Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

Otak merupakan depan dari sistem saraf pusat yang mengalami perubahan dan
pembesaran. Ia dilindungi oleh tiga selaput pelindung (meningen) dan berada dalam
rongga tulang tengkorak. Darah dialirkan ke otak melalui dua pasang pembuluh darah
besar yaitu arteri karotis interna dan sepasang arteri vertebralis. Dari dua pasang
arteria inilah yang nantinya keluar cabang-cabang yang saling berkolateral.
Sekitar 18 % dari seluruh volume darah dari sirkulasi badan berada di otak,
yang hanya mempunyai berat 2 % dari berat badan.Gangguan kesadaran terjadi
kurang dari 15 detik setelah aliran darah ke otak berhenti, kerusakan yang pemanen
dari jaringan otak dalam waktu 5 menit. (5)
Darah mengangkut oksigen, makanan dan substansi lainnya yang diperlukan
agar jaringan hidup dengan baik. Kebutuhan otak sangat mendesak dan vital, sehingga
aliran darah yang konstan harus dipertahankan. (5)
Otak menggunakan sekitar 20 % dari keseluruhan oksigen yang dihirup oleh paru
manusia.
Pengetahuan anatomi otak manusia dikaitkan dengan pemahaman terhadap
fisiologi dari otak akan memungkinkan dokter mampu memahami munculnya
gangguan akibat defek pada vaskulari sasi akan menimbulkan gejala yang khas sesuai
dengan bagian dari otak yang divaskularisasinya.

BAB II ISI

Peredaran darah arteri


Darah dialirkan ke otak oleh dua pasang arteri : arteri karotis interna dan arteri
vertebralis. Keempat pemberi makan otak ini bebas satu sama lain sampai memasuki
kranium dan menjadi saling berhubungan melalui sistem anastomosis, yaitu sirkulus
arteri Willisi dan arteri basilaris. Willisi diambil dari nama akhir Ahli neuroanatomi
Inggris Sir Thomas Willisi. (2,3,5)
Sirkulus Willisi pada dasar otak merupakan pokok anastomose pembuluh
darah arteri yang penting di dalam jaringan otak. Darah mencapai jaringan otak
melalui arteri carotis interna dan arteri vertebralis. Sebagian anastomose terjadi
diantara cabang-cabang arteriole dan sirkulus Willisi pada substansia alba subkortek.
(2,3)

Sirkulus Willisi merupakan hexagon yang dibentuk oleh arteri carotis interna,
arteri cerebri anterior, arteri komunikans anterior, arteri cerebri posterior, arteri
komunikans posterior dan arteri basilaris. (2,5)

Gambar 2.1

Gambar 2.2

Arteri karotis interna


Arteri karotis interna berakhir pada arteri cerebri anterior dan arteri cerebri
media. Arteri karotis interna setelah memasuki kranium, langsung memberikan
cabang arteri opthalmika, yang memasuki kavum orbita bersama dengan nervus
optikus melalui foramen optikum. Ia memberi darah seluruh struktur orbita, mukosa
sinus sfenoid, sel-sel ethmoidalis, sebagian besar kavum nasalis, dan dura dari fosa
kranii anterior. Pembuluh darah ini berakhir pada cabang cabang yang memberi
suplai darah ke kulit dahi, pangkal hidung, dan kelopak mata dan beranastomosis
dengan arteri fasialis serta arteri maksilaris interna, yang merupakan cabang dari arteri
karotis eksterna. Secara teori, sirkulus Willisi ini dapat menjaga keseimbangan
tekanan antara keempat arteria utama dan dapat menjamin aliran darah yang cukup,
jika salah satu dari empat arteria utama tertutup. Pada tingkat tekanan darah yang
normal, terjadi sedikit pertukaran darah antara kedua belahan otak. Biasanya arteri

komunikans ini cukup kecil. Anastomose tidak cukup menyediakan suplai darah pada
oklusi yang akut salah satu dari keempat vasa utama. Jika oklusi ini gradual dan
terjadi dalam waktu yang lama, arteri komunikans mungkin melebar dan
menyediakan suplai darah yang cukup. (2,3,4)

Gambar 2.3

Arteri Vertebralis
Arteri Vertebralis adalah cabang pertama arteri subclavia. Ia naik melewati
foramen tranversal dari enam vertebra cervical pertama dan memasuki tengkorak
diantara tulang atlas dan foramen magnum. Sebelum memasuki kranium, ia
membentuk siphon berbentuk S yang mungkin bertujuan meredam gelombang nadi
yang datang. Pertama ia berjalan di posterior sepanjang aspek lateral dari atlas,
kemudian membelok ke atas dan medial lalu memasuki kranium pada masing-masing
sisi medula oblongata. (2,3)
Di depan sambungan pontomedular, a. vertebralis membentuk a. basilaris,
yang kemudian terbagi menjadi a. serebri posterior pada batas pontomesensefalik. (2,3,5)

