Anda di halaman 1dari 8

ILMU BANGUNAN

GEDUNG
KELAS X SMK
KURIKULUM 2012 / 2013

FACTURROCHMAN AL-AZIZ

DAFTAR ISI
A.

B.

BANGUNAN

1. PENGERTIAN BANGUNAN
2. JENIS DAN FUNGSI BANGUNAN
3. BAGIAN-BAGIAN GEDUNG

PONDASI

1. PENDAHULUAN
2. SUSUNAN TANAH
i. Jenis tanah
ii. Tekanan tanah
3. PENGERJAAN PONDASI
i. Pelaksanaan pembuatan pondasi
ii. Pemasangan papan bangunan
iii. Pemasangan bauwplank
iv. Penggalian pondasi
v. Ukuran pondasi ( lebar pondasi )
C.

SAMBUNGAN DAN HUBUNGAN


KAYU
1. PENGERTIAN
2. SYARAT-SYARAT
3. MACAM-MACAM
i. Sambungan
ii. Hubungan

D.

PINTU DAN JENDELA

1. PENDAHULUAN
2. PINTU DAN JENDELA

3. HUBUNGAN TIANG KOSEN DAN AMBANG KOSEN


4. MACAM-MACAM DAUN PINTU
E.

ATAP

1. BENTUK ATAP
2. PENUTUP BIDANG ATAP
3. KUDA-KUDA

F.

PLUMBING

1. PENDAHULUAN
2. PENGADAAN AIR BERSIH
3. SISTEM PENGADAAN AIR BERSIH
4. PEMASANGAN POMPA
5. RESERVOIR / TANGKI DAN MENARA AIR
6. INSTALASI AIR BERSIH
7. PEMBUANGAN AIR KOTOR
8. SEPTICTANK

A. BANGUNAN
1. PENGERTIAN BANGUNAN
Yang dimaksud dengan Ilmu Bangunan dan juga Ilmu Bangunan
Teknik Sipil ialah ilmu pengetahuan yang digunakan untuk
perencanaan dan pelaksanaan bangunan serta perbaikan
bangunan.
Bangunan teknik sipil juga disebut bangunan khitmat, disamping
bangunan ini diusahakan murah, syarat-syarat untuk pendiriannya

juga harus diikutsertakan baik syarat bahan yang digunakan, syarat


konstruksi maupun syarat pelaksanaan pembuatan bangunannya.
Ilmu bangunan gedung termasuk ilmu bangunan teknik sipil yang
khusus mempelajari gedung-gedung. Bangunan yang dimaksud
ialah :
1. Bangunan sebagai suatu benda hasil karya orang dengan
tujuan untuk kepentingan tertentu dari seseorang /
sekumpulan orang. Karena bentuknya besar benda tersebut
tidak dapat dipindahkan / digerakkan kecuali dengan
dibongkar.
2. Bangunan yang bersifat penambahan / perubahan dari
sesuatu yang telah ada dengan tujuan tertentu untuk
kepentingan seseorang / sekumpulan orang.
Contoh bangunan :
1.
2.
3.
4.

Rumah dibuat untuk kepentingan tempat tinggal


Kantor dibuat untuk kepentingan pelayanan masyarakat
Pabrik dibuat untuk kepentingan industry
Jembatan dan bendungan untuk prasarana kemakmuran
masyarakat
5. Dll.
2.

JENIS DAN FUNGSI BANGUNAN


Bangunan teknik sipil dibedakan menjadi 2 yaitu bangunan
teknik sipil kering contohnya rumah, pabrik, masjid, dll, dan
bangunan teknik sipil basah contohnya bendungan, irigasi,
jembatan, dll.
Fungsi pembuatan bangunan yang terpenting adalah agar setiap
bangunan kuat, awet, sehat untuk ditempati, dan aman terhadap
bangunan yang ada disekelilingnya. Disamping itu pembiayaannya
relative murah. Untuk mendapatkan bangunan yang kuat dan
murah tidak perlu kekuatan konstruksinya berlebih-lebihan karena
akan terjadi pemborosan.

