Anda di halaman 1dari 22

TAX AMNESTY

DEFINISI, SKEMA, DAN


PERLAKUAN

PAPER KELOMPOK V

KELAS 10D KURIKULUM


KHUSUS
Arief Mukhlas Prasetya
Febrian Dika Pratama
Nugroho Adi
Ramadhani Ardiansyah
Zain Farosdaq

(04)
(12)
(20)
(21)
(29)

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA


2015

Tax amnesty merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menarik


kembali para orang kaya Indonesia yang menyimpan uangnya di luar negeri. 1
Pemberian pengampunan atau tax amnesty kepada para penunggak pajak masih
dalam pengkajian. Karena masih harus diperjelas dari sisi teori, aturan main, dan
undang-undang yang mengatur.

Di satu sisi, tax amnesty dipandang sebagai jalan keluar untuk meningkatkan
penerimaan di masa yang akan datang karena tax amnesty memberikan
kesempatan kepada wajib pajak untuk masuk atau kembali ke dalam sistem
administrasi perpajakan yang berdampak pada peningkatan penerimaan di masa
yang akan datang. Namun di sisi lain, tax amnesty dapat mengurangi tingkat
kepatuhan di masa yang akan datang jika wajib pajak tetap mempertahankan
ketidakpatuhannya setelah program tax amnesty

berakhir sembari berharap

akan adanya program serupa di masa depan. 3


Definisi Tax Amnesty
Baer

dan

LeBorgne,

sebagaimana

dikutip

oleh

Mikesell

dan

Ross,

mendefinisikan tax amnesty sebagai:


a limited-time offer by the government to a specified group of taxpayers to pay
a defined amount, in exchange for forgiveness of a tax liability (including
interest and penalties), relating to a previous tax period(s), as well as freedom of
legal prosecution4

Sementara, Jacques Malherbe mengartikan tax amnesty seperti berikut ini:

1 Mardiasmo. Kompas 18 Desember 2014.


2 http://ns1.kompas.web.id/read/read/2014/12/18/20/1081030/tak-semua-orang-bisa-dapatpengampunan-pajak diakses 1 Februari 2015

3 Inside tax, desember 2014. Hlm 15


4 Katherine Baer dan Eric LeBorgne, Tax Amnesties: Theory, Trend, and Some Alternatives,
International Monetary Fund, Washington, (2008)

Tax Amnesty

the possibility of paying taxes in exchange for the forgiveness of the amount of
the tax liability (including interest and penalties), the waiver of criminal tax
prosecution, and limitations to audit tax determinations for a period of time

Bentuk pengampunan yang banyak digunakan saat ini adalah yang digunakan
oleh AS yang memberikan fasilitas untuk mengembalikan pajak yang belum
disetor ke negara. Bentuk fasilitas seperti ini merupakan bentuk fasilitas yang
paling minim memberikan keuntungan ke negara. Sekurangnya terdapat
empat jenis amnesti pajak.
1. Amnesti yang tetap mewajibkan pembayaran pokok pajak, termasuk
bunga

dan

dendanya,

perpajakan.Tujuannya

dan

adalah

hanya
untuk

mengampuni
memungut

sanksi

pajak

pidana

tahun-tahun

sebelumnya, sekaligus menambah jumlah wajib pajak terdaftar.


2. Amnesti yang mewajibkan pembayaran pokok pajak masa lalu yang
terutang berikut bunganya, namun mengampuni sanksi denda dan sanksi
pidana pajaknya.
3.

Amnesti yang tetap mewajibkan pembayaran pokok pajak yang lama,


namun mengampuni sanksi bunga, sanksi denda, dan sanksi pidana
pajaknya.

4. Amnesti yang mengampuni pokok pajak di masa lalu, termasuk sanksi


bunga, sanksi denda, dan sanksi pidananya. Tujuannya adalah untuk
menambah jumlah wajib pajak terdaftar, agar ke depan dan seterusnya
mulai membayar pajak.
Berdasarkan cara mengukurnya, amnesti bisa dikategorikan menjadi tiga, yaitu:
1. Revision amnesty:
Amnesti yang diberikan dengan menawarkan WP kesempatan untuk
memperbaiki pelaporan pajaknya, untuk jenis pajak dan tahun pajak
tertentu dengan sanksi yang dikurangi. Amnesti jenis ini memungkinkan
WP mwlakukan pembetulan dan membayar kekurangan pajak mereka. WP
yang menerima amnesti tidak imun terhadap pemeriksaan pajak.

5 Jacques Malherbe dkk,, Tax Amnesties in the 2009 Landscape, Bulletin for International
Taxation, (April 2010): 224

Tax Amnesty

Bentuk pengampunan ini telah digunakan di Amerika Serikat. Penggunaan


dari model ini didasarkan pada tingkat kerelaan para pembayar pajak
untuk

ikut

Beberapa

berpartisipasi
penelitian

dalam

program

menunjukkan

pengampunan

bahwa

banyaknya

pajak

wajib

ini.

pajak

yangmengikuti program ini adalah karena pada kenyataannya, bentuk


pengampunan pajak ini menurunkan tariff efektif pajak pada pendapatan
yang dilaporkan. Alasan lain banyaknya partisipan yang mengikuti bentuk
pengampunan pajak ini terkait dengan alasan bahwa informasi yang
dilaporkan

masih

dapat

dimanipulasi

sehingga

dapat

dilakukan

perekayasaan pelaporan penghasilan dengan tujuan penghindaran pajak


di sektor-sektor yang diinginkan oleh wajib pajak.