Gambar 2.4

Sirkulus Arteri Willisi


Setelah memasuki rongga subaraknoid, arteri karotis interna melanjutkan diri
ke posterior di bawah saraf optikus dan kemudian ke khiasma optikum, dan membuat
sudut belokan ke kanan untuk memasuki fisura sylvii. Pada putaran ini arteri karotis
interna memberikan cabang arteri komunikans posterior, yang bergabung dengan
tunggul proksimal dari arteri serebri posterior dan membentuk bersama dengan arteri
basilaris rostral, arkus posterior dari sirkulus Willisi. (2,3,4,5)
Arteri karotis interna juga memberikan cabang aa. Khoroidalis anterior
sebelum arteri karotis bercabang menjadi aa. Serebri anterior dan media. Tunggul dari
aa. Serebri anterior segera mencembung ke garis tengah dan saling berhubungan
melalui a. komunikans anterior. Jadi, arkus anterior dari sirkulus Willisi tertutup. (,2,3,5)

Gambar 2.5

Terdapat beberapa varian morfologi dari arteri karotis komunis dan arteri
vertebralis yang biasanya tidak signifikan secara klinis. Sirkulus Willisi normal hanya
ada pada kurang dari separuh dari seluruh manusia. Hal ini terutama untuk arkus
posterior. Anomali-anomali ini tidak nyata pada keadaan sirkulasi yang normal, tetapi
menjadi nyata apabila aliran darah menjadi berkurang atau terganggu. Beberapa
kolateral yang kurang efektif dapat menjadi aktif bila terjadi oklusi. Telah disebutkan
sebelumnnya bahwa arteri oftalmika beranastomosis dengan cabang-cabang arteri
fasialis dan arteri maksilaris interna. Dalam keadaan tertentu arteri ini dapat
membawa darah dari cabang-cabang ini kembali ke dalam arteri karotis interna
intrakranial. Anastomosis ekstra kranial yang serupa, ada diantara cabang-cabang
oksipitallis dari arteri karotis eksterna dan arteria vertebralis. (3,4)
Cabang-cabang arteria komunikans posterior.
Arteri komunikans posterior memberikan sejumlah cabang kecil yang
memberi darah untuk tuber sinereum, korpus mamilare, sepertiga anterior dari
thalamus, subthalamus, dan sebagian dari ekstremitas posterior dari kapsula interna.
(2,3,4)

Arteri khoroidalis anterior


Arteri ini turun dari arteri karotis interna, terletak di sebelah lateral dari arteri
komunikans posterior atau dari tunggul arteri serebri media. Arteri ini mengikuti
traktus optikus dalam memberi suplai darah pada korpus genikulatum lateral dan
pleksus khoroid dari kornu ventrikel lateral . Selain suplai darah traktus optikus ia
juga memberi darah dua pertiga medial dari palidum dan sebagian dari kompleks
amigdale, unkus dan girus hipokampus anterior. Ia juga melayani duapertiga ventral
ekstremitas posterior kapsula interna; bagian lateral dari korpus genikulatum lateral,
mencakup bagian yang paling rostral dari radiasio optika; dan bagian rostral dari otak
tengah, terutama substansisa nigra medial, sebagian nukleus ruber, sepertiga medial
dari pedunkel dan separuh lateral dari nukleus subthalamus. Arteri ini memasuki
pleksus khoroid dari kornu ventrikel inferior dekat ujung anteriornya dan
berhubungan dengan arteri khoroidalis posterior yang merupakan cabang dari arteri
serebri posterior. Efisiensi anastomosis ini diyakini merupakan alasan mengapa
pengikatan arteri koroidalis posterior tidak menimbulkan defisit secara klinis. (2,3,4,5)
Arteri serebri anterior
Arteri serebri anterior memberi sejumlah cabang kecil yang memasuki
substansia perforata anterior dan memberi darah separuh ventromedial dari korpus
striatum anterior, krus anterior dari kapsula interna, regio septalis dan komisura
anterior. Cabang striatum berasal dari arteri komunikans anterior dan berlanjut ke
kaudal mencapai substansia perforata anterior. Alasan inilah yang menyebabkan
Heubner menggambarkannya sebagai arteri rekuren. Cabang kecil lainnya berasal dari
dekat arteri komunikans anterior memberi darah pada sebagian kiasma optikus dan
saraf optikus. (2,3,4)
Kedua arteri serebri anterior berjalan sepanjang sisterna interhemisferik dan
masing-masing memberikan 5 cabang mayor yaitu: cabang orbitalis, frontopolaris,
perikalosal, kalosomarginalis dan parietalis. (2,3,4)

