Anda di halaman 1dari 19

PENGGUNAAN BAHASA GAUL PADA SISWA-SISWI SMA

PRESIDENT CIKARANG BARU, BEKASI,


JAWA BARAT

Mata Kuliah: Bahasa Indonesia


Dosen Pengampu: Hernawati W. Retno

Disusun oleh:
Dudy Afriyanaldi / 06 / 015201200047/ Mon,7.30
Eqy Milhas Toriza / 09 / 015201200076/ Mon,7.30
Faruqi Ismael / 12 / 015201200050 / Mon,7.30
Said Mahmud Khair / 27 / 015201200065 / Mon,7.30
I Gede Andranyana / 39 / 015201200038 / Mon,7.30

Jababeka Education Park


Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Jababeka, Cikarang Baru, Bekasi 17550
Telp.: (021) 89109762-63 Fax: (021) 89109768
www.president.ac.id

2014

ABSTRAKSI
ii

Sesuai dengan perkembangan zaman banyak gaya bahasa baru dengan variasi kata-kata
yang unik berkembang di masyarakat. Remaja adalah salah satu faktor yang mendorong dan
mendukung pesatnya perkembangan gaya bahasa pada saat ini. Salah satu gaya bahasa tersebut
adalah bahasa gaul. Mereka menggunakan bahasa gaul untuk keluar dari kekakuan dan
ketidaknyamanan dalam menggambarkan perasaan, pikiran, dan gagasan mereka dalam bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Pernyataan diatas terbukti dari apa yang telah ditemukan pada
kehidupan sehari-hari. Lingkungan, televise khususnya bintang sinetron yang merupakan idola para
remaja merupakan salah satu penyebab yang kuat dalam penggunaan bahasa gaul.Bahkan
pengunaan bahasa gaul sangat penting tidak hanya kepada teman sebaya tetapi juga terhadap orang
yang lebih tua. Maka untuk mempertahankan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam bahasa Indonesia,
sangat diperlukan peran aktif dari semua pihak-pihak yang terkait khususnya keluarga yang
merupakan tempat pertama kalinya para remaja mempelajari nilai-nilai luhur. .

Kata kunci : bahasa gaul, remaja, lingkungan, idola, keluarga.

LEMBAR PENGESAHAN

PENGGUNAAN BAHASA GAUL PADA SISWA-SISWI SMA


PRESIDENT CIKARANG BARU, BEKASI,
JAWA BARAT

Dosen Pengampu,

Hernawati Wibawati Retno

Koordinator MKDU,

Bruno Rumyaru, MA

KATA PENGANTAR
Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan berkatnya yang begitu
besar sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Meskipun penulis sadari masih
terdapat banyak kekurangan atau kesalahan yang terjadi dalam pembuatan karya tulis ini
sehingga jauh dari harapan pembimbing. Tapi dikatakan dalam pepatah bila terdapat niat
pisau pun bisa diasah menjadi jarum maka dari pepatah itulah. Disini penulis memberanikan
diri untuk belajar lebih dalam lagi, dan penulis merasa patut bersyukur atas hal ini.
Terima kasih yang begitu besar penulis ucapkan kepada dosen pembimbing bahasa
dan sastra Indonesia, yang dalam pembuatan karya tulis ini telah memberikan begitu banyak
saran, masukan dan bimbingan yang sangat berpengaruh besar dalam menyempurnakan karya
tulis ini. Bila tiada saran, masukan dan bimbingan dari beliau, tentulah karya tulis ini tidak
akan pernah terselesaikan dengan baik.
Selain pihak-pihak yang telah penulis sebutkan diatas, tak lupa juga penulis ucapkan
rasa terima kasih yang sangat besar kepada teman-teman yang telah memberi saran, kritik,
serta ketersediaannya dalam membantu terlaksananya dan tersusunnya karya tulis ini baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam melakukan setiap hal tentulah ada hal-hal yang ingin dicapai atau dituju. Sama
halnya dengan pembuatan karya tulis ini, pembuatan karya tulis ini memiliki tujuan agar kita
lebih mengerti dan mengenal tentang bahasa kita sendiri yaitu Bahasa Indonesia. Penulis pun
juga berharap bahwa pembuatan karya tulis sekiranya dapat bermanfaat bagi pembaca dan
masyarakat umum.

