Anda di halaman 1dari 153

i

KATA PENGANTAR

Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Menengah Tahun, 2013
merupakan langkah awal pembangunan sarana dan prasarana di lingkungan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Respon positif dari Kabupaten/Kota terhadap
dikeluarkannya kebijakan ini, memberikan dukungan kuat bagi pembagian peran antara
pusat dan daerah, sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor
38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.
Hasil evaluasi pelaksanaan teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2013 menyebutkan bahwa
peranan sosialisasi, komunikasi dan koordinasi merupakan hal yang sangat strategis
yang perlu dipersiapkan dengan matang. Beragamnya permasalahan terhadap
pemahaman teknis terhadap pengelolaan DAK, perlu direspon dengan petunjuk dan
pedoman teknis yang disosialisasikan lebih dini. Sehingga memberikan ruang bagi Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan tata laksana dan tata kelola yang
lebih baik untuk penyelenggaraan DAK Tahun 2014.
Dalam rangka memberikan pemahaman kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota,
terutama tentang teknis pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014, Direktorat Pembinaan SMA
menyusun Pedoman Teknis Pelaksanaan DAK SMA. Pedoman ini merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari Permendikbud nomor 13 Tahun 2014 tentang Perubahan
Permendikbud Nomor 100 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan DAK
Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2014 dan Perdirjen nomor 702/D/KEP/KP/2014
tentang Perubahan Perdirjen nomor 1006/D/KP/2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan
DAK Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2014.
Pedoman ini merupakan hasil revisi dari berbagai masukan yang diperoleh dari hasil
evaluasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia
serta informasi tentang program-program baru DAK yang tahun sebelumnya tidak ada.
Kami berharap pedoman ini dapat memberikan konstribusi penyelenggaraan DAK yang
lebih baik. Sejalan dan selaras dengan program pengembangan sarana dan prasaana
yang dilaksanakan di tingkat pusat. Sehingga pedoman ini dapat mengakomodasi
kepentingan pusat dan daerah. Kritik dan saran membangun sangat kami harap dari
berbagai pihak yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan
dana DAK
25 Februari 2014
Direktur Pembinaan SMA,

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

i
ii

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Maksud dan Tujuan
C. Kriteria Sekolah Penerima DAK Bidang Dikmen Tahun 2014
D. Penggunaan DAK dan Satuan Biaya Kegiatan
E. Acuan Teknis
F. Sistematika Pedoman Teknis

1
1
2
2
4
6
7

BAB II

PENGADAAN DAN DISTRIBUSI BUKU TEKS KURIKULUM 2013


A. Pendahuluan
B. Tujuan
C. Sasaran
D. Standard an Spesifikasi Buku Teks Kurikulum 2013
E. Pelaksanaan Pengadaan dan Distribusi Buku

8
8
8
8
9
9

BAB III

PEMBANGUNAN PRASARANA PENINGKATAN AKSES DAN MUTU


PENDIDIKAN
A. Pendahuluan
B. Tujuan
C. Sasaran
D. Fungsi dan Standar Bangunan SMA
1. Fungsi dan Karakteristik Ruang
2. Standar Ruang
a. Ruang Kelas
b. Laboratorium Fisika
c. Laboratorium Kimia
d. Laboratorium Biologi
e. Perpustakaan
f. Kantor
g. Ruang Guru
h. Asrama Siswa
i. Rumah Dinas Guru
3. Model Bangunan dan Gambar Teknis
a. Tampak Depan, Samping dan Belakang

10
10
10
11
11
11
11
12
14
16
18
20
22
24
26
28
30
30

iii

E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.

b. Detail Konstruksi Bangunan


c. Detail Kusen
Jadwal Pelaksanaan
Laporan Pelaksanaan
Pembayaran Pajak untuk Pembangunan Prasarana
Pembangunan Prasarana di lantai 2
Pelaksanaan Kegiatan
Spesifikasi Bahan
Perabot untuk Ruang Pembelajaran dan Ruang Penunjang
1. Perabot Ruang Kelas Baru
2. Perabot Laboratorium IPA
3. Perabot Perpustakaan
4. Perabot Ruang Kantor
5. Perabot Ruang Guru
6. Perabot Asrama Siswa
7. Perabot Rumah Dinas Guru

30
30
31
31
32
32
33
35
42
42
43
43
43
44
44
44

BAB IV

REHABILITASI RUANG PEMBELAJARAN


A. Pendahuluan
B. Tujuan
C. Sasaran
D. Pelaksanaan Pekerjaan Rehabilitasi
E. Analisa Tingkat Kerusakan
1. Kategori Tingkat Kerusakan
2. Identifikasi dan Analisis Tingkat Kerusakan
3. Pertimbangan dari Hasil Analisis
4. Penandaan Pada Site Plan

45
45
45
45
46
46
46
48
55
55

BAB V

PENGADAAN SARANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN


A. Pendahuluan
B. Tujuan
C. Sasaran
D. Standard an Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium IPA SMA
1. Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium Kimia
2. Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium Fisika
3. Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium Biologi
E. Standard dan Spesifikasi Teknis Pengadaan Buku Referensi
F. Standar dan Spesifikasi Teknis Peralatan Olah Raga dan
Kesenian
G. Pelaksanaan Kegiatan Pengadaan
H. Jadwal Pelaksanaan
I. Laporan Pelaksanaan

56
56
57
57
57

PELAPORAN
A. Umum
B. Jenis, Waktu dan Mekanisme Penyampaian Laporan
1. Format Laporan : Data proporsi penggunaan DAK

77
77
77
78

BAB VI

58
60
64
70
72
73
75
75

iv
2. Format Laporan : Jenis dan jumlah sarana dan prasarana yang 79
ditingkatkan melalui DAK beserta data SMA penerima
3. Format Laporan : Prestasi realisasi penggunaan dana DAK 82
pada masing-masing SMA penerima
BAB VII

PENUTUP

LAMPIRAN A

Prototipe Prasarana DAK Dikmen SMA Tahun 2014


1. Ruang Kelas
2. Perpustakaan
3. Laboratorium IPA
4. Ruang Kantor
5. Ruang Guru
6. Asrama Siswa
7. Rumah Dinas Guru

LAMPIRAN B

Prototipe Perabot Ruang Pembelajaran dan Ruang Pendukung

85

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sejak tahun anggaran 2013, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan mengalokasikan dana untuk pendidikan menengah melalui
mekanisme Dana Alokasi Khusus bidang Pendidikan Menengah yang
selanjutnya disebut DAK bidang Dikmen.
DAK bidang Dikmen adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan pada daerah tertentu untuk
mendanai kegiatan khusus yang merupakan bagian dari program prioritas
nasional. DAK bidang Dikmen Tahun 2014 digunakan untuk kegiatan meliputi:
pengadaan dan distribusi buku teks pelajaran kurikulum 2013, Pengadaan
sarana

peningkatan

mutu

pendidikan,

dan

Pembangunan

prasarana

peningkatan akses dan mutu pendidikan.


Alokasi DAK bidang Pendidikan setiap daerah dan pedoman umum DAK
ditetapkan oleh Menteri Keuangan Nomor 180/PMK.07/2013 tentang Pedoman
Umum dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2014. Berdasarkan
penetapan alokasi dan pedoman umum DAK tersebut, Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan menetapkan Permendikbud nomor 13 Tahun 2014 tentang
Perubahan

Permendikbud Nomor 100 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis

Penggunaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2014 dan Perdirjen


nomor

702/D/KEP/KP/2014

tentang

Perubahan

Perdirjen

nomor

1006/D/KP/2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan


Menengah Tahun 2014.
Dengan telah terbitnya Peraturan Dirjen Pendidikan Menengah yang mengatur
tentang Petunjuk Pelaksanaan Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang
Pendidikan Menengah Tahun Anggaran 2014, maka Direktorat Pembinaan SMA
memandang perlu untuk menyusun suatu panduan pelaksanaan yang mengatur
lebih lanjut tentang teknis pelaksanaan penggunaan DAK bidang Dikmen untuk
SMA khususnya terkait dengan pembangunan prasarana peningkatan akses
dan mutu pendidikan serta pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan.
Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

B. Maksud dan Tujuan


Maksud penyusunan Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014 adalah
untuk mendukung pelaksanaan DAK bidang Dikmen Tahun 2014 terselenggara
dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tujuan penyusunan Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014 adalah :
1. Memberikan panduan pelaksanaan yang bersifat teknis bagi Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota dan Sekolah-sekolah penerima DAK bidang
Dikmen SMA.
2. Tercapainya standar nasional pendidikan dalam pembangunan prasarana
peningkatan akses dan mutu pendidikan

serta pengadaan sarana

peningkatan mutu pendidikan.

C. Kriteria Sekolah Penerima DAK Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2014


1. Kriteria Umum:
a. Sekolah yang pada tahun anggaran 2014 telah menerima dana bansos
prasarana dari Direktorat Pembinaan SMA, tidak diperkenankan
menerima DAK bidang Dikmen SMA Tahun 2014 untuk bantuan yang
sejenis, atau sebaliknya.
b. Diprioritaskan bagi sekolah yang mempunyai jumlah siswa yang
cenderung stabil atau meningkat;
c. Sekolah memiliki kepala sekolah definitif. Untuk kepala sekolah swasta
tidak boleh dirangkap oleh pembina/pengurus/pengawas yayasan;
d. Khusus untuk sekolah yang dikelola oleh masyarakat harus memiliki izin
operasional dan diprioritaskan bagi sekolah yang sudah terakreditasi;
e. Bangunan sekolah berada di atas lahan milik sendiri (milik Pemerintah
Daerah untuk sekolah negeri, milik yayasan untuk sekolah swasta) yang
dibuktikan dengan sertifikat atau bukti peralihan hak (akte jual beli, akte
hibah, akte ikrar wakaf, akte peralihan hak dan/atau akte pelepasan hak)
yang disahkan oleh pejabat yang berwenang atau Surat pernyataan
pelepasan hak atas tanah adat (Khusus Provinsi Papua/Papua Barat)
oleh pihak yang berwenang/dokumen lain sesuai dengan peraturan dan
ketentuan

daerah

atas

nama

Pemda/

Dinas

Pendidikan

Kabupaten/Kota/Yayasan; dan
Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

f. Sekolah telah mengisi data dalam sistem pendataan online yang


dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, pada
laman http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id.

2. Kriteria Khusus:
a. Pengadaan dan distribusi buku teks pelajaran untuk seluruh peserta didik
kelas X dan kelas XI semester II tahun pelajaran 2014/2015 sesuai dengan
kurikulum 2013.
b. Rehabilitasi diperuntukkan bagi sekolah yang membutuhkan rehabilitasi
ruang belajar dilengkapi dengan analisis tingkat kerusakan bangunan
yang dilakukan oleh instansi/pihak yang berkompeten. Rehabilitasi ruang
belajar dengan tingkat kerusakan sedang dan/atau berat. Dalam hal
terdapat ruang penunjang yang rusak sedang dan/atau rusak berat dan
menyatu dengan ruang belajar yang akan direhabilitasi maka ruang
tersebut dapat disertakan dalam program rehabilitasi ruang belajar;
c. Pembangunan ruang kelas baru (RKB) diprioritaskan bagi sekolah yang
ruang kelasnya belum mencukupi dan memiliki lahan yang cukup untuk
pembangunan ruang kelas baru;
d. Pembangunan laboratorium diprioritaskan bagi sekolah yang belum
mempunyai laboratorium dan memiliki lahan yang cukup untuk
pembangunan laboratorium;
e. Pembangunan perpustakaan diprioritaskan bagi sekolah yang belum
mempunyai perpustakaan dan memiliki lahan

yang cukup untuk

pembangunan perpustakaan;
f. Pembangunan ruang penunjang (ruang kantor atau ruang guru)
diprioritaskan bagi sekolah yang belum mempunyai ruang penunjang
sesuai standar sarana dan prasarana serta memiliki lahan yang cukup
untuk pembangunan ruang penunjangan;
g. Pembangunan asrama siswa dan rumah dinas guru diprioritaskan bagi
sekolah yang berada pada daerah 3T, Papua dan Papua Barat.
h. Jika sekolah tidak memiliki lahan yang cukup, maka pembangunan
prasarana dapat dilakukan bertingkat dengan ketentuan konstruksi
bangunan yang sudah ada memenuhi persyaratan untuk bangunan
bertingkat;
Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

i.

Pengadaan peralatan laboratorium IPA, peralatan olah raga, dan/atau


peralatan kesenian diprioritaskan bagi sekolah yang belum mempunyai
peralatan tersebut;

j.

Pengadaan buku referensi/materi referensi diprioritaskan untuk sekolah


yang belum mempunyai buku referensi/materi referensi atau sekolah yang
memiliki buku referensi/materi referensi dalam jumlah yang kurang dari
kebutuhan.

D. Penggunaan DAK dan Satuan Biaya Kegiatan


DAK

Bidang

Pendidikan

Menengah

Tahun

2014

diprioritaskan

untuk

pengadaan dan distribusi buku teks pelajaran kurikulum 2013 dan sisanya
digunakan untuk:
1. Pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan; dan/atau
2. Pembangunan prasarana peningkatan akses dan mutu pendidikan.
Alokasi biaya satuan kegiatan DAK bidang Dikmen tahun 2014 untuk SMA,
mengacu peraturan Dirjen Pendidikan Menengah Nomor: 1006/D/KP/2013
tentang Petunjuk Pelaksanaan Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang
Pendidikan Menengah Tahun Anggaran 2014, ditetapkan dalam rincian tabel
berikut:
Tabel 1.1 Biaya Satuan Kegiatan SMA

NO
1

KEGIATAN/KOMPONEN
Pengadaan buku kurikulum 2013
(9 mapel per siswa termasuk buku
pegangan guru 9 mapel @ 2
set/sekolah1 )
Pembangunan Ruang Kelas Baru
termasuk perabot 2)
Proporsi Perabot Maksimal 10%
Rehabilitasi Berat termasuk
perabot1)
Proporsi Perabot Maksimal 5%
Rehabilitasi Sedang termasuk
perabot 2)
Proporsi Perabot Maksimal 5%

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

SATUAN

BIAYA SATUAN

Paket/
Siswa

Rp. 150.000,-

Ruang

Rp. 175.000.000,-

Paket

Rp. 105.000.000,-

Paket

Rp. 65.000.000,-

NO
5

7.a

7.b

8
9
10
11
12

KEGIATAN/KOMPONEN

SATUAN

Pembangunan Perpustakaan
termasuk perabot 2)
Proporsi Perabot Maksimal 12%
Pembangunan Laboratorium
termasuk perabot 2)
Proporsi Perabot Maksimal 9%
Pembangunan ruang penunjang,
untuk ruang fungsi kantor 2)
Proporsi Perabot Maksimal 10%
Pembangunan ruang penunjang,
untuk ruang guru) 2)
Proporsi Perabot Maksimal 10%
Asrama siswa 2)
Proporsi Perabot Maksimal 13%
Rumah Dinas Guru 2)
Proporsi Perabot Maksimal 14%
Peralatan Laboratorium IPA 3)
Peralatan Olah raga dan/atau
kesenian 3)
Buku Referensi 4)

BIAYA SATUAN

Ruang

Rp. 240.000.000,-

Ruang

Rp. 290.000.000,-

Ruang

Rp. 350.000.000,-

Ruang

Rp. 350.000.000,-

Unit

Rp. 410.000.000,-

Unit

Rp. 185.000.000,-

Paket
Paket

Rp. 100.000.000,Rp. 20.000.000,-

Paket

Rp. 10.000.000,-

Keterangan:
1)

Alokasi biaya satuan tersebut di atas merupakan harga estimasi besaran biaya yang dapat
disesuaikan dengan unit cost harga eceran tertinggi (HET).

2)

lokasi biaya satuan untuk masing-masing kab/kota dihitung dengan mengalikan biaya satuan
masing-masing kegiatan dengan Indeks Kemahalan Konstruksi Provinsi dan kabupaten/kota
Tahun 2013 sesuai dengan Katalog BPS: 7102025 dibagi angka 100 (seratus). Khusus untuk
daerah 3T, daerah Papua, dan daerah Papua Barat, alokasi biaya satuan tersebut di atas
berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat disesuaikan
dengan harga yang ditetapkan oleh dinas pekerjaan umum setempat dan disahkan oleh
Bupati/Walikota dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

3)

Alokasi biaya satuan untuk masing-masing kab/kota dihitung dengan mengalikan biaya satuan
peralatan laboratorium, olah raga, dan kesenian dengan Indeks Biaya Pendidikan sesuai
dengan Permendiknas Nomor 69 Tahun 2009, bagi daerah pemekaran mengikuti indeks daerah
asal pemekaran. Alokasi biaya satuan tersebut merupakan biaya maksimal untuk satu sekolah
per kelompok peralatan laboratorium, olah raga, dan kesenian yang diadakan sesuai dengan
kebutuhan sekolah. Khusus untuk daerah 3T, daerah Papua, dan daerah Papua Barat, alokasi
biaya satuan tersebut di atas berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran
biaya yang dapat disesuaikan dengan harga yang ditetapkan oleh dinas pendidikan setempat
dan disahkan oleh Bupati/Walikota dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan.

4)

Biaya satuan maksimal per paket

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

Dinas

Pendidikan

Kabupaten/Kota

harus

mengkonfirmasikan

proporsi

penggunaan dana DAK bidang Dikmen Tahun 2014, kepada Direktorat


Pembinaan SMA. Konfirmasi proporsi penggunaan dana DAK disampaikan
melalui

email

penggunaan

ke

DAK

alamat:
bidang

tim_dak_sma@yahoo.com.
Dikmen

Tahun

2014 ini

Data
khususnya

proporsi
untuk:

1) Pengadaan dan distribusi buku teks pelajaran kurikulum 2013,

2)

Pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan, dan 3) Pembangunan


prasarana peningkatan akses dan mutu pendidikan.

E. Acuan Teknis
Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014 yang disusun terkait dengan
pembangunan prasarana peningkatan akses dan mutu pendidikan serta
pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan, mengacu pada peraturanperaturan dibawah diantaranya:
1.

Peraturan

Presiden

Nomor

54

Tahun

2010

tentang

Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah dua kali diubah terakhir


dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012.
2.

Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan


Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA.

3.

Permendikbud atau Perdirjen Dikmen yang terkait pelaksanaan kurikulum


2013.

