Anda di halaman 1dari 655
4 ae r ot iy F “. BNDLU Oy Poe a BUKU ASL! BERSTIKER HOLOGRAM EOC 814 This isa translation of BASIC MEDICAL BIOCHEMISTRY: Copyright © 1006 Williams & Wilkins CLINICAL APPROACH BIOKIMIA KEDOKTERAN DASAR: SEBUAH PENDEKATAN KLINIS Alin bahasa: dr. Brahm U. Pendlt, Sp Editor etisi tahasa Inconesia: dr. Joko Suyono, dr. Vivi Sadikin, dan dr. Lydia. Mandera Hak cipta terjemahan Indonesia © 1996 Penecbit EGC P.O. Box 4276iJakarta 10042 ‘Telepon : 6530 6283 Anggots IKAPI Buku ini ditesbitkan dalam rangka peagadaan buku teks untuk LPTK bbekerjasuina dengan Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah (PGSM) IBRD Loan No, 3979 IND. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Desain kullt muks: Samson P. Barus Hak cipta dilindungi Undang-Undang Dilarang mengutip, memperbanyak dan menerjemabkan sebagian atau selurut isi buku ini tanpa izin tenuis dari penerbit. Cetakan L: 2000 Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Marks, Dawn B ‘Biokimis kedokteran dasar :sebuah pendekatan klinis | pengarang, Dawn B. Marks, Allan D. Maske, Colles M. | Smith ;alih bahasa, Brahm U, Pendit; editor edisi hast | Indonesia, Joko Suyono, Vivi Sadikin, Lydia |. Mandera.~ Jakarta EGC, 2000. ix, 770 him, ;21 x29,7em. | Judul asi: Basie medica! blechemistr: a clinical ‘approach ISBN 979-448-483.0 1. Biokimia. L Judul. 1. Marks, Allan D. Hl Smith, Collen M. IV. Pendit, Brahm U,V. Joko Suyono, VI Sadikin, Vivi, VIL. Manders, Lyi 1 612.013 viii Daftar Is: Pendalsaluan / Petunjuk Penggunaan Buizu Ini /y Bagian I. Metabolisme Bahan Bakar /1 Bab 1, Bahan Bakar Metabolik dan Komporen Diet /2 Bab 2, Keadsan Kenyang atau Absorptif/ 20 Bab3. Puasa/26 Bagian II, Dasar-Dasar Kimiawi dan Biologis Bickimia / 34 Bab 4. Asam, Basa, dan Penyangga / 35 Bab 5. Hubungan Kimia Organik dengan Biokimia /41 Bab 6. Sisuktur Senyawa Utama Tebuh/ 49 Bab 7. Asam Amino yang Terdapat dalam Protein / 65, Bab 8. Struktur Protein / 76 Bab 9. Enzim/ 96 Bab 10. Hubungan antara Biologi dan Biokimia Sel / 126 Bagian III. Ekspresi Gen dan Sintesis Protein /143 Bab 11, Struktur Asam Nukleat / 145 Bab 12, Sintesis DNA / 162 Bab 13, ‘Transkripsi: Sintesis RNA /176 Bab 14 ‘Translasi: Sintesis Protein /194 Bab 15. Pengeturan Ekspresi Gen / 211 Bab 16. Penggunaan Teknik DNA Rekombinan dalam Dunia Kedokteran / 235 Bab 17. Onkogen dan Biologi Molekular Kanker 255 Bagian IV. _Pembentukan ATP dari Bahan Bakar Metabolik / 267 Bab 18. Bioenergetik Sel /270 Bab 19. Siklus Asam Trikarboksilat / 285 Bab 20. _ Fosforilasi Oksidatif dan Rantai Transpor Elektron / 305 Bab 21. _Metabolisme Oksigen dan Toksisitas Oksigen / 321 Bab 22, Pembentukan ATP dari Glukosa: Glikolisis /335 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. Metaboisme behan bakar se- ring dibicarekan seolah-clah tu- buh hanya tordii dari otak, otot rangka dan jantung, hat, jaringan adiposa, sel darah merah, ginal, dan selepitel usus (the guf). Jevingan-jaringan tersebut ada- lah jaringan dominan dalam hal ekonomi bahan bekar secara keseluruhan, dan me rupakan jaringan yang paling sering kta bahes. Tentu saja semua jaringan meng- gunakan bahan bakar i hati dan sebagian besar ja- ‘ingan lain, pada jalur utama ok- sidasi glukosa, lemak, dan ba- han baker lain untuk menghasikan energl, diperluken pengubahen bahan-bahan ter- sebut menjaci gugus aseti aktf 2-karbon, aseti KoA. KoA adslah cual kofakior (koenzim A) yang derasal dari vitamin p fotenat, yang menyebabkan gugus asetil meniadi lebih reali. 9 Gugus asetil2-karbon {CH,-C-) menu: ppaken zat-antara yang penting pada so- bagian besar jalur pembentukan ATP dati oksidasi bahan bekar. Enzim adelah protein yang mengkatalisis. reaksi biokimia, yi, yang meningkalkan kece patan reaksi Nama enzim biasanya ‘mernilki akhiran “ase” 20 2 Keadaan Kenyang atau Absorptif Selama makan, kita memasutkan karbohidrat, lemak, dan protein, yang kemudian dicerna dan diserap. Sebagian bahan makana ini digunakan dalam jalur-jalur yang menghasilkan ATP, untuk memeauki kebutuhan energi segera. Kelebihan Konsumsi bahan bakar yang melebihi kebutuhan energi tubuh dibawa ke depot ba- shan bakar, tempat bahuan tersebut disimpen. Selama periode devi permulaan ab- sompsi sampai absorpsi selesai, kita berada dalam keadaan kenvang atau keadaett absorp. Karbohidrat dalam makanan dicerna menjadi nonosakarida, yang kemuutian diserap macuk ke dalam aliran darah, Monosakarida wama dalam darah adalah ghikose, Setiap kali setelah makan, giukosa dioksidasi oleh berbagei jaringan un- tuk membentuk energi don disimpan sebagai glikogen, teruama di hati dan otor. Hati juga mengubah ghikosa menjadi triasilgliserat. yang kemudian dikemas seba- ‘gai lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL) dan dilepaskan ke dalam darah “Asameasam lemak VLDL sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhe energi sel. fetapi sebagian besar disimpan sehagai triasilgliserol di jaringan adiposa Protein dalam makaran dicerna menjadi asan-asam amino, yang kemudan diserap ke dalam darah. Asan anino mungkin mengalamt oksidast untuk mengha- silkan energi atau digunakan oleh jaringan untuk biosintesis. Sehagian hesar asam amino yang digunakan wntuk biosiniesis diubah menjadi protein; sisanva digunatan untuk menbentuk bermacam-macam senyawa bernitrogen, misalrya sebagai neurotransmiter, hormon, her, serta basa purin dan pirimidin pada DNA dan RNA. Triasilglisero! adalah lemak wtama dalam makanan. Bahan ini dicerna men- jadi asam-asam lemak dan 2-monoasilgliserol, sang disintesis wlang menjadi tri- asilgliserol di dalam sel epitel usus, kemudian dikemas dalam kilomikron, dan disekresikan melalui lime ke dalam darah. Asam-asam lemak kilomikron dapat ‘mengalami oksidasi wnnik membentuk energi di berbagai foringan, tetapi sebagian besar disimpan sebagai irtasilgliserol dalam sel-sel adipose nya untuk menurunkan berat badan gagal total. Sekarang beratnya 270 Ib (12,7 kg), meningkat 6 Ib sejak kunjungan pertamanya 2 bulan yang fal. Ia menyebutkan bahwa kematian saudara laki-lakinya yang berusia 45 tahun akibat serangan jantung membuatnya sadar bahws ia harus lebih memperhatikan kesehatan- nye, Karena satdara kandung Tn, Appleman memiliki riwayat hiperkolesterolemia daw kolestero! total serum Ts. Appleman meningkat secara bermakna (296 mg/dL) saat kunjungan pertama, dilakukan pemeriksaan terhadap profil lemak darch serta be- berapa pemeriksaan darzh lainnya. (Profil lemak dara adalah pemeriksaan yang mengukur konsentrasi berbagsi partikel yang mengandung kolesterol dan trasilelise- rol dalam darah). Tekanan darahnya adalah 162 mmflg untuk sistotik dan 98 mmHg untuk diastolik staw [62/98 mmHg (normal = 140/90 mm#g). ‘Thomas Appleman menemui dekterya untuk kedua kalinya, Usaha awal- .;PENCERNAAN DAN PENYERAPAN Setclah makanan dikonsumsi, komponen makanan icerna oleh serangkaian enzim di ddaiam mutut, lambung, dan usus halus, Produk pencernaan akbiraya masuk ke dalam. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 24 DAGIAN 1/ METABOLISME BAHIAN DAKAR 21: Pemeriksaan _leborato- rium yang diminta pada saat kunjungan kedua mengisyarat- kan batwa Tn. Appleman mengidap into- ferensi glukosa (ketidakmampuan meng- gunakan glukosa dengan cera normal) Halini menyebabkan timbulnya hiperglke- ria, yakni peningkatan glukosa darah mo- lebininilai-nomal. Pada saat kun- jungannya, kadar glukosa 2 jam postoran- diaitemyata 205 maid. (Postprandialber- arti bahwa kader glukosa diukur 2 jam setelah makan, saat glukosa seharusnya ‘sudah ciserep oleh jaringen den kadar glu- kosa darah Kembali ke kadar puasa, seki- tar 80-100 mg/¢L), Saat ia kembali ke laboratorium rumah sakit untuk memerik- sakan kadar glukosa darahnya setelah berpuasa setu malam, temyata nilainya 162 mgidL. Karena kedua pengukuran ka- dar glukosa ini jauh di atas ambang nor- ‘mal, ditegakkanlah diagnosis non-insulin- dependent diabetes melitus (NIDDM). Pada penyakit in, ots jaringan adiposa, dan hati secara relatif resisten terhadap pengaruh insulin untuk mendorong penye- apan glukosa ke dalam sel dan peng- tbahannya menjadi gikogen. Apabila Tn. Apploman makan_ma- kanan yang mengancung banyak karbohi- drat, apa yang kira-kira akan terjaci? 24: Karena Tn. Appleman mengidap NIDDM, _ setelah mekan Karbohidrat penyerapan glukosa ke dalam jaringan adiposa dan tot tidak ditangsang secara normal oleh Insulin. Karena ia menderta kelebinan be- rat baden, jeringan adiposa den otot men- jadi bagian terbesar dari massa tubuhnya. Jumiah jaringan tersebut, yang lebih besar daripada normal, ikut menjelaskan lambat- ‘nya. penurunan’ glukosa darah_setetah makan makenan berkarbchidrat tinggi. Kedar kolestorol tolal Tn. Ap- pleman sekarang 315 mg/dl, Sedikit lebih tinggi daripada ka dar sebelumaya yang 295 (Kadar koles- terol serum total yang sekarang dianjurkan adalah 200 mg/dL tau kureng). Kadar triasilgiserolnya adalah 250 mg/d. (nor- mal antara 60 dan 160 mg/dl). Kedar le- mak ini jolas mengisyaraikan bahwa Tn ‘Appleman berisko_ mengalemi ateroskleroris den akibatakibatnya, mi- salnya serangan jantung dan stroke, rah. Triasilgliserol dalam kilomikron dibentuk dalam sel-sel epitel usus dari produk pencemaan triasilglserof dalam makanan. Triasilgliserol VLDL disintesis dalam hati, terutama dari glakosa makanan. Sewaktu lipoprotein masuk ke dalam pembuluh darah di jaringan adiposa, tri asilgliserol yang terdapat di dalamnya diuraikan menjadi asam lemak dan gliserol. ‘Asam lemak masuk ke dalam sel adiposa dan bergabung dengan sebuah gugus glise- rol yang dibentuk dari glukosa darah. Triasilgliserol yang terbentuk disimpan sebagai butir-butir lemak besar di dalam sel adiposa. Sisa kilomikron dibersihkan dari darah oleh hati, Sisa VLDL dapat dibersihkan oleh hati, atau mungkin membentuk lipopro- tein densitas rendah (Jow density lipoprotein, LDL). Sebagian besa dari kita belum pemah mencapai betas kapasitas untuk menyim- pan triasilgliserol dalam jaringan adiposa, Kemampuan manusia menyimpan lemak tampaknya hanya dibatasiolch banyaknya jaringan yang dapat dibawa tanpa memberi beban berlebihan pada jantung. M_AMINO DALAM: KEADAAN KENYANG Asamasam amino yang berasal dari protein makanan meninggalkan usus melalui aliran darah dan diserap ‘oleh berbagai jeringan, tempat asart-asam tersebut digu- nakan sebagai substrat untuk biosintesis atau dioksidas! untuk menghasilkan energ. Scbagian besarasam amino yang digunakan uncuk biosintesis dipakai untuk memben- tuk protein. Protein mengalami pertukaran (turnover); secara konstan protein meng- lami penguraien dan pembentukan. Asam-asam amino yang ditebaskan pada proses penguraian proicin masuk menjedi cadangan asam amino yang sama dengan asam amino dari makanan. Cadangan ini memasok prekursor untuk sintesis protein. Sel jugn mengganakan asam amino untuk mensiniesis berbagai senyawa yang ‘menganidung nitrogen, termasuk ATP, sebegian hormmon, neurotrensmiter, pigmen ku- litmelanin, dan komponen hem kemoglobin. Sebagien jaringen, misalaya saluran cerna, dapat mengoksidasi asam amino ter- tentu untuk memperoieh energi “RINGKASAN KEADAAN KENYANG Setelah makan, bahen bakar yang kita konsumsi akan dioksidasi untuk memenuihi ke- bbutuhan energi segera. Setiap kelebitian bahan bakar aken disimpan, terutema sebagai triasilgliserol dalam jaringan adiposa tetapi juga sebagai glikogen di otot dan hati Asam-asam amino dari protein makanan diubah menjadi protein tubui, terutama di tot. BZ ia merupakaa satu faktor risiko untuk timbulnya serangan jantung dan stroke. Diterangkan bahwa tubuhnya harus memelihara volume darah yang lebih ‘banyak untuk melayani jaringan lemak tambahan. Volume darah yang meningkat ti dk saja berperan meningkatkan tekanan darehnya (itu sendisi merupakan fakior risiko penyakit kardioveskular) tetapi juga memberi beban berlebihan kepada jan- tungnya, Penambahan beban ini akan menyebabkan clot jantungnya mencbal dan akhimya gagal eningkatan jumtah jaringan adiposa Tn, Appleman juga berperan menyebabken timbulaya NIDDM. Mckanisme di balik terganggunya tolezansi terhedap glukosa ini adalah, paling tidak sebagian, resistensi sel adiposa yang kaya akan triasilglisero ter- hhadap pengaruh insulin, Selain NIDDM, To. Appleman mengidlp trigliseridemia (kadar lemakdarah yang tinggi—peningkatan kolesterol den triasilgliserol). yang merupakan faktorrisiko lain untuk penyakit kardiovaskular, Adanya faktor genetik pada penyakit Tn. Appleman ddiduga berdasarkan riwayat hiperkolesterolemia pada keluarge dan penyakit artei koroner prematur pada sauidara kandung Iski-lakinya, KOMENTAR KLINIS: Tr. Appleman dinasihati bahwa kegemukannya aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 28 BAGIAN 1 / METABOLISME BAHAN BAKAR Setelah’ seminggu direwat di rumah sakt, kedar glukosa da- rah Ny. Livermore menjadi 72 mg/dL. (normal =80-100), dan albumin se- rumaya 2,3 g/dl. (normal = 3,5-6,0). Ghr. 3.2. Urea. Produk ekskresi katsbolisme sam amino yang mengandung nitrogen ini ‘memiliki dua gugus amino untuk sctiap karbon sehingga merupakan cara yang efektif untuk ‘membuang kefebikan nitrogen. 3.1: Apabila glukosa devah torus turun selama berpussa, ‘otek akan menderita. Otak sa- ‘gat bergantung pada glukosa untuk men- dapatkan energinya. Produksienergi yang kurang akan menyebabkan koma, dan akhimye Kematian. Banyak jaringan lain juga bergantung secara fotal atau parsial pada glukosa untuk pasokan energinya. (CH, - CH=CH, ~COO™ B-Hidroksibutirat oy“ oHtg- coo" Asetonsetat, Gbr. 3.3. P-Hidroksibutirat dan asetoasetat Senyawa-senyawa ini adalah bedan keton Senyawa ketiga, aseton ‘yang ditasitkan olch dekarboksilasi_non- ‘enzimatik asetoasetat, juga dianggap sebagai baden keton, Naman, aseton tidek menghasil- kan energi yang bermakna bagi tubuh. Jam terakhir. Pada saat ini, kadar insulin serum rendah dan glukagon meningkat, Gambar 3.1 mempertihatkan gambaran utama pada keedaan basal. ‘ati mempertahankan kadar glukosa darah selama kita berpuasa, sehingga peran- nya sangat penting. Glukosa adaleh behan baker utama untuk jaringan, misalnya otak dan susunen saref, dan merupakan satu-satunya bahan bakar bagi sel darah merah, Korena joringon-jeringan ini bergantung pada glukosa untuk pasokan energinya, sangat penting dipertahankan glukosa darah tidak turun secara cepat atau teralu ren- dah Pada awalnya, simpanan glikogen dalam hati diuraikan untuk memasok glukosa ke dalam darab, tetapi simpanan ini terbatas. Welaupun kadar glikogen hati dapat meningkat sampai 200-300 g setelah makan, hanya sekitar 80 g yang masih tersisa se- telah puase satu malam, Untungnya, hati memiliki mekanisme lain wtuk menghes kan glakosa darah. Proses ini, yang dikenal sebagai glukoneogenesis, menggunakan sumber-sumber karbon berupa laktat, gliserol, dan asam amino. Setelah beberepa jam berpuasa, glukoneogenesis mulsi menambah glukosa yang dihasilkan oleh gliko- sgenolisis di hat Laktat adalah produk glikolisis di dalam sel darah merah dan otot yang sedang bekerja;gliserol diperoleh dari lipolisis triasigliserol adiposa; dan asam amino diba- silkan melalui pemecahan protein otot. Senyawsa-senyawa ini mengalir lewst darah smenuju ke hati untuk diubah menjadi glukosa melalui glukoneogenesis. Karena nitro- gen asam amino dapat membentuk amonia, yang bersifat_ toksik bagi tubuh, hati mengubah nitrogen ini menjadi urea, yaitu senyawa nontolsik yang sangat larut dan ‘muah diekskresikan oleh ginjal (Gbr. 3.2. Bila puasanya berlanjut, glukoneogenesis menjadi lebih penting sebagai sumber glukosa darah, Sctelah sckitar 30 jam berpuasa, simpanan glikoges hati habis dan glukoneogenesis adalah satu-satunya sumber glukosa darah, Perlu disadari bahwa sebagian besar asam lemak tidak dapat menyediakan kar- bbon untuk glukoneogenesis, Dengan demikian, dari simpanen energi makanan dalam triasilgliserol jaringan adiposa yang berjumiah besar, hanya sebagian kecil, ter- ‘utama merupakan gugus gliserol, yang dapat digunakan untuk menghasilkan glukosa darah. Triasilgliserol adipesa merupakan sumber utama energi selama keadaan puasa. Tri- asilgliserol ini menghasilkan gliserol untuk glukoncogenesis tetapi, yang lebih pen- ting, bahantersebut menghasilkan asam lemak, yang secara kuanitatif merupakan ba- han bakar utama bagi tubuh. Asam lemak tidak saja dioksidasi sccara langsung oleh berbagai jaringen tubuh tetapi juga diubah di heti menjadi senyawa yang dikenal seba- gei badan keton yang kemudian dioksidasi oleh jaringan lain. Sewaktu kadar insulin darah menurun dan kadar glukagon darah meningkat, iri asilgliserol adiposa dimobilisasi dengan suatu proses yang dikenal sebagai lipolisis. ‘Triasilgliserol diubeh menjadi asam lemak dan gliserol yang kemudian masuk ke da- Jam aliran darah. ‘Asam lemak berfungsi sebagai bakan bakar untuk jaringan, misalnya otot dan gin- Jal, yang mengoksidasinya menjadi asetil KoA, dan kemudian menjadi CO; dan HO serta menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Otot menggunakan ATP untuk kon- traksi, dan ginjal mengganakannya untuk proses penyerapan dan sekresi urin, ‘Sebagian besar asam lemak yang masuk ke hati diubah menjadi badan keton, bu- kan dioksidasi secara sempuma. Proses pengubahan asam lemak menjadi aseiil KoA ‘menghasilkan energi dalam jumish cukup besar (ATP) sehingga mendorong reaksi- reaksi di dalam hati di bawah kondisi ini, Asetil KoA diubah menjadi badan keton, asetoasetat dan B-hidroksibutirat, yang dilepes ke dalam darah (Gor. 3:3). Badan- ‘badan keton ini dapat dioksidasi lebih lanjut oleh jaringan, miselnye otot dan ginjal Dijaringan-jaringan tersebut, asetoasetat dan f-hidroksibutirat diubsh menjadi asetil KoA dan kemudian menjadi CO, dan HO disertai dengan pembentukan energi aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 32 BAGIAN 1 / METABOLISME BAHAN BAKAR Tabel 3.2_Kapasitas Metabolik Berbagal Jaringan roses al Jaringan Korexs Oot lak «SDM [Adipcsa inal SSidus ATK (aseth KoA Hee = 60, 40) F-Olsides asamlamak = 4s = wee « Penbentukan badan coed + 7 « = ator PPenggunaan badan . + Hee =thonyang) = aton pete paranbera- ‘ation LUpogeness wee = 2 2 - (glutosa ~ asam lamak) lukoneopeness wee + m= - - (ale = gukosa) Meteboisne gikoe wee + ww - (sintesis dan donradas) Penbeotukan kta + + + ww) + (iuhosa > okt (clenrage) Apabila seorang penderita mengalami masalsh metabolik, kita mengalami kesulit- ‘an untuk memeriksa sel untuk menentukan penycbabnya. Untuk memperolch jering- ‘an untuk pemeriksaan metabolik, harus dilakukan biopsi. Tindakan ini mungkin sulit, berbahaya, dan bahkan tidak mungkin, bergantung pada jaringannya. Biaya juge rmerupakan masalah lainnya. ‘Namun, darah maupun urin mudah diperoleh dari penderita; dan pengukuran zat- zat dalam darah dan urin dapat membantu mendiagnosis masolah penderita. Konsen- ‘rasi suatu zat atau bahan yang lebin tinggi atau lebih rendah daripada normal mengi- syaratkan jaringen apa yang mengalami gangeuan fungsi. Misalnya, apabila kadar nitrogen urea darah (bloodurea nitrogen, BUN) rendah, dapat dicurigai adanya masa- Jah yang berpusat di hati Karena urea dibentuk di hati. Di pihak lain, kadar urea dalam darah yang tinggi mengisyaratican bahwa ginjal tidak mengekskresikan bahan ini se- ‘cara normal. Apebila dijumpai kadar bedan keton tinggi dalam derah atau urin, pola ‘metabolik penderita adalah pola dalam keadaan kelaparen. Apabila tingginya kadar bbadan keton disertai oleh peninggian kadar glukosa darab, masalahnya keroungkinan beser adalah defisiensi insulin, yaitu penderita mungkin mengidep diabetes melitus dependen-insulin (IDDM). Pemeriksaan darah dan urin yang relatif mudsh dan murah ini dapat digunakan un- ‘tuk menentukan jaringan apa yang perlu diteliti lebih lanjut untuk mendiagnosis dan ‘mengobati masalah penderita. Pemahaman yang jelas atas metabolisme bahan bakar ‘membantu kita menginterpretasi hesil pemerikscan-pemeriksuan sedethans tersebut, Bacaan Anjuran (wes OF, TappyL, Moan MA, Smalley, Acute suvaton, Dalam: Cohen RD, Levis B, Albest KOM, Denmas ‘AM (ed), Themeibolc and molecular bas of acquire disease, London: allie Tindall, 1950:5:0-60 SOAL 1. Seseorang mengkonsumsi makanan yang mengandung cukup protein dan cukup karbohiérat untuk memenuhi kebutuhan jaringan ysng memerlukan glukosa, tetapi kandungan kalorinya lebih sedikit daripada kalori yang dikeluarkan oleh orang terse- but. Apsbila orang ini mengeluarkan energi 3500 kkal lebin besar daripada yang dliperoleh dari makanan, jaringan edipesa akan terpakai | Ib (0,45 kg). ‘A. Tunjulckan dengan perhitungan bahwa 3500 kkal lemak tersimpan dalam 1 1b jaringan adiposa B. Seberapa banyak air yang terkandung dalam setiap pon adiposa yang terpakai pada keadan ini? aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 36 He Gbr. 43. Ikntan hidrogen antera molekul- ‘molekul ai, e agtes veatannerogen wonye-Fe-ne a re Gbr. 44. Contoh jenis ikatan hidrogen. H,0 = Hts OnT Gbr. 4.5. Disosiasi air ¢ = LION) i) Gbr. 4.6. Konstana disosiasi air. K, =IH'] [0H] = 110" Gbr. 4.7 Hasil kali ion air, pH = tog tH) Gbr. 4.8, Hubungen anvara pH dan (1°) + HO —> H6O, karkonat Gbr. 4.9, Pengubshan karbon dioksida men- jadi asam kartonat BAGIAN IL / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA rural, sang anak tampak cerah dan sadar, etapi nencknya tempek mengalami hiper- ventilasi An. ae : Air adalah pelarut kehidupan, Sekitar dua pertiga dari berat badan kita berupa air. Kecuali reaksi yang terjadi di membran-membran lemak, reaksi delam tubuh ber- langsung dalam mediumair. Karena bersifat polar, molekul sir depat berinteraksi satu sama lain. Masing-masing dari 2 atom hidrogen dalam sebuah molekul ait berbegi elekiron dengan elektro atom oksigen (yang tidak dibagi). Karena atom oksigen ‘memiliki gaya tarik lebih besar terhadap elektzon yang dipzkai bersama tersebut bbandingkan dengan atom hidrogen (yi. lebih elektronegatif), oksigen memiliki muat- an negatif parsial (8°) den masing-masing hidrogen memiliki muatan postif parsial (8). Muatan-muatan parsial ini menysbabkan satu molekul air tertarik oleh molekul airlainnya melelui interaksi lemah yang disebut ikatan kidrogen (Gbr. 4.3). Diantera ‘molekul-molekul air bentuk cair, terbentuk banyak sekali ikatan seperti ini. Masi ‘molekul juga dapat membentuk ikatan hidrogen dengan 4 molekul di se tamya. Air dapat juga membentck ikatan hidrogen dengan atom elektronegatif lain (umumnya oksigen atau nitrogen) (Gtr. 4.4), Dengan demikian, ait merupakan pela- rut yang depat membuat moiekul-moiekul polar mudah mengalami disosiasi Dalam jumlah kecil, molekul air éapat berdisosiasi, menghasilkan ion hidrozen. HY, dan ion hidroksida, OH" (Gbr. 4.5) Ion higrogen disebut juga proton, Walaupun jon hicrogen (H") bereaksi dengen air untuk membentuk ion hidronium (H30°) dan spesies-spesies yang lebih banyak lagi mengalami hidrasi, agar lebih sedechana ion hidrogen biasanya hanye diwakilkan sebagai H" Pada keadaan keseimbangan, hasil Kali konsenttasi ion-ion yang berdisosiasi di- ‘bagi dengan konsentrasi air yang tidak berdisosissi adalah konstan, K (Gbr. 4.6). Karena tingkat disosiasi sangat rendah, konsentrasi air muri, (HO), pada desarnya tetap 55,5 M dan dimasukkan dalem konstanta lain yang disebut sebagai hasil kali ion air, Ky (Gb. 4.7). Hasil kali ini tidak berubah, Apabila H” ditambahkan ke dalam la- rutan encer, (OH'] ekan turun secara proporsional. Sebalikrya, apabila ditambahkan OH, (H"] menarun, Ky = 1x 10". ‘Konscntrasi ion hidrogen dalam air murni adalah 0,0000001 M. Untuk menghin- dari perhitungan dengan angka-angka yang terlalu kecil, ahli kimia membuat istilah pH. pH suatu larutan adalah log negatif konsentrasi ion hidrogen (Gor. 4.8). H” untuk air mumi adalah I x 10”; dengan demikian pHnya adalah 7. _ASAM DAN BASA ‘Asam adalah senyawa yang menyumbangkan proton dalam sustu larutan, dan besa adalah senyawa yang menerima proton. Tubub menghasilken sejumlah asam sclama ‘metabolisme normal (Tabel 4.1). Karbon dioksida, yang dihasilkan sclama oksidasi bbahan baker, bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (Gbr. 4.9) ‘Asam karponal ‘Asam sul (it) ‘Asam fsir (estat) ‘Asam lat Asam sit fonamoniam ‘Baca Keon: ‘sam astoesotat Pickart aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 40 BAGIAN II / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMMA Bacaan Anjuran ‘Una infras lebih anutmengeal api an efek tap dan fe sampigny it: Gilms AG, Ral T Nes, “eyloPd)- Goodman nd ils thepharmacoloial is of therapeu New York Petgenon Pee, 90:08 6s SOAL 1. Buatlah persamaan Henderson-Hasselbalch dari persamaan untuk disosiasi suatu asem lemah, 2. Di Beatty diberi infus salin normal (0,9% NeCl). Berapakah konsentrasi NaCl di Jam g/dL? datam g/L? Dalam mg/mL?. JAWABAN 1. Konstanta disosiasi untuk asam lemah adalah ya) a) Go HAI (Hal ‘Bust perhitungan log untuk setiap bagian dari persamaan tersebut 11+ tog A lopk, = lost") + tog Susun ulang seperti berikut (ingatlah untuk menukar tanda-tandanya): IAT “og = bys + og AL Gantilah -log [}H"] dengan pH dan -logk, dengan pity =p + og 41 pH PK. + lon Tay 2, Larutan salin 0,9% NaCl sama dengan 0,9 gidL. Karena 10dL.= 1 L, nilai tersebut sama dengan 9 g/L. Karena 1 g= 1,000 mg dan 1 L= 1,000 mL. nilai tersebut setara dengan 9 mg/mL. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 44° BAGIAN I / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Langkan-langkan pada reaks! biokimia_mencikuti mekanisme ‘umum yang sama seperti reaksi kimia biasa. Namun, karena adanya en- zim, kaialisator protein alami, reaksi terse- bbut berangsung lebih cepat. Palmitoil-ANP q & Cy" (CHa)ua G0 —P ~O~ Adencsin ae Palmitoil KoA AMP Gbr. 5.6. Pembentukan asil KoA lemak. O- Adenotin Molekul amfipstik mengandung baik bagian polar maupun nonpolas. Misainya, fosfolipidterdiri dan bagian “ekor” yang hidrofobik (nonpolar), biasanya beresal dari asam lemak rantai panjang, dan bagian “kepala” yang, hirofilik (polar) yang. me- ngandung sebuah gugus fosfat dengen muatan negatif dan, pada beberapa keadaan, suatu gugus dengan muatan positif. Perbedaan kedua bagian ujuing molekul fosfolipid menyebabian molekul fosfolipid berkumpul di Ispisan tempat pertemuan fase cair dan non-cair di dalam sel. Peran fosfolipid sebagai Konstituen utama membran sel akan éibahas secare lebih rinci di Bab 10. Reaktivitas Konsekuensi polaritas ikatan adalah bahwa atom yang membawa mvatan nepatif par- sial (elau penu) akan tertarik ke atom yang bermuatan positf parsial (atau penuh), ddan demikian sebaliknya, Mustan parsial atau penuh ini menentukan perjalanan reaksi biokimia—yang mengikuti prinsip elektrofilik dan nukleofilik yang sama ‘membangkitkan sifit reaksi orgenik pada umumnya. Misalnya, oksidasi asam lemak berawal dari perubahan asam tersebut menjadi tioester koenzim A (KoASH). Karena memerlukan energi, proses ini berlangsung da- lam dua tahap. Pada tahap pertama, asam bereaksi dengan adenosin trifosfat (ATP) untuk membentuk adenosin monofosfat (AMP), Pada tchap kedua, atom sulfur KoASH, yang memiliki mustan negatif parsial, menyerang karbon karboksil, yong ‘memiliki muatan positif parsial (Gbr. 5.6). Gbr. §.7. Pembentukan ester, tester, amida, dan fosfoester. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 4B GAGIAN II / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA 5: “B' adalah asam asotat, dan lebih teroksidasi daripada asetaldehida ("A"). Karbon kar- Doksil mengendung lebih banyak oksigen, relaiit terhadap hidrogen, dibancingkan karbon aldetida. Untuk menghitung elek- tron dengan maksud menentukan status ‘oksidasi, elektron dalam ikatan karbon- ‘oksigen tidak dihitung yang ada pada kar- bon, tetapi yang ada pada oksigen. Dengan demikian, karbon _kerboksil ‘memiiki lebin sedikit elekiron (divanding- kan dengan karbon aldehida) dan kehi- langan elektronnya kepada oksigen. 5.4: Asetoasetat mengalami :e- duksi secara enzimatik menjadi Brhidroksibutirat. Elektron dipin- dahkan dari donor elektron, NADH + H" kepada asetoaselat. obey abi Pon ow B-Hidroksibutirat Reaksi ini bersitatreversibel, den B-hi- droksibutrat dapat teroksidasi untuk mem- bentuk esetoasetat. 2, Senyawa A dan senyawa B yang diperlihatkan di bawah ini adalah vitamin. Mana yang larut-sir dan mana yang tidak larut-xir? H © OH CH 0" ri be 1 e e a on Cy CH, sacyon JAWABAN 1, Reaksi f-oksidasi melibatkan f-karbon gugus asil lemak. 9 Cy ACH ur CHL-Skon a 2, Senyawa A adalah asem pantotenat, suatu vitamin larut-eir. Pada pH faali, asam karboksilat berdisosiasi menjadi H dan ion karboksilat yang bermuatan negatif(pan- totenat), Gugus karboksilat, gugus alkohol, N amide, dan gugus karbonil bersifat po- lar dan dapat berikatan hidrogen dengan 11,0. Senyawa B adalah vitamin E yang larut-lemak. Rantai sisi nonpoler yang panjang ddan struktur cinein nonpolar menghambat senyawa B dari penggabungan dengan ait dan kelarutan, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 52 BAGIAN I / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Bontuk perahu Gbr. 6.9, Bentok karsi dan perahu dari cincin piranosa. Subsituen aksial (a) pada dasamnya tegak lurus terhadap bidang cincin sedangkan substituen ekuatoriel (e) terletak paral CHAOH B-2-Glukosamin cH. Gbr. 6.11. Suatu gula amino dan gula yang mengalami N-acetilas Glukosa 6-ostat Gbr. 6.12, Gula yang mengalami fosforilasi "cHoH { Ho#G-H H4¢-on HG-on SCHON b-Fruktosa HOHE EA go Ho oud o-0-Glukopiranosa = c.-o-Fruktofuranosa Gbr. 68, Cincin plranosa dibenuk dart glukost dan cincin furanosa diventuk deci fruktose Karbon anomerik diberi tanda, pada gugus aldehida atau keton semula, yeng sekarang terikat ke oksigen di dalam cincin, dikenal sebagai karbon anomerik. Gula dapat dilukiskan secara lebi tepat se- bogai bentuk kursi atau peraha (Gbr. 6.9). Dalam lerutan, bentuk kursi adalah yang predominan Gule mungkin terdapat dalam konfigurasi ct atau fi (Gbr. 6.10). Apsbila gula digambarkan dengan cincin terletak di bidang kertas, gugus hidroksil yang terikat se- cara kovalen ke karbon anomerik terletak dslam posisi c apabila gugus tersebut terle- tak di bawah bidang cincin, Pada posisi B, gugus hidroksil ini terletak di atas bidang cincin, Dalam larutan, cincin gula dapat terbuks dan tertutup. Apabila terbuka, terbentuk raniai lurus aldehida atau keton. Apabila cincin menutup kembali, gugus hidroksil di karbvon anomerik mungkin berada dalam posisi a atau B, Proses di mana bentuk a. dan b berade dalam keseimbangan di calam larutan disebut mutarotasi(libat Gbr. 6.10) Mutarotasi monosakarida bebas dikatalisis secara envimatis di dalam sel dan ber- langsung dengan cepat. Namun, apabila karbon anomerik mengikatkan gula dengan senyawa lain, iketan terfiksasi dalam konfigurasic atau B. Enzim dapat membedakan kkonfigurasi ini dan bersifat spesifik hanya terhadap salah satunya, HOH 4 § HO) a H-¢-o8 i HOH CH.OH ®-Glukosa ——_(J+0-Glukopranosa (0.1%) (oan) Gbr. 6.10. Mutarotasi glukosn dalam larutas, dengan persentase bentuk masing-masing dalam eseimbengar, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 56 BAGIAN II / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Glikosaminogikan Protsin Gbr. 6.21, Strustur proteoglikan yang menye- ‘upai “siket botol.” Margarin, sumber viama se- bagian besar asam lemak trans yang tordapat pada manucia, c- hasilkan melalui hidrogenas kimia minyek nabaiy, yang memitki Konsentrasi asam le- mak (polyunsaturated) tinadi. PROTEOGLIKAN Proteogiikan terdiri dati rantai polisakarida yang panjang dan tidak bercabang (gliko- saminoglikan), yang memancar dasi sebuah inti protein den membentuk struktur yang ‘menyerupai sikatbotel (Gor, 6.21). Proteogiikan dijumpai di matriks ekstrasel, cairan sinovium sendi, cairan vitreus mata, sekresi sel penghasil-mukus, dan tulang rawan, MAK Asam Lemak Asam lemak adelsh rantai alifatik luras dengan sebuak gugus metil di salah satu ‘ujungnya (karbon «) dan sebuah gugus karboksil di ujung lainnya (Gbr. 6.22). Se- bbagian besar asam lemak dalam tubuh manusia memiliki atom karbon dalam jumlah ‘genap, biasanya antara 16 dan 0. Asam lemak tersebut mungkin jenuh atau tidak je- nuh (Gbr. 6.23), ‘Asam lemak monounsaturated menganéung hanya satu ikatan rangkap, dan asam Jemak polyunsaturated memiliki dua atau lebih ikatan rangkap (Gbr. 6.24). Letak ‘ikatan rangkap dinyatakan oleh nomor karbon pertama yang terlibat dalam ikatan, Misalnya asam oleat, yang mengandung 18 atom karbon dan sebuah ikatan rangkap antara posisi 9 dan 10, dapat dinyatakan sebagai 18:1.4°. Angks 18 merunjukkan jumlah stom karbon, | (satu) menunjukkan jumiah ikatan rangkap, dan A serta pang- kat (superscript) menunjukkan posisi ikatan rangkap (Tabel 6.1). Kadang-kadang A dihilangkan, dan asam oleat dinyatakan sebagai 18:1(9). Asam lemak juge dapat di asifikesikan berdasarkan jarak ikatan rangkap pertama dari karbon-w. Dengen de- mikian, asam oleat adalah suatu asem lemak «9, Asam arakidonat, yang memiliki 20 atom karbon dan empat ikatan rangkap, dapat dituliskan sebagai o6,20:4,4°*""" Tkaten rangkep pada sebagian besar asam lemak alami memiliki konfiguresi sis (Gb. 6.25). Penandaen sis berarti tahwa ranta ail terletak di sisi yang sama dengan ikatan rangkap. Trans berarti bahwa rantai asil terletak di sisi yang berlawanan dengan ikatan rangkap. Titik lebur suatu asam lemak meningkat seiring dengan makin panjangaya rantei dan menurun seiring dengan tingkat ketidakjenuhan (unsaturation). Dengan de- mikian, komposisi asam lemak pada membran fosfolipid menentukan fluiditas (Keadaan cait) membran pada suhu tubuh 0 le Cs Ale Ate Ae te ete ce PRR Re Re Re Re Me Re no” Yok, No ort Na Sort Nort Nort Noid Sor eo Rhu tute ts te ted sie wrekedetoteretots 3 Be So ‘Asam stearat 18:0 Gbr. 622, Suatu asam lemab jenuh, Pada molekul di sebelah aias, semua atom diperihatkan. Caratain untuk menggambarkan stuktur yang sama diperliatken pada gambar sebelah bawah. Karbon diberi nomor yang dimulai dari gugus kerboksil, slau diberi tanda huraf Yunani yang ‘dimulai dari kerbon yang terietak setelan gugus karboksil. Karbon metil (au ©) di ujungrantat selalu diberi nama karbon-o tanpamenghiraukan panjang rantai. 18:0 mengacu kepada jumlah atom karbon (18) dan jumlah ikatan rangkap (0) aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 60 AGIAN II / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA TN Nae C00" oN ‘OH ‘Suatu prostaglandin (PGH,) CNS ‘oH Suatu tromboksan (TXA,) wo 2 o. : 2X22 PN 8 ‘Suatu loukotrien (LTA,) Gbr. 6.32. Beberapa eikoranoid A HON "OH ‘Asam kolat 179 ~Estradiol Gbr. 0.34, Garam empedu (asam Kolat) dan hhorman steroid (17B-estradil) 64; Bagian mana pada asam kolat garam empedu (nat Gbr. Q| 6.34) yang bersiat_hidrofobik dan mana yang bersifat hidrofilik? Eikosanoid ikesanoid adalah gugus senyewa mirip-hormon, yang dibasilkan oleh banyak sel di dalam tubuh, Senyawa ini disintesis dari asam lemak polyunsaturated yang mengan- dung 20 atom karbon (asam eikosanoat) dengan 3, 4, atau 5 ikatan rangkap. Prosta- glandin, iromboksan, dan leukotrien termasuk dalam gugus senyawa ini (Gbr. 6.32). Steroid Steroid adalah gugus senyawa yang mengandung sebuah struktur dengan empat cin- cin yang dikenal sebagai int steroid. Kolesterol, yang disintesis di dalam tubuh hewan tetapi tidak disintesis dalam tumbuhan adalah senyawa induk yang merupakan asa) dari semua steroid lain yang dinasilkan dalam tubuh manusia (Gbr. 6.33). Kolestero! ddiubah menjadi geramempedu, steroid adrenokorteks, dan hormon seks (Gbr. 6.34), ‘Adanya gugus 3-bidroksil memungkinkan kolesterol bereaksi dengan asam le- ‘mak, membentuk ester kolesterol, Ester kolesterol lebih sult laut éaripada kolestero! dan, oleh Karena stu, merupakan bentuk penyimpanan kolesterol sebagai butir-butir dalam sel. Ester kolesterol juge ditemukan dalam lipoprotein dara Garam empeda merupekan contoh yang baik dar sifat lemak yang amfipatik. Se yawa amfipatik mengandung bagian hidrofobik dan hidrofilik. Oleh karena it, s nyawa tersebut sering ditemukan di pertemuan antara lemak dan air, bagian hidrofo- biknya berinteraksi dengan lemak sedangkan bagian hidrofiliknys besinteraksi dengan air. Garam empedu adalah deterjen yang baik, yang menyebabkan emulsifi- kasi lomak delam saluran cerne. ‘Asam amino adalah behan dasar untuk membentuk protein. Asam amino ini juga da- pat dioksidasi untuk menghasilkan bahan bakar dan berfungsi sebagai prekursor un tuk sintesis senyaiva yang mengandung nitrogen lainnya, misalnya neurotransmiter them, seta basa purin dan pirimidin. a-Karbon pada asam amino mengandung sebuah gugus karboksil, sebuch gugus amino, den sebuah rantai sisi (Gbr. 6.35), Strukturran- tai sisi asam amino berbeda-beda (Gbr. 6.36) Protein disintesis dari asam amino yang disatukan bersama oleh ikatan peptida un- tuk membentuk rantai linear (Gbr. 6.37). Rantai ini berlipatlipat melalui berbagai cara untuk membentuk struktur tiga-dimensi dari protein, Struktur asem amine dan protein dijelaskan secara lebih rinci di Bab 7 dan & NUKLEOTIDA Nukieotia terdiri dari sebuah basa nitrogen, sebuah gula, dan fosfat (Gor. 638). Ter- dapat dua jenis basa nitrogen: purin dan pirimidin. Gula, yang biasanya adalah ribose atau deoksiribosa, torikat ke basa melalui ikatan N-glikosidat. Gbr. 6.33. Kolesterl. Inti steroid digambarkan dalam kota, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 64 BAGIAN II / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA, -Glukosa + 03 =| -Glukenat + H20> Gbr. 6.43. Reaksi glakosa oksidase, Hicrogen peroksida (H,O.) bereaksi dengan suatw zt wwama dalam larutan, menghasitkan warn Glukosa ATP sksokinase ‘ADP Glukosa 6-tosfat ajukesa 6sostarl— NAD” “denurogenase} ape 6-Fosfogiukonolakton Gbr. 6.44. Reaksi penggabungan heksoki- rase/elukosa 6-fosfat dehidrogenase, Jamlsh glukosa dalam laruianditentukan dengan ‘mengukur jumlah NAD* yang direduksi men- jedi NADH, ‘Akhimya, mesin automatis pada laboratorium klinis disesuaikan untuk melakukan «ji yang menggunakan enzim spesifik urtuk glukosa. Uji enzimatikpertama menggu- naken glukosa oksidase, suatu enzim mikroba (Gbr. 6.43). Sekarang ini, digunakan hheksokinase, Reaksi heksokinase berpasangen dengan reaksi lain yang menggunaken bbentuk giukosa 6.fosfat dehidrogenase yang memiliki NAD" sebagai kofaktor dari- pada NADP”. Perubahan dalam peryerapan pada 340 nm diukur untuk menentukan jumlah NAD" yang ditedvksi menjadi NADH, yang, sebaliknya, berfungsi sebagai ‘skuran jumlah glukosa dalam laruten semula (Gor. 6.44), Bacaan Anjuran tuk infra tat enzo srk Sra kimi, alas bak ie oka patna, aly ne ‘ban olehU Ste, SOAL Welaupun saat ini penentuan kadar glukosa dalam urin dan derah menggunakan en- zim spesifik untuk glukosa, para dokter enak masih menggunakan yj gula pereduksi, terutama untuk urin neonatus (bayi baru lahir). Apakah alasan penggunaan ujé gula pereduksi pada bayi baru lahir? JAWABAN Defek genetik tertentu mencegah metabolisasi galaktosa atau fruktosa. Apabila indi- vidu dengan defek tersebutmemakan gula yang tidak dapat dimetabolisis, konsentrasi gula meningkat dalam tubub, dan dapat diekskresikan melalui urin, Seberkas kertas yang telah dilapisi oleh komponen yang dibutuhkan untuk uji gla pereduksi dapat di- celupkan ke dalam urin individu tersebut, dan akan terjadi pembertuken warna apa- bila terdapar gula pereduksi, Lalu dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidestifikasi gula tersebut. Galaktosemia (kadar gelaktosa dalam dareh yang tinggi) terjadiapabila galaktosa tidak dapat mengzlami fosforilasi atau diubah menjadi UDP-galaktosa dengan kece- patan nonmal di dalam sel. Setelah Iehir, apabila bayi dengan defek pada metabolisme galaktoss mendapat laktosa (sumber utama galaktosa dalam makanan) dalam makanannya, kadar galakiosa darah akan meningkal, den di dalam urin dapat di- jumpai gala, Fruktoseria (kadar fruktose dalam darah yang tinggi) dan fruktosuria (kadar fruk- tosadalam urn yang tinggi) terjadi epabilafruktosa tidak dapat mengalami fosforilasi dengan kecepatan normal. Kelainan ini tidak menimbulkan skibst yang serius dan dikenal sebagai fruktosurie jinak. Pada bayi dengan intoleransi fruktosa, fruktosa da- pat mengalami fosforilasi menjadi fruktosa I-fosiat, tetapi senyawa terfosforilasiter- Sebut tidak dapat diuraikan dengen Kkeespatan normal. Kelainen ini, yang juge menimbulkan fruktosemia dan frukiosuria, dapat menimbulkan bakaya. Apabila bay! dengan masaiah metabolisme fruktosa mendapat fruktosa dalam makanannya, kadar fruktosa dalam darah dan vrin meningket. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 68 BAGIAN II / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA coo Glisin Gbr. 7. Glisin, asam amino yang paling se- derhana. o-Karbon tidak asimetrik Karena ou gus R (diberi tanda) adslah atom hidrogen (Oleh harena itu, glisin bukan D atau L. 6. Prolin, suatu asam amino siklik. o- ‘Amino nitrogen bergabung ke dalam suata cin- ‘on, yong memiliki stuktur yang kak. B Asamamino rantai bercabang Gbr. 7.7. Asam amino dengan rantai si tik, A. Alanin, B, Asam amino rantai terca bang (vain, leusn,isoleusin), Ranta sisi asam amino ini bersifet hidrofobik. Tabel 7.1. Singkatan Untuk Asam Amino Nema ‘ingkatan Tigs Hunt Es ania ‘a a agin a9 a Aspaagin sn N Aspatat ‘asp o Sten cys c iutanat ch € Guaarin Gin a Gis ay & Histen Hs. ‘ tsoresin te r Lleusa Leu L sin bys K Metonin Met M Fenislanin Phe F Pron Pro e erin Ser 6 Treorin Thr T Tipton T w Tiesh ay y vali val v “Yong sosmya dguatan esau sgiion ahd Satan sa surt eaunaln Fontana mek manewien van {Sarai da arp yang parang. Asam Amino dengan Rantai Sisi Nonpolar dan Alifatik GLISIN DAN PROLIN Glisin memiliki sebuah atom hidrogen sebagai rantai sisi, sehingga glisin merupakan asam amino yang paling sederhana dan paling kurang interaktif (Gbr. 7.5). Karena berukuran keel, atom hidrogen menimbulken rintangan sterik minimal (yaitu,cto™ hidrogen tidak secara bermakna menempati ruang yang ditempati cleh tom atau gu- gus kimia lain). Oleh karena itu, glisin memberikan fleksibilites struktur yang paling besar apabila glisin terdapat dalam suatu protein. Di lain pihak, asam arnino prolin, memberikan sedikt fleksiilitas dalam siruktur protein (Gor. 7.6). Atom nitrogemya melekat secara kovalen ke rantai sisi, membentuk sebuah cincin yang kake. ALANIN DAN ASAM AMINO RANTAI BERCABANG. Alanin den asam amino rantai bercabang (valin, leusin, dan isoleusin) memiliki rantai sisi alifatik, nonpolar, dan berukuran beser. Alanin mengandung sebuah gugus metil, Valin, lousin, dan isoleusin memilikirantai bereabang yang sanga: hidrofobik (Gbr. 1) Fenllalanin Trosin Teiptofan Gbr. 7.8. Asam amino aromatik. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 72 BAGIAN I / DASAR-DASAR KIMIAW! DAN BIOLOGIS BIOKIMIA deri 4, jumlah molekul yang membawa sebuah proton dan, dengan demikian, tidak bermuatan lebih besar daripada jumlah molekul yang bermuatan negatif. Pada pH di tas 4, molekul yang predominan telah Kehilangan sebuah proton, sehingga bermust- an negatif. ARGININ, LISIN, DAN HISTIDIN, ASAM AMINO BERMUATAN POSITIF Karena mengandung nitrogen, rantai sisi arginin, isin, dan histidin dapat mengalami protonisasi dan bermuaian positf (lihat Gbr. 7.15 dan Tabel 7.2). Untuk masing- ‘masing asam amino ni, bentuk berproton yang bermuatan negatiftersebut merupakan bentuk predominan pada keadaan di bawah p&,, sedangkan di atas pX, bentuk yang predominan adalah bentuk dsosiasi yang tidak bemuatan. Arginin memiliki sebuah ‘gugus guanidium pada rantai sisinya (pK, ~ 12.5). dan lisin mengandung sebuah gu- ‘gus amino pada karbon ¢ (epsilon) (pX, ~ 10,5). Oleh karena itu, asam-asam amino ini bermuatan positf pada pH fisiologis (~7.4). Histidin memiliki sebuak cincin imidazol (pK, ~6). Dalam protein, pX, gugus imidazol terletak antara 6 dan 7. Oleh karena itu, ini menitrasi dalam rentang pH fisiologis, dan perubahan kecil pada pH atau ling- kungan lokal dapat mengubah muatan. Sifat ini memungkinkan bistidin berperan penting dalam fungsi protein SISTEIN DAN TIROSIN Ranta sisi sistein (pK, ~8,4) dan tirosin (pK, ~ 10,5) sebagian besarmengalami pro- tonisasi di bawah pX,nya dan tidak memiliki muatan (lihat Gbr. 7.15 dan Tabel 7.2). Diatas pX,, proton mengalami disosiasi, dan rantai sisi kemudian membawa muaian negatif, Oleh kerena itu, dalam protein asam amino in biasanya tidak bermuatan peda PH fisiologis. TITRASI-ASAM AMINO. Apabila asam amino yang tidak memiliki raniai sisi yang dapat terionisasi diitras, akan tempak dua nilai pX,, yang pertama sestai dengan gugus a-karboksit dan yong. kkedua dongan gugus a-amino (Gbr. 7.16) Pada pH rendah, kedua gugus membawa proton. Gugus amino memiliki muatan positif, dan gugus Karboksil memiliki muatan nol. Seiring dengan peningkstan pH dengan perambahan basa (OH), proton terdisosiasi dari gugus karboksil, dan muat- anya berubah dari nol menjadi negatif dengan pX, terletak di antara 2 dan 3. Gugus amino menitrasi pada pH yang jauh lebih tinggi (antara 9 den 10), den muatan gugus, ini berubah dari pesitif menjadi nol seiring dengan peningkaian pl1, Dengan de- mikian, asam amino yang membawa muaten hanya pada gugus a-karboksil dan gugus ‘amino memiliki muatan keseluruhen yeng positif pada pH rendab, muatan positif ddan negatif (muatan keselurchan atau netto sama dengan nol) pada pH fsiologis (se- kitar 74), dan muatan negatif pada pH yang lebih tinggi. Selain nilai pK, yang sesuai untuk gugus a-karboksil dan gugus a-amino, asam amino dengan rantai sisi yang dapat terionisasi memiliki pX, ketiga (Gbr. 7.17). pK, ketiga ini ssuai dengan rentang pH d. mana proton pada rantai sisi mengalami diso- siasi pH di mana muatan netto molekul dalam larutan adalah nol disebut sebagai tik isoclektrik (pI), Pada pHini molekul (disebut 2wétterion) tidak akan bermigrasi dalam lapangan listrik karena jumlah muatan negatif pada masing-masing molekul setara dengan jumlah muatan positf. ‘menghilangkan nyeri krisis vaso-oklusif, selain hidrasi, inhalasi oksigen ‘melalui hidung, daa terapi hidroksiurea, gejala akut Michael Sichel secara bertahap mereda. Apabila nyeri hebat tersebut tidak menghilang, harus dipertimbang- al KOMENTAR KLINIS, Setelah 3 hari pemberian narkotik parenteral untuk aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 8 Struktur Protein Pada protein terdapat empat tingkat siruktur yang berbeda (Gbr. 8.1). Struktur ‘primer suatu protein adalah wrutan linear asam amino dalam rantai polipeptida, Struktur sekunder (yang mencakup heliks-c. dan lembar-B) terdiri dari daerak- daerah lokal rantai polipeptida yang memiliki konformasi reguler yang dtstabil- ‘kan oleh ikatan hidrogen. Konformasi tiga-dimensi total dari keseluruhan swat rrantai polipeptida disebut struktur tersier, yang mencakup heliks-., lembar-f, dan daerah berbentuk globular (atau sferis). Sebagian protein memperlikatkan struk- tur kuarterner; konformasi tiga-dimensi suatu protein multisubunit yang terdiri dari sejumlah rantai polipeptida (atau subunit) disatukan oleh intereksi ronkova- len. Protein di dalam sel berada dalam keadaan “asli" (native state). Panes, asam, dan bahan lain menyebabkan protein mengalami denaturasi, yaitu, konformasi tige-dimensinya terbuka dan hilang. Dalam keadaan asli alami di dalam sel, banvak protein berikatan dengan sub- stansi lain, dari ion sampai molekul kompleks misalnya koenzim. Ligon-ligan ini enting untuk fungsi protein. Berbagai protein yang berbeda dapat diciptakan dari hanya 20 buah exam ‘amino yang wmun, karena asam-asam amino ini dapat saling berikatan dalam ba- yak kombinasi yang berbeda, Perbedaan dalam urutan asam amino di sepanjang ‘rantai polipeptida menyebabkan pembentukan struktur tiga-dimensi yang berbeda sehingga furgsinya pun berbeda pula Primer Sekunder Tersier Kuarterner ingkatan striktur protein. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BO BAGIAN I / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Gambaran klinis dan hasil pe- merksaan laborataium aval pada Amy Lloyd memberi ke- san bahwa la mendenta penyakit yang mengenai sel dareh putin. Pemeriksaan - bih lanjut_membuktikan adarya protein Bence Jones dalam urin. Protein Bence Jones terdir dari antai atau fragmen ran- tal imunoglotulin (antibod) yang remilki struktur Bekstensi, Gr. 8.8. Pandangan ke baweh melalui sumbu suatu heliks-c. Rani sisi (R) menonjol keluar dari helis. Apabila rantai tersebut saling ‘mengganggu secara steris aiau terjadi peno- akan muntan. tidak dapat terbentuk heliks yang stabil. Disadur dari Biochemisiry, ed. ke- 4. Hak cipta © 1975, 1981, 1988, 1995 oleh Lubart Styer. Digunakan dengan izin WH. Freeman and Company. LEMBAR-# Berbeda dengan kumparan heliks-c., lembar- terbentuk melalui ikatan hidrogen ‘antara daerah linear rantai polipeptida seperti diperlinatkan dalam Gambar 9.9, Ikatan hhidrogen ini terjadi antars oksigen karbonil dari satu ikatan peptida dan nitrogen dari ikatan peptia lainnya, Ikatan hidrogen dapat terbentuk antara dua rantai polipeptica ‘yang terpisah atau antara dua daerah pada sebuah rantai tnggal yang melipat sendit. Pelipaten ini sering melibatkan 4 sigiktur asam amino yang dikenal sebagai belokan-B (B-turn) (Gbr. 8.10). Rania atau bagian rantai yang berinteraksi satu sama lain dapat bersifatsejajar ctau anti-sejajar (antiparalel) STRUKTUR SUPERSEKUNDER Pada sejumlah protein terbentuk kombinasi struktur sekunder tertentu, membentuk struktur supersekunder (Gbr. 8.11). Kombinasi termasuk heliks-belok-heliks, unit - ap, risleting leusin (leucine zipper), éan jari seng (zine finger). Unit struktural er- tentu dalam struktur tersier suatu protein (yang dikenal sebagai ranah (domain) ter- diri dari berbagai kombinasi struktur cr dan B den urutan lengkungan yang lebih acak ‘yang menyetuken urutan-urutan tersebut. Struktur Tersier Struktur tersier suatu protein adalah konformasi tiga-dimensi keseluruhannya. Bentuk protein globular melibatkan interaksi antara residu asam amino yang mungkin terle- tak sangat jauh satu same lain pada urutan primer rantai polipeptida dan melibatkan heliks-a dan lembar-B. Interaksi nonkovalen antara rantai sisi residu asam amino penting untuk menstabilkan struktur tersier dan terdiri dari interaksi hidrofobik dan elektrostatik serta ikatan hidrogen (Gr. 8.12). Selain itu, ikatan kovalen depat terjadi A 8 4 ° wee ee : a ie i i i t i i : : io SS yg te Gbr.8.9. Lembar-p. Pada kasus inj, rantal beroriemtast dalam arah yang berlawanan (antiparalel), seperti diperlihatkan oleh tanda parah (A). - ‘arbon yang diperliatkan di B mengandung rantai sisi (gugus R). Rantai juga depat berorientas dalam arah yang sema. Dua rantaipolipeptida da- pat berinteraksi untuk membentuk lembar-B, atau satu rantai dapat melakukan lipatan senditi aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 84 BAGIAN IL/ DASAR-DASAR KIMIAW! DAN BIOLOGIS BIOKIMIA ® ae ee _ Mm fia ee fis Origin ..| e Normal —Penyakii set Sifat se! ‘Sab sabi Gbr. 8.16, Penggunaan eleitroforesis kertas untuk membedakan hemoglobin § (HDS) dari hhemouglobin A (HbA), Sampet larutan protein diteteskan pada kertas penyaring di daerah yang diberi nama "Origin". Kerts kemudian diletakkan dalam ‘arutan berpenyangea éan diberi medan lst. Protein yang bormustan posit akan bergerak ke arah katoda (-) éan protein termuatan negaif bergerak ke arah amoda (+). Gambae ini memperihatkan lsat (akan yang dibentok Karenalisis sel) sel darah merah yang dielekiroforesis pada pH 8.6 se- fama 1 jam. HbA = hemoglobin normal; Hbs hemoglobin sel sabit: HbF = hemogtobin jai Pada tiga pola elektroforatik he- mmogiobn yang dete dr - rah Michael Sichel colama aval dirawat di rumah sakt, kadar hemoglobin dewasa (HDA) danggap tidak terdeteksi socara konsisten (rentangacuan 95% dari hemoglobin tota). Hemoglobin sel sabit (HbS) membentuk 85-95% dari hemoglo- bin total (rentang acuan = 0%. Hemioglo- bin janin (HBF) membentuk sampai 10% {ari hemoglebin total (reniang acuan 5%). hat Gor. 8.18 untuk mengetahui contoh elehtroforesis hemogiobin manusia. Untuk memestiken apakah saudara perempuan Michael yang berusia 4 tahun, ‘Amanda Sichel, mombawa gen untuk he- moglobin sabit, dilakuken pemeriksean eleMroforetik atas darah Amanda. Kompo- sisinemoglobinnya adalah: HbA 85%, HbS 449%, dan HDF 1%, Angka-angka ini kon- sisten dengen diagnosis cifat sol sabit. In- ividu sepert ini bersfat heterozigot untuk {gen yang mengkode hemoglobin sel sabit (yang struktumya abnormal). individ ter- sebut memilki sebuah gen normal yang menghasitkan HbA dan sebuah gen mutan ‘yang menghasilkan HbS. individu tersebut memilki kadar hemoglobin yang normal ddan mengalemi gejala vaso-ollusi! hanya di bawah kondisi hipoksia bere. Muatan pada Protein Matar pada protein terutama disebabkan ofch rantai sisi residu asam amino. Hanya ‘gugus amino terminal-N dan gugus karboksil terminal-C berperan menentukan muct- fan karena semua gugus «-amino dan a-karboksil lainnya terlibet dalam ikatan pep- tid, Nilai pK, untuk gugus dalam protein yang dapat ter‘onisasi ini mangkin berbeda dengan nilainya untuk asam amino bebas (asam amino yang tidak diikat oleh ikaten peptida) (libat Tabel 7.2), Pada protein, nilei pX, dipengeruhi oleh resid asam amino lain pada daerah molekul yang berdekatan, Karena muatannya, protein dapat bermigrasi delam suatu lapangan listik, Sifat protein ini digunakan untuk memisahkan dan mengidensfikasi protem (Gir. 8.16) Pelipatan Protein Suktur primer suatu protein menentukan konformasi tiga-dimensinya. Urutan asam ‘amino pada suatu protein, yaitu jens rania sisi yang dimiliki oleh masing-masing re- sida, menentuken bagaimana rantai akan nengadakan lipatan-lipatan sehingga mem- bentuk struktur asl. Apabila suatu protein yang berada dalam bentak slinya dipanaskan, ditaruh dalam tingkungan dengan pH ekstrim, atau diberi bahan kimia misalnya urea, protein tersebut akan mengalami denaturasi, membentuk kumparan ask (Gh. 8.17), Apabila protein tertentu, misainya ribonuklease.mengalami denatu- rasi dan dikembalikan ke kondisi faali, protein tersebut akan melipat kembali secara Gor. 8.17. Denaturasi dan rensturasl. Denaturast melalui panas menyebabkan molekul ter= ‘buka: namua, ikotan disufida tetap wtuh. Suats baban misalnya merkaptoetano! mengurangi ikatan disulfida. Di bawah Kondisi yang sesuai, molekul dapat mengslami renaturas. yale kembali ke konformasi sli, Renaturasi tetap dapst terjadi walaypun ikaten disulfida telah dlikurangi aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BB AGIAN II / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Jumizh hemoglobin janin (HDF) yang terdapat calam darah Michael Sichel moningkat. Hal ini mungkin menguntungkan bagi pende- itkarena HOF lebih oult et di dalam. sel darah mera dibandingkan dengan HbS. ‘Secara normal, sekitar 1% hemoglobin dalam darah orang dewasa adalah HOF. HF djumpai dalam golongan sel darah rmerah yang dikenal sebagal sel F. Pada enderta yang homozigot untuk HbS, pepuleei oo! F meningkat dalam suroum {ulang. Sel darah merah dengan kadar HOF yang lebih tinggi lebin dapat bertanan hidup daripada sel dengan HbS. Oleh rene itu, pada individuini HbF jauh lebih besar daripada traksi hemogobin tol ‘Beberapa bahan sitotoksik dapat me- ningkatkan pembentukan hemoglobin F peda perdoria penyakit sel sabit Hidroksiurea, walaupun relat toksik, saat inv digunekan untuk tujuan_ tersebut dengan keberhasilan terbatas. Hbo, ——> Hb + 0, © ‘on hidrogen © 28-Bisfostogliserat © ‘katan kovalen dengan CO, Gor. 823. Bahan-bahan yang mempengaruhi pengikatan O; oleh hemoglobin. Pengikatan {on hidrogen, 2,3-bisfosfoglisert, dan CO: ke ‘menurunkan afinitasnys terbadap % Saturasi Ghr. 824. Bfek pH pada kurva saturnsi aksi- ‘gen. Seiring dengan penurunan pH, afinitas he- ‘moglobin terhadap O; menurun, merimbulkan cefek Bohr. {0 Gbr. 8.22, Pengikatan kerja sama O; dengan hemogiobin, Pada awalnys, keempat subunit berada dalam keadaan T (auf stu fense (tegang]), di mana keempat subunit menolak pengikat- sn Op Sewaketu O; teikat, subunit tersebut mengubah Konformasinya sehingga kemunakinan pengikatan oksigen tambahan meningkst, Contoh kerja sama posit ini menghasilkan kurva saturesioksigen yang berbentuk sigmoid, Sewaktu O>terikat, Konformasi hemoglobin berubah ari keadaan T menjadi R(rifeks). an, dengan demikian, HOF memiliki afinitas yang lebih tinggi tethadap oksigen Oleh karena itu, oksigen yeng dibebaskan dari hemoglobin ibu (HbA) mudah diikat oleh HF janin. Dengan demikian, perbedaan struktural antara molekul hemoglobin ‘bu dan motekul hemoglobin bayi mempermudah pemindahan oksigen dani ibu ke- pada janin. Pengikatan Proton Pengikatan proton oleh hemoglobin menyebabkan afinitas hemoglobin tethadap oksi- gen menurun (Gbr. 8.24), dan berperan menimbulkan fenomene yang dikenal sebagai efek Bohr (Gbr. 8.25). pH darah menurun sewaktu darah masuk ke dalam jaringan (dan konsentrasi proton meningkat) karena CO; yang dihasilkan oleh metebolisme Bah wrerjadh produk, Dalam afik UA] Gipitan tera Vo nk igs Konsenta kosobstt yang bein, B, 2(8), din 313) Seri dengan peninghatan Konsetesi B, te tk potong di absis, stra dengan UKnig Imertnglal Kea Abtah Ky berpapin Kor. sentas kos. init, tan faktor hin yang ada FY Michaeis-Menten dengan V... dan ganii nilai-nilai untuk $ dan K_ ke da- Jam persamaan. Hasihya adalah sweaver-Bark 9.3: Untuk menghitung ¥,/Yoan w Is) 5 K+1S] ~ 00448 oss2 Karena y setara dengan konsentrasi ES, dan pada V.., semua enzim terdapat dalam bentuk ES dan dapat membentuk produ, fraksi anzim total yang terdapat sebagai ES = u/V,, = 0,992. FN nen rer ns: nase pada 5 mM glukosa adalah 99,2% dari Vay dan Kecepatan pada 10 mM glukosa adalah 99,6% dav V,., (pe- niingkatan sebesar 0.4%). Dari gral, ke- cepatan glukokinase meningkat dari 40% V,.,pads 5 mM menjadi 70% V.,, pada 10 mi glukosa. Berdasarkan perbandingan ini, hanya kecepatan glukokinase yang dapat meningkat sampai tingkat yang ber- makna sotelah diet tinggi karbohidrat, Si fat glukokinase ini memungkinkan ko- lebihan gukosa diserap oleh Neti untuk. fosforilasi dan disimpan sebagai glkogen setelah diet tinggi karbohicrat. 9.4; Dari persamaan Michaels- BAGIAN Il /DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Reaks! Multisubstrat ‘Sebagian besar enzim, seperti heksokinase, memiliki lebih dari satu substrat, dan tert- pat pengikatan substrat tumpang-tindih di tempat aktif. Untuk beberapa enim, terdi- pai urutan pengikatan substrat yang teratur, dan pengikatan substrat pertema meng- bah konformasi enzim melalui suatu cara yang mnemungkickan pengikatan substat kedua Apabila suatu enzim memiliki lebih dari satu substrat, unutan pengikatan substrat éan pelepasan produk mempengaruhi persamaan kecepatan. Akibatny2, nil Ky Yang tampak (Kopp) munekin bergantung pada koasenirasi Kosubstrat (Gbr. 9.26). Ni- ‘mun, seperti pada heksokinase, ketergantungan kecepatan pada konsentrasi satu sub- strat pada konsentrasi konstan kosubstrat, misainya ATF, sering menghasilkan kurva Michaelis-Menten yang sedeshana INHIBISI REVERSIBEL DI TEMPAT AKTIF Suatu inhibitor enzim adalah senyawa yang menurunken Kecepatan reaksi melalui pengikatan dengan enzim. Insibitor reversibel adalah senyawa yang tidak berikatan secara kovelen dengan enzim dan dapat terlepas deri evzim dengan kecepatan yang bermakna. Semua produk, misalnya, adalah inhibitor reversibel bagi enzim yang ‘menghasitkan mereka, Namun, pada banyak kasus, inhibisi tidak terjndi pada konsen- trasi fisiologis produk. Inhibisi Kompetitit Inhibitor reversibel yang berikatan dengan lempat aktif enzim dapat bersifat kompeti- Lif, nonkompetitif, atau wtcompetitive dalam kaitanya dengan substrat reaksi (Gl 9.27). inhibitor Kompetitif “berkompetisi” dengan substrat untuk menempati tempat pengikatan substrat, dan berikatan dengan bentuk enzim yang sama dengan yang dil kukan substrat. Inhibitor ini biasanya adalah analog struktural yang erat dari substat ‘yang ie saingi, Peningkatan konsentrasi substrat dapat mengatasi inhibisi kompeti- tifsewakta konsentrasi substrat ditingkatkan ke kadar yang cukup tinggi. tempat pengikatan substrat citempati oleh substrat dan tidak ada molekul inhibitor yang dapat terikat, Olett karena itu, inhibitor kompetitif meningkatkan Ky enzim, tetap: tidek Voc (Gbr. 9.28), Inhibisi Nonkompelitit Sebaliknya, inhibisi nonkompetiti dalam kaiiannya dengan substra terjadi apabila inhibitor tidak bersaing dengan substrat untuk menempati tempat pengikatan yang sama pada enzim, Inhibitor dapat berikatan dengan enzim dengan atau tanpa kebera- ddaan substrat, dan peningkatan konseattasi subsirat idak dapat mencegah pengikatan inhibitor. Inhibitor mengekibatkan penurunan konsentrasi enzim aktif Inhibitor non- Kompetitif akan selalu mengubah Vgc enizim, dan dapat mengubah Kiyp melalui pengiketan dengan afinitas berbeda dengan bentuk enzim yang berbeda pula (Gir. 9.28), Inhibisi Uncompetiive Suatu inhibitor juga dapat bersifat uncomperttive dalam kaitannya dengan substrat pada reaksi multsubstrat, Inhibitor uncompetitive hanya berikatan dengan kompleks cenzim-substrat Inhibisi wicompetitive sering terjadi pada enzim yang memiliki urul- aan pongikatan substrat yang tevatur, Substrai periama yang terikat menyebabkan per- bahan konformasi yang “membuke” tempat pengikatan kedua bagi kosubstrat atau i hibitor. Inhibitor uncompetitive menurunken Ky dan Vy. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 120. BAGIAN I1/ DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Gbr. 9.31, Pengaktifan glikogen fosforilase oleh fosterlas. dan AMP. likogen fosforilawe otot adalah suata dimer yang terdit tik, Enaim ini dapat daktifkan oleh aktivatoralosteriknya ‘AMP, atau oleh fosforilasi di resida serin spesifik. Glikogen fosforilase kinase dapat memindabkan sebuah fosfat dari ATP ke satu resida serin subunit i Gbr, 9.32. Kalsium-kalmodulin membiki en- pat tempat pengikazan untuk kalsium (diperli- hhatkan—bultan—berwarna—aburabu). Kemampuan kalsium membentuk sua lieg- kup koordinasi mutiligan dengan sejumlah gu- gus pads protein memungkinkan kalsium meneiptakan perubah-an konformasi besar ‘pada kalmodulin dan protein pengikat-kalsium Taingya, Terdapat sebuah regio Neksibel yeng menghubungkan dua ranah yang memperke- nankan protein membentuk lipatan dan mengi- kat protein Iain apabila terdapat kalsium, Dari Biochemistry WE oleh Stryer. Hak cipta © 1995 oleh Lubert Stryer. Digunakan dengan iain WH. Freeman and Company. por 9 hase 2 "o-P=0 yoo 2 g ‘ANP obo @ ee shige solfoase 8 di masing-masing subunit, Fesforlasi atau pengikatan AMP ke tempat alosterikrya menyebabkan perubshan Konformasi di tempat aktif yang ‘mengubah encima ke bentuk yang kampir sepenuhnys aktil:Proses per tame di setu subunit mempermudah proses selanjatnye yang mengubah ‘enzim menjadi bentuk ektif sepenuhnya. deri dua PEMUTUSAN PREKURSOR Sejumlsh enzim proteolitik yang éitemukan di dalam darah atau dalam saluran cerma berada sebagai protein prekursor, yang disebut zimogen, yang harus diputuskan agar ‘menjadi aktif. Sintesis enzim proteoliik éalam bentuk prekursor enzim protcolitk mengkatalisis reaksi di dalam sel tempat enzim protoolitik tersebut disintesis. Mi- salnya, kimotripsin disckresikan oleh pankreas sebagai kimotripsinogen, Kimotrip- sinogen diaktifkan di saluran cera oleh enim proteolitiktripsin, yang memutusken sebuah peptida kecil dari regio temninal-N, Pemutusan ini mengubah konformasi en- zim dan mengbasilkan celah pengikatan untuk substrat. Nama protein prekursor memilik awalan‘‘pro,” misalnya protrombin, atau akhiran “ogen,” misalnys kimotrip- sinogen. JUMLAH ENZIM YANG TERSEDIA Jaringan secara terus-meners menyesuaiken kecepatan sintesis protein untuk mengubah jumfah enzim yang tersedia, Ekspresi Pua dalam persamaan Michaelis- Menten memasukkan korsep bahwa kecepstan suatu reaksi sebanding dengan jumlzh enzim yang tersedia, Mekanisme bagaimana kecepatan sintesis protein diuba-ubah, rmisalnya induksi/vepresi transkripsi gen atau stabilisasi RNA messenger, dicakup di bagian berikutnya buku ini, Isoenzim Isoenzim (isozim) mengkatalisis realsi yang sama, tetapi memiliki urutan asam amino yang berbeda dan sifat yang berbeda. Perbedsan sifat di anvara isoenzim ini bi- asanya merupakan cerminan dari peran yang berbeda untuk isoensim di jaringan yang berbeda, tabap perkembangan yang berbeda, atau kompartemen intrasel yang ber- ‘eda, (Misalnya, pola distribusi isozim heksokinase dan glukokinase mencerminkan pperlunya sei darah merah dan jaringan tertentu lainnya agar tidak bergantung pada vatiabilitas konsentrasi glukosa darah). Bagi beberapa enzim, juga terdapat isozim janin yang menyesusikan kebututan metabolik sel yang belum berdiferersiasi sem- Puma, Isozim yang ditemuken pada sel kenker sering serupa atau identik dengan isozim janin. Apabile terdapat suatu reaksi yang berlangsung beik di kompartemen si aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 124 Vv AGIAN II / DASAR-DASAR KIMIAWE DAN BIOLOGIS BIOKIMIA, a fon ve ae Residu Vitamin KH, Oe Epoksida vitamin K_ ene c * * Se Re ‘on tein a Gbr. 936, Pemtentukan residu y-kerboksiglutamat yang dependen vie temin K. Trombin (ID, Faktor VI, Faktor IX, dan Faktor X terikat ke ‘ernpat pengatifan fosfolipid mereka di membran sel oleh Co™. Untuk ‘mengika kelsium, harus diubab 10 atau lebih residu asam glatamt di ujung terminal-amino fakior pembekuan menjadi y-karboksiglutamat residu asam amino yang memiliki afinitas tinggi terhadap kalsium, Karboksilase yang dependen vitamin K, yang menambahkan gugus karbotsil ekstra. menggusakan bentuk vitamin K tereduksi (KH) se- bagai donor elekiron dan mengubah vitamin K menjadi satu epoksida ‘Vitamin K direduksi kembali menjadi beatuk aktifnya oleh dua encimn, cepoksida vitamin K:redukase dan vitamin K reauktase p00, CHE OH Dikumarot Gbr. 937. Dikumarol adalah aralog vitamin K ‘yang menghambat epoksida vitamin K reduk- ‘ase dan vitamin -K reduktase sehingge tmenghambat pengubahan epoksida vitamin K den vitemin K menjadi bentuk koenzim tere- ‘duke’, Obat turunan éikumarol, misalnya war farin, mampu menghambst pembekuan darak sehingga diberitan kepada penderita untuk ‘erbentuknya bekuat. Defisiensi vitamin K dapat me- nyebabkan perdarahan yang ti- dak terkontrol (hemoragia). De- fisiensi akibat_ makanan pada orang dewasa jarang terjadi karena bakten di da- am usus menghasilkan sekitar separuh dari Kebutuhan vitamin K. Namun, saluran cerna bayi ban lahir steril dan memiliki simpanan vitamin K yang sangat kecil Bayi biasanya diberi suntikan vitamin K se- gera satelah lahi SOAL |. Efek sejumlah mutasi missense tunggal pada sifat kinetik glukokinase sel B pan- reas telah berhasil ditentukan. Beberaps di antaranya diringkaskan dalam Tabel 9.5, ‘Tiga yang pertama diperlihatkan dalam tabel adalah peea ghikokinase yang disintesis oleh mutagenesis yang dipengaruhi oleh tempat (site-directed mutagenesis) untuk tu- juan memeriksa peran asam amino fungsional di tempat aktif, Mutasi 4-6 (dan sejum- Jah besar mutasi [sinnya) dijumpai pada individu dengan maturity-onset diabetes of the young (MODY), Pertanyaan La-Ic mengacu kepada Gambar9,23 dan muiasi yang ijelesken dalam Tabel 9.5. Ja, Mengapa perubahan pada Asn-204 menjadi glutarnin meningkatkan Ky lebih be- sar daripada perubahan menjadi serin? Jb, Perutahan Glu-256 menjadi Ala (mutagenesis yang dipengaruhi oleh tempat {site-directed mutagenesis) atau Lys (matasi alami) mempengeruhi baik Ky maupun Yrs evizim dalam cara yang berbeda, Mutasi mana yang paling menurunkan aktivitas elukokinase pada konsentrasi glukosa 6 mM? (persamaan Michaelis-Menten mem- beri perkiraan yang cocok ke data untuk konsentrasi glukosa diatas 5 mM, dan dapat digunakan dalam perhitungen). Je, Mutasi Leu-309—>Pro terjadi di suatu heliks permukaan yang terleiak jauh dari ‘empat aktif. Namun mutas’ ini menarunkan Xq enzim dan menurunkan Vpx. Dapat- ah anda membuat postulat untuk menjelaskan hal ini? 2. Sampai seberapa rendah konsentrasi glukosa derah harus turun untuk menurunkan Kecepatan fosforilasi ghukosa didalam eritrosit sampai 90% Vnu.? (Anggaplah bahwa persamaan Michaelis-Menten dapat diterapkan). aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 128 —BAGIAN I / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Gbr. 103. Struktur sel bakteri (Escherichia coli : “Cok SR mots eS ee fe ft ee fe e ‘ fp BR OE fe mp fF fp ef * he pee 5 Ikatan rangkep fe ee ff ie Pepe Tb oe me (8 ed fe pe « pp i es i a by ee a Stingomiatin Ghr. 10.2. Sebagian fosfolipid pada membran sel: Fosfatdilkolin adatch suate fosfoasitlise- rol, dan sfingomielin adalah suatu sfingolipid,Ikatan rargkap meryebabkan rantai asil lemak melekuk, Protein membran memiliki bemacam-macam fungsi. Sebagian adalah enim se- ‘agian adalah protein transpor yang memindahkan bahan ke dalam atau keluar sel; se- ‘bagian adalah protein struktural yang mempengaruhi bentuk atau pergerakan sel; dan sebagian berperan mendeteksi molekul sinyal di bagian Ivar sel dan menyelurkan sinyal ke bagian dalam sel ‘PROKARIO Prokariot adalah sel yang hidup dan bereproduksi sccara bebas. Due kelompok pro- kkariot yang utama adalah bakteri dan sianobakteri (alga biru-hijau). Kita hanya akan membehas bakteri karena anggota kelas ini mampu tumbuh di dalam tubuh manusia, rmenimbutkan infeksi yang berkisar dari Keluhan saluran cera sampai pneumonia, ‘Seperti yang ditunjukkan oleh kata prokarict (pro, sebelum; karven, inti, sel bak- teri tidak mengandung inti, Pada kenyataaanye, sel ini tidak memiliki organel subse! ‘yang jelas. Selbakieri memiliki suatu membran yang mengeliling sitoplasma (Gbr. 10.3). Di sebelah Iuer membran ini tecdapat dinding sel yang terdiri dar. polisakaride rantai paajang yang membentuk perisai protektit di permukaan sel. Bahan genetik (DNA) terkonsentrasi ci bagian tengah sel, yang dikenal sebagai nukleoid dan bukan nukleus karena tidak dipisahkan dari bagian sel lainnye oleh suatu membran, Sel bakteri biasenya memiliki sebuah kromosom sirkular yang besar. Berlainan ‘dengan sel eukariotik, DNA kromosom ini tidak dirumitkan dengan histon. Protein dibentuk berdasarken informasi dalam DNA ini melalui suatu proses yang serupa dengan yang terjadi pade sel eukeriotik (linat Bagian Ill) aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 132 BAGIAN II / DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Ron Templeton diperiksa dan keseleo pada ligamentum pe gelangan kakinya dianggap ti- gan, ta diberi balutan penyangga dan tonghat ketiak serta diminta menghindari tekanan beban penuh selama 10 hari ‘Seorang ahiifeal olahraga memeriksa status program pongkondisian Ron dan ‘menyimpulkan batwa cepainyaia merasa lelah mengisyaratkan bahwa jadwal latih- fn untuk menambah daya tahan harus tingkatkan. la diberitahu bahwa semakin sering dan semakin lama olahraga aerobk yang dilakukan meka kecepatan pemben- tukan mitokondria baru di dalam sel-sel stot rangkanya akan meningkat. Akibat- nya, a dapat menghasikan ATP lebih ce- pat dan akan mampu beriari lebih lama sebelum menjadi lelah Kate sifat “mkrosoma” kadang kadang digunakan untuk mene- rangkan proses yang berlang- ‘sung di dalam retikulum endoplasma (RE). Kata ini berasal dari biologi sel eksper- mental. Apabia sel dipecahkan di labora- torium, ER akan terfragmentasi menjadi vesikel-vesikel yang dsebut ‘mikrosom.” Mikrosom sebenamya tidak ditemukan di dalam sel ~Reikulum endo- / plasma nalus (SER) Reikulum endo- _/ plasma kasar (BER) Gbr. 10.8, A. Retikulum endoplasma halus. B. Retikulum endoplasma kasar. A dan B adalch ‘sambsran mikrograf elektron. Di tongah ada- Tah gambar tiga-dimensi KOMPLEKS GOLGI Kompleks Golgi terlibat dalam modifikasi protein yang dhasilkan di RER dan dalam Aistribusi protein ini ke bagian lain sel atau ke bagian luar sel. Kompleks Golgi terri dari tumpukan melengkung vesikel gepeng yang terletak di dalam sitoplasma (Gbr. 10.8), Protein yang dihasilkan di RER berpindzh dalam vesikel menuju permukaan konkaficekung (cisebut permukaan sis) kompleks Golgi, masuk ke dalam lumen tem- pat karbohidrat yang ditambahkan dalain RER mengalami modifikasi atau diperpan- jang, Protein yang mengslami glikosilasi ini atau glikoprotein kemudian dikemas dalam vesikel. Glikolipid juga dibentuk di dalam kompleks Golgi. Vesikel yang dibe- baskan dari permukaen Konveks/cembung (permukaan trans) Kompleks Golgi dapat bergerak menu membran sel. Setelah fusi membran vesikel dan membran sel, pro- tein di dalam vesikel dapat dilepaskan ke ruang eksirase! melalui suatu proses yang dikenal sebagajeksositosis (Gbr. 10.10). Sewaktu membran vesikel dan membran sel berfusi, glikoprotein stau glikelipid yang terikat dalam membran vesikel tetap berada i membran sel Fungsi lain vesike! Golgi adalah untuk membawa protein yang seswai, yang disin- tesis di RER, ke bagian sel tempat protein tersebut menjadi bagisn dari organel mi- salnya lisosom., LSOSOM Lisosom, organel sitoplasma yang ukurannya serupa dengan mitokondtia kecil,terli- bat dalam pencemaan inirasel. Lisosom terbungkus oleh membran tunggal yang ‘memiliki pompa proton untuk menjaga pH intemal mendekati 5. Lisosom mengan- dung enzim, disebut hidrotise asam, yang bekerja pada pH asam untuk mencernakan Membran bagian luar Membran A agian luar >Svatrks Memoran bagien dalam mmelipatlipat membentuk krista Gr. 10.7. Mitokondria. Mikrograf elektron (ates); gambar tiga-dimensi (bawab), aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 136 BAGIAN I1/ DASAR-DASAR KIMIAWI DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Mikrofilamen [ a 8am Mikrotubulus Gbr. 10.14, Mikrofilamen dan mikrotubulus. Cairan atau mukus ddorong di atas permukaan sel epitel bers lia oleh gerekan memukul silia yang terfoordinasi. Sebuah sel sperma berenang dengan menggunakan flagelum. suiatu obat yang sering digu- rnakan untuk mengobali gout (pi- ta). Saleh satu efelnya adalah untuk rmencegah akivitas fagositik dengan ber- ‘atan dongan dimor subunit « dan Btubu- lin. Sewaktu Kompleks. dimer tubulin- kolkisin benkatan dergan mikrotubulus, erisasi mikrotubuius selanjutnya d- hambat. Mikrotubulus secara terus-mé ‘norus mengalami polimorisasi dengan pe- nambahan dimer tubulin dan depolime- risasi dengan pelepasan dimer. Apabila polimerisasi dhambat oleh kolkisin, depo- limerisasimerjadi predominan, dan mikro- tubulus terurai. Karena mikrotubulus ppenting untuk fagositosis, Kolkisin meng- hambat proses ini sehingga mencegah reepone peradangan yang iimbul cowaktu fagosit berusaha mencemma kristal uat. KONPONEN'SITOPLASMA NONMEMBRANOSA Sitoskeleton Kompleks susunan organel subsel tersebar di seluruh sel dalam suatu susunan yang diatur oleh sitoskeleton, Sitoskeleton tersusun dari protein. Komponen utama sito- skeleton, filamen aktin dan mikrotubulus (Gbr. 10.14), berperan dalam memperta- hankan bentuk sel serta menghasilkan gerakan sel dan subsel. Filamen aktin ber- kombinasi dengan protein miosin untuk menghasilkan gerakan, misainya kontraksi ‘tot rangka, Mikrotubulus erdiri deri susunen protein yang mengalami polimerisasi yang dise- but tubulin. Unit-unit tubulin bersambungan atau terlepas dari ujung mikrotubulus, menyebabkan mikrotubulus memanjang atau memendek. Mikrotubults bertangeune Jawab terhadap bentuk dan gerakan silia dan flagela, tonjotan sel mirip rambut yang Dergerak dengan gerakan memukul atau memecit. Milkrotubulus jugs berianggung jawab tethadap gerakan organel didalam sel, ter- masuik distribusi vesikel transpor deri kompleks Golgi. Mikrotubulus juga penting un- tuk pembelahan sel, membentuk aparatus gelendong (spindle apparatus). Polisom Polisom terbentuk oleh perlekstan ribosom ke RNA messenger selama preses trans- Jasi protein (Gbr. 10.15). Banyak ribosom yang dapat melekat ke RNA messenger tunggal, dan masing-masing ribosom menghasilkan szbuch protein. Polisom ini dapat berada bebas di dalam sitoplasma atau terikat ke RER. Sitosol Bahan larut sitoplasma, yang tetap berada dalam larutan setelah pemusingzn dengan kecepatan sangat tinggi (100,000 x g selama 1 jam; lihat Gbr. 10.5), disebut sitoso ‘Namun, sitosol bakan semata-mata suatu cairan inert (lermbam); sitosol mengardung banyak zat antara metabolisme yang penting dan juga enzim sertakofektor untuk ba- nyak jalur metabolisme penting misalnya glikolisis dan biosintesis asam lemak dan protein. _TRANSPOR MELINTASI MEMBRAN Membran_ membentuk sewar hidrofobik mengelilingi sel atau organel sel yang mencegsh behan polar masuk atau keluar, Namun, untuk bertahan hidup, sel dan or ganel herus berinteraksi dengan lingkungan yang terus-menerus berubah, menyerap bahan ekstemal dan mengeluerkan bahan internal. Masalah ini dipecahkan melalui Palipeptida yang sedang tumbuh its _NHy i, Ribosom Gbr. 10.18, Polisom, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 140. BAGIAN 11 / DASAK-DASAK KIMIANL DAN BIOLOGIS BIOKIMIA Proten pemukaan a ° , o ‘ONA iad di bagian dalam } A Adenovitus Lapis-ganda Protein lemak ‘permukaan RNA, B Virus influonza 100 nn + Ghr. 10.28, Struktur virus, A. Adenovirus, su- atu virus yang mengandung DNA. B. Virus in- flvenza, suats virus yang mengandung RNA. ¥-Glutamilsstein “ralutom transpeptidase A Sisteinilgisn SIsten are ‘Asam y-glutamilamino 5, Oksoprotin ‘Glytarnat Asam ATP. ADP+P, amino Gbr. 10.24, Sikius y-glutamil, Glutation adatch suatu tipeptida,y-glutamilsistenitglisn. Glu ‘ation berikatan secara kovalendengan asam amino. Resid sistein dan glisin pau gluation dle Jepaskan, dan dihasikan asam y-glutamilamino, yang kemudian diuraikan dan membentuk ‘sam amino bebas serta S-oksoprolin. 5-Oksoprolin diubah menjadi glutamat, yang bereaksi dengan sistein, Produknya, yglutamilsistein, Kemudian beresksi dengen glisin untuk memben- ‘uk Kembali glutation dan menyelesaikan sislus, Sisi sebelah kiri gambar memperlibaskan transpor asim amino, dan sisi kanan mempertihatkan resiniesis glutation. Perhatiken bahwa proses ini memerlukan 3 ATP. VIRUS Virus adalah paket bahan genetik yang menyerang sel hidup. Virus terutama terdiri dhri DNA atau RNA yang dibungkus olch suatu sclubung protein atau membran, wa leupun sebagian dari virus besar memiliki struktur yang lebih rumit (Gbr. 10.25). Vi- rus tidak dapat berkembang biak sendiri, Virus menyantikkan bahan genetiknys ke dalam scl, dan menyita perangkat yang mensintesis DNA, RNA, dan protein sel pe- jam, yang sel pejamu gunakan untuk menghasilkan partikel virus baru. Walaupun bukan makhlok hidup, virus secara medis adalah penting karena menyebabkan ba- nyak jenis infeksi yang belum ada terapi spesifik KOMENTAR KLINIS. Di Beatty berespons baik tethadep terapi diabetes rmelitus. la dengan patuh menyuntikkan insulin, yang berikatan dengan mo lekul reseptor insulin yang terletak di membran plasma berbagai sel. Di sel Jemak dan otot rangka, interaksi hormon-reseptor ini mencetuskan serangkaian lang- kab “pasca-reseptor” yang rumit yang menyetabkan mobilisasi molekul anspor glu= kosa peke-insulin dari simpanan intrasel. Motckul tersebut dipindahkan ke per- rmukaan sel di mana molekul mempermudah transpor glukosa dari darah ke dalam sel ‘rot dan lemak, Proses ini membantu menurunkan kadar glukosa derah, ‘Yves Topaigne mempertihaikan respons Klinis yang cepat dan memuasken terha- dap pemberian Kolkisin setigp jam, Buktt yang ada mengisyaratkan bahwa obat ini ‘mengurangi fagositosis dan pelepssan enim lisosom berikutnya yang menceluskan respons peradengan di jaringan sinovium. Sclain itu, sel fagositik, yang dikcnal sebagai leukosit, yang berkeitan dengan proses peradangan menghasiikan asam laktat. Asem loktat menyebabkan penurunan aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 144 BAGIAN Ill / EKSPRESI GEN DAN SINTESIS PROTEIN cil genom dalam suatu waktu, sehingga sel depat merjala dan diferensiasi. Penelitian dalam bidang biologi molekular telah menghasikan sejumlah teknik baru yang secara kelektf dikenzl sebagai teknologi DNA rekombinan, bioteknologi, atau rekayasa genetik (genetic engineering). Walaupun teknik inibaru mulai citerapkan pada imukedokteran, namun sejumiah penyakit ge- netik sekarang telah dapat dideteksi, yang dahulu dapat didiagnosis hanya apabila telah berkembang sempurna atau, pada stadium yang lebih awel, oleh metode yang relaiif tidak dapat dipercaya. Sekarang diagnosis penyakit ini dapat citegakkan dengan tingkat ketepatan yang tinggi bahkan sebelum kelahiran, dan pembawa penyakit ini juga dapat didentifikasi. Dengan adanya perkembangan baru dalam bidang terapi gen, penyakit, yang telah berabad-abad dianggap tidak memilki harapan sekarang mungkin dapat disembuhkan, Walaupun sebagian besar terapi bagi penyakit ini saat inimasin bersifat eksperimental, dalam abad ke-21, dokter sebaikrya meng- ‘gunakan teknik rekayasa genetik secara rutin, tidak’saja untuk mendiagnosis tetapi juga untuk mengobati penderita. erkembengan aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 148 Colin Tuma diterapi dengan 5- flucrourasil untuk karker metas- tatik yang berkaitan dengan tu- ‘mor primer dikolon. 5-Fiuorourasil adalah analog basa timin yang terdapat di DNA. 5-Fluorourasl, ‘analog urasil atau timin Setelah Ivy Sharer terbulti menderita AIDS, ia citerapi de- ‘agen azidotimidin, suatu analog ukleotida timin yang -terdapat dalam DNA. Makalah setu halaman oleh Watson dan Crick, yang dipu- blikasiken pada tahun 1953, mengandung kurang lebih dari 900 kata Namun, makalah ini mencetuskan revolusi besar dalam imu biologi dan menghast- kan fondasi kenseptualbag disiplin biologi molecular. BAGIAN ll / EKSPRESI GEN DAN SINTESIS FROTEIN Pada tahun 1944, setelah Oswald Avery melakukan eksperimen yang memastikan batwa DNA adalah bahan genetik, minat untuk menentukan struktur DNA semakin rmeaguat. Digesti dengan enzim yang spesifisitasnys diketahai membuktikan bahwa fosfat inorganik berikatan dengan monomer nukleotida, membentuk suatu ‘katan fos- fodiester antara karben-3' sebuah gula dan karbon-5'gula berikutnya sepanjang rantai polinukleotida (Gbr. 11.8). Erwin Chargaff menganalisis komposisi basa DNA dari berbagai sumberdan menyimpulken behwa, berdasarkan molar, jumiah adenin selalu sama dengan jurnlah timin sedangkan jumlah guania sama dengan jumah sitosin. Selama masa ini, James Watson dan Francis Crick ikut serta dan, menggunaken informesi yang ada, ‘ermasuk dats difiaksi sinar-X dari Maurice Wilkins dan Rosa- lind Frenklin, menyimpuikan bahwa DNA terditi dari dua untai polinukleotida yang disetukan oleh pembentukan pasangan di antara basi-basa mereka. Pada tahun 1953, ‘mereka mempublikasikan sebuah makalah singkat, yang menjeleskan DNA sebagai sualu heliks ganda, jung 5 Nt N < ] a ‘Adonin oN the cl stosia 1 CL i omen i‘ ° 9 oN Nie ung Gbr. 11.8. Sebuah rantai palinukleotida DNA, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 152. BAGIAN III / EKSPRESI GEN DAN SINTESIS PROTEIN Limfoma non-Hodgkin Arlyn Foma diterapi dengan. doxsi- rubisin (ackiamisin), suatu cbat yang masukdi antaratumpukan pasangan basa DNA, 2 we ,COCH,OH OUOL OcH, 0 OH fy Ny oH Doksorubisin 2 § Borputar ke kel Berputar ke keonan ‘Apabila anda molihat ko ata ‘molalui dasar suatu holiks di so- panjang sumbu sentral dan spi- ral heliks berputar menjaubi anda searah dengan putaran arum jam (menyju arah panah alam gambardi alas), hells terse- but adalah heliks yang berputar ke kanan. ‘Apabilaia berputar menjauhi anda dengan arah berlawanan dengan putaran jarum jam, helks torsebut adalah hellks yang berputar ke ki, if. “I Gbr. 11417, Denaurat dan renacurest unt DNA. Apabila larctan DNA dipanaskan, untai terpisah (atau mengalani denaturasi). Apabila Jarwan ddinginkan secara perlahan-lahan,un~ tai mengalami peryatuin Kembali (reanneal- ‘ng) (atau renaturas) Panas, ‘Dngin Karakteristik DNA Pada kondisitertentu di laboratorium, dua untai heliks DNA terpisah atau mengalami denaturasi, Banyak teknik yang digunakan untuk mempelajari DNA atau untuk ‘menghasilkan molekul DNA rekombinan memanfaatkan sifat ini. Alkali menyebabkan dua untai DNA terpissh, tetapi berbeda dengan efeknya pada RNA, alkali tidak menyebabkan permutusan ikatan fosfodicster DNA (Gbr. 11.15). Pemberian terapi alkali digunaken untuk mengeluarkan RNA dari DNA dan memi- sahkan untai DNA sebelum atau sesudah elektroforesis pada gel poliakrilamid atau agarosa. Panas juga dapat digunakan untuk mengubah DNA untai-ganda menjadi DNA untai-tunggal (Gbr. 11.16). Apebila suhu diturunkan secera perlahan, untei-untai tunggal yang saling melengkapi (bersifat komplementer) dapat kembali menyatu dan ‘membentuk pasangan basa, kembali membentuk heliks ganda yang pada desarnya identik dengan DNA asal (Gor. 11.17). Proses ini dikeral sebagai renaturasi atau pe- nyatuen Kembali (annealing) Hibridisasi adalah istilah yang digunakan untuk menonjukkan proses di mana DNA untai-tunggal menyatudan membentuk pasangan basa dengan urutaa pada untai RNA yangsaling melengkapi (bersifat komplemenier) (Gbr. 11.18). Hibridisasi gue ‘akan secara Iuas dalam penelitian dan uji klinis. Kadeng istilah ini juge digunakan turtuk menielaskan penyatuan kembali (reannealing) dua untai DNA yang saling me- Jeagkepi (bersifat komplementer). on, DNA RNA DNA ANA Gor. 11.15. Efekalkali pada DNA dan RNA. Untai DNA tetap utuh, tetapiterpisah, Uni RNA, ‘mengalami degradasi menjadi nukleotida — Absopbans pada 260 om —p a oo 70 80a —«0 ‘sub °C), br. 11.16, Kurva pelelchan DNA. Seiring dengan peningkatan suhu, dua uitai DNA terpisah ‘yang menyebabkan absorben pada 260 nm meningkat, Pemisthan untai(“pelelehan"”)terjedi pada rentang suhs yang sangat sempit. T, adalah tiik tengah kurva pelelehan, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 15 BAGIAN III / EKSPRESI GEN DAN SINTESI Se haploid digunakan untuk membendingkan ukuran genom. Sei haploid hanya mengandung satu sainan dan setiap kromosom. Sel diploid mengandung dua salinsn dari setiap kromosom. Oleh kerena itu, Sel har ploid mempunyai dua saiinan dari setap {gen (dua ale))-setu dari setiap kromosom homolog. Alel-ale ini mungkin idenik atau uruian DNA mungkin berbada sampai ting- kat tertentu. Urasil (U) (dalam RNA) Gbr. 11.26, Perbandingan struktur uracil dan simi, Timi (T) (¢alam DNA) HOH,C, H i (OH On 4H Docksirbose (dalam DNA) Gbr. 11.27. Perbandingan strukturritosa dan deolsiitosa, PROTEIN 10-30 kali dari jumleh pada £ coli. Namun, genom pada el haploid manusia berukur- ‘an sekitar 1.000 kali lebih besar dibendingkan dengan yang terdapat pada E. coli Fungsi sebagian besar DNA ekstra ini masih belum diketahui, susts masalah yang akan dibahas secara lebih rinci di Bab 15. Gambaran Umum Struktur RNA RNA serupa dengan DNA yeitu bahwa RNA terditi dari nukleotida yang dihuburg- kan olch ikatan fosfodiesiei-3' ke fosfodiester-5'. RNA mengandung base purin adenin dan guanin serta basa pirimidin sitosin. Namun, basa pirimidin yang lain ada- Jab urasil bukan timin, Timin memiliki sebuah gugus metil di posisi 5;urasil tidak. Se- lain itu, kedua basa int identik (Gbr. 11.26). Pada RNA, guls adalah ribosa, yang mengandung sebuah gugus hidroksit di karbon-2' (Gbr. 11.27). Adanya gugus hidroksil ini memungkinksn RNA terurei men- {jadi nukleotida konstituennye dalam farutan basa. Rantai RNA biasanya merupakan untai-tunggal dan tidak memiliki straktur beru- Jang kontina pada heliks DNA untai-ganda, Namun, RNA tetap memiliki struktur sekunder dan tersier karena dapat erbentuk pasangan basa di daerah di mana untai ter- sebut melengkung terhedap dirinya sendiri. Seperti pada DNA, pembentukan ra sangan antera basa adalah saling meleagkapi (bersift komplementer) dan antiparale ‘Tetapi pads RNA, adenin berpasangan dengan urasil dan bukan dengan timin (Gbr. 11.28), Pembertukan pasangun basa pada RNA mungkin ekstensi, den struktur leng- kung ireguler yang terbentuk penting bagi pengikatan molekul, misalnya enzim, yang besinteraksi dengan bagian tertentu pada RNA. ‘Tordapet tiga jenis utama RNA (mRNA, tRNA, dan iRNA) ikut serts dalam proses sintesis protein, RNA lain yang jumlaknya kurang berlimpah terlibat dalzm replikasi atau delam pengolaban RNA, yaitu perubahan prekursor RNA menjadi ben- ‘wk matangaya, Sebagian molekul RNA mampu mengkatalisis reaksi. Dengan demikian, RNA. serta protein, dapat memiliki aktivitas enzimatik. Prekursor RNA tertentu dapat mengeluarkan/membuang segmen internal dirinys, dan menyambung fragmen si- sanya menjadi satu. Karena RNA ini berubah olzh reaksi yang dikatalisi olehaya sen- diri, RNA tersebut bukan enzim dalam arti sebenarnye dan, oleh karena itu, diberi nama “ribozim.” RNA lain bertindak sebagai katalisator sejati, berfungst sebagai ri- bonuklease, yang menguraikan molekul RNA lain, dan sebagai peptidil transferase, enzim pada sintesis protein yang mengkatalisis pembentukan ikatan peptida. Gusnin Gr. 11.28, Pembentukan pasangan basa pada RNA. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 160 ‘Tempat perekatan ‘2sam amino Lenkung T Lengkung varlabel Lenckung ‘niikedon, S ‘Antkodon Lergkurg T¥ 5 Bantikodon Gbr. 11.35, Struktur IRNA. A. RNA yang. bberbentuk daun semangei. Basa yang sering di- Jjumpai pada posisi khusus ditunjukkan dengan Fhuraf, Pembentukan pasangan basa di regio sal ditnjukkan oleh garis antara una, B. Pembentukan lipatan tiga-dimensi 1RNA. B. Dicetak ulang dengan izin dari Kim SH. ékk. Science 1974:185:436, Hak cipta 1974 Ameri- can Association for the Advancement of Science. BAGIAN IIE / EKSPRESI GEN DAN SINTESIS PROTEIN Peyjalanan klinis Ivy Sharer adalah khas untuk perkembangan AIDS yang, berkermbang sempuma, yang dalam kesus ini disebsbkan ole’ penggunaan jarum sun- tik yang tercemar HIV. Perburuken imunologis progresif yang menyertai penyakit ini akhimya menyebabsan timbulnya becbagai infeksi oportunistik jamur (misal, Can- dia, kriptokokus), virus lain (misa, sitomegalovinus, nerpes simpleks), an bakteri (misal, Mycobacterium, Pneumocystis carinii, Salmonella) yang mengancam jiva. ‘Neoplasms tertentu juga sering muncul peda gangguan inkompetensi imunologis ini (misal, sarkoma Kaposi, limfome non-Hodgkin), demikian juga meningitis, neuro- peti, dan gengguan ncuropsikiatrik yang menyebabkan disfungsi kognitif.Sedang di- lakukan penelitian yang intensif di seluruh dunia untuk meneari cara penyembuban bagi penyakit yang mengerikan ini Limfoma non-Hodgkin pada Arlyn Foma tampaknya berkembang secara lambat dan, ofeh Karena itu, diklasifikesikan sebagai kegamasan “derajat rendah” sistem main. Namun 75-90% penderita dengan penyakit “derajat rendah” mengalami keteri- batan lebih dari satu regio kelenjar lime, seperti yang terjaci pada Ta. Foma, pende- rita seperti ini tidak dapetditerapi dengan radiesi fokal dan mungkin memeriukan ke- ‘moterspi agen tunggal atau multiagen yang dikombinasikan dengan iradiasi selurh tubub. Walaupun pada 80% kasus seperti ini semus tumor yang ‘ampak dapat hilang, rnamun remisi biasanya terbaias 1-5 tatu, Pemberian interferon-a sebagai tambahan rejimen baru-baru ini memberi harapan perbaikan prognosis. ‘Michael Sichel beruiang kali dirawat di rumah sakit akibat gejala Kriss sel sabit vaso-oklusif pada pembuluh keeil. Untungnya, tidak ada peristiwa vaskular yang ‘menyebabkan malapetaka pembuluh besar seperti pecahnya pembuluh serebrovasku- lar (stoke), penyumbatan arceri pulmonaris (nyeri dade dan napas sesak), atau krsis hati (nyeri hebot pada abdomen kagian atas disertai hiperbilirubinemia dan uji fangsi hati yang abnormal). Sampai ditemukannya penyembuban bagi penyakittanpa belas kkesihan ini, Michael dapat difbaratkan seperti bom waktu, menunggu timbulnya “le dskan" vaskular. Infeksi Thomas Appleman diterapi dengan entromisin, suatu antibiotik makro- lig, Karena dapat menghambat sintesis protein mitokondria pada sel eukariotik, eri- tromisin memiliki potensi untuk mengubah fungsi sel pejamu sehingga menimbulkan ‘efek samping misalnya nyeriepigastriam, diare, dan, yang jarang, ikterus kolestatik. FEU cre ie hi nope meme bk es agian virus yang patogenik bagi manusia mengandung DNA sebagai ba- hhan genetiknya (Gor. 11.36A). Virus lain mengtndung RNA sebagai bahan ge- netikenya (Gbr. 11.358). Beberapa vis yang mengandung genom RNA dikenal sebagai retrovirus. HIV. ‘virus imunodefisiensi manusia, adalah suata retrovirus yang menyebebkan AIDS. Yi 1 ini menyerang sel sistem kekebalan dan mencegah individu yang terkena mening kkatkan respons imun yang adekuat untuk mel: Menurut “dogma sentral” yang diajukan oleh Francis Crick, informasi mengelir dati. DNA ke RNA ke protein. Untuk sebagian besar, konsep ini berlaku. Namun, 1e- trovires merupakan salah satu pengecualian terhadap dogma tersebut. Sewaktu ret virus menginvasi sel, genom RNAnyamengalami transkripsi untuk membentuk salin- an DNA. Enzim yang mengkatalisis proses ini dikenal sebagai reverse transcriptase Sclinan DNA ini berintegrasi ke dalam genom sel yang teriafeksi dan digunakan un- tuk menghasitkan salinan RNA virus, serta protein virus, dalam jurelah besar. RNA dan protein virus tersebut dapat cikemas menjadi partikel virus bara KOMENTAR BIOKIMIA. Virus harus menyerang sel pejamu untuk ber- sn infec Bacaan Anjuren S Wason JO. Te doublet. New Vor: Atexeum, 1968, Wason JD, Ciek FIC, Molar simu Of muec ae. A stUcUZE fer deoxyibosE nles set. Nae Tosa 7t 737-08 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. Gbr. 12.7. Siklus sel eukeriotik, ‘Tabel 12.2. _Fungsi DNA Polimerese Eukariotik Polimerasa— Fungst : « Repl! (dengan poinerase 8): sites ONA Tidak aca Petbakan DNA 6 Perbakan DNA Tick aca ’ Repel den mith ateo ‘ Repl! (dengan poinerase a sntsis DNA ates « Perbakan ONA sis BAB 12 / SINTESIS DNA 167, 12:1: Walaupin Prometheus d- rantai ke sebuah batu sebagai ukuman karena mercuri api dari dewa-dewa, dan eaekor burung bang- kai mematuk-matuk hatinya setiap hai dapat bertahan hidup. Mengapa? Dalam tubuh manusia, banyak ‘sel_menjelant sikus berulang- lang, misal, flikel rambut, sel aut, dan kriptus duodenum, Sel lain, mi- salnya prekursor sel darah merah, mem- belah beberapa kal, lalu kehilangan inti ddan meninggalkan siklus sel untuk mem- bentuk sel darah merah matang, Sel ini melakukan transpor oksigen dan kaibon ddioksica artara paru dan jaringan lain se- lama sekitar 120 hati, lalu mati. Set lain (rrisal, hepatosit) secara normal berada dalam keadaan diam (dalam G,). Namun, sel ini dapet dirangsang untuk membelah. Umumnya, yang menjadiperangsang ada- Jah hormon aiau_faktor pertumbunan. Peda kasus sel hati, rangsangan dicetus- kan oleh kematian sebagian dar sel hat. "Shacss DNA lan ephad dan gerbatar) sey Bolangsing ad 5 Ha Titik Awal Replikasi Berlainan dengan kromosom bakteri, kromosom eukariotik memiliki banyak titik val (point of origin) tempatreplikasi dimulai. Di ttik awal ini pada kromosom mun- cul "gelembung,” dan dari masing-masing titik beriangsung sintesis DINA dalam dua arah (Gbr. 12.8). Seiring dengan membesarnya gelembung, sintesis-sintesis tersebut bergabung, dan replikas: selesai. Karena kromosom eukariotik memiliki banyak titik aval replikasi (sehingga memiliki banyak replikon—satuan replikasi), duplikasi kro- mosom yang paling besar pun dapat berlangsung dalam waktu yang cukup singk Dalam tubuh, sel yang membelah menyelesaikan fase S siklus sel dalam period 10- 14 jam. DNA Polimerase Eukariotik Dalam sel cukariotik terdapst paling sedikit lima DNA polimerase (a, 8.8, dan e) (Tabel 12.2). DNA polimerase « dan 8 adaleh enzim primer yang berperan dalam replikasi. Polimerase 6 menghasilkan untai pendzhulu yang kontinu, semeatare a menghasilkan untai yang tertinggal (lagging strand) diskontinu (Gbr. 12.9). Polime- rase 6 memiliki helikase. Polimerase 8 memiliki prosesivitas yang tinggi. Di pihak lain, polimerase ‘memiliki prosesivitas yang rendah, Polimerase ini dilepaskan dari DNA setelah pe~ nambahan hanya sekitar 200 nukleotida, yaitu panjang fragmen Okazaki pada sel cukariotik, Selain prosesivitas yang rendah, polimerase ct memiliki aktivitas primase, yang diperlukan untuk pembentukan primer RNA yang mencetuskan sintesis frag- men Okazaki Gbr. 12.8, Replikasi kromosom eukariotik. Sintesis berjalan dalam dua aah (bidrec- tional) dari masing-masingtitik awal(poiat of origin, O) dan bersifat semikonservail, ‘masing-masing helike DNA anak terdiri dari satu untai induk wh (garistebal) dan satu un ti yang baru disintesis(garis terputus-putus. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. sidat yang menghubungkan basa yang nusak tersebut ke deoksiribosa (Iihat Gbr. 12.13), Rangka gule-fosfat pada DNA sekarang tidak memiliki sebuah basa di tempat ini (dikenal sebagai tempat apurinat atau apinimidinat, atau tempat AP). Kemudian AP endonuklease memutuskan untai gula-fosfat di tempat ini. Selanjutnya, jenis en- zim yang sama yang berperan pada mekanisme pertaiken jenis ain memulihken regio ini ke normal. PERBAIKAN BASA YANG TIDAK SEPADAN Basa yang tidak sepadan (basa yang tidak membentuk pasengan basa Watson-Crick yng normal) dikenali oleh enzim pada sistem perbaikan basa yang tidak sepadan (mismatch repair system). Karena tidak ada kerusakan basa yang tidak sepadan, en- 22im perbaikan ini harus mampu menentukan basa mana yang harus diperbaiki. Kesalahan yang terjedi selama replikasi diperbaiki oleh kompleks enzim perbaik- ‘an bast yang tidak sepadan (mismatch repair enzyme) (Gbr. 12.14). Pada bakteri, un- tai DNA induk mengandung gugus metil pada basa dalam urutan spesifik. Selama replikesi, untai yang baru disintesi tidak segera mengalami metilasi Sebelum terjadi ‘metilasi, protein yang berperan pada perbaikan yang tidak sepadan dapat membeda- ken untai induk dari untai yang baru disintesis. Begian pada untai baru yang belum ‘mengalami metilasi, termasuk basa yang tidak sepadan, dikeluarkan dan diganti Encim manusia juga dapat membedakan untai induk dari untai yang baru disinte- sis dan memperbaiki basa yang tidak sepadan, Namun, mekanisme ini belum diketa- hui sejelas mekanisme pada bakteri. PERBAIKAN TRANSKRIPSI-BERPASANGAN (TRANSCRIPTION- COUPLED REPAIR) Gen yang secara aktif ditranskripsikan untuk menghasilkan mRNA diperbaiki secara istimewa. RNA polimerase yang sedang melakukan transkripsi suata gen (Iihat Bab 13 mengemai penjelasan proses ini) akan bethenti apabila menemui daerah yang rusak pada cetakan DNA. Protein perbaikan eksisi mendekati tempat ini dan memperbaiki docrah yang rusak. Selanjutnya, RNA polimerase dapat melanjutkan proses trans- ipsi. _ PENYUSUNAN ULANG G se : Pertukaran segmen antara molekul DNA cukup sering terjadi dan merupakan penye- bab perubahan genetk yang mungkin berakiba! menguntungkan atau merugikan indi- vidu yong terkena don, pads beberapa keadasn, heturunan mereka. Segmen DNA yang dipertukarkan mungkin bersifat homolog (yaitu, urutannya sangat mirip) atau ‘mungkin sama sekali tidak berkcitan, Ukuran fragmen dapat berkisar deri beberepa nukleotida sampai puluhan ribu dan dapat mencakup banyak gen atau bagian gen yang berlainan. Banyak dari enzim yang berperan dalam pertukaran ini sama atau se- rupa dengan enzim yang digunakan untuk replikasi dan perbaiken dan mencakup en- donuklease, eksonuklease, enzim pembekann (unwinding), topoisomerase, DNA polimerase, dan ligase. Salah satu jenis penyusunan ulang yang telah diamati selama beberapa tahun ada- th “pindasilang” (“crassing-over") antara kromosom homolog selama meiosis Jenis lain terjadi pada sel asal (stem cell) sewaktu sel ini berdiferensiasi menjadi lim- fosit. Segmen gen pada sel asal mengalami penyusunan ulang schingga sel mateng hanya mampu menghasilkan satu jenis antibod. Jenis pertakaran genetik yang lain terdiri dari transposon, yaitu elemen yang dapat berpindah dari satu tempat pada ge- nom ke tempat lain atau menghasilkan salinan yang dapat disisipkan ke dalam tempat baru, Terjadi ranstokasisewaktu kromosom putus dan bagian kromosom secara acak berikatan dengan kromosom lain, menghasilkan perubshan yang menyolok yang da- pat terlihat di bawah mikroskop cahaya, Perubahan genetik bahkan dapat terjadi antara spesies, misalnya sewaktu DNA asing disisipkan ke dalam genom manusia aki- bat inet vie BAB 12 / SINTESIS DNA 171 Dimer pirimidin sering terbentuk i kul. Biasanya kerusakan ini diperbaiki oleh mekanisme per- bbaikan, dan jarang timbul kanker. Namun, pada individu yang menderita xeroderma pigmentosum, sangat sering _timbul kanker. Indvidu ini terbukti mengalami ca- ‘cat pada sistem perbakan DNA. Cacat Pertama yang diketahui adalah defisiensi ‘endonuklease yang berperan pada penge- luaran dimer pirimi¢in dari ONA. Dengan menghindari sinar secara cermat, individu Ini dapat mengurangt jumlah kanker Kuli yang timbul Kanker koloreKtum nonpoliposis horedter (custu kankor pada manusia yang tidak timbul dari Pollp usus) disebabkan oleh mutasi pada {gen untuk protein yang bemeran dalam erbaikan perbentukan pasangan basa yang tidak sepaden (hMSH1, hMSH2, PMS}, atau hPMS2). Untalinduk yang mengalari metiasi Ch, q soo a 5 ~ o Hy Hy. o s = a ‘Segmen DNA. ‘diganti Gor. 12.14. Perbaikan pembentukan pasangan basa yang tidak sepadan (mismatch repair) Basa normal yang tidak rusak namun berpa- ‘sangan dengan tidak sepadan mengikat protein dati sistem perbaikan pasangan basa yang tidak sepadan yang menggantikan satu. segmen DNA (termasuk basa yang salah pacing terse- ‘but).Enzim bakteri mengganti basa yang salah pasang pada untai yang tidak temetilasi. Me~ kanisme untuk membedakan antarauntaiinduk AUS ARIA UGA ALA a 5 oe ‘pio mRNA ox A> AUG NEA UGA AAA Pa - 4 . Protein N c Gbr. 135, Struktur sebuah gen eukariotik dan produk. Py = pisimidin lik mulai, yang dikenal sebagai daerah sisi-5* gen, diberi nomor -1, -2, -3, dan se- terusnya, dimulai dengan nukleotida (-1) yeng terletak tepat di sebelah ki ttik mulai dan dihitung dari kanan ke kiri, Apabila urutan gen diibaratkan suetu sungai, urotan di sebelah iri titik mulai dikatakan bergerak ke hulu dar titike malai sedangkan yang ter- letak di sebelah Kanan dikatakan bergerak ke hilir. Pengenalan Gen oleh RNA Polimerase Agar gen dapat diekspresikan, RNA polimerase harus mengetahuititik yang tepat un- tuk memulai transkripsi dan untai DNA yang akan ditranskripsi (untai cetakan), RNA polimerase juga harus mengenal gen mana yang harus ditranskripsi Karena gen yang ditranskripsi tersebut hanyalah sebagian kecil dari gen total dan gen yang ditrans- Ieripst berbeda dari satu jenis sel ke jenis Iain dan bemubah-ubsh peda keadzan fisioto- sis, Sinyai pada DNA yang dikenali oleh RNA polimerase disebut sebagai promoter. Promotor adalab urutan pada DNA (sering disebut boks atau elemen) yang menentu- kan titik mulai (varipoint) dan frekuensi transkripsi. Karena terletak pada molekul DNA yang sama dan dekat dengan gen yang promotor atur, promotor tersebut dike- takan bersifat cis-acting (bertindak sebagai cs). Protein yang berikatan dengan urutan DNA ini dan mempermudah atau menghambat pengikatan RNA polimerase dike- takan bersitat crans-acting (bertindak sebagai trans) Karena protein tersebut dikode oleh gen yang berbeda dari gen yang ikut mereka atur. 179 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 13 / TRANSKRIPSI: SINTESIS RNA Pada prokariot, rRNA dibasilkan sebagai sebush transkrip yang panjang yang ‘mengalami proses pemutusan untuk menghasilkan :RNA 16S, 23S, dan 5S. (RNA jjuge berasal dari pemutusan trenskrip yang lebih besar (Ghr. 13.10). Salah satu enzim pemutus, RNase P mengandung sebuah molekul RNA yang mengkatalisis reaksi pe- ‘mutusan, TRANSKRIPS! GEN EUKARIOTII Prosestranshrpsi pada eukarotk dan prokariotik serupa. RNA pelimerase berikatan dengan Lomplets faktortranstzipsi di repio promotor, bok terurai di dalam rego dekat tit mula (scanpoin) transkips,tejadipemisehan niai DNA, sintsis rans kip RNA dimuls, lala tansleip RNA memasjang, meayalinestakan DNA. Unt DNA memisah sewaktu polimerase mendekat dan bersatu kembali sewaktu polime- rase lewat. Perbedaan utama adalah bahwa eukariot memiliki mekanisme yang lebih ‘uit untuk mengolah anskrp,terutama prekursor mA. Eukario jugs memiliki tiga polimerase, sedangkan prokariot memiliki satu polimerese. Perbedaan lain mencakup kenyataan bakwa mRNA eukariotik biasanya memiliki informasi pengkode hanya unnik sau protein dan bahwa RNA eulariouk mengalami transkripsi di inti lalu bermigrasi ke sitoplasma di mana proses translasi berlangsung. Sintesis mRNA Eukariotik TRANSKRIPSI DAN PEMBENTUKAN CAP mRNA. Pada eukariot, mRNA ditasilkan oleh RNA polimerase II sebagai sebuah transkrip RNA inti heterogen yang besar (hnRNA). “Capping” transkrip primer ini terjadi se- Jama proses transkripsi berlangsung di ujung-'. Cap (lihat Gbr, 11.29) dihasilkan dari GTP, yang dihubungkan melalui tiga gugus fosfat ke gugus 5'hidroksil nukleotida pertama pada transkrip (Ghr. 13.11). Guanin yang ditamahkan mengalami metilasi i posisi 7. Metilasi jaga dapat terjadi pad 2'-hidroksilribosa pada nukleotida per- tama, atau kadang-kedang nukleotida kedua, yang mengalami transkripsi. Cap ini bberfungsi dalam pengikatan mRNA matang ke riborom selama sintesis protein PENAMBAHAN EKOR POLI(A} RNA polimerase erus mentrarskripsikan DNA, transkrip mengalami pemutusan oleh enzim sekitar 10-20 nukleotica ke ara hilir dari urutan poliadenilasi (AAUAAA) (Gbr. 13.12), Setelah pemutusan ini, terjadi penambahan ekor poli(A) ke transkrip. Gbr. 13.10, Transhsip RNA dan tRNA bakteri Satu prekurser besar mengalami pemutusan (di tanda panah) untuk menghasitkan >RNA 16S, 238, dan 5S dan beberapa RNA. 183 vamur yang dipetik oleh Yves Topaigne mengancung suatu toksin, — «-amanitin, yang menghambat RNA polimerase eukariotk Toksin ini sangat efekti dalam mengham- bat kerja RNA polimerase I. Toksin ini mula-mula menimbulkan gangguan salur- fan cema, lau gangguan keseimbangan elekrolitdan dernam, dikuti oleh disfungsi hati dan ginjal. Antara 40% sampai 90% in- diviéu_yang_monolan c-amanitin akan meringgal delam beberapa hari BPNNaNs.. (RNA) |. PPNNAN3. ere a PP, G(S)PPPNANLNs... sam (Goncr mei!) SAH — m7G(S')ppPNANENs.. SAM SAH van cap! mm’G(S)ppPN NN, Transpo | ‘stopiasma| SAM ‘AANA ukleosise 2") inotivansfoase| oy SAH capt miG(S"pppHymNzmN. Gbr. 13.11. Sintesis cqp-5'. Nukleotida pada uujung-5' mRNA (N,, No.dan N;) terlibat dalam pembentukan cap. GTP memberikan residu sguanin yang mengalai meillas oleh S-ate- nosilmetionin (SAM), yang menjadi S-adero- sithomosistein (SAH). Riboss pada nukleotida pertama (N,) mengalami metlasi pads gugus 2-hidroksil untuk membentuk struktur cap | Meetilasi kedua (paca ribosa N;) juga depat er- jdi, membentuk cap IL aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB [3 / TRANSKRIPSI: SINTESIS RNA 187 Subunit ribosom bermigrasi melalui pori-pori inti. Di dalam sitoplasma, subunit ini berinteraksi dengan mRNA, membentuk ribosom 80S tempat berlangsungnya sin- tesis protein (Gbr. 13.20). Sintesis tRNA Eukariotik Paling sedikit terdapat 20 famili (RNA di dalam sel, satu untuk setiap asam amino yang dimasukkan ke dalam rantai polipeptida yang sedang tumbub selama sintesis Protein, (RNA memiliki stuktur berbentuk daun semanggi yang melipal-lipat men- jadi bentuk L tiga-dimensi (lihatGbr. 11.35). Banyak basa mengalami modifikasi pas- catranskripsi ARNA dihesilken olch RNA polimerase Il, yang mengenali promoter pemisah di alam regio pengkode pads gen (Gbr. 13.21). Satu segmen promotor terletak antara “+8 dan +19, Segmen kedua ierleiak 30-60 pasangan basa kehilirdari yang pertama.. DNA 58 rena, = é z 3 jones 5 BS + pracy (rota & me pemaagkasan 5 3 88 ermnes raagnies A } Nukleolus ee ion ‘ ae rag snc % Gbr. 13.20. rRNA dan sintesisribosom. INA 5S mengalami transkripsi di nukleoplasma dan bergerak menuju nukleolus. RNA yang lain ditranskripsi dari DNA dan matang di dalam nu- $oolus, membentuk subunit ridosom 408 dan 60S, yang kemudian bermigresi kesitoplasma. Regio yang mongalamtranekripsh Presangan tasa promotor abngan umian _ProNetoe _betame _penveran Hela | Gbr. 13.21, Promotor untuk tanstripsi (RNA. Segmen gen dari mana {RNA matang dipro- | cuksi diberiarsir. Dua regio promotor terletak di dalam segmen ini. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 13) TRANSKRIPSH: SINTESIS RNA 19 pakan pembawa yang “silent” (samar), dengan satu alet normal dan satu alel yang de- fektifringan, Orangtua ini menghasilkan cukup banyak globin-B fungsionel schingga tidak memperlihatkan gejala talasemia. Apabila orangtua ini mewariskan ale! yang defektif ringan tersebut dan orangiva yang satunya (heterozigot) mewariskan alel de- feltif yang lebit parah, anak yang diwerisi tersebut akan mengidap talasemia interme dia, Dengan demikian, snak yang bersangkutan adalsh heterozigot untuk dua ale! defektif, ‘Toksin o-amanitin mampu menimbulkan isfungsi sel hati dan ginjal yang ire~ vversibel melalui inhibisi RNA polimerase mamalia. Untungnya, toksisitas Yves To paigne terbukti ringan. la hanya meagalami gejala saluran cema dan perubahen ringan pada fungsi hati dan ginjal, yang kembali ke normal éalam beberapa ming. ‘Terapi terutama bersifat suportif, dengan penggantian cairan dan elektrolit yang hi- Jang melalui saluran cera. Seat ini tidak tersedia antidot yang efektif untuk toksin 4. phalloides. LES adalah penyakit multsistem yang etiologinya tidak diketahui dan ditandai oleh peradangan yang berkaitan dengan adanyaautoantibodi di dalam darah, Autoan- tibodi ini bereaksi dengan antigen yang secara normal terdapat di int, sitoplasma, dan ‘membran plasma sel, Interaksi antibodi-antigen “din” (autoimun) tersebut mencetus- kan jenjang reakst peradangan yang menimbuikan gejale disfungi multiorgan seperti yang dijumpai pada Sellie D'Souder. ‘Torapi farmokologis untuk LES, yang ditujukan untuk imunosupresi, termasuk kortikosteroid, sering dengan dosis tinggi. Pada kasus yang refrakter, juga digunakan obst sitotoksik, misalnya azatioprin dan siklofesfamid, yang, melalui toksisitas pada sumsum tulang, menyebebkan imunosupresi, KOMENTAR BIOKIMIA. AIDS disebabkan oleh virus imunodefisionsi manusia (HIV). Telah ditemukan dua bentuk virus ini, HIV-1, yang lazim di negara industri, dan HIV-2, yanglazim di Afrika. Diperlukan waktu sekitar delapan sampai sepuluh tabun antare infeksi awal dan timbuinya sindrom yang, berkembang penuh. Protein dalam selubung virus beriketan dengan reseptor (CD4) di membran sel pe- Jjamu, yaitu suatu kelas dari limfosit T penolong. Lemak pads selubung virus berfusi ‘dengan membran sel, dan inti virus masuk ke dalam sel, Enzim reverse transcriptare menggunakan RNA virus sebagai cetakan untuk menghasilkan salinin DNA untai- tunggal. Salinan ini kemudian berfungsi sebagti cetakan untuk sintesis DNA untai- ‘ganda, Suatu enzim integrase, yang juga dibawa oleh vinis, memangkinkan DNA ini berintegrasi dengan genom sel pejamu sebagai suatu provirus (Gor. 13.28). Pada tahap awal iranskripsi provinss, transkrip digabungcan, dan diasilken tiga protein yang merangsang transkripsi gen virus. Sewaktu salah satu dari protein ini (Rev) menumpuk, RNA virus yang tidak digabung meninggalkan inti dan menghasil- kan protein selubung virus dan protein inti virus, termasuk reverse transcriptase. Dua protein sclubung (gp! dan gp!20) membentuk kompleks yang terbenam di membran sel. Protein lain bergebung dengan RNA virus yang panjeng-penuh untuk membentuk partikel virus inti, yang kemudian membentuk tonjolan (budding) pada membran sel. Dengan demikian, virus memperolch sclubung lemaknya dari msmbran sel pejam, ddan selubung mengandung protein virus (gp41 dan gp120). Protein permukaan virus, ‘2p!20, berikatan dengan reseptor CD4 pada limfosit T penolong yang lain, dan in- foksi kemudian menyebar. Pade orang yang tidak terinfeksi, limfosit T penolong biasanya berjumlah sekitar 1.000/mL. Infeksi olch HIV menyebabkan jumlah sel ini menurun, yang menyebab- kan defisiensi pada sistern kekebalan, Apabila jumlah limfosit T menurun di bawah 200/mL. penyakit telah berada dalam tahap lanjut, dan berbagai infeksi oportunistik, misalnya tuberkulosis, mancul. Makrofag dan sel dendritik, yang tidak memiliki re- septor CD4, juga dapat terinfeksi oleh HIV dan dapat memibawa virus tersebut ke susunan saraé pus. 18.2: Apakah Yves Topaigne dapat bertahan hidup dati ke- racunan jamurnya? Berat ba- dannya sekitar 90 kg. Jamur rata-rata memilki berat sekitar 50 g dan mengan- dung eelétar 7 rg c-amanitin. LD,, (dosie ‘ral yang membunuh 50% orang yang me- ‘makan toksin) adalah 0,1 mg/kg berat ba- dan. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 14 / TRANSLASI: SINTESIS PROTEIN, © Michael Sichel kembali ke klinik hematologi 1 bulan setelah cipulangkan OR nah mengalami gejala yang mengisyaratkan hemolisis ekut dan hemo- globinnya stabil pada 7.4 gid. Annie Myek. pada kunjungannya yang kedus, ternyata tidek memperliha kan perbaikan gejala. Kadar hemoglobinnya 6,0 g/dL (rentang acuan = 12- 16 gal) eq Priscilla Twigg melanjutken dietnya yang sangat hipokalorik dan bahkan | hampir ana ding, Insekarang umpak sung kur dan pce. Hemogo- bin 9,7 g/dL, hematokzit (volume packed red cell) adalah 31% (rentang, ‘acuan untuk wanita = 36-46%), dan hemoglobin korpuskularrerata (jumlsh rerata ke- moglobin per sel darah merah) adalah 21 pg/dL (rentang acuan = 26-24 pg/dL). Angka-angka ini menunjukkan anemia mikrositik (yang berarti ukuran sel darah ‘merahnya kecil),hipokromik (yang berarti berwarna pucat, dan mengisyaratkan pe- ‘nurunan jumlah hemoglobin per sel darah merah), yang dapat disebabkan oleh defisi- censi besi dalam makanan Jay Sakz adalah seorang bayi laki-laki berusia 6 bulan keturunan Yahudi ‘Ashkenazi. Pectumbuhan dan perkembanganaya normal sampai usia S bu- len sewakiu ia mulsi memperlihatkan kelumpuhan ringan otot yang menye- luruh, Pads usia 7 bulan, kontrol kepalanya berkurang, perkembangan motoriknya ‘melambat, dan semskin tidak memperhatikan sekelilingnya. Orangtvanys juga meli- hat gerakan mata den episode menatep yeng tidak lazim, Pada pemeriksaan cermat tethadap retinanya, dokter anak melihat adanye bercak “cherry-red” di dalam makula yang pacat. Dokter mencurigai penyakit Tay-Sachs dan mengirim sampel darab utuh ke laboratorium riset genetik-biologi molekular, ‘Thomas Appleman kembali ke dokter setelah diobati eritromisin selama 1 ‘minggu, Sampel dehak dari kunjungan sebelumnya telah dibiak. Hasilnya ‘menegaskan bahwa infeksi saluran napasnya disebabkan oleh Streptococ- cus pneumoniae dan bahwa organisme ini peka tethadap penisilin, eritromisin, tetza- siklin, dan antibiotik lain, krna Nem, seorng mahasswa kedokeranbersia 25 hun, menbeva | anak perempuannya berusi 4 tahun yang schat, Beverly, ke dokter anak untuk imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus yang kedua (DPT-2). Ema memberitabu kepada dokter bahwa bibi buyutnya meninggal akibat difteri sewaktu terjadi epidami beberapa puluh tahun yang Lalu. KODE GENETIK Be es Transkripsi, pemindahan pesan genetik dari DNA ke RNA, didasarkan pada konsep pembentukan pasangan basa yang agak scderhana, Translasi, pemindahan pesan ge~ netik dari bahasa nukleotida asam nukleat menjadi bahasa asam amino protein, meli- barkan mekanisme yang lebih rumit, tetapi juga menggunakan pembentukan pa- sangan best sebagai langkah lune Pada akhir tahun 1950-an dan awal 1960-an, para ahli biologi molekuler yang ber- ustha menguraikan proses translasi menemukan dua masalah. Pertama meliputi peng- ursan isi kede hubungen antara “bahesa” asam nukleat dan “bahasa” protein, dan ke- dua meliputi penentuan mekanisme molekular bagaimana translasi antara kedua ba- hhasa ini terjadi Tendapat duapuluh asam amizo yang digabung menjadi protein dan, oleh Karena ‘itu, terdapat 20 karakter dalam “abjad” protein. Abjad esam nukleat hanya memiliki ‘empat karakter, sesuai dengan empat nukleotida mRNA (A, G, C, dan U), Para ahli 195 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 14 / TRANSLASE SINTESIS PROTEIN Insersi (Sisipan) Insersi(sisipan) terjadi apabila satu atau lebih sukleotida ditambahkan ke DNA. Apa- bila insersi(sisipan) tidak menimbulkan kodon stop, dapat dihasilkan provein dengan jumlah asam amino lebih banyak daripada normal. Delesi (Penghilangan) Apabila satu atau lebih nukleotida dikeluarkan dari DNA, mutasi yang terjadi adalah delesi. Apabila delesi tidak mempengaruhi kodon start atau kodon stop yang normal, dapat dihasilkaa protein dengan jumish asam amino lebih sedikit daripada normal, Mutasi Frameshift ‘Mutasi frameshift terjadi apabila jurlah nukleotida yang diinsersikan (disisipken) atau didelesikan (dihilangkan) bukan kelipatan tiga (Gbr. 14.4). Setelah insersi atau delesi, kerangka baca bergeser schingga setelahtitk tersebut basa dibace dalam ko- ddon yang tidak tepat PEMBENTUKAN AMINO) Sebuah tRNA yang mengandung asam amino yang terikat secara kovalen ke ujung- nya disebut aminousilRNA. Aminoasil4RNA diberi nama untuk esam amino dan {RNA yang membawa asam amino (misal, alanil-tRNA*), (RNA tertentu mengenali hanya kodon start AUG yang mengawali sintesis protein dan bukan kodon AUG lain. yang menentukan insersi metionin ke dalam rantzi polipeptida. Inisiator metionil- {RNA™® ini diberi tanda di bawah garis (subscrip) “i": metionil-tRNA\""*. ‘Asam amino melekat ke t2NA mereka oleh enzim yang sangat spesifik yang dike- nal sebagai aminoasil-tRNA sintetase. Terdapat duapuluh sintetase yang berlainan, satu sinfetase untuk masing-masing ssam amino, Setiap sintetase mengenali asim amino tertentu dan semua tRNA yang mengikat asam amino tersebut. Reaksi yang dikatalisis oleh aminoasil-tRNA sintetase berlangsung dalam dua Jangkat, Pada langkah periama, ssam amino diaktifan dengan cara beresksi dengan ATP untuk membentuk kompleks enzim/aminoasil-AMP dan pirofosfat (Gbr. 14.5). Pirofosfat diuraikan oleh pirofosfatase, schingga reaksi menjadi lebih cepat karena sa- Jab satu produk dikeluarkan, Pada langkah kedua, asam amino yang telah diktifkan dipindahkan ke gugus 2'-hidroksil atau 3'-hidroksil urutan CCA di ujung-3' tRNA, ddan AMP dibetasksn. Sebuah tRNA yang membawa sebuah asam amino (aminoasi-tKNA) dikatakan “bermuatan.” Energi dalam ikatan aminoasi-iRNA kemudian digunalan dalam pem- bentukan ikatan peptida selama proses sintesis protein. Pro -Gin - Trp - Ser - Arg -His eee ea SCA CAG UGG AGU CGA CAU U- Normal 5 Mutan 5 (insersi basa) os Go Gt 4 Pro -Gin - Trp - Lys - Ser-Thr Ghr. 14.4, Mutasiframeshif.Insersi sebuah nukleotida menyebabkan kerangka baca bergeser, sehingga urutan asam amino protein yang ditrenslasikan dari mRNA setelahttik insersi akan berbeda. Efek serupa éapat terjadi akibat nseri atau delesi nukfectida apabila jumlahnya bu- kan kelipatan tiga 199 14.1: Satu jenis talasemia dise- babkan oleh sebuah mutasi nonsense. Kodon 17 pada rantai globin-3 diubah dari CGG menjadi CGA. Perubahan ini menyebebkan perubahan kodon untuk residu triptofan menjadi ko- don stop. Mungkinkah Annie Myck mengalami mutasi pada kodon 17 in? [ey eetese son langan) peda gen globin, Telah dilakukan poneitian terhadep ponderta ‘yang mengalam delesi (pengtilangan) be- ‘sar di regio pengkoce 5 atau 3 pada gen lebin-p, sehinoga hampir seperiga dari urutan DNA hilang. Mungkinkah Annie Myck mengatami detesi (oenghilangar) besar pada gen glo- bin-pnya? 14.2: Seberapa jenis telasemia Hasil pemeriksaan yang dileku- kan di laboraterium biologi mo- lekuler memperiihetkan bahwa vay Sakz mengelani insersi pada ekson 11 rantai-a gen heksosaminidase A. Mu- tasi ini adalah jenis mutasi tersering yang dijumpsi pada pendorita penyakit Tay. ‘Sachs dengan latar belakang Yahudi Ash- kenazi. (Untuk rincannya, lihat bagian Masalah pada aihir bab ini) aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAD 14 / TRANSLASK: SINTESIS PROTENN 203 @ vairtrnavar™ er vt EFL EFia*GTP, a ors YY eFtascor Gbr. 14.11. Daur ulang EF. Pada prokariot, EF1a adalah EF-Tu dan protein padanan Py ada lan Ts. i EF1GTP EF1*GDP ey (Lengkah pemanjangan 1-3 diulangi) Ge, 14.10. Pomanjangan ania polipeptid. 1. Penglatan aminoas-ARNA ke tempat A. 2 Fembentatan Hata ppd 3. Tansfoks: Dua lung yg pelt alan beng sing ecan beramasn, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. RAR 14 / TRANSLASI: SINTESIS PROTEIN 207 KOMENTAR KLINIS. Laperan laboratorium riset biologi molekular genetik mengenai sel darah putih Jay Sakz memperlinatkan tahwa ia ‘menderita defisiensi heksosaminidase A akibat defek pada gen yang meng- kode subunit « dari enzim ini (penyekit Tay-Sachs, varian B). Heksosaminidase ada~ lah enzim lisosom yang penting untuk penguraian normal glikosfingolipid, misainya sgangliosida. Gangliosida ditemukan dalam konsentrasi tinggi dalam genglion saraf, ‘walaupun dihasilkan di banyak tempat dalam sistem saraf. Fungsi gangliosida pada membran sel masih belum diketahui secara pasti. Apabila aktivitas enzim degradatif ini berkurang atau tidak ads, terjadi penimbunan gangliosida yang mengalami degra- dasi parsial di dalam lisosom di berbagai sel sistem saraf pusat dan menyebabkan berbsgai ganaguan neurologis yang secara kolektif disebut sebagai gangliosidosis, Apabila defisiensi enzim parah, gejala muncal delam 3-5 bulan pertama kehidupan. Akhimya timbul gejala defisit neurologik motorik atas dan bawah, gangguan pengli- hhatan yang dapat berkembang menjedi kebutaan, kejang, dan disfungsi kognitif yang makin memburuk, Pada tahun kedua kehidupan, penceritz dapat mengalami regresi ke status vegetatif total, dan sering meninggal akibat bronkopneumonia karena aspi- nasi alau ketidskmampyan untuk batuk. Priscilla Twigg menderita anemia sedang-berat, mungkin akibet asupan besi da- Jam makanan yang tidak adekuat, namun ia relatif tidak mengalami gejala. Orang se- ring dapat toleransi terhadap penurunan kapasitas transpor oksigen dari darah apabila penurunan hemoglobin tersebut berlangsung dalam jangka lama. Namun, peda indi- vidu yang simptomatik (bergejala), dapat timbul rasa lelah, berdebar-debar, nepas sesak setelah berolahraga ringan, dan pusing apabila berdiri mungkin menyertai ane~ nia apapun sebabnya dan bukan khas untuk anemia defisiensi besi saja Dengan tersedianya toksoid difteri sebagai bagian dari praktek imunisasi DPT yang hampir universal di Amerika Serikat, kematian akibat infeksi basil positif-Gram C. diphtheriae jarang dijampai. Sebagian besar anak, seperti kasus Beverly anak Nemdy, ciimunisasi, Namun, peda individu yang tidak diimunisasi, dapat timbul ge~ Jala yang diakibatkan oleh eksotoksin bakteri yang dikode oleh suatu faga yang ‘menginfeksi sel bakteri. Toksin masuk ke dalam sel manusia, menghambat sintesis protein, dan, akhimya, menyebabkan kematian sel. Penyulit yang berkaitan dengan ‘gangguan jantung dan susunan saraf merupakan penyebab utarna morbiditas dan mor- talitas. Untuk kasus yang terbukti discbabkan olch difteri, salah satu pengobatan utama adalah penggunsan antitoksin difteri dari kuda. bagal antibiotik dengan menghambat sintesis protein. Proses translasi pada ribosom bakteri dan pada ribosom sitoplasma sel eukariotik memiliki ba- nyak persamaan, tetapi terdapat sejumlah perbedaan samar, Banyak antibiotik yang nm KOMENTAR BIOKIMIA. Banyak ditemukan senyawa yang berfungsi se- ‘Streptemisin ‘Beikatan dengan svbunitribosom 30S prota, sehingga ‘mencegeh penbenskan tompleksisisl Obatin juga ‘menyebabkan kesabbhan pombacaar mRNA Tetasin Bothatan dengen subunit bosom 305 den menghambet pengiklan faminoaslRNA ko tampat rant ;Bofkatan dengan subuntrbosom 50S dar menghambat pettditansterse Ettromisin Beikatan dengan subunit bosom 50S dan mencegah aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 15 Pengaturan Ekspresi Gen Exspresi gen diatur oleh mekanisme yang rumit. Prokariot mengatur ekspresi gen terutama di tingkat transkripsi melalui satuan-satuan genetik yang dikenal sebo- 4gei operon. Sebuah operon terdiri dari serangkaian gen yang menghasilkan serangkaian protein di bawah kontrol sebuah promotor (atau regio pengatur). Protein pengatur berikatan dengan promotor dan mempermudah atau mengham- bat pengikatan RNA polimerase Gen eukariotik tidak terorganisasi menjadi operon. Namun, masing-masing gen untuk sebuah rantai polipeptida dikontro! oleh promotornya sendiri Pengaturan edypresi gen tesjadi di tingkat DNA oleh modifikasi kimia basa-base, oteh hi- Jangnya atau amplifikasi gen, dan oleh penyusunan ulang (cearrangement) gen. Pengaturan juga terjadi di tingkat transkripsi, selama pengolahan RNA, atau se- Jama transpor RNA dari inti ke sitaplasma. Mekanisme pengatur tanbahan beroperasi di dalam sitoplaima pada tingkat translasi. Untuk suatu gen spesiftk, pengaturan dapat terjadi secara bersamaan di berba- ‘gai tingkat, dan banyak faktor bekerja secara bersamaan untuk merangsang atat menghambat ekspresi suatu gen ‘Annie Myck mengeluh adenya nyeri di tulang belakang begian bawah. Pe- meriksaan computed tomogram (CT) kuantitatif terhadap tulang be- lakangnya memperlihatkan adanya daerah penekanan dini korda spinalis di regio lumbal tas. Dilakukan radiast lokal pada daerah ini dan pemberian transfusi da- rah secara teratur. Hasil pemeriksaan khusus mengenai defek genetik yang mendasari talasemianya sedang ditunggu. Perjalanan limfoma folikular Arlyn Foma tampaknya berkembang men- jadi proses yang lebih agresif. Penyakitnya tidak berespons baik terhadap Kemoterapi banyak obat mutakhir yang terdiri dari doksorubisin (adria- isin), vinkristin, siklofosfamid, dan metotreksat (AVICM). Kerena interferon «-2b rekombinan dilaporkan memiliki efek sinergistk alau aditif dengan obat-obat di atas, bat ini ditambahkan ke dalam pro:okol di atas, Welaupun dipertimbangkan ke- mungkinan resistensi, metoirekoat tetap digunakan sebagai bagian dari pendekatan terapeutik kombinasi a Untuk menentukan penyebab anemia mikrositik hipokromik Priscil | ‘Twigg, diacukan pemeritsnan kadar fern serum (ben esi eimpaaan dalam sel) dan temyaia subnormal (6 ng/mL, rentang normal = 12-150 ‘ag/mL). Kapasitas total plasma mengikat besi atau kadar transferin(transferin adalah protein pengangkut besi dalam plasma) lebih besar daripada normal (510 mg/dl, ren- tang acuan = 220-440 mg/dL). Saturasi besi transferin yang dihitung dari angka- angkadi atas adalah kurang dari 15% (normal 20-55%). Gambaran hasil aboratoriam ini konsisten dengan keadaan defisiensi besi teiapi tidak dapat memastikan apakah de- fisiensi tersebut disebabkan oleh hilangnya besi (misal, perdarahan) atau kurangnya asupan besi, Riwayat anoreksia nervosa sangat mengisyaratkan bahwa defisiensi asupan beesi adalah penyebsb ancmia pada penderita i aut aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 15) PENGATURAN EKSPRESI GEN Promotor ypmrrrprortpnow ‘Tidak teri transkrpsi Tidak aihasian protein Gen stukturat Represor (aki) B. Dengan adsnya inducer RNA poimerase } [rests t mRNA poissvonk us| ron we Gbr. 15.6. Operon yang dapat diinduksi. Apabita dak er- dapat inducer, represor berikatan dengsn operator, RNA polimerase tidek dapat berikatan dan tidak cerjadi tans- kripsi Apabilaterdapat inducer, inducer berikatan dengan represor den menyetabkannya tidak aktif: Regresorinaktif \idak berikatan dengan operator. Oleh karena itu, RNA p0- limerase dapat melekat ke regio promotor dan melakukan ‘wanskripsi gen struktual Protein c Represor ‘inakin) ‘A. Tenpa adanya koreprosor Promotor Gen struktural Genpengatur ‘ “ " DNA ROO { NA \ “me. polimerase wa foENA AL DD DA Represor pose 4 4d ‘ist Prtein Pron Prolein eee PN B Dengan adanyakorepresor DNA RAW t Tidak trial trarskrips! nahin | Tak dhaskan prten = - ~ cbr. 18: Operon yang dap dvpres:Repesrbereda WBE sis keadan dak ahi sunpai sebuah mek Kei represor SOE, mengiaya, Konplelsrepresu-Koeresor (ani —_berikalan dengan operator dan mencegah transkrips. 