Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah. Sumber
daya alam tersebut banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, antara lain
dalam bidang ekonomi, bidang kesehatan, bidang tekhnologi dan lain-lain. Sumber daya alam
dibagi menjadi dua macam, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber
daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Namun, sungguh sangat disayangkan apabila masyarakat Indonesia kurang menyadari
akan pentingnya manfaat dari sumber daya alam tersebut. Kebanyakan dari mereka
menggunakannya secara ilegal tanpa memperdulikan akibat yang akan ditimbulkan bagi
kehidupan yang akan datang. Mereka menggunakannya untuk kepentingan pribadi tanpa
memperdulikan kepentingan umum. Akibatnya, banyak sumber daya alam yang berkurang
dan hampir mengalami kepunahan. Untuk mengantisipasi (mencegah) agar hal tersebut tidak
terjadi, maka kita sebagai generasi penerus harus berusaha menjaga, merawat dan
melestarikan sumber daya alam tersebut agar tidak mengalami kepunahan.
Salah satu sumber daya alam yang bermanfaat di bidang kesehatan adalah sirsak. Sirsak
memiliki bagian-bagian, seperti daun, buah, bunga dan biji sirsak untuk kesehatan terutama
untuk pengobatan kanker, ambeien, sakit liver, bisul, eksim, rematik, sakit pinggang,
antidiabets dan lain-lain.
Diabetes Melitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetic dan klinis
termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat (Price dan
Wilson, 1995).
Diabetes melitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai keluhan
metabolic akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada
berbagai organ dan system tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah, dan lainlain (Mansjoer, 1999).
Diabetes melitus adalah sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan
kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia (Brunner dan Suddarth, 2002).
Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit dengan dampak yang besar pada kesehatan
dan masyarakat, tidak hanya untuk prevalensi tinggi tetapi juga untuk komplikasi kronis dan
kematian yang tinggi. Prevalensi DM di seluruh dunia sangat bervariasi. Jumlah penderita
diabetes di seluruh dunia saat ini diperkirakan menjadi sekitar 190 juta. Pada tahun 2025,

jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 330 juta, dengan mayoritas kasus menjadi diabetes
tipe 2. Berdasarkan hasil penelitian WHO pada tahun 2001 jumlah penderita DM di Indonesia
mencapai 17 juta orang atau 8,6% dari 220 juta populasi penduduk negeri ini dan menurut
penelitian Departemen Keshatan pada tahun 2001 penyakit DM menempati urutan ke 4 dunia
setelah India, Cina, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2001 tercatat 7,5% penduudk Jawa dan
Bali baik pria maupun wanita menderita DM (Wikipedia Indonesia).
Dua studi dari Jakarta, yang dilakukan satu dekade terpisah, lebih lanjut menunjukkan
potensi diabetes tingkat prevalensi meningkat pesat, pada populasi perkotaan, dalam waktu
singkat time. Studi ini dilakukan pada tahun 1982 dan 1992 di kabupaten yang berbeda
Jakarta, dan menunjukkan tingkat prevalensi kasar 1,7% dan masing 5,7%, menunjukkan
kenaikan tiga kali lipat dalam dekade. Ada banyak kemungkinan alasan untuk variabilitas
ditemukan prevalensi DM, termasuk: umur, riwayat keluarga, ras, urbanisasi, migrasi,
obesitas, diet, aktivitas fisik, dan janin dan neonatal gizi. Jumlah penderita diabetes semakin
meningkat karena populasi pertumbuhan, penuaan, urbanisasi, dan meningkatkan prevalensi
obesitas dan fisik tidak aktif. Diabetes mellitus tipe 2 tetap rendah dalam masyarakat
tradisional namun meningkat dengan cepat berkaitan dengan urbanisasi dan modernisasi,
untuk tarif yang termasuk tertinggi dilaporkan mana saja (lebih dari 30% dari populasi orang
dewasa). Sesuai dengan kasus yang ada, bahwa masyarakat sering beranggapan bahwa daun
sirsak itu bisa menurunkan kadar gula dalam darah. Dari anggapan- anggapan masyarakat
yang sering berbicara seperti itu, penulis semakin berani dalam melakukan penelitian ini
dengan judul Khasiat Rebusan Dansirwo ( Daun Sirsak Jowo ) Sebagai Penurun Kadar Gula
Dalam Darah Yang Alami . Menurut penelitian, ekstrak daun sirsak, di dalam daun sirsak
terkandung senyawa Acetogennins, zat yang terbukti mempunyai kekuatan 10000 kali lebih
kuat dibandingkan kemoterapi. Bukan hanya itu, keunggulan lainnya yaitu kandungan
Antioksidan dalam ekstrak daun sirsak bekerja lebih selektif dalam membunuh serta
menetralkan zat-zat pemicu suatu penyakit. Antioksidan pada daun sirsak hanya akan
menyerang sel sel yang merugikan bagi tubuh dengan membiarkan zat atau sel-sel yang baik
bagi kesehatan tubuh. Tidak seperti pengobatan seperti kemoterapi yang dapat melumpuhkan
atau pun merusak organ tertentu dalam tubuh untuk mengobati penyakit. Itulah salah satu
kelebihan yang dimiliki oleh daun sirsak dalam pengobatan penyakit diabetes mellitus.
1.2 Identifikasi Masalah
Atas dasar penentuan latar belakang di atas, maka saya dapat mengambil perumusan
masalah sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.
5.

