Anda di halaman 1dari 10

TUGAS PAPER

BUILDING AUTOMATION SYSTEM

OLEH:
LIDYA PUSPITA DEWI
(1115333002)

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BALI
2014

BUILDING AUTOMATION SYSTEM


I.PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dan segala peralatan
kegiatan industri yang memerlukan pengontrolan dan perawatan kini bisa lebih
mudah. Dengan adanya Building Automation System, pengontrolan dan
perawatan peralatan bisa dilakukan secara Otomatis dan bersifat Real Time.
Building Automation System merupakan solusi total bagi gedung bertingkat
atas seluruh permasalahan peralatan utility, maintenance, operational,
dalam melakukan sistem monitoring dan kontrol guna mendapatkan sistem
otomatisasi yang membantu pekerjaan seluruh unit gedung sehingga seluruh
pekerjaan dan aktivitas gedung akan cara lebih mudah termonitor,
terkoordinasi, dalam sistem yang lebih effisien dan mudah. Hal ini bisa
menghemat tenaga kerja, dan peralatan bisa berumur lebih panjang.
II.

BUILDING AUTIMATION SYSTEM (BAS)


Building
Automation
System adalah
sebuah
pemrograman,
komputerisasi, intelligent network dari peralatan elektronik yang memonitor
dan mengontrol sistem mekanis dan sistem penerangan dalam sebuah gedung
seperti pompa, AC, lift, escalator, lampu, dan lain-lain. Pengontrolan dilakukan
secara otomatis, baik berdasarkan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya,
misalnya AC hidup 60 menit dan mati 15 menit untuk saving energi, maupun
berdasarkan kondisi, misalnya AC mati kalau suhu ruangan sudah cukup
dingin. Seluruh aktifitas akan tercatat dan seluruh permasalahan akan
dilaporkan ke komputer dan tercatat secara lengkap waktu, kejadian, dan
kondisi pada saat berlangsung. Hampir semua perangkat yang ada dalam
gedung dapat dikontrol secara otomatis dari satu komputer dan semua data
aktivitas yang terjadi dalam gedung dapat dikirmkan ke komputer lain melalui
jaringan Ethernet atau LAN.
Building Automation Systems (BAS) mengoptimasi start-up dan
performansi dari peralatan HVAC dan sistem alarm. BAS menambah dalam
jumlah besar interaksi dari mekanikal subsistem dalam gedung, meningkatkan
kenyamanan pemilik, minimasi energi yang digunakan, dan menyediakan offsite kontrol gedung. BAS berbasis kontrol komputer untuk mengkoordinasi,
mengorganisasi, dan mengoptimasi kontrol subsistem pada gedung seperti
keamanan, kebakaran/keselamatan, elevator, dan lain-lain.

Bagian dari sistem BAS:


1. Controller
Controller yang
digunakan
biasanya
terdiri
dari
satu
atau
lebih PLC (Programmable Logic Controllers), dengan pemrograman tertentu.
PLC dalam BAS digunakan untuk mengontrol peralatan yang biasanya
digunakan dalam sebuah gedung.
2. Occupancy Sensor
Occupancy biasanya didasarkan pada waktu dari skedul harian. Override
switch atau sensor dapat digunakan untuk memantau occupancy pada
beberapa daerah internal gedung.
3. Lighting
Lighting dapat dinyalakan maupun dimatikan dengan Building Automation
Systemberdasarkan waktu harian, atau pengatur waktu dan sensor. Contoh
sederhana sistem tersebut adalah menyalanya lampu pada suatu ruangan
setelah setengah jam orang terakhir keluar dari ruangan tersebut.
4. Air Handler
Air handler digunakan untuk mengatur keluar masuknya udara dalam gedung.
Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga agar udara tetap sesuai dengan
kebutuhan serta kesehatan manusia yang ada dalam gedung tersebut.
5. Central Plant
Central Plant dibutuhkan untuk menyuplai air-handling unit dengan air.
6. Alarms and Security
Banyak Building Automation System memiliki kemampuan alarm. Jika
sebuah alarm dideteksi, alarm tersebut dapat diprogram untuk
memberitahukan seseorang. Pemberitahuan dapat dilakukan melalui
komputer, pager maupun suara alarm. Sistem sekuriti dapat disambungkan
pada building automation system. Jika occupancy sensorada, maka sensor
tersebut dapat juga digunakan sebagai alarm pencuri.
7. Topologi
Jaringan otomatis gedung terdiri dari primary dan secondary bus yang terdiri
dari Programmable Logic Controllers, input / output dan sebuah user
interface (human interface device). Primary dan secondary bus dapat berupa
kabel fiber optik, ethernet, ARCNET, RS-232, RS-485 atau wireless network.
Controller digunakan dengan software yang akan bekerja dengan standar
BACnet, LanTalk, dan ASHRAE. Input dan output berupa analog dan digital
(binary). Input analog digunakan untuk membaca pengukuran variabel. Input
digital mengindikasikan apabila device menyala atau tidak. Output analog
mengontrol kecepatan atau posisi dari peralatan, seperti variable frequency
drive, sebuah I-P transducer, atau sebuah aktuator. Output digital digunakan
untuk membuka dan menutup relay dan switch.

