Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling disekolah pemberian
bantuan melalui layanan konseling merupakan bagian yang sangat penting. Menurut
Mortensen dan Schmuller konseling adalah jantung hatinya program bimbingan. Oleh
karena itu para petugas bimbingan dan konseling perlu memahami dan dapat
melaksanakan usaha peranan konseling dengan sebaik-baiknya (Abimanyu, Soli &
Thayeb Marinhu, 1996).
Terbentuknya berbagai kelompok dalam kehidupan manusia merupakan wujud
dari hakikat kemanusiaan, khususnya dari dimensi kesosialannya. Manusia adalah
makhluk sosial, yang tak mungkin dapat hidup berkembang secara layak apabila ia hidup
sendiri dan menyendiri. Oleh karena itu, manusia selalu berusaha hidup dalam
kumpulannya dan dalam kebersamaannya, serta membentuk kelompok-kelompok.
Selanjutnya ketika individu merasakan adanya masalah maka individu tersebut
akan mencari orang lain atau konselor untuk menyalurkan uneg-uneg dan perasaan yang
mengganjal dihatinya, baik dilakukan dalam format konseling individu ataupun dalam
format bimbingan konseling kelompok.
B. Tujuan
Berdasarkan uraian diatas dapat kita tinjau tujuan dari pelaksanaa bimbingan
konseling kelompok ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa, khususnya kemampuan
komunikasi peserta layanan.
2. Untuk membahas topik-topik tertentu yang mengandung permasalahan aktual
(hangat) dan menjadi perhatian siswa
3. Untuk mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan
sikap yang menunjang diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif.

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Bimbingan kelompok
Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan yang diarahkan
pada sejumlah atau sekelompok individu. Pelaksanaan satu kali kegiatan, layanan
bimbingan kelompok dapat memberikan manfaat atau jasa pada sekelompok orang.
Layanan bimbingan kelompok dirasakan sangat efisien mengingat layanan ini mampu
menjangkau lebih banyak konseli secara tepat dan cepat.
interaksi antar individu yang memungkinkan klien untuk belajar bersosialisasi dan
memahami permasalahan orang lain. Menurut Prayitno (1995) bimbingan kelompok
adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan
dinamika kelompok. Artinya, semua peserta dalam kegiatan kelompok saling berinteraksi,
bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran, dan lain-lain sebagainya; apa
yang dibicarakan itu semuanya bermanfaat untuk diri peserta yang bersangkutan sendiri
dan untuk peserta lainnya. Sementara Romlah (2001) mendefinisikan bahwa bimbingan
kelompok merupakan salah satu teknik bimbingan yang berusaha membantu siswa agar
dapat mencapai perkembangannya secara optimal sesuai dengan kemampuan, bakat,
minat, serta nilai-nilai yang dianutnya dan dilaksanakan dalam situasi kelompok.
Bimbingan kelompok ditujukan untuk mencegah timbulnya masalah pada siswa dan
mengembangkan potensi siswa.
Kesimpulan dari beberapa pengertian mengenai bimbingan kelompok di atas
adalah suatu kegiatan kelompok yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan
memanfaatkan dinamika kelompok. Dinamika kelompok yaitu interaksi yang meliputi
kegiatin saling mengeluarkan pendapat, memberikan tanggapan, saran. Selanjutnya
pemimpin

kelompok

sebagai

mediator

menyediakan

informasi-informasi

yang

bermanfaat agar dapat membantu siswa mencapai perkembangan yang optimal.


B. Pengertian konseling kelompok
Menurut Winkel (Lubis, 2011) menjelaskan konseling kelompok merupakan
pelaksanaan proses konseling yang dilakuka antara seorang konselor profesional dan
beberapa klien sekaligus dalam kelompok kecil. Sementara itu menurut Latipun (Lubis,
2011) menambahka bahwa konseling kelompok adalah bentuk konseling yang membantu
2