Jababeka, 01 Desember 2014

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian


Bahasa merupakan alat komunikasi yang sudah dipakai sejak dahulu kala.bila kita
berbicara tentang bahasa, bahasa bisa dikategorikan menjadi 2 yaitu bahasa verbal dan nonverbal. Disini penulis ingin menegaskan penjelasan mengenai bahasa verbal. Bahasa verbal
adalah bahasa yang disampaikan secara tertulis maupun lisan. Lain daerah tentu juga
menggunakan bahasa verbal yang berbeda. Seperti halnya di Indonesia kita menggunakan
Bahasa Indonesia sebagai bahasa verbal kita.
Seperti yang kita ketahui, saat ini Bahasa Indonesia digunakan dengan banyak cara.
Terkadang, penggunaan bahasa yang terlalu baku dan formal menjadi sesuatu yang janggal
terutama di kalangan muda. Penulis menemukan bahwa ada rasa enggan dari kalangan muda
untuk menggunakan bahasa formal. Sistem pembelajaran yang diterapkan oleh guru-guru saat
ini terkesan seperti menjejali konsep ejaan yang baik dan benar (EYD) dalam berkomunikasi.
Hasilnya penggunaan bahasa terkesan kaku, formal dan membosankan. Sehingga efek yang
terjadi adalah pemberontakan dalam diri kalangan muda untuk keluar dari kekakuan bahasa
formal tersebut, yaitu dengan cara menggunakan bahasa yang lebih santai dan terkesan
modern yang tidak lain adalah bahasa gaul.
Tetapi dengan adanya hal tersebut, timbul pula rasa resah dikalangan orang tua, yang
mengeluhkan tutur bahasa anak-anaknya yang menjadi kurang beraturan, susah dimengerti
dan jauh dari sikap dan rasa hormat serta sopan santun. Dilain pihak, dengan adanya bahasa
gaul ini dirasa penulis telah mengurangi rasa kecintaan dan nasionalisme masyarakat
khususnya kaum muda.
Maka dari sanalah timbul keinginan penulis untuk meneliti dan mengetahui bahasa
gaul yang berkembang saat ini dan dampak apa sajakah yang muncul dari perkembangan
bahasa gaul yang terjadi di kalangan muda.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian


6

1.2.1 Mengetahui berapa banyak siswa-siswi SMA President yang menggunakan


bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari.
1.2.2 Mengidentifikasi efek yang ditimbulkan bahasa gaul pada kehidupan sehari-hari
pada siswa/siswi SMA President

1.3 Identifikasi Masalah Penelitian


1.3.1

Intensitas penggunaan bahasa gaul bagi siswa-siswi SMA President

1.3.2

Seberapa besar siswa-siswi SMA President yang suka memakai bahasa gaul.

1.3.3

Seberapa penting bahasa baku bagi siswa-siswi SMA President

1.3.4

Seberapa sering penggunaan bahasa gaul di kalangan siswa-siswi SMA


President

1.3.5

Apakah siswa-siswi SMA President menggunakan bahasa gaul kepada orang


yang lebih tua

1.3.6

Adakah manfaat dari penggunaan bahasa gaul pada siswa-siswi SMA President

1.3.7

Apa saja penyebab yang membuat siswa-siswi SMA President menggunakan


bahasa gaul

1.4 Pembatasan Masalah Penelitian


1.4.1

Berapa banyak anak SMA President yang menggunakan bahasa gaul pada
kehidupan sehari-hari.