2.

Investigation amnesty:
Amnesti yang menawarkan kesempatan bagi WP untuk memperoleh
pengecualian
membayarkan

dari pemeriksaan atas tahun


biaya

amnesty

(amnesty

pajak

fee).

tertentu dengan

Pada

dasarnya

ini

merupakan tawaran untuk tidak menyelidiki jumlah sebenarnya, atau


sumber penghasilan WP yang ikut serta dalam program amnesti tersebut
Bentuk pengampunan ini telah digunakan di Italia sebanyak lima (5) kali
antara tahun 1973 sampai 1995, Filiphina tujuh (7) kali antara 1973 dan
1986, Bolivia menerapkan hampir setiap dua (2) tahun sekali, kolombia
(1987), dan Argentina sebanyak empat (4) kali antara 1970 dan 1984.
Bentuk pengampunan ini menyediakan keuntungan yang lebih besar
untuk negara dari sisi kepatuhan karena akan menjaring para wajib pajak
nakal (noncompliant tax payer) untuk ikut serta program ini dan mendapat
data-data keuangannya. Bentuk pengampunan ini memaksa para wajib
pajak untuk mengikuti program ini. Lebih baik membayar sedikit lebih
mahal dan mengakui kesalahannya daripada tertangkap oleh instansi
perpajakan dalam random sampling investigasi dan dipaksa membayar
denda yang jumlahnya sangat material untuk kelangsungan usaha. Dalam
bentuk pengampunan ini, dapat dipastikan bahwa partisipan dari program
ini rata-rata memang para wajib pajak nakal yang berpotensi melakukan
penggelapan pajak sehingga dalam kelanjutannya diperlukan pengawasan
yang lebih ketat atas wajib pajak ini dimana masih dimungkinkan
dilakukannya penggelapan pajak walaupun sudah ada pengakuan untuk
beberapa

Tax Amnesty

kesalahan.

Bentuk

amnesty

ini

dilakukan

selain

untuk

meningkatkan

kepatuhan

meningkatkan

penerimaan

dan

kesadaran

pajak

atas

wajib

pajak

tambahan

juga

untuk

informasi

yang

dikumpulkan selama proses pengampunan pajak

3. Prosecution amnesty:
Amnesti yang diberikan dengan cara menghapus sebagian sanksi atas WP
yang

memasuki

persidangan

dan

mengaku

bersalah

sehingga

mempermudah proses peradilannya. Penghentian proses pengadilan atas


tahun pajak tertentu digantikan dengan kompensasi lumsum.
Bentuk pengampunan ini merupakan contoh nyata dari proses penegakan
hukum dan umumnya terjadi dari hasil pembelaan di persidangan pada
proses peradilan. Bentuk amnesti ini terjadi untuk wajib pajak yang telah
menerima pemberitahuan pelanggaran dari administrasi perpajakan, dan
itu dimaksudkan untuk memudahkan prosedur penuntutan.
Meskipun secara undang-undang penegakan hukum melalui proses
penuntutan di pengadilan dapat dipaksakan dan mempunyai payung
hukum yang kuat, pada kenyataannya praktek ini jarang diperhatikan dan
mendapat perhatian yang minim dari pemerintah di negara maju.
Karakteristik Tax amnesty6
a. Durasi
Dalam pelaksanaannya, tax amnesty sebaiknya dilakukan dalam suatu
kuraun waktu tertentu pada umumnya berjalan 2 bulan hingga 1 tahun.
Untuk mendukung berhsilnya program ini, hal yang perlu ditekankan
adalah luasnya publisitas dan promosi program ini serta tersampaikannya
pesan bahwa wajib pajak hanya mempunyai kesempatan untuk menikmati
fasilitas pajak ini dalam waktu yang terbatas.
b. Kelompok wajib pajak
Pada dasarnya setiap wajib pajak yang belum mennaikan kewajiban
perpajakannya diperbolehkan untuk ikut serta dalam program tax
amnesty, artinya memang ditujukan untuk wajib pajak yang telah berada
dalam Sistem administrasi perpajakan dan yang belum masuk ke dalam
sistem perpajakan. Akan tetapi terdapat perlakuan yang berbeda untuk
wajib pajak yang sedang dalam proses pemeriksaan, dalam hal ini wajib
6 Tax inside. Desember 2014. Hlm 16

Tax Amnesty

pajak yang telah diperiksa atau sedang dalam proses pemeriksaan tidak
diperbolehkan berpartisipasi dalam program tax amnesty karena telah
diketahui jumlah tunggakannya, kecuali peraturan mengatur berbeda.
c. Jenis pajak dan jumlah pajak atau sanksi administrasi yang
diberikan ampunan
Ketentuan tentang tax amnesty harus menspesifikasi pajak apa saja dan
sanksi administrasi yang akan diberikan ampunan. Perkembangan terkini
di beberapa negara menunjukkan program tax amnesty juga diberikan
secara spesifik kepada harta keakyaan yang ditempatkan di luar negeri
yang belum dilaporkan oleh wajib pajak
Kentungan Tax Amnesty bagi Negara
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh negara, sekaligus merupakan ujuan
dilakukannya tax amnesty antara lain sebagai berikut: 7
1.
2.
3.
4.