beberapa klie normal yang diarahnya mencapai fungsi kesadaran secara efektif.
Konseling kelompok biasanya dilakukan untuk jangka waktu pendek atau menengah.
Konseling kelompok telah menciptakan kesempatan bagi banyak individu untuk dapat
menyelesaikan masalah yang dihadapinya tidak seorang diri. Masing-masing klien akan
semakin memiliki kemauan untuk sembuh karena mendapat dukungan dan kesempatan
untuk melakukan tingkah laku baru yang lebih baik karena menurut Burton & Watson
(Lubis,2011) pada konseling kelompok terdapat unsur-unsur therapeutik seperti
pengungkapan pikiran dan perasaan secara bebas, berorientasi pada kenyataan, saling
percaya, saling perhatian, saling memahami dan saling mendukung.
C. Komponen dalam bimbingan konseling kelompok
Menurut Prayitno (2004) dalam layanan Bkp berperan dua pihak, yaitu pemimpin
kelompok dan peserta atau anggota kelompok.
1. Pemimpin kelompok
Pemimpin kelompok (PK) adalah konselor yang terlatih dan berwenang
menyelenggarakan praktik konseling profesional. Sebagaimana untuk jenis layanan
konseling lainnya, konselor memiliki keterampilan khusus menyelenggarakan Bkp
dan Kkp. Pemimpin kelompok diwajibkan menghidupkan dinamika kelompok di
antara semua peserta seintensif mungkin yang mengarah kepada pencapaian tujuantujuan umum dan khusus.
Karakteristik PK:
a. Mampu membentuk kelompoka dan mengarahkannya sehingga terjadi
dinamika kelompok dalam suasana interaksi antara anggota kelompok
yang bebas, terbuka dan demokratis, konstruktif, saling mendukung dan
meringankan beban, menjelaskan, memberikan pencarahan, membarikan
rasa nyaman, menggembirakan dan membahagiakan serta mencapai tujuan
bersama kelompok.
b. Berwawasan luas dan tajam
c. Memiliki kemampuan hubungan antar-personal yang hangat dan nyaman,
sabar dan memberi kesempatan demokratik dalam mengambil keputusan,
jujur, disiplin dan kerja keras.

Peran Pemimpin Kelompok

a. Pembentukan kelompok dari sekumpulan (calon) peserta (terdiri dari 8-10


orang).
b. Penstrukturan, yaitu membahas bersama anggota kelompok apa, mengapa,
dan bagaimana layanan Bkp dan/atau Kkp dilaksanakan.
2. Anggota kelompok
Tidak semua kumpulan orang atau individu dapat dijadikan anggota Bkp atau Kkp.
Untuk terselenggaranya Bkp atau Kkp seorang konselor perlu membentuk kumpulan
individu menjadi sebuah kelompok yang memiliki persyaratan sebagai mana tersebut
diatas. Besarnya kelompok (jumlah anggota), homogenitas/heteogenitas anggota
kelompok dapat mempengaruhi kinerja kelompok.
D. Asas-asas dalam Bimbingan konseling kelompok
Menurut Prayitno (2004), Asas kerahasiaan, kesukarelaan dan keputusan diambil
oleh klien
1. , dan dalam mengemas isi bahasan.
sendiri meupakan tiga etika dasar konseling.
2. Kerahasiaan, segala sesuatu yang muncul dalam kegiatan kelompok hendaknya
menjadi rahasia kelompok yang hanya boleh diketahui oleh anggota kelompok
dan tidak disebarluaskan ke luar kelompok.
3. Kesukarelaan, kesukarelaan anggota kelompok dumulai sejak awal rencana
pembentukan kelompok oleh konselor (PK). Kesukarelaan terus-menerus dibina
melalui upaya PK mengembangkan syarat-syarat kelompok yang efektif dan
penstrukturan tentang layanan Bkp dan Kkp.
4. Asas Kegiatan dan Keterbukaan, mereka secara aktif dan terbuka menampilkan
diri tanpa rasa takut, malu ataupun ragu.
5. Asas kekinian, memberika isi aktual dalam pembahasan yang dilakukan, anggota
kelompok diminta mengemukakan hal-hal yang terjadi dan berlaku sekarang ini.
Asas Kenormatifan, dipraktikan berkenaan dengan cara-cara berkomunikasi dan tatakrama
dalam kegiatan kelompok

E. Pembentukan kelompok

3
4

High-touch
PK

High-tech

6
10

7
9

Kelompok untuk layanan Bkp dan Kkp dapat dibentuk melalui pengumpulan
sejumlah individu (siswa dan individu lainnya) yang berasal dari:
a. Satu kelas yang dibagi ke dalam beberapa kelompok
b. Kelas-kelas siswa yang berbeda dihimpun dalam satu kelompok
c. Lokasi dan kondisi yang berbeda dikumpulkan menjadi satu kelompok
F. Tahap-tahap perkembangan Kegiatan Bimbingan kelompok
PROSES/DINAMIKA
1. Tahap Pembentukan

Berisikan langkah-langkah sebagai berikut :


(1) Berdoa
(2) Menerima secara terbuka dan mengucapkan terimakasih
(3) Menjelaskan latar belakang bimbingan kelompok
(4) Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai dalam bimbingan kelompok
(5) Menjelaskan cara pelaksanaan bimbingan kelompok
(6) Menjelaskan

azas-azas

bimbingan

kelompok:

azas

keterbukaan, kegiatan dan kenormatifan


(7) Menyelenggarakan perkenalan dan permainan keakraban
2. Tahap Peralihan
5

kerahasiaan,

Berisikan langkah-langkah sebagai berikut :


(1) Menjelaskan kembali kegiatan kelompok (secara singkat)
(2) Tanya jawab tentang kesiapan anggota untuk kegiatan lebih lanjut
(3) Mengenai suasana, apabila kelompok secara keseluruhan belum siap untuk
memasuki tahap berikutnya dan mengatasi suasana tersebut
(4) Membagi-bagikan bahan yang dapat dipergunakan oleh peserta dalam
memilih dan membahas topic
(5) Memberi

contoh tentang topic yang dapat dikemukakan dan dibahas

dalam kegiatan selanjutnya


3. Tahap Kegiatan

Berisikan langkah-langkah sebagai berikut :


