Anda di halaman 1dari 37

PROSES INDUSTRI KIMIA II

INDUSTRI ETYLEN OKSIDA

DISUSUN OLEH :

Rut Purnama Sari

(061230400306)

Tri Rahma Agustiani

(061230400308)

KELAS: 4 KA
DOSEN PEMBIMBING : Ir. Hj. Erwana Dewi, M.Eng

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
2013-2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami hanturkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang berkat rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok penulisan Makalah Proses Industri
Kimia II tentang industri Etylen Oksida secara lancar dan dapat diselesaikan sesuai waktunya.
Makalah ini kami buat sebagai pendukung dan media alat dalam

program belajar

diperkuliahan .
Dan pada kesempatan ini kami sebagai pembuat makalah ingin mengucapkan terima
kasih kepada Ibu Ir. Erwana Dewi, S.T, M.Eng sebagai Dosen Pembimbing pada mata kuliah
Proses Industri Kimia II Di Politeknik Negeri Sriwijaya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
Makalah ini, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
dari segenap pembaca demi kebaikan dan kesempurnaan Makalah ini.

Palembang, 26 Maret 2014

Tim Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ 1
DAFTAR ISI....................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang........................................................................................................ 3
2. Tujuan..................................................................................................................... 3
3. Tinjauan Pustaka..................................................................................................... 4
BAB II DESKRIPSI PROSES
1.
2.
3.
4.
5.

Data Kuantitatif......................................................................................................
Bahan Baku............................................................................................................
Konsep Reaksi........................................................................................................
Langkah Proses.......................................................................................................
Diagram Alir Proses Pembuatan Etylen Oksida.....................................................

14
14
14
16

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Reaktor...................................................................................................................
Water Absorber.......................................................................................................
Desorber.................................................................................................................
Stripper...................................................................................................................
Heat Exchanger.......................................................................................................
Kompresor..............................................................................................................
Refining Still..........................................................................................................

17
17
17
18
19
20
21

BAB IV PENUTUP
1. Kesimpulan............................................................................................................. 22
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ 23

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan intermediate maupun bahan
jadi adalah salah satu jenis industri yang berkembang pesat. Salah satu bagian dalam
industri ini adalah industri kimia, baik yang memproduksi bahan baku kimia hulu maupun
hasil olahannya. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan bahan-bahan kimia
semakin besar sehingga pembangunan industri kimia perlu untuk ditumbuh kembangkan.
2

Salah satu bahan kimia yang banyak digunakan adalah Etilen Oksida. Bahan kimia yang
juga dikenal sebagai Epoksietan atau Oxirane ini banyak digunakan dalam industri kimia
dan farmasi. Secara langsung Etilen Oksida digunakan sebagai bahan desinfektan yang
efektif dan banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga. Bidang kedokteran biasa
memanfaatkan Etilen Oksida untuk mensterilkan peralatan-peralatan bedah, plastik dan
alat-alat lain yang tidak tahan panas yang tidak dapat disterilkan dengan uap.
Dalam bidang industri, penggunaan Etilen Oksida juga cukup luas. Derivatif etilen
oksida banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan detergen, kosmetik, farmasi dan
sebagainya.
Proyeksi kebutuhan etilen oksida dalam negeri semakin meningkat seiring dengan
peningkatan industri-industri yang menggunakannya. Oleh karena itu, maka pendirian
pabrik etilen oksida akan membawa dampak positif, hal ini disebabkan karena di Indonesia,
belum ada industri kimia yang memproduksi etilen oksida. Selama ini etilen oksida
diimpor dalam jumlah besar dari Singapura, Cina, Jerman, Amerika Serikat, Italia,
Spanyol, Jepang dan Perancis.
2. Tujuan
Tujuan pokok bahasan ini adalah mampu memahami pembuatan Etylen Oksida
mulai dari bahan baku hingga produk. Setelah mempelajari pokok bahasan ini, diharapkan
mahasiswa dapat :
-

Menentukan bahan baku, produk, hasil samping, buangan dalam proses industri Etylen

Oksida.
Menentukan sifat fisika dan kimia bahan baku.
Mengetahui proses pembuatan Etylen Oksida.
Menuliskan reaksi yang terjadi dalam proses.
Menjelaskan uraian proses dari diagram alir.

3. Tinjauan Pustaka
1. Sejarah Etylen Oksida
Etilen Oksida yang disebut juga oxirane atau epathane adalah senyawa organik
dengan rumus C2H4O. Etilen oksida adalah senyawa yang reaktif, biasanya reaksinya
dimulai dari terbakarnya struktur cincin dan umumnya bersifat eksothermis.Etilen
oksida Ini adalah eter siklik. Ini berarti bahwa ia terdiri dari 2 kelompok alkil yang
terikat pada atom oksigen dalam bentuk siklik (melingkar). Mudah terbakar di atas
suhu 51,3 F (10,7 C) gas ini tidak berwarna dengan bau yang manis samar-samar,
cincin beranggota tiga terdiri dari dua karbon dan satu atom oksigen. Karena struktur
molekul khusus, etilen oksida dengan mudah berpartisipasi dalam reaksi samping itu,
3