Adapun keuntungan yang bisa didapatkan dari Building Atomation System


(BAS) ini, adalah :
Maintenance (Perawatan). Untuk menghindari kerusakan yang lebih
fatal, Building Automation System (BAS) dapat diatur dan diawasi
dengan seksama, sebab jam kerja peralatan dapat dikendalikan dan di
Pantau.
Efisiensi Energi. Dengan Building Atomation System secara tidak
langsung melakukan efisiensi energi listrik, karena dapat mengatur
peralatan sesuai atau sebatas yang dibutuhkan.
Dapat melakukan set point secara manual pada peralatan, dengan
mengatur Variable Set Point.
Dapat menyimpan report mengenai Alarm, Jam Kerja, Point-point dari
peralatan yang dikontrol pada database
Building Automation System (BAS) adalah contoh dari sistem kontrol
terdistribusi. Sistem kontrol ini dikomputerisasi dalam sebuah
perangkat elektronik yang dirancang untuk memantau dan mengontrol
sistem mekanis dan pencahayaan di dalam gedung.
Fungsi Building Automation Systems (BAS)
Mengoptimasi start-up dan performansi dari peralatan HVAC dan
sistem alarm.
Menambah interaksi dari mekanikal subsistem dalam gedung
Meningkatkan kenyamanan pemilik
Minimasi energi yang digunakan
Menyediakan off-site kontrol gedung.
BAS
berbasis
kontrol
komputer
untuk
mengkoordinasi,
mengorganisasi, dan mengoptimasi kontrol subsistem pada gedung.
Fungsi inti BAS adalah menjaga kondisi dalam ruangan tetap pada range
tertentu, mengatur pencahayaan berdasarkan jadwal hunian, dan memantau
kinerja sistem dan kegagalan perangkat serta mengirim signal apabila terjadi
problem kepada operator. Dengan adanya BAS dapat mengurangi pemakaian
energi dan biaya pemeliharaan bila dibandingkan dengan bangunan tanpa BAS.

Gambar Topology BAS


Pada topologi diatas tampak adanya primary bus dan secondary bus.
Secondary bus merupakan indiviual control yang biasanya mengontrol sistem
tertentu seperti sistem pengkondisi udara atau bahkan hanya sebagai individual
kontrol suatu alat tertentu. Sedangkan primary bus merupakan pengkoneksi
dari beberapa secondary bus sebagai level kontrol tertinggi.
Kontrol pada dasarnya sangat kecil, sebagai sistem komputer yang memiliki
kemampuan input dan output. Sebagai input, kontrol bisa membaca temperatur,
kelembabaan, tekanan, laju alir, aliran udara, dan faktor-faktor lain. Sebagai
output, kontrol bisa mengirim perintah dan signal kontrol ke perangkat atau ke
peralatan lain dalam sistem. Building automation system sendiri dibedakan
dalam beberapa group yaitu programmable logic controller (PLC), network
controller dan terminal unit controller. PLC digunakan untuk high-end
application seperti rumah sakit yang tidak lagi memikirkan biaya, karena
sistem ini sangat mahal dari segi biaya. Network controller umumnya dipakai
untuk mengontrol alat pengkondisi udara, boiler, chiller dan sub-network
controller dibangunan perkantoran, mall, supermarket dan beberapa bangunan
lainnya. Terminal unit controller umumnya dipakai untuk mengontrol lampu,
fan coil, heat pump, VAV box dan beberapa perlengkapan lainnya. Terminal
unit controller umumnya sebagai individual control yang melekat pada
peralatan tertentu.

