Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PENDAHULUAN

ANTE NATAL CARE (ANC)


DI POLI OBGYN RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Departemen Maternitas

Oleh :
AYU RIKA ANITASARI ADISANTIKA
125070209111038

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

LAPORAN PENDAHULUAN
ANTE NATAL CARE (ANC)

A. DEFINISI
Kehamilan (gravida) mulai dengan konsepsi (pembuahan dan dengan
permukaan persalinan). Kehamilan adalah dimulainya pembuahan sel telur
oleh sperma sampai denganlahirnya janin. Kehamilan normal 280 hari (40
minggu atau 9 bulan 7 hari) dan dihitungdari hari pertama haid sampai
dengan hari terakhir.
B. TANDA TANDA KEHAMILAN
1. Tanda tanda tidak pasti kehamilan yang sering muncul adalah :
a. Tidak mendapat menstruasi atau haid minimal 2(dua)
bulan berturut-turut
b. Adanya rasa rasa mual, muntah-muntah dan pusing,
terutama pada pagi hari
c. Tidak ada nafsu makan
d. Kadang-kadang mengidam atau menginginkan makanan
yang jarang ada atau tidak pernah dimakan
e. Perut membesar
2. Tanda pasti hamil
a. Inspeksi / palpasi: gerakan janin
b. Auskultasi : terdengar jantung janin
C. FISIOLOGI KEHAMILAN
1. Integumen
a. Payudara
Payudara secara bertahap mengalami pembesaran
Karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai
darah
Puting susu lebih menonjol dan keras
Pada awal kehamilan, keluar cairan jernih (kolostrum)
Pigmen disekitar puting (areola) tumbuh lebih gelap
Kelenjar Montgomery menonjol keluar
b. Kulit
Striae gravidarum (akar-akar) : karena janin tumbuh, uterus
membesar, menonjolkeluar. Hal ini disebabkan oleh tonjolan dan

membusung oleh janin.


Serabut elastis dari lapisan kulit terdalam terpisah/terputus karena

regangan(terdapat di perut dan pantat)


Striae akan menghilang menjadi bayangan lebih terang setelah

melahirkan.
Penyembuhan sementara dengan latron yang hangat
c. Pigmentasi
Linea nigra (garis gelap) yang ada pada tengah garis perut.
Cholasma (topeng) kehamilan: bintik hitam pada wajah.
Areola sekitar puting membesar dan berwarna gelap
d. Perspirasi Dan Sekresi Kelenjar Lemak
Kelenjar sebasea/keringat menjadi lebih aktif.
2. Kardiovaskuler

TD biasanya akan menurun pada kehamilan 8 12 minggu Nadi


meningkat pada usia kehamilan 14 20 minggu antara 10 15
x/menit3.
3. Pernafasan
Kebutuhan Oksigen meningkat sebagairespon terhadap accelerasi
metabolisme rate & perlu untuk menambah masa jaringan pada
uterus & payudara.
Volume tidak meningkat, frek 16 24x/menit
Bernafas lebih dalam
4. Gastrointestina
Nausea, vomiting (mual, muntah) estrogen meningkat morning
sickness
Hipersalivasi
5. Traktus Uranarius
Vesika Urinaria tertekan sering BAK
Poli uria karena peningkatan sirkulasi filtrasi di glomerulus
meningkat reabsorbsi tetap banyak dikeluarkan : urea,
glukosa, asam urin
6. Reproduksi
7. Suplai Darah
Suplai darah ke organ reproduksi meningkat segera setelah
bersatunya ovum-sperma (konsepsi) karena peningkatan kadar

hormone steroid seksual.


Vaskularisasi memberikan suplai darah yang banyak untuk

perkembangan janindan si Ibu


8. Seviks (Mulut Rahim)
Setelah periode tidak terjadi menstruasi pertama, serviks menjadi
lebih lunak sebagai akibat meningkatnya supalai darah (tanda

goodells)
Kanalis servikalis dipenuhi oleh mukus yang kental yang disebut

operculum
Servisk nulipara (wanita belum pernah hamil) terlihat bulat dan

halus sertamenonjol kearah vagina.


Bila sudah terjadi proses kelahiran meregangkan serviks dan dapat

menyebabkanlaserasi (robekan) serviks


Warna cerviks merah kebiru-biruan dan tidak akan hilang
9. Uterus (Kantong Rahim)
Perubahan jelas pada anatomi maternal: perbesaran uterus untuk
menyimpan bayi yang sedang tumbuh. Pembesaran uterus terjadi
akibat dari meningkatnya vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah,

hyperplasia dan hypertropi, perkembangan desidua


Uterus dari tubuh kecil menjadi berdinding tebal (kantung muscular

yangmengandung janin, plasenta, 1000 ml air ketuban)


Pertumbuhan jaringan uterus disebabkan oleh estrogen yang

merangsang serabutotot.
Uterus dalam kondisi tidak hamil teraba seperti buah peer (Hegar

padakehamilan)
10. Vagina

Terjadi peningkatan vaskularisasi pada vagina (tanda Chadwick)

yang bercorak keunguan. terjadi pada kehamilan 6-8 minggu.