Asal-usul buah sirsak?


Apakah kandungan serta kegunaan atau manfaat dari sirsak?
Bagaimana cara untuk membuat sirsak menjadi bahan obat antidiabets?
Bagaimana cara membudidayakan sirsak?
Apa keunggulan sirsak dibandingkan dengan buah lain?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui dan memaparkan secara jelas dan rinci asal-usul buah sirsak.
Untuk mengetahui beberapa kandungan beserta manfaat buah sirsak untuk kesehatan.
Untuk mengetahui cara membuat sirsak untuk bahan obat sebagai antidiabets.
Untuk mengetahui cara membudidayakan sirsak dengan baik dan benar sesuai dengan

prosedur pertanian agar menghasilkan kwalitas sirsak yang bagus.


5. Untuk mengetahui keunggulan sirsak dibandingkan dengan buah lain.
1.4 Manfaat Penulisan
Untuk mengetahui kandungan serta manfaat dari sirsak

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Sirsak


Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda (Annona muricata L.) adalah tumbuhan
yang tingginya mencapai 8 m, kulit buahnya berduri-duri pendek dan lunak, isinya berwarna
putih serta berbiji banyak, berwarna hitam, rasanya masam-masam dan manis serta berguna
yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di berbagai daerah
Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak
(Sunda), nangka buris (Madura), srikaya jawa (Bali), deureuyan belanda (Aceh), durio
ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung). Penyebutan
"belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti
"kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara, yaitu
pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.
Tumbuhan ini berbentuk pohon, berwarna coklat tua, batang berkayu (lignosus),
silindris, permukaan kasar, percabangan simpodial. Arah tumbuh batang tegak lurus, arah
tumbuh cabang ada yang condong ke atas dan ada yang mendatar.

Gambar 1.1 Pohon Annona muricata L.


Memiliki daun berbentuk jorong (ovalis atau ellipticus). Permukaan daun licin (laevis)
dan mengkilat (nitidus), tepi daun rata (integer), daging daun tebal dan kaku seperti
kulit/belulang (coriaceus). Pangkal daun runcing dan ujung daun tumpul (obtusus).

Gambar 1.2 Daun Annona muricata L.


Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini
dapat tumbuh di sembarang tempat, paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Nama
sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantung yang asam.
Tanaman ini ditanam secara komersial atau sambilan untuk diambil buahnya. Pohon
sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. Di Indonesia sirsak dapat tumbuh dengan baik pada
ketinggian 1000 m dari permukaan laut.
Buah sirsak bukan buah sejati, yang ukurannya cukup besar hingga 20-30 cm dengan
berat mencapai 2,5 kg. Yang dinamakan "buah" sebenarnya adalah kumpulan buah-buah
(buah agregat) dengan biji tunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah.
Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam. Buah ini sering
digunakan untuk bahan baku jus minuman serta es krim. Buah sirsak mengandung banyak
karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan
vitamin B2 yang cukup banyak. Bijinya beracun, dan dapat digunakan sebagai insektisida
alami, sebagaimana biji srikaya.
2.1.2. Klasifikasi Sirsak
Adapun susunan taksonomi tanaman sirsak adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)

Sub Kelas

: Magnoliidae

Ordo

: Magnoliales

Famili

: Annonaceae

Genus

: Annona

Spesies

: Annona muricata L.

Tanaman lain yang termasuk ke dalam genus Annonaceae ialah Annona sequmosa L.
(srikaya atau custard apple), Annona reticulata L. (kemulwa, buah nona, atau bullocks
heart), Annona montana L. (sirsak bali atau kemulwa gunung), dan Annona diversifolia L.
(buah ilama atau sirsak hutan). Contoh jenis sirsak hutan yaitu sirsak sabun atau sirsak irian.