Konstruksi bangunannya harus diperhitungkan dengan teliti


berdasarkan syarat-syarat bangunan termasuk dasar hitungan
dengan mekanika teknik / ilmu gaya.
Awetnya suatu bangunan juga dipengaruhi oleh bahan yang
dipakai, konstruksinya, pelaksanaan pembuatannya, dan juga
perawatannya. Disamping itu factor dari luar juga akan

mempengaruhi keawetan bangunan seperti air, gempa bumi, angin,


dll.

3. BAGIAN-BAGIAN GEDUNG

Pada uraian sebelumnya membicarakan jenis-jenis dari


bangunan pada umumnya. Menurut susunannya pembagian
bangunan khususnya bangunan gedung dibagi menjadi :
1. Bangunan bagian bawah yaitu bagian-bagian yang berada
dibawahmuka lantai / dibawah tanah.
2. Bangunan bagian atas yaitu bagian-bagian yang berada
diatas muka lantai seperti tembok, pintu / jendela, kolom, dll.
Yang termasuk bangunan bagian bawah adalah konstruksi yang
dibuat untuk menahan seluruh berat bangunan diatasnya termasuk
berat pondasi itu sendiri, oleh karena itu bangunan bawah harus
kuat / tidak mudah berubah kedudukannya.
Bangunan bawah adalah PONDASI yang mempunyai hubungan
langsung dengan dasar tanah keras dibawahnya, disamping itu
pondasi harus terletak pada tempat yang suhunya tidak berubah
ubah. Ini dicapai dengan menempatkan dasar pondasi pada
kedalaman dibawah muka tanah. Maksud lain dari penempatan ini
karena didekat muka tanah mengandung humus ( zat organik ).
Oleh karena itu dasar pondasi harus terletak pada kedalaman
min. 60 80 cm dibawah muka tanah itu untuk bangunan
sederhana, dan untuk bangunan yang berat harus dihitung menurut
ilmu pondasi.

B.
1.

PONDASI
PENDAHULUAN

Pondasi suatu bangunan ialah bagian dari suatu konstruksi


bangunan yang mempunyai kontak langsung dengan tanah dasar
keras dibawahnya. Fungsi dari pondasi ialah untuk mendukung seluruh
berat bangunan diatasnya dan untuk menjaga jika bangunan ini
terpaksa turun adalah merata. Untuk bangunan sederhana, pondasi
dapat diletakkan pada kedalaman 60-80 cm, dan untuk bangunan yang
berat harus dihitung menurut ilmu pondasi. Oleh karena itu tanah
dasar tidak dapat dubah susunannya, maka pemilihan macam dan
bentuk pondasi disesuaikan dengan keadaan dan sifat sifat jenis
tanah dasarnya.
Sebelum menetapkan macam pondasi yang akan digunakan harus
diketahui terlebih dahulu sifat-sifat tanah dasarnya. Untuk ini perlu
diadakan pemeriksaan atau penyelidikan tanah.

2. SUSUNAN TANAH
Selanjutnya disini akan disampaikan macam-macam susunan tanah
menurut jenisnya.
a. Tanah batu ( tanah batuan )
Pada tebal 2.5 m merupakan dasar yang amat baik untuk
bangunan. Umumnya berlapis lapis, lapisan ini tidak boleh miring
karena dapat digeser, apalagi jika diantara lapisan lapisan tanah
liat keadaannya menjadi sangat berbahaya.
b. Tanah cadas
Ini merupakan hasil pengerasan dari tanah dan kadang-kadang
terdapat tanah lembek. Pada tebal 2.5 m merupakan dasar
pondasi yang baik.
c. Tanah kerikil
Ini terdiri dari butiran-butiran batu andesit yang cukup besar,
besarnya antara 2-20 mm. karena besar butir-butir kasar maka air
mudah merembes diantaranya. Biasanya kerikil bercampur pasir.
Tanah kerikil baik untuk dasar tanah bangunan. Menurut besarnya
butiran kerikil dibagi menjadi kerikil halus ( 2-5 mm ), kerikil sedang
( 6-20 mm ), dan kerikil besar ( > 20 mm ).
d. Tanah pasir
Butir-butir pasir yang kasar merupakan dasar yang baik untuk
bangunan. Ruang pori yang ada tidak boleh lebih besar dari 36 %
volume. Pada umumnya tanah pasir mengandung sedikit sekali air.
Butiran pasir dikelompokkan menjadi 3 yaitu pasir halus ( 0.1 0.2

e.

f.
g.
h.