Sekresi sel vagina meningkat (berwarna putih dan asam disebut

dengankeputihan leukorhea)
Karena proses kehamilan menyebabkan peningkatan kongesti
vascular organvagina dan pelvic menyebabkan peningkatan

sensitifitas yang berarti


Dengan adanya relaksasi dinding pembuluh darah serta beratnya

uterus,menyebabkan udema pada vulva.


Struktur eksterna perineum melebar meningkatnya vaskularisasi

D. IDENTIFIKASI PENYEBAB TIMBULNYA KETIDAKNYAMANAN


TRIMESTER I, II, III
GANGGUAN
Trimester I

Perubahan payudara,

PENYEBAB

Hipertropi

adanya sensasi baru :

jaringan, peningkatan

nyeri dan tingling.

vaskularisasi, pigmentasi,
ukuran areola putting
bertambah (stimulasi
hormon).

INTERVENSI
Memakai BH yang tidak
menekan payudara
tetapi menyangga.
Tidak elastik
Mencuci payudara dengan
air hangat dan keringkan
dengan handuk.
Jangan menahan BAK,
banyak minum pada

Peningkatan frekuensi
BAK.

Pengaruh hormon

siang hari(6-8 gelas).


Kurangi minum pada

estrogendan progesteron,

malam hari untuk

penurunan kapasitas blas

mencegah nocturia.
Kegel exercise,

oleh karena pembesaran


uterus dan presentasi

kolaborasi dengan medis

fetal.

bila BAK diserta nyeri


dan rasa panas.
Cegah bau-bauan /
factor penyebab.
Makan kue sesaat

Tidak diketahui,

setelah bangun tidur.


Minum teh hangat.
Makan sedikit tapi

Kelelahan, cemas, letih,

kemungkinan oleh
estrogen, progesterone

dan lesu.

dan HCG, respon

sering (5-6x/hari).
Minum secukupnya.
Hindari makanan
yang berlemak dan

psikologi.

makanan yang
merangsang muntah.
Gunakan pencuci
mulut yang
mengandung
penyegar, mengunyah
permen karet,
menghisap permen.

Ptisialin
Estrogen, keengganan

dan jelaskan

menelan karena mual.

perubahan,
meningkatkan

Perubahan psikososial,
miaslnya : melayang,

Support pasangan

komunikasi dengan

Adaptasi metabolik dan

pasangan/suami,

hormonal, perubahan

perasaan campur aduk.

keluarga dan teman

peranibu, seksualitas dan

dekat.

gaya hidup
Trimester II

Pigmentasi meningkat

Stimulasi hormon melanosit

Tidak dapat dicegah,


pelepasannya
merupakan reaksi
fisiologis pada

Tidak diketahui.

kehamilan.
Jaga kebersihan,
mandi dengan sodium

Pruritus

bicarbonat, ganti sabun


Tidak diketahui, perubahan
kardiovaskuler.

Noninflammatory Palpitasi

antiseptik.
Jaga ketenangan
lingkungan dan
kolaborasi dengan
dokter.

Penekanan, pembesaran
uterus pada saat

Hipotensi saat berbaring

terlentang, penurunan.

dan bradicardia.

fowler, lutut sedikit


flexi.

o
Painless, sincope,

Posisi miring kiri/semi

Pengaruh hormon.

hipotensi orthostatik.

Exercise sedang,
napas
dalam, perubahan

Tidak diketahui

posisi.
Makan 5-6x/hari
dengan frekuensi kecil

(kultur area geografis).

Food crawing.

tapi sering.

o
o

Heart burn.

Pengaruh progesteron

Tidak dapat dicegah,

pada saluran cerna yang

nutrisi dijaga tetap

menyebabkan terjadinya

seimbang.

penurunan motilitas,
digesti peristaltik.

Pengaruh hormonal

Batasi makanan yang

banyak gas.
Pertahankan postur

yang tetap benar.


Anjurkan makan

permen.
Kolaborasi dengan

sehingga terjadi relaksasi

dokter dalam

dan sacriiliaka,

pemberian antasida.

unstable pelvis
-Nyeri persendian dan nyeri
pinggang.

Atur posisi yang baik

pada ibuhamil.
Hindari aktivitas yang

berat.
Gunakan
sepatu/sandal

yang pendek.
Anjurkan tehnik

relaksasi.
Gunakan
penghangat pinggang.