215 Operon laktosa (lac) pada E. coll Giatur oleh induksi, Apabile sel baktor ini terpajan ke glukosa ddan tidak terdapat laktosa, represor lac ti dak ditempel oleh inducerdan, dengan de- mikian, berada dalam keadaan kit ‘Bepresor berikatan dengan operator, dan ‘gen operator tidak diekspresikan. Namun, apabila sel tidak mendapat pasokan glu- kosa tetapi terdapat laktosa, suatu mo- tabolit laktooa (alolaktoca) bertungsi so- bagai inducer, berikatan dengan represor dan menyebabxannya tak aktit, Repre- ‘sot inaktif tidak lagi dapat berikatan de- rngan operator. RNA polimerase sekarang dapat berikatan dengan promotor dan me- lakukan transkipsi ketiga gen struktural pada operon (2, Y, dan A), menghasikan MANA polisistranik yang mengkode pem- bentukan tiga protein (hat Gbr. 15.4) Protein produk gen Zadalah suatu ga- laltosidase-B yang menguraikan laktosa, menghasilkan glukosa dan galaktosa. Glu: esa dan galaktosa kemudian dapat diok- sidasi oleh sel untuk menghasikan energ Gen Y menghasilkan laktosa permease yang meningkatkan transpor lakosa ma- suk ke dalam sel. Fungsi tansasetiase yang cinasikan oleh gen A masih belum diketahui. Operen trptofan (tp) diatur oleh represi. Secara normal, apabila E.coli tidak memilki sumber asam amin, operon trp diakikan, meng- hasitkan enzim yang memungkinkan sel ‘membentuk triptofan. Narun, apabila sel dliberitiptotan, asam amino ini akan bor- katan dengan represor inakt#. Pengikatan Ini menyetabkan perutanan kontormasi represor sehingga represor tersebut men- jaci ait, mengikat operator, dan meng- hambat okepresi operon. Karena se! men- dapat pasckan triptofan, membuat enzim ‘untuk sintesis asam amino tersebut akan ‘membuang-buang energ. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAD 15 / PENGATURAN EKSPRES! GEN banyak sel yang terus membeleh dan berdiferensiasi sampai dihasilkan organisme kompleks yang terdiri dari bermacam-macam jaringan dan organ. Perubahan perkem- bangan yang terjadi adalah akibat ari perubahan akiivitas gen. Sewaktu mudigah (embrio) berkembang, kumpulan gen yang berbeda diaktifkan dan dihasilkan gugus protein yang berbeda, Perubahan aktivitas gen ini telah terprogram: yaitu, setiap mu- digah barv mengulangi polapervbahariyeng sama dalam bingkai waktu yang serupa. Antara masa anak dan masa remaja dan antara masa remaja dan masa dewasa, ter- jadi perubahan perkembangan yang cepat lainnya. Orang dewasa tidak mengalami perubahan perkembangan yang cepat kecuali selama hamil, Bahkan setelah mass re- produktif, sel tertentu di dalam organisme terus mengalami diferensiasi, misalnya sel ‘yang menghasilkan antibodi sebagai respons terhadap infeksi, pembarvan populasi Sel darah merah, den penggantian sel pencernaan yang terlepas ke dalam lumen usus. Semua perubahan fisiologis ini diperintah oleh perubahan aktivitas gen. Karena kerumitan morfologi dan perilaku sel eukeriotik, mekanisme yang digu- nakan untuk mengatur aktivitas gen, dan dengan demikian mekanisme yang digu- ‘akan untuk mengatur sintesis protein, jauh lebib rumit dibandingkan dengan yang digunakan oleh sel prokariotik. Perbedaan antara Sel Eukariotik dan Prokariotik Sel eukariotik memilis int, Proses transeripsi, yong berlangsung di inti, dipisablan oleh membran inti dari proses translesi, yang berlangsung di sitoplasma, Sebaliknya, prokariot tidak memiliki inti, dan proses transkripsi dan trenslasi berlangsung secara serentak. Di dalam inti sel eukariotik, DNA membentuk kompleks dengan histon. Prokariot tidak memiliki histon ‘Kumpulan gen yang merupakan genom manusia mengandung DNA sekitar 1.000 kali lebih banyak (3 x 10° pasangan basa per sel haploid) dibandingkan dengan genom bakteri E.coli (4 x 10* pasangan basa). Intuisi dengan segera memberi kesan bahwa manusia memiliki lebih banyak DNA daripada bakteri karena manusia merupskan or- ganisme yang lebih kompleks. Waleupun terdapat beberapa pembenaran untuk ke~ simpulan seperti itu, faktor lain perlu dipertimbangkan (Tabel 15.1). Sebagian Besar Sel Manusia adalah Diploid Kecuali sel germinativum, sebagian besar sel manusie normal bersifat diploid (Gbr, 15.11). Oleh karena itu, sel tersebut memiliki dua salinan dari masing-mesing kromo- som, dan masing-masing kromosom mengandung gen yang merupakan alel dari gen pada kromosom homolog. Karena satu kromosom dalam setiap kumpulan kromosom homolog diperoleh deri masing-masing orangtva, alel dapat serupa, mengandung turutan DNA yang sama, atau berbeda. Sel manusia diploid mengandung DNA 2.000 kali lebih banyak éaripada DNA dalam sel E. coli. ‘Sel bakteri biasanya haploid; sel ini hanye memiliki satu salinan dari sebuah kro- mosom. Oleh karera itu, separuk dan perbedsan antars kandungan DNA sel manusia dan sel bakteriterjadi karena sel manusia memiliki dua salinan dari masing-masing kromosomn abel 15.1. Jumiah DNA Delam Genom Berba: Passngen Basa Per Genon Haslold 4x txi0! tx axe 2x10" Ecol {lat tuah 219 Kromosom homolog Gor. 15.11, Sel manusia bersifat haploid. Sel germinativum haploid (sperma dan sel tlur), ‘masing-masing mengandung 23. kromesom, ‘menyaiu untuk membentuk zigot diploid (telur yang dibuahi). Oleh karena itu, zigot meniliki 46 kromosom. Zigot membelah dan berdi- ferensiasi untuk membentuk individu baru Kecuali untuk sel germinativum haploid, sctiap sel di dalam tubub adalah diploid. Sel diploid memiliki dua salinan dari masing- ‘masing kromosom, satu berasal dari ayah dan satu dari ibu. Dua salinan kromosom disebut homolog. Setiap kromesom meagandung ribuan gen dalam DNAnya Gen yang berkore- spondensi pada dua kromosom homolog dike- nal sebagai alel aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 15 / PENGATURAN EKSPRESI GEN 223 Di tingkat rarskripsi gen spesifik, elemen di dalam unutan DNA (disebut elemen sis) berikatan dengan faktor lain yang dikenal sebagai elemen érans (bissanya protein) yang mendorong atau menghambat pengikatan RNA polimerase ke gen (lihat Bab 14), Senyawe, misalnya hormon steroid, dapat berfungsi sebagai inducer, merang- sang pengikatan elemen trans ke elemen sis DNA. Pengaturan depat terjadi selama peagolahan transkrip RNA (hnRNA) menjadi mRNA matang, Tempat penyambungan altematif atau tempat elternatifuntuk penam- bahan ekor poli(A) (tempat poliadenilasi) depat menghasilkan mRNA yang berbeda dari hnRNA tungeal. Hal ini menyebabkan sebuah gen dapat menghasilken protein yang berlainan. Pada tingkat translasi, faktor pengatur dapat mempengarubi langkab inisiasi. Sta- bilites mRNA juga memainkan peranan. mRNA dengan waktw-paruh yang lama menghasilken lebih banyek protein daripada mRNA yeng memiliki waktu-paruh yang singkat. ius bering Septal OA manyebabkan copia ust rogio paca ONA PERUBAHAN DALAM GEN Hilangnya Gen Apabila gen mengatami delesi total atau parsial dar set, tidak dapat dihasilkan protein fungsional. Contch ekstrim hilangnya gen terjadi selama perkembangan sel darah merah, Sel imatur (erttoblas) memiliki inti yang menghasilken mRNA untuk rantai globin hemoglobin. Seiring dengan pematangan se, inti dikeluarkan sehingga sel da- rah merah yang benar-benar matang tidak memiliki inti sehingga tidak memiliki gen Regi yang monger amps! dan tidak lagi dapat menghasilkan mRNA. seiceaget eat J. fetmowem kel yg, ee. Untuk menghasitkan protein spesifik dalam jumlah besar, dapai dihasilkan banyak sa~ < linan gen. Proses ini dikensl sebagai amplifikesi gen (Gbr. 15.14). Pada beberapaspe- 4.8 sies, selama stadium tertentu calam perkembangan normal terjadi amplifikasi gen. Nau, amplified usr jadwalfanschedled amplifenion) juga trad. | Penyusunan Utang Gen Cable minus Segmen DNA dapat berpindah dari satu lokasi ke lokesi lain dalam genom, berikatan ‘oman an satu sama lain dalam derbagai cara sehingga dibentuk protein yang berbeda. Contoh penyusunan ulang gen yang paling dalam ditelititerjadi dalam sel yang menghasilkan antibodi. Antibodi memiliki dua rantai ringan dan dua rantai berat, yang masing-masing mengandung regio variabel dan regio konstan (lihat Bab 8). Sel B membentuk antibod. Peda prekursor sel B, terdapat lebih dari 200 urutan Vy, 20 uruten Dj, dan 6 urutan Jy berkumpul di regio panjeng kromosom. Terjadi serang- kaian proses rekombinasi yang menyatukan satu urutan Vy, satu urutan Dy, dan satu uruten Jy; menjadi sebuah ckson yang mengkode regio variabel rantai berat antibodi Gbr. 15.14. Amplifikasi gon. (Gbr. 15.15). DNA pada sel baka! i Bal Bal Reirson) [ pr Gen rants berat -[¥s[Os] Ja] Regiokonsian ‘Ghr. 15.15. Penyusunan vlang DNA, Gen rantai berat éari manalimfo- _prekursor. Regio variabel dan regio koastan imunoglebulin (antibod!) sitmemproduksi imanoglobulin dikasitkan metali penggabungan seg- dijelaskan di Rab 8 ‘men spesifik dari sejuralah besar urutan potersial pada DNA stl aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 13 / PENGATURAN EKSIRES! GEN 227 ee ee Fe}HEI Kaisitonin| i [CGRP] Toe ‘Transkripsi pony! —— mani cos Ge a. : pea sever soph cu 3 ABE ERs ‘mRNA kalsttonin Gor. 15.20, Penyambungan altematif pada gen kalsitonin. Disel tiroid, ‘ransknp dari gen kalsitonin ciolah untuk membentuk mRNA yang ‘mengkode kalsitonin. Permutusan tezjadi di tempat poli(A) | dan pe= yambungan di sepanjang garis abu-abu terputus-putus. Di otak, trans- Pemutusuan, poiadenilas ‘dan penggebungan cops - BSS CGAP Fal - Po a3 mRNA CGRP ‘sip gen ini mengalami penyambungan alternati dan poliadenilasi un- tuk mengkasilkan protein terkaitgen kalstonin (calcitonin gene- ‘elated pravein, (CGRP), Pemutusan terjadi di tempat poli(A) 2 dan penyambungan di sepanjang garis ebu-abu terputus-putus. PENGATURAN PASCATRANSKAIPS! Pengaturan dapat terjadi selama pengolahan transcrip primer (inRNA) dan selama transpor mRINA dasi int Ke sitoplasma, Penggunaan Penyambungan Alternaiif dan Tempat Poliacenilasi Pengolahan transkrip primer erdiri deri penambahan cap di ujung-', pengeluaran in- tron, dan penambahan ekor poli(A) ke ujung-3" (polindenilasi) untuk monghasilkan mRNA matang (lihet Bab 13). Pada keadaan tertentu, penggunaan penyambungan al- tematif (alternative splicing) éan tempat poliadenilasi menyebabkan sstu gen menghasilkan protein yang berbeda. Misalnya, peda sel parafolikel kelenjar tiuid, gen kalsitonin menghasilkan sebuah mRNA yang mengkode pemmbentukan kalsitonin. i otak, gen yang sama digabungkan dengan cara berbeda dan menggunakan tempat Poliadcnilesi yang berbeda, sehingga hasilnya adalah protein yang berperen delam in- dera pengecapan (Gbr. 15.20). Selain mengalami penyusunan ulang, gen yang mengkode antibodi juge diatur oleh perubahan dalam penyambungan dan poliadenilasi. Pada stadium awal perkem- bengan. limfosit pra-B menghasilkan antibodi lgM yang terikat ke membran sel. Anti- bodi ini dihasilken dari mRNA yang mengandung ekson yang mengkode pem- Dentukan regio hidrofobik di terminal-C protein, Regio hidrofobik ini melekatcan an- tibodi [gM ke membran sel. Kemudian, selama diferensiasi se! penghasil-antibedi, 2 guaion ed. Fumaret+ 24" + 2» suksirat ‘Ocealosetal+ 2H'+2€ —» malat Asotalgehia» 2H"+ 2. -+ eanot Prwvat 2H +2 0 > lk Rbotlarin 24' +26 ofan 13.Bststogiseral 2H + 20 ~» giseraohica estat NAD» = 2H +20 + NADH +H" Asoat = 24+ 20 > asoalhida ~ ESpada p70 oats POTENSIAL REDUKSI Energi yang tersedia untuk sintesis ATP dari reaksi oksidasi-reduksi sering dinya- takan sebagai ABy (perbedaan potensial reduksi pasangan oksidasi-reduksi) dan bu- kan AG*. Potersial reduksi, Eo, dari suatu senyawa adalah besar energi (dalam volt) ‘yang cibebaskan sewaktu senyawa tersebut mendapat elektron. Potensial ini dapat di- ‘anggap sebagai ckspresikesediaan senyawa menerima elekivon. Beberapa contch po- tensial reduksi diperlihatkan dalam Tabel 18.4 Dalam jalur metabolik, elektron umumnya dipindabkan dari senyawa dengan po- teasial reduksi yang rendah ke senyawa dengan potensial reduksi yang tinggi. Oksi- fen, yang merupaksn penerima elektron terbaik, memiliki potersial reduksi terbesar (Gaitu pating bersedia menerima elekiron dan mengalami reduksi). Makin negatf po- tensial reduksi suatu senyawa, makin besar energi yang tersedia sewaktu senyawa ini memberiken elektronnya kepada oksigen, Misalnya, potensial reduksi NAD" lebih negatif (-0320 volt) daripada riboflavin (-0,200 volt), dan dengan demikian AG" un- tuk oksidasi NADH oleh O biasanya lebih besar daripada AG* untuk oksidasi protein yong mengandung riboflavin. Nilai untuk NADH adalah sekitar 53 kkal dan untuk FAD(H) adalah sekitar-41 kkal. BAB I8/ BIOENERGETIK SEL 279 18.5: Thomas Appleman mo- miliki Kesan yang salah bahwa tanol tidak mempunyai kelori Namun, etanol adalah bahan bakar de- ‘gan status oksidasisehingga mempunyai kalori, Sandingkan struktur etanol dengan ‘glukosa dan asam lemak (baweh). Ber- dasarkan Keadaan oksidasiketiganya, ssenyawa rrana yang menghasilken paling banyak energi(Kalor) pes gram? Senyawa mana yang menghesilkan paling banyak ATP per gram? HOH;C~ (HO~OH),-C—H Glukosa (CH.CH.OH + Etanol (Hy (CHp)yg=C—OH ‘Asam lemak Hubungan langsung antara per- Ubahen energi dalam reaksi ‘oksidasi-reduksi dan AG* dinya- takan dalam persarraan AG" =-n Fae, i mana n adalah jumlah elektron yang di pindahkan dan F adalah konstanta Fara- day (23 kkal/volt). aE, untuk reaksi oksidasi-reduksi neto dihitung dari poten- sial reduksi separut-reeksi yang diperti- hatkan di Tabel 18.1, disusun kerbali dalam sualu cara untuk menghasifkan reaksi netto yang sesusi. Persamaan ini dengan sederhana mempetinatkan ba- gamana mengubah energi bebas yang teroedia deri pemindahen elektron, yang dinyatekan dalam volt, menjadi AG*. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. fon nN man at! ganda WC em | ge Gace Gbr. 18.14. Oksidasi enol menjadi asetat terutama (erjadi di hai, Alkehot dehicrogenase (ADH) mengoksidasi etenol menjadi asetaldehida di dalam sitosol, Asetaldehida cioksidasi menjadi asetat terutama oleh asetaldehida dehidrogenase mitokondra, Dihasikan ATP dari NADI melalui fosforilasi oksidati, Schagiaa asctaldehida masuk ke dalam darah urtuk disa- lurkan ke jaringan lain, Sebagian asetai dioksidasi dalam siklus asam trikarbeksilst (ATK), tetapi sebagian besar masuk ke dalam darah dan diserap oleh jaringan oto, tempat zat ini dic ubah menjadi aseti KoA dan dioksidasi secara sempurna menjadi COs dalam siklus asam tri- harboksilat. Kecuali pada kadar etanol yang sangat tinge perubshan kandungaa kalori enol ‘menjadi ikatan ~P ATP berlangsurg secaraefisen dasi menjadi asetaldehida oleh sistemn yang mengoksidasi etanol mikrosom (microso- al etharol-oxidizing systent, MEOS) di hati (Gtr. 18.15). Sistem ini menggunckan ekivalen terecuksi dalam bentuk NADPH, bukan membentuknya sebagai NADH. Namun, ATP tetap terbentuk dari oksidasi asetat selanjutnya, Kerusakan mitokondria dan daur-ulang metabolit dari oksidasi bahan bakar ada- Jah dua faktor tambahan yang mungkin juga berperan menyebabkan penggunaan kalori etanol menjadi kurang efisien pada asupan etanol yang tinggi. Berlainan de- ‘gan mitokondria normal, mitckondria dalam jaringan dari pecandu elkobol yang kronik mungkin tidak mampu mempertahankan gradien protoa transmembran yang perlu untuk kecepatan sintesis ATP yang normal. Akibatnya, semakin besar proporsi energi dalam etanol akan diubah menjadi panas. Oksidasi etanol mengganggu jalur oksidasi esam lemak dan glukosa yang normal, Pendauran zat antara di antara jalur untuk melengkapi proses oksidatif juga dapat menyebabkan oksidasi bahen bakar menjadi Kurang efisien apabila terdapat etanol Bacaan Anjuran SOAL 1. Tabel 18.5 mempesiihaikan kecepatan metabolik berbagai jaringan di dalam tu- buh, Untuk setiap jaringan, kecepatan konsumsi oksigen dihitung sebagai konsumsi slukosa ekuivalen, Sebenamya, setiap jaringan mengoksidasi berbagai bahan bakar ‘engan jumlah bervariasi. Secara keseluruhan, Konsum kalorjaringan ini menentu- kan hampir semua BMR. Jumlah total ATP yang dihasilkan oleh rate-rata orang, yang sihitung darijumlah kebutuhan ATP jaringan ini, member nilaihampir mencapai 100 lb (45,36 kg) ATP per hari. Untuk setiap jaringan yang tercantum, jelaskan mengapa Kebutuhan ATP tersebut sangat tinggi 2._ Setiap jaringan dapat memiliki nilai AG yang berbeda-beda untuk hidrolisis ATP. Di sel otot, [ATP] = 8,1 mM; [ADP] = 0,93 mM; dan [Pi] = 8,1 mM. Di eritrosit, {ATP]=2,3 mM; [ADP] = 0,3 mM; dan [P,] = 1,7 mM. Jaringan mana yang memerlu- BAB 18 / BIOENERGETIK Sa. 283 Asetaldehica ADH -SONADH + HF (ao anol ‘tat dan steroid et Metabolt ae Gbr. 18.15, Pada esupan ctanel dalam jumlah sangat beser, sebagian etanol éioksidasi men jadi asetaldehida oleh sistem yang oksidasi ‘tan! mikrosom (MEOS) di retikulum endo plasma (RE). Ini adalah salah satu reaksi di ‘mana oksidasi bahan bakar tidak dibareng) dengan pembertukan cnergi. O menerims clektron dari batan bakar dan NADPH, dan di- reduksi menjadi HO. Reaksi tersebut mengau nnakan energi dalam bentuk petensial reduks' NADPH. Karena Al Martinitelah menjadi pecandu alkohol selama ber- tahun-tahun, sistem MEOS Al \artiri menjaditerinduksi dan sangat aki, dan asetaidehida yang terdapat di dalam hati dan borodar dalam darch telah mer sak jringen tubuhnya. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 19 | SIKLUS ASAM TRIKARBOKSILAT vasi) energi deri oksidasi ini dalam bentuk koenzim pemindah-elektron NADH dan FAD(H) yang tereduksi, Reaksi netto dari siklus asam trikarboksilat memperlihat- kan bshwe gugus asetil berfungsi sebagai sumber karbon untuk CO; dan sumber elck tron untuk pemindshan ke NAD” dan FAD, Oleh karena itu, setil KoA adalah baban bakarbagi siklus asam trikerboksilat. Oksidasi gugus asetil tidak secera langsung me- 287 Enzim yang mengeluarkan atom hidrogen yang mengandung elektron dari suatu substrat dan memindahian olektron tersebut ke koen- zim ponerima-eleltron micalnya NAD" ‘atau FAD disebut dehidiogenase. Iibatkan 0, dan oksidasi terjadi dengan mengeluarkan clektron scbagai bagian dari °'Giyeinat tiokinase juga dienal S2ba- hidrogen atau ion hidrida, dan menambehkan kembali H,0. Empat oksigen pada 2 gsi cuksinI KoA sintetase. Kedua nama CO; berasal dari gugus karbonilasetil KoA, 2:0, dan penambahan sebuah PO.” ke mengecu kepada arah reaksi yang seba- GDP. Narnun, masing-nasing langkah dalam sikius asam trikarboksilat melakukan fiknya, yaitu, perubahan suksinal menjadi penyusunan ulang karbon dan elektron yang diberikan oleh gugus aseiil, schingga _ tigester, menggunakan energi dari GTP. elektron dan atom karbon yang sama tidak masuk dan keluar dalam satu kali putaran siklus asam trikarboksilat Hasil Keseloruhan dari senyawa yang mengandung energi dalam siklus asam t karboksilet adslah 3 NADH, 1 FAD(2H), dan | GTP. Reaksi oksidasi-reduksi dika- talisis oleh 4 dehidrogenase: isositrat dehidrogenase, a-ketoglutarat dehidrogenase, suksinat dehidrogenase, dan malat dchidrogenase (Gbr. 19,3). Ikatan fosfat berenergi tinggi pads GTP berasal dar fosforilasitingket substrat yang dikatalisis oleh suksinat oO cHycSKoa ‘Asetl KoA eridropenase one 00+ i saat wks boc fumarase | ~H20 ATP Isositrat ys / 900" Fosforilast Nat : eet NADH ~ HF ea n , i e ae ee, CH Famart ¢ Ch, v G=0 i coo" soon e-Ketoglutarat sehidrogenase coo" GH east ‘Suksinat SP Geo “acquis aS mioqanase suksinat SKoA ee focnase GTP Suksinll KoA Ghr. 19.3, Reakei dalam sklusasam tiksrboksilat,Langkah-langkah oksidesi-reduksi diperli- hatkan dalam wama abu-abu dan kotak aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 19 / SIKLUS ASAM TRIKAROKSILAT Perbedaan antara NAD’ dan FAD alarm oksidasi suksinat menjadi fumarat dan oksidasi lipoat tereduksi menjadi lipoat disulfida, penesima elektron adalah FAD. Dalam reaksi oksidasi lain pada siklus asam trikarboksilat, NAD" adalah penerima elektron. Mengapa sebagian reaksi menggu- nakan FAD dan scbagian Isinnya menggunakan NAD"? Kedua koenziim penerima- elektron dalam siklus asam trikerboksilat ini memiliki sifet yang berbeda, schingga rmelakukan fungsi yangagak berlainan. FAD mampu menerima elektron tunggel (H+), dan membentuk zat aniara clekivon tunggal separuh-teredaksi (Gbr. 19.9). Dengan demikian FAD berpartisipasi dalam reaksi di mana elektron tunggal dipindahkan se- cara bebas daridua atom yang berbeda, misalnya dua ikatan—C—H yang bendeketan pada suksinat atau dua gugus —SH pads asam dihidrolipoat, NAD” menerima ion hidrida (H:). dalam reaksi misalnya perubahen alkohcl menjadi keton, Perbedaan struktur kimia kedua koenzim tersebut menyebadkan peran fisiologis kedua yang berbeda. Bentuk elektron-tunggat yang redikal bebas dari FAD adslah sangat reaitif, dan FADH dapat kehilangan elektronnya melalui pemaparan terhadap air atzu sewaktu inisiasi reaksi berantai. Dengan demikian, FAD tetap terikat secara kuat, kadang-kadang sevara kovelen, ke enzimnya sewektu menerime dan memindah- Jean elektron ke gugus lain yang terikat ke enzim, FAD(2H) dalam suksinat éehidro- ‘genase, misalnya, terikat secara kovalen dan tidak terlepas dari enzim (Gbr. 19.10). Enzim terdapat di bagian dalam membran mitokondria tempat penyerahan elektron FAD ke koenzim Q, yang merupakan bagian dari rantai transpor elektron, Semua en- zim lain pada siklus asem trikarboksilat terdapat di matriks mitokondria. ii of a a on er pssd ts OH OH Flavin aderin dinukleotida (FAD) dan ‘avin moncnuklootica (FIN) 291 19.2: Pemyataan bahwa oks- ¢asi suksinat dapat menghasil- an energ' tanga oksigen adalah sélah, Hal ini mungkin didasarkan pada Kenyaiaan banwa sutsinat coksidasi ‘menjadi fumaret oleh pemberian elektron ke FAD, Namun, ATP hanya dapat dven- {uk dai proses ini apabila elektron ini dibe- rikan kepada oksigen dalam raniai trans- por elekiron. Energ yang dinasikan oleh rantai tanspor alebtron digunakan untuk sintesis ATP dalam proses fosforiasi oksi- dali. Setelah FAD(2H) yang erikat sesara kovalen dioksidasi kemiali menjadi FAD oleh rantaitransporelektron, suksinal de hidrogonase dapat mengoksidasi moekul suksinat lainnya. Elekvon brave OO oh She ee Gbr. 19.9. Langkal-langkah satu-clektion dalam reduksi FAD dan PMN. FAD dibentuk dari vitamin riboflavin, FAD dan FMN diredaksi ‘menjadi bentuk elekiron tunggal semistabil sewaktu menerima satu elekiron untuk membentuk semikuinon yang tereduksi-separuh. Ke- anya juga menerima 2 elekiron untuk menghasilkan bentuk yang. lereduksi sempurna, FADHs, Pada banyak dehidrogensse, FADHs ti ‘dak pernah terbentuk Malahan, sats clektron dibsgi bersama dengan svatu gugus pada protein sewaktu elekiron berikutnya dipindahkan, ‘Akibainya, penerimsan 2 elekiron oleh FAD dinyatakan dalam sing katan yang lebib unum. FADH). aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 19 / SIKLUS ASAM TRIKARBOKSILAT 295, SIFAT KATALITIK SIKLUS ASAM TRIKARBOKSILAT DAN PERLUNYA REAKS! ANAPLEROTIK ‘Agar siklus asam trikarboksilat terus dapat berputar, jaringan harus menyediakan zat aniara 4-karbon yang cukup untuk mengganti keluamya zat tersebut ke jalur Iain, mi- salnya glukoneogenesis atau sintesis asam lemak (Gbr. 19.14). Di setiap jaringan, jalur metabolik bersilangan dengen siklus asam trikarboksilat dan menyebabkan ke- uernya zat antera dari siklus, misalnya sitrat dan malet, yeng mengandung unit 4- karbon oksaloasetat. Di jaringan saraf, a-ketogluterat diubeh menjadi glutamat dan kemudian menjedi asam j-aminobutiret (GABA), suatu neurotransmiter. Di hati suk- sinil KoA dikeluarkan untuk sintesis hem. Rangka karbon dari beberapa asam amino juga berasal dari zat antera siklus asam trikarboksilat. Oksaloasetat, yang membawa asetil KoA ke dalamsiklus asam trikarboksiat, selalu mengalami regenerasi di dalam. siklus tersebut, Dalam setiap siklus, 2 karbon masuk sebagai gugus asetil, dan 2 Kar- bbon meninggalkan siklus sebagai COs; unit 4-karbon, yang terdapat sebagai suksinat, fumarat, melat, dan oksaloasetat, tetap dalam siklus, Namun, apabila zat antare siklus Asam + peat c0,~ | are le nore} \ aren PN PDH CO, = sam © aid iN ANS, 0, Oe onesies BT aoe te ‘ a 1) Isoleusin—> Propionil KoA. ‘Asam lemek berantal ganjl Gbr. 19.14. Jalur anaplerotk wtama pada siklus asam tikartoksilat, 1, Pirwat karboksilase, yang mengubah piruvet menjadi oksaloasetat, terdapat baik di hati maupun otot, Piruvat dehi- ‘rogenase (PDH) adalah jalur slternatif pemakaian pirwvat, 2. Di banyak jaringan, glutamat dliubah secara reversibe! menjadi q-ketoglutara! oleh transaminase (TA)dan glutamat éehidro- genase (GDH). 3. Rangka Karbon pada valn dan isoleusin, suatu unit 3-karbon dari asam lemak bberantai gan, rangka karbon pada timin, dan sejurlah senyawa Iain masuk ke siklus asam ti- ‘arboksilat di tingkat suksinil KoA. Jalur ini terdapat pada hampir semua jaringan. Degradasi valin dan igolcusin mungkin merupakan rute arabolik utama di dalam jeringan yang tidak me~ ‘ngandung piravat karboksilase. Asam amino Ian juga mengalami degradasi menjadi fumarat (4)dan oksaloasetat (5), terutama di hati I dan 3 (tarda panah abu-sbu) adalah dua jaluranako- ik utama, 19.3: Penjumlahan nilai AG” macing-masing roaksi dalam siklus asam trikarboksilat (linat Gbr. 19.12) menghasilkan AG" netto (ber- sih) sekitar -13 kkalmol. Nilai ini meru- akan persesusian yang cukup masuk ‘kel dengan rilai -22 kkal/mol yang di- peroleh dengan membandingkan energi bebas dari substrat dan produk sikus asam trkarboksiat. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. pas 9s alosterik diaktifkan oleh ADP dan dihambat oleh NADH (Gor. 19.18). Tanpaadanya ADP. enzim tersebut memperlihatkan kooperativitas yang positif, sewaktu isositrat berikatan dengan subunit pertama, subunit yang lain berubah menjadi konformasi yang alti, Dengan adanya ADP, Konformasi semua subunit berubah sebingga iso trat lebih mudah membentuk ikatan, dan Kmayp (Sos; lihat Bab 9) bergeser ke nila yang jauh lebih rendah, Dengan demikian, pada konsenirasiisositrat yangterdapat da- Jem matriks mitokondeia, perubshan kecil konsentrasi ADP dapat menimbulkan per- ubahan fluks yang besar. Perubahan kecil dalam konsentrasi produk, NADH, dan ko- substrat, NAD", juga mempengaruhi kecepatan enim lebih besar deripada pengaruh pada enim nonalosterik PENGATURAN a-KETOGLUTARAT DEHIDROGENASE o-Keloglutarat dehidrogenese, walaupun bukan merupakan enzim alosterik, meru- pakan produk yang dihambat oleh NADH dan suksinil KoA. Dengan denikian, o-keto~ glutarat dehidrogenase dan isositrat dehidrogenase berespons secara langsung untuk mengubah status fosforilasi ADP atau status reduksi NAD". Kedua enzim ini juga diaktifkanoleh Ca”. Dalam otot jantung yang sedang berkontraksi, dan mungkin da- lem jeringan otot Iain, pelepasan Ca’” dari retikulum sarkoplasma selama kontrakst tot dapat memberikan aktivasi tambahan pada enzim-enzimn ini sewaktu ATP sedang mengalami hicrotisis dengan cepa. PENGATURAN MASUKNYA ASETIL KoA KE DALAM SIKLUS ASAM TRIKAREOKSILAT Pada langkah pertama siklus asam trikarboksilat, tidak terdapat isositrat dehidroge~ nase dan a-Ketogluiarat dehidrogenase, Oleh karena itu, enzii-enzim ini tidak secara engsung mengontrol masuknya asetil KoA ke dalam siklus tersebtt. Pada jeringan mamalia, strat sintase, yang menupakan enzim pertame pada sikhus asam trikarboksi- let, adalah enzim yang sederhana, dan tidak mempunyai pengatur alosterik. Kece- patan enzim ini dikontrol terutama oleh konsentras stra, suatu inhibitor produk, dan oksaloasetat, substratnya, Apabila isositrat dehidrogenase diaktifkan, konsertrasi si- frat menurun, sehingga mengurangi inhibisi produk terhadap sitrat sintase dan me- ningkatkan kecepatannya. Karena kescimbangan malat-okssloasetat merguntungkan ralat, di dalam mitokondria konsentrasi cksaloasetat sengat rendah—di bawah Kapp sitratsintase. Apabila rasio NADH/NAD menurun, rasio oksaloasetatterhadep malat smeningkat. Peningkatan konsentrasi oksaloasetat memacu strat sintase. Di hati, rasio NADH/NAD* membantu menentuken apakeh asetil KoA masuk ke siklus asam tri- earboksilat atau pergi ke jalur pembentukan badan keton, ‘Terdapat sejumlah intoraksi pengatur tambahan dalam siklus asam trikarboksilat Interaksi ini mungkin berfungsi mengontol kadar zat antara asam trikarboksilat dan fluksnya ke dalam jalur yang berdampingan dengen siklus asam trikarboksilat PENGATURAN PIRUVAT DEHIDROGENASE Salah satu sumber utama asetil KoA untuk siklus asam trikarboksilat adalah pirevat yang terbentuk dari glukosa dalam jelur glikolitik. Piruvat mengalami oksidssi men- jadi asetil KoA oleh kompleks piruvat dehidrogenase, Walaupun termasik golongan kompleks enzim yang same dengan kompleks a-ketoglutarat dehidrogenase, kom- picks piruvat dehidrogenase mengandung subunit pengatur tambahen yang tetap ter- ‘kat pada enzim tersebui. Salah satu subunit pengatartersebut adalah suatu protein ki- nase, piruvat dehidrogenase kinase, yang memfosforilasiken enzim piruvat éehidro- genase di residu serin yang spesifik. Fosforilasi ini mengubah piruvat dehidrogenase rmenjedi bentuk tidak aktif. Subunit protcin pengatur Isinnya adalah suatu fosfatase, yang mengeluarkan residu fosfat ini (Gb. 19.19). 299 SIKLUS ASAM TRIKARBOKSILAT Seviaktu Ron Templeton ber- lahraga, ATPase miosn meng- tidrolsis ATP untuk menghasil- ken energi untuk pergerakan miolbril. Pe- rnurunen ATP can peningkaian ADP me- rangsang rantaitranspor eleltron untuk le- bin banyak mengoksidasi NADH dan FAD(2H). Terjadi pengaktifan sikius asam ‘tkarboksilat akibat penurunan rasio NADHINAD', peningkatan konsentrasi ‘ADP, dan poningkatan Ca" ‘ADP adaleh pengatur_umpan-valik yyeng sejati. Zat ini secara langsung ber- hhubungan dengan konsentrasi ATP, dan ATP adalah produk akhirdarimetaboiisme oksidatit. Pengaturen umpan-balk sering menggunakan suatu pengetur alosterik Pengaturan ini merupakan satu-satunya mekarisme pengaturan di mana senyawa ‘yang tidak mirip dengan substrat atau pro- uk feaks! dapat secara langsung ber- interaksi dengan enzim. Pengaturalosterik berikaian dengan tempat aiosterik, yang terpisah dari tompat katalitk di mana sub- strat dan produk terikat. Perubahan kecil pada Konsentresi pengatur alosterik dapat menyebabkan perubahan besar aktivitas, enzim. Kinase memindankan fosfat dari ATP ke sebuah gugus —OH pada substrat, dan memibebas- ken ADP. Substrat untuk protein kinase adalah protein lain, dan suatu protein ki- nase memiostorilasikan gugus —OH se- fin, treonin, atau trosin, Piruvat dehidrogo- nase kinase adalah sposifik untuk kom- pleks piruvat dehicrogenase dan meru- akan subunit dari kompleks tersebut. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAR 19 / SIKLUS ASAM TRIKARBOKSILAT karakteristiknya, Piruvat diberi nama “asetat akti£” Koenzim A dan NAD belum dite- ‘mukan, Sekarang anda telah mengetahui reaksi siklus asam trikarboksilat, dapatkah anda menjelaskan hasil mana yang menyebabkan Sir Hans Krebs mampu mengajukan ‘urutan reaksi ini? Krebs mendapatkan bahwa otot dads buring dara yang telah dihaluskan (yang mengandung mitokondria yang utuh dan piruvat sebagai sumber unit 2-karbon untuk siklus asam trikarboksilat) yang diinkubasi dalam larutan penyengga mengkonsumsi total 1,187 pL On a. Dengan adanya piruvat, ditambahkan sejumlah sitrat yang seharusaya me~ ‘merluiean 302 il. O; untuk oksidasinya. Sebenarnya hal ini menyebabkan kensumsi total 2.080 pL O>. Bageimana anda dapat menjelaskan kelebihen konsurasi 02 terse- bat? Korsums!O, (i) Pura (penganatan) er Sra (eos) 3 Prat « sal georets) 1a Pura + strat (engematan) 2080 b, Malonat, suatu inhibitor suksinat dehidrogenase, secara drematis menurun- kan konsumsi >. Penambahan sitrat tidak merangsang penggunaan O> di alas nilai yang diduga tersebut, Jelaskan ¢. Penambahan fumarat, bukan sitret, untuk ekstak jaringan yang telah diberi rmalonat juga menyebabkan peningkstan besar penggunaan O2, Jelaskan 2. Defisiensi pantotenst, riboflavin, niasin, dan amin dalam makanan semua me- nyebabkan rasa lemah. Mengapa? JAWABAN Krebs mengetahui bahwa: O: CO: 2 CO, sid sonatas 6 saat \y Famarat Krebs juge mengetahui bahwa: Oo: “asctat aie 20; schingga ia menyimpulkan bahwa-sesuata dari sitat, mungkin fumarat, meningkat- kan jumlah “asetatakti” yang dapat dioksidasi menjadi CO. Ia menggambar suatu Tingkaran yang irip dengon yang diperliatken dalam Gambar 19.3. Kemudian, dite- rmukan oksaloasetat. 1b. Sewaktu malonat ditambabkan, sitrat tidak akan merangsang oksidasi “asetat aktif,” karena tidak ada sumber fumarat (oksaloasetat) untuk pembentukan sitrat. Je. Sewaktu ditambahkan fumorat, kembali terjadipeningkatan konsumsiO ka- rena ia menambahkan kembali sumber oksaloasetat. Fumarat “menghindari hambatan tersebat, 303 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAA 20 / FOSFORILASI OKSIDATIF DAN RANTAI TRANSFOR ELEKTRON 307 re Stewome ADP ATP: 7, ace spon stor ae dendropenase _ oxsdase ine. romps Kontiche it Kemmis V Gbr. 20.3. Komponen fesforilasi oksidatif. Kompleks utama pada rantai transpor elektron, NADH dehidrogenase, Kompleks fc, dan sitokrom oksidase, renting melinust bagian da lam rembcan mitokondria, Sewaktu elcktron berpindah melalui rantsi tersebut menujy cksi- gen (ci sepanjang rute yang digamtar berwama atu-aba), proton dipompa dari sii matriks ke ruang antarmembran (sisi sitosolik membran bagian dalam).n, yang menardaken jumlah pro- ton, adalah sckitar 4 Di matriks, proton terlepas dari HO. Terbentuk potensial elektrokimia skibat adanya gradien proton tansmemtean (Ap). Kembalinya proton ke matriks melalui pori- pori ATP sintase mendorong sintesis ATP. Kompleks I (tidak tampak dalam gambar ini) dije- laskan dalom teks dan di Gambar 20.7 ria, memindahkan elektron di antara kompleks tersebut, Sewaktu kompleks pertama, NADH dehidrogenase, menerinna elektron dari NADH, Kompleks tersebut teredukst. sewaktu kompleks ini memberikan elekiron kepada KoQ. kompleks ini teroksidas kembali. KoQ memberikan elektron ke kompleks b-c). Elektron kemudian diambit ‘leh sitokrom ¢ dan dipindahkan ke sitokrom oksidase, yang mengandung tempat un- tuk mengikat 02. Oz menerima 4 elektron sewaktu tereduksi menjadi H.O. Unitan oksidatif bertahap adalah penting untuk perubahan energi dari oksidasi NADH menjadi suatu bentuk yang dapat digunakan untuk pembentukan ATP. Se- ‘waktu elektron dipindahkan melalui masing-masing kompleks dari ketiga kompleks penjangksu-membran, proton dipompa dari matriks mitokondria menuju ke sisi sto- solik membran mitokondria bagian dalam. Penurunan energi dalam potensial reduksi sokiter 16 kkal sewaktu elekiron berpindah melalui masing-masing pembawa penjangksu-membran ini menghasifkan energi untuk memompa proton, Pergerakan proton melintasi membran menimbulkan suatu poteasiel elektrokimia melintasi mem- bran mitokonéria bagian dalam, ATP sintase, enzim yang menghasilkan ATP, juga terentang melintasi membran mitokondria bagian dalam. Enzim ini mengandung sebush pori-pori, atau saluran, tempat proton dapat masuk kembali ke dalam matriks, Perubahan konformasi ATP sintase yang disertai oleh masuknya proton mengektifkan enzim sebingga enzim ini rmengkatalisis penambahan fosfet ke ADP untuk membentuk ATP. PRINSIP TEOR! KEMIOSMOTIK Teori kemiosmotik menyatekan bahwa energi yang tersedia dari oksidasi menimbul- kan potensial elektrokimia melalui proses pemompaan proton, dan bahwa energi da- lam potensial elekirokimia ini dapat divbah menjadi ikatan fosfat berenergi tinggi pada ATP, Terdapat tiga prinsip dasar pada teori ini. 1, Pembawa clektron_utama tersusun menjadi tiga kompleks yang terentang melintasi membran mitokondria bagian dalam dan memiliki susunan vektorisl di da- Jam membran, Gambaran struktur rantai transpor elektron ini memungkinkan proton aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 20 / FOSFORILAS! OKSIDATIF DAN RANTAI TRANSPOR TLEKTRON 3 entuk teroksicasi ssempurna atau kuinon eet 3 Bentuk semikuhon (atiks! bebas) oe on cH: Oh Hy cH: (CH.04=CoH,i,H bri ent ieredukel atau kuino! (dinidrokuino!) Gbr. 20.9. Koenzim Q mengandung sebuah kuinon dengan sebuah ranta sisi isopreno‘d li- pofilik yang paniang. Di dalam tubuh manusia, KoQ dapat dsintesis dari prekursor yeng berasal dari karbohidrat dan leriak. Rantsi sisi yang paxjang. yang memiliki straktur isopre- noid, dibentok oleh rangkaian reaksi yang sama dengan rangkaian reaksi yang menghasilhan prekursor kolesteol. KoQ dapat meneriera satu elekiron (e) untuk menjadi bentuk separuh- tereduksi atau 2 &°uniuk menjadi bentuk teredaksi sempuma. Sitokrom b dan c; bergabang dengan subunit protein lain untuk membentuk kom- pleks f-cy besar yang menembus melintasi membran. Siiokrom cadalah protein terpi- ‘sah yang berukuran jauh lebih kecil dan terletak i sisi luar membran mitokondria bagian dalam. SITOKROM OKSIDASE DAN TEMPAT PENGIKATAN OKSIGEN Kompleks sitokrom yang terakhir adalah sitokrom oksidase, yang memindahkan elektron dari sitokrom c ke Oz. Kompleks ini mengandung sitokrom @ dan a; serta tempat pengikaian oksigen. Molekul oksigen keseluruhan, Os, harus menerima 4 clektron agar tereduksi menjadi HzO. Ion tembage (Cu™) yang terikat dalam kom- pleks sitokrom oksidase mempermudah pengumpulan keempat elektron dan reduksi ©, Sitokrom oksidase memiliki Ky untuk O; yang jauh lebih rendah daripeda miog’o- bin (pembawva oksigen intrasel yang menganduog hem) stau hemoglobin (pengangkut ‘oksigen dalam carah yang mengandung hem). Dengan demikian, O> “ditarik” dari eri- iresit ke tempatnya iereduksi. wt kK Rantai Transpor Elektron Memindahkan 2 eleltron Ke Koenzim Q Mengambil protein Fe-S Dan juga riboflavin. Momindahken sebuah olektron Menurunkan raniai transpor elektro Mengubah Fe 3 merjadi Fe 2 dan kembali menjadi Fe 3 lad Momindahkan 4 elekiron Ke sebuah oksigen Mengambil beberape ion Cu Dan Fe poririn cM. Smith 20.1: Dari Tabel 18.4, AE,’ untuk reduksi fumarat menjadi suksi- fat adalah +003 V, den untuk reduksi KoQ adalah 0.08 V. Oleh karena itu, nilat_ untuk oksidasi suksinat adalah -0,93 V. AE, untuk oksicasi suksinat oleh KoQ adalah jumlah dari kedua nilai_ ini (-0,03 V + 0,06 V = 0,03 V). AG” =-nFAE, -1,38 kkal/mol. Energi yang dibebaskan oleh tangkah oksidasi-reduksiini jeuh lebih cil canpada yang dbutuhkan untuk pembentukan ikatan fostat berenerai tinggi ATP. Sebalknya, dihasikan sekitar -17,5 kkkal dori oksidasi NADH oleh KoQ. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAD 20 / FOSFORILAS! OKSIDATIF DAN RANTAI TRANSPOR ELEKTRON Hogg ol dalam monyatabkan proton B Terdsose! dar mole ONE iv No 4 2 wo y ne oe 2 pHrondeh menyebabkan pte ar tevtan conn macht ONE” pH ingg ite rendah) ~O ~O °O amok mona vir berperak Matis ‘menu maviks mem baa sebuah groton SK ionofor proton yang memperseimn ;membean mitokondria bagian dalam. A. Di trofenol (DNP) memilki sebuah proton yang dapat terdisosiasi dengan nila pX, mendekati 7.2. B. Disisi sitosolik membran mitokondria Gbr. 20.13. Lemak coklat adalah jaringan yang khusus melakukan termogenesis. asupan makanan yang berlebihan merangsang pelepasannorepinefrin dari ujung sara simpatis, ‘Akibamya, terjadi pengakifan lipase yang membebaskan asam lemak untuk oksidasi, Protein Penghantar proton, termogenin, menjadi aktf, dan proton dibawa masuk ke dalam matiks. Hal ini merangsang rantai transpor elektron, yang meningkatkan kecepatan oksidasi NADH dan D(2H) can menghasilkan panas yang lebih banyak, tgtisorda NAD ‘Asam nak NADH — Pinwat i Saba Tglserds NADY d Tatianna eon ag Laat areR man NADH, FADO) Defisensi sau nna aain-anam Skis ATK (yang dtote ol DNA int) ‘menghamba osidas asst KoA. Aronia keris, sania korcunan ‘CO, dan gangguan an pada rent ‘Te.akanmenghambet airaneeetron an sintsis ATP idan FoF Asbo ‘llton fan sitsis ATE Gbr. 20.18, Mitokondria disfungsional. Defisiensi genetik atau gargguan lain dalam me- ‘ubolisme oksidatif menycbabkan penimbunan laktat dalam dara, dan penggabungan asam le~ ‘mak menjadi trighserida (triasilgliseol). TE = transpor elekiron. SOAL 1, Rotenon, suatu inhibitor NADH dehidrogenase, semula digunakan untuk me- nangkap ikan, Apabila ditaburkan ke suatu danau, ikan akan menyerap cotenon me- ~ Jelui insang dan mati. Saat ini di Amerika Serikat rotenon digunakan sebagai pestisida ‘organik dan sering dianjurkan untuk perkebunan tomet. Rotenon ini dianggap tidak toksik bagi mamalia dan unggas, yang sulit menyerap rotenon tersebut. Apa efek rote- non pada pembentukan ATPoleh mitokordria jantung, apabila rotenon dapat diserap? 