1.4.2

Penerapan bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari pada siswa SMA President.
1.4.3

Seberapa sering penggunaan bahasa gaul di kalangan siswa-siswi SMA President

1.4.4

Apakah siswa-siswi SMA President menggunakan bahasa gaul kepada orang yang
lebih tua

1.4.5

Apa saja penyebab yang membuat siswa-siswi SMA President menggunakan bahasa
gaul

1.5 Rumusan Masalah Penelitian


1.5.1 Berapa banyak siswa/siswi SMA President yang menggunakan bahasa gaul dalam
kehidupan sehari-hari.
1.5.2 Seberapa besar akibat yang ditimbulkan bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari pada
siswa/siswi SMA President
7

1.6 Hipotesa
Penggunaan bahasa gaul pada siswa-siswi SMA President yang lebih dominan dari
penggunaan bahasa baku.
1.7 Metodologi Penelitian
1.7.1
1.7.2

Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian berada di area Asrama SMA President.
Jadwal Penelitian

N KEGIATAN
O
1 Penentuan tema dan penyusunan
pertanyaan kuesioner
2 Penyebaran kuesioner
3 Perhitungan dan pemasukan data
dari kuisioner ke dalam karya
ilmiah
4 Pengoreksian karya ilmiah
5 Penyusunan ulang kuesioner
6 Penyebaran ulang kuesioner
7 Pengumpulan hasil kuisioner
8 Penghitungan dan pemasukan ulang
data kuisioner baru ke dalam karya
ilmiah
9 Pengoreksian ulang karya ilmiah
10 Pembetulan karya ilmiah
11 Persiapan presentasi akhir karya
ilmiah
12 Presentasi akhir karya ilmiah

1.7.3

MINGG KETERANG
U KEAN
1
Terlaksana
2
3

Terlaksana
Terlaksana

4
5
6
7
8

Terlaksana
Terlaksana
Terlaksana
Terlaksana
Terlaksana

9
10
11

Terlaksana
Terlaksana
Terlaksana

12

Data Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada
siswa-siswi SMA President Cikarang Baru
1.7.3.1

Populasi Penelitian
Siswa-siswi SMA President

1.7.3.2

Sampel Penelitian
Sampel penelitian merupakan 20 persen dari populasi penelitian yang
dikatakan sebagai responden.
8

1.7.4 Instrumen Penelitian


Instrumen Penelitian ini menggunakan questioner tertutup dengan pola
jawaban pilihan ya atau tidak yang dikenakan kepada responden.

BAB II
LANDASAN TEORI PENELITIAN

Bahasa dalam kegiatan sehari-hari merupakan suatu media untuk menyampaikan


informasi dari suatu pihak kepada pihak lain. Namun, bahasa tidak hanya menyangkup hal
tersebut karena bahasa merupakan bagaimana kita memahami dan menyampaikan informasi
yang ada, bahasa mungkin yang ada dibenak kita adalah apa yang kita ucapkan kepada orang
lain akan tetapi bahasa mencangkup lebih dari pada itu, bahasa juga mencangkup bahasa
tubuh kita dimana apa yang kita lakukan merupakan bahasa kita untuk orang lain. Sedangkan
menurut para ahli adalah menurut Chaer (2000) bahasa merupakan suatu sistem lambang
bunyi, bersifat arbiter yang digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi dan
mengidentifikasi diri. Berdasarkan teori tersebut bahasa merupakan suatu ucapan yang di
gunakan oleh masyarakat berdasarkan kesepakatan yang di gunakan secara kontinyu dalam
kehidapan sehari-hari.
Menurut Ramlan (1985:21) morfologi adalah bagian dari tata ilmu bahasa yang
membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahanperubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Berdasarkan penjelasan tersebut
memungkinkan terjadinya perubahan terhadap struktur dan bunyi dari bentuk asalnya,
perubahan tersebut dipengaruhi oleh dua factor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
Menurut Reuben Nathaniel (2012) menyatakan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa yang
mulia, kebanggaan, dan juga identitas diri. Berarti sebagai anak muda mereka mencintai
bahasa Indonesia. Bahasa dalam penggunaanya selalu mengalami perkembangan yang
mengakibatkan perubahan terhadap struktur dan bunyi dari bentuk aslinya..
Berdasarkan teori Faisal Insan (2013) menyatakan bahwa bahasa baku merujuk pada
tolak ukur yang berlaku untuk kualitas dan kuantitas serta yang ditetapkan berdasarkan
kesepakatan. Dalam ragam bahasa baku ini pemakainya cenderung lebih dihargai
dibandingkan ragam-ragam lain, berarti sebagai anak muda mereka menganggap jika dalam
percakapan sehari-hari mereka memakai bahasa formal, maka mereka di kategorikan tidak
gaul dan dapat di kucilkan oleh teman-temannya.