Trimester III
Sesak napas.

Penekanan diafragma
olehkarena pembesaran
uterus.

Postur tubuh yang baik.


Hindari perut yang
terlalu penuh.
Hindari rokok dan asap
rokok.
Kolaborasi bila ada
anemia,empisema dan

Pergerakan janin,
kram, peningkatan BAK,

Insomnia.

asma.
-

Jaga ketenangan ibu

hamildan lingkungan.
Ajarkan tehnik

relaksasi.
Anjurkan untuk minum

sertasesak.

susuhangat.

Peningkatan
vaskularisasidan
proliferasi jaringanakibat

pengaruh estrogen.

Perdarahan gusi.

Diet yang seimbang.

Adekuat protein bagi

ibuhamil.
Makan sayur dan

buah- buahan.
Jaga kebersihan gigi
dan gusi.

Peningkatan
vaskularisasi, penurunan
kapasitas blas oleh
pembesaran uterus dan

Batasi minum pada


malamhari.
Kolaborasi, bila ada

presentasi janin.

Peningkatanfrekuensi
BAK secara urgensi.

Kegel exercise.

nyeri dan panas.

Tidak diketahui pasti,


kemungkinan perubahan

Hindari bau-bauan

hormonal HCG, emosional

yang merangsang.
Hindari perut kosong

ambivalen dan penolakan


terhadap kehamilan.

yang terlalu lama.


Anjurkan makan porsi

Nausea dan vomitus.

kecil tapi sering.

Menurunnya GIT, dan


meningkatnya bakteri
yang memproduksi gas.

Anjurkan makanan padat.

Hindari makan
makanan yang
mengandung gas dan

reabsorpsiair ,

Kembung.

banyak lemak.

Motilitas GIT ,

teratur.

penekanan anus oleh


uteri.

Exercise dan BAB

Anjurkan minum 6-

8gelas/hari.
Anjurkan makan
makanan berserat.

Pengaruh
o

Konstipasi.

hormon, peningkatan
beban oleh pembesaran
uterus.

Hindari berdiri/duduk
yang terlalu lama.
Hindari memakai
pakaian yang ketat.
Exercise teratur dan
saat istirahat dengan
kaki dan pinggang
lebih tinggi.

Tekanan emosional,
Varices vena.

gangguan pada mata,

Berikan emosional support.

peningkatan vaskuler,

Prenatal teaching dan


relaksasi.

menyebabkan kongesti.

Penekanan / pembesaran
uterus terutama bila

Istirahat atau relaksasi.


Pertahankan posisi

beraktivitas / berjalan.

tubuhdengan tepat
dan benar.

Penekanan saraf yang


mensuplai bagian

Sakit kepala.

ekstrimitas bawah oleh

sirkulasi pada bagian


paha dan perifer.
Posisi duduk yang lebih
lama, serta postur tubuh
tertekan pada perineum.

Kram kaki.

yang salah, menggunkan


pakaian yang ketat.

Periksa human sign.


Massage dengan
berikan kompres

pembesaran uterus,
penurunan cairan

Rasa tidak nyaman atau

hangat.
Peningkatan suplai Ca

dan Fosfat.
Anjurkan minum susu.

Istirahat dengan posisi


kakiyang lebih tinggi.
Exercise.

Oedema pada kaki.

E. JADWAL PEMERIKSAAN ANTENATAL


Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, kunjungan pelayanan
antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan,
ketentuan waktu sebagai berikut:
1. Minimal 1 kali pada trimester pertama = K1
2. Minimal 1 kali pada trimester kedua = K2
3. Minimal 2 kali pada trimester ketiga = K3 & K4
Apabila terdapat kelainan atau penyulit kehamilan, seperti mual, muntah,
keracunan kehamilan, perdarahan, kelainan letak dan lain-lain frekuensi
pemeriksaan disesuaikan dengan kebutuhan.
Dalam sumber lain juga disebutkan interval kunjungan pada pemeriksaan
prenatal yaitu setiap 4 minggu sekali sampai minggu ke-28, kemudian
setiap 2-3 minggu sekali sampai minggu ke-36, dan sesudahnya setiap
minggu.
F. STANDAR MINIMAL PELAYANAN ANTENATAL
Dalam pelaksanaan operasionalnya, dikenal Standar Minimal Pelayanan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Antenatal 7T, yang terdiri dari:


Timbang berat badan
Ukur tekanan darah
Ukur tinggi fundus uteri
Pemberian imunisasi TT (Tetanus Toksoid) lengkap
Pemberian tablet zat besi, minimal 90 hari selama kehamilan
Test terhadap penyakit menular seksual, HIV/AIDS dan malaria
Temu wicara/ (konseling) dalam rangka persiapan rujukan

