cacat kongenital, seperti cleft palate atau mikrodonsia,
terdapat gangguan pertumbuhan rahang baik ke arah lateral ataupun ke
anterior, sehingga tulang premaksila tidak tumbuh wajar dan terjadi relasi
gigitan silang. Pada pasien ini juga terjadi penurunan dimensi vertikal dan
overclosure mandibula. Konstruksi OD dapat diterapkan pada kasus ini
karena dengan adanya gigi-gigi penyangga yang dipertahankan, oklusi
dengan relasi normal dapat dicapai, juga kontur labial dan fasial dari bibir
dan pipi dapat disempurnakan.
Seperti halnya konstruksi gigi tiruan konvensional, konstruksi OD dapat
disiapkan segera/sesaat. Pada konstruksi IOD ini perawatan periodontik
dan endodontik telah dilaksanakan sebelumnya. Perlu dilakukan occlusal
adjustment untuk membebaskan adanya kontak prematur. Gigi-gigi terutama akar-akar gigi yang tidak dapat dipertahankan sebagai penyangga
dicabut. Pada model kerja mahkota gigi dipotong 2mm di atas margin
gingiva, selanjutnya melakukan prosedur laboratorium untuk pembuatan
gigi tiruan. Pada prosedur klinis saat IOD akan diinsersi, gigi-gigi
penyangga disiapkan, mahkotanya dipotong. Permukaan mahkota yang
terpotong/terbuka hendaknya diberi perlindungan dengan gel fluorida,
restorasi glass ionomer, komposit ataupun pemasangan keeper magnet.
Jaringan pendukung di bawah IOD perlu dikondisikan agar terhindar dari
trauma atau iritasi. Karena perbedaan karakteristik jaringan di bawah IOD
yaitu antara gigi-gigi dan mukosa, perlu pemberian bahan tissue
conditioner untuk menghindari beban berlebih. Bahan ini sifatnya
sementara, dapat diganti dengan bahan definitif yaitu resin akrilik apabila
jaringan pendukung telah terkondisikan.
OD harus memberikan keuntungan melebihi gigi tiruan lepasan, dan
jaringan penyangga harus tetap sehat. Dukungan dan stabilitas yang
meningkat pada OD memberikan keuntungan. Gigi-gigi asli yang
dipertahankan harus bebas karies dengan kegoyangan seminimal
mungkin. Gingiva harus bebas dari radang dan poket.
Pengguna OD memiliki kemampuan daya kunyah 1/3 lebih besar
dibandingkan pengguna gigi tiruan lepasan. Tetapi diperlukan waktu lebih
lama untuk menyelesaikan jumlah gerakan kunyah karena bertambahnya

kesadaran penderita terhadap bagian dari OD penderita tentang


keberhasilan dari pengunyahan bolus (Soesetijo A, 2012).
Referensi :
Damayanti L. 2009. Overdenture Untuk Menunjang Perawatan Prostetik.
Bandung. Universitas Padjajaran
Soesetijo A. 2012. Overdenture : Perawatan Dengan Pendekatan
Preventif dan Konservatif. Jember