Anda di halaman 1dari 7

PENELITIAN KOMPARATIF

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Penelitian Pendidikan SD 1


Dosen Pengampu: Ibu Florentina Widihastrini
Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Ervin Indriyani
Sugeng Winarno
Ariani
Istiqomah
Samuel Dwi Christiyono
Aji Susilo
TriPuji Lestari
Puji Astutik
Nurul Tri Setiyawati

(1401411019)
(1401411085)
(1401411096)
(1401411239)
(1401411352)
(1401411482)
(1401411495)
(1401411594)
(1401411599)

Rombel 10

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
Pembeda
Pengertian

Penelitian komparatif
Penelitian komparatif merupakan
penelitian

yang

bersifat

membandingkan.

Penelitian

komparatif adalah jenis penelitian


yang

digunakan

membandingkan

untuk

antara

dua

kelompok atau lebih dari suatu


variabel tertentu.
Tujuan

Menurut Dra. Aswani Sudjud


adalah untuk menemukan persamaan
dan perbedaan tentang benda-benda,
orang, prosedur kerja, ide-ide, kritik
tehadap

orang

lain,

kelompok,

terhadap suatu idea atau prosedur


kerja,
kesamaan

serta

membadingkan
pandangan

perubahan-perubahan

dan

pandangan

orang, grup atau Negara terhadap


kasus, terhadap orang, terhadap
peristiwa atau terhadap ide-ide.
Selain
itu,
tujuan
Komparatif ialah:

penelitian

1. Untuk
membandingkan
persamaan dan perbedaan
dua atau lebih fakta-fakta
dan sifat-sifat objek yang di
teliti berdasarkan kerangka
pemikiran tertentu.
2. Untuk membuat generalisasi
tingkat
perbandingan
berdasarkan cara pandang
atau kerangka berpikir tentu.
3. Untuk bisa menentukan
mana yang lebih baik atau

mana yang sebaiknya dipilih.


4. Untuk
menyelidiki
kemungkinan
hubungan
sebab-akibat dengan cara
berdasar atas pengamatan
terhadap akibat yang ada dan
mencari kembali faktor yang
mungkin menjadi penyebab
melalui data tertentu.
Karakteristik/syarat

1. bersifat
expost
facto,
artinya
data
yang
dikumpulkan
setelah
peristiwa
yang
dipermasalahkan terjadi.
2. Metode eksperimental yang
dianggap lebih kuat tidak
memungkinkan
untuk
dilakukan.
3. Rumusan masalah yang
digunakan adalah rumusan
masalah
komparatif( membandingka
n keberadaan satu variabel
atau lebih pada dua atau
lebih sampel yang berbeda
atau waktu yang berbeda)
4. kerangka teori penelitian
komparatif
menggunakan
kerangka teori yang besifat
deduktif.
5. Penelitian tidak mungkin
memilih, mengontrol, dan
memanipulasi faktor faktor
yang
penting
untuk
mempelajari hubungan sebab
akibat secara langsung
6. Pengontrolan
terhadap
seluruh variabel ( kecuali

variabel bebas ) sangat tidak


realistis dan terlalu dibuat
buat,
serta
mencegah
interaksi
secara
normal
dengan variabel variabel
lain yang berpengaruh
7. Pengontrolan di laboratorium
untuk
beberapa
tujuan
penelitian dianggap tidak
praktis, mahal, atau secara
etika dipertanyakan
Jenis
Contoh masalah

Tidak ada
Kompetensi yang dimiliki oleh
konselor

sangat

mempengaruhi

kinerja yang dilakukan. Apabila


kompetensi yang dimiliki konselor
rendah atau kurang baik maka hasil
kerja

dari

bimbingan

kegiatan
dan

layanan

konseling

yang

dilakukan perlu dibuktikan kembali


keefektifannya.
Untuk meningkatkan kualitas
pendidikan

pemerintah

telah

mengesahkan

undang undang

Republik Indonsesia nomor 14 tahun


2005 tetang guru dan dosen bahwa,
sertifikasi adalah proses pemberian
sertifikat untuk guru dan dosen.
Untuk
guru

memperoleh
professional

predikat
perlu

dilakukannya sertifikasi. Sertifikasi


bagi

guru

dalam

jabatan

dilaksanakan melalui uji kompetensi

berupa

penilaian

dokomen

( portofolio ) dan ada uji kompetensi


yang

lain

yaitu

melalui

jalur

pendidikan profesi selama 1 tahun,


ini diperuntukan bagi guru yang
berprestasi pada masing masing
daerah. Dari kegiatan sertifikasi
tersebut

akan

tampak

kinerja

guru.Beberapa permasalahan yang


terjadi sekarang dalam kegiatan
sertifikasi adalah banyaknya guru
yang tidak lulus sertifikasi.
Menurut data yang diperoleh
dari dinas pendidikan kabupaten
Semarang

terdapat

35

guru

bimbingan dan konseling tingkat


SMA

Negeri

Semarang.

Se

Kabupaten

Diperoleh

data

pada

tahun 2007 sampai pada tahun 2009


terdapat 16 guru bimbingan dan
konseling yang lulus sertifikasi, 7
guru yang lulus melalui portofolio
dan 9 guru lulus melalui PLPG.
Pembatasan masalah

Dari permasalahan diatas, peneliti


tertarik

untuk

mengadakan

penelitian tentang perbedaan kinerja


guru

bimbingan

dan

konseling

bersertifikasi melaui jaur portofolio


dengan PLPG di SMA Negeri seRumusan masalah

Kabupaten Semarang.
1. Bagaimanakah kinerja

guru

bimbingan dan konseling yang


lulus sertifikasi melalui jaur
Portofolio di SMA Negeri seKabupaten Semarang?
2. Bagaimanakah kinerja

guru

bimbingan dan konseling yang


lulus sertifikasi melalui jalur
PLPG

di

SMA Negeri

se-

Kabupaten Semarang?
3. Apakah ada perbedaan kinerja
guru bimbingan dan konseling
bersertifikasi

melaui

jaur

portofolio dengan PLPG di SMA


Negeri se-Kabupaten Semarang.
Judul masalah
Perbedaan Kinerja Guru Bimbingan
Dan

Konseling

Yang

Lulus

Sertifikasi Melalui Jalur Portofolio


Dengan PLPG Di SMA Negeri Se
Kabupaten Semarang.

Analisis data

Apabila datanya berbentuk


nominal, maka digunakan
teknik statistik: binomial dan

chi kuadrat satu sampel.


Apabila datanya berbentuk
ordinal,

maka

digunakan

teknik statistik: run test.


Apabila datanya berbentuk
interval

atau

ratio

maka

digunakan tes satu sampel.