10

Menurut teori Afris Imanuel (2009) yang menyatakan bahwa kebanggaan terhadap
Bahasa Indonesia tidak lagi ada dalam diri rakyatnya sendiri. Prima Magdalena Desiyanthi
(2012) yang menyatakan bahwa pada kenyataannya, banyak anak muda yang selalu
mengikuti perkembangan masa kini dengan mengubah Bahasa Indonesia menjadi bahasa
yang sedikit berlebihan atau lebih tepatnya bisa disebut sebagai bahasa gaul bagi para ABG
saat ini. Berarti sebagian besar dari mereka yang mencintai bahasa Indonesia menggunakan
bahasa gaul sebagai bahasa sehari-hari.
Berdasarkan teori Mariyani Hadiriyanto (2012) yang menyatakan bahwa ada baiknya
kita harus bangga terlebih dahulu mempelajari dan menghargai bahasa ibu kita sendiri,
Bahasa Indonesia yang baik dan benar,sebelum mempelajar tata bahasa yang lain.
Berdasarkan teori Faisal Insan (2013) menyatakan bahwa memakai bahasa gaul merupakan
upaya dalam proses pencarian jati diri, anak muda selalu ingin tampil berbeda serta ekspresif.
Berdasarkan teori Afris Imanuel (2009) yang menyatakan bahwa kebanggaan terhadap
Bahasa Indonesia tidak lagi ada dalam diri rakyatnya sendiri. Berarti sebagai anak muda
mereka malu dan lebih memilih untuk tidak menggunakan bahasa formal dalam percakapan
mereka sehari-hari.
Sutrisno (2011) menyatakan manusia adalah makhluk social yang saling berinteraksi
dalam masyarakat menggunakan bahasa, dan bahasa masyarakat tersebut terdapat bermacammacam bahasa. Dari sini penulis dapat menetahui ini sesuai karna tidak hanya bahasa gaul
saja yang di gunakan oleh responden.

11

BAB III
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Tidak; 17%

Ya; 83%

Pe
rtanyaan 1: Gue lebih suka make Bahasa Gaul dibandingkan Bahasa Indonesia (Sutrisno,

2011)

Berdasarkan grafik diatas dapat terlihat bahawa responden laki-laki memberikan jawaban YA
sebanyak 83 persen yang berarti laki laki lebih suka menggunakan bahasa gaul seperti pada
questioner pertama Gue lebih suka make Bahasa Gaul dibandingkan Bahasa Indonesia di
bandingkan responden perempuan yang memberikan jawaban hanya 67 persen. Hal ini di
dukung oleh teori ......
Disisi lain, responden laki laki yang memberikan jawaban TIDAK di questioner ini adalah 3
persen. Dibandingkan responden perempuan sebanyak 33 persen. Jawaban responden
perempuan sebelas kali lebih besar dari pada responden laki laki dalam tidak suka
menggunakan bahasa gaul seperti pada questioner Gue lebih suka make Bahasa Gaulpada
kegiatan sehari hari. hal ini dapat di dukung oleh teori.