Gambar 2.6

Arteri Serebri Media


Setelah memberi cabang arteri serebri anterior, arteri karotis interna menjadi
arteri serebri media, yang merupakan arteri terbesar dari seluruh arteri serebri. Ketika
tunggulnya memutar mengelilingi limen insula, ia memberikan cabang pertamanya
yang memasuki bagian kaudal dari substansia perforata anterior. Cabang ini memberi
darah pada hampir seluruh putamen dan nukleus kaudatus, sepertiga lateral palidum
dan segmen dorsal dari kapsula interna. Yang paling besar dari cabang striatum
terletak paling lateral dan memberi darah putamen lateral dan kapsula externa. Oleh
karena ini merupakan sumber tersering dari hematoma hipertensi apoplektik, Charcot
menyebutnya lartere de lhemorrhagie cerebrale. (2,3,4,5)
Sebelum tunggul dari arteri serebri media meninggalkan limen insula, ia
memberi cabang kecil bagi insula anterior, kapsula ekstrem dan klaustrum. Setelah itu
ia terbagi menjadi 3 atau 4 cabang mayor, yang membagi diri didalam fisura.
Cabang-cabangnya muncul dari fisura dan memberi darah pada sebagian besar kortek
dan substansia alba dari hemisfer lateral. Cabang-cabang yang mudah dikenali pada

angiografi adalah: cabang-cabang orbitofrontalis, prerolandik, rolandik, parietalis


anterior, parietalis posterior, angularis, temporalis posterior dan temporalis anterior.
Arteri ini bertanggung jawab untuk seluruh regio lobus frontalis, temporalis dan
parietalis, dimana bila hemisfer yang dominan mengalami kerusakan akan
menghasilkan tanda-tanda fokal yang penting, seperti afasia motorik dan sensorik,
aleksia, agrafia, apraksia, akalkulia dan gangguan citra tubuh (loss of body image).
Cabang terpanjang adalah arteri angularis yang mensuplai lobus oksipitalis. (1,2,3,4,5)

Gambar 2.8

Arteri serberi posterior


Merupakan cabang akhir dari arteri basilaris. Cabang-cabang kecil dari arteria
basilaris dan dari tunggul proksimal arteri serebri posterior memberi darah midbrain.
Cabang-cabang paramedial diantara arteria pedunkularis turun ke tegmentum pons
bagian rostral. Arteria serebri posterior juga bertanggung jawab bagi thalamus.
Nukleus lateral dan ventral thalamus mendapat darah dari cabang-cabang
talamoperforantes, yang naik melalui substansia perforata posterior. Korpus
genikulatum lateral dan medial mendapat darah dari cabang-cabang
talamogenikulatum. Arteri koroidalis posteromedial yang meninggalkan arteri serebri
posterior di depan midbrain dan menyertai arteri-arteri pada perjalanannya melalui
sisterna ambiens, mengelilingi pulvinar dan mengambil arah rostral, memberi darah
pada bagian dorsal dari thalamus sampai berakhir di nukleus talamus anterior. Arteri
ini juga memasuki pleksus koroid dari ventrikel ketiga dan sela media dari ventrikel
lateral. (2,3,4)
Dalam sisterna ambiens, arteria koroidalis posterior lateral, bercabang ke
lateral dan memasuki pleksus koroid dari kornu inferior ventrikel . Arteri ini
mempunyai anastomosis dengan arteria koroidalis anterior. (3)
9

Tiga sampai lima arteri-arteri tambahan kecil, turun ke dalam setiap sisterna
ambiens, berlanjut ke lateral kedalam fisura hipokampus, di mana arteri-arteri ini
membentuk anastomosis yang merupakan asal dari arteria kornu Ammon. antara lain
arteria Uchimura yang panjang, memberi darah sektor Sommer dari kornu Ammon.
Karena arteri-arteri ini menyeberangi tepi dari tentorium hanya pada jarak yang
pendek, maka rentan terhadap kompresi selama herniasi hipokampus. Arteri-arteri
kornu Ammon berhubungan di rostral dengan cabang-cabang dari arteria koroidalis
anterior. (3)
Lima cabang perifer yang besar, yang memberi darah korteks dan substansia
alba berasal dari dalam setiap sisterna ambiens. Cabang-cabang tersebut adalah arteri
arteri atau cabang-cabang temporalis anterior, temporalis posterior, oksipitalis
posterior, kalkarina dan parietooksipitalis. (2,3,4,5)

