Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

ISOLASI LAKTOSA DARI SUSU SKIM

Oleh :
Kelompok A-10
Juliana Jessica Novia

1130316

Laboratorium Kimia Organik


Fakultas Farmasi Universitas Surabaya
2014

BAB 1
PENDAHULUAN
Dasar Teori

Nama IUPAC
-D-galaktopiranosil-(14)-D-glukosa
Nama lain
Gula
4-O--D-galaktopiranosilD-glukos

susu

Sifat dasar laktosa :


a.
b.
c.
d.
e.

Rumus molekul
Massa molar
Titik lebur
Titik leleh
Kelarutan dalam air

: C12H22O11
: 342,30 g/mol
: 202,8oC
: 668,9 oC
: 21,6 g/100ml

Struktur molekul dari -lactose

Laktosa ditemukan pada susu pada tahun 1619 oleh Fabriccio Bartoletti, dan
diidentifikasi sebagai gula pada tahun 1780 oleh Carl Wilhelm Scheele
Karbohidrat khas susu adalah laktosa / gula susu. Laktosa disebut sebagai gula susu
karena laktosa adalah gula satu-satunya yang terdapat dalam susu pada semua species dan
tidak terdapat pada tempat lain. Laktosa merupakan komponen utama bahan kering dari
susu sapi, karena mencakup hampir 50 % dari jumlah seluruh bahan padatnya.
Laktosa (gula susu) sering disebut Saccharum lactis berupa serbuk hablur, putih, rasa
agak manis. Laktosa ini stabil dalam air, dalam farmasi sering digunakan sebagai zat
pembawa (pengisi) dalam tablet dan puyer, sebagai pengencer obat oral padat, dipakai
dalam campuran untuk makanan bayi.
Di dalam susu cair maupun susu bubuk dibagi menjadi dua macam yaitu susu
berlemak dan susu tidak berlemak. Biasanya dalam produk susu mengandung minyak
lemak. Minyak lemak tersebut dapat dihilangkan dengan menggunakan pelarut non-polar,
misalnya n-heksan, petroleum eter, dan sebagainya.
Laktosa merupakan disakarida alamiah yang dijumpai hanya pada binatang menyusui,
yaitu pada air susu sapi dan manusia (kira-kira terdapat 5% laktosa). Laktosa diperoleh
secara komersial sebagai hasil samping pabrik keju. Keju dibuat dari susu sapi yang pada
prosesnya menggunakan protein yang terkoagulasi. Pada protein susu yang terkoagulasi
tersebut akan membentuk dua lapisan, lapisan atas untuk membuat keju sedangkan
lapisan yang bawah disebut sebagai whey.
Kadar laktosa pada susu sapi adalah 6,8 gram per 100 mL, sedangkan pada air susu
ibu (ASI) 4,8 gram per 100 mL. Banyak orang terutama orang kulit berwarna tak tahan
terhadap susu sapi karena kekurangan enzim laktase di dalam tubuhnya, yang
menyebabkan ketidak tahanan terhadap laktosa. Laktosa yang tidak dicerna akan tetap
tinggal dalam saluran cerna. Hal ini mempengaruhi jenis mikroorganisme yang tumbuh,
yang menyebabkan perut kembung, diare, dan kejang perut. Laktosa adalah gula yang
rasanya paling tidak manis ( kemanisannya 1/6 dari kemanisan glukosa ) dan lebih sukar
larut daripada disakarida lainnya.
Laktosa terdiri dari molekul D-galaktosa dan D-glukosa yang dihubungkan dengan
ikatan

-1,4-galaktosidik, dimana D-galaktopiranosa berhubungan dengan posisi 4

dari D-glukopiranosa.

Laktosa merupakan gabungan dari monosakarida glukosa dengan galaktosa. Laktosa


merupakan disakariba (4- -d- galactosyl- D- glukosa) yang hanya terdapat di dalam
produk susu mammalian. Kandungan laktosa pada susu manusia berkisar 7 gram dalam
100 ml dan pada susu sapi terkandung 4,8 gram per 100 ml. Laktosa terdiri dari molekul
D-galaktosa dan D-glukosa yang dihubungkan dengan ikatan -1,4-galaktosidik, dimana
D-galaktopiranosa berhubungan ke posisi 4 dari D-glukopiranosa.Laktosa merupakan
disakarida reduktor yang memberi reaksi positif terhadap fehling dan menunjukkan sifat
mutarotasi. Campuran kesetimbangan mempunyai rotasi spesifik +55 o.Laktosa dapat
dihidrolisa dengan katalisator asam/enzim laktosa.Laktosa dapat difermentasi oleh bakteri
tertentu membentuk asam laktat, sehingga jika reaksi fermentasi berlangsung pada susu,
maka susu menjadi asam.
Setelah dikonsumsi, laktosa dipecah di dalam usus menjadi dua molekul
monosakarida yaitu glukosa dan galaktosa, yang dibantu oleh enzim -galaktosidase yang
diproduksi pada membrane mukosa usus.Setelah pemecahan, molekul monosakarida
tersebut secara aktif diserap dan didistribusikan menuju hati melalui pembuluh darah
.Galaktosa merupakan senyawa yang penting untuk pembentukan serebrosida.Serebrosida
ini penting untuk perkembanggan dan fungsi otak.
Laktase disintesis di retikulum endoplasma sebagai polipeptida tunggal dan
mengalami glikosilasi menjadi high mannose precursor. Setelah mengalami beberapa
proses, laktase ditransportasikan dan diinsersikan pada membran mikrovilus. Laktase
merupakan salah satu dari tiga enzim sel epitel usus dengan aktifitas galaktosidase.Enterosit juga mengandung Lysosomal acid -galaktosidase, membantu
hidrolisa laktosa, dan cytosolic -galaktosidase yang tidak memiliki kekhususan terhadap
laktosa.
Laktosa akan dipecah menjadi dua penyusunnya yang berupa monosakarida untuk
dapat diserap melalui peredaran darah. Enzim laktase yang berfungsi memecah gula susu
(laktosa) terdapat di mukosa usus halus. Pada keadaan normal, tubuh dapat memecah
laktosa menjadi gula sederhana dengan bantuan enzim laktase. Tanpa laktase yang cukup
manusia tidak dapat/mampu mencerna laktosa sehingga akan mengalami gangguan
pencernaan seperti sakit perut dan diare yang dikenal sebagai intoleransi laktosa atau
defisiensi laktase.
Apabila ketersediaan laktase tidak mencukupi, laktosa yang terkandung dalam susu
tidak akan mengalami proses pencernaan dan akan dipecah oleh bakteri di dalam usus
halus. Proses fermentasi yang terjadi dapat menimbulkan gas yang dapat menimbulkan