(1) Menjelaskan maksud dan tujuan pembahasan topic yang hendaknya
dikemukakan oleh anggota kelompok (topic bebas)
(2) Mempersilahkan anggota kelompok mengemukakan topic
(3) Memilih dan menetapkan topic yang akan dibahas
(4) Membahas topic secara tuntas
(5) Menegaskan komitmen para anggota (apa yang akan dilakukan berkenaan
dengan topic yang telah dibahas)

Tahap Pengakhiran

Berisikan langkah-langkah sebagai berikut :


(1) Menjelaskan tahap pengakhiran
(2) Anggota kelompok menilai kemajuan yang dicapai masing-masing
6

(3) Kesan dan pesan serta tanggapan anggota kelompok


(4) Pembahasan kegiatan lanjutan
(5) Ucapan terimakasih
(6) Berdoa
(7) Perpisahan

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK
A. permasalahan/ Materi yang akan diangkat dalam Bimbingan kelompok
Materi yang akan diberikan dalam pelaksanaan kegiataan bimbingan kelompok
adalah topik tugas, adalah topik atau pokok bahasan yang dikemukakan oleh pemimpin
kelompok.. dan Satu persatu anggota kelompok membahas topik tersebut sampai tuntas
sehingga timbulah pemahaman baru kepada anggota kelompok. Dan topik yang diangkat
dalam bimbingan kelompok ini adalah tentang kiat berteman yang baik.
B.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Proses pelaksanaan bimbingan kelompok


Pemimpin kelompok : Maidawati
Waktu pelaksanaan : 11.00 wib s/d selesai
Ruang
: Mushola sekolah
Jumlah anggota
: 8 orang
Nama anggota
: DW, M, CZ, CNA, YH,S, A, Y
Topik
: Dampak penyalahgunaan internet
Proses tahapan
:

TAHAP PEMBENTUKAN
7

a) Tahap pembentukan
Pemimpin Kelompok : Assalamualiakum Warahmatullahi Wabarahkatu
Seluruh Anggota

: Waalaikumussalam Warahmatuaalahi Wabarahkatu

Pemimpin Kelompok : Apa kabar adik-adik semuanyaa?


Seluruh Anggota

: Baik kak.

Pemimpin Kelompok : Alhamdulillah, semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan
yang Maha Esa.
Seluruh Anggota

: Aminnnnn.

Pemimpin Kelompok : Baik , Sebelum kegiatan ini dimulai , alangkah baiknya kita berdoa
sama sama terlebih dahulu yaa.
Seluruh Anggota

: Iya kak !

Pemimpin Kelompok : Doa selesai. Baiklah , Terlebih dahulu kakak mau tanya, ada yang tau
gak kenapa kita semua berkumpul disini ?
Seluruh Anggota

: Gak tau kak.

Pemimpin Kelompok : Oke

Disini kakak akan

coba

jelaskan, saat

ini

kita

akan

melaksanakan yang namanya bimbingan kelompok. Ada yang tau , apa itu bimbingan
kelompok ?
Seluruh Kelompok

: Enggak kak. apa itu kak ?

Pemimpin Kelompok : Oke , Bimbingan kelompok itu adalah suatu pemberian


bantuan bimbingan yang diberikan oleh konselor kepada siswa yang dilaksanakan dalam
bentuk kelompok ! Nah. Tujuannya adalah untuk membahas bersama sama mengenai topic
yang dibahas serta mencari solusi bersama sama atas permasalahan dari topik yang dibahas.
Oke, udah ngerti kan adik-adik?
Seluruh Kelompok

: Ngerti kak !

CNA

: Topiknya apa kak?

Pemimpin Kelompok : Pertanyaaan yang bagus, sekarang yang memilih topik yang akan
dibahas nanti adalah adik-adik sesuai kesepakatan anggota kelompok. Diharapkan adikadik dapat berperan aktif mengajukan usul karena dengan kalian aktif maka kelompok ini
akan menjadi efektif. Dan juga akan melatih kalian untuk belajar mengemukakan pendapat.
Serta menerima dan menanggapi pendapat orang lain..apa kalian setuju?
Seluruh Anggota

: Setuju kak !

Pemimpin Kelompok : Oke , dalam pelaksanaan ini ada tiga peraturan yang harus kalian
patuhi Yang pertama Adanya keaktifan dimana dalam kegiatan ini kalian dituntut untuk
aktif baik mengikuti kegiatan ini, dan juga memberikan pendapat. Yang Kedua Adanya
Keterbukaan, dimana kalian boleh terbuka memberikan pendapat ataupun saran mengenai
topic yang kita bahas..Dan yang terakhir adanya kenormatifan yaitu : Dalam memberikan
pendapat terlebih dahulu kalian harus mengacungkan tangan , setelah ibu persilahkan baru
lah kalian boleh mengeluarkan pendapat, mengerti adik-adik?
Seluruh anggota

: mengerti kak.