Peningkatan penerimaan pajak


Peningkatan kepatuhan perpajakan di masa yang akan datang
Mendorong pengembalian modal atau aset di luar negeri ke dalam negeri
Perluasan basis pajak

Dampak Negatif (Biaya) Tax Amnesty bagi Negara


1. Biaya publikasi karena diperlukan publikasi yang luas agar tax amnesty
bisa berhasil
2. Peningkatan biaya administrasi dalam rangka:
a. Peningkatan pemeriksaan
b. Peningkatan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan
3. Mengurangi kepatuhan perpajakan
WP Patuh akan melihat bahwa mereka diperlakukan secara tidak adil
karena WP tidak patuh yang memperoleh keuntungan atas dilakukannya
program tersebut. Hal ini membuat kepatuhan secara sukarela oleh WP
menurun karena memikirkan ada kemungkinan untuk adanya program
amnesti lagi di masa yang akan datang.

Perbandingan Benefit dan Cost Tax Amnesty

7 Danny Darussalam. Tax Amnesty Dalam Rangka Rekonsiliasi Nasional. Inside Tax. Edisi 26.
Desember 2014

Tax Amnesty

Tax Amnesty yang dilakukan di Louisiana pada tahun 2013 dapat mengumpulkan
penerimaan sebesar USD 435 juta, dan diambil oleh Revenue Department USD
78 juta untuk recovery cost melaksanakan tax amnesty

Skema Tax Amnesty


Berikut ini ada beberapa skema Tax Amnesty yang pernah diterapkan oleh
beberapa negara di dunia:
Pakistan
Di Pakistan selama tahun 2012 dan 2013, The Federal Board of Revenue (FBR)
pernah melakukan amnesti dengan skema sebagai berikut:
1. Registration and Investment Scheme

Skemanya yaitu sebagai berikut:


a. Program dilaksanakan selama 1 bulan, dimulai pada bulan Oktober
2012
b. WP melaporkan kekayaan yang belum dilaporkan sebelumnya dan
akan dianggap sah oleh pemerintah dengan membayarkan pajak
kurang dari 1%
c. Tujuannya

adalah

untuk

meningkatkan

penerimaan

serta

menggandakan basis pajak


2. Skema Amnesti Juni 2013

a. Penghapusan sanksi dan denda bagi WP yang membayar lunas


utang pajaknya paling lambat tanggal 30 Juni 2013
b. Program ini tidak berlaku bagi refund palsu, kasus fraud pajak atau
cukai yang telah dimulai proses persidangan atasnya.
c. Tujuannya menghasilkan tambahan penerimaan untuk memenuhi
target
3. Skema Amnesti Desember 201310

8 http://tribune.com.pk/story/444754/rewarding-dishonesty-another-tax-amnesty-scheme-anotherimpending-failure/ (1 Oktober 2012) diakses 1 Februari 2015

9 http://nation.com.pk/business/11-Jun-2013/fbr-announces-another-tax-amnesty-scheme (11 Juni


2013) diakses 1 Februari 2015

10 http://www.dawn.com/news/1089443 (26 Februari 2014) diakses 1 Februari 2015

Tax Amnesty

a. Program amnesti ditujukan untuk WP yang tidak punya National Tax


Number (NTN) atau belum melaporkan SPT sampai tanggal 28
November 2013
b. Dimulai dari 1 Januari 2014 sampai 28 Februari 2014
c. WP yang tidak melaporkan SPT hingga 5 tahun ke belakang bisa
melaporkan dan membayar jumlah pajak penghasilan minimal per
tahun (Rs 20,000), dan WP yang melakukan usaha tapi tidak punya
NTN harus melaporkan pajak penghasilan 5 tahun ke belakang
dengan pembayaran tetap maksimal per tahun (Rs 25,000). WP
baru akan dikecualikan dari denda apapun, serta pajak atau
pemeriksaan tambahan
d. Kekebalan dari pemeriksaan pajak akan diberikan untuk tahun yang
dilaporkan serta jumlah tahun yang sama dengan tahun pajak yang
dilaporkan. Misalnya pajak yang dilaporkan untuk 3 tahun, maka
kekebalan diberikan selama 6 tahun.

India
1. Voluntary Compliance Encouragement Scheme (VCES) 11
a. Berlaku untuk non-filers, stop-filers, non-registrant dan penyedia
jasa yang belum mengungkapkan seluruh kewajibannya
b. Periode yang diungkapkan adalah dari Oktober 2007 sampai
c. Tidak
berlaku
untuk
WP
yang
sedang
dalam
proses
pemeriksaan/audit terkait pajak yang tidak atau kurang dibayar
d. WP yang mengikuti program amnesti diwajibkan membayar 50%
pajaknya sampai 31 Desember 2013 dan sisa 50%nya paling
lambat 30 Juni 2014
e. Untuk pembayaran setelah 30 Juni 2014 tidak ada penghapusan
bunga
f.

namun

kekebalan

atas

denda dan

pengadilan

masih

diberikan sampai 31 Desember 2014


Atas pembayaran pajak dalam skema ini tidak diperkenankan

adanya pengembalian pajak.


