Anda di halaman 1dari 6

KAJIAN TEORITIK TERHADAP MODEL ATOM HELIUM BERDASARKAN

METODE HARTREE-FOCK
Oleh :
Inofator Yusman Ponco Daeli dan Wipsar Sunu Brams D,Ph.D
1. Mahasiswa Program Studi Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
2. Dosen Program Studi Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
Email:inofator.daeli@gmail.com
Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk i) memodelkan atom Helium melalui metode


pendekatan Hartree-Fock, ii) Membandingkan gambaran Schrodinger dari teori
gelombang Schrodinger dan metode Hartree-Fock, iii) dan menentukan kuantitas
kerapatan dan energi atom Helium tanpa interaksi antar elektron melalui metode
pendekatan Hartree-Fock.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Hartree-Fock untuk
menentukan profil kerapatan dan pemodelan atom Helium. Metode Hartree-Fock
merupakan salah satu metode pendekatan untuk mencari kerapatan dan energi keadaan
dasar suatu sistem fisis. Pertama, dideskripsikan terlebih dahulu atom Helium menurut
mekanika kuantum Schrodinger. Selanjutnya, diturunkan persamaan self-consistent field
(SCF) untuk atom Helium. Dari persamaan yang dihasilkan didapatkan persamaan energi
dan kerapatan atom Helium.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa
* | | +] , - (
persamaan Self-Consistent-Field yang dihasilkan [

* | | +] , - (
| | ) , - dan [
| | ) , -. Kuantitas kerapatan
untuk tiap-tiap elektron adalah , sehingga kerapatan totalnya
. Energi atom Helium
yang dihasilkan melalui pendekatan metode Hartree-Fock adalah

.
Katakunci: Metode Hartree-Fock, atom Helium, satu dimensi, kerapatan.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Setiap atom, molekul, ataupun
kristal mempunyai interaksinya masingmasing. Banyak ilmuwan yang telah
meneliti karakteristik sebuah partikel.
Namun, dikarenakan ukurannya yang
sangat kecil, maka sebuah partikel hanya
dapat diamati dengan bantuan alat seperti
mikroskop elektron. Dengan demikian,
dikembangkan teori-teori yang hingga
saat ini merupakan model dari hasil
kajian teoritis. Model ini didasarkan pada

teori mekanika kuantum dengan berbagai


metode pendekatan.
Kemajuan ilmu pengetahuan di
bidang
kuantum
ditandai
oleh
ditemukannya teori mekanika kuantum
gelombang
Schrodinger.
Dalam
persamaan Schrodinger terdapat kuantitas
fungsi gelombang. Fungsi gelombang ini
pada
prinsipnya
memberikan
(menyimpan) informasi yang lengkap
tentang sifat-sifat fisis suatu sistem.
Schrodinger merumuskan ide tentang
sistem mekanika gelombang untuk
mengetahui informasi-informasi yang

termuat dalam sebuah atom. Namun,


persamaan Schrodinger tidak dapat
digunakan untuk mencari solusi sistem
atom yang lebih kompleks daripada atom
Hidrogen. Dalam persamaan Schrodinger
yang berkaitan dengan Hamiltonian
khususnya untuk atom Helium, tidak ada
penyelesaian secara eksak karena adanya
interaksi antara kedua elektron. Oleh
sebab itu, diperlukan sebuah metode
pendekatan untuk dapat mempelajari
atom Helium. Salah satu metode
pendekatan yang cukup kompleks adalah
metode Hartree-Fock.
Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah
1. Memodelkan atom Helium melalui
metode pendekatan Hartree-Fock.
2. Membandingkan
gambaran
Schrodinger dan metode HartreeFock.
3. Menentukan kuantitas energi dan
kerapatan atom Helium melalui
metode pendekatan Hartree-Fock,
tanpa melalui analisis numerik.
KAJIAN PUSTAKA
Persamaan Schrodinger
Kemajuan ilmiah di bidang fisika,
terutama dunia mikroskopik, ditandai
oleh pesatnya penelitian mekanika
kuantum pada awal abad ke-20. Salah
satu penggagas teori mekanika kuantum
modern adalah Erwin Schrodinger (18871961), seorang ilmuwan asal Wina,
negara Austria. Ia mengeluarkan sebuah
teori yang dikenal sekarang sebagai
gambaran Schrodinger tentang mekanika
kuantum. Penggunaan teori ini untuk
mengetahui atau mendeskripsikan gejala
interaksi yang terjadi pada atom, seperti
kerapatan elektron, jarak antar elektron,
dan energi elektron pada keadaan dasar.
Teori ini dimulai dengan suatu bentuk
persamaan umum diferensial orde dua

