Anda di halaman 1dari 6

Laporan Pendahuluan

METASTATIC BONE DISEASE PADA VERTEBRAE


Annisa Rahmawati- 1006672150
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
I.

PENDAHULUAN
Metastase tulang merupakan penyebaran sel sel kanker dari
kanker primernya ke tulang. Jarak antara tumor primer dan dan
munculnya metastase bervariasi dan tidak menentu, misalnya
pada Carsinoma (Ca) mammae dan tiroid yang mengalami
pembedahan

(reseksi

jaringan)

20

35

tahun

kemudian

bermetastasis dan menimbulkan lesi tulang.


Metastase adalah tumor tulang maligna yang paling sering
ditemukan.

Metastase

bisa

berbentuk

sklerotik,

litik

atau

gabungan dari keduanya. Distribusi ini sesuai dengan daerah


sumsum tulang merah, terutama kolumna vertebra, tengkorak,
iga, pelvis, humerus dan femur bagian proksimal. Metastasis
jarang dijumpai pada tulang distal dari sendi siku dan sendi lutut.
Metastase bisa terjadi pada setiap tulang dan dimana saja. Biasanya (tidak selalu)
menimbulkan nyeri local. Tumor metastasik biasanya dekstruktif (lytic) dan bisa
terjadi fraktur bila tulang menjadi lemah. Kadang-kadang terlihat densitas
(terutama bila tumor primernya prostat atau payudara). Jarang terlihat
pembentukan tulang baru secara periosteal (bila dibandingkan dengan tumor
primer). Yang paling penting, hampir selalu multiple, terjadi pada tulang yang
berbeda. Jarang dapat dikenali tumor prime dari mana metastase berasal.
Metastasis suatu kanker atau karsinoma adalah penyebaran sel-sel kanker keluar
dari tempat asalnya ( primary site ) ke tempat lain atau bagian tubuh yang lain.
Sel-sel kanker dapat keluar dari suatu tumor primer yang ganas, dan kemudian
menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui peredaran darah ataupun aliran limfe.
Metastasis juga dapat terjadi melalui penyebaran langsung. Apabila sel kanker
melalui aliran limfe, maka sel-sel tersebut dapat terperangkap di dalam kelenjar

limfe, biasanya yang terdekat dengan lokasi primernya. Apabila sel berjalan
melalui peredaran darah, maka sel-sel tersebut dapat menyebar ke seluruh tubuh,
mulai tumbuh, dan membentuk tumor baru. Proses ini disebut metastasis.Tulang
adalah salah satu organ target yang paling sering menjadi tempat metastasis.
Tulang juga sering menjadi sasaran metastases. Metastasis ke tulang dapat
menyebabkan osteolitik yang mungkin mengakibatkan fraktur patologik yaitu
patah tulang yang spontan, tanpa didahului kekerasan. Jika terjadi fraktur
kompresi patologik di korpus vertebra, penderita terancam jelas lintang sumsum
tulang belakang sehingga terjadi paraplegia. Metastasis osteoblastik mungkin
berasal dari karsinoma prostat dan payudara. Kadang-kadang ditemukan
metastasis osteolitik bersama dengan metastasis osteoblastik. Metastasis dini
biasanya tidak menunjukkan gejala. Akan tetapi, jika metastasis sudah
merangsang periosteum, timbul nyeri terus-menerus siang malam. Nyeri ini
umumnya tidak dipengaruhi oleh sikap tubuh, kecuali bila tulang sudah hampir
patah dan tetap dirasakan di tempk sebar ke tulang. Metastasis tulang tidak jarang
disertai dengan kenaikan fosfase alkali. Hampir semua karsinoma dapat beranak
sebar ke tulang, yang sering adalah melanoma malignum, karsinoma payudara,
brongkus, prostat, tiroid.
Menurut Beschan, distribusi metastase pada tulang di antaranya
adalah sebagai berikut :

II.

Tulang belakang 80 %
Femur 40 %
Iga dan sternum 25 %
Tengkorak dan pelvis 20 %
Kaput humeri 7 %
Tulang ekstremitas 1 2 %
KLASIFIKASI
Proses metastase ke tulang diklasifikasikan berdasarkan gangguan factor apa yang
ditimbulkan yaitu:
1.