2, J. dilahitkan setelah masa gestasi 34 minggu. Dalam 24 jam pertama kehidup- annya, ia mengalami distres pernapasan. Pada usia 3 minggu, ia bergentung pada ven- tilator yang ia dibutuhkan untuk seumur hidup. Pada usia 6 minggu, ia menderita «gangguan neurologis. Terdengar bising jantung, dan pemeriksaan lain memperlinat- kan adanya kardiomiopati. Antara usia 5 minggu dan 16 minggu, ia mengalami lakiat- asidemia (peningketan rasio laktat terhadap piruvat dalam darah) progresif dan pen- ingkatan piruvet serum. Lakiatasidemia menetap sempei bayi tersebut meninggal aki- bat henti kardiopulmonaris pada usis 16 minggu. Pemeriksaan terhadap bayi tersebut memperlihatkan kadar enzim glikolitik dan slukoneogenik yang normal, Aktivitas piruvat dehidrogenase juga normal. ‘Setelah kematian bayi tersebut, dlakukan pengambilan mitckondria dari jantung. Kecepatan konsumsi oksigen ofch mitokondria tersebut diukur dengen suksinat seba- 20.4: Efek inhibisi ranspor elok- tron adalah gangguan oksidasi vat, asam lemak, dan bahan bekar lain nat Gbr. 20.18). Pada banyak. kesus, inhibisi ranspor elektron mitoxon- ‘dia menyebabkan kadar aktat dan piruvat ddidalem darah yang lebih tinggi daripada ‘normal dan peningkatan rasio laktat/iru- Vet. Oksidasi NADH memertukan pemin- dehan elektron dai NADH ke O, yang telah disempumaken dan defek di mana ‘saja di sopanjang rantai akan monyodab- ken penimbunan NADH dan penurunan NAD". Peningkatan NADHINAD' meng- hambat piruvat dehidrogenase dan me- nyebabkan penimbunan piruvat. Hal ini juga meningketkan perubahan piruvat ‘menjadi laktat, dan terjadi peningkatan ka- der laltat ci dalam ¢arah, Oleh arena itu, sobagian besar defek genetik pada protein delam kompleks rantai pemapsan diklasifi- asikan bersama-sama sebagal ‘asicosis, laktat kongenite.” aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 21 / METAROLISME OKSIGEN DAN TOKSISITAS OKSIGEN Motabotisme narmat Poradengan 0, yang tnggi | yaar Radlasl mmm Oy swoonitt pe Kimria den obat Codera ropertus! Ghr. 21.3. Peran oksigen dalam cedera sel. O2dipectukan untuk membentuk ATP dari fosfori- lasi oksidatif.tetpi oksigen juga bersifat toksik. Metabolisme oksigen yang normal dengan ti- ada heatinya mengubah O; menjadi spesies oksigen reaktif (ROS), yang dapat menyebabkan ccdera sel. Berbugai rangsangan, misalnya radiasi, peradangan, penuaan, dan tekanan parsial oksigea (pO:) yang lebih tinggi daripada normal, meningkatkan pembentukan ROS. Ozon (03) ddan nitogen dioksida(NOz) adalah potutan ucara yang membentuk racikal bebas di dalam sel paru. menimbulkan emfisema dan fibrosis pars, Tidak adanya O; karena penurunan aliran da- ‘ah akibat adanya beluan (iskemia) juga menyebabian cedera sel. Masuknya kembali oksigen (eperfusi) meningkatkan cedera sel akibat ROS. Dimodifikasi dari Cotran RS, Robbins SL, Kumar V. Robbins pathologic basis of disease, Philadelphia: WB Saunders, 1994:5, dengan spin paralel. Molekul organik yang khusus berfungsi sebagei substrat untuk ‘oksidesi (misalnya bagian —CH—OH dari malat atau isositral) tidak mengandung celektron tidak berpasangan; ikatennya berada dalam bentuk stabil 2 elekiron dengan spin antiparalel. Agar O; dapat menerima sepasang elektron dari suatu substrat, spin salah satu elektron pada O> atau spin salah satu dari pasangan elektron pada substrat harus berubah. Perubahan spin memiliki stwar (rintangan) termodinamik yang beser. ddan prosesnya harus berlangsung dalam beberapa tahap dengan energi pengaktifan ‘yang tinggi. Sawar kinetik yang timbul akibat restriksi spin ini memperlambat oksi- {desi longsung ikatan —C—H pada molekul organik dan menghalangi pembakaran bahan bakar yang spontan. Reduksi sau-elektron Op tidak terkena sawar kinetik yang ditimbulkan oleh restriksi spin, dan terjadi dengan adanya donor satw-elektron. Melekul O;, yang dapat ‘menerima total 4 elektron agar tereduksi menjadi 2 molekul HO, dapat direduksi sekaligus dengen satu elektron (Gbr. 21.4). Namun, tahap pertama, pembentukan su- peroksida, sccara termodinamis Kurang menguntungkan dan memerluksn zat pere~ duksi yang cukup kuat yang dapet memberikan elektron tunggal. Enzim yang meng ketalisis reduksi oksigen, misalnya sitokrom oksidese dalam raniai transpor elektron, hhorus memiliki mekanisme untuk menyebabkan restriksi spin danvatau kebutuban, energi untuk transfer elektron pertam. Selain itu, enzim tersebut harus memiliki tem- pat aktif yang mencegah interaksi bentuk cksigen yang tereduksi secara parsial ini de- rngan komponen sel lainnya. Scbclum meneliti bagaimana oksidase dan oksigenase berfungsi, mariiah kita menelaah beberapa konsekuensi dari pembentukan zat antara satu-elektron yang sangat reaktif pada proses reduksi oksigen ini, Spesies Oksigen Reaktif Metabolit oksigen yang utama yang dihasilkan melalui reduksi satu-clektion oksi adalah spesies oksigen reaktif (ROS): superoksida (O,-), radikal bebas hidroksil 323 kK Suatu radkal, berdasarkan de- finisi, adalah ‘suatu atom yang ‘memiiki sebuah elektron tidak berpasangan diorbital sebelah luer. Ze ni sangat reakill, dan dapat_mencetuskan reaksi berantai dengan mengekstaksi se- buah efektron dari molekul di deketnya un- tuk melongkapi ortitalnya condi. Soba- liknya, logam transisi, misanya Fe, Cu, ddan Mo bersifat leb'stabil dan tidak oi- anggap sebagai radikal bebas. , sebenarrya adalah suatu biradkal; dua elektron tidaksbor- wan, Karena memilki spin paralel, kedua elektron tersebut tidak dapat mem- bentuk pasangan yang stabi secara ter- ‘modinamis, dan berada di orbital yang terpisan. Superoksida | i aut Hidrogen peroksida t# HY 0+ Radikal hidroksi t Ho Gbr. 21.4. Langkah-langkah redutsi_ satu- elektron pada oksigen. Largkah reduksi satu- elektron paca. O; menghaslkan superoksida, hicrogen poroksida dan radikal Peroksida adalah suatu radikal bebas, dan ka dang-kadang ditls Oy". Namun, superoksida hanya memiliki stu elektron yang tidak her- pasangan dan, oleh karena itu, kurang racikal apobilaUibandingkan dengan O., yang memi- 1iki2eletron tidak berpasangan 0, bentuk tereduksi-separuh dari Op, telah mencrina 2 elektron dan. oleh karena iu, bukan merypar kan radical oksigen, Namua, ia diangeap spe- sies oksigen rea karena dengan cepat dic bah menjadi radikal hidroksit aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 21 / METADOLISME OKSIGEN DAN TOKSISITAS OKSIGEN alanin untuk membentuk tirosin). Monooksigenase memerlukan sebuzh substrat pemberi-clektron misalnya NADPH, suatu koenzim misalnya FAD yang dapat me- mindahkan elektron tunggal, dan logam atau seayawa serupa untuk membentuk kom- pleks olsigen reakif. ENZIM SITOKROM P450 Enzim sitokrom P450 adalah suatu superfamili dari monooksigenase yang struk- tumya saling berkaitan yang menghidcoksilasi banyak senyawa fisiologis, misalnya steroid dan asam lemak, dan banyak senyawa xenobiotik, misalnya obat, karsinogen, dan batan dari ingkungen (Gbr, 21.9). Seperti monooksigenase lain, enzim ini me- ‘masukkan satu atom O; ke dalam subsirat, yang biasanya meagalami hidroksilasi da- lam proses ini, dan satu atom O- ke dalam HO. Elektron biasanya diberikan oleh NADPH. Pada manusia, terdapat sekitar 100 isoenzim P450 yang berbeda dengan spesifistas yang berbeda tetapi tumpang-tindih, Isoenzim-isoenzim tersebut semua- nye memiliki dua komponen tama: sebuah sistem reduktase pemberi-elektron yang ‘memindahkan elektron dari NADPH, dan sebuah sitokrom P450 yang berikatan de- ngen substrat dan O; dan menjalankan reaksi tersebut. DIOKSIGENASE Dioksigenase, enzim yang memasukkan kedua atom oksigen ke dalam substrat, dite- mukan di jelur yang mengubah arakidonat menjadi prostaglandin, tromboksan, dan leukotrien (lihat Bab 35). Lipooksigenase, misalnya, membentuk peroksida organik sebagai zat antara dalam jalur sintesis leukotrien, Dalam degradasi asam amino, diok- sigenase juga digunekan pemutusan karbon-karbon, SUMBER SPESIES OKSIGEN | Didalam sl epesiosoksigen rake bent dengan tak hent-hentnya melalui jalur metabolik normal (Lihat Gbr. 21.3). Zatantara radikal bebas dari reaksi enzimatik “bo- NADPH NADP* H” Sitckrom si 450 redukiase Gbe. 21.9, Enzim sitokrom P450, Ensim sitokrom P450 mikrosom terri dei dua unit fang sional yang terberam di dalam membran retikulum endoplasma:sitokrom P450 dan siiokrom 'P430 reduktase, suatu sistem pemberi-clekiron yang dependea-NADPE. Sitokrom P430 me~ ngandung tempat ikatan untuk O; dan substrat (RH), dan sebvah Fe-hem yang serupa dengan yang terdapat di dalam hemoglobin. “P450” menunjukkan sebuah pigmen, hem, yang me- ‘ayerap sinar tampak pada panjang gelomang 450 am. O; berikatan dengan P4S0 Fe-hom di tempat ektf, dan diaktikan menjadi bentuk reabtif dengan menerima elektron Elektron dibert- kan oleh sitokrom P450 reduktase, yang mengandung sebuah FAD ditambah sebuah FMN atau untuk mempermudah pemindahan elektron tungea! dari NADPH ke Os 327 Cora Nari semula bingung ter- hadap pernyataan dokter bahwa fii bekuan intrakoronor mung: kin mencetus aritmia jantung yang timoul ssetelah pemberian aktivator plasminogen jaringan. Banyakpeneliian telah membuk- tikan bahwa, walaupun pemulihan tepat- waktu aliran darah ke jaringan yang ku rang mendapat perfusi sangat penting un- tuk mencegah kematian sel iskemik, na- mun paianan ulang yang sama ke darah arteri_ beroksigen mungkinmerupakan eryebab perubahan anatomk dan fung- sional akut di jaringan yang baru menda- patperfusi tersebut. Dari banyak hipotesis, ‘mengenai mokariemo untuk eedora reper fusi, pembentukan radikal bebas oksigen adalah hipotesis yang paling masuk akal. Mekanisme lain, beban kalsium yang ber- lebinan pada sel yang terpajan str iske- rik, mengisyaraikan bahwa peningkaian kalsium betas sitosolk (yang teria se- lama iskemia dan semakin meningkat se- tolah repertusi) mengaletian fosiolipsso dan enzim degradatiflainnya yang menye- babkan cedera sel. Kedua hipotesis ini berkaitan. Misalnya, pembentukan radikal bebas oksigen menyebabkan percksidasi sam lemak polyunsatureted di memibran plasma serta di membran organel subsel. Perubahan ini meningkatkan aliranion kal- sium bebas ke dalam sitosol sel yang ber- sangkulan, sehingga meningkatkan ke- rusakan sel karena tejadipeningkatan ak- tivtas enzim degradatt. Oksidase 0, + Aer 4 eof ©, + SH, > $+ HO Monooksigena ©) + 8 + Donor —> elekiron-XH, Heo + Donor + S=OH elektron-x Dioksigenase S + 0, —+ 80, Gbr. 218. Otsidase, monocksigenase, dan di- oksigenase, Enzim-enzim yang menggunakan foksigen untuk mengoksidasi substrat organik (dipertitatkan dalam diagram sekagai S) dspat diklasifikasikan scbagal oksidase, monoots!- genase, atau dioksigenase. Oksidase mereduk~ si kedua atom O; menjadi #0 atau menjadi H,0;. Moneoksigenase memaiukkan sate atom O;ke delam substrat dan satu tern O; ke dalam air. Dioksigenase memasukkan kedua atom O3 ke dalam substrat aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 21 / METABOLISME OKSIGEN DAN TOKSISITAS OKSIGEN GLUTATION REDUKTASE DAN GLUTATION PEROKSIDASE Glutation peroksidase adalah salah satu cara utema yang digunakan olch tubuh untuk ‘melindungi diri dari kerusaken oksidatif (ihat Gbr. 21.13). Enzim ini mengkatalisis reduksi hidrogen peroksida dan peroksida lemak (LOOK) oleh glutation (j-glutamil- sisiinilglisin) (Gbr. 21.14). Gugus sulthidsil pada glutation (GSH) besfungsi sebagsi donor ciektron, dan dioksidasi menjadi bentuk disulfida (GSSG) selama reaksi terse- ‘but. Sel memiliki dua glutation peroksidase, salah satunya memerlukan selenium un- tuk aktivitasnya (sehingge selenium termasuk dalam kebutuhan makanan barian kita) ddan bekerja terutama dengan hidroperoksida organik misalnya zat yang dihasilkan se~ lama peroksidasi lemak di membran. Apabila disulfida telah terbentuk, disulfida harus direduksi kembali menjadi ben tuk sulthidri oleh glotation reduktase. Glutation redaktase memerluken elekiron dari NADPH, yang biasanya dihasilkan dari jalur pentosa fosfut (lihat Bab 28). Vitamin Antioksidan Vitamin E (‘okofero), antioksidan yang peling banyak di alem, adalah suatu zat pe- nyzpu ridikal bebas yang lipoftik. Vitamin ini terutama berfungsi sebagai pelindung tethadap peroksidasi lemak di dalam membran, Dari tiga vitamin yang memiliki ke- ‘mampuan berfungsi sebagai antioksidan dan menghentikan reaksiberantai radikal be- bas (vitamin E, vitamin C, dan karotenoid), vitamin E adalah satu-satunya yang peran fisiologisnya semata-mata untuk menyingkirkan radikal bebas. ‘Vitamin E terdhri dari struktur tokoferol, dengan berbagai gugus metil melekat pa- anya, dan sebuah rantai sisi Gti (Gbr. 21.15). Di antara strukiur tersebut, tokoferol-cr adalah antioksidan yang paling kuat. Vitamin E adalah penghenti reaksi penyebar r2- dikal bebas yang efisien di membran lemak karena bentuk radikal bebas éistabilkan oleh resonansi. Oleh karena its, radikal vitamin E memiliki kecerderungan kecil un- tuk mengekstraksi sebuah atom hidrogen dari senyawa lain dan menyebarkan teaksi ‘Malahaa, radikal vitamin E dapat berinteraksi secara langsung dengan radikal peroksi lomak schingge ie kehilangan atom hidrogen lsinnys, dan menjadi tckoferil kuinen yang teroksidasi sempurna, Askorbat, beriainan dengan vitamin E, bersifat hidrofilik dan berfungsi paling bik dalam lingkungan air. Sebagai zat penyaps radiksl bebas, vitamin ini dapat se- cara Jangsung bereaksi dengan superoksida dan anion hidroksi, serta berbagai hidro- peroksida lemak (Gbr. 21.16). Namun, perannya sebagai antioksidan pernutus-reaksi berantai mungkin untuk melakukan regenerasi bentuk vitamin B tereduksi. Gejala de- fisiensi, misalnya scurvy, berkaitan dengan perannya yang lain sebagai koenzim oksidasi-reduksi Dihipotesiskan juga bahwa karotenoid dapat mencegah atau memperlambat per- embangan kanker dan penyakit degeneratif dengan bekerja sebagai antioksidan pemutus-berantai. Karotenoid adalah sekelompok senyawa yang strukiumya berksit- an dengan B-karoten, prekursor vitamin A (Gbr. 21.17). Waleupun sebagian besar j- karoten diubah menjadi vitamin A di sel mukosa usus, karotenoid juga diserap dan beredar di dalam darah (terikat ke lipoprotein). Karotenoid dapat melindungi Jemak dati peroksidasi dengan bereaksi dengan radikal hidroperoksil lemak. KOMENTAR KLINIS. Karena patogenesis parkinsonisme “primer” belum " dapat dipastion dan kerena dapat multifaktor, terapi masih bersifat relatif rnonspesifik dengan kemanjuran jangka panjang yang terbatas. Untuk per derita seperti Les Dopaman, pemeliharaan kesehatan umum yang optimal dan efisi- censi neuromuskular melalui program latihan formal dan istirshat merupakan bagian penting dari rencana terapi. Terapi obat didasarkan pada keparahan penyakit, Pada fase awal penyakit, digunakan suatu inhibitor monoamin oksidase B. Monoamin oksi- dase adalah enzim mengandung tembaga yang menghasilkan 40> dari degradasi ok- sidatif dopamin dan katekolamin lainnya, dan obat ini semula diberikan untule 334 oH Hye: oF Gt, Tokoterole Looe Loon gh Hac Fu Tokoferil kuinon Gbr. 21.15, Vitamin E, Vitamin E menghent kan peroksidasi lemak radikal bebas dengan memberikan clektron tunggal untuk memben- ‘wk tokoferilkvinon yang stabil dan teroksicsi sempurns, Dari delapan atau Iehih tokaferol yang berbeda yang membentuk vitamin E;, tokoferol (tampak di ates), adalah zat yang pa ling sering ditemukan dalam makanan, 21.8: Mitokondia merupaken tempat utama untuk pembentuk- an spesies oksigen reakti, se- perti superoksida dari inferaksi O, dan KoQ. Mitokondria juga memiiki kandung- an superoksida dismutase dan glutation eroksidase yang tinggi, dan dengan de- mikian mengubah superoksiéa menjadi 1,0, dan komudian manjadi 10. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 22 Pembentukan ATP dari Glukosa: Glikolisis Glukasa adalah Bahan bakar universal bag sel manusta, Settap jenis set dalam tubuh manusia mampu menghasitkan ATP dari glikolisis, yaitu jalur di mana ghi- asa mengalanti oksidasi dan pemecahan menjadi piruvat. Glikolisis, yang ber- langsung di dalam sitosol, secara langsung menghasilkan ATP melalui pemindahan fosfat berenergi tinggi dari zat antara pada jalur tersebut ke ADP Gsforitasi tingkat substrat). Dalam proses ini, NAD’ tereduksi menjadi NADH. Apabila sel memiliki kapasitas oksidatif yang cukup tinggi Gumlah mitokondria, exzim mitokondria, dan oksigen yang adekuat), ekuivalen redvksi (reducing equivalents) pada NADH dapat dipindahkan ke rantai transpor elektron mitokon- ‘dria dan pirwvat dapat dioksidasi secara sempurna menjadi COz dalam siklus ‘sam trikarboksilat (ATK). Karena membran mitokondria bagian dalam imper= ‘meabel terhadap NADH, pemindahan ekuivalen redutsi ini dari sitosol ke dalam ‘nitokondria memerlukan suatu sistem wlang-alik (shuttle system), yaitu sistem wang-alik malataspartat atau sistem ulangralikgliserol 3-fosfat. Oksidasi aero= bik ghukosa menjadi piruvat dan oksidasi piruvat menjadi CO; menghasilken 36- 38 mol ATP per mol glukosa. Pada tondisi di mana kapasitas oksidatifsel terbatas oleh kapasitas mitokon- dia atau ketersediaan oksigen, NADH yang dihasitkan dari glkolisis mengalami reoksidasi melalui perubahan piruvet menjadi laktat oleh laktet dehidrogenase, Perubahan ghikosa menjadi lakiat disebut ghkolisis anaerobik, yang berarti dbahwa proses ini tidak memerlukan oksigen molekular, Energi yang dihasilkan dari glikolisis anaerobik (2 mol ATP per mol glukosa) jauh lebih kecil daripada shasil oksidasi aerobik. Bonyak jenis set yang secara parsial atau total bergantung pada glukose seba~ gai bahan bakar. Pada beberapa kasus, glikolisis anaerobik horus menghasilkan semua, atau sebagian besar dari, ATP yang diburuhkon olzh sel. Jenis sel lain yang mengoksidast glukosa secara aerobik, misalnya otak, bergantung pada glukosa arena kemampuannya yang terbatas untuk mengoksidasi asam lemak, bahen bakar utama lain dalam tubuh, Fangsi utama jalur glikolitik adalah pembentukan ATP, dan jalur ini diatur se- cara umpan-balik oleh ATP dan metaboltterkaitnya, AMP. Enzi yang membatasi ‘ecepatan jalur glikolitk adalah fosfofruktokinase-1 (PFK-1). Enim ini secara closteris diakiifkan oleh AMP, yang meningkat di dalam dalam sitesol sewaktu ATP dihicrolisis oleh reaksi yang memerlukan energi. Di banyak sel, kecepatan fosfofruktokinase-1 mempengaruhi kecepatan masuknya glukosa ke dalam sel den “fosforilasinya oleh heksokinase menjadi glukosa |-fosfat Giikolsis memitik fungsi lain selain membennik ATP. Di hati dan jaringan adi ‘posa, jalur ini menghasilkan pinevat sebagai prekursor untuk biosintesis asam le- ‘mak. Hormon yang mengatur homeostasis glukosa, insulin dan glukagon, mengatur ‘glikolisis di kedua jaringan ini, Glikolisis juga menghasilkan prekursor untuk sinte- ‘is berbagai senyawa misaliya asam amino dan gula S-karbon (pentose). Walsupun Thomas Appleman bensiperg ke dokter gigi ia membuat per- @ janjian karena setiap kali makan es krim ia merasakan nyeri berdenyut yang hebat di giginya. Ja sangat menyubai permen dan selslu membawa permen ” 335 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 22 | PEMBENTUKAN ATP DARI GLUKOSA: GLIKOLISIS 339 Dalam fosforilasi frukiosa 6-fosfat menjadi fruktosa 1,6-bisfosfat oleh enzim fosfotrukiokinase-1, kembali digunakan energi dari penguraian ATP. Reaksi ini se- cara termodinamis dan kinetis adalah ireversibel sehingga memastikan glukosa ma- suk ke jalur glikoltik. Pengaturan fosfoftuktokinase-1 mengontrol masukny@ glukosa ke dalam glikolisis. Fruktosa 1,6-bisfosfat diuraikan menjadi dihidroksiascton fosfat dan gliscralde- hida 3-fosfat oleh aldolase, suatu enzim yang diberi nama untuk mekanisme reaksi majat dan mundur, penguraian aldol dan kondensasi aldol. Diidroksiaseton fasfat mengalami isomerisasi menjadi gliseraldehida 3-fosfat, schingga untuk setiap mol slukesa yang masuk ke dalam giikotisis terdapat 2 mol gliseraldehida 3-fosfat delam Jalur tersebut Perubahan Gliseraldehida 3-Fosfat Menjadi Piruvat Pada bagian selanjutnya delam jalurglikoliti, gliserakdehida 3-fosfat mengalami ok- sidasi, pembentukan ikatan fosfat berenerghinggi dari fosfat inorganik, dan penyu- sunaa ulang schingga fosfat dapat dipindahkan ke ADP untuk membentuk ATP (Gbr. 22.5), Reaksi pertama dalam urutan ini adalah kunci bagi jalurtersebut karena reaksi int mengkasilkan fosfat berenergi tinggi untuk sintesis ATP bersih, Dalam reaksi ini, ‘gugus aldchida pada gliseraldehida 3-fosfat yang terikat ke evzim mengalami oksi- asi menjadi gugus karboksil yang terikat ke enzim yang segera menerime sebuah fosfat inorganik untuk membentuk ikatan asil fosfat berenergi tinggi. Enzim yang rengkatalsis reaksi ini, gliseraldehida 3-fosfat cehidrogenase, memindahkan elek- tron ke NAD" untuk membentuk NADH. Pembentukan asi fostat disebat fosforilasi tingkat substrat, pembentukan ikatan fosfat berenergi tinggi yang sebelumnya tidak ‘ada—tanpa menggunakan oksigen. Energi bebas dari hidrolisis fosfat dalam ikatan ini ccukup tinggi sehingga pemindahan fosfit ke ADP untuk membentuk ATP oleh 3- fosfogliserat kinase dalam langkah selanjutnya pada jalur ini adalah reaksi yang se- «ara termodinamis dapat berlangsung. Untuk memindahkan fosfat sisa pada 3-fosfogliseret ke ADP, ikatan fosfoesterha- ras diubah menjadi ikatan fosfat berenergi tinggi. Perubahen ini terjadi melalui pemindaban fosfat ke posisi 2 (membentuk 2-fosfogliserat) lalu pengeluaran air un- tuk membentuk fesfoenolpiruvat (FEP). Iketan enolfosfet mengandung sckitar 14 ‘kkal. Pemindahan fosfét ini selanjutnya dari fosfoenolpiruvat ke ADP oleh piruvat ki- nase sekarang secara energi mudah berlangsung (Gbr. 22.6). Dalam reaksi ini, fosfo- ‘enolpiruvat diubah menjadi piravat, Ringkasan Jalur Glikolitik ‘Reaksi bersih keseluruhan dalam jalur glikolitik adalah: Glukosa + 2NAD" + 2P, +2 ADP ~> 2Piruvat + 2NADH + 4H" + 2ATP + 2H,0 Jolur ini berjalan dengan AG" keseluruhen adalah sckitar -22 kkal. Oleh karena itu, jalur ini tidak mudah reversibel. Pembalikan arah untuk membentuk glukosa (elukoneogenesis) memerlukan asupan energi. Oksidasi NADH Sitosolik Agar jalur glikolitik berjalan dengan tiads hentinya, NADH yang dihasilkan oleh gli- seraldehida 3-fosfit dehidrogenase harus dircoksidasi menjadi NAD" (Gbr. 22.7). Reoksidasi ini dapat disempurnakan dalem dua cara: (a) clektron dapat dipindahkan ke dalam mitokondria melalui sister ulang-alik gliserol 3-fosfat atau sistem ulang- alik malat-aspartat dan akhimaya diberikan kepaca oksigen melalui rantai anspor ‘opo2- CHOP OF 3-Fostogliserat ostogisore Gugus enclat Fostoonclpiruvat ADP peweat nese ate ° i co" i cH, Plruvat Gr. 22.6, Pembentukan ATP keden. Pony sunan ulang gugus fosfat dan pengeluaran ait ‘menghasilkan pemtentusan sebush gucus ‘enolat yang mengardung ikatan fosfat ber. ‘encrgi tinggi, yang dipindahkan ke ADP untuk membentuk ATP. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 2 / FEMBENTUKAN ATP DARI GLUKOSA: GLIKOLISIS ‘memfokuskan cahaya, sehingga hampir tidak terdapat mitokondria, Kebutuhan akan ATP yang sedikit (terutama untuk keseimtangan ion) dapat dengan mudah dipenuhi oleh glikolisis anaerobik walaupun hasil energi dari jalur ini rendah, Lensa mampu. menyerap glukosa dan melepaskan laktat ke dalam korpus vitreosa dan agueous hu- ‘mor. Lensa tidak memerlukan oksigen dan kapiler. Bagian retina juga menggunakan slikolisis anaerobik untuk memenuhi sebagian kebutuhannya akan ATP. Di tot rangka, produksi Ioktat terjadi apabila kebutuhan akan ATPmelebihi kapa- sites mitokondria untuk melakukan fosforilasi oksidatif, dan peningkatan pembentuk- an laktat akan didamping' oleh peningkatan kecepaten siklus asam trikarboksilat. Per~ panjangan otot rangka menggunakan glikolisis aerobik versus anacrobik untuk meng- hasilkan ATP bervariasi sesuai dengan jenis serat otot, kapasitas mitokondria untuk melakukan fosforilasi oksidatf, lama waktu dati awitan olahraga, dan intensitas olalh- raga, Pada otot rangka, glikolisis anacrobik berkaitan erat dengen penggunaan sim- panan glikogen oto (lihat Bab 26) ‘Sebagian besar laktat yang dibebaskan dar jaringan yang melakuken glikolisis an- aerobik diserap oleh jaringan lain yang _memiliki kepasitas mitokondria yang berle- bihan, Misalnya, jantung, dengan kandungan mitokondria yang sangat besar, mampu menggunakan laktat yang dikeluarkan dari jaringan Iain selama olahraga. Laktat di- pindahkan ke dalam jaringan, dioksidasi menjedi piruvat oleh laktat dehidrogenase, dan masuk ke delam siklus asam trikarboksilat Perjalanan laktat lain yang utama adalah perubahan menjadi glukosa oleh proses slukoneogenesis. Laktat yang dihasilkan oleh otot rangka dan jaringan lain diserap oleh hati dan diubah merjadi glukosa. Daur laktat antara otot dan hati disebut siklus Cori (Ghr. 22.13). FUNGSI GLIKOLISIS Jalur glikolitik, selain menghasilkan ATP, juga meaghasilkan prekussor untuk jalur biosintetik. Zat antara pada jalur glikolitik dapat diubah menjadi ribosa 5-fosfat, yang ‘membeatuk guls nukleotida([ihat Bab 28), dan menjadi asam amino serin, glisn, dan sistein (ihat Bab 39). Piruvat dapst mengalam transaminase menjadi alanin. Di hati, dan sedikit di jaringan adiposa, piruvat menghasilkan substret untuk biosintesis asam. lemak. Gliserol 3-fosfat, yang membentuk rangka triasilgliserol, berasal dari jalur sglikolitik (Iihat Bab 33), PENGATURAN GLIKOLISIS BERDASARKAN KEBUTUHAN ATP Karena fungsi uama jalur glikolitk adalah membeatuk ATP, fluks melalui jalur ini hhanus diatur sehingga kecepatan pembentukan ATP sesuai dengan kecepatan penggu- naznnya, Pengaktifan alosterik fosfofruktokinase-1 oleh AMP dan inhibisinya oleh Korpus Korpus sila Mirsoss, we. Retna Lensa. Komea Fovea Aqueous seals humor : Sklera silais 343 Hasil ATP keseluuhan untuk ‘oksidasi sempurna satu mol glu- kosa menjadi 6 mol CO, adalah 36-38 mol; sekitar 2 mol ATP dihasilkan ‘oleh jalur glicolitik, 4-6 mol ATP dinasilkan lah sistom ulang-alik, dan 30 mol ATP i- hasilkan daf oksidasi2 mol piruvatmelalui piruvat dehidrogenase dan siKlus asam r- karboksilat. Sebaliknya, hasil ATP dari gli- kolisis anaerobikhanya 2mol. Dengan de- mikian, glikolisis anaerobik harus berlang sung sekitar 19 kali lebih cepat daripada oksidas’ glukosa aerobik untuk menghesil- kan ATP dalam jumlah yang sama per sa- tuan waktu. Karios gigi pada Thomas Ap- pleman terutama disebabkan oleh pH yang rendah akibat pembentuken asam laktat oleh glkolisis anaerobik yang dilakukan bekten mulut Pada pH kurang dari 8,5, teradi dekalsif kasi email dan dentin, Laktobesilus dan S, ‘mutan adalah organisme utama yang ber- peran dalam proses ini kerena hampir se- ‘mua energinya berasal dari perubahan lukosa atau fruktosa menjadiasam lakat, ddan kecuanya mampu tumbuh subur pada pH rendah yang timbul ekibat proses ini Dokter gigi Tn. Appleman menjalaskan bahwa bakteri & plak gigi Tn. Appleman ‘dapat mengubah gula dalam permen men- jadiasam dalam waktu kurang dari20 me- nit. Karena produksi air liur berkurang pa- ‘da malam hari, air ur kurang dapat ber- fungsi sebagai penyangga (buffer) dan menyingkirkan. asam laktat, yang akan melarutxan hidroksiapatit pada email gigi pada malam hati. By 22.1; Walaupun inhibitor sistem uulang-alik malat-aspartat menu- runkan kapasitas sel untuk me- lakukan reoksidasi NADH sitosol, inhibitor tersebut tidak menghambat glikolsis oo- cara total. Seperti banyak inhibitor jalur lainnya, inhibitor sistem ulang-alik ini me- rningkatkan fluks melalui jalur_aternati Dalam hal ini, lebih banyak NADH yang mengalami teoksidasi dalam sistem ulang- alik gliserol 3-fosfat, dan teoksidasi NADH melalui perubahan piruvat menjadi laktat juga dapat moningkat. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 22 / PEMBENTUKAN ATP DARI GLUKOSA: GLIKOLISIS ‘S. mutans mengandung dekstran-sukrase, statu glukosiltransferase yang memin- dahkan unit glakosil dari makanan sukrosa (6) dan (1~93) antara unitunit glukost lam dekstran (Gbr. 22.17). Deksiran-sukrase adalah spesifik untuk sukrosa dan tidak mengkatalisis polimerisasi glukosa bebes, atau glukosa dari disakarida atau poli- sakanida lain, Dengan demikian, suktost menentukan potensi kariogenik permen, Deksiran yang lekat dan tidak larut air memperantarai perlekatan S. mutans dan bake teri lain ke permukaan halus. Fruktosa dari sukrosa diubah menjadi zat antara gli- kolisis dan dengan cepat dimetabolis menjadi asam laktat. Penurunan pH yang terjadi mencetuskan demineralisasi hidroksiapatit di email gigi Lopa Fusor dirawat i unit gawat darurat rumah sakit dengan asidosis laktat. Ka- dar asam laktat plasmanya meningkat dan pH darah arteri menurun. Mekenisme yang ‘mendasari gangeuan keseimbangan asam-basa pada Na, Fusor adalah penurunan he- bat jumlah oksigen yang disalurkan ke jaringan untuk respirasi sel (hipoksia). Be- berape proses yang terjadi bersamaan juga berperan menimbulkan keadaan keku- rangan oksigen ini. Yang pertama adalah penurunan tekanen derah yang parah yang disebabkan oles perdarshan dari tukak lambung. Hilargnya darah menyebabkan hi- poperfusi schingga penyaluran oksigen ke jaringan berkurang, Penurunan jumlah sel derah merah yang mencolok dalam sitkulasi akibet hilanenya darah semakin menu- runkan peayaluran oksigen. Penyakit pant obstruktif menahun (PPOM) yang sudah ada memperparah bipoksia Karena menurunken kepasitas para untuk mengekstraksi oksigen dari udara yang dihirup dan memindahkannya ke darah arteri (ps rendeh), Selain itu, POM menyebabkan retensi karboa dioksids (pCO, tinggi), yang menye- CHOH, a ‘0: CHO. PAS Chr. 22.17, Struktur umum dekstras. Residu-residy glukosil dikat oleh iketan a-1,3, 0-16, dan beberapa a-1.4 347 22.8: 1. Pengaturen oleh AMP dan ATP sesuai dengan ft i glikolisis, yaitu menghasikan ATP. 2, Pengatur tambahan sesuai dengan fungsi tambahen gikolsis ¢i dalam sel, rmisalnya fungsi oi hati dan jaringan adi posa, 8, Fosfofruktokinase-1 adalah enzim engatur yang utama. Enzim yang oiatur biasanya mengkatalisis reaksi yang paling lambat di jalur yang bersangkutan. Walau- Pun fosfogiukcisomerase menckatalsis, feaksi yang lebih awal pada gikotsis, reaksi tersebut tidak lambat dan bersifat reversibel dengan bebes. Inhibisi fosto- {ruktokinase-1menurunkan konsentasi substrat untuk reaksi selanjutnya dalam Jalur tersebut, 4. ATP merupakan produk penting dari jalur tersebut, baik ATP yang dnasikan ‘leh fosforiasi tingkat substrat mauoun dari (csforlasi oksidafi. ATP_memberi umpan-baiik untuk mengontrol kecepatan sintesisnya sendir, baik secara langsng ‘meupun melalui AMP. 5. Perubahan kecl pada AMP menye- badkan perubahan besar pada fluks. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 23 / PENBENTUKAN ATP DARI ASAM LEMAK DAN BADAN KETON Al Martini ditemukan tergeletek setengah sadar di dasar tanggs oleh induk semana sea nik cenang ere! teal dr kuyengm ae Jam dengan teman-temannya. Wajah Al Martini memperlinatkan beberspa ‘memar dan lengan bawah kanannya terpuntir. Tampak muntahan tanpa darah yang te- lah mengering mengotori bajunya, Ta, Martini dilarikan dengan ambulans ke unit ga- wat darurat di rumah sakit terdekat, Selain beberapa memar dan fraktur terbuka di lengan bawah kanan, pernapasannya dalam dan cepat (Kussmaul) dan ia mengalami dehidrasi sedang. Pemeriksaan laboratorium awal memperlihatken celah anion (anion gap) yangre- latif besar yaitu 34 (rentang acuan = 9-15), Celah anion dihitung dengan mengurang- an jumlah nilai untuk klorida serum den untuk konsentiasi CO2 serum dati kon- sentrasi natrium serum, Apabila celah tersebut lebih besar daripada normal, mungkin terjadi peningkatan anion misalnya badan keton di dalam darah. Analisis gas darah ar- teri memastikan adanya asidosis metabolik, Kadar alkohol darah Ta, Martini hanya sedikit meningkat. Glukosa serum 68 mg(dL. (normal rendch), Dokter yang merawat mencurigai adanya ketoasidosis akibatalkohol yangdisertai oleh ketoasidosis akibat keleparan dan meminta pemeriksaan kadar f-hidroksibutirat, Walaupun pemeriksaan aseion urin negatif, kadar asam lemak bebas dalam plasma meningkat dan konsentrasi B-hidroksibutirat 40 kati deri betas atas normal Dilakukan rehidrasi dengan pemberien cairan intravena yang mengandung glu- kosa dan kalium. Kedar kalium awal rendah, mungkin akibat muntoh-muntah, Dila- kukan konsultesi ke ali bedah ortopedi mengenai fraktur terbuka di lengan bawah kananaya. Lofata Burne adulah scorang wanita berusia 16 tahun yang ssjak berusia a 14 tahun mengalami episode rasa lelah berkepanjangen yang disertai man- tah dan peningkatan keringst, yang biasanya terjadi setelah puasa semalam. Sclama episode serangan yang lebih hebat, ia harus dirawat di rumah sakit dan ia akan ‘segera membaik dalam beberapa jam setelah pemberian infus glukosa intravena, Episode ini hanya terjadi apabila ia berpuasa lebih deri 8 jam. Karena ibunya mermberinya makan pada tengah malem dan membangunkennya pada pogi har! untuk serapen, perkembangan fisik dan mental Lofata tetap normal. Pada hari ia dirawat di rumah sakit, ia tidak memakan serapannya dan pada siang harinya ia merasa amat le- Jah, mual, berkeringat, dan lemas. la tidak dapat menahan makenan apapun di dalam lambungnya dan segera dilarikan ke rumah sakit di mana ia segera diberiken infus ‘glukosa iniravena, Gejala menghilang secara dramatis setelah terapi ini. Kedar glukosa serum awalnya adalah 38 mg/dL (rentan acuan = 80-100 mg/¢L). Kadar nitrogen urea darah (blood urea nitrogen, BUN) sedikit meningkat yaitu 26 mg/dL (rentang acuan = 8-25 mg/dL) akibat murtah yang menimbulkan dehidrasi. Kadar transaminase hati dareh (AST, dahulu disebut SGOT, dan ALT, datulu disebut SGPT) sedikit meningkat walaupun hatinya tidak teraba membesar. Terdapat bukti penurunanketogenesis (0,3 mM B-hidroksibutirat) walsupun kadar asam lemak bebas di dalam darah meningkat (4,3 mM). "ASAM LEMAK SEBAGAI BAHAN BAKAR ‘Tbh meagolsidas ebih bank am oma soap hart daipeda bahon baka lan (Tabe] 23.1), Asam lemak berasal dari makaran atau disintesis terutama di hati dari ‘glukosa, Rangkaian enzim yang bekerja pada asam lemak dan lokasi jalur untuk me- tabollsme asam lemek berbeda-bed bergentang pods jumlah karbon dalam rata asam lemak. Asam lemak dibagi menjadi empat kelompok: rantai pendek dengan 2 atau 3 karbon (asetat dan propionat), rantai sedang dengan 4-12 karbon, rantai pan- Jang dengan 12-20 harbon dan rant sangat pnjang dengan cba 20karbon Ta. bel 23.2). Asam lemak rantai panjang dengan 14-20 karbon merupakan asam lemak yang utama di dalam tubuh, (Lihat Bab 6 untuk tata nama asam lemak). 351 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAR 22 / PEMBENTUKAN ATP DARI ASAM LEMAK DAN BADAN KETON 355 atiks ‘miokondria Bow -& Cl AA/ CH= CHa CHy-C~ Skok Ail lemak KoA fo taom ca ° FAD (2H) —» ~2ZaTP selurogease a CAA sore CH=CH=E~SkoA Erol mak KoA trans a? e Sa) teak Setse Oksideslp 044 ° CH AAsCHsE = CHE Skok LyPtroks an KCoA ° NADY Spal Prion KA Se A ‘enidrogenase an it CHA CH: C-CH2-C~ SKoA ——_f+Ketoasil KOA i ° KoASH ret tolese o- ° e CH VAAs Ce C- SKOA + Clg C~ Ska [eta CH023) Ae omak KoA ‘sot KoA, wh RRealsilan ATK” Badan katen (nat) Gbr. 23.6 Langkah-langkah pada oksidasi-P. Keempat langkah diulang sampai asam lemak rantai genap secara tuntas diubah menjadi asetl Ko. FAD(2H) dan NADH direoksidasi oleh rantai tanspor elektrcn, mengtasilkan ATP. Perhatikan bahova tiga Iangkah pertame serupa dengan yang terjai pada siklus asam:trikarboksilat yang mengubsh suksinaz menjadi oksalo- angkah-langkennye diulangt, substrat untuk setiap spiral lebih pendek 2 karbon di- bandingkan dengan subsirat untuk spiral sebelumnya. Peda spiral terachir. pemutusan asil lemak 4-Kerbon KoA (butitil KoA) menghasilkan 2 asetil KoA. Dengan de- mikian, suatu asam lemak rantai genap misalnya palmitoil KoA, yang memiliki 16 karbon, diputus sebanysk 7 kali, menghasilkan 7 FAD(H), 7 NADH, dan & asetil KoA. Dihasilkan sekitar 14 ATP oleh FAD(2H), 21 ATP oleh NADH, dan 96 ATP oleh oksidasi asetil KoA dalam siklus esam trikarboksilat Oleh karena itu, suatu asil lemak 16-karbon KoA menghasilkan sekitar 131 ATP. Apabila pengaktifan, yang mengkonsumsi2 ATP, diperhitungkan, hasil bersih energi adalah sekitar 129 ATP. Banyak jaringan, misalnya otot dan ginjal, mengoksidasi asam lemak secara sem- pura menjadi CO) dan HO. Dalam jaringan ini, asetil KoA yang dikasilkan melal oksidasi-f’ masuk ke dalam siklus asam trikarboksilat. FAD(2H) dan NADH dati ok- sidasi-8 dan siklus asam trikarboksilat mengalami reoksidasi oleh rantai anspor elektron dan dikasilkan ATP. Proses oksidasi-S diatur oleh kebutuhan sel skan cnergi, yaitu, oleh kadar ATP dan NADH, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 15 / PEMBENIUKAN ATF DARI ASAM LIMAK DAN BADAN KETON, METABOLISME BADAN KETON — Sintesis Badan Keton Badan keton terdiri dari asetoasetet, B-hidroksibutirat(3-hidroksibutirat), dan aseton, ‘yang merupakan produk penguraian aselozsetal. Sintesis badan keton terjadi epabila, kadar asam lemak dalam darah meningkat, yatu selama berpuasa, kelaparan, atau aki- ‘bat makanan tinggi lemak rendah karbohidrat. Enzim untuk sintesis badan keton teru- tama terdapat di mitokondria hati. Apabila kadar asam leak dalam darah meningkat, asam lemak akan masuk ke dalam sel hati Di dalam mitokondria hati, terjedi proses oksidasi-B yang menghasil- kan asetil KoA, NADH, dan ATP, Pada keadaan ini (berpuasa atau diet tinggi lemak rerdah karbohicrat),rasio glukagon/insulin tinggi, dan hati mensintesis glukosa me- lalui proses glukoneogenesis. Piruvat, yang dihasilkan dari laktat atau alanin, diubah ‘menjadi oksalossetat, yang meninggalkan mitokondria sebagai aspertat atau malat ‘untuk ikut serta dalam glikoneogenesis di dalam sitosol(lihat Bab 27). NADH yang, dikasilkan oleh oksidasi-8 membantu mendorong oksaloasetat menjadi malat. De- rngan demikian sedikit oksaloasetat yang tersedia untuk reaksi yang dikatalisis oleh si- tra! sintase, dan terjadi penimbunan asetil KoA. Dus moiekulasetil KoA bereaksi untukmembentuk asetoasetil KoA melalui pem- balikanreaksitiolase (atau melalui reaksi yang dikatalisis oleh isozim tiolase peda ok- sidasi-f). Asetil KoA lain bereaksi dengan asetcasetil KoA, menghasilkan 3-hidroksi- 3-metilglutaril KoA (HMG-KoA) dan membebaskan koenzim A yang tidak menga- lami asilasi (KoASH). Enzim yang mengkatalisis reaksi ini adalah HMG-KoA sin- tetase. Enzim ini terinduksi sewaktu puasa dan dihambet oleh salah satu produknya, KoASH. Dalam reaksi selanjutnya, HMG-Koa lias memutuskan HMG-KoA untuk ‘membentuk asetil KoA dan asetoasetat (Gbr. 23.15) Asetoasetat memiliki tiga nasib (Gbr. 23.16). Asetoasetat dapat langsung mastk ‘ke dalam dorah atau dapst direduksi oleh dehidrogenase dependen-NAD menjadi ba- dan keton kedua, B-hidroksibutirat, yang kemudian masuk ke dalam darah. Reaksi de- hhidrogenase ini bersifat reversibel dengan mudah dan berfungsi untuk interkonversi kkedua badan keton ini, Kedua badan keton masuk ke dalam darah dan berpindah dari hati ke jaringan lain tempat keduanya dioksidasi untuk menghasilkan energi. Nasib kketiga asetoasetat adalah dekerboksilasi spontan, di mana terjadi reaksi nonenzimatik ‘yang membebaskan CO; dan menghasilkan aseton. Metabolisme aseton selanjuinya ti- {dak segera terjai, Karena mudah menguap, aseton keluar melalui ekspirasi lewatpare Rasio NADH/NAD’ menentukan jumlah relatif asetoaserat dan 6-hidroksibutirat rang dihasilkan. Manusia biasanya membentuk lebih banyak B-hidroksibutirat dari- ppada asetonsctat Oksidasi Badan Keton Badan keton merupekan bahan bakar bagi jaringan terutama dalam keadaan puasa, Setelah dibebaskan dari triasilgliserol jaringan adiposa, asam leak digunakan oleh ° on fo q r CHy= (CH) ~ Cy 6-0") —® CHy~ (CH), Cr 9'0 ° (Clg (CH,)p= C—O! — Cy = (Cy C—O" + Op! Gbr. 23.13. Oksidasi-o asam lemak. Oksidasiterjadidi kerbon-a_ (karbon 2) Satu karbon dike Iuarkan dari yjung karboksil rantai asam femak dan dibebaskan sebagai CO3. Karbon asam le> mak sisanya dapat meagulangi proses tersebut 359 ° 7 1 (CHy= (CH) C—O" g HOCH, =(0H,-C-0" { t 9 ° q q -0-E=(cH,),--0" Gr. 22.12. Oksitasicn asim lemak Gugus ‘mei! di ujung-« diubah menjadi guaus kar Dboksil. Dengan demikian terbentuk suatu asam dikarboksitat Secara normal, oksidasiw ada- lah proses minor. Namun, pada keadaan d' mana terjadi gang- ‘quan oksidasi-fi (misalnya defisiensi kar- niin atau defisiensi suatu enzim oxsidasi- 8), oksidasi menghasikkan asam dikar boksilat dalam jumlah besar. Asam dikar- boksilat ini diekskresikan melalui urin, Lofata Burne mengekskresikan asam dikarboksilat dalam urinnya, terutama sam adipal (yang memnilki 6 Karbon) dan ‘asam suberat (yang memiliki 8 karbon). [00C-CH-CH-CH-CH,—CHACH-COO Asam suber! Oksdaste Gbr. 23:14, Oksidasi asm fitanat. Oksidasince -mengeluarkan karbon éi jung karboksil asam lemak. Kemudian oksidasi-f di garis yang ter- pputus-putus dapat_menghasilkan propionil KoA dan asetil KoA secara bergantian Pada ponyakit Ro‘sum, suatu kelainan neurologis yangjarang, terjadipenimbunan asam fitanat karena defek oksidasicr aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 23 / PENRENTUKAN ATP DARI ASAM LEMAK DAN BADAN KETON 32), Malonil KoA menghambat karitin:asiltransferase 1 yeng berperan dalam trans~ por asam lemak ke dalam mitokondria tempat keberadaan enzim untuk oksidasi-. Dengan demikian, pada Keedaan Keayang, asarn lemak tidak dioksidasi di hati atau diubah menjadi badan keton. Selama puesa, sintesis asam lemek di hati, dan dengan demikian sintesis malonil Koa, menurun, Terjadi mobilisisi asam lemak dari wiasigliserot jaringan adiposa akibat rasio glukagonfinsulin yang tinggi. Hati sekarang dapat menyerap asam lemak ini dan memindahkannya ke dalam mitokondria. Karena selame puasa aliran oksalo- asetat dan malat adsish ke arah glukosa (yaitu, terjadi glukomeogenesis), terjadi pen- imbunan asetil KoA dan digunakan untuk intesis badan keton. Apabila puasa ber-ke~ panjangan, teradi indvksi HMG-KoA sintelase, enzim kunci pada sintesis badan keton KOMENTAR KLINIS. Walaupun ketozsidosis dapat terjadi pada pecandu iN alkohol, seperti Al Martini, Ketoasidosis diabetes (KAD) lebih sering dite mukan (Lihatkasus Di Beatty ci Bab 4 dan 5), Ketoasidosis diabetes terjadi arena peningkatan kecepatan pelepasan asam lemak dari triasilgliserol jaringan adi- posa dan pembentukan badan keton di hati akibat tidak adanya insulin, Penyebab ketosis pada ketaparan jangka panjang adalab penurunan asupan Kalori yang, tentu saja, menyebabkan penurman kadar glukos1 dan insulin dalam dara. Hal in mengakibatkan penurunan ketogenesis hati, Dengan demikien, secara umum, ke~ toasidosis diabetes, ketosis akibat Kelaparan, dan ketoasidosis yang dicetuskan oleh alkohol, seperti yang terjadi pada Al Martini, sara-sama memperlihatkan kelainan rmetabolisme berupa lipolisis yang dipercepat (yang member’ lebih banyak asarn lemak ke hati) den peningkatan ketogenesis, akibat rendaknya kader insulin dalam darah, Lebih dari 25 enzim dan protein transpor spesifik ikut serte dalam metabolisme asam lemnck di mitokondria, Paling sedikit 15 dari enzim dan protein transport spesifik ini berkaitan dengan penyakit peda manusia, Barbera ini dibuktikan bahwe defisi- censi asi rantai sedang KoA dehidrogenase, penyebab masalah Lofata Burne, adalah salah satu dari kesalahan metabolisme bawaan sejak Iehir (inborn errors of metabo- lism) yang paling sering terjedi dengan frekuensi pembewa berkisar dari | dalam 40 di Eropa utara sampai kurang dari | dalam 100 di Asia, Secara keseluruhan, perkiraan fickuensi éefisiensiasil rantai sedang KoA dehidrogenase adalah | dalam 15.000 orang, suatu angka prevalensi yang setara dengan atau lebih besar dari angka fenilketonuria, vyitu penyakit genctik yang pemeriksaan penapisan dilakukan yada semua bayi baru lehir di Amerika Serikat. DDefisiensiasil rantai sedang KoA dehidrogenase adalah penyakitresesif autosom yang disebabksn oleh substitusi sebuah T menggartikan A pada posisi 985 di gen as rantai sedang Ko dehidrogenase. Mutasi ini menyebabken lisin menggantikan re~ sidu glutamat pada protein tersebut, schingga dehidrogenase yang terbentuk menjadi tidak stabil. Manifestasi defisiensi asi rantai sedang KoA dehidrogenase yang paling sering terjadi adalah hipoglikemia hipoketotik intermiten (kadar badan ke‘on dan glukosa dalam darah yang rendah), Hipoglikemia lebih sering terjadi setelah puasa jangka Panjang saat simpanan glikogen hati telah habis dan glukosa yang ada digunaian de- ngan cepat. Dalam keadsan normal, pada saat ini asam lemak aken dioksidasi menjadi CO; dan H,O. Naman, pada defisiensi asil rantai sedang KoA dehidrogensse, ase le- ‘mak dengen rantai sedang tidak dapat dioksidasi lebih lanju. Akibatnya, cubuh harus mengendalkan oksidasi glukosa yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan akan cenergi schingga terjadi hipoglikemia. Kerena energi (ATP) yang diperlukan untuk rmenjalankan giukoneogenesis di hati tidak tersedia dan karena penimbunan asil le- mak KoA yang tidak teroksidasi menyebabkan inhibisi glukoneogenesis, kadar glu- kosa akan seanekin turun, Peaurunan oksidasi asam lemak menyebabkan jumlah asetil KoA untuk sintesis badan keton juga berkurang. Keadaan inimenimbulkan hipoglike- mia hipoketotik 363 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 24 / KONSE? DASAR DALAM PENGATURAN METABOLISME BAHAN BAKAR + sistem saraf pusat menggunakan sinyal saraf untuk mengontrol metabolisme ja- ringan, secara langsung atau melalui pelepasan honmon, Insulindan glukagon adalah dua hormon vtama yang mengatur penyimpanan dan ‘mobilisasibahan bakar (iat Gbr, 24.2). Insulin adalah hormon anabolsk utara dalam tubuh, Insulin mendorong penyimpanan bahan bakar dan penggunaan bahan bakar untuk pertumbuhan, Glukagon adalah hormon tama yang memobilisasi bahan bakar. Hormon lain, misalnya epinefrin, dikeluarkan sebagai respons sistem sarat pusat ter- hhadap hipoglikemic, olahraga, atau sires fisiologis jenis lain. Epineftin dan hormon sires lain juga meningkatkan ketersediaan bahan bekar (Gb. 24.5). eran Khusis glukosa dalam