gas dan rasa sakit di bagian perut. Sedangkan sebagian laktosa yang tidak dicerna akan
tetap berada di saluran cerna dan tidak terjadi penyerapan air dari faeses sehingga
penderita akan mengalami diare.
Untuk mengurangi angka kematian akibat diare khususnya karena intoleransi laktosa
atau defisiensi laktase, perlu dilakukan pemberian sediaan yang mengandung enzim
laktase itu sendiri mengingat individu tersebut tidak memiliki kemampuan untuk
menyediakan enzim laktase.Untuk membuat suatu sediaan enzim, diperlukan suatu
metode untuk mengidentifikasi dan mengisolasi dari enzim laktase tersebut sehingga
didapatkan enzim yang murni.
Seperti halnya asam amino, protein susu (kasein) juga bersifat amfoter. Protein dalam
susu mencapai 3,25%. Struktur primer terdiri dari rantai polipeptida dari asam-asam
amino yang disatukan ikatan-ikatan peptida (peptida linkages).Protein juga memiliki pH
isoelektrik tertentu.pH isoelektrik merupakan suati nilai pH dimana jumlah muatan listrik
positif sama dengan muatan negatifnya. Pada pH tersebut, protein tidak bermuatan positif
maupun negatif, sehingga dapat membentuk agregat (gumpalan-gumpalan yang keruh)
dan mengendap, karena sebagian protein menunjukkan kelarutan yang minimal pada pH
isolektriknya. Sifat inilah yang akan digunakan untuk memisahkan atau mengisolasi
kasein dari susu.
Protein susu terbagi menjadi dua, yaitu Casein yang dapat diendapkan oleh asam dan
Rennin, serta protein whey yang dapat mengalami denaturasi oleh panas pada suhu 65oC.
Casein dalam susu mencapai 80 % dari total protein. Pengasaman susu oleh aktivitas
bakteri menyebabkan mengendapnya casein. Whey adalah cairan susu tanpa lemak dan
casein. Pasteurisasi susu dilakukan untuk mencegah kerusakan karena mikroorganisme
dan enzim. Ada 2 macam metode pasteurisasi susu yaitu Holding methode dan HTST
(High Temperature Short Time ).

Struktur Laktosa
CH2OH
O
CH2OH

OH

OH

O O

HO

OH

OH
OH

4-O (-D-galaktopironosil)-D-glukopiranosa
Laktosa :
C12H22O11( Anhidrat )BM 342,30
Laktosa adalah gula yang diperoleh dari susu. Dalam bentuk anhidrat atau mengandung
satu molekul air hidrat.
Pemerian : Serbuk atau masa hablur, keras, putih, atau putih krem. Tidak berbau, rasa
sedikit manis. Stabil di udara, tetapi mudah menyerap bau.
Kelarutan : Mudah ( dan pelan-pelan ) larut dalam air dan lebih mudah larut dalam air
mendidih; sangat sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.
Kejernihan dan warna larutan : Larutan 3 gram dalam 10 ml air mendidih akan
terbentuk larutan jernih, tidak berwarna atau hampir tidak berwarna dan tidak berbau.
Kegunaan : sebagai zat tambahan.

CALCIUM CARBONAT
CaCO3

BM 100,09

Kalsium karbonat jika dikeringkan pada suhu 200 oC selama 4 jam mengandung kalsium
setara tidak kurang dari 98% dan tidak lebih dari 100,5% CaCO3.
Pemerian : Serbuk, hablur mikro, putih, tidak berbau, tidak berasa, stabil di udara.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, kelarutan dalam air meningkat dengan adanya
sedikit garam amonium atau karbon dioksida, adanya alkali hidroksida menurunkan
kelarutan, tidak larut dalam etanol, larut dalam asam asetat 1 N, dalam asam klorida 3 N
dan dalam asam nitrat 2 N dengan membentuk gelembung gas.