g. Atas pajak yang dilaporkan namun gagal dilunasi, maka jumlah
pajak beserta bunganya diakui menjadi utang pajak

11 Service Tax Voluntary Compliance Encouragement Scheme, Chapter VI of Finance Act 2013

Tax Amnesty

Turki
Di Turki,

pada tahun 2014 diberlakukan tax amnesti dengan skema sebagai

berikut:12
1. Semua pajak yang diakui sampai tahun 2014 akan dihapus seluruh
dendanya, pajak-pajak yang termasuk antara lain
a. Value-added tax (KDV),
b. private consumption tax (TV),
c. income tax,
d. corporate tax,
e. insurance premiums,
f. unemployment premiums, dan
g. minimum labor premiums
Best Practise Implementasi kesuksesan Tax Amnesty
Indonesia pernah menerapkan pengampunan pajak pada 1984. Namun
pelaksanaannya belum efektif karena wajib pajak sendiri kurang merespons dan
tidak diikuti dengan reformasi sistem administrasi perpajakan secara terpadu
dan menyeluruh. Demikian juga minimnya keterbukaan dan peningkatan akses
informasi ke masyarakat termasuk sistem kontrol dari Ditjen Pajak sendiri.
Pemberian tax amnesty tidak sekedar menghapus hak tagih atas wajib pajak
namun yang lebih penting lagi sebenarnya adalah memperbaikisikap dan
perilaku WP, sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan penerimaan negara
di masa yang akan datang.
Pada dasarnya pemerintah dapat mencari format terbaik yang bisa
diimplementasikan bila Tax Amnesty diterapkan. Pemerintah juga dapat mengkaji
dan

belajar

dari

negara

yang

telah

mengimplementasikan

kebijakan

pengampunan pajak seperti Afrika Selatan, Italia, India, Korea Selatan dan lainlain. Pemerintah Afrika Selatan menerapkan strategi melalui Pull and Push
Strategy. Mekanisme strategi Pull adalah dengan menarik atau memberikan
insentif kepada wajib pajak agar wajib pajak tertarik untuk ikut serta dalam
program ini. Salah satu caranya adalah dengan penghapusan denda dan atau
bunga pajak terutang atau pembayaran tebusan dengan tarif yang rendah.
Push,

dimaksudkan

memberikan

tekanan

atau

rasa

tidak

nyaman

seandainya WP tidak mau berpartisipasi. Salah satu caranya adalah dengan


12 http://www.todayszaman.com/national_tax-amnesty-schemes-condition-populace-to-avoidpaying-taxes_349773.html (7Juni 2014) diakses 1 Februari 2015

Tax Amnesty

meningkatkan kuantitas dan kualitas audit tax, strategi pemilihan target


penyidikan yang tepat dan transparan hasil penyidikan serta sanksi pidana pajak
sementara sebelum program amnesti diumumkan.
Pada dasarnya banyak warga negara Afrika Selatan sebelumnya banyak
yang menyimpan dana atau hartanya di luar negeri dengan berbagai alasan.
Bukan saja untuk menghindari ketentuan regulasi terhadap pengawasan nilai
tukar (exchange control regulations), namun juga kesulitan mengungkapkan
sumber-sumber yang diperoleh di dalam dan luar negeri.
Tingkat pengenaan pajak atas penghasilan yang diperoleh di luar negeri di
masa lalu di Afrika Selatan cukup tinggi. Misalnya bunga yang diperoleh dari
bank dan rekening kepemilikan atas properti di luar negeri yang harus dikenai
pajak.
Sejak tahun 1997 di Afrika Selatan terdapat tambahan formulir bagi
foreign passive income yang dikenai pajak bagi penduduk Afrika Selatan. Salah
satu contohnya adalah penghasilan atas bunga dan royalti. Hal ini kemudian
diberlakukan bagi seluruh penduduk Afrika Selatan sejak tanggal 1 Januari 2001.
Tujuan utama amnesti pajak di Afrika Selatan antara lain, adalah :
1.Mewajibkan penduduk Afrika Selatan patuh terhadap ketentuan exchange
control dan masalah-masalah perpajakan pada umumnya.
2. Memberi kewenangan bagi South African Revenue Services (SARS) dan
Exchange Control Department of the South African Reserve Bank (SARB)
mengawasi assets milik warga Afrika Selatan yang berada di luar negeri.
3. Memfasilitasi pengembalian aset yang berada di luar negeri.
4. Meningkatkan penerimaan pajak di masa yang akan datang.
Dalam sejarahnya, Afrika Selatan telah melaksanakan amnesti pajak tiga
kali, yaitu pada 1995, 1996 dan 2003. Selain itu, pada 2003 diberlakukan special
amnesty, dimana ruang lingkupnya dibatasi hanya pada pengakuan aset rakyat
atau wajib pajak yang ada di luar negeri, juga transaksi yang berkaitan dengan
pelanggaran lalu lintas devisa. Secara labih spesifik, amnesti pajak ini dibatasi
hanya kepada mereka yang memiliki aset di luar negeri namun belum membayar
pajak di masa lalu.

