Anda di halaman 1dari 7

Menurut Eriksson et al.

(1989), umumnya kelompok fungi menunjukkan aktivitas


biodekomposisi paling signifikan, dapat segera menjadikan bahan organik tanah
terurai menjadi senyawa organik sederhana yang berfungsi sebagai penukar ion
dasar yang menyimpan dan melepaskan nutrien di sekitar tanaman.

Bahan organik merupakan perekat butiran lepas dan sumber utama


nitrogen,

fosfor

dan

belerang.

Bahan

organik

cenderung

mampu

meningkatkan jumlah air yang dapat ditahan di dalam tanah dan jumlah air
yang tersedia pada tanaman. Akhirnya bahan organik merupakan sumber
energi bagi jasad mikro. Tanpa bahan organik semua kegiatan biokimia akan
terhenti (Doeswono, 1983).
Bahan

tersebut

dapat

berupa

pupuk

organik,

yang

proses

perubahannya dapat terjadi secara alami atau buatan. Bahan organik


merupakan bahan penting dalam menciptakan kesuburan tanah, baik secara
fisika, kimia maupun dari segi biologi tanah. Bahan organik adalah bahan
pemantap agregat tanah yang sangat baik. dan merupakan sumber dari
unsur hara tumbuhan. Disamping itu bahan organik adalah sumber energi
dari sebagian besar organisme tanah. Bahan organik dapat diperoleh dari
residu tanaman sepert akar, batang, daun yang gugur, yang dikembalikan ke
tanah. 5% tetapi pengaruhnya terhadap sifat-sifat tanah besar sekali. Fungsi:
bahan organik adalah:
1. Sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah.
2. Sumber unsur hara N, P, S, unsur mikro dan lain-lain.
3. Menambah kemampuan tanah untuk menahan air.
4. Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur- unsur hara
(Kapasitas tukar kation tanah menjadi tinggi).
5. Sumber energi bagi mikroorganisme.

Bahan organik tidak mutlak dibutuhkan di dalam nutrisi tanaman,


tetapi untuk nutrisi tanaman yang efisien, peranannya tidak boleh ditawar
lagi. Sumbangan bahan organik terhadap pertumbuhan tanaman merupakan
pengaruhnya terhadap sifat-sifat fisik, kimia dan biologis dari tanah. Mereka
memiliki peranan kimia di dalam menyediakan N, P dan S untuk tanaman
peranan biologis di dalam mempengaruhi aktifitas organisme mikroflora dan
mikrofauna, serta peranan fisik di dalam memperbaiki struktur tanah dan
lainnya.
Bahan organik memainkan beberapa peranan penting di tanah. Sebab
bahan organik berasal dari tanaman yang tertinggal, berisi unsur-unsur hara
yang

dibutuhkan

untuk

pertumbuhan

tanaman.

Bahan

organik

mempengaruhi struktur tanah dan cenderung untuk menjaga menaikkan


kondisi fisik yang diinginkan. Hewan-hewan tanah tergantung pada bahan
organik untuk makanan dan mendukung kondisi fisik yang diinginkan dengan
mencampur tanah membentuk alur-alur. Sejak perang dunia ke dua, terdapat
suatu peningkatan yang besar hasil tanaman pada beberapa negara. Hasil
tanaman yang lebih besar terutama dimana hanya biji-bijian saja yang
dipanen, sisa - sisa tanamna lebih banyak dikembalikan ke lahan dan disini
lebih banyak penutupan oleh tanaman selama musim pertumbuhan.
Perlu dipelajari juga faktor yang mempengaruhi kadar bahan organik
dan nitrogen tanah, faktor yang penting adalah kedalaman tanah, iklim,
tekstur tanah dan drainase. Kedalaman lapisan menentukan kadar
bahan organik dan N. Kadar bahan organik terbanyak ditemukan di lapisan
atas setebal 20 cm (15-20%). Semakin ke bawah kadar bahan organik
semakin berkurang. Hal itu disebabkan akumulasi bahan organik memang
terkonsentrasi di lapisan atas. Faktor iklim yang berpengaruh adalah suhu
dan curah hujan. Makin ke daerah dingin, kadar bahan organik dan N makin
tinggi. Pada kondisi yang sama kadar bahan organik dan N bertambah 2
hingga 3 kali tiap suhu tahunan rata-rata turun 100C. bila kelembaban efektif