Pada percobaan isolasi laktosa, CaCO3 bereaksi dengan albumin dan akan mengendap
membentuk Ca-Albuminat dan CO2.
Reaksi :
CaCO3

Albumin dalam H2O

Ca-Albuminat + H2O + CO2

CASEIN
Kasein adalah protein utama dalam susu, suatu fosfoprotein. Kasein dalam susu
berada dalam bentuk garam kalsium kaseinat. Kasein memiliki pH 6,6 sehingga kasein
memiliki energi negatif dan larut sebagai garam. Kasein merupakan protein konjugasi
antara protein dengan fosfat membentuk fosfoprotein.Jika asam ditambahkan, energi
negatif dari lapisan terluar kasein menjadi setara oleh proton golongan fosfat dan protein
dengan ion kalsium seperti reaksi:
Ca-caseinate

2H+

Casein

Ca2+

Kasein diisolasi terlebih dahulu dengan menambahkan asam asetat 10 % pada larutan
susu dan dipanaskan. Kasein akan berupa gumpalan putih yang tidak berbau. Dalam
isolasi, kasein larut dalam air, alkohol dan eter namun tidak larut dalam etanol, senyawa
alkali dan beberapa larutan asam.
Kasein berupa serbuk amorf warna putih.Dalam kasein tidak hanya terdiri dari zatzat organik, melainkan mengandung juga zat anorganik seperti kalsium, fosfor, dan
magnesium.Dalam keadaan murni, kasein berwarna putih seperti salju, tidak berbau, dan
tidak mempunyai rasa yang khas.Kasein murni tidak larut dalam air dingin dan garam
netral. Kasein terdispersi dalam air panas, basa, dan garam basa seperti natrium asetat,
dan natrium oksalat.Kasein dapat diendapkan oleh asam, enzim rennet, dan alkohol.
Selain penambahan asam, pengendapan kasein susu juga dilakukan dengan penambahan
renin, yaitu suatu enzim proteolitik yang diperoleh dari induk sapi betina. Oleh karena itu,
susu dapat dikoagulasikan (digumpalkan) oleh asam yang terbentuk di dalam susu
sebagai aktivitas dari mikroba.Kasein digunakan untuk sumber protein dalam tubuh dan
juga sebagai suplai asam-asam amino essential. Secara komersial kasein juga digunakan
untuk bahan perekat, pelindung lapisan kertas, dan plastik kasein.

Susu Skim
Susu skim adalah susu yang sudah tidak mengandung lemak atau hamper tidak
mengandung lemak yang bubuk susunya dibuat dengan menghilangkan sebagian besar air
dan lemak yang terdapat di dalam susu. Selain laktosa didalam susu juga terdapat beberapa
komponen protein seperti casein dan albumin yang mudah larut dalam air. Kandungan kadar
lemak yang sangat rendah yang mengandung 4,5-5 % laktosa, 30 % casein, 0,7 % albumin,
dan 1 % mineral. Susu skim dibuat dengan cara memasak susu murni. Setelah mendidih,
bagian atas yang berbentuk krim diambil dengan teknik skimming (penyendokan). Susu yang
tersisa disebut susu skim dan proses pembuatannya disebut skimming. Kandungan lemak
pada susu skim kurang lebih 1%. Susu skim mengandung semua kandungan yang dimiliki
susu pada umumnya, kecuali lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Susu skim dapat
dimanfaatkan sebagai bahan dasar susu atau keju tanpa lemak sehingga dapat berguna untuk
menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Susu pada umumnya, setelah dipasteurisasi akan mengalami homgenisasi kembali
antara komponen-komponen lemak dan protein yang tadinya telah terpisah. Homogenisasi
bertujuan agar susu memiliki tekstur yang stabil. Namun pada susu skim, lemak akan
dikurangi. Oleh karena itu membuat susu skim hamper tidak mungkin dilakukan secara
sederhana karena susu akan secara otomatis terhomogenisasi. Menurut para ahli susu skim
bagus dikonsumsi binaragawan untuk menambah massa otot.
ii

Asam Asetat

Asam asetat dengan rumus empiris C2H4O2 yang sering ditulis dalam bentuk
CH3COOH, asam asetat murni disebut sebagai asam asetat glacial adalah cairan higroskopis
tak berwarna dan memiliki titik beku 16.7o C. Asam asetat juga sering disebut sebagai asam
cuka. Asam asetat berfungsi sebagai pelarut polar seperti air dan etanol. Asam asetat memiliki
konstanta dielektrik yaitu 6,2 sehingga dapat melarutkan baik senyawa polar dan non-polar.
Asam asetat bersifat korosif terhadap logam. Asam asetat mempunyai bau yang khas. Asam
asetat (acetic acid) adalah asam lemah yang mungkin paling dikenal karena menjadi
komposisi utama dalam cuka. Namun, asam asetat tidak hanya berguna sebagai bahan
penyedap masakan, tetapi juga diproduksi dalam jumlah besar untuk berbagai kegunaan lain.
Asam organik ini bisa diproduksi dalam berbagai konsentrasi. Dalam bentuk murni, asam
asetat dikenal sebagai asam asetat glasial karena mengkristal dalam suhu dingin. Bentuk
asam ini sangat korosif dan bisa berbahaya jika mengenai kulit sehingga orang yang bekerja

menggunakan senyawa ini harus menggunakan alat pelindung. Cuka, di lain sisi, merupakan
campuran dengan konsentrasi asam asetat sekitar lima persen. Terdapat beberapa cara
pembuatan asam asetat. Salah satu metode adalah fermentasi bakteri, teknik yang digunakan
untuk membuat cuka, di mana asam asetat dihasilkan sebagai produk sampingan dari
penguraian bakteri.
iii