Tax Amnesty

Dalam pengampunan pajak ini, jenis pajak yang diampuni hanya terbatas
pada PPh Orang Pribadi (Personal Income Tax), termasuk juga pajak atas warisan
(estate duty). Sedangkan PPN dan withholding taxes tidak termasuk dalam
program ini.
Banyak hal yang dapat menjadi masukan dengan merujuk keberhasilan
Afrika Selatan dalam melakukan amnesti pajak. Adanya program amnesti ini
sebagai bagian dari program pengelolaan perpajakan secara baik yang
merupakan tulang punggung penerimaan

negara dalam APBN.

Saat ini

penerimaan negara dari sektor perpajakan telah mencapai 70-80% dalam APBN
sehingga hal tersebut sudah merupakan masalah nasional, sebagaimana yang
dikatakan tax amnesty 2003 memberikan penghapusan tuntutan tindakan
pidana yang terbatas hanya yang menyangkut pidana perpajakan dan peraturan
lalu lintas devisa. Dengan demikian kepemilikan aset diluar negeri yang berasal
dari aktivitas illegal atau kriminal lainnya, seperti hasil korupsi, hasil kejahatan,
hasil transaksi narkoba, ataupun hasil pencucian uang (money laundering), tidak
berhak untuk mendapatkan pengampunan pajak.
Khusus bagi aset yang disimpan di dalam negeri dan berasal dari
penghasilan dalam negeri namun belum dilaporkan dan dipenuhi kewajiban
perpajakannya, tidak akan mendapatkan fasilitas pengampunan ini, SARS tetap
akan memberikan fasilitas dalam bentuk penghapusan atas sanksi denda
sebesar 200% dan juga pemberian kelonggaran dalam mencicil kewajibannya.
Disini SARS tidak memberikan fasilitas penghapusan maupun pengurangan
hutang pokok pajak dan bunganya.
Dalam kasus tax amnesty negara Afrika Selatan, antusias masyarakat
Afrika Selatan dengan adanya fasilitas amnesti ini sangat besar, terlihat dari tren
pendaftaran

secara

eksponal

dimana

proporsi

jumlah

wajib

pajak

dan

masyarakat yang mendaftar saat menjelang deadline melonjak secara drastis.


Dan bagi WP yang diterima permohonannya harus membayar uang tebusan
dalam jangka waktu tiga bulan terhitung sejak tanggal persetujuan aplikasi
amnestinya.
Ada beberapa kondisi amnesti pajak sebagaimana yang dijalankan
pemerintah Afrika Selatan dapat diterapkan di Indonesia, setidaknya dijadikan
bahan pertimbangan dan masukan

informasi pengampunan pajak. Perlu

diperhatikan ada beberapa persyaratan mendasar yang harus dipenuhi si

Tax Amnesty

pemohon sebelum menjalankan program tax amnesty di Afrika Selatan.


Beberapa hal penting yang menjadi acuan atau langkah langkah implementasi
program tax amnesty, antara lain :
1. Penelitian

dan

pengumpulan

data

sebelum

pelaksanaan

program

pengampunan pajak sangat diperlukan.


2. Optimalisasi strategi pull and push
3. Mendefinisikan dan mengkomunikasikan, maksud dan tujuan dari program
secara tepat dengan baik.
4. Mendapatkan persetujuan dan komitmen yang kuat dari seluruh jajaran
organisasi.
5. Mendapatkan persetujuan dan dukungan yang kuat dari parlemen.
6. Tidak melakukan perubahan persyaratan administrasi di tengah jalan,
misalnya perubahan bentuk dan isi formulir, setelah program diumumkan.
7. Pastikan bahwa program amnesti memberi manfaat sekaligus kenyamaanan
bagi yang berpartisipasi, sebaliknya menimbulkan rasa was-was yang tinggi
bila tidak berpartisipasi.
8. Meminimalisasi persyaratan yang sifatnya kurang jelas.
9. Melibatkan
pengacara,

kalangan
konsultan

profesional
pajak,

sebanyak

dunia

mungkin

perbankan,

seperti

kalangan

akuntan,
akademisi,

pengamat, Lembaga Swadaya Masyarakat dan lain-lain.


10. Segera umumkan ke masyarakat luas jika pemerintah dan parlemen telah
memutuskan untuk melaksanakan program amnesti ini.
11. Lakukan program sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat luas dengan
strategi yang tepat dan terarah.
12. Seharusnya konsep amnesti pajak perlu dipikirkan secara mendalam karena
didalamnya tidak termasuk kewajiban membayar denda atau sanksi. Yang
dipersoalkan hanya harta kekayaan (assets) yang belum dilaporkan di Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) WP baik yang berada di dalam negeri maupun
di luar negeri. Namun catatan mengenai besarnya pajak yang belum
dibayarkan atau masih kurang bayar tetap harus di bayar oleh WP.

Tax Amnesty

13. Rencana pemberian pengampunan pajak juga memiliki konsekuensi akan


hilangnya hukuman sandera badan (gijzeling) bagi penunggak pajak,
sehingga perlu kajian mendalam aspek yuridis berkaitan dengan wajib pajak
bermasalah khususnya penunggak pajak besar.
14. Kelemahan lain dari pengampunan pajak ini bisa menjadi motivator bagi
wajib pajak untuk tidak membayar pajak (menunda melunasi utang
pajaknya).

Karena

yang

bersangkutan

berpandangan

akan

mendapat

pengampunan pajak lagi.