yang
disebut
sebagai
persamaan
Schrodinger (dalam satu dimensi) yaitu:
*

( )+ ( )

( )

( )

Atom Helium
Helium adalah unsur kimia yang
tak berwarna, tak berbau, tak berasa, tak
beracun, hampir inert, monoatomik, dan
merupakan unsur pertama pada seri gas
mulia dalam tabel periodik. Titik didih
(
K) dan titik leburnya (
K)
merupakan yang terendah dibandingkan
unsur-unsur lain dan hanya ada dalam
bentuk gas, kecuali dalam kondisi
ekstrim. Kondisi ekstrim terjadi apabila
atom Helium dimasukkan pada ruangan
yang bertekanan tinggi, sehingga atom
Helium berubah menjadi super fluid.
Helium memiliki sifat-sifat yang
unik, yaitu sebagai satu-satunya benda
cair yang tidak dapat diubah bentuknya
menjadi benda padat hanya dengan
menurunkan suhu. Unsur ini tetap dalam
bentuknya yang cair sampai
kelvin
pada tekanan normal, tetapi akan segera
berbentuk padat jika tekanan dinaikkan.
Atom Helium merupakan atom
netral yang terletak pada golongan VIII A
dan periode 2 yang tertera dalam sistem
tabel periodik. Dalam keadaan netral
atom ini terdiri dari dua elekron dan inti
yang terdiri dari dua proton dan dua
neutron.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pemodelan Atom Helim
Atom Helium memiliki sebuah
inti yang terdiri dari dua buah proton dan
dua buah neutron yang dikelilingi oleh
dua elektron. Oleh karena itu,
pemodelannya
telah
diatur
oleh
persamaan Schrodinger dengan bentuk
berikut:

( )

Persamaan Self-Consistent-Field (SCF)


Ketika atom Helium berada dalam
keadaan dasar, maka fungsi gelombang
dari tiap-tiap elektron dapat dipilah
menjadi,
(
)
, - , ( )
Aplikasi
metode pendekatan
Hartree-Fock terhadap atom Helium
memberikan solusi dengan persamaan
berikut:
(

) , - , -

, - , ( )
Selanjutnya, ruas kiri dan kanan
persamaan di atas dikalikan dengan
, - (konjugat kompleks dari , -)
dan diintegralkan terhadap , sehingga
diperoleh

, -(

[ | |

| | ] , , ( )
Hal serupa dapat dilakukan dalam
menentukan persamaan SCF untuk
elektron kedua didasarkan persamaan (5).
Pertama, dituliskan kembali persamaan
(5), yakni:

, -(
(

) , - , -)

, - , - , -)

Selanjutnya bentuk persamaan di atas


disederhanakan menjadi bentuk berikut:
, -

, - , -

, -

, - , -

, -

, -

, -

, -

) , - , -)

Dengan demikian diperoleh


, - , -

( )

, -)

Selanjutnya digunakan nilai harap


(hamiltonian) untuk elektron pertama
yakni:
| |

, - , -}

( )

Jika diasumsikan bahwa orbital


telah dinormalisasi, maka penjabaran
persamaan (4) menghasilkan
| | , (

, -(

, -

, ) , -}) , ( )