12

2. Menurut Gue, Make Bahasa Indonesia Itu Gak Penting-Penting Amat (Imanuel, 2009)

Tidak; 17%

Ya; 83%

Dari diagram tersebut kita dapat mengetahui bahwa 82,5 persen responden memberikan
jawaban Ya, berdasarkan teori Prima Magdalena Desiyanthi (2012) yang menyatakan bahwa
pada kenyataannya, banyak anak muda yang selalu mengikuti perkembangan masa kini
dengan mengubah Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang sedikit berlebihan atau lebih
tepatnya bisa disebut sebagai bahasa gaul bagi para ABG saat ini. Berarti sebagian besar dari
mereka yang mencintai bahasa Indonesia menggunakan bahasa gaul sebagai bahasa seharihari dan 17,5 persen responden memberikan jawaban tidak. Berdasarkan teori Sutrisno (2011)
menyatakan manusia adalah makhluk social yang saling berinteraksi dalam masyarakat
menggunakan bahasa, dan bahasa masyarakat tersebut terdapat bermacam-macam bahasa.
Dari sini penulis dapat menetahui ini sesuai karna tidak hanya bahasa gaul saja yang di
gunakan oleh responden.

Pertanyaan ketiga:Gue ngerasa make Bahasa gaul itu keren

Respon Siswa SMA Preseident

Tidak; 17%

Ya; 83%

13

Dari diagram tersebut kita dapat mengetahui bahwa 83 persen responden memberikan
jawaban Ya, sesuai dengan teori Desiyanti (2012) menyatakan bahwa bahasa merupakan salah
stu dari trend saat ini. Seseorang akan dibilang keren ketika bahasa yang digunakan seuai
dengan keadaan saat itu. Namun Mariyani Hadiriyanto (2012) yang menyatakan bahwa ada
baiknya kita harus bangga terlebih dahulu mempelajari dan menghargai bahasa ibu kita
sendiri, Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebelum mempelajar tata bahasa yang lain.
Pertanyaan keempat : Gue terbiasa make Bahasa gaul karena teman-teman sekitar gue juga
make Bahasa gaul

Tidak; 3%

Ya; 97%

Dari diagram tersebut kita dapat mengetahui bahwa 97 persen responden memberikan
jawaban Ya, berdasarkan teori Margo (2013) yang menyatakan bahwasanya faktor lingkungan
khususnya teman sebaya sangat mempengaruhi gaya berbahasa para remaja karena mereka
menghabiskan waktu berkomunikasi lebih banyak

Pertanyaan Kelima : Gue Make Bahasa Gaul Karena Ikutin Idola Gue Di TV (Maxwell,

2001)

Tidak; 23%

Ya; 77%

14

Dari diagram tersebut kita dapat mengetahui bahwa 77 persen responden memberikan
jawaban Ya, berdasarkan teori Noor (2010) yang menyatakan bahwa pengaruh idola sangat
mempengaruhi gaya seseorang termasuk salah satunya bahasa
Pertanyaan Keenam Gue juga sering make Bahasa Gaul ke Orang Yang Lebih Tua (Noor,

2008)

Tidak; 47%

Ya; 53%

Dari diagram tersebut kita dapat mengetahui bahwa 47 persen responden memberikan
jawaban Tidak, berdasarkan teori Noor (2008) yang menyatakan bahwa hilangnya batasanbatasan berbahasa saat ini dikalangan remaja.

Pertanyaan ketujuh:Gue make bahasa gaul dirumah, orang tua oke-oke aja

Respon Siswa SMA President

Tidak; 53%

Ya; 47%

15

Dari diagram tersebut kita dapat mengetahui bahwa 83 persen responden memberikan
jawaban Ya, sesuai dengan teori Yenni (2010) menyatakan bahwa control dari orang tua
sangat mempengaruhi nilai nilai kesopanan berbahasa seorang anak. Dari diagram diatas
terlihat bahwa orang tua mulai tidak terlalu peduli dengan nilai kesopanan berbahsa seorang
remaja

BAB IV
PENUTUP
4.1 Hasil Penelitian (cumin boleh 3 poin)1.q1,q2 dan kesimpulan 2.q3,q4
dan kesimpulan 3.q5 dan kesimpulan.