Etanol
Etanol mempunyai nama lain yaitu etil alkohol, mempunyai rumus molekul C 2H5OH;
massa molar 46,07g/mol; tidak berwarna; titik lebur-114,3o C; titik didih 78,4oC. Etanol
disebut juga etil alkohol, alcohol murni alkohol absolute, atau alcohol saja adalah cairan yang
mudah menguap, mudah terbakar dan tak berwarna.
Etanol membentuk larutan azeotrop, karena itu pemurnian etanol yang mengandung
air dengan cara penyulingan biasa hanya mampu menghasilkan kemurnian 96%. Etanol
murni ini dihasilkan pertama kali oleh Johan Tobias Lowitzpadatahun 1796 dengan
melakukan destilasi melalui arang. Etanol adalah pelarut yang serba guna, larut dalam air dan
pelarut organic lainnya seperti: benzene, gliserol, dsb. Dan juga larut dalam pentane dan
heksana.

iv

CaCO3
Kalsium karbonat mempunyai titik leleh 8250 C, umumnya berwarna putih dan sering
dijumpai

pada

batu

kapur,

kalsit,

marmer

dan

batu

gamping.

Kalsium karbonat umumnya bewarna putih dan umumnya sering djumpai pada batu kapur,
kalsit, marmer, dan batu gamping.Selain itu kalsium karbonat juga banyak dijumpai pada
skalaktit dan stalagmit yang terdapat di sekitar pegunungan.Karbonat yang terdapat pada
skalaktit dan stalagmit berasal dari tetesan air tanah selama ribuan bahkan juataan
tahun.Seperti namanya, kalsium karbonat ini terdiri dari 2 unsur kalsium dan 1 unsur karbon
dan 3 unsur oksigen.Setiap unsur karbon terikat kuat dengan 3 oksigen, dan ikatan ini
ikatannya lebih longgar dari ikatan antara karbon dengan kalsium pada satu senyawa.
Kalsium karbonat bila dipanaskan akan pecah dan menjadi serbuk remah yang lunak yang
dinamakan calsium oksida (CaO). Hal ini terjadi karena pada reaksi tersebut setiap molekul
dari kalsium akan bergabung dengan 1 atom oksigen dan molekul lainnya akan berikatan
dengan oksigen menghasilkan CO2 yang akan terlepas ke udara sebagai gas karbon dioksida.
dengan
CaCO3

reaksi
-->

sebagai
CaO

berikut:
CO2

Reaksi ini akan berlanjut apabila ditambahkan air, reaksinya akan berjalan dengan sangat
kuat dan cepat apabila dalam bentuk serbuk, serbuk kalsium karbonat akan melepaskan kalor.
Molekul dari CaCO3 akan segera mengikat molekul air (H2O) yang akan menbentuk kalsium
hidroksida, zat yang lunak seperti pasta. Sebagaimana ditunjukkan pada reaksi sebagai
berikut:
CaCO3

H2O

-->

Ca(OH)2

CO2

Pembuatan kalsium karbonat dapat dilakukan dengan cara mengeringkan Ca(OH)2


hingga molekul H2O dilepaskan ke udara sedangkan molekul CO2 diserap dari udara sekitar
sehingga Ca(OH)2 dapat berubah kembali menjadi CaCO3. Reaksinya dapat ditunjukkan
sebagai
Ca(OH)2

berikut:
+

CO2

-->

CaCO3

H2O

secara kimia, sama saja dengan bahan mentahnya, namun kalsium karbonat yang terbentuk
kembali tampak berbeda dari CaCO3yang semula sebelum bereaksi.

A. PROSEDUR
Place 25 grams of nonfat dry milk powder in a 250 ml beaker. Add 75 ml of warm
water and stir to mix. Adjust the temperature of the mixture to between 40 o and 50oC by
heating or cooling. Add about 10 ml of 10 % acetic acid solution and stir the mixture to

coagulate the casein. Precipitation can be judged to be completed when the liquid change
from milky to clear.
Remove the precipitated casein by filtering the mixture by gravity through cheese
cloth. Collect the filtrate in a 250 ml beaker. Add about 2 grams of calcium carbonate
powder to filtrate, stir it well, and boil the suspension for about 10 minutes. Add to the
hot mixture as much decolorizing carbon as would cover a nickel, stir the mixture
thoroughly, and filter it by suction through a layer of wet filter aid on a Buchner funnel.
Transfer the filtrate to a 250 ml beaker and concentrate it to a volume of about 30
ml by boiling over a low flame with a wire gauze between the flame and the beaker.
When the volume has been reduced to 30 ml, turn off the burner and add 125 ml of 95 %
ethanol and about the same amount of decolorizing carbon as used before. Stir the
mixture well and filter it through a layer of wet filter aid on a Buchner funnel.
Allow the clear filtrate to stand for crystallizationfor at least 24 hours in a
stoppered Erlenmeyer flask.
Collect the crystals of lactose by suction filtration. They may be washed with a small amount
of 95 % ethanol. Yield: between 2,5 and 4,5 grams.