Diandaikan,
interaksi
antara
kedua elektron dituliskan sebagai berikut:
| |

, -(

) , -} ( )

Persamaan di atas merupakan


bagian penting dari metode hampiran
Self-Consistent-Field (SCF). Penggunaan
metode SCF untuk persamaan (5)
menghasilkan sebuah bentuk sebagai
berikut:

{ | |

| | }] , , ( )

Perbandingan
Kualitatif
Antara
Gambaran Schrodinger dan Metode
Semi Empirik Hartree-Fock
Untuk memberikan deskripsi yang lebih
jelas tentang metode Hartree-fock, ada
baiknya jika dalam pembahasan ini
dilakukan perbandingan kualitatif antara
metode Hartree-fock dan gambaran
Schrodinger. Untuk itu, dituliskan
kembali persamaan Schrodinger tak gayut
waktu yaitu:
(
) (
)
|

(
) ( )
Pertama, jelas dapat diamati
bahwa
jumlah
persamaan
antara
gambaran Schrodinger dan metode
Hartree-fock berbeda, yakni masingmasing 1 dan 2.
Persamaan (13) tidak dapat
dipisahkan menjadi dua persamaan yang

hanya bergantung pada masing-masing


fungsi gelombang tunggal setiap elektron
. Hal ini, sekali lagi disebabkan adanya
korelasi antara elektron pertama dan
kedua pada suku ketiga persamaan (13).
Seandainya persamaan (13) dapat
diselesaikan, maka hasilnya adalah eksak.
Dapat diamati bahwa metode
Hartree-Fock ini berasal atau diturunkan
dari gambaran Schrodinger. Dalam
penurunan persamaan Hartree-Fock pada
bagian sebelumnya, jelas tidak dilakukan
penyederhanaan terhadap gambaran
Schrodinger. Oleh karena itulah, kedua
metode
ini
tidak
mempermudah
penanganan interaksi antar elektron.
Hanya saja, metode Hartree-Fock
menyederhanakan
ruang
untuk
memanipulasi persamaan SCF agar sesuai
dengan gambaran empirik sistem atomik,
terutama jika jumlah elektron sistem
atomik cukup banyak. Hal ini disebabkan
metode Hartree-Fock telah mengaitkan
perata-rataan
(averaging)
terhadap
besaran tertentu dalam persamaan SCF.
Contoh Kasus Secara Analitik
Selanjutnya,
contoh
kasus
sederhana yang dapat dipelajari secara
analitik adalah sebuah kondisi dimana
salah satu elektron bergerak sangat jauh
dibandingkan elektron lain. Dengan
demikian, seandainya elektron kedua
( ) bergerak sangat jauh dari inti atom,
maka berlaku
Secara fisis, hal ini merupakan
gambaran atom Helium yang berkelakuan
seperti ion Helium. Dengan demikian,
persamaan SCF (9) dan (12) dapat
disederhanakan sebagai berikut:
, - (
| | ) , - ( )
, - (
| | ) , - ( )
Selanjutnya adalah diasumsikan
fungsi gelombang elektron pertama,

( )
dan fungsi gelombang
elektron kedua ( )
.
Dengan demikian, dapat dianalisis
dahulu nilai harap Hamiltonian dan akan
menghasilkan nilai energi untuk elektron
pertama, yakni
(

)
(

Nilai tersebut dapat ditentukan


menggunakan prinsip variasi, yaitu
dengan cara mendeferensialkan
terhadap
dan kemudian disamakan
dengan nol (membentuk persaman EulerLagrange).
Lebih lanjut, kuantitas kerapatan
atom Helium dapat diperoleh dengan
variabel bebasnya berupa
dan
sebagai jarak elektron pertama dan
elektron kedua dari inti atom.