Pemimpin Kelompok

: Oke , kalian kan belum kenal satu sama lain Jadi... Agar

lebih akrab , ibu mau kita memperkenalkan diri masing... Oke?


Seluruh Anggota

: OKE KAK! (seluruh anggota memperkenalkan namanya

masing-masinag)
b) Tahap peralihan
Menjelaskan Kegiatan Yang Akan Dijalankan
Pemimpin Kelompok

: Oke , disini kita akan melaksanakan bimbingan kelompok tugas,

seperti yang ibu jelaskan sebelum nya , topik yang akan kita berdasarkan keputusan kakak,
dan lakukan lah kegiatan ini sesuai dengan azas azas yang kita sepakati tadi
Seluruh Anggota

: Oke kak..

Menanyakan Kepada Anggota Apakah Telah Siap Mengikuti Kegiatan


Pemimpin Kelompok

: Baik , sebelum kegiatan ini dimulai , apakah kalian udah siap

mengikuti kegiatan ini ???


Seluruh Anggota

: SIAPPPPPP KAK !
9

c) Tahap kegiatan
Pemimpin Kelompok Mengemukakan Topik Pembahasan
PK

: Baik , hari ini kita akan membahas mengenai dampak penyalahgunaan internet.

Ada yang tahu apa itu internet ?


YH : saya kak! internet itu untuk facebookan, twitteran kak
CZ : kalau menurut saya internet itu tempat untuk nyari tugas kak tanpa terbatas ruang dan
waktu bisa diakses kapanpun.
PK

: bagus sekali jawaban kalian. Coba menurut kamu dulu M?

M : kalau menurut pendapat saya kak internet itu adalah wadah untuk kita berbagi informasi
dan mancari informasi secara cepat dan murah kak.
PK : bagus-bagus semua pendapat adik-adik ini yah. Baik kakak akan mnjelaskan apa
sih internet itu? Pengertian internet memiliki arti pemahaman yang cukup luas dimana kata
internet itu sendiri merupakan singkatan kata dari interconnection-networking, bila
dijabarkan secara sistem global maka internet merupakan jaringan komputer diseluruh
penjuru dunia yang saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan standar Internet
Protocol Suite(TCP/IP) sehingga antara komputer dapat saling mengakses informasi dan
bertukar data.
All

: ooooooooo

PK

: lalu, kalau kalian sudah tau apa itu internet, kalau menurut kalian , apa saja yang

perlu diperhatiakan dalam berinternet?


DW : kak (sambil mengacungkan tangan) kalau menurut saya kak jangan buka situs situs
yang tidak boleh dilihat.
Y : kalo menurut saya sih kak jangan chatting dengan orang yang tidak di kenal kak
PK

: bagus sekali. Sangat cemarlang sekali adik adik semua yah . ada yang mau

memberi pendapat lagi ? mungkin ingin membagikan pendapatnya ?


A : iya kak, kalo menurut saya kita harus ingat waktu kak. Jangan sampai kecanduan

10

S : kak (mengacungkan tangan) kalau menurut saya Dalam hendak berkomunikasi dengan
teman di fb, kita perlu perhatikan tutur kata dan sikap kita kak.
PK

: iyah bagus sekali. Lalu kalau menurut kalian apa dampak negatif dari penggunaan

internet?
DW : kak (sambil mengacungkan tangan) kalau menurut saya sih kak bisa jadi autis. Soalnya
orang yang udah kecanduan internet suka sendiri menyepi.
PK

: ooooooo bagus. M mungkin ingin menambahkan?

: iya kak selain itu buat habis uang kak kalo udah kecanduan internet.

: kak, kalo menurut saya kesehatan mata bisa terganggu kak. Karena sering menatap

layar komputernya kak, itu kan ga bagus ya untuk mata kita.


PK

: waaah, sangat luar biasa sekali yah. Ada lagi yang lain?

CNA : saya kak. Internet sangat bahaya jika digunakan untuk melihat situs-situs porno kak.
Itu kan lebih bahaya lagi ya kak kalo dilihat pelajar.
PK

: iya betul sekali adik-adik semua. Ternyata kalian sudah pada tau semuanya.Yaak,

beri applause buat kita semua agar tetap semangat (sambil bertepuk tangan). Jadi adik-adik
betul sekali. Jika internet disalahgunakan, dampak negatifnya itu sangat luar biasa. Seperti
yang kalin katakan tadi. Dari kriminal, berantem, pornografi, autis, kecanduan dan sampai
rela mencuri agara bisa main game online. Ckckck. Sampai adakan yang hilang dan
diperkosa oleh teman yang ia kenal lewat facebook. Jadi adik-adik kakak, kalian harus hathati yaa dalam penggunaan internet. Jangan buka situs-situs yang tidak pantas untuk dibuka,
jangan jadikan internet untuk ajang berantam dan berbuat kriminal, dan jangan lama-lama
juga kalao mau online. Karena nanti mata kita bisa rusak. apakah sampai disini adik-adik ada
pertanyaan?
All

:: tidak ada kak. Kami telah paham semuanya.