BAB II
ALAT DAN BAHAN

BAHAN :

8,5 g susu skim (skimmed milk)

71 ml air

5,25 Asam asetat encer

60 ml etanol 95 %

1,77 gr CaCO3

ALAT :

Gelas Ukur

Pengaduk

Termometer

Erlenmeyer

Corong Buchner

LabuHisap

Kertas Saring

Kapas

Kertas Perkamen

10 Alat Timbangan
11 Kaki Tiga dan Bunsen
12 Batu Didih
13 Pipet Tetes

Skema Cara Kerja


Susu skimmed yang diterima, ditimbang terlebih dahulu

Susu skimmed 8,5 gram, dimasukkan ke dalam Beaker glass 250 ml dan ditambah
air 71 ml, diaduk ad homogen

Ditambahkan batu didih dan dipanaskan pada suhu konstan (40oC) sambil
diaduk-aduk, kemudian ditambahkan asam asetat encer tetes demi tetes
sampai terbentuk endapan casein 5,25 ml

Disaring dengan corong yang dilapisi kertas saring dan kapas

Filtratnya ditambahkan batu didih dan CaCO3 1,77 gram, kemudian


dipanaskan lagi 10 menit sampai terbentuk endapan Ca-albuminat

Disaring panas dengan menggunakan corong dan kertas saring

Filtratnya ditambahkan batu didih dan diuapkan sampai volume


11 ml ( beaker glass dikalibrasi terlebih dahulu ) dan diaduk

Kemudian api dimatikan dan ditambah etanol 95% 60 ml


(tergantung bobot susu yang diterima)

Bila keruh, maka disaring panas dengan corong kaca dan kertas
saring lipat ad filtrat jernih

Filtrat yang jernih dimasukkan kedalam botol hasil kemudian ditutup dengan
kertas perkamen yang dilubangi kecil-kecil agar etanol dapat menguap dan
terbentuk kristal laktosa

Didiamkan 1-3 malam ad terbentuk kristal laktosa

Jika kristal telah terbentuk, maka disaring dengan corong Buchner dan labu
hisap, dan dicuci dengan etanol 25% untuk menghilangkan pelarut induknya

Kristal laktosa yang diperoleh dikeringkan pada udara terbuka


dan ditimbang hasilnya 1,28 gram

GAMBAR PEMASANGAN ALAT

8.5 g susu
skim

termometer

Batu didih

termometer
Masukkan batu didih
Panaskan dengan
pembakar bunsen

Kasa kawat
Kaki tiga

71 ml Air
Masukkan susu skim
dan air ke dalam gelas
beker, aduk dengan
termometer

Pembakar
Bunsen

Corong
Kertas
saring
Kapas tipis

Tambahkan
setetes demi
tetes asam
asetat encer
Sampai tidak
terbentuk
endapan

Saring dengan
corong

Endapan
kasein
Kasa kawat
Kaki tiga
Pembakar
Bunsen

Batang
pengaduk
1.77g
CaCO3

Coron
g

Filtrat
ditambahkan1.77
g CaCO3, diaduk
dengan batang

Akan terbentuk
endapan kalsium
albuminat, saring
dengan corong

60 ml
Etanol

Batu didih

Filtrat
dimasukkan
ke dalam
gelas beker
yang sudah
dikaliberasi

Kasa kawat
Kasa kawat

Kaki tiga

Kaki tiga
Pembakar
Bunsen
Tambahkan 60 ml etanol

Pembakar
Bunsen

2 lapis
perkamen
yang dilubangi

Botol ditutup dengan


perkamen

Kertas
saring
Corong

Botol

Botol didiamkan
selama 1 3 hari
Corong
Buchner
Kertas
saring
Sumbat
Dihubungkan
dengan pompa
hisap
Muncul kristal- kristal

Didapatkan kristal laktosa,


1,28 gram dan masukkan
dalam botol hasil

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL PERCOBAAN
Jumlah dalam Gram
Hasil teoritis : 0,85 1,53 gram
Batas bawah : 8,5 gram/25 gram x 2,5 gram = 0,85 gram
Batas atas
: 8,5 gram/25 gram x 4,5 gram = 1,53 gram
Hasil praktis : 1.28 gram
Rendemen / Persentase Hasil
1.28 gram

x 100
1.53 gram( pakai batas atas)
= 83,66 %
PEMBAHASAN /DISKUSI
Pada kelompok kami didapatkan setelah penimbangan berat susu skim sebanyak 8,5 g
sehingga air, asam asetat glasial, CaCO3 dan etanol dapat dihitung sebagai berikut:
Air

8.5 g
x 200 ml=71ml
23,9 g

Asam asetat glasial = 5,25 ml


CaCO3 =

8.5 g
x 5 gram=1,77 gram
23,9 g

Etanol = 60ml
Filtrat diuapkan sampai = 8,5 gram/23,9 gram x 30 ml
= 10,6 ml
= 11 ml

Isolasi laktosa dari susu skim dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang ada
dalam skema sebagai berikut

Ditimbang Susu skim = 8,5 gram

71 ml Air

Dimasukkan ke gelas beker


Diaduk dengan Termometer
Ditambahkan batu didih
Dipanaskan dengan pembakar Bunsen sampai suhu 40oC
Ditambahkan 5,25 ml Asam asetat encer setetes demi
setetes sampai tidak terbentuk endapan kasein lagi.
Disaring dengan corong yang dilapisi kertas saring dan kapas tipis
Setelah disaring, Filtrat ditambahkan 1,77 g CaCO .