E. PATWAY
Terlampir
F. PEMERIKSAAN ANTENATAL
Pemeriksaan kehamilan terbagi dalam:
a. Anamnesa
Anamnesa pada kunjungan pelayanan antenatal pertama dari ibu
hamil meliputi:
1. Identifikasi ibu (nama, nama suami, usia, pekerjaan, agama &
alamat ibu)
2. Keluhan utama atau apa yang diderita, apakah ibu datang untuk
memeriksakan kehamilan atau ada masalah lain
3. Riwayat haid, untuk mengetahui faal alat kandungan
4. Riwayat perkawinan
5. Riwayat kehamilan sekarang, meliputi:
HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)

Gerak janin (kapan mulai dirasakan apakah ada perubahan)


Masalah atau tanda-tanda bahaya (termasuk pengelihatan

kabur)
Keluhan-keluhan yang lazim pada kehamilan
Penggunaan obat-obatan (termasuk jamu-jamuan)
Kekhawatiran-kekhawatiran lain yang dirasakan
6. Riwayat kebidanan yang lalu, meliputi:
Berapa kali hamil, anak yang lahir hidup, persalinan tepat
waktu, persalinan premature, keguguran atau kegagalan
kehamilan, persalinan dengan tindakan (dengan forcep, vakum,

ekstraksi atau operasi caesar)


Perdarahan pada kehamilan, persalinan, kelahiran atau paska

persalinan
Persalinan yang lalu: spontan atau buatan, aterm atau

premature, perdarahan, siapa yg menolong


Riwayat hipertensi
Melahirkan janin dengan BB <2,5 kg atau >4 kg
Nifas dan laktasi
Bayi yg dilahirkan: jenis kelamin, BB & panjang badan, hidup

atau mati, bila mati umur berapa & penyebabnya


Masalah-masalah lain yg dialami
7. Riwayat kesehatan (penyatkit yg pernah diderita), meliputi:
penyakit kardiovaskuler, TB paru, hepatitis B, diabetes, hipertensi,
PMS atau HIV/AIDS, malaria, status imunisasi TT, dll.
8. Riwayat keluarga meliputi penyakit keturunan, anak kembar,
penyakit menular, dll
9. Riwayat sosial ekonomi & budaya meliputi:
Status perkawinan
Riwayat KB
Reaksi orangtua dan keluarga terhadap kehamilan ini
Dukungan keluarga
Pengambil keputusan dalam keluarga
Kebiasaan makan dan gizi yang dikonsumsi (gizi seimbang),

dengan perhatian pada vitamin A dan zat besi


Kebiasaan hidup sehat meliputi kebiasaan merokok, minum

obat/alcohol/obat tradisional, & olahraga


Beban kerja & kegiatan sehari-hari
Tempat melahirkan & penolong yg diinginkan

Menentukan Taksiran Persalinan


Untuk siklus 28 hari:
HPHT (+7), bulan (-3), tahun (+1) = tanggal persalinan
Untuk siklus 35 hari:
HPHT (+14), bulan (-3), tahun (+1) = tanggal persalinan
Rumus tersebut tidak dapat digunakan apabila:
1. Ibu mempunyai riwayat haid yang tidak teratur atau tidak haid
2. Ibu hamil saat masih menyusui dan belum pernah haid lagi

3. Ibu hamil setelah berhenti mengkonsumsi pil KB dan belum haid


lagi
b. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik pada kunjungan antenatal pertama meliputi
komonen:
1. Pemeriksaan Luar
a. Pemeriksaan umum
Keadaaan umum ibu, keadaan gizi, kelainan bentuk badan,

kesadaran
Adakah anemia, cyanose, icterus atau dyspnoe
Keadaan jantung dan paru, periksa suhu badan, TD, denyut

nadi, dan pernapasan


Oedema
TB
BB
Reflek
Pemeriksaan laboratorium sederhana bila ada, untuk kadar Hb,

golongan darah dan urine rutin


b. Pemeriksaan Kebidanan
Inspeksi
Kepala dan leher
Dada: bentuk payudara, pigmentasi putting susu, keadaan
putting susu (simetris atau tidak), keluarnya kolostrum

(dilakukan pemeriksaan setelah usia kehamilan >28 minggu)


Perut: membesar kedepan atau kesamping (acites), keadaan
perut, linea alba, ada gerakan anak atau tidak, kontraksi rahim,

striae gravidarum, & bekas luka operasi


Vulva: keadaan perineum, varices, tanda Chadwick, fluor dan

condyloma
Anggota bawah: cari varises, oedema, luka

Palpasi
Periksa raba dilakukan untuk menentukan:

Besarnya rahim untuk menentukan tuanya kehamilan


Letak anak dalam rahim

Cara melakukan palpasi menurut Leopold terdiri atas 4 bagian,


yaitu: (Manuaba, 1998)
Leopold 1

Pemeriksa menghadap ke arah muka ibu hamil


Menentukan tunggi fundus uteri dan bagian janin
dalam fundus
Konsistensi fundus

Leopold 2

Menemukan batas samping rahim kanan-kiri


Menentukan letak punggung janin
Pada letak lintang, tentukan dimana kepala janin

Leopold 3

Menentukan bagian terbawah janin


Apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk atau
masih goyang

Leopold 4
Pemeriksa menghadap ke kaki ibu hamil
Bisa juga menentukan bagian terbawah janin apa dan
berapa jauh janin sudah mask pintu atas panggul

Mengukur usia kehamilan dengan TFU:


TFU (cm) = tua kehamilan dalam bulan
3,5 cm
Auskultasi
Digunakan stetoskop atau Doppler, untuk mendengan bunyi jantung
janin, bising tali pusat, gerakan janin, bising rahim, bunyi aorta, dan
bising usus.
2. Pemeriksaan Dalam
Pemeriksaan dalam dilakukan pada saat kunjungan pertama
pemeriksaan antenatal pada hamil muda dan sekali lagi pada
kehamilan trimester III untuk menentukan keadaan panggul
Pemeriksaan Antenatal Ulangan

Yang dimaksud dengan kunjungan ulang yaitu setiap kunjungan


pemeriksaan antenatal yg dilakukan setelah kunjungan pemeriksaan
antenatal pertama. Kinjungan ulang lebih diarahkan untuk mendeteksi
kompliaksi-komplikasi, mempersiapkan kelahiran, dan mendeteksi
kegawatdaruratan, pemeriksaan fisik yang terarah serta penyuluhan
bagi ibu hamil.
Pemeriksaan antenatal ulangan meliputi:

Riwayat kehamilan sekarang: gerak janin, setiap masalah atau


tanda bahaya, keluhan-keluhan lazim dalam kehamilan,

kekhawatiran-kekhawatiran lain
Pemeriksaan fisik: BB, TD, pengukuran TFU, palpasi abdomen
untuk mendeteksi kehamilan ganda, maneuver Leopold, bunyi

jantung janin, menghitung taksiran BB janin


Pemeriksaan laboratorium:khususnya terhadap protein dalam urin,
pemeriksaan laboratorium lainnya dilakukan apabila ada indikasi
Ringkasan Penilaian dan Penanganan Ibu Hamil
Kunjungan

Kunjungan

Kunjungan

Kunjungan

II

III

IV

jika ada

Jika ada

Jika ada

Pemeriksaan kebidanan (luar)


Pemeriksaan kebidanan

indikasi

indikasi

indikasi

(dalam)
Pemeriksaan laboratorium

Jika ada

Jika ada

Cek Hb &

indikasi

indikasi

periksa

Variabel Penilaian & Penanganan


1. Penilaian antenatal:
Riwayat kehamilan
Riwayat kebidanan
Riwayat kesehatan
Riwayat sosial
Pemeriksaan umum

lab lain
jika ada
indikasi
2. Penanganan:
Pemberian Tetanus Toksoid
Pemberian tablet tambah
darah
Konseling umum
Konseling khusus
Perencanaan persalinan
Perencanaan penanganan
komplikasi

Sesuaikan

Sesuaikan

Sesuaikan

Sesuaikan

Memperku Memperkuat

Memperku

90 hari

Jika ada
indikasi

at
Jika ada
indikasi

Jika ada
indikasi

c. Diagnosa
Setelah dilakukan anamesa & pemeriksaan fisik, maka dapat
ditegakkan diagnosa. Selain itu dapat pula diketahui:

at
Jika ada
indikasi

Hamil atau tidak


Primi atau multigravida
Usia kehamilan
Janin hidup atau mati
Janin tunggal atau kembar
Letak anak
Anak intra atau extrauterin
Keadaan jalan lahir
Keadaan umum penderita
d. Prognosa
Prognosa atau ramalan persalinan dibuat setelah ditegakkan diagnose.
Prognosa persalinan dapat diperkirakan apakah akan berjalan normal
dan lahir spontan atau sulit dan berbahaya.
e. Terapi
Tujuan terapi pada ibu hamil adalah untuk mencapai derajat kesehatan
yang setinggi tingginya dalam kehamilan & menjelang persalinan.
Berikan konseling pada ibu hamil mengenai kehidupan waktu hamil,
hygiene dan gizi, pemeriksaan antenatal, tanda-tanda bahaya, dll.