membuka siklus, dan dengan demikian mudah berpolimerisasi. Etilen oksida adalah
isomerik dengan asetaldehida.
Etilen oksida pertama dilaporkan pada tahun 1859 oleh kimiawan Prancis
Charles-Adolphe Wurtz yang mempersiapkannya dengan mencoba 2-kloroethanol
dengan KOH.
ClCH2CH2OH + KOH (CH2CH2)O + KCl + H2O
Wurtz mengukur titik didih etilen oksida 13.50C, sedikit lebih besar dari nilai
sekarang, dan menemukan kemampuan etilen oksida untuk bereaksi dengan asam dan
garam logam. Wurtz salah mengasumsikan etilen oksida merupakan basa organic.
Kesalah pahaman ini bertahan sampai 1896 ketika Georg Bredig menemukan etilen
oksida bukan elektrolite. Ini jelas berbeda dengan eter, khususnya, cenderung ikut
bereaksi mengadisi senyawa tak jenuh, telah lama menjadi bahan perdebatan. Pada
1893, struktur heterocyclic triangular pada etilen oksida telah diusulkan.
Metode pembuatan pertama sudah lama ditetapkan, meskipun beberapa
ilmuwan, termasuk Wurtz sendiri, memproduksi etilen oksida langsung dari etilen.
Pada 1931, kimiawan Prancis, Theodore Lefort, mengembangkan metode oksidasi
langsung etilen dengan katalis. Sejak 1940, hampir semua industri memproduksi etilen
oksida menggunakan proses ini. Sterilisasi dengan etilen oksida untuk pengawetan
bumbu dipatenkan pada 1938 oleh Kimiawan Amerika, Lloyd Hall. Etilen oksida
menjadi industry yang sangat penting selama perang dunia I sebagai precursor untuk
pendingin etilen glikol dan senjata kimia gas mustard.
Etilen oksida banyak digunakan dalam industri kimia dan farmasi. Secara
langsung Etilen Oksida digunakan sebagai bahan desinfektan yang efektif dan banyak
digunakan untuk keperluan rumah tangga. Bidang kedokteran biasa memanfaatkan
Etilen Oksida untuk mensterilkan peralatan-peralatan bedah, plastik dan alat-alat lain
yang tidak tahan panas yang tidak dapat disterilkan dengan uap. Dalam bidang industri,
penggunaan Etilen Oksida juga cukup luas. Derivatif etilen oksida banyak digunakan
sebagai bahan dasar pembuatan detergen, kosmetik, farmasi dan sebagainya.
2. Macam-Macam Proses Pembuatan Etylen Oksida
Proses pembuatan etilen oksida dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :
1. Proses Khlorohidrin
Proses khlorohidrin terdiri dari 2 langkah, yaitu proses pembuatan etilen
khlorohidrin sebagai bahan intermediate dan proses dehidrokhlorinasi etilen

khlorohidrin menggunakan sodium atau kalsium hidroksida. Reaksi yang berlangsung


adalah sebagai berikut :
CaO + Cl CaCl(OCl)
2
CaCl(OCl) + H O CaCl + 2 HOCl
2
2
HOCl + C H HOCH CH Cl
2 4
2 2
HOCH CH Cl + NaOH CH OCH + NaCl + H O
2 2
2
2
2
Reaksi pembentukan kalsium oksikhlorid berlangsung pada tekanan 2900 psi
dan suhu 20C dengan menggelembungkan gas khlor ke dalam slurry dari kapur dan
etilen. Selanjutnya gas khlor digelembungkan ke dalam larutan oksikhlorid sehingga
dihasilkan etilen khlorohidrin. Etilen oksida dihasilkan dengan mereaksikan etilen
khlorohidrin dengan sodium hidroksida pada suhu 15-25C dan tekanan 36 psi.
( Mc.Ketta, 1979 ).
2. Proses oksidasi langsung
a. Proses Oksidasi Langsung dengan Oksigen Teknis
Dalam proses terjadi reaksi utama yaitu pembentukan etilen Oksida dan reaksi
samping menghasilkan karbon dioksida dan air.
Reaksi utama:
C H +O C H O
2 4
2
2 4
Reaksi samping:
C H + 3 O 2CO + 2H O
2 4
2
2
2
C H O + 2,5 O 2CO + 2H O
2 4
2
2
2
Reaksi dijalankan dalam reaktor Fixed bed multitube pada tekanan 1,2 atm dan
suhu 290C dengan katalis perak pada penyangga Alumina. Konversi per passnya 15%
sedangkan selektivitas cukup tinggi yaitu sekitar 75%. Selain terbentuk etilen oksida,
terbentuk pula produk samping CO dan H O jadi perlu rangkaian CO absorber dan
2
2
2
CO stripper untuk menggurangi kandungan CO sebelum gas keluar absorber tersebut
2
2
direcycle ke reaktor.

Selain itu untuk mencegah efek eksplosivitas etilen terhadap oksigen, maka
perlu penambahan gas diluent berupa nitrogen murni atau ethan murni dalam siklus
reaktor. (Mc. Ketta, 1979)
b. Oksidasi langsung dengan udara
Dalam proses terjadi reaksi utama yaitu pembentukan etilen oksida dan reaksi
samping menghasilkan karbon dioksida dan air.
Reaksi utama:
C H +O C H O
2 4
2
2 4
Reaksi samping:
C H + 3 O 2CO + 2H O
2 4
2
2
2
C H O + 2,5 O 2CO + 2H O
2 4
2
2
2
Dengan digunakan udara dengan kadar nitrogen tinggi, maka tidak memerlukan
gas diluent untuk mencegah eksplotivitas dan juga berfungsi sebagai pendingin reaksi.
Pada reaksi dengan menggunakan udara sebagai oksidannya didapatkan hasil samping
CO

dan H O. Secara ekonomi lebih menguntungkan investasi. Selain itu tidak


2

diperlukannya diluent khusus pada saat proses reaksi berjalan. Namun demikian dengan
digunakannya udara sebagai oksidan yang mengandung banyak nitrogen, maka
diperlukan purging untuk mencegah akumulasi nitrogen. ( Mc.Ketta, 1979 )
Dari ketiga proses di atas dipilih proses oksidasi langsung, karena proses paling
sederhana dan bahan yang digunakan tidak terlalu berbahaya. Kelemahan proses ini
adalah konversi etilen keluar reaktor yang rendah. Hal ini diatasi dengan melakukan
recycle gas keluar reaktor yang telah diambil etilen oksidanya, kemudian mencampur
dengan umpan segar.
3. Kegunaan Produk
Etilen oksida umumnya digunakan sebagai bahan pensteril. Dalam kehidupan
sehari-hari digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan seperti pakaian, perabot rumah
tangga dan bahkan bulu binatang. Etilen oksida juga digunakan sebagai pestisida. Di
dunia kedokteran etilen oksida dikenal luas sebagai desinfektan peralatan bedah, bahanbahan plastik, dan alat-alat lain yang tidak tahan panas sehingga tidak dapat disterilkan
dengan uap pada suhu tinggi. Kegunaan Etylen Oksida:
Pembuatan Ethylene Poliester
6

