Anda di halaman 1dari 9

Semester Genap-Tahun Akademik 2012/2013

AZAS PERANCANGAN ARSITEKTUR IV

PROPOSAL
Pendekatan Arsitektur Hijau
Perencanaan Kantor Sewa dan Pusat Perbelanjaan

RUSLAN RAHIM
E1B1 10 052

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK ARSITEKTUR


JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HALUOLEO
2013
rusLan Rahim_E1B1 10 052

Page 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Kategori Proyek
Kategori proyek adalah Bangunan Tinggi Multifungsi
B. Judul Proyek
Judul proyek adalah Perencanaan Kantor Sewa (Rental Office) dan Pusat
Perbelanjaan (Shopping Center/Department Store)
Pengertian Judul Proyek
a. Kantor Sewa
Kantor Sewa adalah suatu wadah khusus dimana urusan bisnis
dilakasanakan dan pelayanan disediakan, segala fasilitas dapat disewakan
fasilitas yang ada merupakan sarana pendukung kegiatang perkantoran
yang dapat menaikkan nilai jual kantor sewa itu. ( Webster Third New
International dict. 1567 : 1981 )
b. Pusat Perbelanjaan
Pusat perbelanjaan adalah suatu tempat yang merupakan tempat jual beli
yang memiliki cakupan skala besar yang menyediakan segala kebutuhan
bagi konsumen baik primer, sekunder hingga tersier.

C. Tema Proyek
Tema proyek adalahPendekatan Green Architecture
Pengertian Tema Proyek
a. Kata Pendekatan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III, Pendekatan adalah
proses, cara, perbuatan mendekati (hendak berdamai, bersahabat, dsb)
b. Kata Green Architecture (Arsitektur Hijau)
Green Architecture (Arsitektur Hijau) adalah konsep arsitektur yang
berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam
maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan
lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan
sumber daya alam secara efisien dan optimal.

rusLan Rahim_E1B1 10 052

Page 2

D. Latar Belakang
Mengingat perdagangan dan perekonomian global yang sudah berjalan di Indonesia
selama ini. Salah satunya Kendari yang merupakan ibu kota Sulawesi Tenggara yang
saat ini tetap hidup dalam menata dan pengembangan wajah tanah kendari luas seluas
295,89 Km2. Bertambahnya aktivitas dan skala usaha tentunya memerlukan sarana
pendukung, yaitu sarana perkantoran yang merupakan pusat pengolahan informasi,
pengambilan keputusan dan kebijaksanaan bisnis. Sejalan dengan kebijakan otonomi
daerah, perusahaan-perusahaan lokal perlu meningkatkan efisiensi, efektivitas dan
fleksibilitas. Keadaan Kendari dalam pengadaan Kantor sewa masih belum
terwujudkan. Keberadaan pusat perbelanjaan pula masih sangat sedikit dan masih
dalam skala kecil seperti supermarket. Perkembangan kendari dalam sector ekonomi
seperti usaha perdagangan dapat disebut baik. Permintaan dari hal tersebut
mendorong untuk menciptakan wadah untuk sector usaha dan bisnis, salah satunya
Kantor sewa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa bangunan-bangunan perkantoran merupakan bukti
nyata dari perubahan yang sangat besar dari pola pekerjaan yang terjadi selama lebih
dari seratus tahun ini. Saat ini di negara-negara maju seperti Eropa, Amerika dan
Jepang, paling tidak 50 % dari jumlah pekerja adalah pekerja kantor jika
dibandingkan dengan awal abad ke 20 dimana jumlah pekerja kantor hanya sekitar 5
persen dari total populasi pekerja. Di Indonesia, meski angka pekerja kantor tidak
sebesar di negara-negara di atas, perubahan tersebut juga sangat terasa dimana
semakin banyak tower-tower perkantoran dan superblok-superblok yang dibangun.
Semua itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan akan bangunan perkantoran yang
semakin meningkat seiring dengan bertumbuhnya perekonomian di Indonesia.
Sesuai dengan sifat dari suatu kehidupan masyarakat urban modern yang memiliki
mobilitas tinggi, dan kehidupan sehari-hari yang menuntut efisiensi, fleksibilitas, dan
efektivitas, mengakibatkan banyak bangunan, khususnya bangunan perkantoran
(sebagai wadah aktivitas manusia urban modern sehari-hari) yang tidak
memperhatikan wajah keadaan alam saat ini. Kesalahan tersebut menjadi sangat pelik,
ketika dalam masa krisis energi dan ekonomi ini, diperparah dengan rusaknya
lingkungan sekitar, akibatnya kadar emisi CO2 dalam udara bebas semakin tinggi,
yang akan berimbas pada pemanasan global (Prianto, 2007). Masih menurut Prianto
(2008), bangunan perkantoran yang hemat energy penting karena pada zaman tipisnya
stok sumber energi bumi ini, akan sangat membantu dalam mencari sebuah solusi dari
tantangan dan kepedulian khusus terhadap energi, dengan cara memberikan wawasan
konsep perancangan yang dapat memberikan keseimbangan dengan lingkungan.