meningkat, kadar bahan organik dan N juga bertambah. Hal itu menunjukkan
suatu hambatan kegiatan organisme tanah. Tekstur tanah juga cukup
berperan, makin tinggi jumlah liat maka makin tinggi kadar bahan organik
dan N tanah, bila kondisi lainnya sama. Tanah berpasir memungkinkan
oksidasi yang baik sehingga bahan organik cepat habis. Pada tanah dengan
drainase buruk, dimana air berlebih, oksidasi terhambat karena kondisi
aerasi yang buruk. Hal ini menyebabkan kadar bahan organik dan N tinggi
daripada tanah berdrainase baik. Disamping itu vegetasi penutup tanah dan
adanya kapur dalam tanah juga mempengaruhi kadar bahan organik tanah.
Vegetasi hutan akan berbeda dengan padang rumput dan tanah pertanian.
Faktor-faktor ini saling berkaitan, sehingga sukar menilainya sendiri (Hakim
et al, 1986).
Bahan organik berperan penting untuk menciptakan kesuburan tanah.
Peranan bahan organik bagi tanah adalah dalam kaitannya dengan
perubahan sifat-sifat tanah, yaitu sifat fisik, biologis, dan sifat kimia tanah.
Bahan organik merupakan pembentuk granulasi dalam tanah dan sangat
penting dalam pembentukan agregat tanah yang stabil. Bahan organik
adalah bahan pemantap agregat tanah yang tiada taranya. Melalui
penambahan bahan organik, tanah yang tadinya berat menjadi berstruktur
remah yang relatif lebih ringan. Pergerakan air secara vertikal atau infiltrasi
dapat diperbaiki dan tanah dapat menyerap air lebih cepat sehingga aliran
permukaan dan erosi diperkecil. Demikian pula dengan aerasi tanah yang
menjadi lebih baik karena ruang pori tanah (porositas) bertambah akibat
terbentuknya agregat.
Pengaruh Bahan Organik pada Sifat Fisika Tanah
Meningkatkan kemampuan tanah menahan air. Hal ini dapat dikaitkan
dengan sifat polaritas air yang bermuatan negatif dan positif yang
selanjutnya berkaitan dengan partikel tanah dan bahan organik. Air tanah
mempengaruhi mikroorganisme tanah dan tanaman di atasnya. Kadar air

optimal bagi tanaman dan mikroorganisme adalah 0,5 bar/ atmosfer. Salah
satu peran bahan organik yaitu sebagai granulator, yaitu memperbaiki
struktur tanah. Menurut Arsyad (1989) peranan bahan organik dalam
pembentukan

agregat

yang

stabil

terjadi

karena

mudahnya

tanah

membentuk kompleks dengan bahan organik. Hai ini berlangsung melaluime


kanisme : Penambahan bahan organik dapat meningkatkan populasi
mikroorganisme tanah, diantaranya jamur dan cendawan, karena bahan
organik digunakan oleh mikroorganisme tanah sebagai penyusun tubuh dan
sumber energinya. Miselia atau hifa cendawan tersebut mampu menyatukan
butir tanah menjadi agregat, sedangkan bakteri berfungsi seperti semen
yang menyatukan agregat. Peningkatan secara fisik butir-butir prima oleh
miselia jamur dan aktinomisetes. Dengan cara ini pembentukan struktur
tanpa adanya fraksi liat dapat terjadi dalam tanah. Peningkatan secara kimia
butir-butir liat melalui ikatan bagian-bagian pada senyawa organik yang
berbentuk rantai panjang. Peningkatan secara kimia butir-butir liat melalui
ikatan antar bagian negatif liat dengan bagian negatif (karbosil) dari
senyawa organik dengan perantara basa dan ikatan hidrogen. Peningkatan
secara kimia butir-butir liat melalui ikatan antara bagian negatif liat dan
bagian positf dari senyawa organik berbentuk rantai polimer.
Pengaruh Bahan Organik pada Sifat Kimia Tanah
Meningkatkan daya jerap dan kapasitas tukar kation (KTK). Sekitar
setengah dari kapasitas tukar kation (KTK) tanah berasal dari bahan organik.
Bahan organik dapat meningkatkan kapasitas tukar kation dua sampai tiga
puluh kali lebih besar daripada koloid mineral yang meliputi 30 sampai 90%
dari tenaga jerap suatu tanah mineral. Peningkatan KTK akibat penambahan
bahan organik dikarenakan pelapukan bahan organik akan menghasilkan
humus (koloid organik) yang mempunyai permukaan dapat menahan unsur
hara dan air sehingga dapat dikatakan bahwa pemberian bahan organik

dapat menyimpan pupuk dan air yang diberikan di dalam tanah. Peningkatan
KTK menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur- unsur hara.
Unsur

N,P,S

diikat

dalam

bentuk

organik

atau

dalam

tubuh

mikroorganisme, sehingga terhindar dari pencucian, kemudian tersedia


kembali. Berbeda dengan pupuk komersil dimana biasanya ditambahkan
dalam jumlah yang banyak karena sangat larut air sehingga pada periode
hujan terjadi kehilangan yang sangat tinggi, nutrien yang tersimpan dalam
residu organik tidak larut dalam air sehingga dilepaskan oleh proses
mikrobiologis. Kehilangan karena pencucian tidak seserius seperti yang
terjadi pada pupuk komersil. Sebagai hasilnya kandungan nitrogen tersedia
stabil pada level intermediet dan mengurangi bahaya kekurangan dan
kelebihan. Bahan organik berperan sebagai penambah hara N, P, K bagi
tanaman

dari

merupakan

hasil

lawan

mineralisasi
kata

dari

oleh

mikroorganisme.

immobilisasi.