3
Disaring dengan menggunakan corong yang dilapisi kertas
saring

Akan terbentuk endapan kalsium albuminat.


Filtrat dimasukkan ke dalam botol

Disaring dengan corong dilapisi kertas saring


ditutup
2 lapis
kertas
perkamen
FiltratBotol
ditampung
di dengan
gelas beker
yang telah
dikaliberasi
11 ml

Ditambahkan batu didih

Kertas perkamen dilubangi dengan peniti kecil - kecil

Filtrat diuapkan sampai 11 ml, sambil diaduk dengan batang pengaduk


Filtrat didiamkan selama 1 3 hari

Setelah diuapkan, api Bunsen dimatikan

Ditambahkan
etanol sebanyak
60 ml dinding botol
Akan terbentuk
kristal-kristal
laktosa pada
Filtrat disaring dengan corong Buchner

Setelah disaring, kristal hasil saringan ditimbang dan dimasukkan botol hasil.

Laktosa merupakan gula sederhana yang ada di dalam susu. Dalam industri farmasi,
laktosa sering digunakan sebagai binder dan pelarut padatan untuk berbagai obat.Dalam
bentuk murni, -laktosa selalu digunakan sebagai excipient.Selain itu laktosa banyak
digunakan sebagai komponen dan berfungsi sebagai filler/binder dalam tablet, kapsul, dan
bentuk-bentuk produk oral lainnya, serta dalam bentuk partikel halus digunakan sebagai
carrier obat untuk preparasi powder inhalasi.
Laktosa dapat diisolasi dari susu skim, dimana lemak dari susu mudah dihilangkan.
Dilakukan isolasi kasein dan laktosa dari susu. Kasein adalah protein utama dalam susu,
suatu fosfoprotein. Kasein dalam susu berada dalam bentuk garam kalsium kaseinat.
Kasein memiliki pH 6,6 sehingga kasein memiliki energi negatif dan larut sebagai garam.
Jika asam ditambahkan, energi negatif dari lapisan terluar kasein menjadi setara oleh
proton

golongan

Ca-caseinate

fosfat
+

dan

protein

2H+

dengan

ion

kalsium

casein

seperti
+

reaksi:
Ca2+

Pertama, susu skim yang kita dapatkan, ditimbang terlebih dahulu (8.5 g). Kemudian
mengukur air sesuai dengan perhitungan berikut (dengan perbandingan susu skim

sebanyak 23,9 g dapat larut dalam 200 ml air) : Air

8.5 g
x 200 ml=71ml
23,9 g

Jadi air yang dibutuhkan untuk melarutkan susu skim sebanyak 8.5 g adalah sebanyak
71 ml. Kemudian susu skim dan air yang sudah disiapkan sebelumnya, dimasukkan ke
dalam beaker glass 250 ml lalu diaduk ad homogen menggunakan thermometer, sambil

dipanaskan dengan menggunakan api Bunsen hingga suhunya mencapai 40oC. Selama
proses pemanasan, susu harus diaduk teratur namun jangan sampai thermometer
menyentuh dasar beaker glass agar tidak pecah dan ditambahkan batu didih untuk
mencegah terjadinya bumping. Setelah suhunya sudah 40 oC, matikan api Bunsen
kemudian kasein diisolasi terlebih dahulu dengan menambahkan asam asetat 10 % pada
larutan susu. Kasein akan berupa gumpalan putih yang tidak berbau. Pada saat dipanaskan
suhu mencapai 40C ditambahkan sedikit demi sedikit asam asetat glasial sebanyak 5,25
ml sampai terjadi endapan kasein yang sempurna(tidak terbentuk endapan lagi). Suhu
40C adalah suhu optimum untuk mengendapkan kasein. Bila suhu diatas 40C maka
akan terbentuk endapan casein yang tidak stabil (mudah terurai menjadi asam-asam
amino yang lain) sedangkan bila suhunya dibawah 40C, proses pembentukkan casein
menjadi tidak sempurna, hal ini disebabkan karena laktosa merupakan disakarida yang
jika terdapat kelebihan asam akan terhidrolisis menjadi monosakarida yaitu D glukosa
dan D galaktosa. Bila tidak dengan pemanasan pada suhu optimum (40C) , pada saat
didiamkan selama 1 malam atau lebih akan terjadi laktosa tidak dapat mengendap dengan
sempurna. Cara untuk mengetahui bahwa casein sudah mengendap sempurna adalah
dengan cara penambahan satu tetes asam asetat, bila tidak terjadi kekeruhan maka casein
sudah mengendap sempurna.
Saring dengan menggunakan corong biasa (panjang) yang telah dilapisi dengan kertas
saring dan letakkan kapas secukupnya di atas kertas saring. Di sini, kapas berfungsi untuk
membantu menahan casein agar tidak ikut tersaring. Kertas saring yang digunakan jangan
diperas atau ditekan selama proses penyaringan agar tidak ada casein yang lolos ke dalam
fitrat.
Kemudian filtrat ditambahkan 1,77 gram CaCO3 yang berfungsi untuk mengendapkan
albumin yang terdapat di dalam susu skim,sesuai dengan perhitungan berikut (dengan
perbandingan tiap 5 gr CaCO3untuk 23,5 g susu skim) :
8.5 g
x 5 gram=1,77 gram
CaCO3 = 23,9 g

