Anda di halaman 1dari 4

PepsiCos Diversification Strategy in 2008

Tentang Perusahaan
PepsiCo termasuk salah satu raksasa multinasional yang berkiprah di bidang Food &
Beverage dengan pendapatan lebih dari $39 milyar pada tahun 2007. Portofolio bisnis
PepsiCo

termasuk Frito Lay, Tropicana Orange Juice, Lipton Brisk Tea, Quaker Oats,

Gatorade, Propel, dan masih banyak lagi. Quaker Oats ditambahkan pada bisnis PepsiCo
melalui akuisisi pada tahun 2001 dengan biaya $13.9 milyar. Akuisisi menjadi model strategi
PepsiCo dalam melakukan restrukturisasi perusahaan yang dimulai tahun 1997.
Fokus para manajer tingkat atas ditekankan pada keberlanjutan kinerja yang
meyakinkan yang didapatkan setelah restrukturisasi melalui strategi; inovasi produk, aliansi
yang kuat dengan distributor, ekspansi internasional, dan strategi akuisisi.
Akuisisi dan Diversifikasi PepsiCo
Tujuan dari strategi akuisisi dan diversifikasi PepsiCos adalah:
1. Untuk memperluas pangsa pasar.
2. PepsiCos dapat menempatkan diri dalam posisi yang strategis untuk meluaskan usahanya
di dalam pasar-pasar yang baru.
3. PepsiCo dapat dengan mudah memperkenalkan produk barunya di pasar.
4. Dalam mengenalkan produk-produknya, dengan akuisisi PepsiCo dapat menghemat biaya
promosi dan iklan
5. PepsiCo lebih mudah dalam menjalin hubungan dengan supplier dari perusahaan yang di
akuisisinya.
6. Dapat memperoleh sumber daya yang lebih luas, baik bahan baku maupun sumber daya
manusianya.
7. PepsiCo dapat mengurangi bahkan menghindari resiko yang tinggi untuk mengeksplorasi
peluang yang ada dibandingkan ketika PepsiCo berjalan dan menghadapinya sendiri.
8. Meningkatkan Financial performance dan earning, seperti share price appreciation dan
deviden yang meningkat.
PepsiCo didirikan pada tahun 1965, ketika para pemegang saham Pepsi Cola dan
Frito-Lay setuju untuk melakukan merger dua perusahaan yang merupakan ikon perusahaan
makanan dan minuman ringan. Perusahaan baru ini menghasilan laba tahunan sebesar $510
juta dan dengan merek merek antara lain Pepsi-Cola, Mountain Dew, Fritos, Lays, Cheetos,
Ruffles, dan Rold Gold. Sejarah Pepsi Cola sendiri dapat dirunut pada tahun 1898, ketika
Caleb Bradham menciptakan sebuah formula minuman berkarbonasi, yang diberi nama
Pepsi-Cola.

Selama lima tahun sejak merger PepsiCo memperkenalkan beberapa produk baru
seperti Doritos dan Funyuns. Memasuki pasar jepang, dan Eropa Timur, dan membuka pabrik
makanan, rata-rata satu pabrik per tahun. Akuisisi PepsiCo terjadi dalam beberapa tahun
antara lain:
1. Pada tahun 1968 sampai 1986 PepsiCos melakukan akuisisi restoran-restoran siap saji.
Antara lain Pizza Hut, Kentucky Fried Chicken, dan Taco Bell. Akuisisi yang dilakukan
oleh PepsiCo merupakan akuisisi yang related, karena terdapat aktivitas value chain yang
sama-sama terlibat di dalamnya
Keterkaitan Value Chain antara merk dan produk PepsiCo:
a) Informasi riset pasar yang dibagi oleh perusahaan ke semua divisi, memungkinkan
divisi-divisi membangun produk baru yang sesuai dengan permintaan konsumen.
b) Melakukan konsolidasi dalam pembelian atau pengadaan untuk menekan biaya.
c) Memproduksi produk-produk sejenis di fasilitas yang sama jika memungkinkan, untuk
efisiensi produksi.
d) Melakukan konsolidasi fungsi-fungsi penjualan dan pemasaran dari produk-produk
yang mirip untuk menghilangkan usaha berlebihan dan menyajikan satu wajah kepada
customer.
2. Tahun 1980an sampai dengan tahun 1990an PepsiCo memperkuat portofolio makanan dan
minuman dengan mengakuisisi Mug root beer, 7UP international, Smartfood popcorn,
Walkers Crisps, Mexican cookie company, Gamesa, dan SunChip, juga restauran Hot-nNow. Akuisisi yang dilakukan oleh PepsiCo adalah akuisisi untuk diversifikasi produk
yang related. Terutama dalam research and Development dan aktivitas penjualan dan
marketing.
3. Tahun 1992 PepsiCo mengakuisisi Ocean Spray, dan memperkenalkan Lipton ready-todrink teas (1993), Aquafina dan Frappuccino ready-to-drink coffes (1994).
4. PepsiCo mengakuisisi Quacker Oats, ini merupakan akuisisi PepsiCo yang terbesar
Dengan nilai sebesar $13.9 milyar dan memberinya merek nomer satu dari produk outmeal
di Amerika Serikat. Dengan 60 persen lebih pangsa pada kategorinya, produk produknya
meliputi kue nasi dan snack granola bars, serta Capn Crunch, Rice-A-Roni, dan Aunt
Jemima. Tetapi yang paling bernilai adalah Gatorade. PepsiCo menjalankan ketentuan dari
U.S Federal Trade Commission agar produk Gatorade dengan produk PepsiCo tidak
distribusikan secara bersama-sama selama 10 tahun. Akuisisinya merupakan akuisisi yang
related karena pada prakteknya PepsiCo Internasional ikut ambil bagian dalam pembuatan
dan pendistribusian oatmeal dan sereal Quacker Oats di pasar internasional. Inggris
merupakan pasar terbesar di luar Amerika, bahkan di Inggris perusahaan makin banyak
mengeluarkan produk baru sebagai wujud dari diferensiasi produk, yaitu Organic Oats,