Pembuatan Deterjen
Pembuatan Etanol Amin
Pembuatan Glycol Eter
Pembuatan Polyglikol sebagai zat anti beku
Pembuatan Acrilonitril
Etilen oksida selain untuk penggunaan langsung, juga dapat digunakan sebagai
bahan baku pembuatan:
a. Monoetilen Glycol, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan air, merupakan agen
antibeku yang digunakan pada mesin-mesin, Juga digunakan untuk bahan baku
produksi polietilen terephthalate (PET) dan sebagai cairan penukar panas.
b. Dietilen Glycol, merupakan agen pelunak yang digunakan pada gabus lem dan kertas.
Juga digunakan sebagai solven dan agen de-icing pada pesawat terbang maupun
bandara.
c. Trietilen Glycol, merupakan agen humectant yang juga digunakan sebagai solven,
pernis dan pengering gas. Sering digunakan sebagai drying agent pada pengolahan gas
alam.
d. Tetraetilen Glycol, merupakan agen ekstraksi yang digunakan dalam ekstraksi
hidrokarbon aromatik.
e. Polietilen Glycol, digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik, farmasi,
pelumas, solven, bahan penunjang pembuatan keramik dan bahan pembuat perekat
maupun tinta cetak.
f. Polietilen oksida (Polyox), dihasilkan dengan reaksi polimerisasi dengan melibatkan
logam golongan IIA dan IIIA. Digunakan dalam bidang pertanian, agen koagulasi dan
bahan pengemas.
g. Etilen Glycol Ether, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan alkohol. Digunakan
sebagai minyak rem, detergen, solven cat. Sering juga digunakan untuk bahan
pengekstrak bagi SO , H S, CO , dan merkaptan dari gas alam.
2 2
2
h. Ethanolamine, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan amonia. Digunakan sebagai
bahan kimia dalam proses akhir tekstil, kosmetik, sabun, detergen dan pemurnian gas
alam.
4. Sifat Fisika dan Kimia dari Bahan Baku dan Produk
a. Bahan Baku
- Oksigen (O2)
7

Sifat fisik
Rumus molekul

: O2

Berat molekul

: 32,0 gr/mol

Penampilan

: gas tidak berwarna, cairan berwarna biru pucat

Densitas

: (0C; 101,325 kPa) 1,429 g/l

Titik lebur

: 54,36 K, -361,82F, -218,79C,

Titik didih

: -297,31F, 182,95C, 90,20 K,

Titik kritis: 154,59 K, 5,043 Mpa


Kalor peleburan : 0,444 kJ/mol
Kalor penguapan : 6,82 kJ/mol
Kapasitas kalor

: 29,378 J/(molK)

Sifat kimia
1. Mempunyai elektron terluar sebanyak 6 elektron dengan biloks
2. Mempunyai 2 alotrop, yaitu gas oksigen (O2) dan ozon (O3).
3. Mengalami reaksi oksidasi dengan sebagian besar unsur membentuk
senyawa

oksida

(contoh:

Na 2O),

peroksida

(contoh:

superoksida (contoh: NaO2), dan senyawa-senyawa karbon.


4. Mempunyai energi ionisasi sebesar 14,5 kJ/mol.
5. Mempunyai nilai keelektronegatifan sebesar 3,0.
-

Etilen (C2H4)
Sifat fisik
Rumus molekul

: C2H4

Berat molekul

: 28,05 gr/mol

Densitas

: 1,178 kg/m3 pada 15 oC

Titik leleh

: -169,2 oC, 104,0 K, -272,6 oF

Titik didih

: -103,7 oC, 169,5 K, -154,7 oF

Temperatur kritis

: 9,9C, 283,06 oK

Kelarutan dalam air

: 3,5 mg/100 ml pada 17 oC

Kelarutan dalam etanol : 4,22 mg/L


Batas ledakan

: Terendah 3% dalam udara, 2,9% dalam O2


Tertinggi 29% dalam udara, 79% dalam O2

Sifat kimia
8

Na2O2),

1. Klorinasi
Etilen dapat diklorinasi oleh klorine menjadi dikloro etan dan dengan klorinasi
lanjutan akan terbentuk trikloroetan.
Reaksi :
CH2= CH2 + Cl2 ClCH2CH2Cl
ClCH2CH2Cl + Cl2 CH2ClCHCl2 + HCl
2. Polimerisasi
Etilen dapat dipolimerisasikan dengan cara memutuskan ikatan
rangkapnya dan bergabung dengan molekul etilen yang membentuk
molekul yang lebih besar pada tekanan dan temperatur tertentu.
Reaksi

N (CH2=CH2) (-CH2-CH2-)n

3. Oksidasi
Etilen dapat dioksidasi sehingga akan menghasilkan senyawasenyawa etilen oksida, etilendioksida, etilen glikol.

Reaksi :
CH2=CH2+O2C2H4O
Etilen dapat juga dioksidasi oleh asam asetat dan oksigen menghasilkan vinil
asetat dengan katalis Palasium, Alumina-Silika pada temperatur 175 200 oC
dan tekanan 0,4 1 Mpa.
Reaksi

CH2= CH2 + CH3COOH + O2 H2C=CHOCOCH3 + H2


4. Alkilasi
Etilen dapat dialkilasi dengan katalis tertentu, misalnya alkilasi fiedel-craft,
mereaksikan etilen dengan benzena untuk menghasilkan produk etilbenzen
dengan katalis AlCl3 pada suhu 400oC.
Reaksi:CH2=CH2+C6H6C6H5C2H5
5. Oligomerisasi
Etilen dapat dioligomerisasi, misalnya menjadi Linear Alfa Olefini (LAO), C 10
C14 dengan rantai lurus dan alifatik alkohol. Reaksi dijalankan pada suhu 80
120oC dengan tekanan 20 Mpa.
9

Reaksi
Al(C2H5)3+nC2H4AlR1R2R3
6. Hidrogenasi
Etilen dapat dihidrogenisasi secara langsung dengan katalis nikel pada suhu
300oC.
Reaksi

C2H4+H2C2H6
Atau direaksikan dengan katalis Platina pada suhu kamar
7. Adisi
Etilen klorohidrin terbentuk melalui reaksi adisi antara etilen dengan asam
hipoklorit pada suhu 20 30oC dan tekanan 2,5 atm.
Reaksi