10

Gambar 2.9

Arteria meningika
Bersama dengan vena ia berada di sisi luar duramater. Sebagian besar arteria
yang mensuplai darah lapisan meningeal berlainan dengan yang mensuplai ubtansia
otak. Pembuluh darah terbesar adalah a. meningika media, sebuah cabang a.
maksilaris. Setelah memasuki calvaria lewat foramen spinosum, ia mensuplai
sebagian besar duramater supratentorial. Duramater di fosa kranii anterior dan
posterior disuplai arteria yang kecil yang dikenal sebagai a.meningika anterior dan
posterior. Secara normal terdapat dua arteri meningika anterior yang merupakan
cabang arteri ethmoidalis posterior. Arteri meningika posterior terdiri dari satu atau
lebih cabang dari a. occipitalis dan a. pharyngika ascenden. (3,5)

11

Peredaran darah vena


Aliran darah vena dari otak terutama ke dalam sinus-sinus duramater, suatu
saluran pembuluh darah yang terdapat dalam struktur duramater. Sinus-sinus
duramater tidak mempunyai katub dan sebagian besar berbentuk triangular. (2)

Gambar 2.10

Sebagian besar vena korteks superfisial mengalir ke dalam sinus longitudinalis


superior yang berada di medial. Dua buah vena korteks yang utama adalah vena
anastomotika magna atau vena dari Trolard yang mengalir dalam sinus longitudinalis
superior dan vena anastomotika parva atau vena dari Labbe yang mengalir ke dalam
sinus transversus. Vena-vena serebri profunda memperoleh aliran darah dari basal
ganglia. Vena serebri interna menerima darah dari vena basalis Rosenthal. Hubungan
antara kedua vena serebri interna membentuk vena serebri magna dari Galen, sebuah
vena yang pendek di garis tengah dan memasuki sinus rectus. (2)
12

Gambar 2.11

Dalam falx serebri terdapat sinus longitudinalis superior. Sinus rectus, suatu
kelanjutan dari vena serebri magna, bersatu dengan sinus longitudinalis superior
membentuk confluens sinuum. Sinus-sinus transversus mengalirkan darah yang
diterima dari sinus longitudinalis superior dan sinus rectus ke vena jugularis interna.
Dua buah sinus cavernosus menerima darah dari vena serebri media dan
mengalirkannya ke dalam vena jugularis interna serta sinus transversus. Sinus
cavernosus dihubungkan menyilang garis tengah oleh 2 buah sinus intercavernosus,
satu di antaranya berada di sebelah anterior dan yang lain di sebelah posterior
hipofise, jadi membentuk sirkulus venosus di sekitar hipofise yaitu sinus sirkularis.
Sinus petrosus inferior mengalirkan darah dari sinus cavernosus ke dalam vena
jugularis interna. Sinus petrosus superior mengalirkan darah dari sinus cavernosus ke
dalam sinus transversus. Sering terdapat vena-vena emissaria yang menghubungkan
vena-vena extrakranial dengan sinus venosus. (2,3,4)

13

BAB III PENUTUP


Otak sebagai organ yang kecil memiliki susunan dengan fungsi yang begitu komplek.
Dia memiliki kekhasan tersendiri yaitu peka terhadap penurunan aliran darah.Dengan
pengetahuan vaskularisasi otak ditambah dengan neuroanatomi korelatif dari otak,
sehingga akan memudahkan para klinisi dalam menegakkan diagnosis, memberikan
pengobatan yang tepat dan dini serta menentukan prognosa dari suatu gangguan
vaskular otak.

14

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.

5.

Burt A. M, 1992. Cerebral arterial supply . In morphology of the adult


nervous system.Textbook of neuroanatomy, 1st edition. Philadelphia : W.B.
Saunders company, pp 178-192
Chusid J. G, 1979. Brain circulation. In Central functional nervous system
.Correlative neuroanatomy & functional neurology,17th edition. Los Altos
,California: Lange medical publication, pp 45-56
Duus P., 1983, Topical diagnosis in neurology, 3rd edition. Stuttgart: Georg
Thieme Verlag, pp 413-424
Netter F. H.,1986, Blood vessels of brain and spinal cord. In Anatomy and
physiology nervous system. The CIBA collection of medical illustrations, 2nd
printing. West Caldwell, New Jersey: CIBA medical education division, pp 4361
Waxman S. G, 2003. Vascular supply. In Anatomy of the brain. Clinical
neuroanatomy. New York: Lange medical books, pp 169-188

15