Oat SoSimple microwaveable oatmel and oatmeal bars dan Oat Granola and Oat Muesli
cereal.
5. Akuisisi setelah tahun 2001, Quacker Oats dan PepsiCo mulai fokus terhadap produk
produk mereka yaitu makanan, snack, dan minuman, sebagai bentuk integrasi Quacker
Oats ke dalam portofolio PepsiCo. Tahun 2006 dan 2007 selain mengakuisisi Flat Earth,
PepsiCo mulai mengakuisisi portofolionya sampai ke tingkat internasional. Di Nederland
PepsiCo mengakuisisi Stacys Bagel and pita chips, minuman berkarbonasi Izze, dan
Duyvis Nut. Di Polandia PepsiCo mengakuisisi Star Foods, dan pada tahun 2007
mengakuisisi Minuman buah Naked Juice, di Ukraina mengakuisisi Sandora juice, di New
Zealand PepsiCo mengakuisisi Bluebird Snacks, di Bulgaria mengakuisisi Penelope nuts
and seeds dan di Brazil mengakuisisi Lucky Snack. Akuisisi yang dilakukan oleh PepsiCo
terhadap Flat Earth merupakan akuisisi yang related dimana PepsiCo bisa mengambil
kesempatan untuk mendisitribusikan produk camilan yang sehat melalui produk-produk
Flat Earth, akuisisi ini dilakukan salah satu alasannya adalah makin banyaknya konsumen
yang sadar akan hidup sehat dan memilih untuk melakukan diet, dan langkah yang
dilakukan oleh PepsiCo adalah mengakuisisi Earth Flat, untuk memproduksi makanan
ringan yang bahan dasarnya terbuat dari sayur dan buah, kedua jenis makanan ini adalah
makanan yang paling dianjurkan untuk hidup sehat, untuk menhasilkan snack good-foryou, produk-produk Flat Erath setelah bergabung dengan PepsiCo antara lain, Keripik
sayuran panggang Flat Earth (Farmland cheddar, Tangy Tomato Ranch, Garlic & Herb
Field) dan keripik buah panggang dengan macam-macam rasa (Peach Mango Paradise,
Apple Cinnamon Grove, dan Wil Berry Patch) yang diluncurkan pada tahun 2007.
6. Pada tahun 2007, strategi korporat PepsiCo yang baru yaitu diversifikasi, PepsiCo
melakukan diversifikasi dengan mengakuisisi berbagai macam perusahaan, sehingga
PepsiCo mendiversifikasi perusahaannya dalam beberapa kategori lini produk yaitu snack
asin dan snack manis, softdrink (minuman ringan), orange juice, air mineral botol,
minuman isotonik, kopi dan teh siap minum, oatmeal, cereal. PepsiCo menggunakan
strategi yanga baru dalam tiap-tiap diversifikasi produknya yaitu mereformulasi produk
sehingga produk-produk makanan dan minuman di bawah Merek perusahaan PepsiCo
dapat menyajikan makanan dan minuman yang lebih sehat.
SWOT Analysis
1. Kekuatan (Strength)
a. Merupakan perusahaan snack & beverage terbesar didunia
b. Pendapatan yang terus meningkat sejak dari tahun 2000
c. Melakukan inovasi produk
d. Produk-produk yang dijual menjadi top brand

2. Kelemahan (Weaknesses)
a. Kurang berhasil dalam memasarkan produk quaker diluar Amerika Serikat sebagai
pangsa pasar terbesar
b. Dalam pasar internasional, profitabilitas Pepsicos rendah bahkan memilki
kecendrungan untuk menurun
3. Peluang (Opportunities)
a. Peluang pasar yang masih besar
b. Pertumbuhan penduduk yang meningkat
c. China dan Brasil diidentifikasi menjadi pasar potensial
d. Semakin sibuknya masyarakat sehingga membutuhkan makanan yang instan
4. Ancaman (Threats)
a. Adanya kesadaran akan hidup sehat. Makanan ringan dan minuman karbonasi
dianggap tidak sehat.
b. Coca-cola sebagai perusahaan besar dan siap untuk menyalip PepsiCos