4.

Surat Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan nomor: BU.0106Cb./123 tentang Rekomendasi Penetapan Harga Satuan Bangunan dan
Biaya Konstruksi Fisik Pembangunan Sekolah dan Perawatan/Rehabilitasi
Gedung Sekolah di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah
TA 2014

5.

Tatacara Perencanaan Bangunan Gedung Sekolah Menengah Umum SNI


03-1730-2002.

6.

Tatacara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 032847-2002.

7.

Tatacara Perhitungan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung SNI 031729-2002.

8.

Peraturan Perencanaan Kayu Struktur SNI-T-02-2003.

9.

Tatacara-perencanaan ketahan gempa untuk bangunan gedung, SNI 03-

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

1726-2003.
10. Tatacara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung, SNI-031727-1989.
11. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) SNI 04-0225-2000.
12. Peraturan Plumbing Indonesia (PPI).
13. Peraturan Umum Keselamatan Kerja dari Departemen Tenaga Kerja.

F. Sistematika Panduan Pelaksanaan


Panduan Pelaksanaan disusun dalam 7 (tujuh) bab dan disertai dengan lampiran
teknis dengan sistematika sebagai berikut:

Bab I, menjelaskan latar belakang, maksud dan tujuan, kriteria sekolah


penerima, penggunaan dan satuan biaya kegiatan DAK SMA, acuan teknis dan
sistematika panduan pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014.

Bab II, menjelaskan lingkup pelaksanaan kegiatan pengadaan dan distribusi


buku teks pelajaran kurikulum 2013.

Bab III, menjelaskan ruang lingkup pembangunan prasarana peningkatan


akses dan mutu pendidikan, disertai dengan karakteristik dan kelengkapan
spesifikasi yang harus dicapai dalam pelaksanaannya.

Bab IV, menjelaskan secara khusus pengelolaan pelaksanaan rehabilitasi


bangunan yang mencakup identifikasi dan tingkat kerusakan bangunan serta
alokasi biaya yang diperlukan.

Bab V, menjelaskan pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan yaitu


peralatan IPA, buku referensi, peralatan olah raga dan kesenian, disertai
dengan penjelasan jenis, jumlah dan spesifikasi untuk masing-masing kategori.

Bab VI, menjelaskan tentang laporan alokasi dan realisasi penggunaan DAK
Tahun 2014.

Bab VII, merupakan bab penutup panduan pelaksanaan DAK SMA Tahun
2014.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

BAB II
PENGADAAN DAN DISTRIBUSI
BUKU TEKS KURIKULUM 2013

A. Pendahuluan
Pelaksanaan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari upaya perbaikan kondisi
pendidikan di Indonesia, dan diharapkan dapat menjadi pedoman pendidikan di
tanah air. Salah satu persiapan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan saat ini, adalah penyiapan buku teks (paket) untuk siswa dan
buku pegangan guru.
Untuk menuntaskan penerapan kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan akan mengawal penerapan kurikulum secara tuntas, salah satunya
melanjutkan penulisan, pengadaan dan pendistribusian buku teks, dengan
dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.
Kegiatan DAK bidang pendidikan menengah tahun 2014 menjadi salah satu
instrumen kegiatan yang dipakai oleh pemerintah untuk menuntaskan penerapan
kurikulum 2013, melalui pengadaan dan distribusi buku teks kurikulum 2013.

B. Tujuan
Tujuan kegiatan pengadaan dan distribusi buku teks kurikulum 2013 adalah
mendukung penerapan kurikulum 2013 secara penuh pada sekolah menengah
atas (SMA) di seluruh wilayah Indonesia.

C. Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh peserta didik kelas X dan kelas XI
semester II tahun pelajaran 2014/2015.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

D. Standar dan Spesifikasi Buku Teks Kurikulum 2013


Pengadaan dan distribusi buku teks kurikulum 2013 pada sekolah menengah atas
(SMA) ditujukan pada kelompok mata pelajaran wajib. Mata pelajaran wajib terdiri
dari 9 (Sembilan) mata pelajaran yaitu:
1. Pendidikan Agama
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Sejarah Indonesia
6. Bahasa Inggris
7. Seni Budaya
8. Prakarya
9. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan.

Penulisan materi 9 (Sembilan) mata pelajaran di atas hingga kini masih dalam
proses penyelesaian, sehingga hal-hal yang terkait dengan standar dan
spesifikasi buku teks akan diatur lebih lanjut dalam peraturan/petunjuk
teknis/petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.

E. Pelaksanaan Pengadaan dan Distribusi Buku


Proses teknis terkait dengan pengadaan dan distribusi buku teks kurikulum 2013
untuk SMA, akan diatur lebih lanjut dalam peraturan/petunjuk teknis/petunjuk
pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

BAB III
PEMBANGUNAN PRASARANA PENINGKATAN
AKSES DAN MUTU PENDIDIKAN
A. Pendahuluan
Salah

satu

upaya

memenuhi

layanan

pendidikan

menengah

adalah

peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan akses melalui DAK bidang


Dikmen tahun 2014 melalui pembangunan prasarana peningkatan akses dan
mutu pendidikan.

Secara garis besar lingkup pembangunan prasarana peningkatan akses dan


mutu pendidikan SMA melalui DAK bidang Dikmen tahun 2014 adalah sebagai
berikut:
1. Pembangunan ruang kelas baru beserta perabotnya;
2. Rehabilitasi ruang belajar;
3. Pembangunan ruang perpustakaan beserta perabotnya;
4. Pembangunan laboratorium IPA beserta perabotnya;
5. Pembangunan ruang penunjang (ruang kantor dan/atau ruang guru) beserta
perabotnya; dan
6. Pembangunan rumah dinas guru beserta perabotnya untuk daerah terluar,
terpencil dan tertinggal (3T).
Khusus untuk rehabilitasi ruang belajar akan dibahas dalam bab tersendiri.

B. Tujuan
1. Memperkuat dan meningkatkan fungsi prasarana pendidikan SMA yang telah
ada.
2. Melengkapi prasarana pendidikan SMA menuju pencapaian standar sarana
dan prasarana.
3. Melengkapi prasarana pendidikan SMA untuk meningkatkan daya saing dan
pemberdayaan potensi daerah.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

10

C. Sasaran
Sasaran pembangunan prasarana adalah SMA yang belum mempunyai atau
kekurangan prasarana pendidikan.

D. Fungsi dan Standar Bangunan SMA


1. Fungsi Ruang
Setiap ruang bangunan telah ditetapkan fungsinya baik sebagai ruang
pembelajaran maupun ruang pendukung, disertai dengan pemenuhan
prasyarat utilitas dan tinjauan keselamatan, kesehatan dan kenyamanan
untuk masing-masing ruang.
2. Standar Ruang
Standar bangunan SMA telah memiliki syarat minimal terkait pemenuhan
luas, denah dan kelengkapan ruang. Luasan minimal untuk ruang
pembelajaran dan ruang penunjang adalah sebagai berikut:
Tabel 1 Luas Minimal Ruang
No

Nama Ruang

Luas (M2)

Kategori Ruang

Ruang Kelas Baru (RKB)

81

Pembelajaran

Laboratorium IPA (Fi/Ki/Bi)

135

Pembelajaran

Perpustakaan

108

Pembelajaran

Kantor

162

Pendukung

Guru

162

Pendukung

Asrama Siswa

162

Pendukung

Rumah Dinas Guru

72

Pendukung

Fungsi dan standar untuk masing-masing ruang dijelaskan lebih lanjut dalam
tabel dan gambar denah, yang merupakan standar dari bangunan SMA.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

11

a. Ruang Kelas Baru


FUNGSI DAN KARAKTERISTIK RUANGAN
Ruang kelas berfungsi sebagai tempat berlangsungnya aktifitas belajar
mengajar, dan lebih menekankan pada aktifitas belajar teori. Namun demikian
aktifitas belajar praktek juga dimungkinkan dilakukan disini.

PRASYARAT UTILITAS RUANG


1. RKB dilengkapi 1 (satu) pintu, di
depan yang membuka ke luar.
2. Bukaan ventilasi cahaya (jendela)
minimal 7.2m2.
3. Bukaan ventilasi udara (lubang
angin) minimal 3.6m2
4. Jumlah titik lampu minimal 4
(empat), masing-masing lampu TL
(20 watt).
5. Jumlah stop kontak 2 (dua) buah,
dan 2 (dua) buah saklar untuk
masing-masing 2 (dua) titik lampu.
6. Kursi dan Meja Siswa tersedia 36
unit, Kursi dan meja guru 1 unit.
7. Papan tulis 1 unit
8. Untuk ruang kelas yang didisain
dengan fasilitas AC, spesifikasi
kapasitas AC yang disediakan
minimal 2 x 1PK atau 1 x 2PK.

TINJAUAN KESELAMATAN,
KESEHATAN, DAN KENYAMANAN
RUANG
1. Bukaan pintu ke arah luar (selasar),
dimaksudkan untuk mempermudah
proses evakuasi yang tiba-tiba dan
melibatkan banyak siswa.
2. Lebar bersih selasar kelas minimal
1,8 m akan memberi ruang yang
cukup untuk pergerakan horisontal
antar
ruang,
sehingga
memudahkan proses evakuasi
apabila diperlukan.
3. Bukaan ventilasi cahaya minimal
10% dan bukaan ventilasi udara
minimal 5% dari luas ruang
perpustakaan,
untuk
sehatnya
kondisi ruang dengan penerangan
alami, sirkulasi udara
dan
kelembaban normal.

KELENGKAPAN & LUAS RUANG


1
2

Ruang Kelas
Selasar
LUAS RUANG = ( 9 x 8 ) + x ( 9 x 2 ) = 81 m2

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

DIMENSI
P (m)
L (m)
9
8
9
2

12

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

DENAH RUANG KELAS

KETERANGAN:
Ketinggian lantai dalam ruangan 2 cm lebih tinggi dari lantai selasar.
NTS

01-RKB

Gambar II.1 Denah Ruang Kelas


Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

13

LABORATORIUM FISIKA
FUNGSI DAN KARAKTERISTIK RUANGAN
Fungsi dari laboratorium fisika adalah sebagai tempat pengajaran praktek dan teori
bidang studi fisika, khususnya untuk praktek peragaan dan percobaan. Lab. Fisika
terdiri dari:
Ruang praktek untuk menampung aktifitas siswa dalam melakukan kerja praktek.
Ruang persiapan berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan
mempersiapkan alat sebelum praktek dimulai.
Ruang gelap, tempat praktek fisika dengan kondisi mutlak tanpa cahaya luar.
TINJAUAN KESELAMATAN,
PRASYARAT UTILITAS RUANG
KESEHATAN, DAN KENYAMANAN
RUANG
1. Lab. dilengkapi 2 (dua) pintu, di 1. Bukaan pintu laboratorium ke arah
depan dan belakang yang membuka
luar (selasar), dimaksudkan untuk
ke luar.
mempermudah
proses
evakuasi
2. Pada ruang praktek bukaan ventilasi
dengan lebar selasar lab. minimal 1,8
2
cahaya minimal 9,6 m dan bukaan
m bagi pergerakan horisontal antar
2
ventilasi udara minimal 4.8 m
ruang.
3. Jumlah titik lampu minimal 6 (enam) 2. Jaringan kabel untuk tempat stop
di ruang praktek, dan masing-masing
kontak di tengah ruang praktek, rata
1 (satu) di ruang persiapan,dan ruang
dengan lantai dan dilengkapi sekering
gelap, memakai lampu TL (20 watt).
untuk menghindari hubungan arus
4. Jumlah stop kontak 10 (sepuluh) di
pendek.
ruang praktek, 1 (satu) di ruang 3. Bukaan ventilasi cahaya minimal 10%
persiapan dan 1 (satu) di ruang gelap.
dan bukaan ventilasi udara minimal
Masing-masing ruang dilengkapi 1
5% dari luas ruang perpustakaan,
(satu) buah saklar.
untuk sehatnya kondisi ruang dengan
5. Meja kerja tersedia 6 unit, masingpenerangan alami, sirkulasi udara
masing dilengkapi kursi lab sebanyak
dan kelembaban normal.
6 buah. Meja persiapan 1 unit. Meja 4. Alat pemadam ringan tersedia di lab.
demontrasi 1 unit. Kursi dan meja
guru 1 unit.
6. Papan tulis 1 unit dan tempat sampah
dalam ruang kelas.
DIMENSI
DISAIN DAN KELENGKAPAN RUANG
P (m)
L (m)
1 Ruang Praktek
12
8
2 Ruang Persiapan
5,5
3
3 Ruang Gelap
2,5
3
4 Selasar
15
2
LUAS RUANG = ( 12 x 8 ) + ( 5,5 x 3 ) + (2,5 x 3 ) + x ( 15 x 2 ) = 135 m2

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

14

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

DENAH LABORATORIUM FISIKA

KETERANGAN:
Ketinggian lantai dalam ruangan 2 cm lebih tinggi dari lantai selasar.
NTS

01-LABF

Gambar II.2 Denah Laboratorium Fisika


Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

15

LABORATORIUM KIMIA
FUNGSI DAN KARAKTERISTIK RUANGAN
Laboratorium Kimia berfungsi sebagai tempat melaksanakan proses belajarmengajar bidang studi kimia. Ruang pada Lab. Kimia terdiri dari:
Ruang praktek sebagai tempat kegiatan utama, harus cukup luas untuk
menampung kegiatan praktek.
Ruang persiapan dipakai sebagai tempat simpan alat, bahan-bahan kimia dan
sebagai tempat persiapan sebelum dimulainya praktek.
TINJAUAN KESELAMATAN,
PRASYARAT UTILITAS RUANG
KESEHATAN, DAN KENYAMANAN
RUANG
1. Lab. dilengkapi 2 (dua) pintu, di 1. Bukaan pintu laboratorium ke arah
depan dan belakang yang membuka
luar (selasar), dimaksudkan untuk
ke luar.
mempermudah
proses
evakuasi
2. Pada ruang praktek bukaan ventilasi
dengan lebar selasar lab. minimal 1,8
2
cahaya minimal 9,6 m dan bukaan
m bagi pergerakan horisontal antar
2
ventilasi udara minimal 4.8 m
ruang.
3. Jumlah titik lampu minimal 6 (enam) 2. Lemari
asam
harus
dilengkapi
di ruang praktek, dan masing-masing
Exhaust fan (penarik udara) untuk
2 (dua) di ruang persiapan, memakai
mengeluarkan
udara
yang
lampu TL (20 watt).
terkontaminan bahan kimia yang
4. Jumlah stop kontak 10 (sepuluh) di
mudah menguap, misalnya dalam
ruang praktek, 2 (dua) di ruang
kegiatan pencampuran bahan
persiapan. Masing-masing ruang 3. Bukaan ventilasi cahaya minimal 10%
dilengkapi 1 (satu) buah saklar.
dan bukaan ventilasi udara minimal
5. Meja kerja tersedia 6 unit, masing5% dari luas ruang perpustakaan,
masing dilengkapi kursi lab sebanyak
untuk sehatnya kondisi ruang dengan
6 buah. Meja persiapan 1 unit. Meja
penerangan alami, sirkulasi udara
demonstrasi 1 unit. Kursi dan meja
dan kelembaban normal.
guru 1 unit.
4. Alat pemadam ringan tersedia di lab.
6. Papan tulis 1 unit dan tempat sampah
dalam ruang kelas.
DIMENSI
DISAIN DAN KELENGKAPAN RUANG
P (m)
L (m)
1 Ruang Praktek
12
8
2 Ruang Persiapan
8
3
3 Selasar
15
2
2
LUAS RUANG = ( 12 x 8 ) + ( 8 x 3 ) + x ( 15 x 2 ) = 135 m

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

16

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

DENAH LABORATORIUM KIMIA

KETERANGAN:
Ketinggian lantai dalam ruangan 2 cm lebih tinggi dari lantai selasar.
NTS

01-LABK

Gambar II.3 Denah Laboratorium Kimia

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

17

LABORATORIUM BIOLOGI
FUNGSI DAN KARAKTERISTIK RUANGAN
Fungsi laboratorium biologi adalah untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar
bidang studi biologi, dengan pengajaran praktek lebih dominan. Ruang pada Lab.
Biologi terdiri dari:
Ruang praktek sebagai tempat kegiatan utama, harus cukup luas untuk
menampung kegiatan praktek.
Ruang persiapan dipakai sebagai tempat simpan alat, bahan-bahan biologi dan
sebagai tempat persiapan sebelum dimulainya praktek.
TINJAUAN KESELAMATAN,
PRASYARAT UTILITAS RUANG
KESEHATAN, DAN KENYAMANAN
RUANG
1. Lab. dilengkapi 2 (dua) pintu, di 1. Bukaan pintu laboratorium ke arah
depan dan belakang yang membuka
luar (selasar), dimaksudkan untuk
ke luar.
mempermudah
proses
evakuasi
2. Pada ruang praktek bukaan ventilasi
dengan lebar selasar lab. minimal 1,8
2
cahaya minimal 9,6 m dan bukaan
m bagi pergerakan horisontal antar
2
ventilasi udara minimal 4.8 m .
ruang.
3. Jumlah titik lampu minimal 6 (enam) 2. Alat pemadam ringan tersedia di lab.
di ruang praktek, dan masing-masing 3. Saluran pembuangan limbah dan bak
2 (dua) di ruang persiapan, memakai
penampung limbah biologi disediakan.
lampu TL (20 watt).
4. Bukaan ventilasi cahaya minimal 10%
4. Jumlah stop kontak 10 (sepuluh) di
dan bukaan ventilasi udara minimal
ruang praktek, 2 (dua) di ruang
5% dari luas ruang perpustakaan,
persiapan. Masing-masing ruang
untuk sehatnya kondisi ruang dengan
dilengkapi 1 (satu) buah saklar.
penerangan alami, sirkulasi udara
5. Meja kerja tersedia 6 unit, masingdan kelembaban normal.
masing dilengkapi kursi lab sebanyak 5. Lantai tidak boleh licin dan harus
6 buah. Meja persiapan 1 unit. Meja
kedap air dengan dinding yang
demonstrasi 1 unit. Kursi dan meja
sebaiknya berwarna putih.
guru 1 unit.
6. Papan tulis 1 unit dan tempat sampah
dalam ruang kelas.
DIMENSI
DISAIN DAN KELENGKAPAN RUANG
P (m)
L (m)
1 Ruang Praktek
12
8
2 Ruang Persiapan
8
3
3 Selasar
15
2
2
LUAS RUANG = ( 12 x 8 ) + ( 8 x 3 ) + x ( 15 x 2 ) = 135 m