CaCO3 sebanyak 1,77 g yang sudah ditimbang tersebut kemudian dimasukkan ke


dalam fitrat, lalu diaduk ad homogen sambil dipanaskan hingga mendidih selama 10
menit. Pada pemanasan ini tidak menggunakan thermometer sebagai pengaduk, namun
diganti dengan menggunakan batang pengaduk. Dalam proses pemanasan, fitrat yang

sudah ditambah dengan CaCO3 tersebut harus sambil diaduk teratur dan ditambahkan
batu didih untuk mencegah terjadinya bumping. Setelah 10 menit, segera disaring dalam
keadaan panas.
Kalibrasi beaker glass 11 ml (8,5 gram/23,9 gram x 30 mL = 10,6 mL) lalu beri
tanda. Fitrat
sebelumnya

kemudian dimasukkan ke dalam beaker glass yang telah di kalibrasi


dan

diuapkan

sampai

mencapai

tanda. Tujuannya

adalah

untuk

menguapkan/membebaskan H2O yang ada di dalam filtrat sehingga didapatkan filtrat


yang lebih pekat. Selama penguapan juga harus diaduk terus agar pada lapisan bawah
tidak terjadi karamelisasi dan agar pemanasannya merata. Usahakan

menggunakan

beaker glass yang mempunyai luas permukaan yang besar agar proses penguapan dapat
berlangsung dengan cepat.
Setelah proses penguapan selesai (volumenya mencapai 11 ml), ditambahkan
etanol 95% sebanyak 60 ml dalam keadaan panas, aduk ad homogen. Penambahan etanol
95% karena etanol merupakan pelarut untuk mengendapkan laktosa dan membentuk
Kristal laktosa yang sempurna. Penambahan etanol pada gumpalan kasein bertujuan
untuk mencuci sisa lemak yang masih menempel pada kasein.Dalam isolasi, kasein larut
dalam air, alkohol dan eter namun tidak larut dalam etanol, senyawa alkali dan beberapa
larutan asam Etanol 25% digunakan untuk melarutkan pelarut induk yang digunakan.
Bila warna fitratnya keruh maka fitrat harus disaring terlebih dahulu
menggunakan corong biasa yang telah dilapisi kertas saring namun kali ini tidak perlu
menggunakan kapas. Setelah warna fitratnya jernih, dimasukkan ke dalam botol coklat
100 ml, kemudian tutup dengan kertas perkamen. Beri lubang kecil-kecil pada kertas
perkamen dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan jarum (agar etanol berlebih
dapat menguap). Kemudian didiamkan selama 1 malam atau lebih. Proses pendiaman
diusahakan lebih dari 1 malam agar pembentukan Kristal laktosanya lebih sempurna.
Setelah proses pendiaman, disaring dengan menggunaan corong Buchner dan labu hisap
yang disambungkan ke pompa hisap. Hasil Kristal yang diperoleh kemudian dianginanginkan saja hingga kering. Dalam percobaan ini proses pengeringan tidak
menggunakan oven karena pada suhu yang tinggi maka laktosa akan terkaramelisasi.
Hasil yang telah kering tersebut kemudian ditimbang dan dimasukkan ke dalam botol
hasil.
Laktosa berbeda dengan laktulosa. Laktosa merupakan karbohidrat golongan
disakarida yang dalam suasana asam akan terhidrolisis menjadi bentuk monosakaridanya
yaitu glukosa dan galaktosa. Laktosa atau yang lebih sering disebut dengan gula susu ini

adalah bagian dari susu yang memberikan rasa manis dengan tingkat kemanisan yang
lebih rendah daripada sukrosa. Laktosa berfungsi untuk membantu penyerapan natrium
dan kalsium.
Sedangkan laktulosa adalah karbohidrat golongan disakarida yang disintesis dari
bentuk monosakarida yaitu galaktosa dan fruktosa, namun merupakan karbohidrat yang
tidak dapat dicerna oleh tubuh. Selain itu, laktulosa dihasilkan dengan proses isomerasi.
Laktulosa merupakan epimer laktosa, di mana bagian glukosanya diisomerasi
menjadi fruktosa.Laktulosa memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan laktosa yaitu 48%-62% kemanisannya dari sukrosa.Laktulosa dikenal sebagai
prebiotik atau faktor pertumbuhan untuk bifidobakteria. Laktulosa tidak dapat dipecah
oleh enzim yang ada pada usus halus sehingga akan menuju ke usus besar dan menjadi
sumber nutrisi bagi bifidobakteria.
Asam asetat ditambahkan sampai terbentuk endapan kasein dalam susu skim.
CaCO3 berguna untuk mengendapkan albumin dalam susu skim sehingga mendapatkan
laktosa yang murni.Pada percobaan ini terdapat penambahan CaCO3 , yang digunakan
sebagai untuk mengendapakan albumin dalam susu skim tersebut sehingga yang
didapatkan laktosa yang murni.
Pada filtrat yang telah disaring dari pemanasan filtrat + CaCO3, dimasukkan botol hasil
dan ditambahkan etanol 95% yang digunakan untuk pelarut yang digunakan untuk
mengendapkan laktosa , sedangkan etanol 25% untuk menghilangkan pelarut induknya
Etanol 95% sebagai pelarut berguna untuk mengendapkan laktosa dan untuk
memurnikan kasein dari komponen susu yang lain sedangkan etanol 25% berguna untuk
menghilangkan pelarut induknya.
Laktosa adalah disakarida terdiri dari glukosa dan galaktosa sedangkan
laktulosa terdiri dari galaktosa dan fruktosa.Laktulosa tingkat kemanisannya lebih tinggi
dibandingkan laktosa, karena fruktosa memiliki intensitas kemanisannya lebih
tinggi.Perbedaan laktosa dengan laktulosa adalah pada laktosa (galaktosa + glukosa) atau
sering disebut juga sebagai gula susu adalah bagian dari susu yang memberikan rasa
manis dengan tingkat kemanisan lebih rendah dari sukrosa. Laktosa sendiri berfungsi
untuk membantu penyerapan natrium dan kalsium, juga memberikan efek positif terhadap
fisiologis usu, termasuk efek prebiotic , melunakkan kotoran dan membantu mengikat air.
Sedangkan pada laktulosa (galaktosa + fruktosa) adalah gula sintetis yang tidak dapat
dicerna oleh tubuh , dan dapat membantu untuk pertumbuhna lactobacillus dan