i.

mm ), pasir sedang ( 0.3 0.5 mm ), dan pasir kasar ( 0.6 2.0


mm ).
Tanah liat
Ini terjadi dari endapan bagian mineral yang lembut sekali dan
punya susunan butir yang rapat. Butiran sangat sukar ditembus
oleh air akan tetapi mudah menerima air. Keburukan tanah ini pada
musim kemarau menjadi retak-retak dan pada musim hujan retakretak akan terisi air hingga menjadi rapat dan lembek.
Tanah geluh
Tanah geluh terdiri dari campuran tanah liat dengan pasir.
Tanah napal
Tanah ini terdiri dari campuran tanah liat, pasir dan kapur.
Tanah lus
Terdiri dari butir-butir yang terbawa oleh angina dan butirbutirannya sangat halus dan merata dan banyak mengandung
kapur.
Tanah gambut
Terjadi karena tumbuh-tumbuhan yang lama mengendap
kedalam air dan membusuk. Tanah banyak terdapat di rawa-rawa.
Tidak baik untuk bangunan.
TEKANAN TANAH YANG DIPERKENANKAN UNTUK PONDASI DANGKAL
Tanah liat dengan tanah liat
dibawahnya
Kerikil diatas tanah yang baik
Tanah liat bercampur pasir
Margel / cadas
Kerikil dengan pasir
Pasir kasar
Pasir halus tebal min. 3 mm
Tanah batu

1 2 kg/cm2
3
4
5
5
4
2
8

7 kg/cm2
5 kg/cm2
7 kg/cm2
8 kg/cm2
6 kg/cm2
4 kg/cm2
20 kg/cm2

3. PENGERJAAN PONDASI
PELAKSANAAN PEMBUATAN PONDASI
Setelah kegiatan pendahuluan yang berupa perencanaan baik
bersifat administrasi ataupun teknik yang meliputi antara lain :
a. Pemeriksaan tanah
b. Pembuatan gambar
c. Perhitungan anggaran dan biaya ( RAB ).
d. Pembuatan bestek

e. Perijinan
f. Perlengkapan pekerjaan
g. Dll.
Dengan perencanaan itu maka kita sudah bias memulai
pelaksanaan pembangunan.
PEMASANGAN PAPAN BANGUNAN
Untuk pekerjaan pekerjaan bangunan dengan perijinan
biasanya dibuatkan papan bangunan. Selanjutnya kita melakukan
pembersihan lahan dari tumbuh-tumbuhan, pepohonan, akar-akar,
dan jika menemukan tanah humus diadakan pengerukan diurug
kembali dan diratakan. Setelah itu kita memasang patok dekat
bangunan sebagai tanda duga ( peil ) dan pokok tersebut tidak
boleh berubah maka sebaiknya pemasangan ditanam dengan
adukan beton. Pada muka atas tanda duga dipasang paku yang
menonjol 3 5 mm yangmana ketinggiannya disamakan dengan
muka atas lantai dengan besar 0.00. Jika bangunan dekat jalan
raya biasanya ukuran 0.00 diambil dari muka atas as jalan.
PEMASANGAN BAUWPLANK
Sumbu-sumbu ditentukan dengan memasang patok, untuk
papan bangunan yang ditancapkan diluar tebing galian alur
pondasi dengan maksud bila terjadi longsoran patok masih tetap
kedudukkannya ( lihat gambar ). Muka papan disamakan dengan
muka atas lantai = 0.00 dan muka atas lantai antara 30 50 cm
diatas tanah tergantung pada keadaan tanah sekitarnya.
Pemasangan papan-papan dibuat datar dengan pemasangannya
dibantu dengan alat penyipat datar
( waterplast ) dan untuk
membuat sudut siku siku dapat dilakukan dengan tarikan benang
menggunakan perbandingan 3 : 4 : 5 atau dengan menggunakan
alat PPD / pesawat teodolit.
PENGGALIAN PONDASI
Tebing galian diusahakan setegak mungkin yang penting tebing
tersebut tidak mudah longsor dengan maksud biaya penggalian
tidak terlalu mahal. Lebar galian diambil sama dengan lebar
pondasi + 2 x 20 cm ( kanan kiri ) guna sebagai tempat pekerja
dan kedalaman pondasi paling sedikit 80 cm.