G. SKOR POEDJI ROKHJATI


Skor awal ibu hamil:
1. Terlalu muda hamil 16 th
2. Terlalu tua hamil I 35 th
Terlalu lambat hamil, kawin 4 th
3. Terlalu lama hamil lagi 10 th
4. Terlalu cepat hamil lagi 2 th
5. Terlalu banyak anak, 4/lebih
6. Terlalu tua umur 35 th
7. Terlalu pendek 145 cm
8. Pernah gugur kehamilan
9. Pernah melahirkan dengan:
Tarikan tang/vakum
Uri dirogoh
:4
Diberi infuse/transfuse
10. Pernah operasi Caesar
11. Bengkak pada muka, tungkai, hipertensi
12. Hamil kembar 2/lebih
13. Hamil kembar air/hidroamnion
14. Penyakit pada ibu hamil
Kurang darah
Malaria
:4
TB paru
:4
Payah jantung
DM/kencing manis
PMS
15. Bayi mati dalam kandungan
16. Kehamilan lebih bulan
17. Letak sungsang
18. Letak lintang
19. Perdarahan dalam kehamilan ini
20. PEB/kejang

:2
:4
:4
:4
:4
:4
:4
:4
:4
:4
:8
:4
:4
:4
:4
:4

:4
:4
:4
:4
:4
:8
:8
:8
:8

Bila skor 14, disarankan untuk bersalin di Rumah Sakit atau di Sp.OG
H. PEMERIKSAAN PENUNJANG

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
I.

Hematologi : leukosit : 10.000 11.000


Hb : 11 14 gr
Ht : 33 %
Deteksi HCG pada urin / darah
DSG
Sitologi : PAP Smear
Kultur getah serviksherpes, trichomonas

KONSEP-KONSEP ANTENATAL
1. Pengkajian Data Dasar Klien
a) AKTIFITAS / ISTIRAHAT
BP (8-12 mg) kembali pada tingkat pra kehamilan selama
setengah kehamilan terakhir , HR dapat meningkat 10-15 dpm,
Episode Sinkop, sedikit edema padavekstremitas bawah/atas,
mungkin pada trimester akhir.
b) INTEGRITAS EGO : menunjukkan perubahan persepsi diri
c) ELIMINASI : Konstipasi, miksi , BJ urine , haemoroid
d) MAKANAN & CAIRAN
o morning sickness (TM I), nyeri ulu hati,
o Penambahan BB ( 8 12 kg), hipertrofi gusi (berdarah)
o Anemi fisiologis (Hemodilusi)
e) NYERI / KETIDAK NYAMANAN
Kram kaki, nyeri tekan dan bengkak payudara & punggung,
f)

Braxton Hicks terlihat setelah 28 minggu.


PERNAFASAN
RR , hidung tersumbat, mukosa lebih banyak daripada normal,

pernapasan thorax.
g) KEAMANAN
Suhu : 36,1o 37,6 o C ,
DJJ ( 12 mgg dg dopler, 20 mgg dg fetoskop)
Gerakan janin ( 20 mgg)
Quickening (sesuai gerakan janin pada abdomen) diantara 1620 minggu
Ballotement ada pada bulan keempat dan kelima
h) SEKSUALITAS
Perubahan seksualitas, leukorea, peningkatan uterus
Payudara , pigmentasi
Penghentian menstruasi
Pembesaran jaringan adiposa
Peningkatan vaskularisasi lunak bila dipalpasi
Goodell, Hegar, Chadwiks
i)

INTERAKSI SOSIAL
Denial, maturasi/perkembangan bervariasi dan dapat mundur
dengan stresor kehamilan, aseptent, respon anggota keluarga lain
dapat bervariasi dan positif dan mendukung sampai disfungsional.

2. Diagnosa Keperawatan
a) Pada Trimester Pertama

Risiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubngan dengan perubahan nafsu makan mual, muntah
keuangan yang tidak mencukupi, tidak normal peningkatan

kebutuhan metabolic atau nutrisi.


Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik dan

pengaruh hormol
Risiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan
dengan gangguan masukan dan atau kehilangan cairan yang

berlebihan (muntah), peningkatan kebutuhan cairan.


Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenal pekerjaan,
kehamilan yang normal berhubungan dengan kurang
pengetahuan tentang perubahan fisiologis atau psikologis yang

normal dan dampaknya terhadap klien atau keluarga


Resiko tinggi cedera terhadap janin berhubungan dengan

malnutrisi ibu
Risiko tinggi terhadap konstipasi berhubungan dengan
relaksasi, peningkatan absorpsi air di saluran GI adanya

hemoroid, mengkonsumsi suplemen zat besi.


Risiko tinggi infeksi terhadap kandung kemih berhubungan
dengan hygiene buruk, ketidakcukupan pengetahuan untuk

menghindari pemajanan tehadap pathogen.