bifidobacteria dalam usus besar , yang berfungsi untuk menyembuhkan atau mencegah
konstipasi dan komplikasi hati. Laktulosa biasanya digunakan sebagai obat urus-urus
(laxansia).

DISKUSI
1. Buatlah skema isolasi laktosa dari susu skim!
Jawab:
Susu skim(laktosa, casein, albumin, mineral)
+H2O panasakan 40C(suhu konstan) sambil diaduk
+asam asetat glasial tetes demi tetes, saring

Casein
(mengendap)

Filtrat (laktosa,
albumin,
mineral)
+CaCO3 panaskan 10 saring panas

Albumin
(mengendap)

H2O
dibebaskan

Filtrat
(laktosa,
mineral)

laktosa,
mineral
+ etanol 95% saring,
diamkan 1 malam
Laktosa
mengendap
sempurna

2. Berapa banyak asam asetat ditambah?


Jawab: asam asetat yang ditambahkan adalah 5,25 ml
3. Apa guna CaCO3?
Jawab: CaCO3berguna untuk mengendapkan albumin dalam susu skim tersebut
sehingga yang didapatkan laktosa yang murni.
4. Untuk apa etanol 95%, etanol 25%?jelaskan!

Jawab: etanol 95% merupakan pelarut yang berguna untuk mengendapkan laktosa.
Etanol 25% berguna untuk menghilangkan pelarut induknya.
5. Apa bedanya dengan laktulosa?
Jawab: laktosa merupaka disakarisa yang terdiri dari glukosa dan galaktosa sedangkan
laktulosa adalah disakarida yang terdiri dari galaktosa dan fruktosa.
Laktulosa tingkat kemanisannya lebih tinggi dibanding dengan laktosa, karena fruktosa
memiliki intensitar kemanisan yang tinggi. Laktulosa biasanya digunakan sebagai obat
urus-urus (laxansia)

BAB IV
KESIMPULAN

Laktosa merupakan karbohidrat golongan disakarida yang dalam suasana asam akan
terhidrolisis menjadi monosakarida yaitu glukosa dan galaktosa.

Pengadukan yang teratur dan penambahan batu didih pada saat proses pemanasan
dilakukan untuk mencegah terjadinya bumping.

Penambahan asam asetat encer digunakan untuk mengendapkan casein yang


terkandung di dalam susu skim.

Penambahan CaCO3 digunakan untuk mengendapkan albumin yang terdapat di dalam


susu skim.

Proses penguapan dilakukan untuk menguapkan H2O yang ada pada larutan sehingga
diperoleh fitrat yang lebih pekat.

Penggunaan beaker glass dengan luas permukaan yang besar dapat mempercepat
proses penguapan.

Penambahan etanol 95% digunakan untuk menyempurnakan proses pengendapan dan


pembentukan Kristal laktosa.

Penambahn etanol 25% digunakan untuk melarutkan pelarut induk.

Penambahan etanol dilakukan setelah proses pemanasan karena sifat etanol yang
mudah terbakar dan mudah menguap.

Pengeringan dengan oven (suhu tinggi) dapat menyebabkan laktosa terkaramelisasi.

Kertas perkamen diberi lubang kecil-kecil agar etanol yang bersisa bisa menguap.

DAFTAR PUSTAKA
1

Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1.
Jakarta: Erlangga.

2
3

Norman, R.O.C and D.J. Waddington, 2006. Modern Organic Chemistry.


CollienEducational, New York.
Pudjaatmaka, A.H., dan Qodratullah, M.T., 2008, Kamus Kimia, Balai Pustaka.
Jakarta.

Mc Murry J, 2000, Organic Chemistry, 5th edition, Brooks / Cole Publishing Company
Pasific Grove, USA, 1057

Furniss, B.S., Hannaford, A.J., Smith, P.W.G., Rogers, V.Tatchell, A.R, 1989, Vogels
Textbook of Practical Organic Chemistry, Fifth edition, The English language Book
society and Longman, John Willey and Sons
Inc, New York, p. 916 918.

Fessenden RJ & Fessenden JS, 1994, Organic Chemistry, 5 th edition, Brooks / Cole

Publishing Company Pasific Grave, p. 929-930


Cason, , J. and Rapoport, H., 1950, Laboratory Text in Organic Chemistry, Prentice
Hall, New York, 113, 330-331

TANDA TANGAN PESERTA PRAKTIKUM

Praktikan,

Juliana Jessica Novia

(1130316)