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

18

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

DENAH LABORATORIUM BIOLOGI

KETERANGAN:
Ketinggian lantai dalam ruangan 2 cm lebih tinggi dari lantai selasar.
NTS

01-LABB

Gambar II.4 Denah Laboratorium Biologi


Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

19

PERPUSTAKAAN
FUNGSI DAN KARAKTERISTIK RUANGAN
Fungsi pokok perpustakaan adalah memberikan pelayanan dan informasi untuk
menunjang kegiatan belajar mengajar, yaitu:
Sebagai sumber bacaan untuk memperdalam pengetahuan dan teknologi
Sebagai sumber informasi untuk memperluas cakrawala pengetahuan, bakat,
minat dan kegemaran siswa dan guru
Sebagai tempat sirkulasi buku, peminjaman dan pengembalian buku
TINJAUAN KESELAMATAN,
PRASYARAT UTILITAS RUANG
KESEHATAN, DAN KENYAMANAN
RUANG
1. Perpustakaan dilengkapi 1 (satu) 1. Bukaan pintu ruang perpustakaan ke
pintu, di tengah (lihat denah) yang
arah luar (selasar), dimaksudkan
membuka ke luar.
untuk mempermudah proses evakuasi
2. Pada ruang perpustakaan bukaan
dengan lebar bersih selasar minimal
2
ventilasi cahaya minimal 12m dan
1,8 m bagi pergerakan horisontal
2
bukaan ventilasi udara minimal 6m
antar ruang.
3. Jumlah titik lampu pada ruangan 2. Bukaan ventilasi cahaya minimal 10%
minimal 6 (enam), masing-masing
dan bukaan ventilasi udara minimal
lampu TL (20 watt).
5% dari luas ruang perpustakaan,
4. Tata letak jendela (ventilasi cahaya)
untuk sehatnya kondisi ruang dengan
dan lay out ruang perpustakaan ditata
penerangan alami, sirkulasi udara
supaya sinar matahari tidak langsung
dan kelembaban normal.
masuk ke ruangan, terlebih mengenai 3. Alat pemadam ringan tersedia di
buku, sehingga buku tidak cepat
ruangan.
rusak.
5. Meja baca tersedia 15 bh, masingmasing
dilengkapi
kursi
baca
sebanyak 6 buah. Rak buku 6 buah.
Rak penitipan barang 2 buah. Kursi
dan meja kerja/konter 1 unit.
DIMENSI
P (m)
L (m)
Ruang Perpustakaan
12
8
Selasar
12
2
2
LUAS RUANG = ( 12 x 8 ) + x ( 12 x 2 ) = 108 m
DISAIN DAN KELENGKAPAN RUANG

1
2

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

20

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

DENAH PERPUSTAKAAN

KETERANGAN:
Ketinggian lantai dalam ruangan 2 cm lebih tinggi dari lantai selasar.
NTS

01-PPS

Gambar II.5 Denah Perpustakaan


Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

21

KANTOR
FUNGSI DAN KARAKTERISTIK RUANG
Ruang Kepala Sekolah (KS) berfungsi sebagai tempat kerja kepala sekolah
sebagai penanggung jawab kelancaran aktifitas sekolah secara keseluruhan.
Ruang ini juga harus dapat dipakai untuk menerima tamu dalam jumlah terbatas.
Ruang Wakil Kepala Sekolah (WKS) berfungsi sebagai tempat kerja wakil kepala
sekolah dan dapat dipakai untuk menerima tamu dalam jumlah terbatas.
Ruang Tamu (TM) berfungsi sebagai ruang penerima tamu bagi kepala/wakil
kepala sekolah dalam jumlah yang lebih besar.
Ruang Tata Usaha (TU) berfungsi sebagai tempat pengelolaan administrasi
pendidikan, kepegawaian dan keuangan sekolah, sekaligus tempat penyimpanan
berkas-berkas. Dilengkapi dengan pantry dan 2 unit km/wc untuk melayani
kebutuhan kantor.
TINJAUAN KESELAMATAN,
KESEHATAN, DAN KENYAMANAN
Ruang kantor berdekatan dengan 1. Bukaan pintu ruang perpustakaan ke
ruang penerima atau selasar masuk
arah luar (selasar), dimaksudkan
bangunan sekolah.
untuk mempermudah proses evakuasi
Terdapat 2 (dua) akses masuk pada
dengan lebar bersih selasar minimal
ruang kantor, yaitu akses pada ruang
1,8 m bagi pergerakan horisontal antar
Kepala
Sekolah/Wakil
Kepala
ruang.
Sekolah dan akses pada ruang tata 2. Bukaan ventilasi cahaya minimal 10%
usaha.
dan bukaan ventilasi udara minimal
Pada ruang kantor jumlah bukaan
5% dari luas ruang perpustakaan,
2
ventilasi cahaya minimal 12 m dan
untuk sehatnya kondisi ruang dengan
2
bukaan ventilasi udara minimal 6 m
penerangan alami, sirkulasi udara dan
Setiap ruang dilengkapi perabot
kelembaban normal.
sesuai dengan fungsi ruang.
3. Tersedia alat pemadam ringan di
ruangan.
DIMENSI
UNIT LUAS
DISAIN DAN KELENGKAPAN RUANG
(m2)
P (m)
L (m)
Ruang Kepala Sekolah
4,5
4
1
18
Ruang Wakil Kepala Sekolah
4
3
2
24
Ruang Tamu
4
3
1
12
Ruang Tata Usaha + Ruang Reproduksi
9
8
1
72
Dapur
2,5
1,5
1
3,75
Toilet 1
2,5
1,5
1
3,75
Toilet 2 + Selasar
1,5
1,5
1
3,75
Selasar dalam
4,5
1,5
1
6,75
Selasar luar
18
2
0,5
18
TOTAL LUAS
162
PRASYARAT UTILITAS RUANG

1.

2.

3.

4.

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

22

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

DENAH KANTOR

NTS

01-KTR

KETERANGAN:
Ketinggian lantai dalam ruangan 2 cm lebih tinggi dari lantai selasar. Ruang kantor dapat
dibuat satu massa bangunan dengan ruang guru, dipisahkan hall selebar 4-6 m

Gambar II.6 Denah Ruang Kantor


Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

23

RUANG GURU
FUNGSI DAN KARAKTERISTIK RUANG
Ruang ini berfungsi sebagai ruang kerja guru dan ruang istirahat saat bebas
mengajar.

PRASYARAT UTILITAS RUANG


1. Terdapat 2 (dua) pintu akses keluar
dan masuk, pada sisi selasar
bangunan.
2. Pada ruang guru bukaan ventilasi
cahaya minimal 12m2 dan bukaan
ventilasi udara minimal 6m2
3. Ruang
guru
direkomendasikan
berdekatan dengan ruang kantor
sekolah, serta posisinya dapat
memudahkan
akses
bagi
pengawasan siswa ( akses pandang
yang terbuka ).
4. Jumlah titik lampu pada ruangan
minimal 12 (duabelas), masingmasing lampu TL (20 watt).
5. Dilengkapi perabot meja dan kursi
kerja guru, untuk 20 (dua puluh)
orang guru. Dilengkapi lemari 10
(sepuluh) buah serta meja dan kursi
tamu 2 (dua) set.
6. Ruang guru dilengkapi area untuk
menerima tamu / konsultansi siswa.

TINJAUAN KESELAMATAN,
KESEHATAN, DAN KENYAMANAN
LINGKUNGAN
1. Bukaan pintu ruang perpustakaan ke
arah luar (selasar), dimaksudkan
untuk mempermudah proses evakuasi
dengan lebar bersih selasar minimal
1,8 m bagi pergerakan horisontal antar
ruang.
2. Bukaan ventilasi cahaya minimal 10%
dan bukaan ventilasi udara minimal
5% dari luas ruang perpustakaan,
untuk sehatnya kondisi ruang dengan
penerangan alami, sirkulasi udara dan
kelembaban normal.
3. Tersedia alat pemadam ringan di
ruangan.

DISAIN DAN KELENGKAPAN BANGUNAN


1
2
3
4
5
6

Ruang Guru
Ruang Tamu
Dapur
Toilet 1
Toilet 2
Selasar

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

DIMENSI
P (m)
L (m)
15
8
4
3
3
1,5
2,5
1,5
1,5
1,5
18
2
TOTAL LUAS

UNIT
1
1
3
1
1
0,5

LUAS
(m2)
120
12
4,5
3,75
2,25
18
162
24

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

DENAH RUANG GURU

NTS

01-RGR

KETERANGAN:
Ketinggian lantai dalam ruangan 2 cm lebih tinggi dari lantai selasar. Ruang guru dapat
dibuat satu massa bangunan dengan ruang kantor, dan dipisahkan hall selebar 4-6 m

Gambar II.7 Denah Ruang Guru


Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

25

ASRAMA SISWA
FUNGSI DAN KARAKTERISTIK RUANG
Ruang ini berfungsi tempat tinggal siswa selama menempuh pendidikan pada
sekolah yang berada di daerah 3T. Asrama berkapasitas maksimal 30 orang siswa
atau siswi.
TINJAUAN KESELAMATAN,
PRASYARAT UTILITAS RUANG
KESEHATAN, DAN KENYAMANAN
LINGKUNGAN
1. Terdapat 2 (dua) pintu akses keluar 1. Bukaan ventilasi cahaya minimal 10%
dan masuk, pada dari depan dan
dan bukaan ventilasi udara minimal
belakang bangunan.
5% dari luas ruang perpustakaan,
2. Bukaan ventilasi cahaya dan udara
untuk sehatnya kondisi ruang dengan
pada masing-masing ruang minimal:
penerangan alami, sirkulasi udara dan
2
2
Ruang belajar: 6,2m dan 3,1m .
kelembaban normal.
2
2
Ruang tidur: 5m dan 2,5m .
2. Sekolah
harus
menetapkan
2
2
Ruang tamu: 1,5m dan 1m .
peruntukan asrama untuk siswa atau
Wilayah ruang dapur,wc, dan
siswi, tidak dijadikan satu.
2
2
tempat cuci: 2,2m dan 1,1m .
3. Apabila suatu sekolah mendapat
3. Jumlah titik lampu pada masingalokasi untuk membangun 2 (dua) unit
masing ruang:
asrama, maka bangunannya harus
Ruang belajar: 3 titik lampu.
dibuat terpisah antara asrama siswa
Ruang tidur: 4 titik lampu.
dan asrama siswi.
Ruang tamu: 1 titik lampu.
4. Ketersediaan jaringan air bersih dan
Wilayah ruang dapur,wc, dan
listrik menjadi syarat pendukung
tempat cuci: 2 titik lampu.
pembangunan asrama siswa pada
4. Dilengkapi 8 buah meja dan 30 kursi
masing-masing lokasi.
belajar, 15 ranjang tidur bertingkat,
15 lemari pakaian (2 pintu) dan 1 set
meja kursi tamu.
DIMENSI
UNIT LUAS
DISAIN DAN KELENGKAPAN BANGUNAN
(m2)
P (m)
L (m)
1 Ruang Tamu
3,5
3
1
10.5
2 Ruang Belajar
11,25
5,5
1
61.875
3 Ruang Tidur
14,25
3,5
1
49.875
4 Dapur
6
2
1
12
5 Toilet
1,875
1,5
4
2,25
6 Tempat Cuci
2
1,75
2
7
7 Teras Depan dan Belakang
9
2 x 0,5
2
18
TOTAL LUAS
162

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

26

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

KETERANGAN:
Asrama hanya diperuntukan untuk siswa atau siswi, tidak dijadikan satu.
DENAH ASRAMA SISWA / SISWI

NTS

01-ASR

Gambar II.8 Denah Asrama Siswa/Siswi


Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

27

RUMAH DINAS GURU


FUNGSI DAN KARAKTERISTIK RUANG
Rumah dinas guru (RDG) ditujukan sebagai rumah tinggal guru yang mengajar di
sekolah pada daerah 3T. 1 unit rumah dinas guru terdiri dari 2 bangunan yang
dibangun dengan sistem kopel (2 x T-36), sehingga luas bangunan untuk 1 unitnya
adalah 72 m2
TINJAUAN KESELAMATAN,
PRASYARAT UTILITAS RUANG
KESEHATAN, DAN KENYAMANAN
LINGKUNGAN
1. Terdapat 1 (satu) pintu akses keluar 1. Bukaan ventilasi cahaya minimal 10%
dan masuk, dari bagian depan.
dan bukaan ventilasi udara minimal
2. Pada rumah dinas guru bukaan
5% dari luas ruang perpustakaan,
2
ventilasi cahaya minimal 12m dan
untuk sehatnya kondisi ruang dengan
2
bukaan ventilasi udara minimal 6m
penerangan alami, sirkulasi udara dan
3. Jumlah titik lampu pada masingkelembaban normal.
masing ruang:
2. Setiap unit rumah dinas diperuntukkan
Ruang tamu: 1 titik lampu.
bagi 4 orang guru .
2 Ruang tidur: 2 titik lampu.
3. Tata letak halaman dan jalan akses,
Ruang makan: 1 titik lampu.
mengikuti ketersediaan dan kondisi
Kamar mandi: 1 titik lampu
lahan siap bangun yang tersedia
Teras depan dan belakang: 2 titik
dimasing-masing lokasi.
lampu.
4. Ketersediaan jaringan air bersih dan
4. Dilengkapi 2 set tempat tidur, 2 set
listrik menjadi syarat pendukung
lemari pakaian, 1 set meja makan,
pembangunan rumah dinas guru pada
dan 1 set meja kursi tamu.
masing-masing lokasi.

DIMENSI
P (m)
L (m)
3
3
3
2
3
2,5
2
1,5
3
1 x 0,5
LUAS PER BANGUNAN
TOTAL LUAS 1 UNIT

DISAIN DAN KELENGKAPAN BANGUNAN


1
2
3
4
5

Ruang Tamu
Ruang Makan/Keluarga
Ruang Tidur
Kamar mandi
Teras Depan dan Belakang

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

UNIT
1
1
2
1
2

LUAS
(m2)
9
6
15
3
3
36
72

28

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

DENAH RUMAH DINAS GURU

NTS

01-RDG

KETERANGAN:
Rumah dinas guru dibangun dengan sistem kopel ( 2 x T-36 ), dengan luas total bangunan
adalah 72 m2

Gambar II.9 Rumah Dinas Guru


Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

29

3. Model Bangunan dan Gambar Teknis


Standar bangunan SMA menetapkan contoh bangunan yang menjadi
panduan dan standar minimum dari kontruksi bangunan bangunan yang
dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan SMA sebagaimana dijelaskan
dalam

Lampiran

A.

Kelengkapan

gambar

konstruksi

bangunan

prasarana yang harus disiapkan oleh Tim Teknis mencakup:


a. Tampak Depan, Samping, Belakang dan Potongan.
Bentuk atap pada contoh bangunan tidak mengikat dapat disesuaikan
dengan arsitektur bangunan eksisting atau arsitektur lingkungan yang
dikembangkan di masing-masing daerah.
b. Detail Konstruksi Bangunan
Detail gambar konstruksi bangunan yang disiapkan mencakup:
1) Detail pondasi bangunan dan perkuatan struktur
Denah pondasi akan mengikuti denah ruang, sesuai dengan
dimensi panjang dan lebar ruangan serta alur dinding dan
perkuatan bangunan yang direncanakan.
2) Detail perkuatan struktur bangunan tahan gempa
Struktur bangunan tahan gempa dapat dikondisikan melalui
hubungan antar pondasi dan struktur rangka beton yang
terhubung/terikat secara kaku, melalui ikatan dan penyaluran
tulangan sebagaimana yang dipersyaratkan sebagai struktur
bangunan tahan gempa sehingga terdapat ikatan antar struktur
bawah dengan struktur atas.
3) Detail rangka atap
Detail kuda-kuda menunjukkan model/bentuk konstruksi atap
(sambungan-sambungan, dimensi-dimensi, material yang dipakai).
c. Detail Kusen
Detail kusen menggambarkan model dan dimensi kusen pintu, jendela
yang digunakan dalam pembangunan prasarana.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

30

E. Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan pembangunan prasarana peningkatan akses dan mutu
pendidikan, ditetapkan maksimal 120 (seratus dua puluh) hari kalender. Jadwal
pelaksanaan ini berlaku baik untuk pembangunan prasarana beserta perabotnya,
baik untuk sekolah yang menerima satu atau lebih bantuan DAK.
Jadwal pelaksanaan diatur lebih lanjut, di dalam perjanjian antara Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota dengan Panitia Pembangunan Sekolah.
Informasi yang harus dipenuhi dalam penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan:
1) Menguraikan lingkup pekerjaan yang dilaksanakan
2) Menjelaskan durasi dan urutan pelaksanaan pekerjaan
3) Menginformasikan bobot pelaksanaan pekerjaan, sehingga dapat menjadi dasar
perhitungan pencapaian prestasi pekerjaan baik dari sisi rencana maupun
realisasinya.
4) Jadwal pelaksanaan dapat dipakai sebagai perangkat monitoring kegiatan.

F. Laporan Pelaksanaan
Laporan pelaksanaan pembangunan prasarana peningkatan akses dan mutu
pendidikan serta pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan, harus dilakukan
secara berkala oleh penerima bantuan DAK bidang Dikmen minimal 1 (satu) kali
dalam sebulan dan disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Ruang lingkup laporan diatur lebih lanjut dalam perjanjian antara Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota dengan Panitia Pembangunan Sekolah.
Informasi yang harus dipenuhi dalam laporan pelaksanaan:
1) Periode dan tanggal pelaporan
2) Deskripsi prestasi pekerjaan beserta bobot pencapaiannya
3) Identifikasi masalah dan langkah korektifnya
4) Penanggungjawab kegiatan

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

31

G. Pembayaran Pajak untuk Pembangunan Prasarana


Pembayaran pajak yang harus dilakukan adalah sesuai alokasi satuan biaya
kegiatan DAK bidang Dikmen Tahun 2014 untuk pekerjaan konstruksi/fisik dari
pembangunan prasarana. Sehingga obyek pembayaran pajak yang harus ditunaikan
adalah:
PPn, Pemungutan atas pajak konsumsi yang dibayar sendiri sehubungan
penyerahan Barang Kena Pajak & Jasa Kena Pajak
PPh Pasal 22, Pemungutan atas penghasilan yang dibayarkan sehubungan
dengan pembelian Barang

Bea Materai, Pembayaran atas pemanfaatan dokumen-dokumen tertentu.