Berikut penerapan beberapa alat kontrol pada bangunan gedung :


Hunian
Pada bangunan kantor, ada tidaknya hunian biasanya didasarkan pada
penjadwalan tertentu (jam kerja). Kemudian kondisi ruang diupayakan pada
tingkat kenyamanan tertentu baik tata udara maupun pencahayaannya.
Sensor yang umum dipakai disini adalah sensor temperatur untuk mengatur
panas dingin ruangan dan sensor hunian mengatur pencahayaan.
Pencahayaan
Pemakaian sumber cahaya bisa didasarkan atas waktu pemakai (jam
kerja karyawan), ada tidaknya penghuni dengan sensor hunian, intensitas
cahaya dalam ruang dengan photosensor dan apabila dikehendaki
penggunaan cahaya pada waktu atau durasi tertentu saja bisa dengan timer.
Pengontrol udara
Udara tambahan diperlukan agar udara dalam ruang tetap sehat. Tetapi
dengan iklim di Indonesia, penggunaan udara luar sekaligus akan sangat
merugikan karena temperatur cukup tinggi. Sehingga sebagian udara dingin
dari ruang yang masih cukup sehat diresirkulasi lagi dengan penambahan
sejumlah udara dari luar. Sehingga kerugian akibat beban panas udara bisa
diminimalkan. Sensor temperatur baik analog maupun digital bisa dipasang
diruangan, saluran resirkulasi dan saluran suplai udara, dan beberapa
ditempatkan udara luar. Kemudian aktuator kontrol bisa diletakkan pada
valve untuk air chiller, udara luar dan dumper resirkulasi. Apabila sistem
yang dipakai adalah resirkulasi udara ruang, maka fan bisa dioperasikan
start dan stop waktu-waktu tertentu, temperatur, tekanan maupun kombinasi.
Pengkondisi udara dengan variable volume
Prinsip kerja sistem ini adalah adanya box VAV yang tekanannya bisa
diubah-ubah untuk menyesuaikan beban dengan alat pengontrol disisi
suplai. Pengatur tekanan ini adalah fan atau blower yang sudu-sudunya bisa
diatur dengan kecepatan putar tetap.
Lift
Pengaturan lift sesuai dengan intensitas pemakaian, seperti saat jam
masuk kantor akan berbeda dengan pada saat jam kerja.
Alarm
Temperatur alarm : ruang, suplai udara, suplai air untuk chiller dan suplai
air panas.
Differential pressure alarma ditiap-tiap filter.
Status alarm peralatan mechanical seperti pompa, fan perlu ada alarm
feedback kondisi pompa benar-benar menyala atau benar-benar mati.
Sesuai atau tidak terhadap inputan yang diberikan.
Tiap valve ada switch sebagai feedback operasi terhadap inputan yang
diberikan pada valve yang bisa menunjukkan valve terbuka atau tertutup.

Sensor pendeteksi kadar CO dan CO2.


Sensor pendeteksi kebocoran refrigerant.
Sensor arus untuk melihat slip pada belt fan atau penyumbatan pada
strainer.

Sistem Monitoring dan Kontrol Gedung dengan Building Automation System:

Monitoring dan Kontrol AC

Unit AC untuk bangunan atau gedung adalah perangkat listrik yang


menyerap energi listrik cukup besar.
Hal tersebut dikarenakan
banyaknya unit yang beroperasi dan sistem kontrol yang masih
manual. Penggunaan sistem BAS akan memonitor sistem operasi dan
mengontrol posisi start, stop, alarm secara otomatis.