15. Penerapan pengampunan pajak ini harus menjadi bagian dari reformasi
perpajakan dan bukan terpisah (komprehensif), yang dapat berdampak pada
kontra produktif.
16. Diwaspadai dalam penerapan pengampunan pajak ini, adanya kepentingan
tertentu dari segelintir pengusaha besar (yang bermasalah dengan tax
voluntary rendah).

Tax Amnesty di Indonesia


Pada

akhir-akhir

ini

Pemertintah

melalui

Direktorat

Jenderal

Pajak

Kementrian Keuangan sedang hangat dibicarakan mengenai pemberlakuan


kembali Tax Amnesti. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pajak, Mardiasmo dalam
rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta Menyampaikan Bahwa Tax
Amnesti merupakan sebuah terobosan yang luar biasa namun masih perlu kajian
mendasar karena memang ada banyak negara yang berhasil memberlakukan
Tax Amnesti dan ada juga yang tidak berhasil.
Mardiasmo menjelaskan bahwa Mardiasmo menjelaskan tim kajian untuk
implementasi "tax amnesty" ini sedang bekerja dan telah melakukan studi
banding ke beberapa negara, termasuk Afrika Selatan dan Italia, namun hasil
kajian tersebut belum dipublikasikan. Selain itu, agar pelaksanaan "tax amnesty"
ini bisa tepat sasaran dalam meningkatkan penerimaan pajak maka dibutuhkan
revisi UU Ketentuan Umum Perpajakan serta dukungan kuat dari lembaga
eksekutif, legislatif maupun yudikatif.
Pengampunan pajak biasanya dilakukan oleh suatu negara apabila
kepatuhan pajak makin menurun dari tahun ke tahun. Kebijakan ini dirasakan

Tax Amnesty

tidak adil bagi para pembayar pajak yang taat, namun berdampak positif bagi
penerimaan. Implementasi kebijakan ini idealnya didukung oleh infrastruktur
teknologi informasi yang canggih, sistem perbankan yang kuat dan sumber daya
manusia yang memadai, karena berpotensi melahirkan korupsi, apabila tidak
dikelola dengan baik.
Sebenarnya Tax Amnesty pertama kali dilaksanakan oleh pemerintah pada
tahun 1964 melalui Penetapan Presiden RI No. 5 tahun 1964 tentang Peraturan
Pengampunan Pajak yang kemudian secara berturut-turut diikuti Keppres No. 26
tahun 1984 tentang Pengampunan Pajak jo. Keputusan Menteri Keuangan No.
345/KMK.04/1984 tentang Pelaksanaan Pengampunan Pajak jo. Keputusan
Menteri Keuangan No. 966/KMK.04/1983 tentang Faktor Penyessuaian Untuk
Penghitungan Pajak Penghasilan.12 Namun efektifitas pelaksanaan tax amnesty
tersebut masih rendah, efektifitas ini terukur dari rendahnya partisipasi peserta
tax amnesty tersebut. Dan banyak kalangan yang menilai pelaksanaan Tax
Amnesty pada tahun tesebut lebih bernuansa KKN. Sedangkan kebijakan Tax
Amnesty yang terakhir kali dilakukan oleh pemerintah yaitu pada tahun 2008
dengan programnya bernama Sunset Policy.
Sunset Policy
Didasari dengan tuntutan penerimaan pajak yang meningkat signifikan
pada tahun 2007, pemerintah bersama DPR terus menggodok Undang-Undang
dan peraturan untuk mendorong perbaikan Kementian Keuangan khususnya
Direktorat Jenderal Pajak, salah satu yang diagendakan pemerintah untuk
dibahas pada tahun tersebut yaitu aturan mengenai Tax Amnesty.
RUU Mengenai Tax Amnesty ternyata menjadi perdebatan yang cukup alot
kala itu, sehingga tidak juga dapat diselesaikan pada tahun tersebut. Untuk itu
sebagai antisipasinya pemerintah memasukkkan Tax Amnesty ini pada batang
tubuh RUU KUP, yaitu dalam Pasal 37A. Pasal 37A ini hanya berlaku satu tahun,
yaitu tahun 2008 saja. Karena berlakunya hanya dalam jangka waktu sangat
singkat, yaitu di tahun pertama, maka kebijakan ini disebut Sunset Policy.
Sunset sendiri berarti matahari yang hampir tenggelam. Sama dengan
matahari yang hampir tenggelam (sunset), ketentuan (policy) yang ada dalam
Pasal 37A UU KUP pun akan berakhir (tenggelam) pada 31 Desember 2008.

Tax Amnesty

Pengertian Sunset Policy:


Adalah kebijakan pemberian fasilitas perpajakan, yang berlaku hanya pada
tahun 2008, dalam bentuk penghapusan sanksi administrasi perpajakan berupa
bunga yang diatur dalam Pasal 37A UU KUP (Undang-Undang Nomor 28 Tahun
2007)
Latar Belakang Sunset Policy.
1. Sebagai sarana pengakuan dosa masa lalu.
2. Untuk membuka lembaran baru dengan semangat untuk berubah, jujur,
transparan dan akuntabel.
3. Modernisasi birokrasi dengan pelayanan prima KPP.
4. Wewenang DJP untuk mengakses data & informasi dari instansi pemerintah
maupun pihak lain, sehingga DJP mampu mendeteksi ketidakbenaran
pembayaran pajak yang dilakukan oleh WP.
5. Penerapan UU No.28 Tahun 2007 tentang KUP dan UU No.36 Tahun 2008
tentang Pajak Penghasilan
Adapun tujuan dari Sunset Policy ini:
1. Perbaikan sistem administrasi
2. Peningkatan sistem kepatuhan
3. Peningkatan jumlah WP
4. Peningkatan penerimaan pajak 2008 dan seterusnya
Dasar Hukum Sunset Policy