Pajak dibayarkan oleh wajib pajak atas nama Sekolah (NPWP a.n sekolah) atau
Bendahara Sekolah (NPWP a.n. bendahara sekolah) oleh Panitia Pembangunan
sekolah.

H. Pembangunan Prasarana di Lantai 2


Penerima bantuan DAK untuk pembangunan prasarana yang akan ditempatkan atau
dibangun pada lantai 2 (dua) atau di atas bangunan eksisting, diperkenankan apabila
dipenuhinya kriteria sebagai berikut:
1) Peruntukan bangunan lantai 1 dan 2 adalah ruang kelas, dengan dimensi ukuran
ruang yang standar dan sama.
2) Bangunan lantai 1 (satu) atau bangunan eksisting, telah dipersiapkan
konstruksinya untuk bangunan berlantai dua.
3) Pelaksanaan pembangunan prasarana di lantai 2 (dua) beserta persiapannya,
tidak diperkenankan melebihi batas jadwal maksimal pelaksanaan dan biaya
satuan kegiatan yang telah ditetapkan untuk masing-masing Kabupaten/Kota.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

32

I. Pelaksanaan Kegiatan
Tahap pelaksanaan pembangunan prasarana dalam kegiatan DAK Tahun 2014
adalah sebagai berikut:
1. Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan
Pekerjaan persiapan yang dapat dilaksanakan oleh satuan pendidikan, sambil
menunggu pencairan dana, antara lain:
a. Mempelajari buku panduan pelaksanaan dan teknis secara lebih seksama
dan

menyiapkan

format-format

administrasi,

keuangan

dan

teknis

pelaksanaan serta pelaporan;


b. Membuat papan informasi, dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Papan informasi ukuran minimal 80 x 120 cm.
2) Papan Informasi dipasang/ditempatkan disekitar lokasi pekerjaan, mudah
dilihat

oleh

masyarakat/pihak

yang

berkepentingan

dan

tidak

terkena/tertimpa air hujan, serta tidak rusak selama pelaksanaan.


Papan Informasi paling tidak memuat hal-hal sebagai berikut:

Lokasi pembangunan atau rehabilitasi pada peta site plan sekolah (jika
bantuan yang diterima adalah pembangunan prasarna);

Informasi tentang jenis program, besar dana, sumber dana dan waktu
pelaksanaan

c. Mengecek harga bahan, alat bantu kerja dan pemilihan tenaga kerja yang
terdiri atas, mandor, tukang dan pekerja.
d. Membuat

rencana

keselamatan

lingkungan

saat

pekerjaan

rehabilitasi/pembangunan dilaksanakan.
Dana yang diperlukan untuk pembiayaan kegiatan persiapan harus disediakan
oleh sekolah dan tidak boleh dibebankan kepada bantuan DAK yang diterima
oleh sekolah.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

33

2. Pelaksanaan Pekerjaan
Langkah-langkah

yang

perlu

dilakukan

oleh

sekolah

dengan

pembangunan sekolah pada saat pelaksanaan pekerjaan

panitia

pembangunan

prasarana pendidikan antara lain:


a. Mencairkan dana sesuai dengan kebutuhan pembiayaan dan jadual kerja
yang telah dibuat;
b. Melaksanakan pembangunan sesuai dengan dokumen teknis yang telah
disusun;
c. Mencatat pengeluaran dan pemasukan dicatat dalam buku bank/buku kas
umum (BKU) / buku kas tunai dengan rapi, dilengkapi bukti-bukti transaksi
yang

disusun

runtut

sesuai

tanggal

kejadiannya,

dan

mudah

diakses/diperiksa oleh pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan program;


d. Membuat laporan bulanan pelaksanaan pekerjaan secara disiplin dan tertib
sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya (laporan dibuat rangkap dua,
rangkap pertama untuk dikirimkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan
yang lain untuk diarsipkan);
e. Membuat dan mengirimkan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
pekerjaan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota antara lain :
1) Realisasi kemajuan pekerjaan;
2) Catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan.
f.

Sekolah wajib membuat dokumentasi progres selama masa pelaksanaan


pekerjaan, berupa foto-foto kegiatan pembangunan, minimal :
1) Foto kondisi sebelum pembangunan dimulai (0%);
2) Foto pada saat pelaksanaan pembangunan mencapai progres fisik 25%,
50%, dan 75%;
3) Foto kondisi akhir setelah pembangunan selesai dikerjakan (100%).

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

34

J. Spesifikasi Bahan
Spesifikasi bahan bangunan yang dipakai dalam

pembangunan prasarana

peningkatan akses dan mutu pendidikan pada kegiatan DAK tahun 2014, dapat
dibagi berdasarkan lingkup pekerjaan utama sebagai berikut:

1. Pekerjaan Struktural

NO
1.

URAIAN
PONDASI
Pondasi
Batu kali
atau
Pondasi
Beton
Bertulang

2.

SLOOF,
KOLOM,
BALOK,
PLAT
LANTAI

BAHAN

Pondasi
Batu
Kali/Batu
Belah

Batu kali/Batu Belah


dengan ukuran 20 x
20 x 20 cm, Pasir cor,
PC

Pondasi
Beton
Bertulang

PC, pasir beton, split/


koral beton, besi beton
dan kawat bendrat

Sloof

Beton Bertulang, PC,


Pasir, Kawat Bendrat,
tulangan utama
minimal 4 12 mm,
atau 6 10 mm,
Beugel /Ring min 8
mm, Mutu Beton K 175
- K 225 untuk
bangunan 1 lantai,
sedangkan untuk
bangunan bertingkat,
kebutuhan tulangan
berdasarkan
perhitungan
Konstruksi.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

PENJELASAN

Untuk bangunan 1 lantai,


Ukuran besi tulangan yang
dipergunakan adalah minimal
12 mm, sedangkan untuk
bangunan lebih dari 2 lantai,
dipergunakan ukuran besi
tulangan
sesuai
dengan
perhitungan konstruksi.
Besi SNI.
Sloof
15/20
merupakan
pasangan beton tulang besi
yang dipasang diatas pondasi
dan
dipasang
sepanjang
pondasi dengan ukuran lebar 15
cm dan tinggi 20 cm.
Besi SNI

35

NO

URAIAN

BAHAN

PENJELASAN

Balok

Beton Bertulang, PC,


Pasir, Kawat Bendrat,
tulangan utama
minimal 4 12 mm,
atau 6 10 mm,
Beugel min 8 mm,
Mutu Beton K 175 - K
225 untuk bangunan 1
lantai, sedangkan
untuk bangunan
bertingkat, kebutuhan
tulangan berdasarkan
perhitungan Konstruks

Besi SNI

Kolom

Beton Bertulang, PC,


Pasir, Kawat Bendrat,
tulangan utama
minimal 4 12 mm,
atau 6 10 mm,
Beugel min 8 mm,
Mutu Beton K 175 - K
225 untuk bangunan 1
lantai, sedangkan
untuk bangunan
bertingkat, kebutuhan
tulangan berdasarkan
perhitungan
Konstruksi.

Beton
K
175
merupakan
campuran semen, pasir dan
kerikil dengan perbandingan
semen: pasir: kerikil = 1:2:3,
yang
mempunyai
kekuatan
tekanan 175kg/cm2, setara
dengan beton K 175 yang
dipergunakan
untuk
sloof,
kolom, balok dan ringbalk.
Besi SNI

Plat Lantai

Beton Bertulang, PC,


Pasir, Kawat Bendrat,
tulangan pokok
minimal 10 mm, Mutu
Beton K 175 - K 225.
Tebal plat lantai
minimal 12 cm

Tebal minimal plat lantai adalah


12 cm
Besi SNI

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

36

NO
3.

URAIAN
ATAP

BAHAN

PENJELASAN

Kayu Kelas I (setara


damar laut atau
Kamper).

Sebaiknya batang kayu yang


dipilih adalah yang lurus tanpa
cacat,
terutama
untuk
pembuatan kuda-kuda.

Rangka
Kuda-kuda
Baja Ringan

Kuda-kuda baja

Menggunakan cat
sebagai pelindung.

Penutup
Atap

Genteng Tanah Liat,


Beton, Genteng Metal
atau bahan-bahan lain
yang setara.
Sesuaikan jenis
spesifikasi bahan
dengan lingkungan
setempat.

Mempunyai ketebalan yang


cukup sehingga tidak mudah
pecah.
Tidak retak dan mempunyai
ukuran yang sama.
Pembakarannya sudah matang
dengan warna merah kehitaman
dan berbunyi nyaring apabila
diketuk.
Kuat menahan injakan kaki.

Rangka
Kuda-Kuda
Kayu

anti karat

2. Pekerjaan Arsitektural
NO
1.

URAIAN
DINDING

Dinding

BAHAN

PENJELASAN

Batu bata, pasir pasang


dan atau sejenisnya, PC

Tidak mudah patah (retakretak) dan tidak berlubang.


Pembakarannya sudah cukup
matang (warnanya merah
kehitaman)
Bagian sisinya harus tajam
dan siku, permukaan kasar
dan bunyinya nyaring apabila
diketuk
Agar mutu batu bata terjamin,
harus disusun teratur dan
terlindung dari hujan dan terik
matahari
Pemasangan dinding dengan

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

37

NO

URAIAN

Plesteran

BAHAN

Spesi dipakai
1 PC : 5 Ps untuk
pasangan dinding.
Spesi trasraam (dinding
kedap air ) adalah 1 PC
: 3 Ps.

2.

PINTU &
JENDELA

Acian

PC

Kusen

Minimal kayu kelas II


atau Aluminium

Daun Pintu

Daun Pintu Panel,


Minimal kayu kelas 2

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

PENJELASAN
campuran
spesi/adukan
sesuai
spesifikasi
teknis,
dilakukan secara bertahap
dengan ketinggian tertentu
pekerjaan harus rata dan rapi
Pasangan Trasraam adalah
pasangan setinggi 20 s/d 40
cm (sesuai kebutuhan) yang
berfungsi menahan rembesan
air dari bawah sehingga
dinding tetap kering.
Campuran untuk melapisi
plesteran agar tidak retak dan
menjadi
halus
dan
memudahkan
pekerjaan
pengecatan
Kayu Kusen minimal kayu
kelas II.
Sebaiknya batang kayu yang
dipilih adalah yang lurus tanpa
cacat. Kayu yang cacat akan
menyulitkan pekerjaan.
Kayu yang retak melintang
sebaiknya tidak digunakan.
Harus menggunakan kayu
yang kering.
Pemasangan kusen pintu dan
jendela
dilakukan
setelah
pemasangan
pasangan
dinding mencapai ketinggian
1.2 m
Untuk menghindari terjadinya
retakan dinding, di atas kusen
pintu/jendela diberi pasangan
balok lantai atau pasangan
bata roolag
Kayu Solid
Tidak boleh ada mata kayu
Finishing rapi (di amplas)

38

NO

URAIAN

Daun
Jendela

PENGGANTUNG &
PENGUNCI

4.

PLAFOND

BAHAN
Minimal kayu kelas II
atauAluminium
Kaca Polos minimal 5
mm

PENJELASAN
Tidak boleh ada mata kayu
Finishing rapi (di amplas)
sampai rata.

Teralis

Besi

Besi dicat
Diameter besi yang digunakan
harus tepat sesuai dengan
yang dibutuhkan

Engsel

Kualitas baik dan tahan


lama

Untuk pintu yang membuka ke


dalam, dipakai engsel kupukupu.
Untuk pintu yang membuka ke
luar, dipakai engsel H.

Handle

Kualitas baik dan tahan


lama

Kualitas baik

Hak Angin

Kualitas baik dan tahan


lama

Kualitas baik

Pengunci

Kualitas baik dan tahan


lama

Kualitas baik

Rangka
Plafond

Kaso 5/7 minimal kayu


kelas II.

Terlebih dahulu di beri anti


rayap.
Finishing Rapi

Penutup
Plafond

Multiplek atau GRC

List Plafond

List plafon kayu

Multiplek 3 mm
Terlebih dahulu di beri anti
rayap.
Rapi dan ketebalan nat
seragam
Multiplek 3 mm

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

39

NO
5.

6.

URAIAN
LANTAI

PENGECATAN

BAHAN

PENJELASAN

Lantai
Keramik

Keramik lantai kw 1

Ukuran minimal 30 x 30
Warna dan tekstur keramik
disesuaikan dengan fungsi
ruang.

Plin

Keramik lantai kw 1,

Ukuran Minimal 10x30 untuk


lantai ukuran 30x30
Warna dan tekstur keramik
disesuaikan dengan fungsi
ruang

Pengecatan
Dinding

Cat tembok dan plamir


tembok

Sebelum
pengecatan
dilakukan pekerjaan plamir
terlebih dahulu

Pengecatan
Plafond

Cat kayu atau cat


tembok

Sebelum
pengecatan
dilakukan pekerjaan plamir
terlebih dahulu

Pengecatan
Listplank

Cat Kayu

Sebelum
pengecatan
dilakukan pekerjaan plamir
terlebih dahulu

Pengecatan
Kusen

Cat Politur, Cat Melamik

Sebelum
pengecatan
dilakukan pekerjaan plamir
terlebih dahulu

Pengecatan
Daun Pintu

Cat Politur, Cat Melamik

Sebelum
pengecatan
dilakukan pekerjaan plamir
terlebih dahulu

Pengecatan
Jendela

Cat Politur, Cat Melamik

Sebelum
pengecatan
dilakukan pekerjaan plamir
terlebih dahulu

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

40

3. Pekerjaan Elektrikal

NO

URAIAN

SPESIFIKASI BAHAN

PENJELASAN

SDP/MCB
(Single
Distribution
Panel/Main
Circuit
Break)

Kualitas 1

2.

Titik Lampu

Kabel NYA/NYM
dengan Konduit Pipa
PVC

Dipasang
menyilang
untuk
memperoleh pencahayaan yang
lebih merata

3.

Titik AC

Dipasang mendekati/berdekatan
dengan In Door UnitAC.

4.

Stop Kontak

Stop Kontak 1 Phasa


dengan Konduit Pipa
PVC
Stop Kontak 1 atau 3
Phasa dengan Konduit
Pipa PVC

1.

Kabel NYY tersambung


dari Panel Utama

Dipasang minimum 120 CM dari


Lantai

4. Pekerjaan Utilitas
NO
1.

2.

URAIAN

SPESIFIKASI BAHAN

PENJELASAN

Wastafel

Kualitas 1

Ber SNI

Kran Air

Kualitas 1

Ber SNI

Pipa Air
Bersih & Air
Kotor

Pipa kualitas 1

Ber SNI

Stop Kran

Kualitas 1

Ber SNI

Pipa Hawa

Pipa kualitas 1

Ber SNI

Bak Air
Fiberglass

Kualitas baik

Ber SNI

SANITAIR

PLUMBING

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

41

K. Perabot untuk Ruang Pembelajaran dan Ruang Penunjang


Perabot ruang pembelajaran dan ruang pendukung merupakan rujukan standar
yang dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan SMA terkait standar bangunan
dan perabot. Spesifikasi dan model perabot dijelaskan dalam lampiran B, yang
mengatur tentang:

Model dari jenis-jenis perabot

Dimensi masing-masing perabot

Spesifikasi bahan perabot

Model, dimensi dan spesifikasi yang diatur dalam pedoman ini menjadi bahan
rujukan minimal bagi penyediaan dan pengadaan perabot pada masing-masing
ruang. Memperhitungkan keberagaman kondisi di daerah terkait dengan
ketersedian bahan, kecakapan pembuatan perabot, kearifan lokal dan kendala
geografis, maka spesifikasi dan model dapat disesuaikan dengan kondisi yang
ada di Kabupaten/Kota, dengan tidak mengurangi dimensi, jenis dan
jumlahnya.