HOCl + C2H4 CH2OHCH2Cl


b. Produk
Produk Utama

Etilen Oksida (C2H4O)


Sifat fisik
Rumus molekul

: C2H4O

Wujud dalam kondisi kamar

: Gas

Berat molekul

: 44,05 gr/mol

Densitas

: 0,882 gr/ml

Titik leleh

: -111,3C, 162 K, -168F

Titik didih

: 10,7C, 284 K, 51F

Titik nyala

: -20C (-4F)

Batas ledakan

: Terendah 7% di udara
Tertinggi 73% volume di udara

Batas keracunan

: min 3%, max 80% dalam udara

Sifat kimia
Etilen oksida adalah senyawa yang reaktif. Biasanya reaksinya dimulai dari
terbakarnya struktur cincin dan umumnya bersifat eksothermis. Suatu ledakan
dapat terjadi jika etilen oksida dalam bentuk uap mendapatkan pemanasan yang
berlebihan.
1. Dekomposisi
10

Etilen oksida dalam bentuk gas akan mulai terdekomposisi pada 400 oC
membentuk CO, CH4, C2H2, H2 atau CH3COH. Langkah pertama yang terjadi
adalah isomerisasi menjadi asetaldehid.
2. Adisi oleh atom hidrogen labil
Etilen bereaksi dengan senyawa yang mengandung atom hidrogen yang
labil dan membentuk gugus hidroksi etil XH-C2H4O XC2H4OH
Contoh senyawa XH ini adalah HOH, H2NH, HRNH, R2NH, RCOOH,
RCONH2, HSH, ROH, NCH dan B2H6 (R= aril, alkil). Reaksi berlangsung makin
cepat dengan adanya asam atau basa.
3. Isomerisasi katalitik
Etilen oksida dapat bereaksi membentuk asetaldehid dengan bantuan
katalis perak pada suhu 170 300oC.
Reaksi : C2H4O CH3COH
4. Reduksi menjadi etanol
Etilen oksida dapat direduksi menjadi etanol dengan katalis Ni, Cu
dan Cr pada Al2O3.
Reaksi : C2H4O + H2 C2H5OH
5. Reaksi dengan pereaksi Grignard
Etilen oksida dapat bereaksi dengan pereaksi grignard membentuk senyawa
dengan gugus hidrosil primer
C2H4O + RMgX + H2O RC2H4OH + MgOHX
Produk Samping
-

Karbon Dioksida (CO2)


Sifat fisik
Rumus molekul

: CO2

Berat molekul

: 44,0095 gr/mol

Densitas

: 1,600 g/l (padat)


1,98 g/l (gas)

Titik lebur

: -57C (216 K)
11

Titik didih

: -78C (195 K)

Kelarutan dalam air

: 1,45 g/l

Viskositas

: 0,07 cP pada -78C

Sifat kimia
1. CO2 dapat dihasilkan melalui pembakaran dari semua bahan bakar yang
mengandung karbon, seperti metana (gas

alam), destilat minyak bumi (bensin,

diesel, minyak tanah, propana), arang dan kayu. Sebagai contohnya reaksi antara
metana dan oksigen:
CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O
2. Khamir mencerna gula dan menghasilkan karbon dioksida beserta etanol pada proses
pembuatan anggur, bir, dan spiritus lainnya:
C6H12O6 2CO2 + 2C2H5OH
a. Air (H2O)
Sifat fisik
Rumus molekul

: H2O

Berat molekul

: 18,0153 gr/mol

Densitas

: 0,998 gr/cm3 (cair pada 20oC)


0,92 gr/cm3 (padatan)

Titik beku

: 0C, (273,15 K) (32 F)

Titik didih

: 100 C (373,15 K) (212 F)

Kalor jenis

: 4184 J/(kgK) (cairan pada 20 C)

Sifat Kimia
1.Bereaksi

dengan

karbon

menghasilkan

metana,

hidrogen,

karbon

dioksida, monoksida membentuk gas sintetis (dalam proses gasifikasi


batubara).
2.Bereaksi

dengan

kalsium,

magnesium,

natrium

dan

logam-logam

reaktif lain membebaskan H2.


3.Air bersifat amfoter.
4.Bereaksi dengan kalium oksida, sulfur oksida membentuk basa kalium
dan asam sulfat.
5.Dengan anhidrid asam karboksilat membentuk asam karboksilat.

12

BAB II
DESKRIPSI PROSES
1. Data Kuantitatif
Basis
Etilen
Etilen Diklorida
Udara
Kapasitas Produksi
Perak (Ag)
Listrik
Steam
Air

: 1 ton pada C2H4O (99% kemurnian dan 70% yield)


: 0,92 ton
: 0,05 ton
: 9 ton
: 30 300 ton/hari
: 0,3 kg in fixed bed
0,7 kg in fluidized bed
: 1500 KWH
: 0,1 ton
: 180 ton

2. Bahan Baku:
13

o Etilen
o Etilen Diklorida
o Udara
3. Reaksi Kimia yang Terjadi
Reaksi kimia yang terjadi pada proses dengan oksidasi langsung dari etilen adalah :
Reaksi Utama : C2H4 + O2
Reaksi Samping : C2H4 + 3O2