PK

: Oke, apakah masih ada lagi yang ingin kita bahas mengenai topik kita hari ini?

All

: tidak ada kak.


d) Tahap pengakhiran.

11

Pemimpin Mengemukakan Bahwa Kegiatan Akan Berakhir


PK : Baik apakah masih ada yang ingin bertanya lagi atau yang ingin kita bahas lagi?
Peserta : tidak ada kak. Kami sudah mengerti kak.
PK

: Oke. Kalau begitu, apakah kegiatan kita ini sudah cukup sampai disini ?

Peserta : sudah kak.


PK

: Baik, kira kira kegiatan ini, apa nih kesan dan pesan setelah kita membahas materi

ini?
D

: Emm, senang kak, karena kita dapat mengetahui bahaya dari penggunaan internet

yang salah kak.


A

: iya kak. Kita jadi tau bagaimana seharusnya kita bersikap dalam menggunakan

internet kak.
PK

: Mungkin ada lagi?

Pesert : Hampir sama kak.


(semua anggota kelompok berpendapat)
PK : bagus sekali. kakak sangat senang dengan pertemuan kita kali ini, untuk bimbingan
berikutnya ibu akan konfirmasikan kembali pada kalian. Naah.. karena bimbingan kita telah
berakhir ada baiknya kita berdoa, dan kakak mau dibawakan oleh dek S. Okkey dek
dipersilahkan..
( Seluruh siswa berdoa menurut agama dan keyakinannya masing masing )
S

: Doa selesai...

PK : baiklah adik-adik, kakak mohon maaf apabila ada salah penyampaian ataupun kata
kata yang tidak enak didengar kakak mohon maaf.
Peserta

: iya kak sama-sama

PK

: ASSALAMUALAIKUM WR. WB

Peserta

: WAALAIKUMUSSALAM WR.WB
12

BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN KONSELING KELOMPOK
A. Permasalahan/ materi yang di angkat konseling kelompok
Permasalahan atau materi yang diangkat dalam konseling kelompok adalah topik
bebas, adalah topik atau pokok bahasan yang datangnya atau dikemukakan bebas oleh
para anggota kelompok. Satu persatu anggota kelompok mengemukakan topik secara
bebas, kemudian dipilih mana yang akan dibahas pertama, keduanya dan seterusnya.
Berikut adalah berbagai macam permasalahan yang di ungkapkan oleh konseli.
1. A.Z
Merasakan ngantuk dan bosan
2. A.A.K
Salah paham dengan teman
3. A.R
Masalahadik-kakak kadang-kadang tidak akur dirumah
4. C.A.A.S
Masalah lawan jenis
5. A.N
Terlalu cuek dengan teman lawan jenis
6. C.R.F
Korban bully, sering diejek dan diganggu oleh teman cowo didalam kelas
7. C.N
13

Masalah belajar
8. I.L
Masalah pertemanan
Dan dari kelompok sepakat bahwa kondisi permasalahan yang dipilih dan segera
diselesaikan adalah masalah CRF yaitu sebagai korban bully sering di ejek dan diganggu
oleh teman sekelasnya, masalah ini dipilih karena bukan siswi tersebut saja yang dibully
tetapi teman-teman siswi lainnya juga menjadi korban bully dan ini sangat meresahkan
bagi mereka (siswa-siswi) sehingga ia tidak berani melaporkan masalah tersebut kepada
guru Bk disekolah diakibatkan takut akan semakin di teror oleh siswa (pelaku).

B. Gambaran umum tentang sekolah


MTsN rukoh ini terletak di Jl. Utama Ds. Kopelma Darussalam, Ide berdirinya
Madrasah Terpadu Negeri Rukoh ini adalah gagasan dari almarhum Bapak Prof. Dr. Safwan
Idris, MA. Pada tahun 1990-an, saat itu beliau menjabat Pembantu Rektor, dan penulis adalah
asisten beliau dalam mata pelajaran English Teaching Evaluation. Alhamdulillah, pada tahun
1999 pendirian Madrasah Laboratorium IAIN menjadi kenyataan, yaitu pada saat Presiden
Republik Indonesia dijabat oleh Bapak Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie. Bapak presiden
menganjurkan agar memperhatikan pendidikan di Aceh.
Selanjutnya MTsN Rukoh ini, atas dasar letak dan lokasi kedudukan Madrasah di
dalam lingkungan IAIN Ar-Raniry, maka Model Pelaksanaan Pembelajaran Pada madrasah
ini melakaukan Perubahan perubahan dalam system pembelajaran, Yaitu dari Model
Pembelajaran biasa, sebagaimana madrasah-madrasah yang lain, berubaha menjadi model
pembelajaran Full Day.
Ide Pelaksanaan pembelajaran ke Full Day (Lab School) merupakan hasil
musyawarah antara Rektorat IAIN Ar-Raniry dengan Ka. Kanwil Depag NAD, dan
difasilitasi oleh BRR-NAD Nias, pada bulan Desember 2006 yang bertempat di IAIN ArRaniry.