Kebutuhan untuk masing-masing perabot pada setiap ruang dapat dijelaskan


sebagai berikut:
1. Perabot Ruang Kelas Baru
No
1
2
3
4
5
6

Jenis Perabot
Meja siswa (tunggal)
Kursi siswa
Meja guru
Kursi guru
Papan Tulis
Lemari Penyimpanan

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

Jumlah
36 bh
36 bh
1 bh
1 bh
1 bh
1 bh

Model
M - 02
K - 02
M - 01
K 01
P 01
L - 01

42

2. Perabot Laboratorium IPA


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jenis Perabot
Meja kerja
Kursi siswa
Meja guru
Kursi guru
Meja persiapan
Meja demonstrasi
Papan Tulis
Lemari Penyimpanan Alat
Lemari Penyimpanan Bahan
Lemari Asam

Jumlah
6 bh
36 bh
2 bh
2 bh
1 bh
1 bh
1 bh
1 bh
2 bh
1 bh

Model
M - 03
K - 03
M - 01
K - 01
M - 10
M - 10
P - 01
L - 01
L - 02
Ketersediaan

3. Perabot Perpustakaan
No
1
2
3
4
5
6
7

Jenis Perabot
Rak Buku
Rak Majalah
Rak Penitipan Barang
Meja Baca
Kursi Baca
Meja Kerja/Konter
Kursi Kerja

Jumlah
6 bh
1 bh
2 bh
15 bh
15 bh
1 bh
1 bh

Model
L - 06
L - 05
L - 03,04
M - 10
K - 02
M - 08
K - 01

Jumlah
1 bh
1 bh
4 bh
4 bh
5 bh
5 bh
2 set
5 bh
5 bh

Model
M - 04
K - 04
M - 05
K - 05
M - 07
K - 01
K 11,12
L - 01
L - 02

4. Perabot Ruang Kantor


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Jenis Perabot
Meja Kepala Sekolah
Kursi Kepala Sekolah
Meja Wakil Kepala Sekolah
Kursi Wakil Kepala Sekolah
Meja Staf TU
Kursi Staf TU
Meja dan Kursi Tamu (3,2,1)
Lemari Penyimpanan Kayu
Lemari Penyimpanan Kaca

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

43

5. Perabot Ruang Guru


No
1
2
3
4

Jenis Perabot
Meja guru
Kursi guru
Lemari
Meja dan Kursi Tamu (3,2,1)

Jumlah
20 bh
20 bh
10 bh
2 set

Model
M - 01
K - 01
L - 01
K 11,12

Jumlah
30 bh
30 bh
15 bh
30 set
15 bh
1 set

Model
M - 03
K - 02
Ketersediaan
Ketersediaan
L 01
K 11,12

Jumlah
2 bh
2 set
2 set
1 bh
1 set

Model
Ketersediaan
Ketersediaan
M - 01
M - 10
K - 11,12

6. Perabot Asrama Siswa


No
1
2
3
4
5
6

Jenis Perabot
Meja siswa (tunggal)
Kursi siswa
Ranjang bertingkat
Kasur, Bantal, Seprai, Selimut
Lemari Penyimpanan
Meja dan Kursi Tamu (3,2,1)

7. Perabot Rumah Dinas Guru

No
1
2
3
4
5

Jenis Perabot
Tempat tidur
Kasur, Bantal, Seprai, Selimut
Meja Kerja + Kursi
Meja Makan / Serbaguna
Meja dan Kursi Tamu (3,2,1)

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

44

BAB IV
REHABILITASI RUANG BELAJAR

A. Pendahuluan
Salah satu strategi peningkatan akses dan pemerataan serta peningkatan mutu
pendidikan SMA adalah penyediaan sarana dan prasarana pendidikan. Dalam
kurun dua dasa warsa terakhir, Direktorat Pembinaan SMA telah melakukan
pembangunan SMA dengan jumlah bangunan yang relatif banyak dan tersebar di
seluruh provinsi.
Sebagian besar sekolah tersebut, saat ini memiliki kondisi yang memerlukan
perbaikan dengan biaya relatif besar disebabkan usia bangunan, penyusutan nilai
bangunan dan bencana alam yang mengakibatkan terganggunya kegiatan belajar
mengajar di sekolah.
Data tahun 2012 menunjukan bahwa ruang kelas SMA yang mengalami rusak
berat yaitu sebesar 11% dari total ruang kelas SMA yang ada atau sebesar 14.506
ruang kelas. Rehabilitasi ruang menjadi salah satu kegiatan pembangunan
prasarana peningkatan akses dan mutu pendidikan dalam DAK bidang Dikmen
Tahun 2014 untuk SMA.

B. Tujuan
Rehabilitasi ruang belajar melalui penggunaan DAK bidang Dikmen SMA adalah
untuk mengembalikan/meningkatkan fungsi ruang belajar seperti semula melalui
perbaikan komponen/elemen bangunan.

C. Sasaran
Sasaran kegiatan adalah rehabilitasi ruang belajar yang rusak berat dan/atau rusak
sedang termasuk perabotnya. Ruang belajar terdiri atas ruang kelas, ruang
perpustakaan, dan ruang laboratorium.
Dalam hal terdapat ruang penunjang yang rusak dan menyatu dengan ruang
belajar yang akan direhabilitasi, maka ruang tersebut dapat disertakan dalam
program rehabilitasi ruang belajar rusak berat dan/atau rusak sedang.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

45

D. Pelaksanaan Pekerjaan Rehabilitasi:


Panitia Pembangunan Sekolah melakukan tugas sebagai berikut:
1. Berkoordinasi dengan Tim Teknis yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan
Kab/Kota terkait hasil identifikasi tingkat kerusakan bangunan.
2. Memobilisasi dan mengkoordinir tenaga kerja yang diperlukan selama
pelaksanaan pembangunan;
3. Melaksanakan pekerjaan rehabilitasi ruang belajar rusak berat berdasarkan
gambar kerja yang dikeluarkan oleh tim teknis dan diketahui oleh Pejabat
Pembuat Komiten (PPK) pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas
Pendidikan Kab/Kota;
4. Melaporkan hasil pekerjaan rehabilitasi ruang belajar rusak berat dilengkapi
dokumentasi yang menunjukan proses pelaksanaan pembangunan untuk
pengajuan pembayaran biaya pembangunan;
5. Membuat papan informasi, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Papan informasi dipasang/ditempatkan di lingkungan sekolah sehingga
mudah dilihat oleh masyarakat/pihak yang berkepentingan dan tidak rusak
selama pelaksanaan;
b. Papan informasi memuat antara lain:
1) Lokasi rehabilitasi pada peta site plan sekolah;
2) Informasi tentang jenis program, besar dana, sumber dana dan waktu
pelaksanaan

E. Analisis Tingkat Kerusakan


Kategori tingkat kerusakan harus diidentifikasi terlebih dahulu, melalui analisis
tingkat kerusakan yang dilakukan oleh Tim Teknis. Adapun kategori tingkat
kerusakan bangunan terkait pekerjaan rehabilitasi diantaranya sebagai berikut:
1. Kategori Tingkat Kerusakan
Kategori tingkat kerusakan bangunan dapat digolongkan menjadi tiga yaitu
rusak ringan, sedang dan berat. Tiap komponen (pondasi, struktur, atap,
plafon, dinding, lantai, utilitas dan finishing) yang rusak dihitung berdasarkan
prosentase kerusakannya. Perhitungan prosentase kerusakan didasarkan pada
satuan luas, jumlah satuan maupun satuan panjang yang rusak dengan
memperkirakan volume perbaikannya.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

46

Kategori tingkat kerusakan dimaksud sebagai berikut :


a. Rusak Ringan ( nilai tingkat kerusakansampai dengan <30 % )
Kerusakan ringan adalah kerusakan terutama pada komponen non
structural, seperti :
1) Penutup atap (kaso/usuk; reng dan penutup atap);
2) Rangka plafon dan/atau penutup plafon;
3) Penutup lantai (pasangan keramik pada bagian tertentu)
4) Dinding pengisi (pengecatan).
b. Kerusakan Sedang ( nilai tingkat kerusakan sampai dengan <45 %)
Kerusakan sedang adalah kerusakan pada sebagian komponen non
struktural, dan/atau komponen structural seperti :
1) Konstruksi atap (kaki kuda-kuda; gording; kaso/usuk; reng dan penutup
atap);
2) Lantai (pasangan keramik);
3) Dinding (plesteran dan pengecatan);
4) Kusen (sebagian kusen pintu dan jendela diganti);
5) Instalasi air dan listrik (instalasi dan aksesoris diperbaiki dan/atau
diganti).
c. Kerusakan Berat (nilai tingkat kerusakan sampai dengan < 65%)
Kerusakanberatadalahkerusakan

pada

sebagian

besar

komponen

bangunan, baik struktural maupun non struktural yang apabila setelah


diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.
1) Konstruksi atap (kaki kuda-kuda; gording; kaso/usuk; reng dan penutup
atap);
2) Konstruksi lantai (perbaikan tanah; lapisan pasir dan pasangan penutup
lantai);
3) Konstruksi dinding (sebagian pasangan dinding; sebagian kusen pintu
dan jendela; alat penggantung; sebagian daun pintu dan jendela; kaca);
4) Finishing (pengecatan dinding; cat plafon; cat kusen; cat daun pintu dan
jendela; cat lisplang);
5) Instalasi air dan listrik (perbaikan dan atau penggantian instalasi berikut
aksesoris).

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

47

2. Identifikasi Dan Analisis Tingkat Kerusakan


Pelaksanaan survei dan identifikasi kerusakan bangunan dilakukan oleh orang
teknis yang paham akan konstruksi bangunan gedung dan rencana
perbaikannya.
Pelaksanaan identifikasi/observasi lapangan dilakukan oleh Tim Teknis yang
dibentuk oleh Dinas Pendidikan.Tim mengobservasi dan menghitung tingkat
kerusakan bangunan per-massa gedung yang akan direhabilitasi pada format
analisis tingkat kerusakan dan penjelasan komponen yang direhabilitasi.
Observasi dan perhitungan tingkat kerusakan bangunan dimaksud meliputi
bentuk, ukuran, luasan dan detail konstruksi kondisi eksisting, kondisi
lingkungan dan bangunan sekolah. Hasil observasi dan analisis kerusakan
bangunan ini dibuat dalam bentuk sketsa yang dilengkapi dengan penjelasan
dan ukuran sebagai pertimbangan dalam membuat gambar pelaksanaan,
gambar rencana arsitektur, struktur dan utilitas serta Rencana Anggaran Biaya
(RAB).
Pelaksanaan identifikasi meliputi :
a. pengecekan secara detail kerusakan yang ada di setiap ruang untuk
mendukung pengambilan keputusan bagian-bagian bangunan yang perlu
diperhitungkan perbaikannya.
b. Menghubungkan antara sketsa kondisi lahan, lingkungan dan bangunan
sekolah, volume kerusakan yang diperoleh dari kegiatan survei dengan
informasi/masukan-masukan dari pihak-pihak terkait.
c. Mengidentifikasi secara tegas kondisi lingkungan, struktur bangunan
seperti pondasi, kolom, balok dan sloof di setiap ruang yang ada, guna
pengambilan keputusan apakah perlu dilakukan perbaikan/pembongkaran
pada sebagian komponen bangunan atau seluruh komponen lainnya pada
bangunan tersebut.
d. Mengidentifikasi komponen-komponen bangunan yang dinyatakan mash
berkualitas dan layak untuk dipergunakan kembali, sehingga dapat
diperhitungkan sebagai bahan bangunan yang dapat digunakan kembali.

Berikut beberapa contoh format analisa kerusakan:

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

48

a. Contoh format analisa tingkat kerusakan:

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

49

b. Contoh perhitungan analisa tingkat kerusakan:

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

50

c. Contoh perhitungan analisis kerusakan pada pondasi


PANJANG KERUSAKAN 3 M'

CONTOH PERHITUNGAN

PANJANG KERUSAKAN 4 M'

Prosentase Tingkat Kerusakan 1 Masa Bangunan


2700
900

900
20/25

20/25

350

20/25

100

900
20/25

20/25

20/25
15/20
20/25

15/20
15/20

300

15/20

20/2515/20

300
900

20/25

20/25

15/20

15/20

300

300

20/25

RUANG KELAS 3
20/25

20/25
15/20

15/20

15/20

15/20

15/20

300
900

15/20

20/25

15/20

15/20

15/20
20/25 15/20

20/25 15/20

1
300

300

300
900

300

1000

RUANG KELAS 2

350

RUANG KELAS 1

20/25

20/25

20/25

200

20/25

DENAH PONDASI
SKALA 1 : 100

a. Ruang 1 =
b. Ruang 2 =

perbaikan pondasi panjang 3 m (a)


perbaikan pondasi panjang 4 m (b)

Jumlah panjang perbaikan pondasi rusak


7 m (c)
c. panjang jalur pondasi (tidak termasuk pondasi plat setempat untuk kolom selasar), untuk 1 masa dengan 3 ruang kelas :
= ( 9 x 3 x 2) + (7 x 4)
= 54 + 28
= 82 m (d)
Prosentase kerusakan pondasi yang dimasukan pada format Analisis kerusakan (Lampiran 17 a) sebagai berikut :
= (c) / (d) x 100 %
= 7/ 82 x 100 %
= 8,5 % ( tingkat kerusakan pondasi untuk 1 masa gedung dengan 3 ruang)

d. Contoh perhitungan analisis kerusakan pada plafond


Perbaikan Plafond
PLAFOND RUSAK 2,4 X 4,8 M2

PLAFOND RUSAK 1,5 X 2,5 M2


PLAFOND RUSAK 2,5 X 3,6 M2

900

900

700

RANGKA PLAFOND 5/7

900

200

2
3
300

300
900

300

300

300
900

300

RENCANA PERBAIKAN PLAFOND


SKALA

1 : 100

a.Ruang 1, plafond yang rusak = (1,5 x 2,5 m2) = 3,75 m2 (a)


b.Ruang 1, plafond yang rusak = (2,5 x 3,6 m2) = 9,00 m2 (b)
c.Ruang 2, plafond yang rusak = (2,4 x 4,8 m2) = 11,52 m2 (c)
Jumlah plafond rusak = 24,27 m2 (d)
Luas keseluruhan plafond 1 Masa dengan 2 ruang kelas :
= (9 x 7 x 2) = 126 m2 (ruangan) (e)
= (9 x 2 x 2) = 36 m2 (selasar ) (f)
Total luas plafond (e) + ( f) = (126 + 36) = 162 m2 (g)
Prosentase Tingkat Kerusakan yang harus diidi pada format Analisis Tingkat Kerusakan (Lampiran 17.a) adalah :
= (d) / (g) x 100 %
= 24,27 / 162 x 100 %
= 14,98 % ( tingkat kerusakan plafond untuk 1 Masa gedung dengan 2 ruang kelas)

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

51

e. Contoh perhitungan perbaikan kuda-kuda dan rangka atap

Ruang kelas 3 Lokal :


Perhitungan kerusakan (yang diberi tanda kotak) untuk penutup atap, kaki
kuda-kuda, rangka plafond, penutup plafond dan lantai keramik adalah
dari luas bangunan, = 50 % tingkat kerusakannya.

f. Contoh perhitungan perbaikan 3 buah kaki kuda-kuda dan plafond

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

52

Perbaikan Atap Pada Ruang kelas 3 Lokal :


Jumlah Kaki kuda-kuda pada denah tersebut 10 buah.
Jumlah yang akan diganti 3 buah kuda-kuda 3/10 x 100 % = 30 %
tingkat kerusakannya.
1) Ruang 1, plafond yang rusak = (1 x 10 m2)

= 10 m2 (a)

2) Ruang 2, plafond yang rusak = (7 x 10 m2)

= 70 m2 (b)

3) Ruang3, plafond yang rusak = 0

= - m2 (c)

Jumlah plafond rusak

= 80 m2 (d)

Luas keseluruhan plafond 1 Masa Gedung dengan 3 ruang kelas :


= (9 x 7 x 3) = 189 m2 (ruangan) (e)
= (9 x 2 x 3) = 54 m2 (selasar ) (f)
= (1x 10 x2) = 20 m2 (rambu kiri kanan) (g)
Total luas plafond = (e) + ( f) + (g) = (189 + 54 + 20 ) = 263 m2 (h)
Prosentase Tingkat Kerusakan yang harus diisi pada format Analisis
Tingkat Kerusakan adalah :
= (d) / (h) x 100 %
= 80 / 263 x 100 %
= 30,41 %( tingkat kerusakan plafond untuk 1 Masa gedung dengan 3
ruang kelas), begitu pula nilai kerusakan untuk perbaikan rangka atap dan
penutup atapnya senilai +- 30,41 %.

g. Contoh Perhitungan Pada Kolom Yang Rusak

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

53

Tingkat kerusakan pada satuan kolom yang rusak :


-

Jumlah kolom yang sejenis = 30 buah, ukuran 20/25 (a)

Jumlah kolom yang rusak/patah = 4 buah (b)

Tingkat kerusakan = 4/30 x 100 % = 13,3 %, yang harus diisikan


pada format analisis tingkat kerusakan x bobot kolom = nilai
kerusakan.

h. Contoh Perhitungan Kerusakan pada Kusen Jendela

Kusen yang rusak ada 5 buah dari jumlah type yg sama sebanyak 15 buah,
di bagian diding belakang (Tampak belakang 3 rusak ) dan di depan
(Tampak depan 2 rusak)
Tingkat Kerusakan Kusen menjadi : 5/15 x 100 % = 33 % X bobot kusen =
nilai kerusakan

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

54

3. Pertimbangan dari Hasil Analisis


Bobot tiap komponen bangunan yang tercantum pada format analisis tingkat
kerusakan lebih tepat digunakan pada bangunan dengan jumlah lantai 1 (satu).
Apabila tingkat kerusakan bangunan lebih dari 65% sebaiknya bangunan
tersebut diusulkan untuk dihapuskan dan dibangun baru. Kerusakan bangunan
di atas 65% berarti hanya menyisakan pondasi, sloof dan kolom saja.

4. Penandaan (arsir) Pada Site Plan


Untuk memudahkan tim teknis menganalisis suatu massa gedung pada saat
observasi sebaiknya membawa site plan (copy) kemudian diberi tanda (arsir)
dan catatan penting tentang kerusakan pada bangunan yang akan direhab
guna mendapatkan data lapangan untuk menghitung tingkat kerusakan. Selain
itu pada site plan dapat dilihat ukuran dan luas masa gedung, sekaligus untuk
kepentingan perencanaan kedepan.

Contoh gambar site plan:

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

55

BAB V
PENGADAAN SARANA PENINGKATAN
MUTU PENDIDIKAN

A. Pendahuluan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
khususnya Pasal 45 mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan harus
memiliki sarana prasarana sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,
sebagaimana bunyi dari pasal tersebut: (1) Setiap satuan pendidikan formal dan
nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan
pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik,
kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik. Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 42
juga mengamanatkan hal yang sama dimana: (1) Setiap satuan pendidikan wajib
memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan,
buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain
yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan
berkelanjutan.
Pemenuhan sarana sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2003
dan PP No. 19 Tahun 2005, menjadi salah satu kegiatan dalam DAK bidang
Dikmen. Secara garis besar lingkup pengadaan sarana peningkatan mutu
pendidikan SMA melalui DAK bidang Dikmen tahun 2014 adalah sebagai berikut:
1. Peralatan Laboratorium IPA (Fisika/Kimia/Biologi);
2. Buku referensi / Materi referensi;
3. Peralatan Olah raga dan Kesenian;
Melalui Dana Alokasi Khusus Tahun 2014 Bidang Dikmen - SMA, diharapkan
peralatan laboratorium IPA, buku referensi/materi referensi dan peralatan
olahraga dan kesenian tersedia dengan mutu yang baik dan dalam jumlah yang
cukup di sekolah.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

56

B. Tujuan
Tujuan program Pengadaan Sarana Peningkatan Mutu Pendidikan adalah untuk
memenuhi kebutuhan peralatan laboratorium IPA, buku referensi/materi referensi
dan peralatan olahraga dan kesenian di SMA
C. Sasaran
Sasaran dari program ini adalah SMA yang memerlukan peralatan laboratorium
IPA, buku referensi/materi referensi dan peralatan olahraga dan kesenian.