C2H4O
2H2O +

2CO2

4. Flowsheet

5. Langkah Proses
Pada pembuatan Etilen oksida dengan proses Oksidasi langsung digunakan etilen
dengan kemurnian 95-98% yang digunakan sebagai umpan dialirkan kedalam fixed bed
tubular reactor dengan bantuan kompresor, kemudian ditempat terpisah udara ditekan
dan dialirkan kedalam reactor juga. Pada fixed bed tubular reactor tersebut terjadi
reaksi antara etilen dan udara dengan mekanisme reaksinya C2H4 + O2 C2H4O +
( CO2 + H2O ) pada temperatur 250 300C dan pada tekanan 4 5 atm. Reaksi yang
terjadi dalam reaktor dipercepat dengan ditambahkan katalis perak oksida (AgO)
dengan tujuan untuk mempercepat jalannya reaksi itu sendiri, reaksi tersebut
berlangsung secara eksotermis. Didalam tubular reaktor ini terjadi 2 tahapan reaksi,
yang menghasilkan C2H4O sebagai reaksi utama, H2O dan CO2 sebagai reaksi samping
dan sisa-sisa gas dari hasil reaksi yang tidak dibutuhkan akan keluar melalui bagian
steam, sedangkan hasil produk tersebut yaitu etilen oksida yang masih mengandung air
dan gas lain akan menuju ke water absorber yang berfungsi untuk menyerap air dari
campuran etilen oksida yang terbentuk, tetapi terlebih dahulu campuran tersebut
didinginkan melalui HE (cooler) sebelum masuk ke dalam water absorber.
Pada water absorber ini terjadi proses pemisahan dengan menggunakan air
(H2O) sebagai medium penyerap. Gas yang tidak diserap dan memiliki titik didih yang
rendah atau memiliki fase yang ringan akan teruapkan keluar ke atas untuk direcycle ke
tubular reaktor dan sebagiannya lagi dibuang ke purge steam. Sedangkan gas yang
memiliki titik didih yang lebih tinggi atau yang memiliki fase berat yaitu gas H 2O akan
dipanaskan melalui HE (heater) menuju desorber. Campuran etilen oksida yang masih
mengandung pelarut air akan dipisahkan atau dilepaskan dari air yang dikandungnya
didalam desorber. Pada alat ini terjadi proses pemisahan antara etilen oksida dengan
14

sisa sisa air media penyerap. Gas yang memiliki titik didih yang rendah akan keluar
pada bagian atas. Sedangkan gas yang memiliki titik didih yang tinggi akan keluar pada
bagian bawah untuk kemudian direcycle kembali ke water absorber yang dapat
digunakan sebagai media penyerap.Lalu hasil keluaran pada bagian atas didinginkan
dengan kondensor kemudian dikompresi oleh kompresor masuk kedalam stripper.
Setelah air terpisah dengan etilen oksida pada desorber kemudian produk yang berupa
etilen oksida dialirkan ke stripper dimana sisa uap air yang telah terpisah akan keluar
melalui keluaran atas yang terlebih dahulu didinginkan pada bagian kondenser,
sedangkan campuran etilen oksida yang masih mengandung gas atau zat lain yang
bercampur dimurnikan didalam refinning still.
Proses pemisahan pada alat refinning still ini berdasarkan perbandingan titik didih dari
komponen komponen yang ada pada campuran. Dimana etilen oksida akan menguap dan
terpisah dari zat zat pengotor masuk kedalam kondensor untuk didinginkan.Etilen oksida
yang telah murni dari gas atau zat yang lainnya dan merupakan fase ringan dengan memiliki
titik didih lebih rendah keluar melalui bagian atas sedangkan gas atau zat yang telah terpisah
dengan etilen oksida tersebut keluar melalui bagian bawah (Heavy ends).

Diagram Alir Proses Produksi Etylen Oksida

15

BAB IV
SPESIFIKASI PERALATAN PROSES
1. Reaktor
Reaktor pada prinsipnya dibagi menjadi 3 jenis utama, yaitu :
1. Batch Reaktor : Umumnya digunakan untuk reaksi dengan waktu reaksi yang sangat lama,
menggunakan mikrobia, dan atau kapasitas produksi kecil atau musiman.
16

2. Tubular Reactor : Tubular Reactor ada bermacam macam,antara lain adalah :


a. Reaktor Alir Pipa: Biasanya berupa gas-gas,caifr-cair dimana reaksi tidak menimbulkan
panas yang terlalu tinggi. Reaktor memiliki alran plugflow yang optimal untuk kecepatan
reaksi tetapi cukup sulit untuk alat transfer panasnya.
b. Reaktor Pipa Shell And Tube : Seperti reaktor pipa di atas tetapi berupa beberapa pipa
yang disusun dalam sebuah shell, reaksi berjalan di dalam pipa pipa dan
pemanas/pendingin di shell. Alat ini digunakan apabila dibutuhkan sistem transfer panas
dalam reaktor. Suhu dan konversi tidak homogen di semua titik.
c. Fixed Bed : Reaktor berbentuk pipa besar yang didalamnya berisi katalisator padat.
Bisanya digunakan untuk reaksi fasa gas dengan katalisator padat. Apabila diperlukan
proses transfer panas yang cukup besar biasanya berbentuk fixed bed multitube, dimana
reaktan bereaksi di dalam tube2 berisi katalisator dan pemanas/pendingin mengalir di luar
tube di dalam shell.
d. Fluidized bed reaktor : Biasanya digunakan untuk reaksi fasa gas katalisator padat
dengan umur katalisator yang sangat pendek sehingga harus cepat diregenerasi.Atau
padatan dalam reaktor adalah merupakan reaktan yang bereaksi menjadi produk.

2. Water Absorber

: adalah alat yang digunakan untuk air dari larutan yang terbentuk

(etilen +oksigen).pendingin yang mengalir melalui tabung.

3. Desorber : adalah alat yang digunakan untuk menyerap atau memisahkan etilen oksida
dari pelarutnya.

17

4. Stripper
Absorber dan stripper adalah alat yang digunakan untuk memisahkan satu
komponen atau lebih dari campurannya menggunakan prinsip perbedaan kelarutan.
Solut adalah komponen yang dipisahkan dari campurannya sedangkan pelarut (solvent ;
sebagai separating agent) adalah cairan atau gas yang melarutkan solut. Karena
perbedaan kelarutan inilah, transfer massa solut dari fase satu ke fase yang lain dapat
terjadi. Stripper adalah alat yang digunakan untuk memisahkan satu komponen atau
lebih dari campurannya menggunakan prinsip perbedaan titik didih dari campuran yang
akan dipisahkan. Pada operasi yang ideal disetiap stage akan terjadi kontak fase antara
fase cair dengan fase uap yang diikuti perpindahan panas.
Stripping adalah operasi pemisahan solute dari fase cair ke fase gas, yaitu
dengan mengontakkan cairan yang berisi solute dengan pelarut gas ( stripping agent)
yang tidak larut ke dalam cairan.
Berdasarkan cara kontak antar fase, alat transfer massa difusional dibagi
menjadi 2 jenis, yaitu :
1. proses keseimbangan dimana operasi dengan keseimbangan antar fase, yaitu
alat dengan kontak bertingkat ( stage wise contact / discreet ), misalnya menara
menggunakan plat atau tray.
2. proses dikontrol kecepatan transfer massa, yaitu alat dengan kontak kontinyu (
continuous contact ), misalnya menara sembur, gelembung atau menggunakan
bahan isian (packing).
Air stripping adalah proses pemisahan komponen yang mudah menguap
(volatile), bahan kimia (EPA, 2001) dalam suatu cairan dengan cara mengalirkan udara
ke dalam cairan. Proses air stripping banyak digunakan dalam bidang teknik kimia
terutama untuk memurnikan air tanah atau limbah cair yang mengandung bahan
18