Risiko tinggi terhadap gangguan citra tubuh berhubungan
dengan persepsi tentang perubahan fisik psikososio budaya

dan keyakinan spiritual


Koping keluarga potensial terhadap pertumbuhan berhubungan

demam kebutuhan klien dan keluarga cukup terpenuhi.


Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan kurang
pengetahuan oleh keterampilan tentang perubahan fungsi

struktur tubuh, perubahan tingkat kenyamanan.


Risiko terhadap perubahan penampilan berhubungan dengan
krisis maturasi.

b) Pada Trimester Kedua


o Risiko tinggi terhadap gangguan citra tubuh berhubungan
o

dengan persepsi perubahan biofisik, respon orangg lain.


Ketidakefektifan pola pernapasan berhubungan dengan

pergeseran diafragma karena perbesaran uterus


Kurang pengetahuan ( kebutuhan belajar) mengenal kemajuan
alamiah dari kehamilan berhubungan dengan terus
membutuhkan informasi sesuai perubahan trimester kedua

yang dialami.
Risiko tinggi terhadap cidera pada janin berhubungan
dengan masalah kesehatan ibu, pemajanan pada teratogen
atau agen infeksi.

Risiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan berhubungan


dengan perubahan mekanisme regulator retensi natrium atau

air.
c) Pada Trimester Ketiga
o Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik,
o

pengaruh hormonal
Kurang pengetahuan mengenai persiapan untuk persalinan
atau kelahiran, perawatan bayi berhubungan dengan kurang

pengetahuan, kesalahan interpretasi informasi.


Risiko tinggi terhadap harga diri situasional rendah
berhubungan dengan masalah mengenai kemampuan untuk

menyelesaikan tugas kehamilan atau kelahiran anak.


Perubahan eliminasi urine behubungan dengan pembesaran

uterus, peningkatan tekanan abdomen.


Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pola
tingkat aktivitas stress, psikologis ketidakmampuan untuk

mempertahankan kenyamanan.
Risiko tingi terhadap koping individual atau keluarga tidak
efektif berhubungan dengan krisis situasi atau maturasi,
kerentanan pribadi, persepsi tidak realities, metode koping yang
tidak adekuat.

3. Intervensi Keperawatan
a) Pada Trimester Pertama
Dx 1
Diagnosa Keperawatan/

Rencana keperawatan

Masalah Kolaborasi

Tujuan dan Kriteria Hasil

Ketidakseimbangan

NOC:

nutrisi kurang dari

kebutuhan tubuh

Nutritional status:

Intervensi

Kaji adanya alergi makanan


Kolaborasi dengan ahli gizi untuk

Adequacy of nutrient

menentukan jumlah kalori dan nutrisi

Nutritional Status :

yang dibutuhkan pasien

Berhubungan dengan :

Ketidakmampuan untuk

food and Fluid Intake Yakinkan diet yang dimakan


c Weight Control
mengandung tinggi serat untuk
Setelah dilakukan
mencegah konstipasi

memasukkan atau
mencerna nutrisi oleh
karena faktor biologis,

tindakan keperawatan

psikologis atau ekonomi.

selama.nutrisi kurang

DS:
-Nyeri abdomen
-Muntah

catatan makanan harian.


teratasi dengan indikator: Monitor adanya penurunan BB dan gula
Albumin serum
darah
Pre albumin serum
Monitor lingkungan selama makan

-Kejang perut

Hematokrit

-Rasa penuh tiba-tiba

Hemoglobin

setelah makan

Ajarkan pasien bagaimana membuat

Jadwalkan pengobatan dan tindakan


tidak selama jam makan

DO:

Total iron binding

-Diare

capacity

-Rontok rambut yang

Monitor turgor kulit


Monitor kekeringan, rambut kusam, total

Jumlah limfosit

berlebih

protein, Hb dan kadar Ht


Monitor mual dan muntah

-Kurang nafsu makan

Monitor pucat, kemerahan, dan

-Bising usus berlebih

kekeringan jaringan konjungtiva

-Konjungtiva pucat

Monitor intake nuntrisi

-Denyut nadi lemah

Informasikan pada klien dan keluarga


tentang manfaat nutrisi
Kolaborasi dengan dokter tentang
kebutuhan suplemen makanan seperti
NGT/ TPN sehingga intake cairan yang
adekuat dapat dipertahankan.
Atur posisi semi fowler atau fowler tinggi
selama makan
Kelola pemberan anti emetik:.....
Anjurkan banyak minum
Pertahankan terapi IV line
Catat adanya edema, hiperemik,
hipertonik papila lidah dan cavitas oval

b) Pada Trimester kedua


Dx. 1
Diagnosa Keperawatan/
Masalah Kolaborasi

Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria

Intervensi

Hasil
Gangguan body image

NOC:

berhubungan dengan:

Body image

Body image enhancement

Biofisika (penyakit kronis),

Self esteem

kognitif/persepsi (nyeri kronis),

Setelah dilakukan

kultural/spiritual, penyakit,

tindakan keperawatan

Monitor frekuensi mengkritik dirinya

krisis situasional,

selama . gangguan

Jelaskan tentang pengobatan,

trauma/injury, pengobatan

body image

perawatan, kemajuan dan

(pembedahan, kemoterapi,

pasien teratasi dengan

prognosis penyakit

radiasi)

kriteria hasil:

DS:

Body image positif

Depersonalisasi bagian
tubuh

Mampu

NIC :
Kaji secara verbal dan nonverbal
respon klien terhadap tubuhnya

Dorong klien mengungkapkan


perasaannya

Identifikasi arti pengurangan melalui


pemakaian alat bantu

Perasaan negatif tentang

mengidentifikasi

tubuh

kekuatan personal

Fasilitasi kontak dengan individu

lain dalam kelompok kecil

Secara verbal menyatakan Mendiskripsikan


perubahan gaya hidup

secara faktual
perubahan fungsi

DO :
-

tubuh

Perubahan aktual struktur


dan fungsi tubuh

Kehilangan bagian tubuh

Bagian tubuh tidak

Mempertahankan
interaksi sosial

berfungsi

c) Pada trimester ketiga


Dx. 2
Diagnosa Keperawatan/
Masalah Kolaborasi

Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

Kurang Pengetahuan

NOC:

NIC :

Berhubungan dengan :

Kowlwdge : disease

keterbatasan kognitif,
interpretasi terhadap
informasi yang salah,

process
Kowledge : health

Kaji tingkat pengetahuan pasien dan


keluarga

Behavior

Jelaskan patofisiologi dari penyakit


dan bagaimana hal ini berhubungan

kurangnya keinginan untuk

Setelah dilakukan

dengan anatomi dan fisiologi, dengan

mencari informasi, tidak

tindakan keperawatan

cara yang tepat.

mengetahui sumber-sumber

selama . pasien

informasi.

menunjukkan

biasa muncul pada penyakit, dengan

pengetahuan tentang

cara yang tepat

proses penyakit dengan


DS: Menyatakan secara

kriteria hasil:

verbal adanya masalah

Pasien dan keluarga

DO: ketidakakuratan

pemahaman tentang

perilaku tidak sesuai

penyakit, kondisi,

Pasien dan keluarga

dijelaskan secara

Sediakan informasi pada pasien


tentang kondisi, dengan cara yang
tepat

Sediakan bagi keluarga informasi


tentang kemajuan pasien dengan

mampu melaksanakan
prosedur yang

Identifikasi kemungkinan penyebab,


dengan cara yang tepat

prognosis dan
program pengobatan

Gambarkan proses penyakit, dengan


cara yang tepat

menyatakan

mengikuti instruksi,

Gambarkan tanda dan gejala yang

cara yang tepat

Diskusikan pilihan terapi atau


penanganan

benar

Pasien dan keluarga

Dukung pasien untuk mengeksplorasi


atau mendapatkan second opinion

mampu menjelaskan

dengan cara yang tepat atau

kembali apa yang

diindikasikan

dijelaskan perawat/tim

Eksplorasi kemungkinan sumber atau

kesehatan lainnya

dukungan, dengan cara yang tepat

DAFTAR PUSTAKA

Winkjosastro, Hanifa, Prof. dr. SPOG. Ilmu Kebidanan 2005. yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohajo
Bagian obstetric dan Genekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjoran
bandung. Obstetri Fisiologi. 1983. Elemen : Bandung
Menuaba, Ida bagus Gde. 1998. Ilmu kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB
untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : FGC.

PATHWAY

Trisemester III
TRIMESTER III
Perubahan fisiologis

Perubahan
psikologis

Pembesaran uterus

Sistem endokrin

Persiapan

Retensi H2O & Na+

melahirkan

Perub.skelet &

Menekan paru

persendian

Ekspansi paru

Urine output

Vasokontriksi

pengetahuan

Berat uterus

menurun

menurun,

pembuluh

Ansietas

menigkat

Gangguan

volume plasma

darah

Perub.pusat

pola nafas

meningkat,

TD meningkat

gravitasi tubuh

tekanan

Hipertrofi

Menekan saraf

hidrostatik

ventrikel

sekitar

menurun

Penurunan

Pelepasan

Edema

cardiac output

mediator nyeri

ekstremitas

Resiko cidera

(prostaglandin,

Kelebihan

janin &

histamin)

volume cairan

maternal

Nyeri

Primi:kurang