Tax Amnesty

- UU.KUP No. 28 Tahun 2007 Pasal 37


A

- Surat Edaran No. SE-33/PJ/2008

- Peraturan Pemerintah No. 80 tahun


2007
- Peraturan Pemerintah No. 66 tahun
2007
-

- Surat Edaran No. SE-31/PJ/2008

- Surat Edaran No. SE-34/PJ/2008

Ada
dua

- Surat Edaran No. SE-55/PJ/2008


- Surat Edaran No. SE-56/PJ/2008

Peraturan

Menkeu

No.

- PERPU Nomor 5 Tahun 2008

18/PMK.03/2008
-

Peraturan

Dirjen

Pajak

No.

Dirjen

Pajak

No.

27/PJ/2008,
-

Peraturan

30/PJ/2008
point utama Tax Amnesty melalui Sunset Policy ini yaitu :
1. WP yang menyampaikan pembetulan SPT Tahunan PPh sebelum Tahun Pajak
2007, yang mengakibatkan pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih
besar dan dilakukan paling lama dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah
berlakunya UU ini, dapat diberikan pengurangan atau penghapusan sanksi
administrasi berupa bunga atas keterlambatan pelunasan kekurangan
pembayaran pajak yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan
Peraturan Menteri Keuangan.
2. WP OP yang secara sukarela mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP
paling lama 1 (satu) tahun setelah berlakunya UU ini diberikan penghapusan
sanksi administrasi atas pajak yang tidak atau kurang dibayar untuk Tahun
Pajak sebelum diperoleh NPWP dan tidak dilakukan pemeriksaan pajak,
kecuali terdapat data atau keterangan yang menyatakan bahwa SPT yang
disampaikan WP tidak benar atau menyatakan lebih bayar.
Yang Dapat Memanfaatkan Sunset Policy
1. Orang Pribadi yang belum memiliki Momor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yang
dalam tahun 2008 secara sukarela mendaftarkan diri untuk memperoleh
NPWP dan menyampaikan SPT Tahunan PPh untuk tahun pajak 2007 dan

Tax Amnesty

tahun-tahun pajak sebelumnya paling lambat 31 Maret 2009.


2. Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan yang telah memiliki NPWP seklum
tahun 2008, yang menyampaikan pembetulan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak
2006 dan tahun-tahun pajak sebelumnya untuk melaporkan penghasilan
yang belum diperhitungkan dalam pelaporan SPT Tahunan PPh yang telah
disampai kan
Jangka Waktu Sunset Policy
Sunset Policy sudah berlaku mulai Januari 2008 sampai dengan 31
Desember 2008, namun dalam pelaksanaannya diperpanjang sampai dengan 28
Februari 2009. Hal itu dimaksudkan untuk menambah jumlah Wajib Pajak
terdaftar karena peran aktif masyarakat dengan Sunset policy ini sangat aktif.
Hasil yang diperoleh dari Program Sunset Policy
N

Hasil

Jumlah

NPWP Baru

5.653.128

NPWP OP Terdaftar

15,07 juta

NPWP Bendaharawan

447.000

NPWP badan hukum

1,63 juta

o
1

Pertambahan

SPT

804.814

tahunan
3

Pertambahan
Penerimaan PPh

(data DJP, 2010 kuartal 1)

Tax Amnesty

Rp7,46 triliun

Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak

Tax Ratio Indonesia

Usulan Perbaikan Kedepan:


1. Pemberian Kepastian Hukum (Payung Hukum) yang jelas bagi Wajib Pajak
(Agar tidak ada kekhawatiran dari Wajib Pajak untuk dikorek kembali
kewajiban perpajakan tahun-tahun sebelumnya)
2. Sebaiknya hanya diberlakukan sekali saja karena akan berdampak buruk
bagi Wajib Pajak kedepan yaitu adanya moral hazard bila masih ada
kesempatan lagi yang diberikan.
3. Peraturan pajak terutama tarif pajak harus diturunkan disesuaikan dengan
tarif pajak di negara sekitar. Jika tidak demikian dikhawatirkan WP
potensial akan melarikan modalnya ke negara tetangga
4. Ditjen Pajak harus punya data siapa- siapa yang perlu diampun (Prof
Gunadi Ak Msc)

