Anda di halaman 1dari 2

ANALGETIKA ANTI RADANG DAN OBAT-OBAT REMA

I. Pengertian :
1. Analgetika, atau obat penghalang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau
menghalau nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Nyeri adalah perasaan sensoris dan
emosional yang tidak nyaman berkaitan dengan kerusakan jaringan.
2. Artritis, adalah nama gabungan untuk lebih dari seratus penyakit yang semuanya
berciri kan rasa nyeri dan bengkak, serta kekakuan dengan terganggunya fungsi alatalat gerak (sendi dan otot)
3. Artrose = artrose deformans (arthron =sendi, deformas =cacat bentuk) disebut juga
osteo artrose / osteo artritis, berciri degenerasi tulang rawan yang menipis sepanjang
progres penyakit dengan pembentukan tulang baru sehingga ruang diantara sendi
menyempit.
4. Spondilosis, adalah artrose dari tulang punggung, penyebabnya adalah peradangan
dari urat-arat dan jaringan yang dibutuhkan untuk pergerakan punggung. Akibat nya
ruas-ruas melengkung dan tumbunhnya tulang berlebihan penderita menjadi bungkuk.
5. Rema Soft Tissue , seperti artrose tetapi yang diserang adalah otot, urat dan jaringan ikat yang dihinggapi dan dirusak.
6. Fibromyalgia, adalah peradangan kronis dari jaringan ikat dengan rasa penat terus
menerus.
7. SLE (syatemic lupus erythematosus), sejenis rema jaringan ikat yang berciri kan
nyeri sendi (artralgia), demam, malaise umum dan erythema dengan pola berbentuk
kupu-kupu khas dipipi/muka.
8. Polymyalgia rheumatica, adalah penyakit autoimun yang menghinggapi manula
dengan nyeri otot pada bahu, tengkuk, punggung dan pinggul disebut juga rema otot.
9. Encok (Arthritis urica, gout), penyakit yang disebabkan karena gangguan
metabolis-me asam urat, yang berakibat mengendapnya kristal-kristal Natrium urat
di sendi sendi, jaringan lembut dan ginjal (batu ginjal)
II. Analgetika anti radang (NSAIDS), berkhasiat analgetika, anti piretika serta anti
radang dan banyak digunakan untuk menghilangkan gejala penyakit rema seperti AR,
Artrosis dan spondylosis. Obat ini efektif terhadap peradangan lain akibat trauma
(pukulan, benturan, kecelakaan), mencegah pembengkakan, kolik saluran empedu,
keluhan pinggang dan nyeri haid (dysmenorroe). Sejumlah NSAIDS digunakan juaga
secara lokal dalam krem atas gel misal piroksikam, naproksen daan diklofenak.Secara
kimiawi obat-obat ini dibagi dalam beberapa kelompok yaitu ;
1. Salisilat, asetosal,
2. Asetat, diklofenak, indometasin, efek anti radang yang terkuat tetapi efek samping
nya yang dapat menyebabkan keluhan lambung usus.
3. Propionat, ibuprofen, ketoprofen, naproksen.
4. Pirazolon, phenylbutazone, azapropazone.
5. Oxicam, piroksicam, tenoksikam dan meloksikam.
6. Gol lain, asam mefenaminat
III. Mekanisme kerja dan efek samping NSAIDS. Sebagian besar berdasarkan hambatan
sintesa prostaglandin, dimana kedua jenis cyclo oxygenase di blokir. NSAIDS meng
hambat Cox-2 (peradangan) bukan Cox-1 (perlindungan mukosa lambung) dan
menghambat lypooxygenase (pembentukan Leukotrien). Leukotrien adalah senyawa
sisteinil yang dibentuk sebagai hasil metabolisme asam arachidonat. Zat-zat ini
( LTB4, LTC4, LTD4 dan LTE4) merupakan mediator nyeri.
Kortikosteroid, berdaya menghambat fosfolipase sehingga pembentukan prostaglandin dan leukotrien dihambat ,oleh karena itu efeknya terhadap gejala rema lebih baik
daripada NSAIDS.
Efek samping, sejumlah efek samping berkaitan dengan penghambatan sintesa prostaglandin terutama terjadi pada lambung, usus, dan fungsi trombosis frekwensinya
berbeda untuk untuk pelbagai obat, efek samping yang sering terjadi yaitu ;
1. Ulcerogen, mual, muntah, nyeri lambung, tukak lambung dan perdarahan samar
(occult) yang disebabkan perintangan prostacyclin dan kehilangan daya
perlindungan nnya. Tindakan profilaksis dapat dilakukan dengan pemberian
misoprostol sebagai substitusi PgI2 dengan efek protektif terhadap mukosa juga