Tipe Osteolitik dimana terjadi penghancuran yang tak terkendali, dan


osteoblast tidak mampu mengimbangi dengan pembentukan jaringan baru,
sehingga menyebabkan tulang tidak padat dan lemah.

2.

Tipe Osteoblastik ( sklerotik ) yang menyebabkan pembentukan sel-sel


tulang tak terkendali dan tidak diimbangi dengan proses penghancuran oleh

3.
III.

osteoclast.
Tipe Osteolitik-Osteoblastik

ANATOMI
Tulang adalah suatu struktur jaringan yang mengandung mineralmineral seperti kalsium, fosfat, dan protein kolagen. Lapisan luar
dari tulang disebut kortex dan lapisan didalam yang menyerupai
sponge disebut sum-sum tulang. Tulang adalah suatu jaringan
yang terstruktur dengan baik serta mempunyai 5 fungsi utama
yaitu membentuk rangka badan, sebagai tempat melekatnya
otot,

sebagai

bagian

dari

tubuh

untuk

melindungi

dan

mempertahankan alat-alat dalam (misalnya otak, sumsum tulang


belakang, buli-buli, jantung dan paru-paru), sebagai tempat
deposit kalsium, fosfor, magnesium, garam dan dapat berfungsi
sebagai cadangan mineral tubuh, serta ikut membantu dalam
regulasi komposisi mineral pada tubulus ginjal, khususnya
konsentrasi ion kalsium plasma dan cairan ekstraseluler, serta
mempunyai fungsi tambahan lainnya yaitu sebagai jaringan
hemopoetik untuk memproduksi sel - sel darah merah, sel - sel
darah putih dan trombosit.
Struktur tulang ada dua yaitu tulang imatur dan tulang matur.
Tulang imatur (woven bone) adalah tulang dengan serat-serat
kolagen yang tidak teratur baik dan sel - selnya tidak mempunyai
orientasi khusus. Tulang matur (lamellar bone) adalah tulang
dengan struktur kolagen yang teratur, tersusun secara paralel
membentuk lapisan yang multiple disebut lamelar dengan sel
osteosit di antara lapisan - lapisan tersebut. Tulang matur terdiri
dari dua struktur yang berbeda bentuknya yaitu tulang kortikal
yang bersifat kompakta dan tulang trabekular yang bersifat
spongiosa. Lapisan superfisialis tulang disebut periosteum dan

lapisan profunda disebut endosteum. Dari aspek pertumbuhan,


bagian tengah tulang disebut diafisis, ujung tulang disebut
epifisis, dan bagian di antara keduanya disebut metafisis.
Perbedaan tulang matur dan imatur terutama dalam jumlah sel,
jaringan kolagen dan mukopolisakarida. Tulang matur ditandai
dengan

sistem

Haversion

atau

osteon

yang

memberikan

kemudahan sirkulasi darah melalui korteks yang tebal. Tulang


matur kurang mengandung sel dan lebih banyak substansi
semen dan mineral dibanding dengan tulang imatur.
Osteoblas merupakan salah satu jenis sel hasil diferensiasi sel
masenkim yang sangat penting dalam proses osteogenesis atau
osifikasi. Sebagai sel, osteoblas dapat memproduksi substansi
organik intraseluler atau matriks, dimana kalsifikasi terjadi di
kemudian hari. Jaringan yang tidak mengandung kalsium disebut
osteoid dan apabila kalsifikasi terjadi pada matriks maka jaringan
disebut tulang. Sesaat setelah osteoblas dikelilingi oleh substansi
organik intraseluler, disebut osteosit dimana keadaan ini terjadi
dalam lakuna. Sel yang bersifat multinukleus, tidak ditutupi oleh
permukaan tulang dengan sifat dan fungsi resorpsi serta
mengeluarkan tulang yang disebut osteoklas. Kalsium hanya
dapat dikeluarkan dari tulang melalui proses aktivitas osteoklasis
yang

menghilangkan

matriks

organik

dan

kalsium

secara

bersamaan dan disebut deosifikasi.


