Anda di halaman 1dari 11

PENULISAN UNSUR SERAPAN

MENURUT EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN


SEMESTER II

Disusun oleh kelompok 4 :


1. Dimas Aprian Nurzaman
2. Nurul Padilah
3. Nurul Anjani
4. Poppy Nur Sayyidah Shofiyah

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM-SYEKH YUSUF
TANGERANG
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan
karunia yang dilimpahkan-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
Adanya pembuat makalah, selain sebagai syarat Evaluasi Kerja Terstruktur I (EKT I), juga
sebagai sarana pembahasan dan pemahaman dalam mata kuliah Bahasa Indonesia.
Makalah yang penulis buat mencakup materi yang telah dibahas sebelumnya, sehingga
penulis hanya memperjelas dan meringkas materi yang telah tersaji. Materi yang penulis ringkas
mengenai Penulisan Unsur Serapan yang di dalamnya memuat tentang unsur bahasa asing
yang diserap menjadi kaidah bahasa Indonesia dan menjadi ejaan yang disempurnakan,
kemudian pembahasan tentang istilah-istilah asing dan untuk tambahan materi penulis juga
meringkas materi tentang imbuhan awal dan akhiran yang diserap dan disesuaikan dengan kaidah
bahasa Indonesia.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.

Hj.N. Sukartinah. Drs selaku dosen dalam mata kuliah Bahasa Indonesia.

2.

Serta kepada semua rekan yang telah mendukung dan membantu menyelesaikan

pembuatan makalah.
Jika dalam penulisan makalah terdapat berbagai kesalahan dan kekurangan dalam penulisan,
maka kepada para pembaca, penulis memohon maaf sebesar-besarnya atas koreksi-koreksi yang
telah dilakukan. Hal tersebut semata-mata agar menjadi suatu evaluasi dalam pembuatan
makalah ini.
Mudah-mudahan dengan adanya pembuatan makalah ini dapat memberikan manfaat berupa
ilmu pengetahuan yang baik bagi penulis maupun bagi para pembaca.

Tangerang, 18 Maret 2014

Kelompok 4

DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dalam bidang pendidikan Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran pokok. Beberapa
diantaranya adalah tentang pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, penulisan
unsur serapan, generalisasi, analogi, sebab akibat/akibat sebab, dan silogisme.
Unsur serapan itu ada karena imigran pertama ke tanah air kita adalah bangsa
asing.menurut data sejarah, adalah orang Hindu, etnik yang berdomisili di sepanjang S.Gangga
dan S. Brahmaputra di daratan India. Mereka berdatangan ke Nusantara dengan maksud
berdagang, secara sambilan mereka mentransfer produk budaya.
Pada makalah ini akan dibahas mengenai penulisan unsur serapan.
B.Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu :
1. Bagaimana penulisan unsur serapan itu ?

C.Tujuan
1. Untuk mengetahui berbagai macam unsur serapan.

Penulisan Unsur Serapan

Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah/bahasa luar
negeri) yang kemudian ejaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat
Indonesia untuk memperkaya kosa kata. Setiap masyarakat bahasa memiliki tentang cara yang
digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan atau untuk menyebutkan atau mengacu
ke benda-benda di sekitarnya. Hingga pada suatu titik waktu, kata-kata yang dihasilkan melalui
kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu, namun manakala terjadi
hubungan dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul gagasan, konsep, atau barang
baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu. Dengan sendirinya juga diperlukan kata baru.
Salah satu cara memenuhi keperluan itu--yang sering dianggap lebih mudah--adalah mengambil
kata yang digunakan oleh masyarakat luar yang menjadi asal hal ihwal baru itu.
Bahasa Indonesia telah menyerap berbagai unsur dari bahasa lain, baik bahasa daerah
maupun dari bahasai asing Sansekerta, Arab, Pertugis, Belanda, Inggris, dan bahasa asing lain.
Berdasarkan cara masuknya, unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi dua
golongan, yaitu :
(1) unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia
(2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannyadisesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Untuk keperluan itu telah diusahakan ejaan asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk
Indonesia masih dpat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Di dalam Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dicantumkan aturan penyesuaian itu. Dapat ditambahkan
bahwa hal ini terutama dikenakan kepada kata dan istilah yang baru masuk ke dalam bahasa
Indonesia, serapan lama yang sudah dianggap umum tidak selalu harus mengikuti aturan
penyesuaian tadi.
Berikut ini contoh unsur serapan itu.
Baku Tidak Baku
apotek apotik
atlet atlit
atmosfer atmosfir
aktif aktip
aktivitas aktifitas

Dampak pergaulan antarbangsa menimbulkan perkembangan cakrawala budaya,


terjadi keragaman, kombinasi adat istiadat, budaya yang dibawa bangsa yang telah maju
mempengaruhi budaya yang sedang berkembang dan salah satu produk budaya yang paling
utama bersentuhan adalah bahasa.
Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa
lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti Sanskerta, Arab, Portugis,
Belanda, atau Inggris.
Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat
dibagi atas dua golongan besar.
1.Pertama, unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia,
seperti: reshuffle, shuttle cock, I'exploitation de l'homme par I'homme. Unsur-unsur ini
dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara
asing.
2.Kedua, unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah
bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya
sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.
Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu ialah sebagai berikut
S (Sanskerta) menjadi S
Sabba
Sabda
Sastra
Sastra
Ie (Belanda) menjadi I jika lapalnya
Politiek
Politik
Riem
Rim
kh (Arab) tetap kh
Khusus
Khusus
Akhir
Akhir
Oe (Yunani) menjadi e
Owestrogen estrogen
Oenology
enologi
Foetus
fetus
Oo (Inggris) menjadi u
Cartoon
kartun
Proof
Pruf