Mineralisasi

Mineralisasi

merupakan

transformasi oleh mikroorganisme dari sebuah unsur pada bahan organik


menjadi anorganik, seperti nitrogen pada protein menjadi amonium atau
nitrit. Melalui mineralisasi, unsur hara menjadi tersedia bagi tanaman.
Meningkatkan

kation

yang

mudah

dipertukarkan

dan

pelarutan

sejumlah unsur hara dari mineral oleh asam humus. Bahan organik dapat
menjaga keberlangsungan suplai dan ketersediaan hara dengan adanya
kation yang mudah dipertukarkan. Nitrogen, fosfor dan belerang diikat dalam
bentuk organik dan asam humus hasil dekomposisi bahan organik akan
mengekstraksi unsur hara dari batuan mineral. Mempengaruhi kemasaman
atau pH. Penambahan bahan organik dapat meningkatkan atau malah
menurunkan pH tanah, hal ini bergantung pada jenis tanah dan bahan
organik yang ditambahkan. Penurunan pH tanah akibat penambahan bahan
organik dapat terjadi karena dekomposisi bahan organik yang banyak
menghasilkan

asam-asam

dominan.

Sedangkan

kenaikan

pH

akibat

penambahan bahan organik yang terjadi pada tanah masam dimana

kandungan aluminium tanah tinggi , terjadi karena bahan organik mengikat


Al sebagai senyawa kompleks sehingga tidak terhidrolisis lagi .
Peranan bahan organik terhadap perbaikan sifat kimia tanah tidak
terlepas dalam kaitannya dengan dekomposisi bahan organik, karena pada
proses ini terjadi perubahan terhadap komposisi kimia bahan organik dari
senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Proses
yang terjadi dalam dekomposisi yaitu perombakan sisa tanaman atau hewan
oleh miroorganisme tanah atau enzim-enzim lainnya, peningkatan biomassa
organisme, dan akumulasi serta pelepasan akhir. Akumulasi residu tanaman
dan hewan sebagai bahan organik dalam tanah antara lain terdiri dari
karbohidrat, lignin, tanin, lemak, minyak, lilin, resin, senyawa N, pigmen dan
mineral, sehingga hal ini dapat menambahkan unsur-unsur hara dalam
tanah.
Pengaruh Bahan Organik pada Sifat Biologi Tanah
Jumlah dan aktivitas metabolik organisme tanah meningkat. Secara
umum, pemberian bahan organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan
aktivitas mikroorganisme. Bahan organik merupakan sumber energi dan
bahan

makanan

bagi

mikroorganisme

yang

hidup

di

dalam

tanah.

Mikroorganisme tanah saling berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan


organik karena bahan organik menyediakan karbon sebagai sumber energi
untuk tumbuh.
Kegiatan jasad mikro dalam membantu dekomposisi bahan organik
meningkat. Bahan organik segar yang ditambahkan ke dalam tanah akan
dicerna oleh berbagai jasad renik yang ada dalam tanah dan selanjutnya
didekomposisisi

jika

faktor

lingkungan

mendukung

terjadinya

proses

tersebut. Dekomposisi berarti perombakan yang dilakukan oleh sejumlah


mikroorganisme (unsur biologi dalam tanah) dari senyawa kompleks menjadi
senyawa sederhana. Hasil dekomposisi berupa senyawa lebih stabil yang

disebut humus. Makin banyak bahan organik maka makin banyak pula
populasi jasad mikro dalam tanah.
Peranan Bahan Organik Bagi Tanaman
Bahan organik memainkan beberapa peranan penting di tanah. Sebab
bahan organik berasal dari tanaman yang tertinggal, berisi unsur-unsur hara
yang

dibutuhkan

untuk

pertumbuhan

tanaman.

Bahan

organik

mempengaruhi struktur tanah dan cenderung untuk menjaga menaikkan


kondisi fisik yang diinginkan. Peranan bahan organik ada yang bersifat
langsung terhadap tanaman, tetapi sebagian besar mempengaruhi tanaman
melalui perubahan sifat dan ciri tanah.
Setelah mengetahui uraian mengenai bahan organik diharapkan
menambah pengetahuan untuk berbagai pihak akan arti penting bahan
organik sehingga diharapkan dengan rekayasa-rekayasa tentang bahan
organik dapat ikut berpartisipasi untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Oleh :
Taufik Ansori
05/187101/KT/05776