antagonis reseptor H2 (ranitidin,cimetidin) atau penghamabat pompa proton


(omeprazol, pantoprazol). Obat dengan waktu paruh panjang menimbulkan ke
luhan lambung usus serius adalah Indometacin, piroksikam, obat dengan waktu
paruh lebih pendek menimbulkan keluhan lambung usus lebih ringan adalah
ketoprofen, naproksen, diklofenak dan ibuprofen.
Efek samping, sejumlah efek samping berkaitan dengan penghambatan sintesa prostaglandin terutama terjadi pada lambung, usus, dan fungsi trombosis frekwensinya
berbeda untuk untuk pelbagai obat, efek samping yang sering terjadi yaitu ;
2. Ulcerogen, mual, muntah, nyeri lambung, tukak lambung dan perdarahan samar
(occult) yang disebabkan perintangan prostacyclin dan kehilangan daya
perlindungan nnya. Tindakan profilaksis dapat dilakukan dengan pemberian
misoprostol sebagai substitusi PgI2 dengan efek protektif terhadap mukosa juga
antagonis reseptor H2 (ranitidin,cimetidin) atau penghamabat pompa proton
(omeprazol, pantoprazol). Obat dengan waktu paruh panjang menimbulkan ke
luhan lambung usus serius adalah Indometacin, piroksikam, obat dengan waktu
paruh lebih pendek menimbulkan keluhan lambung usus lebih ringan adalah
ketoprofen, naproksen, diklofenak dan ibuprofen.
Wanita hamil tidak boleh diberikan NSAIDS selama triwulan terakhir berhubung
mengambat his dan memperlambat pesalinan, NSAIDS masuk kedalam ASI maka
sebaiknya jangan digunakan pada masa laktasi kecuali ibuprofen, naproksen, dan
diklofenak ( karena sedikit yang masuk kedalam ASI)
Interkasi, NSAIDS adalah asam organik yang terikat kuat pada protein darah yang
mampu menggeser obat lain dengan PP tinggi dengan demikian memperkuat kerjanya, contoh anti koagulan dan anti diabetik oral.
IV.
1.

2.

3.
4.

5.
6.
7.
8.

Obat-obat analgetik anti radang (NSAIDS)


Asam mefenamat, derivat anthranilat ini memiliki daya anti radang sedang, kirakira 50% dar khasiat fenilbutazon, T1/2 nya 2 4 jam banyaka sekali digunakan
sebagai obat anti nyeri dan anti rema walaupun dapat menimbulkan gangguan
lambung usus.
Celecoxib, derivat benzoilsulfonamida ini adalah NSAIDS pertama dengan
khasiat menghambat selektif COX-2, pada dosis biasa COX-1 tidak dirintangi
maka PgI2 dengan daya protektifnya terhadap mukosa lambung tetap dibentuk,
obat ini digunakan dengan dosis serendah mungkin untuk jangka waktu singkat.
Golongan Benzoilsulfonamida lainnya adalah Refecoxib (Vioxx) dan Etoricoxib
( Arcoxia).
Diklofenak, derivat fenil asetat ini memiliki daya anti radan terkuat dibandingkan
indometasin dan piroksikam, Eek analgetik dimulai setelah 1 jam, scara rektal dan
intra muskular lebih cepat, PP diatas 99%.
Fenil butazone, derivat pirazolidin ini sebagai penghambat sintesa prostaglandin
berkhasiat anti radang lebih kuat daripada analgetiknya. Efek samping yang harus
diperhatikan adalah supresi sumsum tulang hebat, dengan agranulositosis, anemia
aplastik reaksi alegi pada kulit, udema, gangguan fungsi hati, kerusakan ginjal,
Ibuprofen, derivat propionat ini adalah NSAIDS yang paling banyak digunakan
berkat efek samping yang relatif ringan, daya anti radang dan analgetiknya cukup
baik. Derivat Propionat lainnya adalah Ketoprofen, Asam tiaprofenat (surgam)
Indometasin, derivat indolilasetat ini memiliki daya analgetik sama kuat denga
diklofenak tetapi lebih sering menimbulkan efek samping.
Naproksen, derivat 6-metoksi 2 naftil dari propionat ini memiliki daya analgetik
dan anti radang baik sering digunakan untuk mengatasi berbagai nyeri.
Piroksikam, derivat benzithizine ini berkhasiat analgeik, anti piretik dan anti
radang kuat dan bekerja lama T1/2 rata-rata 50 jam, turunan lainnya adalah
Tenoksikam dan meloxicam