Anda di halaman 1dari 2

ANALISA PEMILIHAN

KOMPOSIT PADA NOSE


RADOME PESAWAT TERBANG
235 DI PT DIRGANTARA
INDONESIA

BAHAN
TIPE CN

Dwi Ganef Janesa1


Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknologi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jalan Arief Rahman Hakim Sukolilo Surabaya
Indoneisa
Email : ganef11@mhs.ep.its.ac.id 1
1)

Industri,
Surabaya
60111

Abstrak Bahan komposit menjadi bagian penting


dalam pembangunan struktur pesawat terbang.
Untuk mendapatkan bagian pesawat yang lebih
ringan, dikembangkan bagian-bagian pesawat yang
dibuat dari bahan komposit, seperti fairings, spoiler,
dan control surface. Salah satu penggunaan bahan
komposit terletak pada struktur nose radome, yakni
hidung pesawat yang akan berhubungan langsung
dengan udara. Pemilihan bahan komposit pada
nose radome pesawat terbang tipe CN-235
dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan sifat
bahan, harga, dan kemudahan dalam melakukan proses.
Bahan komposit utama yang digunakan pada nose radome
CN-235 adalah fiber glass (N09-0101 / N09-0104) dan resin
epoxy (N08-0170). Lapisan tambahan berupa polyvinyl
fluoride film diberikan untuk lebih memperkuat struktur
nose radome yang memiliki lekukan atau terjadi perubahan
bentuk..

mempelajari
cara pemilihan
dan konstruksi
komposit,
diharapkan
mampu
mengetahui
bahan
yang
paling cocok

Kata kunci : nose radome, komposit, fiber, resin

I.

PENDAHULUAN

PT Dirgantara Indonesia berlokasi di Jl. Pajajaran no.


154 Bandung 40174, Indonesia dengan luas bangunan
86,98 hektar. PT. Dirgantara Indonesia merupakan BUMN
yang bergerak di bidang dirgantara mencakup sektor
desain, pembuatan, maintenance and repairing, serta
pengembangan pesawat terbang sipil dan militer. Selain
itu PT. Dirgantara Indonesia juga menjadi subkontraktor
untuk industriindustri pesawat terbang besar di dunia
seperti Boeing, Airbus, dan Fokker.[1]
Dalam pembuatan pesawat terbang, terdapat
beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:
struktur, performansi, aerodinamis, konfigurasi, tujuan,
dan pasar.[2] Dari hal-hal tersebut, struktur adalah hal
terpenting yang harus diperhatikan untuk mencapai
tahapan yang lain. Dengan struktur yang baik, maka akan
didapatkan pesawat terbang yang baik pula. Struktur
pesawat terbang modern saat ini cenderung didominasi
oleh bahan komposit. Bahan komposit dipilih karena
dapat memiliki sifat bahan yang dibutuhkan oleh pesawat
terbang, yaitu: kuat, ringan, dan tahan korosi. Dengan

dalam struktur pesawat terbang.

II.

HASIL KERJA PRAKTEK

3.1 Pembacaan Gambar Desain


Dalam pembuatan bahan untuk struktur pesawa
terbang diperlukan gambar desain komposit untuk
mempermudah pembuatan struktur bagian pesawat
terbang tipe CN-235.
Gambar 3.2 Gambar desain komposit secara
keseluruhan[5]
3.2 Bahan Komposit di PT Dirgantara Indonesia
Komposit adalah sebuah bahan multifasa alami atau
buatan yang terdiri dari fiber dan resin. Bahan komposit
merupakan salah satu jenis advance materials yang sering
digunakan dalam industri pesawat, terutama stuktur
pesawat. Dalam menentukan jenis bahan komposit yang
akan digunakan dalam
membuat struktur pesawat
terbang, maka diperlukan pengetahuan yang baik tentang
jenis, kelebihan, dan kekurangan dari bahan yang akan
digunakan.
Berikut ini adalah jenis-jenis fiber danresin
penyusun bahan komposit yang biasa digunakan :
Tabel 3.1Jenis Fiber dan Resin

Fiber
Fiberglass
Kevlar

Resin
Thermosetting
Epoxy

Karbon
Boron
Keramik

Polymides
polybenzimidazoles
bismaleimides
Thermoplastic
Semicrystalline thermoplastic
Amorphous thermoplastic
Polyether ether ketone
Polyvinyl fluoride film

Sedangkan berikut ini adalah bahan komposit yang


digunakan dalam pembuatan nose radome pesawat
terbang C-235 :

Polyvinyl fluoride film


Polyvinyl fluoride film digunakan sebagai lapisan
alternatif pada nose radome pesawat terbang tipe CN-235.
Bahan ini menjadi lapisan dengan nomor p15 dengan
kode bahan N05-0512. Tujuan pemasangan lapisan ini
adalah untuk memperkuat inti lapisan lain ketika terjadi
perubahan bentuk. Seperti yang terlihat pada gambar 3.11,
lapisan polyvinyl fluoride film ditempatkan pada tempat
terjadinya perubahan bentuk dari bahan. Penambahan
lapisan ini bersifat optional, sehingga tidak harus
dilakukan pada pembuatan nose radome CN-235.