Monitoring dan Kontrol Pump Room

Di bangunan gedung atau pabrik dimana seluruh aktivitas


mempergunakan motor baik pompa air, fan atau blower akan banyak
menyita energi listrik, maka sangatlah dianjurkan untuk menggunakan
sistem BAS. Beberapa pekerjaan yang sangat tidak effisien dan menyita
energi listrik ( berhubungan dengan pengoperasian motor listrik ) adalah :

Menjalankan motor dan kemudian mematikan motor secara manual


( melalui panel kontrol lokal) dalam jumlah banyak. Kesalahan dan
kelalaian atau human error ini akan sangat memboroskan energi
listrik. .
Kelalaian untuk mematikan motor listrik pada waktunya.
Memonitor status aktivitas mesin listrik seluruh gedung secara manual
dengan menggunakan pencatatan dan pemantauan pekerja lapangan.
Sehingga seringkali berdampak pada pemborosan waktu dan
kesalahan pencatatan dilapangan.
Membuat sistem informasi yang berguna dalam menunjang
Berbeda apabila pekerjaan telah digantikan secara otomatis dengan
menggunakan sistem BAS.Beberapa hal penting yang bisa dibuktikan
dampak keuntungan sistem BAS adalah seperti dalam pekerjaan berikut
Mesin dengan intensitas kerja yang tinggi dan membutuhkan energi
listrik tinggi. seperti Blower, Chiller pada bangunan gedung atau
Mall.
Status mesin akan terlihat secara real di layar PC dimana menjalankan
motor dan kemudian mematikan motor secara manual ( melalui panel
kontrol lokal). Kesalahan dan kelalaian atau human error ini akan
sangat memboroskan energi listrik. .
Mesin dengan tingkat trouble yang tinggi sehingga diharapkan denagn
BAS dapat dengan mudah mencari kerusakan setelah sistem kontrol
motor listrik tidak bekerja secara baik

Monitoring dan Kontrol Lighting

Memudahkan operasi lighting ( on / off ) secara otomatis sesuai


schedule yang dibuat
menampilkan data pemakain listrik dalam satu unit panel kontrol
dalam gedung.

Monitoring dan Kontrol Genset

Parameter-parameter tersebut dapat diambil dari berbagai unit


yang terkait dengan system genset , baik dari faktor engine, panel ATS
AMF, unit alat ukur lain, dan parameter elektrik lain yang mendukung
( arus, tegangan, frekwensi genset ) untuk kemudian diolah dalam
penentukan system monitoring yang diinginkan.

Monitoring dan Kontrol Tangki

LEVEL TANGKI : ( berupa besaran Level Tank) dan besaran


digital ( berupa input digital 1 ( status ON ) atau 0 ( status Off ) dari
status circuit breaker ). Untuk dapat menampilkan data pengukuran
tersebut pada layar monitor, maka terlebih dahulu diperlukan proses
pengubahan besaran analog ( level ) tersebut kedalam besaran digital
untuk kemudian diubah kembali ke besaran analog yang terlihat pada
layar ( dalam bentuk level ). Untuk proses pengubahan besaran ini
dibutuhkan Analog to Digital dan Digital to Analog module
controller.breaker ). Untuk dapat menampilkan data pengukuran
tersebut pada layar monitor, maka terlebih dahulu diperlukan proses
pengubahan besaran analog ( level ) tersebut kedalam besaran digital
untuk kemudian diubah kembali ke besaran analog yang terlihat pada
layar ( dalam bentuk level ). Untuk proses pengubahan besaran ini
dibutuhkan Analog to Digital dan Digital to Analog module controller.

III.

KESIMPULAN
Building Automation System adalah sebuah pemrograman,
komputerisasi, intelligent network dari peralatan elektronik yang memonitor
dan mengontrol sistem mekanis dan sistem penerangan dalam sebuah gedung.
Hampir semua perangkat yang ada dalam gedung dapat dikontrol secara
otomatis sehingga seluruh pekerjaan dan aktivitas gedung akan cara lebih
mudah termonitor, terkoordinasi, dalam sistem yang lebih effisien dan
mudah. Fungsi Building Automation Systems (BAS) antara lain:
Mengoptimasi start-up dan performansi dari peralatan HVAC dan sistem
alarm, menambah interaksi dari mekanikal subsistem dalam gedung,
meningkatkan kenyamanan pemilik, minimasi energi yang digunakan,
menyediakan off-site kontrol gedung, serta untuk mengkoordinasi,
mengorganisasi, dan mengoptimasi kontrol subsistem pada gedung.