rusLan Rahim_E1B1 10 052

Page 3

E. Rumusan Masalah
Titik tolak dari latar belakang menjadi ungkapan masalah dari perencanaan ini yakni :
1. Bagaimana menciptakan Perencanaan Kantor sewa dan Pusat perbelanjaan yang
dapat memperhatikan lingkungan ?
2. Bagaimana menciptakan Perencanaan Kantor sewa dan Pusat perpelanjaan
sehingga dapat hemat energi ?
3. Bagaimana menentukan kebutuhan ruang yang dapat mewadahi aktivitas
masyarakat ?
4. Bagaimana mewujudkan Perencanaan Kantor sewa dan Pusat perbelanjaan dalam
meningkatkan angka perdagangan ?

F. Tujuan
1. Untuk menciptakan Perencanaan Kantor sewa dan Pusat perbelanjaan yang dapat
memperhatikan lingkungan.
2. Untuk menciptakan Perencanaan Kantor sewa dan Pusat perpelanjaan sehingga
dapat hemat energi.
3. Untuk menentukan kebutuhan ruang yang dapat mewadahi aktivitas masyarakat.
4. Untuk mewujudkan Perencanaan Kantor sewa dan Pusat perbelanjaan dalam
meningkatkan angka perdagangan.

G. Studi Pustaka
1. AN OBEDIENCE TOWARD NATURE, BSD Office Park, BSD City Tangerang.
Arsitektur hijau - sebuah konsep yang memiliki desain bertanggung jawab terhadap
lingkungan tampaknya menjadi tren terbaru dalam dunia arsitektur saat ini dan telah
banyak diterapkan dalam beberapa dekade terakhir sebagai solusi untuk ancaman
pemanasan global. PT Bumi Serpong Damai (BSD), pengembang yang bertanggung
jawab atas BSD City, diatur untuk membangun gedung perkantoran hijau di Central
Business District (CBD) BSD City. Ini blok kantor akan mencoba untuk
menggabungkan konsep blok perkantoran berteknologi tinggi dengan lingkungan
hijau di sekitarnya. Dengan tujuan untuk menciptakan bisnis yang kompleks
perwakilan, BSD City - Business Park menawarkan kantor blok berkualitas tinggi
yang duduk diam-diam di dalam sekitarnya.

rusLan Rahim_E1B1 10 052

Page 4

Sesuai dengan konsep, bangunan fitur area publik banyak dalam bentuk ruang terbuka
hijau dan plaza besar di antara gedung gedung di kompleks. Menempati salah satu
daerah BSD City adalah Office Park BSD, sebuah bangunan dengan ukuran total
13.000 m2 yang terdiri dari empat lantai khas dengan ruang kantor untuk sewa dan
tingkat tunggal yang ditunjuk untuk penthouse. Sebagai daerah pendukung tempat
parkir - cukup besar untuk menampung 170 kendaraan - dan kamar listrik dan
mekanik beberapa, semua terletak di lantai semi-basement untuk memastikan aerasi
pasif maksimal. BSD Office Park mempekerjakan konsep arsitektur hijau seluruh
bangunan sebagai elemen pembeda yang membedakannya dari kantor sewa lainnya di
pasar.