Tabel 3.2 Kode dan Jenis Bahan Nose Radome CN-235

Nomor Kode
N05-0415
N08-0170
N09-0101
N09-0104
N05-0512

Jenis Bahan
Adhesive foam
Epoxy
Fiber Glass
Fiber Glass
Polyvinyl Fluoride Film

3.3 Alasan Pemilihan Bahan


Dalam pemilihan bahan komposit yang digunakan
pada pesawat terbang, harus memenuhi kriteria dalam
sifat, harga, dan kemudahan pemrosesan.
Fiberglass
Glass fiber merupakan jenis fiber yang digunakan
dalam struktur komposit nose radome pesawat CN-235.
Hal ini dilakukan karena beberapa alasan, antara lain:
harganya yang murah, kuat, tahan terhadap korosi, dan
isolator yang sangat baik.[4] Jenis glass fiber yang
digunakan pada bahan komposit ini adalah S-glass. Jenis
S-glass digunakan karena sifat mekaniknya lebih baik
daripada jenis E-glass.
Epoxy
Pada bagian nose radome pesawat terbang tipe CN235 yang dikeluarkan oleh PT Dirgantara Indonesia,
bahan epoxy memiliki dua peran, yaitu sebagai adhesive
foam dan resin yang akan melapisi fiber glass. Bahan
epoxy digunakan untuk mengisi inti serta merekatkan
fiber dan matriks. Dengan memanfaatkan sifat epoxy yang
sangat adesif, maka bahan ini akan memperkuat struktur
bahan komposit nose radome.
Pemilihan epoxy sebagai adhesive film pada nose
radome pesawat CN-235 juga dikarenakan sifatnya yang
tahan terhadap berbagai reaksi kimia, sehingga dapat
meminimalisir kerusakan pada inti bahan komposit. Hal
ini sangat penting untuk diperhatikan, karena apabila
terjadi kerusakan pada sambungan bahan komposit, akan
mengakibatkan penjalaran kerusakan ke seluruh
komponen penyusunnya. Selain sebagai adhesive foam,
bahan epoxy juga digunakan sebagai resin dari fiber glass
yang akan membentuk filamen N09-0101. Bahan epoxy
dipilih karena sangat cocok untuk bereaksi dengan fiber
glass.

III.

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Setelah melakukan Kerja Praktek di PT.
Dirgantara Indonesia dengan mempelajari tentang
proses pemilihan bahan komposit pada nose radome
pesawat terbang tipe CN-235, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :
a. Berdasarkan analisa gambar desain komposit
nose radome CN-235 dan data terkait bahan
pembuat struktur pesawat terbang, bahan
komposit yang digunakan pada nose radome
CN-235 adalah Fiber Glass dengan Resin Epoxy.
b. Untuk memperkuat struktur bahan komposit dari
nose radome, digunakan epoxy sebagai adhesive
foam untuk lebih merekatkan filamen dengan
inti.
c. Pemilihan bahan komposit pada nose radome
CN-235 dilakukan atas kebutuhan sifat bahan,
harga, dan kemudaan dalam melakukan proses.
d. Penambahan lapisan termoplastik berupa
Polyvinyl Fluoride Film dapat digunakan sebagai
pilihan untuk memperkuat struktur dari nose
radome.
DAFTAR PUSTAKA
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]
[6]
[7]
[8]
[9]
[10]

http://www.indonesian-aerospace.com, diakses
pada 28 Agustus 2014, pukul 09.12 WIB.
Niu, Michael CY. 1992. Composite Airframe
Structure. Hong Kong : Conmilit Press LTD.
Niu, Michael CY. 1989. Airframe Structural
Design. Hong Kong : Conmilit Press LTD.
FAA.
Aviation
Maintenance
Technician
Handbook-Airframe, Volume 1. USA.
PT Dirgantara Indonesia. Nose Radome Bonded
Assy.
Airbus. 2009. I+D-N-14 : Plastic Materials.
Airbus. 2009. I+D-N-18 : Resin And Fillers.
Airbus. 2010. I+D-N-19 : Preimpregnated
Materials
PT. Dirgantara Indonesia. 2014.
Manual
Stadards.
Dupont. Tedlar Polyvinyl Fluoride (PVF) Film :
General Proterties.