Setelah melakukan beberapa persiapan untuk menuju Lab School, maka pada awal

Tahun pelajaran 2007/2008 di mulailah model pembelajaran Full day sampai dengan
sekarang, Dengan demikian meka menjadi MTsN RUKOH, LAB SCHOOL BINAAN IAIN
AR-RANIRY Kota Banda Aceh.
C. Proses kronologi pelaksanaan bimbingan kelompok
14

Berikut ini merupakan kronologis dari pelaksanaan konseling kelompok :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nama sekolah
Pemimpin kelompok
Waktu pelaksanaan
Ruang
Jumlah anggota
Nama anggota
Topik
Proses tahapan

Tahap I
Konselor
Konseli
Konselor

: MTsN Rukoh Banda aceh


: Maidawati
: 11.00 wib s/d selesai
: Mushola sekolah
: 8 orang
: AZ, AAK, AR, CAAS, AN, CRF, CN, IL
: korban bully, sering di ejek dan diganggu teman sekelas
:
Tahap pembentukan
: assalamualaikum, selamat pagi adik-adik, sehat semuanya?
: waalaikum salam, alhamdulillah luar biasa Allahu Akbar...
: sebelumnya terimakasih kakak ucapkan kepada adik-adik

kakak senang sekali sudah sudikiranya hadir di mushola ini untuk mengikuti
kegiatan konseling kelompok, sebelum kita mulai kegiatan ini kita berdoa
dahulu. Berdoa mulai...
Konselor
: baiklah, perkenalkan nama kakak Maidawati dari fkip BK
Unsyiah semester 6 dan tentu kalian sudah saling mengenal dengan teman2
satu sama lain, nah untuk lebih akrab lagi bagaimana jika kalian
memperkenalkan diri kalian masing-masing.
Konseli
: nama saya AZ, nama saya AAK, nama saya AR, nama saya
CAAS, nama saya AN, nama saya CRF, nama saya CN, nama saya IL.
Konselor
: baiklah adik-adik sekarang kita mulai kegiatan konseling
kelompok ini, sebelumnya kalian tahu/pernah mengikuti kegiatan ini?
Konseli
: belum kak
Konselor
: konseling kelompok adalah layanan bimbingan dan
konseling yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk
pembahasan dan pemecahan masalah melalui dinamika kelompok. Dalam
konseling ini setiap anggota kelompok berhak mengajukan pertanyaan,
mengutarakan masalahnya dan memberikan masukan kepada anggota lain

yang masalahnya sedang dibahas.


Tahap II Peralihan
Konselor
: di sini kakak bertindak sebagai pemimpin kelompok dan
adik2 sebagai anggota,dan waktu kita disini sekitar 25 menit karena
berhubung kalian ada pmbelajaran lain saya persilakan siapa dulu yang mau
bicara, sudah siap???
Konseli
: siap kak
Konselor
: dan kakak harapkan selama dalam proses ini adik-adik
semua harus berjanji apapun pembicaraan yang kita lakukan dlm kelompok ini
15

jangan sampai dibicarakan lagi diluar sampai disini hanya rahasia kita
bersama, dan adik2 semua harus terbuka dlm menyampaikan masalah tidak
ada yang ditutup-tutupi dan harus dengan sukarela serta mematuhi aturan yg
ada seperti sopan santun saling menghormati pendapat teman-teman.

