Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Salah satu cara mengembalikan kesegaran wajah adalah mengencangkannya kembali


dengan menggunakan masker. Yang biasa dibuat masker adalah buah-buahan.
Penggunaan masker pada wajah memiliki beberapa manfaat yaitu selain untuk
melembutkan kulit, fungsi masker adalah membuka pori-pori yang tersumbat karena
kotoran, debu, maupun sisa kosmetik yang tidak bisa hilang karena pembersih biasa.
Masker juga dapat mengembalikan kelembaban dan kehalusan kulit. Memberi masker
pada wajah sama dengan merilekskan otot-otot wajah. Sebaiknya gunakan masker 1-2
kali seminggu, kulit akan tampak cerah dan kencang.
Untuk menggunakan masker, harus mengenali jenis kulit telebih dahulu. Ada beberapa
pedoman untuk mengetahui jenis kulit yaitu :
1.

Jenis kulit berminyak

Ciri kulit ini, disekitar dahi, hidung, dagu (istilahnya daerah T) serta pipi di bagian
bawah tulang pipi terus menerus mengeluarkan minyak. Dan pada umumnya kulit
berminyak mudah ditumbuhi jerawat.
2. Jenis kulit kering
Kulit wajah kering, cirinya berwarna kusam atau tidak mengkilap. Kadang-kadang kulit
rasanya menegang (tertarik), disamping itu bersisik dan terasa gatal. Keadaan pori-pori
kulit sering tampak layu dan kasar serta keriput. Sehingga orang yang kulit mukanya
kering seakan-akan tampak lebih tua dari umur sebenarnya.
3. Jenis kulit normal
Diantara dua jenis kulit tadi, yang paling ideal adalah jenis kulit normal. Kulit jenis ini
tidak berminyak dan juga tidak kering. Memiliki tekstur yang halus dan bila disentuh
terasa lembut. Keadaan kulitnya seoalah transparan sehingga memancarkan sinar yang
lembut.
Akne vulgaris merupakan kelainan folikuler umum yang mengenai folikel sebasea
(folikel rambut) yang rentan dan paling sering ditemukan di daerah muka, leher serta
badan bagian atas, 15% remaja mempunyai akne klinis (akne major) dan 85% akne
fisiologi (akne minor), yaitu akne yang hanya terdiri dari beberapa komedo.

Keadaan ini sering dialami oleh mereka yang berusia remaja dan dewasa muda antara
30%-60% dengan insiden tertinggi antara usia 14 dan 17 tahun untuk anak perempuan
serta antara usia 16 dan 19 tahun untuk anak laki-laki. Munculnya jerawat sering
terjadi pada masa pubertas, tubuh mengalami perubahan hormonal disertai
peningkatan jumlah kelenjar minyak. Peningkatan produksi minyak mengakibatkan
muara kelenjar tersumbat dan timbul bintil-bintil kasar pada kulit (komedo).
Penyumbatan dapat pula akibat sisa kulit mati, sisa kosmetik atau kotoran pada kulit
yang disebabkan oleh peningkatan hormon. Kadar hormon androgen yang disebut
sebagai penyebab jerawat, sepanjang masa kehidupan perempuan, kadarnya relatif
tidak turun secara drastis. Ini memungkinkan jerawat muncul dalam masa kehidupan
perempuan. Hormon androgen ini berasal dari suatu mekanisme perubahan lemak,
khususnya kolesterol.
Melalui proses yang kompleks dibantu oleh bermacam macam enzim, kolesterol
berubah menjadi komponen androgen yang kemudian dapat terus berubah lagi
menjadi komponen hormon estrogen. Kedua hormon ini, androgen dan estrogen
merupakan dua hormon yang ada pada pria dan wanita. Perbedaannya hanya dalam
kadar atau jumlah yang dihasilkan.

BAB II
METODE KERJA
2.1. Bahan Dan Formula
Amylum oryzae

16,5 g

Zinc oksida

1,25 g

Glyserin

1,25 g

Metil paraben

0,005 g

Pewangi

1g

Tepung maizena

25 g

Ekstrak daun kemuning 5 ml


2.2. Peralatan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Blender
Mortar
Beaker glass
Saringan teh
Objek glass dan cover glass
pH meter atau kertas pH
Spatula atau sudip
Ayakan mesh 100

2.3. Prosedur Percobaan atau Pembuatan


a. Pembuatan ekstrak daun kemuning (hanya untuk praktikum) dibuat untuk seluruh
grup praktikum
- Timbang 250 g daun kemuning masukan dalam blender
- Tambahkan 250 ml air suling, jalankan blender sampai campuran halus
- Lakukan penyaringan dengan penyaringan teh, kumpulkan filtrat
b. Bagi tepung beras menjadi dua bagian atau beaker glass
- Bagian pertama dicampur dengan metil paraben
- Bagian kedua dicampur dengan pewangi
c. Campurkan keduanya menjadi satu dan diaduk dalam mortar
d. Tambahkan zinc oksida, sebagian tepung maizena (1/4 bagian) dan glyserin. Aduk
dengan rata dalam mortar.
e. Tambahkan ekstrak kemuning kedalam mortar, aduk sampai rata.
f. Lakukan pengayakan dengan saringan mesh 100
2.4. Cara Pengujian
a. Uji organoleptik : warna, aroma, kerataan, kehalusan
b. pH dengan pH meter atau kertas pH
6 g masker dalam 45 ml air suling
c. Aplikasi : serbuk masker ditambah dengan air sampai kekentalan yang diinginkan,
kemudian di aplikasikan ke wajah.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.

Hasil

3.2.

Pembahasan
Masker wajah adalah salah satu bagian ritual perawatan kulit wajah yang tidak
sulit dilakukan. Hal yang pertama yang perlu diperhatikan dalam menggunakan
masker wajah adalah pemilihan masker jenis kulit wajah. Ini bertujuan agar
pemanfaatan masker wajah bisa didapatkan secara maksimal.
Salah satu dari obat asli indonesia adalah masker ekstrak daun kemuning dimana
khasiat dari masker ini yaitu sebagai anti jerawat. Masker ini dikatakan sebagai
masker obat asli indonesia karena dalam pembuatannya dapat dilakukan secara
sederhana dan mengunakan bahan dan alat yang mudah didapat. Bahan utama dari
masker ini adalah daun kemuning yang terlibih dahulu dibelender untuk
mendapatkan sarinya. Dalam percoban ini bahan-bahan yang digunakan dalam
pembuatan masker yaitu ekstrak daun kemuning, pati beras, zinc oksida, glyserin,
metil paraben, tepung maizena dan pewangi, sebagai pewangi kami gunakan
pewangi mangga.
Setelah masker selesai dibuat dilakukanlah pengujian pada masker, pengujian
yang pertama berupa uji organoleptik yang meliputi: warna,aroma,kerataan dan
kehalusan. Yang kedua uji pH masker dengan pH meter atau kertas pH dengan
cara 6 gram masker dalam 45 ml air suling, yang ketiga yaitu uji aplikasi dengan
cara serbuk masker ditambah dengan air sampai kekentalan yang diinginkan,
kemudian di aplikasikan ke wajah.
Dari pengujian pH, pH masker yang dibuat mempunyai pH 6 dimana