D. Standard dan Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium IPA SMA


Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana
Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) mengatur bahwa laboratorium IPA SMA
untuk sekolah menengah Atas terdiri atas:

Laboratorium Kimia

Laboratorium Fisika dan

Laboratorium Biologi

Spesifikasi teknis peralatan untuk masing-masing jenis laboratorium di atas,


mencakup standar jenis dan jumlah peralatan.

Pertimbangan teknis dalam penyediaan peralatan laboratorium adalah:

Jenis, spesifikasi dan jumlah ideal peralatan IPA yang tersedia pada
laboratorium merupakan bahan rujukan bagi pemenuhan dan penyediaan
peralatan di masing-masing sekolah.

Sekolah dapat mengidentifikasi/memilih jenis peralatan laboratorium sesuai


dengan kebutuhannya, mengacu pada daftar peralatan IPA pada Tabel 4.1,
4.2, dan 4.3.

Setiap sekolah maksimal mendapat 1 (satu) paket bantuan peralatan


laboratorium IPA.

1 (satu) paket bantuan dapat mencakup 1 (satu) atau lebih jenis peralatan
laboratorium (Fisika, Kimia dan Biologi), sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Tabel di bawah ini menjelaskan secara rinci jenis, spesifikasi dan jumlah ideal
peralatan laboratorium Fisika, Kimia dan Biologi.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

57

1. Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium Kimia


Tabel 4.1 Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium Kimia
No

Peralatan

Peralatan Pendidikan

Diskripsi

Jumlah Ideal

1.1

Botol zat

Bertutup. Volume: 100 ml, 250 ml, dan 500


ml.

@24 buah/lab

1.2

Pipet tetes

Ujung panjang, dengan karet. Ukuran 20 cm.

100 buah/lab

1.3

Batang pengaduk

Diameter: 5 mm dan 10 mm, panjang 20 cm.

@25 buah/lab

1.4

Gelas beaker

Volume: 50 ml, 150 ml, dan 250 ml.

@12 buah/lab

1.5

Gelas beaker

Volume: 500 ml, 1000 ml, dan 2000 ml.

@3 buah/lab

1.6

Labu erlenmeyer

Volume 250 ml.

25 buah/lab

1.7

Labu erlenmeyer

Volume 100 ml.

25 buah/lab

1.8

Labu erlenmeyer

Volume 125 ml.

25 buah/lab

1.9

Labu takar

Volume: 50 ml, 100 ml, dan 1000 ml.

@ 50, 50, dan


3 buah/lab

1.10

Pipet volume

Skala permanen. Volume: 5 ml dan 10 ml.

@30 buah/lab

1.11

Pipet seukuran

Skala hermanen. Volume: 10 ml, 25 ml, dan


50 ml.

@30 buah/lab

1.12

Corong

Diameter: 5 cm dan 10 cm.

@ 30 dan 3
buah/lab

1.13

Mortar + alu

Bahan keramik, bagian dalam berglasur.


Diameter: 7cm dan 15cm.

@ 6 dan 1
buah/lab

1.14

Botol semprot

Bahan plastik lentur. Volume 500 ml.

15 buah/lab

1.15

Gelas ukur

Volume: 10 ml, 50 ml, 100 ml, 500 ml, dan


1000 ml.

@ 15, 15,15,
3, dan 3
buah/lab

1.16

Buret + klem

Skala permanen, tangan klem buret mudah


digerakkan, kelas B. Volume 50 ml.

10 buah/lab

1.17

Statif dan klem

Besi, tahan karat, stabil, kuat, permukaan


halus. Klem boss clamp.

@10 buah/lab

1.18

Kaca arloji

Diameter 10 cm.

10 buah/lab

1.19

Corong pisah

Bahan gelas. Volume 100 ml.

10 buah/lab

1.20

Alat destilasi

Bahan gelas. Volume labu 100 ml.

2 set/lab

1.21

Neraca 4 lengan

Ketelitian 10 mg.

2 set/lab

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

58

No

Peralatan

Diskripsi

1.22

Neraca digital (electric)

Kapasitas 500 gr

1 set/lab

1.23

pHmeter

Ketelitian 0,2 (analog) dan 0,1 (digital).

2 set/lab

1.24

Centrifuge

Menggunakan daya listrik, minimum 4 tabung.

1 buah/lab

1.25

Barometer

Untuk di dinding lab, dilengkapi termometer.

1 buah /lab

1.26

Termometer

Dapat mengukur suhu 0-100 0C, ketelitan 1


0C, tidak mengandung merkuri.

1 buah/4
siswa

1.27

Multimeter AC/DC, 10
kilo ohm/volt

Dapat mengukur tegangan, arus dan


hambatan. Batas ukur arus minimum 100 mA5 A. Batas minimum ukur tegangan untuk DC
100 mV-50 V. Batas minimum ukur tegangan
untuk AC 0-250 V.

6 buah/lab

1.28

Pembakar spiritus

Bahan gelas, bertutup.

8 buah /lab

1.29

Kaki tiga + alas kasa


kawat

Tinggi disesuaikan tinggi pembakar spiritus.

8 buah /lab

1.30

Stopwatch

Ketelitian 0,2 detik.

1 buah/4
siswa

1.31

Kalorimeter tekanan
tetap

Dapat memberikan data untuk pembelajaran


entalpi reaksi. Kapasitas panas bahan
rendah. Volume 250 ml.

1 buah/4
siswa

1.32

Tabung reaksi

Gelas. Volume 20 ml.

100 buah/lab

1.33

Rak tabung reaksi

Kayu. Kapasitas minimum 10 tabung.

1 buah/4
siswa

1.34

Sikat tabung reaksi

Bulu halus. Diameter 1 cm.

1 buah/4
siswa

1.35

Tabung centrifuge

Kaca, ukuran sesuai dengan centrifuge.

8 buah /lab

1.36

Tabel Periodik Unsur


Unsur

Poster, kertas 220 gram, laminasi, dapat


digantung.

1 buah /lab

1.37

Model molekul

Minimum dapat menunjukkan atom hidrogen,


oksigen, nitrogen, sulfur dan karbon, serta
dapat dirangkai menjadi molekul.

1 set/ 4 siswa

1.38

Manual percobaan

1 buah/4
siswa

1.39

Alat uji elektrolit

1 buah/4
siswa

1.40

Alat uji elektrolisis

1 buah/4
siswa

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

Jumlah Ideal

59

No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

1.41

Kompor listrik

1 buah/lab

1.42

Blender

1 buah/lab

1.43

Magnetic Stirer

1 buah/lab

1.44

Pipa U

Kapasitas 20 mL

1 buah/4
siswa

1.45

Pipa Y

Boroksilikat, diameter 10 mm

1 buah/4
siswa

1.46

Pelat tetes

Porselen, (100x80)mm, (120x80)mm, 12


lekukan

@ 1 buah/4
siswa

1.47

Penjepit tabung reaksi

stainless panjang 15 cm

1 buah/4
siswa

1.48

Pinggan penguapan

Porselen, kapasitas 125 cm3, diameter 90 mm

1 buah/4
siswa

1.49

Segitiga porselen

Porselen, panjang sisi 65 mm

1 buah/4
siswa

1.48

Spatula porselen dan


plastik

Porselen dan plastik diameter (150x6)mm

1 buah/4
siswa

1.49

Table balance

Kapasitas 100 gr

1 buah/lab

2. Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium Fisika


Tabel 4.2 Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium Fisika
No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

Peralatan Pendidikan

1.1

Mistar

Panjang minimum 50 cm, skala terkecil 1 mm.

1 buah/4
siswa

1.2

Rolmeter

Panjang minimum 10 m, skala terkecil 1 mm.

1 buah

1.3

Jangka sorong

Ketelitian 0,1 mm.

1 buah/ 2
siswa

1.4

Mikrometer

Ketelitian 0,01 mm.

1 buah/ 2
siswa

1.5

Kubus massa sama

Massa 100 g (2%), 4 jenis bahan.

1 set/4 siswa

1.6

Silinder massa sama

Massa 100 g (2%), 4 jenis bahan.

1 set/4 siswa

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

60

No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

1.7

Plat

Terdapat kail penggantung, bahan logam 4


jenis.

1 set/4 siswa

1.8

Beban bercelah

Massa antara 5-20 g, minimum 2 nilai massa,


terdapat fasilitas pengait.

1 set/4 siswa

Beban berkait

Massa 50 gr 2 bh, 100 gr 2 bh,


200 gr 1 bh

1 set/4 siswa

1.9

Neraca

Ketelitian 10 mg.

2 buah/lab

1.10

Pegas

Bahan baja pegas, minimum 3 jenis.

1 set/4 siswa

1.11

Dinamometer (pegas
presisi)

Ketelitian 0,1 N/cm.

1 set/4 siswa

1.12

Gelas ukur

Bahan borosilikat. Volume antara 100-1000


ml.

1 set/4 siswa

1.13

Stopwatch

Ketelitian 0,2 detik.

1 set/4 siswa

1.14

Termometer

Tersedia benang penggantung. Batas ukur 10110 oC.

1 buah/4
siswa

1.15

Gelas Beaker

Bahan borosilikat. Volume antara 100-1000 ml,


terdapat tiga variasi volume.

1 buah/4
siswa

1.16

Garputala

Bahan baja. Minimum 3 variasi frekuensi.

1 set/4 siswa

1.17

Multimeter AC/DC 10
kilo ohm/volt

Dapat mengukur tegangan, arus dan


hambatan. Batas ukur arus minimum 100
mA-5 A. Batas minimum ukur tegangan untuk
DC 100 mV-50 V. Batas minimum ukur
tegangan untuk AC 0-250 V.

1 set/4 siswa

1.18

Basic Meter

Dilengkapi dengan shunt skala 0-5 A dan 0100 mA, multiplier skala 0-10 V dan 0-50 V

1 set/4 siswa

1.19

Kotak potensiometer

Disipasi maksimum 5 watt. Ukuran hambatan


50 Ohm.

1 buah/4
siswa

1.20

Osiloskop

Batas ukur 20 MHz, dua kanal, beroperasi XY, tegangan masukan 220 volt, dilengkapi
probe intensitas, tersedia buku petunjuk.

1 set/lab

1.21

Generator frekuensi

Frekuensi luaran dapat diatur dalam rentang


audio. Minimum 4 jenis bentuk gelombang
dengan catu daya 220 volt. Mampu
menggerakkan speaker daya 10 watt.

1 buah/4
siswa

1.22

Pengeras suara

Tegangan masukan 220 volt, daya maksimum


keluaran 10 watt.

1 buah/4
siswa

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

61

No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

1.23

Kabel penghubung

Panjang minimum 50 cm, dilengkapi plug


diameter 4 mm. Terdapat 3 jenis warna: hitam,
merah dan putih, masing-masing 12 buah.

1 set/4 siswa

1.24

Komponen elektronika

Hambatan tetap antara 1 Ohm - 1 M Ohm,


disipasi 0,5 watt masing-masing 30 buah,
mencakup LDR, NTC, LED, transistor dan
lampu neon masing-masing minimum 3
macam.

1 set/4 siswa

1.25

Catu daya

Tegangan masukan 220 V, dilengkapi


pengaman, tegangan keluaran antara 3-12 V,
minimum ada 3 variasi tegangan keluaran.

1 buah/4
siswa

1.26

Transformator

Teras inti dapat dibuka. Banyak lilitan antara


100-1000. Banyak lilitan minimum ada 2 nilai.

1 buah/4
siswa

1.27

Magnet U

1.28

Statif (panjang dan


pendek)

Baja tahan karat, dasar statif bahas ABS,


balok penunjang logam, kaki standar diameter
10 mm

1 buah/4
siswa

1.29

Klem universal

Aluminium dan baja anti karat, bagian dalam


pemegang dilapisi karet. Panjang sekitar 12
cm

1 buah/4
siswa

1.30

Bosshead (penjepit)

Aluminium, arah lubang pengenggam vertikal


dan horizontal, panjang sekitar 80 mm

1 buah/4
siswa

1.31

G-Clamp

Alat Percobaan

2.1

Percobaan Atwood

Mampu menunjukkan fenomena dan


memberikan data GLB dan GLBB. Minimum
dengan 3 kombinasi nilai massa beban.

1 set/4 siswa

atau Percobaan Kereta


dan Pewaktu ketik

Mampu menunjukkan fenomena dan


memberikan data GLB dan GLBB. Lengkap
dengan pita perekam.

1 set/4 siswa

Percobaan Papan
Luncur

Mampu menunjukkan fenomena dan


memberikan data gerak benda pada bidang
miring. Kemiringan papan dapat diubah,
lengkap dengan katrol dan balok. Minimum
dengan tiga nilai koefisien gesekan.

1 set/4 siswa

2.2

1 buah/4
siswa

1 buah/4
siswa

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

62

No
2.3

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

Percobaan Ayunan
Sederhana atau

Mampu menunjukkan fenomena ayunan dan


memberikan data pada pengukuran
percepatan gravitasi. Minimum dengan tiga
nilai panjang ayunan dan tiga nilai massa
beban.

1 set/4 siswa

Percobaan Getaran
pada Pegas

Mampu menunjukkan fenomena getaran dan


memberikan data pada pengukuran
percepatan gravitasi. Minimum dengan tiga
nilai konstanta pegas dan tiga nilai massa
beban.

1 set/4 siswa

2.4

Percobaan Hooke

Mampu memberikan data untuk membuktikan


hukum Hooke dan menentukan minimum 3
nilai konstanta pegas.

1 set/4 siswa

2.5

Percobaan Kalorimetri

Mampu memberikan data untuk membuktikan


hukum kekekalan energi panas serta
menentukan kapasitas panas kalorimeter dan
kalor jenis minimum tiga jenis logam. Lengkap
dengan pemanas, bejana dan kaki tiga, jaket
isolator, pengaduk dan termometer.

1 set/4 siswa

2.6

Percobaan Bejana
Berhubungan

Mampu memberikan data untuk membuktikan


hukum fluida statik dan dinamik.

1 set/4 siswa

2.7

Percobaan Optik

Mampu menunjukkan fenomena sifat


bayangan dan memberikan data tentang
keteraturan hubungan antara jarak benda,
jarak bayangan dan jarak fokus cermin
cekung, cermin cembung, lensa cekung, dan
lensa cembung. Masing-masing minimum
dengan tiga nilai jarak fo

1 set/4 siswa

2.8

Percobaan Resonansi
Bunyi atau

Mampu menunjukkan fenomena resonansi dan


memberikan data kuantisasi panjang
gelombang, minimum untuk tiga nilai frekuensi.

1 set/4 siswa

2.9

Percobaan Sonometer

Mampu memberikan data hubungan antara


frekuensi bunyi suatu dawai dengan
tegangannya, minimum untuk tiga jenis dawai
dan tiga nilai tegangan.

1 set/4 siswa

2.10

Percobaan Hukum
Ohm

Mampu memberikan data keteraturan


hubungan antara arus dan tegangan minimum
untuk tiga nilai hambatan.

1 set/4 siswa

2.11

Manual percobaan

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

1 set/4 siswa

63

3. Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium Biologi


Tabel 4.3 Spesifikasi Teknis Peralatan Laboratorium Biologi
No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

Peralatan Pendidikan

1.1

Model kerangka manusia

Tinggi minimum 150 cm.

1 buah / lab

1.2

Model tubuh manusia

Tinggi minimum 150 cm. Organ tubuh terlihat


dan dapat dilepaskan dari model. Dapat
diamati dengan mudah oleh seluruh peserta
didik.

1 buah / lab

1.3

Preparat mitosis

Berupa fase-fase pembelahan mitosis

6 buah / lab

1.4

Preparat meiosis

Berupa fase-fase pembelahan meiosis

6 buah / lab

1.5

Preparat anatomi
tumbuhan

Berupa irisan melintang akar, batang, daun,


dikotil, dan monokotil.

6 set / lab

1.6

Preparat anatomi hewan

Berupa irisan otot rangka, otot jantung, otot


polos, tulang keras, tulang rawan, ginjal,
testis, ovarium, hepar, dan syaraf.

6 set / lab

1.7

Gambar kromosom

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.8

Gambar DNA

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.9

Gambar RNA

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.10 Gambar pewarisan


Mendel

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

2 buah /lab

1.11 Gambar contoh-contoh


tumbuhan dari berbagai
divisi

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.12 Gambar contoh-contoh


hewan dari berbagai
filum

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.13 Gambar/model sistem


pencernaan manusia

Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca


dan berwarna dengan ukuran minimum A1.
Jika berupa model, maka dapat dibongkar
pasang.

1 buah /lab

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

64

No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

1.14 Gambar/model sistem


pernapasan manusia

Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca


dan berwarna dengan ukuran minimum A1.
Jika berupa model, maka dapat dibongkar
pasang.

1 buah /lab

1.15 Gambar/model sistem


peredaran darah
manusia

Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca


dan berwarna dengan ukuran minimum A1.
Jika berupa model, maka dapat dibongkar
pasang.

1 buah /lab

1.16 Gambar/model sistem


pengeluaran manusia

Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca


dan berwarna dengan ukuran minimum A1.
Jika berupa model, maka dapat dibongkar
pasang.

1 buah /lab

1.17 Gambar/model sistem


reproduksi manusia

Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca


dan berwarna dengan ukuran minimum A1.
Jika berupa model, maka dapat dibongkar
pasang.

1 buah /lab

1.18 Gambar/model sistem


syaraf manusia

Jika berupa gambar, maka isinya jelas terbaca


dan berwarna dengan ukuran minimum A1.
Jika berupa model, maka dapat dibongkar
pasang.

1 buah /lab

1.19 Gambar sistem


pencernaan burung,
reptil, ampibi, ikan, dan
cacing tanah

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.20 Gambar sistem


pernapasan burung,
reptil, ampibi, ikan, dan
cacing tanah

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.21 Gambar sistem


peredaran darah burung,
reptil, ampibi, ikan, dan
cacing tanah

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.22 Gambar sistem


pengeluaran burung,
reptil, ampibi, ikan, dan
cacing tanah

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.23 Gambar sistem


reproduksi burung, reptil,
ampibi, ikan, dan cacing
tanah.

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

65

No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

1.24 Gambar sistem syaraf


burung, reptil, ampibi,
ikan, dan cacing tanah.