volatile (Wikipedia, 2011). EPA (2001) menambahkan bahwa pemisahan bahan kimia
dalam cairan terjadi melalui proses evaporasi atau perubahan fasa cair menjadi gas.
Senyawa volatile dalam cairan dicirikan dengan tekanan uap yang tinggi dan
kelarutan rendah. Hal tersebut digambarkan dalam persamaan tanpa dimensi koefisien
hukum Henry (Henrys law coefficient). Koefisien tersebut menunjukkan perbandingan
antara konsentrasi bahan tertentu (polutan) di udara dengan konsentrasi bahan di dalam
air dalam kondisi equilibrum. Polutan yang memiliki koefisien Hukum Henry yang
tinggi, secara ekonomi dapat dipisahkan (stripped) dari air. Air Stripping hanya efektif
digunakan pada senyawa volatile atau semi volatile dengan bilangan Henry diatas 0,01
(CPEO, 2011).

5. Heat Exchanger
Heat Exchanger adalah alat penukar panas yang dapat digunakan untuk
memanfaatkan atau mengambil panas dari suatu fluida untuk dipindahkan ke fluida
lain. Proses perpindahan panas ini biasanya terjadi dari fase cair ke fase cair atau dari
fase uap ke fase cair. Alat penukar kalor ini bertujuan untuk memanfaatkan panas suatu
aliran fluida yang lain. Maka akan terjadi dua fungsi sekaligus, yaitu :

Memanaskan fluida

Mendinginkan fluida yang panas


Suhu yang masuk dan keluar kedua jenis fluida diatur sesuai dengan

kebutuhannya. Pada gambar diperlihatkan sebuah heat exchanger, dimana fluida yang
berada didalam tube adalah air, disebelah luar dari tube fluida yang mengalir adalah
kerosene yang semuanya berada didalam shell.

19

6. Kompresor
Kompresor adalah alat pemampat atau pengkompresi udara dengan kata lain
kompresor adalah penghasil udara mampat. Karena proses pemampatan, udara mempunyai
tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara lingkungan (1atm). Dalam
keseharian, kita sering memanfaatkan udara mampat baik secara langsung atau tidak langsung.
Sebagai contoh, udara manpat yang digunakan untuk mengisi ban mobil atau sepeda montor,
udara mampat untuk membersihkan bagian-bagian mesin yang kotor di bengkel-bengkel dan
manfaat lain yang sering dijumpai sehari-hari.
Pada industri, penggunaan kompresor sangat penting, baik sebagai penghasil udara
mampat atau sebagai satu kesatuan dari mesin-mesin. Kompresor banyak dipakai untuk mesin
pneumatik, sedangkan yang menjadi satu dengan mesin yaitu turbin gas, mesin pendingin dan
lainnya.

7. Refining Still : adalah alat untuk memurnikan etilen oksida dari Campuran atau kotoran
yang tidak diinginkan.
20

6. Data Kuantitatif
Basis
Etilen
Udara
Kapasitas Produksi
Perak (Ag)

: 1 ton pada C2H4O (99% kemurnian)


: 0,92 ton
: 9 ton
: 30 300 ton/hari
: 0,3 kg in fixed bed
0,7 kg in fluidized bed

7. Bahan Baku:
o Etilen
o Udara
8. Reaksi Kimia yang Terjadi
21

Reaksi kimia yang terjadi pada proses dengan oksidasi langsung dari etilen adalah :
Reaksi Utama : C2H4 + O2
Reaksi Samping : C2H4 + 3O2

C2H4O
2H2O +

2CO2

9. Flowsheet
N2

= ....... kg

O2

= ....... kg

CO2

= ......... kg

Total

= ......... kg

WAT
ER
ABS
ORB
ER

REAKTOR
C 2H 4

= .......... kg

C2H4

= .......kg

N2

= ............ kg

N2

= .......kg

O2

= ........... kg

= .......kg

Total = ......... kg

O2

= ....... kg

H2O

= ....... kg

CO2

= ....... kg

light ends

= ....... kg

Recyle

O2

= ....... kg

Total = ....... kg

Purge Steam
C 2H 4

N2

C2H4O = ............. kg
H 2O
CO2

H2O = ....... kg
N2

= ........... kg

O2

= ........... kg

C2H4O = ........... kg
H2O
CO2

= ............ kg
= ............. kg

Total = ............. kg

Total

= ............ kg
22= ........... kg
= ............ kg

DE
SO
RB
ER

STR
IPP
ER
C2H4O = ........... kg

STR

N2

= ....... kg IPP

O2

= ....... kg ER

CO2

= ....... kg

H2O

= ....... kg

Total

= ........... kg

C2H4O = .......... kg
CO2

= ......... kg

Total = ............ kg

C2H4O = ........ kg

R
E
FI
N
I
N
G
S

H2O

= ....... kg

CO2

= ......... kg

Total = ........ kg

Heavy Ends
H2O

= ......... kg

Total

= ......... kg

10. Neraca Massa


1. Neraca Massa Pada Reaktor
Pembuatan Etylen Oksida
Bahan Baku:
1. C2H4
2. Udara

= 0,92 ton
= 9 ton

Basis 1 ton Etylen Oksida


C2H4 = kg

FIXED BED
REAKTOR
C2H4 = 920 kg
N2 = 6864,8272 kg
O2 = 2085,5168 kg

23

N2

= kg

O2

= kg

C2H4O = kg
H2O

= kg

CO2

= kg

Diketahui:
Reaktan :
mol C 2 H 4 =0,92 ton

1000 kg

1 ton

1
kg
28,05
kgmol

=32,7986 kmol

1000 kg
1

=310,3448 kmol
1ton
29 kg/kgmol

mol udara=9 ton

mol O2=21 310,3448 kmol=65,1724 kmol

mol N 2=79 310,3448 kmol=245,1724 kmol

Produk:
mol C 2 H 4 O 99 =99 1ton

1000 kg
1

=22,4745 kmol
1 ton
44,05 kg /kmol

Reaksi Utama:
C2H4

O2

C2H4O

Mula :