2. BELLEVUE OFFICE , WASHINGTON


Arsitek

Jumlah Lantai

: 22 Lantai

Fungsi

: Gedung Kantor Sewa

Lokasi

: Washington, USA

Sekitar Lokasi

: Pusat kota, retail,

apartement
Bentuk Massa

: 1 massa Skyscrappers

Luas Bangunan : 28.512 m2


Luas Lahan

:32.000 m2

Struktur

: Komposite dan Core

rusLan Rahim_E1B1 10 052

Page 5

2. Program/Kebutuhan dan Organisasi Ruang


Aktivitas Dalam Kantor
Aktivitas adalah sesuatu yag dilakukan pada tempat kerja sebelum mengambil suatu
sikap / keputusan Karakter Dari Berbagai Aktivitas :
3. Kreatif ( brainstorming, designing, rencana2 strategis, laporan )
4. Persuasif ( negosiasi, presentasi, pelatihan2, keg. Menjual )
5. Penyerapan ( membaca, meneliti, komputer )
6. Reflektif ( berpikir, filosofi )
7. Kegiatan Berulang ( Olah kata, pengisian, fotokopi, checking )
8. Informatif ( aktif bertanya / pasif mendengarkan )
9. Memberi Petunjuk ( Konseling, menolong )
Tipe2 Aktivitas
1. Aktivitas perorangan
2. Aktivitas berkelompok
3. Aktivitas sepaham
4. Aktivitas sosial
Gambar Aktivitas & Kebutuhan Dalam Kantor Sewa
a. Kebutuhan fisik :
Kebutuhan ruang, pencahayaan / view, udara & temperature, suara, furniture &
Kelengkapan serta ergonomic.
b. Kebutuhan Psikologis :
Interaksi , stimulasi, privasi, keamanan, dan Teritory
c. Cakupan Layout Key Kantor Sewa :
Ruang meeting, ruang komputer, open office,dan area percetakkan
d. Jenis Komunikasi & Pergerakkan Dalam Kantor :
1. Pergerakkan orang
2. Pergerakkan objek ( kertas, atk, dsb )
3. Pergerakkan Informan
4. Pilihan
5. Upaya untuk menangani sesuatu
d. Aspek Pergerakkan Dalam Kantor :
Pola pergerakkan ( star, grid & ring ), sirkulasi, mobilitas, orientasi , Keselamatan &
keamanan, in/out pada bangunan, pertemuan.

rusLan Rahim_E1B1 10 052

Page 6

Ruang-ruang Untuk Mengakomodasi Dalam


Kantor Sewa:
1. Ruang utama
2. Ancillary ( Pendukung ruang utama )
3. Support
4. Social
5. Service
6. Sirkulasi

AnciLLa
rry

Support

Primary

Service

SosiaL

Gambar : Pola hubungan ruang

3. Tema
Perencanaan Kantor sewa dan Pusat perbelanjaan, dengan konsep Arsitektur
Hijau (Green Architecture).
Arsitektur Hijau (Green Architecture)
adalah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap
lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik
dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan
sumber daya alam secara efisien dan optimal
Konsep arsitektur ini lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, memiliki
tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya dengan lingkungan, dan
penggunaan sistem utilitas yang sangat baik.
Green architecture dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan
diharapkan digunakan di masa kini dan masa yang akan datang. Dalam jangka
panjang, biaya lingkungan sama dengan biaya sosial, manfaat lingkungan sama
juga dengan manfaat sosial. Persoalan energi dan lingkungan merupakan
kepentingan profesional bagi arsitek yang sasarannya adalah untuk meningkatkan
kualitas hidup.
Penerapan Konsep Green Architecture pada Kantor sewa dan Pusat perbelanjaan ini
berdasarkan permintaan alam dan zaman, konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan
pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat yang
lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan
sumber daya alam secara efisien dan optimal.
rusLan Rahim_E1B1 10 052

Page 7

Kendari yang notabene sebagai ibu kota provinsi yang memiliki sector perdagangan yang
baik dan memiliki sifat kehidupan masyarakat urban modern yang memiliki mobilitas tinggi,
dan kehidupan sehari-hari yang menuntut efisiensi, fleksibilitas, dan efektivitas. Potret
demikian menuntut akan ketersediaannya infrastruktur yang memadai. Namun rasa egois
dalam merancang sering kali ada dalam pembangunan tanpa memberikan dampak positive
yang optimal baik untuk pengguna maupun lingkungan. Peningkatan mutu perdagangan di
Kota Kendari sejalan dengan konsep Green Architecture diharapkan dapat meminimalkan
energy dan materi serta meningkatkan nilai ekonomi. Konsep arsitektur ini lebih bertanggung
jawab terhadap lingkungan, memiliki tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya
dengan lingkungan, dan penggunaan sistem utilitas yang sangat baik. Green architecture
dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan digunakan di
masa kini dan masa yang akan datang.

4. Tinjauan Lokasi dan Tapak Perencanaan

(Not for Publication)


(Not for Publication)
(Not for Publication)
(Not for Publication)
(Not for Publication)
(Not for Publication)
rusLan Rahim_E1B1 10 052

Page 8

5. Daftar Pustaka

http://dosen.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2012/01/Green-Architecture.ppt
http://sukmasandy0.blogspot.com/2012/10/green-arsitektur.html
http://eprints.undip.ac.id/1220/
http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/

rusLan Rahim_E1B1 10 052

Page 9