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

1 set/lab

1.25 Gambar pohon evolusi

Isi gambar jelas terbaca dan berwarna, ukuran


minimum A1.

2 buah /lab

Alat Percobaan:

2.1

Mikroskop monokuler

Lensa obyektif 10 x, 40 x, dan 100 x. Lensa


okuler 5 x dan 10 x. Kondensor berupa cermin
datar dan cermin cekung, diafragma iris,
konstruksi logam kuat dan kekar, meja
horizontal, pengatur fokus kasar dan halus,
tersimpan dalam peti kayu yang dilengkapi
silica gel dan petunjuk pemakaiannya.

6 buah /lab

2.2

Mikroskop stereo
binokuler

Perbesaran 20 x. Jarak kerja dapat distel


antara okuler dan bidang pandang, alas stabil
dari logam cor, ada pengatur fokus dan skrup
penjepit, ada tutup penahan debu.

6 buah / lab

2.3

Perangkat pemeliharan
mikroskop

(kertas pembersih lensa, sikat halus, kunci


Allen, alat semprot, obeng halus, lup tukang
arloji, tang untuk melipat) Kualitas baik.

2 set / lab

2.4

Mikroskop elektrik

Lensa obyektif 10 x, 40 x, dan 100 x. Lensa


okuler 5 x dan 10 x. Kondensor berupa cermin
datar dan cermin cekung, diafragma iris,
konstruksi logam kuat dan kekar, meja
horizontal, pengatur fokus kasar dan halus,
tersimpan dalam peti kayu yang dilengkapi
silica gel dan petunjuk pemakaiannya. sumber
cahaya dari lampu elektrik

6 set/lab

2.5

Microcame

Mikroskop berkamera dengan receiver

1 set/lab

2.4

Gelas Benda

Kaca jernih. Ukuran 76,2 mm x 25,4 mm x 1


mm.

2 pak /lab
(isi 72)

2.5

Gelas penutup

Kaca jernih. Ukuran 22 mm x 22 mm x 0.16


mm.

2 pak/lab
(isi 50)

2.6

Gelas arloji

Bahan kaca. Diameter 80 mm.

2 pak / lab
(isi 10)

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

66

No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

2.7

Cawan Petri

Bahan kaca, ada penutup. Diameter 100 mm.

2 pak/lab
(isi 10)

2.8

Gelas Beaker

Borosilikat, rendah, berbibir. Volume: 50 ml,


100 ml, 250 ml, 600 ml, dan 1000 ml.

10 buah /lab

2.9

Corong

Borosilikat, datar. Diameter: 75 mm dan 100


mm.

10 buah /lab

2.10 Pipet ukur

Kaca, lurus, skala permanen. Volume 10 ml.

10 buah /lab

2.11 Tabung reaksi

Kaca borosilikat, bibir lipat. Tinggi 100 mm.


Diameter 12 mm.

6 kotak/ lab
(isi 10)

2.12 Sikat tabung reaksi

Kepala berbulu keras, pegangan kawat.


Diameter 22-26 mm.

10 buah /lab

2.13 Penjepit tabung reaksi

Kayu dengan pegas untuk tabung reaksi.

10 buah /lab

2.14 Erlenmeyer

Diameter 10-25 mm. Kaca borosilikat, bibir


luang. Volume: 50 ml, 100 ml, 250 ml, 500 ml,
dan 1000 ml.

10 buah /lab

2.15 Kotak preparat

Kayu/plastik.

2 buah /lab
(isi100)

2.16

Porselen, permukaan rata dan licin. Diameter


80 mm.

8 buah /lab

2.17 Gelas ukur

Kaca borosilikat. Volume: 100 ml dan 10 ml.

10 buah /lab

2.18 Stop watch

Ketelitian 0,2 detik

8 buah /lab

2.19 Kaki tiga

Besi, panjang batang sekitar 12 cm. Diameter


cincin sekitar 62 cm.

8 buah /lab

2.20 Perangkat batang statif


(panjang dan pendek)

Baja tahan karat, dasar statif bahan ABS,


balok penunjang logam, kaki standar. Diameter
10 mm.

8 buah /lab

2.21 Klem universal

Aluminium dan baja anti karat, bagian dalam


pemegang dilapisi karet. Panjang sekitar 12
cm.

10 buah /lab

2.22 Bosshead (penjepit)

Aluminium, arah lubang penggenggam vertikal


dan horizontal. Panjang sekitar 80 mm.

10 buah /lab

2.23 Pembakar spiritus

Kaca, dengan sumbu dan tutup. Volume 100


ml.

8 buah /lab

2.24 Kasa

Baja anti karat, tanpa asbes. Ukuran 140 mm x


140 mm.

8 buah /lab

Lumpang dan alu

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

67

No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

2.25 Aquarium

Plastik transparan, dilengkapi alas dan


penutup. Ukuran 30 cm x 20 cm x 20 cm.

1 buah /lab

2.26 Neraca

Kapasitas 311 gram, piringan tunggal, 4


lengan dengan beban yang dapat digeser, ada
skrup penyetel keseimbangan. Ketelitian 10
mg

2 buah /lab

2.27 Sumbat karet 1 lubang

Diameter: 8 mm, 9 mm, 10 mm, 11 mm, 13


mm, 15 mm, 17 mm, 19 mm, 21 mm, dan 23
mm.

8 buah /lab

2.28 Sumbat karet 2 lubang

Diameter 15 mm, 17 mm, 19 mm, 21 mm, dan


23 mm.

10 buah /lab

2.29 Termometer

Batas ukur 0-50 C dan -10-110 C.

10 buah /lab

2.30 Potometer

Dari kaca.

8 buah /lab

2.31 Respirometer

Kualitas baik.

8 buah /lab

2.32 Perangkat bedah hewan

Scalpel, gunting lurus 115 mm, gunting


bengkok 115 mm, jarum pentul, pinset 125
mm, loupe bertangkai dengan diameter 58
mm.

8 buah /lab

2.33 Termometer suhu tanah

Tabung aluminium dengan ujung runcing


membungkus termometer raksa. Batas ukur 5-65 C.

8 buah /lab

2.34 Higrometer putar

Dilengkapi tabel konversi. Skala 0-50 C.

3 buah / lab

2.35 Kuadrat

Besi atau aluminium, dengan skrup kupu-kupu,


dengan jala berjarak 10 cm. Ukuran 50 cm x
50 cm.

6 buah/lab

2.36 Manual percobaan

6 buah/
percobaan

2.37 Autoclave

Alumunium alloy

1 buah / lab

2.38 Atmometer

Tabung kaca berskala dengan ketelitian 0,1 ml


, bagian atas bertutup dengan pengait , bagian
bawah terbuka

1 buah/lab

2.39 Insektarium

Plastik transparan, dilengkapi alas dan


penutup.

1 buah/lab

2.40 Gelas obyek kultur mikro

Kaca jernih. Ukuran 76,2 mm x 25,4 mm x 1


mm. Berlekuk di tengah

2 pak /lab
(isi 72)

2.41 Kaca pembesar / lup

stainless steel, politena atau tanduk dan nekel

10 buah / lab

2.42 Kotak botani/Vasculum

Kotak logam ukuran 30 cm x 19 cm x 8 cm

1 buah / lab

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

68

No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

2.43 Kotak Genetik

Kayu dan plastik dilengkapi kancing plastik 5


warna berbeda

7 kotak /lab

2.44 Neraca Digital

Kapasitas 500 gram, piringan tunggal,


Ketelitian 0,01 mg

1 buah lab

2.45 Baki bedah

Panci bedah terbuat dari aluminuium dengan


panjang kurang lebih 25 cm, lebar 20 cm dan
dalam 5 cm. Papan bedah terbuat dari kayu.
Papan dalam dua ukuran yaitu 25 cm x 20 cm
x 5 cm dan 50 cm x 40 cm x 5 cm.

8 buah / lab

2.46 Centrifuge

Menggunakan daya listrik minimum 6 tabung

1 buah/lab

2.47 Pipet tetes

Kaca dengan karet

1 gross/lab

2.48 Pompa udara untuk


akuarium

Bentuk kotak segiempat dari logam

1 buah/lab

2.49 Tabung reaksi untuk


centrifuge

Kaca ukuran sesuaai dengan centrifuge 12


tabung

20 buah/lab

2.50 Spatula

Kaca atau porselen

10 buah/lab

2.51 Terarium /Virarium

Kaca atau plastik transparan ukuran 40 cm x


30 cm x 25 cm

1 buah / lab

Ukuran minimum 90 cm x 200 cm.


Ditempatkan pada posisi yang memungkinkan
seluruh peserta didik melihatnya dengan jelas.

1 buah/lab

Media Pendidikan

3.1

Papan tulis

Bahan Habis Pakai


(Kebutuhan per tahun)

3.1

Asam sulfat

Larutan pekat 95 98%.

500 ml/lab

3.2

HCL

36%.

500cc /lab

3.3

Acetokarmin

Serbuk.

10 gram /lab

3.4

Eosin

Padat (kristal).

25 gram /lab

3.5

Etanol

95%.

2500 ml /lab

3.6

Glukosa

Padat (kristal).

500 gram
/lab

3.7

Indikator universal

pH 1 11.

4 rol/lab

3.8

Iodium

Padat (kristal).

500 gram/lab

3.9

KOH

Padat (kristal).

500 gram/lab

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

69

No

Peralatan

Diskripsi

Jumlah Ideal

3.10 Mn SO4

Padat (serbuk).

500 gram/lab

3.11

NaOH

Padat (kristal).

500 gram/lab

3.12

Vaseline

Pasta.

500 gram/lab

Kualitas sekolah no 1. Diameter 90 mm.

6 pak/lab

3.13 Kertas saring


5

Perlengkapan Lain

5.1

Soket listrik

1 soket di tiap meja peserta didik, 2 soket di


meja demo, 2 soket di ruang persiapan.

9 buah/lab

5.2

Alat pemadam
kebakaran

Mudah dioperasikan.

1 buah /lab

5.3

Peralatan P3K

Terdiri dari kotak P3K dan isinya tidak


kadaluarsa termasuk obat P3K untuk luka
bakar dan luka terbuka.

1 buah/lab

5.4

Tempat sampah

1 buah /lab

5.5

Jam dinding

1 buah /lab

E. Standar dan Spesifikasi Teknis Pengadaan Buku Referensi


Buku referensi adalah rujukan untuk mencari informasi atau data tertentu, seperti
kamus, ensiklopedi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya secara dalam
dan luas. Buku referensi sebaiknya ada di setiap sekolah.

Pertimbangan teknis dalam penyediaan buku referensi adalah:

Kategori dan jumlah buku merupakan bahan rujukan bagi pemenuhan dan
penyediaan buku referensi di masing-masing sekolah.

Sekolah dapat menentukan/mengusulkan jenis peralatan laboratorium sesuai


dengan kebutuhannya, mengacu pada daftar buku referensi pada Tabel 4.4.

Setiap sekolah dimungkinkan mendapat lebih dari 1 (satu) paket bantuan


buku referensi.

1 (satu) paket bantuan dapat mencakup 1 (satu) atau lebih jenis kategori buku
referensi sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana


Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008
Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

70

tentang Buku, mengatur bahwa ruang lingkup buku referensi

untuk Sekolah

Menengah Atas adalah sebagaimana dijelaskan dalam Tabel 4.4. di bawah ini:
Tabel 4.4 Judul dan Spesifikasi Buku Referensi SMA

No
1

Kategori

Judul

Jumlah

Sesuai ketersediaan di
pasar
Sesuai ketersediaan di
pasar
Sesuai ketersediaan di
pasar

Sesuai kebutuhan

Sesuai ketersediaan di
pasar
Sesuai ketersediaan di
pasar
Sesuai ketersediaan di
pasar

Sesuai kebutuhan

Kamus Besar Bahasa


Indonesia
Kamus Bahasa Inggris

Kamus Bahasa Asing lainnya

Buku Ensiklopedia

Buku Statistik Daerah

Buku Undang-undang dan


Peraturan

Buku Kitab Suci

Sesuai ketersediaan di
pasar

Sesuai kebutuhan

Buku Teknik Komputer dan


Program-program Aplikasinya

Sesuai ketersediaan di
pasar

Sesuai kebutuhan

Buku Prakarya Keteknikan


(Permesinan, Elektronika,
Otomotif, Kelistrikan, dll) dan
Kerumahtanggaan (Tata boga,
Menjahit, Kecantikan, dll)
Buku Sains (Alam semesta,
Gaya,Nuklir, Antariksa, Anatomi tubuh, Teori dan aplikasi
persenyawaan kimia, dll)
Buku Manajemen Perusahaan
dan Kewirausahaan
Buku Ekonomi dan Koperasi

Sesuai ketersediaan di
pasar

Sesuai kebutuhan

Sesuai ketersediaan di
pasar

Sesuai kebutuhan

Sesuai ketersediaan di
pasar
Sesuai ketersediaan di
pasar
Sesuai ketersediaan di
pasar
Sesuai ketersediaan di
pasar
Sesuai ketersediaan di
pasar
Sesuai ketersediaan di
pasar

Sesuai kebutuhan

10

11
12
13
14
15
16

Buku Sejarah Indonesia dan


Dunia
Buku Tokoh-tokoh Indonesia
dan Dunia
Buku Ragam Seni, Budaya
Indonesia dan Dunia.
Buku Ragam Seni Musik dan
Alat Musiknya

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

Sesuai kebutuhan
Sesuai kebutuhan

Sesuai kebutuhan
Sesuai kebutuhan

Sesuai kebutuhan
Sesuai kebutuhan
Sesuai kebutuhan
Sesuai kebutuhan
Sesuai kebutuhan

71

F. Standar dan Spesifikasi Teknis Peralatan Olah Raga dan Kesenian


Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana
Untuk

Sekolah

Menengah

Atas

(SMA)

mengatur

bahwa

sarana

atau

kelengkapan peralatan untuk berolahraga dan berkesenian pada sekolah


menengah atas terdiri atas:
1. Peralatan bola voli
2. Peralatan sepak bola
3. Peralatan futsal
4. Peralatan basket
5. Peralatan senam
6. Peralatan atletik
7. Peralatan seni dan budaya

Pertimbangan teknis dalam penyediaan peralatan olah raga dan kesenian adalah:

Jenis dan jumlah peralatan olahraga dan kesenian menjadi bahan rujukan
bagi pemenuhan dan penyediaannya di masing-masing sekolah.

Sekolah dapat menentukan/mengusulkan

jenis dan jumlah peralatan

olahraga dan kesenian sesuai dengan kebutuhannya, mengacu pada daftar


peralatan pada Tabel 4.5.

Sekolah dapat memfokuskan pada salah satu pilihan peralatan olahraga dan
kesenian,

dengan

mempertimbangkan

potensi

pengembangan

dan

ketersediaan prasarana pendukung.

Setiap sekolah maksimal mendapat 1 (satu) paket bantuan peralatan


olahraga dan kesenian.

1 (satu) paket bantuan dapat mencakup 1 (satu) atau lebih jenis peralatan
olah raga dan kesenian sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

72

Tabel 4.5 Jenis dan Spesifikasi Peralatan Olah Raga dan Kesenian SMA
No
1.

Jenis
Peralatan bola voli

Jumlah

Deskripsi*

2 set/sekolah

Per set terdiri dari: Minimum

atau sesuai

6 bola, dan jaring (net).

kebutuhan
2.

Peralatan sepak bola

1 set/sekolah

Per set terdiri dari: Minimum

atau sesuai

6 bola.

kebutuhan
3

Peralatan futsal

1 set/sekolah

Per set terdiri dari: Minimum

atau sesuai

6 bola

kebutuhan
4.

Peralatan bola basket

1 set/sekolah

Per set terdiri dari: Minimum

atau sesuai

6 bola.

kebutuhan
5.

Peralatan senam

2 set/sekolah
atau sesuai
kebutuhan

6..

Peralatan atletik

1 set/sekolah

Per set terdiri dari: matras,


peti loncat, tali loncat,
simpai,
bola
plastik,
tongkat, palang tunggal,
gelang.
Per set terdiri dari: Minimum

atau sesuai

lembing, cakram, peluru,

kebutuhan

tongkat estafet

1 set/sekolah

Disesuaikan dengan

7.

Peralatan seni dan


budaya

potensi pada masingmasing satuan pendidikan

*Merk untuk masing-masing jenis peralatan olah raga, adalah merk umum yang ada di
pasaran.

G. Pelaksanaan Kegiatan Pengadaan


Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pengadaan peralatan
laboratorium IPA, buku referensi dan peralatan olah raga dan kesenian, adalah
sebagai berikut:
a. Tim teknis yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota harus
memetakan dan mengolah data kebutuhan peralatan laboratorium IPA, buku

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

73

referensi/materi referensi serta peralatan olah raga dan kesenian dari masingmasing sekolah yang menjadi sasaran penerima bantuan DAK.
b. Pengadaan selanjutnya dilakukan oleh Dinas Kabupaten/Kota melalui proses
pengadaan barang dan jasa, mengikuti tahapan mekanisme pemilihan
penyedia barang/jasa sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010
tentang Pengadaan barang/Jasa Pemerintah, beserta perubahannya.
c. Dana DAK untuk proses pengadaan sudah termasuk biaya pengiriman
sampai sekolah, pelatihan penggunaan dan pemanfaatan kepada pendidik
serta pajak-pajak yang berlaku.
d. Pemenuhan persyaratan umum dalam proses pengadaan adalah sebagai
berikut:
1) Persyaratan penerima:
- Prioritas

pertama

adalah

untuk

sekolah

yang

memiliki

ruang

laboratorium IPA SMA/perpustakaan/prasarana olah raga dan kesenian


namun

belum

memiliki

alat

IPA/buku

referensi/materi

referensi/peralatan olah raga dan kesenian


- Prioritas kedua sekolah yang sudah memiliki ruang laboratorium IPA
SMA/perpustakaan/prasarana olah raga dan kesenian dan memiliki alat
IPA/buku referensi/materi referensi/peralatan olah raga dan kesenian
namun belum lengkap Persyaratan penyedia barang.
2) Penyedia barang dan jasa memiliki pengalaman yang cukup dan rekam
jejak yang baik, dalam pengadaan.
3) Peralatan yang memerlukan garansi, penyedia barang harus dapat
memberikan surat garansi selama 12 bulan dari pabrikan/produsen untuk
kerusakan alat yang bukan disebabkan oleh kelalaian pemakaian dan
menjamin ketersediaan suku cadang peralatan selama 3 tahun dengan
surat jaminan dari pabrikan/produsen. Surat garansi dan surat jaminan
dari pabrikan/produsen berlaku sejak barang diserahterimakan.
4) Penyedia barang/produsen peralatan IPA memberikan surat jaminan
tentang akan dilaksanakan pelatihan penggunaan, pemanfaatan dan
pemeliharaan kepada minimal 2 (dua) orang guru IPA SMA dari setiap
sekolah.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

74

5) Penyedia barang/produsen memberikan surat bahwa:


-

Setiap alat yang dibeli merupakan alat baru, tanpa kerusakan atau
cacat , aman terhadap pemakai, lingkungan, dan peralatan itu sendiri

Setiap

alat

terdapat

identitas

permanen

(lambang/merk)

dari

produsen kecuali yang secara teknis sulit misalnya bendanya terlalu


kecil, prisma, lensa dan lain-lain.

H. Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan bagi proses pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan
oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, mengacu pada ketentuan sebagaimana
diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.
Jadwal pelaksanaan untuk proses pengadaan sarana peningkatan mutu
pendidikan mencakup aktifitas pokok sebagai berikut:
1) Pemetaan kebutuhan sekolah untuk sarana peningkatan mutu pendidikan
ditindaklanjuti dengan MoU antara Dinas Pendidikan dengan pihak Sekolah.
2) Tahapan

mekanisme

pemilihan

penyedia

barang/jasa,

dengan

mempertimbangkan kemampuan dan rekam jejak yang baik dari penyedia


barang/jasa dalam pengadaan barang dan jasa pendidikan.
3) Proses pengadaan barang oleh penyedia barang/jasa..
4) Pengiriman sarana peningkatan mutu pada sekolah penerima
5) Pembuatan laporan administrasi dan berita acara serah terima barang dan
peralatan.

Waktu pelaksanaan pengadaan barang oleh pihak ketiga, harus mengacu pada
jadwal pelaksanaan yang telah diatur oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota,
sebagaimana diatur, di dalam perjanjian antara Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
dengan Penyedia Barang dan Jasa tersebut.

I. Laporan Pelaksanaan
Laporan pelaksanaan pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan dibuat
dalam bentuk Berita Acara Serah Terima, yang sekurang-kurangnya mencakup
informasi tentang:
1) Pihak Dinas selaku pengelola dana DAK, Pihak Sekolah selaku penerima
sarana dan Pihak ketiga selaku pelaksana pengadaan sarana.
Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

75

2) Hari dan tanggal serah terima sarana peningkatan mutu.


3) Jenis dan volume (jumlah) sarana yang diterima telah diperiksa dan sesuai
dengan MoU antara Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Pihak
ketiga.
4) Ketersedian garansi dan jaminan terkait sarana yang diserahterimakan.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

76

BAB VI
PELAPORAN

A. Umum

Pelaporan pelaksanaan program DAK bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Tahun


2014 dibutuhkan oleh Direktorat Pembinaan SMA sebagai bahan evaluasi teknis
pelaksanaan DAK, diantaranya yang berkaitan dengan:

Data proporsi penggunaan

DAK

bidang Dikmen

untuk: 1) Pengadaan/Penggandaan

Tahun

2014 ini

khususnya

dan distribusi buku teks pelajaran kurikulum

2013, 2) Pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan, dan 3) Pembangunan


prasarana peningkatan akses dan mutu pendidikan.

Jenis dan jumlah sarana dan prasarana yang dikembangkan, terkait upaya
peningkatan akses dan mutu pendidikan melalui DAK.

Data SMA yang menjadi sasaran penerima bantuan DAK bidang Dikmen.

Prestasi realisasi penggunaan dana DAK, baik dari aspek penyerapan dan aspek fisik
pada masing-masing sekolah penerima bantuan DAK.

Data informasi di atas menjadi bahan kebijakan, khususnya terkait dengan program
peningkatan akses dan mutu pendidikan yang dilaksanakan langsung oleh Direktorat
Pembinaan SMA.

B. Jenis, Waktu dan Mekanisme Penyampaian Laporan


Penyampaian jenis laporan dan mekanismenya dijelaskan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 5.1
Jenis Laporan dan Mekanisme Penyampaiannya.
No

1
2

Jenis Laporan

Data proporsi penggunaan


DAK
Jenis dan jumlah sarana dan
prasarana yang ditingkatkan
melalui DAK beserta data
SMA penerima
Prestasi realisasi penggunaan
dana DAK pada masingmasing SMA penerima

Format

Waktu

Mekanisme

Laporan

Penyampaian

Penyampaian

FL - 1

April Juni 2014

Email

April Juni 2014

Email

Desember 2014

Email

FL 2/3/4

FL 5/6/7

Alamat email yang dituju adalah: tim_dak_sma@yahoo.com


Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

77

Contoh format laporan disampaikan sebagai berikut:


1. Format Laporan : Data proporsi penggunaan DAK ( FL 1 )

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

78

2. Format Laporan - 2 : Jenis dan jumlah sarana dan prasarana yang ditingkatkan
melalui DAK beserta data SMA penerima
a. FL 2: Pengadaan dan Distribusi Buku Teks kurikulum 2013

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

79

b. FL 3: Pengadaan Sarana Peningkatan Mutu Pendidikan

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

80

c. FL 4: Pengadaan Prasarana Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

81

3. Format Laporan: Prestasi realisasi penggunaan dana DAK pada masing-masing SMA
penerima.
a. FL 5: Pengadaan dan Distribusi Buku Teks kurikulum 2013

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

82

b. FL 6: Pengadaan Sarana Peningkatan Mutu Pendidikan

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

83

c. FL 7: Pengadaan Prasarana Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

84

BAB VI
PENUTUP

Pelaksanaan program DAK bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Tahun 2014


diharapkan menjadi tonggak integrasi program pembangunan pendidikan Sekolah
Menengah Atas (SMA). Program DAK bidang Dikmen sejalan dengan program
Direktorat Pembinaan SMA terkait penyediaan layanan sarana dan prasarana, yang
bertujuan untuk meningkatkan daya tampung terhadap input lulusan Sekolah Lanjutan
Tingkat Pertama (SLTP) sederajat yang memiliki minat melanjutkan pendidikan ke
SMA. Targetnya, Angka Partisipasi Kasar Sekolah Menengah mencapai mencapai
97% pada akhir tahun 2020.
Koordinasi dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan dan keberlangsungan
kegiatan, untuk itu Direktorat Pembinaan SMA akan berkoordinasi dengan Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota terkait dengan penetapan sasaran sekolah penerima DAK
serta monitoring dan evaluasi teknis pelaksanaan. Sehingga tidak terjadi tumpang
tindih jenis bantuan prasarana yang diterima sekolah dan memperkuat akuntabilitas
pelaksanaan program.
Direktorat Pembinaan SMA memberikan rekomendasi pelaksanaan DAK Dikmen SMA
bagi sekolah penerima DAK, sebagai berikut:
a. Pemenuhan standar bangunan dan perabot
b. Pemenuhan spesifikasi bahan dan teknis pelaksanaan
c. Pengelolaan pembangunan prasarana melalui panitia pembangunan sekolah
d. Pencatatan dan pembukuan transaksi keuangan
e. Pembayaran pajak ( PPn dan PPh 22 )
f. Dokumentasi kegiatan sesuai tahapan pelaksanaan pekerjaan
g. Penyusunan laporan
h. Koordinasi dan komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Direktorat Pembinaan SMA membuka layanan koordinasi dan konfirmasi teknis terkait
pelaksanaan DAK dapat dilayangkan melalui:
Tim DAK Dikmen SMA Tahun 2014
Direktorat Pembinaan SMA
Gedung A Lantai 2, Komplek Dikdasmen
Jl. R.S. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan
Hotline : 0812 - 9610 - 2626
0812 - 9610 - 2727
Email : tim_dak_sma@yahoo.com

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

85

Contoh bangunan prasarana SMA yang ditetapkan dalam Pedoman Teknis DAK 2014 SMA,
terdiri atas:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Ruang Kelas
Ruang Perpustakaan
Ruang Lab IPA
Ruang Kantor
Ruang Guru
Asrama Siswa
Rumah Dinas Guru

Model dalam contoh ini merupakan contoh standar dengan bangunan beratap pelana, daerah
penerima DAK 2014 dapat mengembangkan dan menyesuaikannya dengan memperhatikan
kebutuhan dan kearifan lokal, tanpa mengabaikan standar pencapaian minimal terkait luasan
bangunan dan kelengkapan ruangan yang telah ditetapkan oleh Direktorat PSMA.
Masing-masing contoh bangunan diberi penjelasan gambar teknis sebagai berikut:
1) Denah
2) Tampak Depan
3) Tampak Belakang
4) Tampak Samping dan Potongan
5) Denah Pondasi
6) Perkuatan Struktur Tahan Gempa
7) Detail Perkuatan Struktur 1
8) Detail Perkuatan Struktur 2
9) Detail Perkuatan Struktur 3
10) Detail Kusen

Gambar denah ( poin 1 ) untuk masing-masing telah dijelaskan lebih dahulu dalam Bab II.
Penjelasan gambar teknis secara berulang untuk masing-masing contoh bangunan akan
diberikan pada poin 2, 3 dan 5, sedangkan untuk poin 4, 6, 7, 8, 9 dan 10 hanya akan
disampaikan pada contoh bangunan Ruang Kelas Baru (RKB) karena secara teknis sama.
Dokumen gambar teknis yang harus disiapkan oleh Tim Teknis yang dibentuk oleh Dinas
Kabupaten/Kota, harus mengakomodir 10 (sepuluh) poin di atas dengan kemungkinan untuk
mengakomodasi kearifan lokal, tanpa mengurangi volume, kualitas dan standar keselematan,
kesehatan dan kenyamanan yang telah ditetapkan.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

CONTOH BANGUNAN
RUANG KELAS BARU
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
DAK TAHUN 2014

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN A - 2

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

DENAH RUANG KELAS BARU

KETERANGAN:
Ketinggian lantai dalam ruangan 2 cm lebih tinggi dari lantai selasar.
NTS

01-RKB

LAMPIRAN A - 3

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN
DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

KETERANGAN:
TAMPAK DEPAN RKB

NTS

02-RKB

LAMPIRAN A - 4

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

TAMPAK BELAKANG RKB

NTS

03-RKB

KETERANGAN:
Ventilasi udara bagian bawah dapat dibuat dalam bentuk bata roster, diposisikan 20 cm di
atas lantai selasar

LAMPIRAN A - 5

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

KETERANGAN:
TAMPAK SAMPING & POTONGAN

NTS

04-RKB

LAMPIRAN A - 6

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

KETERANGAN:
DENAH PONDASI RKB

NTS

05-RKB

LAMPIRAN A - 7

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

KETERANGAN:
PERKUATAN STRUKTUR TAHAN GEMPA

NTS

06-RKB

LAMPIRAN A - 8

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

KETERANGAN:
DETAIL PERKUATAN STRUKTUR - 1

NTS

07-RKB

LAMPIRAN A - 9

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

KETERANGAN:
DETAIL PERKUATAN STRUKTUR - 2

NTS

08-RKB

LAMPIRAN A - 10

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

KETERANGAN:
DETAIL PERKUATAN STRUKTUR - 3

NTS

09-RKB

LAMPIRAN A - 11

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

DETAIL KUSEN

NTS

10-RKB

KETERANGAN:
Model kusen dapat menyesuaikan dengan model yang sudah ada pada bangunan di
lingkungan sekolah.

LAMPIRAN A - 12

CONTOH BANGUNAN
RUANG PERPUSTAKAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
DAK TAHUN 2014

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

TAMPAK DEPAN PERPUSTAKAAN

NTS

01-PPS

KETERANGAN:
Ventilasi udara bagian bawah dapat dibuat dalam bentuk bata roster, diposisikan 20 cm di
atas lantai selasar

LAMPIRAN A - 14

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

TAMPAK BELAKANG PERPUSTAKAAN

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

02-PPS

KETERANGAN:
Ventilasi udara bagian bawah dapat dibuat dalam bentuk bata roster, diposisikan 20 cm di
atas lantai selasar

LAMPIRAN A - 15

Gambar II.1 Denah Ruang Kelas

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

KETERANGAN:
DENAH PONDASI PERPUSTAKAAN

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

03-PPS

LAMPIRAN A - 16

CONTOH BANGUNAN
RUANG LABORATORIUM IPA
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
DAK TAHUN 2014

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

LAMPIRAN A - 17

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

TAMPAK DEPAN LAB. FISIKA

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

01-LAB

KETERANGAN:
Ventilasi udara bagian bawah dapat dibuat dalam bentuk bata roster, diposisikan 20 cm di
atas lantai selasar

LAMPIRAN A - 18

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

TAMPAK BELAKANG LAB. FISIKA

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

02-LAB

KETERANGAN:
Ventilasi udara bagian bawah dapat dibuat dalam bentuk bata roster, diposisikan 20 cm di
atas lantai selasar

LAMPIRAN A - 19

Gambar II.1 Denah Ruang Kelas

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

KETERANGAN:
DENAH PONDASI LABORATORIUM IPA

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

03-LAB

LAMPIRAN A - 20

CONTOH BANGUNAN
RUANG KANTOR
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
DAK TAHUN 2014

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

LAMPIRAN A - 21

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

TAMPAK DEPAN RUANG KANTOR

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

01-KTR

KETERANGAN:
Ventilasi udara bagian bawah dapat dibuat dalam bentuk bata roster, diposisikan 20 cm di
atas lantai selasar

LAMPIRAN A - 22

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

TAMPAK BELAKANG RUANG KANTOR

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

02-KTR

KETERANGAN:
Ventilasi udara bagian bawah dapat dibuat dalam bentuk bata roster, diposisikan 20 cm di
atas lantai selasar

LAMPIRAN A - 23

Gambar II.1 Denah Ruang Kelas

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

KETERANGAN:
DENAH PONDASI RUANG KANTOR

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

03-KTR

LAMPIRAN A - 24

CONTOH BANGUNAN
RUANG GURU
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
DAK TAHUN 2014

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

LAMPIRAN A - 25

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

TAMPAK DEPAN RUANG GURU

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

01-RGR

KETERANGAN:
Ventilasi udara bagian bawah dapat dibuat dalam bentuk bata roster, diposisikan 20 cm di
atas lantai selasar

LAMPIRAN A - 26

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

TAMPAK BELAKANG RUANG GURU

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

02-RGR

KETERANGAN:
Ventilasi udara bagian bawah dapat dibuat dalam bentuk bata roster, diposisikan 20 cm di
atas lantai selasar

LAMPIRAN A - 27

Gambar II.1 Denah Ruang Kelas

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

KETERANGAN:
DENAH PONDASI RUANG GURU

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

03-RGR

LAMPIRAN A - 28

CONTOH BANGUNAN
RUMAH DINAS GURU
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
DAK TAHUN 2014

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

LAMPIRAN A - 29

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

TAMPAK DEPAN RUMAH DINAS GURU

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

01-RDG

KETERANGAN:
1 unit rumah dinas guru terdiri dari 2 bangunan yang dibangun dengan sistem kopel,
dengan luas total bangunan 72 m2 ( 2 x T-36)

LAMPIRAN A - 30

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

DENAH RUMAH DINAS GURU (KOPEL)

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

02-RDG

KETERANGAN:
Denah pondasi mengikuti alur dinding pasangan bata, antar bangunan dibuat dua dinding
dengan satu pondasi. Luas halaman depan menyesuaikan ketersediaan lahan.

LAMPIRAN A - 31

CONTOH BANGUNAN
ASRAMA SISWA
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
DAK TAHUN 2014

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

LAMPIRAN A - 32

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

KETERANGAN:
TAMPAK DEPAN & BELAKANG ASRAMA

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

01-ASR

LAMPIRAN A - 33

Tampak Samping Kanan

Tampak Samping Kiri

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

KETERANGAN:
TAMPAK SAMPING KA-KI ASRAMA SISWA

Pedoman Teknis DAK Bidang Dikmen Tahun 2014 untuk SMA

NTS

02-ASR

LAMPIRAN A - 34

STANDAR RUANG DAN BANGUNAN SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN DIKMEN - KEMENDIKBUD

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

DENAH ASRAMA SISWA

NTS

03-ASR

KETERANGAN:
Denah pondasi mengikuti alur dinding pasangan bata

LAMPIRAN A - 35

Perabot ruang yang ditetapkan dalam Pedoman Teknis DAK 2014 SMA, terdiri
atas:
1) Perabot Ruang Kelas
2) Perabot Ruang Perpustakaan
3) Perabot Ruang Lab IPA
4) Perabot Ruang Kantor
5) Perabot Ruang Guru
6) Perabot Rumah Dinas Guru
7) Perabot Asrama Siswa

Desain, dimensi dan spesifikasi perabot yang diatur dalam pedoman ini menjadi
bahan rujukan bagi penyediaan dan pengadaan perabot pada masing-masing
ruang.
Jenis perabot yang belum di atur dalam pedoman ini, disesuaikan dengan
ketersediaan model dan spesifikasi yang ada di masing-masing daerah.

Memperhitungkan keberagaman kondisi di daerah terkait dengan:

Ketersedian bahan,

Kecakapan pembuatan perabot,

Kearifan lokal dan

Kendala geografis,

Maka Desain dan spesifikasi dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada di
Kabupaten/Kota, dengan tidak mengurangi dimensi, jenis dan jumlahnya.

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 1

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 2

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 3

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 4

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 5

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 6

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 7

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 8

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 9

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 10

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 11

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 12

Warna plastik/fiber mengikuti


ketersediaan.
Warna kayu di furnish
Warna besi putih/perak

Sambungan las, keeling dan baut antar


material.

39 40 cm

- 52 cm
5050- 52

Permukaan duduk: Bulat/Segitiga/Persegi

Gabungan besi/papan dengan


plastik/papan

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 13

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 14

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 15

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 16

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 17

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 18

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 19

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 20

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 21

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 22

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 23

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 24

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 25

STANDAR PERABOT SMA


DIREKTORAT PEMBINAAN SMA - DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Panduan Pelaksanaan DAK SMA Tahun 2014

LAMPIRAN B - 26