32,7986

65,1724

kmol

Reaksi:

22,4745

11,2372

22,4745

kmol

Sisa :

10,3241

53,9352

22,4745

kmol

28,05

32

44,05

kg/kmol

289,5910

1725,9264

990,0017

BM

Mass :

kg

Reaksi Samping : (konversi 80%)


C2H4

3O2

2CO2

2H2O

Mula :

10,3241

53,9352

kmol

Reaksi:

8,2593

24,7778

16,5186

16,5186

kmol

24

Sisa :

2,0648

29,1574

16,5186

BM

28,05

32

44,05

18

727,6443

297,3348

Mass :

57,9176

933,0368

16,5186

kmol
kg/kmol
kg

Disini C2H4 bereaksi dengan O2 diasumsikan dengan konversi 80%


Tabel 1. Neraca Massa pada Fixed Bed Reaktor
Komponen

Masuk (kg)

Keluar (kg)

C2H4

920

57,9176

O2

2085,5168

933,0368

N2

6864,8272

6864,8272

C2H4O

990,0017

CO2

727,6443

H2O

297,3348

Steam

100

100

Total

9970,344

9970,7624

C2H4 =

Steam = 0,1 ton

FIXED BED
REAKTOR

Steam = 0,1 ton


C2H4 =

= 6864,8272 kg

O2

= 2085,5168 kg

N2

=6864,8272 kg

O2

= 933,0368kg

C2H4O = 990,0017 kg

920 kg

N2

H2O

= 297,3348 kg

CO2

= 727,6443 kg

Total = 9870,7624 kg

Total = 9870,344 kg
2. Neraca Massa Pada Water Absorber

C2H4 = kg

H2O = kg

A
W
B
A
T
O
E

N2
O2
CO2

25

57,9176 kg

= kg
= kg
= kg
H2O = kg

C2H4 = 57,9176 kg
N2

= 6864,8272 kg

O2

= 933,0368kg

N2
= kg
O2
= kg
C2H4O = 990,0017 kg
C2H4O = kg
H2O = 297,3348 kg
H2O = kg
CO2
= 727,6443 kg
CO2 = kg
9870,7624
kg penyerapan gas-gas yang titik didihnya lebih rendah dari pada
PadaTotal
water =
absorber
tejadi
etylen oksida dengan menggunakan penyerap air dengan efisiensi sebesar 88,75%

Tabel 2. Neraca Massa pada Water Absorber


Keluar (kg)
Komponen

Masuk (kg)

Ke
Desorber

Ke Purge
Steam &
recycle

Ke
Penyerap

C2H4

57,9176

57,9176

O2

933,0368

104,9666

828,0702

N2

6864,8272

772,2931

6092,5341

C2H4O

990,0017

990,0017

CO2

727,6443

81,86

645,7843

H2O

327,0218

33,4502

293,5716

Total

990,4494

C2H4 = 57,9176 kg

990,4494

N2

= 6092,5341 kg

O2

828,0702 kg

CO2

645,7843 kg

Total = 7566,3886 kg

H2O = 293,5716 kg

A
W
B
A S
26
T
O
E

H2O = 29,6870 kg

C2H4 =

57,9176 kg

N2

= 6864,8272 kg

O2

= 933,0368kg

C2H4O = 990,0017 kg

N2

= 772,2931 kg

H2O

= 297,3348 kg

O2

= 104,9666 kg

CO2

= 727,6443 kg

C2H4O = 990,0017 kg
Total = 9870,7624 kg
H2O = 33,4502 kg
3. Neraca Massa Pada Desorber
CO
81,86
N22 = =
kg kg
Total
1982,5716
O2 = =
kg kg
C2H4O = kg
H2O
N2

= 772,2931 kg

O2

= 104,9666 kg

D
E
S
O
R
B
E
R

C2H4O = 990,0017 kg
H2O

CO2 =

33,4502 kg
81,86 kg

Total = 1982,5716 kg

= kg

CO2 = kg
Total =

H2O = kg
Pada desorber terjadi pemisahan kandungan air dari komponen yang masuk untuk kemudian
di recycle kembali sebagai absorben di water absorben dengan efisiensi sebesar 88,75%.
Tabel 2. Neraca Massa pada Desorber
Keluar (kg)
Komponen

Masuk (kg)

Ke
Stripper

Ke
Water
Absorber

O2

104,9666

104,9666

N2

772,2931

772,2931

C2H4O

990,0017

990,0017

CO2

81,86

81,86

27

H2O

33,4502

3,7632

Total

1982,5716

1982,5716

N2

= 772,2931 kg

O2

= 104,9666 kg

C2H4O = 990,0017 kg
H2O

CO2 =
N2

= 772,2931 kg

O2

= 104,9666 kg

C2H4O = 990,0017 kg
H2O

CO2 =

33,4502 kg
81,86 kg

Total = 1982,5716 kg

D
E
S
O
R
B
E
R

3,7632 kg
81,86 kg

Total = 1952,8846 kg

H2O = 29,6870 kg
4. Neraca Massa Pada Stripper

N2

= 772,2931 kg

O2

= 104,9666 kg

C2H4O = 990,0017 kg
H2O

CO2 =

3,7632 kg
81,86 kg

Total = 1952,8846 kg

S
T
R
I
P
P
E
R

N2

= kg

O2

= kg

H2O

= kg

CO2

= kg

C2H4O = kg
H2O
28 = kg
CO2

29,6870

= kg

Pada stripper terjadi pemisahan kandungan air dari komponen yang masuk dengan efisiensi
sebesar 83,32%.