Gambar 1.3 Sirsak Lokal. Ada yang rasanya manis, adapula yang rasanya asam.
Tanaman yang termasuk famili Annonaceae, seperti sirsak Australia dicirikan dengan
bau yang tidak sedap dari daunnya (langu). Dagingnya (pulp) berwarna putih dan lembut atau
berserat halus dengan aroma yang spesifik harum sedap sekali. Oleh karena itu, buah sirsak
sangat disukai untuk campuran es krim.
Menurut berbagai literatur, jenis sirsak yang banyak ditemukan di Indonesia adalah
sebagai berikut :
a)

Sirsak Ratu; daerah penyebaran sirsak ratu adalah daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi

(Jawa Barat). Buah sirsak ratu memiliki ukuran yang beragam, mulai dari ukuran kecil
hingga besar. berkulit licin dan berduri, daging buah kering bertepung dan manis. Buah sirsak
ini sangan cocok dikonsumsi dalam keadaan segar atau diolah menjadi minuman.
b)

Sirsak Biasa; buah sirsak biasa tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Bentuk buah

sirsak biasa memiliki kemiripan dengan sirsak ratu. Perbedaannya terletak pada daging buah
yang bertepung, berkadar air tinggi, dan berasa asam manis. Buah sirsak ini paling cocok
untuk minuman, seperti campuran es krim, jus buah, atau sari buah. Disamping itu, sirsak
biasa cocok diolah menjadi wajik, dodol, selai, sirup, dan jelly.
c)

Sirsak Bali; sirsak bali biasa disebut dengan sirsak gundul, sirsak sabun,

sirsak mentega, atau sirsak irian. Sesuai dengan namanya, daerah penyebaran sirsak bali
adalah Pulau Dewata, Bali dan daerah sekitarnya. Memiliki ukuran kecil sekitar 200-300
gram per buah. Kulit buahnya licin, tidak berduri, dan daging buahnya manis.
Sirsak bali sangat cocok dikonsumsi dalam keadaan segar atau dibuat minuman.

d)

Sirsak Mandalika; sirsak mandalika tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Tampilan

sirsak jenis ini mirip dengan buah nona, yakni berbentuk bulat, daging buah berwarna kuning,
bijinya banyak, rasanya manis dan duri kulitnya lebih jarang. Sirsak mandalika lebih cocok
diolah menjadi produk makanan atau minuman.
2.1.3. Kandungan Sirsak
Kandungan Gizi dalam buah sirsak adalah sebagai berikut:
Buah sirsak terdiri atas 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji
buah, dan 4 persen inti buah. Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak
adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi
(glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 93,6 persen dari kandungan gula total.
Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk
kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat,
asam sitrat, dan asam isositrat.
Vitamin yang paling dominan dalam buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg
per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat
dipenuhi hanya dengan mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C
yang cukup tinggi pada sirsak merupakan zat antioksidan yang sangat baik untuk
meningkatkan daya tahan tubuh serta memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).
Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan
14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga
berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.
Selain komponen gizi, dalam buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi.
Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu
mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.
Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan
sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat
dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan. Senyawa
fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya
terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu
empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan
seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan
sembelit (susah buang air besar).

Secara ringkas nilai kandungan gizi sirsak adalah sebagai berikut :


Kalori

65 g

Protein

1,0 g

Lemak

0.95g

Karbohidrat

16.5g

Serat

3,2 g

Ash

58g

Kalsium

10.3 mg

Fosfor

26.9 mg

Kalium

270 mg

Besi

0,64 mg

Vitamin A

2 IU

Vitamin C

28,5 mg

Tiamin

0.10 mg

Riboflavin

0,06 mg

Niacin

1.3 mg

Tryptophan

11 mg

Metionin

8 mg

Lysine

60 mg

2.1.4. Manfaat Sirsak


Manfaat sirsak bagi kesehatan tidak hanya terletak pada daging buahnya. Namun
manfaat sirsak tersebar ke bagian daun, biji, kulit batang, akar dan bunga. Setiap bagian
pohon sirsak memiliki khasiat yang berbeda-beda dan berpotensi sebagian zat sitotoksik (zat
racun).
Manfaat sirsak ditinjau dari bagian-bagiannya yaitu sebagai berikut :
a)

Buah

Daging buah merupakan bagian buah yang dapat dimakan. Senyawa-senyawa fitokimia yang
terkandung dalam buah sirsak diantaranya, annonain, acetaldehyde, muricine, muricinine,
tannin, ananol, anomurine juga mengandung senyawa sitotoksik yang cukup kuat, yaitu
acetogennis. Senyawa acetogennis adalah senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai sitotoksik
di dalam tubuh manusia.
Buah sirsak mengandung serat yang tinggi. Serat sangat baik untuk membantu proses
pencernaan. Serat ini mampu menghambat timbulnya penyakit-penyakit dalam usus atau

saluran pencernaan. Dengan berbagai kandungan yang dimilikinya buah sirsak diyakini dapat
mengobati penyakit, disentri, osteoporosis, asam urat, demam, diabetes dan batu empedu.