IV. PATOFISIOLOGI
Proses metastasis ke tulang terjadi dalam 3 mekanisme dasar, antara lain :
Perluasan secara langsung
Mengikuti aliran darah balik vena
Mengikuti emboli tumor melalui aliran darah dan limfe.
Sel-sel dari tumor primer mengikuti aliran pembuluh darah sampai ke kapilerkapiler pada tulang. Agregasi antara sel-sel tumor dan sel-sel darah lainnya akan

membentuk emboli di kapiler tulang bagian distal. Setelah memasuki tulang, maka
sel-sel kanker akan mulai berkembang.
Sel-sel kanker yang telah menyebar ke tulang dapat menyebabkan kerusakan
tulang yang hebat. Sel-sel tumor mensekresikan substansi kimia yang dapat
menstimulasi osteoclast seperti prostaglandin-E ( PGE ), beberapa jenis sitokin,
dan factor-faktor pertumbuhan seperti ( TGF ) dan , Epidermal growth factor
( EGF ), ( TNF ), dan IL-1. Osteoclast yang berlebihan akan menyebabkan
resorpsi tulang yang berlebihan pula. Hal ini menyebabkan tulang tidak padat.
Proses ini disebut osteolitik. Proses ini terjadi pada proses metastase ke tulang
oleh kanker payudara. Sel-sel tumor juga dapat mensekresikan substansi-substansi
kimia yang dapat menyebabkan pembentukan tulang yang tak terkendali. Proses
ini disebut osteoblastik atau osteosklerotik. Contoh proses ini yaitu metastase ke
tulang oleh kanker prostate. Kedua jenis kelainan ini dapat menimbulkan rasa
sakit dan lebih lemah dibandingkan tulang yang normal sehingga menjadi lebih
mudah

patah.

V. GAMBARAN KLINIS
Nyeri tulang.
Nyeri tulang adalah gejala yang paling sering didapati pada proses metastasis
ke tulang dan biasanya merupakan gejala awal yang disadari oleh pasien.
Nyeri timbul akibat peregangan periosteum dan stimulasi saraf pada
endosteum oleh tumor. Nyeri dapat hilang-timbul dan lebih terasa pada malam
hari atau waktu beristirahat.
Fraktur
Adanya metastasis ke tulang dapat menyebabkan struktur tulang menjadi lebih
rapuh dan beresiko untuk mengalami fraktur. Kadang-kadang fraktur timbul
sebelum gejala-gejala lainnya. Daerah yang sering mengalami fraktur yaitu
tulang-tulang panjang di ekstremitas atas dan bawah serta vertebra.
Penekanan medula spinalis
Ketika terjadi proses metastasis ke vertebra, maka medulla spinalis menjadi
terdesak. Pendesakan medulla spinalis tidak hanya menimbulkan nyeri tetapi

juga parese atau mati rasa pada ekstremitas, gangguan miksi, atau mati rasa
disekitar abdomen.
Peninggian kadar kalsium dalam darah
Hal ini disebabkan karena tingginya pelepasan cadangan kalsium dari tulang.
Peninggian kalsium dapat menyebabkan kurang nafsu makan, mual, haus,
konstipasi, kelelahan, dan bahkan gangguan kesadaran.
Gejala lainnya
Apabila metastasis sampai ke sum-sum tulang, gejala yang timbul sesuai
dengan tipe sel darah yang terkena. Anemia dapat terjadi apabila mengenai sel
darah merah. Apabila sel darah putih yang terkena, maka pasien dapt dengan
mudah

terjangkit

infeksi.Sedangkan

gangguan

pada

platelet,

dapat

menyebabkan perdarahan.
DAFTAR PUSTAKA
Palmer P.E.S, Cockshott WP, Hegedus V, Samuel E.. Petunjuk membaca foto untuk dokter
umum.Jakarta.EGC.1995
Metastasic cancer [online]. 2007 Nov 19. [cited 2007 Nov 15]. Available from:
URL:http://www.zometa.com/med/topi 1332.htm
Sjamsuhidajat.R.

dan

Jong

de

wim,Buku

Ajar

Ilmu

Bedah;

Neoplasma

ed.2.Jakarta.EGC.2004;(146-147)
Bone tumor.org. The webs most comprehensive Bone Tumor Resource.[online].2007
MD. Ph.D, Rasjad C, Prof. Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi; Tumor dan sejenisnya.
Makassar. Bintang Lamumpatue.2003(281,292-296)
Bone metastasis [online], 2007;Available from: URL:http:// www.emedicine.com/med/topic
3573.htm
Siswono,dr. [online] 2007 Nov 18. Penyebaran Tumor Ganas Ditulang. Bag. Radiology
FKUI, Jakarta. URL: http://www.portalkalbe.com