Bagaimana setuju?
Konseli
: setuju kak
Tahap III Kegiatan
Konselor
: baiklah, kita mulai saja, siapa dulu yg ingin mengungkapkan
masalahnya?
Konseli
: kamu dulu..kamu duluu.. (konseli tidak ada yg mau
memulai membicarakan permasalahannya)
Konselor
: baik-baik kakak maunya mulai dari sebelah kanan
kakak(tindakan pemimpin kelompok)
Konseli AZ : ngga ada masalah kak (dengan wajah murung)
Konselor
: kamu kenama seperti sedih?
Konseli AZ : saya mengantuk kak, merasa jenuh disekolah
Konseli AAK : saya ada salah paham kak dengan teman saya
Konseli AR : saya kadang2 sering berantam kak sama adik saya dirumah
Konseli CAAS: saya merasa pacar saya tidak memperdulikan saya lagi kak
sering di PHP (pemberi harapan palsu)
Konseli AN : saya terlalu cuek dengan teman-teman cowo kak, males saya
terlalu akrab
Konseli CRF : saya sedih kak, saya sering diejek-ejek oleh teman saya si A,
kadang sedang berjalan di ejek dan selalu diganggu bukan saya saja kak tetapi
teman yang lainnya juga, anaknya bandel sekali kak, benci saya
Konselor
: baik kakak mengerti apa yang kamu rasakan, selanjutnya
Konseli CN : saya masalah belajar kak, karena sebentar lagi ujian
Konseli IL
: saya masalah persahabatan kak
Konselor
: baik, semua sudah mengemukakan masalahnya, nah
sekarang masalah siapa ya yang harus diselesaikan dulu?
Konseli
: masalah CRF kak, sayang dia kak, kami juga ikut di ejek2
sama si A juga, kami kesal kak
Konseli
: iya kak setuju
Konselor
: baiklah kalau begitu, CRF coba ceritakan masalahmu?
Konseli CRF : begini kak, saya sangat kesal kak saya sering diganggu oleh
si A, ntah apa maksudnya kak saya tidak mengerti kadang saya berjalan di
depan kelas selalu diledekin kak
Konseli AN : iya kak, kami juga kak
Konselor
: hmm... mungkin dia suka sama kamu makanya cari
perhatian (candaan konselor)
Konseli
: Cciee..heheheheehehehehe

16

Konseli CRF : haha ngga kak, heran saya kak dia kayak kurang perhatian
gitu dari orang tuanya, makanya dia gangguin kami
Konselor
: Lalu....
Konseli CRF : iya kak saya kan duduknya di perbatasan cowo pasti saya
selalu digangguin nya kak kadang kalau lagi ujian dia baik kak gak ganggu
tapi dia minta jawaban ujian kak sama saya
Konselor
: lalu... apa yang kamu lakukan saat itu?
Konseli CRF : saya memberi jawaban kepada dia kak dari pada saya
digangguinnya lagi...
Konselor
: baiklah kakak mengerti perasaan CRF rasakan kamu yang
sabar ya, nah tadi kan sudah mendengan masaah dari CRF, jadi bagaimana
komentar dan tanggapan adik-adik lainnya, masukan untuk kita bersama agar
permasalahan ini terentaskan
Konseli AZ : saya ngga tau kak (sambil menggelengkan kepala)
Konseli AR : iya kak dia jahat banget kak maunya dia dipindahkan saja
tempat duduknya, dimana ada cewe2 pasti selalu ada dia
Konseli CAAS : iya kak dulu pernah juga di panggil sama guru tapi ngga jera
juga kak
Konseli AN

: iya kak maunya dikeluarin aja dia dari sekolah ini kak,

memang dia ketuanya kak


Konselor
: Ohh yaa... jangan menuduh begitu belum tentu ia seperti itu?
Konseli AAK : iya kak kalau diaa ngga datang 1 hari kesekolah rasanya aman
kelas kami kak gak ada dia
Konseli
: Hahahahahahhaahahhahah...
Konselor
: nah, CRF kalau menurut kamu apa yang ingin kamu
lakukan
Konseli CRF :saya kak rasanya ingin balas balik ke dia kak, pengen saya
pukul aja
Konselor

: nah...itu perbuatan yang tidak baik, bukan menyelesaikan

masalah tetapi tambah memperbesar permasalahan yang tiada habisnya


Konseli CRf : jadi kami harus bagaimana kak karena dulu dia pernah
meludah kami kak dan dia dimarah oleh guru
Konselor
: apa sampai sekarang masih dilakukan itu?
Konseli CRF : sekarang ngga lagi kak udah gak lagi
Konselor
: itu kan dia sudah berubah jadi mungkin saja dia ingin
berteman dengan kalian tapi cara menyampaikan dan memulainya itu yang
salah
Konseli
Konseli IL

: iya kak setuju mungin saja begitu kak


: tapi kak kami mau bilang dengan guru BK tapi kami tidak

berani kak, karena di sekolah ini orang tuanya memiliki kekuasaan jadi tolong
kami ya kak
17

Konselor

: baiklah kalau begitu nah, kakak mau tanya kalau CRF

bertemu dengan si A apa yang seharusnya dilakuka oleh CRF, bagaimana


pendapat adik2 semua
Konseli
: bagusnya kan kak CRF menghindar kak, ga usah peduli apa
yang si A katakan, jangan terpancing emosi juga
Konselor
: nah CRF bagaimana perasaan kamu atas masukan dari temanteman tadi?
Konseli CRF : lega kak, makasia kak udah mau dengar cerita kami
Konselor
: baik sama2 dan selanjutnya kasus ini akan segera kakak
tindak lanjuti dan berkonsultasi dengan guru pembimbing disekolah apakah si
A ini harus dipindahkan tempat duduknya agar tidak bersebelahan dengan

tempat duduk perempuan


Konseli
: makasiiia kak (dengan muka sengang semuringah)
Tahap IV Tahap pengakhiran
Konselor
: karena sekarang sudah waktunya habis kita akhiri pertemuan
kita hari ini?
Konseli
: oke kakak
Konselor
: sebelum kita akhiri kita berdoa, baiklah Assalamualaikum wr
wr.. selamat siang
Konseli
: waalaikum salam wr wr...selamat siang