homeostasis metabolk ditentukan oleh keayataan bbahwa banyak jaringan (misal, oiak, sel darah merab, lensa mata, medul ginjal, otot rangke yang bekerja) bergantung pada glikolisis untuk memeauhi semua atau se- bagian kebutuhan akan enerei dan secara terus-menerusmemerlekan akses yang tidak terganggu terhadap glukosa atas dasar desik-ke-deiik untuk memenvhi tinggiaya ke~ cepatan penggunaan ATP. Pada orang dewasa, setiap hati diperlukan minimum 199 g glukosa; sekitar 150 g untuk otak dan 40 g untuk jaringan lain. Penurunan bemakna ‘glukosa darah di bawah 60 mg/dl. akan nicmbetasi meiabolisme glukesa di otak dan mencetuskan timbulnya gejala hipoglikemik, yang diperkirakan Karena proses kese- Juruhan fluks glukosa melalui sawar darab-otak, ke dalam cairan interstisium, dan ke- nudiaa ke dalam sel neuron, berlangsung lambat dan memiliki X yang rela tinggi (ihat Bab 25). Pempindahan bahan bakar secara terus-menerus masuk dan keluar depot penyim- ppanan diharuskan oleh tingginya bahan baker yang diperiukan setiap hati untuk me- ‘menuti kebutuhan akan ATP. Akan tegadi hal yang somgat merugikan apatil pasokan glakosa, asam amino, dan asam lemak dibiarken beredar dalam darah walat- pun hanya sehari, Konsentrasi glukosa dan asam emino akan sedemikian tinggi se- hhinggs efek hiperosmolar menimbulkan koma. Konsenirasi glukosa dan asam amino akan berada di stas ambang ginjal (konsentrasi maksimum dalam darch di mana ginjal dapat melakukan resorpsi metabolit dengan sempuma), dan sebagtan dart senyawa ini akan terbuang percuma melalui urin. Glikosilasi protein nonenzimatik akan mening- kat pada kedar glukosa darah yang lebih tinggi. Trasilgliserol beredar dalam lipopro- tein yang mengandung kolestercl, dan kadar lipoprotein ini aken meningkat secara terus-menerus sehingga risiko penyakit pembuluh aterosklerosis juga meningkat. Se- bagai akibatnys, glukosa dan bakan bakar lain dengan tiads hentinya masuk dan ke- lar dati depot penyimpanan sesuai kebutuhan. ‘Smpanan foahan takar Bahan bakar dalam darah + fea sina sta aa Kanon are dalam deat foes Ea Bahan bakar 2 Gor. 245. Sinyal yang mengatur homeostasis metabollk. Hormon stres yang wtama adalah epinefrin dan Kortisol 367 eee ‘eon at facan Ce=D cD Z Soom Gbr. 24.4, Homeostasis metabolik. Keseim- Dangan antora Ketersediaan bahan bakar dan kebutuban jaringan untuk berbagai bahar ba- kar dicapai oleh tiga jenis pesaa: kadar baban bbakar atau zat gizi di dalam darah, kadar salah satu hormon horteostasis metabolik. atau im- ppuls saaf yang mempengaruhi metabolisme jaringan atau pelepasen hormor, Konsekuensi cari kadar glukosa darah yang tinggi (hipergike- mia) muncul pada penderita dia- betes melitus yang tidak dobat. Kadar glukosa yang sangat tinggi dapat menim- Bulkan koma hiperosmolar nonketotik. Hi Peralikemia juga menimaulkan etek pato- logik melalui glicosilasi nonenzimatik Der- agai protein. Hemoglobin (HbA), salah salu protein yang mengalami glkosiasi membentuk HbA, (linat Bab 8). Kadar HbA,, Ann Sulin yang tinggi (14% dati to- tal HbA, dibandingkan rentang acuan 5,2- 7,88) mengisyaratkan bahwa glukosa da- Tahnya telah meningkat lebih dari 6-8 minggu terakhir, Semua protein mombran dan serum yang terpajan terhadap Kedar glukosa yang tinggi dalam darah atau cairan inters- tisium berisiko mengalami glikosilasi, yang ‘mengganggu stuktur protein dan secara umum mempengaruhi fungsinya. Glikosi- lasi nonenzimaiik protein membran dan ‘corum iainnya ikut borporan monimbukan penyult jangka panjang pada diabetes ‘melitus yarg melipuiiretnopati, nefropati, dan neuropati diabetes, selain penyulit vaskular lainnya dar penyakit tersebut aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 24 / KONSEP DASAR DALAM PENGATURAN METABOLISME GAHAN BAKAR peococcoan Peptide Ghr. 24.10. Permatusin proinsulin menjadi insulin. Proinsulin divbah ‘menjadi insulin melalui pemutusan proteolitik, yang mengelusrkan Peplidasc den beberapa residu asam amino lain, Pemuusan teyjadt di Insulin, seperti banyak hormon polipeptida lain, disintesis sebagai suatu prapro- hormon yang kemudian diubah di retkulum endoplasma kasar (RER) menjadi proin- sulin, Uruan “pra,” suatu urutan sinyal hidrofobik yang pendek di ujung terminal-N, diputuskan sewaktu praprobormon tersebut masuk ke dalam lumen retikulum endo- plasma kesar. Proinsulin mengalemi pelipatan untuk membentuk konformasi yangse~ suai dan terbentuk ikatan disulfida anter residu sistein, Proinsulin ini kemudian dipindahkan dalam mikrovesikel ke kompleks Golgi. Hormon ini meninggalken kom- pleks Golgi dalam vesikel penyimpanan, di mana suatu protease mengeluarkan peptida-C (fragmen yang tidak memiliki aktivitas hormonal) dan beberape residu asam amino, dan menghasitkan insulin aktif (ihat Gbr.24.10). Jon seng dipindahkan ke daiam vesikel penyimpanan tersebut, Pemutusan regio peptida-C menurunkan ke~ Jarutan insulin, yang kemudian mengendap bersama dengan seng. Perangsangan sel B oleh glukosa menyebabkan eksositosis vesikel penyimpan i sulin, suatu proses yang bergantung pada ion K°, ATP, dan ion Ca™. Fosforilasi glu- kosa di dalam sel B dan metabolisme selanjutnya mencetuskan pelepasan insulin melalui suatu mobilisasi Ca" intrasel Rangsangan dan Hambatan Pelepasan Insulin Kadar insulin darah meningkat dengan cepat sebagai respons terhadap peningkatan kadar glukosa darah (lihat Gbr. 24.8). Pelepasan insulin terjadi dalam beberapa menit setelah pankreas tepajen oleh kadar glukosa yang tinggi, Ambang untuk pelepasan insulin adstah sekitar 80 mg glukosa/dL. Di ates 80 mg/dL, kecepatan pelepasan insu- Jin bukan merupakan respons ail-or-none, teiapi proporsional tethedap konsentrasi lukosa sampai sekitar 300 mg/L. Seiring dengan sekresi insulin, sintesis molekul insulin yang baru terangsang, sehingga sekresi dipertahankan sampai kadar glukosa darab turun. Insulin dikeluarkan davi sirkulasi dengan cepet dan diuraikan oleh bati (dan, dengan tingket yang lebih tendah, oleh ginjal dan oto: rangka), schingga kadar insulin turun dengan cepat apabila kecepatan sckresi metambat. am O tterda panah, Dari Murray RK, dkk. Harpers biochemistry: ed 23. Stan Jord, CT: Appleton & Lange, 1993:560, ‘Ann Sulin mendapat senyawa sulforilurea yang dikeral seba- ‘gai glipizid untuk rengobati dia- betesrya. Sulfonilurea bekerja pada re- septor spesifik di permukaan sel B pan- kreas. Pengakifan yang berikut dan re- soptor ini akan monutup saluran K° yang, pada gilirannya, meningkatkan perpindah- ‘an Ca® ke dalam sel. Kalsiummengatur in- teraksi vesikel penyimpan dengan mem- bran plasma sehingga terjadi pelepesan ineulin, Pengukuran proinsulin dan poplida-C pada darah Bea Sel- mass colama berpuaca di ru mah sakit memastikan bahwa ia mengidap insulinoma. insulin dan peptida-C disekre- sikan dalam jumlah yang setara, tetapl Peptida-C tidak dibersihkan dari darah se- ‘copat inouiin. Oleh arena itu, poptida-C depat dijacikan ukuran kecepatan sekresi insulin Pengukuran peptida-C olasma juga dapat bermanfzat dalam mengobati pen- derita diabetes melitus karena pengukuran tetsebut_merupakan suatu cara untuk ‘memperkirakan derajat sekresi insulin en- dagen pada penderta yang mendapat in- sulin eksogen. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 24 / KONSEP DASAR DALAM PENGATURAN METABOLISME BAHAN BAKAR ATP cAMP E> Fostonas poten of RNA PG hors P=) Fostertasirsopoe dan Reseptor yang digabungkan ‘dengan hidrotisiafostatll {ostaipase C Fifer DAS Gy rosie tifestat CY Reseptor digabungkan ‘ke adenilat silklase ‘Ghikagen Epetrin (teseptor ag dan Ba) Reseptor yang memilik sktivitas Kinase Inositol Epietrin (reseptor ay) Harmon pertumburan Fosfotilasi protein ‘dan peningkatan Ca? inrasel Reseptor yang digabungkan so Ko saluran fon berpintu “Angiotensin tt Neurotransmiter (GABA dan aseti- koln) 1 onbahan potensal remaran a farertas ion dalemest Gbr, 24.13. Trarsduksi siayal oleh hormon yang berikat ian dengan reseptor di membran plasma, Sebggian besar hormon homeostasis metabolisme (glukagon, insulin, epinefris, nore- pivefrin, dan hormon pertumbuhan) menimbulkan efek mereka dengan mengikat reseptor di _membran plasma, Pengikatan ini mempengaru proses intr asel dengan menghasilkan peran- tara Kedua intrasel seperti cAMP, dasilgisero! (DAG), atau inositol trifostat (IP5), dengan mengkatalisis fosforilai, atau. membuka‘menatup saluran ‘ransdulsisinyal ini digunakan oleh banyek hormon lain dan oleh neurotran ‘memiliki reseptor permukaan se). jon berpintu. Mekanisme dasar (yang juga 375 24.1: inhibisi foslodiesterase oleh metibantin akan. mening- ketkan cAMP dan memiiki efek yang sama pada metabolisme bahan bakar seperti peningkatan glukagon dan epinetrin. Akan terjaci peningkatan mobil sasi behan bakar (glikogenolsis, pele- pasan glukosa dari gikogen, dan lipolsis, pelepasan asamlemak da tasiigiseral) aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 24 / KONSEP DASAR DALAM PINGATURAN METABOLISM RATAN DAKAR KOMENTAR KLINIS. Di Beatty dan Ann Sulin mengidap dua jenis dia- betes melitus yang berbeda, masing-masing IDDM dan NIDDM. Definisi ddan kriteria diagnostik kedua jenis diabetes tersebut adclah hiperglikemie, Seiring dengan kerusakan beriahap sel B pankreas dan penurunan sekresi insulin di bawah ambang kriti, timbul gejala IDDM dengan cepat. Pada NIDDM, gejala dapat timbul secara lebih bertahap dalam beberapa tahun, dan tidak terdiagnosis. Sekitar 80- 85% perderita NIDDM gemuk dan, seperti Thomas Appleman, memiliki rasio le- mak abdomen terhadap paha yang tinggi (berbentuk badan seperti buah apel dan bur kan buah pir). Banyak pendertta ini yang membaik dan resistensi insulin berkurang setelah menurunkan berat tubuh. Bea Selmass menjalani pemeriksaan ultrasonografik (ultrasound) resolusi tinggi di abdomen bagian atas yang memperlihatkan adanya sebuah massa 2,6 em di bagian ‘engah pankreas. Dengan temvan ini, dokter memutuskan tidak diperlukan pernerik- ‘saan noninvasif Isinnya sebelum dilakukan tindskan eksplorasi bedah pada abdomen agian atas. Pada seat pembedahan, dilakuken reseksi sebuah massa berwarna uning-putih 2,8 cm dari pankreasnya, idek terlibat adanya bukt keganasan tumor (misalnya metastasis lokal). Bea mengelami perjalanan paseaoperasi jengka panjang dan penyembuhan tanpa komplikasi ‘Mekanisme yang diajukan untuk menjelaskan hal ini meliputi intibist adenilatsiklase, penurunan kadar cAMP, perangsangan fosfodiesterase, pembentuke an suatu protein spesifik (faktor insulin), pelepesan perantara kedua dari fosfatidili nnositol yang terglikosilasi, dan fosforilesi enzim di tempet yang melawan fosforilasi protein kinase A. Tidak ada salah satu dari mekanisme ini yang secara universal tam- paknya berlaku bagi semua efek metabolik insulin pada semua jaringan. Insulin juga mampu melawan kerja glukagon peda tingkat induksi atau represi spesifik enzim pengalur kunci dari metabolisme karbobidrat. Misalnya, kecepatan sintesis mRNA untuk fosfoenolpiruvat karboksikinase, suatu enzim kunci pada jalur glukoneogenik, ditingkatkan beberapa kali lipat ofeh glukagon (melalui cAMP), dan diturunkan oleh insulin, Dengan demikian semua efek glokagon, tahkan induksi en- zim tertentu, dapet dilawan oleh insulin. Antagoniste ini berlangsung melalui suatu elemen respons hormon peka-insulin (inswlin-sensitive hormone response element, IRE) di regio promotor gen. Insulin menyebabkan represi sintesis enzim yang, duksi oleh glakagon. Stimulasi sintesis protein secara umum oleh insulin (efek pertumbuhan) tam- paknya terjadi melalui peningkatan umum kecepatan translasi mRNA dan peningkat- an mencolok translasi mRNA tertentu. Peningkalan translasi berlangstng melalui su- atu jenjang fosforilasi yang dicetuskan ofeh reseptor insulin dan diakhiri dengan fos- forilasi subunit protein yang berikatan dengan dan menghambat fektor inisiasi euka- riotik (eIF), Setelah mengelamn fosforilasi, subunit tersebut dilepaskan schingge fak- tor inisiasi eukariotik menjadi ektif dan mencetuskan transiasi. Dalam hal in, kerja in- sulin serupa dengan kerja hormon yang berfungsi sebagai faktor pertumbuhan dan juga memitiki reseptor dengan aktivitastirosin kinase Selain transduksi sinyel, eseptor insulin memperantarai internalisasi dan degea- dasi insulin selanjutnya. Walaupun reseptor yang tidak ditempati dapat kembali ke menibran, reseptor itu sendiri mengalami degradasi setelch stimulasi sel yang berke- panjangen olch insulin, Hasil dari proses ini, yang disebut “down-regulation” (“pe- nnekenan”), adalah melemahnya sinyal insulin. Makna fisiologis internalisasi reseptor dalam respons metabolik insulin tidak diketabui KOMENTAR BIOKIMIA. Selah satu respons sel yang penting terhadap in- Bacaan Anjuran is pat to poten proton Suen 191 2665825 \WhiteMP, Kaha CR The ini sgtling system. Hin Chom 198-2664, 379 Ann Sulin mengalami resistersi insulin. Kadar insulin dalam da- rah normal, walaupun rendah secara tidak tepat apabila dibandingkan dengan kadar glukosa darah. Namun, sel saseran insulin tidak berespons secara adekuat terhadap kadar insulin ini. Untuk sebagian besar pencerita NIDDM, lotak resistons’ insulin adalah setelah pengikat- an insulin ke teseptor, yaitu, jumlah resep- tor dan afinitasnya terhadap inculir men- ddekati normal. Nemun, pengikatan insulin ke reseptor ini tidak menimbutkan efek in- trasol normalpada aktivitas protein penaa. tur. Akibatnya, hanya sedikt terjadi pe- fangsangan’ metabolieme dan penyim- panan glukosa seteleh makan mekanan linggi karbohidral dan hanya sedikitterjadi inhibisi gukoneogenesis di hat. Norepinetria Gbr. 24.18, Siruktur epinefiin dan norepine- ‘fin, Epinefrin dan norepinefrin adalah bormon yang sckaligus neurotransmiter Keduanya ter- ‘masuk katekolamin, Katskol mengacu kepada struktur cincin yang mengandung dua gues ON, Keduanyia disintesis dari trosin, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAR 25 / PENCERNAAN, PENVERAPAN, glukosa dari laktat, gliserol, dan asam amino di hati (glukoneogenesis) (Gor. 25.8); dan meialul pelepasan asam lemak dari simpanan jaringan adiposa (\i- polisis) sebagai bahan bakar alternatt apabila pasokan glukosa tidak men- cukupi. Kadar glukosa dalam darah yang tinggi (hiperglikemia) dicegeh oleh perubahan glukosa menjadi glikogen dan perubahan glukosa menjadi tr- asilglisorol di hati. Dengan demikian, jalur penggunaan glukosa sobagai ba- han bakar tidak dapat dianggap terpisah sama sekali dari jalur yang melibat- kan metabolisme asam amino dan asam lemak (Gbr. 25.9) Keseimbangan antarjeringan dalam menggunakan dan monyimpan glu- kosa selama puasa dan maken terutama dilakukan melalui Kerja hormon ho- meosiasis metabolik—insulin dan glukagon. Namun, kortisol, epinefrin, nor- epineirin, dan hormon lain juga berperan dalam penyesuaian pasokan dan kebutuhan antarjaringan sebagai respons terhadap perubahan dalam status fisiologis. cass Sibi | | we eae | 1 icp “UDP-Glukasa | _ {Une ceakose om Laktosa Glikoprotein Gilikoipic Proteogikan Gbr. 28.7. Produk-produk yang berasal dari UDP-glukosa 383 DAN PENGANGKLTAN KARZOHIDRAT (Ghisose. | NADPH “Sa Pencegahar oe = fost Giiserol-3-P \ Giicerol | y siklus ‘ATK Gbr. 25.8, Pembentukan glukosa darah dari alikogen (melalui ghkogenolisis) dan dart lanin, laktat, dan gliserol (melalui slukoneo~ genesis), PEP = Insfoenalpiruvar: O&A ~ ok= saloaseta aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. ‘388 BAGIAN V/ METAROLISME KARBOHIDRAT set ‘absorptt Membran basal > teter Gbr. 25.13. Sel absorp pada wus, A. Vili ‘mukasa, B. Sebuah vilus.C, Aliran zat gizi me- Fintasimikrovili sel. dan masuk ke dalam dara fe” ° * e wb tot Hot Fok, 60 o0°oe Ikatan mana yang dihidrolisis oleh kompleks sukrase-isomaltase? Mana yang dihidrolisis olen glukoamilase? tur dan pankr woX Yok ok Seow Dekstrin-a (oligosakarida dengan cabang-cabang «-1.6) ‘Tiisakarida (dan ollgosakarida yang lebih besar) Gr. 25.12, Kerja amilase-aliur dan pankreas Kompleks Sukrase-Isomaltase Kompleks sukrase-isomaltase menghidrolisis maltosa, sukrosa, dan isomaltosa (Gtr. 25.14). Konsentrasinya paling tinggi di jejunum dan lebih rendah di ujung proksimal dan distal usus halus. Bagian utama komplcks sukrase-isomaltase, yang mengaodung tempat katalitik, menonjol dari sel absorptif ke dalam lumen usus. Ranah lain pada protein membentuk suatu segmen penghubung (tangkai), dan sebuah segmen pen- Jjangkat/penambat (anchoring segoend yang sneluas menembus membran sampai he dalam sel. Kompleks tersebut disintesis sebagai sebuah rantai polipeptida yang dipi- sahkan menjadi dua subunit enzim (sukrase dan isomaltase) di Iuar sel. Kedua subunit enzim tersebut memiliki aktivitas makase dan matiotriese yang tinggi dan menghi- drolisis ikatan a 1,4-glukosil, Akivitas maltase memutuskan disakarida, dan aktisi- tas makotriase memutuskan trisakarida yang terbentuk dari kanji (Gbr. 25.15 din 25.16), Bersams-sama, sukrase dan isomaltase menentukan sekitar 80% aktivites maltase di dalam usus. Walaypun memiliki aktivites maltase, enzim-enzim tersebut diberi nama berdasarkan kerja spesifiknya, Subunit sukrase adalah satu-satunya en- zim di usus yang menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, Subunit iso- rmaltase melaksanaken sebagian besar hidrolisis ikatan a-1,6 antara residu-resic glu- kosil dalam isomaltosa yang terbentuk dari Kani Kompleke Glukoamilase Kompleks glukoamilase juga memiliki dua subunit enzim yang berlainan, tetapi spe- sifisitassubstrat keduanya hanya sedikit berbeds. Kedua subunit enziny ini adalah ek- soglukosidase (kadang-kadang disebut sebagai a-glukosidas), dan fungsi utamanya adalah hidroisisikatan o-1,4 antara unit-unit glukosil dalam oligosakarida, yang di aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 25 / PENCERNAAN, PENYERAPAN, DAN PENGANGKUTAN KARBOHIDRAT 393 Gbr. 25.20 (kiri). Transpor fasilitatif. Trans: por glukosa terjadi tanpa rotasi molekul glu- kosa, Beberapa gugus pada protein mengikat sgugus —OH pada glukose dan menstup di be lakangnya sewaktu glukosa dilepaskan ke da- Tam sel (saitu, transporer berlaku sebagai ~pori-pori berpintu”), = luar: I= dalam, Membran sel Hubungan gejala Nona Melos dengan ingest sari buah meng isyatatkan bahwa ia_mungkin rmengalami masalah malabsorpsi fuktosa atau sukrosa yang terjadi akibat defisiensi aktivitas sukrese atau ketidakmampuan menyerap fruktosa, Kemampuennya un: tuk tumbuh dan pencapaian berat bedan- nya yang memadai mengisyaraikan bah- wa setiap defsiensi kompleks sukrase- Isomaltase bersifat parsial dan tidak me- nimbulkan penurunan aktvitas. maltase yang bermakna secara fungsional (ektiv ‘tao maltace juga terdapat pada kompleks ‘glukoamilase). Oleh Karena itu, dilakukan uj pemapasan hidrogen setelah Nona ma- kan makanan yang mengandung fruktosa, lektosa, dan sukrosa. Dasar dari ujt iv ‘adalah batwa apabila suatu gula tidak di ‘sera, gula tersebut aken dimetabolis oleh bakteri di lumen usus yang menghasikkan bormacam-masam gas termasuk hidro: 1 gen. a LUgan glukosa) Lumen Frktosa Gukosa. ‘Sisimukosa ae, Sisi serosa ke tapiler J crnspaerna-dion SJ tpt satan COD -te ar Gbr. 25.21. Transporter deperden-Na" dan fasilitatif dalam sel epite! éipindahkan oleh kotransporter glukosa dependen-Na‘ di sisi luminal ‘sus. Glukosa dan fruktosa dipindahkan oleh transporter glukosa fasili- _(mukosal) sel absorp. ‘uti di sisi luminal dan serosal sel absorptif. Glukose dan galaktose aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 26 / PEMBENTUKAN DAN FENGURAIAN GLIKOGEN 401 CResiu lkose yang csetukan ARV Ung pereuksi meet ke gikogenin sich alan «14 (Reidy gukosa yang dsatukan @ | Uung-jungronpereduks coh Kalani Gbr. 26.2. Struktur glikogen. Glikogen terdin dari unitunitglukosil dan lebih jarang di bagian perifer motekul. Karbon anomerik yan yang disatuéan oleh ikatan a-4-glikosidat dan ikatan a-1.6zelko- dak melekat ke residu glukosil lain (ujung pereduksi) melekat ke pro ‘idat, Cabang-cabang lebih sering tebentuk di bagian tengah molekul, tein glikogenin melalui ikatan glikosidat. Glikogen terdapat dalam jaringan sebsgai potimer berberat molekul sanget besar (207-10) yang bersatu dalam partikel glikogen. Enzim yang berperan dalam sintesis dan penguraian glikogen, dan sebagian enzim pengatur, terikat ke permukaan partikel glikogen, FUNGS! GLIKOGEN PADA OTOT RANGKA DAN HATI Giikogen ditemukan di semua jenis sel, ci mana zat tersebut berfungsi sebagai ca- dangan unit glukosil untuk membentuk ATP melalui glikolisis. Glikogen terurai terutama menjadi glukosa I-fosfat, yang kemudian diubah men- jadi glukosa 6-fosfat. Di otot rangka dan jenis sel lein, glukosa 6-fosfat masuk ke da- Jam jalur glikolitik (Liha: Gbr. 26.1). Glikogen adalah sumber bahan bakar yang sa- nat penting untuk otot rangka saat kebutuhan akan ATP meningkat éan saat glukosa 6-fosfat digunakan secara cepat dalam glikolisis anaerobik. Di banyek jenis sel lain- ‘nya, simpanan glikogen yang jumlabnya keeil berfungsi dengan tujuan yang sama; glikogen adalah summber bahan bakar darurat yeng menghasilkan glukosa untuk meih- bentuk ATP dalam keadaan tidak ada oksigen atau apabila aliran darah terbatas, Pada lumumnya, di dalam se ini glikogenolisis dan glkolisis éiaktifkan secara bersamaan. Dihati, berlainan dengan di otot rangka dan jaringan lainnys, glikogen memiliki fungsi yang berbeda (lihat Gbr. 26.1). Glikogen hati merupakan sumber glikosa yang pertama dan segera untuk mempertahanken kadar glukosa darah. Di hati, glukosa 6- fosfat yang dihasilkan dari penguraian giikogen dihidrolisis menjadi glukosa oleh glukosa 6-fosfatase, suatu erzim yang hanya terdapat di hati dan ginjal. Dengan de- rikian, penguraian glikogen merupakan sumber glukosa darah yang dimobilisasi de~ ngan cepat pada waktu glukosa delam makanan berkurang, atau pada waktu olahraga di mana terjadi peningkctan penggunzan glukesa oleh otot. Jalur glikogenolisis dan glukoneogenesis di hati keduanya menghasiifan glukesa dan, akibatnya, kedua jelur ini diaktifkan bersama-sama. Glukoneogenesis, sintesis 2lukosa dari asam amino dan prekursor nonglukoneogenik lein, juga membentuk giu- aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 408 BAGIAN V/ METABOLISME KARBOMIDRAT Sebagjan besar enzim yang di Py ee ee RAM banyak tempat fostorlasi, Gliko- gen fosioiase, yang hanya mem satu erin per subunit dan hanya dapatifosfo- flast oleh fosforlase kinase, adelah pe- ‘ngecualian. Bagi setagien erzim, terrpat fosforisi bersifet anlagonistk dan fostor- las’ yang dicatuskan oleh satuhormon ber- tertangan dengen efekchormen iain, Untuk enzim yang lain, tempat fostotlasibersifat sinergistk, dan fostorilasi di satu tempat yarg dirangsang oleh suatu hormen depat beteria secara sinergistis dengan fosiori- asi tempat lain. ‘Sebagian besar enzim yang di- atur oleh fosfortasi juga depat diubah monjadi konformasi aktif olen efektor alosterik. Glikogen sintase b, bentuk glikogen sintase yang kurang akti, dapat dakttxan oleh penimbunan glukosa 6-fosfat melebihi kadar fsiologis. Pengak- titan gikogen siniase oleh glukosa 6-fostat ‘mungkin pentingpada individu dengan de- fisiensi glukosa 6-fosfatase, suatu kelain- ‘an yang dikenal sebagai penyakit penyim- paran glikoyen tipe | atau penyakit von Gierke. Apabila di hat! teradi penimbunan lukosa 6-fesfat yang berasal dati gluko- necgenssis, penimbunan tersebut meng- akttkan sintosio glikogen walaupun indi- vvidu tersebut mungkin berada dalam ke- adaan hipogikemik atau kader insulinnya rendah. Giukosa 1-fosfat juga meningkat ‘sehingga teriadiinhibisi terhacap gikogen tosiorilase. Akibeinya, terjadi penimbunan glikogen dalam jumiah besar dan hepa- tomegai. Pengaturan Protein Fostatase Pada saat yang sama ketika protein kinase A dan fosforilase kinase menambahkan gu- gus fosfat ke enzim, protein fosfatase yang mengelwarken fosfat ini dihambat. Protein fosfatase mengeluarkan gugus fosfat, yang terikat ke serin atau residu lain pada en- zim, melalui reaksi hidrolisis. Protein fosfatase-1 hati (PP-I hat), salah satu protein fosfatase utama yang berperan dalam metabolisme gikkogen, mengeluarkan gugus fosfat dari fosforilase kinase, glikogen fosforilase, dan glikogen sintese. Selama puasa, protein fosfatase-1 hati diinektifian oleh fosforilasi yang diarahkan oleh sglukagon, disosiasi dari partkel glikogen, dan pengikatan protein inhibitor, misalnya inhibitor- Insulin secara tidak lengeung mengaktifkan protein fosfarase-1 hati mela- lui jenjang fosforilasinye sendiri yang dicetuskan pada tiosin kinase resepor insulin Insulin pada Metabolisme Glikogen Hati Dalam penguraian dan pembentukan glikogen, insulin bersifat antagonistik terhadap glukagon, Kadar glukosa dalam darab adalah sinysl yang mengontrol sekresi insulin dan glukagon. Glukosa merdfigsang pelepasan insulin dan menckan pelepasan gluka- gon; setelah kita makan makanan yang mengandung tinggi karbohidrat maka salah satu meningkat sementara yang lzin menurun, Namun, dalam siblus makan-puasa ka der insulin dalam derah berubah lebih banyak dibandingkan dengan kadar glukag schingga insulin dianggap sebagai pengatur utama pada pembentukan dan penguraian glikogen. Peran insulin dalam metabolisme glikogen sering diabaiken kerena meka- rhisme bagsimana insulin membalikkan semua efek glukagon pada masing-masing enzimmetabolik tidak diketahui, Selain mengaktifkan protein fosfatase-1 hati metal Jjenjang fosforilasi trosin kinase reseptor insulin, insulin dapat mengaktifkan fosto- ddiesterase yang mengutah cAMP menjadi AMP sehingga kadar cAMP berkurang. Apapun mekanisme yang berpersn, insulin dapat membalikkan sermua efek glukagon den merupakan hormon terpenting yang mengatur kadar glukosa darah, Kadar Glukosa Darah serta Pembentukan dan Penguraian Gikogen Apabila seseorang makan makanan tinggi karbohidrat, penguraian glikogen akan se- ‘gera tethenti, Walaupun perubaban kadar insulin dan glukagon terjadi relatif cepat (10-15 menit), efek inhibist uraian glikogen terjadi lebih cepat lagi. Giukosa menghambat giikogen fosforilase di hati dengan merangsang defosforilasi enzim ini. Sewaktu kadar insulin meningket don kadar glukegon turun, kedar cAMP turun dan protein kinase A bergebung kem- bali dengan subunit inhibitomya dan menjadi tidak aktf. Terjadi pengaktifan protein fosfatase dan defosforilasi fosforilase a den glikogen sintase. Hasil Keseluruhan dari cfek ini adalah inhibisi penguraian glikogen yang cepat, dan pengaktifan sintesis alikogen yang cepat. langoung dari peningkatan kadar glukoss terhadap peng- EPINEFRIN DAN KALSIUM DALAM PENGATURAN GLIKOGEN HATI Epineftin, hormon fight or flight, dikeluarkan dari medula adrenal sebagai respons tethadap sinyal saraf yang mencerminkan peningkatan kebutuhan akan giukoza. Un- tuk menyelamatkan diri dari situasi yang berbahaya, otot rangka menggunakan glu- kkosa darah dalam jumlah besar untuk menghasilkan ATP. Akibatnya, glikogenolisis hati harus dirangsang, Di hati, epinefiin merangsang glikogenolisis melalui dua jenis reseptor yang berbeda, resepior agonis-c. dan agonis-. Epinetrin yang Bekerja pada Reseptor-6 Epineftin, yang bekerja pada reseptor-B, menyaluckan sinyal melalui protein G ke adenilet siklase, yang meningkatkan cAMP dan mengaktifkan protein kinase A. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 412 AGIAN V / METAROLISME KARBOHIDRAT Kemampuan mempertahankan homeostasis glukosa selama beberepa hati per- tama kehidupen juga bergantung pada pengaktifan glakoneogenesis dan mobilisasi asam lemak. Oksidasi asam lemak di hati tidak hanye mendorong glukoneogenesis (ihat Bab 27), tetapi juga menghasitkan badan keton. Otak neoratus memiliki kapasi- tus yang besar untuk menggunakan badan keton dibandingkan bayi (4 kali lipat) atau trang dewasa (40 kali lipat). Kemampuan ini konsisten dengan kandungan lemak da- Jam air susu ibu yang relati tinggi ‘Jim Bodie berusahs memperbesar massa otomnya dengan androgen dan insulin, Efek anabolik (menahan ritrogen) androgen pada sel olot rangka meningkatkan rmassa otot dengan memperbesar fluks asam amino ke dalam otot dan dengan merang- sang sintesis protein, Insulin eksogen memiliki potensi meningkatken massa otot me- Jalui kerja serupa dan juga dengan meningkatkan kandungan glikogen ofot ‘Efek samping pemberian insulin eksogen yang paling berbahaya adalah tinbulaya hipoglikemia berat, seperti yang terjadi pada Jim Brodie. Efek simpang yang segera rmuneul berkaitan dengan aliran bahan bakar (glikost) yang tidak adekuat ke otak yang sedang mengalami metabolsis. Apsbila hipoglikemianya berat, penderita depat rmengalami kejang dan, apabila hipoglikemia tersebut memburuk, dapat masuk ke keadzan koma. Apabila tidak diobati, pada penderita yang bertahan hidup terjadi ke- rasakan otak yang ireversibel bagei efek pengaktifan protein fosfatase. Efek insulin pada pengaturan pro- tein fosfetase-1 hati berlangsung melalui jenjang fosforilasi tirosin kinase resepior insulin, yang akhimya mengaktitkan protein kinase serin yeng dapat bekerja ‘ada protein fosfatase-1. Protein fosfatase-1 adalah protein fosfatase yang melakukan defosforitasi terha- dap glikogen fosforilase, salah satu tempat fosforilasi pada fosforilase kinase, dan satu atau lebih tempat fosforilasi pada ghkogen sintase, Enzim-encim ini semuanya terikat ke partikel glikogen. Protein fosfatase-I terdiri dari dua subunit, subunit katali- tik (PP-1) dan subunit pengatur (subunit G), Subunit G berikatan dengan partikel slikogen dan melokalisasikan subunit katalitik dekat dengan gugus fosfat pengatur pada enzim substrotnys (Gbr. 26.10). Disosiasi subunit ketalitik dari subunit G akan ‘menyebabkan enzim inaktif. Protein fosfatase-1 dihambat oleh pengikatan inhibitor-1, suatu protein modifika- tor, ke subunit kataltik. Inhibitor ini berikatan paling kuat apabila mengalami fos! Iasi oleh protein kinase A. Melalui suatu cara, insulin menekan fosforilasi ini sehingga secara tidak langsung mengaktifkan protein fosfatase-| Fosforilasi pengalur lainnya terjadi di subunit G. Subunit G memiliki dus tempat fosforilasi. Apabile protein kinese A memfosforilasikan salah satu tempat tersebut, subunit katalitik berdisosiasi, sehingga menjadi kurang efektif. Apabila protein ki- nase yang dirangsang oleh insulin (SPK) memfosforiasi tempat pengaturan yang lain pada protein G, kemampuan protein kinase A bekerja pada tempat fosforilasiaya berkurang. Dengan demikian, insulin secera tidak langsung mengaktifkan protein fos- fatase. mn KOMENTAR BIOKIMIA. Efek pengatur dari insulin sering dijelaskan se- Bacaan Anjuran CChen VT, Burchel A. Glycogen storage disease. In: Seriver CR, Beaudet AL, Sly WS, Valle D eds. The metabolic and molecular bases of rherited disease. “thed vol] New York: MeGraw-il, 1995:935-955 (Cohen P. The stature and regulation of protein phosphtases Ann Rey Biochem |980-58:453-508 Johnson LN, Barford D Iycopen phosphorylase | Riol Chor 1990:265 2400-2412. Parker PI, Ballow M, Greene HL. Nutetiona management of glycogen storage disease, Annu Rey Nutr 1993:13:83-109 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 418 BAGIAN V / METABOLISME KARBOHIDRAT Chkose, ATP iGukoknase? Koy ti ADP Glukesa 6P Fruldoea 6P fesftraicakinase- | Fruktosa 16-P + + Foster ‘© fosforilas! sav ° epetoencae) | #52 © Alani Sener ; Prual Ghr. 27.4 Pengaturan glikolisis. bat oleh: (+) = diaktifkan oleh, tsa 2,6-bisfosfat mengalami fosforilasi dan berfungsi terotama sebagai suatu fosfa- tase. Sewaktu kadar fruktosa 2.6-bisfosfat rendah, kecepatan_glikolisis menurun arena fosfofruktokinose-I tidek diaktifkan. Pengakiifan fosiofruktokinase-I oleh fruktosa 2,6-bisfosfat dan AMP bersifat sinergistik (Ghr. 27.4). Glikolisis tidck hanya harus menghasitken Karbon untuk sinesis asam lemek (dan untuk jalur biosintetik Jain), tetapi juga menghasilkan ATP untuk menjalankan proses tersebut Pengaturan Glikolisis oleh Piruvat Kinase Glikolisis di hati juga diatur oleh kezja insulin dan glukagon di langkah yang dikata- lisis oleh piruvat kinase (Gor. 27.5). Selama puasa, glakagon menyebabkan pengak~ tifan protein kinase A. Selain memfosforilasi enzim yang bemperan dalam metzbo- lisme glikogen, kinase ini juga memiosforilasi pinavat kinase, mengubaknya menjadi bentuk yang kurang aktif. Setelah makan makanan tinggi karbohidrat, kadar insulin ‘yang tinggi den kadar glukagon yang rendah menurunkan aktivitas protein Kinase A dan merangsang fosfatase yang melekukan defosforilasi terhadap pirtvat kinase, De~ fosforilas: meayebabken piruvat kinase menjadi lebih aktif: Fungst utama mekanisme pengaturan ini adalah menghambat glikolisis selama puasa saat jaluryang sebaliknya, slukoneogenesis, diaktifkan. Piruvat kinase juga diaktifkan oleh fruktosa 1,6-bisfosfat. Mekeniste ini disebut nckanisme “feed fornard”, yaitu, produk lengkah terdahulu metakukan “feed for- ward” dan mengektifkan enzim yang mengkatalisis reaksi berikutnya. Inhibitor alosterik ATPdan alanin menurunkan aktivitas pinavat kinase, saat jalur yang sebalik- nya, glukoncogenesis, diakiifkan (lihat Gbr. 27.4). Glukoneogenesis, proses sintesis glakosa dari prekursor bukan karbobidral, teriadi terutama di hati pada keadsan puasa. Pada keadaan kelaparan yang eksirim, korteks sinjal juga dapat membentuk ghukosa. Sebagian besar glusosa yang diasilkan oleh Korteks ginjal digunakan oleh medula ginjal, tetari sebagien glukosa dapat masuik ke alam aliran darah. Diawali dengan piruva:, sebagian besar langkah pada glukoncogenesis adatah hanya kebalikan dari teaksi pada glikolisis (Gbr. 27.6). Sebenarnya. jalur-jalur ini Insutivglutagon + Per n0P. pirat tnase - pirwatkinase-@ ey fink) ae. : Pruvat insinigiukagent setelan akan makanan nga rbot Gbr. 27.5, Pengaturan piruvat kinase oleh haii melalui perubahan rasio insulin/gukagon aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. [BAB 27/ METABOLISME GLUKOSA DI HAT: GLIKOLISIS DAN GLUKONEOGENESIS. 423 Gtukose are ukokase ADP Glukosa 6ostat I Fruklosa 6ostet {estointtticase 1 [ATP Sate F-2,6 dan ANP rendah [ADP Fruftosa 1,6-bisfostat a Dihidroksiaseten <@m———> Gliseraldehida Tostat NADH Nap gisero| Giseret ate Biostat © piano Emsmyarg cape sas % Enaminalt Fostoenoipinwat (PER) Gr. 27.15. Perubabar fostoenolpiruvat dan glserol menjadi glukoss. Ketersediaan Substrat Glukoneogenesis dirangsang oleh aliran substrat utamanya dari jaringan perifer ke hat. Gliserol dibebaskan dari aringan adiposa apabila kadar insulin menurun dan ka dar glukagon atau hormen “sires.” epinefrin dan kortsol (suatu glukckortikoid), me- ningkat di dalam darah (lihat Bab 24), Laktat dihasitkan dari otot selama olahraga dan oleh sel darah merah. Asam amino dibebaskan dari otot apabila kadar insulin rendah atau bila kadar kortisol naik. Asam amino jug tersedia untuk ghikoneogenesis apa- bila asupan makanan tinggi protein dan asupan rendah karbobidrat Aktivitas atau Jumlah Enzim Kunci Tiga langkzh dalam jatur gluconeogenesis yang digtur: 1. piruvat > fosfoenoipiruvat 2. frukiosa 1,6-bisfosfat > fruktosa 6-fosfat 3. glukosa 6-fosfat -> glakosa ruktosa 1 bistotatne 13-Bistostoglserat [AI Martini telah tik makan s0- lama 3 hati, sehingga ia tidak memperoien sumber_glukosa dati makanan dan simpanan glikogen di dalam hatinya pada dasamya telan habis. ta borgantung hanya pada glukoneogeno- sis untuk mempertarankan kadar glukosa darannya. Salah satu konsekuens minum etanol dan peningkatan NADH adelah sumber Karbon utama untuk glukoneo- genesis tidak dapat dengan mudah diubah menjadglkose. Setelah bermabuk-ma- bukan dengan alkohol, Ta. Martini meng: lami hipogikemia. Kader glukosa dalam darahnya 28 mgt. EY 21.1: Hanya 3 karben di ujung-o pada seam lomak rantal gan yang membentuk propionil KoA dan dlubah menjadi gukosa, Sisa 16 kar- bon pada asam lemak dengan 19 karbon membentuk aseil koA, yang tidak mem- bentuk glukosa. ~ Pada beberapa spesies, propio- SAY nat adalah sumber karbon yang utara untuk clukoneocenesis. Hewan pemameh biak dapat menghasil- kan glukosa dalam jumlah besar ari pro- pionat. Pada sapi, selulosa dalam rumout diubah merjadi propionat oleh bakter' di dalam lumen, Substrat ini kemudian digu- akan untuk menghasitkan lebih dari § Ib (2,2 kg) glukosa setiep hari melalui proses glukoneogenesis. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 428. BAGIAN V / METABOLISME KARBOHIDRAT SOAL |. Kadarlaktat dalam darah Al Martini cdalch 7,2 mM atau 65 mg/dL (rentang acuan 0,6-2,2 mM atau 5,4-19,8 mg/dL). pH darahnya 7,14 (rentang acuan = 7,36-7,45) yang mergisyaratkan asidosis laktat Mengapa Tn, Martini mengalam asidosis lakiat? 2. Individu yang mengidap defisiensi glukosa é-fosfatase (penyskit penyimpenan slikogen tipe I, penyakit von-Gierke) sering mengalami esidosis laktat selema ber- puasa. Jelasken mengaga, JAWABAN 1. Laktatadalah salah satu sumber wame kardon untuk glukoneogenesis. Apabils ka- dar NADH meningkat akibat minumetanol, eaks' laktat dehidrogerase cenderung ke sarah laktat NADH NADt YA " —_—> tka Alanin, substrat wiama lainnya untuk giukoneogenesis, diubah menjadi piravat me- Ialui proses transeminasi, Piruvat ini juga direduksi menjadi laktat karena kadar ‘NADH yang tinggi. Karena, pada kondisi ini, laktat tidak dapat dimetabolis lebih lanjut di dalam hati ak- ‘at masuk ke dalam darah dan menyebabkan peningkatan kadar laktat. Laktat(asam Jaktat) menyebabkan peningkatin konsentrasi ion hidrogen (H’) di dalam darah dan menimbulkan asidosis(lihet Bab 22). 2, Sclams puasa, glikogenolisis hati merghasitkan glukosa 6-fosfat yang tidak dapat diubch menjadi glukosa darah, Terjadi penimbunan glukose 6-fosfat yang membanjri Jalur glikolitik sehingga produksi laktat meningkat. Prekursor glukoneogenik juga ‘ertimbun dan dipirau ke arah lektat. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 29 Jalur untuk Interkonversi Gula Gtukosa berada di pusat metabolisme karbokidrat dan merupakan gula wtama de- Jam makaran. Gula lain dalam makanan diubah menjodi zat antara metabolisme lukosa, dan nasib gula-gula tersebut sejajar dengan nasib glukosa. Apabila diper- Tukan karbohidrat selain glukosa untuk membentuk proteoglikan, gangliosida, dan senyawa lain yang mengandung karbohidras, karbohidrat tersebut disintests dari alukosa, Fruktosa, gula paling banyak kedua yang terdapat dalam makaran orang de- wasa, masuk ke dalam wbuh terutama dalam bentik monosakarida atau sebagal agian dari sukrosa (Gbr. 29.1). Gula ini dimetabolis terutama di hati (dan sedikit dimetabolis di usus halus dan ginjal) oleh fosforilasi di posisi-satu dan perubahan menjadi zat antara jalur glikolittk. Produk tama metabolismenya da- Tam hati melipati piruvet, laktat, glukosa, dan glikogen. Frukiosuria esensial (de- fisienst fruktokinase) dan inioleransi fruktosa herediter (suatu defisiensi aktivitas ‘frukiosa I-fosfat aldolase pada aldolase 8) adalah gargguan metabotisme fruktosa herediter. Gula diubah menjadi bentuk alkohol oleh aldosa redukiase dalam jalur polio. Fruktosa dapat disintesis dari sorbitol, gula alkohol giukosa, di vesikula seminalis dan jaringan lain. Di lensa mata peningkatan kadar sorbitol pada diabetes melitus dan gataktito! (gula alkohol dari galaktosa) pada galaktosemia berperan menin:- bulkan katara. Banyak jaler untuk interkonversi gula atau pembentukan turunan guia menge- rnakan gula aktif yang melekat ke nukleotida. UDP-Ghukosa, misalnya, dapat meng- lami epimerisasi menjadi UDP-galaktosa, dan galaktosa kemudian dipindatkan ke glukosa untuk membentuk lakiosa di kelenjar payudara. UDP-Glukosa juga de- pat dioksidasi menjadi UDP-glukuronat, dan glukuronat dipindahkan ke bilirubin ‘tau suatu senyawa xenobiotik agar senyawa tersebut menjadi lebih mudah larut dalam air dan lebih mudah diekskresi. Gula nuleotida juga memberikan residu ‘gula untuk membentuk ikatan glikosidat dengan protein dan untuk memperpeniang rantai karbohidrat pada glikoprotein dan proteoglikan. Galakiosa dimakan terwama sebagat laktosa. Galektosa diubah menjadi git kosa 1-fosfat melalui fosforitasi dan pengaktifan menjadi UDP-gula Galaktosemia Hasik, suatu defisiensi galaktosil uridililtransferase, menyebabkan penimbunan ga- laktosa 1-fosfai dan inhibisi metabolisme glikogen dan jalur yang memerlukan UDP -gula ter untuk pemeriksaan fisik prauniversitas. Sementara melakukan anamne- sis, dokter mempelajari bahwa Candice secara cermat menghindari makan ‘semua bush dan makanen yang menganding gula pasir. Candice menyatakan babwa, sejak usia dini, ia mempelajari bahwa makanan ini menyebabkan kelemahan hebat ddan gejala yang mengisyaratkan kadar guia darah rendah, misalnya gemetar dan ber- Keringat. Riwayat medis sebelumnya juga mengungkapkan bahwa ibunya menya- taken Candice sebagai bayi yang sangat mudzh gelisah yang sering menangis tarpa henti, terutama setelah makan, dan sering muntah. Pada wakiu tersebut, perut Candice ‘menggembung, dana menjadi mengantuk dan apatis. uunya sccara intuitif menying- Candice Sucker atalah scorang gadis berusia 18 tahun yang datang ke dok- al Ho26-H a H4¢-0n Ai H20-oH *CHOH | Zatzat antare gtkolisis, Gor. 29.1. Fruktosa, Gula fruktosa ditemuka dalam makanan sebagai gula bebas misalny sebagai madu atau sebagai Komponen distkar rida subrosadalam bush atau permen, Frukiosa juga dapat disintesis dari gikosa melalui jalur ppoliol. Di leasa mata, jalur polio! berperan me nyebabkan terbertuknya katarak. Fruktost di- ‘metabolis melalui perubahen menjadi zat anta- ra plikolisis. 