Anda di halaman 1dari 5

Demam Parotitis (Gondongan).

Gondong (Mumps, Parotitis epidemika) adalah penyakit


menular, disebabkan oleh virus (myxovirus parotitidis),
berlangsung cepat (akut) yang ditandai dengan pembesaran
kelenjar ludah, terutama kelenjar di bawah telinga (Jones,
1953).
Gejala dari penyakit adalah :
1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita gondong mengalami
gejala: demam, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu
makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan
disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga
(parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi
kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian
berangsur mengempis.
4. adang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang
(submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual).
Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah
zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.

PAROTITIS/MUMPS
Parotitis atau gondongan adalah penyakit infeksi
virus akut yang mengenai kelenjar ludah
(khususnya parotis).
Penyebab
Virus Mumps
Faktor Risiko
Daya tahan tubuh yang lemah. Penyakit ini banyak
menyerang anak usia sekolah dasar (antara 5-9
tahun). Penderita dapat menularkan penyakitnya sejak
7 hari sebelum timbulnya gejala penyakit sampai
9 hari sesudahnya. Penularan dapat terjadi melalui:

Percikan ludah (droplet infection)


Alat-alat makan dan minum yang dipakai
bersama

Patofisiologi
Masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 2-3 minggu
dan setelah itu muncul berbagai macam gejala klinis.
Manifestasi klinis yang khas adalah demam disertai
dengan pembengkakan dan rasa nyeri pada kelenjar
ludah (salivatorius), khususnya kelenjar parotis.
Kelenjar ludah lain pun bisa terkena walaupun lebih
jarang. Lokasi yang terkena bisa satu sisi (unilateral)
atau dua sisi (bilateral).

Gejala dan Tanda

Demam tidak terlalu tinggi, tidak nafsu makan


(anoreksia) , mual (nausea) , muntah (vomitus) , nyeri
pada otot , sakit pada daerah telinga yang bertambah
berat saat mengunyah makanan , pembengkakan
disertai rasa nyeri pada daerah kelenjar parotis (pada
rahang kiri dan kanan, lebih kurang di depan telinga).

Komplikasi

Meningoensefalitis
Mielitis transversa
Orkitis
Miokarditis
Nefritis
Pankreatitis

Pencegahan

Hindari kontak dengan penderita


Tingkatkan daya tahan tubuh
Imunisasi (biasanya dalam bentuk imunisasi
MMR)

Penatalaksanaan
I. Umum

Isolasi untuk mencegah penularan


Diet bergizi tinggi (tinggi kalori dan protein)
Bila demam tinggi, kompres dengan air hangat
Peralatan makan dan minum harus dipisah untuk

mencegah penularan
2. Farmakoterapi
Sampai saat ini belum ada obat yang spesifik untuk
mengobati gondongan. Obat-obatan yang
dipergunakan biasanya hanya untuk terapi
simtomatik. Obat-obat tersebut antara lain: Antipiretik
(Parasetamol atau ibuprofen)

Ulser traumatik
1. Definisi Ulser traumatik merupakan penyakit mulut yang
disebabkan oleh karena adanya trauma, seperti trauma karena
bahan-bahan kimia, panas, listrik, atau gaya mekanik. Ulser
traumatik biasanya terjadi pada mukosa pipi, mukosa bibir,
palatum, dan tepi lidah. Ulser traumatik dapat terjadi pada lakilaki dan perempuan dengan prevalensi yang sama.
2. Etiologi Ulser traumatik dapat disebabkan oleh trauma fisik
atau trauma kimiawi. Ulser akibat trauma fisik disebabkan oleh
permukaan tajam, seperti cengkeram atau tepi-tepi protesa,
peralatan ortodonti, kebiasaan menggigit bibir, gigi yang
fraktur, atau makanan dan minuman yang terlalu panas
biasanya terjadi pada palatum. Ulser traumatik yang
disebabkan oleh bahan-bahan kimiawi dapat terjadi karena
tablet aspirin atau krim sakit gigi yang diletakkan pada gigi-gigi
yang sakit.
3. Gambaran Klinis Ulser traumatik mempunyai gambaran khas
berupa ulser tunggal yang tidak teratur. Lesi biasanya tampak
sedikit cekung, berbentuk oval, bagian tengah lesi Universitas
Sumatera Utaraberwarna kuning kelabu. Pada awalnya daerah
eritematus dijumpai di perifer, yang perlahan-lahan menjadi
muda karena proses keratinisasi.31 Seringkali trauma
penyebabnya jelas terungkap pada pemeriksaan riwayat
penyakit atau pemeriksaan klinis. Mukosa yang rusak karena
bahan kimia seperti terbakar oleh aspirin umumnya batasnya
tidak jelas, dan mengandung kulit permukaan yang

terkoagulasi dan mengelupas.22,31 Gambar 4. Ulser


traumatik31 4. Diagnosis Ulser traumatik mempunyai
gambaran khas berupa ulser tunggal yang tidak teratur.22
Penyebab ulser traumatik dapat diketahui dari anamnesis dan
pemeriksaan klinis. Diagnosis ulser ini biasanya lebih sulit
karena pasien mungkin kurang terbuka pada saat anamnesis,
sehingga indeks kecurigaan yang tinggi diperlukan untuk
menetapkan diagnosis.31 Universitas Sumatera Utara5.
Perawatan Bila trauma diduga sebagai faktor etiologi, maka
penyebab harus dihilangkan dan penderita diberi obat kumur
antiseptik seperti klorheksidin. Bila asal lesi benarbenar
trauma, maka ulser akan sembuh dalam waktu 7-10 hari.
Setiap ulser yang menetap melebihi waktu ini harus dibiopsi
untuk menentukan apakah ulser tersebut merupakan
karsinoma. Demikian pula untuk setiap penderita yang
diperkirakan menderita luka yang timbul dengan sendirinya
(artefakta), dokter umumnya juga harus diberitahu.