Sehingga,
masukkan
fungsi
gelombang untuk elektron pertama pada
persamaan (17), menghasilkan kuantitas
kerapatan untuk elektron pertama sebagai
berikut

( ) ( )

dan kerapatan untuk elektron kedua

( ) ( )

Dengan demikian, kerapatan totalnya


adalah

Kemudian koefisien
kerapatan
persamaan diatas dapat dicarikan
solusinya dengan memberikan nilai
, maka dihasilkan nilai kuantitas
kerapatan untuk atom Helium sebesar
0,11
(
)

UCAPAN TERIMA KASIH


Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang
dilakukan
dapat
diambil
beberapa kesimpulan, yaitu:
1. Persamaan SCF untuk atom
Helium yang dihasilkan
[
(

* | | +] , | | ) , -

dan
[
(

2.

3.

* | | +] , | | ) , -

Perbedaan
gambaran
Schrodinger dan metode
Hartree-Fock
adalah
pertama,
gambaran
Schrodinger
bersifat
diferensial,
sedangkan
metode Hartree-Fock sudah
memakai
perata-rata.
Selanjutnya,
untuk
gambaran
Schrodinger
persamaannya tidak saling
berkaitan,
sedangkan
metode Hartree-Fock saling
berkaitan satu dan yang
kedua.
kuantitas
kerapatan
ditentukan
menggunakan
persamaan (21) dan (35)
menghasilkan suatu nilai
kerapatan

dan energi atom Helium


yang dihasilkan melalui
pendekatan metode HartreeFock adalah
.

/
.

Wipsar Sunu Brams Dwandaru, Ph.D,


selaku Dosen Pembimbing, yang dengan
penuh kesabaran memberikan bimbingan
dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
C. M.A, P. Soma and J. Tomaszewski.
Dynamic
and
thermodynamic
properties of solid helium in the
reduced
all-neighbours
approximation of the self-consistent
phonon theory physica status
solidi (b), Volume 240, Issue 1
Diakses
dari
http://www3.interscience.wiley.co
m/ tanggal 3 maret 2013 jam 19.14
WIB.
David, C.W. A Hartree-Fock Example
Using Helium. University of
Connecticut.
Diakses
dari
Carl.David@uconn.edu tanggal 2
Maret 2013 jam 15.45 WIB.
David,
C.W.
Hamiltonian
and
Schrodinger Equation for Heliums
electrons.
University
of
Connecticut.
Diakses
dari
Carl.David@uconn.edu tanggal 2
Maret 2013 jam 16.00 WIB.
Don L. A, G. R. Foulger & Anders.
Helium: Fundamental models.
Meibom (ditilik 5 April 2005).
Diakses
dari
http://www.mantleplumes.org/Heli
umFundamentals.html tanggal 2
April 2013 jam 20.23 WIB.
Fischer, CF. 1977. The Hartree-Fock
Method for Atom: Numerical
Approach. University of Minnesota,
Wiley.
Ghatak, A.K. and Lokanathan, S. 2004.
Quantum Mechanics: Theory and

Applications Volume 137 dari


Fundamental Theories of Physics.
Netherlands: Springer.
Halliday, D, Robert Resnick and Jearl
Walker. 2010. Fundamentals of
Physics. Nine Edition. USA: John
Wiley & Sons.
Pilar, F.P. 2001. Elementary Quantum
Chemistry Dover Books on
Chemistry Series Dover classics of
science and mathematics. New
York: Courier Dover Publications.
Sulistyani, E.T. Teori Fungsional
Densitas dan Penerapannya Pada
Struktur Atom. Yogyakarta: UGM.

Svanberg, S. 2004. Atomic and Molecular


Spectroscopy: Basic Aspects and
Practical Applications. Fourth
Edition. Germany: Springer.
Szabo, A. 1996. Modern Quantum
Chemistry:
Introduction
to
Advanced Electronic Structure
Theory. Maryland, Laboratory of
Chemical
Physics
National
Institutes of Health Bethesda, New
York: Dover Publications, INC.

Yogyakarta,

Juli 2013

Anda mungkin juga menyukai