Tax Amnesty

5. Tax Amnesty harus diikuti oleh reformasi birokrasi kelembagaan pajak itu
sendiri.yaitu dibarengi dengan sistem administrasi DJP yang memiliki alat
canggih untuk mendeteksi WP yang tidak membayar pajak.
6. Selain itu tax amnesty juga harus mendadak. Darussalam, pengamat
perpajakan Universitas Indonesia (UI)
7. Implementasi Tax Amnesty dapat diterapkan bila syarat-syarat keterbukaan
dan akses informasi terhadap masyarakat terpenuhi oleh karena itu
apabila tax amnesty akan diterapkan harus menggunakan tax amnesty
bersyarat.
8. Tax

amnesty

dapat

diterapkan

terutama

pada

bidang-bidang

atau

sektorsektor industri tertentu saja yang dapat memberikan pengaruh


terhadap peningkatan tax ratio dengan syarat terpenuhinya kesiapan
sarana dan prasarana pendukung lainnya. Ragimun Peneliti pada
Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu RI
Tax Holiday
Tax holiday pernah diberlakukan di Indonesia dengan diterbitkannya
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 jo Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967
tentang Penanaman Modal Asing (PMA). Namun, dalam kurun waktu lima belas
tahun pemberlakuan tax holiday, jumlah foreign direct investment yang disetujui
hanya sekitar 473 proyek atau rata-rata 28 proyek per tahun. Realisasi proyek
yang disetujui hanya mencapai 75 persen, alias 355 proyek terealisasi atau 21
proyek per tahun. Dengan alasan kurang efektif, melalui Undang-undang Nomor
7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang berlaku sejak 1 Januari 1984,
ketentuan tentang tax holiday dicabut.
Tax holiday dilakukan untuk meningkatkan ketertarikan dalam berinvestasi
bagi para investor, baik untuk investor asing maupun luar negeri. Namun,
biasanya tax holiday ini lebih ditujukan untuk investor asing. Negara-negara
tetangga seperti Cina, Vietnam, dan Thailand telah melakukan tax holiday
terhadap investasi yang masuk.
Pada

tahun

2011

Kementerian

Keuangan

menerbitkan

peraturan

mengenai pemberian fasilitas pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan


badan (tax holiday) yang berlaku sejak 15 Agustus 2011.

Tax Amnesty

Dasar Hukum
Peraturan Menteri Keuangan nomor 130/PMK.011/2011.
Sektor industri yang berhak mendapatkan fasilitas ini adalah industri pionir
yaitu industri yang memiliki keterkaitan yang luas, memberi nilai tambah dan
eksternalitas yang tinggi, memperkenalkan teknologi baru dan memiliki nilai
strategis bagi perekonomian nasional.
Pembebasan pajak penghasilan badan dapat diberikan untuk jangka waktu
paling lama sepuluh tahun dan paling singkat lima tahun pajak, terhitung
sejak tahun pajak dimulainya produksi komersial.
Setelah berakhirnya pemberian fasilitas pembebasan pajak penghasilan badan,
Wajib Pajak diberikan pengurangan PPh Badan sebesar 50 persen dari pajak
penghasilan terutang selama dua tahun.
Wajib Pajak yang dapat diberikan fasilitas pembebasan atau pengurangan pajak
penghasilan harus memenuhi kriteria sebagai industri pionir yaitu industri logam
dasar, industri pengilangan minyak bumi dan/atau kimia dasar yang bersumber
dari minyak bumi dan gas alam.
Kemudian industri yang bergerak dalam bidang permesinan, industri yang
bergerak

pada

bidang

sumber

daya

terbarukan

dan

industri

peralatan

komunikasi.
Wajib Pajak juga harus memenuhi syarat mempunyai rencana penanaman
modal baru yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi berwenang
paling sedikit sebesar Rp 1 triliun dan memiliki 500 orang karyawan.
Selain itu, Wajib Pajak juga harus menempatkan dana di perbankan Indonesia
paling sedikit 10 persen dari rencana total penanaman modal dan tidak boleh
ditarik sebelum saat dimulainya pelaksanaan realisasi penanaman modal.

Wajib Pajak juga harus berstatus badan hukum Indonesia yang pengesahannya
paling lama 12 bulan sebelum ketentuan ini berlaku. (ANT)
Hasil

Tax Amnesty

Wajib Pajak Yang Memperoleh Fasilitas Tax Holiday


N

Wajib Pajak

Dasar Hukum

PT Unilever Oleochemica

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 462

o
1

Tahun 2012
2

PT Petrokimia Butadiene

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 463


Tahun 2012

PT Energi Sejahtera Mas

Keputusan

Menteri

Keuangan

Nomor

271/KMK.001/2014
4

PT

Cartepillar

Indonesia

Diajukan oleh Kementerian Perindustrian

Batam, PT Feni Haltim, PT

(Kemenperin)

Well

Keuangan

Alumina

Harvest

Winning

Refinery,

PT

Synthetic Rubber Indonesia

kepada

Kementrian

Belum Disetujui

Saran Perbaikan Untuk Kedepan:


1. Perlu dipertimbangan perluasan sektor yang mendapatkan fasilitas ini
sebagai contoh untuk sektor pembangunan infrastruktur yang dapat
mendorong pembangunan pemerintah
(MS Hidayat, Menteri Perindustrian 2014 )
2. Peraturan harus bersifat fleksibel artinya melihat kebutuhan kebutuhan
investasi di indonesia sebagai contoh apabila Indonesia membutuhkan
industri hulu yang besar, aturan akan memberikan insentif kepada
industri petrochemical besi dan baja.
3. Pemprosesan pengeluaran izin Tax Holidai jangan terlalu lama.
(Chairul Tanjung, Menko Perekonomian)
4. Pemberian fasilitas Tax Holiday harus disertai dengan baiknya lingkungan
investasi di Indonesia sehingga peningkatan investasi dapat direalisasikan
(Amanda Chandra Dewi, FE UI 2012)

Tax Amnesty

Tax Amnesty