D. Kesimpulan proses konseling kelompok


1. Identifikasi masalah
Konseli AZ
: konseli merasa jenuh disekolah di karenakan sudah memasuki
waktu siang.
Konseli AAK
Konseli AR

: konseli merasa adanya salah paham dengan temannya


: konseli merasa sering tidak akur dirumah bersama adiknya

sehingga timbul perkelahian


Konseli CAAS : konseli merasa bahwa pacarnya tidak memperdulikan saya
lagi, dan sering berjanji
Konseli AN
: konseli merasa bahwa dirinya terlalu cuek dengan teman
lawan jenis, saya tidak sombong memang begini saya adanya.
Konseli CRF
:konseli merasa saya sedih karena sering diejek-ejek oleh teman
sekelasnya si A, kadang sedang berjalan di ejek dan selalu diganggu bukan hanya
dia saja tetapi teman yang lainnya juga, dan ini menimbulkan kebencian bagi CRF
dan teman-teman.
Konseli CN
: konseli merasakan masalah belajar kak, karena sebentar lagi
ujian
Konseli IL

: konseli merasa adan ay masalah dengan sahabatnya


18

Masalah yang menjadi prioritas untuk diselesaikan terlebih dahulu adalah

2.

masalah yang di alami Konseli CRF yaitu:


merasa dirinya selalu diganggu oleh teman sekelasnya dan selalu menjadi korban
bully oleh teman lelaki dikelas, karena si konseli duduk dekat dengan perbatasan
laki-laki sehingga dia turut menjadi sasaran empuk bagi Si A tersebut. Dan ini
sangat meresahkan bagi si CRF dan teman-teman karena bukan ia saja yang di
ganggu tetapi tema-teman lainnya juga.
Rangkuman alternative pemecahan masalah:

3.

Masukan dari Konseli lain.

4.

Berpikir positif

Sabar

Menghindar jika bertemu

Jangan terpancing emosi

Dipindahkan saja tempat duduknya si A

Dilaporkan kepada guru pembimbing

Respon/tanggapan konseli terhadap berbagai alternative:

Senang dan lega dengan berbagai masukan dari konseli yang lain, dan akan
mencoba melakukannya.

5.

Tanggapan/respon anggota kelompok terhadap permasalahn konseli:

Manfaat: dengan mengikuti konseling kelompok dapat menyelesaikan masalah


dengan mendapatkan masukan-masukan dari anggota kelompok yang lain

Kesan umum: lega dan semangat baru

Pesan dan harapan terhadap konseling kelompok: konseli mengharapkan agar


kasus ini dapat terselesaikan dan konseli si A dapat berubah setelah kasus ini di
tindak lanjuti oleh guru pembimbing.

19

LAMPIRAN FOTO

20

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bimbingan kelompok di atas adalah suatu kegiatan kelompok yang dilakukan oleh
sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Sedangkan konseling
kelompok adalah bentuk konseling yang membantu beberapa klie normal yang diarahnya
mencapai fungsi kesadaran secara efektif. Konseling kelompok biasanya dilakukan untuk
jangka waktu pendek atau menengah. Konseling kelompok telah menciptakan kesempatan
bagi banyak individu untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya tidak seorang
diri. Kelompok untuk layanan Bkp dan Kkp dapat dibentuk melalui pengumpulan sejumlah
individu (siswa dan individu lainnya) yang berasal dari:

21

1. Satu kelas yang dibagi ke dalam beberapa kelompok


2. Kelas-kelas siswa yang berbeda dihimpun dalam satu kelompok
3. Lokasi dan kondisi yang berbeda dikumpulkan menjadi satu kelompok
Dalam bimbingan kelompok seluruh anggota kelompok sudah memahami dampak
dari penyalahgunaan internet dimana Jika internet disalahgunakan, dampak negatifnya itu
sangat luar biasa. Dari kriminal, berantem, pornografi, autis, kecanduan dan sampai rela
mencuri agara bisa main game online.
Dalam konseling kelompok masalah yang dihadapi konseli selalu diganggu oleh
teman sekelasnya dan selalu menjadi korban bully oleh teman lelaki dikelas. dalam konseling
kelompok ini anggota kelompok menemukan solusi kepada CRF berusaha berikir positif,
sabar, jangan terpancing emosi dan melapor kepada guru bk untu lebih di tindak lanjuti. Dan
respon tanggapan konseli terhadap berbagai alternative senang dan lega dengan berbagai
masukan dari konseli yang lain, dan akan mencoba melakukannya.
B. Kritik/ Saran
Penulis sangat memahami bahwa laporan ini jauh dari kesemurnaan, dengan demikian
saran dan kritikan yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari para pembaca,
demi penyempurnaan laporan ini.

22