Gambar 1.4 Buah Sirsak memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.


b)

Daun
Daun sirsak memiliki lebar 3 -7 cm dan panjang antara 6 18 cm. Daun yang tua

berwana hijau tua dan yang muda berwarna hijau kekuningan. Seperti juga buahnya, daun
sirsak mengandung berbagai zat aktif yang berkhasiat untuk pengobatan atau penyembuhan
beragam penyakit. Senyawa yang dimilikinya adalah annocatilin, annohexocin, annonacin,
annomiricin.

Gambar 1.5 Daun Sirsak.


Sudah sejak lama suku asli hutan Amazon, Amerika memanfaatkan daun sirsak sebagai
obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Penyakit yang dapat disembuhkan antara lain:
lever (penyakit hati), antidiabets, kejang, batuk, rematik, radang sendi dan rasa nyeri pada sel
saraf (neuralgia). Karenanya mereka menyebut pohon sirsak sebagai pohon ajaib. Secara
tradisional daun sirsak digunakan di berbagai negara untuk pengobatan penyakit yang
berbeda.
c)

Biji

Biji sirsak berbentuk bulat memanjang sedikit pipih berukuran rata-rata 2 x 1 cm dengan
warna coklat kehitaman dan berkilap. Satu buah sirsak mengandung antara 20 200 biji yang
saling berdekatan. Senyawa bioaktif yang terdapat pada biji sirsak adalah senyawa alkaloid

yang terdiri dari annonaine dan acetogenins. Di Indonesia senyawa bioaktif ini biasa
digunakan sebagai pestisida nabati.

Gambar 1.6 Biji Sirsak.


Biji buah sirsak oleh sebagian masyarakat awam dimanfaatkan sebagai anticacing
(vermifuges) dan untuk membunuh kecoa. Bangsa Brazil menggunakan minyak biji sirsak
untuk keperluan kosmetika. Minyak berfungsi sebagai astrigent atau toner pembersih
permukaan kulit yang kotor. Suku Amazon menggunakan minyak biji sirsak sebagai obat
masuk angin.
d)

Akar
Akar pohon sirsak mengandung senyawa aktif annonain, tanin dan alkaloid. Sebagai

bahan yang digunakan untuk obat akar pohon sirsak biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh.
Akar ini digunakan sebagai obat penenang, antikejang, antidiabetes, dan menurunkan tekanan
darah. Masyarakat Amazon memanfaatkan akar pohon sirsak sebagai penangkal racun,
pembasmi kutu, dan antidiabetes. Penggunaan lain dari akar sirsak adalah sebagai racun pada
aktivitas penangkapan ikan, atau sebagai racun yang dapat membunuh larva nyamuk dan
nyamuk vektor malaria.
e)

Kulit batang
Kulit batang pohon sirsak mengandung senyawa tanin, fitosterol, caoksalat, murisine,

dan alkaloid. Kulit batang biasa dikonsumsi setelah direbus dengan air. Air rebusannya
digunakan untuk pengobatan penyakit asma, batuk, penenang dan hipertensi. Bangsa Haiti
menyakini air rebusan kulit batang pohon sirsak dapat memperbaiki sistem kerja jantung.
Masyarakat Peru biasa menggunakannya sebagai obat penyakit kencing manis. Suku Amazon
menggunakan kulit batang sirsak sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit diabetes dan
sebagai obat antikejang. Masyarakat dari beberapa negara menggunakannya untuk
menghangatkan tubuh, mengobati flu dan sebagai antiparasit.

Gambar 1.7 Kulit atau Batang Sirsak.


f)

Bunga
Bunga sirsak mempunyai tiga daun kelopak berwarna kuning kehijauan yang

membentuk segi tiga dengan panjang antara 2 4 cm. Panjang tangkai bunga sekitar 2,5 cm.
Bunga sirsak muncul di sekitar bawah pangkal daun, ranting dan ujung cabang. Tanaman
sirsak termasuk tanaman tunggal atau berrumah satu. Tanaman yang memiliki bunga jantan
dan betina. Bunga sirsak biasa digunakan oleh sebagian masyarakat Brazil untuk pengobatan
penyakit saluran pernapasan (bronkhitis) dan batuk.

Gambar 1.8 Bunga dan Daun Sirsak.

BAB III
BAHAN DAN METODE PENELITIAN
3.1 Alat Dan Bahan
Alat
1. Glukometer

Bahan
1. Daun sirsak (Annona muricata L.)

2. Strip cek glukosa

2. Metformin

3. Timbangan

3. Glukosa anhidrat

4. Blender

4. Serbuk CMC

5. Panci infusa

5. Aquadest

6. Gelas ukur

6. Alkohol 70 %

7. Corong
8. Batang pengaduk
9. Kain saring
10. Erlenmeyer
11. Beaker glass
3.2 Sampel Penelitian
- Daun sirsak (Annona muricata L.)
- Hewan Uji
3.3 Metode Penelitian
3.4 Tahapan Kerja

DAFTAR PUSTAKA