Pool

pul

Proses adaptasi unsur serapan


1. Dari bahasa sanskerta
Proses adaptasi: penghilangan kluster/konsonan jajar, dengan penambahan suara bakti
e.
negri
menjadi
negeri
mentri
menjadi
menteri
putri
menjadi
puteri
istri
menjadi
isteri
putra
menjadi
putera
mantra
menjadi
mantera
2.
Dari bahasa Inggris atau bahasa Belanda
Proses adaptasi Transliterasi/alih aksara pengubah fonema
1)

C menjadi K

cubic

menjadi

kubik

dinamic

menjadi

dinamik

critic

menjadi

keritik

correction

menjadi

koreksi

cooperation

menjadi

koperasi

Physic

menjadi

fisik

Photo

menjadi

foto

2) ph menjadi f

philosofis
atmosphere

menjadi
menjadi

telephone

filosofis
atmosfir

menjadi

telepon

Proses adaptasi pengubahan akhiran ~teit, ~tie (Bld); ~tion, ~ty (Ing) menjadi ~tas/~si.
faculty

menjadi

fakultas

university

menjadi

universitas

activity

menjadi

aktivitas

affectivity

menjadi

afektifitas

evaluation

menjadi

evaluasi

proclamaty

menjadi

communication
action

proklamasi

menjadi

menjadi

ikomunikasi

aksi

Proses adaptasi monoftongisasi


1) Penghilangan kluster /konsonan jajar di akhir, di tengah, di awal
Post

menjadi

Departement

menjadi

Departemen

export

menjadi

ekspor

lamp

menjadi

lampu

risk

menjadi

risiko

Test

menjadi

tes

contact

menjadi

Compact

Akhiran i
Insan

insani

Badan

badani

Khewan

(b)

khewani

Islam

Islami

Asas

asasi

Akhiran ~wi

kontak

menjadi

Proses adaptasi pada unsur serapan


1) Imbuhan asing dari bahasa Arab
(a)

Pos

kompak

Manusia

manusiawi

Dunia

duniawi

Surga

surgawi

Akhiran gender
Akhiran ~in maskulinum, kata benda laki-laki
Akhiran ~ah femininum, kata benda wanita
Muslimin

muslimah

Hadirin

hadirah

Mukminin

mukminin

(tanpa akhiran ~in)


(tanpa akhiran ~ah)

B.

Hajji

hajjah

Ustad

ustadah

Sholeh

sholehah

Penyerapan Istilah Asing

Demi kemudahan pengalihan antarbahasa dan keperluan masa depan, pemasukan istilah
asing, yang bersifat internasional, melalui proses penyerapan dapat dipertimbangkan jika salah
satu syarat atau lebih yang berikut ini dipenuhi.
a.
b.
c.

Istilah serapan yang di pilih lebih cocok karena konotasinya


Istilah serapan yang di pilih lebih singkat jika dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya.
Istilah serapan yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilah
Indonesia trlalu banyak sinonimnya.
Proses penyerapan itu dapat dilakukan dengan atau tanpa pengubahan yang berupa
penyesuaian ejaan dan lafal.
Istilah Asing

Istilah IndonesiaIstilah Indonesia yang dijauhkan


yang di anjurkan

a.
Faeces
Urine

Anus
Feses
Urine

Urine

b.

C.

Amputation Amputasi

Decibel

Decibel

Lip rounding
Marathon
Oxygen
Chemistry
c.
Dysentery

Labialisasi
Marathon
Oksigen
Kimia
Disentri

Energy
Horizon
Narcotic

energi
Horizon
narkotik

Lubang pantat
Tahi
kencing

Pemotongan (pembuangan) anggota badan


Satu ukuran kekerasan suara

Pembundaran bibir
Lari jarak jauh
Zata asam
Ilmu urai
Sakit murus;berak darah;mejan
Daya;gaya;tenaga;kekuatan
Kakilangit;ufuk cakrawala
Madat;obatbius;candu;opium;dadah;ganja

Macam Dan Sumber Bentuk Serapan


Istilah yang diambil dari bahasa asing dapat berupa bentuk dasar atau bentuk turunan. Pada
prisipnya dipilih bentuk tunggal, kecuali kalau konteksnya condong pada bentuk jamak
pemilihan bentuk tersebut dilakukan dengan pertimbangan

1.
2.

Konteks situasi dan ikatan kalimat


Kemudahan belajar bahasa

3.

Kepraktisan.
Demi keseragaman, sumber rujukan yang diutamakan ialah istilah inggris yang
pemakaiannya sudah internasional, yakni yang dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya.
Penulisan istilah itu sedapat-dapatnya dilakukan dengan mengutamakan ejaannya dalam bahasa
sumber tanpa mengabaikan segala lafal.
Misalnya:
Bound morpheme
morfem terikat
Clay colloid
koloid lempung
Clearance
volume ruang bakar
Subdivision
subbagian

PENUTUP
A.

Kesimpulan

Dari penjelasan isi dan pembahasan makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa ada sebagian
kecil dari bahasa Indonesia berasal dari bahasa asing maupun bahasa daerah yang sudah
dijadikan bahasa baku yang sesuai dengan EYD yang disebut dengan unsur serapan.
Berdasarkan taraf integrasinya unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas,
unsur serapan yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia dan unsur serapan
yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.