Tabel 2. Neraca Massa pada Stripper


Keluar (kg)
Komponen

Masuk (kg)

Ke light
ends

Ke
Refinnin
g Still

O2

104,9666

104,9666

N2

772,2931

772,2931

C2H4O

990,0017

990,0017

CO2

81,86

68,2057

13,6543

H2O

3,7632

3,1355

0,6277

Total

1952,8846

N2
O2

= 772,2931 kg
= 104,9666 kg

H2O =
N2

= 772,2931 kg

O2

= 104,9666 kg

C2H4O = 990,0017 kg
H2O

CO2 =

3,7632 kg
81,86 kg

Total = 1952,8846 kg

S
T
R
I
P
P
E
R

1952,8846

3,1355 kg

CO2 = 68,2057 kg
Total = 948,6009 kg

C2H4O = 990,0017 kg
CO2

= 13,6543 kg

H2O =

0,6277 kg

Total = 1004,2837 kg

29

5. Neraca Massa Pada Refining Still


C2H4O = kg
CO2

C2H4O = 990,0017 kg
CO2

H2O =

13,6543 kg
0,6277 kg

Total = 1004,2837 kg

= kg

R
E
S
F
T
I
I
N
H2O = kg

Pada Refining Still terjadi proses pemurnian Etylen Oksida dari impurities yang terkandung
dalam komponen masuk sehingga di dapatkan produk etylen oksida sebesar 1003,656 kg
dengan efisiensi pemurnian sebesar 93,5%.
Tabel 2. Neraca Massa pada Refining Still
Keluar (kg)
Komponen

Masuk (kg)

Ke
Heavy
Ends

Ke
Produk

C2H4O

990,0017

990,0017

CO2

13,6543

13,6543

H2O

0,6277

0,6277

Total

1004,2837

30

1004,2837

C2H4O = 990,0017 kg
CO2 =

C2H4O = 990,0017 kg
CO2

= 13,6543 kg

H2O =

0,6277 kg

Total = 1004,2837 kg

R
E
S
F
T
I
I
N

13,6543 kg

Total = 1003,656 kg

H2O = 0,6277 kg

31

N2

= 6092,5341 kg

N2

O2

CO2

= 645,7843 kg

H2O =

3,1355 kg

Total

= 7566,3886 kg

CO2 =

68,2057 kg

828,0702 kg

O2

= 772,2931 kg
= 104,9666 kg

Total = 948,6009 kg

light ends

Purge Steam
C 2H 4

= 57,9176 kg

Recyle

WAT
ER
ABS
ORB
ER

REAKTOR

C2H4 =

920 kg

C 2H 4

57,9176 kg

N2

= 6864,8272 kg

N2

=6864,8272 kg

O2

= 2085,5168 kg

O2

= 933,0368kg

Total = 9870,344 kg

C2H4O = 990,0017 kg
H 2O

= 297,3348 kg

CO2

= 727,6443 kg

Total

= 9870,7624 kg

H2O = 29,6870 kg

= 772,2931 kg

N2

= 772,2931 kg

O2

= 104,9666 kg

O2

= 104,9666 kg

C2H4O = 990,0017 kg
H2O
CO2

33,4502 kg

81,86

kg

C2H4O = 990,0017 kg
= 13,6543 kg

Total = 1003,656 kg
C2H4O = 990,0017 kg

R
E
FI
N
I
N
G
S

STR
IPP
ER

N2

Total = 1982,5716 kg

CO2

STR
IPP
ER

DE
SO
RB
ER

CO2

13,6543 kg

H2O

0,6277 kg

Total = 1004,2837 kg

Heavy Ends
H2O = 0,6277 kg

32

C2H4O = 990,0017 kg
H2O

3,7632 kg

CO2

Total

= 1952,8846 kg

81,86 kg

Neraca Massa Over All


Komponen

Input (kg)

Output (kg)

C2H4

920

57,9176

O2

2085,5168

933,0368

N2

6864,8272

6864,8272

C2H4O

990,0017

CO2

727,6443

H2O

9970,344

297,3348
9970,7624

Total

BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Etilen oksida adalah senyawa organik dengan rumus C 2H4O. Gas yang
mudah terbakar ini tidak berwarna dan dapat dihasilkan dari oksidasi antara
senyawa etilen dengan oksigen. Proses pembuatan etilen oksida dengan bahan baku
etilen dan oksigen merupakan reaksi oksidasi dengan reaksi sebagai berikut :
Reaksi utama :
33

C2H4 + O2 C2H4O
Reaksi samping :
C2H4 + 3 O2 2CO2 + 2H2O
Klasifikasi proses etilen oksida terbagi dua, yaitu oksidasi langsung dari
etilen dan klorohidrinasi dari etilen,tetapi yang dibahas hanya proses oksidasi
langsung dari etilen.Hal ini dikarenakan proses oksidasi langsung merupakan
proses yang paling sederhana dan bahan yang digunakan tidak terlalu bahaya.
Etilen oksida umumnya digunakan sebagai bahan pensteril. Dalam
kehidupan sehari-hari digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan seperti pakaian,
perabot rumah tangga dan bahkan bulu binatang.

DAFTAR PUSTAKA

Erlinawati,dkk. 2012. Modul Kuliah Proses Industri Kimia. Politeknik


Negeri Sriwijaya: Palembang.
Cahyono,Riyan.2009.Prarancangan pabrik etilen oksida dari etilen
dan udara dengan proses oksidasi langsung kapasitas 50.000
ton/tahun.Universitas Muhamadiyah:Surakarta.
34

http://kimiadotcom.wordpress.com/2008/08/23/ethilene-oxide/
(tanggal akses 14 Maret 2014)
http://id.scribd.com/doc/180706545/Fix-ETILEN-OKSIDA-doc

(tanggal

akses 14 Maret 2014)


http://digilib.its.ac.id/public/ITS-NonDegree-8696-2306030035Chapter1.pdf (tanggal akses 14 Maret 2014)
http://en.wikipedia.org/wiki/Ethylene (tanggal akses 14 Maret 2014)
http://en.wikipedia.org/wiki/Ethylene_oxide (tanggal akses 14 Maret
2014)
http://sonyaza.blogspot.com/2009_04_01_archive.html (tanggal akses
14 Maret 2014)
http://id.scribd.com/doc/52121060/pp (tanggal akses 14 Maret 2014)
http://www.scribd.com/doc/211110583/Efisiensi-Dan-Evaluasi-HpStripper

35

36

Beri Nilai