437 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 29 / JALUR UNTUK INTERKONVERSIGULA 445 ‘Gukosa specs t san tra ln ces west t UDP. Xiiosa { UDP-Gelaktosa | v0 wii perl am t “Gikopretein Gikolpid cin cation SS ‘fostat SEMe > decksimanosa ei ~o ; Glukosamin <—» Glukosarrin 1-P- —\—» | UDP-Glukesamin | Fukose Sessa Asan | ae at ‘eosfat, NAsetigiukosamin “vlostat ! Obieaseui whee { Clikssaminogivon > NAselimanosamin { (asam histuronal), : glukosamin camino fost ae t me t Fostoencipiruvat | Slkosaminogtitan | Upp.N.Asetl | Asam N-Asotiineuraminat eee | Saeosemin, 7 NAsctigataktosamin Asam N-Asetireuraninat ‘stat (Asam sail) Gaaktosamin 5 che-Asam 3!" Gangiosida, Gbr. 29.12. Jalur untuk interkonversi gula, Semua gula yang berbeda ‘yang terdapat dalam glikosaminoglikan, gangliosida, dan senyawe lain ‘dalam tubun dapat dsintesis cari glukosa, Glukose, fruktosa, gelak- tesa, manosa, den gula Iain dalam makanan masuk ke satu simpanan yang lazim yang merupakan asal bagi gula lainnya. Gula yang telah “nktifcan dipinéahkn dari gula nukleotida, yang diperihatkan dalam peaseamevrarinat | Gikeprotel eotak abu-abu, untuk membertuk ikatan glikosidat dengan gula lain atau residu asarn miro, Kotak di samping masing-masing guia nukleo- tida mencantumkan sebagian senyawa yang menganding gula yang bersangkutan, Asam iduronat, di sudut hanan atas diagram, dibentuk hanya setelah asam glukuronat digabungkan ke dalam gtikosamiino- akan, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 30 Proteoglikan, Glikoprotein, dan Glikolipid Selain berjungsi sebagai bakan bakar, karbohidrat sering melekat pada protein ‘atau lemak dari proteoglikan, glikoprotein, dan glkoligid. Gugus karbohidrat ini ‘memiliki banyak jenis fungsi yang berbeda. Proweoglikan terdiri dart sebuah protein inti yang secara kovalen melekat pada banyak rantai linear glitosaninoglikan yang panjang. yang mengandung peng- tulangan unit disakarida Disakarida yang berulang-ulang tersebut biasanya ‘mengandung sebuah heksosamin dan asam uronat, dan gula ini sering bersulfat. Pembentukan proteoglikan berawal dari perlekatan gula ke residu serin atau treo~ rnin protein. Ke ujung nonpereduisi terjadi penambahan gula secara sekuensial, dengan UDP-gula berfungsi sebagai prekursor. Proteoglikan disekrestkan dart set don membentuk marks ekstrase! (Ghr. 30.1). Glikoprotein mengandurg rantai karbohicrat yang berukuran pendet (oligo- sakarida) dan biasanya bercabang. Oligasakarida-oligosakarida ini umurmnya ter- divi deri ghikosa, galakiosa, dan turinan aminonya. Selain itu, sering dijumpai ma~ rnosa, L-fukosa, dan asam N-asetilneuraminat (NANA). Rartai karbohidrat tumbuh ‘melalui penambahan gula secara sekuensial ke residu serin atau treonin pada pro- tein, UDP-Gula adalah prekursornye, Rantai karbohidrat bercabang juga dopat ‘melekat ke nitrogen amida asparagin pada protein. Dalam hal ini, rantai tersebut disintesis pada dolitol fosfai dan kemudian dipindahkan ke protein. Glikoprotein dijumpai dalam mucus, dalam derah, di kompartemen dalam sel (seperti lisosom), delam matriks ekstrasel, dan terbenam dalam membran sel dengan bagian karbohi- drat menonjol ke dalam ruang ekstrasel. Glkolipid termasuk dalam kelas sfingolipid. Glikolipid dlisintesis dari UDP- ula yang menambahkan monosakarida secara sekuensial ke gugus hidroksimetil ag ti ines ile Z Ss 4 f ttprtsn~ y tania ieprtin ae) 6S 4 Meneran 7 ral Proteogiken Gbr. 30.1. Letak proteoglikan, glikoprotein, dan glikolipd, Proteinyang mengandung karbohi- dat blasanya ditemukan dt luar se, di vesikel yang terbungkus membran di dalam sel, ata di ‘membran sel. Glikolipid terletak di membran sl 449 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 30/ PROTEOGLIKAN, GLIKOPROTEIN, DAN GLIKOLIPID. 453 terjadi setelah penambahan gula. 3'-Fosfoadenosin 5'-fosfosulfit (PAPS), juga dise- but sulfat aktif, menyediaken gugus sulfat (Gbr. 30.5). Epimerase mengubah residu asam glukuronat menjadi residu asam iduronst. ‘Setelah dibentuk, proteogliken disekresikan dari sel. Strukturnya mirip dengan si- kat pembersih botol, dengan banyak rantai glikosaminoglikan memanjang dari inti protein (Gor. 30.6). Proicoglikan dapat membentuk agregat berukuran besar, dan me lekat secara nonkovalen melalui suatu protein “penghubung” ke asam hialuronat (Gbr. 30.7). Proteoglikan berinteraksi dengan protein fibronektin, yang meiekat ke protein membran sel integrin, Serat-serat kolagen yang berikatan silang juge berhu- bbungan dengan kompleks ini, membentuk matriks ekstrasel (Gbr. 30.8) ene Struktur dan Fungsi Glikoprotein mengandung rantai karbohidrat yang jauh lebih pendek daripada proteo- glikan, Rantai oligosakarida ini sering bercabang-cabang, dan tidak mengancung di- sakarida yang berulang-ulang (Gbr. 30.9). Sebagian besar protein dalam darah adalah glikoprotein, Protein-protein tersebut berfungsi sebagai hormon, antibodi, enzim (ter- rmasuk yang berperan delam jenjeng pembekuan darah), dan sebagai komponen struk- uoP- va or 2 ra Qk ee 02 ut — 2xit-transforaso BGal-transterase 1 2Gal-transtorase Il Ube’ Protein int seve “Ay Oixioss 2GIeVA-tansterase | noe Eeau sere Qcshios Geuaciancteaset ~ asetglaosamn 7-GalNAc~transierase I @ Asam giukuronat B Sulfotransterase @ Sulfa Gbr. 30.4, Pembentukan kondroitin sulfat. Guia-gula ditambahkar ke protein satu per satu, de ‘gan UDP-gula berfungsi sebagai prekursor. Mula-mula ditambahkan residu xilosa ke serin pada protein. Kemudian ditambahkan 2 residu galaktose, dikuti oleh sebuah asam glukuronat (GlcUA) den sebuah N-asetilglukosamin (GalNAc). Penambahan selanjutrya terjadi melalui kerja dua enzim bersclang-seling yang menghasilkan unit disakarida yang berulang-uleng. Satu enzim (6) menambahian residu GlcUA dan enzim yang lain (7) menambahkan GalNAc. Se- iring dengan memanjangnya rantai, erjadi penambahan gugus suliat oleh fosfoadenosin fosfo- sulfat (PAPS), Dimodifikasi deri Roden L. Dalam: Fishman WH, ed. Metebolie coniugation and metabdlic hydrolysis, vol Il. Orlando, FL: Academic Press, 2970:401. “0,8-0-P-0-CH, f As 6 HO OH ATP ¢ ADP "0;8-0-2-0- CHO 4g é a “o-B-0 On tl 8 3-Fostoaderosin 5fesfosulfat (pars sult ait) Gbr. 305. 3-Fosteadenosin 5-fosfosutat (PAP). PAPS memindahkan gugus sulfat ke likosaminoglikan. Ad = adenin. Gbr. 30.6. Struktur protein yang mirip “sikat pembersih botol", dengan salah satu segmen ‘yang diperbesar. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 458 BAGIAN V / METABOLISME KARBOHIDRAT Defisiensi glkosidase lisosom rmenyababican penimbunan kar- bohidrat yang terurai sebagian deri proteogiikan, gikoprotein, dan gikol- pid di dalam vesikel yang terbungkus membian oi dalam sel. “Badan residual” ini depat meryebabkan pembesaren ogan ‘yang mencolok disertai ganaguen fungsi organ tersebut. Pada mukopolisakaridosis (akibat po- nimbunan gikosaminogikan yang terurai sebagian), terjadi deformitas {kelainan bentuk) tulang (Tabel 20.2). Kelainan ini sering diserta oleh retardasi mental. vay Sekz morgidap penyokit Tay- ‘Sachs, yang termasuk kelompok ganglio- sida yang mencakup penyakit Fabry dan penyakit Gaucher. Penyaki-peryakt ini fetutama mempengaruhi otak, Hult, dan sistem retikuloandotel (misal, hati dan limpa). Pada penyakit-penyakit ini, terjadi enimbunan leak Kompleks. Masing- ‘masing lomak ini mengandung soramida sebagai bagian dari siruktumya (Tabel 30.3). Kecepatan pembentukan lemak ter- sebut normal, Namun, enzim lisosom yang diperlukan untuk menguraikanrya tidak terlalu aktifbaik karena jumlahnya sedikit akibat mutasi pada gen yang mengkode Pembentukan enzim secara khusus atau akibat defisionsi protein yang diperiukan untuk mengakitkan enzim tersebut. Ka- rona tidak dapat dluraikan, 'emek te-tim- bun dan menimbulkan degenerasijaringan yang terkena disertai malfungsi progres, misal, dofist psikomoter scbagat akibat keterlibatan sistem saraf pusat yang di- jumpai pada sebagian besar penyakit ‘sangguan penyimpanan ini KOMENTAR KLINIS. Tulang rawan sendi adalah suate jaringan hidup de- ‘ngan waktn pergantian ditentukan oleh keseimbangan aniara kecepatan sin- tesis dan kecepatan penguraiannya (Gbr. 30.16). Kondrosit yang terbenam dalam matriks tulang rawan ikut seria beik dalam pembentukan meupun penguraian cenzimatik, Penguraian enzimatik terjadi akibat pemutusan agregat proteoglikan oleh enzim yang dihasilkan dan disekresikan oleh kondrosit. Pada lupus eritematosus sistem, peryakit yang menycrang Sellie D’Souder, ke- scimbangan ini erganggu dan condong ke degradasi enzimatik. Hal ini menycbabkan tulang rawan sendi terputus dan Kehilangan fungsi krtisnya. Mekanisme mendasar yang menyebabkan proses ini pada lupus eritematosus sistemik melipati pembentuk- an antibodi yang ditujukan melawan prosein sei normal yang spesifik di jaringan sendi, Dengan demikian, protein sel berfungsi sebagai “antigen” vang bereaksi de- ngan antibodi ini. Daiam hal ini, lupus eritematosus sistemik adalah penyakit “auto- mun” karena antibodi yang dihasilkan oleh pejamu menyerang protein diri sendiri Proses ini merangsing pelepasan tokal berbagai sitokin misalnya interleukin-t (IL-1), yang meningkatkan aktivitas proteolitik kondrosit schingga proteoglikan sendi hi- lang. Jenjang peradangan yang terkait merupakan penyebab timbulnya nyeri send pada Sellie DSouder. Selama bertugas di bank darah rumah sakit, Erna Nemdy mempelajeri peran pen- ting sistem golongan darah ABO dalam terapi transfusi didasarkan pads dua prinsip Gihat Tabel 30.4). (a) Antibodi terhadap antigen A dan B terdapat secara lami dalam serum darah individu yang permuksan sel darah merahnya tidak memiliki antigen bersesuaian (yaity, individu dengan antigen A pada sel darah merahntya memiliki anti- ‘abel 30.2. Enzim yang Defektit pada Mukopoli Pena ~ Detlelensi Enzi rock yang Menuimpuke ae ronal sutase Hoparan sata Dermatan slat ater + Schoo seLtoureiaase rasa Dereatan sult ermatan stat Marotonve Lamy ‘Asotgelakosarn vallsts0 ‘Motalipdese Vi P-Olumuonidase operon aia Dermatansutat Santugpo A Heparon uterine pean ete, Santigp0 8 NAseligukosamnicase Meparan sitet Senigp0 O Mdvetigicoramin outst Heer stat abel 30.3. Enzim yang Defehilf pada Gangllostdosis SEES Dofiionsi Enzi ‘Lemak yeng Menumpuk Fikosiso Ce-GieGat CaNtke-GatFue Isoomigon anglsiéoss generalsaia 6, f-galaosise eGieSaiNouke}GalNAe‘Gal ‘., gergiossa Panyatt Tey Sachs Hoksosaminidase A a GieSalfoukeyGante ‘i. gargtoasn Varian Tay-Sachs atau Hoksosamnidase Adin B © Ce-Gle- Gal GaiGaNAc oenvait Sento Gobosda ple Gy gangioside Penyok Faty @Gdaktoddese CerGieGal cat ‘Gobotaosiseramda Seramidaahosdapesis ——_Seramiga akosdase CorGieGat (@-tahericacs) Surat itosia Levkodstrotimetawometk —_acaatae e-6a1030, “3Sutogaiacstseramisa Potala inte P-Gaiakosdase carGat Ghlakiositonmids nya Gaschor pease cere ‘idan ‘Guxostseraiga Ponyoht Niemann Pick siriacs cet skcin ee Singoriin Ponyont Famer ania aststogoin Soanae "Nc asam asatirewannat Ce ewamiag Gi, goon Gat galt Fi oi emp mas en yer esa, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAD 31 / FEMELIHARAAN KADAR GLUKOSA DARA 465, Makan glukosa ‘Glucagon alm. gga Jam Gbr. 31.3. Kadar glukosa, insulin, dan glukagon dalam darah setelah makan makanan tinggi karbohideat dan tinggi protein. ‘Sewattu Di Beatty dengan ku- rang hati-hati menyuntickan in- tlie dalam juriah berlobinan tevjadi penurunan akut kadar glukosa da- rahnya 4-5 jam kemudian saat ia teur ‘Apabila saet itu ia terjaga. ia ekan merasa- kan gejala yang disebabian oleh hipecak- tivitas sistim savat simpatis yang divang- sang oleh hipoglkemia (misal, berker- gal, gomotar, berdebar-debar) Akhimya, setelah hipoglikamiaaya menjadi semakin beral, ia akan mengalami gejala ‘neuro- slkopenia” (kurangnya pasckan glukosa keotak) misalnya kebingungen, gangquan bicara, ketidaksiabilan omosi, Kemungkin- fan altvitas kejang, dan, akbirnye, koma, Semertara tidur, ia telah mancepai sta- dium nauroglikopeni dari higogikernik int dan tidak dapat cibangunkan paca jam 6 pagl Priscilla Twigg, yang asupan glukosa ddan prekursor gukosanya sangat kurang, tidak memperiinatkan gejala ini, Tidak adanya gejala hipogikemik rada Priszilla dapat sijelaskan oleh penurunan Kedar glukosa daran yang sangat lambat seba- «gaikonsekuensikeadaan nyars kelaperan ddan _kemampusnnya_ untuk memelihara kadar glukosa darah dalom rentang pusca yang dapat diterima melalui glukonecge- ‘esis hati. Selein ity, terjadilpclsis trie asiglseroljaringan lemek yeng mencha- silkan asam lermak, Asam lemak ini dgu- rrakan sebagai bahan bakar dan diubah menjad badan keton oleh hati. Oksidasi asam lemak dan badan keton menyebab kan glukosa darah dapat dipertahankan. Pada kasus Di Beatty, dosis insulin yang bertebinan menghambattipoisis dan embentukan badan keton, sohingga ba: han bakar alterna ini tidak tersedia untuk mompertahankan kadar dukosa darah, Hi poglkemia yangterjadi dengan cepat tidak dapat dikompersasi dengan segera cioh lukoneogenesis hat. yang dhambat cleh insulin, sehingge hipogikemie berlanjut Pemeriksaan sta finger sick momper- lhatkan bahwa kadar glukose darah kapi- ler Di kurang dati 20 ma/Al. Oi diber nfs larutan glulosa 50% inieavena dan dcku- kan pemeriksaan kadar guia darah secara beikala, Setelah kesadarannya pulih, [a- rutan intravena kemudian diganti dengan larutan glukosa 10%. Setelah 6 jam, kadar slukoss darahnya monetap Giukosa 6 | tt Laktat atau C02 + 450 Gbr. 31.15. Perangsangan glikogenolisis di dalam tot. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 476 BAGIAN V / METABOLISME KARBOHIDRAT 4, Fosfoffuktokinase-2/fruktosa 2,6-bisfosfatese adalah swat enim bifungsional yang berperan mengatur glikolisis. Untuk ekspresi gen enzim ini di otot dan hati, igunakan promotor yang berbeda. Transkripsi di otot bermula di ekson | dan di hati diekson I" (sekitar Sib ke hil deri ckson 1), Penggabungan alternatif pada trenskrip primermenghasilkan sustu mRNA yang mengendung ekson | dan ekson 2 sampai (4 di otot dan ekson 1" dan ekson 2 sampai 14 di hati to 4 ook tonndooonooood— ‘ Ds Etson == tnton Urutan basa di taut-taut penggabungan antara ekson pertama dan intron pertama serta antara intron pertama dan ekson 2 adalah sebagai berikut Intron Bksom 1 (atau 1") Ekson 2 Otot--CAG gtaggt----ccagCCT--- Hoti----GCT gtaagt--ccagGCT- Basa dalam ekson ditutiskan dalam huruf besar sedangkan basa dalam intron di- tuliskan dalam huruf kecil, Tiga basa yang digarisbawahi menghasilkan kodon pen ting. ‘A. Asam amino apa yang ditentukan oleh kodon yang terbentuk melalui pengea- bbungan di batas-bates ekson-intron ini di ctot dan ¢i hati? 'B. Asam amino ini penting dipandang dari segi pongaturan enzim di keduajaring- an tersebut, Berdasarkan apa yang anda ketabui tentang pengaturan exzim ini di hati, jelaskan mengapa enzim di hati berespons terhadap perubahn rasio insulin/glukagon sedangkan enzim di otot tidak. JAWABAN 1A. Pada penyakit McArdle, isozim glikogen fosforilase yang terdapat diototmeng- alam defek, dan individu ini sulit menguraikan glikogen. Walaupun individu dengan defisiensi fosfofruktokinase-I dapat menguraikan glikogen, kecepatan pembentukan ATP melalui glikotisis adalah rendah karena terjadi defek pada erzim glikolitik kunci fosfofruktokinase-1. Oleh karena itu, individu yang mengidsp salah satu penyakit ini cepat mengalami Kelelahan apatila beruszha meiakukan olahraga berai, misalnya angkat berat, yang mengandelkan glikogen otot sebagai sumiber bahan bakar utams. ‘Namun, penderita kedua defek enzim ini dapat menggunakan asam lemak yang berasal dari dareh, bahan baker utama untuk olahraga ringan sampai sedang yang ber- langsung lama. Penderita penyakit McArdle juga dapat menggunaken glukosa yang berasal dari darah. 1B, Giukosa yang diberikan per oral dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk olahraga ringan sampai sedang oleh penderita penyakit MeArdic. Namun, individu dengan defisiensi fosfofruktokinase-1 tidak dapat memanfaatkan glukosa darah untuk ‘memenuhi kebutuhan sewaktu berolahrage. Sebenarnya, karena glukosa meningkat- ‘kan kadar insulin schingga terjadi inhibisi erhodap lipolisis di jaringen adiposa, tole- ransi individu ini terhadep olahraga sangat tergangzu oleh pemberian mekanan glu- kkosa Karena jumlah asam lemak di dalam darah individu ini untuk bahan bakar Derkurang. Akibat yang ditimbulkan disebut sebagai “ou of wind effect” (berbeda de- ngan “second wind” yang dialami oleh individu normal sewaktu lipolisis mulai me- masok bahan bekar tambahan untuk oiot yang sedang beraktivites) 2. Fraktosa 1,6-bisfosfatase sdalsh enzim ghukoneogenik. Penderta defisiensienzim ini tidak dapat memelihara ghukosa darah melalui glukoneogenesis. Namun, mereka aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 482. BAGIAN VI / METABOLISNE LEMAK Saat ini, 38% kalori (kkal) dalam EY estan yea nines airatan rang Amerika berasal davi le- ‘mak, Kangungan lemak dalam makanan ‘moningkat dari awaltahun 1900an sampai 4960an, Kemucian menurun sowaktu me- ‘eka menyadai bahwa efek diet lemak tinggi tidak sehat, Menurun rekemerdasi yang sekarang beriaku, kalosi lemak ja- rngan melebihi 30% dari kalor total dalam makanan. Pada pasien yang mangalami episode-episode peringkatan korusakan sel darah_merah (anemia hemoltik), seperti Michael Si- Cchel, hati can limpa harus mengolah pig- ‘men sel daran merah, hem, dalam jumtah yang lebih besar. Dalam organ-organ ini, hom (torasal dari hemoglobin) diurai men- jadi bilrubin yang kemucian diekskresikan dari hati melalui empedu. ‘Jumlah bilirubin yang besar dapat me- lebihikapasitas hati untuk melakukan kenjugasi, yaitu mangubah bilirubin mon- jadi bilrubin_diglukuronida yang larut air. ‘Akibatnya, pada pasien nemolisis semakin banyak bilirubin dalam bentuk kuranglarut ait yang masuk ke dalam duktus bitaris hati, Di dalam kandung empedu, bilirubin bbentuk ini cenderung mengendap sebagai atu ompedu yang kaya akan kalsium bili rubinat. Pada sabagian pasien, dapat ke- lar satu atau beberapa batudarikandung ‘empedu melalui duktus sistius dan ma- suk ke dalam duktus koledokus. Sebagian besar bau lewat tanpa_menmbulkan ‘gangguan untuk masuk ke dalam usus ha- lus dan kemudian diekskresikan dalam tirja. Namun, batu borukuran bosar dapat terperangkap di dalam duktus koledokus ‘sehingga terjad berbagal derajat sumbat- an aliran empedu (kolestasis) dengan di- sertai spasme duktus yang menmbulkan ‘yeri. Apabila garam empedu yang masuk ke dalam lumen usus berkurang, lemiak dalam makanan tidek dapat segera meng- alami emulsifikasi dan dicema, alam keadaan noma dickskresi oleh pankreas eksoktin melalui duktus pankreatikus kke dalam lumen usus halus ‘PENCERNAAN TRIASILGLISEROL, a ‘Triasigliserol adalah lemak utama dalam makanan maausia karena merupaken lemak simpanan utama dalam tumbuhan dan hewan yang menjadi makanan kita. Tri- ssilgliserol memiliki sebuah rangka gliserol tempat 3 asam lemak diesterkan (Gor. 32.6). Rute utama pencernaan triailgliserol adalah hidrolisis menjadi asam lemak dan 2-monoasilglisero| di dalam lumen usus. Namun, rute pencernaannya sedikit banyak bergantung pada panjang rantai asam lemak tersebut. Lipase dari lida dan Iambang masing-masing dihasilkan oleb sel-sel yang terletak di bagian belakang li- dah dan di lambung. Lipase tipase ini terutama menghidrolisis asam lemek rantai pen- déek dan sedang (mengendung atom karbon 12 atau kurang) dari triasilglisero) makan- an, Dengan demikian, enzim-eazim tersebut paling sktif pada bayi dan anak kecil yang banyak minum susu sapi, yang mengandung triasilgtiserol dengan kandungan ‘sam lemak rentai pendek dan sedang yang tingg) Efek Garam Empedu Lemak makanan meninggalkan lambung dan masuk ke dalam vsus halus, untuk men- {jalani emulsifikasi tersuspensi dalam partikel-partikel halus dalam lrigkungan air) ‘lch garam-geram empedu (Gbr. 32.7). Garam-garam empedu adalah senyawa amfi fatik (mengandung komponen hidrofobik dan hicrofilik), yang disintesis di hati dan disekresikan melalui kndung empedu ke dalam lumen usts. Kontraksi kandung em- pedu dan sekresi enzim pankreas dirangsang olch hormon vsus kolesistokinin. Garam empedu berfungsi sebagai deterjen, yangmengikat globulus lemak makanan sewaktu es “Biro = (CHy)yeCHy Rigg OHy~ (CH)y~ CH= CH (GHaly-C+0-F0H a Ohy-0>E-(CH.ye= CH, Gbr. 32.6, Strvktur suatu triasilgliserol Gugus gliserol dieritands dan karton-karbonnya beri nomor. Kolat Gbr. 32.7. Struktur suatu garara empedu. Garam empedu berasal dari kalesterol dan memperta- thankan strekturcincin kolesterolny2. Garam ini berbeda dari Kolesteral karena cineinnya me- ‘ngandung lebih banyak gugus hidroksil dan sebuah rarcai sisi polar dan tidal memilikiikatan rangkap 5-5 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 490 33 > Sintesis Asam Lemak, Triasilgliserol, dan Lemak Utama pada Membran Pada manusia, asam lemak ierutama dibentuk di hati, dengan glukosa makanan ‘sebagai sumber utama karbon, Melalui gikotisis, glukosa diubah menjadi piruvat ‘yang masuk ke dalam mitokondria dan membentuk aseril KoA dan oksaloasetat (Gbr. 33.1). Kedua senyawa ini bergabung membentuk sitrat. Sitrat diangkut ke silosol, tempat zat int diurai untuk membentuk asetil KoA, sumber karbon unk rreaksi yang terjadi pada kompleks asam lemak sintase. Ensim pengatur wtama tuk proses ini, aseti! Kod karboksilase, membentuk malonil Kod dari asetil KoA Rantai asant lemak yang sedang terbentuk, yang melekat ke kompleks asam fe- ak sintase di sitosol, tersebut diperpanjang melalui penambahan secara bersam= bungan unit-unit 2 karbon vang disediakan oleh malonil Kea. NADPH, yang diha- silkan melalui jalur pentosa fosfat dan encim matat, menyediakan ekivalen pereduksi. Sewaktu mencapai panjang 16 karbon, rantai asam lemak ini dibebas- kan sebagai palmitat. Setelah dicktifkan, palmitat dapat diperpaniang atau meng- lami desaturasi untuk membentik serangkaian asam lemak, Gtutosa Hat + Gikoisis 4 ol 3-P © ALKOA t "ee DAP. Palmiat Gbr. 33.1. Lipogenesis, pembertukun tritsilgliserol dari glukosa, Pada manusia, pembentukan asam lemak dari glukosa erutama triadic at, Asem lemak (AL )aiubab menjadtriasillise- 1o1(TG), dikemas dalam VLDL. dan dsehresitan ke dalam durah. OAA = cksaloasetat aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 33/ SINTESIS ASAM LEMAK, TRIASILGHSEROL, DAN LEMAK UTAMA PADA MENBRAN 495 Glukosa a asst Koa ¢ a rarbotslare = a ‘Nant akan kolo, Uri reinfas, dparaken ickanan yang betarya sepulh ae EXspias |] spas {ecnan nara ‘eperganpetunaan a nes nengomeanghan {caran) yng reaps Kerbal kantung apertkan ‘ermukaan Rartung svt fkanen vana lath Kea Sshnggakantng trabut tidak alos ‘Sufi para nenurskan 0) [Rpabis a saratan. naka Eek surfaktan pare ETER GLISEROLIPID Beer gliserolipid disintesis dari zat-antara glikolitik yaitu dihidroksiaseton fosfat (DHAP). Sebuth asl lemak KoA bereaksi dengan karbon | DHAP, membentuk se- bbuah ester (Gbr, 33.31). Gugus aril lemak ini dipertukarcan dengan sebuah alkohol le- mak, yang dihasilkan melalui reduksi sebuah asam lemak. Dengan demikian terben- tuklah ikaian eter. Kemudian gugus keto pada karbon 2 pada DHAP direduksi dan dicsterifikasi ke asam lemak. Penambahan gugus kepala berlangsung melalui serang- kaian reaksi yang analog dengan reaksi pada pembentukan fosfatidilkolin. Permbentu- kan ikatan rangkap antara karbon 1 dan 2 gugus alkil menghasilkan plasmalogen. Plasmalogen etanolamin ditemukan pada miclin dan plesmalogen kolin pada otot jan tung. Platelet activating factor (PAF) serupa dengan plasmalogen Kolin kecuali se- buah gugus asetil menggantikan gugus asil lemak di karbon 2 glserol dan gugus alkil pada karbon 1 jenuh, PAF dibebaskan dari sel darah fagositik sebagai respons terha- dap bermacam-macam rangsangan. Zat iri menyebabkan agregasi trombosit, edema, dan hipotensi, dan berperan dalam respors alergi aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 514 BAGIAN VI/ METABOLISME LEMAK (EDL). Produl-produse ini kembali ke hati lalu berikatan dengan resepior di membran sel dan diserap melalui proses endositosis untuk dicerna ofek enim lisosom, LDL juga diserap melalui proses endositosis oleh jaringan non-hati (perifer) Kolesterol dan produk percemaan lisasom lainnya dilepaskan ke dalam depot seluler Hati menggunakan kolesterol daur-ulang ini, dan kolesterol yang disintesis dari asetit Koa, untuk membentuk VLDL dan garam empedu. Kolesterot intrasel yang, berasal dari lipoprotein darah menurunkan pemben- tukan kolesterol dalam sel. merangsang penyimpanan kolesterol sebagai exter kolesterol, dan menurunkan pembentukan resepior LDL. Reseptor LD. ditemutan pada permukaan sei dan ber kutan dengan berbagai kelas lipoprotein sebetum endositosis Walaupun lipoprotein berdensitas tinggi (HDL) mengandung iriasilgliserol dan kolesterol, fungstnya sangat berbeda dengan fungsi kilomikron dan VLDL, yang ‘mengangkut triasilgliverol (Tabel 34.2). HDL. menukar protein dan lemak dengan lipoprotein lain dalam darah. HDL menindahkan apolipoprotein E (apoE) dan apo, ke kilomikron dan VLDL. Setelak pencernaan triasitgiiseral VLDL. apor dan apoCy dipindahkan kembeli ke HDL. Selain itu, HDI. memperoleh kolesterol dari lipoprotein tain dan dari membran sel serta mengubahnya menjadi ester Kolestero! melalui reaksi yang dikaralisis oleh lesitin:kolesteral asiltransferase (CAT), Kemudian HDL secara langsung mengangkut kolesterol dan ester koles- terol ke hati atau memindahkan ester kolesterol Ke lipoprotein lain melalui protein pemindah esier kolesterol (cholesterol ester transfer protein, CETP). Akhiraya, artikel lipoprotein membawa kolesterol dan ester kolesterolke hati wtuk diserap secara endositosis dan dicerna di dalant lisosom. Dengan deniikion, fingsi utama HDI. adalah “transpor kolesterol terbalik” (vaitu mengembalikan kolesteral ke hhatt) What Tabet 34.2). Peningkatan kadar kolesterol dalam darah dikaitkan dengan pembentukan plak aterosklecotik yang dopat menyumbat pembuluh darah, menimbukkan serangan jan- tung dan stroke. Walaupun kadar kolesierol LDL yang tinggi bersifat aterogent, kadar kolesterol HDL yang tinggi bersifat protektif karena pertikel HDI. berperan mengeluarkan kolesterol dari jaringan dan mengembatikannya ke hati Garam empecu, yang dibentuk di hati dari kotesterol yang diperoteh dari lipo- protein darah ateu disintesis dari esetil Kod, divekresikan ke dalam empedu. Garam int disimpan dalam kandung empedu dan dikeluarkam ke usus se- waktu makan. Garam empedu menyebabkan enulsifkasi triasitgliserol dari maka- nan, sehingga lemak tersebut mudah dicerna. Produk pencernaan diserap oleh sel epitel dari misel garam empech (butir-butir halus yang menganding garam empedu pada permukaan antarmuka-airnya). Setelah isi misel diserap, sebagian besar garam empedu mengalir ke ileum, unk diserap dan didaur ulang oleh hati Korikron ‘Sis loriaron| veou rol Lot “Upon stra salem fran reantin di er Upton ang leakan leh am acl tnnaa Sawa sindaan protein ka Ipoproisin ian { Mergamtl lerak da Ipoproten ain 2 Morgarbil kleter “ Mrguba kolestoral maria ester Kfosterl mea eaksl (CAT { Monindankan eetrkolosisel ke Hpopretoinai, yang manganskaye te hat aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 518 BAGIAN. VI / METABOLISME LEMAK ce Sk HHG-KoA 2NADPH + HY Tas fe enanes KoASH Gbr. 34.4. Reduksi HMG-KoA menjadi meva- Tonat. ; be HoH cz ee plrofostat “IN Dotke! | Ubikuinon (Koa) Kolesterot Gor. 34.8. Pembosiuken isepentenil pirofes- fiat. Unit isopren diberi tanda. Pada manusia, unitisopren adalah prekursor untuk sintesis do- likol, ubicuinon, dan kelesteral, KoQ = koen- zimQ. berlangsung dalam pembentukan badan keton, kecuali bahwa pembentukan badan ke- ton berlangsung di dalam mitokondria (Gbr. 23.15} Reaksi pade biosintesis kolesterol berikutnya dikatalisis oleh HMG-KoA reduk- tase, Enzim ini mengutah HMG-KoA menjedi mevalonat, dengan menggunakan cckivalen pereduksi yang disediakan oleh NADPH (Gbr. 34.4), dan terletak di retihu- Jum endoplasma dengan tempat aitifnya menonjol ke delam sitosol, Walaupun enzim lain juga diatur, reduktase adalah enzim penentu kecepatan utara dan sengat diatur bagi jalur biosintesis ini, Di sebagian besar jaringan, pembentukan kolesterol dikontrol oleh pengaturan umpan-balik; di sini Kolesterol, sebagai hasil ekhir jalur ini, menekan pembentukan HMG-KoA reduktase. Di hati, kecepatan pembenkan kolesterol jaulh lebih tinggt daripada di jaringan lain karena kolestero! berfungsi sebagai prekursor garam empedut (Gbr. 34.5), Selain induksi dan represi, enzim hati diatur oleh fosforilasi dan defosto- rilasi. Apabila kadar glukagon meningket, HMG-KoA reduiktase mengalami fosfori- lasi dan menjaci inaktif, Apsbila kadar insulin meningkat, enzim ini mengalemi de- fosforilasi dan menjadi aktif, Hormon timid meningkatkan aktivitas reduktese ini, sementara glukokorikoid menurunkannya. ‘Mevalonat mengalami fosforilasi clch ATP dan selanjutnya mengalami dekarbck- silasi untuk membertuk isopentenil pirofosfat (Gbr. 34.6). Unit-unitisopren ini dapat beckondensasi membentuk kolesterol, Unit-unit tersebut jaga membentuk dolikol (senyawa yang digunakan uniuk memindahkan oligosakarida bercabang selama pem- bentukan glikoprotein) atau ubikuinon (Komponen rantai transpor elektron). Pada biosintesis kolesterol, 2 unit isopren berkondensasi membentuk geranil piro- fosfat (hat Gbr. 34.3). Terjedi penambahan satu unit isopren tagi untuk menghas ‘kaa famesil pirofosfat. Kondensasi 2 farnesil pirofosfat menghasilkan skvalen, s senyawa yeng mengandung 30 atom karbon. Setelah oksidasi pada karbon 3, skualen ‘mengalami sikisasi membentuk lanosterol yang memiliki empat cincin yang mem- bentulk inti steroid pada kolesterol. Melalui serangkaiaa reaksi,terjadi pembetasan 3 karbon dari lanosterol sewaktu zat ini diubah menjadi kolesierol Esterifikasi Kolesterol Kolesterol memiliki 27 atom karbon. Zat ini memiliki 8 karbon di rantai sii alifatik- nya yang bercabang, dan inti steroidaya memiliki sebuah ikatan rangkap antara kar- nase oa insuin festaase snasegpy) © t77=Glukegon os Sia ea HNC-KoA, , » reuse reduktase-P Mewalonat nd (ina HING-K0A ‘ease ¥ oo Kelesterl a4 Endostosis dan insula Sehisosem / ukagon Lipoprotein empedi™ NA darah (gen redukcase) Gbr. 345. PngatranFIMG-KeA reduktase dihat.Kolestercl dan garem empeda menghaa bat pembentekan enzim ini. Fosforilasi menyebabkan enzim ini tidak aktt. Glakagon rungkin bekerja dengan merangsang fosforlasi inhibitor fosatase, yang menycbabkaninkibiter tese- butmeniadisktif Prosesinimungkia sepa dengan proses yang tejadi pada pengaturan glk ‘gen sintse (ihat Bab 26, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 34 / METABOLISME KOLESTEROL DAN LIPOPROTEIN DARAH 523 menurunkan elastisitas pembuluh darah tersebut. Plak terdiri dari sel otot polos, ja- ringaa ike, lemak, dan kotoran yang tertimbun di itima dinding arteri, Penelitian ter- adap manusia dari semua kelompok usia, serts terhadap hewan, mengisyaratkan ‘bahwa pembentukan plak ini meningkat seiring dengan pertambahan usia dalam rang kkaian proses sebagai berikut (Gor. 34.13) Sel endotel dinding artei mengalami cedera, baik secara mekanis maupun karena bbahan-bahan sitotoksik (termasuk LDL yang teroksidsi). Daerah yang cedera terpa- jan ke darah dan menarik monosit, yang akan berubah menjadi makrofag dan me- ‘akan bahan-bahan di sekitarnya (termasuk LDL yang toroksidasi). Akibat dipenubi ‘leh lemak, sel ini berubah menjadi sel busa yang tertimbun dan menimbulkan fatty streak di dalam dinding pembuluh darah. Sel endotel dalam keadsan normal menghasilkan prostaglandin tz (PGI), suatu prostasikin yang menghambat agregasi trombosit(lihat Bab 35). Apabila sel endotel rusak, trombosit akan menggumpal dan melepaskan tromboksan A (TXA,), suatu zat yang mendorong penggumpalan trombosit lebih lanjut, Sel ini juga melepaskan platelet-derived growth factor (PDGF). Makrofag juga menghasilkan faktor-faktor pertumbuban, Faktor pertumbuhan menyebabkan proliferasi sel otot polos, yang ber- migrasi dari lapisan medial ke intimal dinding areri. ‘Sel di dalam lapisan intima melepaskan lemak (triasilgliserol dan kolesterol) yang kemudian menumpuk ci plak yang sedang tumbuh. Lipoprotein darah, terutama LDL, terus masuk Ke lesi dan ikut berperan menambah timbunan lemak. Sel di esi ini mensekresi kolagen, elastin, dan giikosaminoglikan, membentuk tudung fibrosa (fibrous cap), dan muncul kristal kolesterol di bagian tengah plak. Sel {erperangkap i dalam plak dan kemudian mati sehingga terbentuk kotoran. Juga ter- jadi kalsifikasi. Ruptur dan perdarahan plak berkepsul tersebut di pembuluh koroner dapat menyebabkan pembentukan akut bekuan darah (trombus), yang akan semakin ‘menyumbat pembuluh dan menimbulkan infark miokardium. HDL, yang membantu menzhan proses aterosklerosis, disintesis dalom bentuk nasens (imatur) di hati dan usus. Setelah disekresikan ke dalam darah, HDL mengalami per- vbahen akibat berinteraksi dengan kilomikron dan VLDL. Dengan kedua lipid ini, HDL saling bertukar protein dan lemak. HDL juga menyerap kolesterol dari permu- aan sel dan ¢ari lipoprotein Jain dan mengubahnya menjadi ester Kolesterol, Ester kolesterol ini akhimya dikembalikan ke hati, sehingga HDL dikatakan berperan da- lam transpor kolesierol terbalik (reverse cholesterol transport) HDL mengandung protein dalam jumlah (dalam berat) yang lebih tinggi dan per- sentase triasilgliserolnya lebih rendah daripada lipoprotein darah lainnya (Gbr. 34.14 dan Tabel 34.7). Dengan demikian, HDL merupakan partikel yang paling tinggi den- sitasnya (kepadatan. HDL memindahkan protein apoCy dan apoE ke kilomikron dan VLDL, lipopro- tein yang kaya akan triasilgliserol (Gbr. 34.15). ApoC merangsang penguraian asilgliserol dalam partikel-partikel ini dengan mengaktifkan LPL. Penguraian ini rmenghasilkan sisa kilomikron (dari kilomikron) dan IDL (dari VLDL). ApoE, yang terkandung dalam pariikel-partikel ini, berfungsi sebagai ligan untuk reseptor di rmembran sel hati yang berperan dalam penyerapan sisa kilomikron dan IDL. Sewaktu disekresikan ke dalam carah, partikel HDL berukuran kecil dan berben- tuk diskoid (lihat Gbr. 34.15). Partikel HDL imatur ini hampir tidak mengandung es- ter kolesterol dan triasilgliserol. Setelah HDL menyerap kolesterol dari lipoprotein lain dan dari membran sel, kolesterol tersebut diubah menjadi ester Kolesterol oleh reaksi LCAT, yang dirangsang olch apoA,, suatu komponea pada partikel HDL ima~ tur, Sewaktu terisi oleh ester kolesterol dan triasilgiserol, partikel menjedi besar dan berbentuk sferis. Partikel HDL berukuran besar ini (éikenal sebagai HDLs) memindahkan ester kolesterol ke VLDL untuk dipertukerkan dengan triasilgliserol (Gbr. 34.16). Pertu- kkaran ini diperantarai oleh protein pemindah ester kolesterol (cholesterol ester trans- Selain terapi diet untuk monu- runkan kadar Kolesterol darah nya, William Hartman dibori pravastatin, svatu inhibitor HMG-KoA re- uktase. Inhibitor HMG-KoA reduktase menurunkan kecepatan pembentukan sin- tesis kolesterol di dalam sel. Sewaktu ka- dar kolostorolintrazol berkurang, sintosie resepior LDL meningket. Sewaktu jumiah reseptor meningkat di permukaan sel, pe- nyerapan LDL meningkat. Akibatnya, ka- dar kolesterol LDL dalam darah berku: reng. Superoksia, HG, dl \ t sls a 6B Makrofag Vitamin E,C.A Sol busa Gor. 34.12. Pembentukan sel busa dengan fagositosis LDL yang teroksidasi. Proses ini. terjadi di ruang subendotel pembuiuh darah, Vitamin E, C, dan A menghambat oksidasi LDL. Ada kisim bahwa makanan yang me- ‘ngandung banyak buah den sayuran (lima pi- ring sehari) mencegah penyakitjantung, mung- kin karena mengandung vitamin E, C, dan A. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 528 BAGIAN VI / METABOLISME LEMAK Lipoprotein(a) pada dasamya _Lebihdari 95% garam empedu diserap kembali di ileum dan dikembalikan ke hati ‘adalah partikel LDL yang terikat melalui sirkulasi enterohepatik (hat Gor. 34.20). Gara empedu sekunder dapat secara_kovalen ke apopro- mengalami rekonjugasi di hati, tetapi tidak mengalami rehidroksilasi, Garam empedu tein(a). Zat ini disebut “ipoprotein a tec” didaur ulang cleh tati, yang kemudion mensekresikamnya ke dalam empedu. Resirku- Untuk menghindari kerancuan dengan jasi enterohepatik garam empedi ini sangatefisien. Setiap hari, kurang deri 5% garam apoprotein A yang citemukan dalam HDL. ‘Struktur apoprotein(a) sangat mirip de- ‘ngan plasminogen, prekursor plasmin pro- tease yang menguraikan fibrin, kemponen uulama bekuan darah. Namun, lipopro- tein(a tidak dapat diubah menjadi plasmin all. Terdapatlaporan bahwa konsertrasi lipopreteinfa) yang tingg! berkorelasi de- nngan peningkatan risiko penyakitarteri ko- ‘membuang inti steroid (juga kolesterol) dari dalam tubuh. ‘empedu yang masuk ke usus keluar melalui feses. Karena inti steroid tidak dapat di- uraikan di dalam tubub, ekskresi garam empedu berfungsi sebagai jalur utama untuk KOMENTAR KLINIS. William Hartman adelah pasien tipikal dengan kadar triasilgliserol serum yang paca dasarnya normal dan kadar kolesterol total serum meningkat, terus menerus berada di 1% papan atas populasi ronaria, sekalipun pada pasien yang profil mum (misalnya 325-500 mg/dL). Apabila kelainan lemak serupa dijumpai pada ang- lomakaya normal gota keluarge lain dengan pola pewarisan autosom dominan dan tidak dijumpai penyebab sekunder untuk kelainan lemak ini (mis. hipotircidisme), kemungkinan be- sar penyebab dislipidemia hereditenya ini adalah keadaan yang disebut sebagai “hiperkolesterolemia familial (FH), ipe A”. ‘Asam kolat Ho" “on Koll KoA. PK-6 H,fl~CH,—COO™ ‘Asam taurokolat ‘Asam glikokolat pK 8 K-86 Gbr. 34.19. Konjugasi garam empedu, Konjugat terbentuk dengan yaitu garam tersebut lebih terionsasi di dalam umenusus(pH ~6)dari- taurin (berasal dari asam amino sisten) atau glisin. Baik asam kolat pada garam empedu yang tidak terkonjugnsi (pA ~ 6). Glikekonjugat ‘maupun asar Kenokolat dapat mengalami Korjugasi. Konjugasi me- memiliki pX’sckitar 4, dan taurokonjugat memiliki pk scktar 2. fhurunken pX garam empedu sehingga efek deterjennys meningkat, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. S32 BAGIAN VI / METAROLISME LEMAK iaktifkan karena defisiensi apoCy. ApoCy, Komponen VLDL dan kilomikron, meng- aktifhan LPL, Penurunan kadar triasilgliseroi setelah transfusi darah mengisyarstkan bahwa rmasalahnya adalah tidek adanya apoCy. Transfusi darah menyediakan apoCy, yang kemudian mengakiifkan LPL pasien. LPL melekat ke dinding kapiler dan Kecil Ke- ‘mungkinannya terdapat di dalam darah yang digunakan untuk transfasi. Terapi hepa tin membebaskan LPL dari dinding kapiler. ApoCy, nonmal dapat ditambahkan ke da- lam darah yang diperoleh setelah periberian heparin kepada pasien. Apabila aktivitas lipolitik dalam darah meningkat, defek yang paling mungkin adalah defek pada apoC 2. Pencemaan lemak makanan memerlukan garam empedu, Welaupun pada kasus ini ditemukan lipase dan kolipase, spabila garam empedu tidak berfumgsi efektif sebagai deterjen lemak tidak akan dicerna dan diserap sehingga kemudian timbut steatorea Garam empedu harus mengalami ionisasi agar dapat berfungsi sebagai deterjen. Apabila pankreas tidak menghasilkan bikarbonat. asam lambung. yang masuk ke da- Jam usus tidak mengalami netralisasi, Apabile pH uss terlalu rendah, garam empeda kurang terionisasi dan, akibatnys, kurang efeltif sebagai deterjen, px garam empedu tidak terkonjugasi adalah sekitar 6, pk glikokonjugat adalzh sekitae 4, dan pK tauro- konjugat adalch sekitar 2. Lrutan ini sesuai dengan urvtan penurunan aktivitas deter- jen garam-garam empedu seiring dengan penurunan pH lumen usus. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. coo 0=0-CHy Asotlsalisilat (aspirin) 28-~- a Bobo ‘aki ‘Asetaminofen. CH He oye on-{Y-Gir-coon Hy ‘Ibuprofen Ghr. 95.9 Kerja aspirin dan obat antiracang nonsteroi¢ lainnya, Pl, PGE, POD, Meningkakan Vasodlatae! cAMP Monurnkan Penggumpalan tombrsit Penggumpalan leukost Wet dan 2 Protfarasl sol T grat iiost Por, Moningeatan ‘Vasokonstiks! Bronhokonsrc! Kontak tot pelos Moningatian VVasckonstitsi Penggumalan rombosit Protierasimost Bronkokorstks DAB 35 /METADOLISME EIKOSANOID 539 Siklooksigenase chambat oleh semva obat antiradang nonste- roid (NSAID) semacam aspirin {asam asetisaisil’). Aspirin memindah- en sebuah gugus asetl ke enzim, dan menyebabkan enzim tersebut inakti se- cara ireversibel. NSAID lain (misalnya azetaminoien, buprofer) bekerja sebagai inhibitor reversibel sikicoksigenese. Ase- taminofen adalah bahan utama dalam Ty- enol, dan ibuprofen adalah bahan utama dalam NSAID lein misalnya Motrin, Nuprin, dan Advil (ihat Gbr. 35.9). trombosit adalah TXA,, suatu vasokonsirikter kuat dan po- rangsang agregasi trombost. Kerja yang terakhir ini mencetuskan pembentukan trombus ditempat cedera vaskular serta di sekitarplak ateroskierotik yang mengalami ruptur dalam lumen pembulub miseinya atteri koronaria. Trombus semacam iri da pat menimbulkan sumbatan total menda~ dak pada lumen vaskular dan menimbul- ken kerusakan iskemik akut terhadap javingan yang terietak di sebelah cistal ‘sumbatan (yaitu infark miokardium akut). Aspirin, dengan mengasetilasi secara kovalen tompat aktit.sikooksigorase, ‘menghambat pembentukan TXA, daripre- kursor utamanya, asam arakidonat. De- gan merimbulkan defek hemostatic r- ‘ngan ini, aspirin dosis rendah terbuktefek- tifmencegah infark miokardium akut hat Komentar Klinis). Untuk Thomas Apple- ‘man (yang memperlihatkan gejala penya- ki jantung koroner) asprin digunakan un- tux mencegah serangan jantung pertama (pencegahan primer). Untuk William Har ‘man dan Cora Nari (yang perah meng- lami serangan jartung), aspirin diguna- ken untuk mencegah serangan jantung berikutnya (pencegahan sekunder). Eikosanoid predominan pada aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 546 BAGIAN VI / METABOLISME LEMAK ukose are gunna ti agp |i Chines 62 Frukosa 6 AMP @.F.26P@, ATPO Fruktosa 1.6-P ' + Fosfoenolpinwvat 3 fostoritas ener (@ependen cAMP) noe @ Alani E Pruvai Gbr. 36.1. Pengaturan glukokinase, PFK-1, ddan piruvat kinase di hati Dalam 2 bulan setelah pembedahan untuk mengangkat tumor jinak sel B penghasil-insulin pada pankreasnye, Bea Selmass sudah mulai kembali berjogging ringan. Ia sudah dapat menurunkan berat badannya 8 Ib (3.6 ke), yang ia peroleh 6 minggu sebelum pembedahan, Karena episode hipoglikemiknyati- dak lagi muncul, ia tidak pertu sering makan karbohidrat untuk mencegah timbulnya ‘gejala adrenergik dan neuroglikopenik yang ie rasakan saat tumornya mengeluarkan insulin dalam jumlsh berlebihan. a Beberapa bulan setelah direwat di rumah sakit, Di Beatty kembali dibawa Cl te rung gawat darurat rumah sakit dalam keadean Ketossidosis ciabetes (KAD). Dilakekan pengambilan contoh darah untuk memeriksa kadar glu- kosa dan elektolit secara berulang-ulang selama 24 jam pertama, Laboratorium ru- ‘mah sakit melaporkan bahwa serum dari stiap contoh yang diambil tersebut tampak kkeruh, dan tidak jernih, Kekeruhan tersebat timbul akibat penyebaran cahaya karena tingginya kadar lipoprotein yang kaya triesilgliserol dalam dara. penden-insulin (NIDDM) pada usia 39 tahun, beratnya 30 Ib (13.5 kg) di atas berat ideal. Kadar glukosa serumnya tinggi dan disertai oleh kelainan profil lemak puasa 14 jam. Kadar kolesterol total, kolesterol lipoprotein densitas ren- dch (LDL), dan triasilgliserol serumrya meningket dan kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL) serumnya di bawah rentang normal, me Saat Ann Sulin pertama kali diketahui menderita diabetes melitus nonde- PENGATURAN METABOLISME KARBOHIDRAT DAN LEMAK PADA KEADAAN KENYANG Mekanisme yang Mempengaruhi Pembentukan Glikogen dan Triasilgliserol di Hati Sctelah mekan, hati membentuk glikogen dan triasilgliserol. Kadar glikogen yang di- impan di dalam hati dapat meningkat dari sekitar 80 g setelah puasa semalam sampai peda suatu limit sekitar 200-300 g. Walaupun membentuk trisilgliserol, hat tidak ‘menyimpan bahan bakar ini tetapi mengemasnya ke dalam VLDL untuk disekresikan ke dalam darah. Asam lemak pada trasilgliserol VLDL tersebut disimpan sebagai triasilgliserol adiposa. Jaringan ediposa memiliki kapasitas menyimpan lemek yang hhampir tidak terbates, dan hanya dibatasi oleh kemampuan jantung memompa darah sampai ke kapiler jaringan, Walaupun kita meryimpan lemak di seluruh tubuh, lemak ccenderung menumpak di tempat yang tidak banyak mengganggumobilitas kita: di pe- rut, paba, panggul, dan bokong. ‘Pembentukan glikogen hati maupun pengubahan glukosa makanan menjadi tri- asilgliserol di dalam hati (lipogenesis) diatur oleh aneke mekanisme yang melibatkan enzim kunci pada jalur yang bersangkutan, GLUKOKINASE Setelah makan, glukosa dapet diubah menjadi glikogen atau menjadi triasilgliserol di hati, Untuk kedua proses tersebut, glukosa mula-mula diubah menjadi glukosa 6- fosfat oleh glukokinase, suatu enzim hati yang memiliki Xm tinggi untuk glukosa (Gbr. 36.1), Enzim ini paling aktif dalam keadaan kenyang, yekni saat konsentrasi glukosa tinggi, karena vena porta hepatika membawa produk peneemnaan langsung deri usus ke hati, Pembentuken glukokinase juga diinduksi oleh insulin (yeng mening- kat setelah makan) dan ditekan oleh glukagon (yang meningkat selama puasa). aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 36 / INTEGRASI METABOLISME KARBOHIDRAT DAN LEMAK 551 forilasi yang diarahkan oleh cAMP (Gbr. 36.8). Glukagon merangsang adenilat sik- ase untuk membentuk cAMP, yang kemucian mengaktifkan protein kinase A. Protein kinase A melakukan fosforilasi terhadap fosforilase kinase, yang kemudian ‘molakukan fosforilasi dan mengektifkan glikogen fosforilase. Protein kinase A juga ‘memfosforilasikan glikogen sintase tetapi, dalam bal ici, menyebabkan enzim terse- but menjadi inaktif, Glukoneogenesis terangsang karcna sintesis fosfoenolpiruvat karboksikinase, fruktosa 1 f-bisfosfatase, dan glukosa 6-fosfatase diinduksi dan karena ada pening- kotan ketersediaan prekursor. Fruktosa 1,6-bisfosfetase juge diaktifkan karena kadar inhibitornya, fiuktosa 2,6-bisfosfat, rendah (Gbr. 369). Selama puasa, aktivitas enzim glikolisis yang sepadan menurun, ‘Gtkotisis | Glukoneogencsis Glukose \ stottae joo one on } : Glukota 6-fosfat | Fruktosa spi Ea \ truktosa 1. bisatve Fruttosa 1,6-bsfostat fosforukokinesort Dikidroksiaseton +———> Gliseraidehida foster Howat t { t t FosteenobiNvst sg ercinmae came famoiknace = \ pia provat \ fine @ Enese La inant aku oe ret —y Fetotatse 5 Piruvat OMIA Ghr. 36.9. Pengaturan glukoneogenesis dan glikolsis selama puasa. Enzim glukoneogenik yaitu fosfoenoipiruvat karboksikinase, fruktose 1,6-bisfosfatase, dan glukose 6-fosfatase din- Guksi. Fruktosa 1,6-bisfosfatase juga aktif karena, selama pusa, kadar inhibitomya fruktosa 2,¢-bisfosfatrendah. Enzim glikolsis yang sepadanan tidak terlalu aktf selama puase. Kece- palan glukokinase rendah karena enzim ini memiliki Km yang tinggi untuk glukosa dan kon= sentrasiglukosa rendah. Fosfofruktokinase-1tidakterlauaktifkarena konsentrasi aktivatornya (ruktosa 2,¢-bisfosfat)rendah, Piruvat kinase diinaktifkan oleh fosforilasi yang ‘oleh cAMP. Di Beatty menderita hipergtke- ha ria Karena kadar insulinaya cenderung rendah dan kedar ‘glukagonnya cenderung tinggi. Sel acipo- ‘sa dan ototnya tidak dapat menyerap glu- kosa dengan kecepatan normal, dan la menghasilkan gukosa melalui proses gii- Kogenalisis dan glukoneogenesis. Akibat- nya kadar glukosa darahnya moningkat. ‘Ann Sulin berada dalam keadaan me- tabolik yang serupa. Namun, dalam halini, ia menghasikan insulin tetap jaringan tu- buhnya resisten terhadap kerja insulin ter- sebut. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAGIAN VII Metabolisme Nitrogen Protein makanan adalah sumbar utama nitrogen yang dimetabolis oleh tubuh (Gor. 37.1). Asam amino, yang dihasilkan dari pencernaan protein makanan, diserap melalui sel epitel usus dan masuk ke dalam darah. Berbagai sel mengambil asam amino ini yang kemudian masuk menjadi simpanan di da- lam sol. Asam amino tersebut digunakan untuk membentuk protein dan ‘senyawa lain yang mengandung nitrogen, atau dioksidasi untuk menghasil- kan energi. Pembentukan protein, transiasi mRNA pada ribosom (lihat Bab 14), meru- akan proses yang dinamik. Di dalam tubuh, protein secara terus menerus dibentuk dan diurai, sehingga simpanan asam aming didalam sel naik turun. Senyawa yang berasal dari asam amino antara lain adalah protein, hor mon (troksin, epinefrin, dan insulin), neurotransmitter, kreatin fosfat, hen pada hemoglobin dan sitckrom, pigmen kulit melanin, dan basa purin dan pirmidin pada nukleotida dan asam nukleat. Sebsnamnya, semua senyawa yang mengandung nitrogen di dalam tubuh disintesis dari asam amino. Ba- nnyak jalur tersebut dibahas pada Bab 41 dan 42. Solain berfungsi sebagai prokursor untuk membentuk sonyawa yang mo- ngandung nitrogen dan sebagai bahan baku untuk membentuk protein, asam amino juga digunakan sebagai sumber energi. Asam amino dapat dioksidasi secara langsung, etau diubah menjadi glukosa dan kemudian cioksidasi atau disimpan sebagai glikogen. Asam amino juga diubah menjadi asam lemak dan disimpan sebagai triasilgliserol dalam jaringan adiposa. Dalam keadaen puasa, glikogen dan tiasiglisorol mongalami oksidasi. Hati adalah tompat utama oksidasi asam amino. Namun, kebanyakan jaringan dapat mengoksi- dasi asam amino rantai bercabang (leusin, isoleusin, dan valin). ‘Sobelum rangka karbon pada asam amino cioksidasi, nitrogen terlebih da- hulu harus dikeluarkan. Nitrogen asam amino membentuk amonia, yang ber- sifat toksik bagi tubuh. Di hati, amonia dan gugus amino dari asam amino ¢i- tubah monjadi urea, yang bersitat nontokeik, larut air, dan mudeh dikeluarkan melalui urin. Proses pembentukan urea dikenal sebagai siklus (daur) urea. “Walaupun urea adalah produk ekskresi nitrogen yang utama, nitrogen juga diekskresi dalam bentuk senyawa lain (Tabel 37.1). Asam urat adalah produk penguraian basa purin, kreatin dihasilkan dari kreatin fosfat, dan amo- nia dibebaskan dari glutarrin, terutama oleh ginjal tempat amonia membantu menjadi ponyangga urin dengan cara bereaksi dengan proton untuk mem- bentuk ion amonium (NH, Senyawa-senyawa ini terutama ciekskresi me- falui urin, tetapl cukup banyak juga yang dkeluarkan melalui feses dan Kuli Sejumiah kecil metabolit berisi nitrogen torbentuk dari penguraian neuro- transmitter, hormon, dan produk khusus asam amino lainnya dan diekskresi melalui urin. Sebagian produk penguraian ini, risalnya bilirubin (dibentuk deri peng- uraian hem), terutama diekskresi melalui feses. 556 Protein makanan penceraan ‘Asam amino dalam darah Tenor 5a $o—~ ‘Asam amind Protein VF Senyawa yang ‘mongendung N Karbon trogen | g COptH0 HN O=NHy Urea dan produk ekstretotk lain yang menganaung nivogen Urin Gbr. 37.1. Ringkesan metabolisme asam ami- no, Protein makanan dicema menjadi asarm amino yang kemudian diambil can masuk ke dalam sel. Asam amino digusakan untak rem- bbentuk protein dan senyavalain yang mengan- ‘dung nitogen. Rangka karbon pada asam ami ‘no juga dioksidasi untuk menghasilkan energ’, «dan nitrogen diubsh menjagi urea dan produk ccksiretorik lain yang mengendung nitrogen aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 562 BAGIAN VII / METABOLISME NITROGEN 87.1: Mengapa pasien sistinuria dan _penyakit Hartnup meng: el alami hiperaminoasidutia tanpa diserta hiperarinoasidemia? Penyakit Hartnup adalah pe- nyakit genetik dan bersfat rese- si autosom yang relat jarang ddjumpai. Kelainan ini berupa detek pada trenspor asam amino netral melintasi sel epitel usus dan ginjal. Gejala dan tanda- nya disebabkan, sebagian, oleh cefisiensi fasam amino esensial (that Komentar Kiinis), Sistinura dan penyakit Hartnup berkaitan dangen defek pada dua protein trenspor yang berbeda. Pada masing- ‘masing kasus, defek terdapat di sel usus, yang menyebabkan malabsorpsi asam ‘amino dari produk pencernean di lumen usus, dan di sel tubulus ginjal, yang me- rnyobabkan penurunan resorpsi asam ami- ro ini dar fitrat glomerulus. brish ‘border Gb. 37.46. Tranpor asain amino tanseitel. Pembava yang depesden-Na” memindakan 1No" dan asam amino ke dalam sel epitel usus dari lumen sus. Na" dipompa keluar di sisi se- rosal (melinisi memoran basolateral) untuk ditakar dengan K" oleh Na" K"-ATPase, Disist serosal, asam amino dibawa oleh transporter terfasilasi mengikut penurunan gradien kon sentrasi ke dalam darah, Prose in adalah con- toh trasporaktifsekunder. ‘akibat pemompaan Na” kelvar sel oleh Na’,K”-ATPase di membran serosa. Proses ini ‘memungkinkan sel mengkonsentrasikan asam amino dari lumen usus. Asam amino tersebut kemudian dibewa keluar sel ke dalam cairan interstisium terutama melalui transporter faslitaif di membran serosal (lihet Gbr. 37.6). Paling sedikit terdapat enam macam pembawa asam amino dependen-Na* yang terdapat di membran brush border apikal sel epitel, Pembawa-pembawa ini memiliki spesifisitas yang tumpang tindih untuk berbagai esam amino. Satu pembawa cende~ rung mengangkut esam amino retral, yang lain mengangkut prolin dan hidroksipro- lin, yang ketiga cenderung mengangkut asam amino asam, dan yang keempat mengangkut asam amino basa (lisin, arginin, zat antara siklus urea omitin) dan sistin Selain oleh pembawa-pembawa yang dependen-Na’ ini, sebagian asam emino dieng- laut oleh melintasi membran luminal via pengangkut transpor yang terfasilitasi. Ke- ‘banyakan asam amino ditranspor oleh lebih dari satu sister transper. ‘Seperii pada transpor glukosa, pembawa dependen-Na° di membran apikal sel epi- tel usus juga terdapat di epitel ginjal. Namun, di membran sel jaringan yang berlainan terdapat isozim yang berbeda pula. Di pitak lain, pembawa yang terfasilitasi di mem- bran serosal sel epitel usus serupa dengan yang dijumpai diel jenis lain dalam tubuh, Pada saat kelaparen, epitel usu, seperti hainya sel lain tersebut, menyerap asam amino dari darah, Dengan demikian, transporasam amino melintasi membran serosal bersifat dua arah, Siklus ;-Glutamil Siklus y-glutamil berperan dalam transpor asim amino ke dalam sel usus dan ginjal (Gbr. 37.7). Dalam hal ini, asam amino ekstrasel beresksi cengan glutation (y- slutamil-sisteinil-glisin) dalam reaksi yang dikatalisis oleh transpeptidase yang terda- pat di membran sel, Terbentuk sebueh asam amino y-glutamil, yang melintasi mem ‘bran sel dan melepaskan asam aminonya di dalam sel. Produk lain dari kedua reaksi ini diubah kembali menjadi glutation Reaksi yang mengubah glutamat menjadi glutation dalam siklus y-glotamil adalah reaksi yang sama dengen reaksi yang diperlukan untuk membentuk glutation. Enzim Untuk sintesis glutation, tetapi bakan transpeptidase, ditemukan di sebagian besar ja~ ‘ringan. Glutation juga berperan mereduksi senyawa, misalnya hidrogen peroksida (li- hat Bab 21). Transpor Asam Amino ke dalam Sel ‘Asam amino yang masuk ke dalam darah diangkui menembus membran sel ei berba- ‘ni jaringan terutama melalui kotransporter dependen-Na” dan, dalam jumlah sedikit, ‘melalui transporter terfasilitasi (Tabel 37.4). Dalam hal ini, transpor asama amino ber- ‘beda dengan transpor glukosa, yang merupaken transpor dependen-Na" di epitel wsus ddan ginjal namun merupaken transpor terfasilitasi di sel jenis lain, Ketergantungan transpor asam amino pada Na’ di sel hati, otot, dan jaringan lain memungkinkan sel- sel ini mengkonsentrasikan asam amino dari darah. Protein transpor tersebut me- riliki dasar genetik dan komposisi asam amino yang berbeda, dan spesifisitas yang agak berbeda daripada protein transpor yang terdapat di membran sisi luminal epitel usus. Protein transpor juga memiliki sedikit perbedaan anterjaringan. Misalnya, sistem N untuk peryerapan glutamin terdapat di hati, tetapi tidak terdapet di jaringan, lain atau terdapat sebagai isoform dengan sifet berbeda, Juga terdapat turpang tindih spesifisitas protein transpor dan sebagian besar asam amino diangkut oleh lebih dari satu pembawa, BY OMENTAR KLINIS. Kurva pertumbuhan dan berai badan Sissy Fibrosa berada di bawah normal sampai dokter anak memberinya suplemea enzim pankreas sebegai bagian dari rencana pengobatan, Suplerien ini mencema aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 568 BAGIAN VII / METABOLISME NITROGEN ‘Asam amino, Asam a-keto, Asam amino, o-Ketoglutarat Giuramst Gbr. 38.3. Transamirasi, Gugus amino diel sa- 4a sat asam amino cipindahken ke asam ami- no lain, Dalam reaksi ini, terlibat pasangan ‘asam amine dan asam a-koto padanannya. ct Ketogiutarat dan glutamat biasanya adalah sa lan sate pasangan tersebut. Reaksi ini, yang bersifat_reversibel, mengeunakan piridoksal fosfat (PLP) sebagai kofaktor. Enzimnya dise- but transaminase atau aminotransferase. A. Re- ksi umum, B. Reaksi aspartat ransaminase, Ditegukkan diagnosis hepatitis virus tipe A akut, yang mungkin terjengkit melalui makanan terkontaminasi virus yang dinikmati Teresa sewaktu berlayar. Dokter men. jelaskan bahwa tidak terdapat pengobatan spesifik untuk hepatitis virus tipe A dan ia memberi perawaten simtomatik dan penunjang (suportf) serta pencegahan penularan kepada orang lain melalui rue feses-oral. Teresa mendapat asctaminofen 3-4 kali se- hari untuk menghilangkan demam dan ertralgia selama ia sakit eG Jean Aan Tonich adatah seorang artis komersial berusia 46 tahun yang | baricbans ini Kehilangan pekerjaannya abba seri manghit (sen) Suami yang telah menikahinya selama 24 tshun meninggalkannya sejek 10 bulan faly, Ia mengetuh kehilangan nafsu mekan, rasa lelsh, kelemnahan oto, dan de- presi emosi. ia kadang-kadang merasaken nyeri di daerah hati, kadang-kadsng ciser- ‘ai mual dan muntah, Pada pemeriksaan fisik, ia tampak agak kusut dan pucat, Dokter menemakan adanya nyeri tekan pada hati dan sedikit asites (cairan di dalam rongga peritoneum di sekitar organ abdemen). Batas bawah hati teraba sekitar 2 inei (0,5 em) i bawah batas iga, yang mengisyaratkan terjadi pembesaran hati, dan teraba agok lebih padat dan nodular daripada normal. Limpa Jean Ana tidak teraba membesar, Diperkirakan ter- dapat iktcrus ringan (perubahen wera kuning akibet penumpuken bilirubin) yang mengenai sklera (bagian putjh mata), Tidak dijumpai keleinan kognitif atau neurolo- gis yang jelas. Setelah meneium tau alkohol pada napas Jean Ann, dekter mengajukan pertenya- an mengenai kemungkinan penyalahguraan alkohol. yang mula-mula disangkal oleh pasien. Namun, dengan pertanyaan yang lebih intensif, Jean Ann mengekui bahwa se- Jak-5 atau 6 tahun terakhir, selagi perkawinannya mulai retak, ia mutat minum gin setiap hari dengan jumlah sekitar $0-70 g etanol sedangken makannya berkurang, NASIB.NITROGEN ASAM AMINO Reaksi Transaminasi Transaminasi adalah proses ulama untuk mengeluarkan nitrogen dari asam amino Umumnya, nitrogen dipindahken sebagai gugus emino dari asam amino asal ke «-ke- ‘oglutarat sehingga terbentuk glutamat, sementara asem amino semula berubah men- jadi asam a-keto padanannya (Gbr. 38.3). Misalnya, asam amino aspartat dapat meng- lami transaminasi membentuk asam c-keto oksaloasetat, Dalam proses ini, gagus amino dipindahkan ke a-ketogiutarat, yang berubsh menjadi ssam amino glutamat, Semua asem amino kecuali isin dan treonin dapat mengalami reaksi transaminasi Enzim yeng mengkatalisis reaksi ini dikenal sebagai transaminase stau aminotransfe- rase. Untuk scbagian besar reaksi ini, a-ketogiutarat dan glutemat berfungsi sebagai salah satu pasangan asam a-keto-asam amino. Kofaktornya adalah piridoksal fosfat (Gor. 384). Secara keseluruhan, pala reaksi transaminasi, gugus emino dari salah satw asam amino menjadi gugus amino pada asam amino kedia, Karena bersifat reversibel. reaksi ini dapat digunakan untuk mengeluarkan nitrogen dari asam amino aiau untuk memindahkan nitrogen ke asam a-keto untuk membentuk asam amino, Dengan de- mikian, reaksi tersebutberperan pads penguraian maupun pembentukanasam amino. Pengeluaran Nitrogen Asam Amino sebagai Amonia Sel di dalam tubuh dan bakieri di dalam usus membebaskan nitrogen dari asem amino terfentu sebagai amonia atau jon amonium (NH,’). Ksrens kedua bentuk nitrogen ini ‘dapat saling bertukar, kedua sebutan tersebutdi aias kadang-kedang digunakan untuk aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAW 38 / NASIB NITROGEN ASAM AMINO: SIKLUS UREA 57S. Ekskresi trogen (gharl) 8 ‘ 2 ° Vv W 12 3 5-6 Guukosa Glukosa jam = hai. minggu (700.9Mm) (150 a/h) “Kenyang" Puasa Gbr. 38.12, Eksiresi nitrogen selama puasa. Beberapa orang mula-mula diberi glukosa intra- ‘vena (IV) sesuai indikasi, kemudian mereka berpuasa, Dilakukan pengukuran eksiresinitrozen ‘etal seta nitrogen dalam urea (daerah gelap). Didscarkan dari Ruderman NB, dkk. Gluconeo _genesis andits disorders in man, Dalam: Hanson RW, Mehiman MA (ed). Giconeogenesis: its ‘regulation in mammalian species. New York: John Wiley, 1976:518, eg BNA e Hi "ge NADH ‘Giuiamat LeAtenin Oksaloasetat Glukosa +: Piewvat a-Ketogiuterat pomanat 2 Gbr. 38.13, Perubahan alanin menjadi glukosa pada mamusia. 1. Alanin,asam amino glukoneo ame star notin cis Sonn Fomatsnica ecu A Net Vianin By Mon8, nein? "Unthatn yang metal aH, pt kis dan rel Oia Gb. 3}. gla mel, kloan Sumber | QM Karon t Ow DN= CH (Epinettiny : oe YH Qn- Cr ironmataetisay Tp oo @- Lon eromet) NADPY NADPH gre UMP i Puin Prekursor etorin = @ @adancy “pun v sau ‘Norepinefin —> Epinetin Guanidinoasetat —> Kreatin Nutleotila —» Nukletida bermeti Fosfatidietanclarin—» Fosfaidikelin Asetlserotonn—» Melanin Gbr. 40.4, Sumber karbon (1-5) untuk simpanan FH, den penerima karbon (A-D) dati depot. FH, « C= FH, yang membaws sebuah unit satu: karbon. Turunan FH, yang berperan dalam masing-masing reaksi tercantum dalam Tabel 40.1 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 40 / TETRAHIDROFOLAT, VITAMIN Bp, DAN S-ADENOSILMETIONIN 605, A Metionin P Ne ae Hy sunsauon aon (sam Prokursor (CHiy— produ S-Adenos We ymasistein (SAH) -Adenosin 8 Prokursor Produk bermatil SAM Norepinetin —S > Epinotin ‘SAM Guaridinoasatat —S——> Krestin ‘SAM Nukleotida —S~ > nukieotita berneti SAM in + Fosfatidltin SAM Asetiserctonin ———» Melatonin Fosfatciletanciar Gbr. 40.10, Hubungan antara FH, By:, can SAM. A. Skemaumum. B.Beberaps reaksi spesi- fik yang memertukan SAM. ‘SAM dibentuk dari metionin dan ATP. Setelah pemindahan gugus metilnya, SAM membentuk S-adenosilhomosistein, yang mengalami pemutusan untuk membentuk hhomosistein dan adenosin Metionin, yang diperlukan untuk sintesis SAM, diperoleh dari mskanan, etau s.Adenosihomesistein oH Ho, Ohad on Epinete, 4 Gbr. 41.22, Produk yang berasal dari fenilalanin dan trosin. BH, dan BH = terahidrobiop- teri dan dihidrobiopterin; PLP= piridoksalfosfat;m = enzim yang defektif paca albinisme. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 632 Konsentrasi asam emino bebas di dalam darah tidak cikogen ha | demas Giulosa makanan be. 42.2. Pemelihanan simpanan asam amino darah. Protein makanan (1) dan pesgursian proteinendogen 2) adalah sumberasam amino (asam-asam amino yang tidak dapat dsitess didalam tubuh).3. Sebagan bear asam amino dari simpanan asam amino bebas digunakan un- tuk sintesis protein baru. 4. Berbagai senyava yang éisintess dari prekursor asam amino rmemilik fangs fisiolgis yang esensial. Banyak dar senyavsa ersebut yang divaikan menjadi tmetaboit-metaboit urn yang mengandung N dan dak Kembali ke simpanan asam anino. 5 Dijaringan, nitrogen dikelarkan dari asam amino melaiuireaksi tansaminssi dan deaminasi 6. Nitrogen dari penguraian asam amino muncal di urin terutama sebagai urea atau NH. on amonium, Ekskresi amonia penting untuk mempetahankan pH] darah 7. Asam amino diau- akan sebagai bshan bakar baik secaralangsung atau seelahdiubah menjaiialokosa melalui proses glukoneogeness. 8. Sebagian sam amino dapa disintess di dalem tubuh manusa, asal- kan tersediaelukosa dan nitrogen. ini, jaringan menggunakan asam amino untuk membentuk protein baru (300-600 g) secarakontinu untuk meaggantikan protein yang terurai, Pertukaran protein yang ber- langsung terus-menerus di dalam tubuh menyebabkan tersedianya berbagei asim amino untuk sintesis bemmacam-macam protein baru, misalnya antibodi, Pertkaran protein memungkinkan pergeseren kuantitas berbagai protein yang dihasilkan dalam Jaringen sebagei respons tethadap perubahan keadaan fisiologis, dan secara kontinu ‘menyingkirkan protein yangielah mengalami modifikasi atau rusak. Pertukaran terse- ‘but juga menghasilkan persediaan asam arnino yang dapat digunakan sebogai substrat untuk dioksidasi: prekursor untuk glukoneogenesis dan untuk sintesis hem, kreatin fosfat, purin, pirimidin, dan neurotrarsmiter; untuk amoniagenesis untuk memperta- henkan kadar pH derah; dan untuk banyak fungsi lainnya. Fluks Asam Amino Antarorgan pada Fase Pasca-absorptif Keadaan puase memberikan salah satu contch fluks asam amino antarorgan yang pperlu untuk mempertahankan simpanen asam amino bebas di dalam darah dan mema- sok asiin amino yang diperlukan oleh jaringan (Gbr. 42.3), Selama puasa satu malar, sintesis protein di hati dan jaringan lain terus berlanju, tetapi Kezepatannya menurun dibandingkan dengan fese setelah makan. Terjadi penguraian netto protein Iabil di ‘tot rangka (yang memitiki mass protein terbesar di dalam tubub) dan jaringan lain PELEPASAN ASAM AMINO DARI OTOT RANGKA SELAMA PUASA Efluksasam amino dari otot eangka ikut berperan menentukan simpanan asam amino cesensial didalam darah (lihat Gbr, 42.3), Otol rangka mengoksidasi asam amino ran- aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 640 ‘Siklus nukleotida purin aitemu- kan diotot rancka dan otak. tapi tidak terdapat di hati danbanyak jaringan lain. Selah satu fungsinya pada ‘tot rangka adalah berespons terhadap penggunaan ATP yang cepat selama lti- an fisik Saat lathan fisik, hidrolisis ATP yang cepat meningkatkan kadar AMP, yang menyebabkan pengaktivan AMP deaminase (lihat Gbr. 42.11), Akbatnya, konsenirasilMP dalam sel meningsat, dan terbentuk amoria. IMP, soperti halnya ‘ANP, mengaktikan fosiorlase glkogen otot Selama latinan fisik (ihat Bab 22). ‘Arronia yang terbertuk dapat membentu menyangga peningkatan pembentukan asam lektat yang terjadi dalam oto! rangka selama latihan fsik yang berat. ate Lathan! tele bP, app vanaf ‘nase deaminese Fumarat nt Alar. Adenilo- sucsingt MP Asp. (Ne) RB (wes) Gbr. 42.11. Siklus nukleotiéa purin, Pada otot rangka, siklus nukleotida purin dapat meng- tubah gugus amino AARB menjadi NH, yang ddigebungkan ke dalam glutamin, Senyawa ‘yang mengandung gugus amino yang dilepas pada siklus nukleotida purin diberi warna abu- abu BAGIAN VII / METABOLISME NITROGEN Nitrogen glutamin berasal terutama dari ARB (Gbr. 42.10). Gugus a-amino ‘berasal dari reaksi transaminasi yang membentuk glutamat dari c-Ketoghutarat, dan nitrogen amida dibentuk dari penambahan amonis bebas ke glutamat oleh glutamin sintetase. Amonia bebas dalam otot rangka tenutama berasal dari deaminasi giutamat ‘oleh glutamat dehidrogenase, atau dari siklus nukleotida purin Pada siklus nukleotida purin (Gbr. 42.11), deaminasi AMP menjadi IMP meny babkan pembebasan NH,". AMP disintesis kembali dari gugus amino yang dise- diakan och aspartat. Gugus amino aspartat dapat berasal dari AARB meialui reaksi transaminesi. SIKLUS GLUKOSA-ALANIN Nitrogen yang timbul dari oksidasi AARB di otot rangke juga dapat dipindahkan kembali ke hati sebagai alanin pada siklus glukosa-alanin (Gbr. 42.12). Gugus amino pada AARB pertama kali dipindshkan ke a-ketoglutarat untuk membentuk glutamat, ‘kemudian dipindahkan ke piruvat untuk membentuk alanin oleh reaksi ransaminasi sekuensial.Piruvat ‘erutama timbul dari glikosa melalui jalur glikolitik. Alanin yang dikeluarkan dari otot rangka diserap teruama oleh hati, tempat gugus amino diga- bbungkan ke dalam urea dan rangka karbonnya dapet diubah Kembali menjadi glukosa melalui glukoneogenesis. Meskipun jumlah slanin yang terbentuk beragam sesuai asupan makanan dan keadaan fisiologis, pengangkutan nitrogen dati otot rangka ke hati sebagei alenin terjadi hampir kontinu di sepanjang siklus herian puasa-makan, Usus ‘Asam amino merupakan bahan bakar yang penting untuk sel mukosa usus setelah makan makanan yang mengandung protein, dan pada keadsan katabolik seperti ke~ adaan puasa atau trauma bedah (Gbr. 42.13), Selama berpussa, glutamin merupakan salah satu asam amino utama yeng digunakan oleh usus. Karbon glutamin di usus terutama mengalami oksidasi menjadi CO; dan diubah menjadi rangka karbon pada laktat, sitruin, dan omitin, Usus juga mengoksidasikan AARB. Nitrogen yang berasal deri pemecahan asam amino diubah menjadi sitrulin, alanin, NH,, dan senyawa lain ‘yang dikeluarkan ke dalam darah dan diserap oleh hati. Meskipun sebagian besar kerbon dalam alanin ini berasal dari glukosa, oksidasi glukosa menjadi CO bukan Jalur tahan bakar utama untuk usus. Asam lemak juga bukan sumber bahan bakar™ Alanin Darah Gbr, 42.12. Siklus glukose-alanin. Jalur pemindahan gugus amino dari AARB di otot rangka ke urea di hati diperlihatkan dengan warna abu-abu, aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 650. BAGIAN VIII / ENDOKRINOLOG! MOLEKULAR Penyakit yang terjadi akibat de- fisiens! atau kelebinan sekrosi primer atau sekunder hormon, atau respons fisiologis terhadap hormon, membentuk disiplin endokrinolog. Kini. Bagian ini akan membahes dasar biokimia untuk memeharri akbat yang ditimbulkan, oleh penyakt endokerin. ‘abel 43.1. Singkatan Beberana Hormon dan Senyawa Terkait yang Ditentuk dalam Tubuh Mansi ‘Acrenccaicovopicnormane (toxmon adrenokoAKol ep) Anirogea bnang pesein(proten pengikstancrogen) ADH Anisurtic homvone(horman anise oa ekaral sebagai AVP) ane. Aninatnartcpoptié oepisaartiaturak alu etcopepin)) cox Koesstaxnin ca CChovone gonadotrenin (gonecoitooin koronk (CG. CG manus) cur Conicorpin-ike intsmedae nbe peptide (pepicslebusirteredivs miip-tomkcapin) cant Caricornpi easing noone (norman getepas KonKOwoHIN) DHEA Denicoepianerosieion nT Deiaratestesteon 125/010, 126.Oirokakolotatetos! & Esradiot FH Folicl simuieting hormone (hemon perangsang tail) oe {Growth hormone (herman perumbukar} oP Gastric intitory peptide |peptifa inhstoric ambung) ae CGonagoropin releasing harmare thomon plepas gonacotmpin) aH Growth hormene revasing homoneisomatoksiin (GHRH) alt Growth tomene base inibiteg nemmore (sonetostatio) nes. ‘man chore gnadoropin gonatrenn Koon mania) IGF Insulinsice gre factor Gakior parunouran ipsa) ul veining nomone eH patria st -Melancc strlaing herman (nornon perangsang meanest) POMC ——_Prepiometanotortn Pre Preactn releasing hmeno(hermonpolepas prin) Pritt Preactneeaseiaibting Romane froxmen pergharibatpelepasan prolakte) PRL. Prlaktin om Parathyia hermons (homan paraticid) 1, “Toeatiin r “Tiksin teraodotionin) Tr Tryrotepinreeasing hormone hormon poeoas toto.) TSH Thyroid stusting fonene (ramon perangsarg iis) vr Vasoactive intstna poypoption we. \Vascprasn (ADH) plasmanya atau di bagian dalam yang mengenall dan berkatan dengan hor- mon bersangkutan dengan afinitas dan spesifisitas yang tingci Kerakterisiik pembeda pada sistem endokrin adalah adanya mekanisme umpan-balik homeostatik yang ikut menentukan kecepatan pembentukan hormon bagi hampir semua organ endokrin, Misalnya, konsentrasi plasma ‘suatu hormon yang dinasikan oleh kelenjar endokrin perifer sebagai respons terhadap suatu hormon dari hipofisis anterior berfungsi sebagai sinyal um- pan-balik ko sol sokretorik hipotalamus dan/atau hipofisis anterior. Aktivitas sekretorik sel hipotalamus atau hipofisis terangsang apabila kadar hormon perifer subnormal dan tethambat apabila kadar perifer tersebut lebih besar daripada normal. Akhirnya, lama efek fisiotogis suatu hormon sebagian ditentukan oleh ting- kat pengikatan ke protein transpor dalam sirkulas' (terdapat protein transpor untukhormon tiroid serta hormon steroid adrenal dan gonad), oleh kecepatan inaktivasi yang disebabkan oleh berbagai proses penguraian yang terutama terjaci di hati, dan oleh kecepatan ekskresi hormon atau metabolitnya ke da- lam feses atau urin. Hormon polipeptida, misalnya, diserap oleh sel melalui ptoses endositosis. Hormon yang telah mengalam internalisast ini kemudian diuraikan oleh sistem enzim lisosom di dalam sel. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 656 BAGIAN VII / ENDOKRINOLOG! MOLEKULAR omy HOT ™, Keotestaro| cs) 10 Pregnencion cn om g bs DHEA Androstenedion “oe oF + 0 Dihidro- ‘Testosteron Aldosteron, Kortisol a8 (Cw (Cn) (nd rangkap ‘dreduke!) oF A7-pstradil (Cyn) (aromatike CH, 18 lurker) ‘Gbr. 43.8. Sintesishormon steroid. Cinein pada prekussor,kolesterol, tural antaraprekursor dan hormon akbirdiberi wana abu-abu, DHEA Aibertandahuruf. Dihidrotestosterondibentak daritesiosteronolehre- = dhidrorpiandrosteron dluksiikatan rangkap karbon-ce-karbon di cincin A. Perubahan struk- aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 44 / KERIA HORMON HIPOTALAMUS DAN HIPOFISIS. 671 Oksitosin Oksitosin. seperti vasopresin, adalah suatu nonapeptida (yaitu mengandung sembilan sam amino). Hormon ini disintesis di dalam neuron nukleus supraoptikus dan para~ ventrkuleris hipotalamus yang terpisah dari neuron yang menghasilkan vasopresin, ‘Struktur vasopresin dan oksitosin juga mirip satu sama lain (likat Gbr. 44.3). KERJA OKSITOSIN Oksitosin terutams bekerja pada sistem reproduksi wanita. Hormon ini merangsang frekuensi dan amplitudo kontraksi otot polos rahi. Bfek ini bergantung pada adanya estrogen, suatu hormon yang konsentrasinya meningkat seiring dengan pertambehan usia kehamilan, Peningkatan konsentrasi estrogen dapat menjelaskan adanya pening- katan kepekaan rahim terhadap oksitosin sebesar delapan sampsi sembilan kali antara kehamilan 20 sampai 39 minggu, yang meningkstkan inisiasi persalinan, Oksitosin juga berperan penting selma menyusui. Hormon ini menyebabkan kontraksi sel rmioepitel kelenjar payudara, schingga susu keluar dari duktus alveolaris ke dalam sinus yang terletak proksimal dari puting payudara. Sistem perantara kedua yang memperantarai berbagei kerja oksitosin ini masih belum sepenuhnya dipahami RANGSANGAN YANG MENYEBABKAN PELEPASAN OKSITOSIN Pengisapan air susa ibu oleh bayi (yaitu rangsangan terhadap pulting payudara) me- rimbalkan impuls saref yang menyebabkan pelepasen oksitosin éari hipotalamus. Rangzangan ini juga menycbabkan pelepasan prolaktin dari hipofisis anterior. Prolak- tin menginduksi pembentukan protein susu (lihat Gbr. 44.10). HORMON HIPOTALAMUS YANG MEMPENGARUHI FUNGSI HIPOFISIS ANTERIOR Hipotalamus bekerja sebagai perantara kunci antara pusat luhur di sistem saraf pusat dan kelenjar hipofisis melalui sintesis dan sekresi berbagai peptida yang mendorong pelepasan hormon dari adenohipofisis (releasing hormones hipotalamus) atau meng- hhambat sekresinya (release-inhibiting hormones bipotalamus) (Tabel 44.1). Hormon yang mendorong pelepasan atau menghambat ini disalurken ke sel hipofisis anterior ‘melalui pembuluh ports hipotalamiko-hipofisialis (lihat Gbr. 44.1). Pembentukan dan sckresi scbagien besar hormon yang dihasilkan di hipofisis anterior diatur oleh hor- mon stimulatorik (releasing hormones). Pemibentukan dan sekresi hormon pertum- buhan, prolaktin, dan golongan gonadotropin (FSH dan LH) juga diatur oleh hormon inhibitorik (release-inhibiting hormones). Hormon adenohipofisiotropik adalah growth hormone releasing hormone (GHRH), growth hormone release-inhibiting hormone (GHRIH) yang juga disebut somaiostatin (SS), prolacting-releasing hormone (PRH), profacting release- ‘inhibiting hormone (PRIH). dopamin (DA), thyrotropin-releasing hormone (TRH), corticotropin-releasing hormone (CRH), dan gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Prolactin-Releasing Hormone dan Prolacting Release-Inhibiting Hormone Sckresi prolakiin dari galaktotrof di hipofisis anterior berada di bawah kontrol bipo- ler, yaitu hipotalamus menghasilkan hormon yang menyebabkan pelepasan prolaktin serta hormon yang menghambat pelepasan prolaktin. Identitas hormon utama yang rmendorong pelepasan prolaktin masih belum diketahui pasti, namun sejumlah besar Mil Keeway mengalarti ameno: rea. Peningkaian kadar protaktin yang berkepanjangan di dalam darah menyebabken penurunan atau ter hentinya pongeluaran darah haic. Pening: katan tersebut menekan pelepasan gona- dotrorin hipofisis anterior (FSH dan LH), sserta mengurangi efek stimulatork LH dan FSH pada fungsi ovarium. Pelepasan ‘Gai juga dapat terhambat aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 44 / KERJA HORMON HIPOTALAMUS DAN Hiporisis. 679 ae SY T cna nue peomnnis e 7 rratatin wa Teontraks| ° ‘sel mioepitel (Gr. 44.10 Pengaturan laktas. 1. Pengisapan puting payudera oleh bay! mencetuskan impuls saraf yang merangsang pembeatukan oksitosin (OT) di hipotalamus dan pengelsarannya dari hiporisis pesterior. 2 dan 3. Melihat atau mendengar Suara bayi juga menyebsbkan pengeluaran OT. Selain itu, pengisapan puting payudara merangsang pengeluaran prolactin-releasing hor- ‘mone (PRE) dari hipotalemus. yang merangsang pengeluaran prolaktin (PRL) dati hipovisis anterior, 4. OT menyebabkan kontraksi sel mioepitel kelenjar payudara dan mendorong sust ‘eluarkelenjar. 5. PRL merangsang res ‘oligomenorea (berkurangnya jumlah darah dan/atau ketereturan haid), dan pada 3% ‘wanita dengan infertilitas. Penggunaan obat yang mengganggu sintesis dopamin eda- leh penyebab tersering peningkatan kadar prolaktin serum. Pada pasien yang tidak ‘menggunekan obat tersebut, penyebsbnya kemungkinan besar adalah tumor sekreto- rik jinak sel galaktotrof di kelenjar hipofisis anterior. Walaupun umumnya berukuran, kecil, tumor ini dapat meningkat ukuran dan kapasitas sekretoriknya setelah beberapa tahun, Namun, terdapat sejumlah pasien tidak memperlihatkan perkembangan tumor atau babkan mengelami peourunan kadar prolaktia serum sciring dengan waktu sien yang mengidap tumor agresif dapat diobati dengan radioterapi stereotaktik, re- seksi bedah, atau pemberian bromokriptin jangka panjang. Pada pasien dengan hiper- prolaktinemia kronik dan agak parah yang disebabkan olch tumer, angka kesembuhan radioterapi dar/atau reseksi bedsh mangkin kurang dari $0%. Walaupun bromokrip- tin sering menormalkan kadar prolaktin serum pada pemberian jangka panjang, kodar prolaktin scrum hampir sclalu meningkat kembali ke rentang abnormal segere sctelah bat tersebut dihentikan. ‘Scan MRI terhedap otak Sam Atotrope memperlihatkan sebuah makroadenoma (tumor dengan garis tengah lebih dari 10 mm) di kelenjar hipofisis, disertai perluasan aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 684 BAGIAN VIII / ENDOKRINOLOG! MOLEKULAR, ‘Tolbutamid, suatu obat sulfonil- urea yangmeringkatkan sekresi inguin, juga meningkatkan se- ‘krosi somatostatin pankroas. Akhirya, glukagon merangsang pengeluaran insulin dari sel B pankreas. Masih bbelum diketahui apakah ini merupakan efek parakrin atau endokrin, Pola aliran darah i sel pulau Langerhans diperkirakan sedemikian sehingga yang pertema dibasahi adalah sel B kemudian sel A. Dengan demikien, sel B dapat mempengaruhi fingsi sel A melalui mekanisme endokrin, sedangkan pengaruh hormon sel A terhadap fungsi sel B lebih mungkin berlangsung secara parakrin, EFEK FISIOLOGIS HORMON COUNTERREGULATORY LAINNYA Somatostatin BIOKIMIA Praprosomatostatin, suatu peptida yang terdiri dari 116 asam amino, dikode di lengan panjang kromosom 3. Somatostatin (S-14), suatu peptida siklik dengan berat molekul 1600, dihasilkan dari 14 asam amino di terminal-C molekul prekursor. S-14 pertama ‘ali diisolasi dari hipotalamus dan diberi nama demikian karens mampu menghambat pengeluaran GH (somatotropin) dari hipofisis anterior. Hormon ini juga mengharmbat pengeluaran insulin, Selain hipotalamus, somatostatin juga dihasilkan oleh sel D (sel 8) pulau Langerhans dan dijumpai di banyak bagien sistem saraf pusat, dan di sel lam- bung serta duodenum serta dalam darah, S-14 predominan di sistem saraf pusat dan sel D pankreas. Namun di usus, prosomatostatin (S-28), yang memiliki tambahan 14 asam amino dari terminal-C prekursor, menentukan 70-75% imunoreaktivitas jum Jah hormon yang bereaksi dengan antibodi terhadap S-14). Prohormon S-28 lebih po- ten 7-10 kali lipat dalam menghambat pengeluaran GH dan insulin dibandingkan de- gan S-14. PENGELUARAN SOMATOSTATIN Sckretogog bagi somatostatin serupa dengan yang menyebabkan sekresi insulin, Metabolit yang meningkatkan pengeluaran somatostatin adalah glukosa, arginin, dan leusin. Hormen yeng merangsang pengeluaran somatostatin adalah glukagon, poli- peptida usus vasoektif (VIP), dan kelesistokinin (CCK). Insulin, di pihak lain, tidak mempengaruhi sekresi somatostatin, EFEK FISIOLOGIS SOMATOSTATIN. Somatostatin berikatan dengan reseptor di membran plasma sel sasaran. Reseptor ‘yang telah “diaktifkan” ini kemudian berinteraksi dengan protein G pada adenilat Siklase. Akibainya, pembentukan cAMP dihambat dan protein kinase A menjadi tidak aktif. Efek inhibisi ini menekan sekresi GH dan fyroid-stimulating hormone (TSH) dalam dareh yeng menyebabkan penurunan pCO; erteri dan lveolusse- Jama paruh kedua daur haid dan selama persalinan. Akhimaya, progesteron mungkin efek hipnouk terhadap otak, suatu efek yang mungkin berperan menimbul- ken perubehan emosional dan fisik yeng kadang-Kedang dijumpai pada masa interval prahaid ("sindrom praheid”, premenstrual syndrome atau PMS). PENGATURAN DAUR HAID OLEH HORMON Selama bagian pertama daur haid (fese folikular), FSH, yang disekresikan oleh hi- pofisis anterior, merangsang pembentuken estradiol oleh sel-sel grenulosa ovarium (Gbr. 47.9), FSH dan estradiol menycbabkan proliferasi scl-sel tersebut, dan produksi estradiol meningkat. Hormon-hormon ini juga merangsang pembentukan reseptor ng Dengan melawan efek osteolitik borbagai sitokin pada tulang, o- trogen menurunken kecepatan ‘esorpsi tuiang pada wanita pramenopau- se dan pascamenopause, seperti Teresa Livermore, yang mendapat terepi peng- gantian estrogen. Peningkalan faktor pembekuan darah yarg dirangeang oleh es: trogen menyebabkan sebagian wanita yang mendapat kontrasepsi oral rmudah mengalami trombosis (bekuan) ve 1, terutama di vena ekstremitas bawah. Obat progestasional sirtetik, mi- salnya neretindron asetat, aklif apabia dberikan per oral. Obat Ini digunakan, bersama dengan estrogen, sebagai kontrasepsi oral pada wenita usia subur. Pada wanita pascamenopause yang masin memilisi rahim, torapi pong- Gentian esirogen dikombinasikan dengan Progestin medroksiprogesteron asstat, ‘svalu turunan sintetik dari 17c-hidroksi- progesteron. Peningkatan suhu tubuh yang Giambil segora setelah teriaga (suhu tubuh basal) dapat cigu- nakan untuk memperkirakan saat ovuiasi aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 726 INDEKS PASIEN penyakit Grave dan, 306 {erap, 317, 652 terapi tod da pada, 654,665 hhiperizodismedar, 665-466 ‘exap toksin pads, Kadi hormon peretimelasi-troid, 675 Harta, Walia goneras: ATP dan, 345 hiperkolesterolemia familial upe 1A paca, kadar Kolesteral pada, $15-516, 515-516 ‘ada lemak pais, 2 terop diet pada, 515-516, $15-S16t terapi obs pads, S18, $23, $29, 830, infarkmiokardium pada 77, 12, 94 atarkaeatin fsfokinase pads, 7,82, 9 kadar koeatin kinase pada 121, 122 atarlipoprovein densi ings pata, 526 relanonia malign pada, 163, 169, 174 yer dada pada, 7,97 penggunaan spire pads, $33-534, $39, $43 terai pada, 121 Haver, Wie onseling geretik pada, 252 sists pembawa sel sabi pads, 236,250 K ‘eeway. Millicent amenorea pada, 668,621 caran payudara pada, 668 hierorolaktinemi pada, 668,672, 679-680 tunor hipofisis pesghasi proiaktin pada, 678 lott Sloe efisicns fakcor VIN pada, Ld hemofiia A pada, 97,121 Kalix Cal hats ijt pada, 63,70 bat sisin pata, S85 sstinura pada, 65, 70 efetranspor asam amino pda, 563, 564, pencegahan baw pada, $59 terapi 74 Lakker, Calteen sindrom distes pemapasan pada, 492, S06, $10 id, Vera hiperplasi adienal pada, 665-666 permbertukan adrogen adrenal pads, 665.666 visas’ pada, 652,657, 6654666 Lisehemia. Rena strockirocs ginal pada, 692, 707 ‘ura jantung pada, 702 Sektes aldosiron pada, 702 Livermore, Dennis ssupan asa asetisalisiat pads, 33-36, 39 asupan malaton pda, 97 InnibsiasetiKolinesterese pata, 111 ‘eracuran aspirin pada, 313. teraparopinpada 121 Livermore Teresa, 3 aormaltashemaologi pads, 14,17 alos respiratoik pata, 39 anemia defisiensibesi pada, 14, 17 cexsefulopati pata pada, $72. $13, fakturkompresi vertebra pada, 698 gal hati pada, $72, 325 Inpavits A pada, $66, $8 hiperventilasi pads, 38,39, inks mass buh pad, $09 Kadae albumin dara pada, 31 ‘Kidar tadanketon dalam darn pata, 28,31 kadar lukosa darah paca, 28 31 ‘ehilargan borat pa, ‘ekuraagan proten-kalor pada, 31 Kelebilan krbohidrat ada, 92,493, S09 elbitan leak yada, 503 Kurang gizi pada, 26 ‘malnutsiproteinkalsi pads, 17 ‘marasmus pada 17 ‘cslcoperosis pascamencpause pads, 698, 706, 707-708 pemeriksaanTaboratorium pada, 8 penggantianestroen peda, 219 eningkatan erat badae pads, 492 Lio, Any ‘Komponen-M inunoglobulinpads, 91 ‘nielowa mulipe! pada, 93-98 yer tuang pada, 77 pemeriksaan laboratorium pada, 77 potein Bence Jones pa, 80.91, M Masini, a akoholsme pada, 97, 107, 109 berber basth pada, 300-301 efsinsi lakos46-fosftdehidrogenase pads, 21 efsiensitiamin pada, 107 gal jantung curh-tingg pat, 286 defsiens tiamin dae, 289 Ihemolisisakbat-at pada, 31, 433-434 Inpoalicemnin pada 415,422. 426.127 ‘jang pada, 415 kerusaton hat pada, 109 ketoasdosisakibat alkohol pada, 358, 357, 263 ankeattis pada, 981-882, 483,488, penyakit aniung teriber pad, 432 peumonia pada, 431, 433-434 seatorea pada, 484, 485 ‘erapisamin pada, 121 Mees, Nena ‘efisinsi trenspor fraktosa pada, 396 rralabsorpsi eultosa pada, 123 tralabsorpsikarbchidra: pads, 385-386 rralabsorpsisubresa pala, 30 Myck, Amie kadar temogtobin pada, 195 rutasglobin-B pada, 24 penekanan dni Korda spinalis pads, 21) sel darah merah pada, 211 tnlasemia pala, 176, 180, 184, 185, 190-191 delesi pais, 169,200 Nader, Yur hiperplasia prota jnak pada, 716,722 edarucatan berkemih pada, 711 ars, Cora sktivator plasminogen jaringan pada, 305-308, 316-317 ederaskemia-reterfus pada, 322 anuoksidan pada, 30, 322 ‘meconitme pata, 27 xantin oksidase pad, 322 familial combined hyperlipidemia pada, $03, S10 nia taperatonium pada, 392 egal ventiel ki pad, 282 Infark miokardiu pads, 221 penahasil ATP dan, 273 Sadar Lteatin Kinase Serum pa, 317 nitroprsid pada, 312, €27 pnggunaanasprin pata, 543 {eeapi rombitkpad, 305306 Nemdy, Beverly imunias der, petusis, tetanus pada, LDS. 204, 202 Nemay, Era ‘kerja di Bank dra pada, $50 solongan drah ABO pada, £58.80 ‘asiikasi donor darah pada. 487 vaksimasi hepatitis B pada, 235,248,289 ‘anker paru pada, 163,169 rmerokok hrcek (sigare) paca. 163, 168,264 metasusis ok pada, 256, 263.261 Dresenas, 255 Saks, Jay