4.1.1 berdasarkan penelitian dan quisioner dari pertanyaan pertama, kedua dan ketiga.
Penulis menyimpulkan Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja telah
menggeser kecintaan terhadap penggunaan bahasa Indonesia disebabkan
para remaja merasa bahasa gaul lebih up-to-date dibandingkan bahasa
indonesia.
4.1.2 berdasarkan penelitian dan quisioner dari pertanyaan keempat dan kelima
Pergeseran penggunaan bahasa Indonesia menjadi bahasa gaaul
disebabkan oleh faktor eksternal terutama teman-teman dan idola di TV.
4.1.3 berdasarkan penelitian dan quisioner dari pertanyaan keenam dan ketujuh disimpulkan

Penggunaan bahasa gaul tidak hanya terhadap teman sebaya tetapi juga kepada orang
yang lebih tua yang salah satu penyebabnya kurangnya kepedulian orang tua terhadap
bahasa para remaja, hal ini menandakan bahwasanya kesopanan dalam berbahasa
telah hilang dalam kehidupan para remaja saat ini.
16

4.2 Saran
4.2.1

Mengikuti perkembangan zaman itu adalah baik, tetapi ketika kita telah

kehilangan karakter dalam diri kita sendiri itu tidaklah baik. Maka dari itu kita
sebagai pribadi yang selalu ingin berkembang kita haruslah mengikuti
perkembangan zaman tetapi jangan sampai menghilangkan nilai-nilai luhur dari
bangsa kita sendiri.
4.2.2 Semua perkembangan yang ada tentulah memiliki nilai positif dan negatif, kita
sebagai orang yang berpartisipasi di dalam perkembangan itu haruslah selektif
dalam memilah perkembangan yang bersifat positif dan negatif.
4.2.3 Partisipasi semua lapisan khususnya orang-orang yang bersangkutan sangat
diperlukan dalam menjaga nilai-nilai luhur, maka keluarga sebagai tempat
pendidikn pertama sangat diharapkan berperan aktif untuk ikut serta dalam
mengontrol itu semua.

17

Daftar Pustaka
Adityo Kusnaidi (2012) http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/05/sayamenggunakan-bahasa-baku-491111.html
Afris Imanuel (2009) http://umum.kompasiana.com/2009/08/04/akucinta-bahasa-indonesia-9628.html
Eva Neuland http://www.dw.de/bahasa-gaul-remaja-jerman/a-17287784
Faisal Insan (2013) http://bahasa.kompasiana.com/2013/09/24/tentangbahasa-gaul-594501.html
Inioke.com(2012)

http://inioke.com/Berita/873-Foto-Terbaik-2012-Pilihan-

UNICEF.html
Mariyani

Hadiriyanto

(2012)

http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/27/kapan-kita-akan-memulaimencintai-bahasa-indonesia-490863.html
Prima

Magdalena

Desiyanthi

(2012)

http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/25/bahasa-indonesia-vsbahasa-gaul-anak-muda-496716.html
Reuben Nathaniel (2012) http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/25/lebihcinta-kepada-bahasa-indonesia-496510.html
Sutrisno (2011) http://ballo.wordpress.com/2011/11/13/fungsi-dan-ragambahasa-indonesia/

18

Lampiran
Kelas

: ................................................................

Kuesioner
1.

Gue lebih suka make Bahasa Gaul dibandingkan Bahasa Indonesia

2.

Menurut Gue, Make Bahasa Indonesia Itu Gak Penting-Penting Amat

3.

Gue ngerasa make Bahasa gaul itu keren

4.

Gue terbiasa make Bahasa gaul karena teman-teman sekitar gue juga make
Bahasa gaul

5.

Gue Make Bahasa Gaul Karena Ikutin Idola Gue Di TV

6.

Gue juga sering make Bahasa Gaul ke Orang Yang Lebih Tua

7.

Gue make bahasa gaul dirumah, orang tua oke-oke aja

Jenis Kelamin :

Laki-Laki

Ya

Perempuan

19

Ga